SUKU NIAS
Shared by: xsilent
-
Stats
- views:
- 73
- posted:
- 10/15/2011
- language:
- English
- pages:
- 2
Document Sample


This is a free version,please upgrade and register it,after
registration,you can get more advantages. www.word-pdf-
convert.com
SUKU NIAS
Suku Nias merupakan penduduk asli Pulau Nias. Pulau Nias berada di sebelah
Barat Propinsi Sumatera Utara dengan jarak kurang lebih 85 mil laut dari Kabupaten
Tapanuli Tengah. Pulau Nias dikelilingi oleh Samudra Hindia. Pulau Nias dahulu hanya
terdiri dari satu kabupaten. Tahun 2003 mekar menjadi dua Kabupaten yaitu Kabupaten
Nias dan Kabupaten Nias Selatan. Tahun 2008 Kabupaten Nias kembali dimekarkan
menjadi tiga daerah otonom baru yaitu Kotamadya Gunungsitoli, Kabupaten Nias Barat
dan Kabupaten Nias Utara.
Pulau Nias disebut sebagai Tanõ Niha. Orang Nias menyebut sesamanya sebagai
Niha Khõda atau Ono Niha. Ono Niha hidup dalam lingkungan alam budaya Nias dalam
kehidupan sehari-harinya.
Selain orang Nias sebagai penduduk asli yang tinggal di Pulau Nias, terdapat juga
pendatang. Penduduk pendatang seperti etnis Aceh, Minangkabau, Batak, Bugis, Manado
dan Cina (Laoli dkk, 1985). Mereka sebagian besar tinggal di kota Gunungsitoli dan di
kecamatan lainnya seperti Lahewa, Sirombu, Teluk Dalam, Lahusa dan Pulau-pulau Batu
(Tello).
A. Asal nenek moyang
Nenek moyang orang Nias dipercaya berasal dari langit. Kepercayaan itu tersebar
dikawasan Nias dalam banyak versi (Sonjaya, 2008). Berikut ini merupakan
salah satu versi asal nenek moyang orang Nias (Laoli dkk ,1985; Harmmerle, 2001;
Pramudianto, 2005).
Alam dan seluruh isinya diciptakan oleh Lowalangi. Setelah selesai menciptakan
semuanya maka ia menciptakan satu pohon kehidupan yang disebut Tora’a. pohon ini
dierami oleh seekor laba-laba emas dan menetaslah sepasang dewa pertama Tuha Mora’a
Angi Tuha Mora’a Ana’a (laki-laki) dan Burutirao Angi Burutirao Ana’a (perempuan).
Salah satu keturunan mereka adalah Sirao.
Balugu Sirao merupakan raja di Teteholi Ana’a yang berada di langit. Sirao
mempunyai tiga orang isteri dan dari mereka masing-masing diperoleh tiga orang anak
laki-laki. Setelah umur Balugu Sirao bertambah tua, ia menginginkan salah satu diantara
anaknya menjadi penggantinya yang akan mewarisi Kerajaan Teteholi Ana’a. Mendengar
hal itu, semua anaknya berkeinginan untuk merebut kedudukan sebagai pengganti
ayahnya. Balugu Sirao mengadakan suatu pertarungan agar tidak terjadi sengketa
diantara anak-anaknya. Pemenang dalam pertarungan tersebut yang akan menjadi
penggantinya. Luowemona adalah pemenang dalam pertarungan tersebut dan menjadi
raja di Teteholi Ana’a.
Anak-anak Balugu Sirao yang delapan orang lagi tidak senang tinggal di Teteholi
Ana’a dan mereka memohon agar diturunkan ke bumi untuk dapat berkuasa.
Permohonan mereka dikabulkan oleh ayahnya dan satu per satu diturunkan ke bumi.
Ba’uwa Danõ yang diturunkan pertama dan jatuh di tengah-tengah pusat bumi. Dia
menjadi pemikul bumi sehingga bumi bisa rata. Apabila manusia sudah banyak
Get documents about "