Docstoc

SHIPPING PRACTICE

Document Sample
SHIPPING PRACTICE Powered By Docstoc
					               SHIPPING PRACTICE
           OPERATION AND DOCUMENTS
       27 SEPTEMBER – 08 OCTOBER 2010

             IPB – BOGOR 27/09 – 08/10.- 2010.




                                                        By:
PROF. CAPT. HANANTO SOEWEDO, M.Mar, SE, MM, Ph.D
         PROFESSOR IN THE FIELD OF SEA TRANSPORT MANAGEMENT
               I. PERUSAHAAN PELAYARAN
                   (SHIPPING COMPANY)
-   Perusahaan Pelayaran adalah perusahaan yang mengoperasikan kapal untuk
    mencari pendapatan berupa Uang Tambang.
-   Perusahaan Pelayaran memerlukan Modal Besar atau Capital Intensive (Padat
    Modal).
-   Terbentuknya perusahaan pelayaran memerlukan 3 unsur yang sangat penting, yaitu :
    • Kapal (mahal harganya/modal besar).
    • Modal (modal investasi dan modal kerja).
    • Manajemen (sebagai alat untuk menggerakkan struktur organisasi dengan SDM
      yang ada untuk menuju sasaran yang hendak dicapai./objective ).

    Kapal dapat diperoleh :
    • Membeli tunai.
    • Membeli dengan angsuran.
    • Membeli dengan subsidi pemerintah.
    • Menerima titipan orang lain dengan imbalan bagi hasil.
• Menyewa kapal :
   * Time charter.
   * Voyage charter.
   * Bareboat charter.

• Kapal harus laik laut
• Kapal harus diasuransikan (P&I) untuk tanker harus ikut Civil Liability
  Convention (CLC) tahun 1992.


Modal
• Capital intensive, namun sifat perusahaan tidak mendukung yaitu : Low Freight
  dan Slow Yieding.
Manajemen
• Manajemen perusahaan pelayaran harus dikelola oleh orang yang profesional di
  bidang shipping, karena sifat dari perusahaan pelayaran yang dinamis.
• Harus mengikuti Undang-undang Pelayaran No. 17 tahun 2008. dan
  Peraturan Pemerintah serta Keputusan Menteri..


Masalah yang mungkin timbul di perusahaan pelayaran :
• Business Risk
   * Tidak mendapatkan muatan.
   * Tagihan macet.
   * Tidak dapat kredit.
   * Ijin usaha dicabut.
   * Claim muatan karena muatan hilang, rusak.
    Karena Musibah
    • Kapal rusak berat sehingga tidak dapat dioperasikan lagi.
    • Tabrakan, kandas tenggelam, terbakar.
    • Ditahan oleh negara asing.
    • Dibajak oleh bajak laut (pirates).

     Kesuksesan perusahaan pelayaran sangat tergantung dari kondisi
     perusahaan pelayaran, cara canvassing dan kepiawaian para pemimpin
     perusahaan pelayaran dalam mengelola perusahaan agar hasil usahanya
     menguntungkan.
-   Struktur organisasi perusahaan pelayaran sangat tergantung besar kecilnya
    perusahaan dan jalur pelayaran.
                                            SKEMA KAPAL NIAGA


                                                KAPAL NIAGA




             Kapal muatan umum                  Kapal muatan khusus    Kapal muatan sejenis
            (General Cargo Vessel)                (Special Carrier)       (Bulk Carrier)

                                                 Passenger Vessel
                                                 Refrigerated Vessel
                                                 Cattle Ship
                                                 Log Carrier
                                                 Mobile Carrier

                                                                       Kapal muatan sejenis
                                                                              cairan

                                                                           Tanker
Kapal Konvensional            Kapal Unit Load                              LPG Carrier
                                                                           LNG Carrier
                             Side Port Vessel
                             Roro Vessel
                             Container Vessel
                             LASH
                                                                                              Kapal muatan sejenis
                                                                                                     padat

                                                                                                  Ore Carrier
                                                                                                  Grain Carrier
                     II. OPERASIONAL KAPAL

1. TUGAS UTAMA PERUSAHAAN PELAYARAN
  -   Mengoperasikan kapal
  -   Melakukan kegiatan KEAGENAN KAPAL
  -   Jasa Dokumentasi


2. JENIS PELAYARAN
  a. Pelayaran Liner (Regular Liners)
         Mengoperasikan kapal pada jalur tertentu secara tetap dan teratur serta menyinggahi
          pelabuhan tertentu.
         Ciri khusus dari Pelayaran Liner ialah mempunyai RATIO DATE
         Kapal yang digunakan ialah Liner Type Vessels di mana mempunyai Twin Deck Cargo
          bagi kapal General Cargo, sekarang terdapat Global Liner dengan Full
          Container Ship.
         Jumlah muatan yang diangkut lebih tinggi dibandingkan dengan Pelayaran Tramper.
         Kontrak pengangkutan menggunakan Bill of Lading.
         Tarif uang tambang biasanya tidak berubah berdasarkan buku tarif yang berlaku yang
          dibuat oleh Asosiasi Pelayaran.
         Kapal barang liner dapat mengangkut penumpang kurang dari 12 orang.
b. Pelayaran Tramper
   Mengoperasikan kapal pada jalur-jalur pelayaran yang tidak menentu, singgahnya kapal
   di pelabuhan sangat ditentukan oleh muatan yang diangkut dan di mana harus dibongkar.
   Ciri khusus dari Pelayaran Tramper :

