11 pokok sambutan

Document Sample
11 pokok sambutan Powered By Docstoc
					1.1    Menemukan pokok-pokok isi sambutan/ khotbah yang didengar

        Apabila di sekolah kamu diselenggarakan acara peresmian, perayaan hari-hari besar,
pelantikan kepengurusan, maka selain acara pokok terdapat pula yang dinamakan sambutan.
Sambutan biasanya dilakukan oleh tokoh atau orang yang memiliki jabatan. Sambutan biasanya berisi
uraian yang dikaitkan dengan acara pokok. Mendengarkan suatu sambutan berarti memahami suatu
informasi melalui proses menyimak. Agar kamu dapat memahami suatu sambutan, maka kamu harus
antusias mendengarkannya, mencatat isi pokok-pokok sambutan dan dapat menyimpulkannya. Dalam
kegiatan semacam ini kamu dituntut untuk mengukur sejauh mana kemampuan menyimak yang kamu
kuasai. Lakukan kegiatan berikut!
1. Tutuplah buku kamu!
2. Simaklah pembacaan teks sambutan kepala sekolah berikut ini dalam acara peresmian gedung
serba guna yang akan dibacakan oleh salah satu teman kamu!
3. Catatlah pokok-pokok isi sambutan yang dibacakan teman kamu tersebut!
                                         Teks Sambutan
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Salam sejahtera untuk kita
        Yang terhormat Bapak Camat Kecamatan Limbangan, pengurus dewan sekolah SMAN 1
Limbangan, para tokoh masyarakat, orang tua siswa, rekan-rekan guru, serta anak-anakku tercinta.
        Alhamdullilah pada kesempatan yang berbahagia kita dapat berkumpul pada momen yang
bersejarah ini.
        Sudah berapa tahun sejak berdirinya SMA tercinta ini kita selalu berharap memiliki gedung
serba guna. Dan akhirnya, alhamdullilah pada tahun pelajaran 2004/2005 cita-cita dan harapan kita
terwujud dengan berdirinya gedung serba guna yang cukup representatif. Tadinya kita sempat
pesimis, sudah beberapa tahun pembangunannya tidak kunjung selesai. Namun, berkat kerja keras
dewan sekolah, orang tua siswa, dan para tokoh akhirnya dapat terwujud juga.

Hadirin yang berbahagia,
       Pada kesempatan ini saya atas nama lembaga mengucapkan terima kasih yang sebesar-
besarnya pada semua pihak yang telah turut serta dalam pembangunan ini. Mudah-mudahan segala
pengorbanan yang telah diberikan pada pembangunan ini dapat balasan dari Tuhan Yang Maha Esa.
Amin.
       Selain itu, kami warga SMA Negeri 1 Limbangan mudahmudahan dapat memanfaatkan
gedung ini sesuai dengan harapan dan amanat masyarakat Limbangan. Perlu kita maklumi, bahwa
pendirian gedung ini bukan untuk sekedar kebanggaan, namun lebih dari itu diharapkan dapat
mendongkrak kualitas pendidikan yang ada di Kecamatan Limbangan pada khususnya dan negara
Indonesia pada umumnya.

