Docstoc

MULOK XI

Document Sample
MULOK XI Powered By Docstoc
					                 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
                               (RPP)
Mata Pelajaran   : Mulok Pertanian
Kelas/ Semester  : XI Inti/ 1
Pertemuan ke-    : 1
Alokasi Waktu    : 2 × 45 menit
                 : 1. Memahami budidaya pertanian.
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar : 1.1.Memahami sistem pertanian.
Indikator        : 1. Menyebutkan arti tanaman pertanian.
                    2. Menjelaskan sistem pertanian
Tujuan           : Siswa mampu memahami pengertian tanaman pertanian dan
                    sistem pertanian.
====================================================================

   I. Materi Ajar
       Tanaman Pertanian
       Sistem Pertanian

   II. Metode Pembelajaran
        Diskusi
        Penugasan

   III. Rangkuman Materi
               Tanaman pertanian adalah segala tanaman yang digunakan manusia untuk
   tujuan apa pun. Agronomi adalah ilmu tentang cara pengelolaan tanaman pertanian
   dan lingkungannya untuk memperoleh produksi maksimal.
   Sistem pertanian :
    Mesopotamia di Mesir merupakan kebudayaan yang mempengaruhi sistem
       pertanian kuno. Penciptaan surplus sosial menyebabkan terjadinya lembaga
       ekonomi berdasar peperangan dan perbudakan. Tulang punggung pertanian terdiri
       dari dari tanaman-tanaman yang sekarang masih penting untuk persedian pangan
       dunia : gandum dan barlai, kurma dan ara, zaitun dan anggur. Taman, kebun dan
       teras telah beririgasi. Areal seluar 10.000 mil persegi tetap ditanami untuk
       memberi pangan 15 juta jiwa. Pada tahun 700 SM sudah dikenal 900 tanaman.
       Orang mesir ahli dalam mengembangkan teknik drainase dan irigasi. Drainase
       adalah pembuangan air, merupakan tuntutan di daerah seperti Lembah Nil, hal ini
       meminta pengembangan lereng-lereng tanah dan pembuatan sistem pengangkutan
       serta salurain air yang efisien. Irigasi yaitu pemberian air pada tanaman secara
       buatan, menyangkut penadahan, pengantaran dan pemberian air.. maka dengan
       membangun serentetan parit untuk menyimpan air dan saluran yang melayani
       kedua tujuan tersebut. Orang Mesir mengembangkan teknik menaikkan air, yang
       masih dipakai sekarang, Penemuan yang utama adalah shaduf, yang
       memungkinkan menaikkan 2.250 liter air setinggi 1,8 m tiap hari kerja pria.
       Teknik pengolahan tanah dengan cangkul yang asalnya berupa suatu tongkat
       bercabang yang lancip dan digunakan dengan gerakan memotong. Bajak kuno
       dengan tenaga manusia dan arit alat untuk panen.
           Teknologi masak dengan mengembangkan industri keramin, pemanggangan,
           pembuatan anggur dan penyimpanan pangan. Cara-cara penyimpanan termasuk
           fermentasi, pembuatan acar, pengeringan, pengasapan dan pemberian garam.
          Di Yunani dikenal dengan Ilmu Botani yang pertama pada abad 12.. Dua buah
           tulisan yang cukup terkenal yaitu History of Plants dan Causes of Plants oleh
           Theophratus murid Aristoteles. Tulisan tersebut mencakup morfologi, klasifikasi,
           pembiakan dengan biji dan vegetatif, geografi tumbuhan, kehutanan, hortikultura,
           parmakologi, hama dan bau serta rasa tanaman. Juga membedakan tanaman
           Angiospermae dan Gymnospermae, Monokotil dan Dikotil, lingkaran tahun dan
           cara mengumpulkan damar dan ter.
          Praktek pertanian Romawi dibukukan dengan baik yaitu Dr agricultura karangan
           Marcus Porceus Cato (234-149 SM) tentang aspek-aspek praktis dari pengelolaan
           tanaman dan ternak. De re rustica libri III oleh Marcus Terentius Varro (116 - 28
           SM), Gerogica oleh Vergilius (70 – 19 SM) dan Historia naturalis oleh Plinius
           (tahun 23 -29) adalah buku-buku tentang pertanian Roma.
           Dalam tulisan-tulisan pertanian dicata adanya penyambungan tanaman (grafting
           dan budding) , penggunaan berjenis-jenis varietas buah dan sayuran, rotasi pupuk
           hijau, penggunaan pupuk kandang, pengembalian kesuburan tanah, bahkan
           penyimpanan dingin untuk buah-buahan. Ada ”Specularium” yaitu rumah kaca
           dari mika untuk menanam sayuran pada musim dingin, dan perkembangan
           tanaman hias yang berkembang sampai tingkatan tinggi.
          Abad Pertengahan. Dengan runtuhnya Romawi dan Negara Barat, kemajuan
           teknologi pertanian merambat ke arah Timur Dekat dan Timur Jauh. Tumbuhnya
           Kebudayaan Islam setelah tahun 700 menggantikan kebudayan kuno dan
           pemeliharanya. Kain sutera, pembuatan kertas, kompas, dan angka-angka Arab
           masuk ke Eropa dari Timur. Begitu juga dengan tanaman tebu, kedelai dan
           penggunaan tenaga kuda untuk pertanian. Suatu maor atau estate merupakan
           satuan dasar dari produksi pertanian dan merupakan komponen terkecil dari
           negara feodal, dicirkan dengan keswasembadaan yang tinggi. Pada zaman ini
           munculnya disiplin ilmu Agronomi, yaitu dari kebiasaan menanami areal secara
           ektensif dengan serealia (grains) dan makanan ternak (forages).
          Dunia baru menimbulkan harapan-harapan besar di Eropa seperti kekayaan dalam
           emas, rempah-rempah dan bahan pangan baru seperti jagung, kentang, tomat, ubi
           jalar, labu, kacang tanah, buncis, apokat, jambu mete, nenas, coklat, panili, cabai,
           kina, coca, karet dan tembakau. Perkembangan pertanian sejajar dengan di Dunia
           Lama, kecuali ada perbedaan penting, roda tidak dikenal, zaman besi tidak
           ditemui, alat pertanian yang pokok adalah tongkat penggali.

       IV. Langkah-Langkah Pembelajaran
                                  Kegiatan Pembelajaran
             Tatap Muka                 Tugas Terstruktur                    Tugas Mandiri
    Pertemuan ke-1 (2 × 45 menit)
    A. Kegiatan awal (10 menit)
   Berdo’a dan mengabsen siswa.
   Apersepsi : ”Apa yang dimaksud
    dengan pertanian?”

    B. Kegiatan inti (60 menit)
    Siswa bersama guru :                  Mencari data tentang sistem
     Menjelaskan arti tanaman             pertanian.
      pertanian.
     Menggali informasi melalui
      perpustakaan/ Internet tentang
      sistem pertanian.

    C. Kegiatan akhir (20 menit)
     Guru menguji pemahaman siswa
      tentang arti tanaman pertanian
      dan sistem pertanian dengan
      memberikan uji kompetensi 1.


    V.    Sumber/Alat/Bahan
          -   M.M. Sri Setyati harrjadi. 1993. PENGANTAR AGRONOMI. Jakarta; Gramedia
              Pustaka Utama.
          -   Perpustakaan.
          -   LCD, Power point, Spidol, Whiteboard.

    VI. Penilaian
        - Uji Kompetensi 1

    UJI KOMPETENSI 1
    Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan benar!
    1. Apa yang dimaksud dengan tanaman pertanian?
    2. Agronomi adalah imu tentang apa?
    3. Apa yang kamu ketahui tentang sistem pertanian?

    Kunci Jawaban dan Pedoman Penilaian :
    1. Tanaman pertanian adalah segala tanaman yang digunakan manusia untuk tujuan apa pun.
           (score :2)
    2. Agronomi adalah ilmu tentang cara pengelolaan tanaman pertanian dan lingkungannya untuk
           memperoleh produksi maksimal. (score : 3)
    3. Sistem pertanian :
        Mesopotamia di Mesir merupakan kebudayaan yang mempengaruhi sistem pertanian
           kuno. Orang mesir ahli dalam mengembangkan teknik drainase dan irigasi. Orang Mesir
           mengembangkan teknik menaikkan air, yang masih dipakai sekarang. Teknik pengolahan
           tanah dengan cangkul yang asalnya berupa suatu tongkat bercabang yang lancip dan
           digunakan dengan gerakan memotong. Bajak kuno dengan tenaga manusia dan arit alat
           untuk panen.(score: 3)
        Di Yunani banyak ilmnuwan yang menulis tentang mencakup morfologi, klasifikasi,
           pembiakan dengan biji dan vegetatif, geografi tumbuhan, kehutanan, hortikultura,
           parmakologi, hama dan bau serta rasa tanaman. Juga membedakan tanaman
           Angiospermae dan Gymnospermae, Monokotil dan Dikotil, lingkaran tahun dan cara
           mengumpulkan damar dan ter. (score :3)
        Praktek pertanian Romawi dicatat adanya penyambungan tanaman (grafting dan budding)
           penggunaan berjenis-jenis varietas buah dan sayuran, rotasi pupuk hijau, penggunaan
       pupuk kandang, pengembalian kesuburan tanah, bahkan penyimpanan dingin untuk buah-
       buahan. Ada ”Specularium” yaitu rumah kaca dari mika untuk menanam sayuran pada
       musim dingin, dan perkembangan tanaman hias yang berkembang sampai tingkatan
       tinggi.(score : 3)
      Abad Pertengahan. Pada zaman ini munculnya disiplin ilmu Agronomi, yaitu dari
       kebiasaan menanami areal secara ektensif dengan serealia (grains) dan makanan
       ternak (forages).(score : 3)
      Dunia baru menimbulkan harapan-harapan besar di Eropa seperti kekayaan dalam emas,
       rempah-rempah dan bahan pangan baru seperti jagung, kentang, tomat, ubi jalar, labu,
       kacang tanah, buncis, apokat, jambu mete, nenas, coklat, panili, cabai, kina, coca, karet
       dan tembakau. Perkembangan pertanian sejajar dengan di Dunia Lama,kecuali ada
       perbedaan penting, roda tidak dikenal, zaman besi tidak ditemui, alat pertanian yang
       pokok adalah tongkat penggali. (score : 3)

Nilai = score X 10




      Mengetahui,                                                   Pandeglang, 12 Juli 2010
Kepala SMAN 2 Pandeglang                                                  Guru Mulok,




 Drs. H. Supriadi, M.Pd.                                           Hj. Diny Hendrawati, S.Si.
 NIP 195804011984031010                                            NIP 197006042000122003
                  RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
                                (RPP)
Mata Pelajaran   : Mulok Pertanian
Kelas/ Semester  : XI Inti/ 1
Pertemuan ke-    : 2
Alokasi Waktu    : 2 × 45 menit
                 : 1. Memahami budidaya pertanian.
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar : 1.2. Memahami keadaan pertanian di Indonesia.
Indikator        : 1. Menyebutkan macam-macam sistem pertanian di Indonesia.
                   2. Menjelaskan macam-macam sistem pertanian di Indonesia.
Tujuan           : Siswa mampu menjelaskan macam-macam sistem pertanian di
                    Indonesia.
====================================================================

   I. Materi Ajar
       Keadaan Pertanian di Indonesia

   II. Metode Pembelajaran
        Diskusi
        Penugasan

   III. Rangkuman Materi
        Sistem pertanian di Indonesia terdapat berbagai sistem yang berbeda baik tingkat
   efisiensi teknologinya maupun tanaman yang diusahakan.
   Terdapat 4 macam sistem pertanian di Indonesia, yaitu :
   1. Sistem Ladang merupakan yang paling belum berkembang, suatu peralihan dari tahap
        pengumpul ke tahap penanam. Pengolahan tanah mininum sekali, produktivitas
        berdasarkan pada lapisan humus yang terbentuk pada sistem hutan. Sistem ini hanya akan
        bertahan di daerah yang berpenduduk jarang, dan sumber tanah tak terbatas. Tanaman
        yang diusahakan umumnya tanaman pangan, baik padi, jagung maupun umbi-umbian.
   2. Sistem Tegal Pekarangan berkembang di tanah-tanah kering, yang jauh dari sumber-
        sumber air, yang sinambung. Sistem ini diusahakan setelah menetap lama, tetapi tingkat
        pengusahaan juga rendah, untuk tegal pada umumnya tenaga kurang intensif dan pada
        keduanya tenaga hewan jarang digunakan. Tanaman-tanaman yang diusahakan terutama
        tanaman yang tahan kekeringan dan pohon-pohonan.
   3. Sistem Sawah merupakan teknik budidaya yang tinggi, terutama dalam pengolahan tanah
        dan pengelolaan air, sehingga tercapai stabilitas biologi yang tinggi, sehingga kesuburan
        tanah dapat dipertahankan. Ini dicapai dengan sistem pengairan yang sinambung dan
        drainase yang lambat. Sawah merupakan potensi besar untuk produksi pangan, baik padi
        maupun palawija, di beberapa daerah tanaman tebu dan tembakau sangat bergantung
        padanya.
   4. Sistem Perkebunan, baik perkebunan rakyat maupun perkebunan besar (estate) yang dulu
        dimiliki swasta asing dan sekarang kebanyakan perusahaaan negara, berkembang karena
        kebutuhan tanaman ekspor. Dimulai dengan bahan-bahan ekspor seperti karet, teh, kopi
        dan coklat yang merupakan hasil utama. Dalam taraf tertentu, pengelolaannya merupakan
        yang terbaik. Akan tetapi dibandingkan dengan kemajuan di dunia berkembang masih
        jauh tertinggal.
       IV. Langkah-Langkah Pembelajaran
                                  Kegiatan Pembelajaran
             Tatap Muka                 Tugas Terstruktur                   Tugas Mandiri
    Pertemuan ke-2 (2 × 45 menit)
    A. Kegiatan awal (10 menit)
   Berdo’a dan mengabsen siswa.
   Apersepsi : ”Bagaimana kondisi
    pertanian di Indonesia?”

