Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out

PROPOSAL PTK - IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL LEARNING TOGETHER DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PKN

VIEWS: 950 PAGES: 11

									                                               PKN




        PROPOSAL PTK


IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL LEARNING

  TOGETHER DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PKN

              PADA SISWA KELAS …………….

              TAHUN PELAJARAN 2006/2007




             HAND OUT INI HANYA SEBAGAI
             BAHAN RUJUKAN DAN MOTIVASI
              DALAM MENYUSUN PROPOSAL
                  KARYA ILMIAH PTK




                                                     1
A. Latar Belakang Masalah
           Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan adalah wahana untuk
    mengembangkan dan melestarikan nilai luhur yang berakar pada budaya bangsa
    Indonesia yang diharapkan dapat diwujudkan dalam bentuk perilaku kehidupan
    sehari-hari siswa.
           PKn di tingkat ……… bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan
    dalam memahami dan menghayati nilai Pancasila dalam rangka pembentukan
    sikap dan perilaku sebagai pribadi, anggota msyarakat, sdan warga negara yang
    bertanggung jawab serta memberi bekal kemampuan untuk mengikuti
    pendidikan pada jernjang pendidikan selanjutnya. Untuk mencapai tujuan
    tersebut diperlukan sarana dan prasarana apenunjang, seperti kurikulum, guru
    pengajar maupun metode pengajaran,
           Titik sentral yang harus dicapai setiap kegiatan beljar mengajar adalah
    tercapainya tujuan pengajaran. Apapun yang ternasuk petrangkat priogram
    pengajaran dituntut secara mutlak untuk menunjang tercapainya tujuan. Guru
    tidak dibenarkan mengajar dengan kemalasan. Anak didikpun diwajibkan
    mempunyai kreativitas yang tinggi dalam belajar, bukan selalu menanti perintah
    guru. Kedua unsur manusiawi ini juga beraktivitas tidak lain karena ingin
    mencapai tujuan secara efektif dan efisien.
           Guru sebagai salah satu sumber belajar berkewajiban menyediakan
    lingkungan belajar yang kreatif bagi kegiatan belajar anak didik di kelas. Salah
    satu kegiatan yang harus guru lakukan adalah melakukan pemilihan dan
    menentukan metode yang bagimana yang akan dipilih untuk mencapai tujuan
    pengajaran. Pemilihan dan penentuan metode ini didasari adanya metode-metode
    tertentu yang tidak bisa dipakai untuk mencapai tujuan tertentu.
           PKn sebagai salah satu bidang studi yang diberikan di sekolah-sekolah
    umum maupun madrasah-madrasah mulai dari tingkat dasar hingga perguruan
    tingi memiliki nilai-nilai histories yang tidak terdapat pada bidang studi lainnya.
    Karena PKn sebagai suatu bidang studi memiliki dasar konstitusional yaitu UUD
    1945 dan ketetapan MPR No.II/MPR/1993.
           Perjalanan yang berliku-0liku dan penuh tantangan semenjak proses
    terbentuknya sampai pada keadaan sekarang yang menghantarkan PKn sebagai
    bahan kajian yang sangat menarik. Apalagi akhir-akhir ini ada sekelompok
    orang yang meragukan eksistensi PKn karena banyaknya penyelewengan dan
    pengkhianatan Pancasila. Sehingga pembangunan manusia seutuhnya menjadi
    terhambat. Dan ada pula yang mempertanyakan keberhasilan pengajaran PKn
    terhadap moral pelajar khususnya dan masyarakat luasa pada umumnya.
            Bahkan ada sebagian orang yang megusulkan agar PKn tidak diajarkan
    lagi sebagai salah satu dari komponen pendidikan. Ironisnya hal ini dilontarkan
    pada saat bangsa Indonesia sedang giat-giatnya melaksanakan Pembangunan
    Nasional di segala bidang.
            Dengan memperhatikan gejala-gejala tersebut di atas, maka timbul
    pernyataan dalam benak penulis, sejauhmanakah keberhasilan pengajaran PKn

