Docstoc

Metodologi

Document Sample
Metodologi Powered By Docstoc
					Tugas Kuliah:
                          METODOLOGI PERBANDINGAN
                Metodologi Merupakan Salah Satu Fokus Perhatian Dalam
                           Perbandingan Administrasi Negara.

        Masalah metodologi merupakan fokus perhatian dalam perbandingan administrasi negara
oleh karena berkaitan dengan masalah data yang akan dikumpulkan guna kepentingan
perbandingan . Dari hasil perbandingan ini selanjutnya diharapkan diketemukan perbedaan-
perbedaan ataupun persamaan-persamaan serta hal-hal yang bersifat khusus atau unik yang
dapat dirumuskan secara generalisasi dan berlaku secara universal. Jadi sistem Administrasi
Negara bukanlah sesuatu yang dipandang berdiri sendiri, oleh Fred W. Riggs mengemukakan
bahwa perkembangan baru dalam metode perbandingan sebagai suatu pergeseran kearah pola
yang baru yang meliputi : (1).Pergeseran dari pendekatan normatif menuju kepada pendekatan
yang empiris. (2).Pergeseran dari pendekatan ideografis menuju kepada pendekatan monoteitic
(3).Pergeseran dari pendekatan non- ekologis menuju kepada pendekatan ekologis.
        Persoalan sistem lain yang berkaitan dengan peranan metodologi dalam perbandingan
Administrasi Negara adalah pada pendekatan struktural dan pendekatan fungsional. Pendekatan-
pendekatan ini lebih lanjut menciptakan suatu model Administrasi Negara. Pendekatan dari ilmu
Perilaku masih relatif baru dibandingkan berbagai cabang ilmu-ilmu sosial lainnya. Untuk
melakukanbpenelitian tentang perilaku dipergunakan dengan penelitian, antara lain (a).
Eksprimen (b).Studi Kasus (c).Survei.

Metodologi Perbandingan Menurut Pendekatan Fred W.Riggs.
        Menurut Fred.W. Riggs ada tiga kecenderungan penting dalam studi perbandingan
Administrasi Negara, yaitu :
(1). Semakin pentingnya analisis empiris.
(2). Pendekatan ekologis terhadap studi prilaku administrative.
(3). Meningkatnya perhatian terhadap pengujian teori melalui studi kasus.
Ketiga kecenderungan tersebut digambarkan sebagai suatu pergeseran kearah pola yang baru.
Pergeseran tersebut adalah:
(1).Pergeseran dari pendekatan normatif menuju pada pendekatan empiris, yang sifatnya hanya
memberikan norma saja atau hanya memberikan pedomam.
(2).Pergeseran dari pendekatan ideografis menuju kepada pendekatan omoteistic, yaitu
pendekatan yang hanya menggambarkan atau meninjau semua yang berulang kali terjadi
kemudia dari padanya ditarik dalil-dalil yang bersifat umum.
(3). Pergeseran dari pendekatan non-ekologis menuju kepada pendekatan yang ekologis, yaitu
yang selalu memperhatikan faktor-faktor yang saling berpengaruh.
        Kita mengenal berbagai konsep pembangunan : (1). Tidak berkembang (2).Terbelakang
(3).Kurang berkembang (4) Sedang berkembang. Oleh Fred.W. Riggs dalam menguraikan
kekhususan fungsional struktur suatu sistem yang dikaitkan dengan tingkat pemecahan dalam
model prismatiknya tentang proses pembangunan suatu dan Varibel tingkat pembangunan,
adalah salah satu variabel dari sekian banyak variabel yang mempengaruhi pembangunan.
Contoh pendekatan silang budaya dari Amerika Serikat dan Negara Thailand. Metode
perbandingan Ilmu Administrasi Negara makin menjurus mempergunakan pendekatan ekologi,
yaitu suatu pendekatan yang mempelajari interaksi antara suatu sistem dengan ekologinya.
Dalam hal ini adalah interaksi sistem administrasi Negara dengan susunan masyarakat. Pada
kedua Negara tersebut, Amerika Serikat dengan Thailand sistem administrasinya bukanlah
sesuatu yang berdiri sendiri , akan tetapi merupakan suatu sistem yang tunduk kepada pengaruh-
pengaruh dari sistem-sistem yang lain. Dengan demikian dapat dipertanyakan seberapa jauh
faktor-faktor lain seperti; ekonomi, sosial komunikasi, idiologi, politik berpengaruh kepada
sisten administrasi negara di kedua negara itu ?. Untuk lebih jelasnya kita lihat uraian berikut :

