Docstoc

Pembelajaran IPS dan Pendidikan Karakter

Document Sample
Pembelajaran IPS dan Pendidikan Karakter Powered By Docstoc
					PEMBELAJARAN IPS DAN
PENDIDIKAN KARAKTER
Mengapa terjadi?
                   Mengapa demikian?
       Mengapa, mengapa, dst?


    Bagaimana cara mengatasinya?
• Masyarakat kita banyak yang tidak
  memahami dan menghargai simbol-
  simbol negara
Apa sebenarnya IPS
        itu

       ?
                   IPS
   Merupakan kajian yang terkait
    dengan kehidupan sosial
    kemasyarakatan, menyangkut
    fenomena dan masalah sosial, terkait
    dengan hidup manusia dan
    lingkungannya
   Mata pelajaran yg didesain atas
    dasar fenomena dan realitas sosial
    dg pendekatan interdisipliner
IPS ?
 • Integrasi dan interelasi dari berbagai cabang ilmu-ilmu
   sosial dalam menelaah gejala dan masalah sosial yang
   terjadi di masyarakat

 • Realitas dan fenomena sosial yang
   dirumuskan/diorganisasikan dengan pendekatan
   interdisipliner dari aspek dan cabang-cabang keilmuan

 • Suatu mata pelajaran yang terkait dengan aspek-aspek
   dari ilmu-ilmu sosial yang sudah diseleksi dan
   diadaptasi/disesuaikan untuk kepentingan pembelajaran
   di sekolah
M. Numan Somantri (2001) :

• Program pendidikan IPS merupakan
  perpaduan cabang-cabang Ilmu-ilmu social
  dan humaniora termasuk di dalamnya
  agama, filsafat, dan pendidikan. Bahkan
  IPS juga dapat mengambil asek-aspek
  tertentu dan Ilmu-ilmu kealaman dan
  teknologi
                 Agama
 Sejarah                       Ilmu Politik


Geografi                        Ekonomi


                 IPS            Psikologi
Sosiologi
                                 Sosial


Antropologi                      Filsafat
              Kesehatan, dll
     Maksud Pembelajaran IPS
Membentuk Pelaku-pelaku Sosial yang
            berdimensi:
 = personal (akhlak mulia, disiplin, kerja
            keras, mandiri)
 = sosial (cinta tanah air, semangat
            kebangsaan, toleransi, persatuan
            dan kesatuan)
 = spiritual (iman, taqwa)
 = intelektual (cerdas, terampil)
                TUJUAN
                PEMBELAJARAN IPS

   Membentuk peserta didik
       Menjadi warga negara yang baik
       Mampu berfikir untuk memahami, menyikapi,
        beradaptasi, dan memecahkan masalah sosial
       Memahami, mewarisi dan mengembangkan
        kebudayaan bangsa Indonesia
  Tujuan menurut Permendiknas
  no. 22
 Mengenal konsep-konsep yang berkaitan dg
  kehidupan masyarakat dan lingkungannya.
 Memiliki kemampuan dasar untuk berpikir logis
  dan kritis, rasa ingin tahu, inkuiri, memecahkan
  masalah, dan keterampilan dalam kehidupan
  sosial.
 Memiliki komitmen dan kesadaran terhadap nilai-
  nilai sosial kemanusiaan (dan kebangsaan).
 Memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerja
  sama dan mungkin berkompetisi dalam
  masyarakat yang majemuk .
    KARAKTERISTIK dan ARAH
       Pembelajaran IPS
   Menghayati dan mengakui nilai-nilai Pancasila
   Mengakui dan menghormati harkat manusia
   Menghayati dan mengakui nilai/ajaran agamanya
   Memupuk sikap toleran, arif, peduli, saling mengharagai
   Menghormati perbedaan dan mengembangkan kebersamaan
   Bersikap positif kepada bangsa dan negara serta kemauan
    untuk membelanya
   Menghormati milik orang lain dan milik negara
   Terbuka terhadap perubahan atas dasar nilai dan norma
    yang dimilikinya
   Menghayati dan mematuhi norma-norma dlm. Masy.
   Menyadari sebagai makhluk sosial ciptaan Allah
Nilai-nilai Sosial Kemanusiaan dan
             Kebangsaan