   Pelayaran didasarkan pada cargo commitment, tiap pelayaran rutenya berbeda-beda
    dan muatan yang diangkut berbeda pula jenisnya. Biasanya Pelayaran Tramper
    merupakan pengangkutan kontrak (contract carrier) dan barang yang diangkut berupa
    muatan sejenis (homogeneous cargo).
   Dokumen pengangkutannya menggunakan CHARTER PARTY.
   Volume muatan yang diangkut oleh Pelayaran Tramper lebih rendah dari kapal liner.
   Charter Hire (Freight Rate) sangat dipengaruhi oleh tersedianya muatan dan kapal.
   Pelayaran Tramper tidak membentuk asosiasi. Jadi tiap perusahaan pelayaran berhak
    menentukan tarif sendiri sesuai negosiasi.
   Kapal yang digunakan dalam Pelayaran Tramper tidak membutuhkan persyaratan yang
    lebih ketat seperti kapal liner.
   Organisasi Pelayaran Tramper lebih sederhana, karena kapal-kapal tramper jarang
    berada di Home Port.
   Biasanya muatan yang diperoleh melalui BROKER/PERANTARA.
   Pada kapal tramper tidak mengangkut penumpang.
c. Pelayaran Khusus
   Ialah perusahaan pelayaran yang mempunyai jenis kapal dengan muatan khusus dan
   cara muat bongkar di pelabuhan harus memerlukan keterampilan dan keahlian yang
   khusus.

d. Pelayaran Global
   Pada era globalisasi pelayaran samudera yang ada di dunia mengalami perubahan yang
   mendasar dari “Operasional Tunggal” (Single Operation) menjadi Aliansi Global Liner.
   Perusahaan pelayaran kelas dunia membentuk Aliansi Global Liner untuk memperkecil
   persaingan dan untuk memberikan pelayanan angkutan laut yang lebih kompetitif.
   Ciri khusus dari Pelayaran Global Liner :
    Jenis kapalnya ialah Full Container dengan kapasitas besar, saat ini sudah mencapai
       generasi keempat belas kurang lebih 14.000 TEUS.(EMMA MAERSK)
    Hanya menyinggahi HUB PORT.
    Tiap Aliansi menentukan jalur pelayaran yang ada di dunia yaitu :
      -   Asia - Europe
      -   Trans Pacific
      -   Trans Atlantic
      -   Intra Asia
   Tarif uang tambang bersifat “End to End”
   Dari HUB Port ke pelabuhan tujuan atau SPOKE dilakukan oleh Pelayaran Feeder Liner.
       PERSYARATAN SEBAGAI HUB PORT
            DI SUATU KAWASAN :
 Produktivitas Bongkar/Muat Tinggi
 Pertumbuhan Ekonomi Tinggi

 Sebagai Pelabuhan berfungsi sebagai :

 Sarana dan Fasilitas Pelabuhan Modern

            Titik Pengumpul
            Titik Pembagi
            Titik Transit
Hal ini dilakukan untuk Efisiensi Biaya Opersional dan
memberikan pelayanan yang lebih baik bagi pengguna
jasanya ialah : AMAN, CEPAT dan MURAH
    Dari Pelabuhan HUB ke Pelabuhan Tujuan di suatu
     Negara SPOKE dilakukan oleh FEEDER LINER
        FEEDER LINER ada 2 macam:
1. International Feeder Liner (HUB to SPOKE)
2. Domestic Feeder Liner (Spoke to Spoke)

Kapal – kapal Global Liner dan Feeder Liner berjenis
Kapal Full Container hanya berbeda kapasitas containernya
Sampai tahun 2010 Generasi Kapal Global Liner ialah
Generasi ke 14 dengan kapasitas kurang lebih : 14.000
Twenty Footer Equevalent Units (TEUS) : MV.EMMA
MAERSK.(Lihat Gambar)
Sumber : Presentasi Mr.Karsten Bruning IPB ,TOT, 2010
Sumber : Presentasi Mr.Karsten Bruning, IPB ,TOT 2010.
e. Pelayaran Feeder
   Pelayaran Feeder adalah pelayaran yang menggunakan kapal kontainer dengan ukuran
   dan kapasitas lebih kecil yang berukuran antara 600 – 800 TEUS melayari jalur HUB Port
   ke SPOKE atau sebaliknya.

Perubahan pola pelayaran Liner di dunia menyebabkan adanya HUB Port di tiap kawasan
seperti di Asia Tenggara ialah Pelabuhan Singapore.
Pelayaran Feeder Liner yang menghubungkan Pelabuhan HUB ke SPOKE disebut
International Feeder Liner, sedangkan dari salah satu pelabuhan SPOKE di suatu negara
ke pelabuhan lain sebagai pelabuhan tujuan terakhir dari muatan yang diangkut oleh Global
Liner disebut Domestic Feeder Liner.


3.DOKUMEN PENGAPALAN BARANG
-   Shipper  Shipping Instruction (SI)
-   Perusahaan Pelayaran  Shipping Order (SO)
-   Kapal  Resi Mualim ( RM ) sebagai tanda terima barang di kapal
-   Perusahaan Pelayaran Kantor Cabang / Agen  MR  diganti dengan
-   Konosemen(Domestik,KUHD Ps.506 ayat 1)Bill of Lading (B/L) Internasional
-   Cogsa ( Carrying Of Goods at Sea Act )
    Di Pelabuhan Muat Perusahaan Pelayaran membuatkan Dokumen Manifest yang dibuat
    berdasarkan BILL OF LADING (B/L).
-   Di Pelabuhan Bongkar Perusahaan Pelayaran menarik B/L asli dan diganti dengan
    DELIVERY ORDER (D/O) setelah menyelesaikan kewajiban di pelabuhan bongkar.
 PERBEDAAN ANTARA KONOSEMEN DAN BILL OF LADING
Konosemen ialah dokumen pengangkutan dilaut untuk domestik dengan dasar ialah KUHD
Pasal : 506 ayat :1
Bill of Lading ialah dokumen pengangkutan barang di laut secara internasional berdasarkan
Carriying of Cargo in the Sea Act (COGSA) dan berdasarkan kesepakatan yang berupa Haque
Rules 1924, Antwerp Rules, Hamburg Rules dll.
“ Document issued by a Ship Owner to a Shipper of Goods”