                                                                                     2
     selama ini? Padahal sering digembar-gemborkan sebagai bangsa Indonesia kita
     harus atau wajib mengamalkan Pancasila sebagai pedoman hidup dalam
     berbangsa dan bernegara. Tetapi kenyataannya masih banyak terdapat
     penyimpangan-penyimpangan dan pengkianatan terhadap nilai-nilai luhir yang
     terkandung dalam Pancasila bahwa ada beberapa faktor yang menjadi
     penyebabnya, diantaranya faktor tersebut adalah strategi pembelajaran yang
     kurang mengena terhadap pembelajaran PKn dalam meningkatkan pemahaman
     siswa terhadap pebelajaran PKn.
B. Permasalahan
   Bertitik tolak dari latar belakang diats maka penulis merumuskan
   permasalahannya sebagai berikut:
     1. Bagaimanakah peningkatan prestasi belajar PKn dengan diterapkannya
            pembelajaran konstektual model pengajaran Model Learning together pada
            siswa kelas …………… tahun pelajaran…………….?
     2. Bagaimanakah pengaruh pembelajaran kontekstual model pengajaran
            Model Learning together terhadap motifasi belajar PKn pada siswa kelas
            ………………tahun pelajaran……….?
C. Cara Memecahkan Masalah
              Metode pemecahan masalah yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu
    melalui pembelajaran menggunakan metode learning together. Dengan metode ini
    diharapkan pemahaman konsep materi PKn yang disampaikan pada siswa dapat
    meningkat.
D. Tujuan Penelitian
               Sesuai dengan permasalahan di atas, penelitian ini bertujuan untuk:
    1. Mengetahui tingkat pengusasaan materi pelajaran PKn                                     siswa
        ...........................Tahun Pelajaran 2006/2007.
    2. Mengetahui pengaruh penggunaan metode learning together dalam
        memotivasi belajar PKn                  pada siswa ...........................Tahun Pelajaran
        2006/2007.
    3. Menyempurnakan pembelajaran PKn dalam meningkatkan prestasi belajar
        pada siswa kelas ……… Tahun Pelajaran 2006/2007.
E. Manfaat Penelitian
              Penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi:
     3. Menambah pengetahuan dan wawasan penulis tentang peranan guru PKn
          dalam meningkatkan pemahaman siswa belajar PKn.
     4. Sumbangan pemikiran bagi guru PKn dalam mengajar dan meningkatkan
          pemahaman siswa belajar PKn.
     5. Sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan metode pembelajaran yang
          dapat memberikan manfaat bagi siswa.
     6. Sebagai penentu kebijakan dalam upaya meningkatkan prestasi belajar siswa
          khususnya pada mata pelajaran PKn.
     7. Menerapkan metode yang tepat sesuai dengan materi pelajaran PKn.
F. Tinjauan Pustaka

                                                                                                   3
    1. Definisi Pembelajaran
              Pembelajaran adalah proses, cara, menjadikan orang atau makhluk hidup
    belajar. Sedangkan belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu,
    berubah tingkah laku atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman (KBBI,
    1996:14).
              Sependapat dengan pernyataan tersebut, Sutomo (1993:68),
    mengemukakan bahwa belajar adalah proses pengelolaan lingkungan seseorang
    dengan sengaja dilakukan sehingga memungkinkan dia belajar untuk melakukan
    atau mempertunjukkan tingkah laku tertentu pula. Sedangkan belajar adalah suatu
    proses pertumbuhan yang bersifat fisik, tetapi perubahan dalam kebiasaan ,
    kecakapan, bertambah pengetahuan, berkembang daya pikir, sikap dan lain-lain
    (Soetomo, 1993:120).
              Pasal 1 Undang-Undang No. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan
    nasional menyebutkan bahwa pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik
    dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.
              Jadi, pembelajaran adalah proses yang disengaja yang menyebabkan siswa
    belajar pada suatu lingkungan belajar untuk melakaukan kegiatan pada situasi
    tertentu.
2. Model LT (Learning Together)
              Para siswa dikelompokkan ke dalam tim dengan empat sampai lima orang
    per tim dan heterogen kemampuannya. Para siswa bekerja sebagai suatu keompok
    untuk menyelesaikan sebuah produk kelompok, berbagai gagasan, dan membantu
    satu sama lain dengan jawaban, dan meminta bantuan dari teman yang lain
    sebelum bertanya kepada guru, dan si guru memberikan penghargaan kepada
    kelompok berdasarkan kinerja kelompok.
G. Jenis Penelitian
              Penelitian ini merupakan penelitian tindakan (action research), karena
    penelitian dilakukan untuk memecahkan masalah pembelajaran di kelas.
    Penelitian ini juga termasuk penelitian deskriptif, sebab menggambarkan
    bagaimana suatu teknik pembelajaran diterapkan dan bagaimana hasil yang
    diinginkan dapat dicapai.
              Penelitian ini mengacu pada perbaikan pembelajaran yang
    berkesinambungan. Kemmis dan Taggart (1988:14) menyatakan bahwa model
    penelitian tindakan adalah berbentuk spiral. Tahapan penelitian tindakan pada
    suatu siklus meliputi perencanaan atau pelaksanaan observasi dan refleksi. Siklus
    ini berlanjut dan akan dihentikan jika sesuai dengan kebutuhan dan dirasa sudah
    cukup.
    1. Lokasi Penelitian
                    Lokasi penelitian adalah tempat yang digunakan dalam melakukan
        penelitian untuk memperoleh data yang diinginkan. Penelitian ini bertempat di
        ...........................Tahun Pelajaran 2006/2007.
    2. Waktu Penelitian



