Docstoc

Competency Standard_SKKNI LOGAM MESIN_ASSEMBLY

Document Sample
Competency Standard_SKKNI LOGAM MESIN_ASSEMBLY Powered By Docstoc
					Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Logam Mesin

KODE UNIT JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT

: LOG.OO03.001.01 : Produksi Perakitan Manual : Unit ini menggambarkan kegiatan perakitan secara manual yang meliputi pemahaman terhadap lembar kerja, pemilihan peralatan dan komponen, pengaturan posisi komponen untuk perakitan, pelaksanaan perakitan, pengetesan hasil perakitan serta penanganan dan penyimpanan hasil rakitan dengan aman.. : : : Perakitan 4

Bidang Bobot Unit Unit Prasyarat

ELEMEN KOMPETENSI 01 Membaca dan memahami lembar kerja 02 Memilih peralatan dan komponen assembling

KRITERIA UNJUK KERJA 1.1 Lembar kerja dan instruksi dapat dimengerti dan diikuti dengan benar 2.1 Peralatan perakitan yang dipilih dan digunakan sesuai dengan instruksi atau kerja prosedur operasi standar. 2.2 Komponen/sub perakitan digunakan dan diatur untuk assembling 2.3 Peralatan dan perkakas digunakan dalam cara yang aman.

03 Perakitan komponen

3.1 Perakitan yang dihasilkan mengikuti tahapan operasi yang tepat dengan menggunakan peralatan terpilih yang sesuai dengan prosedur operasi standar. 3.2 Catatan data produksi menggunakan prosedur operasi standar.

04 Melakukan pengetesan

4.1 Perakitan ditest/dicek untuk memenuhi tuntutan pada lembar kerja dengan menggunakan prosedur operasi standar yang diminta. 5.1 Komponen dan/atau rakitan ditangani dan disimpan dengan aman dan beresiko kerusakan terkecil, dengan menggunakan prosedur operasi standar.

05 Melindungi rakitan dari kerusakan

BATASAN VARIABEL Perakitan dapat dilakukan sendiri atau dalam kelompok. Unit ini diterapkan pada operasi perakitan, terutama perakitan manual dan tidak menuntut penyesuaian yang sulit. Unit ini tidak boleh dipilih jika Unit LOG.OO18.018.01 (Membongkar/mengganti dan merakit komponen-komponen permesinan) telah dipilih. Pemilihan dan penggunaan perkakas yang diinginkan sebagai bagian dari perakitan, lihat Unit LOG.OO18.001.01 (Menggunakan perkakas tangan ) dan Unit LOG.OO18.002.00 (Menggunakan perkakas bertenaga/operasi digenggam) yang tepat.
Produksi Perakitan Manual

