Pengaruh Hukuman Pemberian Point Terhadap Keterlambatan Siswa by AgusSalimUmar

VIEWS: 9,250 PAGES: 43

									PENGARUH HUKUMAN PEMBERIAN POINT TERHADAP TINGKAT KETERLAMBATAN MASUK SEKOLAH SISWA SMA NEGERI 72 JAKARTA

Diajukan sebagai syarat untuk mengikuti kegiatan pemilihan guru berprestasi Tahun 2008 di lingkungan Sudin Dikmenti Jakarta Utara

Disusun Oleh : Agus Salim, S. Si

SMA NEGERI 72 JAKARTA Jl. Prihatin Komplek TNI AL Kodamar JAKARTA 2008

PENGARUH HUKUMAN PEMBERIAN POINT TERHADAP TINGKAT KETERLAMBATAN MASUK SEKOLAH SISWA SMA NEGERI 72 JAKARTA
Disusun Oleh : Agus Salim, S. Si

Diajukan sebagai syarat untuk mengikuti kegiatan pemilihan guru berprestasi Tahun 2008 di lingkungan Sudin Dikmenti Jakarta Utara

Karya Tulis ini merupakan hasil karya saya sendiri dan seluruh sumber yang dikutip maupun yang dirujuk saya nyatakan dengan benar.

Jakarta, 25 Mei 2008

Agus Salim, S.Si

Mengetahui, Kepala SMA Negeri 72 Jakarta

Drs. H. Aswad Syahrir, MM NIP/NRK. 131681360/143256

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan kemudahan kepada penulis hingga dapat menyelesaikan karya tulis ini tepat pada waktunya. Karya tulis ini berupaya merekam kejadian sehari-hari yang terdapat di lingkungan belajar SMA Negeri 72 Jakarta. Pokok masalah yang ditinjau adalah berkenaan dengan keterlambatan siswa-siswi masuk sekolah di SMA Negeri 72 Jakarta. Banyak pihak yang ikut terlibat dalam penelitian dan penyusunan karya tulis ini. Layak jika dalam kata pengantar ini penulis sampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang memberikan kontribusi dalam penyelesaian penelitian dan karya tulis ini. Terima kasih penulis sampaikan kepada Bapak Drs. H Aswad Syahrir, MM selaku Kepala SMA Negeri 72 Jakarta yang senantiasa memberikan motivasi kepada kami untuk terus maju menjawab tantangan zaman. Kepada Bapak Drs. Muyadi Priyoutomo selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum yang turut memberikan inspirasi dalam penelitian ini penulis sampaikan terima kasih pula. Terima kasih penulis sampaikan juga kepada Bapak Drs. Listiyanto, M.Si selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan yang telah mengizinkan penggunaan arsip Kartu Point Pelanggaran guna diteliti lebih lanjut. Terima kasih juga untuk Bapak Drs. Lukman yang turut menyediakan bahan-bahan dalam penelitian. Kepada seluruh Bapak/Ibu Guru yang sudah penulis ajak berdiskusi juga penulis sampaikan rasa terima kasih. Tidak lupa terima kasih juga penulis sampaikan untuk beberapa orang siswa yang telah bersedia diajak berbincang-bincang tentang Tata Tertib Sekolah dan Pemberian Point. Mereka di antaranya : ermi, bagus, dwi, anggraini, mutiara, dimas serta kawan-kawannya. Kepada isteri dan anak-anak di rumah, penulis juga mengucapkan terima kasih atas dukungannya yang begitu besar.

Karya tulis ini jauh dari sempurna karena ketersediaan waktu penelitian yang sangat terbatas. Karena itu diperlukan penelitian lebih lanjut untuk penyempurnaannya. Harapan penulis semoga karya tulis ini bermanfaat.

Mei, 2008

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1.1. 1.2. 1.3. 1.4. BAB II Latar Belakang……………………………………………… 1 Perumusan Masalah. …..…………………………………… 2 Tujuan Penelitian. ………………………..………………… 2 Manfaat Penelitian. ………………………………………… 3 Teori Pendidikan. …......…………………………………… 4 Teori Perubahan Perilaku dalam Konteks Teori Pendidikan………………..………………… 6 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. 3.2. 3.3. Tempat dan Waktu Penelitian. ……………………..……… 9 Obyek Penelitian. ………………………………………… 10 Mekanisme Penelitian. …………………………………… 11 Hasil Penelitian. ………..………………………………… 13 Pembahasan. ……………………………………………… 23 Kesimpulan. ……………………………………………… 27 Saran. ………………………..…………………………… 27

TINJAUAN PUSTAKA 2.1. 2.2.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. 4.2.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. 5.2.

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN

BAB I PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang. Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan

membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.1 Untuk mencapai tujuan pendidikan nasional itu maka diperlukan penyelengaraan pendidikan yang sistemik dengan sistem terbuka dan multimakna. Selain itu, diperlukan pula penegakkan prinsip-prinsip dalam penyelengaraan pendidikan, di antaranya : pendidikan diselenggarakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat dan pendidikan diselenggarakan dengan memberi keteladanan, membangun kemauan, dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran.2 Salah satu persyaratan agar proses penyelengaraan pendidikan dapat berlangsung secara efektif diperlukan kedisiplinan peserta didik baik dalam kehadiran maupun dalam keikut-sertaanya di proses pendidikan. Berkenaan dengan kedisiplinan peserta didik diperlukan pembudayaan hidup disiplin pada diri peserta didik selain juga pemberian tauladan dari para pelaku pendidikan. Hal lain yang juga perlu dilakukan adalah upaya yang tidak kenal henti untuk selalu mengamati tingkah laku peserta didik. Karena peserta didik adalah manusia yang memiliki beberapa kemampuan, kebiasaan, keinginan serta kecendrungan jiwa yang komplek pada dirinya maka
1

Depertemen Pendidikan Nasional, Undang-undang RepubikIndonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidkan Nasional (Bandung : Fermana, 2006), h. 68. 2 Ibid. h. 69.

sangat mudah dipahami jika di antara peserta didik itu melakukan tingkah laku yang menyimpang dari tingkah laku kedisiplinan yang dituntut. Jika peserta didik melakukan atau telah melakukan perilaku yang menyimpang dari standar disiplin yang dituntut, maka sudah seharusnya para pelaku pendidikan mengupayakan agar penyimpangan itu tidak berkelanjutan. Dalam upaya pengubahan tingkah laku agar peserta didik tidak berkelanjutan melakukan tingkah laku yang menyimpang dikenal 2 (dua) model upaya pengubahan tingkah laku. Model pertama berbentuk pemberian hukuman (guilt), sedangkan model ke dua berbentuk mempermalukan/menumbuhkan perasaan malu (shameful). Hasil penelitian yang telah dilakukan beberapa pihak3 menunjukkan bahwa terdapat kecenderungan di sekolah-sekolah menengah atas hanya menerapkan metode pemberian hukuman dalam memodifikasi perilaku peserta didik. Seperti hasil penelitian di atas, SMA Negeri 72 Jakarta menerapkan hukuman pemberian point terhadap penyimpangan perilaku yang telah dilakukan siswa-siswinya.

1.2.

Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan di atas, maka

penelitian ini pada dasarnya mengkaji sebuah pertanyaan :”Bagaimana pengaruh hukuman pemberian point terhadap tingkat keterlambatan masuk sekolah siswa SMA Negeri 72 Jakarta.”