Fungsi B/L ialah :
1. Surat perjanjian angkutan barang di laut
2. Surat tanda terima barang diatas kapal
3. Tanda Terima Uang Tambang
4. Surat Tanda Kepemilikan di pelabuhan tujuan


MACAM-MACAM B/L

a. Menurut Status Barang
   1. Shipped atau On Board B/L diterbitkan stelah barang berada di atas kapal Jual beli arang
      dengan L/C dikehendaki B/L yang semacam ini
   2. Received for Shipment B/L atau To be Shipped B/L ialah tanda bahwa               barang
      sudah berada di gudang lini I untuk dikapalkan, dokument ini tidak berlaku untuk
      pengapalan barang karena sebagai keterangan saja.
b. Menurut Penerima Barang
   1. Order B/L atau To Order of Shipper/Consignee
      B/L ini yang Asli dibagaian belakang diberikan ENDORSEMENT dan yang   terakhir nama
      yang dicantumkan ialah yang berhak menerima barang dipelabuhan tujuan
   2. Straight B/L ialah nama yang tercantum di B/L yang berhak menerima barang di
      pelabuhan tujuan


c. Menurut alat angkut/kapalnya
   1. Direct B/L
      B/L ini menyatakan barang yang diangkut harus dengan kapal yang sama dari pelabuhan
      muat sampai pelabuhan tujuan (tanpa pindah kapal/transhipment)
   2. Through B/L
      B/L ini untuk pengangkut kedua dan harus dilampirkan copy dari B/L dari pengangkut
      pertama (transhipment cargo)


d. Menurut kondisi barangnya
   1. Clean B/L.
      B/L yang kondisi barangnya baik tanpa cacat dan kurang
   2. Foul B/L.
      B/L yang kotor karena terdapat catatan pada Resi Mualim(Mate Receipt)
      B/L semacam ini dapat dirubah atas permintaan pemilik barang menjadi Clean B/L dengan
      membuatkan Letter of Indemnity (Surat Jaminan), Back Letter, Quarantee Letter.
                    KONDISI PERDAGANGAN
                      (TERM OF TRADE)
  Eksportir                 Responsibilities in the Shipping Business                Importir
  Shipper                                                                            Consignee
  As Seller                                                                          As Buyer




                                        Ocean/Sea Freight         Ongkos Pelabuhan Tujuan (OPT)

FOB Term
Biaya yang ditanggung                            Biaya yang ditanggung
oleh Shipper :                                   oleh Consignee :
1. Ongkos Pelabuhan Pemuatan (OPP)               1. Ocean/Sea Freight
2. Ongkos Penimbunan Barang                      2. Ongkos Pelabuhan Tujuan (OPT)
3. Biaya Ekspor (bila ada)                       3. Ongkos Penimbunan Barang
                                                 4. Biaya Import
                      KONDISI PERDAGANGAN
                        (TERM OF TRADE)
  Eksportir                    Responsibilities in the Shipping Business                Importir
  Shipper                                                                               Consignee
  As Seller                                                                             As Buyer




                                            Ocean/Sea Freight
C&F (CIF)
  Term
Biaya yang ditanggung
oleh Shipper :                                                     Biaya yang ditanggung
1. Ongkos Pelabuhan Pemuatan (OPP)                                 oleh Consignee :
2. Ongkos Penimbunan Barang                                        1. Ongkos Pelabuhan Tujuan (OPT)
3. Biaya Ekspor (bila ada)                                         2. Ongkos Penimbunan Barang
4. Ocean/Sea Freight                                               3. Biaya Import
5. Biaya Asuransi tergantung kesepakatan jika ada
          ARU S D OKU M EN PEN GAPALAN M UATAN /BARAN G GEN ERAL CARGO (BREAK BU LK)
                                                           D I PELABU H AN MUAT D AN PELABU H AN BON GKAR
                                                                   (PROSES EKSPOR / IMPOR BARAN G)
                                           NEGARA : A                                                                                        NEGARA : B

          KANTOR                   DI PELABUHAN MUAT                                                                               DI PELABUHAN BONGKAR                                    KANTOR
            BEA                                                                                                                                                                              BEA
           CUKAI                                                                                                                                                                            CUKAI
                                                            Proses
Permohonan            Cargo                                Pemuatan                                                                   Proses                               Permohonan         Cargo
  Ijin Ekspor         Clearance                             Barang                                                                 Pembongkaran                               Ijin Impor      Clearance
                                                                                                                                      Barang
                                                                                               PROSES PENGAPALAN
                             Penyerahan                                                                                                                             Penyerahan
                               Barang       GUDANG                                                                                                 GUDANG             Barang
        EKSPORTIR                             LINI I                                                                                                 LINI I                          IMPORTIR
                                           PELABUHAN                                                                                              PELABUHAN

                                            Resi Gudang                                                                                           Resi Gudang



                                                                                                                                    Informasi Kapal Tiba
                                                  Shipping Order (SO)                                                               (Master Cable)
                               Copy B/L                    Daftar Muat                                                             Stowage Plan                 Delivery Order
                                                              Copy B/L                                                             Laporan Pembongkaran
                                                               Manifest         Prestowage Plan                                   Laporan Kerusakan
                                                                                 Laporan Pemuatan                                   (bila ada)
                                                                                 Resi Mualim                                       Over/Short Landed
                                                                                 Laporan Kerusakan (Damage Report)
                    Instruksi                                                                                                                                                  B/L Asli
                                                                                  (Bila ada)                                                  PERUSAHAAN
                    Pengapalan              PERUSAHAAN                                                                                                                   (Endorsement)
                                             PELAYARAN                                                                                         PELAYARAN
                    (SI)                                                                                                                        (AGENCY)
                                                                                          INFORMASI OPERASIONAL KAPAL




                                                                       B/L Asli
                                            BANK DEVISA                dikeluarkan                                                            BANK DEVISA