    B. Kegiatan inti (60 menit)
    Siswa bersama guru :                 Mencari informasi tentang      Laporan hasil diskusi
     Menggali informasi di               macam-macam sistem              tentang macam-macam
      perpustakaan/internet tentang       pertanian di Indonesia.         sistem pertanian di
      macam-macam Sistem Pertanian       Berdiskusi dengan teman         Indonesia.
      di Indonesia.                       sebangku tentang hasil yang
     Mendiskusikan macam-macam           didapat.
      Sistem Pertanian di Indonesia.
    C. Kegiatan akhir (20 menit)
     Guru menguji pemahaman siswa
      tentang sistem pertanian di
      Indonesia dengan memberikan
      uji kompetensi 2.

       V.    Sumber/Alat/Bahan
             - M.M. Sri Setyati Harjadi. 1993. PENGANTAR AGRONOMI. Jakarta; Gramedia
               Pustaka Utama.
             - Perpustakaan.
             - LCD, Power point, Spidol, Whiteboard.

       VI. Penilaian
           - Uji Kompetensi 2

    UJI KOMPETENSI 2
    Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan benar!
    1. Bagaimana keadaan sistem pertanian di Indonesia?
    2. Sebutkan macam-macam sistem pertanian di Indonesia!

    Kunci Jawaban dan Pedoman Penilaian :
    1. Sistem pertanian di Indonesia terdapat sistem yang berbeda baik tingkat efisiensi
       teknologinya maupun tanaman yang diusahakan. (score: 2)
    2. Yaitu
       a. Sistem Ladang merupakan yang paling belum berkembang, suatu peralihan dari tahap
           pengumpul ke tahap penanam.. Tanaman yang diusahakan umumnya tanaman pangan,
           baik padi, jagung maupun umbi-umbian. (score: 2)
       b. Sistem Tegal Pekarangan berkembang di tanah-tanah kering, yang jauh dari sumber-
           sumber air, yang sinambung. Tanaman-tanaman yang diusahakan terutama tanaman yang
           tahan kekeringan dan pohon-pohonan. (score: 2)
   c. Sistem Sawah merupakan teknik budidaya yang tinggi, terutama dalam pengolahan tanah
      dan pengelolaan air, sehingga tercapai stabilitas biologi yang tinggi, sehingga kesuburan
      tanah dapat dipertahankan. (score: 2)
   d. Sistem Perkebunan, baik perkebunan rakyat maupun perkebunan besar (estate) yang dulu
      dimiliki swasta asing dan sekarang kebanyakan perusahaaan negara, berkembang karena
      kebutuhan tanaman ekspor. (score: 2)

Nilai = score X 10




      Mengetahui,                                                  Pandeglang, 12 Juli 2010
Kepala SMAN 2 Pandeglang                                                 Guru Mulok,




 Drs. H. Supriadi, M.Pd.                                           Hj. Diny Hendrawati, S.Si.
 NIP 195804011984031010                                            NIP 197006042000122003
                 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
                               (RPP)
Mata Pelajaran   : Mulok Pertanian
Kelas/ Semester  : XI Inti/ 1
Pertemuan ke-    : 3
Alokasi Waktu    : 2 × 45 menit
                 : 1. Memahami budidaya pertanian.
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar : 1.2. Memahami teknik budidaya.
Indikator        : 1. Menyebutkan Panca Usaha Tani.
                   2.. Menyebutkan pengertian bibit unggul
                   3. Menyebutkan contoh-contoh bibit unggul.
                   4. Menjelaskan faktor-faktor yang diperlukan dalam bercocok tanam.
                   5. Menyebutkan jarak tanam tanaman.
Tujuan           : Siswa mampu memahami prinsip dasar panca usaha tani dan
                    menjelaskan faktor-faktor yang diperlukan dalam bercocok tanam.
=====================================================================

   I. Materi Ajar
       Bibit Unggul
       Tanam dan Jarak Tanam

   II. Metode Pembelajaran
        Diskusi
        Penugasan

   III. Rangkuman Materi
        Panca Usaha Tani adalah lima tindakan yang harus dilakukan untuk mendapatkan
   produksi maksimum padi, yaitu :
   1. Tanamlah bibit unggul.
   2. Tanamlah dengan jarak tanam teratur (tandur jajar).
   3. Berikan pengairan yang baik.
   4. Gunakan pupuk yang tepat.
   5. Berantaslah hama penyakit dengan baik (proteksi tanaman).
        Bibit unggul adalah varietas unggul, memiliki banyak sifat unggul.
   Beberapa varietas unggul yang sekarang populer di Indonesia untuk beberapa tanaman
   pertanian, adalah :
        Tanaman                            Varietas Unggul
     Padi               IRRI       : PB-5, PB-8, IR-20, IR-22, IR-26
                           Nasional : Syntha, Dewi, Ratih, Pelita, Bengawan
                           Lokal : Rojolele, Cianjur, Pandanwangi, dll
     Padi Gogo          Kewal
     Jagung             Harapan, metro, Wonosobo, Pandu, dll
                           Dari Philipina : DMR-5 dan H-6
     Kedelai            No.29, Gondol, Slawi, Orba, Americana
     Tomat              Apel Belgia, Moneymaker, 827, Venus, Saturnus
     Kubis              RVE, Pujon, Syanghai, KK Cross, KJ Cross
     Tebu               POJ No.3016, POJ No. 3667, Ps 8, Ps 41
     Karet              LCB 1320, Ciranji
     Teh                Pasir Sarongge, PS-1
Tipe modern pertama IR 8 (PB-8), varietas ini diciptakan dengan menyilangakan Peta
(varietas tinggi dari Indonesia yang terkenal kekuatan pertumbuhannya dan sifat-sifat lain
yang diinginkan) dengan Dee-geo Woo-geo (varietas kerdil dari Taiwan).
Dalam varietas unggul, perlu diperhatikan cara-cara mempertahankan kemurnian varietas
(dengan isolasi waktu dan isolasi tempat untuk varietas-varietas yang menyerbuk silang atau
dengan isolasi fisk)..
    Dalam bercocok tanam, perlu diperhatikan beberapa faktor yaitu :
1. Faktor Tanah
    Tanah merupakan bagian-bagian bumi dimana akar tanaman tumbuh. Ada 3 fungsi tanah,
    yaitu memberikan unbsur-unsur mineral, memberikan air dan melayani tanamn sebagai
    tempat berpegang dan bertumpu untuk tegak. Pembagian tanah berdasarkan lapisan ada 5
    yaitu horizon O (sampah/humus), horizon A (partikel mineral dan organik/top soil),
    horizon B (partikel halus), horizon C (padat lapuk) dan horizon D (padat).
    Budidaya tanaman hidroponik tidak digunakan tanah, melainkan lapisan larutan hara
    yang lewat secara terus menerus.
2. Faktor Suhu
    Proses-proses fisik dan kimiawi, kelarutan berbagai zat, kecepatan reaksi dikendalikan
    oleh suhu.
3. Faktor Cahaya
    Tanaman yang ditanam tanpa cahaya tetapi diberi sumber pangan dari tempat-tempat
    cadangan (misalnya biji, umbi) akan menjadi kuning dan mempunia batang yang sangat
    panjang dan kurus. Tanaman bila diberi cahaya, akan membentuk warna hijau yang
    bertalian dengan pembentukan klorofil dan perangsangan fotosintesis dan menjadikan
    strukturnya normal.
             Dalam hal bertanam, yang paling penting adalah waktu tanam dan persiapan
    tanah. Di musim hujan air berlebihan dan di tanah-tanah sawah tidak banyak tanaman
    yang baik ditanam, kecuali padi. Sedang pada musim ini, di tanah-tanah kering walaupun
    suplai air tanah baik untuk banyak tanaman, akan tetapi cuaca yang lembab dan matahari
    jarang bersinar menyebabkan banyak serangan penyakit. Di musim kemarau, serangan
    hama lebih banyak mengancam, di samping terlalu sedikitnya suplai air, bahkan kadang-
    kadang kekeringan mengancam.
             Bila pemilihan saat tanam telah tepat dan persiapan tanah telah dilakukan sebaik-
    baiknya (telah mengalami pembajakan, penggaruan dan pencangkulan dengan intensitas
    sesuai dengan sifat-sifat tanah), maka hal yang perlu ditentukan adalah jarak tanam.
             Tandur jajar adalah tanam dengan jarak yang teratur dan barisan teratur. Hal ini
    dimaksudkan agar penyiangan dan pemberian pupuk nantinya gampang dilaksanakan.
    Demikian dengan proteksi terhadap hama penyakit lebih mudah dilakukan.Jarak tanam
    mempengaruhi populasi tanaman dan keefisienan penggunaan cahaya, juga
    mempengaruhi kompetisi antara tanaman, dalam menggunakan air dan zat hara.
    Distribusi tanaman, yaitu pengaturan letak tanamn pada sebidang tanah, mempengaruhi
    keefisienan penggunaan cahaya yaitu dibariskan dengan arah Timur-Barat.
        IV. Langkah-Langkah Pembelajaran
                                   Kegiatan Pembelajaran
                       Tatap Muka                    Tugas Terstruktur            Tugas Mandiri
     Pertemuan ke-3 (2 × 45 menit)
     A. Kegiatan awal (10 menit)
     Berdo’a dan mengabsen siswa.
     Apersepsi : ”Apa yang dimaksud bibit?”
1.
     B. Kegiatan inti (60 menit)
     Siswa bersama guru :                                   Mencari informasi     Laporan hasil
      Menjelaskan Panca Usaha Tani.                         tentang Panca          diskusi tentang
      Menjelaskan pengertian bibit unggul.                  Usaha Tani, Bibit      Panca Usaha
      Menggali informasi melalui buku referensi di          Unggul beserta         Tani, contoh
       perpustakaan/ internet mengenai contoh-contoh         contohnya, faktor-     bibit unggul
       bibit unggul.                                         faktor yang            dan faktor-
      Mendiskusikan faktor-faktor yang diperlukan dalam     diperlukan dalam       faktor dalam
       bercocok tanam.                                       bercocok tanam dan     bercocok
                                                             jarak tanam.           tanam.
     C. Kegiatan akhir (20 menit)
      Guru menguji pemahaman siswa tentang panca
       usaha tani, bibit unggul dan faktor-faktor yang
       diperlukan dalam bercocok tanam.dengan
       memberikan uji kompetensi 3.

         V.      Sumber/Alat/Bahan
                 -   M.M. Sri Setyati Harjadi. 1993. PENGANTAR AGRONOMI. Jakarta; Gramedia
                     Pustaka Utama.
                 -   Perpustakaan.
                 -   LCD, Power point, Spidol, Whiteboard.