1.3.

Tujuan Penelitian. Penelitian ini bertujuan, antara lain :

1.3.1. Mengetahui sebab-sebab keterlambatan masuk sekolah siswa-siswa SMA Negeri 72 Jakarta.

3

Andrianus Meliala, Antara Menghukum atau Mempermalukan : Suatu Upaya Memodifikasi Perilaku (Pengalaman 6 SMU di Depok, Jawa Barat) (Jakarta : Dep Kriminologi, FISIP)

1.3.2. Mengetahui tingkat keterlambatan masuk sekolah siswa-siswa SMA Negeri 72 Jakarta. 1.3.3. Mengetahui efektivitas hukuman pemberian point terhadap tingkat keterlambatan masuk sekolah siswa-siwa SMA Negeri 72 Jakarta.

1.4.

Manfaat Penelitian Dari penelitian ini diharapkan memperoleh manfaat-manfat, di antaranya

diperolehnya suatu evaluasi yang akurat terhadap pengaruh hukuman pemberian point dengan tingkat keterlambatan masuk sekolah siswa-siswa SMA Negeri 72 Jakarta. Hasil evaluasi itu diharapkan menjadi salah satu bahan masukan untuk menentukan langkah-langkah perbaikan dalam menegakkan kedisiplinan siswasiswi SMA Negeri 72 Jakarta.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1.

Teori Pendidikan. Secara etimologi, pendidikan berasal dari bahasa Yunani yang bermula

dari kata paedagogi. Paedagogi terdiri dari kata pae, yang berarti anak dan ago, yang berarti aku membimbing. Jadi paedagogi berarti aku membimbing anak. Seseorang yang bertugas membimbing anak dalam bahasa Yunani disebut paedagogos (paedagog).4 Bermula dari ungkapan paedagogi di atas, pengertian pendidikan memiliki rumusan dan definisi yang beragam. Rumusan dan definisi tentang pendidikan, di antaranya dikemukakan oleh DR. MJ Langevels, Prof. Brojonegoro dan Mochtar Buchori. 2.1.1. Pendapat DR. MJ. Langeveld.5 Pendidikan adalah bimbingan/pertolongan yang diberikan oleh orang dewasa kepada anak yang sedang tumbuh untuk mencapai kedewasaannya dengan tujuan agar anak cukup cakap melaksanakan tugas hidupnya sehingga tidak perlu bimbingan lagi. Langeveld berpendapat bahwa setelah anak itu dewasa dan cukup cakap mengatasi masalah-masalah hidupnya, anak tidak perlu dibimbing atau ditolong lagi. Jadi tujuan pendidikan menurut Langeveld adalah untuk mengantarkan anak menjadi dewasa dan mampu memecahkan kesulitan atau hambatan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.

4

Parsono dkk, Landasan Kependidikan – Materi Pokok UT (Jakarta : Universitas Terbuka, 1997), h. 1 - 12 5 Ibid

2.1.2. Pendapat Prof. Brojonegoro.6 Pendidkan adalah pemberian bantuan kepada manusia yang belum dewasa oleh orang yang telah dewasa dalam pertumbuhannya sampai terciptanya kedewasaan dalam arti dewasa jasmani dan rohani. 2.1.3. Pendapat Mochtar Buchori.7 Pendidikan dapat didefinisikan sebagai semua perjumpaan antara dua manusia atau lebih yang bertujuan untuk mengembangkan atau berdampak berkembangnya pendangan hidup, sikap dan keterampilan hidup pada salah satu atau ke dua belah pihak. Dalam pengertian seperti ini, Mochtar Buchori menyamakan definisi pendidikan dan pengajaran. Namun jika hendak dibedakan, pendidikan dan pengajaran berbeda dalam hal tujuan. Pendidikan bertujuan untuk membentuk sikap moral sedangkan pengajaran lebih menekankan pada pemnbentukan sikap keterampilan, baik keterampilan intelektual maupun keterampilan fisik. moral yang berkaitan dengan

Pendidikan mengacu kepada pembentukan

perbuatan baik-tidak baik, perbuatan susila-tidak susila, perbuatan social anti sosial dan pembentukan rasa setia kawan serta pembentukan budi pekerti. Sedangkan pengajaran mengacu kepada pembentukan keterampilan sehingga seseorang yang telah mendapat pengajaran itu mampu cepat bertindak dan cepat menyelesaikan masalah berkat keterampilannya itu.

Dari beberapa definisi

di atas, dapat disimpulkan bahwa pendidikan

adalah upaya mengembangkan potensi-potensi manusiawi peserta didik, baik potensi fisik, potensi cipta rasa maupun karsanya agar potensi itu menjadi nyata dan dapat berfungsi dalam perjalanan hidupnya. Dalam ungkapan lain, Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian,
6 7

Ibid Ibid

kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

2.2.

Teori Perubahan Perilaku dalam Konteks Teori Pendidikan. Semua benda yang ada di dunia mengalami perubahan, meskipun dalam

bentuk dan kadar yang berbeda satu sama lainnya. Benda mati seperti batu, besi dan benda-benda sejenisnya juga mengalami perubahan dalam waktu yang lama. Perubahan yang terjadi pada benda mati berbeda dengan perubahan yang terjadi pada makhluk hidup. Perubahan yang terjadi pada manusia kondisinya sangat kompleks. Ini disebabkan karena manusia memiliki akal dan kemauan. Sehingga meskipun manusia merupakan bagian dari alam seperti halnya makhluk lain, tetapi manusia tidak begitu saja mengikuti aturan-aturan alam secara pasif namun juga berupaya mengubah kondisi alamiah menjadi kondisi yang dikehendakinya. Sifat-sifat dan ciri-ciri perubahan yang terjadi pada manusia dapat dilihat dari berbagai sudut pandang dan dari berbagai aspek sesuai dengan konteks bidang pengamat dan pengamatannya. Dari sudut psikologi, perubahan yang diamati pada diri manusia adalah perubahan perilaku (tingkah laku) yang dapat diamati (kasat mata). Perubahan tingkah laku yang terjadi pada diri manusia banyak sekali macamnya. Namun secara umum dapat dikatakan perubahan itu hanya kepada dua kecenderungan besar, yaitu perubahan ke arah yang positif dan perubahan ke arah yang negatif. Karena adanya dua kutub perubahan manusia secara umum, maka atas keinginan dan usaha manusia yang bijak, diusahakanlah agar perubahanperubahan yang terjadi pada diri manusia itu lebih dicondongkan ke arah yang positif. Itulah konsep perubahan tingkah laku. Konsep ini lebih tampak dalam dunia pendidikan. Konsep perubahan tingkah laku ke arah yang lebih baik dalam dunia pendidikan disebut belajar.