Variabel Dasar-Dasar Ekonomi (Ekonomic Fundatins).
       Salah satu hal yang menonjol dalam masyarakat Amerika adalah pola marketisasi (
pemasaran ). Pola ini memandang masyarakat sebagai suatu tempat transaksi antara benda-benda
yang kesemuanya dipandang sebagai sesuatu hal yang mengandung nilai ekonomi.
Konsekuensinya        adalah : (a).Tenaga kerja dipandang sebagai barang ekonomi,
(2).Menyebabkan bagi pihak pekerja akan selalu berusaha untuk meningkatkan harga dari pada
tenaga kerjanya     dengan meningkatkan mutu dari pada kecakapannya, (c).Marketisasi
membutuhkan aparat yang cukup efisien untuk mengatur dan mempengaruhi mekanisme pasar,
akibatnya di Amerika dibutuhkan birokrasi yang besar. Berbeda halnya di Thailand , sistem
ekonominya masih terpusat pada Raja. Masyarakat berlomba memberi upeti kepada Raja,
Rajalah yang kemudian mendistribusikan kepada masyarakat.

Variabel Struktur Sosial ( Sosial Structures ).
Pada setiap masyarakat terdapat dua tipe organisasi atau pengolompokan sosial, yakni : (a). Tipe
kelompok Primer, (b).Tipe kelompok skunder. Didalam masyarakat Amerika Serikat organisasi
yang dominan adalah organisasi sekunder , salah satu perwujudannya adalah banyaknya “
association “ misalnya assosiasi perserikatan guru, persatuan sarjana, perkumpulan buruh,
himpunan para hakim, persatuan pengusaha tertentu, dll.
Berbeda halnya di Thailand, struktur sosial negara ini ditandai oleh dominannya organisasi
primer yang mempengaruhi berfungsinya sistem administrasi negaranya -. Kelas-kelas sosial
merupakan suatu kelas yang secara relative tertentu . Mobilisasi seseorang sangat dibatasi oleh
keanggotaannya di dalam kelas yang dekat dengan Raja. Konsekuensinya terhadap administrasi
Negara ialah bahwa di dalam promosi birokrasi Pemerintahan tidak dilepaskan dari susunan atau
statifikasi sosial yang tajam.

Variabel Jaringan Komunikasi ( Communications network ).
Di bidang komunikasi sudah popular dikenal istilah mobilisasi. Mobilisasi terjadi apabila telah
terjadi proses komunikasi antar kelompok di dalam masyarakat. Sebagai akibatnya jika
mobilisasi berlangsung terus menerus, maka terciptalah asimilasi, di mana gejala di dalam
masyarakat terbentuk norma-norma atau nilai-nilai yang sama dan tercipta semacam kesatuan
bahasa. Di Amerika Serikat meskipun masih menghadapi masalah Negro, tingkat dari proses
komunikasi telah mencapai taraf asimilasi tertentu. Di Thailand asimilasi antar suku-suku
belum tercapai sepenuhnya, masih banyak belum ikut proses mobilisasi yang menuju kepada
asimilasi nasional. Keadaan tidak bergerak ini mengurangi tekanan-tekanan terhadap
administrasi negara , sehingga mereka relative dapat berbuat semena-mena.

Variabel Pola-Pola Ideologi ( Ideological Symbol patterns ).
Terciptanya stabilitas dari Administrasi Negara di Amerika Serikat disebabkan
oleh karena telah terjadi suatu konsesus mengenai tujuan dari negara.. Faktor lain dimana
masyarakat Amerika telah mencapai konsensus di dalam bidang Mite adalah kesadaran bahwa
manusia itu pada hakekatnya sama, bahwa kekuasaan tertinggi dari Administrasi Negara ada
pada rakyat. Di Thailand juga ada consensus di bidang mite ini, yaitu bahwa Raja adalah
penguasa spiritual yang tertinggi yang befungsi melakukan upacara-upacara sacral, bukan
Pemerintah. Raja tidak berkewajiban untuk menentukan undang-undang akan tetapi
berkewajiban untuk melindungi dan mempertahankan hukum-hukumnya yang suci. Kekuasaan
bukan bersumber dari rakyat tetapi bersumber dari kekuasaan yang sakral.