Hadirin yang berbahagia,
        Saya mengajak semua warga SMA Limbangan, baik guru, staf TU, karyawan juga para siswa
mari kita manfaatkan gedung ini semaksimal mungkin sesuai dengan amanat yang kita terima. Mari
kita jaga dan pelihara agar kebanggaan kita memiliki gedung ini tidak pernah luntur.
        Akhirnya mari kita munajah pada Tuhan Yang Maha Esa, mensyukuri kenikmatan yang telah
kita rasakan selama ini dan mudah-mudahan kenikmatan ini tidak hilang dari diri kita. Amin.
        Demikian uraian dari saya, mudah-mudahan SMA Limbangan dengan hadirnya gedung serba
guna tambah maju.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Jawablah pertanyaan berikut ini berdasarkan catatan kamu!
1. Mengapa kepala sekolah menyampaikan sambutan pada acara peresmian gedung serba guna
    SMA N 1 Limbangan?
2. Apa yang dimaksud dewan sekolah itu?
3. Dari siapa kepala sekolah menerima amanat untuk menggunakan gedung serba guna?
4. Harapan apa yang disampaikan kepala sekolah pada sambutannya itu?
5. Apa ajakan kepala sekolah terhadap warga SMA N 1 Limbangan?
6. Mengapa gedung serba guna harus dijaga dan dipelihara?
7. Apa maksud pemanfaatan secara maksimal?
8. Untuk apa gedung serba guna itu dibangun?
9. Apa yang dimaksud gedung serba guna?
10. Apa yang dimaksud representatif itu?
Tahukah kamu perbedaan khotbah dengan sambutan?
         Khotbah merupakan pidato yang bernuansa agama, berisi tentang nasihat-nasihat keagamaan, baik itu
di masjid, gereja, wihara, dan tempat-tempat keagaman yang lain. Seperti halnya pidato sambutan, khotbah
dilakukan dengan nuansa formal mengikuti suasana acara yang umumnya terkesan resmi. Kedua bentuk pidato
ini agak sedikit berbeda dibandingkan dengan pidato ceramah yang sifatnya tidak telalu formal sehingga dapat
diselingi dengan hal-hal yang sifatnya lucu untuk menyegarkan suasana.
         Sambutan atau pidato sering kita dengar saat diselenggarakan suatu acara atau peringatan hari besar.
Sambutan biasanya disampaikan oleh orang yang memiliki jabatan yang berhubungan dengan acara tersebut.
Misalnya di sekolah yang sering menyampaikan sambutan pada acara sekolah yaitu kepala sekolah, upacara
hari besar nasional di kecamatan disampaikan oleh camat atau pejabat lainnya. Isi sambutan dihubungkan
dengan peristiwa yang diperingati atau sedang berlangsung tanpa memperhatikan apakah pendengar sudah
paham atau belum. Sambutan bersifat mengingatkan, memotivasi, menauladani peristiwa yang sedang
diperingati.
         Sambutan adalah pidato yang disampaikan oleh seseorang dalam suatu acara tertentu yang isinya
berupa dukungan terhadap acara atau kegiatan tersebut.
       Pidato/ sambutan adalah penyampaian uraian secara lisan tentang suatu hal di
depan orang banyak. Orang yang berpidato biasanya menyakinkan pendengar,
memberitahukan suatu informasi, maupun bisa juga menghibur pendengar dengan sedikit
humor segar. Jenis pidato/sambutan menurut isinya antara lain persuatif/mengajak,
instruktif/memerintah, dan rekreatif/menghibur. Orang yang berpidato selalu menggunakan
metode supaya lancar dalam berpidato. Metodemetode yang sering digunakan antara lain
metode improptu (serta merta), metode menghafal, metode naskah, dan metode
ekstemporan.




Agar dapat berhasil melakukan pidato yang baik, kamu dapat mengikuti langkah-langkah berikut ini:
1. Menentukan Tujuan
       Menentukan tujuan pidato merupakan suatu hal yang sangat penting. Tujuan suatu pidato sangat
berpengaruh dalam menentukan topik pembicaraan, menentukan batasan topik, serta berpengaruh dalam
menentukan gaya dan bahasa pidato yang akan dilakukan.
2. Menentukan/Memilih Topik Pembicaraan
       Tentukan topik pidato secara relevan dan menarik. Topik pidato harus sesuai dengan tujuan dan
kebutuhan audiens. Suatu kesalahan yang fatal jika topik suatu pidato tidak sesuai dengan tujuan pidato.
Misalnya, tujuan pidato untuk menyambut peringatan HUT RI, sedangkan topik pidato membicarakan ”sejarah
kemerdekaan Jepang” atau ”perlunya memperingati hari besar keagamaan”. Selain itu, topik yang akan
disampaikan haruslah menarik dan sesuai dengan kebutuhan audiens, sehingga audiens akan secara saksama
mengikuti uraian pidato.
3. Membatasi Topik Pembicaraan
        Suatu pidato tidak mungkin dapat disampaikan secara terperinci dalam waktu yang singkat dan
terbatas. Oleh sebab itu membatasi topik pembicaraan akan sangat membantu dalam mengefektifkan materi
pembicaraan sehingga tersampaikan secara tepat dan menarik. Pembicaraan yang terlalu melebar akan
meninggalkan kesan kurang jelas pada audiens.
4. Mengumpulkan Bahan-bahan
        Kumpulkan bahan atau materi pidato yang sesuai dengan topik yang akan dibicarakan. Bahan-bahan
tersebut dapat diperoleh dari buku-buku, ensiklopedi, majalah, surat kabar, informasi/ berita TV, atau dapat juga
dengan melakukan wawancara dengan seorang ahli dalam bidang tertentu.
5. Menyusun Bahan
        Uraian pidato yang hendak disampaikan, biasanya diawali kalimat pembuka, pendahuluan, isi,
kesimpulan, dan diakhiri kalimat penutup.
a. Kalimat Pembuka/Salam Pembuka
        Pada bagian pertama uraian suatu pidato biasanya diawali kalimat pembuka berbentuk susunan kalimat
sapaan dengan maksud memberi penghormatan, mengkondisikan atau menarik perhatian audiens agar
memperhatikan pembicara.
Perhatikan contoh berikut.