Di dalam dunia pendidikan, dikenal dua model upaya pengubahan tingkah laku. Model pertama berbentuk pemberian hukuman (guilt), sedangkan model ke dua berbentuk mempermalukan/menumbuhkan perasaan malu (shameful). Dalam model pemberian hukuman seseorang yang melakukan perilaku menyimpang diberi hukuman sehingga timbul rasa bersalah, yang kemudian

diharapkan timbul rasa malu sehingga mencegah orang tersebut mengulangi perilaku yang menyimpang. Dalam model mempermalukan, seseorang yang melakukan perilaku menyimpang dikondisikan merasa malu melakukan perilaku menyimpang itu, yang kemudian diharapkan rasa malu itu mencegah orang tersebut mengulangi perilaku yang menyimpang. Setiap masyarakat mengembangkan mekanisme sendiri-sendiri dalam upaya mengontrol dan mengendalikan perilaku anggota-anggotanya yang melakukan atau yang dianggap melakukan perilaku yang menyimpang. Jika penyimpangan perilaku tidak dapat diterima dan mengakibatkan kerugian atau mengganggu aktifitas orang lain, maka muncullah konsep penghukuman (punishment). Pada awalnya, penghukuman dilakukan dengan paradigma retributive (pembayaran) dan merupakan reaksi langsung atas penyimpangan perilaku yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang. Paradigma retributive ini terlihat dalam semangat mengganjar secara setimpal berkaitan perbuatan dan atau efek dari perbuatan yang dilakukan. Paradigma penghukuman kemudian muncul dengan semangat agar orang tidak melakukan perbuatan yang diancamkan. Dengan perkataan lain,

penghukuman dilakukan dengan semangat menangkal (deterrence). Perkembangan pemahaman mengenai kegunaan penghukuman sebagai instrument dalam rangka pengubahan tiungkah laku terlihat melalui munculnya paradigma rehabilitative. Paradigma tersebut melihat bahwa seseorang atau sekelompok orang yang melakukan penyimpangan tingkah laku pada dasarnya adalah orang atau sekelompok orang yang sakit, rusak, kekurangan, bermasalah atau memiliki ketidakmampuan sehingga melakukan penyimpangan perilaku

tersebut. Oleh karena itu, melalui penghukuman, orang atau sekelompok orang tersebut pada dasarnya hendak diperbaiki atau disembuhkan dari kekurangannya. Seiring dengan perubahan paradigma tersebut, bentuk-bentuk penghukuman pun berkembang, bervariasi dan konon semakin manusiawi.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

3.1.

Tempat dan Waktu Penelitian. Penelitian diadakan di SMA Negeri 72 Jakarta. SMA Negeri 72 Jakarta

berlokasi di komplek TNI AL, tepatnya beralamat di Jl. Prihatin No. 1 Komp. TNI-AL Kodamar, Kelurahan Kelapa Gading Barat – Jakarta Utara. Menurut Listiyanto, lokasi keberadaan SMA Negeri 72 ini merupakan salah satu nilai plus dari sekolah ini karena tingkat keamanan lebih terjamin dan lingkungan sosial budaya yang lebih menunjang.8 Sebagai suatu institusi kependidikan di bawah Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi DKI Jakarta, SMA Negeri 72 Jakarta memiliki visi :”Unggul dalam Prestasi Berwawasan global Berbasis Imtaq dan Budi Pekerti. Sedangkan misi dari SMA Negeri 72 adalah : 1. 2. Meningkatkan mutu Akademik melalui pembelajaran berbasis ICT. Meningkatkan kegiatan Ekstra kurikuler Olah Raga dan Seni untuk mencapai prestasi juara. 3. Mewujudkan profesi unggul yang berbasis pada Imtaq dan Budi Pekerti Luhur. 4. 5. Melaksanakan Administrasi yang berbasis Komputerisasi dan Internet. Membudayakan proses layanan 5 M : Mengasyikkan, Menyenangkan, Menyejukkan, Mencerdaskan dan Menantang. Untuk mewujudkan visi dan misi SMA Negeri 72 Jakarta itu bukanlah hal yang mudah. Salah satu cara untuk menunjang terwujudnya visi dan misi itu perlu ditegakkan disiplin di semua bidang. Maka Bidang Kesiswaan pada awal tahun ajaran 2005/2006 mencanangkan diterapkannya point pelanggaran yang diberikan

8

Listiyanto, Sekolah Sebagai Sarana Modal Budaya – Studi Kasus : SMA Negeri 72 Jakarta Utara – Tesis S 2 (Depok, Universitas Indonesia, 2006 ), h.35

kepada siswa-siswi yang melanggar aturan-aturan yang telah ditentukan dalam Tata Tertib Sekolah.9 Penerapan pemberian hukuman point ini dilakukan rutin setiap hari. Penerapan pemberian hukuman point itu secara teori melibatkan seluruh guru mata pelajaran, guru piket, pembina kesiswaan dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan. Rekapitulasi dari total point pelanggaran siswa digunakan sebagai salah satu point penilaian aspek kepribadian siswa. Jenis pelanggaran dan bobot pointnya ditentukan dalam Tata Tertib dan Bobot Pelanggaran SMA Negeri 72 Jakarta yang telah disyahkan dalam Rapat Kerja SMA Negeri 72 Jakarta. Waktu Penelitian : Tanggal 12 s/ 24 Mei 2008.

3.2.

Obyek Penelitian. Obyek penelitian ini adalah siswa-siswi SMA Negeri 72 Jakarta. Yang menjadi fokus perhatian penelitian adalah keterlambatan siswa-siswi

SMA 72 Jakarta ketika masuk sekolah. Bahan penetilian diambil dari kartu pemberian point yang direkap oleh Bidang Kesiswaan SMA Negeri 72 Jakarta dilengkapi dengan melakukan wawancara dengan siswa-siswi SMA Negeri 72 Jakarta serta wawancara dengan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan dan beberapa orang guru mata pelajaran. Pengamatan dilakukan di Semester Ganjil Tahun Ajaran 2007-2008 pada rentang waktu Awal Agustus 2007 hingga Akhir November 2007. Pengamatan dilakukan di awal bulan Agustus 2007, dengan asumsi : 1. Kegiatan belajar mengajar di tahun Ajaran 2007-2008 sudah berjalan secara efektif. 2. Peraturan pemberian hukuman point telah tersosialisasi dengan baik ke seluruh siswa-siswi SMA Negeri 72 Jakarta. Sedangkan pengamatan dihentikan pada akhir bulan November 2007 dengan asumsi memasuki bulan Desember 2008 kegiatan belajar mengajar sudah
9

Ibid, h. 39

mulai tidak efektif karena sudah memasuki akhir semester Ganjil. Pada bulan Desember diadakan kegiatan Ujian Blok ke 3. Sampel yang diambil terdiri dari 6 (enam )kelas, yaitu : 1. 2. 3. 2 (dua) kelas X, yaitu kelas X 2 dan kelas X 8. 2 (dua) kelas XI, yaitu kelas XI B 2 dan kelas XI C 3. 2 (dua) kelas XII, yaitu kelas XII A dan kelas XII C 1.

3.3.