         VI.     Penilaian
                 - Uji Kompetensi 3



     UJI KOMPETENSI 3
     Jawablah pertanyaan-pertnyaan berikut ini dengan benar!
     1. Sebutkan Panca Usaha Tani!
     2. Apa arti bibit unggul?
     3. Sebutkan jenis tanaman yang merupakan bibit unggul!
     4. Jelaskan faktor-faktor yang diperlukan dalam bercocok tanam!
     5. Apa yang dimaksud dengan tandur jajar?
Kunci Jawaban dan Pedoman Penilaian :
1. Panca Usaha Tani adalah lima tindakan yang harus dilakukan untuk mendapatkan produksi
    maksimum padi, yaitu :
    1. Tanamlah bibit unggul.
    2. Tanamlah dengan jarak tanam teratur (tandur jajar).
    3. Berikan pengairan yang baik.
    4. Gunakan pupuk yang tepat.
    5. Berantaslah hama penyakit dengan baik (proteksi tanaman). (score : 4)
2. Bibit unggul adalah varietas unggul, memiliki banyak sifat unggul. (score : 1)
3. Padi Cianjur, Jagung Harapan, Karet LCB 1320,.(score :2)
4. Dalam bercocok tanam, perlu diperhatikan beberapa faktor yaitu :
    1. Faktor Tanah
    2. Faktor Suhu
    3. Faktor Cahaya (score : 2)
5. Tandur jajar adalah tanam dengan jarak yang teratur dan barisan teratur. (score:1)
Nilai = score X 10




      Mengetahui,                                               Pandeglang, 12 Juli 2010
Kepala SMAN 2 Pandeglang                                              Guru Mulok,




 Drs. H. Supriadi, M.Pd.                                       Hj. Diny Hendrawati, S.Si.
 NIP 195804011984031010                                        NIP 197006042000122003
                   RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
                                 (RPP)
Mata Pelajaran   : Mulok Pertanian
Kelas/ Semester  : XI Inti/ 1
Pertemuan ke-    : 4
Alokasi Waktu    : 2 × 45 menit
                 : 1. Memahami budidaya pertanian.
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar : 1.2. Memahami teknik budidaya.
Indikator        : 1. Mengklasifikasikan tanaman menurut kebutuhan air.
                   2. Menjelaskan pengelolaan air.
                   3. Menjelaskan cara-cara pemupukan yang tepat.
                   4. Menjelaskan penempatan pupuk.
Tujuan           :Siswa mampu memahami tentang pengairan dan pemupukan.
=====================================================================

   I. Materi Ajar
       Pengairan
       Pemupukan

   II. Metode Pembelajaran
        Diskusi
        Penugasan

    III. Rangkuman Materi
                Pengairan yang baik akan meningkatkan daya produksi tanaman dan menaikkan
keuntungan dari bidang tanah pertanian. Terdapat klasifikasi tanaman menurut kebutuhan airnya.
Pada salah satu keadaan ekstrem, adalah :
 Hidrofit adalah tanaman-tanaman yang hidup dalam air. Cirinya kebutuhan akan oksigen
    rendah dan sistem perakaran yang berkembang buruk.
 Mesofit adalah tanaman yang kebutuhan airnya sedang, memiliki sistem perakaran yang
    berkembang baik dan didapati khas pada tanah-tanah yang telah berkembang dan matang.
 Xerofit adalah tanaman yang tumbuh pada habitat kering dan telah melalui berbagai adaptasi
    yang menyebabkannya tumbuh dan membiak di tanah-tanah yang sangat kering.
                Pada umumnya tanaman banyak membutuhkan air pada awal tumbuhnya
(seedling stage) dimana fase vegetatif dominan. Pada saat tanaman menjelang pembungaan, air
perlu dikurangi. Kekeringan (drought) adalah suatu perioda dimana keadaan tanah membatasi
pertumbuhan; suatu perioda dimana tanah berisi sedikit air atau sama sekali tidak ada air; suatu
perioda selama 14 hari berturut-turut tidak ada hujan; suatu perioda selama 21 hari atau lebih
dimana hujan hanya 30 persen hujan normal selma perioda tersebut.
Tanggapan tanaman terhadap kekeringan beranekar ragam. Ketahanan terhadap kekeringan
tergantung pada beberapa faktor yang saling bertautan : jumlah luas permukaan sistem perakaran,
potensi pertumbuhan akar, ada tidaknya cendawan micorhiza, modifikasi daun dan sikap stomata.
                Dalam hubungan dengan produksi tanaman, air harus dikelola secara baik dan
ekonomik. Ini menyangkut : Irigasi yaitu penambahan suplemen air, drainase yaitu pembuangan
kelebihan air dan konservasi yaitu perlindungan sumber-sumber air.
                Suatu pupuk adalah bahan yang memberikan zat hara pada tanaman.Pupuk bisa
diberikan pada tanah, dan atau batang sebagai larutan. CO2 yang diberikan ke udara ke dalam
rumah kaca dapat pula dianggap sebagai pupuk. Pupuk yang memberikan N, P, dan K disebut
pupuk lengkap. Terdapat berbagai cara penempatan pupuk :
      a. Broadcast, menunjuk pada penebaran terserak dari bahan secara merat pada permukaan
         tanah, biasanya dilakukan sebelum penanaman.
      b. Top dressing yaitu penempatan pupuk langsung di atas tanaman tumbuh.
      c. Side dressing, untuk tanaman yang peka terhadap kerusakan (kebakaran pupuk), dilakukan
         bersama dengan penyiangan, jadi tercampur dengan tanah.
      d. Band placement yaitu penempatan pupuk dalam jalur tak terputus diantara barisan.
      e. Plow-sole placement yaitu penempatan pupuk dijatuhkan di belakang bajak di dasar
         saluran.

        IV. Langkah-Langkah Pembelajaran
                                   Kegiatan Pembelajaran
                     Tatap Muka                   Tugas Terstruktur               Tugas Mandiri
     Pertemuan ke-4 (2 × 45 menit)
     A. Kegiatan awal (10 menit)
     Berdo’a dan mengabsen siswa.
     Apersepsi : ”Apa yang dimaksud dengan irigasi?”
2.
     B. Kegiatan inti (60 menit)
     Siswa bersama guru :                                Mencari informasi       Menyusun hasil
      Menjelaskan klasifikasi tanaman menurut            tentang klasifikasi      diskusi.
       kebutuhan air.                                     tanaman berdasarkan
      Mendiskusikan tentang pengelolaan air.             kebutuhan iar,
      Mendiskusikan cara-cara pemupukan yang             pengelolaan air,
       tepat.                                             pemupukan yang
      Mendiskusikan tentang penempatan pupuk             tepat dan penempatan
                                                          pupuk.
     C. Kegiatan akhir (20 menit)
     Guru menguji pemahaman siswa tentang
     klasifikasi tanaman menurut kebutuhnan air,
     pengelolaan air, cara-cara pemupukan yang tepat
     dan penempatan pupuk.dengan memberikan uji
     kompetensi 4.

        V.      Sumber/Alat/Bahan
                -   M.M. Sri Setyati Harjadi. 1993. PENGANTAR AGRONOMI. Jakarta; Gramedia
                    Pustaka Utama.
                -   Perpustakaan.
                -   LCD, Power point, Spidol, Whiteboard.

        VI.     Penilaian
                - Uji Kompetensi 4.

     UJI KOMPETENSI 4
     Jawablah pertanyan-pertanyaan berikut ini dengan benar!
     1. Klasifikasikan tanaman menurut kebutuhan air!
     2. Jelaskan tentang pengelolaan air!
     3. Jelaskan tentang cara-cara pemupukan yang tepat!
     4. Bagaimana cara-cara penempatan pupuk?
Kunci Jawaban dan Pedoman Penilaian :.
1. Berdasarkan kebutuhan air, tanaman diklasifikasikan sebagai berikut :
    a. Hidrofit adalah tanaman-tanaman yang hidup dalam air. Cirinya kebutuhan akan oksigen
        rendah dan sistem perakaran yang berkembang buruk.
    b. Mesofit adalah tanaman yang kebutuhan airnya sedang, memiliki sistem perakaran yang
        berkembang baik dan didapati khas pada tanah-tanah yang telah berkembang dan matang.
    c. Xerofit adalah tanaman yang tumbuh pada habitat kering dan telah melalui berbagai
        adaptasi yang menyebabkannya tumbuh dan membiak di tanah-tanah yang sangat kering.
    (score:3)
2. Pada umumnya tanaman banyak membutuhkan air pada awal tumbuhnya (seedling stage)
   dimana fase vegetatif dominan. Pada saat tanaman menjelang pembungaan, air perlu
   dikurangi. (score:2)
3. Pupuk bisa diberikan pada tanah, dan atau batang sebagai larutan.(score:1)
4. Cara-cara penempatan pupuk :
    a. Broadcast, menunjuk pada penebaran terserak dari bahan secara merat pada permukaan
        tanah, biasanya dilakukan sebelum penanaman.
    b. Top dressing yaitu penempatan pupuk langsung di atas tanaman tumbuh.
    c. Side dressing, untuk tanaman yang peka terhadap kerusakan (kebakaran pupuk),
        dilakukan bersama dengan penyiangan, jadi tercampur dengan tanah.
    d. Band placement yaitu penempatan pupuk dalam jalur tak terputus diantara barisan.
    e. Plow-sole placement yaitu penempatan pupuk dijatuhkan di belakang bajak di dasar
        saluran. (score: 4)
Nilai = score x 10




      Mengetahui,                                                Pandeglang, 12 Juli 2010
Kepala SMAN 2 Pandeglang                                               Guru Mulok,




 Drs. H. Supriadi, M.Pd.                                        Hj. Diny Hendrawati, S.Si.
 NIP 195804011984031010                                             NIP 197006042000122003

                  RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
                                (RPP)
Mata Pelajaran       : Mulok Pertanian
Kelas/ Semester      : XI Inti/ 1
Pertemuan ke-        : 5
Alokasi Waktu        : 2 × 45 menit
Standar Kompetensi   : 1. Memahami budidaya pertanian.
Kompetensi Dasar     : 1.2. Memahami teknik budidaya.
Indikator            : 1. Menyebutkan pengganggu tanaman.
                       2. Menjelaskan cara-cara proteksi tanaman.
Tujuan               :Siswa mampu memahami tentang proteksi tanaman.
=====================================================================
   I. Materi Ajar
        Proteksi tanaman.

   II. Metode Pembelajaran
        Diskusi
        Penugasan

   III. Rangkuman Materi
               Pengganggu tanaman (pest) mencakup semua bentuk hidup yang merusak
   tanaman, merupakan spektrum biologi yang sangt luas, dari virus yang sukar dilihat samapi
   tikus dan babi hutan. Pengganggu dapat dikelompokkan dalam istilah-istilah yang lebih luas
   yaitu patogen, predator dan gulma; efek merugikannya adalah penyakit, kerusakan dan
   persaingan. Perkiraan kerugian akibat penganggu untuk pertanian dunia sampai mencapai 33
   persen.
               Pemberantasan pengganggu tanaman merupakan disiplin dalam pertanian yang
   disebut proteksi tanaman. Suatu teknologi yang telah sangat terspesialisasi dan selalu berubah
   dengan cepat, telah dikembangkan dalam pemberantasan pengganggu tertentu
   (mikrorganisme, nematoda, serangga dan gulma)
               Pencegahan bertujuan menahan; mencegah kerusakan dan bukannya
   menyembuhkan tanaman-tanaman yang telah terserang. Cara-cara pemberantasan ada 4, yaitu
   sebagai berikut :
   1. Cara teknik budidaya, digunakan untuk mengurangi populasi pengganggu yang efektif,
        mencakup pembuangan tanaman-tanaman atau benih sakit atau terserang (roguing),
        pemotongan bagian-bagian tanaman yang terserang (surgery) atau pembuangan sisa-sisa
        tanaman yang dapat merupakan biakan pengganggu (sanitation).
   2. Cara fisik, dapat digunakan untuk melindungi tanaman dalam melewati gangguan atau
        menghilangkan pengganggu seluruhnya. Mendirikan barier-barier fisik untuk melindungi
        tanman merupakan perlakuan yang telah berlangsung sejak kuno.
   3. Cara kimia, untuk memberanstas pengganggu, bersifat toksik.
   4. Cara biologi, dengan mengarahkan kompetisi alami antara organisme.

