Docstoc

Competency Standard_SKKNI LABORATORI_revisi

Document Sample
Competency Standard_SKKNI LABORATORI_revisi Powered By Docstoc
					58 STANDAR KOMPETENSI LSP - TELAPI
No
1 2 3 4

KODE LABOPS
DATA 300 DATA 500 DATA 501 ENG 300

KODE UNIT TELAPI
LAB.KK.01.001.01 LAB.KK.01.002.01 LAB.KK.01.003.02 LAB.KK.01.004.02 LAB.KK.01.005.02 LAB.KM.03.001.01 LAB.KM.03.002.01 LAB.KK.02.001.02 LAB.KK.02.002.01 LAB.KK.01.006.01 LAB.KK.01.007.01 LAB.KK.01.008.01 LAB.KK.02.003.02 LAB.KM.03.003.01 LAB.KK.02.004.02 LAB.KM.03.004.01 LAB.KK.02.005.02 LAB.KK.02.006.01 LAB.KK.02.007.01 LAB.KK.02.008.01 LAB.KK.02.009.01 LAB.KK.02.010.01 LAB.KK.01.009.01 LAB.KK.01.010.01 LAB.KK.02.011.01 LAB.KK.02.012.01 LAB.KK.03.001.02 LAB.KL.02.001.02 LAB.KK.02.013.02 LAB.KK.02.014.02

5 ENG 301 6 KACA 300 7 KACA 301 8 KKK 300 9 KKK 600 10 11 12 13 14 15 16 KOM 300 KOM 500 KOM 600 KUAL 300 KUAL 301 KUAL 302 KUAL 400

17 KUAL 401 18 KUAL 600 19 20 21 22 23 24 KUAL 601 MAIN 300 MAIN 500 MAIN 501 ORG 300 ORG 500

25 ORG 600 26 ORG 602 27 SAMP 300 28 SAMP 301 29 SAMP 400 30 TES 300

31 TES 301.1 LAB.KL.03.001.02 32 TES 301.2 LAB.KL.03.002.01 33 TES 301.3 LAB.KK.03.002.01

58 STANDAR KOMPETENSI LSP - TELAPI
No KODE LABOPS
TES 303 TES 304 TES 305 TES 400.1 TES 400.2 TES 400.3 TES 400.4 TES 401 TES 402 TES 403 TES 500 TES 501 TES 502 TES 503 TES 504 TES 505 TES 506 TES 507 TES 509 TES 510 TES 600 TIM 300 TIM 400 TIM 600

KODE UNIT TELAPI
LAB.KK.02.015.01 LAB.KK.02.016.02 LAB.KK.03.003.02 LAB.KK.02.017.02 LAB.KK.03.004.02 LAB.KK.03.005.01 LAB.KM.03.005.01 LAB.KM.03.006.01 LAB.KK.02.018.01 LAB.KK.02.019.01 LAB.KM.03.007.01 LAB.KK.03.006.02 LAB.KL.03.003.02 LAB.KL.03.004.02 LAB.KL.03.005.01 LAB.KL.03.006.02 LAB.KM.03.008.01 LAB.KK.03.007.01 LAB.KK.03.008.01 LAB.KL.03.007.01 LAB.KK.02.020.01 LAB.KK.02.021.01 LAB.KK.01.011.01 LAB.KK.01.012.01 LAB.KK.01.013.01

34 TES 302 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58

Keterangan Pembagian Bagian/Bidang: KK 01 Umum KK 02 Inti kelaboratoriuman dua bidang (kimia dan klinik) KK 03 Spesialisasi dua bidang (kimia dan klinik) KM 01 KM 02 KM 03 KL 01 KL 02 KL 03 Umum Inti kelaboratoriuman di sektor kimia Spesialisasi di sektor kimia Umum Inti kelaboratoriuman di sektor klinik Spesialisasi di sektor klinik

ANDAR KOMPETENSI LSP - TELAPI
NAMA UNIT Mencatat dan Memproses Data Menganalisa Data dan Hasil dari Laporan Menggunakan Aplikasi Piranti Lunak di Laboratorium Membaca dan Memahami Pedoman Alat Lab. dalam Bahasa Inggris Membaca dan Memahami Prosedur Lab. dalam Bahasa Inggris Mengoperasikan Peralatan Meniup Kaca Dasar Memperbaiki Alat-Alat Gelas Dengan Mengunakan Peralatan Meniup Kaca yang Sederhana Bekerja Aman Sesuai dengan Prosedur dan Kebijakan Menerapkan dan Memonitor Proses Manajemen Resiko Dihubungkan dengan KKK dan Kebijakan serta Prosedur yang berhubungan dengan Lingkungan Berkomunikasi dengan Orang Lain Menyediakan Informasi untuk Pelanggan Mengembangkan dan Memelihara Dokumen Laboratorium Membuat Kontribusi untuk Mencapai Tujuan Kualitas Penerapan Persyaratan Titik-Titik Pengendalian Kritis (CCP) Memahami Praktek Laboratorium yang Benar (GLP) Berkontribusi terhadap Berjalannya Program HACCP Menerapkan Sistem Kualitas dan Proses Perbaikan yang Berkelanjutan Memelihara Sistem Mutu dan Proses Peningkatan Mutu yang Berkelanjutan di Dalam Area Kerja/Fungsional Melaksanakan Sistem Audit Internal Memelihara Laboratorium agar sesuai dengan Tujuan Memelihara dan Mengontrol Stok Bahan Kimia Petunjuk Pemeliharaan Bahan Acuan Menjalankan Rencana Kerja yang Telah ditetapkan Penjadwalan Kerja Laboratorium untuk Kelompok Kecil Mengawasi Operasional Laboratorium dalam Area Kerja/Fungsional Mengelola Proyek yang Kompleks Menangani dan Mengangkut Sampel/Spesimen Menerima dan Menyiapkan Sampel untuk Tes Patologi Mendapatkan Sampel/Spesimen Representatif Sesuai Dengan Rencana Pengambilan Sampel Melakukan Tes Dasar Melakukan Prosedur Pembuatan dan Pewarnaan: Preparat Olesan, Hapusan dan Preparat Utuh Melakukan Prosedur Laboratorium Biologi Mempersiapkan, Memotong dan Mengambil Jaringan Tumbuhan dan Hewan Prosedur Pemeriksaan Laboratorium Biologi/Mikroenumerasi

ANDAR KOMPETENSI LSP - TELAPI
NAMA UNIT Mengkalibrasi Peralatan Pengujian dan Membantu Pemeliharaannya Menyiapkan Larutan Kerja Menyiapkan Media Kultur Teknik Aseptik Melakukan Tes/Prosedur Instrumen Spektroskopi Melakukan Pengujian/Prosedur Analisis Secara Kromatografi Melakukan Pengujian/Prosedur Analisis Secara Elektrokimia Melakukan Pengujian/Prosedur Analisis Proksimat Menampilkan Uji/Prosedur Non-Instrumental Membuat, Menstandardisasi dan Menggunakan Larutan Melakukan Pemeriksaan Mikrobiologi (Makanan) Mengkalibrasi dan Memelihara Instrumen Melakukan Pemeriksaan Mikrobiologi (Patologi) Melakukan Pemeriksaan Hematologi Bentuk Tes Histologikal Melakukan Uji Patologi Kimiawi Melakukan Analisa Sensori Menggunakan Teknik Spektrometri Menggunakan Teknik-Teknik Kromatografi Melakukan Pemeriksaan Immunohaematologi Melakukan Kerja Lapang Memilih Metode Uji Bekerja Secara Efisien Sebagai Bagian dari Tim Pelatihan Kelompok Kecil Mengatur dan Mengembangkan Tim

dua bidang (kimia dan klinik) ng (kimia dan klinik)

di sektor kimia kimia

di sektor klinik klinik

71 STANDAR KOMPETENSI LSP - TELAPI
No
1 2 3

KODE UNIT KODE UNIT TELAPI (lama) TELAPI (baru)

NAMA UNIT

ALASAN PERUBAHAN
Perubahan urutan isi standar mengacu ke Kepmenakertrans No. 227 tahun 2003. Perubahan urutan isi standar mengacu ke Kepmenakertrans No. 227 tahun 2003 dan alihbahasa dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia Perubahan urutan isi standar mengacu ke Kepmenakertrans No. 227 tahun 2003 dan alihbahasa dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia -

LAB.KK.01.001.01 LAB.KK.01.001.01 Mencatat dan Memproses Data LAB.KK.01.002.01 LAB.KK.01.002.01 Menganalisa Data dan Hasil dari Laporan LAB.KK.01.003.01 LAB.KK.01.003.02 Menggunakan Aplikasi Piranti Lunak di Laboratorium LAB.KK.01.004.01 LAB.KK.01.004.02 Membaca dan Memahami Pedoman Alat Lab. dalam Bahasa Inggris

4

5

LAB.KK.01.005.01 LAB.KK.01.005.02 Membaca dan Memahami Prosedur Lab. dalam Bahasa Inggris

6 7

LAB.KM.03.001.01 LAB.KM.03.001.01 Mengoperasikan Peralatan Meniup Kaca Dasar LAB.KM.03.002.01 LAB.KM.03.002.01 Memperbaiki Alat-Alat Gelas Dengan Mengunakan Peralatan Meniup Kaca yang Sederhana LAB.KK.02.001.01 LAB.KK.02.001.02 Bekerja Aman Sesuai dengan Prosedur dan Kebijakan LAB.KK.02.002.01 LAB.KK.02.002.01 Menerapkan dan Memonitor Proses Manajemen Resiko Dihubungkan dengan KKK LAB.KK.01.006.01 LAB.KK.01.006.01 Berkomunikasi dengan Orang Lain LAB.KK.01.007.01 LAB.KK.01.007.01 Menyediakan Informasi untuk Pelanggan

8

9

Perubahan urutan isi standar mengacu ke Kepmenakertrans No. 227 tahun 2003. -

10 11

-

1 dari 6

71 STANDAR KOMPETENSI LSP - TELAPI
No
12

KODE UNIT KODE UNIT TELAPI (lama) TELAPI (baru)

NAMA UNIT

ALASAN PERUBAHAN
-

13

LAB.KK.01.008.01 LAB.KK.01.008.01 Mengembangkan dan Memelihara Dokumen Laboratorium LAB.KK.02.003.01 LAB.KK.02.003.02 Membuat Kontribusi untuk Mencapai Tujuan Kualitas

14

15

16

LAB.KM.03.003.01 LAB.KM.03.003.01 Penerapan Persyaratan Titik-Titik Pengendalian Kritis (CCP) LAB.KK.02.004.01 LAB.KK.02.004.02 Memahami Praktek Laboratorium yang Benar (GLP) LAB.KM.03.004.01 LAB.KM.03.004.01 Berkontribusi terhadap Berjalannya Program HACCP LAB.KK.02.005.01 LAB.KK.02.005.02 Menerapkan Sistem Kualitas dan Proses Perbaikan yang Berkelanjutan LAB.KK.02.006.01 LAB.KK.02.006.01 Memelihara Sistem Mutu dan Proses Peningkatan Mutu yang Berkelanjutan di Dalam Area Kerja/Fungsional LAB.KK.02.007.01 LAB.KK.02.007.01 Melaksanakan Sistem Audit Internal LAB.KK.02.008.01 LAB.KK.02.008.01 Memelihara Laboratorium agar sesuai dengan Tujuan LAB.KK.02.009.01 LAB.KK.02.009.01 Memelihara dan Mengontrol Stok Bahan Kimia LAB.KK.02.010.01 LAB.KK.02.010.01 Petunjuk Pemeliharaan Bahan Acuan LAB.KK.01.009.01 LAB.KK.01.009.01 Menjalankan Rencana Kerja yang Telah ditetapkan LAB.KK.01.010.01 LAB.KK.01.010.01 Penjadwalan Kerja Laboratorium untuk Kelompok Kecil

Perubahan urutan isi standar mengacu ke Kepmenakertrans No. 227 tahun 2003. -

Perubahan urutan isi standar mengacu ke Kepmenakertrans No. 227 tahun 2003. -

17

18

Perubahan urutan isi standar mengacu ke Kepmenakertrans No. 227 tahun 2003. -

19 20 21

-

22 23 24

-

2 dari 6

71 STANDAR KOMPETENSI LSP - TELAPI
No
25

KODE UNIT KODE UNIT TELAPI (lama) TELAPI (baru)

NAMA UNIT

ALASAN PERUBAHAN
-

26 27

LAB.KK.02.011.01 LAB.KK.02.011.01 Mengawasi Operasional Laboratorium dalam Area Kerja/Fungsional LAB.KK.02.012.01 LAB.KK.02.012.01 Mengelola Proyek yang Kompleks LAB.KK.03.001.01 LAB.KK.03.001.02 Menangani dan Mengangkut Sampel/Spesimen

Perubahan urutan isi standar mengacu ke Kepmenakertrans No. 227 tahun 2003 dan penambahan "Spesimen" pada judul standar. Perubahan urutan isi standar mengacu ke Kepmenakertrans No. 227 tahun 2003. Perubahan urutan isi standar mengacu ke Kepmenakertrans No. 227 tahun 2003 dan perubahan judul standar Perubahan urutan isi standar mengacu ke Kepmenakertrans No. 227 tahun 2003.

28

LAB.KL.02.001.01 LAB.KL.02.001.02 Menerima dan Menyiapkan Sampel untuk Tes Patologi

29

30

LAB.KK.02.013.01 LAB.KK.02.013.02 Mendapatkan Sampel/Spesimen Representatif Sesuai Dengan Rencana Pengambilan Sampel LAB.KK.02.014.01 LAB.KK.02.014.02 Melakukan Tes Dasar

31

32

LAB.KL.03.001.01 LAB.KL.03.001.02 Melakukan Prosedur Perubahan urutan isi Pembuatan dan standar mengacu ke Pewarnaan: Preparat Kepmenakertrans No. Olesan, Hapusan dan 227 tahun 2003. Preparat Utuh LAB.KL.03.002.01 LAB.KL.03.002.01 Melakukan Prosedur Perubahan urutan isi Laboratorium Biologi standar mengacu ke Mempersiapkan, Memotong Kepmenakertrans No. dan Mengambil Jaringan 227 tahun 2003 dan Tumbuhan dan Hewan perubahan judul standar LAB.KK.03.002.01 LAB.KK.03.002.01 Prosedur Pemeriksaan Laboratorium Biologi/Mikroenumerasi -

33

3 dari 6

71 STANDAR KOMPETENSI LSP - TELAPI
No
34

KODE UNIT KODE UNIT TELAPI (lama) TELAPI (baru)

NAMA UNIT

ALASAN PERUBAHAN
-

LAB.KK.02.015.01 LAB.KK.02.015.01 Mengkalibrasi Peralatan Pengujian dan Membantu Pemeliharaannya LAB.KK.02.016.01 LAB.KK.02.016.02 Menyiapkan Larutan Kerja LAB.KK.03.003.01 LAB.KK.03.003.02 Menyiapkan Media Kultur

35 36

37

LAB.KK.02.017.01 LAB.KK.02.017.02 Teknik Aseptik

38

LAB.KK.03.004.01 LAB.KK.03.004.02 Melakukan Tes/Prosedur Instrumen Spektroskopi

39

40

41

42 43

LAB.KK.03.005.01 LAB.KK.03.005.01 Melakukan Pengujian/Prosedur Analisis Secara Kromatografi LAB.KM.03.005.01 LAB.KM.03.005.01 Melakukan Pengujian/Prosedur Analisis Secara Elektrokimia LAB.KM.03.006.01 LAB.KM.03.006.01 Melakukan Pengujian/Prosedur Analisis Proksimat LAB.KK.02.018.01 LAB.KK.02.018.01 Menampilkan Uji/Prosedur Non-Instrumental LAB.KK.02.019.01 LAB.KK.02.019.01 Membuat, Menstandardisasi dan Menggunakan Larutan LAB.KM.03.007.01 LAB.KM.03.007.01 Melakukan Pemeriksaan Mikrobiologi (Makanan) LAB.KK.03.006.01 LAB.KK.03.006.02 Mengkalibrasi dan Memelihara Instrumen

Perubahan urutan isi standar mengacu ke Kepmenakertrans No. 227 tahun 2003 dan perubahan judul standar Perubahan urutan isi standar mengacu ke Kepmenakertrans No. 227 tahun 2003. Perubahan urutan isi standar mengacu ke Kepmenakertrans No. 227 tahun 2003. -

-

-

-

44 45

Perubahan urutan isi standar mengacu ke Kepmenakertrans No. 227 tahun 2003.

4 dari 6

71 STANDAR KOMPETENSI LSP - TELAPI
No
46

KODE UNIT KODE UNIT TELAPI (lama) TELAPI (baru)

NAMA UNIT

ALASAN PERUBAHAN
Perubahan urutan isi standar mengacu ke Kepmenakertrans No. 227 tahun 2003. Perubahan urutan isi standar mengacu ke Kepmenakertrans No. 227 tahun 2003. Perubahan urutan isi standar mengacu ke Kepmenakertrans No. 227 tahun 2003. Penambahan standar baru Penambahan standar baru Penambahan standar baru Penambahan standar baru Penambahan standar baru Penambahan standar baru

LAB.KL.03.003.01 LAB.KL.03.003.02 Melakukan Pemeriksaan Mikrobiologi (Patologi)

47

LAB.KL.03.004.01 LAB.KL.03.004.02 Melakukan Pemeriksaan Hematologi

48 49

LAB.KL.03.005.01 LAB.KL.03.005.01 Bentuk Tes Histologikal LAB.KL.03.006.01 LAB.KL.03.006.02 Melakukan Uji Patologi Kimiawi

50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64

LAB.KM.03.008.01 LAB.KM.03.008.01 Melakukan Analisa Sensori LAB.KK.03.007.01 LAB.KK.03.007.01 Menggunakan Teknik Spektrometri LAB.KK.03.008.01 LAB.KK.03.008.01 Menggunakan TeknikTeknik Kromatografi LAB.KL.03.007.01 LAB.KL.03.007.01 Melakukan Pemeriksaan Immunohaematologi LAB.KK.02.020.01 LAB.KK.02.020.01 Melakukan Kerja Lapang LAB.KK.02.021.01 LAB.KK.02.021.01 Memilih Metode Uji LAB.KK.01.011.01 LAB.KK.01.011.01 Bekerja Secara Efisien Sebagai Bagian dari Tim LAB.KK.01.012.01 LAB.KK.01.012.01 Pelatihan Kelompok Kecil LAB.KK.01.013.01 LAB.KK.01.013.01 Mengatur dan Mengembangkan Tim LAB.KK01.014.01 Mengoperasikan Mikroskop LAB.KK01.015.01 Mengoperasikan Pipet LAB.KL01.001.01 Mengoperasikan Sentrifuge LAB.KL03.008.01 Menghitung Jumlah Sel dalam Sampel Biologi LAB.KL03.009.01 Melakukan Pemeriksaan Urin LAB.KL03.010.01 Melakukan Pemeriksaan Feses

5 dari 6

71 STANDAR KOMPETENSI LSP - TELAPI
No
65 66 67 68 69 70 71

KODE UNIT KODE UNIT TELAPI (lama) TELAPI (baru)
-

NAMA UNIT

ALASAN PERUBAHAN
Penambahan standar baru Penambahan standar baru Penambahan standar baru Penambahan standar baru Penambahan standar baru Penambahan standar baru Penambahan standar baru

LAB.KL03.011.01 Melakukan Pemeriksaan Imunoserologi LAB.KL03.012.01 Melakukan Pemeriksaan Mikologi Klinik LAB.KL03.013.01 Melakukan Pemeriksaan Protozoologi Klinik LAB.KL03.014.01 Melakukan Pemeriksaan Sperma LAB.KL03.015.01 Melakukan Pemeriksaan Cairan Tubuh LAB.KL03.016.01 Melakukan Pemeriksaan Virologi LAB.KL03.017.01 Melakukan Pemeriksaan Bakteriologi Klinik

Keterangan Pembagian Bagian/Bidang: KK 01 Umum KK 02 Inti kelaboratoriuman dua bidang (kimia dan klinik) KK 03 Spesialisasi dua bidang (kimia dan klinik) KM 01 Umum KM 02 Inti kelaboratoriuman di sektor kimia KM 03 Spesialisasi di sektor kimia KL 01 KL 02 KL 03 Umum Inti kelaboratoriuman di sektor klinik Spesialisasi di sektor klinik

6 dari 6

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

KODE UNIT JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT

: : :

AK.OPS.007.A Mengoperasikan sentrifuge Unit kompetensi ini berhubungan dengan keterampilan analis dalam hal persiapan, pengoperasian dan pemeliharaan. Unit ini berlaku untuk semua pekerjaan perorangan dalam bidang pekerjaan di laboratorium.

ELEMEN KOMPETENSI
01 Mempersiapkan sentrifuge

KRITERIA UNJUK KERJA
1.1 Jenis sentrifuge diidentifikasi 1.2 Jenis sentrifuge dipilih sesuai dengan jenis pemeriksaan dan prosedur yang berlaku

02 Melakukan pengoperasian sentrifuge

2.1 Sentrifuge digunakan sesuai dengan prosedur yang berlaku

03 Melaporkan pemeliharaan sentrifuge

3.1

Pemeliharaan sentrifuge dilakukan sesuai dengan pedoman yang ada dan dicatat pada log pemeliharaan alat

3.2 Rekaman pemeliharaan alat dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku 04 Melakukan prosedur kesehatan dan keselamatan kerja 4.1 Penerapan kerja yang resmi digunakan untuk meyakinkan keselamatan diri sendiri dan personil laboratorium lainnya. 4.2 Timbulnya limbah diminimalkan. 4.3 Meyakinkan pembuangan limbah laboratorium yang aman. 4.4 Peralatan–peralatan dibersihkan, dijaga ketentuan. dan dan pereaksi-pereaksi disimpan sesuai

Mengoperasikan Sentrifuge

1

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

BATASAN VARIABEL Kisaran variabel ini memberikan cakupan luas bagi setiap unit kompetensi. Variabel berikut berlaku di sektor laboratorium biomedis, kimia dan umum yang termasuk dalam kemasan pelatihan ini. 1. Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan pengoperasian sentrifuge di laboratorium kesehatan Dalam melaksanakan unit kompetensi ini perlu didukung oleh tersedianya: Prosedur kerja standar (SOP). Pedoman kerja Instruksi kerja parameter pemeriksaan Manual operasional alat Log pemeliharaan dan status alat yang telah ditetapkan

2.

PANDUAN PENILAIAN 1. Memiliki pengetahuan dan keterampilan: 1.1 1.2 1.3 1.4 1.5 Jenis-jenis pemeriksaan dan spesimen yang digunakan Perlakuan dan penanganan spesimen Cara operasional alat Metode, prinsip dan prosedur kerja Tahapan atau alur kerja

2.

Konteks Penilaian Unit kompetensi ini akan diuji di tempat kerja atau simulasi lingkungan tempat kerja. Metode dan Sumber Penilaian Cara penilaian berikut ini disarankan : 2.1 2.2 2.3 Observasi langsung pada saat kandidat menggunakan sentrifuge. Mendemonstrasikan cara pemeliharaan. Pertanyan tertulis maupun lisan

Sumber daya dapat meliputi : 2.1 2.2 3. Laboratorium standar yang dilengkapi dengan peralatan yang tepat dan standar kalibrasi. Prosedur kerja standar ( SOP), jadwal dan prosedur kalibrasi dan perawatan

Aspek penting penilaian: 3.1 3.2 Menggunakan sentrifuge berdasarkan jenis pemeriksan dan spesimen sesuai ketentuan yang ditetapkan Menangani keadaan diluar kondisi normal
2

Mengoperasikan Sentrifuge

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

3.3 3.4 3.5 4.

Memelihara sentrifuge dan dokumentsi dilakukan sesuai dengan ketentuan yng berlaku Menerapkan kesehatan dan keselamatan kerja Menangani dan mengelola limbah sesuai dengan prosedur yang berlaku

Kaitan dengan unit-unit lain Unit kompetensi ini dapat dinilai bersama :

KOMPETENSI KUNCI

NO
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

KOMPENTENSI KUNCI DALAM UNIT INI
Mengkomunikasikan ide dan informasi. Mengumpulkan, Menganalisis, dan Mengorganisir Informasi. Merencanakan dan Mengorganisir Aktivitas. Bekerja dengan yang lain dan dalam tim. Menggunakan Ide dan Teknik Matematika. Menyelesaikan Masalah. Menggunakan Teknologi.

TINGKAT
1 1 1 1 1 1 1

Mengoperasikan Sentrifuge

3

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

KODE UNIT JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT

: : :

AK.OPS.008.A Mengoperasikan pipet Unit kompetensi ini berhubungan dengan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk mengoperasikan pipet dan pemeliharaannya. Unit ini berlaku untuk semua pekerjaan perorangan dalam bidang pekerjaan di laboratorium.

ELEMEN KOMPETENSI
01 Mengidentifikasi pipet yang akan digunakan

KRITERIA UNJUK KERJA
1.1 Ukuran pipet dan alat bantu lainnya dipilih sesuai dengan jenis pemeriksaan 1.2 Kelayakan dan diidentifikasi keakuratan kondisi pipet

1.3 Pipet yang tidak layak pakai/rusak dipisahkan dan diambil langkah-langkah selanjutnya sesuai dengan prosedur yang berlaku 02 Melakukan prosedur pipetasi 2.1 Pengoperasian pipet dipahami dan dilakukan dengan benar dan teliti sesuai dengan prosedur yang berlaku

03 Melakukan pemeliharaan pipet

3.1 Pemeliharaan pipet dipahami dan dilakukan dengan rutin sesuai dengan prosedur yang ditetapkan 3.2 Catatan pemeliharaan pipet didokumentasikan. 3.3 Kondisi yang berpotensi menyebabkan kerusakan pada pipet diidentifikasi dan diambil langkah-langkah untuk menghindari/menanggulangi sebagai bagian dari tanggungjawab individu.

04 Melakukan prosedur kesehatan dan keselamatan kerja

4.1 Prosedur kesehatan dan keselamatan kerja dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku sebagai tanggung jawab individu dan lingkungannya 4.2 Limbah hasil pipetasi ditangani dan dikelola sesuai dengan prosedur yang berlaku

BATASAN VARIABEL Kisaran variabel ini memberikan cakupan luas bagi setiap unit kompetensi.
Mengoperasikan Pipet
1

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

Variabel berikut berlaku di sektor laboratorium biomedis, kimia dan umum yang termasuk dalam kemasan pelatihan ini. 1. 2. Unit kompetensi ini berlaku dalam melakukan pipetasi di laboratorium kesehatan Dalam melaksanakan unit kompetensi ini perlu didukung oleh tersedianya: Prosedur kerja standar (SOP). Pedoman kerja Manual operasional alat Log pemeliharaan dan status alat yang telah ditetapkan

PANDUAN PENILAIAN 1. Memiliki Pengetahuan dan Keterampilan: 1.1 1.2 1.3 1.4 1.5 1.6 2. Prinsip kerja dan prosedur pengoperasian pipet Jenis-jenis pipet dan kegunaannya Simbol-simbol yang tertera pada pipet Cara membaca skala untuk berbagai jenis cairan (berwarna/tidak berwarna) Macam dan sifat cairan/bahan yang akan dipipet Alat bantu yang dibutuhkan dalam pengoperasian pipet

Konteks Penilaian Unit kompetensi ini akan diuji di tempat kerja atau simulasi lingkungan tempat kerja. Metoda dan Sumber Penilaian Cara penilaian berikut ini disarankan : 2.1 2.2 2.3 Observasi langsung pada saat kandidat menggunakan pipet. Mendemonstrasikan cara pemeliharaan. Pertanyan tertulis maupun lisan

Sumber daya dapat meliputi : 2.1 2.2 3. Laboratorium standar yang dilengkapi dengan peralatan yang tepat dan standar kalibrasi. Prosedur kerja standar ( SOP), jadwal dan prosedur kalibrasi dan perawatan

Aspek Penting Penilaian 3.1 3.2 3.3 3.4 Mengidentifikasi pipet yang akan digunakan Menggunakan pipet dengan ukuran dan alat bantu yang sesuai Keakuratan penggunaan pipet yang ditunjukkan dengan akurasi dan presisi Memelihara pipet dan mendokumentasinya sesuai dengan ketentuan yang berlaku

4.

Kaitan dengan Unit-Unit Lain Unit kompetensi ini dapat dinilai bersama :

Mengoperasikan Pipet

2

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

KOMPETENSI KUNCI

NO
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

KOMPENTENSI KUNCI DALAM UNIT INI
Mengkomunikasikan ide dan informasi. Mengumpulkan, Menganalisis, dan Mengorganisir Informasi. Merencanakan dan Mengorganisir Aktivitas. Bekerja dengan yang lain dan dalam tim. Menggunakan Ide dan Teknik Matematika. Menyelesaikan Masalah. Menggunakan Teknologi.

TINGKAT
1 1 1 1 1 1 1

Mengoperasikan Pipet

3

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

KODE UNIT JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT

: : :

AK.SAM.010.A MENGHITUNG JUMLAH SEL SAMPEL BIOLOGI Unit kompetensi ini mencakup keterampilan dan pengetahuan untuk melakukan penghitungan jumlah sel dengan menggunakan bilik hitung secara manual.

ELEMEN KOMPETENSI
1. Menyiapkan dan memproses sampel . 1.1

KRITERIA UNJUK KERJA
Peralatan, reagensia dan bahan habis pakai dipastikan sesuai dengan prosedur kerja standar. Sampel dipastikan sesuai dengan formulir permintaan. Apabila persyaratan dan pemeriksaan tidak memenuhi diberikan catatan jenis syarat.

1.2 1.3

1.4

Sampel yang memenuhi persyaratan dan sesuai dengan permintaan dicatat pada buku kerja/database. Sampel yang memenuhi syarat diproses sesuai pemeriksaan. Pemeriksaan sampel dilakukan sesuai dengan prosedur. Hasil pemeriksaan dicatat dan didokumentasikan. Hasil pemeriksaan dan pemeliharaan divalidasi.

1.5

2. Melakukan pemeriksaan sampel

2.1 2.2 2.3

3. Melaporan dan mengarsipkan hasil.

3.1 3.2 3.3

Hasil pemeriksaan dimasukan ke dalam laporan hasil dan didokumentasikan. Hasil yang akan dilaporkan divalidasi penyelia Pemeliharaan alat dilakukan sesuai dengan pedoman dan dicatat pada daftar pemeliharaan alat. Pemeliharaan arsip laboratorium dilakukan sesuai prosedur. Prosedur kesehatan dan keselamatan kerja dilakukan sesuai dengan prosedur. Penanganan limbah pemeriksaan dikelola sesuai dengan prosedur.

3.4 4. Melakukan prosedur Kesehatan dan Keselamatan Kerja ( K3 ). 4.2 4.1

Menghitung Jumlah Sel Sampel Biologi

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

BATASAN VARIABEL

Kisaran variabel ini memberikan cakupan luas bagi setiap unit kompetensi. Variabel berikut berlaku di sektor laboratorium biomedis, kimia dan umum yang termasuk dalam kemasan pelatihan ini.
1. 2. Unit Kompetensi ini terbatas pada penghitungan jumlah sel sampel biologi di laboratorium kesehatan. Alat pendukung dalam melaksanakan unit kompetensi ini dengan tersedianya : 2.1. Prosedur Kerja Standar, Pedoman kerja, Instruksi kerja parameter pemeriksaan dan manual operasional alat. 2.2. Peralatan yang dipergunakan untuk pemeriksaan sampel biologi. 2.3. Reagensia dan bahan habis pakai sesuai prosedur. 2.4. Buku kerja dan log penyimpanan alat. 2.5. Alat penyimpanan data/komputer.

PANDUAN PENILAIAN 1. Memiliki Pengetahuan dan Keterampilan tentang: 1.1 Terminologi biologi 1.2 Pengetahuan dasar tentang sel 1.3 Prosedur untuk pembuatan preparat 1.4 Cara mempersiapkan dan perhitungan jumlah sel 1.5 Prosedur KKK yang sesuai untuk mempersiapkan, manangani dan membuang sisa sampel 1.6 Lembar data keselamatan bahan Konteks Penilaian : Unit kompetensi ini akan diuji di tempat kerja atau disimulasikan seperti di lingkungan tempat kerja. Metode dan Sumber Penilaian Cara penilaian berikut ini disarankan : 2.1 Observasi langsung pada saat asesi menyiapkan sampel 2.2 Pertanyaan tertulis maupun lisan 2.3 Umpan balik dari teman dan supervisor 2.4 Contoh dari pencatatan data larutan dan dokumentasi di lingkungan kerja yang lengkap Sumber daya dapat meliputi: 2.1 Laboratorium standar yang dilengkapi dengan peralatan dan reagen yang tepat dan sesuai. 2.2 Prosedur kerja standar dan metoda pengujian

2.

Menghitung Jumlah Sel Sampel Biologi

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

2.

Keterkaitan Penilaian : 2.1 Kualifikasi pendidikan formal minimal SMK jurusan Analis Kesehatan.

3.

Memiliki Pengetahuan Kerja : 3.1 Mengintepretasikan hasil pemeriksaan yang diperoleh (normal, abnormal) 3.2 Menggunakan kartu status pasien untuk memantau keadaan pasien dari waktu ke waktu

4.

Aspek Penting Penilaian Kompetensi harus didemonstrasikan dalam bentuk kemampuan untuk melakukan prosedur dan menghitung sel pada sampel biologi. Penilaian harus memfokuskan pada : 4.1. 4.2. 4.3. 4.4. 4.5. Pengetahuan tentang jenis sampel biologi dan menghitung jumlah sel. Kemampuan mengidentifikasi jenis sel. Pengetahuan tentang cara perhitungan jumlah sel. Memahami pemeliharaan alat sesuai dengan prosedur yang berlaku. Memahami pemakaian peralatan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

5.

Kaitan dengan Unit-unit Lain

KOMPETENSI KUNCI NO
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

KOMPENTENSI KUNCI DALAM UNIT INI
Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi. Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi. Merencanakan dan mengorganisir aktifitas-aktifitas. Bekerja dengan orang lain dan kelompok. Menggunakan ide-ide dan tehnik matematika. Memecahkan masalah. Menggunakan teknologi.

TINGKAT
1 1 1 1 1 1 1

Menghitung Jumlah Sel Sampel Biologi

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

KODE UNIT JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT

: : :

AK.UJI.002.A Melakukan Pemeriksaan Sperma Unit kompetensi ini berhubungan dengan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk melakukan pemeriksaan sperma serta berkaitan dengan tugas-tugas yang meliputi tahap persiapan, pemeriksaan dan pelaporan hasil. Unit ini tidak mencakup pemeriksaan kultur.

SUB KOMPETENSI
1. Melakukan persiapan pemeriksaan 1.1 1.2 1.3

KRITERIA UNJUK KERJA
Peralatan, reagensia dan bahan habis pakai dipastikan memenuhi persyaratan yang berlaku Spesimen dipastikan kesesuaiannya dengan formulir permintaan pemeriksaan Catatan diberikan dan dikonfirmasikan kepada orang yang berwenang untuk meminta keputusan bila persyaratan dan jenis spesimen tidak terpenuhi/tidak sesuai Spesimen yang memenuhi syarat dan sesuai dengan permintaan pemeriksaan dicatat pada buku kerja Spesimen yang memenuhi syarat diproses sesuai dengan permintaan pemeriksaan Pemeriksaan sampel dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku Hasil pemeriksaan dicatat dan didokumentasi-kan Validasi dilakukan terhadap hasil Hasil pemeriksaan dimasukkan ke dalam laporan hasil dan didokumentasikan sesuai dengan prosedur yang berlaku Hasil yang akan dilaporkan divalidasi oleh supervisor atau orang yang berwenang Pemeliharaan alat dilakukan sesuai dengan pedoman yang ada dan dicatat pada Log pemeliharaan alat Pemeliharaan rekaman laboratorium dilakukan sesuai prosedur yang berlaku Prosedur keselamatan kesehatan kerja dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku sebagai tanggung jawab individu dan lingkungannya Limbah pemeriksaan ditangani dan dikelola sesuai dengan prosedur yang berlaku

1.4 1.5

2. Melakukan pemeriksaan sampel 2.1 2.2 2.3 3. Melaporkan dan memelihara hasil dan alat laboratorium 3.1

3.2 3.3 3.4

4. Mengikuti prosedur kesehatan dan keselamatan kerja

4.1

4.2

BATASAN VARIABEL Kisaran variabel ini memberikan cakupan luas bagi setiap unit kompetensi. Variabel berikut ini berlaku di sektor laboratorium biomedis, kimia dan umum yang termasuk dalam kemasan pelatihan ini.

Mendapatkan Sampel Representatif Sesuai dengan Rencana Penarikan Sampel

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

1. 2.

Unit Kompetensi ini berlaku untuk melakukan pemeriksaan sperma di laboratorium kesehatan Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 2.1 Prosedur operasi baku (SOP), Pedoman Kerja, Instruksi Kerja parameter pemeriksaan 2.2 Peralatan yang digunakan untuk pemeriksaan sperma 2.3 Reagensia dan bahan habis pakai sesuai prosedur yang berlaku 2.4 Buku kerja dan log pemelihara alat 2.5 Alat penyimpanan data

PANDUAN PENILAIAN 1. Memiliki Pengetahuan Kerja Tentang 1.1 Menginterpetasikan hasil pemeriksaan yang diperoleh (normal, abnormal) Menggunakan kartu status pasien untuk memantau keadaan pasien dari waktu ke Waktu

1.4. Matematika 1.5. Pengetahuan dasar tentang sperma 1.6. Tahapan pemeriksaan sperma 1.7. Metode, prinsip dan prosedur pemeriksaan sperma 1.8. Penggunaan mikroskop
2. Konteks Penilaian Unit kompetensi ini akan dinilai di tempat kerja atau simulasi seperti lingkungan tempat kerja dan dengan waktu yang cukup untuk asesi agar dapat mendemonstrasikan aktivitas kesehatan dan keselamatan kerja di tempat kerja. Metode dan Sumber Penilaian 2.1 Mengamati persiapan calon dan mengambil alih tugas kerja. 2.2 Pertanyaan tulisan dan/atau lisan untuk menguji pengetahuan dan reaksi mereka dalam menangani situasi berbahaya /darurat ( pertanyaan harus sesuai dengan bahasa dan tingkatan calon). 2.3 Umpan balik dari pengamat dan pengawas. Sumber-sumbernya adalah: 2.1 Laboratorium/ lingkungan kerja, peralatan dan bahan-bahan. 2.1 Peralatan pelindung diri. 2.2 Prosedur-prosedur tempat kerja. 2.3 Lembar data keamanan bahan (MSDSs) 3. Aspek Penting Penilaian 3.1 Peralatan, reagensia dan sampel yang digunakan telah memenuhi persyaratan yang berlaku 3.2 Melakukan pemeriksaan makroskopis & mikroskopis sperma 3.3 Menggunakan sampel, reagen dan bahan habis pakai lainnya dengan efektif dan efisien dan membuang limbahnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku 3.4 Mengatur tugas-tugasnya agar dapat diselesaikan tepat waktu
Mendapatkan Sampel Representatif Sesuai dengan Rencana Penarikan Sampel

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

3.5 4.

Mendokumentasikan hasil pekerjaannya

Kaitan dengan Unit Lain Unit kompetensi ini dinilai bersama : 4.1 LAB.KK01.001.02 – Mencatat dan Memproses Data. 4.2 LAB.KK02.001.02 – Bekerja Aman sesuai dengan Prosedur dan Kebijakan.

5.

Metode dan Sumber Penilaian Kompetensi harus didemonstrasikan dalam bentuk kemampuan untuk melakukan pemeriksaan sperma Penilaian harus difokuskan pada: 5.1. Peralatan, reagensia dan sampel yang digunakan telah memenuhi persyaratan yang berlaku 5.2. Kemampuan melakukan pemeriksaan makroskopis & mikroskopis sperma 5.3. Kemampuan menggunakan peralatan sampel, reagensia dan bahan habis pakai lainnya dengan efektif dan efisien dan membuang limbahnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku 5.4. Kemampuan mengatur tugas-tugasnya agar dapat diselesaikan tepat waktu 5.5. Kemampuan mendokumentasikan hasil pekerjaannya Penilaian dilakukan dengan: 5.1 Observasi langsung pada saat kandidat melakukan pemeriksaan sperma 5.2 Demonstrasi pemeriksaan sperma 5.3 Memeriksa laporan kerja kandidat 5.4 Memberikan pertanyaan tertulis maupun lisan 5.5 Umpan balik dari rekan kerja maupun atasan yang mengikuti prosedur kerja 5.6 Observasi penggunaaan dan pemeliharaan peralatan

KOMPETENSI KUNCI NO
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

KOMPENTENSI KUNCI DALAM UNIT INI
Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi. Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi. Merencanakan dan mengorganisir aktifitas-aktifitas. Bekerja dengan orang lain dan kelompok. Menggunakan ide-ide dan tehnik matematika. Memecahkan masalah. Menggunakan teknologi.

