Docstoc

Etika Profesi (DOC)

Document Sample
Etika Profesi (DOC) Powered By Docstoc
					SILABUS ETIKA PROFESI
   1. Konsep Etika dan Etiket
      1.1 Pengertian etika dan etiket
   2. Etika sebagai cabang filsafat
          1.1 Moralitas
          1.2 Etika sebagai ilmu moralitas
              1.2.1 Etika Deskriftif
              1.2.2 Etika Normatif
              1.2.3 Meta Etika
   3. Kebebasan dan tanggungjawab
      3.1 kebebasan
          3.1.1 Pengalaman
          3.1.2 Pengertian
          3.1.3 Masalah
   4. Tanggung jawab
      4.1 Tanggung jawab dan kebebasan
      4.2 Tingkat-tingkat tanggung jawab
      4.3 Masalah tanggung jawab kolektif
   5. Nilai dan Norma
      5.1 Nilai pada umumnya
      5.2 Nilai moral
      5.3 Norma moral
   6. Hak dan kewajiban
      6.1 Hakekat hak dan kewajiban dan jenis-jenisnya
      6.2 Hak yang bersifat absolut
      6.3 Hubungan hak dan kewajiban
      6.4 Teri tantang hak dan individualisme
      6.5 Pemilih hak

   7. MENGEMBANGKAN DIRI
      7.1 Peran dalam pekerjaan
      7.2 Kemantapan Peran
      7.3 Arti dan Pentingnya Pengembangan
      7.4 Mengembangkan Diri Dalam Jabatan
      7.5 Mengembangkan Kerja Sama
      7.6 Mengembangkan Kepribadian Melalui Pengembangan Diri

   8. KETERKAITAN KEPRIBADIAN DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA
      8.1 Motivasi Kerja Kepribadian
      8.2 Pribadi yang Produktif
      8.3 Pendidikan dan Pelatihan
          8.3.1 Pengalaman Kerja
          8.3.2 Bakat dan intelegensia
          8.3.3 Kecepatan bekerja dan ketepatan waktu
          8.3.4 Sumber produktivitas
          8.3.5 Produktivitas Daya Guna dalam Bekerja
          8.3.6 Mewujudkan Profesionalisme
          8.3.7 Peran pimpinan dalam pembinaan kepribadian

   9. TANTANGAN DAN PELUANG TENAGA PROFESIONAL
      9.1 Perubahan Lingkungan
      9.2 Menghadapi dan mengelola perubahan
      9.3 Restrukturisasi sebagai salah satu alternatif pemberdayaan
      9.4 Pemberdayaan guna meningkatkan kinerja
          9.4.1 Pemberdayaan
          9.4.2 Kinerja
          9.4.3 Mewujudkan Kompetensi
          9.4.4 Merencanakan Karier
      9.5 Organisasi masa depan
      9.6 Mengembangkan kreativitas dan inovasi
      9.7 Mendayagunakan modal intelektual sebagai kekayaan baru organisasi
                           KONSEP ETIKA DAN ETIKET

    A. ETIKA
Etika berasal dari bahasa Yunani Kuno
     Menurut kata tunggal :
       Tempat tinggal, padang rumput, kandang,kebiasaan,adat, akhlak,
       watak,perasaan, sikap, cara berfikir.
     Menurut bentuk jamak (ta etha) : adat kebiasaan
       Bentuk jamak ini digunakan oleh Aristoteles dalam pemberian nama filosoli.
     Menurut Etimologi/asal usul kata
       Etika adalah ilmu tentang apa yang biasa dilakukan /ilmu tentang adapt
       kebiasaan.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia :
       Etika adalah :
           1. Ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dengan tentang hak dan
               kewajiban moral (akhlak)
           2. Kumpulan asas/nilai yang berkenaan dengan akhlak
           3. Nilai mengenai benar /salah yang dianut golongan atau masyarakat.
Menurut K Bertens:
       Etika adalah :
       1. Nilai-nilai dan norma-norma moral yang menjadi pegangan bagi
           seorang/suatu kelompok dalam mengatur tingkah laku (sistem nilai)
       2. Kumpulan asas/nilai moral (kode etik)
       3. Ilmu yang baik/buruk

Menurut Kihajar Dewantara (1962) :
      Etika adalah ilmu yang mempelajari segala hal, kebaikan dan keburukan di
dalam hidup manusia, semuanya teristimewa yang mengenai detak rasa, yang dapat
merupakan pertimbangan dan perasaan sampai mengenai tujuan yang dapat
merupakan perbuatan.

PERBEDAAN ETIKA DAN ETIKET
  1. Etiket 
          menyangkut cara suatu perbuatan yang harus dilakukan
          etiket hanya berlaku dalam pergaulan (kalau tidak ada orang lain tidak
            dilakukan.
          Etiket bersifat relative
          Etiket memandang manusia dari segi lagiriyah (dari luar)


   2. Etika
           Tidak terbatas pada cara dilakukannya suatu perbuatan ( etika memberi
             norma tentang perbuatan itu sendiri)
           Etika selalu berlaku (tidak atau ada orang tetap dilakukan
           Etika bersifat absolute (jelas)
           Etika memandang manusia dari segi dalam


Kesimpulan : orang yang beretika sudah pasti beretiket, sedangkan orang yang beretiket
belum tentu beretika.