81

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Logam Mesin

PANDUAN PENILAIAN 1. Konteks penilaian Unit ini harus dinilai pada saat kerja. Kompetensi yang tercakup pada unit ini dapat diperagakan sendiri atau sebagai bagian dari tim. Lingkungan penilaian tidak boleh merugikan pihak yang dinilai. 2. Kondisi Penilaian Penilaian unit kompetensi ini dapat dilakukan dengan unit lain yang berkaitan dengan keamanan, kualitas, komunikasi, penanganan material, pencatatan dan pelaporan yang berhubungan dengan perakitan atau unit lain yang menuntut latihan keterampilan dan pengetahuan yang tercakup pada unit ini. Kompetensi pada unit ini tidak dapat diminta sampai seluruh prasyarat dapat dipenuhi. 3. Aspek kritis Penilaian unit kompetensi ini dapat dilakukan dengan unit lain yang berkaitan dengan keamanan, kualitas, komunikasi, penanganan material, pencatatan dan pelaporan yang berhubungan dengan perakitan atau unit lain yang menuntut latihan keterampilan dan pengetahuan yang tercakup pada unit ini. Kompetensi pada unit ini tidak dapat diminta sampai seluruh prasyarat dapat dipenuhi. 4. Catatan khusus Selama penilaian, pihak yang dinilai akan: 4.1 memperagakan keselamatan kerja. 4.2 menjelaskan informasi proses, menjelaskan tugas dan kapan tugas tersebut dilaksanakan untuk meyakinkan keselamatan dan efisiensi kerja. 4.3 bertanggung jawab terhadap kualitas kerjanya. 4.4 merencanakan tugas dalam segala situasi dan mengkaji ulang tugas yang diperlukan. 4.5 melakukan seluruh tugas sesuai dengan prosedur operasi standar. 4.6 melakukan seluruh tugas sesuai dengan spesifikasi. 4.7 menggunakan teknik permesinan, pelaksanaan di lapangann, prosedur proses kerja dan tempat kerja yang dapat diterima, semua tugas tersebut diselesaikan dalam termin waktu yang sesuai dengan jenis aktivitas tempat kerja. 5. Pedoman Penilaian 5.1 5.2 5.3 5.4 5.5 5.6 5.7 5.8 Amati bahwa lembar kerja dan/atau instruksi yang digunakan sesuai dengan prosedur tempat bekerja Pastikan bahwa tugas yang harus dikerjakan dapat diidentifikasi.Tahapan-tahapan dalam tugas tersebut juga dapat diidentifikasi. Amati bahwa Peralatan perakitan yang dipilih sesuai dengan instruksi atau lembar kerja. Peralatan perakitan yang dipilih sesuai dengan prosedur operasi standar. Amati bahwa peralatan perakitan yang dipilih sesuai dengan instruksi atau lembar kerja. Peralatan perakitan yang dipilih sesuai dengan prosedur operasi standar Pastikan bahwa peralatan yang digunakan dalam perakitan dapat diidentifikasi. Amati bahwa digunakan komponen/sub-perakitan yang tepat .Komponen/subperakitan disiapkan untuk perakitan yang sesuai dengan pengoperasian standar. Pastikan bahwa komponen/sub-perakitan yang dirakit dapat diidentifikasi Sumber komponen/sub-perakitan dapat diidentifikasi. Amati bahwa peralatan dan/atau perkakas perakitan digunakan secara aman, sesuai prosedur operasi standar
82

Produksi Perakitan Manual

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Logam Mesin

5.9 Pastikan bahwa tindakan pencegahan keamanan yang diambil dapat diidentifikasi. 5.10 Amati bahwa selama perakitan, tahapan pengoperasian yang tepat harus diikuti. Peralatan assembling terpilih digunakan sesuai dengan prosedur operasi standar. 5.11 Amati bahwa data produksi dicatat sesuai dengan prosedur operasi standar. 5.12 Pastikan bahwa data produksi tercatat dapat diidentifikasi. 5.13 Amati bahwa perakitan ditest/dicek untuk memenuhi tuntutan pada lembar kerja disesuaikan dengan operasi standar 5.14 Pastikan bahwa pengetesan/pengecekan yang diterapkan pada perakitan dapat diidentifikasi. 5.15 Tindakan yang harus diambil jika perakitan tidak memenuhi tuntutan pada lembar kerja dapat diidentifikasi. 5.16 Amati bahwa komponen dan/atau rakitan ditangani dan disimpan dengan aman, sesuai dengan prosedur operasi standar 5.17 Pastikan bahwa prosedur penanganan dan penyimpanan yang aman, yang diterapkan pada komponen dan/atau rakitan, dapat diidentifikasi. 5.18 Kerusakan yang dapat terjadi pada komponen dan/atau rakitan karena penggunaan prosedur penanganan dan penyimpanan yang tidak tepat, dapat diidentifikasi.

KOMPETENSI KUNCI

NO 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisir aktivitas-aktivitas Bekerja dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi

TINGKAT 2 2 2 2 1 2 2

Produksi Perakitan Manual

83

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

SektorLogam Mesin

KODE UNIT JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT

: LOG.OO03.002.01 : Perakitan Presisi : Unit ini menggambarkan kegiatan perakitan presisi yang meliputi pemahaman terhadap lembar kerja, merencanakan perakitan, pemilihan peralatan dan komponen, pengaturan posisi komponen untuk perakitan, pelaksanaan perakitan, pengetesan hasil perakitan untuk kesesuaian terhadap spesifikasi operasional, penandaan serta penanganan dan penyimpanan hasil rakitan dengan aman. : : : Perakitan 4 LOG.OO 18.001.01 : Menggunakan perkakas tangan