Mekanisme Penelitian. Pengumpulan data dalam penelitian ini memanfatkan data-data yang telah

dikerjakan oleh Bidang Kesiswaan yang terkumpul dalam Kartu Point Pelanggaran. Data-data yang terdapat dalam Kartu Point Pelanggaran itu kemudian diamati secara teliti lalu dilakukan pengklasifikasian pelanggaran keterlambatan sesuai dengan kelas sampel siswa. Pengklasifikasian data-data dalam penelitian ini menggunakan Proram Pengolah Angka Excel. Dari data-data yang telah diklasifikasikan itu, kemudian dianalisis jumlah pelanggaran keterlambatan siswa-siswi per bulan per kelas sampel. Analisis jumlah pelanggaran per bulan per kelas dilakukan dengan maksud untuk melihat pengaruh hukuman pemberian point terhadap perubahan tingkah laku siswa-siswi. Untuk lebih mendukung penelitian ini dilakukan pula wawancara. Karena data-data yang ingin diperoleh dalam wawancara ini untuk mengetahui sejauh mana konsep yang berkembang di benak subyek yang diwawancarai terhadap pemberian pengaruh hukuman pemberian point terhadap tingkat keterlambatan siswa masuk sekolah, maka wawancara dilakukan tanpa mengajukan pertanyaanpertanyaan yang bersifat langsung ataupun dengan panduan wawancara. Pertanyaan-pertanyaan dalam wawancara juga tidak bersifat menanyakan pilihan atau option mana yang lebih dipilih oleh subyek penelitian. Wawancara yang telah dilakukan lebih bersifat bincang-bincang mengenai hubungan hukuman pemberian point dengan tingkat keterlambatan siswa masuk sekolah dan kemudian membiarkan subyek bercerita, sampai kemudian didapati kondisi yang

merujuk pada dipilihnya suatu penilain hubungan hukuman pemberian point dengan tingkat keterlambatan siswa.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1.

Hasil Penelitian.

4.1.1. Deskripsi tingkat keterlambatan masuk sekolah siswa SMA Negeri 72 Jakarta.

Berdasarkan hasil pengamatan kasus keterlambatan siswa masuk sekolah yang terdapat di dalam Kartu Point Pelanggaran, diperoleh fakta sebagai berikut :

No 1 2 3 4

Bulan Agustus 2007 September 2007 Oktober 2007 Nopember 2007 Total Kasus

Jumlah Kasus Keterlambatan 75 kasus 114 kasus 40 kasus 103 kasus 332 kasus
Tabel 4.1

Untuk lebih terperinci, berikut ini disajikan data-data keterlambatan siswa masuk sekolah per kelas pengamatan.

4.1.1.1.Deskripsi tingkat keterlambatan masuk sekolah siswa SMA Negeri 72 Jakarta di kelas X 2.

No 1 2 3 4

Bulan Agustus 2007 September 2007 Oktober 2007 Nopember 2007 Total Kasus

Jumlah Kasus Keterlambatan 11 kasus 18 kasus 6 kasus 20 kasus 55 kasus
Tabel 4.2

4.1.1.2.Deskripsi tingkat keterlambatan masuk sekolah siswa SMA Negeri 72 Jakarta di kelas X 8.

No 1 2 3 4

Bulan Agustus 2007 September 2007 Oktober 2007 Nopember 2007 Total Kasus

Jumlah Kasus Keterlambatan 2 kasus 5 kasus 3 kasus 3 kasus 13 kasus
Tabel 4.3

4.1.1.3.Deskripsi tingkat keterlambatan masuk sekolah siswa SMA Negeri 72 Jakarta di kelas XI B 2.

No 1 2 3 4

Bulan Agustus 2007 September 2007 Oktober 2007 Nopember 2007 Total Kasus

Jumlah Kasus Keterlambatan 12 kasus 19 kasus 3 kasus 19 kasus 53 kasus
Tabel 4.4

4.1.1.4.Deskripsi tingkat keterlambatan masuk sekolah siswa SMA Negeri 72 Jakarta di kelas XI C 3.

No 1 2 3 4

Bulan Agustus 2007 September 2007 Oktober 2007 Nopember 2007 Total Kasus

Jumlah Kasus Keterlambatan 21 kasus 21 kasus 5 kasus 12 kasus 59 kasus
Tabel 4.5

4.1.1.5.Deskripsi tingkat keterlambatan masuk sekolah siswa SMA Negeri 72 Jakarta di kelas XII A.

No 1 2 3 4

Bulan Agustus 2007 September 2007 Oktober 2007 Nopember 2007 Total Kasus

Jumlah Kasus Keterlambatan 13 kasus 25 kasus 13 kasus 23 kasus 74 kasus
Tabel 4.6

4.1.1.6.Deskripsi tingkat keterlambatan masuk sekolah siswa SMA Negeri 72 Jakarta di kelas XII C 1.

No 1 2 3 4

Bulan Agustus 2007 September 2007 Oktober 2007 Nopember 2007 Total Kasus

Jumlah Kasus Keterlambatan 16 kasus 25 kasus 10 kasus 25 kasus 76 kasus

Tabel 4.7

4.1.2. Deskripsi perubahan tingkah laku keterlambatan masuk sekolah siswa SMA Negeri 72 Jakarta.

4.1.2.1.Deskripsi perubahan tingkah laku keterlambatan masuk sekolah siswa SMA Negeri 72 Jakarta di Kelas X 2.

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15

ID Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15

Jumlah Kasus Keterlambatan (kasus) Agustus 2 1 2 1 1 2 1 September 1 1 1 1 1 1 4 4 2 Oktober 1 1 1 1 1 1 2 Nopember 2 3 1 1 2 2 2 2 Tabel 4.8

1 1

-

2 2 -

4.1.2.2.Deskripsi perubahan tingkah laku keterlambatan masuk sekolah siswa SMA Negeri 72 Jakarta di Kelas X 8.

No 1 2 3 4 5 6 7

ID Siswa 1 2 3 4 5 6 7

Jumlah Kasus Keterlambatan (kasus) Agustus 1 1 Tabel 4.9

September 2 1 1 1 -

Oktober 2 1 -

Nopember 1 1 1

4.1.2.3.Deskripsi perubahan tingkah laku keterlambatan masuk sekolah siswa SMA Negeri 72 Jakarta di Kelas XI B 2.

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 18

ID Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19

Jumlah Kasus Keterlambatan (kasus) Agustus 1 2 3 2 1 1 1 1 Tabel 4.10

September 1 1 1 1 1 3 2 1 2 1 1 1 1 1 1

Oktober 1 1 1 -

Nopember 3 2 1 1 4 1 1 1 3 1 1 -

4.1.2.4.Deskripsi perubahan tingkah laku keterlambatan masuk sekolah siswa SMA Negeri 72 Jakarta di Kelas XI C 3.

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24

ID Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24

Jumlah Kasus Keterlambatan (kasus) Agustus 1 1 6 2 4 2 2 1 1 1 September 2 4 1 2 2 1 2 1 1 1 2 1 1 Oktober 1 1 1 2 Nopember 1 1 1 1 1 1 1 1

25 26 27 28

25 26 27 28

Tabel 4.11

-

-

1 1 1 1

4.1.2.5.Deskripsi perubahan tingkah laku keterlambatan masuk sekolah siswa SMA Negeri 72 Jakarta di Kelas XII A.

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16

ID Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16

Jumlah Kasus Keterlambatan (kasus) Agustus 2 1 2 2 1 2 2 1 September 1 3 3 1 3 2 1 1 4 1 2 2 Oktober 1 1 1 1 4 2 3 1 Nopember 3 5 1 1 1 -

17 18 19 20 21 22

17 18 19 20 21 22

Tabel 4.12

1 -

1 1 -

2 1 1 1 2 2

4.1.2.6.Deskripsi perubahan tingkah laku keterlambatan masuk sekolah siswa SMA Negeri 72 Jakarta di Kelas XII C 1.

