Docstoc

PROPOSAL PTK - UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PKN MELALUI METODE PEMBELAJARAN MODEL JIGSAW

Document Sample
PROPOSAL PTK - UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI  BELAJAR PKN MELALUI METODE PEMBELAJARAN MODEL JIGSAW Powered By Docstoc
					                                                        PKN




     PROPOSAL PTK


UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PKN MELALUI

      METODE PEMBELAJARAN MODEL JIGSAW

          PADA SISWA KELAS ..........................

            TAHUN PELAJARAN 2007/2008




          HAND OUT INI HANYA SEBAGAI
          BAHAN RUJUKAN DAN MOTIVASI
           DALAM MENYUSUN PROPOSAL
               KARYA ILMIAH PTK




                                                              1
A. Latar Belakang Masalah

           Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan adalah wahana untuk

    mengembangkan dan melestarikan nilai luhur yang berakar pada budaya bangsa

    Indonesia yang diharapkan dapat diwujudkan dalam bentuk perilaku kehidupan

    sehari-hari siswa.

           PKn di tingkat ………… bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan

    dalam memahami dan menghayati nilai Pancasila dalam rangka pembentukan

    sikap dan perilaku sebagai pribadi, anggota msyarakat,dan warga negara yang

    bertanggung jawab serta memberi bekal kemampuan untuk mengikuti

    pendidikan pada jernjang pendidikan selanjutnya. Untuk mencapai tujuan

    tersebut diperlukan sarana dan prasarana apenunjang, seperti kurikulum, guru

    pengajar maupun metode pengajaran,

           Titik sentral yang harus dicapai setiap kegiatan beljar mengajar adalah

    tercapainya tujuan pengajaran. Apapun yang ternasuk petrangkat priogram

    pengajaran dituntut secara mutlak untuk menunjang tercapainya tujuan. Guru

    tidak dibenarkan mengajar dengan kemalasan. Anak didikpun diwajibkan

    mempunyai kreativitas yang tinggi dalam belajar, bukan selalu menanti perintah

    guru. Kedua unsur manusiawi ini juga beraktivitas tidak lain karena ingin

    mencapai tujuan secara efektif dan efisien.

           Guru sebagai salah satu sumber belajar berkewajiban menyediakan

    lingkungan belajar yang kreatif bagi kegiatan belajar anak didik di kelas. Salah

    satu kegiatan yang harus guru lakukan adalah melakukan pemilihan dan

                                                                                  2
menentukan metode yang bagimana yang akan dipilih untuk mencapai tujuan

pengajaran. Pemilihan dan penentuan metode ini didasari adanya metode-metode

tertentu yang tidak bisa dipakai untuk mencapai tujuan tertentu.

      PKn sebagai salah satu bidang studi yang diberikan di sekolah-sekolah

umum maupun madrasah-madrasah mulai dari tingkat dasar hingga perguruan

tingi memiliki nilai-nilai histories yang tidak terdapat pada bidang studi lainnya.

Karena PKn sebagai suatu bidang studi memiliki dasar konstitusional yaitu UUD

1945 dan ketetapan MPR No.II/MPR/1993.

      Perjalanan yang berliku-0liku dan penuh tantangan semenjak proses

terbentuknya sampai pada keadaan sekarang yang menghantarkan PKn sebagai

bahan kajian yang sangat menarik. Apalagi akhir-akhir ini ada sekelompok

orang yang meragukan eksistensi PKn karena banyaknya penyelewengan dan

pengkhianatan Pancasila. Sehingga pembangunan manusia seutuhnya menjadi

terhambat. Dan ada pula yang mempertanyakan keberhasilan pengajaran PKn

terhadap moral pelajar khususnya dan masyarakat luasa pada umumnya.

       Bahkan ada sebagian orang yang megusulkan agar PKn tidak diajarkan

lagi sebagai salah satu dari komponen pendidikan. Ironisnya hal ini dilontarkan

pada saat bangsa Indonesia sedang giat-giatnya melaksanakan Pembangunan

Nasional di segala bidang.

