UANAS by laapo

VIEWS: 1,113 PAGES: 52

									             MENGUPAS SOAL-SOAL UJIAN NASIONAL
               TAHUN PEMBELAJARAN 2008/2009
                 MATAPELAJARAN GEOGRAFI
                    PROGRAM STUDI IPS

                                         Karya ini

       Saya persembahkan kehadirat Allah SWT sebagai amal ibadah seorang hamba

                                            dan

                                 Saya dedikasikan kepada:
         1. Segenap siswa, khususnya siswa Kelas XII.IPS di SMA Negeri 1 Pagak
            yang hendak menghadapi Ujian Nasional Tahun 2009/2010
         2. Kepala SMA Negeri 1 Pagak, Drs. Supa‘at, M.Hum., M.Si.
         3. Rekan-rekan guru Geografi, khususnya yang tergabung dalam MGMP
            Geografi SMA Negeri Kabupaten Malang




                                     Disusun oleh:
                                 ISWAHYUDIHARTO
                                 NIP. 19621104 198512 1 002



               Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) SMA Negeri 1 Pagak
            Alamat: Jl. Kahuripan No. 4 Sumbermanjingkulon ☎(0341) 881444
                Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang (Kode Pos: 65168)
                                          2010

Mengupas Soal-soal Ujian Nasional Tahun Pembelajaran 2008/2009                   1
                 MENGUPAS SOAL-SOAL UJIAN NASIONAL
                   TAHUN PEMBELAJARAN 2008/2009
                     MATAPELAJARAN GEOGRAFI
                        PROGRAM STUDI IPS

Soal nomor 1 untuk paket soal A dan soal nomor 2 untuk paket soal B:
Pembangunan pabrik semen perlu memperhatikan keberadaan gunung batu kapur,
sarana transportasi, dan pemasaran.
Konsep Geografi yang berkaitan dengan hal itu adalah…..
   A. konsep diferensiasi area
   B. konsep interaksi/independensi
   C. konsep keterkaitan keruangan
   D. konsep keterjangkauan
   E. konsep lokasi

Kupasan:
● Soal ini mengacu pada:
   - Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 1:
     Menganalisis hakikat, obyek, ruang lingkup, prinsip, konsep, aspek, dan pendekatan
     Geografi.
   - Kemampuan Yang Diuji (KYD):
     Menjelaskan penggunaan konsep dasar dan pendekatan Geografi dalam rangka
     memahami fenomena geosfer.
   - Materi: Konsep Geografi.
   - Kelas/semester: X/1.
●Indikator soal:
  Disajikan stimulus tentang pembangunan pabrik semen perlu memperhatikan keberadaan
  gunung kapur, sarana transportasi, dan pemasaran, siswa dapat mengemukakan konsep
  Geografi yang dimaksud.
● Ranah: kognitif—penerapan (C3).
● Tingkat kesulitan soal: sedang.
● Stimulus, stem/kalimat soal dan pilihan jawaban yang disajikan mudah dimengerti oleh
   siswa, instruktif dan operasional.
● Penekanan soal tersebut terletak pada konsep keterkaitan keruangan. Konsep keterkaitan
  keruangan adalah: konsep yang menunjukkan derajat keterkaitan persebaran suatu
  fenomena dengan fenomena yang lain di suatu tempat atau ruangan, baik yang
   menyangkut fenomena alam, tumbuh-tumbuhan, maupun sosial. Konsep ini disebut pula
  dengan konsep asosiasi keruangan (Bambang Nianto Mulyo dan Purwadi Suhandini,
  2007:10—11). Derajat keterkaitan yang dimaksud adalah adanya keterkaitan antara
  fenomena pembangunan pabrik semen yang tidak bisa dipisahkan dengan fenomena
   keberadaan gunung batu kapur, sebab bahan mentah/bahan baku pabrik semen adalah batu
  kapur. Di sisi lain pembangunan pabrik semen terkait pula dengan fenomena sarana
   transportasi untuk mengangkut bahan mentah/bahan baku dari gunung batu kapur menuju

Mengupas Soal-soal Ujian Nasional Tahun Pembelajaran 2008/2009                    2
   pabrik di satu sisi, dan untuk mengangkut semen hasil produksi pabrik tersebut menuju
   pasar. Untuk bisa menjual produksinya, pabrik tersebut juga terkait adanya fenomena
   pemasaran. Laku tidaknya semen yang diproduksi pabrik tersebut terkait dengan fenomena
   pemasaran yang ada.
● Dengan demikian soal tersebut jawabannya adalah: C.
● Tambahan:
  Untuk mempertegas hal di atas, perlu ditambahkan pengertian dari masing-masing
  konsep yang dijadikan pilihan jawaban pada soal nomor 1 untuk paket A dan nomor 2
  untuk paket B, khususnya untuk pilihan jawaban A, B, D, dan E.
  - Konsep diferensiasi area adalah konsep dalam Geografi yang digunakan untuk
    mempelajari perbedaan gejala Geografi antara daerah/wilayah yang satu dengan
    lainnya di permukaan Bumi yang berpengaruh pada aktifitas manusia.
    Contoh: batuan induk penyusun daerah Malang Utara berbeda dengan batuan induk
    penyusun daerah Malang Selatan. Batuan induk penyusun daerah Malang Utara
    adalah batuan induk vulkanis, sedang Malang selatan batuan induknya adalah batuan
    kapur (karst).
  - Konsep interaksi/interdependensi adalah konsep dalam Geografi yang digunakan
    untuk mempelajari adanya hubungan timbal balik dan saling ketergantungan antara
    suatu daerah/wilayah dengan daerah/wilayah lainnya.
    Contoh: hubungan timbal balik dan saling ketergantungan antara desa dengan kota.
    Desa menghasilkan bahan pokok dan bahan mentah/bahan baku yang dibutuh oleh
    kota, sedang kota menghasilkan barang-barang industri yang dibutuhkan oleh desa.
    Lantaran itulah kedua wilayah tersebut saling membutuhkan hingga terjadilah
    interaksi/interdependensi antara masyarakat desa dengan masyarakat kota.
  - Konsep keterjangkauan adalah konsep dalam Geografi yang digunakan untuk
    mempelajari hubungan melalui transportasi dan komunikasi suatu daerah/wilayah yg
    dipengaruhi oleh faktor jarak, kondisi medan (kondisi daerah/wilayah), dan ada/tidak
    adanya sarana angkutan dan komunikasi yang berpengaruh pada aktifitas manusia.
    Berdasarkan hal ini ada daerah/wilayah/tempat yang mudah dijangkau dan ada pula daerah
    yang sulit dijangkau (sering disebut daerah terasing/terisolasi/terpencil). Konsep ini sering
    pula disebut dengan konsep aksesibilitas (accessibility).
    Contoh: daerah-daerah di pedalaman Papua merupakan daerah-daerah yang sulit
    dijangkau, mengingat daerahnya berpegunungan tinggi (berelief sangat kasar)
    sehingga pesawat terbang perintis merupakan sarana transportasi penting. Itupun
    hanya pada jam-jam tertentu ketika cuaca tidak berkabut. Sebaliknya Jakarta dapat
    diakses dengan berbagai sarana transportasi dan komunikasi secara mudah dan cepat.
  - Konsep lokasi adalah konsep dalam Geografi yang digunakan untuk menjelaskan
    letak/posisi suatu gejala Geografi di permukaan Bumi yang berpengaruh pada
    aktifitas manusia. Konsep lokasi dibedakan menjadi dua, yaitu:
    a. Lokasi absolut, ialah konsep lokasi yang berdasarkan grid/koordinat (sering pula
      disebut letak astronomis), bersifat mutlak/tetap. Untuk daerah yang relatif sempit
      menggunakan 1 (satu) garis lintang dan 1 (satu) garis bujur, sedang untuk daerah/
      wilayah yang relatif luas menggunakan 2 (dua) garis lintang dan 2 (dua) garis
      bujur.
Mengupas Soal-soal Ujian Nasional Tahun Pembelajaran 2008/2009                           3
      Contoh: lokasi absolut Kota Malang adalah 8°LS dan 112°30‘BT, sedang lokasi
      absolut Indonesia adalah antara 6°LU--11°LS dan 95°BT--141°BT.
   b. Lokasi relatif, ialah konsep lokasi yang berdasarkan keadaan sekitarnya atau juga
      berdasarkan peninjaunya, sehingga letak ini bisa berubah-ubah. Lokasi relatif ini
      sering pula disebut letak Geografis.
      Contoh: Kota Malang terletak di sebelah selatan Kota Surabaya dan terletak di
      sebelah utara Kepanjen. Contoh lain, Indonesia terletak antara benua Asia dan
      benua Australia dan terletak antara samudera Pasifik dan samudera Hindia.

Soal nomor 2 untuk paket soal A dan soal nomor 1 untuk paket soal B:
Pemukiman di sepanjang Bengawan Solo sering mengalami banjir, sehingga
masyarakat membuat tanggul penahan banjir dan pada waktu banjir terjadi sering kali
pemukiman ditinggalkan penghuninya.
Pendekatan Geografi untuk mempelajari peristiwa tersebut adalah…..
   A. pendekatan keruangan
   B. pendekatan kewilayahan
   C. pendekatan kelingkungan
   D. pendekatan sosial
   E. pendekatan kemanusiaan

Kupasan:
● Soal ini mengacu pada:
   - Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 1:
     Menganalisis hakikat, obyek, ruang lingkup, prinsip, konsep, aspek, dan pendekatan
     Geografi.
   - Kemampuan Yang Diuji (KYD):
     Menjelaskan penggunaan konsep dasar dan pendekatan Geografi dalam rangka
     memahami fenomena geosfer.
   - Materi: Pendekatan Geografi.
   - Kelas/semester: X/1.
● Indikator soal:
  Disajikan stimulus tentang banjir, siswa dapat mengemukakan pendekatan geografi untuk
  mempelajari peristiwa tesebut.
● Ranah: kognitif—penerapan (C3).
● Tingkat kesulitan soal: sedang.
● Stimulus, stem/kalimat soal, dan pilihan jawaban yang disajikan cukup mudah dimengerti
  oleh siswa, instruktif dan operasional walaupun pada anak kalimat bagian belakang
  stimulus soal terkesan seperti agak berbelit/membingungkan (bahasa Jawa: mbulet).
● Perlu ditegaskan bahwa pendekatan Geografi hanya ada tiga macam, yaitu pendekatan
  keruangan, pendekatan kelingkungan, dan pendekatan kewilayahaan. Berdasarka soal
  tersebut, maka pilihan jawaban D dan E hanya bersifat pengecoh yang tidak begitu
  berarti atau hanya sebagai pelengkap pilihan saja. Dalam Geografi tidak dikenal adanya
  pendekatan sosial dan pendekatan kemanusiaan. Penekanan soal tersebut terletak pada
  pendekatan keruangan. Pendekatan keruangan adalah pendekatan yang berkaitan dengan
Mengupas Soal-soal Ujian Nasional Tahun Pembelajaran 2008/2009                        4
  lokasi/letak suatu fenomena geosfer itu berada, yang fenomena tersebut berbeda dari suatu
  tempat ke tempat lain. Fenomena geosfer yang ada dalam soal ini berupa variabel
  permukiman di sepanjang Bengawan Solo dan pembuatan tanggul penahan banjir, serta
  ketika banjir permukiman tersebut sering ditinggalkan penghuninya. Jadi lokasi/letak dari
  suatu fenomena geosfer itu adalah permukiman di sepanjang Bengawan Solo.
  Untuk melengkapi kupasan ini di bawah ini disajikan pula pengertian dari pendekatan
  kewilayahan dan pendekatan kelingkungan.
  - Pendekatan kewilayahan adalah pendekatan yang memandang suatu wilayah secara
    utuh/sebagai suatu keseluruhan, kemudian berusaha mencari persamaan dan
    perbedaan antara wilayah yang satu dengan lainnya. Pendekatan kewilayahan ini
    merupakan gabungan antara pendekatan keruangan dengan pendekatan
    kelingkungan. Pendekatan ini sering disebut pula dengan pendekatan kompleks
    wilayah.
  - Pendekatan kelingkungan adalah pendekatan yang memandang obyek Geografi
    dengan menggunakan analisis kelingkungan (ekologi), khususnya mengkaji antara
    variabel manusia dengan lingkungannya.
● Dengan demikian soal tersebut jawabannya adalah: A.

Soal nomor 3 untuk paket soal A maupun paket soal B:
Daratan besar yang akan menjadi daratan Amerika Selatan pada gambar adalah
nomor…..




   A.   1
   B.   2
   C.   3
   D.   4
   E.   5

Kupasan:
● Soal ini mengacu pada:
  - Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 2:
    Menganalisis dinamika unsur-unsur geosfer serta kaitannya dengan kehidupan manusia.
  - Kemampuan Yang Diuji (KYD):
    Mendeskripsikan proses perkembangan pembentukan Bumi.
  - Materi: Proses terjadinya Bumi.
  - Kelas/semester: X/1.

Mengupas Soal-soal Ujian Nasional Tahun Pembelajaran 2008/2009                       5
● Indikator soal:
  Disajikan gambar tentang stadia pergeseran benua, siwa dapat menunjukkan nomor gambar
  daratan besar yang akan menjadi daratan Amerika Selatan.
● Ranah: kognitif—penerapan (C3).
● Tingkat kesulitan soal: sedang, mengingat dimungkinkan masih banyak siswa yang belum
   memahami karakteristik bentuk-bentuk daratan dari masing-masing benua.
● Kalimat soal dan pilihan jawaban yang disajikan cukup mudah dimengerti oleh siswa,
   instruktif dan operasional, hanya akan lebih sempurna jika dalam kalimat itu setelah kata
   pada gambar ditambah kata di bawah ini. Gambar sebagai stimulus berkualitas baik.
● Soal tersebut mengacu pada Teori Dua Benua (Laurasia—Gondwana) yang dikemukakan
   Oleh Edward Suess dan Teori Pengapungan Benua yang dikemukakan oleh Alfred
   Wegener. Daratan besar yang akan menjadi daratan Amerika Selatan pada gambar tersebut
   tertera pada gambar nomor 1.
  Sedang gambar-gambar lain sebagai berikut:
  - Gambar nomor 2 adalah daratan Amerika Utara.
  - Gambar nomor 3 adalah daratan Erasia (benua Eropa dan Asia).
  - Gambar nomor 4 adalah benua Afrika.
  - Gambar nomor 5 adalah anakbenua India.
  Adapun daratan yang tak bernomor, dari kiri ke kanan adalah benua Antartika dan
  Australia.
● Dengan demikian soal nomor 3 tersebut jawabannya adalah: A.

Soal nomor 4 untuk paket soal A dan nomor 9 untuk paket soal B:
Jenis batuan:
1. breksi
2. kalsit
3. konglomerat
4. marmer
5. granit

Yang tergolong batuan sedimen akuatis ditunjukkan nomor…..
   A. 1 dan 2
   B. 1 dan 3
   C. 2 dan 4
   D. 3 dan 5
   E. 4 dan 5

Kupasan:
● Soal ini mengacu pada:
  - Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 2:
    Menganalisis dinamika unsur-unsur geosfer serta kaitannya dengan kehidupan manusia.
  - Kemampuan Yang Diuji (KYD):
  - Menganalisis fenomena yang terjadi pada lithosfer serta kaitannya dengan kehidupan
    manusia.
Mengupas Soal-soal Ujian Nasional Tahun Pembelajaran 2008/2009                       6
  - Materi: lithosfer, submateri: struktur lapisan kulit Bumi.
  - Kelas/semester: X/2.
● Indikator soal:
  Disajikan nama jenis-jenis batuan, siswa dapat menunjukkan jenis batuan yang tergolong
  batuan sedimen akuatis.
● Ranah: kognitif—penerapan (C3).
● Tingkat kesulitan soal: sedang.
● Stimulus, kalimat soal, dan pilihan jawaban yang disajikan cukup mudah dimengerti oleh
  siswa, instruktif dan operasional, hanya akan lebih sempurna jika dalam kalimat soal itu
  menggunakan penulisan Bahasa Indonesia yang baik dan benar atau bahasa yang baku.
● Pembahasan mengenai stimulus soal yang berkaitan dengan jenis batuan:
  1. Breksi adalah batuan sedimen yg tersusun dari fragmen-fragmen (pecahan-pecahan)
     batuan yang ujungnya (bersudut) runcing dan telah tersementasi (terekat) oleh material-
     material batuan yang lebih halus (biasanya mengandung kalsium karbonat dan silikat).
  2. Kalsit adalah sejenis mineral berwarna putih, atau tanpa warna yang tersusun dari
     Kalsium karbonat (CaCO₃), misalnya terdapat pada stalaktit dan stalakmit. Beberapa
     jenis batuan seperti marmer dan kapur seluruhnya terdiri dari kalsit (M.A. Marbun,
     1982:29). Dengan demikian stimulus urutan 2 (dua) tersebut di atas kurang tepat kalau
     dimasukkan dalam jenis batuan.
  3. Konglomerat adalah batuan sedimen yang tersusun dari fragmen-fragmen batuan yang
     berbentuk bulat bercampur dengan batu kerikil dan pasir yang telah tersementasi oleh
     material-material batuan yang lebih halus seperti lanau dan lempung.
  4. Marmer adalah batuan malihan (metamorf) yang terbentuk dari batuan kapur kemudian
     terkena pengaruh tekanan yang besar serta melalui kontak dengan suhu yang tinggi (dari
     panasnya magma) dan dalam jangka waktu lama.
  5. Granit adalah batuan beku dalam (plutonik) yang partikel-partikelnya mempunyai
     bentuk dan tekstur kasar hingga sedang, kristalnya besar-besar, umumnya berwarna
     putih, kelabu, merah jambu atau merah yang dipengaruhi oleh kandungan mineral
     kuarsa dan feldspar, serta merupakan salah satu batuan paling keras dan tahan lama.
  Soal tersebut mengacu pada klasifikasi atau penggolongan batuan sedimen berdasarkan
  tenaga alam yang mengangkutnya dan berdasarkan proses pengendapannya. Menurut Moh.
  Ma‘mur Tanudidjaja dan Omi Kartawidjaja (1986:190) bahwa batuan sedimen akuatis
  merupakan batuan yang terbentuk lantaran proses pengendapan oleh air. Pendapat senada
  juga dikemukakan oleh Bambang Nianto Mulyo dan Purwadi Suhandini. Namun keempat
  orang tersebut tidak menyatakan secara eksplisit contoh batuan sedimen ini. Sedangkan
  berdasarkan proses pengendapannya, batuan yang dimaksud merupakan batuan sedimen
  klastik atau mekanik. Banyak pendapat yang mengarahkan bahwa breksi dan konglomerat
  termasuk dalam kelompok batuan sedimen klastik. Memang konglomerat banyak
  ditemukan di daerah perairan, terutama di sekitar sungai, namun breksi tidak selalu
  demikian. Breksi memiliki beberapa tipe, antara lain fault breccias, volcanic breccias,
  agglomerate, bone breccias, dan cemented scree atau talus deposit (M.A. Marbun,
  1982:27). Penyusun soal ini rupanya mengacu buku yang disusun oleh K. Wardiyatmoko
  bersama H.R. Bintarto (2003:46) maupun yang disusun K. Wardiyatmoko sendiri
  (2006:84) ―Dilihat dari perantara atau mediumnya, batuan sedimen dapat dibagi menjadi
  tiga golongan, yaitu: 1. batuan sedimen aeri atau aeolis….. 2. batuan sedimen glasial…..