   IV. Langkah-Langkah Pembelajaran
                              Kegiatan Pembelajaran
                  Tatap Muka                    Tugas Terstruktur                  Tugas Mandiri
Pertemuan ke-5 (2 × 45 menit)
A. Kegiatan awal (10 menit)
     Berdo’a dan mengabsen siswa.
     Apersepsi : ”Apa yang dimaksud dengan proteksi?”
3.
     B. Kegiatan inti (60 menit)
     Siswa bersama guru :
      Menggali informasi melalui buku di perpustakaan/      Mencari informasi      Menyusun hasil
         Internet tentang cara-cara proteksi tanaman.         proteksi tanaman.       diskusi.
      Mendiskusikan cara-cara proteksi tanaman.             Berdiskusi dengan
      Mengambil kesimpulan tentang cara-cara proteksi        teman sebangku
         tanaman.                                             tentang hasil yang
                                                              didapat.
     C. Kegiatan akhir (20 menit)
     Guru menguji pemahaman siswa tentang proteksi
     tanaman dengan memberikan uji kompetensi 5.

        V.      Sumber/Alat/Bahan
                -   M.M. Sri Setyati Harjadi. 1993. PENGANTAR AGRONOMI. Jakarta; Gramedia
                    Pustaka Utama.
                -   Perpustakaan.
                -   LCD, Power point, Spidol, Whiteboard.

        VI.     Penilaian
                - Uji Kompetensi 5.

     UJI KOMPETENSI 5
     Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan benar!
     1. Sebutkan cara-cara proteksi tanaman!
     2. Jelaskan cara-cara proteksi tanaman!

     Kunci Jalwban dan Pedoman Penilaian :
     1. Pengganggu tanaman dibagi menjadi kelompok patogen, predator dan gulma. (score :3)
     2. Cara-cara proteksi tanaman ádalah :
         1. Cara teknik budidaya, digunakan untuk mengurangi populasi pengganggu yang efektif.
         2. Cara fisik, dapat digunakan untuk melindungi tanaman dalam melewati gangguan atau
             menghilangkan pengganggu seluruhnya.
         3. Cara kimia, untuk memberanstas pengganggu, bersifat toksik.
         4. Cara biologi, dengan mengarahkan kompetisi alami antara organisme. (score : 7)
     Nilai = score x 10




           Mengetahui,                                                 Pandeglang, 12 Juli 2010
     Kepala SMAN 2 Pandeglang                                                Guru Mulok,




      Drs. H. Supriadi, M.Pd.                                         Hj. Diny Hendrawati, S.Si.
 NIP 195804011984031010                                          NIP 197006042000122003
                  RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
                                (RPP)
Mata Pelajaran   : Mulok Pertanian
Kelas/ Semester  : XI Inti/ 1
Pertemuan ke-    : 6
Alokasi Waktu    : 2 × 45 menit
                 : 2. Mempraktekkan pembuatan kompos.
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar : 2.1. Memahami pengertian kompos.
Indikator        : 1. Menjyebutkan pengertian kompos.
                   2. Menjelaskan cara-cara pembuatan kompos.
Tujuan           :Siswa memahami arti kompos.
=====================================================================

   I. Materi Ajar
          Pengertian Kompos
          Cara Membuat Kompos

   II. Metode Pembelajaran
        Diskusi
        Penugasan

   III. Rangkuman Materi
                Salah satu pola hijau adalah mengelola sampah organik rumah tangga dengan
   membuatnya menjadi kompos.
                Kompos adalah pupuk yang dibuat dari sampah organik. Fungsi kompos untuk
   memperbaiki struktur tanah, zat makanan yang diperlukan tumbuhan akan tersedia.. Mikroba
   yang ada di dalam kompos akan membantu penyerapan zat makanan yang dibutuhkan
   tanaman. Tanah akan menjadi lebih gembur.
                Kompos organik secara alami akan mengalami penguraian oleh berbagai jenis
   mikroba, binatang yang hidup di tanah, enzim dan jamur. Proses ini memerlukan kondisi
   tertentu, seperti suhu, udara dan kelembaban. Minimal 4 – 6 minggu kompos dapat jadi. Suhu
   optimal untuk pengomposan adalah 45 – 65oC. Jika terlalu panas hasrus dibolak-balik,
   setidak-tidaknya setiap 7 hari.
                Cara membuat kompos :
                Sediakan 2 tempat sampah, yaitu untuk sampah organik dan sampah anorganik.
   Dapat disimpan di ruang keluarga, kamar makan dan dapur. Di bagian dasarnya dilubangi
   untuk mengelurakan kelebihan air. Untuk menjaga kelembaban dapat ditutp dengan karung
   goni atau anyaman bambu. Dasar bak pengomposan dapat tanah atau paving block,
   sehinggakelebihan air dapat merembes keluar. Bak pengoposan tidak boleh terkena hujan,
   harus di bawah atap.
   1. Campur bagian sampah hijau dan 1 bagian sampah coklat.
   2. Tambahkan 1 bagian kompos lama atau lapisan tanah atas (top soil) dan diaduk rata.
        Tanah atau kompos ini mengandung mikroba aktif yang akan bekerja mengolah sampah
        menjadi kompos. Jika ada kototran ternak )ayam atau sapi) dapat pula dicampurkan.
   3. Pembuatan bisa sekaligus, atau selapis demi selpais misalnya setiap 2 hari ditamabah
        sampah baru. Setiap 7 hari diaduk.
   4. Pengomposan selesai jika campuran menjadi kehitaman, dan tidak berbau sampah. Pada
        minggu ke-1 dan ke-2, mikroba mulai bekerja menguraikan membuat kompos, sehingga
            suhu menjadi sekitar 40oC. Pada minggu ke-5 dan ke-6 suhuh kembali normal, kompos
            sudah jadi.
        5. Jika perlu diayak untuk memisahkan bagian yang kasar. Kompos yang kasar bisa
            dicampurkan ke dalam bak pengomposan sebagai aktivator.
                    Keberhasilan pengomposan terletak pada bagiaman kita dapat mengendalikan
        suhu, kelembaban dan oksigen, agar mikroba dapat memperoleh lingkungan yang optimal
        untuk berkembang biak, ialah makanan cukup (bahan organik), kelembaban (30-50%) dan
        udara segar (oksigen) untuk dapat bernapas.
                    Sampah organik sebaiknya dicacah menjadi potongan kecil. Untuk mempercepat
        pengomposan, dapat ditambahkan bio-activator berupa larutan effective mikroorganism (EM)
        yang dapat dibeli di toko pertanian.

        IV. Langkah-Langkah Pembelajaran
                                   Kegiatan Pembelajaran
                     Tatap Muka                   Tugas Terstruktur               Tugas Mandiri
     Pertemuan ke-6 (2 × 45 menit)
     A. Kegiatan awal (10 menit)
     Berdo’a dan mengabsen siswa.
     Apersepsi : ”Apa saja yang dapat dimaksud
     dengan kompos?”
4.
     B. Kegiatan inti (60 menit)
     Siswa bersama guru :                              Membuat laporan          Membuat laporan
      Mendiskusikan pengertian kompos.                 diskusi tentang           hasil observasi ke
      Menggali informasi ke perpustakaan/ Internet     pengertian kompos dan     tempat pembuatan
         tentang cara-cara pembuatan kompos.            cara-cara pembuatan       kompos di daerah
      Mengambil kesimpulan tentang pembuatan           kompos.                   Cadasari
         kompos.                                                                  Kabupaten
      Membentuk kelompok kerja yang terdiri dari                                 Pandeglang.
         5 orang siswa.
      Mempersiapkan observasi ke tempat
         pembuatan kompos di daerah Cadasari
         Kabupaten Pandeglang.

     C. Kegiatan akhir (20 menit)
     Guru menguji pemahaman siswa tentang
     pengertian kompos dan macam-macam cara
     peembuatan kompos dengan mengajukan uji
     kompetensi 6.


        V.      Sumber/Alat/Bahan
                -   M.M. Sri Setyati Harjadi. 1993. PENGANTAR AGRONOMI. Jakarta; Gramedia
                    Pustaka Utama.
                -   Perpustakaan.
                -   LCD, Power point, Spidol, Whiteboard.

        VI.     Penilaian
                - Uji Kompetensi 6.
UJI KOMPETENSI 6
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan benar!
1. Apa yang dimaksud dengan kompos?
2. Apa fungsi kompos?
3. Kondisi apa yang dibutuhkan saat membuat kompos?
4. Bagaimana cara membuat kompos?
5. Apa manfaat pembuatan kompos bagi lingkungan?

Kunci Jawaban dan Pedoman Penilaian :
1. Kompos adalah pupuk yang dibuat dari sampah organik. (score :1)
2. Fungsi kompos untuk memperbaiki struktur tanah, zat makanan yang diperlukan tumbuhan
   akan tersedia.. (score : 2)
3. Suhu, udara dan kelembaban. (score :1)
4. Cara membuat kompos :
   a. Campur bagian sampah hijau dan 1 bagian sampah coklat.
   b. Tambahkan 1 bagian kompos lama atau lapisan tanah atas (top soil) dan diaduk rata.
      Tanah atau kompos ini mengandung mikroba aktif yang akan bekerja mengolah sampah
      menjadi kompos. Jika ada kototran ternak )ayam atau sapi) dapat pula dicampurkan.
   c. Pembuatan bisa sekaligus, atau selapis demi selpais misalnya setiap 2 hari ditamabah
      sampah baru. Setiap 7 hari diaduk.
   d. Pengomposan selesai jika campuran menjadi kehitaman, dan tidak berbau sampah. Pada
      minggu ke-1 dan ke-2, mikroba mulai bekerja menguraikan membuat kompos, sehingga
      suhu menjadi sekitar 40oC. Pada minggu ke-5 dan ke-6 suhuh kembali normal, kompos
      sudah jadi. (score : 4)
   5. Manfaat pembuatan kompos bagi lingkungan adalah dengan adanya pemilahan antara
      sampah organik dan anorganik, lingkungan menjadi bersih, mudah untuk didaur ulang,
      bagi bahan anorganik dapat direuse, hidup lebih sehat dengan banyaknya tanaman yang
      menghasilkan oksigen. (score: 2)

Nilai = Jumlah score x 10




      Mengetahui,                                               Pandeglang, 12 Juli 2010
Kepala SMAN 2 Pandeglang                                              Guru Mulok,
 Drs. H. Supriadi, M.Pd.                                           Hj. Diny Hendrawati, S.Si.
 NIP 195804011984031010                                            NIP 197006042000122003
                 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
                               (RPP)
Mata Pelajaran     : Mulok Pertanian
Kelas/ Semester    : XI Inti/ 1
Pertemuan ke-      : 7, 8, 9, 10, 11 dan 12
Alokasi Waktu      : 12 × 45 menit
Standar Kompetensi : 2. Mempraktekkan pembuatan kompos.
Kompetensi Dasar   : 2.1. Pembuatan kompos.
Indikator          : 1. Mempraktekkan pembuatan kompos.
Tujuan             :Siswa mampu membuat kompos.
=====================================================================

  I. Materi Ajar
      Praktek membuat kompos.

  II. Metode Pembelajaran
       Diskusi
       Penugasan
       Praktikum

  III. Rangkuman Materi
  Mendaur Ulang Sampah Dapur Rumah Tangga
  Alternatif 1 :
  Siapkan :
  1. Kardus
  2. Bantalan yang dibuat dari sabut kelapa yang dibungkus dengan kasa nyamuk plastik
  3. 5 – 6 kg kompos yang dibuat dari tumbuh-tumbuhan
  4. Sampah yang telah dipotong-potong ukuran 3 – 4 cm
  5. Alat pengaduk
  6. Karung plastik yang berpori-pori (untuk membungkus kardus) atau keranjang tempat
       cucian baju kotor (takakura)
  Cara Membuat :
  1. Letakkan bantalan sabut kelapa di atas adukan kompos + sampah
  2. lakukan lapis demi lapis sampai kardua penuh. Kardus disimpan di dalam keranjang
       (takakura) atau bungkus dengan karung plastik yang berpori. Letakkan di tempat yang
       tidak terkena hujan dan terik matahari. Setiap 3 – 4 hari dibuka dan diaduk-aduk, lakukan
       terus sampai seluruh sampah menjadi hitam dan hancur.
  3. Sampah telah berubah menjadi kompos siap pakai/dijual. (Untuk dijual, diayak terlebih
       dahulu). Jika kardus pertama penuh, buatlah kardus kedua, dst.
  Alternatif 2 :
  Siapkan :
  1. Wadah drum, ember plastik atau gentong
  2. Wadah diberi luvang di dasarnya untuk pertukaran udara
  3. Bahan sampah yang dipotong 2 – 4 cm
  4. Mikroorganisme pengurai sebagai aktivator. Contohnya EM-4, Starbio, Temban. Bahan-
       bahan ini bisa diganti dengan kompos dari tumbuh-tumbuhan.
        5. Air
        6. Alat pengaduk