       Dengan memperhatikan gejala-gejala tersebut di atas, maka timbul

pernyataan dalam benak penulis, sejauhmanakah keberhasilan pengajaran PKn

selama ini? Padahal sering digembar-gemborkan sebagai bangsa Indonesia kita

                                                                                 3
      harus atau wajib mengamalkan Pancasila sebagai pedoman hidup dalam

      berbangsa dan bernegara. Tetapi kenyataannya masih banyak terdapat

      penyimpangan-penyimpangan dan pengkianatan terhadap nilai-nilai luhir yang

      terkandung dalam Pancasila bahwa ada beberapa faktor yang menjadi

      penyebabnya, diantaranya faktor tersebut adalah strategi pembelajaran yang

      kurang mengena terhadap pembelajaran PKn dalam meningkatkan pemahaman

      siswa terhadap pebelajaran PKn.

B. Permasalahan

     Bertitik tolak dari latar belakang diats maka penulis merumuskan

     permasalahannya sebagai berikut:

      1.   Bagaimanakah peningkatan prestasi belajar PKn dengan diterapkannya

           pembelajaran konstektual model pengajaran Model Jigsaw       pada siswa

           kelas …………… tahun pelajaran…………….?

      2.   Bagaimanakah pengaruh pembelajaran kontekstual model pengajaran

           Model Jigsaw        terhadap motifasi belajar PKn pada siswa kelas

           ………………tahun pelajaran…………………?

C.     Cara Memecahkan Masalah

             Metode pemecahan masalah yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu

     melalui pembelajaran menggunakan metode jigsaw. Dengan metode ini

     diharapkan pemahaman konsep materi PKn yang disampaikan pada siswa dapat

     meningkat.

D. Tujuan Penelitian

                                                                                4
           Sesuai dengan permasalahan di atas, penelitian ini bertujuan untuk:

   1. Mengetahui       tingkat     pengusasaan       materi   pelajaran   PKn     siswa

      ...........................Tahun Pelajaran 2007/2008.

   2. Mengetahui pengaruh penggunaan metode jigsaw dalam memotivasi belajar

      PKn pada siswa ...........................Tahun Pelajaran 2007/2008.

   3. Menyempurnakan pembelajaran PKn dalam meningkatkan prestasi belajar

      pada siswa kelas ……… Tahun Pelajaran 2007/2008.

E. Manfaat Penelitian

          Penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi:

    3. Menambah pengetahuan dan wawasan penulis tentang peranan guru PKn

        dalam meningkatkan pemahaman siswa belajar PKn.

    4. Sumbangan pemikiran bagi guru PKn dalam mengajar dan meningkatkan

        pemahaman siswa belajar PKn.

    5. Sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan metode pembelajaran yang

        dapat memberikan manfaat bagi siswa.

    6. Sebagai penentu kebijakan dalam upaya meningkatkan prestasi belajar siswa

        khususnya pada mata pelajaran PKn.

    7. Menerapkan metode yang tepat sesuai dengan materi pelajaran PKn.

F. Tinjauan Pustaka

   1. Meningkatkan Motivasi Belajar

         Telah disepakati oleh ahli pendidikan bahwa guru merupakan kunci alam

   proses belajar mengajar. Bila al ini dilihat dari segi nilai lebih yang dimiliki oleh

                                                                                      5
guru dibandingkan dengan siswanya. Nilai lebih ini dimiliki oleh guru terutama

dalam ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh guru biang studi pengjarannya. Walau

demikian nilai lebih itu tidak akan dapat diandalkan oleh guru, pabila ia tidak

memiliki teknik-teknik yang tept untuk mentransferkan kepada siswa. Disamping

itu kegiatan mengajar adalah satu aktivitas yang sangan kompleks, karena itu

sangat sukar bagi guru PKn bagaimana caranya mengajar dengan baik agr dapat

meningkatkan motivasi siswa dalam belajar PKn.

     Untuk merealisasikan keinginan tersebut, maka aa beberapa prinsip umum

yang harus dipegang oleh guru PKn dalam menjalankan tugasnya.

Menurut Prof. Dr. S. Nasution, prinsip-prinsip umum yang hrus dipegang oleh

guru PKn dalam menjalankan tugasnya adalah sebagai berikut :

1. Guru yang baik memahami dan menghormaati siswa.

2. Guru yang bik harus menghormati bahan pelajaran yang diberikannya.

3. guru hendaknya menyesuikan bahan pelajaran yang diberikan dengan

   kemampuan siswa.

4. Guru hendaknya menyesuaikan metode pengajar dengan pelajarannya.

5. Guru yang baik mengaktifkan siswa dalam belajar.

6. Guru yang baik memberikan pengertian, bukan hanya dengan kata-kata

   belaka. Hal ini unmtuk menghindari verbalisme pada murid.