Mengupas Soal-soal Ujian Nasional Tahun Pembelajaran 2008/2009                       7
  3. batuan sedimen akuatis (aqua = air). Contohnya: 1) breksi….. 2) konglomerat…..
● Dengan demikian soal nomor tersebut jawabannya adalah: B.

Soal nomor 5 untuk paket A dan nomor 8 untuk paket B:
Tanaman teh dan kina dapat hidup dengan baik pada daerah C seperti gambar,
karena…..




   A.   ketinggian di atas 1.500m, udara sedang, dan tanah podzolik
   B.   udara hangat, curah hujan sedikit, dan ketinggian > 650m
   C.   udara sejuk, curah hujan tinggi, dan tanah vulkanik
   D.   ketinggian > 2.500m, udara dingin, dan banyak salju
   E.   curah hujan sedikit, udara panas, dan tanah gambut

Kupasan:
● Soal ini mengacu pada:
  - Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 2:
    Menganalisis dinamika unsur-unsur geosfer serta kaitannya dengan kehidupan manusia.
  - Kemampuan Yang Diuji (KYD):
  - Mendeskripsikan keaneka-ragaman flora dan fauna di muka Bumi sebagai potensi
    pendukung kehidupan.
  - Materi: biosfer—faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keberadaan flora dan fauna.
  - Kelas/semester: XI/1.
● Indikator soal:
  Disajikan gambar tentang persebaran vegetasi berdasarkan ketinggian, siswa dapat
  mengemukakan alasan tanaman teh dan kina dapat hidup dengan baik pada daerah tertentu
  (daerah yang dimaksud adalah daerah C).
● Ranah: kognitif—penerapan (C3).
● Tingkat kesulitan soal: sedang.
● Soal ini ditengarai ada kesalahan, sebab:
  - Urutan soal sebelum dan sesudahnya masih terkait dengan materi lithosfer.
  - Dalam materi litosfer tidak dikenal dengan bahasan tentang syarat hidup tanaman,
     khususnya teh dan kina seperti yang dimaksud dalam soal ini. Juga tidak berhubungan
     dengan materi pedosfer, walaupun dalam soal itu mengaitkan dengan jenis tanah
     podzolik pada pilihan jawaban A, tanah vulkanik pada pilihan jawaban C, dan tanah
     gambut pada pilihan jawaban E.
     Bahasan ini lebih banyak dikupas pada materi atmosfer, yaitu pada submateri klasifikasi

Mengupas Soal-soal Ujian Nasional Tahun Pembelajaran 2008/2009                        8
    iklim, utamanya pada pembagian iklim berdasarkan ketinggian tempat yang
    dikemukakan oleh Junghuhn.
    Menurut silabus KTSP, materi ini masuk pada kompetensi dasar: menjelaskan pengertian
    fenomena biosfer, materi pembelajaran: faktor-faktor yang berpengaruh terhadap
    keberadaan flora dan fauna yang diajarkan di kelas XI semester 1. Tragisnya mayoritas
    buku pelajaran yang ada tidak membahas secara detil tentang materi tersebut.
  - Stimulus soal yang berupa gambar persebaran tumbuh-tumbuhan menurut ketinggian
    tempat (faktor relief/faktor fisiografi) yang juga dipaksakan dengan berdasarkan faktor
    tanah (fator edafik) tidak selaras dengan stem soal, yakni dalam penentuan tanaman
    teh dan kina dapat hidup dengan baik pada daerah C. Juga dalam pilihan jawaban C.
    Tanaman teh dan kina pada stem soal dan daerah C pada gambar itu mengarah pada
    ketinggian antara 1.500m—2.500m dengan karakteristik yang digiring menuju pilihan
    jawaban C, yakni udara sejuk, curah hujan tinggi, dan tanah vulkanik. Padahal soal dan
    jawaban yang sebenarnya tidak demikian. Simbol tumbuhan yang tertera pada gambar
    sebenarnya mengisyaratkan hal itu.
    Hal itu didasarkan atas zona iklim Junghuhn dalam Bambang Nianto Mulyo dan Purwadi
    Suhandini (2007:144), juga dalam Moh. Ma‘mur Tanudidjaja dan Omi Kartawidjaja
    (1986:359) bahwa daerah rendah (daerahA) itu terletak pada ketinggian antara
    0m—700m, merupakan zona panas, dengan jenis tanaman karet, kopi, tebu, jagung, padi,
    kelapa. Daerah B terletak pada ketinggian 700m—1.500m, merupakan zona sedang,
    dengan tanaman yang hidup baik adalah teh dan kina. Sedang daerah C berketinggian
    1.500m—2.500m, merupakan zona sejuk, dengan tanaman yang utama adalah pinus.
    Daerah tertinggi (daerah D) terletak pada ketingian > 2.500m, merupakan zona dingin,
    tidak ada tanaman budaya. Tumbuhan yang hidup baik adalah lumut.
● Soal itu akan menjadi benar jika urutan penempatan daerah dibalik, yakni tidak dari bawah
  (dari tempat yang rendah) ke atas (tempat tertinggi), tetapi dari atas ke bawah. Daerah yang
  terletak di ketinggian > 2.500m merupakan daerah A, daerah yang berketinggian
  1.500m—2.500m merupakan daerah B, daerah yang berada antara 700m—1.500m
  merupakan daerah C, dan daerah D terletak di ketinggian antara 0m—700m.




● Seandainya dibalik seperti hal tersebut, maka jawaban C benar.

Soal nomor 6 untuk paket A dan nomor 7 untuk paket B:
Fenomena letusan gunung api:
1. letusan tidak dahsyat
2. material yang dikeluarkan sangat cair
3. kadang-kadang diselingi dengan letusan yang kuat

Mengupas Soal-soal Ujian Nasional Tahun Pembelajaran 2008/2009                        9
4. material yang dikeluarkan kental dan diselingi dengan material padat
5. tekanan gas tinggi

Fenomena tersebut akan menghasilkan bentuk muka Bumi berupa…..
   A. gunung api kaldera
   B. gunung api perisai
   C. gunung api strato
   D. gunung api linier
   E. gunung api maar

Kupasan:
● Soal ini mengacu pada:
   - Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 2:
     Menganalisis dinamika unsur-unsur geosfer serta kaitannya dengan kehidupan manusia.
   - Kemampuan Yang Diuji (KYD):
     Menganalisis fenomena yang terjadi pada lithosfer serta kaitannya dengan kehidupan
     manusia.
   - Materi: Lithosfer, submateri: tenaga endogen—vulkanisme.
   - Kelas/semester: X/2.
● Indikator soal:
  Disajikan pernyataan tentang fenomena letusan gunung api siswa dapat menentukan hasil
  bentuk muka bumi dari fenomena tersebut.
● Ranah: kognitif—penerapan (C3).
● Tingkat kesulitan soal: sedang.
● Soal ini ditengarai ada kesalahan, sebab:
   - Stimulus soal yang berupa fenomena letusan gunung api yang terdiri dari lima faktor
     tersebut kalau tidak jeli bisa sangat menjebak dan membingungkan.
● Kupasan lanjutannya adalah:
   A. Gunung api kaldera, artinya gunung api yang memiliki kaldera. Kaldera adalah kawah
        atau kepundan gunung berapi yang sangat luas, berbentuk agak bundar, bertebing
        curam hingga terjal, terjadi ketika gunung berapi meletus dengan dahsyat hingga
        sebagian dari puncak gunung itu terlempar. Dengan demikian bentuk muka Bumi yang
        berupa gunung api kaldera terbentuk lantaran fenomena letusan gunung apinya:
       1. Letusannya dahsyat. Ini diperlukan untuk bisa memotong dan melemparkan sebagian
          dari puncak gunung berapi.
       2. Tekanan gas tinggi. Tekanan gas yang tinggi ini sebagai pemicu letusan yang dahsyat.
       Sedang menurut Escher (dalam Moh. Ma‘mur Tanudidjaja & Omi Kartawidjaja,
       1986:218) ―Dalam keadaan tertentu, yaitu jika tekanan gas magmatik sangat tinggi dan
       dapur magma sangat dalam, suatu letusan yang hebat dapat terjadi, biasanya letusan tipe
       Perret atau tipe Plinian. Akibat dari letusan yang hebat itu, pipa kepundan bertepi
       vertikal dengan kedalaman yang besar. Akibatnya, bagian tepi pipa kepundan itu akan
       retak-retak dan secara berangsur-angsur dan terus-menerus berjatuhan ke dalam dapur
       magma, sementara itu mulut kepundan menjadi bertambah lebar. Terbentuknya lubang
       kepundan yang sangat luas dan alasnya tersumbat oleh serpihan dinding pipa kepundan
Mengupas Soal-soal Ujian Nasional Tahun Pembelajaran 2008/2009                        10
     tersebut.
     Berdasarkan uraian di atas, maka pilihan A bukan merupakan jawabannya, sebab dari
     lima pernyataan itu hanya terpenuhi dua faktor.
  B. Gunung api perisai merupakan bentuk muka Bumi dengan fenomena letusan gunung api:
     1. Letusannya tidak dahsyat, hanya dengan cara melelehkan lava saja (efusif).
     2. Material yang dikeluarkan (magma) sangat cair. Kalau ditambahkan, faktor yang lain:
     3. Tekanan gasnya rendah.
     4. Dapur magmanya sangat dangkal.
     Berdasarkan uraian tersebut, maka pilihan B ini juga bukan merupakan jawabannya,
     sebab juga hanya terpenuhi dua dari empat faktor yang ada pada gunung apai perisai. Di
     sisi lain dalam pernyataan fenomena letusan gunung api ada lima faktor.
  C. Gunung api strato merupakan bentuk muka Bumi dengan fenomena letusan gunung api:
     1. Letusannya (erupsinya) campuran antara erupsi eksplosif (meledak) dengan erupsi
        efusif (meleleh).
     2. Material erupsinya berupa eflata (material padat) yang diselingi lelehan lava (material
        cair).
     3. Mengingat erupsinya merupakan campuran dari erupsi eksplosif dengan erupsi efusif,
        maka dapat diidentifikasi bahwa tekanan gasnya tinggi dan kadang-kadang rendah.
     Tiga faktor tersebut kalau dipecah bisa menjadi lima faktor, hingga inilah yang
     memenuhi pernyataan tentang fenomena letusan gunung api pada soal tersebut di atas.
  D. Gunung api linier adalah deretan gunung api yang terbentuk lantaran magma yang
     keluar melalui celah-celah retakan atau patahan memanjang.
     Pilihan ini tidak sesuai dengan stimulus dan stem soal, sehingga pilihan D ini bukan
     jawabannya.
  E. Gunung api maar merupakan bentuk gunung muka Bumi yang memiliki karakteristik:
     1. Erupsinya bersifat eksplosif.
     2. Material erupsinya relatif sedikit.
     3. Dapur magma dangkal.
     4. Erupsi yang terjadi hanya sekali, kemudian mati.
     5. Bentuk gunung api ini hanya berupa tanggul melingkar tidak begitu tinggi.
     Pilihan E ini pun tidak sesuai dengan yang dimaksudkan pada stimulus dan stem soal.
● Dengan demikian soal nomor tersebut jawabannya adalah: C.

Soal nomor 7 untuk paket A dan nomor 6 untuk paket B:
Titik pusat gempa yang terdapat di dalam Bumi, dan garis yang mengelilingi daerah
dengan kerusakan terhebat dikenal dengan istilah…..
    A. episentrum dan hiposentrum
    B. homoseista dan isosiesta
    C. hiposentrum dan homoseista
    D. pleistoseista dan episentrum
    E. hiposentrum dan pleistoseista

Kupasan:
● Soal ini mengacu pada:
Mengupas Soal-soal Ujian Nasional Tahun Pembelajaran 2008/2009                         11
  - Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 2:
    Menganalisis dinamika unsur-unsur geosfer serta kaitannya dengan kehidupan manusia.
  - Kemampuan Yang Diuji (KYD):
  - Menganalisis fenomena yang terjadi pada lithosfer serta kaitannya dengan kehidupan
    manusia.
  - Materi: lithosfer, submateri: tenaga endogen—seisme.
  - Kelas/semester: X/2.
● Indikator soal:
  Siswa dapat menyebutkan istilah titik pusat gempa yang terdapat di dalam Bumi dan garis
  yang mengelilingi daerah dengan kerusakan terhebat.
● Ranah: kognitif—pengetahuan (C1).
● Tingkat kesulitan soal: mudah.
● Stimulus, kalimat soal, dan pilihan jawaban yang disajikan cukup mudah dimengerti oleh
  siswa, instruktif dan operasional.
● Kupasan lanjutannya adalah:
  A. Episentrum adalah: titik atau garis di permukaan Bumi, baik di daratan atau permukaan
     laut yang terletak tegak lurus dari hiposentrum. Sedang hiposentrum adalah: sumber
     atau pusat gempa yang ada di dalam Bumi.
     Pilihan (option) jawaban A ini sesuai dengan stem soal tersebut.
  B. Homoseista adalah: garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang dilalui
     gempa primer pada waktu yang sama. Sedangkan pengertian dari isoseista adalah: garis
     pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang mengalami intensitas getaran
     gempa yang sama besarnya. Biasanya tempat-tempat tersebut memiliki kerusakan fisik
     yang sama.
     Pilihan jawaban B ini tidak sesuai, sehingga pilihan ini tidak benar.
  C. Hiposentrum dan homoseista. Pengertian kedua istilah ini dapat dilihat pada A dan B.
     Pilihan jawaban C ini juga tidak sesuai, sehingga pilihan ini juga tidak benar.
  D. Pleistoseista adalah: garis pada peta yang menunjukkan daerah yang paling kuat
     menerima goncangan gempa yang biasanya juga merupakan daerah dengan kerusakan
     paling parah. Sedang pengertian episentrum dapat dilihat pada penjelasan tanda A.
     Pilihan jawaban D ini juga tidak tepat dengan soal yang dimaksud.
  E. Pengertian hiposentrum pada penjelasan A. Sedangkan pengertian pleistoseista dapat
     dilihat pada penjelasan D.
     Pilihan jawaban E ini pun tidak tepat.
● Dengan demikian soal nomor tersebut jawabannya adalah: A.