        Cara Membuat :
        1. Bahan sampah dimasukkan di dalam wadaj selapis, kemudian ditambahkan kompos atau
           mikroorganisme pengurai.
        2. Lakukan terus menerus selapis demi selapis sampai wadah penuh
        3. Disiram dengan air secara merata
        4. Pada hari ke-5 sampai ke-7 , media dapat diaduk-aduk. Pengadukan diulang setiap hari
           dan dihentikan samapi sampah menjadi hitam dan hancur.
        Sumber : kebonkembang.com

        IV. Langkah-Langkah Pembelajaran
                                Kegiatan Pembelajaran
                    Tatap Muka                    Tugas Terstruktur                Tugas
                                                                                   Mandiri
     Pertemuan ke-7 (2 × 45 menit)
     A. Kegiatan awal (10 menit)
     Berdo’a dan mengabsen siswa.
     Apersepsi : ”Apa saja yang dapat dibuat kompos?”
5.
     B. Kegiatan inti (60 menit)
     Siswa bersama guru :                                Mengambil data fisik
      Siswa bekerja secara berkelompok dengan            kompos dan
         membawa alat dan bahan yang sudah                mendokemunetasikann
         ditentukan.                                      ya,
      Membuat kompos dengan teknik yang sudah
         disepakati setiap kelompoknya.
      Guru membimbing siswa mengerjakan
         pembuatan kompos.
      Kompos disiram setiap hari atau sesuai dengan
         kondisi, kemudian setiap minggu kompos
         dibalikkan.
      Kompos yang sudah jadi disimpan di tempat
         yang telah disediakan di sekolah.

     C. Kegiatan akhir (20 menit)
     Guru menguji pemahaman siswa tentang
     pembuatan kompos dengan memberikan uji lisan.

     Pertemuan ke-8 (2 × 45 menit)
     A. Kegiatan awal (10 menit)
     Berdo’a dan mengabsen siswa.
     Apersepsi : ”Bagaimana cara menggunakan
     kompos?”

     B. Kegiatan inti (60 menit)
     Siswa bersama guru :
   Setiap kelompok siswa diberi materi tentang
    bagaimana cara agar masyarakat mau membuat
    kompos dari limbah rumah tangga, bagaimana
    cara menggunakan kompos dengan takaran
    yang baik, bagaimana cara menyimpan kompos
    yang baik, apa keuntungan dan kerugian
    menggunakan kompos dari limbah organik, dan
    apa keuntungan dan kerugian dari penggunaan
    kompos anorganik (urea, TSP, KCl)?.
   Pemilihan materi dapat dilakukan dengan cara
    seperti mengambil undian.
   Mencari informasi dari perpustakaan/internet.
   Dibuat makalah secara tertulis.
   Setiap kelompok siswa mempresentasikan hasil
    diskusi kelompoknya secara bergantian.
C. Kegiatan akhir (20 menit)
Guru menguji pemahaman siswa tentang cara
menngunakan kompos dengan memberikan uji
kompetensi 7.

Pertemuan ke-9 (2 × 45 menit)
A. Kegiatan awal (10 menit)
Berdo’a dan mengabsen siswa.
Apersepsi : ”Bagaimana cara menyimpan
kompos?”

B. Kegiatan inti (70 menit)
Siswa bersama guru :
 Kelas diatur untuk diadakan diskusi.
 Kelompok mempresentasikan makalahnya
    dengan bergantian sesuai dengan urutan yang
    telah ditentukan.
 Siswa memberi pertanyaan, tanggapan atau
    saran
 Guru menilai pelaksanaan diskusi.

C. Kegiatan akhir (10 menit)
Guru bersama siswa menyimpulkan hasil diskusi
hari ini.

Pertemuan ke-10 (2 × 45 menit)
A. Kegiatan awal (10 menit)
Berdo’a dan mengabsen siswa.
Apersepsi : ”Apa yang dimaksud dengan pupuk
urea?”

B. Kegiatan inti (70 menit)
Siswa bersama guru :
   Kelas diatur untuk diadakan diskusi.
   Kelompok mempresentasikan makalahnya
    dengan bergantian sesuai dengan urutan yang
    telah ditentukan.
   Siswa memberi pertanyaan, tanggapan atau
    saran
   Guru menilai pelaksanaan diskusi.

C. Kegiatan akhir (10 menit)
Guru bersama siswa menyimpulkan hasil diskusi
hari ini.

Pertemuan ke-11 (2 × 45 menit)
A. Kegiatan awal (10 menit)
Berdo’a dan mengabsen siswa.
Apersepsi : ”Apa yang dimaksud dengan
eutrofikasi?”

B. Kegiatan inti (70 menit)
Siswa bersama guru :
 Kelas diatur untuk diadakan diskusi.
 Kelompok mempresentasikan makalahnya
    dengan bergantian sesuai dengan urutan yang
    telah ditentukan.
 Siswa memberi pertanyaan, tanggapan atau
    saran
 Guru menilai pelaksanaan diskusi.

C. Kegiatan akhir (10 menit)
Guru bersama siswa menyimpulkan hasil diskusi
hari ini.

Pertemuan ke-12 (2 × 45 menit)
A. Kegiatan awal (10 menit)
Berdo’a dan mengabsen siswa.
Apersepsi : ”Bagaimana cara mengemas kompos
agar mudah dipakai?”

B. Kegiatan inti (70 menit)
Siswa bersama guru :
 Kelas diatur untuk diadakan diskusi.
 Kelompok mempresentasikan makalahnya
    dengan bergantian sesuai dengan urutan yang
    telah ditentukan.
 Siswa memberi pertanyaan, tanggapan atau
    saran
 Guru menilai pelaksanaan diskusi.
C. Kegiatan akhir (10 menit)
Guru bersama siswa menyimpulkan hasil diskusi
hari ini.

   V.      Sumber/Alat/Bahan
           -   M.M. Sri Setyati Harjadi. 1993. PENGANTAR AGRONOMI. Jakarta; Gramedia
               Pustaka Utama.
           -   Perpustakaan.

   VI.     Penilaian
           - Uji Lisan.
           - Penilaian sikap siswa.

UJI KOMPETENSI 7
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan benar!
Tuliskan salah satu alternatif membuat kompos dari limah rumah tangga!
Nilai maksimal 100.




      Mengetahui,                                            Pandeglang, 12 Juli 2010
Kepala SMAN 2 Pandeglang                                           Guru Mulok,
 Drs. H. Supriadi, M.Pd.                                           Hj. Diny Hendrawati, S.Si.
 NIP 195804011984031010                                            NIP 197006042000122003
                  RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
                                (RPP)
Mata Pelajaran   : Mulok Pertanian
Kelas/ Semester  : XI Inti/ 1
Pertemuan ke-    : 13
Alokasi Waktu    : 2 × 45 menit
                 : 3. Mempraktekkan budidaya tanaman cabe rawit.
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar : 3.1. Memahami budidaya cabe rawit.
Indikator        : 1. Menyebutkan ciri-ciri tanaman cabe rawit.
                   2. Menjelaskan syarat tumbuh tanaman cabe rawit.
                   3. Menjelaskan cara-cara bercocok tanam tanaman cabe rawit.
                   4. Menjelaskan manfaat cabe rawit.
Tujuan           :Siswa dapat mendeskripsikan tanaman cabe rawit.
=====================================================================

     I. Materi Ajar
         Ciri-ciri tanaman cabe rawit.
         Syarat tumbuh.
         Cara-cara bercocok tanam cabe rawit.
         Manfaat cabe rawit.

     II.      Metode Pembelajaran
           Diskusi
           Penugasan
           Praktikum

     III.     Rangkuman Materi
               Cabe rawit termasuk kelompok tanaman sayuran buah. Jenis cabe rawit yang
     sering diusahakan adalah sebagai berikut :
     1. Cabe kecil atau cabai jemprit : buahnya kecil dan pendek, lebiih pedas dibandingkan
         cabe lainnya.
     2. Cabe putih atau cabai domba : buahnya lebih besar dari cabe kecil, dan rasanya kurang
         enak.
     3. Cabe celepik : buahnya lebih besar daripada cabe kecil dan lebih kecil dari cabe putih.
         Rasanya ridak sepesdas cabe kecil, sewaktu muda berwarna hijau setelah masak
         berwarna merah cerah.
               Cabe rawit dapat tumbuh baik di daratan tinggi, maupun di dataran rendah.
     Bertanam cabe rawit dapat memberikan nilai ekonomi tinggi apabila kita usahakan dengan
     sungguh-sungguh. Satu hektare tanaman cabe rawit mampu menghasilkan 8 ton buah cabe
     rawit karena tanaman cabe rawit dapat kita usahakan selama 2 – 2,5 tahun selama musim
     tanam.
               Syarat tumbuh :
     1. Tanah : gembur, subur atau banyak mengandung zat hara, pembuangan airnya baik
         (tidak tergenang) dan banyak mengandung humus.
     2. Tempat tumbuh (daerah) : dataran tinggi dan dataran rendah.
3. Iklim : tanaman cabe rawit dapat tumbuh baik pada daerah yang kurang hujan mupun
   yang sering hujan, suhu udara yang diperlukan tanaman ini nadalah berkisar antara
   25oC – 31oC.


       Alat untuk menanam cabe rawit :
1. Cangkul
2. Garpu tanah
3. Kored
4. Gembor ember
5. Sprayer
6. Ember
7. Meteran
8. Keranjang
9. Timbangan
10.Tali kenca (pelurus)
         Cara tanam :
1. Pengolahan tanah : dapat dilakukan dengan membajak atau mencangkul sedalam 25 –
   30 cm hingga tanah menjadi gembur setelah itu biarkan selama 7 – 14 hari untuk
   mendapatkan sinar matahari.
    Pembuatan bedeng :
        Lebar bedeng 100 -120 cm
        Tinggi bedeng 20 – 30 cm
        Jarak antara bedeng dengan bedeng lainnya 30 – 45 cm, arah bedeng
           memanjang ke utara selatan.
    Syarat pupuk kadang yang baik :
        Tidak berbau
        Tidak panas
        Berwarna kehitam-hitaman
        Benar-benar sudah matang
    Jarak tanaman cabe rawit :
        50 x 100 cm
        60 x 70 cm
        50 x 90 cm
    Cara pembuatan jarak tanam :
        Pasang tali kenca (pelurus) sejajar dengan panjang bedeng, kira-kira 10 cm dari
           tepi bedeng.
        Ukur jarak tanaman yang diinginkan pada sepanjang tali kenca tersebut.
        Buat lubang tanaman sesuai dengan jarak tanaman tersebut, kemudian beri
           pupuk besar yaitu :
           a. Pupuk kandang = 1 kg / lubang
           b. Pupuk TSP
           c. Pupuk urea
           d. Pupuk KCl
        Campurkan ketiga pupuk buatan hingga rata dan masukan pada setiap lubang
           yang telah dibuat.
2. Persemaian : merupakan kegiatan untuk menghasilkan bibit tanaman atau calon
   tanaman yang baik, adapun tahapan persemaian adalah sebagai berikut :
   a. Membuat bedeng atau tempat persemaian, ukuran bedeng persemaian sebagai
       berikut :
        Lebar bedeng 1 – 1,2 m
         Panjang bedeng 3 – 5 m
         Tinggi bedeng 15 – 20 cm
    b. Penyemaian benih : kebutuhan benih untuk satu hektar berkisar antara 300 – 500
        benih, sebelum benih disemai atau ditabur, tempat persemaian disiram merata.
        Beberapa cara menyemai benih cabe rawit sebagai berikut :
         Semai bebas atau ditabur merata
         Semai dalam baris
         Semai berkelompok
    3. Penanaman : bibit tanaman cabe rawit yang telah berumur 1 bulan segera ditanam.
        Penanaman sebaiknya pada sore hari agar tanaman tidak layu. Ciri-ciri bibit yang
        siap tanam adalah sebagai berikut :
         Telah berumur satu bulan
         Tidak terserang hama dagan penyakit
         Pertumbuhan tanaman seram
        Cara penanaman :
         Siram bibit yang akan ditanam
         Pilih bibit yang akan ditanam
         Lepaskan bumbung atau plastik dari bibit
         Padatkan tanah di sekeliling tanamn bibit yang telah dimasukkan ke lubang
             agar tidak rebah.
    4. Pemeliharaan tanaman
        a. Penyiraman : penyiraman dilakukan 2 kali sehari atau disesuaikan dengan
             keadaan tanah.
        b. Penyiangan : rumput liar tumbuh di sekitar tanaman harus dicabut atau disiang
             dengan kored atau sabit.
        c. Pemupukan : jumlah pupuk yang dibuthkan dalam satu hektar adalah :
             - Urea = 200 kg
             - TSP = 200 kg
             - KCl = 150 kg
        d. Hama dan penyakit : hama yang sering menyerang tanaman cabe rawit adalah
             sebagai berikut :
             - tungau merah
             - kutu daun berwarna kuning
             - kutu gurem atau thrips
             Tanda-tanda tanaman yang terserang ada;ah :
             - tanaman berwarna seperti perak
             - tanaman tampak pucat
             - daun menjadi layu
             Pengendalian :
             - cabut tanaman yang terserang berat
             - kumpulkan bagian tanaman yang terserang, lalu dibakar.
PANEN
Panen merupakan kegiatan yang dinanti-nantikan untuk menikmati jerih payah selama
penanaman. Produksi cabe rawit berumur 2 – 3 tahun, sehingga produksi cabe rawit lebih
tinggi daripada cabe besar. Cabe rawit dapat dipanen hijau (muda) dan dipanen merah atau
sudah masak. Bila cabe rawit di panen hijau, cabe kelihatan berisi. Pemanenan dapat
dilakukan 4 – 7 hari sekali atau tergantung dari harga pasar.