7. Guru menghubungkan pelajaran pada kehidupan siswa.

8. Guru terkait dengan teks book.




                                                                             6
   9. Guru yang baik tidak hanya mengjar dalam arti menyampaikan pengetahuan,

      melainkan senantiasa membentuk kepribadian siswanya.

   Sehubungan dengan upya meningkatkan motivasi belajar siswa ada dua prinsip

   yang harus diperhatikan oleh guru sebagaimana yang dikemukakan oleh Thomas

   F. Suton sebagi berikut :

   1. Menyelidiki dengan jelas dan tegas apa yang diharapkan dari pelajaran untuk

      di pelajari dan mengapa ia diharapkan mempelajarinya.

   2. Menciptakan kesadaran yang tinggi pada pelajaran akan pentingnya memiliki

      skill dan pengetahuan yang akan diberikan oleh program pendidikn itu.

          Dari prinsip-prinsip umum di atas, menunjukkan bahwa perann guru PKn

   dlm mengajar PKn dapat dikatkan sangat dominant, begitu pul dlam

   meningkatkan motivasi belajar sisw tampaknya guru yng mengetahui akan

   kemampuan siswa-siswanya baik secr individual maupun secara kelompok, guru

   mengetahui persoalan-persoalan belajar dan mengajar, guru pula yang mengethui

   kesulitan-kesulitan   siswa   teraap   pelajaran   PKn   dn   bagaimana    cara

   memecahkannya.

2. Model Jigsaw

          Metode ini dikembangkan oleh Elliot Aronson dan kawan-kawannya dari

   Universitas Texas dan kemudian diadaptasi oleh Slavin dan kawan-kawannya.

   Melalui metode Jigsaw kelas dibagi menjadi beberapa tim yang anggotanya

   terdiri dari atau enam siswa dengan karakteristik yang heterogen. Bahan

   akademik disajikan kepada siswa dalam bentuk teks; dan tiap siswa bertanggung

                                                                                7
   jawab untuk mempelajari suatu bagian dari bahan akademik tersebut. Pada

   anggota dari berbagai tim yang berbeda memiliki tanggung jawab untuk

   mempelajari suatu bagian akademik yang sama dan selanjutnya berkumpul untuk

   saling membantu mengkaji bagian bahan tersebut. Kumpulan siswa semacam itu

   desebut “kelompok pakar” (expert group). Selanjutnya, para pakar siswa yang

   berada dalam kelompok pakar kembali ke kelompoknya semula (home teams)

   untuk mengajar anggota lain mengenai materi yang telah dipelajari dalam

   kelompok pakar. Setelah diadakan pertemuan dan diskusi dalam “home teams”,

   para siswa dievaluasi secara individual mengenai bahan yang telah dipelajari.

   Dalam metode Jigsaw versi Slavin. Individu atau tim yang memperoleh skor

   tinggi diberi penghargaan oleh guru.

G. Jenis Penelitian

          Penelitian ini merupakan penelitian tindakan (action research), karena

   penelitian dilakukan untuk memecahkan masalah pembelajaran di kelas.

   Penelitian ini juga termasuk penelitian deskriptif, sebab menggambarkan

   bagaimana suatu teknik pembelajaran diterapkan dan bagaimana hasil yang

   diinginkan dapat dicapai.

           Penelitian   ini    mengacu    pada   perbaikan    pembelajaran     yang

   berkesinambungan. Kemmis dan Taggart (1988:14) menyatakan bahwa model

   penelitian tindakan adalah berbentuk spiral. Tahapan penelitian tindakan pada

   suatu siklus meliputi perencanaan atau pelaksanaan observasi dan refleksi. Siklus




                                                                                  8
  ini berlanjut dan akan dihentikan jika sesuai dengan kebutuhan dan dirasa sudah

  cukup.

  1. Lokasi Penelitian

              Lokasi penelitian adalah tempat yang digunakan dalam melakukan

     penelitian untuk memperoleh data yang diinginkan. Penelitian ini bertempat di

     ...........................Tahun Pelajaran 2007/2008.

  2. Waktu Penelitian

              Waktu penelitian adalah waktu berlangsungnya penelitian atau saat

      penelitian ini dilangsungkan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober

      semester ganjil 2007/2008.