No

ID Siswa

Jumlah Kasus Keterlambatan (kasus) Agustus September 3 2 4 1 1 1 4 Oktober 1 1 3 1 1 1 1 Nopember 2 2 3 4 1 2 -

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15

1 1 2 2 3 1 1 1 1 1 1 1 -

16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31

16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31

-

1 1 1 1 2 1 1 1 1 -

1 -

1 1 1 1 1 1 1 1 2 1

Tabel 4.13

4.2. 4.2.1

Pembahasan. Pembahasan dari hasil penelitian Kartu Point Pelanggaran. Dari hasil penelitian yang terangkum dalam tabel 4.1, diperoleh bahwa

rata-rata tingkat keterlambatan siswa masuk sekolah setiap bulannya relatif tinggi (rata-rata 80 kasus/bulan). Dalam rentang waktu Agustus s/d Nopember 2007 telah dilakukan 2 (dua) kali ujian blok (2 minggu). Pada waktu pelaksanaan ujian blok keterlambatan siswa masuk sekolah tidak diperhitungkan atau dicacat dalam kartu point pelanggaran. Jika keterlambatan itu diperhitungkan atau dicatat dalam kartu point pelanggaran maka angka rata-rata keterlambatan semakin tinggi. Dari data-data sederhana ini, penelitian mengarah kepada kesimpulan bahwa hukuman pemberian point untuk mengurangi tingkat keterlambatan siswa tidak efektif.

Jumlah terendah kasus keterlambatan siswa terdapat di bulan Oktober (40 kasus). Dari jumlah kasus yang rendah di bulan Oktober ini tidak dapat disimpulkan bahwa hukuman pemberian point sangat efektif mengurangi tingkat keterlambatan siswa masuk sekolah (jumlah kasus di bulan September = 114 kasus). Jumlah kasus yang rendah di bulan Oktober dapat saja disebabkan karena pada bulan Oktober itu terdapat beberapa hari tidak efektif karena adanya libur puasa dan Hari Raya Idul Fithri. Rendahnya efektifitas hukuman pemberian point dapat dilihat mengingat jumlah kasus di bulan Nopember yang melunjak kembali mencapai 103 kasus.

4.2.2

Pembahasan dari hasil wawancara. Dari hasil wawancara yang dilakukan, para subyek yang diwawancarai

umumnya tercengang terhadap hasil penelitian yang terdapat dalam tabel 4.1. Dengan mudahnya para subyek langsung menyimpulkan bahwa hukuman pemberian point untuk mengurangi tingkat keterlambatan siswa masuk sekolah sangat tidak efektif. Ketidak-efektifan ini membawa kepada sebuah kesimpulan bahwa ada sebuah kesalahan yang telah dilakukan. Kesalahan tersebut harus ditelusuri lebih lanjut. Kesalahan itu terletak di “hukuman pemberian point” atau di “pelaksanaan hukuman pemberian point”. Dari temuan di lapangan dan hasil wawancara dengan para siswa, ditemukan beberapa sebab keterlambatan siswa masuk sekolah. Di antara sebabsebab itu adalah : 1. 2. Bangun tidur kesiangan. Menjemput teman terlebih dahulu baru berangkat ke sekolah bersamasama. 3. Menunggu teman di suatu tempat untuk dapat berangkat barsama-sama ke sekolah. 4. 5. Malas. Meremehkan pelajaran di jam pertama (untuk hari selasa s/d kamis, jam pertama pelajaran adalah Pendalaman Materi).

6.

Tingkat kemandirian siswa yang rendah (ketika berangkat dan pulang sekolah siswa-siswi tersebut harus menunggu jemputan keluarga).

7. 8. 9. 10. 11.

Tempat tinggal yang jauh. Letih karena harus bekerja di malam hari. Macet. Kendaraan mogok. Apatis terhadap point.

Berkenaan dengan Tata Tertib dan Pemberian Point, siswa-siswi mengemukakan pendapat yang beragam, di antaranya : 1. 2. 3. 4. Penegakkan disiplin sangat diperlukan dalam upaya mendidik siswa-siswi. Hukuman pemberian point masih diperlukan. Hilangkan pemberian point. Yang diperlukan adalah otak bukan semata penegakkan disiplin dengan hanya memberikan hukuman point. 5. Pemberian point jangan seperti pemberian kacang goreng, yang terkesan begitu murah.

Dari hasil analisa dan penelitian terhadap pengaruh hukuman pemberian point untuk mengubah tingkah laku siswa (dalam hal ini keterlambatan masuk sekolah) dapat disimpulkan bahwa hukuman pemberian point tidak membuat siswa-siswi jera atau merasa malu yang menyebabkan mereka tidak mengulangi lagi keterlambatannya. Hal itu tampak dari banyak kasus keterlambatan dilakukan berulang-ulang oleh siswa-siswi yang sama. Dari kesimpulan itu wajar jika kemudian terdapat beberapa tuntutan agar hukuman pemberian point dihapuskan. Menurut hemat penulis, sebelum kita menyimpulkan bahwa hukuman pemberian point harus dihapuskan hendaknya kita teliti terlebih dahulu apakah memang hukuman pemberian point tidak bermanfaat sama sekali ataukah terjadi kesalahan dalam menerapkan hukuman pemberian point. Jika dalam Tata Tertib Siswa terdapat sejumlah kewajiban yang harus dilakukan siswa dan terdapat pula sanksi-sanksi bagi siswa-siswi yang

melanggarnya, maka penulis memahaminya bahwa hal itu dibuat untuk membantu mendisiplinkan siswa-siswi. Penegakkan disiplin untuk mematuhi Tata Tertib sebagai sebuah tujuan untuk mendukung keberhasilan belajar sedangkan pemberian point sebagai sebuah cara (metode) untuk membantu mendisiplinkan siswa-siswi. Jadi terdapat perbedaan yang mendasar antara menegakkan disiplin dengan menegakkan disiplin pemberian point. Jika terjadi perubahan posisi antara menegakkan disiplin (sebagai tujuan) dan menegakkan displin pemberian point (sebagai cara/metode) di atas, maka sangat mudah dipahami jika hukuman pemberian point tidak membawa dampak lepada perubahan tingkah laku siswa-siswi ke arah yang lebih baik. Hal ini perlu dicermati secara mendalam, sebab mungkin saja terdapat beberapa sikap dan penerapan hukuman pemberian point yang kurang bijaksana. Penerapan hukuman yang kurang bijaksana itu tanpa disadari membawa pergeseran dan perubahan posisi antara tujuan dan cara (metode). Hal ini terungkap dari beberapa komentar siswa-siswi yang menyatakan bahwa hukuman pemberian point begitu mudah tidak ubahnya seperti pemberian kacang. Ada beberapa sisawa yang menginformasikan bahwa jika mereka terlambat, pantas menerima hukuman point dan pihak sekolah tidak bersedia sama sekali menerima alasan mengapa siswa tersebut terlambat. Hukuman pemberian point harus diterapkan dengan penuh bijaksana. Sebab jika pemberian point tidak bijaksana, dikhawatirkan : 1. 2. Terjadi pergeseran fungsi dari pendidik menjadi polisi atau hakim. Hukuman pemberian point menjadi tujuan sementara target mendidik anak menjadi terlupakan. 3. Senantiasa bersikap mengadili dan mencari kesalahan siswa sementara sikap mendidik terlupakan. 4. Muncul sikap apatis dan masa bodoh di kalangan siswa-siswi.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1.

Kesimpulan. Dari hasil penelitian dia atas, penulis menyimpulkan :

1.

Hukuman Pemberian Point yang diterapkan di SMA Negeri 72 pada semester ganjil (Bulan Agustus 2007 hingga Bulan Nopember 2007) untuk mengubah perilaku peserta didik agar tingkat keterlambatan peserta didik berkurang tidak efektif.

