SUKU NIAS by xsilent

VIEWS: 73 PAGES: 2

									       This is a free version,please upgrade and register it,after

      registration,you can get more advantages. www.word-pdf-

                                   convert.com

                                SUKU NIAS


       Suku Nias merupakan penduduk asli Pulau Nias. Pulau Nias berada di sebelah

Barat Propinsi Sumatera Utara dengan jarak kurang lebih 85 mil laut dari Kabupaten

Tapanuli Tengah. Pulau Nias dikelilingi oleh Samudra Hindia. Pulau Nias dahulu hanya

terdiri dari satu kabupaten. Tahun 2003 mekar menjadi dua Kabupaten yaitu Kabupaten

Nias dan Kabupaten Nias Selatan. Tahun 2008 Kabupaten Nias kembali dimekarkan

menjadi tiga daerah otonom baru yaitu Kotamadya Gunungsitoli, Kabupaten Nias Barat

dan Kabupaten Nias Utara.

       Pulau Nias disebut sebagai Tanõ Niha. Orang Nias menyebut sesamanya sebagai

Niha Khõda atau Ono Niha. Ono Niha hidup dalam lingkungan alam budaya Nias dalam

kehidupan sehari-harinya.

       Selain orang Nias sebagai penduduk asli yang tinggal di Pulau Nias, terdapat juga

pendatang. Penduduk pendatang seperti etnis Aceh, Minangkabau, Batak, Bugis, Manado

dan Cina (Laoli dkk, 1985). Mereka sebagian besar tinggal di kota Gunungsitoli dan di

kecamatan lainnya seperti Lahewa, Sirombu, Teluk Dalam, Lahusa dan Pulau-pulau Batu

(Tello).
A. Asal nenek moyang

      Nenek moyang orang Nias dipercaya berasal dari langit. Kepercayaan itu tersebar
dikawasan Nias dalam banyak versi (Sonjaya, 2008). Berikut ini merupakan

  salah satu versi asal nenek moyang orang Nias (Laoli dkk ,1985; Harmmerle, 2001;

                                 Pramudianto, 2005).

       Alam dan seluruh isinya diciptakan oleh Lowalangi. Setelah selesai menciptakan

semuanya maka ia menciptakan satu pohon kehidupan yang disebut Tora’a. pohon ini

dierami oleh seekor laba-laba emas dan menetaslah sepasang dewa pertama Tuha Mora’a

Angi Tuha Mora’a Ana’a (laki-laki) dan Burutirao Angi Burutirao Ana’a (perempuan).

Salah satu keturunan mereka adalah Sirao.

       Balugu Sirao merupakan raja di Teteholi Ana’a yang berada di langit. Sirao

mempunyai tiga orang isteri dan dari mereka masing-masing diperoleh tiga orang anak

laki-laki. Setelah umur Balugu Sirao bertambah tua, ia menginginkan salah satu diantara

anaknya menjadi penggantinya yang akan mewarisi Kerajaan Teteholi Ana’a. Mendengar

hal itu, semua anaknya berkeinginan untuk merebut kedudukan sebagai pengganti

ayahnya. Balugu Sirao mengadakan suatu pertarungan agar tidak terjadi sengketa

diantara anak-anaknya. Pemenang dalam pertarungan tersebut yang akan menjadi

penggantinya. Luowemona adalah pemenang dalam pertarungan tersebut dan menjadi

raja di Teteholi Ana’a.

       Anak-anak Balugu Sirao yang delapan orang lagi tidak senang tinggal di Teteholi
Ana’a dan mereka memohon agar diturunkan ke bumi untuk dapat berkuasa.
Permohonan mereka dikabulkan oleh ayahnya dan satu per satu diturunkan ke bumi.
Ba’uwa Danõ yang diturunkan pertama dan jatuh di tengah-tengah pusat bumi. Dia
menjadi pemikul bumi sehingga bumi bisa rata. Apabila manusia sudah banyak

								
To top