  3. Subjek Penelitian

              Subyek penelitian adalah siswa-siswi ...........................Tahun Pelajaran

     2007/2008 pada pokok bahasan ...................

H. Perencanaan

           Menurut pengertiannya penelitian tindakan adalah penelitian tentang hal-

  hal yang terjadi dimasyarakat atau sekolompok sasaran, dan hasilnya langsung

  dapat dikenakan pada masyarakat yang bersangkutan (Arikunto, 2002:82). Ciri

  atau karakteristik utama dalam penelitian tindakan adalah adanya partisipasi dan

  kolaborasi antara peneliti dengan anggota kelompok sasaran. Penelitian tidakan

  adalah satu strategi pemecahan masalah yang memanfaatkan tindakan nyata

  dalam bentuk proses pengembangan inovatif yang dicoba sambil jalan dalam




                                                                                           9
mendeteksi dan memecahkan masalah. Dalam prosesnya pihak-pihak yang

terlibat dalam kegiatan tersebut dapat saling mendukung satu sama lain.

       Sedangkan tujuan penelitian tindakan harus memenuhi beberapa prinsip

sebagai berikut:

1. Permasalahan atau topik yang dipilih harus memenuhi kriteria, yaitu benar-

   benar nyata dan penting, menarik perhatian dan mampu ditangani serta dalam

   jangkauan kewenangan peneliti untuk melakukan perubahan.

2. Kegiatan penelitian, baik intervensi maupun pengamatan yang dilakukan tidak

   boleh sampai mengganggu atau menghambat kegiatan utama.

3. Jenis intervensi yang dicobakan harus efektif dan efisien, artinya terpilih

   dengan tepat sasaran dan tidak memboroskan waktu, dana dan tenaga.

4. Metodologi yang digunakan harus jelas, rinci, dan terbuka, setiap langkah dari

   tindakan dirumuskan dengan tegas sehingga orang yang berminat terhadap

   penelitian tersebut dapat mengecek setiap hipotesis dan pembuktiannya.

5. Kegiatan penelitian diharapkan dapat merupakan proses kegiatan yang

   berkelanjutan (on-going), mengingat bahwa pengembangan dan perbaikan

   terhadap kualitas tindakan memang tidak dapat berhenti tetapi menjadi

   tantangan sepanjang waktu. (Arikunto, 2002:82-83).

       Sesuai dengan jenis penelitian yang dipilih, yaitu penelitian tindakan,

maka penelitian ini menggunakan model penelitian tindakan dari Kemmis dan

Taggart (1988:14), yaitu berbentuk spiral dari siklus yang satu ke siklus yang

berikutnya. Setiap siklus meliputi planning (rencana), action (tindakan),

                                                                              10
observation (pengamatan), dan reflection (refleksi). Langkah pada siklus

berikutnya adalah perencanaan yang sudah direfisi, tindakan, pengamatan, dan

refleksi. Sebelum masuk pada siklus 1 dilakukan tindakan pendahuluan yang

berupa identifikasi permasalahan. Siklus spiral dari tahap-tahap penelitian

tindakan kelas dapat dilihat pada gambar berikut:



                                                                       Putaran 1

                        Refleksi              Rencana
                                           awal/rancangan


                       Tindakan/                                     Putaran 2
                       Observasi
                                               Rencana yang
                        Refleksi                  direvisi

                       Tindakan/                                     Putaran 3
                       Observasi

                                               Rencana yang
                        Refleksi                  direvisi

                       Tindakan/
                       Observasi


                           Gambar 3.1 Alur PTK

Penjelasan alur di atas adalah:

1. Rancangan/perencana       awal,   sebelum    mengadakan    penelitian   peneliti

   menyusun rumusan masalah, tujuan dan membuat rencana tindakan, termasuk

   di dalamnya instrumen penelitian dan perangkat pembelajaran.

                                                                                 11
   2. Pelaksanaan dan pengamatan, meliputi tindakan yang dilakukan oleh peneliti

      sebagai upaya membangun pemahaman konsep siswa serta mengamati hasil

      atau dampak dari diterapkannya metode pengajaran dengan menggunakan

      jigsaw

   3. Refleksi, peneliti mengkaji, melihat dan mempertimbangkan hasil atau

      dampak dari tindakan yang dilakukan berdasarkan lembar pengamatan yang

      diisi oleh pengamat.