                L/C dibuka                                                                                                                                                   Pembukaan L/C
                                           ADVISING BANK
                                                                                CORRESPONDENCE / PROSES PENGIRIMAN L/C ; BL ASLI              OPENING BANK
                                          CORRESPONDENCE
        Pencairan L/C                          BANK                                                                                            BENEFICIARY                    Penyerahan B/L Asli
                                                                                                                                                  BANK
1. LINER TERM
   a. Ongkos Pelabuhan Pemuatan (OPP) yang ditanggung oleh :
      Shipper
      1. Receiving
      2. Cargo Dooring
   b. Carrier :
      Ocean or Sea Freight ditambah biaya stevedoring di pelabuhan muat dan
      pelabuhan bongkar
   c. Consignee :
      1. Cargo Dooring
      2. Delivery

2. FREE IN LINER OUT (FILO)
   Shipper :
   Semua biaya OPP ialah :
   1. Receiving
   2. Cargo Dooring
   3. Stevedoring
  Carrier :
  Ocean or Sea Freight ditambah biaya stevedoring
  Consignee :
  1. Cargo Dooring
  2. Delivery Order

3. LINER IN FREE OUT (LIFO)
   Biaya OPP yang ditanggung oleh :
  a. Shipper
     1. Receiving
     2. Cargo Dooring
     3. Stevedoring
  b. Carrier
     Ocean or Sea Freight ditambah biaya stevedoring di pelabuhan bongkar
  c. Consignee
     1. Cargo Dooring
     2. Delivery
4. FREE IN OUT STOWAGE/FREE IN OUT STOWAGE AND TRIM
   (Khusus muatan curah kering)
   a. Shipper
      1. Receiving
      2. Cargo Dooring
      3. Stevedoring + Triming Muatan
  b. Carrier
     Ocean or Sea Freight
  c. Consignee
     1. Stevedoring
     2. Cargo Dooring
     3. Delivery
4. PENGOPERASIAN KAPAL SEWA (CHARTER)
 a. Definisi menurut literatur : Charter atau Chartering adalah penggunaan ruang muat
    sebagian atau seluruhnya oleh seseorang atau badan hukum dengan membayar sejumlah
    uang di mana pemilik kapal yang diwakili oleh nakhoda kapal akan mengangkut muatan
    sampai ke tempat tujuan sesuai dengan yang diperjanjikan.

  Selama pencharteran, nakhoda akan patuh pada perintah pencharter selama tidak
   membahayakan kapal, muatan dan jiwa manusia yang berada di kapal.
  Terdapat dalam KUHD Psl 453 s.d. 463.
  KUHD tidak memberikan definisi
  KUHD hanya mengatur tentang :
   - Voyage Charter
   - Time Charter
  Sedang dalam praktek : di samping kedua di atas terdapat :
   - Bareboat/Demise Charter

 b. Para Pihak dalam Charter

    Pemilik Kapal/Shipowners
    Operator Kapal/Shipoperators
    Pengirim Barang/Shippers
    Perantara Kapal atau muatan/cargo or Vessels Chartering Brokers
c. Status Hubungan

 Dapat sebagai :
  - Real Owner (Pemilik Kapal)
  - Agent/Corresponding Owner(Perwakilan/Korespondensi dari Pemilik Kapal)
  - Disponent Owner (Sebagai Pemilik Kapal sewaktu kapal disewakan kepihak lain)

d. Charter Party

  Definisi :
 Charter Party adalah sepucuk formulir perjanjian/kontrak yang oleh karenanya tunduk
  pada persyaratan-persyaratan biasa dari hukum perjanjian.
 Pasal 454 KUHD menyatakan para pihak dapat meminta dibuatkan sepucuk
  akta yang dinamakan Charter Party.
e. Standard Charter Party

 Untuk perdagangan utama seperti :
  - Biji Besi/Ore
  - Batubara/Coal
  - Pupuk/Fertilizers
  - Buah/Fruit
  - Biji-Bijian/Grains
  - Minyak/Oil
  - Gas
  - Kayu/Wood
  - Muatan Umum/General Cargo
f.   Bentuk-Bentuk Charter :
     1. TIME CHARTER
        Kapal digunakan untuk suatu jangka waktu tertentu, atau untuk satu atau lebih
         pelayaran berturut-turut (consecutive voyages).
        Hire Rate dihitung per ton deadweight per bulan tanpa mengindahkan apakah
         kapal dimuati penuh atau sebagian.
        Sesuai aturan Time Charter Hire dibayarkan dimuka, apakah bulanan atau
         setengah tahunan.
        Time Charter berlangsung terus kecuali kapal di “Offhire” karena extra-ordinary
         circumstances misalnya kerusakan mesin. Naik galangan kapal/docking juga
         berakibat “Offhire”.


     2. VOYAGE CHARTER
        Kapal : - Karakteristik Kapal
                 - Kapasitas Kapal
        Voyage/Perjalanan : - Tanggal Kesiapan
                               - Tanggal Mulai Muat/Batal
        Muatan : - Deskripsi Muatan
                   - Kuantitas Muatan
        Pelabuhan : - Pelabuhan Muat dan Bongkar
                      - Pasal “Dekat”/”Near”
                      - Sifat Halangan/Nature of Hindrance
                      - Tujuan Pengganti/Substitusi
                      - Pelabuhan Aman/”Safe Port”
3. BAREBOAT/DEMISE CHARTER
   Pemilik kapal menempatkan kapalnya pada kekuasaan pencharter dengan suatu
    tarif tertentu per deadweight ton per bulan kalender.
   Peraturannya charter hire ditetapkan per bulan kalender dan dibayarkan
    di muka.
   Kapal disurvey pada waktu penyerahan/delivery (onhire survey) dan pada
    waktu penyerahan kembali/redelivery (offhire survey) guna menentukan
    keadaan kapal di bawah syarat-syarat charter.
   Pencharteran berhak menunjuk nakhoda dan awak kapal atas
    persetujuan pemilik kapal dan sebaliknya.
   Pencharter memperoleh pengawasan penuh atas kapal yang
    dioperasikannya seperti apabila kapal tersebut milik armadanya sendiri.
   Pencharter tidak boleh merubah struktur kapal tanpa persetujuan pemilik
    kapal.
   Sesuai peraturan pemilik kapal akan memastikan kapal pembebanannya
    terhadap risiko-risiko pelayaran biasa dan risiko perang jika diperlukan,
    keausan biasa (ordinary wear and tear) diterima.
g. Notice of Readiness/NOR
h.  NOR diajukan apabila :
    -   Kapal telah tiba atau “arrived”
        Kapal dalam keadaan siap setiap saat
     Layday/Laytime mulai saat NOR diterima/accepted oleh pencharter/charterer.
     Untuk Grain dan Oil, NOR harus disertai Survey Report dari Independent Surveyor
      yang menyatakan siap untuk muat di semua ruang muat.