2.

Ketidak efektifan hukuman pemberian point dalam mengubah perilaku peserta didik disebabkan adanya penerapan hukuman pemberian point yang kurang bijaksana.

3.

Penerapan hukuman pemberian point yang kurang bijaksana di antaranya : Seringkali pemberian point semata-mata tanpa menelusuri sebabsebab munculnya penyimpangan tingkah laku. Dalam proses mendisiplinkan peserta didik, setelah peserta didik menerima hukuman pemberian point tidak ada tindak lanjut lagi untuk memperbaiki tingkah laku peserta didik yang bersangkutan.

5.2.

Saran. Penelitian ini hanya melihat secara kualitatif, untuk lebih bermakna

hendaknya : 1. Diadakan penelitian lebih lanjut berupa penelitian yang bersifat kuantitatif berkenaan dengan tema dan masalah yang sejenis atau yang berbeda jenis tetapi masih berkaitan dengan hukuman pemberian point dan penegakkan disiplin peserta didik 2. Diadakan evaluasi lebih lanjut tentang efektifitas hukuman pemberian point dengan lebih memperhatikan bahwa ada pengklasifikasian jenis-jenis pelanggaran tingkah laku yang dilakukan peserta didik.

3.

Penegakkan hukuman pemberian point hendaknya diterapkan sebijaksana mungkin.

4.

Memberikan beberapa batas-batas toleransi dalam penegakkan hukuman pemberian point dengan memperhatikan alasan-alasan yang diberikan peserta didik secara proporsional.

DAFTAR PUSTAKA

Departemen Pendidikan Nasional, Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Bandung : Fermana, Tahun 2006) Meliala, Andrianus, Antara Menghukum atau Mempermalukan : Suatu Upaya Memodifikasi Perilaku (Pengalaman 6 SMU di Depok, Jawa Barat) (Jakarta : Dep. Kriminologi, FISIP UI) Parsono dkk, Landasan Kependidikan – Materi Pokok UT (Jakarta : Universitas Indonesia, Tahun1977) Listiyanto, Sekolah Sebagai Sarana Modal Budaya – Studi Kasus : SMA Negeri 72 Jakarta Utara – Tesis S-2 (Depok : Universitas Indonesia, Tahun 2006)

LAMPIRAN 1 :
PENGOLAHAN DATA DARI KARTU POINT PELANGGARAN

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44

Tanggal 01 Agustus 2007 01 Agustus 2007 01 Agustus 2007 01 Agustus 2007 01 Agustus 2007 01 Agustus 2007 01 Agustus 2007 02 Agustus 2007 02 Agustus 2007 02 Agustus 2007 02 Agustus 2007 03 Agustus 2007 03 Agustus 2007 03 Agustus 2007 03 Agustus 2007 03 Agustus 2007 03 Agustus 2007 03 Agustus 2007 03 Agustus 2007 06 Agustus 2007 06 Agustus 2007 07 Agustus 2007 07 Agustus 2007 07 Agustus 2007 09 Agustus 2007 09 Agustus 2007 10 Agustus 2007 10 Agustus 2007 10 Agustus 2007 14 Agustus 2007 14 Agustus 2007 14 Agustus 2007 15 Agustus 2007 18 Agustus 2007 18 Agustus 2007 18 Agustus 2007 18 Agustus 2007 18 Agustus 2007 18 Agustus 2007 20 Agustus 2007 20 Agustus 2007 20 Agustus 2007 20 Agustus 2007 21 Agustus 2007

Nama Irna Navalina Simajuntak Nova Delima M David Ferdinand Ishak Melva Natasya Dina Riska Amsal Armando Immanuel Hanisa Marvin Yulesa Ayu Sartika Dede Renada Riska Dimas P Sugis Dwiyankara Indah Puspita Sari Risky Ika Rahayu Yulia Kartika Sari Riska Evelin Lianti Ayu Sartika Fiana Sari Fatir Yuslihanu Mangasi Taruli P. Daniel Octavianus Hanisa Irna Navalina Simajuntak Shendy Amsal Armando Immanuel Muhamad Isa Al Ahsan Bayu K Dimas P Rezky Candra Daniel Octavianus Aryadi Dimas P Ayu R Jenal Reza Faizal Andriansyah Dimas P Vino Giki Ardiansyah Ayu Sartika Indah Puspita Sari

Kelas XII BAHASA XI IPA 2 XII IPS 1 XI IPS 3 XII BAHASA XII IPS 1 XII IPS 1 XII BAHASA XI IPA 2 X2 XI IPA 2 XI IPS 3 XII IPS 1 XI IPS 3 XI IPS 3 XII BAHASA XII IPS 1 XII BAHASA XII BAHASA X2 XI IPA 2 XII IPS 1 X8 XII IPS 1 XI IPS 3 XI IPA 2 XII BAHASA X2 XII BAHASA X8 XI IPS 3 XI IPS 3 XII IPS 1 XI IPS 3 XI IPS 3 XI IPS 3 XI IPS 3 X2 X2 X2 XI IPS 3 XII IPS 1 XI IPA 2 XII BAHASA

No 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94

Tanggal 21 Agustus 2007 21 Agustus 2007 21 Agustus 2007 21 Agustus 2007 21 Agustus 2007 21 Agustus 2007 21 Agustus 2007 21 Agustus 2007 21 Agustus 2007 21 Agustus 2007 21 Agustus 2007 22 Agustus 2007 22 Agustus 2007 22 Agustus 2007 22 Agustus 2007 22 Agustus 2007 22 Agustus 2007 22 Agustus 2007 23 Agustus 2007 23 Agustus 2007 24 Agustus 2007 24 Agustus 2007 24 Agustus 2007 24 Agustus 2007 24 Agustus 2007 24 Agustus 2007 24 Agustus 2007 24 Agustus 2007 24 Agustus 2007 24 Agustus 2007 24 Agustus 2007 04 September 2007 04 September 2007 04 September 2007 04 September 2007 05 September 2007 05 September 2007 05 September 2007 05 September 2007 05 September 2007 05 September 2007 05 September 2007 05 September 2007 05 September 2007 07 September 2007 07 September 2007 07 September 2007 07 September 2007 07 September 2007 10 September 2007

Nama Jenal Rizki Octavianita Raka Irja Setyo Reski Nur Alam Bayu K Melva Kristin Natalia Siahaan Yulia Kartika Sari Mangasi Taruli P. Dimas P Sugis Dwiyankara Sharron Stevannie Pakasi Sri Azma Dila Mangasi Taruli P. Kristin Natalia Siahaan Reski Nur Alam Daniel Octavianus Ariyadi Ershita Wulandarie Dimas P Fitri AD Marvin Yulesa Fiana Sari Apriyandini Sharron Stevannie Pakasi Daniel Octavianus Dedi Rully Aulia Herianti Revanda Mira Khairisa Junedi Reza Faizal Mira Khairisa Thisnawati Ershita Wulandarie Indah Puspita Sari Firman Sri Azma Dila Dwi Reinsldo Amsal Armando Immanuel Andi A Putri Mutiara Ningrum Thisnawati Daniel Octavianus Rully Aulia Herianti Nova N Melva Natasya Mira Khairisa Fadli Ramdhani Saputro