               ?
    Sudahkah kita wujudkan?
   Sudahkah menjadi karakteristik
      kehidupan masyarakat?
nero
    Memotret realitas kehidupan kita
 Presiden mengatakan bahwa masyarakat
  kita sedang terlanda tragedi akhlak
 Wakil Presiden khawatir dengan perilaku
  sebagian generasi muda yang cenderung
  negatif
 Mendiknas mengibaratkan kehidupan
  sebagian masyarakat dan remaja kita itu
  bagaikan sircus

PERLU PENDIDIKAN BUDAYA DAN KARAKTER
 BANGSA
                  Makna Insan Indonesia Cerdas Komprehensif                                           Makna Insan Kompetitif

              •     Beraktualisasi diri melalui olah hati/kalbu untuk menumbuhkan
Cerdas
                    dan memperkuat keimanan, ketakwaan dan akhlak mulia termasuk
spiritual
                    budi pekerti luhur dan kepribadian unggul.
                                                                                                            •    Berkepribadian unggul
              •     Beraktualisasi diri melalui olah rasa untuk meningkatkan
                                                                                                                 dan gandrung akan
                    sensitivitas dan apresiasivitas akan kehalusan dan keindahan seni
                                                                                                                 keunggulan
                    dan budaya, serta kompetensi untuk mengekspresikannya.
                                                                                                            •    Bersemangat juang
              •     Beraktualisasi diri melalui interaksi sosial yang:
                                                                                                                 tinggi
                     –    membina dan memupuk hubungan timbal balik;
                                                                                                            •    Mandiri
Cerdas               –    demokratis;
                                                                                                            •    Pantang menyerah
emosional &          –    empatik dan simpatik;
                                                                                                            •    Pembangun dan pembina
sosial               –    menjunjung tinggi hak asasi manusia;
                                                                                                                 jejaring
                     –    ceria dan percaya diri;                                        Kompetitif
                                                                                                            •    Bersahabat dengan
                     –    menghargai kebhinekaan dalam bermasyarakat dan
                                                                                                                 perubahan
                          bernegara; serta
                                                                                                            •    Inovatif dan menjadi
                     –    berwawasan kebangsaan dengan kesadaran akan hak dan
                                                                                                                 agen perubahan
                          kewajiban warga negara.
                                                                                                            •    Produktif
              •     Beraktualisasi diri melalui olah pikir untuk memperoleh
                                                                                                            •    Sadar mutu
Cerdas              kompetensi dan kemandirian dalam ilmu pengetahuan dan
                                                                                                            •    Berorientasi global
intelektual         teknologi.
                                                                                                            •    Pembelajar sepanjang
              •     Aktualisasi insan intelektual yang kritis, kreatif dan imajinatif.
                                                                                                                 hayat
              •     Beraktualisasi diri melalui olah raga untuk mewujudkan insan yang
Cerdas
                    sehat, bugar, berdaya-tahan, sigap, terampil, dan trengginas.
kinestetis
              •     Aktualisasi insan adiraga.
       Arah pendidikan nasional
   Mengembangkan potensi peserta didik dalam rangka membangun
    watak dan peradaban manusia Indonesia yang bermartabat

   Siapa manusia Indonesia yang berwatak, beradab, dan
    bermartabat?
      Beriman dan bertaqwa
      Jujur, adil, dan bernurani
      Cerdas, kritis dan arif
      Demokratis dan bertanggung jawab
      Menghargai sesama dan peduli terhadap lingkungan
      Santun dan tenggang rasa
      Mengembangkan kebersamaan dan menghormati keberagaman
      Bangga terhadap budaya bangsa dan memiliki semangat
       kebangsaan yang tinggi


           (Perlunya   Pendidikan IPS)
     Bagaimana kondisi pendidikan
              nasional
   Cenderung kognitif-intelektualistik dan
    formalistik

   Berorientasi kekinian

   Mudah Terjebak pada budaya sekuler dan
    materialistik
Bagaimana dengan pembelajaran
            IPS