    h. Keuntungan & Kerugian Charter
        Keuntungan :
        -   Karena tertulis ada kepastian hukum jika terjadi dispute mengacu pada Charter Party.
        -   Penggunaan Standard Charter Party mudah dan cepat proses negosiasinya.
        -   Status para pihak jelas, meskipun harus menyadari kedudukannya dalam hubungan
            kepemilikan kapal.
     Kerugian :
      - Telaah Charter Party sebelum tanda tangan memerlukan keahlian dan keterampilan
        tersendiri.
      - Pasal-pasal standard yang ada dan digunakan tidak selalu memuaskan.
      - Kesulitan khusus karena standard forms tidak siap terwakili secara penuh.
i. Jenis Charter Lain :
    Hire Purchase atau Sewa Beli
    Under the wing charter
j. Dokumen Charter :
      -    Note of Readiness
      -    Statement of Fact
      -    Time Sheet

KEAGENAN PELAYARAN (SHIPPING AGENCY)
  -       Agen Umum
  -       Sub Agen
          Kegiatan Keagenan :
           Port Agent  Agency Fee
           Cargo Agent  Agency Commission / Commission Fee
          Dokumen Keagenan :
           Kontrak Keagenan (Agency Contract)
 FLOW OF SHIPPING AGENCY BETWEEN PRINCIPAL-AGENT-AND SUB
                AGENCY CONTRACT                    AGENT
                     A             AGENCY FEE & COMMISSION                  B
                                       A                                                  B
                                               A        B                                          B
               HO              BO/AO
                                                                     HO              BO

           GENERAL                                                      PRINCIPAL
            AGENT
                                                                            SHIP MOVING
                AGENCY FEE &

                COMMISSION
    CONTRACT
    AGENCY




                                             REPORTING & FINANCIAL REPORT
                AGENCY




                                                        INSTRUCTION & FEE
                     C
                                       C
                                               C        B                   SHIP MOVING
               HO              BO/AO



               SUB AGENT
                                              COUNTRY : A                            COUNTRY : B
                                                  OR                                     OR
                                               TERRITORY                              TERRITORY
The Process for Shipping Agency :
1. Survey and looking for information/data
2. Making agency contract
3. Ship calling in Port and handle by Shipping Agency
4. SUMBER : H.S. IPB BOGOR, PRESENTASI T.OT.2010
     III. BIAYA-BIAYA OPERASIONAL KAPAL


1.    DEFINISI :
      Biaya adalah suatu PENGORBANAN/PENGELUARAN atau
      PENYERAHAN sumber-sumber daya untuk tujuan tertentu.


      PENGERTIAN :
      Biaya Perusahaan Pelayaran ialah biaya yang terjadi
      secara aktual dalam mengoperasikan Perusahaan Pelayaran
      ialah Biaya-biaya yang terjadi di Kantor Pusat, Kantor
      Cabang/Agent dan Kapal Armada/Kapal Armada maupun
      Kapal Sewa/Charter.
2.   STRUKTUR BIAYA PADA PERUSAHAAN PELAYARAN
     TUJUAN :
     Tujuan dari pada pelatihan ini antara lain ialah :
     a. Agar para peserta dapat mengetahui kerangka dan
        komponen-komponen biaya termasuk mekanisme dan
        peranan   masing-masing   biaya   dalam     operasional
        perusahaan.
     b. Menguasai dampak atau pengaruh-pengaruh :
        - Teknik-teknik pengoperasian
        - Teknologi yang banyak macamnya
     c. Menyadari peranan pemasaran dalam kelangsungan hidup
        perusahaan.
     d. Menilai posisi perusahaan dengan menggunakan standar
        Laporan Keuangan Perusahaan.
     e. Lebih rasional melihat dan meramalkan prospek yang
        dihadapi perusahaan.
     f. Menggunakan teknik yang ada dalam menilai rencana-
        rencana penggunaan model atau sumber-sumber yang
        tersedia.
3.   BIAYA OPERASIONAL PERUSAHAAN PELAYARAN

     a. BIAYA OPERASIONAL LANGSUNG
          Bahan Bakar (Bunker)
          Biaya Pelabuhan (Port Expenses)
          Biaya Keagenan (Agency Fee)
          Biaya Terusan (Canal Dues)
          Biaya Bongkar Muat (Cargo Expenses)
          Biaya Dunnage & Tank Cleaning
          Biaya Lashing
          Biaya Transhipment Non Cargo (Special Care Cargo,
           Diplomatic Care)
          Komisi Keagenan
          Biaya Transhipment Muatan
   Biaya EMKL, Transhipment, Trucking, dll
   Biaya Time Charter
   Biaya Claim Muatan
   Biaya Penyusutan Kapal
   Gaji Dasar ABK di atas kapal
   Tunjangan Service ABK
   Kompensasi Lembur dan Tunjangan Ijazah ABK
   Gaji Dasar ABK Cadangan
   PPh Pasal 21 (Personal Income Tax)
   Biaya Pegawai Rupa-rupa ABK
   Makanan dan minuman ABK
   Perlengkapan Pegawai ABK
   Biaya Suku Cadang Kapal
   Biaya Pemeliharaan dan Reparasi Kapal
   Biaya Komunikasi Kapal
b. BIAYA OPERASIONAL TIDAK LANGSUNG (OVERHEAD)
     Gaji dan Tunjangan KP, KC/KA
     Uang Lembur
     Uang Makan
     Perlengkapan Pegawai
     Uang Transpor
     Biaya Sewa
     Biaya Telepon
     Biaya Fax
     ATK, Barang Cetakan dan Foto Copy
4.   PENJELASAN BIAYA OPERASIONAL LANGSUNG (B.O.L)