IV.     Langkah-Langkah Pembelajaran
                          Kegiatan Pembelajaran
      Tatap Muka                Tugas Terstruktur                      Tugas Mandiri
Pertemuan ke-13 (2 × 45 menit)
A. Kegiatan awal (10 menit)
Berdo’a dan mengabsen siswa.
Apersepsi : ”Bagaimana morfologi
dari tanaman cabe rawit?”


B. Kegiatan inti (60 menit)            Menghimpun laporan hasil
Siswa bersama guru :                    diskusi tentang tanaman cabe
 Menggali informasi melalui            rawit.
  perpustakaan/ Internet tentang
  deskripsi tanaman cabe rawit.
 Mendiskusikan syarat tumbuh
  bagi tanaman cabe rawit
 Mendiskusikan bahan dan alat
  yang diperlukan bagi budidaya
  tanaman cabe rawit.
 Mendiskusikan cara bercocok
  tanam tanaman cabe rawit.

C. Kegiatan akhir (20 menit)
Guru dan siswa menyimpulkan
tentang tanaman cabe rawit, lalu
menguji pemahaman siswa tentang
ciri-ciri tanaman cabe rawit dengan
mengajukan uji kompetensi 7.


      V.        Sumber/Alat/Bahan
            -    M.M. Sri Setyati Harjadi. 1993. PENGANTAR AGRONOMI. Jakarta; Gramedia
                 Pustaka Utama.
            -    Anonymous. 1992. Petunjuk Praktis Bertanam Sayuran. Yogyakarta: Penerbit
                 Kanisius.
            -    Tetiadi. 1992. Bertanam Cabai. Jakarta:Penerbit Swadaya.
            -    Soeseno, Selamet. 1966. Kebun sayur Di Pekarangan Anda. Jakarta:Penerbit
                 Kinta.
            -    Soewito, M.D.S. 1987. Memanfaatkan Lahan 1, Bercocok Tanam Tomat.
                 Jakarta: Penerbit CV Titik terang.
            -    Soewito, M.D.S. 198. Memanfaatkan Lahan 2, Bercocok Tanam Cabai. Jakarta:
                 Penerbit CV Titik Terang.
            -    Sunaryono, Hendro. 1988. Pengantar Dasar Horticultural. Bandung: Penerbit
                 Sinar Baru.
            -    Sunaryono, Hendro. 1992. Budi Haya Cabai Nerah. Bandung:Penerbit Sinar
                 Baru.
            -    Perpustakaan.

      VI.       Penilaian
            -    Uji Kompetensi 7.
UJI KOMPETENSI 7
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan benar!
1. Sebutkan ciri-ciri tanaman cabe rawit!
2. Jelaskan syarat tumbuh tanaman cabe rawit!
3. Jelaskan cara-cara bercocok tanam tanaman cabe rawit!
4. Jelaskan manfaat cabe rawit!

Kunci Jawaban dan Pedoman Penilaian :
1. Cabe rawit termasuk kelompok tanaman sayuran buah. Berdasarkan ukuran terdapat 3 jenis
   dari yang terkecil adalah yaitu cabe rawit, cabe putih dan cabe celepik. (score : 2)
2. Syarat tumbuh tanaman cabe rawit :
   a. Tanah : gembur, subur atau banyak mengandung zat hara, pembuangan airnya baik (tidak
        tergenang) dan banyak mengandung humus.
   b. Tempat tumbuh (daerah) : dataran tinggi dan dataran rendah.
   c. Iklim : tanaman cabe rawit dapat tumbuh baik pada daerah yang kurang hujan mupun
        yang sering hujan, suhu udara yang diperlukan tanaman ini nadalah berkisar antara 25oC
        – 31oC. (score : 3)
3. Cara bercocok tanam cabe rawit :
   Pengolahan tanah : dapat dilakukan dengan membajak atau mencangkul sedalam 25 – 30 cm
   hingga tanah menjadi gembur setelah itu biarkan selama 7 – 14 hari untuk mendapatkan sinar
   matahari.
           Pembuatan bedeng :
           Syarat pupuk kadang yang baik :
           Jarak tanaman cabe rawit :
           Cara pembuatan jarak tanam (score : 3)
4. Manfaat cabe rawit : menambah penghasilan dan menambah cita rasa masakan. (score : 2)

Nilai = Jumlah score x 10




      Mengetahui,                                                  Pandeglang, 12 Juli 2010
Kepala SMAN 2 Pandeglang                                                 Guru Mulok,
 Drs. H. Supriadi, M.Pd.                                       Hj. Diny Hendrawati, S.Si.
 NIP 195804011984031010                                        NIP 197006042000122003
                   RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
                                 (RPP)
Mata Pelajaran   : Mulok Pertanian
Kelas/ Semester  : XI Inti/ 1
Pertemuan ke-    : 14
Alokasi Waktu    : 2 × 45 menit
                 : 3. Mempraktekkan budidaya tanaman cabe rawit.
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar : 3.2. Mempraktekkan cara-cara menanam tanaman cabe rawit.
Indikator        : 1. Membuat bedeng.
Tujuan           : Siswa memahami pembuatan bedeng sebagai persiapan lahan dalam
                   budidaya cabe rawit.
=====================================================================

     I. Materi Ajar
        Membuat bedeng.

     II. Metode Pembelajaran
        Diskusi
        Penugasan
        Praktikum

     III. Langkah-Langkah Pembelajaran
                               Kegiatan Pembelajaran
           Tatap Muka                 Tugas Terstruktur                 Tugas Mandiri
Pertemuan ke-14 (2 × 45 menit)
A. Kegiatan awal (10 menit)
Berdo’a dan mengabsen siswa.
Apersepsi : ”Bagaimana morfologi
dari tanaman cabe rawit?”

B. Kegiatan inti (60 menit)
Siswa bersama guru :                Menghimpun laporan hasil
 Menggali informasi melalui         diskusi tentang tanaman cabe
  perpustakaan/ Internet tentang     rawit.
  deskripsi tanaman cabe rawit.
 Mendiskusikan sarat tumbuh
  bagi tanaman cabe rawit
 Mendiskusikan bahan dan alat
  yang diperlukan bagi budidaya
  tanaman cabe rawit.
 Mendiskusikan cara bercocok
  tanam tanaman cabe rawit.

C. Kegiatan akhir (20 menit)
Guru dan siswa menyimpulkan
tentang tanaman cabe rawit, lalu
menguji pemahaman siswa tentang
vara bercocok tanam tanaman cabe
rawit..


     IV.       Sumber/Alat/Bahan
           -    M.M. Sri Setyati Harjadi. 1993. PENGANTAR AGRONOMI. Jakarta; Gramedia
                Pustaka Utama.
           -    Perpustakaan.
           -    Bedeng, cangkul, kored.

     V.     Penilaian
           - Penilaian sikap siswa..




      Mengetahui,                                            Pandeglang, 12 Juli 2010
Kepala SMAN 2 Pandeglang                                           Guru Mulok,
 Drs. H. Supriadi, M.Pd.                                         Hj. Diny Hendrawati, S.Si.
 NIP 195804011984031010                                          NIP 197006042000122003
                 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
                               (RPP)
Mata Pelajaran     : Mulok Pertanian
Kelas/ Semester    : XI Inti/ 1
Pertemuan ke-      : 15, 16, 17 dan 18
Alokasi Waktu      : 8 × 45 menit
Standar Kompetensi : 3. Mempraktekkan budidaya tanaman cabe rawit.
Kompetensi Dasar   : 3.2. Mempraktekkan cara-cara menanam tanaman cabe rawit.
Indikator          : 2. Melakukan persemaian.
Tujuan             : Siswa melakukan persemaian tanaman cabe rawit.
=====================================================================

     I. Materi Ajar
        Persemaian

     II. Metode Pembelajaran
        Diskusi
        Penugasan
        Praktikum

     III. Langkah-Langkah Pembelajaran
                               Kegiatan Pembelajaran
           Tatap Muka                 Tugas Terstruktur                   Tugas Mandiri
Pertemuan ke-15 (2 × 45 menit)
A. Kegiatan awal (10 menit)
Berdo’a dan mengabsen siswa.
Apersepsi : ”Apa artinya
persemaian?”

B. Kegiatan inti (70 menit)
Siswa bersama guru :               Menghimpun laporan hasil           Laporan hasil praktek
 Setiap kelompok melakukan         praktek tentang persemaian          tentang persemaian
  persemaian dilakukan untuk        tanaman cabe rawit.                 tanaman cabe rawit.
  menghasilkan bibit.
 Membuat bedeng persemaian.
 Melakukan penyemaian benih.

C. Kegiatan akhir (10 menit)
Guru dan siswa menyimpulkan
tentang penyemaian tanaman cabe
rawit.

Pertemuan ke-16 (2 × 45 menit)
A. Kegiatan awal (10 menit)
Berdo’a dan mengabsen siswa.
Apersepsi : ”Apa hambatan dari
persemaian dari tanaman cabe
rawit?”

B. Kegiatan inti (60 menit)
Siswa bersama guru :                  Menghimpun data pengamatan
 Mendiskusikan tentang                tentang hambatan pada
  hambatan yang dialami dalam          persemaian tanaman cabe rawit
  melakukan persemaian tanaman
  cabe rawit.
 Setiap kelompok melakukan
  pengamatan dan pemeliharaan
  terhadap persemaian yang
  sedang dilakukan..

C. Kegiatan akhir (20 menit)
Guru dan siswa menyimpulkan
tentang hambatan dalam
penyemaian tanaman cabe rawit.

Pertemuan ke-17 (2 × 45 menit)
A. Kegiatan awal (10 menit)
Berdo’a dan mengabsen siswa.
Apersepsi : ”Bagaimana ciri-ciri
hasil persemaian yang baik?”

B. Kegiatan inti (60 menit)          .
Siswa bersama guru :                  Mengumpulkan data
 Setiap kelompok melakukan            pengamatan di setiap
  pengamatan persemaian yang           kelompok.
  telah dilakukan untuk
  menghasilkan bibit.
 Mencatat data pengamatan.
 Mengambil gambar dengan
  kamera sebagai dokumentasi.