PROFESI
Adalah pekerjaan yang dilakukan sebagai pekerjaan pokok untuk menghasilkan nafkah
hidup dan yang mengandalkan suatu keahlian.

PROFESIONAL
Adalah seseorang yang hidup dengan yang mempraktekan keahlian tertentu /dengan
terlibat suatu kegiatan tertentu yang menuntut keahlian.
                                    FILSAFAT ETIKA

   A. PENGERTIAN FILSAFAT

   1. Menurut logatnya, kata atau istilah “filsafat” berasal dari bahasa Arab, yaitu
      “filsafah”, sedangkan menurut asal katanya yang sesungguhnya, kata falsafah
      dari bahasa Yunani, yaitu “Philosophia”, yang terdiri dari dua rangkaian kata
      terpisah, pertama adalah kata philo atau philien artinya cinta,dan kedua adalah
      Sophia artinya kebenaran.

   2. Pengertian filsafat menurut istilah atau secara garis besarnya adalah mencintai
      kebenaran.
   3. Pengertian yang lebih luas dari filsafat menurut pendapat dari fara filsuf Yunani.
      Antara lain :
       Plato (427-347 SM), menjelaskan bahwa pengertian filsafat yang berkaitan
         dengan ilmu pngetahuan yang berminat mencapai kebenaran yang asli.
       Aristoteles (382—322 SM), sebagai murid plato, memberikan pengertian
         bahwa filsafat itu adalah ilmu pengetahuan yang meliputi, kebenaran, dan
         berisikan di dalamnya ilmu-ilmu metafisika, logika, retorika,etika,ekonomi,
         politik dan estetika dan sebagainya.

Perbedaan Filsafat dan ilmu pengetahuan (menurut DR Harry Hamersma, dalam
bukunya Pintu Masuk ke Dunia Filsafat, Yogyakarta, 1984) :
    Ilmu pengetahuan adalah pengetahuan metodis, sistematis, dan koheren tentang
      suatu bidang tertentu dari kenyataan.
    Filsafat adalah pengetahuan yang metodis, sistematis dan koheren tentang
      seluruh kenyataan.

Cabang-cabang Filsafat :
Menurut Louis O.Kattsoff dalam bukunya, Pengantar Filsafat (1986), Filsafat dapat
digolongkan ke dalam 13 cabang-cabang ilmu pengetahuan, yaitu :
    1. Logika
       Cabang filsafat yang membicarakan tentang bagaimana hokum-hukum
       penyimpulan yang lurus dan benar.
    2. Metodologi
       Filsafat yang membahas tentang teknik penyeledikan, metode atau cara
       penelitian dan pengamatan.
    3. Metafisika
       Filsafat yang membahas tentang segala sesuatu yang ada.
    4. Ontologi
       Filsafat yang membahas tentang hakikat dari segala sesuatu yang ada, atau
       apakah kenyataan itu.
    5. Kosmologi
       Filsafat yang membahas tentang bagaimanakah keadaannya sehingga
       kenyataan itu dapat berjalan dengan teratur dan sistematis.

   6. Epistemologi
       Filsafat yang membahas tentang apakah kebenaran itu.
   7. Biologi kefilsafatan
       Filsafat yang membahas tentang apakah hakikat hidup itu.
   8. Psikologi Kefilsafatan
       Filsafat yang membahas tentang apakah sesungguhnya arti jiwa itu
   9. Antropologi Kefilsafatan
       Filsafat yang membahas apakah manusia itu.
   10. Sosiologi Kefilsafatan
       Filsafat yang membahas tentang masyarakat, organisasi dan suatu Negara
   11. Etika
       Filsafat yang membahas apakah yang dimaksud dengan baik itu, atau yang baik
       dan burukmitu apa.
   12. Estetika
       Filsafat yang membahas tentang apakah sesuatu yang indah itu.
   13. Filsafat Agama
       Filsafat yang membahas apakah agama tiu.

                                 ALIRAN DI DALAM FILSAFAT

Aliran dalam filsafat secara garis besar terdapat dua aliran :
1.    Filsafat aliran realisme
    Merupakan aliran yang berpandangan bahwa pengetahuan manusia yang benar
    adalah apa sesungguhnya ada yang baik dalam arti realita atau kenampakan.
 2. Filsafat aliran idealisme
    Pengetahuan manusia tidak lain apa yang tergambar di dalam jiwanya, sedangkan
    yang nyata terlihat tersebut adalah bukan sebenarnya melainkan gambaran luar
    semata.