TINGKAT
1 1 2 1 1 2 2

Mendapatkan Sampel Representatif Sesuai dengan Rencana Penarikan Sampel

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

Mendapatkan Sampel Representatif Sesuai dengan Rencana Penarikan Sampel

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

KODE UNIT JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT

: : :

AK.UJI.003.A Melakukan Pemeriksaan Cairan Tubuh Unit kompetensi ini berhubungan dengan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk melakukan pemeriksaan cairan tubuh serta berkaitan dengan tugas-tugas yang meliputi tahap persiapan, pemeriksaan dan pelaporan hasil. Unit ini tidak mencakup pemeriksaan kultur.

SUB KOMPETENSI
1. Melakukan persiapan pemeriksaan 1.1 1.2 1.3

KRITERIA UNJUK KERJA
Peralatan, reagensi dan bahan habis pakai dipastikan memenuhi persyaratan yang berlaku Spesimen dipastikan kesesuaiannya dengan formulir permintaan pemeriksaan Catatan diberikan dan dikonfirmasikan kepada orang yang berwenang untuk meminta keputusan, bila persyaratan dan jenis spesimen tidak terpenuhi/tidak sesuai Spesimen yang memenuhi syarat dan sesuai dengan permintaan pemeriksaan dicatat pada buku kerja Spesimen yang memenuhi syarat diproses sesuai permintaan pemeriksaan Pemeriksaan sampel dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku Unsur-unsur fisiologis dan patologis diidentifikasi dan dilaporkan sesuai dengan prosedur yang berlaku Pemeriksaan sampel secara biokimia dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku Unsur-unsur kimia diidentifikasi dan dilaporkan sesuai dengan prosedur yang berlaku Hasil pemeriksaan dimasukkan ke dalam laporan hasil dan didokumentasikan sesuai dengan prosedur yang berlaku Hasil yang akan dilaporkan divalidasi oleh supervisor atau orang yang berwenang

1.4

1.5

2

Melakukan pemeriksaan sampel 2.1 secara makroskopis, mikrokopis dan biokimia 2.2

2.3 2.4

3

Melaporkan dan memelihara rekaman hasil

3.1

3.2

Mendapatkan Sampel Representatif Sesuai dengan Rencana Penarikan Sampel

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

3.3

Pemeliharaan alat dilakukan sesuai dengan pedoman yang ada dan dicatat pada Log pemeliharaan alat Pemeliharaan rekaman laboratorium dilakukan sesuai prosedur yang berlaku Prosedur kesehatan dan keselamatan kerja dilakukakan sesuai dengan prosedur yang berlaku sebagai tanggung jawab individu dan lingkungannya Limbah pemeriksaan ditangani dan dikelola sesuai dengan prosedur yang berlaku

3.4

4

Mengikuti prosedur kesehatan dan 4.1 keselamatan kerja

4.2

BATASAN VARIABEL Kisaran variabel ini memberikan cakupan luas bagi setiap unit kompetensi. Variabel berikut ini berlaku di sektor laboratorium biomedis, kimia dan umum yang termasuk dalam kemasan pelatihan ini. 1. 2. Unit Kompetensi ini berlaku untuk melakukan pemeriksaan cairan tubuh di laboratorium kesehatan Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 2.1 2.2 2.3 2.4 2.5 Prosedur operasional standar (SOP), Pedoman kerja, Instruksi kerja parameter pemeriksaan dan manual operasional alat. Peralatan yang digunakan untuk pemeriksaan cairan tubuh Reagensia dan bahan habis pakai sesuai prosedur yang berlaku Buku kerja dan log book pemeliharaan alat Alat penyimpanan data

PANDUAN PENILAIAN 1. Memiliki Pengetahuan Kerja Tentang 1.1. Menginterpretasikan hasil pemeriksaan yang diperoleh (normal, abnormal) 1.2. Menggunakan kartu status pasien untuk memantau keadaan pasien dari waktu ke waktu Fisika dasar Pengetahuan dasar tentang cairan tubuh Tahapan pemeriksaan cairan tubuh Metode, prinsip dan prosedur pemeriksaan cairan tubuh Penggunaan mikroskop Faktor-faktor yang berpengaruh pada pemeriksaan cairan tubuh

1.3 1.4 1.5 1.6 1.7 1.8

Mendapatkan Sampel Representatif Sesuai dengan Rencana Penarikan Sampel

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

2.

Konteks Penilaian Unit kompetensi ini akan dinilai di tempat kerja atau simulasi seperti lingkungan tempat kerja dan dengan waktu yang cukup untuk asesi agar dapat mendemonstrasikan aktivitas kesehatan dan keselamatan kerja di tempat kerja. Metode dan Sumber Penilaian 2.1 2.2 2.3 2.4 2.5 Observasi langsung pada saat kandidat melakukan pemeriksaan cairan tubuh Demonstrasi pemeriksaan cairan tubuh Memeriksa laporan kerja kandidat Memberikan pertanyaan tertulis maupun lisan Umpan balik dari rekan kerja maupun atasan yang mengikuti prosedur kerja

Sumber-sumbernya adalah: 2.1 Laboratorium/ lingkungan kerja, peralatan dan bahan-bahan. 2.1 Peralatan pelindung diri. 2.2 Prosedur-prosedur tempat kerja. 2.3 Lembar data keamanan bahan (MSDSs)

3.

Aspek Penting Penilaian Peralatan, reagen dan sampel yang digunakan telah memenuhi persyaratan yang berlaku 3.1 3.2 3.3 3.4 Kemampuan melakukan pemeriksaan makroskopis & mikroskopis cairan tubuh Menggunakan sampel, reagensia dan bahan habis pakai lainnya secara efektif dan efisien serta membuang limbahnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku Mengatur tugas-tugasnya agar dapat diselesaikan tepat waktu Mendokumentasikan hasil pekerjaannya

4. Kaitan dengan Unit Lain Unit kompetensi ini dinilai bersama : 4.1 LAB.KK01.001.02 – Mencatat dan Memproses Data. LAB.KK02.001.02 – Bekerja Aman sesuai dengan Prosedur dan Kebijakan. 5.Metode dan Sumber Penilaian Kompetensi harus didemonstrasikan dalam bentuk kemampuan untuk melakukan prosedur dan pemeriksaan cairan tubuh. Penilaian harus difokuskan pada : 5.1. Peralatan, reagen dan sampel yang digunakan telah memenuhi persyaratan yang berlaku 5.2. Kemampuan melakukan pemeriksaan makroskopis & mikroskopis cairan tubuh 5.3. Kemampuan menggunakan sampel, reagen dan bahan habis pakai lainnya dengan efektif dan efisien dan membuang limbahnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku 5.4. Kemampuan mengatur tugas-tugasnya agar dapat diselesaikan tepat waktu 5.5. Kemampuan mendokumentasikan hasil pekerjaannya
Mendapatkan Sampel Representatif Sesuai dengan Rencana Penarikan Sampel

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

Penilaian dilakukan dengan melakukan :

KOMPETENESI KUNCI NO
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

KOMPENTENSI KUNCI DALAM UNIT INI
Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi. Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi. Merencanakan dan mengorganisir aktifitas-aktifitas. Bekerja dengan orang lain dan kelompok. Menggunakan ide-ide dan tehnik matematika. Memecahkan masalah. Menggunakan teknologi.

TINGKAT
1 1 2 1 1 2 2

Mendapatkan Sampel Representatif Sesuai dengan Rencana Penarikan Sampel

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

KODE UNIT JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT

: : :

AK.UJI.004.A Melakukan Pemeriksaan Feses Unit kompetensi ini berhubungan dengan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk melakukan pemeriksaan feses serta berkaitan dengan tugas-tugas yang meliputi tahap persiapan, pemeriksaan dan pelaporan hasil. Unit ini tidak mencakup pemeriksaan kultur.

ELEMEN KOMPETENSI
1. Melakukan persiapan 1.1

KRITERIA UNJUK KERJA
Peralatan, reagensia dan bahan habis pakai dipastikan memenuhi persyaratan yang berlaku Spesimen dipastikan kesesuainnya dengan formulir permintaan pemeriksaan. Catatan diberikan dan dikonfirmasikan kepada orang yang berwenang untuk meminta keputusan bila persyaratan dan jenis spesimen tidak terpenuhi/tidak sesuai Spesimen yang memenuhi syarat dan sesuai dengan permintaan pemeriksaan dicatat pada buku kerja. Spesimen yang memenuhi syarat diproses sesuai permintaan pemeriksaan.

1.2 1.3

1.4

1.5 2. Melakukan pemeriksaan

2.1. Pemeriksaan sampel dilakukan sesuai dengan prosedur sampel yang berlaku. 2.2. Hasil pemeriksaan didokumentasikan dicatat dan

2.3. Validasi dilakukan terhadap hasil 3. Melaporkan dan memelihara 3.1 Hasil pemeriksaan dimasukkan ke dalam laporan hasil dan didokumentasikan sesuai dengan prosedur yang berlaku Hasil yang akan dilaporkan divalidasi oleh supervisor atau orang yang berwenang Pemeliharaan alat dilakukan sesuai dengan pedoman yang ada dan dicatat pada log pemeliharaan alat Pemeliharaan rekaman laboratorium dilakukan sesuai prosedur yang berlaku

3.2

3.3

3.4

Mendapatkan Sampel Representatif Sesuai dengan Rencana Penarikan Sampel

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

4. Mengikuti prosedur

4.1

Prosedur kesehatan dan keselamatan kerja dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku sebagai tanggung kerja jawab individu dan lingkungannya

4.2. Limbah pemeriksaan ditangani dan dikelola sesuai dengan prosedur yang berlaku

BATASAN VARIABEL Kisaran variabel ini memberikan cakupan luas bagi setiap unit kompetensi. Variabel berikut ini berlaku di sektor laboratorium biomedis, kimia dan umum yang termasuk dalam kemasan pelatihan ini. 1. 2. 3. Unit Kompetensi ini berlaku untuk melakukan pemeriksaan hematologi dan koagulasi di laboratorium kesehatan Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : Unit Kompetensi ini berlaku untuk melakukan pemeriksaan feses di laboratorium kesehatan 3.1 Prosedur operasi baku (SOP), Pedoman kerja, Instruksi kerja parameter pemeriksaan dan manual operasional alat. 3.2 Peralatan yang digunakan untuk pemeriksaan hematologi dan koagulasi 3.3 Reagensia dan bahan habis pakai sesuai prosedur yang berlaku 3.4 Buku kerja dan log pemeliharaan alat 3.5 Alat penyimpanan data

PANDUAN PENILAIAN 1. Memiliki Pengetahuan Kerja Tentang 1.1 Menginterpetasikan hasil pemeriksaan yang diperoleh (normal, abnormal) 1.2 Menggunakan kartu status pasien untuk memantau keadaan pasien dari waktu ke waktu 1.3 Matematika dasar 1.4. Pengetahuan dasar tentang 1.5. Tahapan pemeriksaan feses 1.6. Metode, prinsip dan prosedur pemeriksaan feses 1.7. Penggunaan mikroskop 1.8. Faktor-faktor yang berpengaruh pada pemeriksaan feses Konteks Penilaian Unit kompetensi ini akan dinilai di tempat kerja atau simulasi seperti lingkungan tempat kerja dan dengan waktu yang cukup untuk asesi agar dapat mendemonstrasikan aktivitas kesehatan dan keselamatan kerja di tempat kerja. Metode dan Sumber Penilaian 2.1 Observasi langsung pada saat asesi melakukan pemeriksaan feses

2.

Mendapatkan Sampel Representatif Sesuai dengan Rencana Penarikan Sampel

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

2.2 2.3 2.4 2.5

Demonstrasi pemeriksaan feses Memeriksa laporan kerja asesi Memberikan pertanyaan tertulis maupun lisan Umpan balik dari rekan kerja maupun atasan yang mengikuti prosedur kerja

Sumber-sumbernya adalah: 2.1 Laboratorium/ lingkungan kerja, peralatan dan bahan-bahan. 2.1 Peralatan pelindung diri. 2.2 Prosedur-prosedur tempat kerja. 2.3 Lembar data keamanan bahan (MSDSs) 3. Aspek Penting Penilaian 3.1 Membuat dan mewarnai sediaan hapus 3.2 Mengidentifikasi dan melakukan pemeriksaan secara makroskopis 3.3 Melakukan dan mengidentifikasi pemeriksaan secara mikroskopis 3.4 Mengidentifikasi faktor kritis pemeriksaan feses sesuai prosedur yang berlaku 3.5 Menggunakan sampel, reagen dan bahan habis pakai lainnya dengan efektif dan efisien dan membuang limbahnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku 3.6 Mengatur tugas-tugasnya agar dapat diselesaikan tepat waktu 3.7 Mendokumentasikan hasil pekerjaannya

4. Kaitan dengan Unit Lain Unit kompetensi ini dinilai bersama : 2.1 LAB.KK01.001.02 – Mencatat dan Memproses Data. 2.2 LAB.KK02.001.02 – Bekerja Aman sesuai dengan Prosedur dan Kebijakan.

KOMPETENSI KUNCI

NO 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

KOMPENTENSI KUNCI DALAM UNIT INI Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi. Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi. Merencanakan dan mengorganisir aktifitas-aktifitas. Bekerja dengan orang lain dan kelompok. Menggunakan ide-ide dan tehnik matematika. Memecahkan masalah. Menggunakan teknologi.

TINGKAT 1 2 2 1 1 2 2

Mendapatkan Sampel Representatif Sesuai dengan Rencana Penarikan Sampel

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

KODE UNIT JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT

: : :

AK.UJI.015.A MELAKUKAN PEMERIKSAAN VIROLOOGI Unit kompetensi ini mencakup kemampuan melakukan teknik pemeriksaan mikroskopik virologi yang patogen atau yang menginfeksi manusia, isolasi dan identifikasi virus serta pemeriksaan serologi sederhana untuk menunjang diagnosis laboratorium virologi. Unit kompetensi ini dibatasi pada aspekaspek laboratorium yang berhubungan dengan pemeriksaan virus-virus yang patogern/ menginfeksi manusia, tidak berhubungan dengan virus-virus yang menginfeksi hewan atau tumbuhan.

ELEMEN KOMPETENSI 01 Melakukan persiapan pemeriksaan.

KRITERIA UNJUK KERJA 1.1 Sampel diperiksa dan dicocokan dengan formulir permintaan 1.2 Sampel dan formulir permintaan yang tidak sesuai atau sampel yang tidak memenuhi syarat telah dikembalikan 1.3 Sampel dan formulir permintaan yang sesuai dengan permintaan pemeriksaan telah dicatat dan diproses 1.4 Komponen sampel telah disimpan dengan tepat sampai siap dilakukan pemeriksaan

02 Melakukan pemeriksaan.

2.1 Metoda dan prosedur telah dipilih yang sesuai dengan permintaan pemeriksaan 2.2 Pedoman rancangan kerja telah dibuat sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. 2.3 Alat-alat yang akan digunakan telah disiapkan 2.4 Pemeriksaan telah dilakukan sesuai prosedur dengan tetap melakukan prosedur kontrol kualitas 2.5 Peralatan uji telah dipelihara sesuai prosedur 2.6 Bahan-bahan pereaksi telah simpan sesuai dengan prosedur.

Melakukan Pemeriksaan Viroloogi

51

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

ELEMEN KOMPETENSI 03 Memelihara keamanan area dan lingkungan kerja

KRITERIA UNJUK KERJA

3.1
3.2

Alat pelindung diri digunakan dengan tepat Percikan dan tumpahan telah dibersihkan dengan segera menggunakan teknik yang tepat Produksi limbah diminimalisasi Limbah dan bahan-bahan berbahaya dibuang sesuai prosedur

3.3 3.4

04 Menjaga data laboratorium

4.1 4.2

Catatan data dibuat untuk disimpan pada buku, formulir maupun sistem komputer Inventarisasi untuk alat-alat laboratorium telah dilakukan

4.3 Seluruh informasi klinik dan data laboratorium. dijaga keamanannya

BATASAN VARIABEL Kisaran variabel ini memberikan cakupan luas bagi setiap unit kompetensi. Variabel berikut ini berlaku di sektor laboratorium biomedis, kimia dan umum yang termasuk dalam kemasan pelatihan ini. Unit kompetensi ini menjelaskan tentang pelaksanaan teknik pemeriksaan di bidang virologi oleh teknisi laboratorium pada sektor industri biomedis dan lingkungan. Dalam melaksanakan unit kompetensi ini perlu didukung dengan tersedianya: 1. 2. 3. Metoda-metoda pemeriksaan virologi Posedur-prosedur pemeriksaan laboratorium virologi Posedur penanganan dan pengolahan sampel seperti prosedur memilih sampel seusia persyaratan yang ditentukan, memberi label, meproses sampel untuk ananlisis, menyimpan, mengirim dan membuang sampel secara aman. Posedur sterilisasi alat-alat virologi Prosedur melakukan pekerjaan secara aseptik persyaratan keamanan peralatan laboratorium,bahan-bahan dan hasil Petunjuk untuk melaporkan kejadian atau kecelakaan Petunjuk untuk menyimpan data dan inventariasi alat Sistem pembuangan limbah Peralatan dan bahan yang digunakan di laboratorium virologi baik alat-alat untuk pemeriksaan mikroskopik, pemeriksaan isolasi maupun pemeriksaan serologi Sistem peralatan dan penyimpanan data

4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11.

Melakukan Pemeriksaan Viroloogi

52

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

PANDUAN PENILAIAN 1. Memiliki pengetahuan tentang

1.1
1.2 1.3 1.4 1.5 2.

Terminologi virologi dan laboratorium Pengetahuan dasar tentang virologi Prosedur untuk pemeriksaan virologi Prosedur KKK yang sesuai untuk mempersiapkan, manangani dan membuang bahan sisa Lembar data keselamatan bahan

Konteks Penilaian Unit kompetensi ini akan dinilai di tempat kerja atau disimulasikan seperti di lingkungan tempat kerja dan dengan waktu yang cukup untuk asesi agar dapat mendemonstrasikan penyiapan dan pemeriksaan virologi klinik

Metode dan Sumber Penilaian Cara penilaian berikut ini disarankan : Observasi langsung pada saat asesi menyiapkan sampel Pertanyaan tertulis maupun lisan Umpan balik dari teman dan supervisor Contoh dari pencatatan data hasil pemeriksaan dan dokumentasi di lingkungan kerja yang lengkap Sumber daya dapat meliputi: Laboratorium standar yang dilengkapi dengan peralatan dan reagen yang tepat dan sesuai. Prosedur Operasi Standar ( SOP ) dan metoda pengujian 3. Aspek penting penilaian 3.1 3.2 3.3 3.4 3.5 3.6 3.7 4.8 4.9 3.8 Membuat preparat, mengisolasi virus dan menyimpulkan hasilnya Pengetahuan tentang disinfeksi dan sterilisasi Penggunaan peralatan dengan benar dan aman limbah sesuai prosedur Penggunaan sampel, reagen dan bahan-bahan lain secara hemat dan membuat biakan Tidak menyebabkan timbulnya kontaminasi pada dirinya sendiri, orang lain, meja Tidak mengkontaminasi media atau pereaksi ketika melakukan pemindahan biakan Menginterpretasikan reaksi oewarnaan secara akurat dengan konsisten Melaporkan semua kejadian dan kecelakaan kerja Mendisinfeksi setiap tumpahan dan membuang bahan-bahan terkontaminasi dengan cara yang aman Mendisinfeksi meja kerja, setiap kali selesai bekerja

Melakukan Pemeriksaan Viroloogi

53

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

4.

Keterkaitan Penilaian Unit kompetensi ini dapat dinilai dengan : 2.1 LAB.KK 02.001.01 - Bekerja Aman sesuai dengan Prosedur dan Kebijakan.

KOMPETENSI KUNCI NO 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. KOMPENTENSI UTAMA DALAM UNIT INI Mengkomunikasikan ide dan informasi. Mengumpulkan, Menganalisis, dan Mengorganisir Informasi. Merencanakan dan Mengorganisir Aktivitas. Bekerja dengan yang lain dan dalam tim. Menggunakan Ide dan Teknik Matematika. Menyelesaikan Masalah. Menggunakan Teknologi. TINGKAT 1 1 2 1 1 2 1

Melakukan Pemeriksaan Viroloogi

54

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

Melakukan Pemeriksaan Viroloogi

55

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

Kode Unit Judul Unit

: :

AK.UJI.016.A MELAKUKAN PEMERIKSAAN MIKROBIOLOGI KLINIK KEKHUSUSAN

BAKTERI.

Deskripsi Unit :

Unit kompetensi ini meliputi kemampuan asesi dalam membuat sediaan langsung, menanam biakan, mengisolasi, mengidentifikasi bakteri, uji serologi dan uji kepekaan/resistensi. Dengan menggunakan teknik isolasi secara aseptik, melakukan pembiakan, isolasi dan identifikasi maka, unit kompetensi ini dapat meningkatkan kemampuan asesi dalam melakukan prosedur pemeriksaan mikrobiologi klinik kekhususan bakteri secara cepat, cepet, tepat dan benar.

SUB KOMPETENSI
1. Persiapan pemeriksan bakteri. 1.1 1.2 1.3

KRITERIA UNJUK KERJA
Tangan dibersihkan dengan sabun sebelum dan setelah bekerja Peralatan pelindung diri dipakai bekerja. Sebelum dan setelah dibersihkan dengan desinfektan. Dilakukan pemilihan SOP yang sesuai. sebelum

bekerja meja menggunakan dan peralatan

1.4 1.5

Peralatan darurat diletakan ditempat yang sesuai agar dapat segera melakukan penanggulangan bila terjadi kecelakaan. Sampel/spesimen dipastikan sesuai dengan formulir permintaan. Sampel/spesimen dan formulir permintaan dipemeriksaan secara teliti sebelum diterima. Sampe/spesimen dan formulir yang tidak memenuhi syarat, dikembalikan dengan disertakan alasan. Sampel/spesimen dicatat dengan benar untuk memastikan alur proses pemeriksaan. Sampel/spesimen pemeriksaan lain sesuai permintaan. yang memerlukan didistribusikan/dirujuk

2. Menerima dan memproses sampel sesuai dengan formulir permintaan

2.1 2.2

2.3

2.4

2.5

2.6

Sampel/spesimen ditangani secara benar sesuai dengan bahan dan jenis pemeriksaan. Penundaan sampel sesuai dengan SOP. sebaiknya diproses

2.7

Melakukan Pemeriksaan Mikrobiologi Klinik Kekhususan Bakteri

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

3. Pemeriksaan preparat/sediaan langsung dengan pewarnaan Gram.

3.1

Metode pemeriksaan dan pewarnaan ditentukan sesuai dengan jenis sampel berdasarkan permintaan pemeriksaan. Sampel/spesimen dibuat olesan tipis atau hapusan. Selanjutnya dilakukan pewarnaan Gram. Preparat tetes gantung dibuat untuk pengamatan langsung ( periksa motilitas ). Pengamatan sediaan atau preparat tetes gantung dilakukan dengan mikroskop. Hasil yang diperoleh akan menententukan pemeriksaan selanjutnya. Jenis media dipilih sesuai dengan jenis pemeriksaan. Sampel diisolasi/digoreskan media diperkaya. ke dalam

3.2 3.3 3.4 3.5 3.6

4. Menanam sampel/specimen dan mengisolasi.

4.1 4.2 4.3 4.4

Media yang telah digores dinkubas/dieramkan ke dalam inkubator. Sub kultur dilakukan dengan menggunakan media yang sesuai/selektif setelah mendapatkan koloni murni/tunggal. Perbenihan gula-gula dipilih dengan bakteri/koloni tersangka. sesuai

5. Identifikasi bakteri dan uji serologi

5.1 5.2 5.3

biakan murni/koloni tunggal diinokulasikan pada perbenihan gula-gula. Hasil inokulasi perbenihan gula-gula diinkubasi sesuai dengan jenis bakteri yang akan diidentifikasi. Hasil uji reaksi biokimia yang terjadi pada perbenihan gula-gula dibaca dan diinterpretasikan. Apabila diperlukan uji serologi dapat dilanjutkan, sesuai dengan hasil reaksi biokimia. Untuk uji kepekaan/resistensi, biakan murni, media dan alat disiapkan. Uji kepekaan terhadap antibiotik/resistensii dilakukan sesuai dengan SOP.

5.4

5.5

6. Uji kepekaan/resistensi terhadap antibiotik

6.1 6.2

Melakukan Pemeriksaan Mikrobiologi Klinik Kekhususan Bakteri

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

7. Laporan hasil dan catatan kerja.

7.1

Hasil pemeriksaan didokumentasikan catatan/database.

dicatat ke

dan buku

7.2

Buku catatan dan data laboratorium yang berisi hasil pemeriksaan dijaga dan disimpan dengan baik. Peralatan, bahan dan media yang telah dipergunakan disimpan di tempat yang sesuai. Peralatan, bahan media dan limbah patoligis yang telah dipergunakan didesinfeksi, disterilisasi, dicuci atau dibuang.

8. Pembuangan limbah.

8.1

8.2

BATASAN VARIABEL Kisaran variable ini memberikan cakupan luas bagi setiap unit kompetensi. Variabel berikut ini disektor laboratorium biomedis, kimia dan umum yang termasuk dalam kemasan pelatihan ini. 1. Unit kompetensi ini menjelaskan aspek kerja mikrobiologi kekhususan bakteri yang dilakukan oleh asesi berdasarkan SOP. 2. Hasil pemeriksaan yang dilakukan asesi wajib diintegrasikan, diinterpretasikan dan dilaporkan kepada pananggung jawab Laboratorium Mikrobiologi. 3. mengasumsikan semua pekerjaan di Laboratorium berpotensi terjadinya infeksius/berbahaya. PANDUAN PENILAIAN 1. Memiliki Pengetahuan dan ketrampilan : Kompetensi meliputi kemampuan untuk menjalankan dan menerangkan : Kontrol infeksi yang berhubungan dengan kesehatan dan keselamatan kerja terutama dapat dilakukan pada saat pengambilan sampel, pemindahan, isolasi dan identifikasi bahan dalam pemeriksaan bakteri. Prosedur desinfeksi dan sterilisasi yang dipergunakan dalam pengelolaan dan pembuangan sampel/spesimen secara aman. Pentingnya teknik aseptik dan media perbenihan yang baik dan interprestasi hasil secara cepat, tepat dan akurat serta uji kepekaan/resistensi. Pertumbuhan bakteri sesuai kultur Laboratorium Mikrobiologi Klinik.

2. Konteks Penilaian Unit kompetensi ini akan dinilai di tempat kerja atau simulasi seperti lingkungan tempat kerja dan dengan waktu yang cukup untuk asesi agar dapat mendemontrasikan cara penanaman, isolasi, identifikasi, uji serologi dan uji kepekaan antibotik/resistensi.
Melakukan Pemeriksaan Mikrobiologi Klinik Kekhususan Bakteri

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

Metode san sumber Penilaian 2.1 Metode/Cara penilaian disarankan : 2.1.1 Mengamati/Observasi keberhasilan asesi dalam proses penanaman, isolasi, identifikasi, uji serologi dan uji kepekaan/resistensi. 2,1.2 Pertanyaan tertulis dan atau lisan untuk menilai pengetahuan yang mendasari teknik penanaman, isolasi, identifikasi, uji serologi dan uji keperkaan/resistensi. Pertanyaan harus sesuai dengan bahasa dan kemapuan bahasa asesi. 2.2 Sumber penilaian meliputi : 2.2.1 Prosedur di tempat kerja 2.2.2 Kode standard bakteriologi 2.2.3 Dokumentasi klinis/medis 2.2.4 Lembar data keamanan sampel/spesimen.

3. Aspek Penting Penilaian Kompetensi ini harus memperhatikan dalam kemampuan melaksakan tehnik pemeriksaan mikrobiologi kekhususan bakteri untuk menjaga kemurnian dan pencegahan kontaminasi personil ( asesi ), tempat kerja dan lingkungan, khusunya, penilai harus dapat melihat bahwa asesi : 3.1 Menjaga kontaminasi silang dari sampel dan sumber sampel. 3.2 Menggunakan peralatan perlindungan diri untuk mencegah terjadinya kontaminasi silang dari sampel ke asesi, lingkungan dan atau asesi, lingkungan ke sampel/spesimen. 3.3 mendesinfeksi, mensterilkan dan atau mencuci, peralatan yang dibutuhkan serta membuang limbah biologis untuk mencegah terjadinya kontaminasi. 3.4 dapat melakukan teknik pemeriksaan mikroskopik, isolasi, identifikasi, uji serologi dan uji kepekaan/resistensi. 3.5 Membuat laporan secara cepat, tepat dan akurat. 4. Kaitan dengan Unit-unit lain Unit kompetensi ini dapat dinilai dengan : 4.1 LAB.KK 02.001.02 - Bekerja aman sesuai dengan Prosedur dan Kebijakan. 4.2 LAB. KK 02.017.02 - Teknik Aseptik. 4.3 …………………….. – Penggunaan Mikroskop 4.4 ……………………. – Media Perbenihan

Melakukan Pemeriksaan Mikrobiologi Klinik Kekhususan Bakteri

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

Kompetensi kunci NO
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

KOMPENTENSI KUNCI DALAM UNIT INI
Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi. Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi. Merencanakan dan mengorganisir aktifitas-aktifitas. Bekerja dengan orang lain dan kelompok. Menggunakan ide-ide dan tehnik matematika. Memecahkan masalah. Menggunakan teknologi.

TINGKAT
2 2 2 2 2 2 2

Melakukan Pemeriksaan Mikrobiologi Klinik Kekhususan Bakteri

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

Melakukan Pemeriksaan Mikrobiologi Klinik Kekhususan Bakteri

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

KODE UNIT JUDUL UNIT

: :

LAB.KK.01.004.02 Membaca dan Memahami Prosedur Laboratorium Dalam Bahasa Inggris. Unit kompetensi ini bertujuan untuk melengkapi analis dengan dasar-dasar membaca yang diperlukan/keterampilan pemahaman yang memungkinkan mereka untuk menggunakan Prosedur-prosedur alat laboratorium yang tertulis dalam bahasa inggris.

DESKRIPSI UNIT

:

ELEMEN KOMPETENSI 01 Memahami tujuan prosedur laboratorium yang tertulis dalam bahasa Inggris

KRITERIA UNJUK KERJA 1.1 Pernyataan tujuan prosedur laboratorium dikenali secara tertulis 1.2 Kosakata yang sesuai dengan topik prosedur laboratorium digunakan secara tertulis. 2.1 Rangkaian tindakan / langkah-langkah yang dideskripsikan dalam teks, diidentifikasi. - Tindakan-tindakan / langkah-langkah ditempatkan secara kronologis Kejadian di setiap tahap dideskripsikan 2.3. Kosakata yang berhubungan dengan prosedur laboratorium dikenali termasuk singkatan-singkatan umum.

02 Mendemonstrasikan pemahaman umum struktur prosedur laboratorium yang tertulis dalam bahasa inggris.

03 Mendemonstrasikan pemahaman hubungan logis prosedur laboratorium yang tertulis dalam bahasa inggris.

3.1 Kaitan/hubungan teks dan simbol-simbol/ilustrasi di interpretasikan. - Dijelaskan tindakan tepat yang diperlukan, dijelaskan 3.2 Pemahaman kosakata kunci didemonstrasikan

Membaca dan Memahami Prosedur Laboratorium Dalam Bahasa Inggris

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

ELEMEN KOMPETENSI 04 Mendemonstrasikan pemahaman aspek-aspek bahasa yang berhubungan dengan topik prosedur laboratorium yang tertulis dalam bahasa Inggris.

KRITERIA UNJUK KERJA 4.1 Struktur tata bahasa, isyarat tindakan yang diperlukan, direspon dengan tepat. Kalimat perintah Bentuk pasif Ketergantungan anak kalimat yang menyatakan kondisi atau waktu Kata depan Frase waktu dan rangkaian/urutan waktu

BATASAN VARIABEL Kisaran variabel ini memberikan cakupan luas bagi setiap unit kompetensi. Variabel berikut ini berlaku di sektor laboratorium biomedis, kimia dan umum yang termasuk dalam kemasan pelatihan ini. 1. Peralatan dan prosedur-prosedur laboratorium biasanya/umumnya didukung dengan dokumentasi dalam bahasa inggris. 2. Pekerja laboratorium harus dapat memahami dan menggunakan dokumentasi ini. 3. Pengembangan dasar-dasar membaca/keterampilan pemahaman berdasarkan identifikasi kompetensi bahasa asesi dan mencari untuk membangun dan meningkatkan kompetensi.

PANDUAN PENILAIAN 1. Memiliki Pengetahuan dan Keterampilan tentang: Untuk mendemonstrasikan kompetensi dalam membaca, memahami dan menggunakan prosedur-prosedur laboratorium, teknisi dan analis dapat: 1.1 Mengidentifikasikan dan menempatkan bagian spesifik dari pedoman 1.2 Menyarikan informasi yang relevan dari pedoman dan menerapkannya pada situasi praktis. 1.3 Menggunakan referensi pendukung 1.4 Mengikuti dan menjelaskan rangkaian dan tindakan/langkah-langkah yang dideskripsikan dalam prosedur laboratorium. 1.5 Menjelaskan hubungan logis antara teks dan ilustrasi dalam prosedur laboratorium. 1.6 Memahami aspek-aspek tata bahasa dan ekspresi karakteristik prosedur laboratorium. 1.7 Menggunakan kamus Ingris- Indonesia 2. Konteks Penilaian

Membaca dan Memahami Prosedur Laboratorium Dalam Bahasa Inggris

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

Unit ini dapat dinilai didalam atau diluar kerja. Penilaian termasuk bentuk demonstrasi praktek, ditambah kisaran metode untuk menilai pengetahuan yang mendukung.

3.

Aspek Penting Penilaian Asesi mencapai kompetensi ketika dapat menunjukkan kemampuannya membaca dan menginterpretasikan informasi prosedur laboratorium dengan tepat. Khususnya asesor / penilai harus melihat bahwa asesi dapat: 3.1 Mengidentifikasi bagian yang relevan dari pedoman-pedoman 3.2 Mencari intisari informasi yang keluar dari pedoman-pedoman 3.3 Memahami proses akan Pedoman-pedoman produk yang dihasilkan 3.4 Mengikuti serangkaian tindakan yang dinyatakan dalam pedoman 3.5 Merespon aspek / segi kosakata dan pembendaharaan kata 3.6 Menerapkan informasi yang diperolah dalam situasi praktek / kerja

4.

Kaitan Dengan Unit – Unit Lain - LAB.KK.01.005.02 : Membaca dan Memahami Pedoman Alat laboratorium Dalam Bahasa Inggris

KOMPETENSI KUNCI NO
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

KOMPENTENSI KUNCI DALAM UNIT INI
Mengkomunikasikan Ide dan Informasi Mengumpulkan, Menganalisis dan Mengorganisir Informasi Merencanakan dan Mengorganisir Aktifitas Bekerja dengan yang lain dan dalam tim Menggunakan Teknik Matematika Menyelesaikan Masalah Menggunakan Teknologi

TINGKAT
2 2 2 3 2 2

Membaca dan Memahami Prosedur Laboratorium Dalam Bahasa Inggris

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

KODE UNIT JUDUL UNIT

: :

LAB.KK.01.005.02 Membaca dan Memahami Pedoman Alat Laboratorium Dalam Bahasa Inggris. Unit kompetensi ini bertujuan untuk melengkapi analis dengan dasar-dasar membaca yang diperlukan/keterampilan pemahaman yang memungkinkan mereka untuk menggunakan Pedoman Alat laboratorium yang tertulis dalam bahasa inggris.

DESKRIPSI UNIT

:

ELEMEN KOMPETENSI 01 Mengikuti pendekatan sistematis dalam menggunakan Pedoman Alat Laboratorium yang tertulis dalam bahasa Inggris.

KRITERIA UNJUK KERJA 1.1 Bagian utama/bagian Pedoman Alat Laboratorium diidentifikasi 1.2 Bagian yang di dibutuhkan dapat ditemukan 1.3 Ide utama dari bagian dapat dicarikan Ide utama/proses bagian yang dipilih didiskusikan dan digambarkan

1.4 Kosakata yang sesuai dengan topik Pedoman Alat Laboratorium digunakan secara tertulis. 02 Mendemonstrasikan pemahaman umum struktur Pedoman Alat Laboratorium tertulis dalam bahasa Inggris. 2.1 Tujuan antara bab yang berbeda pada Pedoman Alat Laboratorium dididentifikasi 2.2 Rangkaian tindakan / langkah-langkah yang dideskripsikan dalam teks, diidentifikasi. 2.3. Kosakata yang berhubungan dengan Pedoman Alat Laboratorium dikenali termasuk singkatan-singkatan umum. 03 Mendemonstrasikan pemahaman hubungan logis Pedoman Alat Laboratorium yang tertulis dalam bahasa Inggris. 3.1 Kaitan/hubungan teks dan simbol-simbol/ilustrasi di interpretasikan. - Dijelaskan tindakan tepat yang diperlukan. 3.2 Pemahaman kosakata kunci yang berhubungan dengan topik Pedoman Alat Laboratorium didemonstrasikan.

Membaca dan Memahami Pedoman Alat Laboratorium Dalam Bahasa Inggris

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

ELEMEN KOMPETENSI 04 Mendemonstrasikan pemahaman aspek-aspek bahasa yang berhubungan dengan topik Pedoman Alat Laboratorium yang tertulis dalam bahasa Inggris.

KRITERIA UNJUK KERJA 4.1 Struktur tata bahasa, isyarat tindakan yang diperlukan, direspon dengan tepat. Kalimat perintah Bentuk pasif Ketergantungan anak kalimat yang menyatakan kondisi atau waktu Kata depan Frase waktu dan rangkaian/urutan waktu

BATASAN VARIABEL Kisaran variabel ini memberikan cakupan luas bagi setiap unit kompetensi. Variabel berikut ini berlaku di sektor laboratorium biomedis, kimia dan umum yang termasuk dalam kemasan pelatihan ini. Dibuat : 1. Peralatan dan prosedur-prosedur laboratorium biasanya/umumnya didukung dengan dokumentasi dalam bahasa Inggris. 2. Pekerja laboratorium harus dapat memahami dan menggunakan dokumentasi ini. 3. Pengembangan dasar-dasar membaca/keterampilan pemahaman berdasarkan identifikasi kompetensi bahasa asesi dan mencari untuk membangun dan meningkatkan kompetensi.

PANDUAN PENILAIAN 1. Memiliki Pengetahuan dan Keterampilan tentang: Untuk mendemonstrasikan kompetensi dalam membaca, memahami dan menggunakan prosedur-prosedur laboratorium, teknisi dan analis dapat: 1.1 Mengidentifikasikan dan menempatkan bagian spesifik dari pedoman 1.2 Menyarikan informasi yang relevan dari pedoman dan menerapkannya pada situasi praktis. 1.3 Menggunakan referensi pendukung 1.4 Mengikuti dan menjelaskan rangkaian dan tindakan/langkah-langkah yang dideskripsikan dalam prosedur laboratorium. 1.5 Menjelaskan hubungan logis antara teks dan ilustrasi dalam prosedur laboratorium. 1.6 Memahami aspek-aspek tata bahasa dan ekspresi karakteristik prosedur laboratorium. 1.7 Menggunakan kamus Inggris-Indonesia

Membaca dan Memahami Pedoman Alat Laboratorium Dalam Bahasa Inggris

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

2.

Konteks Penilaian Unit ini dapat dinilai didalam atau diluar kerja. Penilaian termasuk bentuk demonstrasi praktek, ditambah kisaran metode untuk menilai pengetahuan yang mendukung.

3.

Aspek Penting Penilaian Asesi mencapai kompetensi ketika dapat menunjukkan kemampuannya membaca dan menginterpretasikan informasi prosedur laboratorium dengan tepat. Khususnya asesor / penilai harus melihat bahwa asesi dapat: 3.1 Mengidentifikasi bagian yang relevan dari pedoman-pedoman 3.2 Mencari intisari informasi yang keluar dari pedoman-pedoman 3.3 Memahami proses akan Pedoman-pedoman produk yang dihasilkan 3.4 Mengikuti serangkaian tindakan yang dinyatakan dalam pedoman 3.5 Merespon aspek/segi kosakata dan pembendaharaan kata 3.6 Menerapkan informasi yang diperolah dalam situasi praktek/kerja

4.