C. Kegiatan akhir (20 menit)
Guru dan siswa menyimpulkan
tentang ciri-ciri hasil penyemaian
yang baik.

Pertemuan ke-18 (2 × 45 menit)
A. Kegiatan awal (10 menit)
Berdo’a dan mengabsen siswa.
Apersepsi : ”Bagaimana
penyimpanan bibit yang baik agar
tahan lama?”
B. Kegiatan inti (70 menit)          Mengumpulkan bibit yang          Bibit dikemas per
Siswa bersama guru :                  telah jadi.                       kelompok.
 Setiap kelompok mengumpulkan       Bibit disimpan untuk ditanam.
  hasil persemaian berupa bibit.
 Dilakukan pemisahan bibit yang
  baik dan yang tidak baik.
 Disimpan untuk dilakukan
  penanaman pada pertemuan
  berikutnya.

C. Kegiatan akhir (10 menit)
Guru dan siswa menyimpulkan
tentang hasil penyemaian tanaman
cabe rawit yang berupa benih yang
siap ditanam.


     IV. Sumber/Alat/Bahan
           -   M.M. Sri Setyati Harjadi. 1993. PENGANTAR AGRONOMI. Jakarta; Gramedia
               Pustaka Utama.
           -   Perpustakaan.
           -   Bedeng, cabe rawit, wafah.


     V. Penilaian
        - Uji lisan.
        - Penilaian sikap siswa.




      Mengetahui,                                                Pandeglang, 12 Juli 2010
Kepala SMAN 2 Pandeglang                                               Guru Mulok,
 Drs. H. Supriadi, M.Pd.                                         Hj. Diny Hendrawati, S.Si.
 NIP 195804011984031010                                          NIP 197006042000122003

                   RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
                                 (RPP)
Mata Pelajaran     : Mulok Pertanian
Kelas/ Semester    : XI Inti/ 1
Pertemuan ke-      : 19
Alokasi Waktu      : 2 × 45 menit
Standar Kompetensi : 3. Mempraktekkan budidaya tanaman cabe rawit.
Kompetensi Dasar   : 3.2. Mempraktekkan cara-cara menanam tanaman cabe rawit.
Indikator          : 3. Menanam cabe rawit.
Tujuan             : Siswa dapat melakukan penanaman bibit cabe rawit.
=====================================================================

     I. Materi Ajar
        Penanaman.

     II. Metode Pembelajaran
        Diskusi
        Penugasan
        Praktikum

     III. Langkah-Langkah Pembelajaran
                               Kegiatan Pembelajaran
          Tatap Muka                 Tugas Terstruktur                    Tugas Mandiri
Pertemuan ke-19 (2 × 45 menit)
A. Kegiatan awal (10 menit)
Berdo’a dan mengabsen siswa.
Apersepsi : ”Kapan waktu yang
baik untuk menanam bibit cabe
rawit?”

B. Kegiatan inti (70 menit)          Setiap kelompok menanam
Siswa bersama guru :                  bibit cabe rawit dengan
 Setiap kelompok menanam bibit       menggunakan polybag yang
  cabe rawit yang telah berumur 1     ditempatkan pada plot yang
  bulan.                              telah disediakan di lingkungan
 Menanam benihnya di sore hari.      sekolah.
 Disiram secukupnya.

C. Kegiatan akhir (10 menit)
Guru dan siswa merapikan bibit
yang telah ditanam.
    IV. Sumber/Alat/Bahan
         -   M.M. Sri Setyati Harjadi. 1993. PENGANTAR AGRONOMI. Jakarta; Gramedia
             Pustaka Utama.
        - Perpustakaan.
        - Bibit cabe rawit, polybag, air, tongkat.
    V. Penilaian
       - Uji lisan.
       - Penilaian sikap siswa.




      Mengetahui,                                         Pandeglang, 12 Juli 2010
Kepala SMAN 2 Pandeglang                                        Guru Mulok,
 Drs. H. Supriadi, M.Pd.                                     Hj. Diny Hendrawati, S.Si.
 NIP 195804011984031010                                      NIP 197006042000122003
                  RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
                                (RPP)
Mata Pelajaran       : Mulok Pertanian
Kelas/ Semester      : XI Inti/ 1
Pertemuan ke-        : 20 - 32
Alokasi Waktu        : 26 × 45 menit
Standar Kompetensi   : 3. Mempraktekkan budidaya tanaman cabe rawit.
Kompetensi Dasar     : 3.3. Melakukan pemeliharaan dan proteksi tanaman cabe rawit.
Indikator            : 1. Melakukan pemeliharaan dan proteksi tanaman cabe rawit.
Tujuan               : Siswa mampu melakukan pemeliharaan dan proteksi tanaman cabe
                       rawit.
=====================================================================
      I. Materi Ajar
         Pemeliharaan dan Proteksi Tanaman Cabe Rawit

      II. Metode Pembelajaran
          Diskusi
          Penugasan
          Praktikum

     III.Langkah-Langkah Pembelajaran
                               Kegiatan Pembelajaran
          Tatap Muka                 Tugas Terstruktur                Tugas Mandiri
Pertemuan ke-20 (2 × 45 menit)
A. Kegiatan awal (10 menit)
Berdo’a dan mengabsen siswa.
Apersepsi : ”Bagaimana
pertumbuhan tanaman cabe rawit
selama seminggu?”

B. Kegiatan inti (60 menit)
Siswa bersama guru :                Melakukan pemeliharaan pada
 Setiap kelompok melakukan          tanaman cabe rawit.
  penyiraman 2 kali sehari atau
  disesuaikan dengan keadaan
  tanah..
 Penyiangan dilakukan apabila
  terdapat rumput liar yang
  tumbuh di sekitar tanaman cabe
  rawit.
 Pemberian pupuk urea/kompos
  seminggu setelah cabe rawit
  ditanam.
C. Kegiatan akhir (20 menit)
Guru dan siswa memelihara
tanaman cabe rawit, lalu menguji
pemahaman siswa tentang ciri-ciri
tanaman cabe rawit dengan
mengajukan uji lisan.

Pertemuan ke-21 (2 × 45 menit)
A. Kegiatan awal (10 menit)
Berdo’a dan mengabsen siswa.
Apersepsi : ”Apa yang dimaksud
dengan gulma?”

B. Kegiatan inti (60 menit)
Siswa bersama guru :                 Melakukan pemeliharaan pada      Laporan data tentang
 Setiap kelompok melakukan           tanaman cabe rawit.               gulma dan macam-
  penyiraman 2 kali sehari atau      Mengumpulkan data tentang         macam gulma.
  disesuaikan dengan keadaan          gulma di perpustakaan/
  tanah..                             internet.
 Penyiangan dilakukan apabila
  terdapat rumput liar yang
  tumbuh di sekitar tanaman cabe
  rawit.
 Menggali informasi mengenai
  gulma dan macam-macam gulma
  di perpustakaan/internet, lalu
  mendiskusikannya di kelas.

C. Kegiatan akhir (20 menit)
Guru dan siswa memelihara
tanaman cabe rawit, lalu menguji
pemahaman siswa tentang hama
yang sering menyerang tanaman
cabe rawit.

Pertemuan ke-22 (2 × 45 menit)
A. Kegiatan awal (10 menit)
Berdo’a dan mengabsen siswa.
Apersepsi : ”Hama apa yang sering
menyerang pertumbuhan tanaman
cabe rawit?”

B. Kegiatan inti (60 menit)
Siswa bersama guru :
                                     Melakukan pemeliharaan dan       Laporan data tentang
 Setiap kelompok melakukan           proteksi pada tanaman cabe        hama dan penyakit yang
  penyiraman 2 kali sehari atau       rawit.                            menyerang tanaman
  disesuaikan dengan keadaan
                                     Mengumpulkan data mengenai        cabe rawit.
  tanah..
                                      hama dan penyakit yang sering
 Penyiangan dilakukan apabila
    terdapat rumput liar yang         menyerang tanaman cabe
    tumbuh di sekitar tanaman cabe    rawit.
    rawit.
   Setiap kelompok melakukan
    proteksi tanaman terhadap hama
    dan penyakit dengan cara
    mengenali tanda-tanda tanaman
    diserang.
   Menggali informasi mengenai
    hama yang sering menyerang
    tanaman cabe rawit di
    perpustakaan/Internet.
   Mendiskusikan hasil kerja
    kelompok di depan kelas.
   Menyimpulkan hasil diskusi
    kelas.

C. Kegiatan akhir (20 menit)
Guru dan siswa memelihara
tanaman cabe rawit, lalu menguji
pemahaman siswa tentang hama
yang sering menyerang tanaman
cabe rawit dengan mengajukan uji
lisan.

Pertemuan ke-23 (2 × 45 menit)
A. Kegiatan awal (10 menit)
Berdo’a dan mengabsen siswa.
Apersepsi : ”Kapan sebaiknya
waktu tanam cabe rawit agar di
pasaran harga sedang tinggi?”

B. Kegiatan inti (60 menit)
Siswa bersama guru :
 Setiap kelompok melakukan           Melakukan pemeliharaan dan      Melakukan observasi ke
  penyiraman 2 kali sehari atau        proteksi pada tanaman cabe       pasar terdekat mengenai
  disesuaikan dengan keadaan           rawit.                           harga cabe rawit.
  tanah..                             Mencatat hasil diskusi kelas
 Penyiangan dilakukan apabila         mengenai agribisnis cabe
  terdapat rumput liar yang            rawit.
  tumbuh di sekitar tanaman cabe
  rawit.
 Setiap kelompok melakukan
  proteksi tanaman terhadap hama
  dan penyakit dengan cara
  mengenali tanda-tanda tanaman
  diserang.
 Memprediksi kapan waktu yang
  tepat untuk menamam cabe rawit
  dipandang dari sudut agribisnis.
 Setiap kelompok memberikan
  pendapatnya di depan kelas.


C. Kegiatan akhir (20 menit)
Guru dan siswa memelihara
tanaman cabe rawit, lalu menguji
pemahaman siswa tentang
agribisnis tanaman cabe rawit
dengan mengajukan uji lisan.

Pertemuan ke-24 (2 × 45 menit)
A. Kegiatan awal (10 menit)
Berdo’a dan mengabsen siswa.
Apersepsi : ”Berapa harga sekilo
cabe rawit di pasar?”

B. Kegiatan inti (60 menit)
Siswa bersama guru :                  Melakukan pemeliharaan dan
 Setiap kelompok melakukan            proteksi pada tanaman cabe
  penyiraman 2 kali sehari atau        rawit.
  disesuaikan dengan keadaan
  tanah..
 Penyiangan dilakukan apabila
  terdapat rumput liar yang
  tumbuh di sekitar tanaman cabe
  rawit.
 Pemberian pupuk urea/kompos.
 Setiap kelompok melakukan
  proteksi tanaman terhadap hama
  dan penyakit dengan cara
  mengenali tanda-tanda tanaman
  diserang.

C. Kegiatan akhir (20 menit)
Guru dan siswa memelihara
tanaman cabe rawit, lalu menguji
pemahaman siswa tentang bisnis
tanaman budidaya dengan
mengajukan uji lisan.

Pertemuan ke-25 (2 × 45 menit)
A. Kegiatan awal (10 menit)
Berdo’a dan mengabsen siswa.
Apersepsi : ”Bagaimana
memasarkan cabe rawit yang
baik?”
B. Kegiatan inti (60 menit)
Siswa bersama guru :
 Setiap kelompok melakukan          Melakukan pemeliharaan dan      Laporan hasil diskusi
    penyiraman 2 kali sehari atau     proteksi pada tanaman cabe       tentang keuntungan dan
    disesuaikan dengan keadaan        rawit.                           kerugian berbisnis
    tanah..                          Mencatat hasil diskusi kelas     tanaman budidaya.
 Penyiangan dilakukan apabila        mengenai keuntungan dan
    terdapat rumput liar yang         kerugian berbisnis tanaman
    tumbuh di sekitar tanaman         budidaya.
    cabe rawit.
 Setiap kelompok melakukan
    proteksi tanaman terhadap
    hama dan penyakit dengan
    cara mengenali tanda-tanda
    tanaman diserang.
 Mendiskusikan mengenai
    keuntungan dan kerugian
    berbisnis tanaman budidaya

C. Kegiatan akhir (20 menit)
Guru dan siswa memelihara
tanaman cabe rawit, lalu menguji
pemahaman siswa tentang
keuntungan dan kerugian
berbisnis tanaman budidaya.

Pertemuan ke-26 (2 × 45 menit)
A. Kegiatan awal (10 menit)
Berdo’a dan mengabsen siswa.
Apersepsi : ”Apakah setiap orang
membutuhkan cabe rawit dalam
setiap masakannya?”