   4. Rancangan/rencana yang direfisi, berdasarkan hasil refleksi dari pengamat

      membuat rangcangan yang direfisi untuk dilaksanakan pada siklus berikutnya.

           Penelitian ini dilaksanakan selama tiga siklus/putaran.Observasi dibagi

   dalam tiga putaran, yaitu putaran 1, 2, dan 3, dimana masing putaran dikenai

   perlakuan yang sama (alur kegiatan yang sama) dan membahas satu sub pokok

   bahasan yang diakhiri dengan tes formatif di akhir masing putaran. Dibuat dalam

   tiga putaran dimaksudkan untuk memperbaiki sistem pengajaran yang telah

   dilaksanakan.

I. Prosedur Pelaksanaan

          Prosedur pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini terdiri dari tiga siklus.

   Masing-masing siklus dilaskanakan sesuai dengan perubahan yang dicapai,

   seperti yang telah didesain dalam faktor-faktor yang diselidiki. Untuk mengetahui

   permasalahan efektivitas pembelajaran PKn di ...........................Tahun Pelajaran

   2007/2008 dilakukan observasi terhadap kegiatan pembelajaran yang dilakukan

   guru selain itu diadakan diskusi antara guru sebagai peneliti dengan para

                                                                                       12
pengamat sebagai kolaborator dalam penelitian ini. Melalui langkah-langkah

tersebut akan diapat ditentukan bersama-sama antara guru dan pengamat untuk

menetapkan tindakan yang tepat dalam rangka meningkatkan efektivitas

pembelajaran Bahasa Indonesia.

        Berdasarkan hasil diskusi dengan para kolabotor, maka langkah yang

paling tepat untuk meningkatkan pembelajaran adalah dengan meningkatkan

motivasi, aktivitas dan peran serta siswa dalam kegiatan pembelajaran tersebut.

Sehubungan dengan hal tersebut, maka tindakan yang paling tepat adalah dengan

mengembangkan keterampilan intelektual siswa.

        Dengan berpedoman pada refleksi awal tersebut, maka prosedur

pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini meliputi: (1) perencanaan, (2)

pelaksanaan tindakan, (3) observasi, dan (4) refleksi dalam setiap siklus.

        Secara rinci prosedur penelitian tindakan ini dijabarban dalam uraian

berikut ini.

1. Tahap Perencanaan

    Pada tahap perencanaan ini kegiatannya meliputi:

    a. Peneliti dan pengamat menetapkan alternatif peningkatan efektivitas

        pembelajaran PKn .

    b. Peneliti bersama-sama kolaborator membuat perencanaan pengajaran yang

        mengembangkan keterampilan intelektual.

    c. Mendiskusikan tentang pembelajaran PKn              yang mengembangkan

        keterampilan intelektual siswa.

                                                                             13
      d. Menginventarisir media pembelajaran.

      e. Membuat lembar observasi.

      f. Mendesain alat evaluasi

   2. Tahap Pelaksanaan Tindakan

      Pada tahap pelaksanaan tindakan ini kegiatanya adalah melaksanakan

      kegiatan pembelajaran sebagaimana yang telah direncanakan.

   3. Tahap Observasi

      Pada tahap observasi ini kegiatan yang dilaksanakan yaitu mengobservasi

      terhadap pelaksanaan tindakan dengan menggunakan lembar observasi yang

      telah dipersiapkan.

   4. Tahap Refleksi

      Pada tahap refleksi ini kegiatannya yaitu meliputi analisis data yang diperoleh

      melalui observasi pengamatan. Berdasarkan hasil observasi tersebut, guru

      dapat merefleksikan diri tentang kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan.

      Dengan demikian, guru akan dapat mengetahui efektivitas kegiatan

      pembelajaran yang telah dilakukan. Berdasarkan hasil refleksi ini akan dapat

      diketahui kelemahan kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru

      sehingga dapat digunakan untuk menentukan tindakan pada siklus selanjutnya

J. Instrumen Penelitian

         Instrumen atau alat ukur dalam penelitian ini adalah berupa tes. Tes

   adalah alat ukur yang diberikan kepada individu untuk mendapatkan jawaban-




                                                                                  14
jawaban yang diharapkan baik secara tertulis atau lisan atau secara perbuatan

(Sudjana dan Ibrahim, 1996:100).

       Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari:

1. Rencana Pelajaran (RP)

          Yaitu merupakan perangkat pembelajaran yang digunakan sebagai

   pedoman guru dalam mengajar dan disusun untuk tiap putaran. Masing-

   masing RP berisi kompetensi dasar, indikator pencapaian hasil belajar, tujuan

   pembelajaran khusus, dan kegiatan belajar mengajar.

2. Lembar Observasi Kegiatan Belajar Mengajar

   a. Lembar observasi pengelolaan metode pengajaran dengan menggunakan

       jigsaw,    untuk   mengamati    kemampuan      guru    dalam   mengelola

       pembelajaran.

   b. Lembar observasi aktivitas siswa dan guru, untuk mengamati aktivitas

       siswa dan guru selama proses pembelajaran.

3. Tes formatif

          Validitas Tes Tes ini disusun berdasarkan tujuan pembelajaran yang

   akan dicapai, digunakan untuk mengukur kemampuan pemahaman konsep

   PKn pada pokok bahasan membaca. Tes formatif ini diberikan setiap akhir

   putaran. Bentuk soal yang diberikan adalah pilihan ganda (objektif).

   Sebelumnya soal-soal ini berjumlah 42 soal yang telah diujicoba.




                                                                             15
K. Analisis Data

          Untuk mengetahui keefektivan suatu metode dalam kegiatan pembelajaran

   perlu diadakan analisa data. Pada penelitian ini menggunakan teknik analisis

   deskriptif kualitatif, yaitu suatu metode penelitian yang bersifat menggambarkan

   kenyataan atau fakta sesuai dengan data yang diperoleh dengan tujuan untuk

   mengetahui prestasi belajar yang dicapai siswa juga untuk memperoleh respon

   siswa terhadap kegiatan pembelajaran serta aktivitas siswa selama proses

   pembelajaran.

          Untuk menganalisis tingkat keberhasilan atau persentase keberhasilan

   siswa setelah proses belajar mengajar setiap putarannya dilakukan dengan cara

   memberikan evaluasi berupa soal tes tertulis pada setiap akhir putaran.

          Analisis ini dihitung dengan menggunakan statistik sederhana yaitu.

   1. Untuk menilai ulangan atau tes formatif

              Peneliti melakukan penjumlahan nilai yang diperoleh siswa, yang

      selanjutnya dibagi dengan jumlah siswa yang ada di kelas tersebut sehingga

      diperoleh rata-rata tes formatif dapat dirumuskan:


       X 
             X              Dengan         : X    = Nilai rata-rata
             N
                                              Σ X = Jumlah semua nilai siswa

                                              Σ N = Jumlah siswa

   2. Untuk ketuntasan belajar




                                                                                16
          Ada dua kategori ketuntasan belajar yaitu secara perorangan dan

   secara klasikal. Berdasarkan petunjuk pelaksanaan belajar mengajar

   kurikulum 1994 (Depdikbud, 1994), yaitu seorang siswa telah tuntas belajar

   bila telah mencapai skor 65% atau nilai 65, dan kelas disebut tuntas belajar

   bila di kelas tersebut terdapat 85% yang telah mencapai daya serap lebih dari

   atau sama dengan 65%. Untuk menghitung persentase ketuntasan belajar

   digunakan rumus sebagai berikut.


   P
         Siswa. yang.tuntas.belajar x100%
                  Siswa
3. Untuk lembar observasi

   a. Lembar observasi pengelolaan metode pengajaran dengan menggunakan

      jigsaw

      Untuk menghitung lembar observasi pengelolaan metode pengajaran

      dengan menggunakan jigsaw digunakan rumus sebagai berikut:

              P1  P2
        X              Dimana:        P1 = pengamat 1
                 2

                                       P2 = pengamat 2

   b. Lembar observasi aktivitas guru dan siswa

      Untuk menghitung lembar observasi aktivitas guru dan siswa digunakan

      rumus sebagai berikut.