                                                                                   4
                Waktu penelitian adalah waktu berlangsungnya penelitian atau saat
         penelitian ini dilangsungkan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober
         semester ganjil 2006/2007.
   3. Subjek Penelitian
                Subyek penelitian adalah siswa-siswi ...........................Tahun Pelajaran
        2006/2007 pada pokok bahasan ...................
H. Perencanaan
            Menurut pengertiannya penelitian tindakan adalah penelitian tentang hal-
   hal yang terjadi dimasyarakat atau sekolompok sasaran, dan hasilnya langsung
   dapat dikenakan pada masyarakat yang bersangkutan (Arikunto, 2002:82). Ciri
   atau karakteristik utama dalam penelitian tindakan adalah adanya partisipasi dan
   kolaborasi antara peneliti dengan anggota kelompok sasaran. Penelitian tidakan
   adalah satu strategi pemecahan masalah yang memanfaatkan tindakan nyata
   dalam bentuk proses pengembangan inovatif yang dicoba sambil jalan dalam
   mendeteksi dan memecahkan masalah. Dalam prosesnya pihak-pihak yang
   terlibat dalam kegiatan tersebut dapat saling mendukung satu sama lain.
            Sedangkan tujuan penelitian tindakan harus memenuhi beberapa prinsip
   sebagai berikut:
   1. Permasalahan atau topik yang dipilih harus memenuhi kriteria, yaitu benar-
        benar nyata dan penting, menarik perhatian dan mampu ditangani serta dalam
        jangkauan kewenangan peneliti untuk melakukan perubahan.
   2. Kegiatan penelitian, baik intervensi maupun pengamatan yang dilakukan tidak
        boleh sampai mengganggu atau menghambat kegiatan utama.
   3. Jenis intervensi yang dicobakan harus efektif dan efisien, artinya terpilih
        dengan tepat sasaran dan tidak memboroskan waktu, dana dan tenaga.
   4. Metodologi yang digunakan harus jelas, rinci, dan terbuka, setiap langkah dari
        tindakan dirumuskan dengan tegas sehingga orang yang berminat terhadap
        penelitian tersebut dapat mengecek setiap hipotesis dan pembuktiannya.
   5. Kegiatan penelitian diharapkan dapat merupakan proses kegiatan yang
        berkelanjutan (on-going), mengingat bahwa pengembangan dan perbaikan
        terhadap kualitas tindakan memang tidak dapat berhenti tetapi menjadi
        tantangan sepanjang waktu. (Arikunto, 2002:82-83).
            Sesuai dengan jenis penelitian yang dipilih, yaitu penelitian tindakan,
   maka penelitian ini menggunakan model penelitian tindakan dari Kemmis dan
   Taggart (1988:14), yaitu berbentuk spiral dari siklus yang satu ke siklus yang
   berikutnya. Setiap siklus meliputi planning (rencana), action (tindakan),
   observation (pengamatan), dan reflection (refleksi). Langkah pada siklus
   berikutnya adalah perencanaan yang sudah direfisi, tindakan, pengamatan, dan
   refleksi. Sebelum masuk pada siklus 1 dilakukan tindakan pendahuluan yang
   berupa identifikasi permasalahan. Siklus spiral dari tahap-tahap penelitian
   tindakan kelas dapat dilihat pada gambar berikut:




                                                                                             5
                                                                             Putaran 1

                            Refleksi                Rencana
                                                 awal/rancangan


                           Tindakan/                                        Putaran 2
                           Observasi
                                                  Rencana yang
                            Refleksi                 direvisi

                           Tindakan/                                        Putaran 3
                           Observasi