1. Cenderung Kognitif dan hafalan
2. Kering dan tidak menarik
3. Mengakumulasi fakta dan
   gagasan, tidak kontekstual

     KURANG BERMAKNA
Bagaimana Mengatasinya

            ?
    Misal: mengembangkan
pembelajaran IPS secara terpadu
  dengan perspektif Pendidikan
            Karakter
Pembelajaran IPS                      Pendidikan Karakter
 Menjadikan warga negara                    Mengembangkan
  yang baik                                   dan mengamalkan
 Peka dan dapat ikut                         nilai-nilai yang
  memecahkan masalah                          Universal
  sosial                                     Mengembangkan
 Pewarisan nilai-nilai                       nilai-nilai ke
  budaya bangsa                               Indonesiaan


                                DIMENSI



                  personal   Sosial    Spiritual Intelektual
Pendidikan Karakter :

 Sebuah proses penyempurnaan diri manusia
 Usaha menjadikan diri manusia agar berperilaku
  baik atau berkeutamaan
 Membangun dan menyaturasakan sistem nilai dalam
  dinamika kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
 Pendidikan karakter merupakan proses
  pembudayaan dan transformasi nilai-nilai
  kemanusiaan/nilai-nilai utama dan nilai-nilai
  keindonesiaan
 Karakter bangsa adalah sebuah keunikan suatu
  komunitas yang mengandung perekat kultural bagi
  setiap warga negara yang menyangkut core values
  dan nilai-nilai yang berakar pada filosofi Pancasila
  dan simbol-simbol keindonesiaan
                   STRATEGI MIKRO DI SEKOLAH


                  Integrasi ke dalam KBM      Pembiasaan dalam kehidupan
                  pada setiap Mapel           keseharian di satuan pendidikan




                       BUDAYA SEKOLAH:       KEGIATAN     KEGIATAN
                       (KEGIATAN/KEHIDUPAN   EKSTRA       KESEHARIAN
                       KESEHARIAN DI         KURIKULER    DI RUMAH DAN
                       SATUAN PENDIDIKAN)                 MASYARAKAT




                       Integrasi ke dalam kegiatan
                       Ektrakurikuler : Pramuka,
                       Olahraga, Karya Tulis, Dsb.
                                                          Penerapan pembiasaan
                                                          kehidupan keseharian di
(Timnas Bangter:2010                                                           30
                                                          rumah yang sama dengan
                                                          di satuan pendidikan
Menurut teori big bang yang berasal dari titik tunggal yang
bervolume nol dan Kepadatan tak terhingga tersebut
menunjukkan bahwa alam semesta, bumi dan langit dulunya
berasal dari suatu yang padu yang kemudian atas kehendak
Tuhan Yang Maha Kuasa terjadi ledakan dahsyat sehingga
terjadi benda-benda dan bol-bola pijar atau bola-bola gas
yang panas, termasuk sisa-sisa radiasi yang bertebaran
di mana-mana. Bola-bola pijar atau bola gas yang panas
itu salah satunya adalah embrio bola bumi kita.
      Pada mulanya bola gas yang amat panas itu berputar
secara terus menerus, dan lama kelamaan bola gas tadi menjadi semakin padat.
Akhirnya terbentuklan kulit bumi dan lama kelamaan kulit bumi itu menjadi semakin
padat serta menebal dan turun suhu panasnya. Bola bumi itu semakin ke dalam masih
begitu panas seperti lumpur panas yang disebut magma. Hal ini dapat dilihat oleh kita
misalnya saat ada gunung berapi yang meletus mengeluarkan magma.
     Perlu kita pahami bahwa teori Big Bang yang mengatakan bahwa asalnya tata
surya, atau bumi dan langit seisinya itu mulanya satu kesatuan, sekitar 1600-an tahun
yang lalu sudah disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW saat mengajarkan ayat-ayat
Tuhan kepada umat manusia seperti dinyatakan oleh Tuhan:

    ” Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu
     keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya ... .
       ”Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan
        Kami menumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran” (S.Q. Al Anbiya’: 30)
 Pembahasan topik tersebut dapat kita lanjutkan misalnya sampai pada bentuk
   relief muka bumi. Misalnya sampai pembahasan tentang relief dasar laut.
   Salah satu bentuk relief dasar laut itu adalah dangkalan. Dangkalan atau shelf
   adalah dasar laut yang dangkal dengan kedalaman kurang dari 200 meter
   dari permukaan laut. Dangkalan ini masih merupakan bagian dari benua,
   sehingga sering disebut juga dengan ”Selasar Benua” atau ”tepi benua”.
   Dangkalan ini merupakan kawasan yang masih terkena sinar matahari dan
   kaya sumber daya alam, seperti ikan, rumput laut, tiram mutiara, terumbu
   karang. Coba, cermati gambar berikut. Begitu indah dan menakjubkan alam
   dan makhluk ciptaan Tuhan Yang Kuasa.