Bapak Sekda Kabupaten Garut yang saya hormati,
Ketua DPRD Kabupaten Garut yang saya hormati,
Para tokoh masyarakat, pemuka agama Kecamatan Sukamaju yang saya
hormati,
Serta Bapak-bapak, Ibu-ibu yang saya hormati,
Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatu!
.........................................................................................

b. Pendahuluan
             Pada bagian ini biasanya orator mengawali pembicaraan dengan ucapan syukur, kemudian dilanjutkan
dengan memberi sedikit gambaran pada audiens topik yang akan dibicarakan, latar belakangnya, mengapa
topik pembicaraan itu penting. Agar menarik perhatian, pada bagian ini dapat juga diawali dengan suatu
pertanyaan atau pernyataan yang dapat merangsang keingintahuan audiens.
Perhatikan contoh berikut ini!
.................................................................................................................
             Pertama-tama mari kita ucapkan syukur ke hadirat Ilahi yang telah memberikan taufik dan hidayah-Nya
sehingga kita dapat berkumpul menghadiri acara peresmian ini.
             Bapak-bapak dan Ibu-ibu yang saya hormati,
             Mengapa Pemerintah Daerah, khususnya Bapak Bupati Garut sengaja menyisihkan dana untuk
membangun gedung pertemuan di Kecamatan kita? Bahkan Beliau dalam suatu pertemuan, pernah
menyatakan jika perlu uang pribadi saya, nanti akan saya sumbangkan andaikata dana yang dibutuhkan
ternyata kurang.
             Hadirin yang saya hormati,
             Masyarakat di Kecamatan kita merupakan masyarakat yang heterogen atau beragam, baik keyakinan
agamanya maupun asal sukunya. Oleh sebab itu dalam kesempatan sambutan ini, saya ingin menjelaskan
betapa pentingnya musyawarah, toleransi, tertib hukum, serta menjaga kesatuan dan persatuan bangsa.
.................................................................................................................

c. Bagian isi
             Bagian ini merupakan bagian pokok pidato. Pada bagian ini uraian penjabaran topik pidato secara
keseluruhan. Rincilah topik pembicaraan menjadi butir-butir penting pembicaraan sesuai batasan topik yang
direncanakan. Gunakanlah kalimat sapaan setiap peralihannya, atau gunakanlah kata rincian pertama …, kedua
…, ketiga …, akhirnya …, selanjutnya …, langkah pertama …, langkah kedua …, dan lain-lain.
d. Penutup
             Akhir suatu pidato biasanya berbentuk kesimpulan, harapan, permohonan maaf, dan salam penutup.
Kesimpulan hendaknya jangan hanya disampaikan dalam satu atau dua kalimat, tetapi hendaknya merupakan
rangkuman butir-butir penting rincian topik yang dinyatakan dalam satu atau dua paragraf.
Perhatikan contoh berikut!
............................................................................................................
             Bapak-bapak dan Ibu-ibu yang saya hormati,
             Sebagai kata akhir sambutan ini, saya tegaskan agar kita dapat terus meningkatkan kemajuan
masyarakat di Kecamatan Sukamaju ini, budayakan berdialog, bermusyawarah karena hanya dengan cara itu
kita dapat menyelesaikan berbagai masalah serumit apapun. Tingkatkan toleransi beragama di antara kita agar
sesama warga dapat menjalani keyakinan agamanya dengan tenang. Tingkatkan kesadaran hukum kita dan
budayakan hidup tertib di masyarakat kita. Dan yang terakhir kita harus selalu menjaga persatuan dan kesatuan
bangsa. Mudah-mudahan gedung pertemuan ini dapat dijadikan sarana untuk mewujudkan itu semua.
             Mengakhiri sambutan ini, atas nama masyarakat Kecamatan Sukamaju, saya ucapkan terima kasih
kepada para pengusaha di Kecamatan Sukamaju, khususnya Bapak Bupati Garut yang telah membantu
merealisasikan pembangunan gedung pertemuan ini. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh
warga Kecamatan Sukamaju yang telah ikut membantu pelaksanaan pembangunan gedung pertemuan ini.
Sekian dan saya mohon maaf jika dalam sambutan ini ada kata-kata yang tidak berkenan di hati hadirin semua.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Bacalah teks pidato berikut ini!
         Teman-teman sekalian, selamat pagi!
         Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat-
Nya, kita dapat berkumpul di sini untuk memperingati hari yang bersejarah bagi bangsa kita, yaitu Sumpah
Pemuda.
         Bagi kaum muda Indonesia, hari Sumpah Pemuda merupakan momen yang memiliki arti penting untuk
membina semangat kebersamaan sebagai bangsa yang merdeka. Sumpah Pemuda merupakan sejarah yang
patut diteladani oleh setiap insan negeri ini. Kita sebagai generasi penerus bangsa sudah seharusnya sadar akan
tugas dan tanggung jawab kita. Tidak cukup dengan merenung dan mengagumi semangat juang pahlawan kita.
Tetapi lebih dari itu, kita harus mampu menyingkirkan perasaan primordial dan semangat kedaerahan yang kini
tumbuh subur di negeri kita.
         Teman-teman sekalian, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati para pahlawannya.
Menghormati pahlawan tidak hanya dengan ucapan, tetapi dengan tindakan nyata. Sebagai refleksi, pertanyaan
mantan presiden Amerika, John Francis Kennedy, layak saya kutip, “Jangan Anda bertanya apa dapat negara
berikan untuk Anda, tetapi bertanyalah, apa yang dapat Anda berikan untuk negara.”
         Sumpah Pemuda bukanlah satu istilah tetapi semangat dan cermin masa depan bangsa kita. Janganlah
kita menunggu dan menunggu apa yang diberikan negara kita, tetapi dengan semangat dan kesadaran, marilah
kita buka mata kita. Lihatlah ke depan! Masih banyak sesama kita yang membutuhkan pertolongan kita. Sudah
seharusnya kita sebagai generasi muda memikirkan masa depan bangsa ini. Kita dapat mulai dari sekarang
dengan cara yang paling sederhana, yaitu dengan menggunakan kesempatan belajar secara sungguh-sungguh
agar kelak dapat menyumbangkan tenaga dan pikiran kita bagi bangsa dan negara kita. Belajar tidak hanya
dilakukan di sekolah, tetapi dapat pula dilakukan di rumah dan di mana pun. Tidak hanya dengan membaca
buku, tetapi dapat pula dengan belajar menerapkan pola hidup yang wajar dan bertanggung jawab.
         Akhirnya, saya ingin menegaskan bahwa sebagai generasi penerus bangsa, kita harus benar-benar
dapat mengisi Sumpah Pemuda dengan sebaik-baiknya.
         Terima kasih atas perhatian teman-teman semuanya.