     a. Biaya Bahan Bakar (Bunker Costs)
        MFO       Perhitungan dengan metode
        MDF       First In First Out (FIFO)
     b. Biaya Bongkar Muat (Stevedoring/Cargo Expenses)
        * Biaya Stevedoring untuk Normal Working Hour
        * Biaya Overtime di luar Normal Working Hour
        * Macam-macam Biaya Extra Labour
           • Opening & Closing Hatches
           • Rigging/Standby Gear
           • Hard Work “Difficult Storage”
           • Laying/Shifting Dunnage
           • Palletizing/Depalletizing
           • Coopering/Mending (Repacking)
           •   Sorting
           •   Securing/Lashing Cargo
           •   Mechanical Equipment Hire
           •   Stevedoring Equipment Hire
  •      Lighterage
  •      Receiving
  •      Delivery
  •      Cargo Watching
  •      Cargo Survey
  •      Shed Hire
  •      Return on Board

* Detention PERLU PERHATIAN YANG SERIUS !!!
  • Weather
  • Waiting Ship Arrival
  • Whinch Trouble
  • Industrial Dispute
  • Safety Issue (Safety Equipment)
  • Rest Periods
  • Waiting for Berth
  • Material Cost
  • Transportation Exp
  • Miscellaneous
* Tank Cleaning          * Shifting Exp
  • Material Cost          • Labour
  • Labour                 • Mechanical Equipment Hire
  • Transportation Exp     • Stevedoring Gear Hire
  • Survey Expenses        • Lighterage
  • Miscellaneous          • Miscellaneous
* Lashing
                         * Ship’s Tally
  • Material Cost
  • Labour               * Liquid Cargo
  • Miscellaneous          • Straight Time
* Overlanded Cargo         • Overtime
                           • Miscellaneous
*   Dunnage                          * Extra Charges
*   Biaya Container                    • Cargo Container Storage
                                       • Material/Lasking
*   Terminal Charges
                                       • Lighterage
*   Ship Board Charges                 • Reefer Cargo
    • Cargo Haulage                    • Other Charges
* Terminal Handling/Haulage Charge   * Ship Board Charges
  • Gate In/Out                        • Restowing Charges
  • Lift On/Lift Off Charges           • Ship Planning Charges
  • Extra Movements                    • Container Lasking/Unlasking
  • Stuffing/Unstuffing                • Reefer Charges
  • Tallying & Documentation           • Awkward Charges
  • Custom & Documentation                (Add Handling Fee)
  • Cargo Survey                       • Hatch Cover Charges
                                       • Change of Destination Charges
                                       • Other Charges
* Cargo Haulage                •   Clearance Port Adm
  • Inland Haulage (FCL)       •   Clearance Port Health Service
  • Inland Haulage (LCL)       •   Clearance Customs
  • Other Charges              •   Clearance Others
* Port & Canal Dues            •   Gangway/Deck Watch Men
  • Light Dues                 •   Miscellaneous
  • Pilotage Inward            •   Open Line (for special cases)
  • Pilotage Outward        * Agency Charges
  • Pilotage Shifting         • Telex - Telegram Exp (Facimile)
  • Towage Outward/Inward     • Trunk - Telephone Exp
  • Towage Shifting           • Advertisement
  • Mooring & Unmooring       • Car and Lunch Hire for Agent
  • Harbour Dues              • Postage - Airfreight
  • Quary Dues/Wharfage       • Agency Fee
  • Buoy’s Hire               • Miscellaneous
* Transhipment Expenses
  • Stevedore Expenses
  • Extra Labour
  • Lighterage
  • Shed Hire
  • Transportation Exp
  • Mechanical Equip. Hire

* Agency Commission

* Claim
5.   SHIP’S DAILY COSTS

     Sering di sebut : •   Biaya Tetap Kapal (BTK)
                       •   Biaya Kapal
                       •   Vessel’s Expenses
                       •   Vessel’s Daily Cost
                       •   Vessel’s Running Cost

     #   Personel
     #   Subsistance
     #   Maintenance & Sparepart
     #   Lubricant
     #   Safety Equipment
     #   Working Equipment
     #   Supply & Store
     #   General Expenses
 6.   INSURANCE & CLAIM
      •   Hull & Machinery
      •   Prevention & Indemnity ( P & I/P and I )
      •   Cargo Claim
      •   Container Insurance

7.    DEPRECIATION           (PENYUSUTAN             KAPAL   DAN
      KONTAINER)
      Pengurangan nilai buku suatu Harta Tetap Perusahaan secara
      bertahap menurut Umur Ekonomisnya dengan metode
      tertentu.

