KASUS TUBERKULOSIS PARU
Document Sample


EKO PASTIA MUKTI DEVIE RAHMANIAR B
MUHAMMAD MANSUR RUMIYATI
RAHMAYANTI DEDI PURNAMA PUTRA
SUNARYONO M. DESTA PALISTIN
Tuberkulosis Paru merupakan infeksi bakteri kronik
yang disebabkan oleh Micobacterium tuberculosis dan
ditandai oleh pembentukan granuloma pada jaringan yang
terinfeksi dan oleh hipersensitivitas yang diperantarai-sel
(ceIl-mediated hypersensitivity).
Tuberculosis adalah penyakit yang disebabkan
Mycobacterium tuberculosis yang hampir seluruh organ
tubuh dapat terserang olehnya, tapi yang paling banyak
adalah paru-paru.
Tuberculosis adalah penyakit infeksi yang disebabkan
oleh Mycobacterium Tuberculosis dengan gejala yang
sangat bervariasi
Ada tiga pintu masuk Mikroorganismre
Mycobakterium Tuberkulosis yaitu saluran pernafasan,
saluran cerna, dan luka terbuka pada kulit. Tetapi
Kebanyakan infeksi TBC melalui pintu saluran
pernafasan. Mula-mula basil TBC yang dapat terbang
dari penderita yang sedang berbicara, bersin atau
bernmyanyi terhisap oleh orang lain.
Kemudian basil – basil tersebut langsung masuk melalui
jalan nafas dan menempel ada permukaan alveolar dari
parenkim pada bagian bawah lobus atau bagian atas lobus
bawah. Kemudian leukosit dari tubuh memakan bakteri
tersebut, tetapi bakteri tersebut tidak mati dan infeksi menyebar
melalui saluran getah bening, dan terbentuklah suatu infeksi
Tuberkulosis primer yaitu suatu peradangan yang terjadi
sebelum tubuh mempunyai kekebalan spesifik terhadap basil
mycobakteriun tuberculosa.
Dalam perjalanan penyakit yang lebih lanjut, sebagian
besar penderita TB paru primer (90%) akan sembuh sendiri dari
10% akan mengalami penyebaran eksogen yaitu karena infeksi
baru dari luar dan proses ini disebut TBC Paru Post Primer. TBC
post Primer kerusakan jaringan lebih cepat, karena sudah ada
kekebalan terhadap infeksi basilTBC
TBC disebabkan oleh kuman TBC yaitu
Mycobakterium tuberculosis yang berukuran 0,3 X 2-4
cm. Sifat kuman ini adalah aerob yaitu lebih
menyenangi hidup pada jaringan yang tinggi kadar
oksigen dan juga bersifat dormant didalam sel yaitu
basil tidak aktif tetapi bila keluar dari sel maka basil
akan berkembang biak, pada penderita akan
mengalami kekambuhan.
Jumlah basil yang cukup banyak, adanya sumber
penularan, daya tahan tubuh yang menurun yang
disebabkan oleh beberapa factor yaitu keturunan, usia,
nutrisi yang kurang dan penyakit diabetes melitus.
An. Mery, perempuan usia 7 tahun datang bersama
Ibunya dengan keluhan sudah hampir 4 minggu
anaknya panas dan tidak mau makan, keringat dingin
setiap malam dan batuk, saat ini batuk produktif,
sekresi suara nafas whezzing, retrakasi kostal atau
interkostal tidak ada, berat badan 15 Kg.
Berdasarkan kasus diatas didapat diagnosa
keperawatan yaitu Bersihan Jalan nafas, Nutrisi,
Perubahan, Kurang dari kebutuhan tubuh.