Langkah-langkah Pidato
        Kemahiran berpidato diperoleh tidak dengan serta-merta, tetapi harus melalui latihan yang teratur dan
berkelanjutan. Agar Anda dapat berpidato dengan baik, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan.
1. Menyelidiki pendengar dengan mengajukan pertanyaan, misalnya: siapa pendengarnya, jenis kelamin,
    pendidikan dan lain-lain.
2. Memilih topik atau tema hendaknya disesuaikan dengan kemampuan diri, mempunyai arti atau kegunaan
    bagi pendengar dan lain-lain.
3. Mengumpulkan bahan berdasarkan pengalaman, hasil penelitian, imajinasi, buku bacaan, media massa
    maupun media elektronik.
4. Membuat kerangka pidato, caranya sama dengan membuat kerangka karangan lainnya, yakni: pembuka, isi,
    dan penutup.
5. Mengembangkan pidato menjadi kerangka pidato.
6. Latihan oral dengan vokal yang tepat, dengan suara yang nyaring.

Apabila hal-hal tersebut di atas benar-benar dipersiapkan, pasti tampil lebih percaya diri dan mantap dalam
berpidato, khususnya bila kita berpidato secara resmi di depan publik.

Metode Pidato
Ada empat metode pidato.
1. Metode impromptu (serta-merta): berpidato tanpa persiapan
2. 2 Metode naskah: dalam berpidato pembicara membaca teks/ naskah yang telah dipersiapkan.
3. Metode hafalan: dalam berpidato, pembicara menyampaikan isi naskah pidato yang telah dihafalkan.
4. Metode ekstemporan (tanpa persiapan naskah): pidato dengan metode ini direncanakan dengan cermat dan
   dibuat catatan-catatan penting yang sekaligus menjadi urutan dalam uraian itu.