Kelas X2 XII IPS 1 X2 X2 XI IPS 3 XII IPS 1 XI IPA 2 XII BAHASA XII IPS 1 XI IPS 3 XI IPS 3 XII BAHASA XII BAHASA XII IPS 1 XI IPA 2 X2 XI IPS 3 XI IPS 3 XI IPA 2 XI IPS 3 XI IPS 3 X2 XII IPS 1 XII IPS 1 XII BAHASA XI IPS 3 XI IPS 3 XI IPA 2 XI IPA 2 XI IPA 2 XII IPS 1 X2 XI IPA 2 XI IPA 2 XI IPA 2 XII BAHASA XI IPS 3 XII BAHASA XII IPS 1 XII BAHASA X2 XII IPS 1 X8 XI IPA 2 XI IPS 3 XI IPA 2 XII IPS 1 XII BAHASA XI IPA 2 X2

No 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144

Tanggal 10 September 2007 10 September 2007 17 September 2007 17 September 2007 17 September 2007 17 September 2007 17 September 2007 17 September 2007 18 September 2007 18 September 2007 19 September 2007 19 September 2007 19 September 2007 19 September 2007 19 September 2007 19 September 2007 19 September 2007 19 September 2007 19 September 2007 19 September 2007 19 September 2007 19 September 2007 19 September 2007 19 September 2007 19 September 2007 20 September 2007 20 September 2007 20 September 2007 20 September 2007 20 September 2007 20 September 2007 20 September 2007 20 September 2007 20 September 2007 20 September 2007 20 September 2007 20 September 2007 20 September 2007 20 September 2007 20 September 2007 20 September 2007 20 September 2007 20 September 2007 20 September 2007 20 September 2007 20 September 2007 20 September 2007 20 September 2007 24 September 2007 24 September 2007

Nama Jenal Meity Reski Nur Alam Nova Rezky Candra Holilah Reza Faizal Nurhaini Kartika Sari Hendry Pandu Pratama M Anif Ardiwijaya Sukmono Mangasi Taruli P. Nurhaini Kartika Sari Rika Rezky Candra Indah Puspita Sari Amsal Armando Immanuel Erwin Sugis Dwiyankara Nova Cita Sundari Sandi Irma Mutiara Ningrum Reza Faizal Teuku Julio Fadly H Nurhaini Kartika Sari Agustin Rika Mirza Suriady Ade Suhada Rani Sukmawati Febriansyah Mangasi Taruli P. Sandi Irma Yulia Kartika Sari Yuni Indah Puspita Sari Rizky O Rizkiana Fadly H Amsal Armando Immanuel Mubaroki Ilham R Aulia Firman Retno Nova Delima M Wildan Rosella Apriani Raka Irja Setyo

Kelas X2 XI IPS 3 X2 XII BAHASA XII IPS 1 XII IPS 1 X2 X2 X8 XI IPA 2 XII IPS 1 X2 X2 XII IPS 1 XII BAHASA XII BAHASA X8 XI IPS 3 XII IPS 1 XII BAHASA XII BAHASA X8 X2 XI IPS 3 XII BAHASA X2 X8 XI IPS 3 XI IPS 3 XII IPS 1 X2 XII IPS 1 XII IPS 1 XII BAHASA XII BAHASA XII BAHASA XII BAHASA XII IPS 1 XII BAHASA XII BAHASA XII BAHASA XII IPS 1 XI IPS 3 XI IPS 3 XI IPS 3 XI IPA 2 XI IPA 2 XII BAHASA XII IPS 1 X2

No 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194

Tanggal 24 September 2007 24 September 2007 25 September 2007 25 September 2007 25 September 2007 25 September 2007 26 September 2007 26 September 2007 26 September 2007 26 September 2007 26 September 2007 26 September 2007 26 September 2007 26 September 2007 26 September 2007 26 September 2007 26 September 2007 26 September 2007 26 September 2007 26 September 2007 26 September 2007 26 September 2007 26 September 2007 26 September 2007 26 September 2007 26 September 2007 26 September 2007 26 September 2007 26 September 2007 27 September 2007 27 September 2007 28 September 2007 28 September 2007 28 September 2007 28 September 2007 28 September 2007 28 September 2007 28 September 2007 28 September 2007 28 September 2007 28 September 2007 28 September 2007 28 September 2007 28 September 2007 28 September 2007 01 Oktober 2007 01 Oktober 2007 01 Oktober 2007 01 Oktober 2007 01 Oktober 2007

Nama Aziz Legawa Riska Evelin Lianti Wildan Shandy Rika Fadly H Rizki AR Mangasi Taruli P. Johan Eko Rezky Candra Sugis Dwiyankara Aryadi Kristin Natalia Siahaan Hanisa Dimas P Fadly H Nova N Dimas P Aryadi Sugis Dwiyankara Rezky Candra Rosella Apriani Khastimatun Rizkiana Sri Azma Dila Retno Ana Vita Audria Loenza M Ilham Reza Faizal Khaerunnisa Nurhaini Kartika Sari M Zulfar Saiful Arif Fadilah Sugis Dwiyankara Taufik Sandi Irma Dina Nova N Vino Giki Ardiansyah Fajar Mira Khairisa Julio Endra Jaya Yulia Kartika Sari Rully Aulia Herianti Muhamad Isa Al Ahsan Ilham Trie Damayanti

Kelas XII IPS 1 X2 XII BAHASA X2 X2 XII BAHASA XI IPS 3 XII IPS 1 XII IPS 1 XII IPS 1 XI IPS 3 XI IPS 3 XI IPA 2 XI IPA 2 XI IPS 3 XII BAHASA XII IPS 1 XI IPS 3 XI IPS 3 XI IPS 3 XII IPS 1 XII IPS 1 XII BAHASA XII BAHASA XII BAHASA XI IPA 2 XI IPA 2 XII IPS 1 XI IPS 3 X2 XI IPA 2 X2 XI IPA 2 XI IPA 2 XI IPA 2 XI IPS 3 X2 XII BAHASA XII IPS 1 XII IPS 1 XII IPS 1 XI IPA 2 XI IPA 2 XI IPS 3 XI IPS 3 XII BAHASA XI IPA 2 X8 XI IPS 3 XII BAHASA

No 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244

Tanggal 02 Oktober 2007 02 Oktober 2007 02 Oktober 2007 02 Oktober 2007 03 Oktober 2007 03 Oktober 2007 03 Oktober 2007 03 Oktober 2007 04 Oktober 2007 04 Oktober 2007 04 Oktober 2007 05 Oktober 2007 05 Oktober 2007 05 Oktober 2007 22 Oktober 2007 22 Oktober 2007 22 Oktober 2007 23 Oktober 2007 23 Oktober 2007 23 Oktober 2007 23 Oktober 2007 24 Oktober 2007 24 Oktober 2007 24 Oktober 2007 24 Oktober 2007 24 Oktober 2007 24 Oktober 2007 25 Oktober 2007 25 Oktober 2007 25 Oktober 2007 26 Oktober 2007 26 Oktober 2007 26 Oktober 2007 26 Oktober 2007 26 Oktober 2007 03 Nopember 2007 03 Nopember 2007 03 Nopember 2007 03 Nopember 2007 03 Nopember 2007 03 Nopember 2007 03 Nopember 2007 03 Nopember 2007 03 Nopember 2007 03 Nopember 2007 03 Nopember 2007 03 Nopember 2007 03 Nopember 2007 03 Nopember 2007 03 Nopember 2007