A. Keluhan
Badan Panas
Batuk pilek
Sulit Makan
Berkeringat dingin diwaktu malam
B. Hasil Pemeriksaan
Suara nafas whezzing
Tidak terdapat retraksi kostal maupun interkostal
Berat badan 15 Kg
Dari kasus diatas diketahui tahap tumbuh
kembang anak tidak berjalan dengan normal, dimana
anak usia 7 tahun berat badan 22-27 Kg. Tetapi pada
anak dalam kasus hanya 15 Kg, dan mengalami
kekurangan nutrisi untuk pertumbuhannya sehingga
anak tidak aktif bergerak.
Dari kasus didapatkan masalah keperawatan yaitu :
Pertumbuhan yang terhambat
Badan lemah
Berat badan menurun 10% - 20% ideal untuk bentuk
tubuh dan berat
Sering batuk/produksi sputum; dispnea
Pastikan pola diet biasa pasien, yang disukai/tak disukai
Rasional : Membantu dalam mengidentifikasi
kebutuhan/kekuatan khusus. Pertimbangan keinginan
individu dapat memperbaiki diet.
Awasi masukan/pengeluaran dan berat badan secara
periodik
Rasional : Berguna dalam mengukur keefektifan nutrisi
dan dukungan cairan.
Selidiki anoreksida, mual, dan muntah dan catat
kemungkinan hubungan dengan obat. Awasi frekuensi,
volume, konsistensi feses.
Rasional : Dapat memperngaruhi pilihan diet dan
mengidentifikasi pemecahan masalah untuk
meningkatkan pemasukan/penggunaan nutrien.
Anak pada usia 7-11 tahun merupakan tahap konkrit
operasional. Pada fase ini anak sudah mulai berpikir lebih
logis dan terarah,dapat memilih , menggolongkan ,
mengorganisasikan fakta, disamping itu mampu berpikir
dari sudut pandang orang lain. Pada fase ini pula anak
dapat mengetahui konsep guru, tetapi belum dapat
berpikir hal - hal yang abstrak. Anak telah dapat mengatasi
persoalan dengan konkrit dan sistematis menurut
persepsinya.
Komunikasi pada anak usia sekolah merupakan suatu
proses penyampaian dan transfer informasi yang
melibatkan anak usia sekolah, baik sebagai pengirim pesan
maupun penerima pesan
Berdasarkan kasus diatas jika anak tersebut masih
dapat diajak berbicara, maka lebih baik perawat
melakukan komunikasi langsung dengan perlahan,
tetapi jika anak tersebut sulit untuk diajak
berkomunikasi maka lebih baik berkomunikasi
dengan Ibu dalam memberikan askep dengan baik dan
tepat. Namun, berkomunikasi dengan Ibu juga
dibutuhkan untuk perawatan berlanjut.
Mengenal aspek-aspek hokum dan peraturan yang
berkaitan dengan kesehatan anak
Mengidentifikasi aspek-aspek hokum dan peraturan dalam
pelayanan kesehatan pada pemulihan kesehatan anak
Menganalisa dan menetapkan aspek-aspek hokum dan
peraturan yang berkaitan dengan kesehatan dalam asuhan
Keperawatan yang diberikan anak
Menerapkan aspek-aspek hokum dan peraturan yang
berkaitan dengan kesehatan dalam asuhan Keperawatan
secara komprehensif pada kasus yang komplek
Anak yang mulai pulih dan yang akan berencana
untuk pulang karena telah diperbolehkan untuk
pulang oleh pihak rumah sakit harus diperhatikan lagi
pemulihannya dengan bantuan keluarga dengan
pengawasan dan evaluasi oleh keluarga khusus nya Ibu
Dalam kasus ini discharge planning yang dapat
dilakukan yakni ;
Ibu mengkaji kembali kesehatan anak
Memperhatikan lingkungan sekitar
Mengatur pola makan anak daan memeberikan asupan
gizi yang baik
Memperhatikan jalan nafas agar selalu bersih
Memberikan obat yang telah dianjurkan jika masih
diperlukan
Pengobatan tersendiri yang dilakukan ibu
Treatment
Pengajaran Kesehatan terhadap anak
SEKIAN
Get documents about "