Variabel Sistem Politik ( Political System ).
Political sistem sangat berkaitan dengan masalah kekuatan atau power dan ini merupakan sesuatu
masalah yang menjadi pembahasan baik di dalam politik maupun Administrasi Negara ,
bertambahnya kekuasaan birokrasi tidaklah menjamin adanya efisiensi administrasi. Efisiensi
akan timbul jika kekuatan-kekuatan non birokrasi termasuk kekuatan politik dari partai.
Kekuasaan birokrasi yang bertambah besar mengakibatkan tidak adanya pengawasan terhadap
kekuasaan birokrasi. Suatu sistem akan bekerja dengan baik jika ada keseimbangan antara
kekuatan birokrasi dengan kekuatan luar birokrasi.. Di Amerika Serikat antara bureaucratic
power dengan non bureaucratic power terdapat keseimbangan sebaliknya di Thailand
kewenangan kekuasaan adalah kecil oleh karena tidak mendapatkan mekanisme yang cukup
mampu gunakan kombinasi. Di Amerika Serikat maupun di Thailand hubungan antara
bureaucratic power dengan non bureaucratic power bersifat simetris hanya volumenya yang
berbeda.

Paradigma Proses dministrasi
        Adminstrasi Negara merupakan kombinasi yang sangat beragam serta tidak terpola
antara teori dan pelaksanaan. Administrasi Negara dimaksudkan adalah untuk memahami
hubungan antara Pemerintah dan masyarakatnya.
        Seperti dikemukakan oleh K.Bailey ; Administrasi Negara adalah menyangkut empat
macam teori ;
Teori diskptif, hubungan dengan lingkungan kerjanya;
Teori normatif, keputusan yang seharusnya diambil oleh penyelenggara Administrasi Negara ;
Teori Asumtif, pemahaman yang benar terhadap realita seseorang administrator;
Teori Instrumen, peningkatan tehnik-tehnik manejerial dalam efisiensi dan efektifitas pencapaian
tujun.
Keempat model Bailey tersebut bersama-sama membentuk tiga pilar Administrasi Negara, yakni
(1).Perilaku organisasi dan perilaku orang dalam organisasi kemasyarakatan, (2). Teknologi
manejemen, (3). Kepentingan umum dalam hubungannya dengan etika seorang individu dan
berbagai masalah kemasyarakatan. Administrasi juga intinya adalah manejemen. Oleh karena
menejemen merupakan komulasi dari keterampilan untuk menggerakkan orang lain.
Pada hakekatnya memimpin berarti mengambil keputusan, dan inti dari kepemimpinan adalah
pengambilan keputusan. Karena itulah konsep, filsafat dan proses administrasi, berorientasi pada
manusia yang terdapat di dalam maupun diluar organisasi yang hendak dilayani oleh system
administrasi yang bersangkutan.

Model Sistem
Konsep sistem menurut Shrode dan Voich membedakan dua macam penggunaan system, yaitu
yang merujuk wujud benda dan yang merujuk metode.Kebanyakan definisi tentang system lebih
merujuk sebagai suatu wujud benda, jarang yang mengenai system sebagai metode.
Yang dinamakan sistem menurut definisi Murdick dan Ross adalah sehimpunan unsur yang
melakukan sesuatu kegiatan pemrosesan untuk mencapai sesuatu tujuan. Hal ini dilakukan
dengan cara mengolola data atau barang didalam jangka waktu tertentu guna menghasilkan
informasi, sehingga bila diperhatikan secara seksama, maka akan saja selalu ada definisi dan ada
unsur yang kadang-kadang muncul , yaitu (1). Sehimpunan unsur, (2). Tujuan sistem, (3).Wujud
hasil kegiatan, (4). Pengelolaan data. Adapun jenis-jenis sistem menurut William A. Shrode
serta Dan Voich membagi sistem itu menjadi berbagai macam jenis, yaitu ;
Dari sudut wujudnya ;
Dari sudut asal usul;
Dari sudut daya kekuatan;
Dari sudut hubungannya dengan lingkungannya
Menurut Robert G.Hurdick dan Joel E.Ross mengolompokan sistem sebagai berikut; yaitu (a).
Sistem Konseptual, (b). Sistem Empirik, (c). Sistem alamiah, (d) sistem buatan, (e). Sistem sosial
,(f).Sistem Manusia Mesin, (g) Sistem Mesin, (h). Sistem terbuka, (i). Sistem tertutup, (j). Sistem
tertutup, (k). Sistem Yang permanent, (l. Sistem temporer, (m). Sistem yang tidak berubah, (n).
Sistem yang adaptif, (o). Sistem yang tidak adaptif.