Kaitan dengan unit-unit lain - LAB.KK.01.004.02 : Membaca dan Memahami Prosedur Laboratorium Dalam Bahasa Inggris

KOMPETENSI KUNCI NO
1. 2. 3. 4. 5. 6.

KOMPENTENSI KUNCI DALAM UNIT INI
Mengkomunikasikan Ide dan Informasi Mengumpulkan, Menganalisis dan Mengorganisir Informasi Merencanakan dan Mengorganisir Aktifitas Bekerja dengan yang lain dan dalam tim Menyelesaikan Masalah Menggunakan Teknologi

TINGKAT
2 2 2 3 2 2

Membaca dan Memahami Pedoman Alat Laboratorium Dalam Bahasa Inggris

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

KODE UNIT JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT

: : :

LAB.KK01.006.02 Berkomunikasi dengan Orang Lain Unit kompetensi ini mencakup kemampuan untuk menerima dan menyampaikan pesan tertulis maupun secara lisan, menyediakan informasi yang sesuai untuk menjawab permintaan pada batas waktunya dan mendemonstrasikan/ memperagakan keterampilan hubungan interpersonal secara efektif.
KRITERIA UNJUK KERJA 1.1 Instruksi disimak dan ditanggapi dengan benar. 1.2 Instruksi diperjelas untuk menjamin pemahaman terhadap tugas yang diberikan.

ELEMEN KOMPETENSI 1 Menerima dan melaksanakan instruksi

2

Menerima dan meneruskan pesan.

2.1 Pesan lisan dan tertulis diterima ditanggapi dengan benar.

dan

2.2 Informasi dicatat dan disampaikan sehingga pesannya dipahami. 3 Menunjukkan keterampilan interpersonal yang sesuai 3.1 Prosedur di tempat kerja yang akan mencerminkan peluang yang sama diikuti. 3.2 Keterampilan interpersonal yang efektif ditunjukkan dalam interaksi sehari-hari. 4 Menyediakan informasi yang sesuai. 4.1 Pertanyaan yang berkaitan dengan permintaan layanan pelanggan ditangani. 4.2 Rincian dari hal-hal yang ditanyakan diperoleh dengan membuat pertanyaan dan kesimpulan. 4.3 Informasi yang relevan, yang memenuhi persyaratan kerahasiaan, diperoleh dan disediakan . 4.4 Informasi disusun dan disediakan sehingga mudah dipahami orang lain. 4.5 Pertanyaan di luar bidang tanggung jawabnya, diarahkan kepada petugas yang relevan untuk mendapatkan penyelesaian. 4.6 Dokumen di tempat kerja dilengkapi secara jelas dan tepat sesuai prosedur perusahaan.

Berkomunikasi dengan orang lain

1

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

BATASAN VARIABEL Kisaran variabel ini memberikan cakupan luas bagi setiap unit kompetensi. Variabel berikut berlaku di sektor laboratorium kimia, biomedis dan umum yang termasuk dalam kemasan pelatihan ini. Unit kompetensi ini meliputi jenis-jenis sumber informasi dan dokumen antara lain: 1. Prosedur tempat kerja yang berkaitan dengan: 1.1 Standar-standar kerja (seperti, GMP dan Kode Standar Makanan). 1.2 Pelayanan pelanggan, petunjuk penggunaan telepon. 1.3 Tugas – tugas teknisi Buku petunjuk Informasi untuk mengakses staf (personil, telepon), on line database dan CD ROMS. Dokumen di tempat kerja seperti: 3.1 Prosedur Kerja Standar (SOPs), 3.2 Metode-metode laboratorium, 3.3 Kartu tugas dan uraian tugas, 3.4 Manual/pedoman peralatan, buku log pelayanan, 3.5 Pedoman pengenalan, 3.6 Katalog pemasok, 3.7 Jadwal produksi (harian), 3.8 Jadwal laboratorium, 3.9 Jadwal kalibrasi dan perawatan, 3.10 Panduan terhadap peraturan dan perundang-undangan yang relevan, 3.11 Lembar data keamanan bahan (MSDSs), laporan ketidaksesuaian, 3.12 Manual/panduan mutu, 3.13 Lembar waktu, buku harian, 3.14 Spesifikasi produk, 3.15 Prosedur-prosedur uji (standar uji), 3.16 Laporan pergantian kelompok (shift), 3.17 Daftar yang terpilih, 3.18 Prosedur HACCP (seperti, Kode Standar Makanan). Daftar perpustakaan. Informasi yang menggunakan: 5.1. Istilah teknis dan ilmiah yang umum digunakan. 5.2. Simbol-simbol, bagan-bagan, tanda-tanda, catatan tertulis, tabel-tabel, grafikgrafik dan perhitungan-perhitungan.

2.

3.

4. 5.

Unit kompetensi ini juga termasuk komunikasi dengan:
Berkomunikasi dengan orang lain 2

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

- Penyelia dan manajer. - Personil produksi dan laboratorium lainnya. - Anggota masyarakat, pelanggan dan klien. Unit kompetensi ini juga termasuk penggunaan jenis – jenis peralatan seperti: - Telepon, radio dua arah, sistem PA, fax, komputer (email). - Peragaan pembacaan secara langsung. - Sistem informasi langsung (on-line). Komunikasi interpersonal meliputi: - Mendengar secara aktif. - Melibatkan orang lain. - Bertanya secara efektif . - Toleransi terhadap pandangan orang lain, mengurangi konflik dan bernegosiasi untuk memperoleh hasil yang memuaskan.

PANDUAN PENILAIAN 1. Memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang Kompetensi mencakup kemampuan menerapkan dan menjelaskan prosedur di tempat kerja dan tata cara yang berkenaan dengan: Pelayanan pelanggan Tugas-tugas teknik Interaksi inter-personal, kesempatan yang sama Tata cara komunikasi dan kelengkapan dokumentasi di tempat kerja Pengetahuan yang diperlukan tentang: 1.1 Produk-produk dan layanan yang disediakan oleh perusahaan 1.2 Tata letak perusahaan dan laboratorium 1.3 Peran layanan laboratorium terhadap organisasi dan pelanggan 1.4 Struktur organisasi Juga bagi asesi diperlukan pengetahuan dasar tentang fungsi pekerjaan dan prosedurprosedur di tempat kerja yang berhubungan dengan tugas-tugas teknik yang teratur. 2. Konteks penilaian Unit kompetensi ini akan diuji di tempat kerja atau disimulasikan seperti di lingkungan tempat kerja. Metode dan sumber penilaian Cara penilaian yang disarankan sebagai berikut: 2.1 Observasi unjuk kerja asesi dalam melaksanakan tugas – tugas teknik 2.2 Umpan balik dari rekan sejawat, pelanggan dan penyelia. 2.3 Contoh, pesan, dan dokumentasi di tempat kerja yang disiapkan oleh asesi.
Berkomunikasi dengan orang lain 3

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

2.4

Pertanyaan – pertanyaan yang diperlukan untuk menilai pemahaman tentang prosedur tempat kerja yang relevan.

Sumber daya dapat meliputi: 2.1 Prosedur di tempat kerja. 2.2 Dokumen di tempat kerja. 2.3 Peralatan seperti: 2.3.1 Telepon. 2.3.2 Fax. 2.3.3 Computer email. 3. Aspek penting penilaian Aspek-aspek kompetensi berikut dapat diterapkandi semua sektor industri yang tercakup oleh Paket Pelatihan ini Kompetensi harus diperlihatkan pada kemampuan menerima, menginterpretasikan dan menindaki informasi yang dibutuhkan dengan akurat, efisien dan sesuai dengan kebutuhan di tempat kerja. Sebaiknya, asesor harus dapat melihat bahwa asesi dapat: 3.1 3.2 3.3 3.4 3.5 3.6 3.7 3.8 3.9 4. Berkomunikasi secara efektif dengan orang-orang pada tingkat organisasi berbeda. Menggunakan peralatan komunikasi yang tersedia (contoh: telepon, buku petunjuk on line dan manual, email, fax, internet dan intranet. Mendengarkan penuh atensi dan memperjelas pesan serta instruksi untuk mengkonfirmasi maknanya. Menempatkan sumber informasi yang relevan. Menyediakan informasi yang akurat secara efektif dan tepat waktu. Memahami bahasa sehari-hari, istilah ilmiah dan teknik yang tepat sesuai dengan tingkat pengetahuan dan tempat kerja. Melengkapi ketepatan dan kejelasan dokumen-dokumen di tempat kerja. Menanggapi setiap panggilan dan pesan dalam batas waktu yang ditetapkan oleh perusahaan. Meningkatkan kerjasama melalui interaksi pribadi.

Kaitan dengan unit-unit lain Unit kompetensi ini dapat dinilai dengan: 2.1 LAB.KK01.011.02 - Bekerja secara efisien sebagai bagian dari tim. 2.2 LAB.KK02.003.02 - Membuat kontribusi untuk mencapai tujuan kualitas.

Berkomunikasi dengan orang lain

4

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

KOMPETENSI KUNCI NO 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. KOMPENTENSI KUNCI DALAM UNIT INI Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi. Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi. Merencanakan dan mengorganisir aktifitas-aktifitas. Bekerja dengan orang lain dan kelompok. Menggunakan ide-ide dan tehnik matematika. Memecahkan masalah. Menggunakan teknologi. TINGKAT 1 1 1 1 1 1 1

Berkomunikasi dengan orang lain

5

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

KODE UNIT JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT

: : :

LAB.KK01.008.01 Mengembangkan dan Memelihara Dokumen Laboratorium. Unit kompetensi ini mencakup kemampuan untuk mengembangkan dan memelihara dokumen dan sistem yang relevan dalam merespon persyaratan informasi yang akan diidentifikasi atau mengganti kebijakan laboratorium atau prasyaratan akreditasi dari luar. Hal ini meliputi analisis persyaratan akreditasi dari luar . Hal ini meliputi analisis persyaratan teknis khusus, pengembangan dan/atau amandemen dokumen tempat kerja, prosedur dan sistem pemeliharaan rekaman dengan menggunakan prosedur tempat kerja yang telah dibuat. Tanggung jawab akhir dokumentasi dan sistem umumnya adalah ilmuwan professional/ dokter/ staff perekayasa yang mempunyai status tanda tangan yang sesuai atau delegasi resmi.

ELEMEN KOMPETENSI 1 Mengenali kebutuhan /kekurangan dokumen. 1.1

KRITERIA UNJUK KERJA Dokumen yang ada dievaluasi untuk diidentifikasi perbedaan dengan kebutuhan dokumen atau ketidak lengkapan dokumen. Kesempatan pengembangan dianalisis dan didiskusikan dengan personil yang tepat untuk menilai dan mengkonfirmasikan persyaratan.

1.2

2

Mengembangkan/merevisi dokumentasi.

2.1 2.2 2.3

Kebutuhan dokumentasi ditetapkan dan ditentukan /diprioritaskan tujuannya. Dokumentasi/catatan yang ada dianalisis sesuai dengan persyaratan yang ditentukan. Dokumentasi dalam bentuk konsep dikembangkan/dimodifikasi sesuai dengan persyaratan yang dikaji ulang. Dokumen untuk dikaji ulang dikeluarkan oleh personil yang tepat. Dokumentasi diperbaiki untuk memastikan bahwa kebutuhan/kekurangan awal teridentifikasi dan persyaratan kaji ulang terpenuhi. Dokumen lama yang asli ditarik dan dikeluarkan dokumen baru sesuai dengan prosedur pengendalian dokumen.

2.4 2.5

2.6

Mengembangkan dan Memelihara Dokumen Laboratorium

183

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

ELEMEN KOMPETENSI 3 Mengkomunikasikan dan mengevaluasi perubahan dokumen laboratorium. 3.1

KRITERIA UNJUK KERJA Diinformasikan kepada personil tentang dokumen baru/revisi untuk dijamin keberhasilan implementasi prosedur baru. Implementasi dokumen baru/ revisi dipantau dan dievaluasi serta dimodifikasi dokumen atau disediakan/ dilakukan pelatihan apabila dibutuhkan.

3.2

BATASAN VARIABEL Kisaran variabel ini memberikan cakupan luas bagi setiap unit kompetensi. Variabel berikut berlaku di sektor laboratorium biomedis, kimia dan umum yang termasuk dalam kemasan pelatihan ini. 1. Unit kompetensi ini mencakup jenis-jenis dokumentasi acuan, sebagai berikut : 1.1 1.2 1.3 1.4 2. Standar Indonesia dan Internasional (contoh keamanan dalam laboratorium) Pedoman (contoh, ANZFA, pengendalian infeksi, GMAC untuk bekerja dengan organisme pengubah genetik) Peraturan praktik (contoh peraturan barang-barang berbahaya) Koleksi prosedur pengujian dan metode spesifik untuk sektor industri

Unit kompetensi ini mencakup jenis-jenis dokumentasi di tempat kerja, sebagai berikut : 2.1 2.2 2.3 Prosedur kerja, SOP dan pedoman pengoperasian Prosedur uji Prosedur pengambilan contoh (pengambilan contoh, penyiapan, pelabelan, penyimpanan, pemindahan dan pembuangan) 2.4 2.5 2.6 2.7 2.8 2.9 2.10 2.11 2.12 2.13 2.14 Evaluasi bahan atau produk Instruksi untuk instalasi, persiapan, kalibrasi dan pemeliharaan peralatan Persyaratan keamanan untuk peralatan, bahan-bahan atau produk Persyaratan kebersihan, kesehatan, lingkungan kesehatan personil Metode untuk ekstraksi atau pembuatan produk Prosedur evaluasi resiko, pemantauan atau pengendalian Laporan kesesuaian/ ketidak sesuaian Proses sistem mutu dan peningkatan yang berkelanjutan Laporan kejadian dan kecelakaan/ luka-luka Surat izin Skema/ alur kerja/ tata letak laboratorium

Mengembangkan dan Memelihara Dokumen Laboratorium

184

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

2.15 2.16 2.17 2.18 3.

Instruksi untuk memenuhi legislasi, standar, pedoman dan peraturan baru Rekaman/ inventaris persediaan Isi/ materi program pelatihan Minimisasi dan pembuangan limbah

Unit kompetensi ini mencakup penggunaan bagian-bagian dari peralatan dan sistem antara lain : 3.1 3.2 Sistem informasi jaringan, data base, sistem rekaman dan pengarsipan Peralatan komputer

4.

Unit kompetensi ini juga mencakup komunikasi dengan: 4.1 4.2 4.3 4.4 Penyelia dan manajer (laboratorium, mutu dan pelayanan pelanggan) Personil laboratorium lain atau produksi Anggota publik, pelanggan dan pemasok Auditor luar, badan regulasi dan lisensi/ akreditasi (contoh NATA)

PANDUAN PENILAIAN

1.

Memiliki Pengetahuan dan Keterampilan tentang 1.1 Kompetensi termasuk kemampuan untuk menerapkan dan menjelaskan prosedur di tempat kerja yang berhubungan dengan : 1.1.1 1.1.2 1.1.3 1.1.4 1.1.5 1.2 Pengembangan dan penelusuran dokumentasi Pengelolaan dan pemeliharaan catatan Sistem kualitas dan peningkatan berkesinambungan Struktur organisasi, delegasi dan tanggung jawab Protokol komunikasi dan laporan

Kompetensi termasuk kemampuan untuk menerapkan pengetahuan 1.2.1 1.2.2 1.2.3 1.2.4 Ketepatan ilmiah, teknikal dan terminologi temnpat kerja KKK, lingkungan dan persyaratan yang relevan, peraturan, kode Prosedur kerja standard Pengembangan teknis di bagian (metode terbaru, rentang dan interpretasi)

2.

Konteks penilaian Unit kompetensi ini akan diuji di tempat kerja atau simulasi lingkungan tempat kerja.

3.

Aspek Penting Penilaian

Kompetensi memperagakan kemampuan untuk analisis konsep dan amend dokumentasi yang sesuai dengan spesifikasi. Dokumentasi harus dilengkapi dengan jelas dan
Mengembangkan dan Memelihara Dokumen Laboratorium 185

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

konsisten serta mudah dimengerti oleh siapa saja dan sesuai dengan permintaan/spesifikasi di tempat kerja. Secara khusus asesor melihat asesi dapat : 3.1 3.2 3.3 3.4 3.5 3.6 3.7 4. Menentukan masalah dalam sistem dan dokumentasi Menggunakan sumber informasi internal dan eksternal secara efisien Menganalisis informasi secara kritis Mempersiapkan dokumentasi denga tepat, tidak ada kesalahan dan kelalaian editorial dan sesuai dengan permintaan Mendapatkan umpan balik yang relevan Mengkomunikasikan informasi dan mengembangkannya dengan cara yang sesuai Melengkapi persiapan dan distribusi dokumen dalam waktu yang diberikan

Metode dan sumber penilaian Cara penilaian berikut ini disarankan : Metode penilaian yang dianjurkan adalah sebagai berikut : 4.1 Pemeriksaan terhadap bermacam-macam dokumentasi yang relevan di tempat kerja yang dikembangkan oleh asesi. 4.2 Umpan balik dari teman kerja dan penyelia bahwa prosedur di tempat kerja diikuti dan dokumentasinya akurat dan pengguna sudah terbiasa.

5.

Keterkaitan penilaian Unit kompetensi ini dapat dinilai dengan : 5.1 LAB.KK02.002.01 - Menerapkan dan memonitor proses manejemen resiko dihubungkan denganKKK dan kebijakan serta prosedur yang berhubungan dengan lingkungan 5.2 LAB.KK02.006.01 - Memelihara sistem mutu dan proses peningkatan mutu yang berkelanjutan dalam area kerja/ fungsional.

6.

Sumber daya mencakup : 4.1 4.2 Direktori informasi dan database. Dokumen kerja dan prosedur.

KOMPETENSI KUNCI NO 1. 2. 3. 4. 5. 6. KOMPENTENSI KUNCI DALAM UNIT INI Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi. Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi. Merencanakan dan mengorganisir aktifitas-aktifitas. Bekerja dengan orang lain dan kelompok. Menggunakan ide-ide dan tehnik matematika. Memecahkan masalah. TINGKAT 3 3 2 2 2 2

Mengembangkan dan Memelihara Dokumen Laboratorium

186

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

7.

Menggunakan teknologi.

2

Mengembangkan dan Memelihara Dokumen Laboratorium

187

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

KODE UNIT JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT

: : :

LAB.KK01.009.01 Menjalankan Rencana Kerja yang Telah di Tetapkan Unit kompetensi ini mencakup kemampuan untuk menyelesaikan tugas secara individu atau dalam kontek kelompok. Tugas tersebut melibatkan penyusunan aktivitas/pekerjaan rutin dan prosedur untuk menggunakan sumber daya yang tersedia dengan mengacu pada peraturan dan petunjuk-petunjuk yang telah disiapkan. Rencana kerja mungkin perlu dimodifikasi (diubah) dengan persetujuan penyelia, yang disesuaikan dengan perubahan kondisi dan prioritas kerja

Elemen kompetensi 1.1 1 Mengatur kegiatan kerja rutin/harian 1.2 1.3

Kriteria kinerja Pembagian kegiatan kerja dijelaskan termasuk persyaratan sumber daya jika perlu Kegiatan kerja dilakukan sesuai prioritas program kerja Kegiatan kerja dibagi menjadi beberapa komponen kecil yang bisa dicapai dengan tahapan yang lebih efisien Sebagai persyaratan tugas, ditempatkan prosedur yang berhubungan dengan tempat kerja. Tugas-tugas dilaksanakan dengan mengikuti tahapan yang telah ditentukan dan yang berhubungan dengan pekerjaan rutin Bila timbul masalah, hubungi personil yang tepat jika perlu Dilaporkan semua penyelesaian kegiatan dengan mengkonfirmasi hasil sesuai dengan rencana. Bila diperlukan, perubahan permintaan pemeriksaan, kondisi dan hal-hal penting/utama dijelaskan. Dilakukan kaji ulang dan prioritas tugas sesuai dengan perubahan kondisi, permintaan yang penting/CITO atau adanya perubahan instruksi dari personil yang tepat. Rencana kerja diperbaharui dan dikomunikasikan kepada personil yang tepat.
1

2

Mengikuti rencana kerja

2.1

2.2

2.3 2.4

3

Memodifikasi rencana kerja

3.1

3.2

3.3

Menjalankan Rencana Kerja yang Telah di Tetapkan

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

3.4

Konfirmasi semua tugas telah diselesaikan seluruhnya dalam waktu yang ditetapkan

BATASAN VARIABLE ( RANGE OF VARIABLES) Kisaran variabel ini memberikan cakupan luas bagi setiap unit kompetensi. Variabel berikut berlaku di sektor laboratorium biomedis, kimia dan umum yang termasuk dalam kemasan pelatihan ini. 1. Unit kompetensi ini mencakup jenis – jenis sumber informasi dan dokumentasi berikut: 1.1 SOPs 1.2 Kartu kerja, kartu batch, jadwal produksi 1.3 Uraian kerja 1.4 Metode, resep, prosedur dan protokol 2. Aktivitas tempat kerja boleh termasuk tetapi tidak dibatasi untuk melakukan : 2.1 Memasang dan memeriksa persiapan peralatan laboratorium 2.2 Memeriksa kalibrasi 2.3 Pengambilan sampel dan pengujian bahan pemeriksa mengikuti prosedur standar 2.4 Pelaksanaan dan penyelesaian tugas – tugas PANDUAN PENILAIAN 1. Memiliki Pengetahuan Tentang 1.1. Layanan Pelanggan 1.2. Kualitas /Mutu

1.3. K3 dan persyaratan Lingkungan 1.4. Pekerjaan teknis yang asesi lakukan secara rutin
2. Konteks Penilaian Unit kompetensi ini akan diuji di tempat kerja atau simulasi lingkungan tempat kerja.
Metode dan Sumber Penilaian

Cara penilaian yang disarankan sebagai berikut : 2.1 Mengkaji ulang alur kerja yang dipersiapkan oleh asesi untuk melihat urutan tugas yang efisien. 2.2 Pengamatan terhadap kinerja asesi dalam melakukan tugas – tugas teknis yang melebihi waktu untuk melihat penanganan mereka terhadap berbagai kemungkinan 2.3 Mengkaji ulang secara rinci dokumen kelengkapan tugas (misal : kelengkapan 2.4 kartu kerja, laporan atau saran untuk perbaikan mutu) 2.5 Umpan balik dari rekan sejawat 2.6 Umpan balik dari penyelia 2.7 Pertanyaan lisan atau tulisan untuk menilai sebagian kemampuan asesi dalam menangani kisaran kemungkinan. Pertanyaan akan diberikan dengan cara yang tepat dengan bahasa dan tingkat pendidikan asesi. Yang termasuk dalam sumber – sumber adalah : Prosedur tempat kerja untuk tugas – tugas teknis yang terkait.
Menjalankan Rencana Kerja yang Telah di Tetapkan 2

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

3.

Aspek Penting Kompetensi

Variabel antar industri Aspek – aspek kompetensi berikut dapat diterapkan di semua sektor industri yang tercakup oleh Paket Pelatihan ini. Kompetensi ini harus didemonstrasikan dalam kemampuan untuk merencanakan dan mencapai sasaran kerja yang efisien. Khususnya,asesor melihat bahwa asesi : 3.1 Menjalankan hasil kerja dan mengenali sumber yang di butuhkan 3.2 Mengikuti prosedur yang sesuai 3.3 Mengenali sifat tidak standar pada sampel dan peralatan 3.4 Mengenali gangguan yang potensial atau perubahan keadaan dan memodifikasi rencana kerja bersama dengan personil yang tepat 3.5 Mengimbangi berbagai variasi lingkungan kerja (contoh: dalam ruangan, di luar ruangan dan kerja malam ) 3.6 Mencari bantuan dari personil yang tepat ketika timbul kesulitan 3.7 Mencapai hasil yang bermutu dalam waktu yang ditentukan

4. Keterkaitan Penilaian
Unit kompetensi ini dapat dinilai dengan : 4.1 LAB.KK02.002.01 – Bekerja Aman sesuai dengan Prosedur dan Kebijakan 4.2 LAB.KK01.011.01 – Bekerja secara Efisien sebagai Bagian dari Tim 4.3 LAB.KK01.006.01 – Berkomunikasi dengan Orang Lain Unit teknis yang berhubungan dengan tugas yang dijalankan/dilakukan

KOMPETENSI KUNCI
NO 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. KOMPENTENSI KUNCI (KEY COMPETENCIES) Mengkomunikasikan ide dan informasi Mengumpulkan, Menganalisis, dan Mengorganisir Informasi Merencanakan dan Mengorganisir Aktivitas Bekerja dengan yang lain dan dalam tim Menggunakan Ide dan Teknik Matematika Menyelesaikan Masalah Menggunakan Teknologi TINGKAT 1

1 2 1 1 2 1

Menjalankan Rencana Kerja yang Telah di Tetapkan

3

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

KODE UNIT JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT

: : :

LAB.KK01.009.01 Menjalankan Rencana Kerja yang Telah di Tetapkan Unit kompetensi ini mencakup kemampuan untuk menyelesaikan tugas secara individu atau dalam kontek kelompok. Tugas tersebut melibatkan penyusunan aktivitas/pekerjaan rutin dan prosedur untuk menggunakan sumber daya yang tersedia dengan mengacu pada peraturan dan petunjuk-petunjuk yang telah disiapkan. Rencana kerja mungkin perlu dimodifikasi (diubah) dengan persetujuan penyelia, yang disesuaikan dengan perubahan kondisi dan prioritas kerja

Elemen kompetensi 1.1 1 Mengatur kegiatan kerja rutin/harian 1.2 1.3

Kriteria kinerja Pembagian kegiatan kerja dijelaskan termasuk persyaratan sumber daya jika perlu Kegiatan kerja dilakukan sesuai prioritas program kerja Kegiatan kerja dibagi menjadi beberapa komponen kecil yang bisa dicapai dengan tahapan yang lebih efisien Sebagai persyaratan tugas, ditempatkan prosedur yang berhubungan dengan tempat kerja. Tugas-tugas dilaksanakan dengan mengikuti tahapan yang telah ditentukan dan yang berhubungan dengan pekerjaan rutin Bila timbul masalah, hubungi personil yang tepat jika perlu Dilaporkan semua penyelesaian kegiatan dengan mengkonfirmasi hasil sesuai dengan rencana. Bila diperlukan, perubahan permintaan pemeriksaan, kondisi dan hal-hal penting/utama dijelaskan. Dilakukan kaji ulang dan prioritas tugas sesuai dengan perubahan kondisi, permintaan yang penting/CITO atau adanya perubahan instruksi dari personil yang tepat. Rencana kerja diperbaharui dan dikomunikasikan kepada personil yang tepat.
1

2

Mengikuti rencana kerja

2.1

2.2

2.3 2.4

3

Memodifikasi rencana kerja

3.1

3.2

3.3

Menjalankan Rencana Kerja yang Telah di Tetapkan

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

3.4

Konfirmasi semua tugas telah diselesaikan seluruhnya dalam waktu yang ditetapkan

BATASAN VARIABEL ( RANGE OF VARIABLES) Kisaran variabel ini memberikan cakupan luas bagi setiap unit kompetensi. Variabel berikut berlaku di sektor laboratorium biomedis, kimia dan umum yang termasuk dalam kemasan pelatihan ini. 1. Unit kompetensi ini mencakup jenis – jenis sumber informasi dan dokumentasi berikut: 1.1 SOPs 1.2 Kartu kerja, kartu batch, jadwal produksi 1.3 Uraian kerja 1.4 Metode, resep, prosedur dan protokol 2. Aktivitas tempat kerja boleh termasuk tetapi tidak dibatasi untuk melakukan : 2.1 Memasang dan memeriksa persiapan peralatan laboratorium 2.2 Memeriksa kalibrasi 2.3 Pengambilan sampel dan pengujian bahan pemeriksa mengikuti prosedur standar 2.4 Pelaksanaan dan penyelesaian tugas – tugas PANDUAN PENILAIAN 1. Memiliki Pengetahuan Tentang 1.1. Layanan Pelanggan 1.2. Kualitas /Mutu

1.3. K3 dan persyaratan Lingkungan 1.4. Pekerjaan teknis yang asesi lakukan secara rutin
2. Konteks Penilaian Unit kompetensi ini akan diuji di tempat kerja atau simulasi lingkungan tempat kerja.
Metode dan Sumber Penilaian

Cara penilaian yang disarankan sebagai berikut : 2.1 Mengkaji ulang alur kerja yang dipersiapkan oleh asesi untuk melihat urutan tugas yang efisien. 2.2 Pengamatan terhadap kinerja asesi dalam melakukan tugas – tugas teknis yang melebihi waktu untuk melihat penanganan mereka terhadap berbagai kemungkinan 2.3 Mengkaji ulang secara rinci dokumen kelengkapan tugas (misal : kelengkapan 2.4 kartu kerja, laporan atau saran untuk perbaikan mutu) 2.5 Umpan balik dari rekan sejawat 2.6 Umpan balik dari penyelia 2.7 Pertanyaan lisan atau tulisan untuk menilai sebagian kemampuan asesi dalam menangani kisaran kemungkinan. Pertanyaan akan diberikan dengan cara yang tepat dengan bahasa dan tingkat pendidikan asesi. Yang termasuk dalam sumber – sumber adalah : Prosedur tempat kerja untuk tugas – tugas teknis yang terkait.
Menjalankan Rencana Kerja yang Telah di Tetapkan 2

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

3.

Aspek Penting Kompetensi

Variabel antar industri Aspek – aspek kompetensi berikut dapat diterapkan di semua sektor industri yang tercakup oleh Paket Pelatihan ini. Kompetensi ini harus didemonstrasikan dalam kemampuan untuk merencanakan dan mencapai sasaran kerja yang efisien. Khususnya,asesor melihat bahwa asesi : 3.1 Menjalankan hasil kerja dan mengenali sumber yang di butuhkan 3.2 Mengikuti prosedur yang sesuai 3.3 Mengenali sifat tidak standar pada sampel dan peralatan 3.4 Mengenali gangguan yang potensial atau perubahan keadaan dan memodifikasi rencana kerja bersama dengan personil yang tepat 3.5 Mengimbangi berbagai variasi lingkungan kerja (contoh: dalam ruangan, di luar ruangan dan kerja malam ) 3.6 Mencari bantuan dari personil yang tepat ketika timbul kesulitan 3.7 Mencapai hasil yang bermutu dalam waktu yang ditentukan

4. Keterkaitan Penilaian
Unit kompetensi ini dapat dinilai dengan : 4.1 LAB.KK02.002.01 – Bekerja Aman sesuai dengan Prosedur dan Kebijakan 4.2 LAB.KK01.011.01 – Bekerja secara Efisien sebagai Bagian dari Tim 4.3 LAB.KK01.006.01 – Berkomunikasi dengan Orang Lain Unit teknis yang berhubungan dengan tugas yang dijalankan/dilakukan

KOMPETENSI KUNCI
NO 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. KOMPENTENSI KUNCI (KEY COMPETENCIES) Mengkomunikasikan ide dan informasi Mengumpulkan, Menganalisis, dan Mengorganisir Informasi Merencanakan dan Mengorganisir Aktivitas Bekerja dengan yang lain dan dalam tim Menggunakan Ide dan Teknik Matematika Menyelesaikan Masalah Menggunakan Teknologi TINGKAT 1

1 2 1 1 2 1

Menjalankan Rencana Kerja yang Telah di Tetapkan

3

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

KODE UNIT JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT

: : :

LAB.KK01.010.01 Penjadwalan Kerja Laboratorium untuk Kelompok Kecil. Unit kompetensi ini mencakup kemampuan untuk menyusun jadwal kerja laboratorium bagi kelompok kecil untuk memenuhi kebutuhan operasional. Hal tersebut mencakup kemampuan untuk mengidentifikasikan persyaratan dari sumber – sumber yang dibutuhkan dan selanjutnya membuat dokumentasi, mengamati, dan disesuaikan jadwal untuk merespon variasi tugas operasional dan mengkonsultasikannya dengan personil yang terkait.

ELEMEN KOMPETENSI 01 Menentukan persyaratan kerja dan sumber daya laboratorium .

KRITERIA UNJUK KERJA 1.1 Waktu perencanaan ditentukan dan diutamakan untuk pelayanan laboratorium. di area kerja . 1.2 Informasi permintaan pelayanan laboratorim, persediaan dan pengiriman dapat diakses, diperiksa, dan dijelaskan. 1.3 Ditentukan personil, bahan dan peralatan yang dibutuhkan untuk pengiriman pelayanan laboratorium.

02. Mengembangan jadwal dengan mengonsultasikannya dengan personil yang terkait.

2.1 Dilakukan persiapan jadwal yang sesuai dengan permintaan pelayanan dan menyeimbangkan penggunaan sumber daya yang ada serta kesempatan pengembangan ketrampilan. 2.2 Distribusikan jadwal kerja pada tim atau personil yang tepat dan mengkonfirmasikan tugas dan tanggung jawab mereka.

03 Memonitor jadwal.

3.1 Alur kerja dan hasil dimonitor terhadap jadwal dan setiap perbedaan/variasi atau gangguan yang potensial dikenali 3.2 Dilakukan identifikasi terhadap kemungkinan penyebab terjadinya perbedaan dan diskusikan dengan personil yang tepat untuk kemungkinan dilakukan penyesuaian.

04 Melakukan konsultasi dengan senior atau personil yang tepat untuk perubahan jadwal.

4.1 Dilakukan perubahan jadwal sebagai respon adanya variasi/perbedaan dalam operasional. 4.2 Dilakukan pemeliharaan atau negoisasi/perjanjian ulang hasil kerja sesuai dengan persyaratan pekerjaan. 4.3 Dilakukan pembaharuan jadwal yang terdokumentasi dan distribusikan kepada personil yang tepat.

Penjadwalan Kerja Laboratorium untuk Kelompok Kecil

124

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

BATASAN VARIABEL Kisaran variabel ini memberikan cakupan luas bagi setiap unit kompetensi. Variabel berikut berlaku di sektor laboratorium biomedis, kimia dan umum yang termasuk dalam kemasan pelatihan ini. 1. Unit kompetensi ini relevan untuk teknisi kepala berpengalaman yang mempunyai tanggung jawab atas hasil kerja sebuah tim kerja kecil. Pekerjaan laboratorium termasuk : 2.1 2.2 2.3 2.4 2.5 2.6 2.7 3. Memasang, memeriksa persiapan dan kalibrasi peralatan. Persiapan dan standardisasi larutan. Pemeliharaan fasilitas laboratorium, peralatan dan persediaan bahan pemeriksaan. Pengumpulan, persiapan, penyimpanan/pengiriman bahan pemeriksaan. Pengujian dan analisis bahan baku, produk dan spesimen. Persiapan produk (seperti media yang steril) dan tempat penyimpanan produk. Pengujian dan modifikasi metode.

2.

Penjadwalan bagi sebuah tim kecil termasuk : 3.1 Identifikasi sumber daya untuk memelihara alur kerja termasuk : 3.1.1 3.1.2 3.1.3 3.1.4 interpretasian data produksi. menganalisis tugas-tugas kerja. memprioritaskan tugas dalam sebuah jadwal kerja. menentukan sumber daya manusia yang tepat baik dalam keahlian dan jumlah. menentukan persyaratan material/ bahan dan peralatan. memonitor informasi sehubungan dengan permintaan, penyediaan dan pengiriman.

3.1.5 3.1.6

3.2 3.3

Memonitor hasil kerja. Menyesuaikan jadwal kerja yang telah disetujui dengan teknisi laboratorium senior untuk mengakomodir hal – hal yang tidak terduga seperti : 3.3.1 memproses hasil-hasil yang abnormal dan penting/CITO 3.3.2 kedatangan sample yang tertunda 3.3.3 variasi iklim, cuaca jelek. 3.3.4 menganalisis dan menyelesaikan masalah operasional yang memberikan 3.3.5 hal-hal tak terduga seperti kerusakan alat dan ketidakhadiran personil secara mendadak

Penjadwalan Kerja Laboratorium untuk Kelompok Kecil

125

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

PANDUAN PENILAIAN 1. Memiliki pengetahuan tentang : Asesi perlu memiliki pengetahuan yang cukup mengenai sistim informasi perusahaan, prosedur dan peralatan untuk menjadwalkan kerja laboratorium tim kecil agar memenuhi persyaratan operasional. Kompetensi mencakup kemampuan untuk menerapkan dan menjelaskan : 1.1 Strategi perencanaan dasar 1.2. Istilah-istilah ilmiah dan teknis yang tepat 1.3. Rincian ilmiah dan teknis yang mendasari proses-proses atau teknik-teknik terkait. 1.4 SOP (Prosedur kerja standard) untuk proses/teknis yang terkait. 1.5 Jadwal produksi, analisis waktu untuk kisaran produk 1.6 Faktor-faktor operasional yang mungkin mempengaruhi tipe tugas yang dijadwalkan. 1.7 Persyaratan sumber daya kerja yang dijadwalkan. 1.8 Bahaya-bahaya operasional, peralatan dan bahan-bahan yang terkait. 1.9 Prosedur kerja yang berkaitan dengan K3 dan kesepakatan industri. Persyaratan mutu untuk tugas-tugas yang dijadwalkan.

2.

Konteks Penilaian Cara penilaian yang disarankan sebagai berikut : Kompetensi dalam unit ini sebaiknya dinilai dengan mengumpulkan bukti – bukti pada waktu yang cukup untuk mendemonstrasikan kemampuan asesi untuk menangani variasi dan kemungkinan. Metode dan sumber penilaian: 2.1 Mengkaji ulang jadwal kerja terdokumentasi yang disiapkan oleh asesi yang telah berhasil memenuhi variasi persyaratan operasional. 2.2 Umpan balik dari manajer, penyelia, dan penerima pelanggan oleh tim terkait. 2.3 Umpan balik dari anggota tim sehubungan dengan keefektifan interaksi tim. 2.4 Pertanyaan untuk memeriksa pengetahuan dasar mengenai kebijakan, prosedur dan prinsip-prinsip penjadwalan dan penanganan kemungkinan. 2.5 Pertanyaan untuk memeriksa rincian ilmiah dan tehnis yang mendasari proses dan teknik terkait. Yang termasuk dalam sumber – sumber adalah: Prosedur tempat kerja dan dokumentasi tempat kerja

3.

Aspek Penting Kompetensi Aspek – aspek kompetensi berikut ini dilaksanakan diseluruh sektor industri yang ditunjuk oleh paket pelatihan ini. Kompetensi ini harus didemonstrasikan dalam kemampuan untuk menjadwalkan aktivitas kerja sebuah tim kecil secara konsisten untuk memenuhi persyaratan opersional. Khususnya, asesor dapat melihat bahwa asesi : 3.1 Menentukan sumber daya yang dibutuhkan secara tepat

Penjadwalan Kerja Laboratorium untuk Kelompok Kecil

126

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

3.2 3.3 3.4 3.5 3.6 3.7 3.8 3.9 3.10

Merencanakan jadwal yang efisien dan memenuhi persyaratan operasional tanpa mengabaikan keselamatan, mutu, dan ketepatan Taat pada waktu yang telah ditetapkan apabila memungkinkan Mengenali sifat tidak standar dalam sampel dan peralatan Mengenali gangguan yang potensial terhadap jadwal kerja yang telah direncanakan Mengimbangi variasi dalam lingkungan kerja ( kerja lapangan atau malam/lembur ) Menyesuaikan jadwal dan persyaratan sumber daya secara efisien sebagai respon terhadap variasi . Mengkomunikasikan dan mendokumentasikan variasi jadwal sesuai dengan prosedur Menilai dan menggunakan kapasitas anggota tim Berkomunikasi secara efektif dengan anggota tim

4.

Keterkaitan Penilaian Unit kompetensi ini dapat dinilai dengan : Tidak Ada

KOMPETENSI KUNCI NO 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. KOMPENTENSI KUNCI DALAM UNIT INI Mengkomunikasikan ide dan informasi. Mengumpulkan, Menganalisis, dan Mengorganisir Informasi. Merencanakan dan Mengorganisir Aktivitas. Bekerja dengan yang lain dan dalam tim. Menggunakan Ide dan Teknik Matematika. Menyelesaikan Masalah. Menggunakan Teknologi. TINGKAT 2 3 2 2 1 2 1

Penjadwalan Kerja Laboratorium untuk Kelompok Kecil

127

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

KODE UNIT JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT

: : :

LAB.KK02.008.01 Memelihara Laboratorium agar Sesuai dengan Tujuan Unit kompetensi ini mencakup secara umum pembersihan permukaan meja kerja, pembersihan dan penyimpanan peralatan serta pemantauan cadangan (stok) laboratorium.