 8.   BIAYA OPERASI TIDAK LANGSUNG (OVERHEAD)
      •   Kantor Pusat
      •   Biaya Adm Kantor Pusat
      •   Biaya Marketing
                            IV. KAPAL (SHIP)
1. -     Kapal menurut UU Pelayaran No. 17 th 2008
     -   Pengertian ANGKUTAN LAUT:
         Ukuran Pokok sebuah kapal :
                • Ukuran membujur / memanjang (Longitudinal)
                • Ukuran melintang / melebar (Transversal)
                • Ukuran tegak (Vertical)


2.   Kapasitas Kapal (Ship's Capacity)
     -   Isi kotor (Gross Tonnage)
     -   Isi bersih (Net Tonnage)
     -   Isi Tolak (Displacement)
     -   Bobot Mati (Dead Weight)
     -   Cargo Deadwight
3.   Kapasitas Muatan di kapal
     -   Grain Space
     -   Bale Space
         • Untuk kapal Full Container dengan Twenty Footer Equivalent Units (TEUS)


4.   Data Kapal (Ship's Particulars)
     -   Spesifikasi Kapal
         • Kelas Kapal
         • Nama Panggilan / call sign
         • Pemilik Kapal
         • Pelabuhan Registrasi
         • Tonnage dll ( Perbedaan : Gross Tonnage dan Deadweight)


5.   SURAT-SURAT KAPAL (SHIP’S PAPERS) oleh Pemerintah
     -   Surat Kebangsaan (Certificate of Nationality).

     -   Surat Laut (Certificate of Registry).

     -   Surat Ukur (Tonnage Certificate). Pemerintah
-    Sertifikat Kesempurnaan (Certificate of Seaworthness).

-    Surat Keterangan (Officers Formation).

-    Sertifikat Pengawakan (Minimum Manning Certificate).

-    Sijil (Articles).

-    Surat Ijin Berlayar (Sailing Permit).



    Biro Klasifikasi
-    Sertifikat SOLAS (SOLAS Certificate).

-    Sertifikat Lambung Timbul (Load Line Certificate).

-    Sertifikat IOPP (IOPP Certificate).

-    Sertifikat Pengangkutan Minyak Bumi (Kapal Tanker).

-    Sertifikat Lambung (Badan Kapal) (Hull Certificate).

-    Sertifikat Mesin Kapal (Machinery Certificate).
                                            Ukuran Pokok Kapal




                                           UKURAN PANJANG.
LOA : Length Over All = Panjang kapal keseluruhan kapal ,yaitu panjang kapal yang dikukur mulai titik
terdepan s/d ujung paling belakang )
LBP : Length between perpendicular = panjang kapal diukur dari garis tegak depan sampai ke garis tegak
belakang yaitu garis tegak yang melalui poros kemudi
LWL : Length water line yaitu panjang antara garis muat

UKURAN DALAM
Free Board : Jarak tegak antara garis air sampai garis deck
Draft          : Jarak antara lunas dengan garis air
Depth       : Jarak antara lunas sampai garis deck .
Air Draft : adalah tinggi kapal dari garis air sampai ketitik yang tertinggi dikapal A

UKURAN LEBAR
Extreem Breath : Lebar kapal yang dihitung dari sisi luar lambung kanan sampai sisi luar lambung kiri
(ketebalan kulit kapal dihitung )
Moulded Breath : Lebar kapal dihiting dari lambung kanan kelambung kiri ( kulit kapal tidak dihitung
•   Tonase ( Tonnage )
•   Ukuran dari volume dan berat dari kapal
•   GRT / BRT : ISI KOTOR KAPAL : dalam meter kubik / Register ton
•   Volume kapal keseluruhan kecuali cerobong asap dikurangi ruangan untuk keselamatan kapal
    / Exempted spaces / deducted spaces ( Double bottom, forepeak , afterpeak , shelterdeck
    ,dapur, anjungan , kantor nakhoda,ruangan diatas kamar mesin }
•   Atau jumlah dari ruangan ruangan dibawah geladak ukur / geladak tonnase / upper most
    continously deck, isi ruangan ruangan tem pat geladak kedua dan geladak atas, isi ruangan
    ruangan yang tertutup secara permanen pada geladak atas atau geladak diatasnya, isi dari
    ambang palka

•   NRT / ISI BERSIH :
•   Volume kapal yang dihitung dari GRT dikurangi ruangan ruangan yang tidak dapat
    berfungsi untuk mengangkut barang dagangan seperti:( kamar nakhoda , kamar ABK ,
    we, ruangan jangkar , kamar peta , kamar radio , gudang serang, kamar mesin yang
    meliputi kamar mesin
•   sendiri, terowongan pores baling baling, ruang keluar darurat ( escape trunk, ruangan
    alat alat mesin, tangki harian , ruang mesin kemudi, ruang bengkel mesin.
•   1 Registerton = 100 kaki cubik = 2,83 meter kubik .
•   Cara pengurangan volume ruang kamar mesin dari Gross Tonnage untuk mendapatkan Nett
    Ton disesuaikan dengan besarnya ruangan kamar mesin tersebut . Perhitungan perhitungan
    mengenai hal tersebut diatur didalam Danube Rule .
                            V. SHIP’S CARGOES


-   Muatan Kapal Laut
    • Muatan tidak dalam peti kemas
    • Muatan dalam Peti Kemas / kontainer

-   Muatan kapal laut menurut sifatnya
    • Muatan kering
    • Muatan Basah
    • Muatan Berkeringat
    • Muatan Kotor
    • Muatan Bersih
    • Muatan Bebau
    • Muatan yang peka terhadap bau-bauan
    • Muatan Dingin
    • Muatan yang dapat membawa binatang kecil
   • Muatan yang mudah menangas
   • Muatan berharga
   • Muatan Berbahaya
      # Sesuai ketentuan International Maritime Organization (IMO)

      Dalam Buku : International Maritime Dangerous
        Goods Code (IMDG) tahun 1994 hal. 5.