Teori Organisasi.
       Teori organisasi merupakan teori yang berusaha menerangkan bagaimana organisasi dan
orang-orang yang ada didalamnya berperilaku dalam berbagai struktur organisasi, budaya dan
lingkungannya. Pengelompokan teori-teori para teoritis biasanya disebut Aliran atau mazhab,
dan setiap aliran mempunyai pandangan sendiri-sendiri tentang organisasi baik mengenai
konsepsi maupun asumsinya.

1). Teori Organisasi Klasik.
        Tidak ada ketentuan tanggal, bulan dan tahun kapan dimulainya teori organisasi klasik
ini. Ada yang menarik batas awal teori klasik ini dengan merujuk pada permulaan sistem pabrik
di Inggris di abad ke delapan belas. Ajaran pokoknya adalah (a).Organisasi itu timbul untuk
mencapai produksi dan tujuan-tujuan ekonomi, (b). Hanya ada satu cara terbaik untuk
mengorganisasikan produksi dan cara itu dapat dijumpai melalui penelitian yang sistimatik dan
ilmiah, (c).Produksi dapat dimaksimalkan melalui spesialisasi dan pembagian kerja, (d). Orang
dan Organisasi bekerja haruslah sesuai dengan prinsip-prinsip dan efisiensi.

2). Teori Organisasi Neoklasik.
        Teori Organisasi Neoklasik ini, sebenarnya tidak ada rumusan yang tepat dalam
kaitannya dengan teori organisasi, kapan mulainya sulit ditentukan. Hanya sebagai perkiraan,
kalau teori klasik terjadi sebelum perang dunia kedua, maka teori organisasi Neoklasik
diperkirakan setelah perang dunia kedua pada tahun 1950-an. Tema utama aliran teori organisasi
Neoklasik ialah bahwa organisasi itu tidak dapat hidup terisolasi dari lingkungannya , teori ini
berusaha membuka organisasi dari ketertutupannya selama ini.

3). Teori Organisasi Struktural Moderen.
       Teori organisasi struktural membahas mengenai diferensiasi vertical, misalnya tata
jenjang organisasi, otorita dan koordinasi. Aliran ini masa jayanya kira-kira tahun 1960-an
sampai tahun 1970-an. Beberapa asumsi dasar aliran ini antara lain: (1). Organisasi itu
merupakan suatu institusi yang rasional dengan maksud untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan, (2). Struktur organisasi dikatakan baik bagi organisasi jika struktur tersebut
dirancang sesuai dengan : (a). Tujuan yang hendak dicapai (b).Kondisi lingkungan yang
mengelilingi organisasi (c).Sifat produksi atau pelayanan yang diberikan (d).Teknologi yang
dipergunakan dalam proses pelayanan, (3) Spesialisasi dan pembagian kerja akan dapat
meningkat jika diimbangi kecakapan pelaksana dan professional yang tinggi.(4). Hampir semua
persoalan dalam organisasi diakibatkan oleh struktur organisasi.

4). Aliran Organisasi Sistem Dan Kontijensi.
        Teori ini mempergunakan istilah Contigency Istilah ini erat hubungannya dari teori
sistem yang menekankan bahwa efektivitas organisasi itu sangat tergantung pada hubungan
antara unsur-unsur dan aspek-aspek yang timbul pada waktu tertentu dalam suatu sistem. Segala
hal itu bersifat situasional, tidak sesuatu yang absolut dan universal. Dengan demikian
pandangan kontigensi dalam organisasi itu menempatkan sistemcinformasi yang cepat dan
akurat ketempat yang terpenting. Salah satu tokohnya adalah Jay Galbraith (1973)
mengemukakan suatu teori tentang cara pemrosesan yang berbeda terhadap sejumlah informasi
dalam organisasi informasi dibedakan cara pemorsesannya atas : (a). Tidak pasti, (b).Saling
ketergantungan, (c).Mekanisme adaptasi. Oleh karena itu ketidak pastian dapat membatasi
kemampuan perencanaan dan pengambilan keputusan dalam organisasi.