                                                  Rencana yang
                            Refleksi                 direvisi

                           Tindakan/
                           Observasi



                              Gambar 3.1 Alur PTK
   Penjelasan alur di atas adalah:
   1. Rancangan/perencana awal, sebelum mengadakan penelitian peneliti
       menyusun rumusan masalah, tujuan dan membuat rencana tindakan, termasuk
       di dalamnya instrumen penelitian dan perangkat pembelajaran.
   2. Pelaksanaan dan pengamatan, meliputi tindakan yang dilakukan oleh peneliti
       sebagai upaya membangun pemahaman konsep siswa serta mengamati hasil
       atau dampak dari diterapkannya metode pengajaran dengan menggunakan
       learning together
   3. Refleksi, peneliti mengkaji, melihat dan mempertimbangkan hasil atau
       dampak dari tindakan yang dilakukan berdasarkan lembar pengamatan yang
       diisi oleh pengamat.
   4. Rancangan/rencana yang direfisi, berdasarkan hasil refleksi dari pengamat
       membuat rangcangan yang direfisi untuk dilaksanakan pada siklus berikutnya.
           Penelitian ini dilaksanakan selama tiga siklus/putaran.Observasi dibagi
   dalam tiga putaran, yaitu putaran 1, 2, dan 3, dimana masing putaran dikenai
   perlakuan yang sama (alur kegiatan yang sama) dan membahas satu sub pokok
   bahasan yang diakhiri dengan tes formatif di akhir masing putaran. Dibuat dalam
   tiga putaran dimaksudkan untuk memperbaiki sistem pengajaran yang telah
   dilaksanakan.
I. Prosedur Pelaksanaan
           Prosedur pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini terdiri dari tiga siklus.
   Masing-masing siklus dilaskanakan sesuai dengan perubahan yang dicapai,
   seperti yang telah didesain dalam faktor-faktor yang diselidiki. Untuk mengetahui
   permasalahan efektivitas pembelajaran PKn di ...........................Tahun Pelajaran

                                                                                         6
    2006/2007 dilakukan observasi terhadap kegiatan pembelajaran yang dilakukan
    guru selain itu diadakan diskusi antara guru sebagai peneliti dengan para
    pengamat sebagai kolaborator dalam penelitian ini. Melalui langkah-langkah
    tersebut akan diapat ditentukan bersama-sama antara guru dan pengamat untuk
    menetapkan tindakan yang tepat dalam rangka meningkatkan efektivitas
    pembelajaran PKn.
            Berdasarkan hasil diskusi dengan para kolabotor, maka langkah yang
    paling tepat untuk meningkatkan pembelajaran adalah dengan meningkatkan
    motivasi, aktivitas dan peran serta siswa dalam kegiatan pembelajaran tersebut.
    Sehubungan dengan hal tersebut, maka tindakan yang paling tepat adalah dengan
    mengembangkan keterampilan intelektual siswa.
            Dengan berpedoman pada refleksi awal tersebut, maka prosedur
    pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini meliputi: (1) perencanaan, (2)
    pelaksanaan tindakan, (3) observasi, dan (4) refleksi dalam setiap siklus.
            Secara rinci prosedur penelitian tindakan ini dijabarban dalam uraian
    berikut ini.
    1. Tahap Perencanaan
        Pada tahap perencanaan ini kegiatannya meliputi:
        a. Peneliti dan pengamat menetapkan alternatif peningkatan efektivitas
            pembelajaran PKn .
        b. Peneliti bersama-sama kolaborator membuat perencanaan pengajaran yang
            mengembangkan keterampilan intelektual.
        c. Mendiskusikan tentang pembelajaran PKn              yang mengembangkan
            keterampilan intelektual siswa.
        d. Menginventarisir media pembelajaran.
        e. Membuat lembar observasi.
        f. Mendesain alat evaluasi
    2. Tahap Pelaksanaan Tindakan
        Pada tahap pelaksanaan tindakan ini kegiatanya adalah melaksanakan
        kegiatan pembelajaran sebagaimana yang telah direncanakan.
    3. Tahap Observasi
        Pada tahap observasi ini kegiatan yang dilaksanakan yaitu mengobservasi
        terhadap pelaksanaan tindakan dengan menggunakan lembar observasi yang
        telah dipersiapkan.
    4. Tahap Refleksi
        Pada tahap refleksi ini kegiatannya yaitu meliputi analisis data yang diperoleh
        melalui observasi pengamatan. Berdasarkan hasil observasi tersebut, guru
        dapat merefleksikan diri tentang kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan.
        Dengan demikian, guru akan dapat mengetahui efektivitas kegiatan
        pembelajaran yang telah dilakukan. Berdasarkan hasil refleksi ini akan dapat
        diketahui kelemahan kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru
        sehingga dapat digunakan untuk menentukan tindakan pada siklus selanjutnya
I. Jadwal Penelitian