Bidang Bobot Unit Unit Prasyarat

ELEMEN KOMPETENSI 01 Membaca dan memahami lembar kerja

KRITERIA UNJUK KERJA 1.1 Lembar kerja atau instruksi sepadan dapat diartikan dengan benar. 1.2 Semua komponen/bagian diperiksa terhadap lembar kerja, data perakitan atau instruksi sepadan 1.3 Penyesuaian kebutuhan dan rencana perakitan bertahap dilaksanakan bila dimungkinkan

02 Memilih dan menggunakan perkakas dan peralatan perakitan 03 Merakit komponen permesinan

2.1 Perkakas, peralatan dan komponen/bagian dipilih untuk memenuhi tuntutan kerja.

3.1 Bagian-bagian yang rusak atau cacat diidentifikasi dan diproses menurut prosedur operasi stand 3.2 Bagian/komponen disiapkan dengan tepat untuk perakitan 3.3 Teknik dan prisip yang tepat diterapkan pada kegiatan perakitan 3.4 Catatan/data yang tepat dirawat atau diproses 3.5 Bagian komponen rakitan dipasang untuk meyakinkan posisi yang tepat dan sesuai dengan spesifikasi. 3.6 Rakitan dites untuk meyakinkan bahwa komponen saling berhubungan, sesuai dengan spesifikasi operasional.

Perakitan Presisi

84

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

SektorLogam Mesin

ELEMEN KOMPETENSI 04 Menyesuaikan rakitan mekanik

KRITERIA UNJUK KERJA 4.1 Penyesuaian akhir dilakukan pada rakitan untuk meyakinkan kesesuaian dengan spesifikasi operasional. 4.2 Rakitan yang salah diidentifikasi untuk dikerjakan ulang oleh operator atau jika kesalahan tersebut tidak termasuk kedalam ruang lingkup kerja, diproses menurut prosedur operasi standar. 4.3 Rakitan ditandai/diberi etiket/diidentifikasi dengan benar

05 Melindungi rakitan dari kerusakan

5.1 Komponen dan/atau rakitan ditangani dan disimpan dengan aman dan beresiko kerusakan terkecil, dengan menggunakan prosedur operasi standar.

BATASAN VARIABEL Perakitan dapat dilakukan sendiri atau dalam kelompok. Unit ini diterapkan pada operasi perakitan, terutama perakitan manual dan menuntut penerapan prinsip-prinsip dan praktik-praktik permesinan yang dapat diterima. Kegiatan permesinan menurut jenisnya terdiri dari pekerjaan build-to-order dan/atau volume rendah dan/atau perakitan kompleks dan/atau perakitan jangka panjang. Perakitan dapat terdiri dari penyesuaian secara manual, seperti: kelonggaran, pertautan, tekanan, tingkatan, kesejajaran, dsb. menggunakan standar kualias dan keamanan . yang telah ditentukan sebelumnya. Penerapan unit ini juga menuntut variasi tingkatan kompetensi pengukuran, yang mengacu pada Unit LOG.OO02.005.01 (Mengukur dengan alat ukur) atau LOG.OO12.003.01 (Mengukur dengan alat ukur mekanik presisi). Unit ini tidak perlu dipilih jika Unit LOG.OO18.018.01 (Membongkar, mengganti dan merakit komponen permesinan) juga dipilih. PANDUAN PENILAIAN 1. Konteks Penilaian Unit ini harus dinilai pada saat kerja. Kompetensi yang tercakup pada unit ini dapat diperagakan sendiri atau sebagai bagian dari tim. Lingkungan penilaian tidak boleh merugikan pihak yang dinilai. Kondisi Penilaian Pihak yang dinilai dapat menggunakan seluruh perkakas, peralatan, bahan dan dokumen yang dikehendaki. Pihak yang dinilai akan diijinkan untuk mengacu pada dokumendokumen berikut: 2.1 Prosedur tempat kerja yang relevan. 2.2 Produk dan spesifikasi pabrik yang relevan. 2.3 Kode-kode, standar manual dan referensi yang relevan. 2.4 Pihak yang dinilai akan dituntut untuk: 2.4.1 Secara lisan, atau dengan metode komunikasi lainnya, menjawab pertanyaan yang diajukan penilai. 2.4.2 Mengidentifikasi kolega yang dapat didekati untuk pengumpulan bukti kompetensi. 2.4.3 Memberikan bukti kredit untuk pelatihan di luar kerja yang berhubungan dengan unit ini, Penilai akan puas jika pihak yang dinilai dapat menggunakan seluruh elemen pada unit ini sesuai dengan kriteria, termasuk pengetahuan yang dituntut, secara kompeten dan konsisten.