Soal nomor 8 untuk paket A dan nomor 5 untuk paket B:
Endapan kapur yang terdapat pada atap gua akibat proses pelapukan disebut…..
   A. doline
   B. uvala
   C. polye
   D. stalagtit
   E. stalagmite


Mengupas Soal-soal Ujian Nasional Tahun Pembelajaran 2008/2009                     12
Kupasan:
● Soal ini mengacu pada:
  - Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 2:
    Menganalisis dinamika unsur-unsur geosfer serta kaitannya dengan kehidupan manusia.
  - Kemampuan Yang Diuji (KYD):
  - Menganalisis fenomena yang terjadi pada lithosfer serta kaitannya dengan kehidupan
    manusia.
  - Materi: lithosfer, submateri: tenaga eksogen—pelapukan.
  - Kelas/semester: X/2.
● Indikator soal:
  Siswa dapat menyebutkan nama endapan kapur yang terdapat pada atap gua.
● Ranah: kognitif—pengetahuan (C1).
● Tingkat kesulitan soal: mudah.
● Stimulus, kalimat soal, dan pilihan jawaban yang disajikan cukup mudah dimengerti oleh
  siswa, instruktif dan operasional.
● Untuk bisa menjawab soal ini, kita harus menguasai masing-masing konsep yang ada
  dalam setiap pilihan jawaban. Definisi masing-masing pilihan jawaban sebagai berikut:
  A. Doline adalah: lubang berbentuk corong (seperti huruf V) di daerah kapur yang terjadi
     lantaran pelapukan kimia dan/atau runtuhnya puncak-puncak pegunungan kapur. Doline
      yang berfungsi sebagai penampung air sering disebut lokva (danau karst, telaga).
  B. Uvala adalah: suatu depresi di daerah kapur yang ukurannya lebih luas dari doline,
      biasanya terbentuk lantaran tergabungnya beberapa doline dengan diameter ± 1km.
  C. Polye adalah: suatu depresi di daerah kapur yang ukurannya lebih luas dari uvala,
      biasanya terbentuk lantaran tergabungnya beberapa uvala dengan diameter ≥ 2km.
  D. Stalagtit adalah: bentukan endapan kapur berupa tiang-tiang dengan ujung-ujungnya
      rucing dan memiliki lubang-lubang saluran yang halus untuk menetesnya air, berada di
      atap gua-gua kapur.
   E. Stalakmit adalah: bentukan endapan kapur berupa tiang-tiang dengan ujung-ujungnya
       tumpul yang terletak di dasar gua-gua kapur.
● Berdasarkan definisi tersebut di atas, maka soal nomor tersebut jawabannya adalah: D.

Soal nomor 9 untuk paket A dan nomor 4 untuk paket B:
Bentuk sedimentasi di daerah gurun seperti gambar adalah bentukan…..




Mengupas Soal-soal Ujian Nasional Tahun Pembelajaran 2008/2009                     13
   A.   delta cembung dan delta kaki burung
   B.   gosong dan tombolo
   C.   pasir dan kerikil
   D.   terasering dan sengkedan
   E.   sand dunes dan barchans

Kupasan:
● Soal ini mengacu pada:
  - Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 2:
    Menganalisis dinamika unsur-unsur geosfer serta kaitannya dengan kehidupan manusia.
  - Kemampuan Yang Diuji (KYD):
  - Menganalisis fenomena yang terjadi pada lithosfer serta kaitannya dengan kehidupan
    manusia.
  - Materi: lithosfer, submateri: tenaga eksogen—pengendapan.
  - Kelas/semester: X/2.
● Indikator soal:
  Dengan disajikan gambar suatu gejala di daerah gurun, siswa dapat mengemukakan bentuk
  sedimentasi yang dimaksud dalam gambar tersebut.
● Ranah: kognitif—penerapan (C3).
● Tingkat kesulitan soal: sedang.
● Gambar yang berfungsi sebagai stimulus soal kurang maksimal menampilkan pesan yang
  terkandung dalam stem soal, sehingga agak membingungkan. Gambar ini akan efektif bila
  disajikan dalam tampilan berwarna, sehingga mudah dianalisis. Apalagi soal ini
  menghendaki dua jawaban dalam satu soal.
● Untuk bisa menjawab soal ini, kita harus menguasai masing-masing konsep yang ada
  dalam setiap pilihan jawaban, kemudian menganalisis gambar yang ada.
  A. Delta adalah: material endapan yang terdapat di muara sungai. Sebenarnya ada empat
     macam delta, yaitu:
     1. Delta cembung/delta busur (arcuate delta) adalah: delta yang berbentuk kipas.
        Contoh: delta sungai Nil di Mesir.
     2. Delta runcing (cuspate delta) adalah: delta yang berbentuk seperti gigi tajam/runcing.
        Contoh: delta sungai Tiber di Italia dan sungai Ebro di Spanyol.
     3. Delta kaki burung/delta lobben (bird foot delta) adalah: delta yang menjorok ke laut
        berbentuk seperti kaki burung. Contoh: delta sungai Missisippi di Amerika Serikat,
        delta sungai Mahakam di Kalimantan Timur, delta sungai Cimanuk di Jawa Barat.
     4. Delta pengisi estuarium (estuarine delta) adalah: delta yang terdapat di muara sungai
        yang berbentuk seperti corong. Contoh: delta sungai Rhein, delta sungai Seine di
        Perancis, delta sungai Brantas di Jawa Timur, delta sungai Kapuas di Kalimantan.
     Berdasarkan keterangan tersebut, maka pilihan A ini bukan jawabannya.
  B. Gosong adalah: timbunan pasir hasil dari pengikisan (abrasi) air laut. Sedangkan
     tombolo adalah: gosong yang menghubungkan pulau utama dengan pulau kecil di
     seberangnya.
     Pilihan B ini pun bukan jawaban untuk soal nomor 9 untuk paket A dan nomor 4 untuk
     paket B, sebab pilihan ini merupakan bentuk-bentuk sedimentasi marin (laut).
Mengupas Soal-soal Ujian Nasional Tahun Pembelajaran 2008/2009                         14
  C. Pasir adalah: unsur batuan yang ukuran diameternya antara 0,05mm—1mm. Sedangkan
     kerikil adalah: batuan yang ukuran diameternya antara 1mm sampai ≥ 2mm.
     Pasir dan kerikil inipun bukan jawabannya.
  D. Terasering adalah: salah satu metode mekanis dalam penggunaan lahan untuk
     mengurangi erosi tanah dengan jalan mengubah permukaan tanah (lahan) miring
     menjadi bertingkat-tingkat. Adapun sengkedan merupakan padanan kata dari terasering.
     Pilihan jawaban ini juga salah.
  E. Sand dunes adalah: bukit/guguk/gumuk pasir yang merupakan hasil pengendapan angin
     di daerah pantai maupun gurun. Sedangkan barchans adalah: sejenis bukit pasir yang
     berbentuk bulan sabit/tapal kuda dengan ujung-ujungnya menghadap ke arah datangnya
     angin, lerengnya melandai menghadap ke arah datangnya angin, sedang lereng di bawah
     angin tegak curam.
     Pilihan jawaban inilah yang sesuai dengan soal di atas.
● Dengan demikian soal nomor 9 untuk paket A dan nomor 4 untuk paket B jawabannya
  adalah E.

Soal nomor 10 untuk paket A dan untuk paket B:
Praktik pengendalian erosi secara vegetative di daerah ketinggian bisa dilakukan
dengan cara…..
   A. contour strip cropping
   B. membuat tanggul tanah
   C. sengkedan teras-teras tanah
   D. crop rotation
   E. menanami tanaman mangrove

Kupasan:
● Soal ini mengacu pada:
  - Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 2:
    Menganalisis dinamika unsur-unsur geosfer serta kaitannya dengan kehidupan manusia.
  - Kemampuan Yang Diuji (KYD):
  - Menganalisis fenomena yang terjadi pada pedosfer serta kaitannya dengan kehidupan
    manusia.
  - Materi: proses erosi tanah, submateri: Mengurangi dan mencegah kerusakan tanah.
  - Kelas/semester: X/2.
● Indikator soal:
  Siswa dapat mengkatagorikan praktek pengendalian erosi secara vegetatif di daerah
  ketinggian.
● Ranah: kognitif—pemahaman (C2).
● Tingkat kesulitan soal: sedang.
● Stimulus, kalimat soal, dan pilihan jawaban yang disajikan mudah dimengerti oleh siswa,
  instruktif dan operasional.
● Penelaahan lebih lanjut sebagai berikut:
  A. contour strip cropping adalah: upaya pengawetan tanah dengan metode vegetatif yang
     wujudnya dengan cara menanam tanaman pada jalur sebaris dengan jenis berselang-
Mengupas Soal-soal Ujian Nasional Tahun Pembelajaran 2008/2009                      15
     seling dan memotong lereng (sesuai kontur) pada lahan yang berlereng 6%--15% di
     daerah ketinggian. Metode ini sering disebut tumpangsari.
     Dengan demikian pilihan jawaban A ini sesuai dengan soal 10.
  B. Membuat tanggul tanah, juga merupakan upaya pengawetan tanah. Namun membuat
     tanggul tanah ini merupakan upaya yang menggunakan metode mekanik dan bisa
     dilakukan di berbagai tempat, termasuk di dataran rendah.
     Hal ini berarti pilihan jawaban B salah.
  C. Sengkedan teras-teras tanah merupakan upaya pengawetan tanah dengan menggunakan
     metode mekanik dan memang umumnya diterapkan di daerah ketinggian. Namun
     pilihan ini bukan merupakan jawabannya.
  D. Crop rotation adalah: upaya pengawetan tanah dengan menggunakan vegetatif yang
      wujudnya dengan melakukan pergiliran tanaman dalam urutan waktu tertentu. Misalnya
      jagung—padi—kedelai. Pilihan ini juga bukan merupakan jawaban soal nomor 10 ini.
  E. Menanami tanaman mangrove, merupakan upaya pengawetan tanah di daerah pantai
    dari pengaruh abrasi. Berarti pilihan jawaban E ini juga salah.

Soal nomor 11 untuk paket A dan untuk nomor 15 paket B:
Lapisan atmosfer yang dapat melindungi Bumi dari kejatuhan meteor dan berfungsi
memantulkan gelombang radio adalah…..
   A. stratosfer
   B. troposfer
   C. mesosfer
   D. termosfer
   E. eksosfer

Kupasan:
● Soal ini mengacu pada:
  - Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 2:
    Menganalisis dinamika unsur-unsur geosfer serta kaitannya dengan kehidupan manusia.
  - Kemampuan Yang Diuji (KYD):
  - Menganalisis fenomena yang terjadi pada atmosfer serta kaitannya dengan kehidupan
    manusia.
  - Materi: atmosfer, submateri: ciri-ciri lapisan atmosfer.
  - Kelas/semester: X/2.
● Indikator soal:
  Siswa dapat mengemukakan lapisan atmosfer yang dapat melindungi bumi dari kejatuhan
  batu meteor dan berfungsi memantulkan gelombang radio.
● Ranah: kognitif—pemahaman (C2).
● Tingkat kesulitan soal: sedang.
● Stimulus, kalimat soal, dan pilihan jawaban yang disajikan mudah dimengerti oleh siswa,
  instruktif dan operasional.
● Penelaahan lebih lanjut sebagai berikut:
  Untuk bisa menjawab soal ini, siswa harus menguasai konsep masing-masing bagian dalam
  atmosfer.
Mengupas Soal-soal Ujian Nasional Tahun Pembelajaran 2008/2009                    16
  A. Stratosfer merupakan lapisan kedua berdasarkan penggolongan menurut temperaturnya
     (Bambang Nianto Mulyo & Purwadi Suhandini, 2004:78) yang berketinggian antara
     11km—50km dari permukaan laut. Lapisan ini terdiri dari lapisan isothermal dan
     lapisan inversi. Pada lapisan isothermal yang berketinggian 11km—20km suhunya
     tetap, yakni -60°C. Sedang pada lapisan inversi yg berketinggian antara 20km—50km
     suhu udara meningkat menjadi -0,5°C. Kenaikan temperatur ini dipengaruhi oleh
     adanya gas ozon (O₃). Bagian tertinggi dari stratosfer adalah statopause yang berbatasan
     dengan mesosfer. Berdasarkan keterangan ini, maka pilihan jawaban A ini adalah salah.
  B. Troposfer merupakan lapisan yang berhubungan langsung dengan kehidupan di muka
     Bumi. Tinggi rata-ratanya 11km. Sedang menurut Ischak (1987:46) tinggi rata-ratanya
     12km. Peristiwa cuaca/iklim seperti hujan, angin, petir, dan pelangi terjadi pada lapisan
     ini. Suhu udara pada lapisan ini, semakin tinggi semakin turun. Setian kenaikan 100m
     di atas permukaan laut, suhu turun 0,6°C. Sebagian besar massa atmosfer berada di
     lapisan ini. Besarnya 80%. Bagian tertingginya disebut tropopause. Dengan keterangan
     ini, maka pilihan B juga salah.
  C. Mesosfer merupakan lapisan yang berketinggian antara 50km-85km. Temperatur udara
     di lapisan ini di bawah titik beku. Besarnya hingga -90°C pada mesosfer atas. Menurut
     Bagja Waluya (2007:176) bahkan hingga -100°C. Masih menurut Bagja Waluya, bahwa
     pada lapisan ini banyak meteor yang terbakar dan terurai, dan terdapat reflektor atau
     atau perambat gelombang radio. Penjelasan inilah yang dimaksud soal nomor 11 untuk
     paket A dan nomor 15 pada paket B. Namun Menurut Bambang Nianto Mulyo dan
     Purwadi Suhandini (2004:80—81) bahwa lapisan yang berfungsi memantulkan
     gelombang radio adalah ionosfer. Ionosfer yang berada pada ketinggian 60km—600km
     ini terdiri dari tiga lapisan, yaitu lapisan D, E, dan F. Lapisan D dan E berfungsi
     memantulkan gelombang AM ke Bumi. Sedang lapisan F berfungsi memantulkan
     kembali gelombang pendek (gelombang SW). Menurut kedua orang tersebut, lapisan
     ionosfer merupakan lapisan berdasarkan pembagian atmosfer menurut jenis dan kondisi
     gas.
  D. Termosfer merupakan lapisan panas (hot layer) yang terletak pada ketinggian antara
     85km—500km. Dikatakan lapisan panas karena suhu pada lapisan ini berkisar antara
     90°C—500°C. Suhu yang tinggi ini lantaran molekul oksigen menyerap energi
     Matahari. Pada lapisan ini terjadi proses ionisasi, yakni molekul oksigen akan
     terpecah menjadi oksigen atomi. Pilihan jawaban D ini bukan jawabannya.
  E. Eksosfer merupakan lapisan terluar dari atmosfer Bumi. Karakteristik lapisan ini
     molekul-molekul udara bergerak bebas lantaran pengaruh gravitasi Bumi relatif sangat
     kecil dan sudah ada pengaruh angkasa luar.
● Dengan demikian soal nomor 11 untuk paket A dan nomor 15 untuk paket B jawabannya
  adalah C.

Soal nomor 12 untuk paket A dan untuk nomor 14 paket B:
Kota A memiliki ketinggian 5meter di atas permukaan laut dan suhu udara di kota A =
28°C. Berapakah rata-rata suhu udara kota B yang memiliki ketinggian 215m di atas
permukaan laut, jika setiap naik 100m, suhu turun 0,6°C?

Mengupas Soal-soal Ujian Nasional Tahun Pembelajaran 2008/2009                        17
   A.   26,74°C
   B.   26,84°C
   C.   27,00°C
   D.   27,74°C
   E.   28,00°C

Kupasan:
● Soal ini mengacu pada:
  - Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 2:
    Menganalisis dinamika unsur-unsur geosfer serta kaitannya dengan kehidupan manusia.
  - Kemampuan Yang Diuji (KYD):
  - Menganalisis fenomena yang terjadi pada atmosfer serta kaitannya dengan kehidupan
    manusia.
  - Materi: atmosfer, submateri: unsur-unsur cuaca (menghitung suhu udara).
  - Kelas/semester: X/2.
● Indikator soal:
  Siswa dapat menghitung rata-rata suhu udara suatu kota.
● Ranah: kognitif—penerapan (C3).
● Tingkat kesulitan soal: sulit.
● Stimulus, kalimat soal, dan pilihan jawaban yang disajikan mudah dimengerti oleh siswa,
  instruktif dan operasional.
● Penelaahan lebih lanjut sebagai berikut:
  Untuk bisa menjawab soal ini kita harus menggunakan rumus menentukan suhu suatu
  tempat. Rumusnya adalah:
  Tx = To – 0,6°C ×
  Keterangan:
  Tx adalah : temperatur/suhu suatu tempat (x) yang dicari.
  To adalah : temperatur/suhu suatu tempat yang sudah diketahui, biasanya di permukaan
              : permukaan laut.
  0,6°C adalah: konstanta, diperoleh dari besarnya penurunan suhu setiap naik 100m.
  h adalah    : ketinggian tempat yang dicari.
  100 adalah : konstanta, diperoleh dari suhu akan turun setiap 100m.

  Mengingat tempat yang telah diketahui, yakni kota A yang terletak pada ketinggian 5m di
  atas permukaan laut, maka langkah yang ditempuh adalah:
  1. Menentukan selisih suhu antara permukaan laut (ketinggian 0m) dengan kota A yang
     berketinggian 5m. Rumusnya adalah:
    Selisih suhu =            × 0,6°C

                  =    × 0,6°C
                 = 0,03°C
  2. Berdasarkan selisih suhu di atas, maka langkah berikutnya adalah menghitung besarnya
     suhu To (suhu di permukaan laut yang berketinggian 0m) dengan menggunakan rumus:

Mengupas Soal-soal Ujian Nasional Tahun Pembelajaran 2008/2009                      18
     Suhu To (suhu di permukaan laut yang berketinggian 0m) = suhu kota A + selisih suhu
                                                            = 28°C + 0,03°C
                                                            = 28,03°C
  3. Menghitung suhu kota B:
    Suhu kota B = To kota A – 0,6°C ×

                 = 28,03°C – 0,6°C ×
                   = 28,03°C – 0,6°C × 2,15
                   = 28,03°C – 1,29°C
                   = 26,74°C
  4. Jadi rata-rata suhu udara kota B adalah: 26,74°C
● Dengan demikian soal nomor 12 untuk paket A dan nomor 14 untuk paket B jawabannya
  adalah A.