                                                                                     7
 No.   Uriaian Kegiatan           Tahun 200…, (bulan dan minggu ke-)
                                   Jan Peb Mar Apr Mei Juni Juli Ags Sept Okt
                                  1234 1234 1234 1234 1234 1234 1234 1234 1234 1234
 1.    Perencanan
       a. Observasi di sekolah
       b. Penyusunan Proposal
 2.    Persiapan
       a. Pembuatan Silabus
           dan RP (Rencana
           Pembelajaran)
       b. Pembuatan Kartu
           Kerja
       c. Pembuatan LO
           (Lembar Observasi)
       d. Pembuatan rambu-
           rambu penilian
       e. Pembuatan soal test
           formatif
       f. Validasi instrument
           penelitian dan soal-
           soal test formatif
 3.    Pelaksanaan PTK di
       sekolah
 4.    a. Tabulasi data
       b. Analisis Data
 5.    Penyusunan Laporan
 6.    Seminar Hasil Penelitian

M. Biaya Penelitian
   1. Biaya persiapan
      a. Pembuatan Proposal
          (konsumsi, ATK, Foto Copy)                              Rp.     ...……..
      b. Transpor rapat persiapan penentuan
          judul 4 orang @ Rp. ………..                               Rp.     ………..
      c. Komsumsi rapat                                           Rp.     ………..
   2. Biaya Operasional
      Perincian berlaku untuk setiap siklus
      a. Perencanaan Tindakan
          1) Observasi awal
             Transport 4 peneliti @ Rp. ………..                     Rp.     ………..
             Penyediaan alat-alat observasi                       Rp.     ………..
          2) Pembuatan alat penelitian
             Transport pembuatan skenarion pembelajaran           Rp.     ………..
             Transport pembuatan alat evaluasi pembelajaran       Rp.     ………..
             Biaya pembuatan alat media pembelajaran              Rp.    ………..
          3) ATK
             Kertas spidol, penggaris, pensil, dll.               Rp.    ………..


                                                                                    8
               Jumlah                                            Rp.    ………..
      b. Biaya Implementasi Tindakan
           Pelaksanaan sebanyak tiga kali tindakan dalam
           satu siklus
           Honor guru 2 orang @ Rp. ………..
           3 X 2 X Rp. ………..                                     Rp.    ………..
      c. Biaya observasi dan evaluasi dilakukan oleh tim peneliti
           1) Transport dan konsumsi 2 orang observer
               dalam 3 kali tindakan @ Rp. ………..                 Rp.    ………..
           2) Transport dan konsumsi analisis data
               4 X 3 X Rp. ………..                                 Rp.    ………..
      d. Biaya Analisi dan Refleksi
           Transport dan konsumsi refleksi dan
           Analisis data 4 X 3 X Rp. ………..                       Rp.    ………..
           Jumlah biaya pelaksanaan satu kali siklus :           Rp.   ………..
           Biaya operasional tiga kali siklus                    Rp.   ………..
   3. Penyusunan Hasil Penelitian
      a. Menyusun konsep laporan
           4 orang x 3 hari                                      Rp.    ………..
      b. Menyusun bahan seminar                                  Rp.    ………..
      c. Menyelenggarakan seminar
           30 x Rp. ………..                                        Rp.    ………..
      d. Menyusun laporan akhir                                  Rp.    ………..
           Jumlah                                                Rp.    ………..
   4. Penggandaan dan Pengiriman Laporan Akhir
      a. Penggandaan laporan                                     Rp.    ………..
      b. ATK                                                     Rp.    ………..
      c. Pengiriman hasil penelitian                             Rp.    ………..
           Jumlah                                                Rp.    ………..
   5. Biaya lain-lain
      a. Sewa kompoter 8 bln x Rp. ………..                         Rp.    ………..
      b. Buku dan pustaka acuan                                  Rp.    ………..
      c. Managemen fee                                           Rp.    ………..
      d. Pengelolaan internal                                    Rp.    ………..
      e. Penyusunan, penggandaan, dan
           pengiriman dokumen kontrol                            Rp.    ………..
           Jumlah                                                RP.   ………..
Jumlah seluruh biaya penelitian
   1. Persiapan                                                  Rp.   ………..
   2. Pelaksanaan                                                Rp.   ………..
   3. Penyusunan laporan hasil penelitian                        Rp.   ………..
   4. Penggandaan dan pengiriman laporan akhir                   Rp.   ………..
   5. Biaya lain-lain                                            Rp.   ………..