5). Aliran Kekuasan Dan Politik Dalam Organisasi
        Mintzberg tahun 1983 menerbitkan bukunya “ Power in and Around Organizations “.
Ia mengatakan bahwa perilaku organisasi dapat dipandang sebagai permainan “ Power” dengan
berbagai kebutuhan pribadinya yang berusaha mengendalikan keputusan-keputusan dan
kegiatan-kegiatan organisasi. Dengan demikian, untuk memahami perilaku dalam organisasi,
sebaiknya dipahami terlebih dahulu siapa-siapakah “influencers” atau pemaian-pemain yang
tampil, kebutuhan apakah yang ingin dicarinya dalam organisasi, dan bagaimanakan
kemampuannya melaksanakan power. Ada sebelas kelompok yang dimungkinkan sebagai
“influencers” menurut Mintzberg lima kelompok dari koalisi luar dan enam berasal dari
dalam, lima kelompok koalisi luar itu adalah; (1). Para Pemilik organisasi, (2) Assosiasi, (3) para
pesaing (4).Serikat sekerja .Organisasi kemasyarakatan (5) Dewan Direktur. Adapun enam
kelompok dari dalam antara lain : (1).Kepala Eksekutif (2).Produser (3)Pimpinan lini (4).Analis
(5) Pejabat Staf (6).Ideologi Organisasi.

6). Aliran Teori Kebudayaan Organisasi.
        Aliran teori kebudayaan ini yang paling sering disebut kontraversial, teori-teorinya
berlandaskan pada asumsinya tentang organisasi dan orang-orang yang berada didalamnya.
Aliran Kebudayaan adalah suatu aliran teori organisasi yang menekankan pada suatu kebudayaan
yang hidup dalam organisasi yang mestinya tidak bisa melepaskan dari kebudayaan yang hidup
dalam masyarakat tempat organisasi itu berkiprah. Kebudayaan itu terdiri dari sesuatu yang tidak
dapat diraba, antara lain ; nilai, kepercayaan, asumsi, peresepsi, norma prilaku dan pola.
        Aliran kebudayaan ini tergolong masih muda umurnya, karenanya maka tidak dapat
dihindari timbulnya perselisihan, dan pertengkaran mempersoalkan perlu tidaknya manfaat
tidaknya aliran ini, namun demikian , diantara perselisihan itu nampak adanya persetujuan,
konsesus diantara mereka, antara lain ; (1).Mereka setuju bahwa kebudayaan organisasi telah
timbul (2).Tiap kebudayaan organisasi relative mempunyai keunikan (3).Kebudayaan organisasi
dibangun dengan konsep-konsep sosial (4).Kebudayaan organisasi memberikan kepada
anggotanya suatu cara untuk memahamiarti peristiwa dan symbol (5).Kebudayaan Organisasi
merupakan pelatukyang amat berpengaruh dalam menggerakan perilaku organisasi.

Proses Administrasi.
        Proses administrasi pada dasarnya terdiri dari beberapa fase, yaitu (1). Penentuan tujuan
yang hendak dicapai (2). Perumusan misi yang hendak diemban, (3). Perumusan kebijakan
pokok, (4). Pengambilan keputusan (5). Pelaksanaan, dengan langkah-langkah : (a)
.Perencanaan, (b). Pengorganisasian,(c). Penggerakan ( Motivasi),(d). Pengawasan , dengan tiga
cara, yaitu; “ Commad Control, Staf Control dan technical control” (6). Evaluasi, (7).
Pembinaan, dengan langkah-langkah (a).Perumusan kembali dari pada misi (b). Perumusan
Kebijakan baru (c). Perbaikan teknik pengambilan keputusan (d).             Perencanaan kembali,
(e). Reorganisasi, (f). Memperbaiki atau merubah sistem dan tekhnik motivasi, (g). Memperbaiki
sistem pengawasan.
        Pada dasarnya ada dua cara pendekatan kepada pengembangan “ Sub Sistem “, yaitu :(1).
Pendekatan yang didasarkan kepada fungsi (2). Pendekatan yang didasarkan kepada struktur,
dengan pendekatan ini melahirkan sistem; (a). Kepegawaian, (b). Keuangan, (c). Logistik, (d).
Sistem dan Prosedur Kerja (e). Hubungan kerja, (f). Perkantoran.