Tu uan Pidato
Tujuan pidato antara lain:
    1. menyampaikan informasi (informatif),
    2. menghibur/menyenangkan hati pendengar (rekreatif),
    3. meyakinkan pendengar (argumentatif),
    4. membujuk/mempengaruhi pendengar (persuasif).
Agar pidato Anda dapat menarik minat dan perhatian pendengar perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:
    1. kemukakan fakta dengan jelas,
    2. gunakan bahasa Indonesia yang baik sehingga mampu membangkitkan minat pendengar terhadap
        masalah yang kita sampaikan,
    3. berbicara secara wajar dan terbuka,
    4. sajikan materi dengan lafal dan intonasi yang tepat,
    5. gunakan mimik dan gerak-gerik secara wajar.
Pokok-Pokok Sambutan atau Khotbah
        Sambutan merupakan salah satu jenis pidato yang dikemukakan pada awal acara tertentu.
Misalnya, perpisahan sekolah, lomba, atau kongres. Sambutan disampaikan oleh seseorang yang
memiliki jabatan atau kedudukan tertentu. Sambutan dapat Anda dengarkan dalam acara yang
diselenggarakan oleh sekolah atau tempat tinggal Anda.
        Khotbah merupakan salah satu jenis pidato yang menguraikan ajaran agama. Khotbah bersifat
keagamaan. Khotbah disampaikan oleh pemuka agama. Oleh karena itu, khotbah dapat Anda
dengarkan dalam acara keagamaan.
        Anda dapat memahami isi sambutan atau khotbah dengan melakukan langkah-langkah
berikut.
1. Mendengarkan isi sambutan atau khotbah dengan saksama.
2. Mencatat pokok isi sambutan atau khotbah.
    a. Pembukaan meliputi:
        1) ucapan puji syukur,
        2) ucapan terima kasih, dan
        3) tujuan.
    b. Isi meliputi:
        1) latar belakang materi atau permasalahan,
        2) uraian materi pokok.
    c. Penutup meliputi:
        1) kesimpulan,
        2) harapan-harapan,
        3) permohonan maaf, dan
        4) permohonan doa restu.

       Anda dapat mengubah pokok-pokok isi sambutan atau khotbah menjadi paparan dengan
mengikuti langkah-langkah berikut.
1. Menemukan pokok-pokok isi sambutan atau khotbah.
2. Menuliskan pokok-pokok isi sambutan atau khotbah menjadi kalimat.
3. Menghubungkan pokok-pokok isi sambutan atau khotbah dengan menggunakan kata penghubung.
A. Lakukan kegiatan berikut!
1. Dengarkan pembacaan contoh sambutan peringatan hari Bumi!
2. Sambil mendengarkan, catatlah pokok-pokok isi sambutan!
B. Setelah Anda mendengarkan dan mencatat pokok-pokok isi sambutan, lakukan
kegiatan berikut ini!
1. Benahilah catatan-catatan Anda mengenai pokok-pokok isi sambutan tersebut!
2. Susunlah pokok-pokok isi sambutan tersebut ke dalam beberapa kalimat!
3. Hubungkan pokok-pokok isi sambutan tersebut sehingga menjadi satu kesatuan yang padu!
C. Sampaikan secara lisan ringkasan isi sambutan!
D. Tanggapilah isi sambutan yang telah Anda dengarkan. Sampaikan tanggapan Anda secara lisan di
depan kelas!

Assalamualaikum warahmatullahiwabarakatuh
         Saudara-saudaraku yang berbahagia. Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan atas limpahan
rahmat-Nya kepada kita semua.
         Saudara-saudaraku yang saya cintai,
         Permasalahan penebangan hutan liar kian merajalela. Hal ini dapat mengakibatkan lahan hutan gambut
mengalami kerusakan fatal. Seperti dikemukakan oleh LSM konservasi lingkungan, Wetlands International,
sekitar 48% lahan gambut di Indonesia telah rusak.
         Rekan-rekan anggota Paguyuban Alas Wari yang saya hormati,
         Seperti kita ketahui bersama bahwa lahan gambut mempunyai peranan penting karena kemampuannya
dalam memproses gas yang dapat menyebabkan efek rumah, seperti CO2 dan metan. Dalam hal ini hutan
gambut dapat berfungsi sebagai paru-paru dunia, namun tampaknya paru-paru dunia akan mengecil. Sebagai
rasa solidaritas kita untuk menyelamatkan bumi, marilah kita tetap melestarikan keberadaan hutan gambut
tersebut.
         Demikian sambutan dari saya, selaku ketua Paguyuban Alas Wari saya mengajak rekan-rekan semua
untuk melestarikan bumi kita ini. Marilah kita isi peringatan hari Bumi ini dengan membereskan hutan gambut
dari sampah yang mengenainya. Sekian dan terima kasih.
Wasalamu’alaikum warahmatullahiwabarakatuh
                                                   Sumber ide: Dari Hutan Gambut di Kalimantan, www.BBCIndonesia.com

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:1441
posted:10/18/2011
language:Indonesian
pages:6
Description: download @ crawled.blogspot.com