Docstoc

Infusa,, Tradisional dan Praktis

Document Sample
Infusa,, Tradisional dan Praktis Powered By Docstoc
					               Infusa,, Tradisional dan Praktis
Pernah bikin rebusan dari daun atau tanaman-tanaman lain,, biasanya sering disebut orang sebagai obat
tradisional (bahkan beberapa pengobatan alternatif sering menyarankancara-cara pengolahan tanaman
obat seperti ini).
Rebusan yang sering dibuat ”mungkin” bisa dikatakan sebagai gambaran simple dari pembuatan sediaan
Infusa. Sebelumnya mari berkenalan dengan yang namanya infusa,, Eiiits,, jangan salah,,ya,, Jangan pikir infus
intravena dan infusa itu sama,,, Infusa itu merupakansediaan galenika cair yang dibuat dengan
mengekstraksi simplisia nabati dengan air pada suhu 900C selama 15 menit (Ingat waktunya 15 menit setelah
suhunya 900C, kalau waktunya 30 menit namanya decocta). Sedangakan infus intra vena itu suatu sediaan
steril yang diberikan tetes demi tetes melalui cara merobek jaringan tubuh (parenteral) ke dalam pembuluh
intravena.
Simplisia merupakan suatu bahan alamiah yang digunakan sebagai obat yang belum mengalami
pengolahan apapun juga kecuali berupa bahan yang telah dikeringkan. Simplisia terbagi dari simplisia
nabati, simplisia hewani, dan simplisia mineral (pelikan). Untuk infusa sendiri lebih dispesifikasikan untuk
simplisia nabati.
Cara pembuatan infusa cukup mudah&praktis, dan alat yang digunakan pun cukup sederhana. Caranya
yaitu campur simplisia yang memiliki derajat halus sesuai dalam panci air secukupnya, panaskan di atas
tangas air selama 15 menit terhitung mulai suhu mencapai 900C sambil sekali-sekali diaduk. Serkai (saring)
selagi panas melalui kain flanel, tambahkan air panas secukupnya melalui ampas hingga diperoleh volume
infusa yang dikehendaki.
Gampang,kan,,? Bisa dicoba di rumah,, (n_n)”,
Slamat mencoba..



INFUSA, adalah sediaan air yang dibuat dengan menyari simplisia nabati dengan air
pada suhu 90ºC selama 15 menit.
Pembuatan. Campur simplisia dengan derajat halus yang cocok dalam panci dengan air
sambil sekali-sekali diaduk. Serkai selagi panas melalui kain flannel, tambahkan air
panas secukupnya melalui ampas hingga diperoleh volume infuse yang dikehendaki
Kecuali dinyataka lain, dan kecuali untuk simplisia yang tertera dibawah, infuse yang
mengandung bukan bahan khasiat keras, dibuat dengan menggunakan 10% simplisia.
Untuk penggunaan infuse berikut, digunakan sejumlah yang tertera.
Kulit kina……………………… 6 bagian
Daun digitalis…………………… 0,5 bagian
Akar Ipeka …………………………… 0,5 bagian
Daun Kumis kucing………… 0,5 bagian
Sekale Kornutum……………… 3 bagian
Daun Sena…………………………… 4 bagian
Temulawak……………………………… 4 bagian
Derajat halus simplisia yang digunakan untuk infuse harus mempunyai derajat halus
sebagai berikut; ( Anonim, 1979, Farmakope Indonesia Edisi III hal 12
Serbuk (5/8) : Akarmanis, Daun Kumiskucing, Daun Sirih, Daun Sena Serbuk(5/10) :
Dringo, kelembak Serbuk (10/22) : Laos, Akar Valerian, Temulawak, Jahe Serbuk (22/60)
: Kulit Kina, Akar Ipeka, Sekale Kornutum Serbuk (85/120) : Daun Digitalis
Derajat halus perlu diketahui untuk menentukan simplisia tersebut dipotong-potong
dengan ukuran sesuai derajat halusnya (….mm) selain itu dapat juga untuk menentukan
alat penyaringnya, dengan kain flannel atau kapas
Banyaknya air yang dibutuhkan
1. Untuk simplisia segar : sejumlah infuse yang dibuat
2. Untuk simplisia ½ kering : sejumlah infuse yang dibuat + ( 1 x berat simplisia)
3. Untuk simplisia kering ; sejumlah infuse yang dibuat + ( 2 x berat simplisia)
( Anonim, 1997, Farmakope Indonesia Edisi IV )