ELEMEN KOMPETENSI 01 Membersihkan area kerja sebagai persiapan dalam bekerja. 1.1

KRITERIA UNJUK KERJA Sebagai persiapan, ruang kerja dibersihkan dengan menggunakan zat pembersih sesuai prosedur yang ditetapkan. Tumpahan dibersihkan dengan menggunakan zat pembersih dan peralatan pelindung diri (APD) yang sesuai. Limbah dibuang sesuai dengan prosedur, kode/tanda dan peraturan yang berlaku. Bila terjadi tumpahan besar pada saat kerja harus dilaporkan dan kemudian dibersihkan. Alat kaca dan peralatan yang terkontaminasi dikumpulkan untuk dibersihkan dan disterilkan bila perlu. Alat kaca diperiksa untuk melihat adanya kerusakan dan lakukan service jika diperlukan. Gunakan reagen yang sesuai dan prosedur yang disarankan untuk membersihkan alat kaca dan peralatan. Alat pembersih otomatis dijalankan sesuai dengan prosedur di tempat kerja. Simpan alat kaca dan peralatan yang bersih dengan cara dan tempat yang ditentukan. Ketersediaan stok diperiksa dan dijaga dengan membuat laporan/catatan penggunaan sesuai prosedur. Stok/persediaan dilabel dan disimpan untuk keamanan dan memudahkan pencarian pada saat dibutuhkan. Aturan yang berhubungan dengan pakaian pelindung, kesehatan perorangan, pergerakan orang dan bahan, dan urutan kerja/prosedur K3L/kebersihan dan keselamatan kerja selalu diikuti karyawan untuk mencegah kontaminasi dan kontaminasi silang. Bahaya potensial dan kontaminasi di ruang kerja
27

1.2

1.3 1.4 02 Membersihkan dan menyimpan alat kaca dan peralatan. 2.1

2.2 2.3

2.4 2.5

03 Memantau stok/persediaan bahan dan peralatan laboratorium.

3.1

3.2

04 Kontribusi terhadap pemeliharaan kebersihan laboratorium.

4.1

4.2

Memelihara Laboratorium agar Sesuai dengan Tujuan

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

diinformasikan kepada orang lain. 4.3 Kebersihan lingkungan dipantau sesuai dengan prosedur laboratorium.

BATASAN VARIABEL

Kisaran variabel ini memberikan cakupan luas bagi setiap unit kompetensi, Variabel berikut berlaku di sektor laboratorium biomedis, kimia dan umum yang termasuk dalam
kemasan pelatihan ini. 1. Unit kompetensi ini meliputi kebersihan permukaan kerja, kebersihan dan penyimpanan peralatan, dan memonitor persediaan-persediaan laboratorium. Unit kompetensi ini merupakan bagian terbesar dari pekerjaan Analis laboratorium. Peralatan, bahan, prosedur dan fasilitas beragam sesuai dengan cakupan dan tipe laboratorium, khususnya : 2.1 Tipe peralatan meliputi :  Auto klaf.  Neraca.  Blender.  Sentrifus dan peralatan pemisah.  Mesin cuci piring.  Pembeku.  Lemari asam, lemari pengaman hayati.  Tabung gas.  Alat kaca (buret, pipet).  Alat plastik.  Hidrometer.  Kuvet kaca, plastik, kuarsa.  Lempengan pemanas, mantel pemanas, pembakar Mikrotom, pengolah jaringan processor.  Perekam peralatan.  Inkubator.  Mikroskop fluoresen dan cahaya.  Tanur.  Oven, oven gelombang mikro.  Lemari es/refrigerator  Alat pengukur kelembaban udara/termohigrograf  Alat pengukur suhu/ termometer.  Pembersih ultrasonik.  Pemanas air.  pH meter dan elektroda selektif ion.  Alat hitung sel.  Mesin pewarna.
Memelihara Laboratorium agar Sesuai dengan Tujuan
28

2.

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

2.2 Jenis bahan meliputi:  Pereaksi/reagen  Desinfektan  Pakaian sekali pakai  Media dan plat agar  Deterjen 2.3 Catatan stok meliputi : Kerusakan barang; Peminjaman; Kalibrasi; Lembaran-lembaran data; Buku pegangan/pedoman; Dokumen garansi/ jaminan; Penggunaan; Catatan perawatan; Katalog; Buku penuntun/ manual; Standar 2.4 Persyaratan kebersihan dan kesehatan tergantung tipe laboratorium. 2.5 Persyaratan lingkungan kerja termasuk: kursi kerja, wastafel dan lemari asam 2.6 Tumpahan termasuk bahan-bahan kimia dan bahan aktif secara fisiologis 2.7 Limbah termasuk bahan kaca yang pecah, tajam, mikroorganisme, pelarut, dan sisa sampel pemeriksaan yang berlebih. 2.8 Reagen-reagen untuk pencucian, termasuk dekontaminan, pelarut organik, dan larutan pencuci. 2.9 Alat pencucian otomatis termasuk pencucian pipet, pencuci ultrasonic, dan pencuci alat-alat lainnya. 2.9 Komunikasi dapat melibatkan karyawan/ orang lain dari: laboratorium ,produksi, administrasi, dan petugas kebersihan 2.10 Hal-hal yang berkaitan dengan: tumpahan, kebutuhan persediaan barang, bahaya potensial, higienes, pembuangan limbah.

Acuan untuk penanganan dan pengangkutan barang-barang berbahaya, termasuk : 6.1 Keselamatan dalam laboratorium 6.2 Kartu-kartu informasi penanganan dan keamanan penyimpanan 6.3 Penyimpan dan penanganan bahan-bahan yang korosif 6.4 Penyimpanan dan penanganan cairan yang mudah terbakar dan menyala 6.5 Penyimpanan dan penanganan bahan-bahan beracun 6.6 Penyimpanan dan penanganan gas-gas dalam tabung 6.7 Kode-kode berbahaya bahan kimia

PANDUAN PENILAIAN 1. Memiliki Pengetahuan Tentang Kompetensi mencakup kemampuan untuk menerapkan dan menjelaskan prosedur tempat kerja dan protokol yang berhubungan dengan: 1.1 1.2 Pembersihan, dekontaminasi dan/ atau desinfeksi permukaan kerja Pembersihan, dekontaminasi dan/ atau desinfeksi dan penyimpanan peralatan
29

Memelihara Laboratorium agar Sesuai dengan Tujuan

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

1.3 1.4

Pengurangan dan pembuangan limbah. Memonitor persediaan laboratorium

2. Konteks Penilaian Unit kompetensi ini akan dinilai di tempat kerja atau simulasi seperti lingkungan tempat kerja dan dengan waktu yang cukup untuk asesi agar dapat mendemonstrasikan aktivitas kesehatan dan keselamatan kerja di tempat kerja. Metode dan Sumber Penilaian 2.1 Mengamati teknik asesi membersihkan, dekontaminasi, mendesinfeksi, dan/ atau memindahkan tumpahan dan membuang limbah 2.2 Mengkaji ulang catatan persediaan yang diisi oleh asesi 2.3 Mendapatkan umpan balik dari penyelia dan rekan kerja 2.4 Menilai pengetahuan yang mendasari peraturan dan prosedur bila pengamatan langsung sulit dilaksanankan (misalnya berkenaan dengan bahaya) dan pemilihan reagen dan peralatan. Teknik bertanya sebaiknya sesuai dengan bahasa dan tingkatpendidikan asesi. Sumber daya dapat meliputi : 2.1 2.2 2.3 2.4 Penyiapan ruang kerja, persediaan, alat kaca dan peralatan Zat dan peralatan pembersih, pendekontaminasi, dan/ atau pendesinfeksi Peralatan perlindungan diri Pemesanan persediaan tanda-tanda dan catatan-catatan / form

3. Aspek Penting Kompetensi Kompetensi harus ditunjukkan dengan kemampuan untuk mengikuti prosedur kerja dengan aman yamg berkenaan dengan pemeliharaan laboratorium. Khususnya, penilaian harus mengamati apakah asesi dapat : 3.1 Membersihkan ruang kerja dan peralatan secara aman dengan menggunakan zat dan peralatan pembersih. 3.2 Menyingkirkan tumpahan dan membuang limbah dengan aman 3.3 Mendesinfeksi dan/atau dekontaminasi ruang kerja dan peralatan seperti yang dipersyaratkan 3.4 Meminimalkan resiko kontaminasi pada diri sendiri, laboratorium dan orang lain 3.5 Memonitor dan melaporkan persediann dan kondisi peralatan laboratorium. 3.6 Menjaga catatan tetap akurat 3.7 Melaporkan potensi bahaya 4. Keterkaitan Penilaian Unit kompetensi ini diuji dengan : 4.1 LAB.KK02.001.01 – Bekerja Aman sesuai dengan Prosedur dan Kebijakan Kompetensi ini tidak mempunyai persyaratan awal.

Memelihara Laboratorium agar Sesuai dengan Tujuan

30

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

KOMPETENSI KUNCI NO 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. KOMPENTENSI KUNCI DALAM UNIT INI Mengkomunikasikan ide dan informasi. Mengumpulkan, menganalisis dan mengorganisir informasi. Merencanakan dan mengorganisir aktifitas. Bekerja dengan orang lain dan dalam tim. Menggunakan ide dan teknik matematika. Menyelesaikan masalah. Menggunakan teknologi. TINGKAT 1 2 1 1 1 1 1

Memelihara Laboratorium agar Sesuai dengan Tujuan

31

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

KODE UNIT JUDUL UNIT

: :

LAB.KK02.009.02 Memelihara dan Mengontrol Stok Bahan Kimia. Pada unit kompetensi ini menunjukkan kemampuan untuk memesan, memelihara dan mengontrol kegunaan dari bahan– bahan mentah dilaboratorium dan/atau keperluan kerja.
KRITERIA UNJUK KERJA 1.1 Memberi label, mencatat dan menyimpan stok sesuai standar yang berlaku dan persyaratan keamanan khusus. Mengikuti prosedur perputaran stok untuk memaksimalkan penggunaannya sebelum masa kadaluarsa. Mengidentifikasi ketidaksesuaian stok dan mengganti yang tidak diperlukan atau sudah habis masa berlakunya untuk menjaga ketersediaannya. Mengidentifikasi dan mengganti bahan yang rusak/usang atau membuangnya. Melaporkan masalah penyediaan bahan kepada staf yang berwenang bila diperlukan. Menggunakan keterampilan berkomunikasi antar pribadi untuk menentukan kebutuhan pelanggan dan pemasok. Menentukan kebutuhan stok mempertimbangkan penggunaan produksinya. dengan dan

DESKRIPSI UNIT :

ELEMEN KOMPETENSI 01 Memelihara dan mengontrol stok bahan-bahan atau alat-alat.

1.2

1.3

1.4 1.5

02 Memesan dan menerima bahan serta peralatan.

2.1

2.2

2.3

Menempatkan dan/atau menindaklanjuti permintaan/pemesanan yang disetujui menggunakan prosedur yang berlaku. Memeriksa kondisi bahan yang diterima dan memutuskan langkah penanganan yang tepat. Mencatat semua rincian data yang relevan secara akurat menggunakan formulir atau sistem komputer. Menjamin bahwa informasi yang ditulis dapat dibaca dan tidak dapat dihapus. Mengarsipkan semua catatan ditempat yang ditentukan.

2.4 03 Memelihara catatan stok bahan. 3.1

3.2 3.3

Memelihara dan mengontrol stok bahan kimia

121

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

BATASAN VARIABEL Kisaran variabel ini memberikan cakupan luas bagi setiap unit kompetensi. Variable berikut ini berlaku di sektor laboratorium biomedis, kimia dan umum yang termasuk dalam kemasan pelatihan ini. 1. Unit kompetensi ini relevan untuk personel laboratorium berpengalaman yang memiliki tanggung jawab dalam memelihara tingkat stok untuk tempat kerjanya. 1.1 Unit kompetensi ini berisi kemampuan untuk menerapkan prosedur yang ditetapkan ditempat kerja yang berhubungan dengan : 1.1.1 Pemesanan, pembelian dan penerimaan stok. 1.1.2 Verifikasi pengendalian suhu untuk bahan yang dikirim dan disimpan (contoh pereaksi berisi enzim). 1.1.3 Pengaturan pengelompokan batch atau lot yang sama. 1.1.4 Penyimpanan stok, pengendalian stok, perputaran stok. 1.1.5 Pengujian untuk pengendalian mutu, pemantauan penggunaan dengan mencantumkan tanggal pada bahan dan umur simpan pereaksi (seperti DNA, enzim, antibodi, radioisotop, dan vitamin). 1.1.6 Pelaporan ketidaksesuaian. Sumber-sumber informasi dan dokumentasi, termasuk: 2.1 Kartu-kartu informasi tentang penyimpanan dan penanganan yang aman. 2.2 Penyimpanan dan penanganan cairan yang mudah terbakar dan menyala. 2.3 Penyimpanan dan penanganan bahan-bahan korosif. 2.4 Penyimpanan dan penanganan bahan-bahan beracun. 2.5 Penyimpanan dan penanganan gas dalam silinder. 2.6 Keamanan dalam laboratorium. 2.7 Manual mutu dan manual K3 perusahaan. 2.8 Lembaran data keamanan bahan (MSDS). 2.9 Permintaan stok internal/eksternal dan tindakan yang dilakukan. 2.10 Prosedur pembersihan yang berlaku ditempat kerja. 2.11 Katalog pemasok dan data pelanggan. Rekaman termasuk : 3.1 Penggunaan stok 3.2 Pemesanan, kemajuan pemesanan 3.3 Perbaikan dan pelayanan peralatan 3.4 Inventaris yang berlaku 3.5 Pengambilan sampel dan pengujian untuk pengendalian mutu dan perputaran stok Komunikasi dapat membutuhkan : 4.1 Telepon; Fax 4.2 Database 4.3 Sistem informasi online 4.4 Sistem pengarsipan 4.5 Email 4.6 Surat
122

2.

3.

4.

Memelihara dan mengontrol stok bahan kimia

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

4.7 4.8

4.9

Inventaris Rekaman cetakan Komunikasi dapat melibatkan pemasok, perusahaan pengapalan/pengiriman dan pelanggan

PANDUAN PENILAIAN 2. Konteks penilaian Unit kompetensi ini akan diuji di tempat kerja atau simulasi lingkungan tempat kerja. Metode dan sumber daya penilaian : 3.1 3.2 3.3 3.4 3.5 Cara penilaian berikut ini disarankan : Memeriksa ulang dokumentasi pesanan yang disiapkan oleh calon. Pemeriksaan catatan stok yang dibuat oleh calon. Pengamatan cara penanganan stok dan melakukan pengambilan sampel dan pengujian untuk pengendalian mutu yang dilakukan oleh calon. Masukan dari Manajer Laboratorium, manajer mutu, manajer pelayanan pelanggan, pengawas, pelanggan dan pengamat. Penjelasan oleh calon tentang perlunya memilih penandaan dan penyimpanan dari stok barang.

Pertanyaan untuk penguji pengetahuan yang akan digunakan. Teknik pertanyaan harus disesuaikan dengan bahasa dan kemampuan calon. 4. Kaitan dengan unit-unit lain Unit kompetensi ini dapat dinilai dengan : Tidak Ada.

KOMPETENSI KUNCI NO 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. KOMPENTENSI KUNCI DALAM UNIT INI Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi. Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi. Merencanakan dan mengorganisir aktifitas-aktifitas. Bekerja dengan orang lain dan kelompok. Menggunakan ide-ide dan tehnik matematika. Memecahkan masalah. Menggunakan teknologi. TINGKAT 2 2 2 2 1 2 2

Memelihara dan mengontrol stok bahan kimia

123

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

KODE UNIT JUDUL UNIT

: :

LAB.KK.02.011.01 Mengawasi Operasional Kerja/Fungsional. Laboratorium dalam Area

DESKRIPSI UNIT

:

Unit kompetensi ini meliputi peran teknisi laboratorium senior/penyelia dalam perencanaan, pembagian tugas, koordinasi, jaminan mutu, pencatatan dan pelaporan hasil-hasil laboratorium. Hal ini membutuhkan penilaian yang tepat tentang urutan kerja, pemilihan teknologi dan prosedur yang sesuai untuk menjamin bahwa produk dan pelayanan sesuai dengan harapan pelanggan dan disajikan dengan aman dan efisien agar sesuai dengan rencana bisnis perusahaan. Dibawah pengarahan orang yang tepat, teknisi laboratorium senior/penyelia menerima tanggung jawab operasi harian di area/lingkungan fungsionalnyanya.

ELEMEN KOMPETENSI 01 Memprogramkan dan mengarahkan pekerjaan/ kegiatan dalam lingkungan fungsional kerja.

KRITERIA UNJUK KERJA 1.1 Dipastikan semua prosedur, peraturan dan standar-standar yang terkait diikuti personil. 1.2 Semua pekerjaan teknis dikonfirmasi sesuai dengan standard/SOP (Standard Operation Procedure) dan jadwal yang berlaku. 1.3 Adanya jaminan bahwa hasil analisa/data pemeriksaan sudah diperiksa, disusun dan didistribusikan sesuai dengan persyaratan terkait. 1.4 Pemeriksaan dan prosedur pengambilan sampel selalu dimonitor agar memenuhi kualitas mutu yang dipersyaratkan . 1.5 Masalah-masalah kompleks yang terjadi diidentifikasi dan dipecahkan dengan menggunakan strategi pemecahan masalah yang disepakati dan dilakukan tindakan untuk mencegah terulangnya masalah yang sama.

02 Mengatur karyawan dalam area/lingkungan kerja.

2.1 Keseimbangan kebutuhan kerja, efisiensi laboratorium, dan kesempatan pengembangan keahlian, dikembangkan dan dikoordinasikan dengan suatu daftar nama. 2. Kelompok kerja/Tim yang berhubungan dengan masalah teknis dan alur kerja diberdayakan dan memberikan saran perbaikan.

Mengawasi Operasional laboratorium dalam Area Kerja/Fungsional

Hal 1

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

ELEMEN KOMPETENSI 2.3

KRITERIA UNJUK KERJA Bimbingan dan pengarahan disediakan untuk mendukung personil yang mengalami kesulitan dalam mencapai target kinerja dan/atau dalam penggunaan sumber daya. Komunikasi yang efektif dengan semua karyawan dan pelanggan diciptakan dan dipelihara untuk menjamin operasional yang lancar dan efisien. Dikumpulkan dan dianalisa.sumber informasi yang tersedia dan konsultasikan dengan personil yang tepat Rencana operasional dipersiapkan dengan menggunakan sumber daya sebaik mungkin, dan memahami jumlah kebutuhan pelanggan dan rencana perusahaan. Penyimpangan-penyimpangan/perbedaanperbedaan yang mungkin terjadi dari yang seharusnya karena faktor internal/eksternal, diidentiifikasi dan dianalisa dan dipersiapkan rencana cadangannya. Anggaran – anggaran operasi dikumpulkan sesuai ketentuan . Sumber daya dan sumber/pemasok dianalisa kesesuaian waktu, harga, ketersediaannya. penyediaan terhadap mutu dan

2.4

03 Menetapkan kebutuhan sumber daya dan anggaran operasional.

3.1

3.2

3.3

3.4

04 Mendapatkan sumber daya untuk 4.1 mencapai rencana-rencana operasional.

4.2

Bahan-bahan dan peralatan baru dipilih dan dibeli sesuai prosedur perusahaan yang berlaku Penyediaan/inventarisasi bahan dan peralatan dikoordinasikan dengan baik untuk menjamin pemeliharaan persediaan sesuai dengan tingkat yang diinginkan. Adanya jaminan bahwa tugas pemeriksaan dilakukan oleh personil yang kompeten dan diatur pelatihan jika dibutuhkan. Penerimaan dan pengenalan personil yang tepat diatur sesuai ketentuan.

4.3

4.4

4.5

Mengawasi Operasional laboratorium dalam Area Kerja/Fungsional

Hal 2

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

ELEMEN KOMPETENSI 05 Memonitor dan mengoptimalkan kinerja operasional dan penggunaan sumber daya.

KRITERIA UNJUK KERJA 5.1 Hubungan antara anggaran dengan kinerja aktual/nyata dipantau untuk meramalkan masalah-masalah yang mungkin terjadi. 5.2 Variasi kerja dalam penggunaan anggaran dianalisa dan dilaporkan atau diralat bila ada penyimpangan/penggunaan yang kurang optimal. 5.3 Bernegoisasi dengan perrsonil yang tepat dan meminta persetujuannya terhadap perubahan rencana operasional. 5.4 Penggunaan gedung, peralatan dan bahanbahan yang habis pakai dinilai dan dibandingkan terhadap rencana penggunaaan. 5.5 Penggunaan program kerja, alat, dan bahan habis pakai yang tidak optimal diralat. 5.6 Rencana program dan pengaturan pemeliharaan alat dan kalibrasi yang dibutuhkan disesuaikan dengan jadwal pemeliharaan yang berlaku di perusahaan. 5.7 Sistem, prosedur-prosedur dan laporanlaporan yang berhubungan dengan penggunaan sumber daya dipelihara sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

BATASAN VARIABEL ( RANGE OF VARIABLES) Kisaran variabel ini memberikan cakupan luas bagi setiap unit kompetensi. Variabel berikut berlaku di sektor laboratorium biomedis, kimia dan umum yang termasuk dalam kemasan pelatihan ini. Penyelia yang menyiapkan rencana operasional dan memantau penggunaan sumber daya umumnya harus merujuk pada : 1. Pengukuran kinerja staf, seperti : 1.1 Audit internal terhadap SOP. 1.2. Tiga tahap uji kelayakan (eksternal, antar pribadi, replikasi). Kebutuhan pelanggan, permintaan pemeriksaan khusus, standar-standar. Meminimalkan proses audit. Rencana strategi, target produktivitas/keuntungan, rencana bisnis. Mutu dan proses perbaikan berkesinambungan serta standar-standar. Prinsip-prinsip analisa biaya/keuntungan. Kesepakatan tentang tempat kerja industri, kesehatan/pakaian/peraturan perilaku, keluhan dan prosedur penyelesaian masalah. Keterkaitan, standar-standar, kode-kode dan praktek-praktek.
Hal 3

2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Mengawasi Operasional laboratorium dalam Area Kerja/Fungsional

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

9.

10. 11. 12.

13. 14.

15. 16.

Standar teknis, seperti : 9.1 Persyaratan /perizinan. 9.2 Badan Akreditasi Indonesia. 9.3 Standar mutu (seperti ISO 9001, 9002, 9003, penuntun ISO 25). 9.4 Keamanan dalam laboratorium. 9.5 Metode tes RTA. 9.6 Metode standar tes. Kumpulan kartu-kartu, jadwal kerja dan daftar petugas. Jadwal pemeliharaan dan jadwal tugas-tugas rumah tangga. Sumber daya termasuk tetapi tidak terbatas pada: orang, bahan habis pakai, peralatan, gedung/fasilitas, waktu, pelayanan, tenaga/energi, air, informasi/manual teknis, SOP dan Manual Mutu Unit kompetensi ini mencakup penggunaan peralatan dan system, seperti: peralatan computer, system informasi manajemen, system keuangan akuntansi Pemecahan masalah meliputi: penanganan masalah, penemuan kesalahan, analisa resiko, nalisa penyebab masalah, analisa dampak, masalah operasional non rutin, masalah administrasi non rutin dan masalah personil. Komunikasi juga meliputi : penyelia dan manajer, laboratorium dan personil produksi serta kelompok kerja, anggota masyarakat, pelanggan dan pemasok. Unit kompetensi ini mencakup pemantauan: 16.1 Praktek kerja dalam lingkungan fungsional seperti: menentukan urutan jaminan mutu untuk meminimalkan kesalahan dan ketidakkonsistenan, berpartisipasi pada program pengendalian mutu eksternal, memastikan dokumentasi hasil dan pemprosesan data serta memelihara catatan. 16.2 Personil dalam lingkungan fungsional seperti: mengembangkan daftar petugas untuk memenuhi kebutuhan kerja dan kesempatan pengembangan ketrampilan, mengidentifikasi peran dan tanggung jawab individu dan anggota tim, menyediakan jalur komunikasi yang efektif untuk memastikan operasional yang lancar dan efisien, mendorong tim untuk memecahkan masalah-masalah yang berkaitan dengan alur kerja dan memberi saran perbaikan kepada organisasi kerja untuk memaksimalkan efisiensi. 16.3 Rencana operasional seperti : menentukan jadwal kerja yang menggunakan sumber daya dengan efisien, mengidentifikasi kemungkinan variasi rencana operasional dengan tujuan untuk menyiapkan rencana cadangan. 16.4 Kinerja operasional seperti: mengenali masalah-masalah dan melakukan tindakan perbaikan, melakukan perbaikan ketrampilan personil di tempat kerja secara berkelanjutan.

PANDUAN PENILAIAN 1. Memiliki Pengetahuan Tentang 1.1 1.2 Perundang-undangan, kode-kode, standard dan kriteria pendaftaran yang sesuai dengan fungsi atau lingkungan kerjanya Prinsip-prinsip anggaran, rencana operasional dan penggunaan sumber daya yang efisien
Hal 4

Mengawasi Operasional laboratorium dalam Area Kerja/Fungsional

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

1.3 1.4 1.5 1.6 1.7 1.8 1.9

Ketentuan tempat kerja industri dan peraturan-peraturan yang berkaitan dengan kesehatan, pakaian dan perilaku karyawan. SOP dan rincian teknis pengambilan sampel, pemeriksaan, perlengkapan dan peralatan kerja dalam lingkungan kerja. Teknik pemecahan masalah dan rencana cadangan Kecendrungan dalam menghasilkan data Prosedur audit Kepemimpinan kelompok dan teknik-teknik pengembangan Pengarahan dan teknik bimbingan

2.

Konteks Penilaian Unit kompetensi ini akan diuji di tempat kerja atau simulasi lingkungan tempat kerja. Metoda dan Sumber Penilaian Karena unit ini bersifat menyeluruh dan perlu integrasi pengetahuan yang luas dan keterampilan-keterampilan, kerangka waktu penilaian harus memberikan penilaian yang memadai untuk perencanaan ulang dan ditujukan pada sebuah batasan masalah-masalah non rutin. Metode penilaian yang disarankan adalah: 2.1 2.2 2.3 2.4 2.5 2.6 2.7 Pengamatan langsung terhadap interaksi asesi dengan personil Meninjau ulang laporan-laporan dari subordinat, rekan, manajer dan pelanggan. Meninjau ulang laporan-laporan, anggaran operasional dan rencana-rencana yang dibuat oleh asesi Meninjau ulang laporan kinerja asesi di lingkungan kerja. Meninjau ulang dokumen contoh perbaikan mutu kinerja yang dicapai dan contohl pemecahan masalah-masalah yang penting. Simulasi untuk menilai situasi kritis tapi tidak muncul selama periode penilaian yang telah disepakati. Pertanyaan/wawancara untuk menilai pengetahuan pendukung.

Yang termasuk dalam sumber - sumber adalah : Kebijakan tempat kerja yang sesuai, prosedur-prosedur, laporan operasional, laporan-laporan keuangan dan catatan-catatan persediaan. 3. Aspek Penting Kompetensi Aspek – aspek kompetensi berikut dapat diterapkan di semua sektor industri yang tercakup oleh Paket Pelatihan ini Kompetensi ini harus ditunjukkan dalam kemampuan untuk mengawasi operasional laboratorium dan karyawan sehingga hasil yang direncanakan tercapai sesuai dengan anggaran – anggaran sumber daya tanpa meragukan keamanan dan mutu. Khususnya, seseorang penilai harus melihat apakah asesi dapat : 3.1 Mengumpulkan, menganalisa dan melaporkan informasi tentang rencana operasional, anggaran dan manajemen kinerja perusahaan 3.2 Mengatur dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya dengan menggunakan parameter yang telah disetujui untuk mencapai hasil yang telah direncanakan 3.3 Meninjau kembali rencana – rencana untuk menghindari hal – hal yang tidak di harapkan
Mengawasi Operasional laboratorium dalam Area Kerja/Fungsional Hal 5

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

3.4 3.5 3.6 3.7 3.8 3.9 4.

Membuat keputusan – keputusan dalam batas tanggung jawab dan wewenangnya Memastikan bahwa persyaratan perusahaan terpenuhi dalam pelaksanaan kerja Memantau hasil, menganalisa proses dan memperkenalkan cara untuk memperbaiki pelaksanaan kerja Menggunakan proses konsultasi yang efektif Mengembangkan lingkungan belajar bagi karyawan dalam lingkungan kerja . Memotivasi dan memberikan bimbingan bagi karyawan untuk meningkatkan kinerja

Keterkaitan Penilaian Unit kompetensi ini dapat dinilai dengan : 4.1 LAB.KK.02.002.01 – Menerapkan dan memantau proses manajemen yang terlihat dengan KKK dan kebijakan lingkungan serta prosedur-prosedur. 4.2 LAB.KK.01.013.01 – Mengatur dan mengembangkan tim.

KOMPETENSI KUNCI NO 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. KOMPENTENSI KUNCI Mengkomunikasikan ide dan informasi. Mengumpulkan, Menganalisis, dan Mengorganisir Informasi. Merencanakan dan Mengorganisir Aktivitas. Bekerja dengan yang lain dan dalam tim. Menggunakan Ide dan Teknik Matematika. Menyelesaikan Masalah. Menggunakan Teknologi. TINGKAT 3 3 3 3 3 3 2

Mengawasi Operasional laboratorium dalam Area Kerja/Fungsional

Hal 6

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

Mengawasi Operasional laboratorium dalam Area Kerja/Fungsional

Hal 7

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

KODE UNIT JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT

: : :

LAB.KK02.016.02
Menyiapkan Larutan Kerja Kompetensi ini mencakup kemampuan untuk membuat larutan kerja dan menetapkan waktu simpannya. Perhitungan jumlah, pemilihan kualitas pereaksi dan cara pengukuran ditentukan oleh pengawas

ELEMEN KOMPETENSI
01 Keselamatan dalam penggunaan bahan kimia, alat gelas dan peralatan laboratorium

KRITERIA UNJUK KERJA
1.1 Tindakan keselamatan kerja terhadap alat laboratorium dan bahan-bahan kimia berbahaya dilakukan dengan menggunakan labjas, masker sepatu dan sarung tangan. 1.2 Alat-alat gelas dan alat pengukur digunakan dengan benar. 1.3 Alat-alat gelas dan peralatan lain yang digunakan dibersihkan dan disimpan sesuai dengan prosedur.

02. Membuat larutan kerja.

2.1 Metoda standar yang relevan untuk membuat larutan ditentukan. 2.2 Penggunaan Alat-alat laboratorium dipilih yang sesuai 2.3 Bahan-bahan dan pelarut yang sesuai dipilih dan disiapkan 2.4 Bahan yang diperlukan untuk membuat larutan ditimbang kemudian dicatat datanya 2.5 Label dan rincian catatan larutan dibuat dalam catatan laboratorium 2.6 Larutan dipindahkan ke dalam wadah berlabel dengan cara yang benar

03 Memeriksa larutan stok yang ada

3.1 Daya tahan larutan kerja dipantau sesuai dengan prosedur laboratorium 3.2 Larutan yang sudah tidak dapat digunakan, diganti 3.3 Kelayakan larutan stok diperiksa secara kualitatif.

BATASAN VARIABEL Kisaran variabel ini memberikan cakupan luas bagi setiap unit kompetensi. Variabel berikut berlaku di sektor laboratorium biomedis, kimia dan umum yang termasuk dalam kemasan pelatihan ini.

Menyiapkan Larutan Kerja

1

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

1.

Unit kompetensi ini menjelaskan tentang pekerjaan yang dilakukan oleh analis i laboratorium kesehatan yang mempersiapkan larutan kerja yang digunakan di laboratorium.

1.2. Dalam melaksanakan unit kompetensi ini perlu didukung oleh tersedianya: Prosedur standar (SOP). Pedoman kerja Data keselamatan kerja Standar Nasional alat-alat ukur Pedoman peralatan Peratalat untuk memulai dan mengakhiri pekerjaan Jadual kalibrasi dan pemeliharaan peralatan Prosedur pencatatan data dan pelaporan Petunjuk penggunaan alat PANDUAN PENILAIAN 1. Memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang 1.1 1.2 1.3 1.4 1.5 1.6 Terminologi biologi, kimia makanan dan laboratorium yang digunakan Pengetahuan dasar tentang larutan asam, basa, garam, bufer dan netral Prosedur untuk pembuatan larutan Cara-cara perhitungan untuk mempersiapkan jumlah larutan dan konsentrasi Prosedur KKK yang sesuai untuk mempersiapkan, manangani dan membuang larutan Lembar data keselamatan bahan

2.

Konteks Penilaian Unit kompetensi ini akan diuji di tempat kerja atau disimulasikan seperti di lingkungan tempat kerja. Metode dan Sumber Penilaian Cara penilaian berikut ini disarankan: 2.1 2.2 2.3 2.4 Observasi langsung pada saat asesi menyiapkan larutan kerja. Pertanyaan tertulis maupun lisan Umpan balik dari teman dan supervisor Contoh dari pencatatan data larutan dan dokumentasi di lingkungan kerja yang lengkap

Sumber daya dapat meliputi: 2.1 2.2 3. Laboratorium standar yang dilengkapi dengan peralatan dan pereaksi yang tepat dan sesuai. Prosedur Kerja Standar ( SOP ) dan metoda pengujian

Aspek Penting Penilaian
2

Menyiapkan Larutan Kerja

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

3.1. 3.2. 3.3. 3.4. 3.5. 3.6. 3.7. 3.8. . 4.

Menggunakan bahan, peralatan dan prosedur yang sesuai untuk mempersiapkan larutan Mengikuti Standar K3 yang benar dan prosedur yang higienis Menggunakan seluruh peralatansecara aman, tepat dan efisien Menggunakan prosedur untuk menghitung konsentrasi Mengenal larutan yang tidak memenuhi syarat untuk digunakan Melakukan titrasi untuk menentukan konsentrasi larutan Memberi label dan menyimpan larutan secara benar Mencatat dan mengarsipkan data secara benar

Kaitan dengan unit-unit lain Unit kompetensi ini dapat dinilai dengan: 4.1. LAB.KK.01.001.02 Mencatat dan Memproses Data 4.2. LAB.KK.04.001.02 Bekerja Aman Sesuai dengan Prosedur dan Kebijakan

KOMPETENSI KUNCI

NO
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

KOMPENTENSI KUNCI DALAM UNIT INI
Mengkomunikasikan ide dan informasi. Mengumpulkan, Menganalisis, dan Mengorganisir Informasi. Merencanakan dan Mengorganisir Aktivitas. Bekerja dengan yang lain dan dalam tim. Menggunakan Ide dan Teknik Matematika. Menyelesaikan Masalah. Menggunakan Teknologi.

TINGKAT
1 1 1 1 1 1 1

Menyiapkan Larutan Kerja

3

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

KODE UNIT JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT

: : :

LAB.KK02.017.01 (TES 305) Teknik Aseptik Unit kompetensi ini mencakup kemampuan untuk melakukan teknik aseptik selama pengambilan sampel ) dan prosedur mikrobiologis di lapangan dan di laboratorium, untuk mempertahankan integritas sumber sampel dan sampel itu sendiri serta untuk menghasilkan data pengujian mikrobiologi yang dapat dipercaya.

ELEMEN KOMPETENSI 01 Menyiapkan pengambilan dan pemindahan sampel secara aseptik.

KRITERIA UNJUK KERJA 1.1 Memastikan bahwa pengambilan sampel sesuai dengan syarat yang ditentukan 1.2 Pakaian pelindung digunakan sesuai dengan prosedur. 1.3 Lingkungan kerja disiapkan untuk keamanan dan efektifitas pemindahan sampel. 1.4 Peralatan dan bahan-bahan dipilih sesuai yang tercantum dalam prosedur. 1.5 Peralatan telah diatur untuk memperkecil kontaminasi selama pembiakan dilakukan. 1.6 Pada wadah diberi label untuk memperjelas identitas.

1.7 Data dicatat secara rinci yang relevan dalam pembukuan atau database. 02 Memindahkan bahan-bahan secara aseptik. 2.1 Kemurnian sumber sampel dilindungi dengan cara mensterilisasikan lokasi tempat pengambilan sampel dan mulut wadah media dibakar. 2.2 Ose dan pipet yang telah digunakan disterilisasi untuk mencegah kontaminasi. 2.3 Pemindahan dilakukan dengan memperkecil kesempatan kontaminasi dan terinfeksi silang. 2.4 Sebelum dan sesudah membuka atau menutup wadah, mulut wadah biakan dibakar untuk sterilisasi. 2.5 Ose disterilisasi ulang untuk mengurangi penyebaran melalui udara. 2.6 Pada wadah media diberi memperjelas identifikasi. label untuk

Teknik Aseptik

51

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

ELEMEN KOMPETENSI 03 Melakukan teknik isolasi koloni tunggal.

KRITERIA UNJUK KERJA 3.1 Sumber sampel dilindungi integritasnya dengan cara mensterilisasikan lokasi tempat pengambilan sampel dan membakar mulut wadah media. 3.2 3.3 Ose/pipet yang telah digunakan disterilisasi untuk mencegah kontaminasi. Pada petri yang berisi media digores untuk memaksimalkan potensi pertumbuhan koloni tunggal dan menghindari kontaminasi. Kesterilan wadah media dipelihara setelah pemindahan. Ose disterilisasikan ulang untuk mengurangi penyebaran melalui udara. Pada wadah media diberi memperjelas identifikasi. label untuk

3.4 3.5 3.6 04 Memelihara lingkungan kerja dan 4.1 peralatan untuk mencegah infeksi silang dan kontaminasi 4.2 4.3

Alat sekali pakai dan yang dapat digunakan kembali diletakkan dalam wadah yang sesuai. Tempat kerja dan peralatan setelah digunakan dibersihkan dan didisinfeksi. Bahan terkontaminasi sekali pakai dan bahan yang dapat dipakai kembali dipindahkan ke tempat yang sesuai untuk disinfeksi, disterilisasikan dan dibersihkan atau dibuang.

BATASAN VARIABEL Kisaran variabel ini memberikan cakupan luas bagi setiap unit kompetensi. Variabel berikut ini berlaku di sektor laboratorium biomedis, kimia dan umum yang termasuk dalam kemasan pelatihan ini. 1. Unit kompetensi ini menjelaskan tentang pelaksanaan teknik aseptik yang digunakan di bidang mikrobiologi oleh para teknisi laboratorium pada sektor industri biomedis, lingkungan, makanan dan minuman. Semua pekerjaan dianggap memiliki potensi menimbulkan infeksi pada sampel dan bahanbahan yang dilakukan pada proses laboratorium. Fasilitas, peralatan dan proses-proses harus mengacu pada peraturan keamanan laboratorium yang relevan. Sampling dan transfer yang aseptik akan secara khas melibatkan sumber sampel, menggunakan peralatan khusus untuk memindahkan sampel dan memindahkannya pada wadah yang khusus tanpa : - Mengkontaminasi sumber sampel - Mengkontaminasi sampel

2.

Teknik Aseptik

52

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

3.

Kontaminasi silang.

Pemindahan sampel juga meliputi wadah sampel dan pemindahan media dan pengsubkulturan atau memindahkan kultur ke: - kaldu steril - media untuk isolasi koloni - media kultur jaringan - media untuk cara/sistem kultur berkelanjutan Sampel-sampel dapat meliputi : - fluida-fluida dan cairan tubuh - air dan tanah - obat-obat steril - ragi dan jamur - susu dan yogurt - swab dan smear - jaringan/tisu pembiakan - bahan tumbuhan - kultur bakteri - makanan dan minuman yang difermentasi.

PANDUAN PENILAIAN 1. Memiliki Pengetahuan dan Keterampilan tentang 1.1 Prinsip pengawasan infeksi yang berhubungan dengan kesehatan dan keselamatan kerja, pengambilan sampel dan pemindahan bahan temuan mikrobiologi. 1.2 Prosedur disinfeksi dan sterilisasi yang digunakan dalam pengumpulan, pemrosesan dan keamanan buangan sampel dan bahan 1.3 Teknik biakan murni yang penting dan pemindahan aseptik temuan mikrobiologi serta interpretasi hasil laboratorium 1.4 Pertumbuhan mikrobiologi yang diinginkan (bakteri,jamur, protozoa, virus dan parasit multiseluler) yang berhubungan dengan biakan laboratoriumnya 1.5 Pengaruh zat fisik dan kimia pada pertumbuhan dan kematian mikroba. Konteks Penilaian Unit kompetensi ini akan dinilai di tempat kerja atau simulasi lingkungan tempat kerja . Metode dan Sumber Penilaian Cara penilaian berikut ini disarankan: Observasi kesuksesan peserta dalam mentransfer contoh. Pertanyaan tertulis dan/atau lisan untuk menilai pengetahuan dasar yang bersangkutan. Pertanyaan harus sesuai dengan tingkat kecakapan baca tulis dan bahasa peserta.