                  X
          %        x100% dengan
                 X

                                                                             17
                      jumlah .hasil. pengama tan P1  P2
                X                              
                          jumlah . pengamat         2

                Dimana:           %     = Persentase pengamatan

                                  X     = Rata-rata

                                  X    = Jumlah rata-rata

                                  P1    = Pengamat 1

                                  P2    = Pengamat 2

L. Jadwal Penelitian

 No.   Uriaian Kegiatan           Tahun 200…, (bulan dan minggu ke-)
                                   Jan Peb Mar Apr Mei Juni Juli Ags Sept Okt
                                  1234 1234 1234 1234 1234 1234 1234 1234 1234 1234
 1.    Perencanan
       a. Observasi di sekolah
       b. Penyusunan Proposal
 2.    Persiapan
       a. Pembuatan Silabus
           dan RP (Rencana
           Pembelajaran)
       b. Pembuatan Kartu
           Kerja
       c. Pembuatan LO
           (Lembar Observasi)
       d. Pembuatan rambu-
           rambu penilian
       e. Pembuatan soal test
           formatif
       f. Validasi instrument
           penelitian dan soal-
           soal test formatif
 3.    Pelaksanaan PTK di
       sekolah
 4.    a. Tabulasi data
       b. Analisis Data
 5.    Penyusunan Laporan
 6.    Seminar Hasil Penelitian




                                                                                 18
M. Biaya Penelitian

   1. Biaya persiapan

      a. Pembuatan Proposal

           (konsumsi, ATK, Foto Copy)                          Rp.   ...……..

      b. Transpor rapat persiapan penentuan

           judul 4 orang @ Rp. ………..                           Rp.   ………..

      c.   Komsumsi rapat                                      Rp.   ………..

   2. Biaya Operasional

      Perincian berlaku untuk setiap siklus

      a. Perencanaan Tindakan

           1) Observasi awal

              Transport 4 peneliti @ Rp. ………..                 Rp.   ………..

              Penyediaan alat-alat observasi                   Rp.   ………..

           2) Pembuatan alat penelitian

              Transport pembuatan skenarion pembelajaran       Rp.   ………..

              Transport pembuatan alat evaluasi pembelajaran   Rp.   ………..

              Biaya pembuatan alat media pembelajaran          Rp.   ………..

           3) ATK

              Kertas spidol, penggaris, pensil, dll.           Rp.   ………..

              Jumlah                                           Rp.   ………..

      b. Biaya Implementasi Tindakan

           Pelaksanaan sebanyak tiga kali tindakan dalam

                                                                           19
      satu siklus

      Honor guru 2 orang @ Rp. ………..

      3 X 2 X Rp. ………..                                      Rp.   ………..

   c. Biaya observasi dan evaluasi dilakukan oleh tim peneliti

      1) Transport dan konsumsi 2 orang observer

          dalam 3 kali tindakan @ Rp. ………..                  Rp.   ………..

      2) Transport dan konsumsi analisis data

          4 X 3 X Rp. ………..                                  Rp.   ………..

   d. Biaya Analisi dan Refleksi

      Transport dan konsumsi refleksi dan

      Analisis data 4 X 3 X Rp. ………..                        Rp.   ………..

      Jumlah biaya pelaksanaan satu kali siklus :            Rp.   ………..

      Biaya operasional tiga kali siklus                     Rp.   ………..

3. Penyusunan Hasil Penelitian

   a. Menyusun konsep laporan

      4 orang x 3 hari                                       Rp.   ………..

   b. Menyusun bahan seminar                                 Rp.   ………..

   c. Menyelenggarakan seminar

      30 x Rp. ………..                                         Rp.   ………..

   d. Menyusun laporan akhir                                 Rp.   ………..

      Jumlah                                                 Rp.   ………..

4. Penggandaan dan Pengiriman Laporan Akhir

                                                                           20
        a. Penggandaan laporan                   Rp.   ………..

        b. ATK                                   Rp.   ………..

        c. Pengiriman hasil penelitian           Rp.   ………..

           Jumlah                                Rp.   ………..

   5. Biaya lain-lain

        a. Sewa kompoter 8 bln x Rp. ………..       Rp.   ………..

        b. Buku dan pustaka acuan                Rp.   ………..

        c. Managemen fee                         Rp.   ………..

        d. Pengelolaan internal                  Rp.   ………..

        e. Penyusunan, penggandaan, dan

           pengiriman dokumen kontrol            Rp.   ………..

           Jumlah                                RP. ………..

Jumlah seluruh biaya penelitian

   1. Persiapan                                  Rp. ………..

   2.   Pelaksanaan                              Rp. ………..

   3. Penyusunan laporan hasil penelitian        Rp. ………..

   4. Penggandaan dan pengiriman laporan akhir   Rp. ………..

   5. Biaya lain-lain                            Rp. ………..

   Jumlah keseluruhan                            Rp. ………..