B. Kegiatan inti (60 menit)
Siswa bersama guru :                 Melakukan pemeliharaan dan
 Setiap kelompok melakukan           proteksi pada tanaman cabe
    penyiraman 2 kali sehari atau     rawit.
    disesuaikan dengan keadaan       Mendata masakan yang
    tanah..                           menggunakan cabe rawit.
 Penyiangan dilakukan apabila
    terdapat rumput liar yang
    tumbuh di sekitar tanaman
    cabe rawit.
 Setiap kelompok melakukan
    proteksi tanaman terhadap
    hama dan penyakit dengan
    cara mengenali tanda-tanda
    tanaman diserang.
 Mendiskusikan masakan yang
   memerlukan cabe rawit.

C. Kegiatan akhir (20 menit)
Guru dan siswa memelihara
tanaman cabe rawit, lalu menguji
pemahaman siswa tentang
masakan yang memerlukan cabe
rawit dengan mengajukan uji lisan.

Pertemuan ke-27 (2 × 45 menit)
A. Kegiatan awal (10 menit)
Berdo’a dan mengabsen siswa.
Apersepsi : ”Bagaimana
pertumbuhan tanaman cabe rawit
selama ini?”

B. Kegiatan inti (60 menit)
Siswa bersama guru :
 Setiap kelompok melakukan           Melakukan pemeliharaan dan
    penyiraman 2 kali sehari atau      proteksi pada tanaman cabe       Laporan hasil
    disesuaikan dengan keadaan         rawit.                            pengamatan pada
    tanah..                           Mengumpulkan data tentang         tanaman cabe rawit
 Penyiangan dilakukan apabila         morfologi tanaman cabe rawit.     berupa gambar tanaman
    terdapat rumput liar yang                                            cabe rawit.
    tumbuh di sekitar tanaman
    cabe rawit.
 Pemberian pupuk urea/kompos
    terakhir. Karena maksimal
    sebulan sebelum panen
    tanaman tidak boleh diberi
    pupuk.
 Setiap kelompok melakukan
    proteksi tanaman terhadap
    hama dan penyakit dengan
    cara mengenali tanda-tanda
    tanaman diserang.
 Mengambil data tentang pon
    cabe, seperti mengukur tinggi
    tanaman, memperhatikan letak
    daun, letak buah cabe,
    termasuk monokotil atau
    dikotil, dll.

C. Kegiatan akhir (20 menit)
Guru dan siswa memelihara
tanaman cabe rawit, lalu menguji
pemahaman siswa tentang ciri-ciri
tanaman cabe rawit dengan
mengajukan uji lisan.
Pertemuan ke-28 (2 × 45 menit)
A. Kegiatan awal (10 menit)
Berdo’a dan mengabsen siswa.
Apersepsi : ”Apakah musim
berpengaruh terhadap pertumbuhan
tanaman cabe rawit?”

B. Kegiatan inti (60 menit)
Siswa bersama guru :
 Setiap kelompok melakukan                                         Belajar mandiri untuk
    penyiraman 2 kali sehari atau    Menyusun gambar tanaman        ulangan harian tentang
    disesuaikan dengan keadaan        cabe rawit untuk setiap        budidaya tanaman cabe
    tanah..                           kelompok.                      rawit pada pertemuan
 Penyiangan dilakukan apabila                                       berikutnya.
    terdapat rumput liar yang
    tumbuh di sekitar tanaman
    cabe rawit.
 Setiap kelompok melakukan
    proteksi tanaman terhadap
    hama dan penyakit dengan
    cara mengenali tanda-tanda
    tanaman diserang.
 Diberi LKS berupa puzzle
    gambar tanaman cabe untuk
    disusun kembali.

C. Kegiatan akhir (20 menit)
Guru dan siswa memelihara
tanaman cabe rawit, lalu menguji
pemahaman siswa tentang
morfologi tanaman cabe rawit
dengan mengajukan uji lisan.

Pertemuan ke-29 (2 × 45 menit)
A. Kegiatan awal (10 menit)
Berdo’a dan mengabsen siswa.
Apersepsi : ”Bagaimana
pertumbuhan tanaman cabe rawit
selama seminggu?”

B. Kegiatan inti (70 menit)
Siswa bersama guru :
 Setiap kelompok melakukan
    penyiraman 2 kali sehari atau    Melakukan pemeliharaan dan
    disesuaikan dengan keadaan        proteksi pada tanaman cabe
    tanah..                           rawit.
 Penyiangan dilakukan apabila
    terdapat rumput liar yang
    tumbuh di sekitar tanaman
    cabe rawit.
   Setiap kelompok melakukan
    proteksi tanaman terhadap
    hama dan penyakit dengan
    cara mengenali tanda-tanda
    tanaman diserang.
   Ulangan harian tentang
    budidaya tanaman cabe rawit.

C. Kegiatan akhir (10 menit)
Guru dan siswa memelihara
tanaman cabe rawit.

Pertemuan ke-30 (2 × 45 menit)
A. Kegiatan awal (10 menit)
Berdo’a dan mengabsen siswa.
Apersepsi : ”Bagaimana bila
tanaman cabe rawit tidak diberi
pupuk, apakah akan baik
pertumbuhannya?”

B. Kegiatan inti (70 menit)
Siswa bersama guru :
 Setiap kelompok melakukan
    penyiraman 2 kali sehari atau                                      Foto tanaman cabe
    disesuaikan dengan keadaan         Melakukan pemeliharaan dan      rawit
    tanah..                             proteksi pada tanaman cabe
 Penyiangan dilakukan apabila          rawit.
    terdapat rumput liar yang          Memfoto tanaman cabe rawit.
    tumbuh di sekitar tanaman
    cabe rawit.
 Mengambil gambar dengan
    kamera untuk
    mendokumentasikan tanaman
    cabe rawit.

C. Kegiatan akhir (10 menit)
Guru dan siswa memelihara
tanaman cabe rawit.

Pertemuan ke-31 (2 × 45 menit)
A. Kegiatan awal (10 menit)
Berdo’a dan mengabsen siswa.
Apersepsi : ”Mengapa setelah
mendekati panen, tanaman cabe
rawit tidak boleh diberi pupuk satu
bulan sebelumnya?”

B. Kegiatan inti (60 menit)
Siswa bersama guru :
 Setiap kelompok melakukan
    penyiraman 2 kali sehari atau                                    .
    disesuaikan dengan keadaan       Melakukan pemeliharaan dan
    tanah..                           proteksi pada tanaman cabe
 Penyiangan dilakukan apabila        rawit.
    terdapat rumput liar yang        Berbagi pendapat mengenai
    tumbuh di sekitar tanaman         pelaksanaan budidaya tanaman
    cabe rawit.                       cabe rawit.
 Setiap kelompok melakukan
    proteksi tanaman terhadap
    hama dan penyakit dengan
    cara mengenali tanda-tanda
    tanaman diserang.
 Mendiskusikan tentang
    kelemahan dan kekurangan
    pelaksanaan budidaya tanaman
    cabe rawit yang telah
    dilakukan.

C. Kegiatan akhir (20 menit)
Guru dan siswa memelihara
tanaman cabe rawit, lalu menguji
pemahaman siswa tentang
budidaya tanaman cabe rawit
dengan mengajukan uji lisan.

Pertemuan ke-32 (2 × 45 menit)
A. Kegiatan awal (10 menit)
Berdo’a dan mengabsen siswa.
Apersepsi : ”Bagaimana
pertumbuhan tanaman cabe rawit
selama seminggu?”

B. Kegiatan inti (60 menit)
Siswa bersama guru :
 Setiap kelompok melakukan
    penyiraman 2 kali sehari atau                                     Mempersiapkan alat
    disesuaikan dengan keadaan       Melakukan pemeliharaan dan       dan bahan untuk
    tanah..                           proteksi pada tanaman cabe       memanen tanaman cabe
 Penyiangan dilakukan apabila        rawit.                           rawit pada pertemuan
    terdapat rumput liar yang                                          berikutnya.
    tumbuh di sekitar tanaman
    cabe rawit.
 Persiapan panen minggu
    depan, setiap kelompok
    mendiskusikan cara-cara
    memanen yang baik sehingga
    bermanfaat.
C. Kegiatan akhir (20 menit)
Guru dan siswa menguji
pemahaman siswa tentang tanaman
cabe rawit dengan uji lisan.

     IV. Sumber/Alat/Bahan
          -   M.M. Sri Setyati Harjadi. 1993. PENGANTAR AGRONOMI. Jakarta; Gramedia
              Pustaka Utama.
          -   Perpustakaan.

     V. Penilaian
        - Uji Lisan
        - Penilaian sikap siswa
        - Ulangan Harian.




      Mengetahui,                                          Pandeglang, 12 Juli 2010
Kepala SMAN 2 Pandeglang                                         Guru Mulok,
 Drs. H. Supriadi, M.Pd.                                         Hj. Diny Hendrawati, S.Si.
 NIP 195804011984031010                                          NIP 197006042000122003
                   RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
                                 (RPP)
Mata Pelajaran     : Mulok Pertanian
Kelas/ Semester    : XI Inti/ 1
Pertemuan ke-      : 33 dan 34
Alokasi Waktu      : 4 × 45 menit
Standar Kompetensi : 3. Mempraktekkan budidaya tanaman cabe rawit.
Kompetensi Dasar   : 3.4. Melakukan pemanenan tanaman cabe rawit.
Indikator          : 1. Melakukan pemanenan tanaman cabe rawit.
Tujuan             : Siswa dapat melakukan pemanenan tanaman cabe rawit.
=====================================================================

      I. Materi Ajar
         Panen.

      II. Metode Pembelajaran
         Diskusi
         Penugasan
         Praktikum

     III. Langkah-Langkah Pembelajaran
                               Kegiatan Pembelajaran
          Tatap Muka                 Tugas Terstruktur                    Tugas Mandiri
Pertemuan ke-33 (2 × 45 menit)
A. Kegiatan awal (10 menit)
Berdo’a dan mengabsen siswa.
Apersepsi : ”Kapan waktu yang
baik untuk panen tanaman cabe
rawit?”

B. Kegiatan inti (70 menit)           Setiap kelompok memanen
Siswa bersama guru :                   tanaman cabe rawit.
 Setiap kelompok memanen
  tanaman cabe rawit hanya
  memetik cabe rawit yang sudah
  berwarna merah/ masak.
 Panen dapat dilakukan 3 - 4 kali
  dalam satu minggu.
 Tanaman cabe rawit dapat
  bertahan hidup selama 2 – 3
  tahun.
 Hasil panen dapat dijual sesuai
  dengan harga pasaran di
  lingkungan sekolah.
C. Kegiatan akhir (10 menit)
Guru dan siswa mengumpulkan
hasil panen.

Pertemuan ke-34 (2 × 45 menit)
A. Kegiatan awal (10 menit)
Berdo’a dan mengabsen siswa.
Apersepsi : ”Berapa banyak dalam
satu tanaman yang dapat dipanen?”

B. Kegiatan inti (70 menit)
Siswa bersama guru :                  Setiap kelompok memanen
 Setiap kelompok memanen              tanaman cabe rawit.
  tanaman cabe rawit hanya
  memetik cabe rawit yang sudah
  berwarna merah/ masak.
 Panen dapat dilakukan 3 - 4 kali
  dalam satu minggu.
 Tanaman cabe rawit dapat
  bertahan hidup selama 2 – 3
  tahun.
 Hasil panen dapat dijual sesuai
  dengan harga pasaran di
  lingkungan sekolah.

C. Kegiatan akhir (10 menit)
Guru dan siswa mengemas hasil
panen tanaman cabe rawit.


      IV. Sumber/Alat/Bahan
            -   M.M. Sri Setyati Harjadi. 1993. PENGANTAR AGRONOMI. Jakarta; Gramedia
                Pustaka Utama.
            -   Perpustakaan.


      V. Penilaian
         - Uji lisan.
         - Penilaian sikap siswa.




      Mengetahui,                                                Pandeglang, 12 Juli 2010
Kepala SMAN 2 Pandeglang                                               Guru Mulok,
Drs. H. Supriadi, M.Pd.   Hj. Diny Hendrawati, S.Si.
NIP 195804011984031010    NIP 197006042000122003

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Tags:
Stats:
views:1891
posted:10/18/2011
language:Indonesian
pages:49
Description: download rpp & silabus di crawled.blogspot.com