Soal nomor 13 untuk paket A dan paket B:
Bila 1m3 udara pada suhu 25°C terdapat uap air sebanyak 30gram dan pada suhu
tersebut udara dapat menampung uap air sebanyak 50gram, maka kelembaban relatif
udara adalah…..
    A. 100%
    B. 90%
    C. 80%
    D. 70%
    E. 60%

Kupasan:
● Soal ini mengacu pada:
  - Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 2:
    Menganalisis dinamika unsur-unsur geosfer serta kaitannya dengan kehidupan manusia.
  - Kemampuan Yang Diuji (KYD):
  - Menganalisis fenomena yang terjadi pada atmosfer serta kaitannya dengan kehidupan
    manusia.
  - Materi: atmosfer, submateri: unsur-unsur cuaca (menghitung kelembaban relatif udara).
  - Kelas/semester: X/2.
● Indikator soal:
  Siswa dapat menghitung kelembaban relatif udara suatu tempat.
● Ranah: kognitif—penerapan (C3).
● Tingkat kesulitan soal: sedang.
● Stimulus dan kalimat soal cukup mudah dimengerti siswa, sedang pilihan jawaban yang
  disajikan mudah dimengerti oleh siswa.
● Penelaahan lebih lanjut sebagai berikut:
  Untuk menghitung soal tersebut, kita menggunakan rumus:
  RH =    × 100%


Mengupas Soal-soal Ujian Nasional Tahun Pembelajaran 2008/2009                      19
  Keterangan:
  RH adalah : kelembaban relatif (nisbi).
  1 adalah    : tekanan uap air (jumlah uap air dalam udara/kelembaban mutlak)—
                dinyatakan dalam gram/m3 udara.
  E adalah    : tekanan uap air maksimal (jumlah uap air maksimum yang dapat dikandung
                udara dalam suhu sama).

  Dengan menggunakan rumus tersebut, maka
  RH =      × 100%

        =   × 100%
       = 60%
  Jadi kelembaban relatifnya adalah 60%
● Dengan demikian soal nomor 13 untuk paket A dan paket B jawabannya adalah E.

Soal nomor 14 untuk paket A dan nomor 12 untuk paket B:
Jenis awan komulonimbus seperti gambar berpotensi terjadi hujan lebat dan petir pada
nomor…..




   A.   1
   B.   2
   C.   3
   D.   4
   E.   5

Kupasan:
● Soal ini mengacu pada:
  - Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 2:
    Menganalisis dinamika unsur-unsur geosfer serta kaitannya dengan kehidupan manusia.
  - Kemampuan Yang Diuji (KYD):
  - Menganalisis fenomena yang terjadi pada atmosfer serta kaitannya dengan kehidupan
    manusia.
  - Materi: atmosfer, submateri: unsur-unsur cuaca (awan).
  - Kelas/semester: X/2.
● Indikator soal:
  Disajikan gambar awan siswa dapat memilih jenis awan yang berpotensi menimbulkan
Mengupas Soal-soal Ujian Nasional Tahun Pembelajaran 2008/2009                    20
  hujan lebat dan petir (awan kumulunimbus).
● Ranah: kognitif—pemahaman (C2).
● Tingkat kesulitan soal: mudah.
● Stimulus soal yang berupa gambar baik dan mudah dimengerti siswa, sedang kalimat soal
  agak membingungkan sebab menggunakan kalimat yang tidak baku, serta kurang instruktif
  dan operasional. Kalimat soal itu akan menjadi baik, instruktit dan operasional jika
  misalnya diperbaiki menjadi: ―Komulusnimbus merupakan jenis awan yang berpotensi
  melantarkan terjadinya hujan lebat dan petir. Pada gambar di bawah ini, jenis awan
  komulusnimbus bertanda nomor…..‖
● Penelaahan lebih lanjut sebagai berikut:
  A. Awan yang bertanda nomor 1 ini memiliki karakteristik sebagai awan cumuliform atau
     tumpukan awan yang bergerak vertikal ke atas dalam ukuran besar lantaran adanya
     turbolensi, bagian dasarnya relatif datar/rata, sedang puncaknya berbentuk bundar.
     Berdasarkan gambar tersebut, awan pada nomor 1 ini berada pada ketinggian antara
     dibawah 2.100m—12.000m (masuk batas stratosfer). Awan ini tidak hanya melantarkan
     terjadinya hujan lebat dan petir, tetapi juga berpotensi melantarkan terjadinya badai.
     Awan ini sering disebut dengan kumulusnimbus.
  B. Awan yang bertanda nomor 2 merupakan awan rendah, yaitu awan yang berketinggian
     kurang dari 2.000m, dan merupakan awan bertumpuk. Awan ini bernama
     stratokomulus.
  C. Awan yang bertanda nomor 3 merupakan awan rendah, yaitu awan yang berketinggian
     kurang dari 2.000m, dan merupakan awan yang berlapis. Awan stratus namanya.
  D. Awan yang bertanda nomor 4 merupakan awan menengah, yaitu awan yang tingginya
     antara 2.000m—6.000m. Awan tersebut merupakan awan yang bertumpuk. Awan
     tersebut merupakan awan altokumulus.
  E. Awan yang bertanda nomor 5 merupakan awan tinggi, yaitu awan yang tingginya
     antara 6.000m—12.000m. Awan tersebut merupakan awan yang bertumpuk dengan
     materi penyusunnya berupa kristal es. Awan yang demikian disebut awan sirrokomulus.
● Dengan demikian jawaban yang tepat untuk soal nomor 14 untuk paket A dan nomor 12
  untuk paket B jawabannya adalah A.

Soal nomor 15 untuk paket A dan nomor 11 untuk paket B:
Unsur gas yang banyak merusak lapisan ozon dan mempengaruhi perubahan iklim
global adalah…..
   A. metana
   B. belerang
   C. nitrogen oksida
   D. karbon dioksida
   E. amoniak

Kupasan:
● Soal ini mengacu pada:
  - Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 2:
    Menganalisis dinamika unsur-unsur geosfer serta kaitannya dengan kehidupan manusia.
Mengupas Soal-soal Ujian Nasional Tahun Pembelajaran 2008/2009                      21
  - Kemampuan Yang Diuji (KYD):
  - Menganalisis fenomena yang terjadi pada atmosfer serta kaitannya dengan kehidupan
    manusia.
  - Materi: atmosfer, submateri: pemanasan global (El Nino dan La Nina).
  - Kelas/semester: X/2.
● Indikator soal:
  Siswa dapat menyebutkan nama unsur gas yang banyak merusak lapisan ozon dan
  mempengaruhi perubahan iklim global.
● Ranah: kognitif—pengetahuan (C1).
● Tingkat kesulitan soal: sedang.
● Soal ini ditengarai tidak ada jawabannya, sebab:
  Menurut hemat saya yang mengutip beberapa sumber bahwa gas-gas yang berkontribusi
  melantarkan terbentuknya efek rumah kaca adalah: uap air, karbon dioksida, nitrogen
  oksida, hidrofluorokarbon (HCFC-22), klouorofluorokarbon, dan trifluorometil sulfur
  pentafluida. Bahkan sumber lain menambahkan metana. Khusus untuk uap air terbentuk
  melalui proses alam. Di antara gas-gas tersebut, hanya kluorofluorokarbon (CFC) yang
  melantarkan rusaknya lapisan ozon. Sedang kluorofluorokarbon dalam pilihan jawaban itu
  tidak tersedia. Gas-gas lainnya berfungsi menahan radiasi panas Matahari yg dipantulkan
  kembali oleh permukaan Bumi.

Soal nomor 16 untuk paket A dan nomor 19 untuk paket B:
Urutan proses siklus hidrologi yang benar pada gambar adalah…..




   A.   1, 3, 4, dan 2
   B.   1, 4, 2, dan 3
   C.   2, 4, 3, dan 1
   D.   3, 4, 1, dan 2
   E.   4, 3, 1, dan 2

Kupasan:
● Soal ini mengacu pada:
  - Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 2:
    Menganalisis dinamika unsur-unsur geosfer serta kaitannya dengan kehidupan manusia.
  - Kemampuan Yang Diuji (KYD):
  - Menganalisis fenomena yang terjadi pada hidrosfer serta kaitannya dengan kehidupan
    manusia.
  - Materi: hidrosfer, submateri: siklus hidrologi.

Mengupas Soal-soal Ujian Nasional Tahun Pembelajaran 2008/2009                     22
  - Kelas/semester: X/2.
● Indikator soal:
  Disajikan gambar sikus hidrologi siswa dapat mengurutkan proses siklus hidrologi tersebut
● Ranah: kognitif—penerapan (C3).
● Tingkat kesulitan soal: mudah.
● Stimulus soal yang berupa gambar baik dan mudah dimengerti siswa. Demikian stem
  Soalnya.
● Penelaahan lebih lanjut sebagai berikut:
  Pilihan jawaban yang benar adalah D, sebab:
  Siklus air diawali dari penguapan air laut (no. 3), kemudian uap air yang naik naik vertikal
  akan memasuki lapisan udara yang suhunya lebih rendah, maka terjadilah kondensasi
  (no. 4). Kondensasi adalah: perubahan uap air menjadi titik-titik air melalui proses
  pendinginan pada lapisan udara bagian atas (di troposfer). Melalui proses kondensasi
  kemudian terbentuk awan. Awan adalah kumpulan dari titik-titik air. Awan tersebut
  kemudian dibawa angin ke daratan. Awan yang jenuh, artinya banyak sekali mengandung
  titik-titik air kemudian menghantarkan terjadinya hujan atau presipitasi (no. 1). Air hujan
  yang sampai ke permukaan Bumi, sebagian meresap dalam tanah dan sebagian yang lain
  mengalir menjadi aliran permukaan atau perkolasi (no.2). Aliran permukaan yang melalui
  sungai akhirnya bermuara dan kembali ke laut.

Soal nomor 17 untuk paket A dan nomor 18 untuk paket B:
Yang menunjukkan bentuk meander pada gambar adalah nomor…..




   A.    I
   B. II
   C. III
   D. IV
   E. V

Kupasan:
● Soal ini mengacu pada:
  - Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 2:
    Menganalisis dinamika unsur-unsur geosfer serta kaitannya dengan kehidupan manusia.
  - Kemampuan Yang Diuji (KYD):
  - Menganalisis fenomena yang terjadi pada hidrosfer serta kaitannya dengan kehidupan
    manusia.
  - Materi: hidrosfer, submateri: perairan darat—sungai—profil memanjang sungai.

Mengupas Soal-soal Ujian Nasional Tahun Pembelajaran 2008/2009                         23
   - Kelas/semester: X/2.
● Indikator soal:
  Dengan disajikan gambar-gambar bentuk-bentuk/kenampakan aliran sungai siswa dapat
 menunjukkan bentuk meander pada gambar tersebut.
● Ranah: kognitif—pemahaman (C2).
● Tingkat kesulitan soal: sedang.
● Stimulus soal yang berupa gambar baik dan mudah dimengerti siswa, hanya pada kalimat
  soalnya tidak menggunakan aturan bahasa Indonesia yang baku. Kalimat soal itu akan
  menjadi baik, instruktif, dan operasional bila diubah misalnya seperti di bawah ini:
  Bentuk meander pada gambar di bawah ini dapat ditunjukkan pada nomor…..
● Penelaahan lebih lanjut sebagai berikut:
  A. gambar I, merupakan bentuk kenampakan suatu sungai yang terindikasi sudah mulai
      terjadi pembelokan tahap awal, tetapi belum bisa disebut meander.
  B. gambar II, merupakan bentukan lebih lanjut setelah terbentuknya meander. Bentukan yg
      dimaksud adalah kali mati (oxbow lake). Kali mati (oxbow lake) adalah danau kecil yang
      berbentuk seperti ladam/tapal kuda, terjadi lantaran meander yang terpotong/tertimbun
      oleh material endapan sungai.
  C. gambar III, merupakan bentuk kenampakan sungai yang berkelok-kelok. Bentuk
      kenampakan sungai yang berkelok-kelok itulah yang disebut meander. Meander ini
      banyak dijumpai di Daerah Aliran Sungai (DAS) bagian tengah dan hilir.
  D. gambar IV, merupakan bentuk kenampakan sungai yang sedikit membelok.
  E. gambar V, merupakan bentuk kenampakan sungai yang relatif lurus.
● Dengan demikian jawaban yang tepat untuk soal nomor 17 untuk paket A dan nomor 18
   untuk paket B adalah C.

Soal nomor 18 untuk paket A dan nomor 17 untuk paket B:
Pola aliran sungai pada gambar memiliki ciri-ciri aliran anak sungai…..




   A.   tidak teratur dan sudut lancip yang terdapat di dataran rendah
   B.   terdapat di daerah dataran rendah dan anak sungai teratur
   C.   membentuk sudut lancip dan terdapat di daerah berlereng curam
   D.   membentuk sudut siku-siku dan terdapat aliran lambat
   E.   terdapat di daerah patahan dan anak sungai seperti sirip daun

Kupasan:
● Soal ini mengacu pada:
  - Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 2:
    Menganalisis dinamika unsur-unsur geosfer serta kaitannya dengan kehidupan manusia.
  - Kemampuan Yang Diuji (KYD):

Mengupas Soal-soal Ujian Nasional Tahun Pembelajaran 2008/2009                       24
   - Menganalisis fenomena yang terjadi pada hidrosfer serta kaitannya dengan kehidupan
     manusia.
   - Materi: hidrosfer, submateri: perairan darat—sungai—pola aliran sungai.
   - Kelas/semester: X/2.
● Indikator soal:
  Dengan disajikan gambar satu pola aliran sungai siswa dapat mengemukakan ciri-ciri
  aliran anak sungai.
● Ranah: kognitif—penerapan (C3).
● Tingkat kesulitan soal: sedang.
● Stimulus soal yang berupa gambar baik dan mudah dimengerti siswa, hanya pada kalimat
  soalnya sedikit membingungkan. Kalimat soal itu akan menjadi baik jika misalnya diubah:
  Aliran anak sungai pada pola aliran sungai yang tertera pada gambar di bawah ini
  memiliki ciri-ciri…..
● Penelaahan lebih lanjut sebagai berikut:
   Gambar tersebut menunjukkan bahwa anak-anak sungainya bermuara ke sungai induk
   dengan sudut yang tidak teratur. Ada anak sungai yang bermuara ke sungai induk
   membentuk sudut lancip, tetapi ada pula yang membentuk sudut tumpul. Bentuk sudut yg
   berbeda-beda pada pertemuan antara anak sungai dengan induk sungai itu bisa terjadi jika
   morfologi daerah yang dilalui sungai yang berpola ini berupa daerah dataran rendah atau
   daerah yang relatif datar, serta daerah yang homogen dengan materialnya mudah tererosi.
   Pola aliran sungai yang dimaksud adalah pola aliran dendritik. Pola aliran ini sering pula
   disebut dengan pola aliran yang membentuk seperti pohon dengan cabang-cabangnya.
● Berdasarkan tersebut di atas, maka jawaban yang tepat untuk soal nomor 18 untuk paket A
   dan nomor 17 untuk paket B adalah A.
● Sedang pilihan jawaban yang lain, yakni:
   - Pilihan jawaban B hanya bersifat sebagai pengecoh saja. Tidak satupun buku sumber yg
     menjelaskan adanya pola aliran sungai yang memiliki ciri-ciri tersebut.
   - Pilihan jawaban C merupakan ciri-ciri dari pola aliran pinnate.
   - Pilihan jawaban D merupakan pilihan jawaban yang kurang memberikan ciri-ciri yang
     spesifik, seba pola aliran yang membentuk sudut siku-siku bisa berupa pola rectangular
     atau pola trellis. Mungkin penyusun soal ini mengarah ke pola aliran rectangular.
   - Pilihan jawaban E merupakan ciri-ciri dari pola aliran trellis.

Soal nomor 19 untuk paket A dan nomor 16 untuk paket B:
Arus dingin California pada peta ditunjukkan nomor…..




Mengupas Soal-soal Ujian Nasional Tahun Pembelajaran 2008/2009                        25
   A.   1
   B.   2
   C.   3
   D.   4
   E.   5

Kupasan:
● Soal ini mengacu pada:
   - Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 2:
     Menganalisis dinamika unsur-unsur geosfer serta kaitannya dengan kehidupan manusia.
   - Kemampuan Yang Diuji (KYD):
    - Menganalisis fenomena yang terjadi pada hidrosfer serta kaitannya dengan kehidupan
     manusia.
   - Materi: hidrosfer, submateri: perairan laut—gerakan air laut.
   - Kelas/semester: X/2.
● Indikator soal:
   Disajikan peta arus laut dunia, siswa dapat menunjukkan nomor pada peta yang disebut
  arus dingin Kalifornia.
● Ranah: kognitif—penerapan (C3).
● Tingkat kesulitan soal: sedang.
● Stimulus soal yang berupa gambar baik dan mudah dimengerti siswa. Kalimat soalnya pun
  cukup mudah dimengerti siswa.
● Kupasan lebih lanjut sebagai berikut:
  - Pilihan jawaban A merupakan arus panas—arus Kurosyiwo.
  - Pilihan jawaban B merupakan arus dingin—arus Alaska.
  - Pilihan jawaban C merupakan arus dingin—arus California.
  - Pilihan jawaban D merupakan arus dingin—arus Peru.
  - pilihan jawaban E merupakan arus panas –arus Gulfstream.
● Dengan demikian, maka jawaban yang benar untuk soal nomor 19 untuk paket A dan
  nomor 16 untuk paket B adalah C.