 Demikian keadaan bentuk relief muka bumi kita begitu sangat kompleks,
   sempurna, dan begitu menakjubkan . Itulah tanda-tanda kebesaran Tuhan
   yang telah menciptakan bumi dan langit serta seisinya dengan begitu
   kompleks. Ini semua adalah ayat-ayat Tuhan yang telah dipertunjukkan di
   depan mata kita agar kita mau berpikir dan belajar.

  ” Dan Dia-lah Tuhan yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung, (laut) dan sungai-
      sungai padanya. Dan menjadikan padanya semua (kekayaan alam yang ada) buah-buahan
      berpasang-pasangan. Allah menutupkan malam kepada siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu
      terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi kaum yang mau berpikir”.
Tuhan mencipta alam semesta termasuk planet bumi ini tidak sia-sia, tetapi
ada tujuannya. Bumi dan alam semesta ini dicipta Tuhan untuk kepentingan
hidup semua makhluk-Nya, terutama manusia sebagai khalifah-Nya. Di
dalam Kitab Suci-Nya diterangkan:
” Dia-lah Allah yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu
(manusia), dan Dia berkehendak menuju langit, lalu dijadikanlah tujuh
langit ...”Dan Kami telah menjadikan untukmu di bumi keperluan-
keperluan hidup...” Dan Kami telah meniupkan angin untuk
mengawinkan tumbuh-tumbuhan dan Kami turunkan hujan dari langit,
dan Kami beri minum dengan air... ” Allah telah menciptakan binatang-
binatang untuk kamu...”
Dari pemahaman sebagian kecil ayat-ayat Tuhan itu jelas bahwa Tuhan
menciptakan alam semesta, bumi seisinya untuk keperluan manusia. Tuhan
memang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Tuhan telah menyediakan
modal hidup bagi manusia yang berupa alam semesta, bumi seisinya. Maka
ironis dan celakalah bagi orang-orang yang tidak mau berterima kasih dan
tidak mau mensyukuri nikmat yang diberikan-Nya.
Tidak hanya pengasih dan penyayang, Tuhan juga sangat arif dan bijaksana.
Tuhan menciptakan manusia dan diturunkan di muka bumi, penuh dengan
perencanaan. Bumi sebagai tempat berpijak dan modal utama bagi hidup
manusia telah disediakan secara sempurna terlebih dulu. Marilah kita
renungkan kembali dengan seluruh kecerdasan kita, dengan mata hati kita,
bagaimana bumi kita ini dicipta oleh Tuhan Yang maha Kuasa, kemudian
kapan mulai ada kehidupan, makhluk apa saja yang pertama dicipta.

    Setelah memahami uraian tadi, tentu kalian tahu apa itu dangkalan.
     Coba, jelaskan apa yang dimaksud dengan dangkalan atau shelf itu.
      Arah pendidikan nasional
   Mengembangkan potensi peserta didik dalam rangka
    membangun watak dan peradaban manusia Indonesia yang
    bermartabat

   Siapa manusia Indonesia yang berwatak, beradab, dan
    bermartabat?
      Beriman dan bertaqwa
      Jujur, adil, dan bernurani
      Cerdas, kritis dan arif
      Demokratis dan bertanggung jawab
      Menghargai sesama dan peduli terhadap lingkungan
      Santun dan tenggang rasa
      Mengembangkan kebersamaan dan menghormati
       keberagaman
      Bangga terhadap budaya bangsa dan memiliki semangat
       kebangsaan yang tinggi


            (Perlunya   Pendidikan IPS)
“SEKIAN TERIMA KASIH”
         DAN
    Semoga dapat mengembanbkan



   SAMPAI JUMPA

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:967
posted:10/18/2011
language:Indonesian
pages:35