perencanaan _pembangunan

Document Sample
perencanaan _pembangunan Powered By Docstoc
					PERENCANAAN
PEMBANGUNAN
 SUATU TEORI
    Definisi Perencanaan dan Perencanaan
                Pembangunan
   “Perencanaan” adalah suatu proses mempersiapkan secara
    sistematis kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan untuk
    mencapai suatu tujuan tertentu.

   Perencanaan pembangunan adalah suatu pengarahan
    penggunaan sumberdaya pembangunan yang terbatas
    untuk mencapai tujuan-tujuan keadaan sosial ekonomi
    yang lebih baik secara lebih efisien dan efektif
    (Tjokroamidjojo, 1985).
   Kelengkapan perencanaan
 1. Asas-asas Perencanaan
      a. Asas hubungan yang jelas
      b. Asas Sederhana
      c. Asas Analisis dan Klasifikasi
      d. Asas Fleksibel
      e. Asas Keseimbangan
      f. Asas Pemanfaatan Sumber Daya

 2. Unsur-unsur Perencanaan
      a. Tujuan
      b. Data dan Informasi
• 3. Analisis
            1) Analisis Linier
            2) Analisis Nonlinier
            3) Analisis Thematik

• 4. Kebijaksanaan
     Fungsi Perencanaan
a. Tolok Ukur
    Pengaturan: waktu, langkah-langkah, penggunaan dana
   Dan sumber daya.
   Ukuran teknis dan keterkaitannya, batasan kualitas dan
   Kuantitas, volume atau target.

b. Ketaatan atau Disiplin
    - Ketaatan tujuan
    - Ketaatan pengorganisasian dan pertanggung jawaban
    - yang menyangkut formalitas dan legalitas
    - Ketaatan penggunaan dana dan sumber daya
    - Ketaatan atas asas, system, metode dan prosedur
    - Ketaatan informasi dan pelaksanaan.

c. Rujukan
   Pelaksanaan lapangan adalah gambaran dari perencanaan
   dan diikuti oleh monitoring dan evaluasi
Sistem Perencanaan
 Perencanaan tidak terlepas dari system kekuasaan yang
  menentukan tujuan dan kebijakan.

 a. Perencanaan Terpusat
    - Sistem hierarki kekuasaan di dalam system
       organisasi  militer
    - Sifat kekuasaan yang tidak dapat dibagi 
       Organisasi keagamaan
    - Kerahasiaan suatu tujuan
    - Pengaruh luar yang merupakan tantangan 
  org. politik
    - Sifat tujuan yang menghendaki presisi yang
       tinggi         Indus. Canggih

 b. Perencanaan Tidak Terpusat.
    Dipengaruhi oleh pendelegasian wewenang
    dekonsentrasi  kerangka pembagian tugas
    desentralisasi  kerangka penyerahan tugas secara
     konseptual dari awal sampai tak terhingga.
   c. Sistem Perencanaan Campuran

      sistem perencanaan adalah sub system dari     mekanisme
      kekuasaan dan kepemimpinan, maka sistem perencanaan
       harus disesuaikan.


   Penggunaan sistem campuran dapat dilakukan
    dengan:

   Formulasi yang jelas tentang tujuan termasuk persaratan, ciri-ciri
    umum dan khusus yang harus dipenuhi.
   Pembagian tugas yang jelas
   Pedoman-pedoman pelaksanaan teknis
   Pedoman tentang prosedur
   Ketentuan tentang organisasi, pendelegasian, monitoring dan
    evaluasi.
Metode Perencanaan
   a. Metode Pendekatan Terpadu
      Tujuan dan pencapaiannya dianggap sebagai suatu
      kebulatan yang utuh
      Cirinya:
      - Pemegang kebijakan menentukan tujuan, cara dan peralatan
     - Tidak terdapat pendelegasian kekuasaan  pembagian kerja

   b. Metode Pendekatan Motivasi
      Fokus pada perencanaan sektor-sektor yang strategis
      Cirinya:
         - Semua sektor dipelajari permasalahannya
         - prioritas pada sektor yang strategis
         - sektor yang berpengaruh langsung dampaknya
         - penganggaran ditentukan berdasarkan kepentingannya

   c. Metode Pendekatan Mengatur
      Tujuan pembangunan ditujukan pada masalah-masalah
      stabilitas, Kesempatan kerja dan mengatasi pengangguran,
      keseimbangan alat-alat pembayaran luar negeri dan
      permintaan/persediaan barang.
      Cirinya:
      - Negara menganut mekanisme pasar bebas.
         Tingkatan Perencanaan


a. Tingkatan Perencanaan Atas Jenjang Proses
–   Objective Planning (Perencanaan Tujuan)
–   Policy Planning (Perencanaan Kebijakan)
–   Prosedural Planning (Perencanaan Prosedur)
–   Frame Work Planning(Perencanaan Kerangka Kerja)
–   Project Planning (Perencanaan Pelaksanaan)

b. Tingkatan Perencanaan atas Jenjang
Manajemen
– Perencanaan Top Manajement, Policy Planning 
  Tujuan & Kebijakan.
– Perencanaan Midle Manajement, Administrative
  Planning  Tugas Organisas dan Pedoman
  Pelaksanaan
– Perencanaan Lower Level Manajement, Operational
  Planning  Teknik dan prosedur pelaksanaan, serta
  penggunaan sumber-sumber .
   c. Tingkatan Perencanaan atas Jenjang
        Kekuasaan
    – Perencanaan Kerangka Umum Strategis, sebagai
      Internal Policy Planning.
    – Perencanaan Administrasi, yang membagi tujuan
      yang tercantum dalam kerangka strategis, kedalam
      unit organisasi.
    – Perencanaan Operasional atau Perencanaan
      kerangka kerja.

   d. Tingkatan Perencanaan atas Jenjang
        Organisasi.
    – Policy Planning
    – Administrative Planning
    – Operasional Planning
             Tahapan Perencanaan

   Tahapan adalah kerangka
    perencanaan yang diletakkan di
    atas batas waktu.

   - Perencanaan jangka panjang ( 5 s/d 25 tahun)
   - Perencanaan jangka menengah ( 4 s/d 8 tahun)
   - Perencanaan jangka pendek (perenc. tahunan)
Kelaikan Perencanaan

   Kebenaran tujuan, bahwa semua
    persyaratan tujuan benar-benar suatu
    pilihan yang tepat, realistis, sesuai
    dengan kebutuhan.
   Kebenaran kebijakan, bahwa
    persyaratan tujuan, bagian-bagian
    tujuan, serta cara pencapaian dapat
    disesuaikan dengan keadaan dan
    kemampuan
   Rumusan dan formulasi, dilakukan
    secara benar dan dapat dimegerti
    sehingga tidak menimbulkan tafsiran
    yang berbeda

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Tags:
Stats:
views:273
posted:10/10/2011
language:Indonesian
pages:12