Soal nomor 20 untuk paket A dan nomor 21 untuk paket B:
Pernyataan:
1. terbentang dari daerah tropik sampai subtropik
2. curah hujan antara 250 mm – 500 mm
3. tumbuhan khas akasia

Bioma sesuia indikator tersebut adalah…..
   A. bioma stepa
   B. bioma gurun
   C. bioma hutan
   D. bioma tundra
   E. bioma taiga


Mengupas Soal-soal Ujian Nasional Tahun Pembelajaran 2008/2009                    26
Kupasan:
● Soal ini mengacu pada:
   - Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 2:
      Menganalisis dinamika unsur-unsur geosfer serta kaitannya dengan kehidupan manusia.
   - Kemampuan Yang Diuji (KYD):
     Mendeskripsikan keaneka-ragaman flora dan fauna di muka Bumi sebagai potensi
     pendukung kehidupan.
   - Materi: Persebaran hewan dan tumbuhan di Indonesia
   - Kelas/semester: XI/1.
● Indikator soal:
   Disajikan pernyataan tentang iklim dan bioma, siswa dapat mengemukakan bioma yang
  sesuai dengan indikator pada pernyataan tersebut.
● Ranah: kognitif—penerapan (C3).
● Tingkat kesulitan soal: sedang.
● Stimulus soal yang berupa pernyataan ditengarai kurang bagus/ kurang valid, terutama
  pada pernyataan ke-3 tidak ada kesesuaian dengan pilihan jawaban yang tersedia.
● Kupasan lebih lanjut sebagai berikut:
  - Pilihan jawaban A, yakni bioma stepa memiliki karakteristik sebagai berikut:
    1. terbentang dari daerah topik sampai subtropik
    2. curah hujan antara 250mm—500mm
    3. tumbuhan utamanya rumput
     Pernyataan 1 dan 2 sesuai dengan karakteristik bioma stepa seperti yang ditulis oleh K.
    Wardiyatmoko (2004:3). Sedang pernyataan no. 3 tidak sesuai sebab kalau yang
    dimaksudkan pada soal ini jawabannya A, yakni bioma stepa maka tumbuhan yang
    khas atau tumbuhan utamanya bukan akasia, tetapi rumput.
  - Pilihan jawaban B, yakni bioma gurun memiliki karakteristik sebagai berikut:
    1. banyak terdapat di daerah tropis sampai subtropis
    2. curah hujan ≤ 250mm/tahun
    3. tumbuhannya berdaun kecil/tidak berdaun, berduri, dan berakar panjang
    4. jika terjadi hujan, tumbuhannya segera tumbuh, cepat berbunga dan berbuah,
       kemudian mati seiring tanahnya mongering
    Pilihan ini bahkan tidak sesuai dengan pernyataan yang ada. Karena itu pilihan B ini
    jelas bukan jawabannya.
  - Pilihan jawaban C, yakni bioma hutan memiliki karakteristik sebagai berikut:
     1. hutan dibedakan menjadi tiga macam berdasarkan kondisi iklimnya, yaitu hutan tropis,
      hutan gugur, dan hutan taiga/konifer
    2. curah hujan antara 400mm—2.000mm
    3. tumbuhan utamanya berupa pohon-pohon besar
    Pilihan ini juga bukan jawaban dari soal di atas.
  - Pilihan jawaban D, bioma tundra. Karakteristiknya adalah:
    1. terdapat di belahan Bumi utara, sekitar lingkaran kutub utara
    2. mengalami musim dingin yang panjang
    3. tumbuhan utamanya lumut sphagnum dan lichenes
    Pilihan D ini jelas bukan jawabannya.
Mengupas Soal-soal Ujian Nasional Tahun Pembelajaran 2008/2009                       27
 - Pilihan jawaban E, taiga. Karakteristik taiga adalah:
   1. terdapat di Siberia dan Kanada
   2. ketika musim dingin daunnya tidak gugur
   3. tumbuhannya berupa pohon berdaun jarum
   Pilihan jawaban E inipun bukan jawabannya.

Soal nomor 21 untuk paket A dan nomor 20 untuk paket B:
Fauna Indonesia yang berada di daerah Asiatis adalah…..
   A. anoa, tapir, harimau, gajah, dan beo
   B. anoa, tapir, harimau, gajah, bekantan
   C. harimau, gajah, bekantan, cendrawasih, dan tapir
   D. beo, bekantan, kuau, harimau, dan gajah
   E. beo, cendrawasih, bekantan, dan harimau

Kupasan:
● Soal ini mengacu pada:
   - Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 2:
      Menganalisis dinamika unsur-unsur geosfer serta kaitannya dengan kehidupan manusia.
   - Kemampuan Yang Diuji (KYD):
     Mendeskripsikan keaneka-ragaman flora dan fauna di muka Bumi sebagai potensi
     pendukung kehidupan.
   - Materi: Persebaran hewan dan tumbuhan di Indonesia
   - Kelas/semester: XI/1.
● Indikator soal:
   Siswa dapat menyebutkan lima fauna Indonesia yang berada di daerah Asiatis.
● Ranah: kognitif—pengetahuan (C1).
● Tingkat kesulitan soal: mudah.
● Kalimat soal baik, mudah dimengerti siswa, instruktif, dan operasional.
● Kupasan lebih lanjut sebagai berikut:
   - Pilihan jawaban A, pada anoa, bukan merupakan binatang yang berada di Asiatis.
     Anoa tersebut merupakan binatang yang berada di laut pertengahan Austral-Asiatis
     atau daerah Wallacea atau daerah Indonesia Tengah, tepatnya di pulau Sulawesi.
     Sedang untuk tapir, harimau, gajah, dan bekantan merupakan fauna yang berada
     di daerah Asiatis.
   - Pilihan jawaban B juga tidak tepat karena anoa bukan binatang Asiatis. Sedang tapir,
     harimau, gajah, dan bekantan termasuk binatang Asiatis.
   - Pilihan jawaban C: harimau, gajah, bekantan, dan tapir merupakan binatang Asiatis,
      sedang cendrawasih merupan jenis burung yang hidup di Papua, bersifat Australia.
   - Pilihan jawaban D: beo, bekantan, kuau, harimau, dan gajah merupakan fauna yang
     berada di daerah Asiatis
   - Pilihan jawaban E: beo, bekantan, dan harimau merupakan fauna Asiatis, sedang
     cendrawasih bukan.
● Dengan demikian, maka jawaban yang benar untuk soal nomor 21 untuk paket A dan
  nomor 20 untuk paket B adalah D.
Mengupas Soal-soal Ujian Nasional Tahun Pembelajaran 2008/2009                     28
Soal nomor 22 untuk paket A dan nomor 24 untuk paket B:
Jumlah penduduk kota A hingga akhir tahun 2008 adalah 1 juta jiwa. Jika
pertumbuhan penduduknya 2,5% per tahun, maka penduduk A hingga akhir tahun
2010 sekitar…..
   A. 1.050.625jiwa
   B. 1.562.500jiwa
   C. 1.625.000jiwa
   D. 1.665.250jiwa
   E. 1.665.520jiwa

Kupasan:
● Soal ini mengacu pada:
   - Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 3:
     Menganalisis dinamika unsur-unsur sosial dalam kehidupan sehari-hari.
   - Kemampuan Yang Diuji (KYD):
     Mendeskripsikan fenomena yang terjadi pada antroposfer.
   - Materi: Antroposfer, submateri: kuantitas penduduk
   - Kelas/semester: XI/1.
● Indikator soal:
   Siswa dapat menghitung pertumbuhan penduduk suatu kota pada akhir tahun 2010 dengan
  disajikan data jumlah penduduk akhir tahun 2008.
● Ranah: kognitif—sintesis (C5).
● Tingkat kesulitan soal: sulit.
● Kalimat soal baik, mudah dimengerti siswa, instruktif, dan operasional.
● Kupasan lebih lanjut sebagai berikut:
  Untuk menghitung soal tersebut, kita menggunakan rumus:
  Pn = Po (1 + r)n

 Keterangan:
 Pn = jumlah penduduk pada tahun n (tahun yang ditanyakan)
 Po = jumlah penduduk pada tahun o atau tahun awal (tahun yang diketahui)
 1 = konstanta
 R = laju pertumbuhan penduduk per tahun (dalam %)
 n = jumlah tahun antara tahun o hingga tahun n

 Dengan menggunakan rumus tersebut, maka
 Pn = Po (1 + r)n
    = 1.000.000jiwa (1 + 2,5%)2
    = 1.000.000jiwa (1 + 0,025)2
    = 1.000.000jiwa (1,025)2
    = 1.000.000jiwa × 1,050625
    = 1.050.625jiwa

● Dengan demikian jawaban yang benar adalah A.
Mengupas Soal-soal Ujian Nasional Tahun Pembelajaran 2008/2009                  29
Soal nomor 23 untuk paket A dan paket B:
Faktor pendorong yang menyebabkan perpindahan penduduk desa ke kota adalah….
   A. pembangunan daerah berkembang
   B. terjadinya konflik horizontal
   C. kekurangan lapangan kerja
   D. hasil pertanian meningkat
   E. fasilitas pendidikan lengkap

Kupasan:
● Soal ini mengacu pada:
   - Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 3:
     Menganalisis dinamika unsur-unsur sosial dalam kehidupan sehari-hari.
   - Kemampuan Yang Diuji (KYD):
     Mendeskripsikan fenomena yang terjadi pada antroposfer.
   - Materi: Antroposfer, submateri: kuantitas penduduk
   - Kelas/semester: XI/1.
● Indikator soal:
   Siswa dapat menyebutkan faktor pendorong yang menyebabkan perpindahan penduduk
   desa ke kota.
● Ranah: kognitif—pengetahuan (C1).
● Tingkat kesulitan soal: mudah.
● Kalimat soal baik, mudah dimengerti siswa, instruktif, dan operasional.
● Kupasan lebih lanjut sebagai berikut:
   Perpindahan penduduk dari desa ke kota disebut urbanisasi. Urbanisasi bisi terjadi lantaran
  adanya faktor pendorong dan faktor penarik. Faktor pendorong urbanisasi adanya dari
  desa, artinya faktor-faktor yang mendorong orang desa melakukan urbanisasi. Faktor-
  faktor tersebut adalah:
  1. Terbatasnya lapangan kerja di desa.
  2. Rendahnya upah kerja di desa.
  3. Terbatasnya sarana pendidikan, kesehatan, dan sarana-sarana sosial lainnya di desa.
  4. Keamanan di desa yang terganggu.

  Faktor penarik urbanisasi datangnya dari kota, artinya faktor-faktor yang membuat
  orang tertarik menuju atau berpindah ke kota. Faktor-faktor tersebut adalah:
  1. Banyaknya lapangan kerja di kota.
  2. Tingginya upah kerja di kota.
  3. Tersedianya sarana pendidikan, kesehatan, dan sarana-sarana sosial lainnya di kota.
  4. Maraknya pembangunan kompleks perumahan di kota.
● Berdasarkan hal tersebut, maka jawaban yang benar untuk nomor 23, baik untuk paket
  A maupun B adalah C (kekurangan lapangan kerja).

Soal nomor 24 untuk paket A dan nomor 22 untuk paket B:
Piramida yang menunjukkan angka ketergantungan sangat kecil terdapat pada gambar
…..
Mengupas Soal-soal Ujian Nasional Tahun Pembelajaran 2008/2009                         30
    A.        B.         C.          D.         E.

Kupasan:
● Soal ini mengacu pada:
   - Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 3:
      Menganalisis dinamika unsur-unsur sosial dalam kehidupan sehari-hari.
   - Kemampuan Yang Diuji (KYD):
     Mendeskripsikan fenomena yang terjadi pada antroposfer.
   - Materi: Antroposfer, submateri: kuantitas penduduk
   - Kelas/semester: XI/1.
● Indikator soal:
   Siswa dapat menunjukkan angka ketergantungan yang sangat kecil pada gambar yang
  tersaji pada pilihan jawaban.
● Ranah: kognitif—pemahaman (C2).
● Tingkat kesulitan soal: sedang.
● Kalimat soal baik, mudah dimengerti siswa, instruktif, dan operasional.
● Kupasan lebih lanjut sebagai berikut:
  - Piramida penduduk dikenal ada tiga macam, yakni piramida penduduk muda
    berbentuk kerucut, piramida penduduk tua berbentuk seperti tempayan terbalik,
    dan piramida penduduk stasioner berbentuk mirip granat.
    Piramida penduduk dapat digunakan untuk mengetahui perbandingan antara jumlah
     penduduk laki-laki dan perempuan, jumlah tenaga kerja, dan struktur penduduk, termasuk
    angka ketergantungan (dependensi ratio). Kelompok umur yang sering dipakai dalam
    kaitannya dengan angka ketergantungan ada tiga macam, yaitu:
    a. Kelompok umur belum produktif, adalah kelompok umur antara 0tahun—14tahun
       Penduduk pada kelompok umur ini belum mampu bekerja sehingga belum/tidak
       Memperoleh penghasilan.
    b. Kelompok umur produktif, adalah kelompok umur antara 15tahun—64tahun.
       Penduduk pada kelompok umur produktif merupakan kelompok umur yang sudah
       Mampu mencari dan/atau memperoleh penghasilan (bekerja).
    c. Kelompok umur tidak produktif, adalah kelompok umur di atas 65tahun ke atas.
       Penduduk pada kelompok umur tersebut sudah tidak bekerja.
  - Pilihan jawaban A merupakan piramida penduduk yang berbentuk kerucut. Bentuk
    piramida ini merupakan piramida penduduk muda. Piramida penduduk ini bercirikan:
     a. Alas kerucut—piramidanya menunjukkan proporsi kelompok umur muda (kelompok
      umur di bawah 15tahun) yang besar, angka kelahiran yang tinggi, sehingga
      pertumbuhan penduduknya sedang mengalami pertumbuhan yang pesat.
    b. Angka ketergantungan tinggi karena penduduk pada kelompok umur produktif
       (15tahun—64tahun) harus menanggung kelompok umur belum produktif yang

Mengupas Soal-soal Ujian Nasional Tahun Pembelajaran 2008/2009                      31
       jumlahnya terbanyak ditambah menanggung kelompok umur yang sudah tidak
       produktif.
  - Pilihan jawaban B merupakan bentuk ekstrim dari bentuk kerucut yang tidak dikenal
    dalam bentuk piramida penduduk.
  - Pilihan jawaban C menunjukkan ciri-ciri piramida penduduk stasioner (tetap) yang
    berbentuk seperti granat. Adapun ciri-cirinya adalah:
    a. Jumlah penduduknya cenderung tidak banyak berubah.
    b. Angka kelahiran dan kematian relatif seimbang dan rendah, sehingga
       pertumbuhan penduduknya tetap.
    c. Angka ketergantungannya rendah karena penduduk kelompok umur produktif
       tidak begitu menanggung beban, baik dari jumlah penduduk kelompok umur
       belum produktif maupun kelompok umur yang sudah tidak produktif.
  - Pilihan jawaban D mirip bentuk tempayan terbalik, tetapi ujungnya runcing yang
    tidak dikenal dalam bentuk piramida penduduk.
  - Pilihan jawaban E juga tidak dikenal dalam piramida bentuk piramida penduduk.
● Dengan demikian jawaban yang benar untuk soal nomor 24 pada paket A dan nomor
  22 pada paket B adalah pilihan jawaban C.

Soal nomor 25 untuk paket A dan nomor 26 untuk paket B:
Untuk mendirikan industri gerabah seperti pada gambar sebaiknya dilakukan di
lokasi…..




