130 sept 04 cara berfikir orang kaya

Reviews
Shared by: Yanuar Fitriadi
Categories
Tags
Stats
views:
58
rating:
not rated
reviews:
0
posted:
8/12/2009
language:
INDONESIAN
pages:
0
CARA BERPIKIR ORANG KAYA Seringkali saya mendengar gerutuan orang-orang yang mengatakan bahwa dunia ini tidak adil, karena yang kaya semakin kaya, dan yang miskin tetap miskin. Orang yang miskin acapkali berkata, seandainya mereka diberi kesempatan, mereka juga bisa kaya. Atau kalau mereka punya modal yang banyak atau pandai, mereka bisa mempunyai perusahaan juga. Benarkah modal bisa membuat orang kaya? Banyak orang yang menang undian berhadiah, tapi dalam sekejab pula hartanya tersebut habis karena tidak dikelola dengan baik. Kaya dan miskin dalam konteks disini bukan dalam arti fisik, namun dari cara anda memandang uang. Apabila anda mempunyai rumah bak istana dengan lima mobil, namun anda selalu merasa kekurangan uang, berarti anda adalah orang miskin. Sebaliknya, seorang tukang becak yang sudah cukup puas dengan makan tiga kali sehari, bisa dianggap orang kaya. Robert Kiyosaki pernah mengatakan bahwa yang membedakan seseorang kaya dan miskin bukan uang, kepandaian atau modal, tetapi CARA BERPIKIR. Nah, cara berpikir seperti apa yang membuat orang kaya? Yang pertama adalah masalah tabungan (saving) Orang miskin berpikir menabung di tempat yang aman, orang kaya berpikir investasi di tempat yang nyaman. Tempat menabung yang aman menurut orang miskin adalah tempat yang paling sering didengar keberadaannya, paling banyak cabangnya, paling besar gedungnya, bunganya stabil, dan bisa memberikan jaminan keamanan apabila terjadi sesuatu. Sedang tempat menabung yang nyaman menurut orang kaya adalah tempat yang tidak banyak diketahui orang, beresiko tinggi, pendapatannya naik turun setiap saat, dan perlu keahlian khusus untuk mengelolanya. Prinsip orang miskin disini adalah "Safe Risk, Stable Return", sedang orang kaya adalah "High Risk, High Return". Yang kedua adalah masalah penghematan vs pendapatan Orang miskin sangat mematuhi aturan "Jangan sampai besar pasak daripada tiang". Artinya, seandainya pendapatan kita Rp 1 juta, sedangkan pengeluaran kita 1,5 juta, maka sebisa mungkin pengeluaran ditekan hingga Rp 800 ribu, masih sisa Rp 200 ribu untuk ditabung. Disisi lain, orang kaya jika mempunyai pendapatan 1 juta dan pengeluarannya 1,5 juta, maka mereka akan bekerja lebih keras sehingga pendapatannya mencapai 2 juta. Sehingga pengeluaran 1,5 juta tertutup dan masih tersisa Rp 500 ribu untuk ditabung. Bisa kita lihat disini, bahwa orang kaya pun mematuhi aturan penghematan tersebut, tapi dari sisi yang berbeda. Orang miskin melihatnya dari seberapa besar pendapatannya, lalu menekan pengeluarannya, sedang orang kaya melihat dari sisi pengeluarannya, lalu meningkatkan pendapatannya. Yang ketiga adalah masalah bagaimana anda dan uang bekerja bersama Orang miskin bekerja keras demi uang, orang kaya menempatkan uang mereka pada instrumen tertentu agar bekerja keras bagi mereka. Disini semakin keras orang miskin bekerja, mereka akan mempunyai banyak uang, tetapi mereka hampir tidak mempunyai lagi waktu luang. Sebaliknya, semakin keras uang bekerja bagi orang kaya, mereka semakin punya banyak uang serta waktu luang. Itulah sebabnya tidak usah heran melihat orang kaya dengan ribuan karyawan masih sempat main golf, sedangkan orang miskin mengatakan tidak punya waktu mengantar anak tunggalnya jalan-2 ke mall karena sibuk bekerja. Yang keempat adalah pengelolaan uang tambahan Seringkali jika kita menerima uang tambahan diluar gaji bulanan seperti THR, bonus, atau hasil kerja sampingan, pikiran orang miskin akan langsung digunakan untuk membeli sesuatu, karena dianggap duit tambahan tersebut sebagai rejeki dadakan. Orang kaya akan menempatkan uang tambahan tersebut pada investasi tertentu, dan bunganya baru dipakai untuk membeli sesuatu. Tiga hal yang berperan disini adalah waktu, modal awal dan bunga. Orang miskin dari segi waktu lebih cepat memperoleh barangnya, namun modal awalnya habis dan tidak memperoleh bunga. Sebaliknya, orang kaya lebih bisa menahan diri untuk membeli barang dalam waktu yang lebih lama, namun modal awalnya masih ada, karena pembelian dilakukan dengan bunga. Bagaimana cara berpikir anda, sudahkah anda berpikir seperti orang kaya? Sonny V. Sutedjo Moderator artikel pernah dimuat di majalah Investor edisi Maret 2004)

Shared by: Yanuar Fitriadi
Other docs by Yanuar Fitria...
Melayani Pelanggan Kecewa
Views: 202  |  Downloads: 18
Building Customer Satisfaction
Views: 44  |  Downloads: 8
Waktu Anda untuk melakukan perubahan
Views: 138  |  Downloads: 11
Universal Mind
Views: 38  |  Downloads: 2
type orang indonesia
Views: 61  |  Downloads: 6
Tumbuh
Views: 36  |  Downloads: 1
Tukang Kebun Terbaik
Views: 46  |  Downloads: 6
Transmutasi energi
Views: 44  |  Downloads: 1
Tiga Langkah Lagi
Views: 41  |  Downloads: 5
Strategi Mengarungi Perubahan
Views: 89  |  Downloads: 17
Strategi Memaksimalkan Pendapatan
Views: 57  |  Downloads: 5
Singa di siang hari rahib di malam hari
Views: 89  |  Downloads: 4
siklus kreativitas
Views: 66  |  Downloads: 4
Siapa Menabur Benih Akan Menuai
Views: 74  |  Downloads: 3
Related docs
130 sept 04 menolong dengan hati
Views: 6  |  Downloads: 2
130 sept 04 lembar hidup
Views: 0  |  Downloads: 0
130 sept 04 stress management
Views: 0  |  Downloads: 0
FY 2008 September[130]
Views: 2  |  Downloads: 0
KUH Perdata (Buku I) Orang
Views: 1065  |  Downloads: 19
130
Views: 1  |  Downloads: 0
Letter from the President (Cara)
Views: 18  |  Downloads: 1
wm006 04
Views: 62  |  Downloads: 0
HB 130
Views: 0  |  Downloads: 0
Documents 130[891]
Views: 1  |  Downloads: 0
Secara Kebetulan atau Direncanakan
Views: 11  |  Downloads: 0
Cara Beternak Lele
Views: 2992  |  Downloads: 178
30,977 H. No. 130
Views: 0  |  Downloads: 0