2.

Teknik Aseptik

53

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

Sumber-sumber meliputi : Prosedur tempat kerja. pedoman standar makanan. Dokumentasi medis/ patologi. Lembar data keamanan bahan (MSDSs). 3. Aspek penting penilaian Mencegah kontaminasi silang sumber sampel dan sampel Memanipulasi alat untuk mencegah kontaminasi medium biakan selama pemindahansampel Stterilisasi peralatan sesuai yang dibutuhkan untuk mencegah kontaminasi silang area kerja, pribadi dan lingkungan Keterkaitan Penilaian Unit kompetensi ini dapat dinilai dengan : LAB.KK02.001.02 - Bekerja Aman sesuai dengan Prosedur dan Kebijakan. KOMPETENSI KUNCI NO 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. KOMPENTENSI UTAMA DALAM UNIT INI Mengkomunikasikan ide dan informasi. Mengumpulkan, menganalisis, dan mengorganisir informasi. Merencanakan dan mengorganisir aktivitas. Bekerja dengan orang lain dan dalam tim. Menggunakan ide dan teknik matematika. Menyelesaikan masalah. Menggunakan teknologi. TINGKAT 1 1 1 1 1 1 2

4.

Teknik Aseptik

54

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

Teknik Aseptik

55

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

KODE UNIT JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT

: : :

LAB.KK02.018.01 Menampilkan Uji/Prosedur Non Instrumental Unit ini mencakup kemampuan untuk menyiapkan contoh dan melakukan uji/prosedur non-instrumen dan instrumen untuk menguji bahan.

ELEMEN KOMPETENSI 01 Melakukan persiapan sampel.

KRITERIA UNJUK KERJA 1.1 Bahan yang akan diuji, metode standar yang sesuai dan peralatan-peralatan keselamatan diidentifikasi. 1.2 Penggunaan peralatan pelindung diri dan prosedur keselamatan seperti yang ditentukan untuk metode pengujian dan bahan yang diuji. 1.3 Deskripsi sampel dicatat dan dibandingkan dengan spesifikasi. Adanya perbedaanperbedaan (ketidak sesuaian) dicatat dan dilaporkan. 1.4 Sampel disiapkan sesuai dengan kebutuhan pengujian.

02 Melakukan pengujian sampel.

2.1 Sampel dan standar yang akan diuji (bila perlu) ditimbang dan diukur. 2.2 Peralatan sesuai kebutuhan uji dihidupkan dan dioperasikan. 2.3 Uji-uji dilakukan sesuai dengan prosedur yang relevan.

03 Melakukan pemrosesan data.

3.1 Data hasil dicatat. 3.2 Jumlah yang dihitung dengan perkiraan. dipastikan sesuai

3.3 Hasil dicatat dan dilaporkan sesuai dengan prosedur yang relevan. 3.4 Data atau hasil diinterpretasikan serta hasil “diluar spesifikasi” atau yang tidak sesuai dilaporkan kepada petugas yang berwenang. 3.5 Masalah tentang prosedur dasar atau peralatan yang memegang peranan pada penyimpangan data atau hasil diidentifikasi.

Menampilkan Uji/ Prosedur Non Instrumental

88

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

ELEMEN KOMPETENSI 04 Melakukan pemeliharaan lingkungan kerja.

KRITERIA UNJUK KERJA 4.1 Penerapan kerja yang resmi digunakan untuk meyakinkan keselamatan diri sendiri dan personil laboratorium lainnya. 4.2 Produksi limbah diperkecil. 4.3 Meyakinkan pembuangan limbah laboratorium yang aman. 4.4 Peralatan–peralatan dibersihkan, dijaga ketentuan. dan dan pereaksi-pereaksi disimpan sesuai

05 Melakukan pemeliharaan catatan laboratorium.

5.1 Hasil yang telah disetujui dicatat ke dalam sistem organisasi. 5.2 Kerahasiaan informasi organisasi dan data laboratorium dijaga. 5.3 Keamanan informasi organisasi dan data laboratorium dijamin. 5.4 Daftar (log) peralatan dijaga sesuai prosedur yang relevan.

BATASAN VARIABEL ( RANGE OF VARIABLES) Kisaran variabel ini memberikan cakupan luas bagi setiap unit kompetensi. Variabel berikut ini berlaku di sektor laboratorium biomedis, kimia dan umum yang termasuk dalam kemasan pelatihan ini. 1. Kompetensi ini mencakup pekerjaan yang dilaksanakan oleh analis dengan mengunakan metode non-instrumen adalah untuk menguji bahan/contoh sebagai bagian dari pekerjaan mereka. Semua kegiatan harus sesuai dengan standar yang terkait, prosedur yang tepat atau yang sesuai dengan persyaratan perusahaan. Prosedur-prosedur tersebut mencakup : 2.1 Standar nasional dan Internasional. 2.2 Kode penerapan kerja (seperti GLP dan GMP). 2.3 Lembar data keselamatan bahan ( MSDSs ). 2.4 Standar pengukuran nasional. 2.5 Prosedur kerja standar. 2.6 Prosedur kerja dan peralatan serta prosedur manual 2.7 Prosedur menghidupkan, mengoperasikan dan mematikan alat. 2.8 Prosedur pencatatan dan pelaporan 2.9 Jadwal pemeriksaan laboratorium . 2.10 Spesifikasi bahan baku, proses produksi dan hasil produksi.

2.

Menampilkan Uji/ Prosedur Non Instrumental

89

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

3.

Semua pekerjaan berpedoman pada persyaratan keselamatan kerja. Standar yang terkait termasuk bagian dari peraturan kesehatan dan keselamatan kerja, peraturan keselamatan dan prosedur, standar nasional atau kode kerja Metode non-instrumen terdiri dari : 3.1 Uji fisik seperti pengamatan wujud, bau, tekstur, titik leleh, titik didih, indeks bias, densitas/kerapatan, dan viskositas. 3.2 Uji terhadap ukuran partikel termasuk uji saringan. 3.3 Analisis gravimetri termasuk kadar air, pengabuan seperti sulfat dan gravimetri 3.4 Uji kualitatif seperti uji identifikasi. 3.5 Limit deteksi. Metode uji dibutuhkan untuk : 4.1 Pengawasan bahan mentah, bahan jadi dan produk akhir. 4.2 Pengawasan lingkungan. 4.3 Proses pemecahan masalah dasar

4.

4.

PANDUAN PENILAIAN 1. Memiliki pengetahuan dan keterampilan: Kompetensi ini mencakup kemampuan untuk menerapkan dan menerangkan: 3.1 Prinsip kimia/fisika/biologi dan komponen lainnya dalam metode uji 3.2 Fungsi komponen/pereaksi inti yang digunakan pada metode uji 3.3 Pengaruh pada uji jika variabel uji diubah 3.4 Prosedur penyiapan sampel 3.5 Prosedur pemecahan masalah pada metode uji 3.5 Pemeliharaan pereaksi dan prosedur evaluasi 3.6 Prosedur keselamatan kerja (OHS) dan GLP Konteks Penilaian Unit kompetensi ini akan dinilai di tempat kerja atau simulasi seperti lingkungan tempat kerja dan dengan waktu yang cukup untuk asesi agar dapat mendemonstrasikan uji/prosedur non instrumental. Metoda dan Sumber Penilaian Cara penilaian berikut ini disarankan: 3.1 Pengamatan bahwa asesi dapat melaksanakan prosedur/uji non-instrumen yang beragam. 3.2 Pertanyaan lisan atau tertulis. 3.3 Umpan balik dari staf lainnya dan penyelia. 3.4 Contoh-contoh pelaporan hasil atau dokumentasi tempat kerja/laboratorium dilengkapi oleh asesi. 3.5 Analisis hasil-hasil yang diperoleh asesi selama waktu tertentu untuk meyakinkan ketepatan, konsistensi bahwa pekerjaan tersebut diselesaikan dalam waktu tertentu.
Menampilkan Uji/ Prosedur Non Instrumental 90

2.

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

Sumber-sumber meliputi : 4.1 Standar laboratorium yang dilengkapi dengan peralatan yang sesuai. 4.2 Pereaksi laboratorium 4.3 Prosedur kerja standar dan metode uji. 3. Aspek penting penilaian: Aspek-aspek kompetensi berikut dapat ditunjukkan dalam penggunaan metode non instrumen untuk uji bahan, interpretasi dan penggunaan data yang tepat dan pelaporan hasil dengan format yang tepat disemua sektor laboratorium yang tercakup oleh paket pelatihan ini. Sebagai pertimbangan, penilai juga harus melihat bahwa asesi memiliki: 4.1 Kemampuan menyiapkan dan menguji sampel dengan menggunakan prosedur yang tepat untuk menjaga kemurnian bahan

4.2 Kemampuan melaksanakan uji dengan menggunakan standar yang tepat 4.3 Kemampuan menerapkan pengetahuan teoritis untuk menafsirkan data dan membuat kesimpulan yang sesuai 4.4 Jika memungkinkan hasil dihitung dalam satuan yang sesuai 4.5 Kemampuan mencatat dan menyampaikan hasil sebagai bagian dari prosedur perusahaan 4.6 Kemampuan menjaga keamanan, keaslian, asal dan ciri sampel, sub sampel dan mendokumentasikannya setiap saat 4.7 Kemampuan mengikuti prosedur OHS dan GLP
4. Kaitan dengan Unit-Unit Lain Unit kompetensi ini dapat dinilai dengan : 2.1 LAB.KK01.001.01– Mencatat dan Mengolah Data. KOMPETENSI KUNCI NO 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. KOMPENTENSI KUNCI DALAM UNIT INI Mengkomunikasikan ide dan informasi. Mengumpulkan, Menganalisis, dan Mengorganisir Informasi. Merencanakan dan Mengorganisir Aktivitas. Bekerja dengan yang lain dan dalam tim. Menggunakan Ide dan Teknik Matematika. Menyelesaikan Masalah. Menggunakan Teknologi. TINGKAT 1 2 2 1 2 2 1

Menampilkan Uji/ Prosedur Non Instrumental

91

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

KODE UNIT JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT

: : :

LAB.KK03.004.01 Melakukan Tes/Prosedur Instrumen Spektroskopi Unit kompetensi ini mencakup kemampuan menyiapkan sampel dan melakukan pengujian/ prosedur instrumen spektroskopi terhadap bahan uji.

ELEMEN KOMPETENSI 01 Melakukan persiapan sampel.

KRITERIA UNJUK KERJA 1.1 Bahan-bahan yang akan diuji, metode standar yang sesuai dan persyaratan keamanan diidentifikasi. 1.2 Peralatan perlindungan diri dan prosedur pengaman yang sesuai dengan metode uji dan bahan-bahan uji digunakan. 1.3 Deskripsi sampel dicatat dan dibandingkan dengan spesifikasi, penyimpangan yang ada dicatat dan dilaporkan. 1.4 Sampel disiapkan sesuai dengan permintaan uji

02 Menguji sampel.

2.1 Sampel dan standar yang akan dianalisis ditimbang dan diukur. 2.2 Status kalibrasi peralatan diperiksa 2.3 Perlengkapan/peralatan disiapkan dan dioperasikan sesuai dengan persyaratan metode uji. 2.4 Uji/prosedur dilakukan sesuai dengan metode laboratorium. 2.5 Peralatan dimatikan sesuai dengan prosedur kerja.

03 Mengolah data

3.1 Data uji dicatat 3.2 Perhitungan kuantitatif dengan perkiraan. 3.3 dipastikan sesuai

Hasil dicatat dan dilaporkan sesuai dengan prosedur terkait.

3.4 Kecenderungan data atau hasil dan hasil “di luar spesifikasi” atau hasil yang tidak sesuai dilaporkan kepada orang yang tepat. 3.5 Masalah prosedur dasar atau peralatan yangt memegang peranan pada data atau hasil diidentifikasi.

Melakukan Tes Prosedure/Instrumen Spektroskopi

80

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

ELEMEN KOMPETENSI 04 Menjaga keamanan lingkungan kerja.

KRITERIA UNJUK KERJA 4.1 Prosedur kerja yang mantap untuk memastikan pengamanan diri dan karyawan laboratorium lain digunakan. 4.2 Produksi limbah diperkecil. 4.3 Limbah laboratorium dipastikan dibuang secara aman termasuk pembuangan limbah hayati. 4.4 Peralatan dan pereaksi dibersihkan, dirawat, dan disimpan sesuai persyaratan

05 Menjaga catatan laboratorium.

5.1 Catatan yang disetujui dicatat ke dalam sistem perusahaan. 5.2 Kerahasiaan informasi perusahaan dan data laboratorium dijaga. 5.3 Keamanan atas informasi perusahaan dan data laboratorium dipastikan. 5.4 Catatan peralatan dirawat sesuai dengan prosedur yang terkait.

BATASAN VARIABEL Kisaran variabel ini memberikan cakupan luas bagi setiap unit kompetensi. Variabel berikut ini berlaku di sektor laboratorium biomedis, kimia dan umum yang termasuk dalam kemasan pelatihan ini. 1. Unit kompetensi ini menjelaskan pekerjaan yang dilakukan oleh teknisi laboratorium yang menggunakan uji/prosedur instrumen spektrometri dalam memeriksa bahan. Semua pekerjaan harus mengikuti standar yang relevan, prosedur yang tepat dan atau sesuai persyaratan perusahaan. Prosedur ini meliputi : 2.1 Standar Indonesia dan Internasional.  GLP dan GMP  Alat ukur  Spektrometri serapan atom  Prosedur yang direkomendasikan untuk analisis kimia menggunakan spektrometri ultraviolet/sinar tampak 2.2 Lembar data keselamatan bahan (MSDSs). 2.3 Standar pengukuran nasional. 2.4 Prosedur kerja standar ( SOP). 2.5 Panduan peralatan. 2.6 Posedur menyalakan, mengoperasika dan mematikan peralatan. 2.7 Jadwal kalibrasi dan perawatan. 2.8 Panduan mutu.
81

2.

Melakukan Tes Prosedure/Instrumen Spektroskopi

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

2.9 2.10 2.11 3.

Prosedur pencatatan dan pelaporan perusahaan. Jadwal produksi dan laboratorium. Spesifikasi bahan, produksi dan produk.

Semua pekerjaan mengacu pada peraturan K3 yang ketat. Standar yang relevan dapat meliputi bagian dari kesehatan dan keselamatan pekerja, peraturan dan prosedur keselamatan perusahaan, standar atau pedoman kerja. Penyiapan sampel dapat meliputi proses seperti :penggilingan, penghalusan, penyiapan pelarutan cakram/disc, pengabuan, pereflukan dan pengekstrasian, penyaringan, penguapan, flokulasi, pengendapan, dan sentrifugasi/pemusingan Metode Instrumentasi meliputi metode spektrometri, kromatografi, dan elektrokimia. Kompetensi ini disesuaikan dengan jenis instrumen dan prosedur instrumental seperti: 5.1 spektrometri, misalnya: 5.1.1 spektrofotometri ultraviolet/ sinar tampak, fluorometri, inframerah, serapan atom 5.2 Kromatografi,misalnyal : 5.2.1 kromatografi kolom dan preparatif dan analitik lapis tipis 5.2.2 kromatografi kertas, gas, cair dan KCKT/HPLC 5.2.3 kromatografi filtrasi gel (pemurnian protein) 5.2.4 kromatografi afinitas (pemurnian immunoglobulin) Elektrokimia, misalnya : 5.3.1 pH, elektrode ion selektif dan polarografi Elektrotoresis, misalnya: 5.4.1 pola DNA dan penetapan kemurnian protein

4.

5.

5.3 5.4

6.

Uji dapat meliputi metode untuk: 6.1 pemeriksaan bahan, bahan yang sedang diproses, dan hasil akhir 6.2 pengawasan lingkungan 6.3 mencari memecahkan kesulitan dasar 6.4 tes patologi diagnostik

PANDUAN PENILAIAN 1. Memiliki pengetahuan dan keterampilan: Kompetensi terdiri dari kemampuan untuk menjalankan dan menerangkan: 3.1 Prinsip dan konsep yang berhubungan dengan pengoperasian dan pengujian instrumentasi 3.2 Mode pemisahan dan konsep yang berhubungan dengan pengoperasian dan pengujian instrumen 3.3 Fungsi komponen pokok dari instrumen 3.4 Pengaruh dari modifikasi variabel instrumen pada hasil akhir 3.5 Prosedur untuk mengoptimalkan perlengkapan melalui perubahan parameter operasi 3.6 Prosedur persiapan sampel 3.7. Prosedur pemecahan masalah peralatan dan metode uji

Melakukan Tes Prosedure/Instrumen Spektroskopi

82

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

3.8 3.9 3.10 3.11 2.

Menggunakan instrumen untuk analisis kualitatif dan kuantitatif Menggunakan kurva kalibrasi Langkah perhitungan untuk memberikan hasil dalam satuan yang benar Prosedur K3 dan GLP

Konteks Penilaian Unit kompetensi ini akan diuji di tempat kerja atau simulasi lingkungan tempat kerja Metoda dan Sumber Penilaian Metode penilaian berikut disarankan : 3.1 Pengamatan terhadap asesi dalam melakukan uji /prosedur instrumen spektrometri. 3.2 Pertanyaan lisan dan tertulis. 3.3 Umpan balik dari rekan kerja dan atasan 3.4 Contoh catatan hasil uji dan dokumentasi tempat kerja dilengkapi oleh asesi. 3.5 Menelaah kecermatan hasil yang didapat oleh asesi selama waktu tertentu untuk memastikan ketepatan dan kemantapan hasil dalam waktu yang telah ditentukan. Sumber daya penilaian dapat meliputi : 4.1 4.2 4.3 Laboratorium standar yang dilengkapi dengan spektrometer yang tepat. Pereaksi dan peralatan laboratorium. Prosedur kerja standar (SOP) dan metode uji.

3.

Aspek penting penilaian Aspek-aspek kompetensi berikut dapat diterapkan disemua sektor industri yang tercakup oleh Paket Pelatihan ini. Kompetensi ini harus ditunjukkan dalam kemampuan menggunakan metode instrumen spektrometril untuk menguji bahan-bahan, menginterpretasikan dan menggunakan data dengan benar dan melaporkan data pada format yang sesuai, penilai harus mengamati bahwa asesi dapat: 4.1 Menyalakan, mengatur dan mematikan peralatan 4.2 Memeriksa status kalibrasi peralatan dan melakukan kalibrasi bila perlu 4.3 Menyiapkan dan menguji sampel menggunakan prosedur yang tepat untuk sampel 4.4 Mengoptimalkan dan menggunakan peralatan dan spektrometer 4.5 Menyiapkan kurva kalibrasi dan menghitung hasil dalam satuan yang benar 4.6 Menggunakan pengetahun teoritis untuk menafsir data dan menarik kesimpulan yang relevan 4.7 Mengidentifikasi adanya hasil yang keluar dari batas normal 4.8 Menulusuri dan menemukan sumber penyebab kesalahan 4.9 Mengkomunikasikan masalah ke penyelia atau teknisi dari luar 4.10 Mencatat dan mengkomunikasikan hasil 4.11 Menjaga keamanan, integritas, kemudahan telusur dan identitas sampel, sub sampel dan dokumentasi 4.12 Mengikuti prosedur K3 dan GLP

Melakukan Tes Prosedure/Instrumen Spektroskopi

83

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

4.

Kaitan dengan Unit-Unit Lain Unit kompetensi ini dapat dinilai dengan : 2.1 LAB.KK01.002.01 - Menganalisis data dan melaporkan hasil. 2.2 LAB.KK03.006.01 - Mengkalibrasi dan memelihara instrumen. 2.3 LAB.KK02.019.01 - Membuat, menstandarisasi dan mengunakan larutan

KOMPETENSI KUNCI NO 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. KOMPENTENSI KUNCI DALAM UNIT INI Mengkomunikasikan ide dan informasi Mengumpulkan, Menganalisis, dan Mengorganisir Informasi Merencanakan dan Mengorganisir Aktivitas Bekerja dengan yang lain dan dalam tim Menggunakan Ide dan Teknik Matematika Menyelesaikan Masalah Menggunakan Teknologi TINGKAT 1 2 2 1 2 2 2

Melakukan Tes Prosedure/Instrumen Spektroskopi

84

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

KODE UNIT JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT

: : :

LAB.KK03.006.01 Mengkalibrasi dan Memelihara Instrumen. Kompetensi ini meliputi kemampuan untuk mengkalibrasi dan memelihara instrumen.

ELEMEN KOMPETENSI 01 Mempersiapkan dan memeriksa keamanan sebelum digunakan.

KRITERIA UNJUK KERJA 1.1 Persiapan instrumen dan pemeriksaan keamanan dilakukan sesuai dengan prosedur yang tepat. 1.2 Peralatan yang berbahaya, atau dilaporkan kepada orang yang tepat. 1.3 Peralatan yang rusak diberi label/tanda. 1.4 Peralatan dihidupkan sesuai prosedur rusak

02 Melakukan kalibrasi.

2.1 Kalibrasi peralatan dilakukan menurut prosedur dan jadwal menggunakan bahan referensi yang tepat. 2.2 Penyesuaian kalibrasi dan peralatan uji dilakukan untuk menyakinkan bahwa peralatan beroperasi dalam kisaran yang spesifik. 2.3 Status kalibrasi didokumentasikan dan peralatan yang tidak memenuhi kalibrasi dilaporkan.

03 Melakukan pemeliharaan alat.

3.1 Prosedur perawatan diidentifikasi dan dicatat dengan tepat 3.2 Peralatan, fasilitas-fasilitas, standar baku, kepustakaan yang berkaitan dan persediaan bahan dipelihara sesuai dengan prosedur standar. 3.3 Perawatan direncanakan dan divaluasi sesuai dengan standar mutu. 3.4 Catatan diidentifikasi dan perlunya perawatan/pemeliharaan karena kerusakan atau kegagalan peralatan dilaporkan. 3.5 Catatan pemeliharaan diperbaharui sesuai dengan prosedur terkait.

Mengkalibarasi dan Memelihara Instrumen

127

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

BATASAN VARIABEL Kisaran variabel ini memberikan cakupan luas bagi setiap unit kompetensi. Variabel berikut ini berlaku di sektor laboratorium biomedis, kimia dan umum yang termasuk dalam kemasan pelatihan ini. 1. Unit kompetensi ini menjelaskan mengenai pekerjaan yang dilakukan oleh Teknisi laboratorium yang mengkalibrasi dan merawat sejumlah perlengkapan dan alat laboratorium sebagai bagian dari pekerjaan mereka. Semua pekerjaan harus sesuai dengan standar yang relevan, prosedur yang tepat dan/atau persyaratan perusahaan. Prosedur ini sudah termasuk atau dipersiapkan dari : Standar Indonesia dan internasional. Pedoman kerja ( seperti GLP dan GMP ). Lembar data keselamatan bahan ( MSDSs ). Prosedur pengukuran nasional Prosedur kerja standar (SOP) Pedoman peralatan. Prosedur menghidupkan, menggunakan, dan mematikan alat. Jadwal kalibrasi dan perawatan. Pedoman mutu. Prosedur perekaman dan pelaporan perusahaan. Jadwal produksi dan laboratorium. Spesifikasi bahan-bahan, produksi, dan bahan Semua pekerjaan diharuskan untuk mengikuti persyaratan KKK (OHS). Mengikuti pedoman keamanan dan standar nasional atau pedoman kerja . Peralatan laboratorium dan instrumen bergantung pada perusahaan dan hasil yang dikeluarkan. Peralatan tertentu termasuk : 4.1 Timbangan. 4.2 Botol berat jenis (BJ), pipet, burret, dan gelas ukur. 4.3 Mikroskop optik, termometer, alat penentuan titik cair, refraktometer, viskometer, alat penentuan kekerasan. 4.4 Alat pengukur konduktifitas, alat pengukur pH. 4.5 Autoclaves. 4.6 Pemusing (sentrifuge). 4.7 Pengukur kebisingan, pengukur tekanan, pengukur putaran. 4.8 Pengukur disintegrasi. 4.9 Polarimeter, Kolorimeter, spectrometer. 4.10 Peralatan kromatografi, peralatan elektrokimia. 4.11 Alat analisis dan penghitung sel.

2.

3.

4.

PANDUAN PENILAIAN 1. Memiliki pengetahuan dan keterampilan Kompetensi terdiri dari kemampuan untuk menjalankan dan menerangkan

Mengkalibarasi dan Memelihara Instrumen

128

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

1.1 Prinsip dan metode kalibrasi peralatan 1.2 Prinsip pengoperasian peralatan 1.3 Prosedur untuk mengevaluasi kalibrasi alat 1.4 Prosedur untuk mengetahui persyaratan perawatan 1.5 Jadwal dan prosedur perawatan peralatan 1.6 Kesalahan yang sering muncul dengan penggunaan alat 1.7 Pedoman KKK dan mengontrolnya 2. Konteks Penilaian Unit kompetensi ini akan diuji di tempat kerja atau simulasi lingkungan tempat kerja. Metoda dan Sumber Penilaian Cara penilaian berikut ini disarankan : 3.1 3.2 3.3 3.4 Observasi asesi dalam melakukan kalibrasi dan perawatan alat Pertanyaan tertulis maupun lisan. Umpan balik dari rekan kerja dan supervisor. Contoh rekaman dan dokumentasi tempat kerja dilengkapi oleh asesi.

Sumber daya dapat meliputi: 4.1 4.2 Laboratorium standar yang dilengkapi dengan peralatan yang tepat dan standar kalibrasi. Prosedur kerja standar ( SOP), jadwal dan prosedur kalibrasi dan perawatan

3.

Aspek penting penilaian Aspek-aspek kompetensi berikut dapat diterapkan disemua sektor laboratorium yang tercakup dalam Paket Pelatihan ini. Kompetensi harus ditunjukkan dengan kemampuan asesi untuk melakukan kalibrasi dan dan perawatan. Secara khusus penguji akan melihat apakah asesi dapat: 3.1 Menghidupkan peralatan 3.2 Mengembangkan dan menggunakan tabel kalibrasi 3.3 Menyesuaikan pengoperasian parameter sesuai kebutuhan 3.4 Mengkalibrasi dan merawat peralatan sesuai dengan standar yang ditetapkan 3.5 Mengevaluasi hasil 3.6 Mengidentifikasi kebutuhan dan melakukan perawatan rutin sesuai kebutuhan 3.7 Merawat dan /atau memesan bagian alat sesuai dengan kebutuhan untuk memutuskan pengoperasian yang baik apabila dibutuhkan 3.8 Mematikan peralatan sesuai dengan prosedur

Mengkalibarasi dan Memelihara Instrumen

129

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

4.

Kaitan dengan Unit-Unit Lain Unit kompetensi ini dapat dinilai dengan : 2.1 LAB.KK03.004.01– Melakukan test/prosedur instrumen Spektrokopi. 2.2 LAB.KL03.006.01 – Melakukan Uji Pathologi Kimiawi. 2.3 LAB.KM03.007.01– Menerapkan teknik Spectrometric. 2.4 LAB.KK03.008.01– Menggunakan teknik-teknik kromatografi

KOMPETENSI KUNCI

NO 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

KOMPENTENSI KUNCI DALAM UNIT INI Mengkomunikasikan ide dan informasi. Mengumpulkan, Menganalisis, dan Mengorganisir Informasi. Merencanakan dan Mengorganisir Aktivitas. Bekerja dengan yang lain dan dalam tim. Menggunakan Ide dan Teknik Matematika. Menyelesaikan Masalah. Menggunakan Teknologi.

TINGKAT 1 2 2 1 2 2 2

Mengkalibarasi dan Memelihara Instrumen

130

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Seektor Laboratori

KODE UNIT JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT

: : :

LAB.KK03.007.01 Menggunakan Teknik Spektrometri. Unit Kompetensi ini mencakup kemampuan penggunaan teknik spectrometri untuk menganalisis bahan-bahan. Unit kompetensi ini menjelaskan pekerjaan yang dikerjakan oleh teknisi laboratorium yang menggunakan teknik spektrometri untuk menganalisis bahan, interpretasi data dan atau menghitung hasil

ELEMEN KOMPETENSI 01 Melakukan persiapan sampel. 1.1

KRITERIA UNJUK KERJA Zat yang akan diuji, metode standar yang sesuai dan syarat keselamatan kerja diidentifikasi. Prosedur alat pelindung diri (APD) dan prosedur keselamatan yang khusus digunakan untuk metode pengujian dan bahan yang akan diuji. Deskripsi sampel dicatat, dibandingkan dengan spesifikasi. Adanya ketidaksesuaian dicatat dan dilaporkan. 1.4 Sampel disiapkan sesuai dengan uji yang diminta Menimbang atau mengukur sampel dan standar (bila perlu) ditimbang dan diukur untuk diuji. Cek status kalibrasi alat dicek dan dikalibrasi. Instrumen dipasang dan dioperasikan sesuai dengan syarat pengujian. Pengujian dilakukan sesuai dengan prosedur .

1.2

1.3

02 Melakukan prosedur analitik.

2.1

2.2 2.3 2.4

2.5 Data diinterpretasikan dan/atau hasil pengujian dari data dihitung. 2.6 Penyimpangan atau hasil yang tidak seperti biasanya diidentifikasi dan dilaporkan langsung kepada yang berwenang. Penyimpangan hasil ditangani dan faktor penyebabnya diprediksi. Alat dimatikan operasi. sesuai dengan prosedur

2.7 2.8 2.9

Pereaksi dan alat uji diperiksa, dipelihara dan disimpan.

Menggunakan Teknik Spektrometri

172

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Seektor Laboratori

ELEMEN KOMPETENSI 03 Melaporkan dan mengkomunikasikan hasil pengujian 3.1 3.2 3.3

KRITERIA UNJUK KERJA Hasil yang telah disetujui dimasukkan kedalam sistem pelaporan laboratorium. Log peralatan prosedur. dipelihara sesuai dengan

Hasil-hasil pengujian dilaporkan kepada yang berwenang.

BATASAN VARIABEL Kisaran variabel ini memberikan cakupan luas bagi setiap unit kompetensi. Variabel berikut berlaku di sektor laboratorium biomedis, kimia dan umum yang termasuk dalam kemasan pelatihan ini. 1. Unit kompetensi ini menjelaskan pekerjaan yang dilakukan oleh teknisi laboratorium yang menggunakan teknik Spektrometri untuk menganalisis bahan/contoh, menginterpretasikan data dan/atau menghitung hasil analisis. Seluruh pekerjaan harus mengikuti standar, prosedur yang sesuai dan atau sesuai dengan syarat perusahaan. Prosedur ini meliputi atau diambil dari : 2.1 Standar Indonesia dan standar internasional. 2.2 Aturan pelaksanaan kerja (seperti GLP dan GMP). 2.3 Lembar data keselamatan bahan (MSDSs). 2.4 Undang-undang Pengukuran Nasional. 2.5 Prosedur Kerja Standar (SOPs). 2.6 Pedomanl mutu dan peralatan. 2.7 Prosedur menghidupkan, mengoperasikan dan mematikan peralatan. 2.8 Jadwal kalibrasi dan pemeliharaan alat. 2.9 Prosedur pencatatan dan pelaporan. 2.10 Jadwal produksi dan laboratorium. 2.11 Spesifikasi bahan, produksi dan produk/hasil. Semua pekerjaan mengacu pada peraturan keselamatan kerja (OHS) yang diperlukan. Standar yang sesuai meliputi : 3.1 Prosedur dan peraturan keselamatan perusahaan. 3.2 Peraturan kesehatan dan keselamatan yang sesuai. 3.3 Standar Nasional atau aturan pelaksanaan kerja. Persiapan contoh meliputi proses seperti : 4.1 Penggilingan, penghalusan, penyiapan cakram. 4.2 Pengabuan. 4.3 Pelarutan, pereflukan dan pengekstrasian. 4.4 Penyaringan, penguapan, pengendapan dan sentrifugasi/pemusingan. 4.5 Metode kualitatif/kuantitatif secara Spektrometrik meliputi : 4.5.1 Sinar Ultra violet dan Sinar Tampak (UV-Vis). 4.5.2 Infra merah termasuk Infra merah transformasi Fourier dan infra merah dekat.
173

2.

3.

4.

Menggunakan Teknik Spektrometri

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Seektor Laboratori

4.5.3 4.5.4 4.5.5 4.5.6 4.5.7 6.

Serapan atom. X-ray ( Sinar X). Resonansi magnetik inti (NMR). Fluorosensi dan emisi nyala. Spektrometri massa.

Uji meliputi metode untuk : 6.1 Pemeriksaan bahan baku, bahan proses (setengah jadi) dan hasil akhir. 6.2 Pengawasan lingkungan. 6.3 Analisis obat–obatan teurapetik. 6.4 Tes patologi diagnostic. 6.5 Penetapan kinetika atau kecepatan aktivitas enzimatik 6.6 Penetapan analit kimia sebagai contoh : 6.6.1 Kanji 6.6.2 Glukosa 6.6.3 DNA 6.6.4 Hasil degradasi teurapetik. 6.7 Proses pemecahan masalah perusahaan.

PANDUAN PENILAIAN

1.

Memiliki pengetahuan dan keterampilan:
Kompetensi ini meliputi kemampuan untuk menerapkan dan menjelaskan tentang: 1.1 Prinsip spektrometri dan konsep yang berhubungan untuk uji dan penggunaan instrumentasi 1.2 Hubungan struktur kimia dengan absorbsi radiasi elektromagnetik 1.3 Fungsi komponen utama peralatan 1.4 Pengaruh pada spektra dari modifikasi variabel instrumen 1.5 Prosedur untuk mengoptimasikan peralatan melalui perubahan parameter operasi 1.6 Prosedur penyiapan sampel 1.7 Prosedur pemecahan masalah peralatan dan metode uji 1.8 Menggunakan spektroskopi untuk analisis kualitatif dan kuantitatif 1.9 Penyiapan dan penggunaan kurva kalibrasi 1.10 Langkah-langkah perhitungan untuk memberikan hasil dalam satuan yang sesuai 1.11 Prosedur K3 dan GLP

2.

Konteks Penilaian Unit kompetensi ini akan diuji di tempat kerja atau simulasi lingkungan tempat kerja Metode dan Sumber Penilaian Cara penilaian berikut ini disarankan : 3.1 3.2 3.3 3.4 Observasi/pengamatan asesi yang berhubungan dengan sebuah kisaran analisis secara spektrometrik. Pertanyaan lisan dan tertulis. Umpan balik dari rekan kerja dan penyelia/supervisor/pengawas. Contoh catatan hasil uji dan dokumentasi tempat kerja dilengkapi oleh asesi .

Menggunakan Teknik Spektrometri

174

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Seektor Laboratori

3.5

Review hasil yang didapat oleh kandidat selama periode tertentu untuk meyakinkan ketepatan dan konsistensi serta pekerjaan tersebut dapat diselesaikan dalam waktu yang telah ditentukan.

Sumber daya dapat meliputi: 1. Laboratorium standar yang dilengkapi dengan Spektrometer yang sesuai. 2. Pereaksi-pereaksi dan peralatan laboratorium. 3. Prosedur kerja standar (SOP) dan metode uji

3.

Aspek penting penilaian: Aspek-aspek kompetensi berikut dapat diterapkan disemua sektor laboratorium yang tercakup dalam Paket Pelatihan ini. Kompetensi ini harus ditunjukkan dalam kemampuan untuk menggunakan metode spektrometri dalam menganalisis bahan-bahan dan menginterpretasikan serta menggunakan data uji yang sesuai

Secara khusus, penilai sebaiknya mengamati bahwa peserta latih dapat: Menghidupkan, menset-up dan mematikan peralatan Memeriksa status kalibrasi peralatan dan melakukan kalibrasi bila diperlukan Mempersiapkan dan menguji sampel menggunakan prosedur yang sesuai untuk sampel bahan alam Mengoptimasikan dan menggunakan peralatan dan spektrometer sesuai dengan standar perusahaan Memilih panjang gelombang maksimal yang tepat dan blanko uji untuk analisis Mempersiapkan grafik kalibrasi dan menghitung hasil dalam satuan yang tepat Menerapkan pengetahuan teoritis untuk menginterpretasi data dan mengambil kesimpulan yang sesuai Mencatat dan menyampaikan hasil sesuai dengan prosedur perusahaan Memelihara keamanan, integritas, kemampuan penelusuran dan identitas sampel, subsampel dan dokumentasi

4.

Kaitan dengan Unit-Unit Lain: Unit kompetensi ini dapat dinilai dengan : 2.1 2.2 LAB.KK01.002.01- Menganalisa Data dan Hasil dari Laporan. LAB.KK03.006.01- Mengkalibrasi dan Memelihara Instrumen

KOMPETENSI KUNCI NO 1. 2. KOMPENTENSI KUNCI DALAM UNIT INI Mengkomunikasikan ide dan informasi Mengumpulkan, Menganalisis, dan Mengorganisir Informasi TINGKAT 2 2

Menggunakan Teknik Spektrometri

175

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Seektor Laboratori

3. 4. 5. 6. 7.

Merencanakan dan Mengorganisir Aktivitas Bekerja dengan yang lain dan dalam tim Menggunakan Ide dan Teknik Matematika Menyelesaikan Masalah Menggunakan Teknologi

2 2 2 2 3

Menggunakan Teknik Spektrometri

176

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Pariwisata

KODE UNIT JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT

: : :

LAB.KK.03.008.01 Menggunakan Teknik Kromatografi. Unit kompetensi ini mencakup kemampuan menggunakan tehnik–tehnik kromatografi untuk menganalisa dan memurnikan bahan-bahan.

ELEMEN KOMPETENSI 01 Melakukan persiapan sampel. 1.1

KRITERIA UNJUK KERJA Bahan-bahan yang akan diproses, metode standar yang sesuai dan syarat-syarat keamanan yang dibutuhkan diidentifikasi. Alat pelindung diri dan prosedur keselamatan digunakan sebagaimana di persyaratkan metode uji dan bahan yang akan di uji Deskripsi contoh dicatat dibandingkan dengan spesifikasi. Adanya ketidaksesuaian dicatat dan dilaporkan Sampel disiapkan sesuai dengan syarat-syarat pengujian. Sampel dan standar yang akan ditetapkan/diuji ditimbang dan diukur. Peralatan/instrumen dihidupkan sesuai dengan persyaratan metode pengujian Kromatogram sampel dan standar dijalankan sesuai dengan prosedur yang relevan Hasil diinterpretasi dan dihitung Hasil yang diluar spesifikasi atau hasil yang tidak sesuai diidentifikasi dan dilaporkan segera kepada orang yang tepat. Hasil yang ‘diluar spesifikasi’ atau hasil yang tidak sesuai diatasi dan diberikan saran mengenai kemungkinan penyebab masalah Peralatan dimatikan sesuai dengan prosedur operasi alat Pereaksi dan peralatan dibersihkan, dirawat dan disimpan sesuai kebutuhan

1.2

1.3

1.4 02 Melakukan analisis dan atau prosedur preparatif. 2.1 2.2 2.3 2.4 2.5

2.6

2.7 2.8

Menggunakan Teknik Kromatografi

176

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Pariwisata

ELEMEN KOMPETENSI 03 Melaporkan dan menyampaikan hasil. 3.1 3.2 3.3

KRITERIA UNJUK KERJA Hasil yang disetujui dimasukkan ke dalam sistem pelaporan laboratorium. Log peralatan prosedur. dipelihara sesuai dengan

Hasil disampaikan kepada orang yang tepat.

BATASAN VARIABEL ( RANGE OF VARIABLES) Kisaran variabel ini memberikan cakupan luas bagi setiap unit kompetensi. Variabel berikut berlaku di sektor laboratorium biomedis, kimia dan umum yang termasuk dalam kemasan pelatihan ini. 1. Unit kompetensi ini menjelaskan mengenai pekerjaan yang dilakukan teknisi laboratorium yang menerapkan teknik kromatografi untuk menganalisis dan memurnikan contoh. Semua pekerjaan harus sesuai dengan standar yang relevan, prosedur yang tepat dan/atau persyaratan perusahaan. Prosedur ini sudah termasuk atau dipersiapkan dari :

2.