   A.   1
   B.   2
   C.   3
   D.   4
   E.   5

Kupasan:
● Soal ini mengacu pada:
  - Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 3:
    Menganalisis dinamika unsur-unsur sosial dalam kehidupan sehari-hari.
  - Kemampuan Yang Diuji (KYD):
    Mendeskripsikan potensi industri sebagai pendukung kehidupan manusia.
  - Materi: Menentukan lokasi industri atas dasar bahan baku, pasar, biaya angkut,
    tenaga kerja, modal, teknologi, peraturan, dan lingkungan.
  - Kelas/semester: XII/1.
● Indikator soal:
Mengupas Soal-soal Ujian Nasional Tahun Pembelajaran 2008/2009                       32
   Disajikan denah potensi jenis tanah suatu daerah, siswa dapat menegaskan lokasi indutri
  gerabah yang sesuai.
● Ranah: kognitif—sintesis (C5).
● Tingkat kesulitan soal: mudah.
● Kalimat soal baik, cukup mudah dimengerti siswa. Akan lebih baik jika soal tersebut
   kalimat soalnya diubah menjadi:
   Gambar di bawah ……..
   - Gambar di bawah ini merupakan denah dari suatu wilayah yang memiliki berbagai jenis
     tanah. Untuk mendirikan industri gerabah sebaiknya lokasinya berada di…..
   - Lokasi 5 pada gambar tersebut tertulis tanah rogosol. Keterangan tersebut salah cetak.
     Mestinya tanah regosol.
● Kupasan lebih lanjut sebagai berikut:
   Untuk menjawab soal tersebut kita harus mengerti dulu tentang industi gerabah dan
   jenis-jenis tanah beserta karakteristiknya. Industri gerabah adalah industri yang
   menghasilkan barang-barang pecah-belah (tembikar, dsb.). Menurut macam lokasi
   industrinya, industri gerabah termasuk industri yang lokasinya dekat dengan
   bahan mentah. Bahan mentah industri adalah tanah, namun tidak semua jenis tanah
   bisa digunakan sebagai bahan mentah industri gerabah. Untuk mengetahui jenis tanah yang
   baik sebagai bahan mentah industri gerabah, maka diperlukan bahasan tentang pengertian
   dari masing-masing jenis tanah sebagai berikut:
   - Pilihan jawaban A. 1 (tanah laterit). Tanah laterit adalah tanah tua yang terdiri dari
     senyawa besi dan alumunium. Jenis tanah ini tidak baik jika digunakan untuk
     gerabah.
   - Pilihan jawaban B. 2 (tanah gambut). Tanah gambut adalah jenis tanah yang berasal
     dari bahan induk organik dari hutan rawa, tekstur debu lempung, tidak berstruktur,
     konsistensi tidak lekat dan agak lekat. Jenis tanah ini tidak baik jika digunakan
     untuk gerabah.
   - Pilihan jawaban C. 3 (tanah alluvial). Tanah alluvial ialah jenis tanah muda, belum
     mengalami perkembangan, berasal dari bahan induk alluvium (endapan), tekstur
     beraneka, belum terbentuk struktur, konsistensi dalam keadaan basah lekat. Hal-hal
     tersebut tidak memungkinkan untuk digunakan sebagai bahan mentah gerabah.
   - Pilihan jawaban D. 4 (tanah liat). Tanah liat sebenarnya lebih mengarah pada
     klasifikasi tekstur tanah; yakni terasa berat, halus, sangat lekat, dapat dibentuk
     bola dengan baik, mudah mudah digulung, dan bila dibentuk pita dapat mencapai
     panjang lebih dari 5cm tanpa putus, serta agak sulit mengalirkan air. Tanah seperti
     ini sangat baik untuk digunakan sebagai bahan mentah gerabah.
   - Pilihan jawaban E. 5 (tanah regosol). Tanah regosol ialah jenis tanah muda, belum
     mengalami deferensiasi horizon, tekstur pasir, struktur berbutir tunggal (keras dan
      remah), konsistensi lepas (lemah—gembur), berasal dari bahan induk material vulkanis
     piroklastik atau pasir pantai. Jenis tanah ini tidak baik untuk gerabah.
● Dengan demikian jawaban yang benar soal nomor 25 untuk paket A dan nomor 26 untuk
  paket B adalah D.

Soal nomor 26 untuk paket A dan nomor 25 untuk paket B:
Mengupas Soal-soal Ujian Nasional Tahun Pembelajaran 2008/2009                      33
Upaya menghindari pencemaran lingkungan akibat pembangunan suatu industri
adalah…..
   A. mendekatkan lingkungan industri ke daerah penghasil bahan baku
   B. mewajibkan analis dampak lingkungan untuk mendirikan industri
   C. membatasi jumlah produksi sistem lingkungan dari suatu industri
   D. mengurangi pembuangan limbah ke lingkungan sungai atau laut
   E. mendekatkan lokasi industri ke daerah lingkungan permukiman

Kupasan:
● Soal ini mengacu pada:
  - Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 3:
    Menganalisis dinamika unsur-unsur sosial dalam kehidupan sehari-hari.
  - Kemampuan Yang Diuji (KYD):
    Mendeskripsikan potensi industri sebagai pendukung kehidupan manusia.
  - Materi: Menentukan lokasi industri atas dasar bahan baku, pasar, biaya angkut,
    tenaga kerja, modal, teknologi, peraturan, dan lingkungan.
  - Kelas/semester: XII/1.
● Indikator soal:
   Dapat menjelaskan upaya menghindari pencemaran lingkungan akibat pembangunan suatu
   industri.
● Ranah: kognitif—pemahaman (C2).
● Tingkat kesulitan soal: sedang.
● Kalimat soal baik, mudah dimengerti siswa, instruktif, dan operasional.
● Kupasan lebih lanjut sebagai berikut:
   - Pilihan jawaban A merupakan penentuan lokasi industri berdasarkan bahan mentah/
     bahan baku.
   - Pilihan jawaban B merupakan upaya untuk menghindari pencemaran lingkungan
     akibat pembangunan suatu industri seperti yang disyaratkan dalam Undang-Undang
     Republik Indonesia No. 23 Tahun 1997 tentang Lingkungan Hidup.
   - Pilihan jawaban C tidak mensyaratkan upaya untuk menghindari pencemaran
     lingkungan hidup karena tidak cukup keterangan mengenai ‗membatasi jumlah
     produksi sistem lingkungan dari suatu industri‘.
   - Pilihan jawaban D bukan merupakan jawaban karena dalam pilihan jawaban tersebut
     hanya ‗mengurangi pembuangan limbah ke lingkungan sungai atau laut‘ dan bukan
     melarang pembuangan limbah ke lingkungan sungai atau laut.
   - Pilihan jawaban E justru menghantarkan terjadinya pencemaran lingkungan di
     permukiman penduduk
● Dengan demikian jawaban yang benar soal nomor 26 untuk paket A dan nomor 25 untuk
  paket B adalah B.

Soal nomor 27 untuk paket A dan nomor 28 untuk paket B:
Pada peta yang tidak memiliki skala, jarak A—B = 10cm, sedangkan di permukaan
Bumi, jarak A—B = 10km. Skala peta adalah…..
   A. 1 : 25.000
Mengupas Soal-soal Ujian Nasional Tahun Pembelajaran 2008/2009                34
   B.   1 : 50.000
   C.   1 : 100.000
   D.   1 : 150.000
   E.   1 : 200.000

Kupasan:
● Soal tersebut mengacu pada:
  - Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 4:
    Menerapkan keterampilan dasar peta/pemetaan dalam memahami fenomena geosfer.
  - Kemampuan Yang Diuji (KYD):
    Menerapkan keterampilan dasar pembuatan peta/pemetaan fenomena geosfer.
  - Materi: Prinsip dasar peta dan pemetaan—skala peta.
  - Kelas/semester: XII/1.
● Indikator soal:
  Disajikan data jarak dua tempat pada peta dan di permukaan Bumi, siswa dapat
  menentukan skala petanya.
● Ranah: kognitif—penerapan (C3).
● Tingkat kesulitan soal: sedang.
● Kalimat soal cukup baik, mudah dimengerti siswa, instruktif, dan operasional.
● Kupasan lebih lanjut sebagai berikut:
  Rumus yang dipakai adalah:
 Skala =


 Dengan menggunakan rumus tersebut, maka
 Skala peta yang dicari =            = 1 : 100.000
 Catatan: jarak di permukaan Bumi, yakni 10km diubah satuan ukurannya menjadi cm.

  Cara lain:
  10 = 10km (10 × 100cm)
    = 1.000.000 : 10cm
    = 100.000
  Jadi skalanya 1 : 100.000
● Dengan demikian jawaban yang benar soal nomor 27 untuk paket A dan nomor 28 untuk
  paket B adalah C.

Soal nomor 28 untuk paket A dan nomor 29 untuk paket B:
Proyeksi tepat untuk menentukan Benua Eropa yang berada di lintang tengah
adalah…..
   A. proyeksi conical
   B. proyeksi slinder
   C. proyeksi zenital
   D. proyeksi tabung

Mengupas Soal-soal Ujian Nasional Tahun Pembelajaran 2008/2009                 35
    E. proyeksi equator
Kupasan:
● Soal tersebut mengacu pada:
  - Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 4:
    Menerapkan keterampilan dasar peta/pemetaan dalam memahami fenomena geosfer.
  - Kemampuan Yang Diuji (KYD):
    Menerapkan keterampilan dasar pembuatan peta/pemetaan fenomena geosfer.
  - Materi: Prinsip dasar peta dan pemetaan—proyeksi peta.
  - Kelas/semester: XII/1.
● Indikator soal:
   Siswa dapat mengemukakan jenis proyeksi yang tepat untuk memetakan benua Eropa yang
  ada di lintang tengah.
● Ranah: kognitif—pemahaman (C2).
● Tingkat kesulitan soal: sedang.
● Kalimat soal cukup baik, mudah dimengerti siswa, instruktif, dan operasional; hanya pada
   pada pilihan jawaban B mestinya penulisannya: proyeksi silinder, bukan slinder.
● Kupasan lebih lanjut sebagai berikut:
  Proyeksi peta berdasarkan bidangnya dikelompokkan menjadi tiga macam, yakni:
  1. Proyeksi bidang datar. Proyeksi ini sering pula disebut proyeksi azimuthal atau
     zenithal. Proyeksi ini sangat baik untuk memetakan daerah lintang tinggi, yakni
     daerah kutub, baik kutub utara maupun selatan Bumi. Pada soal di atas, jenis
     proyeksi ini terdapat pada pilihan jawaban C. Bukan pilihan jawaban ini yang benar.
  2. Proyeksi bidang kerucut. Proyeksi ini sering disebut dengan proyeksi conical.
     Proyeksi ini baik untuk memetakan daerah lintang sedang seperti benua Eropa. Juga
     Asia Utara dan Amerika Utara. Jenis proyeksi ini pada soal di atas tertera pada
     pilihan jawaban A. Pilihan jawaban ini sesuai dengan stem soal yang ada.
  3. Proyeksi bidang silinder. Proyeksi ini sangat sesuai untuk memetakan daerah
     lintang rendah, di sekitar khatulistiwa. Proyeksi silinder ini pada soal di atas tertera
     pada pilihan jawaban B. Karena benua Eropa bukan di daerah khatulistiwa, maka
     pilihan jawaban B ini bukan pilihan jawaban yang benar.
  Pilihan jawaban D, yakni proyeksi tabung dan pilihan jawaban E, proyeksi equator
  hanya bersifat pilihan jawaban pelengkap sebab tidak terdapat pada pengelompokan di
  atas. Tabung sama dengan silinder, sedang equator itu istilah lain dari khatulistiwa.
● Dengan demikian jawaban yang benar soal nomor 28 untuk paket A dan nomor 29 untuk
  paket B adalah A.

Soal nomor 29 untuk paket A dan nomor 27 untuk paket B:
Arah yang menunjukkan lereng yang landai pada gambar adalah angka…..




   A. 1
Mengupas Soal-soal Ujian Nasional Tahun Pembelajaran 2008/2009                        36
   B.   2
   C.   3
   D.   4
   E.   5

Kupasan:
● Soal tersebut mengacu pada:
  - Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 4:
    Menerapkan keterampilan dasar peta/pemetaan dalam memahami fenomena geosfer.
  - Kemampuan Yang Diuji (KYD):
    Menerapkan keterampilan dasar pembuatan peta/pemetaan fenomena geosfer.
  - Materi: Prinsip dasar peta dan pemetaan—kemiringan lereng pada suatu peta kontur.
  - Kelas/semester: XII/1.
● Indikator soal:
   Disajikan peta kontur, siswa dapat menunjukkan lereng yang landai pada peta tersebut.
● Ranah: kognitif—pemahaman (C2).
● Tingkat kesulitan soal: mudah.
● Kalimat soal cukup baik, mudah dimengerti siswa, instruktif, dan operasional; hanya akan
   lebih baik jika setelah kata ‗pada gambar‘ ditambah kata ‗di bawah ini‘.
● Kupasan lebih lanjut sebagai berikut:
  Garis kontur adalah garis pada peta (utamanya peta kontur) yang menghubungkan
  tempat-tempat dengan ketinggian sama. Semakin rapat jarak antargaris kontur, maka
  semakin curam atau bahkan semakin terjal kemiringan lereng tempat tersebut.
  Sebaliknya semakin renggang jarak antargaris kontur, makan semakin landai lereng
  tempat tersebut.
● Memperhatikan uraian tersebut, maka lereng yang landai pada gambar di atas tertera
  pada angka 2.
● Dengan demikian jawaban yang benar soal nomor 29 untuk paket A dan nomor 27 untuk
  paket B adalah B.

Soal nomor 30 untuk paket A dan nomor 31 untuk paket B:
Salah satu fungsi komponen Inderaja yang berupa perangkat lunak adalah…..
   A. pemrosesan instruksi prosesor seluruh operasi yang ada di komputer
   B. penyimpangan data base yang penting untuk Inderaja
   C. digunakan untuk memasukkan data analisis Inderaja
   D. multi program yang mendukung kemampuan manajemen
   E. presentasi data informasi Inderaja lewat tampilan monitor

Kupasan:
● Soal tersebut mengacu pada:
  - Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 5:
    Memahami pemanfaatan citra dan SIG sebagai media informasi fenomena geosfer.
  - Kemampuan Yang Diuji (KYD):
    Menginterpretasi Penginderaan Jauh sebagai sumber informasi fenomena geosfer.
Mengupas Soal-soal Ujian Nasional Tahun Pembelajaran 2008/2009                      37
  - Materi: Komponen Penginderaan Jauh (Indraja).
  - Kelas/semester: XII/1.
● Indikator soal:
  Siswa dapat menyebutkan salah satu komponen indraja yang berupa perangkat lunak.
● Ranah: kognitif—pengetahuan (C1).
● Tingkat kesulitan soal: sedang.
● Kalimat soal cukup baik, mudah dimengerti siswa, instruktif, dan operasional.
● Kupasan lebih lanjut sebagai berikut:
  Dari berbagai literatur dijelaskan bahwa komponen Indraja meliputi:
  1. Sumber tenaga
  2. Atmosfer
  3. Interaksi antara tenaga dengan obyek
  4. Sensor
  5. Perolehan data
  6. Pengguna data

 Menurut uraian tersebut di atas sebenarnya pilihan jawaban yang tersedia pada soal
 nomor 30 untuk paket A dan nomor 31 untuk paket B tidak ada yang tepat. Pilihan
 jawaban tersebut akan lebih tepat bila digunakan untuk menanyakan (untuk soal)
 Sistem Informasi Geografis (SIG). Namun, apabila dipaksakan untuk Indraja maka
 jawaban yang bisa dikaitkan adalah pada pilihan jawaban D.

Soal nomor 31 untuk paket A dan nomor 32 untuk paket B:
Citra yang diperoleh dari sensor buka kamera dan menggunakan spektrum
elektromagnetik disebut…..
    A. citra foto
    B. citra radar
    C. citra orbidol
    D. citra multi spectral
    E. sitra satelit

Kupasan:
● Soal tersebut mengacu pada:
  - Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 5:
    Memahami pemanfaatan citra dan SIG sebagai media informasi fenomena geosfer.
  - Kemampuan Yang Diuji (KYD):
    Menginterpretasi Penginderaan Jauh sebagai sumber informasi fenomena geosfer.
  - Materi: Unsur-unsur citra Penginderaan Jauh (Indraja).
  - Kelas/semester: XII/1.
● Indikator soal:
  Siswa dapat menyebutkan nama citra yang diperoleh dari sensor bukan kamera dan
  menggunakan spektrum elektromagnetik.
● Ranah: kognitif—pengetahuan (C1).
● Tingkat kesulitan soal: sedang.
Mengupas Soal-soal Ujian Nasional Tahun Pembelajaran 2008/2009                        38
● Kalimat soal cukup baik, mudah dimengerti siswa, instruktif, dan operasional.
● Kupasan lebih lanjut sebagai berikut:
  Untuk memastikan jawaban yang benar, kita perlu menyebutkan pengertian dari
  masing-masing pilihan jawaban, yakni:
  - Pilihan jawaban A (citra foto) ialah gambaran dari suatu obyek di permukaan Bumi
    sebagai hasil rekaman dari kamera yang dipasang pada wahana.
  - Pilihan jawaban B (citra radar) ialah citra yang diperoleh dari sensor bukan kamera
    dan menggunakan spectrum elektromagnetik.
  - Pilihan jawaban C (citra orbidol). Citra ini tidak dikenal dalam jenis-jenis citra. Kalau
    citra orbital dijumpai dalam jenis-jenis citra. Citra orbital merupakan klasifikasi citra
    yang berdasarkan sistem wahana yang digunakan, yakni citra foto yang dihasilkan
    dengan menggunakan wahana satelit.
  - Pilihan jawaban D (citra multispektral) ialah citra yang dihasilkan dengan
    menggunakan sensor saluran jamak dengan saluran sempit.
  - Pilihan jawaban E (citra satelit) merupakan sebutan lain dari citra orbital.
● Dengan demikian jawaban yang benar soal nomor 31 untuk paket A dan nomor 32
  untuk paket B adalah B.