2.

Perakitan Presisi

85

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

SektorLogam Mesin

3.

Aspek Kritis Penilaian unit kompetensi ini dapat dilakukan dengan unit lain yang berkaitan dengan keamanan, kualitas, komunikasi, penanganan material, pencatatan dan pelaporan yang berhubungan dengan perakitan atau unit lain yang menuntut latihan keterampilan dan pengetahuan yang tercakup pada unit ini. Kompetensi pada unit ini tidak dapat diminta sampai seluruh prasyarat dapat dipenuhi.

4.

Catatan khusus Selama penilaian, pihak yang dinilai akan: 4.1 memperagakan keselamatan kerja. 4.2 menjelaskan informasi proses, menjelaskan tugas dan kapan tugas tersebut dilaksanakan untuk meyakinkan keselamatan dan efisiensi kerja. 4.3 bertanggung jawab terhadap kualitas kerjanya. 4.4 merencanakan tugas dalam segala situasi dan mengkaji ulang tugas yang diperlukan. 4.5 melakukan seluruh tugas sesuai dengan prosedur operasi standar. 4.6 melakukan seluruh tugas sesuai dengan spesifikasi. 4.7 menggunakan teknik permesinan, pelaksanaan di lapangan, prosedur proses kerja dan tempat kerja yang dapat diterima. Semua tugas tersebut diselesaikan dalam termin waktu yang sesuai dengan jenis aktivitas tempat kerja.

5.

Pedoman penilai Amati bahwa lembar kerja dan/atau instruksi yang digunakan sesuai dengan prosedur tempat bekerja. 5.2 Pastikan bahwa tugas yang harus dikerjakan dapat diidentifikasi 5.3 Amati bahwa semua bagian komponen diperiksa terhadap lembar kerja, data perakitan atau instruksi 5.4 Pastikan bahwa bagian komponen dapat diidentifikasi. 5.5 Amati bahwa rencana tahapan perakitan disiapkan. 5.6 Amati bahwa perkakas, peralatan dan komponen/bagian dipilih sesuai dengan tuntutan kerja. 5.7 Pastikan bahwa perkakas dan peralatan yang diinginkan untuk melakukan perakitan, dapat diidentifikasi. 5.8 Amati bahwa bagian-bagian yang rusak atau cacat diidentifikasi dan diproses menurut prosedur operasi standar. 5.9 Pastikan bahwa kerusakan atau cacat bagian pada umumnya, dapat diidentifikasi. Prosedur untuk mengatasi kerusakan atau kesalahan bagian dapat diberikan. 5.10 Amati bahwa bagian/komponen disiapkan dengan tepat untuk perakitan. 5.11 Pastikan bahwa tuntutan persiapan bagain yang akan dirakit dapat diidentifikasi. 5.12 Amati bahwa komponen yang dirakit menggunakan teknik dan prinsip yang tepat, sesuai dengan prosedur operasi standar. 5.13 Pastikan bahwa tuntutan rakitan komponen/bagian dapat diidentifikasi. 5.14 Amati bahwa bagian komponen rakitan dipasang untuk meyakinkan posisi yang tepat dan sesuai dengan spesifikasi. 5.15 Pastikan bahwa tuntutan posisi dan spesifikasi pemasangan komponen dapat diidentifikasi. 5.16 Amati bahwa rakitan dites untuk memenuhi spesifikasi operasional, sesuai dengan prosedur operasi standar. 5.17 Pastikan bahwa spesifikasi operasional rakitan dapat diidentifikasi. 5.18 Amati bahwa rakitan disesuaikan untuk meyakinkan kesesuaian dengan spesifikasi operasional, menurut prosedur operasi standar 5.18 Pastikan bahwa penyesuaian yang dapat dilakukan pada rakitan dapat diidentifikasi. Efek penyesuaian rakitan pada operasi perakitan dapat diidentifikasi. 5.1