                                                                                9
   Jumlah keseluruhan                                          Rp. ………..

Personalia Tim Peneliti
1. Ketua Tim Peneliti
    a. Nama lengkap dan gelar             : ……………………………………….
    b. Jenis Kelamin                      : ……………………………………….
    c. Pangkat/Golongan/NIP               : ……………………………………….
    d. Jabatan Fungsional                 : ……………………………………….
    e. Bidang Keahlian                    : ……………………………………….
2. Wakil Ketua Peneliti
    a. Nama lengkap dan gelar             : ……………………………………….
    b. Jenis Kelamin                      : ……………………………………….
    c. Pangkat/Golongan/NIP               : ……………………………………….
    d. Jabatan Fungsional                 : ……………………………………….
    e. Unit Kerja                         : ……………………………………….
    f. Bidang Keahlian                    : ……………………………………….
3. Anggota Peneliti I
    a. Nama lengkap dan gelar             : ……………………………………….
    b. Jenis Kelamin                      : ……………………………………….
    c. Pangkat/Golongan/NIP               : ……………………………………….
    d. Jabatan Fungsional                 : ……………………………………….
    e. Bidang Keahlian                    : ……………………………………….
4. Anggota Peneliti II
    a. Nama lengkap dan gelar            : ……………………………………….
    b. Jenis Kelamin                     : ……………………………………….
    c. Pangkat/Golongan/NIP              : ……………………………………….
    d. Jabatan Fungsional                : ……………………………………….
    e. Bidang Keahlian                   : ……………………………………….
                                Daftar Pustaka
Ali, Muhammad. 1996. Guru Dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru
       Algesindon.
Arikunto, Suharsimi. 1993. Manajemen Mengajar Secara Manusiawi. Jakarta:
       Rineksa Cipta.
Arikunto, Suharsimi. 2001. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara
Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta:
       Rineksa Cipta.
Azhar, Lalu Muhammad. 1993. Proses Belajar Mengajar Pendidikan. Jakarta: Usaha
       Nasional
Daroeso, Bambang. 1989. Dasar dan Konsep Pendidikan Moral Pancasila.
      Semarang: Aneka Ilmu.


                                                                              10
Djamarah, Syaiful Bahri. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineksa Cipta.
Djamarah. Syaiful Bahri. 2002. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineksa Cipta.
Hadi, Sutrisno. 1982. Metodologi Research, Jilid 1. Yogyakarta: YP. Fak. Psikologi
       UGM.
Hamalik, Oemar. 2002. Psikologi Belajar dan Mengajar. Bandung: Sinar Baru
      Algesindo.
Hasibuan. J.J. dan Moerdjiono. 1998. Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja
      Rosdakarya.
Margono. 1997. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta. Rineksa Cipta.
Masriyah. 1999. Analisis Butir Tes. Surabaya: Universitas Press.
Ngalim, Purwanto M. 1990. Psikologi Pendidikan. Bandung: PT. Remaja
      Rosdakarya.
Nur, Moh. 2001. Pemotivasian Siswa untuk Belajar. Surabaya. University Press.
      Universitas Negeri Surabaya.
Rahim, Farida. 2005. Pengajaran Membaca di Sekolah Dasar. Jakarta: Bumi Aksara.
Rustiyah, N.K. 1991. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Bina Aksara.
Sardiman, A.M. 1996. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Bina
      Aksara.
Soekamto, Toeti. 1997. Teori Belajar dan Model Pembelajaran. Jakarta: PAU-PPAI,
      Universitas Terbuka.
Sukidin, dkk. 2002. Manajemen Penelitian Tindakan Kelas. Surabaya: Insan
       Cendekia.
Surakhmad, Winarno. 1990. Metode Pengajaran Nasional. Bandung: Jemmars.
Suryosubroto, B. 1997. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta: PT. Rineksa
      Cipta.
Syah, Muhibbin. 1995. Psikologi Pendidikan, Suatu Pendekatan Baru. Bandung:
      Remaja Rosdakarya.
Usman, Moh. Uzer. 2001. Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Yusuf, Munawir, dkk. 2003. Pendidikan Bagi Anak dengan Problema Belajar. Solo:
       Tiga Serangkai
Arsyad, Azhar, 2006.Media Pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Perkasa.




                                                                                    11

								
To top