I.KETERANGAN
1. Zat berkhasiat Folia piper Betle; Minyak Atsiri yang mengandung hidroksi kavikol,
kavibetol, estragol, eugenol, metileugenol, karvakrol, terpinen, sesquiterpen, fenilpropen
dan tannin. ( Anonim, Materia Medika)
2. Khasiat daun sirih : antisariawan, antiseptic, adstringen, dan ant batuk. 3. Derajat
halus … 5/8 …( sangat kasar) 4. Jadi dipotong-potong dengan ukuran (2 – 3,35) 5. Jika
infuse simplisia segar maka air yang digunakan adalah sama dengan jumlah infuse yang
diminta. 6. Zat berkhasiat yang diambil adalah ……………………………. Maka disaring
………………….
II.PERHITUNGAN DOSIS
III.JUMLAH BAHAN
Infus folia Piper Betle 120ml: - Jumlah daun sirih yang digunakan: 10% x 120ml= 12g -
Aqua yang digunakan untuk menyerkai= jml infuse=120ml
IV.CARA PEMBUATAN
1. timbang folia piper betle bersih (tanpa batang, karena yang diminta adalah daun),
potong-potong ..2-3..mm , dimasukkan ke bejana infuse.
2. ukur aqua sebanyak 120 ml masukkan ke bejana infuse
3. panaskan diatas penangas air selama 25 menit. Ingat’ analogi waktu, yaitu untuk
mencapai suhu 90ºC yaitu 10 menit dan waktu untuk menginfus yaitu 15 menit. Jangan
lupa untuk sekali waktu diaduk supaya minyak atsiri dalam daun sirih terekstraksi
sempurna, setelah itu angkat, dinginkan.
4. infuse dingin disaring dengan kain flannel ditampung filtratnya pada beker I
5. ampas sirih yang ada dalam bejana infuse ditambah air panas, ingat setiap menyari
digunakan air panas. Air yang ditambahkan untuk ampas yaitu kira-kira berapa
kekurangan infuse jika sudah diketahui hasil filtrat pada beker I, mengapa hasil infuse
bisa kurang dari vol air awal? Dikarenakan ada air yang menguap dan ada air yang
terserap dikain flannel. Dinginkan, saring dengan kain yang sama masukkan ke beker II
6. Botol yang sudah dikalibrasi sudah siap dengan tanda panah yang benar dan rapi.
7. larutan beker I dimasukkan dalam botol, dan cukupkan dengan larutan beker II sampai
tanda.
8. Ingat jika hasil diserahkan pasien/pengawas diserahkan masih dalam keadaan
panas/hangat berarti salah penyaringannya.
9. Beri Etiket biru dan Signa .......................................... Perlukah ’ KOCOK DAHULU ’


PT. Jamu IBOE Jaya adalah salah satu perusahaan jamu tertua di Indonesia. Mengkombinasikan filosofi
ramuan jamu tradisional Indonesia dengan perkembangan teknologi.

PT. Jamu IBOE Jaya berusaha untuk terus berinovasi menghasilkan produk-produk yang mempunyai
nilai tambah tinggi bagi kualitas hidup masyarakat.



Ekstrak Bahan Baku Jamu
Bahan baku jamu adalah sebutan orang Jawa terhadap obat hasil ramuan tumbuh-tumbuhan
asli dari alam yang tidak menggunakan bahan kimia sebagai zat tambahan. Jamu telah
dikenal sejak zaman nenek moyang sebelum farmakologi modern masuk ke Indonesia. Oleh
karenanya, banyak resep racikan jamu sudah berumur ratusan tahun dan digunakan secara
turun temurun sampai saat ini.



Tentang Jamu


                           Sejarah Jamu

Jamu sudah dikenal sudah berabad-abad di Indonesia yang
mana pertama kali jamu dikenal dalam lingkungan Istana atau
keraton yaitu Kesultanan di Djogjakarta dan Kasunanan di
Surakarta.

Jaman dahulu resep jamu hanya dikenal dikalangan keraton
dan tidak diperbolehkan keluar dari keraton. Tetapi seiring
dengan perkembangan jaman, orang-orang lingkungan keraton
sendiri yang sudah modern, mereka mulai mengajarkan
meracik jamu kepada masyarakat diluar keraton sehingga
jamu berkembang sampai saat ini tidak saja hanya di
Indonesia tetapi sampai ke luar negeri.

Bagi masyarakat Indonesia, Jamu adalah resep turun temurun
dari leluhurnya agar dapat dipertahankan dan dikembangkan.

Bahan-bahan jamu sendiri diambil dari tumbuh-tumbuhan
yang ada di Indonesia baik itu dari akar, daun, buah, bunga,
maupun kulit kayu.

Sejak dahulu kala, Indonesia telah dikenal akan kekayaannya,
tanah yang subur dengan hamparan bermacam-macam
tumbuhan yang luas.

Tanah yang subur dengan kekayaan tanaman sangat
mempengaruhi kehidupan masyarakat Indonesia karena
mereka bergantung dari alam dalam usahanya untuk
memenuhi bermacam-macam kebutuhan. Pengolahan tanah,
pemungutan hasil panen, proses alam tidak hanya
menghasilkan makanan, tetapi juga berbagai produk yang
berguna untuk perawatan kesehatan dan kecantikan.

Leluhur kita menggunakan resep yang terbuat dari daun, akar
dan umbi-umbian untuk mendapatkan kesehatan dan
menyembuhkan berbagai penyakit, serta persiapan-persiapan
lain yang menyediakan perawatan kecantikan muka dan tubuh
yang lengkap. Campuran tanaman obat traditional ini di kenal
sebagai JAMU. Dimana Indonesia dikenal sebagai Negara
nomor 2 dengan tanaman obat tradisional setelah Brazilia.

				
DOCUMENT INFO
Categories:
Tags: jamu
Stats:
views:124
posted:10/4/2011
language:Indonesian
pages:4
Description: infusa , the history of JAMU