Soal nomor 32 untuk paket A dan nomor 30 untuk paket B:
Karakteristik:
   1. ukuran dan jarak rumah sama
   2. bentuk seragam
   3. jaringan jika teratur dengan ukuran sama
   4. berderet teratur mengikuti jaringan jalan

Berdasarkan karakteristik yang tampak pada obyek, yang tergambar adalah…..
   A. perkotaan
   B. komplek perumahan
   C. permukiman pedesaan
   D. gedung sekolah
   E. pergudangan

Kupasan:
● Soal tersebut mengacu pada:
  - Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 5:
    Memahami pemanfaatan citra dan SIG sebagai media informasi fenomena geosfer.
  - Kemampuan Yang Diuji (KYD):
    Menginterpretasi Penginderaan Jauh sebagai sumber informasi fenomena geosfer.
  - Materi: Unsur-unsur citra Penginderaan Jauh (Indraja).
  - Kelas/semester: XII/1.
● Indikator soal:
  Disajikan pernyataan tentang karakteristik suatu obyek yang terekam pada suatu citra,
  siswa dapat mengemukakan obyek yang dimaksud.
● Ranah: kognitif—penilaian (C6).
Mengupas Soal-soal Ujian Nasional Tahun Pembelajaran 2008/2009                            39
● Tingkat kesulitan soal: sedang.
● Kalimat soal cukup baik, mudah dimengerti siswa, instruktif, dan operasional.
● Kupasan lebih lanjut sebagai berikut:
  Berdasarkan karakteristik yang tersajikan dalam stimulus soal, maka obyek yang
  tergambar tersebut adalah kompleks perumahan, sebab
  - jika pilihan jawaban A (perkotaan), maka
    1. ukuran dan jarak rumah akan tidak sama
    2. bentuk rumahnya tidak akan sama
    3. jaringan jalan sangat tidak teratur ukurannya
    4. permukimannya tidak hanya berderet mengikuti jaringan jalan
  - jika pilihan jawaban C (permukiman perdesaan), maka
    1. ukuran rumah cenderung luas dan jarak rumah bisa saling berjauhan
    2. bentuk rumah tidak seragam
    3. jaringan jalan dipengaruhi topografi desa
    4. permukimannya tidak selalu berderet mengikuti jaringan jalan
  - jika pilihan jawaban D (gedung sekolah), maka
    1. ukuran dan jarak bangunan sama
    2. bentuknya seperti huruf I, L, dan U
    3. terdapat ruang kosong yang berfungsi sebagai lapangan olah raga/tempat upacara
    4. terletak di tepi jalan
  - jika pilihan jawaban E (pergudangan), maka
    1. ukuran dan jarak bangunan sama
    2. bentuk bangunan seragam
    3. bangunan ditata berjajar teratur
    4. terletak di lingkungan pabrik atau dekat pelabuhan
● Dengan demikian jawaban yang benar soal nomor 32 untuk paket A dan nomor 30
  untuk paket B adalah B.

Soal nomor 33 untuk paket A dan nomor 34 untuk paket B:
Pernyataan:
   1. pemantauan wilayah pengikisan daerah pegunungan
   2. pemantauan kerusakan kebakaran hutan
   3. pemetaan ekosistem hutan bakau
   4. estimasi volume kayu
   5. pemantauan pelaksanaan reboisasi

Pemantauan Sistem Informasi Geografi dalam bidang kehutanan adalah nomor…..
   A. 1, 2, dan 3
   B. 1, 2, dan 4
   C. 1, 3, dan 5
   D. 2, 4, dan 5
   E. 3, 4, dan 5

Kupasan:
Mengupas Soal-soal Ujian Nasional Tahun Pembelajaran 2008/2009                      40
● Soal tersebut mengacu pada:
  - Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 5:
    Memahami pemanfaatan citra dan SIG sebagai media informasi fenomena geosfer.
  - Kemampuan Yang Diuji (KYD):
    Mendeskripsikan Sistem Informasi Geografi (SIG) sebagai media informasi fenomena
    geosfer.
  - Materi: Manfaat SIG dalam kajian Geografi.
  - Kelas/semester: XII/1.
● Indikator soal:
  Disajikan pernyataan tentang fenomena di permukaan bumi, siswa dapat memilih tiga
  diantaranya yang merupakan pemantauan Sistem Informasi Geografi dalam bidang
  kehutanan.
● Ranah: kognitif—analisis (C4).
● Tingkat kesulitan soal: sulit.
● Kalimat soal cukup baik, mudah dimengerti siswa, instruktif, dan operasional. Akan lebih
  baik jika dalam pernyataan nomor 2 dicantumkan kata akibat, sehingga menjadi:
  pemantauan kerusakan akibat kebakaran hutan.
● Kupasan lebih lanjut sebagai berikut:
  Menurut hemat saya pernyataan yang tepat berkaitan dengan pemantauan Sistem
  Informasi Geografi (SIG) dalam bidang kehutanan adalah pilihan jawaban A, yakni
  pernyataan 1, 2, dan 3. Uraian masing-masing pernyataan tersebut sebagai berikut:
  1. pemantauan wilayah pengikisan daerah pegunungan, sebab tingkat (besar/kecilnya)
      pengikisan menurut Frevert dalam Nur Hasan Akhwan, dkk. (2009:94) salah satunya
     ditentukan oleh vegetasi, di samping juga oleh iklim, manusia, relief/topografi, dan
     tanah—yang terkait dengan fungsi lahan. Jika vegetasi—asli yang berupa hutan di
     daerah pegunungan tidak ada, maka tingkat pengikisan akan tinggi. Sebaliknya, jika
     vegetasi—asli yang berupa hutan terjaga dengan baik, maka tingkat pengikisan dapat
     ditekan seminimal mungkin (tingkat pengikisannya rendah). Melalui SIG, kita dapat
     melakukan pemantauan dalam bidang kehutanan sehingga pengikisan daerah
     pegunungan dapat diminimalisir.
  2. pemantauan kerusakan kebakaran hutan—cukup jelas bahwa ini berkaitan dengan
     bidang kehutanan.
  3. pemetaan ekosistem hutan bakau—cukup jelas bahwa pernyataan ini juga berkaitan
     dengan bidang kehutanan.
● Dengan demikian jawaban yang benar soal nomor 33 untuk paket A dan nomor 34
  untuk paket B adalah A.

Soal nomor 34 untuk paket A dan nomor 33 untuk paket B:
Sumber data Sistem Informasi Geografi terdapat pada kolom…..
         A                B                 C                D                    E
1. peta           1. peta          1. digitizer      1. scanner           1. peta
2. digitizer      2. citra indraja 2. scanner        2. stereo plotter    2. scanner
3. stereo plotter 3. observasi     3. citra          3. data              3. observasi
                     lapangan         Inderaja          sekunder             lapangan

Mengupas Soal-soal Ujian Nasional Tahun Pembelajaran 2008/2009                        41
Kupasan:
● Soal tersebut mengacu pada:
  - Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 5:
    Memahami pemanfaatan citra dan SIG sebagai media informasi fenomena geosfer.
  - Kemampuan Yang Diuji (KYD):
    Mendeskripsikan Sistem Informasi Geografi (SIG) sebagai media informasi fenomena
    geosfer.
  - Materi: Konsep dasar dan komponen SIG—data dan informasi Geografi.
  - Kelas/semester: XII/1.
● Indikator soal:
  Siswa dapat menentukan sumber data SIG pada kolom yang tertera pada pilihan jawaban
● Ranah: kognitif—pengetahuan (C1).
● Tingkat kesulitan soal: sedang.
● Kalimat soal cukup baik, mudah dimengerti siswa, instruktif, dan operasional.
● Kupasan lebih lanjut sebagai berikut:
  - Kolom—pilihan jawaban A:
    1. peta, merupakan sumber data SIG.
    2. digitizer, bukan merupakan sumber data SIG tetapi merupakan perangkat keras yg
       fungsinya untuk mengubah data-data teristrik menjadi data digital.
    3. stereo plotter, bukan merupakan sumber data SIG tetapi merupakan perangkat
       keras yang berfungsi untuk mencetak peta ukuran besar.
  - Kolom—pilihan jawaban B:
    1. peta, merupakan sumber data SIG.
    2. citra Indraja, merupakan sumber data SIG.
    3. observasi lapangan, merupakan sumber data SIG.
  - Kolom—pilihan jawaban C:
    1. digitizer, bukan merupakan sumber data SIG tetapi merupakan perangkat keras yg
       fungsinya untuk mengubah data-data teristrik menjadi data digital.
    2. scanner, bukan merupakan sumber data SIG tetapi merupakan perangkat keras yang
       fungsinya untuk membuat turunan (copy) dari peta maupun citra Indraja pada
       perangkat komputer.
    3. citra Indraja, merupakan sumber data SIG.
  - Kolom—pilihan jawaban D:
    1. scanner, bukan merupakan sumber data SIG tetapi merupakan perangkat keras yang
       fungsinya untuk membuat turunan (copy) dari peta maupun citra Indraja pada
       perangkat komputer.
    2. stereo plotter, bukan merupakan sumber data SIG tetapi merupakan perangkat
       keras yang berfungsi untuk mencetak peta ukuran besar.
    3. data sekunder, merupakan data yang diperoleh dari pihak kedua.
  - Kolom—pilihan jawaban E:
    1. peta, merupakan sumber data SIG.
    2. scanner, bukan merupakan sumber data SIG tetapi merupakan perangkat keras yang
       fungsinya untuk membuat turunan (copy) dari peta maupun citra Indraja pada
Mengupas Soal-soal Ujian Nasional Tahun Pembelajaran 2008/2009                   42
      perangkat komputer.
   3. observasi lapangan, merupakan sumber data SIG.
● Dengan demikian jawaban yang benar soal nomor 34 untuk paket A dan nomor 33
  untuk paket B adalah B.

Soal nomor 35 untuk paket A dan nomor 38 untuk paket B:
Karena kesalahan dalam pengeloaan lingkungan, ekosistem maka pedesaan rawan
terjadi bencana. Misalnya banjir bandang di Jawa Timur adalah akibat…..
    A. pembendungan aliran hujan
    B. penebangan hutan secara liar
    C. pembuangan sampah ke kali
    D. pembuatan hutan budidaya
    E. petani alih profesi menjadi pegawai

Kupasan:
● Soal tersebut mengacu pada:
  - Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 6:
    Menjelaskan perkembangan wilayah.
  - Kemampuan Yang Diuji (KYD):
    Membedakan pola keruangan dan interaksi desa—desa, desa—kota, dan kota—kota.
  - Materi: Struktur ruang desa.
  - Kelas/semester: XII/2.
● Indikator soal:
  Disajikan stimulus karena kesalahan dalam pengelolaan lingkungan, ekosistem, siswa dapat
  mengemukakan faktor yang menimbulkan banjir bandang di Jawa Timur.
● Ranah: kognitif—penilaian (C6).
● Tingkat kesulitan soal: sulit.
● Kalimat soal cukup baik, mudah dimengerti siswa, instruktif, dan operasional. Hanya
   sebenarnya dalam kalimat soal itu terdapat dua kata yang sama, yakni …..lingkungan,
   ekosistem….., menurut hemat saya sebenarnya cukup dipakai satu kata di antaranya,
   lingkungan saja atau ekosistem saja. Alternatif lain, bisa juga ditulis lingkungan
   (ekosistem)..
● Kupasan lebih lanjut sebagai berikut:
   Soal tersebut sebenarnya tidak hanya berkaitan dengan struktur ruang desa. Namun juga
   berkaitan dengan unsur-unsur desa dan potensi desa. Menurut Nur Hasan Akhwan, dkk
   (2009:76), ―tata ruang adalah pola pemanfaatan ruang atau lahan baik direncanakan
   maupun tidak direncanakan. Tata ruang desa adalah suatu daerah tempat tinggal penduduk
   yang memanfaatkan lingkungan guna kelangsungan hidup penduduk desa.‖ Sedangkan
   unsur-unsur desa menurut Bintarto dalam Sri Anggoroningsih, dkk. (1-2) meliputi daerah,
   penduduk, dan tata kehidupan. Adapun untu potensi desa terdiri dari potensi fisik dan
   potensi nonfisik. Potensi fisik di antaranya air hujan, sungai, hutan, dsb. Sedangk potensi
   nonfisik meliputi masyarakat desa, lembaga-lembaga sosial, dan aparatur desa.
   Kata-kata dalam soal yang berbunyi ―….. kesalahan dalam pengelolaan lingkungan…..
   ini berkaitan dengan perilaku masyarakat desa (potensi nonfisik) pada daerah (unsur desa)
Mengupas Soal-soal Ujian Nasional Tahun Pembelajaran 2008/2009                         43
  yang berhubungan dengan bagian tata ruang desa berupa daerah rawan bencana (bagian
  dari struktur ruang desa). Perdesaan rawan terjadi bencana, misalnya banjir bandang di
  Jawa Timur. Banjir bandang adalah meluapnya air sungai yang terjadi secara mendadak
  dengan aliran/arus yang deras sambil membawa material-material yang dilaluinya. Hal ini
  bisa terjadi lantaran di daerah hulu sungai mengalami hujan deras dan kemudian menjadi
  aliran permukaan yang bergerak bebas tanpa ada pengendali/pengaturnya.
  Pengendali/pengatur air yang dimaksud adalah hutan—yang berfungsi sebagai pengatur
  tata airnya (fungsi hidrologi). Tidak berfungsinya pengendali/pengatur air pada tata ruang
  perdesaan akibat ulah masyarakat desa yang merusak tata ruang daerah perdesaan
  yang berupa hutan dengan cara penebangan hutan secara liar.
● Dengan demikian jawaban yang benar soal nomor 35 untuk paket A dan nomor 38
  untuk paket B adalah B.
● Mengapa bukan pilihan jawaban yang lain? Karena….
  - Pilian jawaban A tidak benar, karena hujan itu tidak mengalir, tetapi turun. Sedangkan
    yang mengalir itu adalah air tanah permukaan (runoff).
  - Pilihan jawaban C, tidak benar, karena pembuangan sampah ke kali cenderung
    menghambat laju aliran kali dan melantarkan timbulnya pencemaran.
  - Pilihan jawaban D, tidak benar, karena pembuatan hutan budidaya justru memiliki
    fungsi hidrologis (pengatur tata air) dan fungsi orologis (penjernih air), di samping
    fungsi-fungsi lainnya.
  - Pilihan jawaban E, tidak benar, karena tidak terkait langsung dengan soal di atas. Pilihan
    ini lebih bersifat pengecoh saja.

Soal nomor 36 untuk paket A dan nomor 37 untuk paket B:
Unsur Geografis:
1. garis pantai
2. aliran sungai
3. kesuburan tanah
4. jalan raya
5. sumber air
6. topografi

Unsur Geografis yang mempengaruhi pola pemukiman memanjang adalah nomor:
   A. 1, 2, dan 3
   B. 1, 2, dan 4
   C. 2, 4, dan 5
   D. 3, 5, dan 6
   E. 4, 5, dan 6

Kupasan:
● Soal tersebut mengacu pada:
  - Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 6:
    Menjelaskan perkembangan wilayah.
  - Kemampuan Yang Diuji (KYD):
Mengupas Soal-soal Ujian Nasional Tahun Pembelajaran 2008/2009                         44
    Membedakan pola keruangan dan interaksi desa—desa, desa—kota, dan kota—kota.
  - Materi: Struktur ruang desa.
  - Kelas/semester: XII/2.
● Indikator soal:
  Disajikan pernyataan tentang unsur-unsur Geografis, siswa dapat memilih nomor pada
  pernyataan tentang unsur-unsur Geografis yang mempengaruhi pola permukiman
  memanjang.
● Ranah: kognitif—analisis (C4).
● Tingkat kesulitan soal: sedang.
● Kalimat soal cukup baik, mudah dimengerti siswa, instruktif, dan operasional.
● Kupasan lebih lanjut sebagai berikut:
   Pola permukiman memanjang adalah pola permukiman penduduk yang berjajar
  memanjang mengikuti unsur Geografi dengan bentuk memanjang, yakni jalan raya, sungai,
  dan garis pantai.
● Dengan demikian jawaban yang benar soal nomor 36 untuk paket A dan nomor 37
   untuk paket B adalah B.
● Mengapa bukan pilihan jawaban yang lain? Karena….
   - Unsur Geografis ke-3, kesuburan tanah merupakan unsur Geografi yang melantarkan
     terbentuknya pola permukiman memusat, jika tanah tersebut tanah tersebut subur. Jika
     tanah tersebut tidak/kurang subur, maka pola permukiman tersebar. Dengan demikian
     jawaban ini salah.
   - Unsur Geografis ke-5, sumber air. Sumber air ini jika mudah didapat, maka
     permukiman penduduknya berpola tersebar. Sedang jika sumber air sulit didapat, maka
    pola permukiman pendudunya adalah memusat. Berdasarkan hal tersebut, maka pilihan
    ini juga salah.
  - Unsur Geografi ke-6, topografi yang juga disebut dengan bentang alam/relief melantarkan
    pola permukiman penduduknya memusat, jika topografinya berupa dataran rendah dan
    berpola permukiman penduduk tersebar, jika topografinya kasar (berpegunungan, dsb).
    Pilihan jawaban yang terkait dengan unsur ini juga salah.