Model Dalam Administrasi Negara.
        Dalam teori dijumpai macam-macam model yang dapat digolongkan 2 (dua ) bagian,
yaitu; model yang bersifat deskriptif dan model yang bersifat explanatory. Model deskriptif
hanya sekedar menggambarkan atau melukiskan dari suatu objek atau sistem, sedang yang
bersifat explanatory adalah yang menjelaskan mengapa suatu system administrasi negara itu
demikian, faktor apa yang menjadikan penyebab.

Contoh-Contoh Model.
Pertama : Model sitem Administrasi bernegara sebagai suatu kerangka dasar . Sistem
Administrasi Negara mempunyai lingkungan, masukan-masukan, proses konversi, keluhan-
keluhan serta umpan balik yang saling berhubungan serta berinteraksi satu dengan lainnya.,
dimana proses konversi terdapat unit-unit administrasi yang saling berinteraksi.
Kedua : Untuk menjelaskan pengaruh timbal balik antara antara sisten adminstrasi Negara
dengan lingkungan. Model ini menggambarkan adanya faktor ekologis yang mempengaruhi
secara timbale balik suatu system administrasi Negara baik dalam Negara-negara agrarian
maupun dalam Negara-negara Industri.
Ketiga : Dalam analisa, lebih lanjut model keseimbangan tersebut dapat dipergunakan untuk
menciptakan submodel-submodel. Contohnya dalam model agrarian dikembangkan submodel
Impreial Bureaucratic dan submodel Feudalistik sedang dalam model Industria dapat
dikembangkan submodel Demokratic
Keempat : didalam kenyataan memang kesulitan untuk menarik garis yang ekstrim dari kedua
model tersebut, karena itu didalam masyarakat sudah dilakukan modernisasi, akan tetapi gejala-
gejala moderen belum mendesak gejala-gejala tradisional.
       Didalam lingkungan hidup terdapat subjek yang memberikan masukan, yaitu :
Penduduk yang menikmati suatu kebijakan.
Pasar yang menentukan harga barang.
Kelompok-kelompok kepentingan.
 Masukan itu terdiri dari :
1.Tuntutan-tuntutan atau kegunaan-kegunaan.
2.Sumber daya dan dana.
3.Dukungan.
4.Oposisi.
        Sedangkan keluaran ( Ouputs ) yang dihasilkan oleh Adminstrasi Negara dapat berupa ;
Barang dan jasa yang dapat dikonsumsikan oleh seluruh lapisan masyarakat dalam jumlah dan
jenis yang diinginkan.
Pengaturan pelbagai macam perilaku.
Penyampaian imformasi.

Perbandingan Model Masyarakat Agraria dengan industri.
        Menurut Freed W.Riggs masyarakat agraris adalah masyarakat yang terbelakang, atau
setidak-tidaknya masyarakat yang masih berkembang, Ciri-cirinya :
Adanya norma-norma Ascriptive yaitu seseorang dinilai karena pembawaan/ Keturunan,
golongan atau lapisan-lapisan tertentu, asal daerah tertentu temasuk dalam ras tertentu.
Norma pluralistic menonjol, norma ini adalah norma yang khusus berlaku bagi tempat waktu dan
keadaan khusus.
Adanya pembagian pekerjaan yang bersifat diffusion ( tidak begitu jelas/ samara-samar antara
satu dengan lainnya.
Sifat pembagian pekerjaan statis dan stabil .
Golongan rakyat setempat segan untuk berpindah.
Didalam masyarakat berlaku system lapisanorang yang didasarkan pada kehormatan/ kedudukan.
Karakteristik organisasi yang menonjol adalah organisasi primer, seperti keluarga, suku, marga,
dan sebagainya yang berdasarkan asas keturunan / ikatan daerah.
sebaliknya masyarakat industri adalah masyarakat yang berkembang atau maju. Cirinya :
Norma-Norma achievement, Seorang dinilai berdasarkan hasil kerja atau prestasinya.
Norma Universalistic, yakni norma yang berlaku umum baik menurut tempat, waktu dan
keadaan.
Pembagian pekerjaan bersifat spesifik ( jelas batas-batasnya tujuan serta bidangnya).
Sifat pembagian pekerjaan yang ada adalah dinamis dan mobil.
Golongan rakyat setempat bersifat mobil.
Didalam masyarakat berlaku system kelas yang berdasarkan yang berdasarkan atas kesamaan
dalam hal kesempatan dan hasil karya dalam pekerjaan.
Menonjol organisasi skunder/ organisasi formal.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:1786
posted:10/10/2011
language:Indonesian
pages:7