Nama Ardhiantista Ershita Wulandarie Mangasi Taruli P. Muhamad Isa Al Ahsan Rika Vino Giki Ardiansyah Nova N Riska Nurhaini Kartika Sari Sandi Irma Vino Giki Ardiansyah Nur Ardiansyah Rizky O Marvin Yulesa Riska Evelin Lianti Mutiara Ningrum Ayu Sartika Indah Puspita Sari Daniel Octavianus Rezky Candra Yulia Kartika Sari Putri Melva Natasya Cita Sundari Yulia Kartika Sari Rika Stephanie I Irna Navalina Simajuntak Stephanie I Sandi Irma Yulia Kartika Sari Khastimatun Ika Rahayu Debby Vino Giki Ardiansyah Rika Dimas P Vino Giki Ardiansyah Gilang Reski Nur Alam Tian Safarida Melva Ershita Wulandarie Khastimatun Putri Nova Delima M Thisnawati Fitria Nirmala Nurhaini Kartika Sari

Kelas XI IPS 3 XI IPA 2 XII IPS 1 X8 X2 XII IPS 1 XII IPS 1 XII IPS 1 X2 XII BAHASA XII IPS 1 X2 XII IPS 1 X2 X2 X8 XI IPA 2 XII BAHASA XI IPS 3 XII IPS 1 XII BAHASA XII IPS 1 XII BAHASA XII BAHASA XII BAHASA X2 XI IPS 3 XII BAHASA XI IPS 3 XII BAHASA XII BAHASA XII BAHASA XII BAHASA XII IPS 1 XII IPS 1 X2 XI IPS 3 XII IPS 1 XII IPS 1 X2 XI IPS 3 X2 XII IPS 1 XI IPA 2 XII BAHASA XII IPS 1 XI IPA 2 XI IPA 2 XII BAHASA X2

No 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294

Tanggal 03 Nopember 2007 03 Nopember 2007 03 Nopember 2007 03 Nopember 2007 03 Nopember 2007 05 Nopember 2007 06 Nopember 2007 07 Nopember 2007 09 Nopember 2007 09 Nopember 2007 09 Nopember 2007 09 Nopember 2007 09 Nopember 2007 09 Nopember 2007 09 Nopember 2007 09 Nopember 2007 09 Nopember 2007 10 Nopember 2007 10 Nopember 2007 10 Nopember 2007 10 Nopember 2007 10 Nopember 2007 10 Nopember 2007 10 Nopember 2007 10 Nopember 2007 10 Nopember 2007 10 Nopember 2007 10 Nopember 2007 13 Nopember 2007 13 Nopember 2007 14 Nopember 2007 14 Nopember 2007 14 Nopember 2007 14 Nopember 2007 15 Nopember 2007 15 Nopember 2007 15 Nopember 2007 16 Nopember 2007 16 Nopember 2007 16 Nopember 2007 16 Nopember 2007 16 Nopember 2007 16 Nopember 2007 16 Nopember 2007 16 Nopember 2007 16 Nopember 2007 16 Nopember 2007 16 Nopember 2007 17 Nopember 2007 17 Nopember 2007

Nama Sri Dewi Yuni Rully Aulia Herianti Khaerunnisa Anita Sari Nurhaini Kartika Sari Ershita Wulandarie Riska Evelin Lianti Hanisa Raka Irja Setyo Khastimatun Sandi Irma Mangasi Taruli P. Johan Eko Yuni Indah Puspita Sari Ershita Wulandarie Sandi Irma Mutiara Ningrum Anisa Resti Cendika Rezky Candra Jenal Ayu Sartika Febriansyah Melani Sri Azma Dila Andika Saeful Jenal Sandi Irma Erwin Daniel Octavianus Melva Melani Giantari Kezia Nicole Cloudia Ernawati Sandi Irma Riska Filda Cita Sundari Trie Damayanti Fitria Nirmala Sandi Irma Mangasi Taruli P. Fathin Rezky Candra Putri David Allanos F K Kristin Natalia Siahaan Daniel Octavianus

Kelas XII IPS 1 XII BAHASA XI IPA 2 XI IPA 2 XI IPS 3 X2 XI IPA 2 X2 XI IPA 2 X2 XII BAHASA XII BAHASA XII IPS 1 XII IPS 1 XII BAHASA XII BAHASA XI IPA 2 XII BAHASA X8 X2 XII IPS 1 X2 XI IPA 2 XII IPS 1 XI IPA 2 XII BAHASA XI IPA 2 XI IPA 2 X2 XII BAHASA X8 XI IPS 3 XII IPS 1 XI IPA 2 X2 XII IPS 1 XII BAHASA X2 XII BAHASA XII BAHASA XII BAHASA XII BAHASA XII BAHASA XII IPS 1 XII IPS 1 XII IPS 1 XII IPS 1 XII IPS 1 XI IPA 2 XI IPS 3

No 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332

Tanggal 17 Nopember 2007 17 Nopember 2007 17 Nopember 2007 17 Nopember 2007 17 Nopember 2007 17 Nopember 2007 17 Nopember 2007 17 Nopember 2007 17 Nopember 2007 19 Nopember 2007 19 Nopember 2007 20 Nopember 2007 20 Nopember 2007 20 Nopember 2007 20 Nopember 2007 20 Nopember 2007 20 Nopember 2007 21 Nopember 2007 21 Nopember 2007 21 Nopember 2007 21 Nopember 2007 23 Nopember 2007 23 Nopember 2007 23 Nopember 2007 23 Nopember 2007 23 Nopember 2007 23 Nopember 2007 26 Nopember 2007 27 Nopember 2007 27 Nopember 2007 27 Nopember 2007 27 Nopember 2007 30 Nopember 2007 30 Nopember 2007 30 Nopember 2007 30 Nopember 2007 30 Nopember 2007 30 Nopember 2007

Nama Ari Sanjaya zainal Vegi Tria Rani Sukmawati David Allanos F K Sri Azma Dila Prisky Ria Fadly H Anisa Resti Cendika Vino Giki Ardiansyah Untung Prayogo Aryadi Melani Giantari Suriady Vino Giki Ardiansyah Sugis Dwiyankara Rosella Apriani Reski Nur Alam Kezia Nicole Cloudia Rani Sukmawati Hanisa Ershita Wulandarie Debby Rezky Candra Valiandri Della C. J Nova Delima M M Faiz Resky O Andi Nova Delima M Indah Puspita Sari Indah Puspita Sari Rezky Candra Fadly H Rika Bayu K Sri Azma Dila

Kelas X2 X2 X8 X2 XII IPS 1 XII BAHASA XII BAHASA XII BAHASA XI IPS 3 X2 XII IPS 1 XI IPS 3 XI IPS 3 XI IPA 2 XI IPS 3 XII IPS 1 XI IPS 3 XII IPS 1 X2 X2 X2 XI IPA 2 XI IPA 2 XII IPS 1 XII IPS 1 XII IPS 1 XI IPA 2 XI IPS 3 XII IPS 1 X2 XI IPA 2 XII BAHASA XII BAHASA XII IPS 1 XII BAHASA X2 XI IPS 3 XII BAHASA

LAMPIRAN 1 :
CONTOH KARTU POINT PELANGGARAN

LAMPIRAN 2 :
TATA TERTIB DAN BOBOT PELANGGARAN SMA NEGERI 72 JAKARTA


								
To top