2.1 2.2 2.3 2.4 2.5 2.6 2.7 2.8 2.9 2.10 2.11 2.12 3.

Standar Indonesia dan internasional Aturan pelaksanaan kerja ( seperti GLP dan GMP ). Lembar data keselamatan bahan ( MSDSs ). Undang-undang Pengukuran Nasional. Prosedur kerja standar. Prosedur alat. Prosedur menghidupkan, mengoperasikan dan mematikan alat. Jadwal kalibrasi dan perawatan. Manual mutu. Prosedur penyimpanan dan pelaporan Jadwal produksi dan laboratorium. Spesifikasi bahan-bahan, produksi, dan barang.

Semua pekerjaan diharuskan untuk mengikuti persyaratan keselamatan kerja. Standar yang relevan termasuk sektor kesehatan pekerja dan peraturan keselamatan, prosedur dan peraturan keselamatan perusahaan, peraturan negara yang relevan, standar national atau tatacara percobaan. Cara kromatografi termasuk kedua prosedur analisis dan preparatif menggunakan : 4.1 Lapisan tipis, kertas, 4.2 Kromatografi gas cair dan gas padat 4.3 Kromatografi cair kinerja tinggi ( LLC, LSC, IC, SEC) 4.4 Teknik elektroforesis termasuk agarosa, poliacrilamid 4.5 Elektroforesa denaturasi (seperti SDS-PAGE)

4.

Menggunakan Teknik Kromatografi

177

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Pariwisata

5.

Persiapan contoh termasuk proses seperti penggilingan, penghalusan, pelarutan, ekstraksi (pemisahan), dan filtrasi (penyaringan) Test harus termasuk cara-cara untuk : 6.1 Kontrol kualitas dari bahan baku, bahan dalam proses dan hasil akhir (produk). 6.2 Pengawasan lingkungan. 6.3 Proses pemecahan masalah perusahaan. 6.4 Penggabungan kromatografi dan gel filtrasi untuk pemurnian dan persiapan protein tingkat tinggi. 6.5 Prosedur pemindahan blot yang dihubungkan dengan elektroforesis (misalnya western and southern blot, gel DNA agarose dan polyacrylamide)

6.

PANDUAN PENILAIAN 1. Memiliki pengetahuan dan keterampilan: Kompetensi terdiri dari kemampuan untuk menjalankan dan menerangkan 1.1 Prinsip dan konsep kromatografi dan elektroforesis yang dihubungkan dengan pengoperasian instrumen, preparasi bahan dan pengujian 1.2 Penanganan dari bahan kimia yang tidak stabil atau bahan alam biologi yang tidak stabil 1.3 Fungsi komponen utama dari peralatan 1.4 Menggunakan metode kromatografi untuk analisis dan preparasi 1.5 Menggunakan metode elektroforesis 1.6 Pengaruh dari modifikasi variabel instrumen terhadap kromatogram 1.7 Prosedur pengoptimalan pemisahan melalui pergantian parameter operasi 1.8 Prosedur persiapan sampel 1.9 Prosedur dan pemecahan masalah pada peralatan dan pengujian 1.10 Menggunakan metode kromatografi untuk analisis kualitatif dan kuantitatif 1.11 Menggunakan kurva kalibrasi 1.12 Prosedur perhitungan untuk memberikan hasil dan satuan yang benar 1.13 Prosedur perawatan peralatan 1.14 Prosedur OHS dan GLP 2. Konteks Penilaian Unit kompetensi ini akan diuji di tempat kerja atau simulasi lingkungan tempat kerja. Metoda dan Sumber Penilaian 2.1 Cara penilaian berikut ini disarankan : 2.1.1 Observasi bersama dengan pertanyaan tertulis maupun lisan. 2.1.2 Umpan balik dari rekan kerja dan penyelia. 2.1.3 Contoh dari catatan dan dokumentasi tempat kerja dilengkapi oleh asesi 2.1.4 Review hasil yang didapat asesi untuk memastikan ketepatan, konsistensi dan pekerjaan tersebut dapat dilengkapi dalam batas waktu yang dibutuhkan.

Menggunakan Teknik Kromatografi

178

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Pariwisata

2.2 Sumber daya dapat meliputi : 2.2.1 Laboratorium standar yang dilengkapi dengan peralatan kromatografi dan electrophoresis. 2.2.2 Peralatan dan pereaksi-pereaksi laboratorium. 2.2.3 Prosedur operasi standar dan cara-cara pengujian. 3. Aspek penting penilaian: Aspek-aspek kompetensi berikut dapat diterapkan disemua sektor industri yang tercakup oleh Paket Pelatihan ini. Kompetensi ini harus didemonstrasikan dalam kemampuan untuk mengaplikasi metoda kromatografi untuk menganalisis dan memurnikan bahan. Secara khusus penilai harus mengawasi/memperhatikan apakah asesi: 3.1 Dapat menyalakan, menset-up dan mematikan peralatan 3.2 Memeriksa status kalibrasi dari peralatan dan mengkalibrasi bila diperlukan 3.3 Persiapan standar dan contoh uji menggunakan cara yang benar untuk memurnikan contoh 3.4 Mengoptimasi dan menggunakan peralatan 3.5 Memasang dan memelihara bermacam-macam kolom kromatografi 3.6 Menyiapkan kurva kalibrasi dan menghitung hasil unit yang benar 3.7 Mengaplikasikan pengetahuan teori untuk menginterpretasikan data dan membuat kesimpulan yang relevan 3.8 Memecahkan masalah prosedur analisis dan problem peralatan 3.9 Merekam dan mengkomunikasikan hasil seperti trecantum dalam prosedur perusahaan 3.10 Memelihara keamanan, integritas, kemampuan telusur dan identitas contoh, bagian dari contoh dan cara pendokumentasiannya 3.11 Mengikuti prosedur KKK dan GLP 4. Kaitan dengan Unit-Unit Lain Unit kompetensi ini dapat dinilai dengan : 2.1 2.2 LAB.KK01.002.01 - Menanalisa data dan hasil dari aporan. LAB.KK03.006.01 - Mengkalibrasi dan Memelihara instrumen

KOMPETENSI KUNCI NO 1. 2. 3. KOMPENTENSI KUNCI Mengkomunikasikan ide dan informasi. Mengumpulkan, Menganalisis, dan Mengorganisir Informasi. Merencanakan dan Mengorganisir Aktivitas. TINGKAT 2 2 2

Menggunakan Teknik Kromatografi

179

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Pariwisata

4. 5. 6. 7.

Bekerja dengan yang lain dan dalam tim. Menggunakan Ide dan Teknik Matematika. Menyelesaikan Masalah. Menggunakan Teknologi.

2 2 2 3

Menggunakan Teknik Kromatografi

180

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

KODE UNIT JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT

: : :

LAB.KL02.001.01 Menerima dan Menyiapkan Sampel untuk Tes Patologi. Unit kompetensi ini mencakup kemampuan menerima dan menyiapkan kisaran sampel untuk pengujian patologi. Unit ini tidak meliputi teknik-teknik pengujian, memroses jaringan (tissue) atau teknik-teknik lain yang serupa.

ELEMEN KOMPETENSI 01 Mencatat informasi tentang sampel dalam buku log. 1.1 1.2 1.3 1.4 1.5 1.6 02 Menyampaikan masalah kepada pelanggan. 2.1

KRITERIA UNJUK KERJA Tanggal dan waktu kedatangan perusahaan dicatat spesimen di

Sampel diperiksa dan dicocokkan dengan formulir permintaan sebelum sampel diterima. Sampel dimasukkan ke dalam system informasi laboratorium. Prosedur diterapkan untuk penelusuran dokumen dengan catatan

Sampel yang penting diproses sesuai ketentuan perusahaan. Seluruh informasi dan data serta laboratorium dipastikan keamanannya

Apabila sampel dan formulir permintaan tidak sesuai dengan ketentuan perusahaan dilaporkan dan pelanggan dihubungi. Apabila sampel harus “kembalikan ke asal/sumbernya” bila tidak layak atau tidak mungkin untuk diperiksa penyelia dihubungi untuk memberi instruksi. Kerahasiaan seluruh informasi dan data klinis laboratorium dijaga. Pelayanan diberikan kepada pelanggan melalui telepon dengan sopan. Pemisahan fisik sampel dilakukan Sejumlah label „aliquots‟ sampel utama yang dibutuhkan disiapkan Pemisahan kimia sampel dilakukan apabila diperlukan oleh perusahaan. Sampel disimpan dalam media transpor yang sesuai bila diperlukan. Timbulnya aerosol diminimalkan ketika proses sentrifugasi, pemipetan atau pemindahan spesimen. Ketentuan suhu sampel sebelum, selama dan

2.2

2.3 2.4 03 Menyiapkan sampel-sampel yang akan dianalisis. 3.1 3.2 3.3 3.4 3.5

3.6
Menerima dan Menyiapkan Sampel untuk Tes Patologi

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

sesudah proses diterapkan.

Menerima dan Menyiapkan Sampel untuk Tes Patologi

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

ELEMEN KOMPETENSI 04 Mendistribusikan sample. 4.1 4.2 4.3 4.4

KRITERIA UNJUK KERJA Sampel yang memerlukan persyaratan pengujian yang sama dikelompokkan. Sampel didistribusikan ke tempat kerja dengan menjaga suhu sampel tetap sesuai. Formulir permintaan untuk memasukan data didistribusikan. Sampel dan formulir permintaan yang terkait, yang telah diterima oleh staff pelaksana laboratorium diperiksa. Kesehatan dan keselamatan kerja bagi diri sendiri dan pelaksana laboratorium lain diterapkan. Alat perlindungan yang sesuai digunakan untuk meyakinkan keselamatan diri sendiri dan mengurangi pencemaran silang. Semua kecelakaan dilaporkan kepada penyelia Percikan dan tumpahan segera dibersihkan menggunakan teknik pencegahan yang sesuai Pembentukan limbah diminimalkan Sampah bahan berbahaya dan limbah laboratorium lain dipastikan dibuang dalam keadaan aman

05

Memelihara area dan lingkungan kerja yang aman.

5.1

5.2

5.3 5.4

5.5 5.6

BATASAN VARIABEL Kisaran variabel ini memberikan cakupan luas bagi setiap unit kompetensi. Variabel berikut ini berlaku di laboratorium biomedis, kimia dan umum yang termasuk dalam kemasan pelatihan ini. 1. Unit kompetensi ini khususnya diterapkan untuk asisten laboratorium yang menerima dan menyiapkan sampel sebagai bagian dari pekerjaan mereka di bidang penerima sampell jasa pathology. Semua pekerjaan dilakukan sesuai dengan prosedur kerja standar dan dokumen perusahaan/ lembaga lainnya. Semua kejadian ( misalnya luka tertusuk jarum ) harus ditindak lanjuti untuk memberikan perlakuan medis yang sesuai untuk pekerja yang luka. Staf yang bekerja di area dimana ceceran darah terjadi harus diberitahukan segera dan area diisolasi sewaktu ceceran dibersihkan dengan menggunakan teknik dan tindakan pencegahan yang tepat. Ceceran darah akan menyebar dari tempat atau ruang/ tempat yang kecil ke seluruh ruangan yang terlibat. Unit kompetensi ini tidak mencakup teknik pengujian atau pemroses jaringan atau teknik yang sejenis.

2.

Menerima dan Menyiapkan Sampel untuk Tes Patologi

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

Semua pekerjaan mengasumsikan bahwa sampel mempunyai potensi untuk menulari dan membutuhkan standar pencegahan (sampel, Dewan Penelitian Medis dan Kesehatan Nasional ) untuk diterapkan. Semua pekerjaan dilakukan sesuai dengan prosedur standar kerja. Apabila timbul perbedaan antara kriteria kinerja dan persyaratan KKK, persyaratan KKK lebih diutamakan.

PANDUAN PENILAIAN 1. Memiliki Pengetahuan dan Keterampilan tentang: 1.1 Memelihara hubungan yang baik dengan pelanggan 1.2 Sifat semua bahan biologi yang potensial infektif 1.3 Sifat larutan yang tidak stabil seperti darah dengan antikoagulan 1.4 Pemberian label yang penting dan label yang tidak diterima atau speimen tidak berlabel 1.5 Sampel yang sudah membeku yang tidak sesuai dengan prosedur pemeriksaan hematologi rutin 1.6 Persyaratan sampel yang khusus untuk uji yang spesifik 1.7 Persyaratan penyimpanan dan pengangkutan sampel

2.

Konteks Penilaian Unit kompetensi ini akan diuji di tempat kerja atau disimulasikan seperti di lingkungan tempat kerja. Metode dan Sumber Penilaian 2.1. Cara penilaian berikut ini disarankan : 2.1 .1 Observasi langsung pada saat asesi menerima dan menyiapkan larutan kerja. 2.2 .1 Kaji ulang rekaman penerimaan dan persiapan sample. 2.1.3 Umpan balik dari penyelia dan rekan sekerja 2.1.4 Bertanya untuk menilai pengetahuan dasar apabila observasi langsung sulit 2.1.5 dilakukan (seperti menerima dan menyiapan sampel di lapangan). Teknik pertanya harus sesuai dengan tingkat kemampuan bahasa asesi. 2.2. Sumber daya dapat meliputi: 2.2.1. Pemilihan wadah spesimen, tabung dan lembar ngkapi dengan peralatan dan 2.2.2 Spesimen untuk simulasi spesimen yang khas tidak ada atau tidak sesuai

3.

Aspek Penting Penilaian 3.1. Kompetensi harus didemonstrasikan dalam kemampuan: Menerima dan memroses sampel dalam kaitannya dengan spesifikasi dam pemeriksaan laboratorium, apabila diperlukan dimana antikoagulan digunakan Menjelaskan dengan tepat kepada staf laboratorium tentang persyaratan khusus sesuai yang disarankan dengan menghubungi pelanggan jika persyaratan yang

Menerima dan Menyiapkan Sampel untuk Tes Patologi

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

diberikan ke staf penerima contoh memerlukan klarifikasi penyelesaian dan pelanggan Melakukan persiapan sampel dan subpengambiloan sampel sesuai dengan prosedur ditempat kerja Secara khusus penilai harus melihat apakah asesi : Memeriksa perjalanan sampel secara visual dan kondisi transportasi yang dapat diterima Menerapkan standar pencegahan apabila yang berhubungan dengan bahan biologi Mempersiapkan, melabel dan menyimpan sampel sesuai dengan prosedur diperlukan, memelihara integritas sampel (dan sterilitas apabila diperlukan). Mengikuti prsosedur pemusnahan sampel yang diperlukan Memelihara semua peralatan dan lingkungan dalam kondisi bersih dan aman. 4. Kaitan dengan Unit-unit Lain Unit kompetensi ini dapat dinilai dengan: 4.1. COM 300 LAB.KK01.006.01 Komunikasi dengan orang lain 4.2. KKK 300 LAB.KK02.001.01 Bekerja Aman sesuai dengan Prosedur dan

Kebijakan.

KOMPETENSI KUNCI NO 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. KOMPENTENSI KUNCI DALAM UNIT INI Mengkomunikasikan ide dan informasi. Mengumpulkan, Menganalisis, dan Mengorganisir Informasi. Merencanakan dan Mengorganisir Aktivitas. Bekerja dengan yang lain dan dalam tim. Menggunakan Ide dan Teknik Matematika. Menyelesaikan Masalah. Menggunakan Teknologi. TINGKAT 1 1 1 1 1 1 1

Menerima dan Menyiapkan Sampel untuk Tes Patologi

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

KODE UNIT JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT

: : :

LAB.KL03.005.02 Bentuk Tes Histologikal Unit Kompetensi ini mencakup kemampuan melakukan pemrosesan dan pewarnaan jaringan untuk pemeriksaan oleh ahli patologi dan ilmuwan untuk mendeteksi jaringan abnormal untuk membantu diagnosis penyakit. Unit ini meliputi tes dan prosedur-prosedur yang berhubungan dengan patologii anatomi dan hal ini dapat melibatkan pemakaian pengolah otomatis dan mesin pewarnaan. Unit ini secara prinsip merujuk kepada teknik yang dilakukan terhadap jaringan manusia, tapi banyak aspek mungkin sesuai untuk jaringan hewan dan tumbuhan.
KRITERIA UNJUK KERJA 1.1 Spesimen dan formulir permintaan diperiksa dan dicocokkan sebelum diterima 1.2 Spesimen dan formulir permintaan yang tidak memenuhi syarat dikembalikan ke sumbernya disertai alasannya. 1.3 Spesimen rutin dan non rutin diproses sesuai dengan aturan yang berlaku. 1.4 Spesimen yang diterima dicatat, mekanisme penelusuran dokumen yang dibutuhkan. diterapkan 1.5 Spesimen dikirim ke laboratorium rujukan seperti yang disyaratkan. 1.6 Spesimen disimpan dengan benar sampai saat pengujian.

ELEMEN KOMPETENSI 01 Memroses spesimen dan formulir permohonan yang terkait.

02 Mempersiapkan spesimen untuk pemotongan.

2.1 Pada tahap kerja selanjutnya zat fiksatif jaringan dipilih untuk mempersiapkan jaringan 2.2 Organ ditimbang dan dihitung serta diiris. potongan jaringan

2.3 Jaringan dan formulir permintaan disusun di area pemotongan. 2.4 Bila diperlukan.ciri – ciri umum spesimen dicatat selama pemotongan 2.5 Pada kaset jaringan diberi label yang diperlukan untuk menjaga identitas selama prosedur berlangsung. 2.6 Wadah dipersiapkan untuk jaringan kepada yang memroses pengiriman

Bentuk Tes Histologikal

153

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

ELEMEN KOMPETENSI 03 Memroses jaringan.

KRITERIA UNJUK KERJA 3.1 Program dan reagen untuk pemrosesan dipilih. 3.2 Reagen pemroses diperiksa terhadap volume kerusakan dan kecukupan. 3.3 Proses yang dibutuhkan diikuti untuk teknik yang non rutin termasuk histokimia. 3.4 Pemrosesan dipantau secara berkala selama tahap pemroses apabila sesuai.

04 Memendam jaringan.

4.1 Medium pemendam yang bahan penyerap dipilih.

cocok

dengan

4.2 Suhu medium yang sesuai untuk proses pemendaman diperiksa. 4.3 Kecukupan volume medium diperiksa selama pemendaman sehingga proses pemendaman tidak terputus. 4.4 Jaringan dipendam dengan cara yang benar 4.5 Prosedur diterapkan untuk mencegah pencemaran silang antar-jaringan pasien 4.6 Blok dibiarkan mengeras sesuai dengan syarat – syarat medium pemendaman 05 Memotong bagian jaringan. 5.1 Kesiapan dan kesempurnaan bak pelampung yang akan digunakan diperiksa. 5.2 Mikrotom dan peralatan yang terkait disiapkan untuk keperluan pemotongan jaringan. 5.3 Blok dalam mikrotom diamankan sesuai dengan prosedur keselamatan yang sudah ditentukan 5.4 Pada sejumlah slide mikroskop diberi label dengan identifikasi penderita sesuai ketentuan perusahaan. 5.5 Bagian jaringan dipotong sesuai kebutuhan untuk prosedur selanjutnya. 5.6 Potongan diapungkan di atas bak air agar jaringan rata. 5.7 Potongan diangkat ke atas slide mikroskop dan memastikan identifikasi slide sesuai dengan yang ada di atas blok. 5.8 Potongan jaringan dijaga dalam kondisi yang cocok untuk prosedur selanjutnya.

Bentuk Tes Histologikal

154

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

ELEMEN KOMPETENSI 06 Mewarnai potongan jaringan.

KRITERIA UNJUK KERJA 6.1 Prosedur pewarnaan digunakan untuk melihat ciri morfologi yang dibutuhkan. 6.2 Reagen untuk teknik khusus dipilih, dan dipastikan urutan reagen sesuai dengan prosedur standar. 6.3 Potongan diwarnai sesuai dengan metode yang memungkinkan dilakukan modifikasi dan menerapkan kendali mutu yang dibutuhkan. 6.4 Potongan dipelajari secara mikroskopik untuk memastikan hasil pewarnaan telah berhasil dan artefak – artefak dapat dideteksi. 6.5 Penutup slide dilekatkan memakai medium yang sesuai dengan teknik pewarnaan. 6.6 Tipe jaringan tersebut dikonfirmasikan secara makroskopik atau mikroskopik sesuai dengan label dan spesifikasi ahli patologi. 6.7 Berperan serta dalam pemeriksaan akhir bahwa jumlah nomor slide-slide telah ditetapkan sesuai dengan kertas kerja 6.8 Label permanen yang memberikan rincian spesimen telah dilekatkan sesuai dengan yang disyaratkan perusahaan.

07 Memberi sumbangan terhadap ketentuan yang efisien dalam layanan histology.

7.1 Sumber untuk ahli patologi dipantau dan dijaga di area pemotongan. 7.2 Hubungan dengan staf klinik dan perawat dilakukan jika dibutuhkan oleh organisasi berkaitan dengan persyaratan fiksatif jaringan di lingkungan seperti bangsal, ruang operasi, kamar jenazah. 7.3 Volume fiksatif dipantau dan dijaga di lingkungan seperti bangsal, ruang operasi dan kamar jenasah. 7.4 Slide dan blok – blok telah disimpan sesuai dengan aturan legal dan persyaratan perusahaan pada kondisi yang mencegah proses kerusakan.

Bentuk Tes Histologikal

155

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

ELEMEN KOMPETENSI 08 Menjaga lingkungan yang aman. 8.1

KRITERIA UNJUK KERJA Tindakan untuk memastikan kesehatan dan keselamatan diri dan pekerja laboratorium lain telah diterapkan. keselamatan jaringan yang tidak difiksasi telah ditangani untuk memperkecil infeksi silang dan pencemaran kepada pegawai dan ke lingkungan. Jaringan yang diawetkan telah disimpan sesuai dengan yang dipersyaratkan untuk memperkecil kontak bahaya uap/ asap terhadap pegawai. Tumpahan telah dibersihkan menggunakan teknik yang tepat untuk melindungi pegawai, area kerja dan lingkungan sekitar dari pencemaran. Produksi limbah diminimalkan. Buangan bahan-bahan biologi berbahaya dan limbah laboratorium lain telah dipastikan keamanannya sesuai dengan prosedur. Masukan telah dibuat pada format laporan atau ke dalam system komputer, dicatat dengan akurat atau menulis data yang dibutuhkan. Irisan jaringan telah diarsipkan dan disimpan untuk mendapatkan kembali fasilitas secara efisien. Catatan instrumen dipelihara sesuai dengan kebutuhan untuk pemeriksaan akreditasi. Seluruh informasi klinik, data laboratorium dan catatan-catatan telah dipastikan kerahasiaan dan keamanannya.

8.2

8.3

8.4

8.5 8.6

09 Menjaga catatan laboratorium.

9.1

9.2

9.3 9.4

BATASAN VARIABEL Kisaran variabel ini memberikan cakupan luas bagi setiap unit kompetensi. Variabel berikut berlaku di sektor laboratorium biomedis, kimia dan umum yang termasuk dalam kemasan pelatihan ini.. 1. Unit kompetensi ini meliputi kemampuan untuk menstandardisasi dan menggunakan larutan dari memantau kualitas larutan yang dibuat. Unit kompetensi ini menafsirkan bahwa petugas akan melakukan uji dan prosedur dibawah pengawasan dari ilmuwan dan/atau staf pengobatan. Karena petugas/teknisi dapat bekerja sendiri pada keadaan tertentu, unit ini menjabarkan kemampuan yang dibutuhkan untuk
156

2.

Bentuk Tes Histologikal

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

diterapkan pada bidang pendidikan dan pelatihan petugas teknisi. Pada suatu kondisi cakupan pekerja dari ijin kerja dan interpretasinya akan ditetapkan oleh kesesuaian prosedur operasi tempat kerja dan peralatan. Pada suatu cakupan petugas ijin kerja dan interpretasinya ditetapkan sesuai prosedur operasi dan perlatan di tempat kerja 3. Keterlibatan dari teknisi kantor dalam ruang kerja akan ditentukan oleh perusahaan. Pekerjaan dari jenis ini akan selalu diawasi dengan teliti oleh ilmuwan/staf pengobatan. Petugas teknisi dapat menunda pekerjaan rutin untuk membantu atau melakukan potongan beku atau prosedur khusus pewarnaan untuk memudahkan diagnosis yang cepat dari spesimen pasien kamar operasi. Diharapkan bahwa semua pekerjaan dapat memenuhi kesehatan kerja peraturan keselamatan kerja. Dalam laboratorium, pekerja dan penyelia secara umum memiliki akses sebagai berikut: 5.1 Prosedur tempat kerja, standar operasi prosedur (SOPs) dan manual. 5.2 Prosedur uji (validasi dan autorisasi). 5.3 Medico-legal dan persyaratan akreditasi laboratorium untuk mampu telusur spesimen dan data/laporan. 5.4 Prosedur pengambilan sample (melabel, preparasi, penyimpanan, transportasi dan membuang). 5.5 Persyaratan keamanan untuk peralatan/perlengkapan, bahan dan produk. 5.6 Bersih, sehat, syarat sehat pegawai. 5.7 Sistem berkualitas dan proses perbaikan yang berkelanjutan. 5.8 Laporan peristiwa dan kecelakaan. 5.9 Skema, alur kerja, dan tata ruang laboratorium. 5.10 Instruksi untuk mengikuti peraturan baru, standar, dan aturan. 5.11 Laporan stok dan inventarisasi. 5.12 Isi program pelatihan. 5.13 Meminimalisasikan limbah dan protokol pembuangan. Unit dari kompetensi ini meliputi penggunaan beberapa peralatan, bahan reaksi, spesimen (bahan percobaan) dan sistem sebagai berikut: 6.1 Mikrotom dan pisau mikrotom permanen dan sekali pakai. 6.2 Cryostats (bahan pembeku). 6.3 Alat pengasah pisau mikrotom. 6.4 Pusat pemendaman. 6.5 Wadah pengapung, oven pengering, oven microwave. 6.6 Alat pengolahan jaringan. 6.7 Mesin pewarna dan “cover slipping”. 6.8 Mikroskop medan terang, fase kontras dan fluoresensi. 6.9 Alat gelas volumetrik dan alat ukur gelas. 6.10 Alat gelas laboratorium umum dan perlengkapan yang dikenal dalam laboratorium anatomi patologi.
157

4.

5.

6.

Bentuk Tes Histologikal

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

6.11 6.12 6.13 6.14

Bahan reaksi, seperti formaldehida, etanol, xilena, paraffin, asam pikrat, merkurii klorida, dll. Bahan rujukan untuk kendali mutu otomatis dan manual serta sistem pemastian mutu. Spesimen yang segar dan yang diawetkan. Sistem informasi komputer, database, catatan, dan sistem pengisian termasuk penomoran specimen

7.

Unit dari kompetensi ini mencakup komunikasi dengan: 7.1 7.2 7.3 7.4 Penyelia dan manajer (laboratorium, kualitas dan servis pelanggan). Laboratorium lain atau pegawai klinik (ahli patologi, staf perawat, pencatat patologi, staf pengobatan lain dan staf administrasi) Pelanggan. Auditor eksternal dan badan akreditasi.

PANDUAN PENILAIAN 1. Miliki pengetahuan dan keterampilan tentang 1.1 Hubungan antara anatomi dan morfologi tipe jaringan, ganmbaraan makroskopik dan mikroskopik bagian yang diwarnai. 1.2 Pengetahuan dasar tentang larutan asam, basa, garam, bufer dan netral 1.3 Prosedur untuk pembuatan larutan 1.4 Cara-cara perhitungan untuk mempersiapkan jumlah larutan dan konsentrasi 1.5 Prosedur KKK yang sesuai untuk mempersiapkan, manangani dan membuang larutan 1.6 Lembar data keselamatan bahan

2.

Konteks penilaian Unit kompetensi ini akan diuji di tempat kerja atau disimulasikan seperti di lingkungan tempat kerja. Metode dan Sumber Penilaian Cara penilaian berikut ini disarankan: 3.1 Observasi dari uji kinerja kandidat dan prosedur seperti : 3.1.1 3.1.2 3.1.3 3.2 3.3 Preparasi mikrotom untuk proses pemotongan, proses pemotongan bebas catat, keberhasilan pengapungan dan pengangkatan irisan. Pewarnaan jaringan untuk menggambarkan struktur jaringan dan komponen sel yang diminta. Identifikasi morfologi jaringan seperti : epitel, otot, pusat syaraf dan glandular

Ujian lisan dan/atau tulisan serta kertas soal yang berhubungan dengan metode tes dan proses laboratorium seperti kalibrasi peralatan dan perawatan. Umpan balik pengamat dan penyelia
158

Bentuk Tes Histologikal

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

Sumber daya dapatmencakup: 1. Dokumen tempat kerja. 2. Prosedur tempat kerja. 3. Peralatan/perlengkapan, sampel, dan bahan – bahan reaksi, dan lain-lain.

3.

Aspek penting penilaian Kompetensi harus ditunjukan dengan kemampuan untuk melakukan uji histologi dan prosedur secara manual dan otomatis dan prosedur untuk: 3.1 Memotong irisan, bebas dari kerutan, lembaran dan lipatan, pada ketebalan tertentu untuk memperlihatkan struktur seluler dan jaringan, graniula, inklisi dan organel-organel bila perlu. 3.2 Memotong irisan beku pada ketebalan khusus untuk memperlihatkan struktur seluler dan jaringan serta inklusi sebgaimana dikehendaki. 3.3 Pewarnaan irisan untuk mendapatkan perbedaan optimum dari inti dan sitoplasma secara rinci dan perbedaan antara komopnen jaringan. 3.4 Kaca penutup slide dipastikan bahwa tidak ada gelembung udara yang terbentuk sehingga keawetan terjaga. 3.5 Melabel dengan jelas slide dengan rincian kasus, spesimen dan pewarna.

4.

Kaitan dengan unit-unit lain Unit kompetensi ini dapat dinilai dengan : LAB.KK02.005.02– Menerapkan Sistem Kualitas dan Proses Perbailkan yang Berkelanjutan

KOMPETENSI KUNCI NO 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. KOMPENTENSI KUNCI DALAM UNIT INI Mengkomunikasikan ide dan informasi Mengumpulkan, Menganalisis, dan Mengorganisir Informasi Merencanakan dan Mengorganisir Aktivitas Bekerja dengan yang lain dan dalam tim Menggunakan Ide dan Teknik Matematika Menyelesaikan Masalah Menggunakan Teknologi TINGKAT 1 2 1 1 1 1 2

Bentuk Tes Histologikal

159

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

KODE UNIT JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT

: : :

LAB.KL.03.006.01 Melakukan Uji Patologi Kimiawi Unit kompetensi ini meliputi kemampuan pemeriksaan dan prosedur-prosedur yang berhubungan dengan deteksi dan pemantauan jaringan tubuh dan respon cairan tubuh sebagai proses fisiologi yang normal dan abnormal. Unit ini meliputi pemeriksaan-pemeriksaan dan prosedur-prosedur yang berhubungan dengan peraturan laboratorium biokimia klinik, dan dilakukan secara semi- atau komputerisasi dan otomasi. Secara prinsip unit ini mengacu kepada patologi manusia tetapi banyak aspek yang sesuai dengan patologi hewan.

ELEMEN KOMPETENSI 01 Memproses sampel dan formulir permintaan pemeriksaan.

KRITERIA UNJUK KERJA 1.1 Sampel dipastikan telah diberi label dan formulir permintaan pemeriksaan diisi dengan lengkap sesuai persyaratan. 1.2 Sampel dan form permintaan yang tidak sesuai dengan persyaratan dikembalikan kepada sumber atau asalnya dengan alasan tidak dapat diterima. 1.3 Sampel dan form permintaan dicatat dengan menggunakan mekanisme penelusuran dokumen yang ditetapkan. 1.4 Sampel diproses sesuai dengan pemeriksaan yang diminta. 1.5 Sampel dan komponen-komponen sampel disimpan secara tepat sampai siap dilakukan pemeriksaan

02 Melakukan pemeriksaan.

2.1 Metode pemeriksaan yang disahkan dipilih sesuai jenis pemeriksaan yang diminta. 2.2 Pemeriksaan-pemeriksaan dilakukan secara individu berdasarkan metode yang biasa dengan menerapkan prosedur pengawasan mutu. 2.3 Tugas dan pekerjaan dikelola dan diatur untuk efisiensi waktu. 2.4 Hasil pengujian yang keluar kualitas diidentifikasi. rentang kontrol

2.5 Data-data yang signifikan dan menyimpang dibedakan menurut proses kognitif dan teknis.

Melakukan Uji Patologi Kimiawi

160

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA UNJUK KERJA 2.6 Permintaan pemeriksaan lanjut dikonfirmasi kepada penyelia. 2.7 Semua data dicatat, catatan diberikan pada setiap kejadian yang mungkin berhubungan dengan pengelolaan data atau interpretasi hasil. 2.8 Sampel dan komponen-komponen sampel yang tidak digunakan disimpan.

03 Menjaga keamanan area kerja dan lingkungan sekitarnya.

3.1 Diterapkan latihan/kegiatan untuk meyakinkan keselamatan dan kesehatan kerja pada diri sendiri dan pekerja laboratorium lainnya. 3.2 Tumpahan dibersihkan dengan teknik yang benar untuk melindungi pekerja, tempat kerja dan lingkungan kerja dari kontaminan. 3.3 Kerusakan alat yang dapat mempengaruhi keamanan operasional diidentifikasi. 3.4 Keamanan pembuangan bahan berbahaya dan limbah laboratorium lainnya diyakinkan sesuai prosedur yang relevan.

04. Memelihara data-data laboratorium.

4.1 Data-data pada formulir laporan dimasukkan kedalam sistem komputer, dicatat secara akurat atau ditulis data yang dibutuhkan seperti yang disyaratkan. 4.2 Catatan peralatan yang dibutuhkan dipelihara berdasarkan daftar periksa (ceklist) akreditasi. 4.3 seluruh informasi klinis dan data laboratorium. dijaga kerahasiaannya 4.4 Seluruh informasi klinis dan data serta catatan laboratorium dipastikan keamanan

BATASAN VARIABEL Kisaran variabel ini memberikan cakupan luas bagi setiap unit kompetensi. Variabel berikut ini berlaku di sektor laboratorium biomedis, kimia dan umum yang termasuk dalam kemasan pelatihan ini. 1. Unit kompetensi ini menggambarkan pengujian jaringan, darah, cairan tubuh, cairan serebrospinal, perut dan aspirasi luka, keringat, air ludah, kalkuli dan hasil ekskresi (kencing dan faces) dalam laboratorium. Pemeriksaan dan pengukuran senyawa yang dapat memberi informasi tentang perubahan dalam fisiologi dan patologi seseorang atau senyawa seperti obat terapetik atau penyalahgunaan obat yang akan mengubah fisiologi normal.
161

Melakukan Uji Patologi Kimiawi

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

2.

Unit kompetensi menggambarkan aspek kerja yang dijalankan oleh staf dibawah pengawasan penyelia. Walaupun seorang penyelia tidak selalu mendampingi, pekerja teknis dapat mengikuti SOP yang menggambarkan secara jelas lingkup kerja yang diperbolehkan dalam memodifikasi prosedur pengujian dan mengkomunikasikan hasil pemeriksaan ke orang-orang diluar laboratorium. Sumber informasi termasuk : 3.1 3.2 3.3 3.4 3.5 3.6 3.7 3.8 3.9 3.10 Prosedur tempat kerja, SOP, manual pengoperasian. Prosedur pemeriksaan (validasi dan otorisasi). Prosedur pengambilan sampel (contohnya : pelabelan, persiapan, penyimpanan, transportasi dan pembuangan). Persyaratan keamanan untuk peralatan, material atau produk. Persyaratan kebersihan, kesehatan dan kesehatan perorangan. Sistem mutu dan proses pengembangan berkesinambungan. Laporan kejadian dan kecelakaan. Rancangan laboratorium dan alur kerja yang skematis. Instruksi untuk mengikuti undang-undang, standar, peraturan muatan program pelatihan dan kode/tanda. Meminimalkan limbah dan prosedur pembuangan

3.

4.

Peralatan, material dan sistem termasuk : 4.1 4.2 4.3 4.4 4.5 4.6 4.7 Sentrifus, penangas air dan inkubator. Spektrometer manual dan otomatis serta peralatan pengukuran terkait lainnya. Berbagai alat diskret dan multi-channel untuk analisis kimia. Sistem informasi (komputer), database, sistem pencatatan dan pengarsipan. Pereaksi kimia (reagen), reagen materi biologi dan termasuk reagen immunologi serta DNA probe yang diperlukan untuk pengujian laboratorium. Peralatan gelas laboratorium dan peralatan pengukur. Material yang sesuai untuk pengambilan dan pembuangan limbah biologis dan nonbiologis yang aman

5.

Unit kompetensi ini termasuk komunikasi dengan : 5.1 5.2 5.3 5.4 Penyelia dan manajer (laboratorium, mutu dan pelayanan pelanggan). Petugas laboratorium atau klinik lainnya. Pasien dan pelanggan. Auditor luar dan badan akreditasi (seperti BSN).

Melakukan Uji Patologi Kimiawi

162

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

PANDUAN PENILAIAN 1. Konteks Penilaian Unit kompetensi ini akan diuji di tempat kerja atau simulasi lingkungan tempat kerja. 2. Keterkaitan Penilaian Unit kompetensi ini dapat dinilai dengan : 2.1 2.2 2.3 3. 4. LAB.KK02.005.01 LAB.KK03.006.01 LAB.KK03.004.01 – – – Menerapkan Sistem Mutu dan Proses Perbaikan yang Berkelanjutan. Mengkalibrasi dan Memelihara Instrumen. Melakukan Tes/Prosedur Instrumen Spektroskopi.

Pengetahuan Kerja Aspek Kritis Kompetensi ini harus ditunjukkan dengan kemampuan untuk melakukan pemeriksaan darah dan cairan tubuh, termasuk ekskresi. Pemeriksaan dititik beratkan pada: 4.1 Jumlah senyawa kimia yang berhubungan dengan disfungsional organ atau indikasi keberhasilan atau kegagalan pengobatan. 4.2 Aktivitas biologi 4.3 Pemantauan komponen sistem kekebalan humoral 4.4 Pengaplikasian teknik DNA 4.5 Bukti terpapar sebelumnya oleh penginfeksi, seperti dalam kasus mengidentifikasi perubahan plasma yang diakibatkan atau berhubungan dengan respon. Secara khusus, penilai dpat melihat bahwa kandidat dapat: 4.5 Mengenali masalah-masalah dalam sistem dan dokumentasi 4.6 Membedakan anatara data yang bermakna dan tidak bermakna 4.7 Mengunakan sistem informasi laboratorium secara efisien 4.8 Menganalisis informasi atau dokumen secara kritis dan merespon secara tepat terthadap hasil yang abnormal 4.9 Menyiapkan dokumentasi daftar kerja secara tepat dan sesuai dengan persyaratan 4.10 Menyiapkan dokumentasi yang mudah dimengerti oleh petugas terkait 4.11 Menggunakan sampel-sampel, pereaksi-pereaksi dan bahan lainnya secara benar dan ekonomis 4.12 Membuang limbah dengan aman 4.13 Melaporkan peralatan yang tidak berfungsi atau menghubungu teknisi yang telah dikontrak untuk memastikan bahwa masa rusak alat dikurangi.

5.

Metode dan Sumber Penilaian Cara penilaian berikut ini disarankan : 5.1 Penilaian terpadu dengan menitik beratkan kasus seperti : mengukur satu atau lebih senyawa kimia dan metabolit dalam serum. 5.2 Pertanyaan lisan dan/atau tertulis sehubungan dengan penentuan dalam laboratorium dan penyimpanan data. 5.3 Umpan balik dari rekan sejawat dan penyelia untuk mengkonfirmasi bahwa prosedur-

Melakukan Uji Patologi Kimiawi

163

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

prosedur tempat kerja dijalankan dengan konsisten dan hasil pemeriksaan memenuhi persyaratan tempat kerja Sumber daya dapat meliputi: 1. Dokumen tempat kerja. 2. Prosedur tempat kerja. 3. Peralatan, sampel dan reagen yang relevan. Dalam tugas menjaga persyaratan, penyelenggara pelatihan diluar kerja sebaiknya yakin bahwa sampel darah diketahui sebagai antibodi harus bebas dari hepatitis B dan C, sifilis dan HIV. KOMPETENSI KUNCI NO 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. KOMPENTENSI UTAMA DALAM UNIT INI Mengkomunikasikan ide dan informasi. Mengumpulkan, Menganalisis, dan Mengorganisir Informasi. Merencanakan dan Mengorganisir Aktivitas. Bekerja dengan yang lain dan dalam tim. Menggunakan Ide dan Teknik Matematika. Menyelesaikan Masalah. Menggunakan Teknologi. TINGKAT 1 2 2 1 2 2 2

Melakukan Uji Patologi Kimiawi

164

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

KODE UNIT JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT

: : :

LAB.KL.03.006.01 Melakukan Uji Patologi Kimiawi . Unit kompetensi ini meliputi kemampuan pemeriksaan dan prosedur-prosedur yang berhubungan dengan deteksi dan pemantauan jaringan tubuh sebagai respon proses fisiologi yang normal dan abnormal. Unit ini meliputi pemeriksaanpemeriksaan tes dan prosedur-prosedur yang berhubungan dengan peraturan laboratorium klinik biokimia, dan gambaran komputerisasi dan lingkungan (otomatis). Prinsip ini mengacu kepada patologi manusia tapi banyak aspek yang sesuai kepada patologi dokter hewan.