Perakitan Presisi

86

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

SektorLogam Mesin

5.20 Amati bahwa kesalahan rakitan diidentifikasi sesuai dengan prosedur operasi standar. 5.21 Pastikan bahwa kesalahan yang dapat dan tidak dapat diperbaiki oleh operator dapat diidentifikasi. Prosedur untuk mengatasi kesalahan di luar lingkup kerja operator dapat diberikan. 5.22 Amati bahwa rakitan ditandai/diberi etiket/diidentifikasi dengan benar, sesuai dengan prosedur operasi standar. 5.23 Pastikan bahwa prosedur untuk menandai/memberi etiket/mengidentifikasi kesalahan rakitan dapat diberikan. 5.24 Amati bahwa komponen dan/atau rakitan ditangani dan disimpan dengan aman, sesuai dengan prosedur operasi standar. 5.25 Pedoman penilai prosedur penanganan dan penyimpanan yang aman, yang diterapkan pada komponen dan/atau rakitan, dapat diidentifikasi. Kerusakan yang dapat terjadi pada komponen dan/atau rakitan karena penggunaan prosedur penanganan dan penyimpanan yang tidak tepat, dapat diidentifikasi. KOMPETENSI KUNCI NO 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisir aktivitas-aktivitas Bekerja dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi TINGKAT 3 2 3 2 1 2 2

Perakitan Presisi

87

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Logam Mesin

KODE UNIT JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT

: LOG.OO03.003.01 : Merakit Pelat dan Lembaran : Unit ini menggambarkan kegiatan perakitan pelat dan lembaran yang meliputi pemahaman terhadap lembar kerja, pemilihan peralatan dan bahan, melaksanakan perakitan/penggabungan, pengetesan hasil perakitan serta penanganan dan penyimpanan hasil rakitan dengan aman. : : : Perakitan 4 1. LOG.OO 18.001.01 : Menggunakan perkakas tangan 2. LOG.OO 18.002.01 : Menggunakan perkakas bertenaga/operasi digenggam

Bidang Bobot Unit Unit Prasyarat

ELEMEN KOMPETENSI
01 Membaca dan memahami lembar kerja. Memilih dan menggunakan lembar kerja dan peralatan perakitan pelat. Mengumpulkan semua hasil produksi yang telah dibuat.

KRITERIA UNJUK KERJA
1.1 Memahami dan mengikuti perintah kerja /instruksi dengan benar.

02

2.1 Memilih peralatan perakitan sesuai dengan perintah kerja. 2.2 Menggunakan peralatan dengan cara aman yang sesuai dengan prosedur operasi standar. 3.1 Proses pengumpulan dilaksanakan sesuai dengan urutan kerja operasi yang benar. 3.2 Merakit/menggabungkan sesuai spesifikasi dengan teknik yang sesuai. 3.3 Pengujian perakitan/fabrikasi untuk memenuhi tuntutan perintah kerja menggunakan prosedur operasi standar.

03

04

Perlidungan hasil perakitan dari kerusakan

4.1 Hasil fabrikasi/perakitan ditangani dan disimpan dengan cara yang aman untuk menghindarkan kerusakan sekecil mungkin menggunakan prosedur operasi standar.

BATASAN VARIABEL Satuan ini mencakup proses perakitan komponen setengah jadi maupun jadi. Satuan ini dapat digunakan pada proses manufaktur termasuk tekstil,alat rumah tangga, elektronik , mebeler logam, kain, rak, bodi peti kemas, perpipaan dan perakitan lembaran pelat lainnya. Proses perakitan dapat menggunakan pengelasan, pengeleman , pengelingan dll.