                                                             21
Personalia Tim Peneliti

1. Ketua Tim Peneliti

   a. Nama lengkap dan gelar   : ……………………………………….

   b. Jenis Kelamin            : ……………………………………….

   c. Pangkat/Golongan/NIP     : ……………………………………….

   d. Jabatan Fungsional       : ……………………………………….

   e. Bidang Keahlian          : ……………………………………….

2. Wakil Ketua Peneliti

   a. Nama lengkap dan gelar   : ……………………………………….

   b. Jenis Kelamin            : ……………………………………….

   c. Pangkat/Golongan/NIP     : ……………………………………….

   d. Jabatan Fungsional       : ……………………………………….

   e. Unit Kerja               : ……………………………………….

   f. Bidang Keahlian          : ……………………………………….

3. Anggota Peneliti I

   a. Nama lengkap dan gelar   : ……………………………………….

   b. Jenis Kelamin            : ……………………………………….

   c. Pangkat/Golongan/NIP     : ……………………………………….

   d. Jabatan Fungsional       : ……………………………………….

   e. Bidang Keahlian          : ……………………………………….

4. Anggota Peneliti II

   a. Nama lengkap dan gelar   : ……………………………………….

                                                22
b. Jenis Kelamin          : ……………………………………….

c. Pangkat/Golongan/NIP   : ……………………………………….

d. Jabatan Fungsional     : ……………………………………….

e. Bidang Keahlian        : ……………………………………….




                                           23
                                  Daftar Pustaka

Ali, Muhammad. 1996. Guru Dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru
       Algesindon.
Arikunto, Suharsimi. 1993. Manajemen Mengajar Secara Manusiawi. Jakarta:
       Rineksa Cipta.
Arikunto, Suharsimi. 2001. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara
Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta:
       Rineksa Cipta.
Azhar, Lalu Muhammad. 1993. Proses Belajar Mengajar Pendidikan. Jakarta: Usaha
       Nasional
Daroeso, Bambang. 1989. Dasar dan Konsep Pendidikan Moral Pancasila.
      Semarang: Aneka Ilmu.
Djamarah, Syaiful Bahri. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineksa Cipta.
Djamarah. Syaiful Bahri. 2002. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineksa Cipta.
Hadi, Sutrisno. 1982. Metodologi Research, Jilid 1. Yogyakarta: YP. Fak. Psikologi
       UGM.
Hamalik, Oemar. 2002. Psikologi Belajar dan Mengajar. Bandung: Sinar Baru
      Algesindo.
Hasibuan. J.J. dan Moerdjiono. 1998. Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja
      Rosdakarya.
Margono. 1997. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta. Rineksa Cipta.
Masriyah. 1999. Analisis Butir Tes. Surabaya: Universitas Press.
Ngalim, Purwanto M. 1990. Psikologi Pendidikan. Bandung: PT. Remaja
      Rosdakarya.
Nur, Moh. 2001. Pemotivasian Siswa untuk Belajar. Surabaya. University Press.
      Universitas Negeri Surabaya.
Rahim, Farida. 2005. Pengajaran Membaca di Sekolah Dasar. Jakarta: Bumi Aksara.

Rustiyah, N.K. 1991. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Bina Aksara.
Sardiman, A.M. 1996. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Bina
      Aksara.
Soekamto, Toeti. 1997. Teori Belajar dan Model Pembelajaran. Jakarta: PAU-PPAI,
      Universitas Terbuka.


                                                                                    24
Sukidin, dkk. 2002. Manajemen Penelitian Tindakan Kelas. Surabaya: Insan
       Cendekia.
Surakhmad, Winarno. 1990. Metode Pengajaran Nasional. Bandung: Jemmars.
Suryosubroto, B. 1997. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta: PT. Rineksa
      Cipta.
Syah, Muhibbin. 1995. Psikologi Pendidikan, Suatu Pendekatan Baru. Bandung:
      Remaja Rosdakarya.
Usman, Moh. Uzer. 2001. Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Yusuf, Munawir, dkk. 2003. Pendidikan Bagi Anak dengan Problema Belajar. Solo:
       Tiga Serangkai
Arsyad, Azhar, 2006.Media Pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Perkasa.




                                                                            25

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:3781
posted:10/9/2011
language:Indonesian
pages:25