        PENGELOMPOKKAN FILSAFAT (menurut DR Harry Hamersma)

             Kelompok Filsafat                              Pembagian filsafat
     1. Filsafat tentang pengetahuan          a. Epistemologi
                                              b. Logika
                                              c. Kritik Ilmu-ilmu
     2. Filsafat tentang keseluruhan           a. Metafisika Umum (ontologi)
        kenyataan                              b. Metafisika Khusus :
                                                  - Teologi Metafisika
                                                  - Antropologi
                                                  - Kosmologi
     3. Filsafat tentang tindakan (Filsafat    a.     Etika
        Nilai atau Aksiologi)                  b.     Estetika
                                               c.     Teori Nilai-Nilai
                                               d.     Nilai Religi/Agama
     4. Sejarah Filsafat                       a.      Filsafat India
                                               b.      Filsafat Cina
                                               c. Filsafat Barat


Menurut Prof S.R Alsyahbana (1977: 17-19) membagi lagi aliran filsafat ke bidang
metafisika dan teori ilmu pengetahuan, yakni bidang metafisika dibagi menjadi dua
golongan :
I. Bidang metafisika
     1.   Aliran filsafat bersifat kuantitas, antara lain :
     a. Monoisme
        Suatu aliran pemikiran yag menganggap yang hakikat dari segala sesuatu yang
        ada berasal dari unsur yang tunggal (Esa)
     b. Dualisme
        Penganut aliran yang beranggapan bahwa segala sesuatu sebenarnya bersumber
        dari dua hal , yaitu roh dan raga
     c. Pluralisme
        Merupakan suatu paham yang dianut oleh yang beranggapan bahwa segala
        sesuatu itu (yang ada) bersumber dari banyak unsur, yaitu berasal dari air,
        tanah,udara , api dan cahaya.
               2. Aliran bersifat kualitas, yang membagi kedalam bentuk;
            a. bersifat tetap, yaitu aliran atau corak pikirannya, yaitu :
                               - spiritualisme, yaitu mengagungkan ruh sebagai
                                    hakikatnya.
                               - Materialisme, mengagungkan materi kebnedaan sebagai
                                    hakikatnya.
            b. Bersifat kejadian, yaitu aliran atau corak pikirannya, yaitu ;
                           Aliran atau corak pikirannya, yaitu;
                             1. Mekanisme, yakni mengagungkan tentang sebab-akibat
                                 (kausalitas)
                             2. Teologi, mengagungkan untuk pencapaian tujuan tertentu
                             3. Determinisme, mengagungkan keterbatasan kemampuan
                                 manusia
                             4. Indeterminisme, mengagungkan kebebasan manusia yang
                                 seluas-luasnya.

 Berdasarkan pembagian ilmu filsafat, etika itu termasuk dalam lingkup ilmu filsafat yang
 membahas masalah menarik kebenaran dalam bertingkah laku atau berperilaku, dan
 bersikap. Sehingga etika sering pula dikenal dengan tingkah laku manusia.
 Contoh : Etika anak itu baik, penuh kasih sayang terhadap ibunya.

 Ada beberapa istilah yang berhubungan dengan etika seperti : akhlak, moral, budi
 pekerti, norma dll.

 Etika adalah : ilmu pengetahuan akhlak/moral
Akhlak : budipekerti, watak, kesusilaan (berdasarkan etik dan moral),yatu kelakuan baik
yang merupakan akibat dari sikap jiwa yang benar terhadap khaliknya dan terhadap
sesama manusa.

Tindakan etik : tindakan melakukan aturan etika
Etis : Sifat pelaksanaan tindakan tersebut.

Contoh :
Empat orang pelajar pulang sekolah naik bis kota. Keempat nya tampak letih sekali.
Setelah mereka naik ada empat tempat duduk kosong, sedangkan yang lain telah
penuh. Mereka duduk merebahkan diri kelihatan letih dan lesu. Di tengah
perjalalanannaiklah seorang ibu menggendong putranya. Sekalipun letih, salah seorang
dari pelajar tersebut bangkit, mengucapkan kata-kata, mempersilahkan sang ibu duduk.
Sang ibu berterika kasih dan bis melau meliuk-liuk di jalan raya.


Dari cerita diatas, anda sebutkan :
Etika : memberi tempat duduk wanita yang menggendong anak adalah salah satu tata
aturan etiak menurut adat kebiasaan dalam pergaulan di masyarakat.

Tindakan Etika: Perbuatan memberi tempat duduk.
Etis : Cara mempersilahkan sang ibu utnuk duduk

TUGAS KELOMPOK (diketik)

 Baca uraian tentang asal-usul perkataan Etika, kemudian kerjakan soal dibawah ini
1. Etika adalah bagian dari ilmu filsafat . jelaskan hal itu.
2. Buatlah masing-masing 5 buah kalimat dengan menggunakan perkataan etika dan
   moral.
3. Uraian tentang asal usul perkataan etika
4. Perkaaan filsafat terdiri dari dua istilah, sebutkan dan jelaskan
5. Plato membagi ilmu filsafat menjadi tiga bidang . jelaskan!
6. Beri contoh-contoh dalam perbuatan yang akan menjelaskan perbedaan etika dan etik
7. Berilah contoh adat kebiasaan baik dan buruk dalam perbuatan manusia.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:647
posted:10/13/2011
language:Indonesian
pages:6