ELEMEN KOMPETENSI 01 Memproses sampel dan formulir permintaan pemeriksaan.

KRITERIA UNJUK KERJA 1.1 Sampel dipastikan telah diberi label dan formulir permintaan pemeriksaan telah diisi dengan lengkap sesuai dengan permintaan. 1.2 Sampel dan formulir permintaan pemeriksaan yang tidak sesuai dikembalikan dengan persyaratan kepada pengirim berikut alasan penolakan. 1.3 Sampel yang diterima, dicatat (log) untuk menerapkan prosedur-prosedur penelusuran dokumen. 1.4 Pemeriksaan sampel dilakukan sesuai dengan prosedur kerja dan permintaan pemeriksaan. 1.5 Komponen-komponen sampel disiimpan pada kondisi optimal hingga saat pengujian.

02 Melakukan pengujian.

2.1 Jenis pengujian dipilih yang tepat sesuai dengan pemeriksaan yang diminta. 2.2 Pengujian individu atau batch dilakukan sesuai metodologi yang telah ditentukan serta melakukan prosedur kontrol kualitas yang telah dibutuhkan. 2.3 Tugas-tugas pekerjaan dikelola dan diatur untuk memastikan penggunaan waktu yang efisien. 2.4 Hasil pengujian yang diluar batas kontrol kualitas yang ditetapkan diidentifikasikan. 2.5 Proses-proses kognitif dan teknis dilakukan untuk membedakan antara data yang signifikan dan artefak.

Melakukan Uji Patologi Kimiawi

160

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA UNJUK KERJA 2.6 Pada penyelia dikonfirmasikan tentang syaratsyarat pengujian lanjutan. 2.7 Seluruh data pengujian dicatat termasuk faktor-faktor yang mungkin berkaitan dengan perlakuan data atau interpretasi hasil. 2.8 sampel yang tidak dipakai untuk digunakan disiimpan sebagai rujukan dimasa datang.

03 Menjaga keamanan lingkungan kerja dan lingkungan sekitarnya.

3.1 Kegiatan/hasil pelatihan diterapkan untuk memastikan kesehatan dan keselamatan kerja bagi diri sendiri dan petugas laboratorium lainnya. 3.2 Tumpahan/cemaran yang terjadi dibersihkan dengan cara yang benar untuk melindungi petugas, lingkungan kerja dan lingkungan sekitar. 3.3 Kerusakan alat yang dapat mempengaruhi keamanan operasi/kegiatan diidentifikasika. 3.4 Prosedur-prosedur pembuangan bahan biologi berbahaya dan limbah laboratorium lain dipastikan dengan aman sesuai dengan yang benar.

04. Memelihara data-data laboratorium.

4.1 Data-data pada formulir laporan dimasukkan kedalam sistem komputer, dicatat secara akurat atau ditulis data yang dibutuhkan seperti yang disyaratkan. 4.2 Catatan peralatan yang dibutuhkan dipelihara berdasarkan daftar periksa (ceklist) akreditasi. 4.3 seluruh informasi klinis dan data laboratorium. dijaga kerahasiaannya 4.4 Seluruh informasi klinis dan data serta catatan laboratorium dipastikan keamanan

BATASAN VARIABEL Kisaran variabel ini memberikan cakupan luas bagi setiap unit kompetensi. Variabel berikut berlaku di sektor laboratorium biomedis, kimia dan umum yang termasuk dalam kemasan pelatihan ini. 1. Unit kompetensi ini menggambarkan pengujian jaringan, darah, cairan tubuh, cairan serebrospinal, perut dan aspirasi luka, keringat, air ludah, kalkuli dan hasil ekskresi (kencing dan faces) dalam laboratorium. Pemeriksaan dan pengukuran senyawa yang dapat memberi informasi tentang perubahan dalam fisiologi dan patologi seseorang atau

Melakukan Uji Patologi Kimiawi

161

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

senyawa seperti obat terapetik atau penyalahgunaan obat yang akan mengubah fisiologi normal. 2. Unit kompetensi menggambarkan aspek kerja yang dijalankan oleh staf dibawah pengawasan penyelia. Walaupun seorang penyelia tidak selalu mendampingi, pekerja teknis dapat mengikuti SOP yang menggambarkan secara jelas lingkup kerja yang diperbolehkan dalam memodifikasi prosedur pengujian dan mengkomunikasikan hasil pemeriksaan ke orang-orang diluar laboratorium. Sumber informasi termasuk : 3.1 3.2 3.3 3.4 3.5 3.6 3.7 3.8 3.9 3.10 4. Prosedur tempat kerja, SOP, manual pengoperasian. Prosedur pemeriksaan (validasi dan otorisasi). Prosedur pengambilan sampel (contohnya : pelabelan, persiapan, penyimpanan, transportasi dan pembuangan). Persyaratan keamanan untuk peralatan, material atau produk. Persyaratan kebersihan, kesehatan dan kesehatan perorangan. Sistem mutu dan proses pengembangan berkesinambungan. Laporan kejadian dan kecelakaan. Rancangan laboratorium dan alur kerja yang skematis. Instruksi untuk mengikuti undang-undang, standar, peraturan muatan program pelatihan dan kode/tanda. Meminimalkan limbah dan prosedur pembuangan

3.

Peralatan, material dan sistem termasuk : 4.1 4.2 4.3 4.4 4.5 4.6 4.7 Sentrifus, penangas air dan inkubator. Spektrometer manual dan otomatis serta peralatan pengukuran terkait lainnya. Berbagai alat diskret dan multi-channel untuk analisis kimia. Sistem informasi (komputer), database, sistem pencatatan dan pengarsipan. Pereaksi kimia (reagen), reagen materi biologi dan termasuk reagen immunologi serta DNA probe yang diperlukan untuk pengujian laboratorium. Peralatan gelas laboratorium dan peralatan pengukur. Material yang sesuai untuk pengambilan dan pembuangan limbah biologis dan nonbiologis yang aman

5.

Unit kompetensi ini termasuk komunikasi dengan : 5.1 5.2 5.3 5.4 Penyelia dan manajer (laboratorium, mutu dan pelayanan pelanggan). Petugas laboratorium atau klinik lainnya. Pasien dan pelanggan. Auditor luar dan badan akreditasi (seperti BSN).

Melakukan Uji Patologi Kimiawi

162

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

PANDUAN PENILAIAN 1. Konteks Penilaian Unit kompetensi ini akan diuji di tempat kerja atau simulasi lingkungan tempat kerja. 2. Keterkaitan Penilaian Unit kompetensi ini dapat dinilai dengan : 2.1 2.2 2.3 3. 4. LAB.KK02.005.01 LAB.KK03.006.01 LAB.KK03.004.01 – – – Menerapkan Sistem Mutu dan Proses Perbaikan yang Berkelanjutan. Mengkalibrasi dan Memelihara Instrumen. Melakukan Tes/Prosedur Instrumen Spektroskopi.

Pengetahuan Kerja Aspek Kritis Kompetensi ini harus ditunjukkan dengan kemampuan untuk melakukan pemeriksaan darah dan cairan tubuh, termasuk ekskresi. Pemeriksaan dititik beratkan pada: 4.1 Jumlah senyawa kimia yang berhubungan dengan disfungsional organ atau indikasi keberhasilan atau kegagalan pengobatan. 4.2 Aktivitas biologi 4.3 Pemantauan komponen sistem kekebalan humoral 4.4 Pengaplikasian teknik DNA 4.5 Bukti terpapar sebelumnya oleh penginfeksi, seperti dalam kasus mengidentifikasi perubahan plasma yang diakibatkan atau berhubungan dengan respon. Secara khusus, penilai dpat melihat bahwa kandidat dapat: 4.5 Mengenali masalah-masalah dalam sistem dan dokumentasi 4.6 Membedakan anatara data yang bermakna dan tidak bermakna 4.7 Mengunakan sistem informasi laboratorium secara efisien 4.8 Menganalisis informasi atau dokumen secara kritis dan merespon secara tepat terthadap hasil yang abnormal 4.9 Menyiapkan dokumentasi daftar kerja secara tepat dan sesuai dengan persyaratan 4.10 Menyiapkan dokumentasi yang mudah dimengerti oleh petugas terkait 4.11 Menggunakan sampel-sampel, pereaksi-pereaksi dan bahan lainnya secara benar dan ekonomis 4.12 Membuang limbah dengan aman 4.13 Melaporkan peralatan yang tidak berfungsi atau menghubungu teknisi yang telah dikontrak untuk memastikan bahwa masa rusak alat dikurangi.

5.

Metode dan Sumber Penilaian Cara penilaian berikut ini disarankan : 5.1 Penilaian terpadu dengan menitik beratkan kasus seperti : mengukur satu atau lebih senyawa kimia dan metabolit dalam serum. 5.2 Pertanyaan lisan dan/atau tertulis sehubungan dengan penentuan dalam laboratorium dan penyimpanan data. 5.3 Umpan balik dari rekan sejawat dan penyelia untuk mengkonfirmasi bahwa prosedur-

Melakukan Uji Patologi Kimiawi

163

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

prosedur tempat kerja dijalankan dengan konsisten dan hasil pemeriksaan memenuhi persyaratan tempat kerja Sumber daya dapat meliputi: 1. Dokumen tempat kerja. 2. Prosedur tempat kerja. 3. Peralatan, sampel dan reagen yang relevan. Dalam tugas menjaga persyaratan, penyelenggara pelatihan diluar kerja sebaiknya yakin bahwa sampel darah diketahui sebagai antibodi harus bebas dari hepatitis B dan C, sifilis dan HIV. KOMPETENSI KUNCI NO 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. KOMPENTENSI UTAMA DALAM UNIT INI Mengkomunikasikan ide dan informasi. Mengumpulkan, Menganalisis, dan Mengorganisir Informasi. Merencanakan dan Mengorganisir Aktivitas. Bekerja dengan yang lain dan dalam tim. Menggunakan Ide dan Teknik Matematika. Menyelesaikan Masalah. Menggunakan Teknologi. TINGKAT 1 2 2 1 2 2 2

Melakukan Uji Patologi Kimiawi

164

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

KODE UNIT JUDUL UNIT

: :

LAB.KL03.001.01 Melakukan Prosedur Laboratorium Biologi Pewarnaan Preparat Olesan,Hapusan dan Preparat Utuh. Unit kompetensi ini meliputi kemampuan dalam membuat preparat untuk pemeriksaan mikroskopik seperti pewarnaan olesan, hapusan dan pembuatan preparat utuh, dimana preparat-preparat tersebut merupakan bagian dari pemeriksaan diagnostik, penelitian ilmiah, pengembangan produk dan kontrol kualitas suatu produk.

DESKRIPSI UNIT

:

ELEMEN KOMPETENSI 01 Preparat pemeriksaan mikroskopik. 1.1

KRITERIA UNJUK KERJA Kaca obyek (object glass) dipastikan dalam keadaan bersih, tidak berlemak dan tidak ada goresan untuk mengurangi terbentuknya gangguan (artefak). Sampel dicampur dengan benar mendapatkan suspensi yang homogen. untuk

1.2 1.3

Hapusan tipis (thin film) dibuat dari darah atau sampel lain untuk mendapatkan preparat hapusan satu lapis (“monolayer”). Preparat utuh (“whole mount”) dibuat untuk mengamati organisme secara lengkap/utuh. Label diberikan pada preparat olesan, hapusan dan irisan (“sections”) untuk meyakinkan identifikasi selama dan setelah pemeriksaan. Preparat hapusan/olesan difiksasi untuk meminimalkan kerusakan sel dan meminimalkan adanya gangguan (artefak). Bahan yang telah difiksasi diwarnai untuk mengamati karakteristik sel atau jaringan. Preparat, hapusan, olesan dan preparat utuh yang telah diwarnai ditutup untuk meyakinkan preparat dapat awet untuk jangka waktu lama. Label diberikan secara permanen pada preparat hapusan, olesan dan irisan sesuai dengan persyaratan untuk pengawetan, penyimpanan dan pemeriksaan ulang.

1.4 1.5

02 Mewarnai preparat hapusan, olesan, irisan dan preparat utuh.

2.1

2.2 2.3

2.4

Melakukan Prosedur Laboratorium Biologi Pewarnaan Preparat Olesan,Hapusan dan Preparat Utuh

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

ELEMEN KOMPETENSI 03 Bekerja dengan aman untuk melindungi keamanan diri sendiri dan pekerja lainnya. 3.1

KRITERIA UNJUK KERJA Keamanan diri dipastikan dan kontaminasi silang diminimalkan dengan menggunakan alat pelindung. Seluruh spesimen dan peralatan ditangani sesuai dengan prosedur keamanan perusahaan. Pemindahan spesimen dilakukan secara aseptik. Tumpahan dibersihkan dengan cara yang tepat dan benar untuk melindungi personil, tempat kerja dan lingkungan sekitarnya. Produksi limbah diperkecil. Limbah biologi dan non biologi dibuang dengan aman.

3.2 3.3 3.4

3.5 3.6

BATASAN VARIABEL Kisaran variabel ini memberikan cakupan luas bagi setiap unit kompetensi. Variabel berikut berlaku di sektor laboratorium biomedis, kimia dan umum yang termasuk dalam kemasan pelatihan ini. 1. Unit kompetensi yang spesifik ini digunakan untuk tenaga teknis laboratorium yang melakukan prosedur pemeriksaan laboratorium mikrobiologi sebagai bagian dari pekerjaannya di laboratorium biomedis. Semua prosedur yang dilaksanakan mengikuti Prosedur Kerja Standar (SOPs) dan dokumen lainnya. Semua pekerjaan/pemeriksaan diasumsikan dapat menimbulkan infeksi yang diakibatkan oleh sampel dan memerlukan prosedur keselamatan yang baku. Jika ada ketidak cocokan antara kriteria kinerja dengan kesehatan kerja dan keselamatan kerja, maka kesehatan dan keselamatan kerja harus diutamakan. Sumber-sumber informasi hendaknya termasuk : 3.1 Prosedur kerja. 3.2 Pedoman-pedoman/manual-manual yang berisi tentang keselamatan kerja (seperti syarat-syarat pakaian pelindung, petunjuk cara menggunakan “biohazard cabinet” dan “laminar flow cabinet”, menahan dan membersihkan tumpahan, dan pembuangan limbah). 3.3 Prosedur cara pemberian label dan pemrosesan sampel dan subsampel. 3.4 Prosedur penyimpanan sampel. 3.5 Manual untuk menjaga kualitas. 3.6 Lembar data keselamatan bahan (MSDS).

2.

3.

4.

Prosedur pemeriksaan sampel biologis hendaknya termasuk hal-hal berikut :

Melakukan Prosedur Laboratorium Biologi Pewarnaan Preparat Olesan,Hapusan dan Preparat Utuh

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

4.1 4.2 4.3 4.4

Mempersiapkan preparat olesan, impression smears, squashes, olesan dan utuh Mewarnai olesan yang telah difiksasi untuk menunjukkan bakteri dengan teknik pewarnaan Sederhana dan pewarnaan Gram. Mewarnai hapusan darah yang telah difiksasi dengan teknik Romanowsky Membuat preparat utuh yang ditutup seperti misalnya liver flukes, planaria dan sampel feses binatang untuk menunjukkan ova, kista dan larva

PANDUAN PENILAIAN 1. Memiliki Pengetahuan Kerja tentang: Kompetensi terdiri dari kemampuan untuk melaksanakan dan menerangkan: 1.1 Hubungan prosedur penelitian anatomi dan fisiologi normal dan abnormal dan aspek hubungan lain dari biologi dan patologi dari sampel yang dianalisis di dalam laboratorium ilmiah 1.2 Teori pereaksi pewarnaan gram yang dihubungkan dengan struktur membran sel 1.3 Pentingnya berkas cahaya yang jelas untuk identifikasi mikroskopis 1.4 Teori pewarnaan regresif hematoxyn dan eosin 1.5 Pentingnya sifat isotonis dalam memelihara keutuhan membran sel 2. Konteks Penilaian Unit kompetensi ini akan diuji di tempat kerja atau simulasi di lingkungan tempat kerja. Metode dan Sumber Penilaian Metode penilaian berikut disarankan : 2.1 Penilaian kinerja dalam menyiapkan, membuat dan mewarnai olesan, penampakan hapusan, hapusan, irisan dan preparat utuh (observasi), menutup dan labeling preparat serta cara kerja yang aman untuk melindungi diri sendiri dan lingkungan. 2.2 Masukan dari supervisor dan tim penilai dalam hal kecermatan menjalankan prosedur teknis/prosedur yang dibuat institusi. 2.3 Pertanyaan (lisan) untuk mengetahui pengetahuan dasar. 2.4 Penilaian laporan hasil, catatan/jurnal. Sumber daya penilaian dapat meliputi: 2.5 Membuat preparat untuk pemeriksaan mikroskopik 2.6 Mewarnai hapusan, olesan, irisan dan preparat utuh 2.7 Bekerja dengan aman untuk melindungi keamanan diri sendiri dan pekerja lainnya 3. Aspek Penting Penilaian Aspek-aspek kompetensi berikut dapat diterapkan di semua sektor laboratorium biomedis yang tercakup dalam Paket pelatihan ini. Kompetensi harus ditunjukkan dengan kemampuan pelaksana untuk melakukan prosedur laboratorium biologi pewarnaan preparat olesan,hapusan dan preparat utuh.. Biasanya asesor melihat apakah asesi dapat: 3.1 Memelihara keselamatan diri dan mengurangi kontaminasi silang 3.2 Memeriksa spesimen melalui tahapan-tahapan mulai penerimaan spesimen sampai selesai pemeriksaan
Melakukan Prosedur Laboratorium Biologi Pewarnaan Preparat Olesan,Hapusan dan Preparat Utuh

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

3.3 Membersihkan peralatan yang mengandung protein dan membersihkan peralatan gelas yang dipakai ulang 3.5 Membuat preparat dan melakukan pewarnaan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan 3.6 Mengerjakan pewarnaan hematoxylin dan eosin untuk melihat inti dan sitoplasma secara rinci 3.7 Mengerjakan teknik pewarnaan untuk menentukan tangkai monokotiledon atau dikotiledon untuk melihat struktur vaskuler (xylem, floem dan kambium) 3.8 Mengatur cahaya pada mikroskop untuk pemeriksaan mikroskopik sampai pembesaran 1000X (lebih)

4.

Keterkaitan Penilaian Unit kompetensi ini dapat dinilai dengan : 2.1 2.2 2.3 LAB.KK02.017.01 – Teknik Aseptik. LAB.KK01.001.01 – Mencatat dan Memproses Data. LAB.KK02.001.01 – Bekerja Aman sesuai dengan Prosedur dan Kebijakan

KOMPETENSI KUNCI NO 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. KOMPENTENSI KUNCI DALAM UNIT INI Mengkomunikasikan ide dan informasi. Mengumpulkan, Menganalisis, dan Mengorganisir Informasi. Merencanakan dan Mengorganisir Aktivitas. Bekerja dengan yang lain dan dalam tim. Menggunakan Ide dan Teknik Matematika. Menyelesaikan Masalah. Menggunakan Teknologi. TINGKAT 1 1 1 1 1 2 1

Melakukan Prosedur Laboratorium Biologi Pewarnaan Preparat Olesan,Hapusan dan Preparat Utuh

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

KODE UNIT JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT

: : : Mengoperasikan Mikroskop Unit kompetensi ini berhubungan dengan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk mengoperasikan mikroskop dan pemeliharaannya. Unit ini berlaku untuk semua pekerjaan perorangan dalam bidang pekerjaan di laboratorium.

ELEMEN KOMPETENSI
01 Mengidentifikasi kelayakan mikroskop

KRITERIA UNJUK KERJA
1.1 Mikroskop dipilih sesuai dengan pemeriksaan yang akan dilakukan. kebutuhan

1.2 Kelayakan mikroskop diidentifikasi terlebih dahulu sebelum dilakukan pemeriksaan. 1.3 Mikroskop yang tidak layak pakai/rusak dipisahkan dan dilakukan langkah-langkah selanjutnya sesuai dengan prosedur yang berlaku. 02. Mengoperasikan mikroskop 2.1 Bagian-bagian mikroskop dikenali dan dipahami sesuai dengan fungsinya. 2.2 Pengoperasian mikroskop dilakukan dengan prosedur yang berlaku. 03 Melakukan pemeliharaan mikroskop sesuai

3.1 Pemeliharaan mikroskop dipahami dan dilakukan secara rutin sesuai dengan prosedur yang berlaku 3.2 Rekaman pemeliharaan mikroskop didokumentasikan sesuai dengan prosedur yang berlaku 3.3 Kondisi yang berpotensi menyebabkan kerusakan pada mikroskop diidentifikasi dan diambil langkahlangkah pencegahan untuk menghindari/ menanggulanginya.

04 Mengikuti prosedur kesehatan dan keselamatan kerja

4.1 Prosedur kesehatan dan keselamatan kerja dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku sebagai tanggung jawab individu dan lingkungannya 4.2 Limbah hasil pembacaan preparat ditangani dan dikelola sesuai dengan prosedur yang berlaku

Mengoperasikan Mikroskop

1

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

BATASAN VARIABEL Kisaran variabel ini memberikan cakupan luas bagi setiap unit kompetensi. Variabel berikut berlaku di sektor laboratorium biomedis, kimia dan umum yang termasuk dalam kemasan pelatihan ini. 1. Unit kompetensi ini berlaku untuk melakukan pengoperasian mikroskop di laboratorium.

1.2. Dalam melaksanakan unit kompetensi ini perlu didukung oleh tersedianya: Prosedur standar (SOP). Pedoman kerja Manual operasional alat Log pemeliharaan dan status alat yang telah ditetapkan PANDUAN PENILAIAN 1. Memiliki Pengetahuan dan Keterampilan tentang: 1.1 Prinsip kerja dan prosedur pengoperasian mikroskop 1.2 Bagian-bagian mikroskop dan kegunaannya 1.3 Penggunaan dan pemeliharaan mikroskop 1.4. Cara pembacaan preparat dan pembesaran yang dibutuhkan dalam pemeriksaan secara mikroskopis 1.5. Bahan pembantu yang dibutuhkan dalam pengoperasian mikroskop

2.

Konteks Penilaian Unit kompetensi ini akan diuji di tempat kerja atau simulasi seperti di lingkungan tempat kerja. Metode dan Sumber Penilaian Cara penilaian berikut ini disarankan : 2.1 2.2 2.3 Observasi langsung pada saat asesi menggunakan mikroskop. Mendemonstrasikan cara pemeliharaan mikroskop. Pertanyan tertulis maupun lisan

Sumber daya dapat meliputi: 2.1 2.2 3. Laboratorium standar yang dilengkapi dengan peralatan yang tepat dan sesuai. Prosedur Operasi Standar ( SOP ), jadwal dan prosedur pemeliharaan alat

Aspek Penting Penilaian 3.1. Mengidentifikasi jenis dan kualitas preparat yang akan diperiksa 3.2. Menggunakan mikroskop dengan ukuran pembacaan dan bahan pembantu yang sesuai 3.3. Keakuratan pembacaan preparat dengan menggunakan mikroskop yang memenuhi persyaratan

Mengoperasikan Mikroskop

2

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

3.4.

Memelihara mikroskop dan mendokumentasinya sesuai dengan ketentuan yang berlaku

. 4.

Kaitan dengan Unit-unit Lain Unit kompetensi ini tidak ada keterkaitan dengan unit lain.

KOMPETENSI KUNCI

NO
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

KOMPENTENSI KUNCI DALAM UNIT INI
Mengkomunikasikan ide dan informasi. Mengumpulkan, Menganalisis, dan Mengorganisir Informasi. Merencanakan dan Mengorganisir Aktivitas. Bekerja dengan yang lain dan dalam tim. Menggunakan Ide dan Teknik Matematika. Menyelesaikan Masalah. Menggunakan Teknologi.

TINGKAT
1 1 1 1 1 1 2

Mengoperasikan Mikroskop

3

Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit

: : :

AK.KOM.035.A MELAKUKAN PROMOSI KESEHATAN Unit kompetensi ini mencakup kemampuan untuk memberikan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat khususnya di bidang laboratorium.

ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA UNJUK KERJA

1. Merencanakan Penyuluhan

1.1 Sumber-sumber untuk promosi kesehatan yang meliputi dana, bahan dan petugas dimanfaatkan 1.2 Materi, media, sasaran dan wilayah penyuluhan disusun. 1.3 Identifikasi masalah dilakukan 1.4 Kerja sama dengan pihak lain direncanakan.

2. Melaksanakan Penyuluhan

2.1 Komunikasi interpersonal dilakukan dalam pelaksanaan penyuluhan 2.2 penyuluhan dilakukan sesuai dengan materi yang dipilih. 2.3 Pemasaran /publikasi dilaksanakan kepada masyarakat mengenai materi penyuluhan 2.4 Pelaksanaan penyuluhan dibuat sesuai kebijakan Pemerintah. 2.5 Tukar menukar informasi mengenai materi penyuluhan dengan pihak lain dilakukan. 2.6 Kerja sama dengan pihak lain dilaksanakan.

3. Mengevaluasi Penyuluhan

3.1 Evaluasi hasil penyuluhan dilakukan melalui input (masukan), proses dan output (keluaran) 3.2 Evaluasi hasil penyuluhan dilakukan untuk umpan balik

BATASAN VARIABEL Kisaran variabel ini memberikan cakupan luas bagi setiap unit kompetensi. Variabel berikut ini berlaku di sektor laboratorium biomedis, kimia dan umum yang termasuk dalam kemasan pelatihan ini. Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1. Tenaga penyuluh (petugas) 2. Dana 3. Standar materi penyuluhan 4. Data sasaran penyuluhan 5. Data pemetaan wilayah / daerah penyuluhan 6. Media penyuluhan 7. Jadwal / waktu penyuluhan PANDUAN PENILAIAN 1. Konteks Penilaian Kisaran variabel ini memberikan cakupan luas bagi setiap unit kompetensi. Variabel berikut ini berlaku di sektor industri yang termasuk dalam paket pelatihan ini. 1.1 1.2 1.3 1.4 Health Education (Pendidikan Kesehatan) Komunikasi Ilmu Kesehatan Masyarakat (Ilmu Perilaku) Sumber materi : Pusat Promosi Kesehatan Departemen Kesehatan RI

2. Keterkaitan Penilaian 2.1 Kualifikasi pendidikan formal minimal SMU/SMK jurusan analis kesehatan 2.2 Berpengalaman 1 (satu) tahun sebagai tenaga promosi kesehatan 2.3 Kesehatan fisik dan mental yang mendukung 2.4 Mampu berkomunikasi dengan baik 3. Memiliki Pengetahuan Kerja Tentang 3.1 Pendidikan kesehatan 3.2 Pelatihan dalam bidang promosi kesehatan 3.3 Pelatihan dalam bidang manajemen kesehatan 3.4 Penyuluhan kesehatan

4. Aspek Kritis Kompetensi Kompetensi ini harus memperlihatkan kemampuan dalam: 4.1. Merencanakan penyuluhan 4.2. Melaksanakan penyuluhan 4.3. Mengevaluasi hasil penyuluhan 5. Metode dan Sumber Penilaian 5.1. Pertanyaan tertulis atau lisan 5.2. Wawancara 5.3. Observasi langsung pada saat melakukan promosi kesehatan

KOMPETENSI KUNCI NO
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

KOMPENTENSI KUNCI DALAM UNIT INI
Mengkomunikasikan ide dan informasi. Mengumpulkan, Menganalisis, dan Mengorganisir Informasi. Merencanakan dan Mengorganisir Aktivitas. Bekerja dengan yang lain dan dalam tim. Menggunakan Ide dan Teknik Matematika. Menyelesaikan Masalah. Menggunakan Teknologi.

TINGKAT
2 3 2 2 1 3 1

Mengumpulkan Mengkomunika Merencanaka Bekerjasam Menggunaka Memecahk Menggunaka informasi sikan ide dan n dan a denga n ide & teknik an masalah n teknologi informasi mengatur orang lain matematika kegiatan 2 3 2 2 1 3 1

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

KODE UNIT JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT

: :

AKA.UJI.029.A MELAKUKAN PENGUJIAN / PROSEDUR SECARA INSTRUMENTAL Unit kompetensi ini mencakup kemampuan untuk mempersiapkan sampel dan melakukan pengujian/prosedur secara instrumental.

:

ELEMEN KOMPETENSI
01 Mempersiapkan sampel. 1.1

KRITERIA UNJUK KERJA
Identifikasi dilakukan terhadap bahan yang akan diuji,metode standar yang sesuai dan kebutuhan untuk keselamatan kerja Alat Pelindung Diri (APD) dikenakan dan prosedur kemanan khusus untuk metode pengujian dan bahan-bahan tertentu yang akan diuji dilaksanakan. Deskripsi atau keterangan mengenai sampel dicatat dan dibandingkan dengan spesifikasi dan catatan yang ada, ketidaksesuaian jika ada dilaporkan. Sampel sesuai dengan kebutuhan pengujian disiapkan. Sampel yang akan diuji dan standar (bila perlu) ditimbang atau diukur. Status kalibrasi alat dicek dan kalibrasi bila memang diperlukan. dilakukan

1.2

1.3

1.4

02 Melakukan pengujian/pemeriksaan.

2.1 2.2 2.3

Peralatan /instrumen desetel dan dioperasikan sesuai dengan persyaratan setiap metode yang akan digunakan. Pemeriksaan/pengujian dengan prosedur. dilaksanakan sesuai

2.4 2.5

Peralatan/instrumen dimatikan sesuai dengan prosedur pengoperasian peralatan/instrumen. Data pengujian/pemeriksaan direkam/dicatat, data yang tidak lazim diberi catatan khusus. Kesesuaian angka hasil perhitungan dengan angka estimasi harus dapat diterima dan dipercaya. Hasil pengujian/pemeriksaan dicatat dan dilaporkan sesuai dengan prosedur yang sesuai. Kecendrungan data dan/atau hasil pemeriksaan diinterpretasikan, hasil yang diluar spesifikasi atau tidak lazim dilaporkan kepada petugas yang bertanggung jawab untuk itu. Prosedur dasar atau masalah peralatan yang dapat menyebabkan data atau hasil yang tidak
133

03 Memproses data.

3.1 3.2

3.3

3.4

3.5

Melakukan Pengujian/ Prosedur secara Intrumental

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

lazim diidentifikasi. 04 Memelihara lingkungan kerja yang aman. 4.1 Cara-cara kerja yang sudah disempurnakan untuk meyakinkan keamanan diri sendiri dan orang lain di laboratorium. Timbulnya limbah diminimalkan. Pembuangan limbah laboratorium, termasuk limbah ”biohazardous” diyakini aman. Peralatan dan pereaksi dibersihkan, disimpan dan dipelihara. Data yang valid direkam dan dimasukan dalam sistem pelaporan laboratorium. Informasi dan data laboratorium dipelihara secara khusus. Informasi dan data laboratorium harus dijaga kerahasiannya. Buku log peralatan harus diisi dan dipelihara sesuai dengan prosedur yang berlaku.

4.2 4.3 4.4

05 Memelihara catatan laboratorium.

5.1 5.2 5.3 5.4

BATASAN VARIABEL Kisaran variabel ini memberikan cakupan luas bagi setiap unit kompetensi. Variabel berikut ini berlaku di sektor laboratorium biomedis, kimia dan umum yang termasuk dalam kemasan pelatihan ini. 1. Dalam melaksanakan unit kompetensi ini perlu didukung tersedianya prosedur resmi atau yang memenuhi syarat yang berlaku di tempat kerja meliputi : 1.1 Prosedur tetap di tempat kerja. 1.2 Peralatan gelas (glassware) secara umum. 1.3 Flame atomic absorption spectrophotometry. 1.4 Prosedur yang dianjurkan untuk pemeriksaan bahan kimia menggunakan metode spektrofotometer ultra violet/sinar tampak. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Cara berlaboratorium yang baik (GLP dan GMP) Lembar Data Keamanan Bahan (MSDS) Ketentuan/perundangan mengenai metrologi (pengukuran) Prosedur Operasional Standar (SOP) Manual untuk menjalankan peralatan Prosedur untuk menyalakan, mengoperasikan dan mematikan peralatan. Jadwal pemeliharaan dan kalibrasi alat. Manual pemeliharaan mutu. Prosedur pencatatan dan pelaporan hasil yang berlaku di tempat kerja. Spesifikasi bahan yan dianalis.

PANDUAN PENILAIAN 1. Konteks Penilaian 1.1 1.2 1.3 Prinsip dan konsep berkaitan dengan pengoperasian instrumen dan pengujian. Metode pemisahaan dan konsep yang berkaitan dengan pengoperasian instrumen dan pengujian. Fungsi komponen kunci dari instrumen.
134

Melakukan Pengujian/ Prosedur secara Intrumental

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

1.4 1.5 1.6 1.7 1.8 1.9 1.10 1.11 2.

Pengaruh pengubahan variabel instrumen terhadap hasil (output). Prosedur untuk optimalisasi peralatan berkaitan dengan pengubahan parameter operasi. Prosedur preparasi sampel. Prosedur pemecahan masalah peralatan dan metode uji. Menggunakan instrumentasi untuk analisis kualitatif dan atau kuantitatif. Menggunakan kurva kalibrasi. Prosedur perhitungan untuk memberikan hasil dan satuan yang benar. Prosedur KKK dan GLP.

Keterkaitan Penilaian Unit kompetensi ini dinilai bersama : 2.1 AK.UJI.030.0 : Melakukan Tes Dasar 2.2 AK.DAT.022.0 : Memproses dan Mencatat Data

3.

Memiliki Pengetahuan Kerja Tentang Kompetensi terdiri dari kemampuan untuk menjalankan dan menerangkan : 3.1 Instrumentasi 3.2 Preparasi sampel 3.3 Analisa kualitatif dan kuantitatif.

4.

Aspek Kritis Kompetensi Unit kompetensi ini harus ditunjukan dalam kemampuan untuk mengaplikasikan metode instrumental untuk menganalisis bahan, interpretasi dan pengujian data secara tepat, dan melaporkan data dalam format yang tepat. Biasanya penguji akan melihat apakah calonnya dapat : 4.1 Menyalakam, men-set dan mematikan peralatan/instrumen. 4.2 Memeriksa status kalibrasi dari peralatan dan mengkalibrasi bila diperlukan. 4.3 Mempersiapkan stabdar dan contoh uji menggunakan cara yang benar untuk memurnikan contoh/sampel. 4.4 Menggunakan dan mengoptimalkan peralatan sesuai dengan standar yang dibuat oleh perusahaan pembuatan alat. 4.5 Memasang dan memelihara bermacam-macam kolom kromatografi. 4.6 Menyiapkan kurva kalibrasi dan menghitung hasil dalam satuan unit yang benar 4.7 Mengaplikasikan pengetahuan teori untuk menginterprestasikan data dan membuat kesimpulan yang benar. 4.8 Memecahkan prosedur analisis dan problem peralatan. 4.9 Merekam dan mengkomunikasikan hasil seperti tercantum dalam prosedur yang berlaku di institusi atau tempat kerja. 4.10 Memelihara keamanan, integritas, kemampuan telusur dan identitas contoh/sampel, bagian dari contoh/sampel dan cara pendokumentasiannya. 4.11 Mengikuti prosedur KKK dan GLP.

5.

Metode dan Sumber Penilaian Unit kompetensi ini dapat diuji di tempat kerja atau simulasi lingkungan tempat kerja. Prosedur penilaian yang harus dilakukan: 5.1 Observasi atau pengamatan terhadap kandidat berkaitan dengan suatu kisaran analisis secara instrumental. 5.2 Umpan balik dari rekan kerja dan supervisor. 5.3 Observasi terhadap contoh hasil ujian dokumentasi di tempat kerja yang telah dilengkapi oleh kandidat.

Melakukan Pengujian/ Prosedur secara Intrumental

135

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

5.4

5.5

Kaji ulang hasil yang didapat oleh kandidat selama peiode tertentu untuk meyakinkan ketepatan dan konsistensi, dan dapat pekerjaan tersebut dapat diselesaikan dalam waktu yang telah ditentukan. Pertanyaan lisan dan tertulis mengenai pengetahuan dasar,termasuk : 5.5.1 Peralatan laboratorium standar yang dilengkapi dengan instrumen 5.5.2 Pereaksi dan peralatan bantu 5.5.3 SOP dan metode uji di tempat kerja

KOMPETENSI KUNCI NO
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

KOMPENTENSI KUNCI DALAM UNIT INI
Mengkomunikasikan ide dan informasi. Mengumpulkan, Menganalisis, dan Mengorganisir Informasi. Merencanakan dan Mengorganisir Aktivitas. Bekerja dengan yang lain dan dalam tim. Menggunakan Ide dan Teknik Matematika. Menyelesaikan Masalah. Menggunakan Teknologi.

TINGKAT
2 2 2 2 2 2 2

Melakukan Pengujian/ Prosedur secara Intrumental

136

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

KODE UNIT JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT

: :

AKA.UJI.029.A MELAKUKAN PENGUJIAN / PROSEDUR SECARA INSTRUMENTAL Unit kompetensi ini mencakup kemampuan untuk mempersiapkan sampel dan melakukan pengujian / prosedur secara instrumental.

:

ELEMEN KOMPETENSI
01 Mempersiapkan sampel 1.1

KRITERIA UNJUK KERJA
Identifikasi dilakukan terhadap sampel yang akan diuji, metode standar yang sesuai dan kebutuhan untuk keselamatan kerja Alat Pelindung Diri digunakan dan prosedur keamanan khusus untuk metode pengujian dan sampel tertentu yang akan diuji dilaksanakan. Deskripsi atau keterangan mengenai sampel dicatat dan dibandingkan dengan spesifikasi dan catatan yang ada. Ketidaksesuaian dilaporkan, jika ada. Sampel disiapkan sesuai dengan kebutuhan pengujian. Sampel yang akan diuji dan bahan standar (bila perlu) ditimbang atau diukur. Status kalibrasi alat dicek dan kalibrasi bila memang diperlukan. dilakukan

1.2

1.3

1.4 02 Melakukan pengujian/pemeriksaan 2.1 2.2 2.3

Peralatan / instrumen disiapkan dan dioperasikan sesuai dengan persyaratan setiap metode yang akan digunakan. Pemeriksaan / pengujian dilaksanakan sesuai dengan prosedur. Peralatan / instrumen dimatikan sesuai dengan prosedur pengoperasiannya. Data hasil pengujian / pemeriksaan direkam / dicatat. Data yang menyimpang diberi catatan khusus. Kesesuaian angka hasil perhitungan dengan angka estimasi harus dapat diterima dan dipercaya. Hasil pengujian / pemeriksaan dilaporkan sesuai dengan prosedur. Kecenderungan data dan / atau hasil pengujian / pemeriksaan diinterpretasi, hasil yang diluar spesifikasi atau menyimpang dilaporkan kepada personil yang bertanggung jawab untuk itu. Prosedur dasar atau masalah peralatan yang dapat menyebabkan penyimpangan data atau hasil diidentifikasi.
1

2.4 2.5

03 Memproses data

3.1

3.2

3.3 3.4

3.5

Melakukan Pengujian/Prosedur secara Instrumental

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

04 Memelihara lingkungan kerja yang aman

4.1

Cara-cara kerja yang sudah disempurnakan dilaksanakan untuk meyakinkan keamanan diri sendiri dan orang lain di laboratorium. Timbulnya limbah diminimalkan. Pembuangan limbah laboratorium, termasuk limbah ”biohazardous” diyakini keamanannya. Peralatan dan pereaksi dibersihkan, disimpan dan dipelihara. Data yang valid direkam dan dimasukan dalam sistem pelaporan laboratorium. Informasi dan data laboratorium dipelihara secara khusus. Informasi dan data laboratorium harus dijaga kerahasiannya. Buku log peralatan harus diisi dan dipelihara sesuai dengan prosedur yang berlaku.