Kelas : 1   :    Bahan Peledak (Explosive)
                 1.1.   Meledak sekaligus.
                        Bom, Mesiu, Dinamit
                 1.2.   Meledak tidak sekaligus
                        Petasan, Kembang Api
                 1.3.   Meledak tidak sekaligus mengakibatkan kebakaran
                        Kembang Api
                 1.4.   Ledakan tidak mengakibatkan resiko bahaya yang berat
                        Granat Tangan.
Kelas 2 a    :      Mudah Terbakar (Inflammable Gas)
                    Acetylen, Hidrogen

Kelas 2 b.   :      Tidak mudah terbakar Gas yang di tekan
                    Oxygen yang di tekan

Kelas 3      :      Cairan mudah terbakar
                    Cat, Pernis




3.1.   Titik nyala rendah 180 C
       Acrilic Aldehide

3.2.   Titik nyala menengah 180 C – 230 C
       Minyak Rem. Minyak Pelumas

3.3.   Titik nyala tinggi 230 C – 610 C
       Cat, Aspal
Kelas 4.1.   :   Zat padat mudah terbakar
                 Kopra, Fish Meal

Kelas 4.2.   :   Bahan yang dapat terbakar dengan sendirinya
                 Kopra

Kelas 4.3.   :   Bahan kimia mengeluarkan gas apabila kena air
                 Calcium Carbida

Kelas 5.1    :   Bahan yang mengoksidasi
                 Hydrogen Peroxida

Kelas 5.2.   :   Peroksida Organik
                 Benzoil Prroxida

Kelas 6.1.   :   Bahan Beracun
                 Fibre
Kelas 6.2.   :   Bahan Berhawa Menular
                 Semua bahan beracun menghasilkan gas

Kelas 7      :   Bahan Radio Aktif

Kelas 8      :   Bahan menimbulkan karat
                 Cautic soda

Kelas 9      :   Aneka Bahan Berbahaya
                 Barang-barang ini tidak memerlukan Label IMCO
                 Asbestor Fibre
                   VI. INCOTERMS 2000
Arti : International Commercial Terms. Pertama kali tahun 1936 - 2000.
       Biasanya dimasukkan kedalam Kontrak Penjualan.

Tujuan dan Ruang Lingkup INCOTERMS 2000
-   Menyediakan Peraturan dan Singkatan yang bersifat Internasional.
-   Dari tahun 1936 - 2000 mengalami beberapa perubahan dan
    perbaikan untuk penyempurnaan.
-   Merupakan syarat-syarat dari sejumlah kewajiban penjual untuk
    diserahkan di tempat tujuan.
-   Tahun 1980 -   FREE CARRIER
-   Tahun 1990 -   Dokumen Kertas diganti dengan (EDI)
Perubahan INCOTERMS 1990 menjadi INCOTERM 2000
-   Penyelesaian Pabean dan Pembayaran kewajiban pajak pada syarat
    FAS dan DE Q
-   Kewajiban Muat Bongkar pada syarat FCA
-   Masalah khusus yang merupakan penyelesaian dari INCOTERMS
    1990

Terminologi
-   INCOTERMS 2000 agar Konsisten dalam ketiga belas syarat
    perdagangan.
-   Rumusan yang digunakan dalam United Nation Convention for the
    International Sale of Goods 1980 (CISG)
-   Beberapa Terminologi    yang   dapat   diartikan   berbeda   harus
    diperjelas.
    • Shipper
    • Usual or reasonable
   • Charges
   • Port, Place, Points and Premises
   • Ships and Vessels
   • Checking and Instruction

Syarat Perdagangan sesuai INCOTERM 2000
- Untuk angkutan laut dan sungai saja :
   Group E     FAS  Free Along Ship (disebut pelabuhan pengapalan)
               FOB  Free on Board (disebut pelabuhan pengapalan)
   Group C     CFR  Cost and Freight (disebut pelabuhan tujuan)
               CIF  Cost Insurance and Freight (disebut pelabuhan pengapalan
   Group D     DES  Delivered Ex Ship (disebut pelabuhan tujuan)
               DEQ  Delivered Ex Quay (disebut pelabuhan tujuan)
Syarat Perdagangan :
Tujuan pokok memilih Syarat Perdagangan Internasional adalah untuk menentukan
titik atau tempat di mana penjual harus memenuhi kewajiban melakukan penyerahan
barang secara fisik dan yuridis kepada pembeli.
Titik atau tempat penyerahan merupakan titik bahas dimana risiko atas barang dari
penjual berakhir dan pembeli mulah memikul resiko atas barangnya.
Contoh :
Exw artinya nama tempat yaitu gudang pabrik maka tempat tersebut sebagai batas
tanggung jawab.
SELAMAT MENGIKUTI PELATIHAN INI SEMOGA
PARTISIPASI SAUDARA DALAM MEMBANGUN
DUNIA MARITIM YANG BERVISI YANG BENAR,
DAN SEBAGAI NEGARA KEPULAUAN TERBESAR
DI DUNIA AKAN DAPAT TERLAKSANA DENGAN
BAIK, DENGAN MENATA PELABUHANAN SECARA
KONSEPSIONAL.
SEMOGA TUHAN YANG MAHA ESA
               MEMBERKAHI KITA SEMUA.
        AMIN YA RABAL’ ALAMIN.
             DAFTAR PUSTAKA
Engkos Kosasih ,Hananto Soewedo,2007, Manajemen
   Perusahaan Pelayaran, Suatu PendekatanPraktis
   dalam bidang Usaha Pelayaran,
   PT. Rajagrafindo Persada, Jakarta

____________,2007,Manajemen Keuangan&Akuntansi
    Perusahaan Pelayaran,Suatu Pendekatan Praktis
    dalam bidang UsahaPelayaran,
    PT Rajagrafindo Persada,Jakarta

Undang-Undang Pelayaran No.17 Tahun 2008 dan Peraturan
   Pemerintah No.61Tahun 2009,tentang Kepelabuhan,
   PP No.51Tahun 2002, tentang Perkapalan.
TERIMA KASIH ATAS PERHATIANNYA

   SAMPAI BERJUMPA LAGI

  DI PELATIHAN YANG LAIN

             HS

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:3437
posted:10/6/2011
language:Indonesian
pages:69