Soal nomor 37 untuk paket A dan nomor 36 untuk paket B:
Dampak negatif interaksi desa—kota di daerah pedesaan adalah…..
   A. muncul pemukiman kotor
   B. desa kekurangan tenaga kerja muda
   C. pengangguran terbuka di kota-kota
   D. angka kriminalitas di kota meningkat
   E. lingkungan perkotaan rusak

Kupasan:
● Soal tersebut mengacu pada:
  - Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 6:
    Menjelaskan perkembangan wilayah.
  - Kemampuan Yang Diuji (KYD):
    Membedakan pola keruangan dan interaksi desa—desa, desa—kota, dan kota—kota.
Mengupas Soal-soal Ujian Nasional Tahun Pembelajaran 2008/2009                      45
  - Materi: Interaksi desa dan kota.
  - Kelas/semester: XII/2.
● Indikator soal:
  Dapat mengemukakan dampak negatif interaksi desa kota.
● Ranah: kognitif—pemahaman (C2).
● Tingkat kesulitan soal: sedang.
● Kalimat soal cukup baik, mudah dimengerti siswa, instruktif, dan operasional.
● Kupasan lebih lanjut sebagai berikut:
  - Pilihan jawaban A, bukan merupakan jawaban untuk soal tersebut di atas karena
    muncul permukiman kotor yang sering pula disebut slum area itu terjadi di perkotaan,
    sedang yang dimaksud dalam soal tersebut dampak negatif interaksi desa—kota di
    daerah perdesaan atau bagi desa.
  - Pilihan jawaban B, benar karena melalui interaksi desa—kota banyak tenaga kerja muda
    yang memilih bekerja di kota, sehingga desa kekurangan tenaga kerja muda.
  - Pilihan jawaban C, bukan merupakan jawaban karena pengangguran terbuka tersebut
    terjadi atau merupakan dampak negatif interaksi desa—kota bagi kota.
  - Pilihan jawaban D, juga bukan merupakan jawaban yang benar karena pilihan jawaban
    ini juga merupakan dampak negatif interaksi desa—kota bagi daerah kota.
  - Pilihan jawaban E pun bukan jawabannya, karena pilihan ini juga merupakan dampak
    negatif interaksi desa—kota bagi daerah kota.
● Dengan demikian jawaban yang benar soal nomor 37 untuk paket A dan nomor 36
   untuk paket B adalah B.

Soal nomor 38 untuk paket A dan nomor 35 untuk paket B:
Titik henti kekuatan interaksi kota A dan kota B seperti gambar adalah…..




   A.   33,3km dari B
   B.   33,3km dari A
   C.   35,3km dari B
   D.   35,3km dari A
   E.   37,3km dari B

Kupasan:
● Soal tersebut mengacu pada:
  - Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 6:
    Menjelaskan perkembangan wilayah.
  - Kemampuan Yang Diuji (KYD):
    Membedakan pola keruangan dan interaksi desa—desa, desa—kota, dan kota—kota.
  - Materi: Interaksi desa dan kota—menghitung kekuatan interaksi antara dua wilayah.
  - Kelas/semester: XII/2.
Mengupas Soal-soal Ujian Nasional Tahun Pembelajaran 2008/2009                     46
● Indikator soal:
  Disajikan gambar interaksi antara dua kota beserta data pelengkapnya, siswa dapat
  menghitung besarnya kekuatan interaksi.
● Ranah: kognitif—penerapan (C3).
● Tingkat kesulitan soal: sulit.
● Kalimat soal cukup baik, mudah dimengerti siswa, instruktif, dan operasional.
● Kupasan lebih lanjut sebagai berikut:
  Rumus teori Titik Henti (Breaking Point theory):
 TAB =

 Keterangan:
 TAB = jarak titik henti yang diukur dari kota yang jumlah penduduknya lebih kecil (dari
       kota A)
 JAB = jarak antara kota A dan kota B
 PA = jumlah penduduk kota yang lebih kecil (penduduk kota A)
 PB = jumlah penduduk kota yang lebih besar (penduduk kota B)

 Penerapan rumus tersebut sebagai berikut:
 TAB =



       =


       =


       =


       = 33,137085

 Berdasarkan perhitungan tersebut, seharusnya titik henti terletak 33,14km (pembulatan)
 dari kota A (yang jumlah penduduknya lebih kecil), namun dalam pilihan jawaban tersebut
 di atas tidak ada.

Soal nomor 39 untuk paket A dan nomor 40 untuk paket B:
Perhatikan pernyataan:
   1. tingkat kelahiran tinggi
   2. angka harapan hidup tinggi
   3. tingkat kesehatan rendah
   4. tingkat pendidikan rendah
   5. mayoritas daerahnya berupa gurun

Negara berkembang banyak terdapat di Afrika karena faktor…..
Mengupas Soal-soal Ujian Nasional Tahun Pembelajaran 2008/2009                        47
   A.   1, 2, dan 3
   B.   1, 3, dan 4
   C.   1, 3, dan 5
   D.   2, 4, dan 5
   E.   2, 4, dan 5

Kupasan:
● Soal tersebut mengacu pada:
  - Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 6:
    Menjelaskan perkembangan wilayah.
  - Kemampuan Yang Diuji (KYD):
    Mendeskripsikan karakteristik suatu wilayah sebagai pusat pertumbuhan di negara
    berkembang dan di Negara maju.
  - Materi: Indikator negara maju dan negara berkembang.
  - Kelas/semester: XII/2.
● Indikator soal:
  Disajikan pernyataan tentang indikator demografis dan fenomena alam, siswa dapat
  mengemukakan indikator-indikator dalam pernyataan tersebut yang berkaitan dengan
  negara berkembang di Afrika.
● Ranah: kognitif—pemahaman (C2).
● Tingkat kesulitan soal: sedang.
● Kalimat soal cukup baik, mudah dimengerti siswa, instruktif, dan operasional.
● Kupasan lebih lanjut sebagai berikut:
  Karakteristik Negara-negara berkembang di antaranya adalah:
  a. Standar hidup yang rendah, meliputi:
     1. Jumlah pendapatan kecil
     2. Perumahan tidak layak
     3. Tingkat kesehatan buruk/rendah
     4. Tingkat pendidikan rendah
     5. Angka kematian bayi tinggi
     6. Angka harapan hidup rendah (di bawah usia 60tahun)
     7. Kesempatan kerja terbatas (lapangan kerja sempit)
  b. Tingkat produktifitasnya rendah
  c. Tingkat pertumbuhan penduduknya tinggi
  d. Angka ketergantungan (dependency ratio) tinggi
  e. Kurangnya tenaga ahli
  f. Tingkat pengangguran tinggi
  g. Mengandalkan sektor pertanian
  h. Komoditi ekspornya berupa barang mentah
  i. Tidak cukup modal dan teknologi
  j. Rendahnya tingkat tabungan
  k. Pendapatan per kapita penduduknya rendah
  k. Sangat tergantung pada negara-negara maju
● Berdasarkan karakteristik tersebut, maka jawaban yang benar soal nomor 39 untuk
Mengupas Soal-soal Ujian Nasional Tahun Pembelajaran 2008/2009                    48
  paket A dan nomor 40 untuk pake B adalah B.
Soal nomor 40 untuk paket A dan nomor 39 untuk paket B:
Perhatikan hal-hal berikut!
1. iklim sedang
2. tenaga terampil banyak tersedia
3. tenaga kerja unskilled banyak
4. penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi
5. kualitas pendidikan tinggi
6. sumberdaya alam memadai

Negara-negara Eropa Barat tergolong Negara maju karena nomor…..
   A. 1, 2, 3, dan 4
   B. 1, 2, 4, dan 5
   C. 1, 3, 4, dan 6
   D. 2, 4, 5, dan 6
   E. 3, 4, 5, dan 6

Kupasan:
● Soal tersebut mengacu pada:
  - Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 6:
    Menjelaskan perkembangan wilayah.
  - Kemampuan Yang Diuji (KYD):
    Mendeskripsikan karakteristik suatu wilayah sebagai pusat pertumbuhan di negara
    berkembang dan di Negara maju.
  - Materi: Indikator negara maju dan negara berkembang.
  - Kelas/semester: XII/2.
● Indikator soal:
  Disajikan pernyataan tentang fenomena iklim, sumberdaya manusia dan ketersediaan
  sumberdaya alam, siswa dapat mengemukakan faktor-faktor yang tersedia pada
  pernyataan tersebut untuk menyataakan bahwa negara-negara Eropa Barat tergolong maju.
● Ranah: kognitif—pemahaman (C2).
● Tingkat kesulitan soal: sedang.
● Kalimat soal cukup baik, mudah dimengerti siswa, instruktif, dan operasional.
● Kupasan lebih lanjut sebagai berikut:
     Karakteristik Negara-negara maju di antaranya adalah:
  a. Standar hidup yang tinggi, meliputi
     1. Jumlah pendapatan besar
     2. Perumahan layak huni
     3. Tingkat kesehatan baik
     4. Tingkat pendidikan tinggi
     5. Angka kematian bayi rendah
     6. Angka harapan hidup tinggi (di atas usia 60tahun)
     7. Kesempatan kerja (lapangan kerja luas)
  b. Tingkat produktifitasnya tinggi
Mengupas Soal-soal Ujian Nasional Tahun Pembelajaran 2008/2009                   49
  c. Tingkat pertumbuhan penduduknya rendah
  d. Angka ketergantungan (dependency ratio) rendah
  e. Banyak tenaga ahli (menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi)
  f. Tingkat pengangguran rendah
  g. Mengandalkan sektor industri
  h. Komoditi ekspornya berupa barang jadi yang bernilai tinggi
  i. Berkecukupan modal dan teknologi
  j. Tingkat tabungan tinggi
  k. Pendapatan per kapita penduduknya tinggi
  l. Dapat mengelola sumberdaya alam walaupun harus mengimpor. Contoh: Singapura,
     Hongkong, dan Jepang merupakan negara-negara yang miskin akan sumberdaya alam
    tetapi negara-negara tersebut dapat mengelola sumberdaya alam menjadi barang yang
    bernilai tinggi. Demikian pula negara-negara Eropa Barat.
    Catatan:
    - Negara-negara Eropa Barat umumnya beriklim sedang karena secara astronomis
      (berdasarkan pembagian iklim Matahari/iklim pasti), negara-negara tersebut berada
      di antara 35°LU—66,5°LU yang memiliki 4 (empat) musim, yakni musim semi—
      musim panas—musim gugur—musim dingin. Sebagai pelengkap, menurut sebuah
      hasil penelitian pada tahun delapan puluhan menegaskan bahwa umumnya negara-
      negara maju berada pada wilayah yang memiliki empat musim. Mengapa demikian?
      Dalam paparan hasil penelitian itu terungkap bahwa penduduk yang tinggal di
      wilayah yang memiliki empat musim sangat cenderung memiliki inisiatif, kreatif,
      dan inovasi yang tinggi untuk bisa bertahan hidup (survive), terlebih ketika musim
      salju tiba, walau menurut penelitian itu juga penduduk di wilayah tersebut secara
      intelegensia (tingkat kecerdasan) lebih rendah dari bangsa-bangsa Asia yang
      sebenarnya juga kaya akan sumberdaya alam. Pertanyaan selanjutnya, mengapa
      negara-negara di Asia yang beriklim tropis, juga di Afrika dan Amerika Latin
      umumnya merupakan negara-negara berkembang. Hasil penelitian itu juga
       menjelaskan bahwa bangsa-bangsa Asia yang sebenarnya memiliki tingkat kecerdasan
      tinggi itu umumnya pemalas karena dimanjakan oleh alam (maksudnya kaya akan
      sumberdaya alam). Suhu udara yang tinggi di wilayah tropis juga mempengaruhi
      kemalasan tersebut, di samping udara yang panas melantarkan orang cepat lelah
      dalam beraktifitas.
    - Untuk pernyataan nomor 2, tenaga kerja unsklilled banyak, bukan merupakan
      pernyataan yang benar atau merupakan kebalikan dari realita yang ada di negara-
      negara Eropa Barat. Untuk lebih jelasnya kita perlu mengetahui definisi dari tenaga
      kerja unsklilled. Tenaga kerja unsklilled adalah tenaga kerja yang tidak memiliki
      keahlian karena berlatarbelakang pendidikan yang rendah/tidak memiliki
      ketrampilan tertentu. Tenaga kerja yang demikian justru banyak ditemukan di
      negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Negara-negara di Eropa Barat
      justru banyak memiliki tenaga kerja ahli (skill) karena umumnya mereka
      berpendidikan tinggi.
● Berdasarkan karakteristik tersebut, maka jawaban yang benar soal nomor 40 untuk
  paket A dan nomor 39 untuk pake B adalah B.
Mengupas Soal-soal Ujian Nasional Tahun Pembelajaran 2008/2009                      50
Sumber:
 1. Adnan Liesda Nurdiani. 2007. Samudra Geografi. Jakarta Selatan: PT Lentera Abadi.
 2. Akhwan Nur Hasan, dkk. 2009. Geografi (Lembar Kerja dan Tugas Siswa) Xa, Xb,XII
    Surabaya: Bintang Karya.
 3. Anggoroningsih Sri, dkk. ----. Geografi SMU Kelas 2. -----: Ariesta Offset.
 4. Anhar Aan & Zamaludin Vega. 2007. Geografi untuk SMA/MA Kelas XI. Bogor:
    CV Regina.
 5. Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). 2006/2007. Petunjuk Teknis
    Pengembangan Silabus dan Contoh/Model Silabus. Jakarta: Dirjen Manajemen
    Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional.
 6. Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). 2008/2009. Ujian Nasional Paket A dan
    Paket B Tahun Pelajaran 2008/2009. Jakarta: Puspendik Balitbang Depdiknas.
 7. Edarto Danang, dkk. 2007. Geografi Jilid 3. Surakarta: Grahadi
 8. Gunawan Totok, dkk. 2007. Fakta dan Konsep Geografi. Bekasi: Inter Plus.
 9. Harmanto Gatot. 2008. Geografi Bilingual Jilid 1. Bandung: Yrama Widya.
10. Hestiyanto Yusman. 2006. Geografi Jilid 1 dan 3. Jakarta: Yudistira.
11. Ischak. 1989. Goegrafi Jilid 2a dan 2b. Klaten: PT Intan Pariwara.
12. Kuswanto, dkk. 1980. Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa Jilid 2. Solo: Tiga
    Serangkai.
13. Ma‘mur Tanudidjaja Moh. & Kartawidjaja Omi. 1986. Penuntun Pelajaran Geografi.
    Bandung: Ganeca Exact.
14. Marbun M.A. 1982. Kamus Geografi. Jakarta Timur: Ghalia Indonesia.
15. Meurah Cut, dkk. 2006. Geografi Jilid 1 dan 3. Ciracas, Jakarta: Phibeta.
16. Nianto Mulyo Bambang & Suhandini Purwadi. 2004 & 2007. Kompetensi Dasar
    Geografi 1. Solo: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.
17. Nianto Mulyo Bambang & Suhandini Purwadi. 2003. Geografi 2A. Solo: PT Tiga
    Serangkai Pustaka Mandiri.
18. Nianto Mulyo Bambang & Suhandini Purwadi. 2004. Kompetensi Dasar Geografi Jilid
    2A. Solo: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.
19. Samadi. 2007. Geografi 3. Ciawi, Bogor: Yudhistira.
20. Simamora P. 1982. Ilmu Bumi Alam untuk Sekolah Lanjutan Atas. Jakarta:
    CV Pedjuang Bangsa.
21. S. Sri Lestari. 2007. Geografi untuk SMA dan MA Kelas X. Bandung: PT Sarana
    Panca Karya Nusa.
22. Said Busiri M., dkk. 1996. Geografi untuk SMU Kelas 1.Surabaya: Pustaka Setia
    Perkasa.
23. Sudarsono Agus. 2009. Geografi Kontekstual untuk SMA & MA Kelas X. Jakarta:
    Pusat Perbukuan Depdiknas, diperbanyak o;eh PT JePe Press Media Utama.
24. Sugara Isda & Mulya. 2007. Geografi Jilid 3. Jakarta: Piranti Darma Kalokatama.
25. Suhardi & Sriyanto. 2006. Geografi Jilid 2. Semarang: Aneka Ilmu.
26. Tika Prabundi, dkk. 2007. Pengetahuan Sosial Geografi Jilid 3. Jakarta: Bumi Aksara.
27. Udayanti Atik & Effendi Johan. 2008. Seri Pendalaman Materi Geografi SMA dan
    MA. Ciracas, Jakarta: Esis.
Mengupas Soal-soal Ujian Nasional Tahun Pembelajaran 2008/2009                     51
28. Waluya Bagja. 2007. Memahami Geografi Jilid 1 dan 2. Bandung: Armico.
29. Wardiyatmoko K. & Bintarto H.R. 2003. Geografi SMU Jilid 1. Ciracas, Jakarta:
    Erlangga.
30. Wardiyatmoko K. 2004. Geografi Jilid 2 untuk SMA Kelas XI. Ciracas, Jakarta:
    Erlangga.
31. Wardiyatmoko K. 2006. Geografi Jilid 1 untuk SMA Kelas X. Ciracas, Jakarta:
    Erlangga.
32. Yani Ahmad & Ruhimat Mamat. 2008. Geografi 1. Bandung: Grafindo Media Pratama.




                                  ☻Yoedh/SMAPa/10☻




Mengupas Soal-soal Ujian Nasional Tahun Pembelajaran 2008/2009               52

								
To top