4.2 4.3 4.4

05 Memelihara catatan laboratorium

5.1 5.2 5.3 5.4

BATASAN VARIABEL Kisaran variabel ini memberikan cakupan luas bagi setiap unit kompetensi. Variabel berikut ini berlaku di sektor laboratorium biomedis, kimia dan umum yang termasuk dalam kemasan pelatihan ini. 1. Dalam melaksanakan unit kompetensi ini perlu didukung tersedianya prosedur resmi atau yang memenuhi syarat yang berlaku di tempat kerja meliputi: 1.1 Prosedur di tempat kerja. 1.2 Peralatan gelas (glassware) secara umum. 1.3 Flame atomic absorption spectrophotometry. 1.4 Prosedur yang dianjurkan untuk pemeriksaan bahan kimia menggunakan metode spektrofotometer ultraviolet/sinar tampak. Standar-standar kerja (GLP dan GMP) Lembar Data Keamanan Bahan (MSDSs) Ketentuan/perundangan mengenai metrologi (pengukuran) Prosedur Kerja Standar (SOP) Panduan / manual peralatan Prosedur untuk menyalakan, mengoperasikan dan mematikan peralatan. Jadwal kalibrasi dan pemeliharaan alat. Panduan / manual mutu. Prosedur pencatatan dan pelaporan hasil yang berlaku di tempat kerja. Spesifikasi bahan yang dianalis.

2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10.

PANDUAN PENILAIAN 1. Memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang Kompetensi terdiri dari kemampuan untuk menjalankan dan menerangkan: 1.1 Instrumentasi. 1.2 Preparasi sampel. 1.3 Analisa kualitatif dan kuantitatif.
Melakukan Pengujian/Prosedur secara Instrumental 2

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

1.4. 1.5. 1.6. 1.7. 1.8. 1.9. 1.10. 1.11. 1.12. 1.13. 1.14.

Prinsip dan konsep berkaitan dengan pengoperasian instrumen dan pengujian. Metode pemisahaan dan konsep yang berkaitan dengan pengoperasian instrumen dan pengujian. Fungsi komponen kunci dari instrumen. Pengaruh pengubahan variabel instrumen terhadap hasil (output). Prosedur untuk optimalisasi peralatan berkaitan dengan pengubahan parameter operasi. Prosedur preparasi sampel. Prosedur pemecahan masalah peralatan dan metode uji. Menggunakan instrumentasi untuk analisis kualitatif dan atau kuantitatif. Menggunakan kurva kalibrasi. Prosedur perhitungan untuk memberikan hasil dan satuan yang benar. Prosedur K3 dan GLP.

2.

Konteks penilaian Metode dan Sumber Penilaian Unit kompetensi ini dapat diuji di tempat kerja atau simulasi di lingkungan tempat kerja. Prosedur penilaian yang harus dilakukan: 2.1 2.2 2.3 2.4 Observasi atau pengamatan terhadap kandidat berkaitan dengan suatu kisaran analisis secara instrumental. Umpan balik dari rekan kerja dan penyelia. Observasi terhadap contoh hasil dokumentasi ujian di tempat kerja yang telah dilengkapi oleh kandidat. Kaji ulang hasil yang didapat oleh kandidat selama periode tertentu untuk meyakinkan ketepatan dan konsistensi, dan pekerjaan tersebut dapat diselesaikan dalam waktu yang telah ditentukan. Pertanyaan lisan dan tertulis mengenai pengetahuan dasar, termasuk: 2.5.1 Peralatan laboratorium standar yang dilengkapi dengan instrumen 2.5.2 Pereaksi dan peralatan bantu 2.5.3 SOP dan metode uji di tempat kerja

2.5

3.

Aspek kritis kompetensi Unit kompetensi ini harus ditunjukkan dalam kemampuan untuk mengaplikasikan metode instrumental untuk menganalisis bahan, interpretasi dan pengujian data secara tepat, dan melaporkan data dalam format yang tepat. Biasanya penguji akan melihat apakah asesi dapat: 3.1 3.2 3.3 3.4 3.5 3.6 3.7 3.8 3.9 Menyalakan, mengoperasikan dan mematikan peralatan / instrumen. Memeriksa status kalibrasi dari peralatan dan mengkalibrasi bila diperlukan. Mempersiapkan standar dan contoh uji menggunakan cara yang benar untuk memurnikan contoh / sampel. Menggunakan dan mengoptimalkan peralatan sesuai dengan standar yang dibuat oleh produsen alat. Memasang dan memelihara bermacam-macam kolom kromatografi. Menyiapkan kurva kalibrasi dan menghitung hasil dalam satuan unit yang benar Mengaplikasikan pengetahuan teori untuk menginterprestasikan data dan membuat kesimpulan yang benar. Memecahkan prosedur analisis dan problem peralatan. Merekam dan mengkomunikasikan hasil seperti tercantum dalam prosedur yang berlaku di institusi atau tempat kerja.
3

Melakukan Pengujian/Prosedur secara Instrumental

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

3.10 3.11

Memelihara keamanan, integritas, kemampuan telusur dan identitas contoh / sampel, bagian dari contoh / sampel dan cara pendokumentasiannya. Mengikuti prosedur K3 dan GLP.

4.

Keterkaitan Penilaian Unit kompetensi ini dinilai bersama: 4.1 LAB.KK02.014.02: Melakukan Tes Dasar LAB.KK01.001.02: Mencatat dan Memproses dan Data

KOMPETENSI KUNCI NO
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

KOMPENTENSI KUNCI DALAM UNIT INI
Mengkomunikasikan ide dan informasi. Mengumpulkan, Menganalisis, dan Mengorganisir Informasi. Merencanakan dan Mengorganisir Aktivitas. Bekerja dengan yang lain dan dalam tim. Menggunakan Ide dan Teknik Matematika. Menyelesaikan Masalah. Menggunakan Teknologi.

TINGKAT
2 2 2 2 2 2 2

Melakukan Pengujian/Prosedur secara Instrumental

4

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit

: AK.KOM.035.A : MELAKUKAN PROMOSI KESEHATAN
: Unit kompetensi ini mencakup kemampuan untuk memberikan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat, khususnya di bidang laboratorium.

ELEMEN KOMPETENSI
1. Merencanakan penyuluhan

KRITERIA UNJUK KERJA
1.1 Sumber-sumber untuk promosi kesehatan yang meliputi dana, materi dan petugas disiapkan. 1.2 Materi, media, sasaran dan area penyuluhan disusun. 1.3 Masalah diidentifikasi. 1.4 Kerja sama dengan pihak lain disiapkan.

2. Melaksanakan penyuluhan

2.1 Komunikasi interpersonal dilakukan dalam pelaksanaan penyuluhan. 2.2 Penyuluhan dilakukan sesuai dengan materi yang dipilih. 2.3 Pemasaran/publikasi mengenai materi penyuluhan dilaksanakan kepada masyarakat. 2.4 Pelaksanaan penyuluhan dibuat sesuai dengan kebijakan Pemerintah. 2.5 Pertukaran informasi mengenai materi penyuluhan dilakukan dengan pihak lain. 2.6 Kerja sama dengan pihak lain dilaksanakan.

3. Mengevaluasi penyuluhan

3.1 Evaluasi hasil penyuluhan dilakukan berdasarkan input (masukan), proses dan output (keluaran) selama penyuluhan dilaksanakan. 3.2 Evaluasi hasil penyuluhan dilakukan sebagai umpan balik.

Melakukan Promosi Kesehatan

1

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

BATASAN VARIABEL
Kisaran variabel ini memberikan cakupan luas bagi setiap unit kompetensi. Variabel berikut ini berlaku di sektor laboratorium biomedis, kimia dan umum yang termasuk dalam kemasan pelatihan ini. Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya: 1. Tenaga/petugas penyuluh 2. Dana 3. Standar materi penyuluhan 4. Data sasaran penyuluhan 5. Data pemetaan area/daerah penyuluhan 6. Media penyuluhan 7. Jadwal/waktu penyuluhan PANDUAN PENILAIAN 1. Memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang 1.1 1.2 1.3 1.4 Pendidikan kesehatan Pelatihan dalam bidang promosi kesehatan Pelatihan dalam bidang manajemen kesehatan Penyuluhan kesehatan

2. Konteks Penilaian Unit kompetensi ini akan diuji di tempat kerja atau simulasi lingkungan tempat kerja. 2.1 2.2 2.3 2.4 Health Education (Pendidikan Kesehatan) Komunikasi Ilmu Kesehatan Masyarakat (Ilmu Perilaku) Sumber materi: Pusat Promosi Kesehatan Departemen Kesehatan RI

Metode dan Sumber Penilaian 2.1 2.2 2.3 Pertanyaan tertulis atau lisan Wawancara Observasi langsung pada saat melakukan promosi kesehatan

3. Aspek penting penilaian Kompetensi ini harus memperlihatkan kemampuan dalam: 3.1 Merencanakan penyuluhan 3.2 Melaksanakan penyuluhan 3.3 Mengevaluasi hasil penyuluhan 4. Kaitan dengan unit-unit lain
Melakukan Promosi Kesehatan 2

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

-

KOMPETENSI KUNCI NO
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

KOMPENTENSI KUNCI DALAM UNIT INI
Mengkomunikasikan ide dan informasi. Mengumpulkan, Menganalisis, dan Mengorganisir Informasi. Merencanakan dan Mengorganisir Aktivitas. Bekerja dengan yang lain dan dalam tim. Menggunakan Ide dan Teknik Matematika. Menyelesaikan Masalah. Menggunakan Teknologi.

TINGKAT
2 3 2 2 1 3 1

Melakukan Promosi Kesehatan

3

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

KODE UNIT JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT

: : :

AKA.UJI.047.A MELAKUKAN PENGAMBILAN DARAH Unit kompetensi ini berkaitan dengan pengetahuan dan keterampilan untuk pengambilan darah rutin dari pelanggan tertentu atau kelompok pasien dan tidak termasuk teknik pengambilan darah yang kompleks.

ELEMEN KOMPETENSI
01 Menyapa pelanggan dan melakukan pemeriksaan awal

KRITERIA UNJUK KERJA
1.1 Pelanggan / pasien diidentifikasi secara benar. 1.2 Data pribadi pelanggan dan informasi klinik dicatat sesuai dengan prosedur dan ketentuan perusahaan atau tempat kerja. 1.3 Data lengkap / rinci yang berkaitan dicatat sesuai dengan prosedur dan ketentuan perusahaan atau tempat kerja. 1.4 Ijin pengambilan darah dimintakan dari pasien yang bersangkutan 2.1 2.2 Metode pengambilan darah yang tepat diidentifikasi dan prosedur diikuti dengan benar. Prosedur standar tindakan pencegahan maupun prosedur tambahan dilaksanakan sesuai kebutuhan. Peralatan yang tepat dan tabung penampung darah dipilih dan diletakkan secara rapi untuk meyakinkan darah yang ditampung sesuai dengan jenis pemeriksaan yang diminta. Pedoman pengendalian infeksi diikuti dengan benar untuk meminimalkan infeksi/infeksi silang. Prosedur standar tindakan pencegahan dan prosedur tambahan wajib diikuti. Pelanggan / pasien disiapkan pada posisi yang nyaman dan tepat untuk pengambilan darah yang spesifik. Permintaan tenaga bantuan sesuai prosedur harus dimintakan,jika dibutuhkan. Lokasi pengambilan darah dipilih dengan tepat dan darah diambil sesuai prosedur dengan peralatan yang benar. Selama proses pengambilan darah berlangsung, pelanggan harus diobservasi untuk melihat kemungkinan terjadinya akibat yang tidak diinginkan. Sejumlah volume darah yang sesuai dipindahkan ke dalam tabung yang telah disiapkan sesuai jenis pemeriksaan.

02 Mempersiapkan pengambilan darah

2.3

03 Melakukan pengambilan darah rutin

3.1 3.2 3.3

3.4 3.5

3.6

3.7

Melakukan Pengambilan Darah

1

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

3.8

Tabung penampung darah diputar bila label tidak di posisi yang tepat dan mengikuti prosedur serta ketentuan perusahaan atau tempat kerja. Pada lokasi pengambilan darah dilakukan penekanan sampai jarum ditarik kembali.

3.9

3.10 Lokasi pengambilan darah diobservasi dan ditutup, serta dilakukan pengamatan terhadap pelanggan dari kemungkinan terjadinya akibat yang tidak diinginkan. 04 Prosedur setelah proses pengambilan darah 4.1 Sampah umum dan sampah yang terkontaminasi dipisahkan dan dibuang sesuai dengan prosedur pengendalian infeksi dan ketentuan perusahaan atau tempat kerja. Tabung pengambilan darah diberi label berisi catatan waktu dan tanggal pengambilan, data rinci pelanggan dan informasi lainnya yang dibutuhkan. Semua dokumen yang diperlukan dan informasi pengiriman dilengkapi sehingga sampel dapat diproses lebih lanjut dengan cepat sesuai prosedur yang berlaku di tempat kerja. Sampel yang telah terkumpul disiapkan untuk dipindahkan dan diproses lebih lanjut atau disimpan sesuai dengan kebutuhan jenis pemeriksaan.

4.2

4.3

4.4

BTASAN VARIABEL Kisaran variabel ini memberikan cakupan luas bagi setiap unit kompetensi. Variabel berikut ini berlaku di sektor laboratorium biomedis, kimia dan umum yang termasuk dalam kemasan pelatihan ini. Dalam melaksanakan unit kompetensi ini perlu didukung tersedianya: 1. Prosedur Kerja Standar (SOP) untuk pengambilan darah rutin yang berlaku di tempat kerja, meliputi : 1.1 Punksi vena pada orang dewasa, orang tua, anak-anak dan bayi. 1.2 Pengambilan darah kapiler dari orang dewasa, orang tua tetapi tidak termasuk bayi prematur. 1.3 Permintaan pemeriksaan dan beberapa keperluan khusus, misalnya waktu pengamblan, pengaruh obat, permintaan pengambilan darah saat puasa, perlindungan keutuhan spesimen. 1.4 Prosedur penyimpanan spesimen. 1.5 Jaminan kerahasiaan informasi pasien. 1.6 Istilah-istilah medik yang berhubungan dengan pengambilan darah. 1.7 Kode etik yang berhubungan dengan pengambilan darah. Alat pelindung diri, meliputi: 2.1 2.2 2.3 Sarung tangan Jas laboratorium Masker
2

2.

Melakukan Pengambilan Darah

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

3.

Peralatan yang digunakan untuk pengambilan darah, meliputi: 3.1 Torniquet 3.2 Tabung-tabung pengambilan/penampung sampel darah 3.3 Tabung vakum 3.4 Spuit dan jarum 3.5 Jarum vakum dan “holder” nya 3.6 Wing infusion set 3.7 Evacuated blood collection equipment 3.8 Lancet 3.9 Anestesi lokal/skinkrim 3.10 Lap steril 3.11 Wadah untuk menampung benda-benda tajam Keperluan untuk penyimpanan spesimen yang benar, meliputi: 4.1 Penggunaan es/es kering. 4.2 Tempat penyimpanan pada temperatur yang sesuai 4.3 Pengatur waktu penyimpanan 4.4 Perlindungan dari cahaya

4.

PANDUAN PENILAIAN 1. Memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang 1.1 1.2 1.3 1.4 1.5 1.6 1.7 1.8 Pengetahuan mengenai pengambilan darah rutin sesuai dengan tanggung jawabnya dan pengetahuan untuk merujuk permasalahan ke penyelia. Mengikuti ketentuan dan prosedur di tempat kerja termasuk penggunaan Alat Pelindung Diri dan prosedur Pengendalian Infeksi. Teknik yang benar untuk pengambilan darah punksi vena maupun punksi kapiler. Memilki pengetahuan tentang risiko klinik pada prosedur pengambilan darah. Mengatur peralatan dan bahan untuk pengambilan dengan rapi di meja kerja. Memiliki teknik pemindahan spesimen untuk menghindari kontaminasi. Mendokumentasikan dan menyimpan data dengan benar sesuai prosedur. Pengetahuan dasar anatomi dan fisiologi manusia mengenai vaskuler, arterial dan sistem saraf serta yang berhubungan dengan macam-macam prosedur pengambilan darah maupun tempat / lokasi pengambilan darah. Kemampuan untuk menjelaskan penggunaan tabung-tabung pengumpulan darah yang diberi antikoagulan EDTA, Natrium sitrat, Lithium / Natrium heparin,Fluorida oksalat dan separation gel. Pengetahuan tentang fungsi jarum dan spuit, torniquet, larutan pembersih swabs serta sistem evakuasi. Pengetahuan mengenai faktor-faktor yang bisa berpengaruh pada analisis kimia darah. Kemampuan untuk melaksanakan prosedur penyimpanan spesimen. Pengetahuan tentang kewajiban menjaga rahasia informasi pasien. Pengetahuan istilah-istilah medik yang berhubungan dengan pengambilan darah. Pengetahuan tentang etika yang berhubungan dengan pengambilan darah. Memiliki teknik pemindahan spesimen untuk menghindari kontaminasi. Mendokumentasikan dan menyimpan data dengan benar sesuai prosedur. Menginterprestasikan permintaan pemeriksaan darah dan beberapa keperluan khusus seperti waktu pengambilan darah yang sesuai, pengaruh obat, jarak waktu pengambilan pada saat puasa, perlindungan keutuhan spesimen. Mempunyai keterampilan menentukan lokasi pengambilan dan menggunakan prosedur pengambilan darah yang benar sesuai prosedur di tempat kerja. Mendokumentasikan fungsi jarum dan spuit, torniquet, larutan antiseptik dan swabs, sistem evakuasi serta alat-alat lainnya yang disposible.
3

1.9

1.10 1.11 1.12 1.13 1.14 1.15 1.16 1.17 1.18

1.19 1.20

Melakukan Pengambilan Darah

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

1.21

1.22 1.23 1.24 1.25 1.26 1.27

Memilih peralatan dan mempersiapkan tabung-tabung pengumpul darah secara spesifik atau secara seri, untuk tes patologi, tidak termasuk pengambilan darah arteri, arterial / venous fistula atau kegagalan pengambilan darah karena penusukan yang salah. Pemberian label secara benar pada tabung-tabung pengumpul darah. Anatomi dan fisiologi yang berhubungan dengan proses pengambilan darah. Pertolongan pertama yang berhubungan dengan resiko pada pengambilan darah. Menggunakan aturan standar dan aturan tambahan. Mendemonstrasikan prosedur penanganan apabila ada komplikasi punksi vena. Alat Perlindungan Diri yang sesuai.

2. Konteks penilaian Unit kompetensi ini akan diuji di tempat kerja atau disimulasikan seperti di lingkungan tempat kerja. Metode Penelitian Kompetensi harus didemonstrasikan dalam bentuk kemampuan untuk melakukan prosedur pengambilan darah. Penilaian dilakukan dengan: 2.1 Tanya jawab dan penjelasan dengan diagram. 2.2 Ujian praktek dan tugas-tugas 2.3 Tanya jawab secara verbal, menggunakan sumber: 2.3.1 Praktek nyata atau simulasi lingkungan tempat kerja yang berhubungan dengan komunikasi antara penerima pasien, pengambilan darah, penerima spesimen dan laboratorium. 2.3.2 Menggunakan lengan buatan yang diperlukan. 2.3.3 Seluruh keperluan peralatan dan tabung pengambilan darah. 2.3.4 Prosedur / manual laboratorium yang dianjurkan di tempat kerja. 2.4 Ujian tertulis termasuk multiple choice 2.5 Komentar pelanggan 2.6 Recollection rate

3.

Aspek penting penilaian 3.1 3.2 3.3 3.4 3.5 3.6 Mengetahui teknik yang benar untuk pengambilan darah punksi vena maupun punksi kapiler. Pengetahuan tentang risiko klinik pada prosedur pengembalian darah. Pengetahuan yang berkaitan dengan tanggung jawab dan kemampuan untuk merujuk permasalahan ke supervisor. Mengikuti ketentuan dan prosedur di insitusi laboratorium tempat kerja termasuk Alat Pelindung Diri dan Prosedur Pengendalian Operasi. Memiliki kemampuan teknik memindahkan spesimen untuk menghindarkan kontaminasi. Kemampuan memilih prosedur dokumentasi dan penyimpanan yang tepat.

4.

Kaitan dengan unit-unit lain -

Melakukan Pengambilan Darah

4

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

KOMPETENSI KUNCI NO
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

KOMPENTENSI KUNCI DALAM UNIT INI
Mengkomunikasikan ide dan informasi. Mengumpulkan, Menganalisis, dan Mengorganisir Informasi. Merencanakan dan Mengorganisir Aktivitas. Bekerja dengan yang lain dan dalam tim. Menggunakan Ide dan Teknik Matematika. Menyelesaikan Masalah. Menggunakan Teknologi.

TINGKAT
2 2 2 2 2 2 2

Melakukan Pengambilan Darah

5

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

KODE UNIT JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT

: : :

AKA.UJI.047.A MELAKUKAN PENGAMBILAN DARAH Unit kompetensi ini berkaitan dengan pengetahuan dan keterampilan untuk pengambilan darah rutin dari klien tertentu atau kelompok pasien dan tidak termasuk teknik pengambilan darah yang kompleks.

ELEMEN KOMPETENSI
01 Menyapa klien dan melakukan pemeriksaan awal

KRITERIA UNJUK KERJA
1.1 Klien/pasien diidentifikasi secara benar 1.2 Data pribadi klien dan informasi klinik dicatat sesuai dengan prosedur dan ketentuan institusi atau tempat kerja 1.3 Data lengkap/terinci yang berkaitan dicatat sesuai dengan prosedur dan ketentuan institusi atau tempat kerj 1.4 Ijin pengambilan darah dimintakan dari pasien bersangkutan 2.1 2.2 Metode pengambilan darah yang tepat diidentifikasi dan prosedur diikuti dengan benar. Prosedur standar tindakan pencegahan maupun prosedur tambahan dilaksanakan sesuai kebutuhan. Peralatan yang tepat dan tabung penampung darah dipilih dan diletakkan secara rapi untuk meyakinkan darah yang ditampung sesuai dengan jenis pemeriksaan yang diminta. Prosedur yang berlaku di institusi atau tempat kerja diikuti. Pedoman Pengendalian Infeksi diikuti dengan benar untuk meminimalkan infeksi/infeksi silang. Prosedur standar Tidakan Pencegahan dan prosedur tambahan wajib diikuti. Pasien/klien disiapkan pada posisi yang nyaman dan tepat untuk pengambilan darah yang spesifik. Permintaan bantuan sesuai prosedur harus dimintakan,jika dibutuhkan. Lokasi pengambilan darah dipilih dengan tepat dan darah diambil sesuai prosedur dan peralatan yang benar. Selama proses pengambilan darah berlangsung, klien harus di observasi untuk melihat kemungkinan terjadinya akibat yang tidak diinginkan. Sejumlah volume darah yang sesuai dipindahkan kedalam tabung yang telah
133

02 Mempersiapkan pengambilan darah.

2.3

2.4

03 Melakukan pengambilan darah rutin.

3.1 3.2 3.3

3.4 3.5

3.6

3.7

Melakukan Pengambilan Darah

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

disiapkan sesuai jenis pemeriksaan. 3.8 Tabung penampung darah diputar selama waktu tertentu dan mengikuti prosedur serta ketentuan institusi atau tempat kerja. Pada lokasi pengambilan darah dilakukan penekanan sampai jarum ditarik kembali.

3.9

3.10 Lokasi pengambilan darah diobservasi dan dibalut,serta dilakukan pengamatan terhadap klien dari kemungkinan terjadinya akibat yang tidak diinginkan. 04 Prosedur setelah proses pengambilan darah. 4.1 Sampah umum dan sampah yang terkontaminasi dipisahkan dan dibuang sesuai dengan prosedur pengendalian infeksi dan ketentuan institusi atau tempat kerja. Tabung pengambilan darah diberi label berisi catatan waktu dan tanggal pengambilan, data rinci klien dan informasi lainnya yang dibutuhkan. Semua dokumen yang diperlukan dan informasi pengiriman dilengkapi sehingga sampel dapat diproses lebih lanjut dengan cepat sesuai prosedur yang berlaku di tempat kerja. Sampel yang telah terkumpul disiapkan untuk dipindahkan untuk diproses lebih lanjut atau disimpan sesuai dengan kebutuhan jenis pemeriksaan.

4.2

4.3

4.4

BATASAN VARIABEL Kisaran variabel ini memberikan cakupan luas bagi setiap unit kompetensi. Variabel berikut ini berlaku di sektor laboratorium biomedis, kimia dan umum yang termasuk dalam kemasan pelatihan ini. Dalam melaksanakan unit kompetensi ini perlu didukung tersedianya : 1. Prosedur Operasional Standar (SOP) untuk pengambilan darah rutin yang berlaku di tempat kerja, meliputi : 1.1 Punksi vena pada orang dewasa, orang tua, anak-anak dan bayi. 1.2 Pengambilan darah kapiler dari orang dewasa, orang tua tetapi tidak termasuk bayi prematur. 1.3 Permintaan pemeriksaan dan beberapa keperluan khusus, misalnya waktu pengamblan, pengaruh obat, permintaan pengambilan darah saat puasa, perlindungan keutuhan spesimen. 1.4 Prosedur penyimpanan spesimen. 1.5 Jaminan kerahasiaan informasi pasien. 1.6 Istilah-istilah medik yang berhubungan dengan pengambilan darah. 1.7 Etika yang berhubungan dengan pengambilan darah. Alat pelindung diri, meliputi : 2.1 2.2 2.3 Sarung tangan Jas laboratorium Masker
134

2.

Melakukan Pengambilan Darah

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

3.

4.

Peralatan yang digunakan untuk pengambilan darah, meliputi : 3.1 Torniquet 3.2 Tabung-tabung pengambilan/penampung sampel darah 3.3 Tabung vakum 3.4 Spuit dan jarum 3.5 Jarum multisampel dan “holder” nya 3.6 Wing infusion set 3.7 Evacuated blood collection equipment 3.8 Lancet 3.9 Anestesi lokal/skinkrim 3.10 Lap steril 3.11 Wadah untuk menampung benda-benda tajam Keperluan untuk penyimpanan spesimen yang benar, meliputi : 4.1 Penggunaan es/es kering. 4.2 Tempat penyimpanan pada temperatur hangat 4.3 Pengatur waktu penyimpanan 4.4 Perlindungan dari cahaya

PANDUAN PENILAIAN 1. Konteks Penilaian 1.1 Pengetahuan mengenai pengambilan darah rutin sesuai dengan tanggung jawabnya dan pengetahuan untuk merujuk permasalahan ke supervisor. 1.2 Mengikuti ketentuan dan prosedur di tempat kerja termasuk penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dan prosedur Pengendalian Infeksi. 1.3 Teknik yang benar untuk pengambilan darah punksi vena maupun punksi kapiler. 1.4 Memilki pengetahuan tentang risiko klinik pada prosedur pengambilan darah. 1.5 Mengatur peralatan dan bahan untuk pengambilan dengan rapi di meja kerja. 1.6 Memiliki teknik pemindahan spesimen untuk menghindari kontaminasi. 1.7 Mendokumentasikan dan menyimpan data dengan benar sesuai prosedur. 1.8 Pengetahuan dasar anatomi dan fisiologi manusia mengenai vaskuler,arterial dan sistem syaraf serta yang berhubungan dengan macam-macam prosedur pengambilan darah maupun tempat/lokasi pengambilan darah. 1.9 Kemampuan untuk menjelaskan penggunaan tabung-tabung pengumpulan darah yang diberi antikoagulan EDTA, Natrium sitrat, Lithium/Natrium heparin,Fluorida oksalat dan separation gel. 1.10 Pengetahuan tentang fungsi jarum dan spuit, torniquet, larutan pembersih swabs serta sistem evakuasi. 1.11 Pengetahuan mengenai faktor-faktor yang bisa berpengaruh pada analisa kimia darah. 1.12 Kemampuan untuk melaksanakan prosedur penyimpanan spesimen. 1.13 Pengetahuan tentang kewajiban menjaga rahasia informasi pasien. 1.14 Pengetahuan istilah-istilah medik yang berhubungan dengan pengambilan darah. 1.15 Pengetahuan tentang etika yang berhubungan dengan pengambilan darah. 2. Keterkaitan Penilaian Unit kompetensi ini dinilai bersama : 2.1 2.2 Kualifikasi pendidikan formal minimal SMK jurusan Analis Kesehatan/perawat/bidan. Kesehatan fisik dan mental yang mendukung.

3. Memiliki Pengetahuan Kerja Tentang 3.1 3.2 Memiliki teknik pemindahan spesimen untuk menghindari kontaminasi Mendokumentasikan dan menyimpan data dengan benar sesuai prosedur

Melakukan Pengambilan Darah

135

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

Menginterprestasikan permintaan pemeriksaan darah dan beberapa keperluan khusus seperti waktu pengambilan darah yang sesuai, pengaruh obat, jarak waktu pengambilan pada saat puasa, perlindungan keutuhan spesimen. 3.4 Mempunyai keterampilan menetukan lokasi pengambilan dan menggunakan prosedur pengambilan darah yang benar sesuai prosedur ditempat kerja. 3.5 Mendokumentasikan fungsi jarum dan spuit,torniquet, larutan antiseptik dan swabs sistem evakuasi serta alat-alat lainnya yang disposible 3.6 Memilih peralatan dan mempersiapakan tabung-tabung pengumpul darah secara spesifik atau secara seri, untuk te patologi, tidak termasuk pengambilan darah arteri, arterial/venous fsitula atau kegagalan pengambilan darah karena penusukan yang salah. 3.7 Pemberian label secara benar pada tabung-tabung pengumpul darah. 3.8 Anatomi dan fisiologi yang berhubungan dengan proses pengambilan darah. 3.9 Pertolongan pertama yang berhubungan dengan resiko pada pengambilan darah. 3.10 Menggunakan aturan standar dan aturan tambahan. 3.11 Mendemonstrasikan prosedur penangan apabila ada komplikasi punksi vena. 3.12 Alat Perlindungan Diri (APD) yang berhubungan. 4. Aspek Kritis Kompetensi 4.1 4.2 4.3 4.4 4.5 4.6 Mengetahui teknik yang benar untuk pengambilan darah punksi vena maupun punksi kapiler. Pengetahuan tentang risiko klinik pada prosedur pengembalian darah. Pengetahuan yang berkaitan dengan tanggung jawab dan kemampuan untuk merujuk permasalahan ke supervisor. Mengikuti ketentuan dan prosedur di insitusi laboratorium tempat kerja termasuk Alat Pelindung Diri dan Prosedur Pengendalian Operasi. Memiliki kemampuan teknik memindahkan spesimen untuk menghindarkan kontaminasi. Kemampuan memilih prosedur dokumentasi dan penyimpanan yang tepat.

3.3

5. Metode Penelitian Kompetensi harus didemonstrasikan dalam bentuk kemampuan untuk melakukan prosedur pengambilan darah. Penilaian dilakukan dengan: 5.1 Tanya jawab dan penjelasan dengan diagram. 5.2 Ujian praktek dan tugas-tugas 5.3 Tanya jawab secara verbal, menggunakan sumber : 5.3.1 Praktek nyata atau simulasi lingkungan tempat kerja yang berhubungan dengan komunikasi antara penerima pasien, pengambilan darah, penerima spesimen dan laboratorium. 5.3.2 Menggunakan lengan buatan atau menniqueen yang diperlukan. 5.3.3 Seluruh keperluan peralatan dan tabung pengambilan darah. 5.3.4 Prosedur /manual laboratorium yang dianjurkan di tempat kerja. 5.4 Ujian tertulis termasuk multiple choice 5.5 Komentar klien 5.6 Recollection rate

KOMPETENSI KUNCI NO
1. 2.

KOMPENTENSI KUNCI DALAM UNIT INI
Mengkomunikasikan ide dan informasi. Mengumpulkan, Menganalisis, dan Mengorganisir Informasi.

TINGKAT
2 2
136

Melakukan Pengambilan Darah

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

3. 4. 5. 6. 7.

Merencanakan dan Mengorganisir Aktivitas. Bekerja dengan yang lain dan dalam tim. Menggunakan Ide dan Teknik Matematika. Menyelesaikan Masalah. Menggunakan Teknologi.

2 2 2 2 2

Melakukan Pengambilan Darah

137

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

KODE UNIT JUDUL UNIT

: :

LAB.KK02.015.02 Mengkalibrasi Peralatan Pemeliharaannya. Pengujian dan Membantu

DESKRIPSI UNIT

:

Unit kompetensi ini mencakup kemampuan untuk melakukan persiapan dan pemeriksaan sebelum penggunaan, kalibrasi alat-alat pemeriksaan dan termasuk perawatannya.

ELEMEN KOMPETENSI
01 Melakukan persiapan dan pemeriksaan peralatan laboratorium sebelum penggunaan

KRITERIA UNJUK KERJA
1.1 Persiapan dan pemeriksaan peralatan laboratorium dilakukan sebelum digunakan sesuai dengan prosedur yan g relevan. 1.2 Pemeriksaan keamanan dilakukan dengan prosedur yang relevan. sesuai

1.3 Kekurangan atau ketidakamanan komponen / peralatan diidentifikasi dan dilaporkan kepada personil yang tepat. 1.4 Buku log kebutuhan. 02 Melakukan pengujian kalibrasi peralatan dilengkapi mengikuti sesuai prosedur untuk

2.1 Peralatan dihidupkan pengoperasian. 2.2 Standar yang spesifik menguji kalibrasi alat.

digunakan

2.3 Peralatan diuji sesuai dengan prosedur dan jadwal kalibrasi. 2.4 Semua data kalibrasi dicatat secara akurat dan jelas. 2.5 Peralatan yang tidak sesuai dengan kriteria kalibrasi dipisahkan. 2.6 Semua peralatan yang tidak lolos kalibrasi dilaporkan ke penanggung jawab alat (petugas yang tepat). 03. Membantu pemeliharaan peralatan 3.1 Semua daerah peralatan kerja diyakinkan bersih selama dan setelah peralatan digunakan. 3.2 Pemeliharaan dasar dilakukan sesuai dengan prosedur yang relevan. 3.3 Peralatan dibersihkan dan disimpan sesuai dengan spesifikasi / prosedur pabrik. 3.4 Peralatan yang rusak diidentifikasi dan diganti atau diperbaiki atau dibuang.

Mengkalibrasi Peralatan Pengujian dan Membantu Pemeliharaannya

1

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

ELEMEN KOMPETENSI
04 Memeliharan catatan

KRITERIA UNJUK KERJA
4.1 Informasi tentang peralatan yang tidak aman atau rusak dicatat dan dilaporkan sesuai dengan prosedur.

BATASAN VARIABEL Kisaran variabel ini memberikan cakupan luas bagi setiap unit kompetensi. Variabel berikut ini berlaku di sektor laboratorium biomedis, kimia dan umum yang termasuk dalam kemasan pelatihan ini. 1. Unit kompetensi ini mencakup kemampuan untuk melakukan persiapan dan pemeriksaan peralatan sebelum digunakan mengkalibrasi peralatan pengujian dan membantu pemeliharaannya. Semua pekerjaan harus memenuhi standar yang relevan, prosedur dan / keperluan perusahaan, termasuk: 2.1 Standar-standar kerja (seperti GLP dan GMP). 2.2 Lembaran data keamanan bahan (MSDSs). 2.3 Standar-standar Pengukuran Nasional. 2.4 Prosedur kerja standar (SOPs). 2.5 Pedoman/manual peralatan. 2.6 Prosedur menghidupkan, mengoperasikan dan mematikan peralatan. 2.7 Jadwal kalibrasi dan pemeliharaan. 2.8 Panduan/manual mutu. 2.9 Prosedur pencatatan dan pelaporan. 2.10 Jadwal produksi dan laboratorium. 2.11 Spesifikasi bahan, produksi dan produk . Semua operasi harus berdasarkan K3. Standar- standar yang sesuai dapat termasuk bagian dari peraturan K3, peraturan dan prosedur keamanan perusahaan, standar nasional atau kode praktek. Peralatan dan instrumen laboratorium tergantung pada jenis perusahaan dan pengujian yang dilakukan. Jenis peralatannya dapat termasuk: 3.1 timbangan, pipet, buret dan alat gelas volumetrik 3.2 mikroskop optik 3.3 peralatan titik lebur 3.4 alat pengukur konduktivitas, pH meter 3.5 pengukur kebisingan, pengukur letupan (blasting meters) 3.6 alat disintegrasi, termometer, inkubator, waterbath 3.7 kolorimeter/spektrometer, polarimeter 3.8 peralatan klasifikasi tanah, penumbuk padatan 3.9 instrumen perekam tabel, penetrometer, alat pengukur kekuatan, tensiometer 3.10 peralatan pemisah & pencampur seperti pemusing, rifflers dan splitters, pengocok
2

2.

3.

Mengkalibrasi Peralatan Pengujian dan Membantu Pemeliharaannya

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

PANDUAN PENILAIAN 1. Memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang Kompetensi terdiri dari kemampuan untuk menjalankan dan menerangkan: 1.1 1.2 1.3 1.4 1.5 1.6 2. Metode dan prinsip operasional peralatan yang digunakan. Sumber-sumber kesalahan dasar dari operasi peralatan dan cara mengatasinya. Manfaat dan pentingnya kalibrasi yang benar. Prosedur dasar perawatan peralatan. Prosedur K3 yang benar. Prosedur pelaporan dan komunikasi perusahaan.

Konteks penilaian Unit kompetensi ini akan diuji di tempat kerja atau disimulasikan seperti di lingkungan tempat kerja. Metode dan Sumber Penilaian Cara penilaian berikut ini disarankan: 2.1 2.2 2.3 2.4 pengamatan terhadap asesi dalam melakukan perawatan dan kalibrasi peralatan. pertanyaan tertulis dan lisan untuk menilai pengetahuan tentang prosedur-prosedur dan cara memecahkan masalah. umpan balik dari penyelia dan rekan kerja. contoh-contoh dari pencatatan peralatan dan dokumentasi tempat kerja yang dilengkapi oleh asesi.

Sumber daya dapat meliputi: 2.1 2.2 3. laboratorium standar dilengkapi dengan peralatan yang dibutuhkan dan cara menjalankannya. SOPs, prosedur-prosedur dan standar kalibrasi, prosedur perawatan.

Aspek penting penilaian Kompetensi harus ditunjukkan dengan kemampuan asesi untuk uji kalibrasi alat dan perawatannya. Biasanya penguji akan melihat apakah asesinya dapat:

: 3.1 3.2 3.3 3.4 3.5 3.6 3.7 Melakukan prosedur persiapan dan pemeriksaan sebelum penggunaan dan cara mematikanperalatan. Melakukan kalibrasi peralatan dasar dengan menggunakan prosedur kerja standar. Dapat membaca ketepatan dan ketelitian yang dipersyaratkan. Mengenali sifat-sifat alat yang tidak standar. Membantu memelihara peralatan pada saat bekerja. Mengikuti seluruh persyaratan K3. Mengikuti prosedur pencatatan dan pelaporan.
3

Mengkalibrasi Peralatan Pengujian dan Membantu Pemeliharaannya

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Laboratori

4.

Kaitan dengan unit-unit lain Unit kompetensi ini dinilai bersama: 4.1 LAB.KK02.014.02 - Melakukan Tes Dasar. 4.2 LAB.KL03.001.02 - Melakukan Prosedur Laboratorium Biologi Pewarnaan Preparat Olesan, Hapusan dan Preparat Utuh 4.3 LAB.KL03.002.02 - Melakukan Prosedur Laboratorium Biologi Mempersiapkan, Memotong dan Mengambil Jaringan Tumbuhan dan Hewan 4.4 LAB.KK03.001.02 - Prosedur Pemeriksaan Laboratorium Biologi/Mikroenumerasi

KOMPETENSI KUNCI
NO 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. KOMPENTENSI KUNCI DALAM UNIT INI Mengkomunikasikan Ide dan Informasi. Mengumpulkan, Menganalisis, dan Mengorganisir Informasi. Merencanakan dan Mengorganisir Aktivitas. Bekerja dengan yang lain dan dalam tim. Menggunakan Ide dan Teknik Matematika. Menyelesaikan Masalah. Menggunakan Teknologi. TINGKAT 1 1 1 1 1 1 1

Mengkalibrasi Peralatan Pengujian dan Membantu Pemeliharaannya

4


				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:2446
posted:8/12/2009
language:Indonesian
pages:171