Merakit Pelat dan Lembaran

88

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Logam Mesin

Peralatan perakitan termasuk penepat dan pengarah serta perkakas lain yang sesuai. Proses perakitan dapat dilaksanakan sendiri atau bersama sama menggunakan standar kualitas dan pengamanan awal. Bila proses produksi memerlukan ketrampilan pengelasan lihat Unit LOG.OO05.013.01 ( Melakukan pengelasan secara manual). Jika dituntut ketrampilan yang terukur lihat Unit LOG.OO02.005.01 ( Mengukur dengan menggunakan alat ukur) atau Unit LOG.OO12.003.01 ( Mengukur dengan alat ukur mekanik presisi). PANDUAN PENILAIAN 1. Proses Penilaian Unit ini harus dinilai pada saat kerja. Kompetensi yang tercakup pada unit ini dapat diperagakan oleh sendiri atau bersama-sama dalam tim. Lingkungan penilaian tidak boleh merugikan pihak yang dinilai. 2. Kondisi penilaian Pihak yang dinilai dapat menggunakan seluruh perkakas, peralatan, bahan dan dokumen yang dikehendaki. Pihak yang dinilai akan diijinkan untuk mengacu pada dokumendokumen berikut: 2.1 Prosedur tempat kerja yang relevan. 2.2 Produk dan spesifikasi pabrik yang relevan. 2.3 Kode-kode, standar manual dan referensi yang relevan. 2.4 Pihak yang dinilai akan dituntut untuk: 2.4.1 Secara lisan, atau dengan metode komunikasi lainnya, menjawab pertanyaan yang diajukan penilai. 2.4.2 Mengidentifikasi kolega yang dapat didekati untuk pengumpulan bukti kompetensi. 2.4.3 Memberikan bukti kredit untuk pelatihan di luar kerja yang berhubungan dengan unit ini, penilai akan puas jika pihak yang dinilai dapat menggunakan seluruh elemen pada unit ini sesuai dengan kriteria, termasuk pengetahuan yang dituntut, secara kompeten dan konsisten. 3. Aspek kritis Penilaian unit kompetensi ini dapat dilakukan dengan unit lain yang berkaitan dengan keamanan, kualitas, komunikasi, penanganan material, pencatatan dan pelaporan yang berhubungan dengan perakitan atau unit lain yang menunutu latihan keterampilan dan pengetahuan yang tercakup pada unit ini. Kompetensi pada unit ini tidak dapat diminta sampai seluruh prasyarat dapat dipenuhi. 4. Catatan khusus Selama penilaian, pihak yang dinilai akan: 4.1 memperagakan keselamatan kerja. 4.2 menjelaskan informasi proses, menjelaskan tugas dan kapan tugas tersebut dilaksanakan untuk meyakinkan keselamatan dan efisiensi kerja. 4.3 bertanggung jawab terhadap kualitas kerjanya. 4.4 merencanakan tugas dalam segala situasi dan mengkaji ulang tugas yang diperlukan. 4.5 melakukan seluruh tugas sesuai dengan prosedur operasi standar. 4.6 melakukan seluruh tugas sesuai dengan spesifikasi. 4.7 menggunakan teknik permesinan, pelaksanaan di lapangan, prosedur proses kerja
89

Merakit Pelat dan Lembaran

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Logam Mesin

dan tempat kerja yang dapat diterima, semua tugas tersebut diselesaikan dalam termin waktu yang sesuai dengan jenis aktivitas tempat kerja. 5. Pedoman penilai 5.1 5.2 5.3 5.4 5.5 5.6 5.7 5.8 5.9 Amati bahwa Perintah kerja dan/atau instruksi tersedia pada tempat kerja. Pastikan identifikasi terhadap tugas yang dilaksanakan. Amati bahwa peralatan perakitan dipilih sesaui instruksi dan perintah kerja. Peralatan perakitan digunakan sesuai prosedur operasi standar. Pastikan bahwa peralatan yang digunakan pada proses asembling dapat diidentifikasikan. Amati bahwa peralatan perakitan dan/atau perkakas digunakan dengan cara aman yang sesuai dengan prosedur operasi standar. Pastikan bahwa tindakan pencegahan dilakukan dan teridentifikasi pada saat penggunaan perkakas dan peralatan. Amati bahwa sekuen operasi yang benar diikuti selama proses perakitan. Peralatan perakitan yang dipilih digunakan sesuai prosedur operasi yang standar. Amati bahwa komponen dirakit menggunakan teknik yang sesuai dengan prosedur operasi standar Pastikan bahwa teknik perakitan yang digunakan dapat diidentifikasikan. Prosedur yang mengikuti pada penggabungan lembaran, plat dan/atau fabrikasi dapat diidentifikasi. Pastikan bahwa teknik perakitan yang digunakan dapat diidentifikasikan, Prosedur yang mengikuti pada penggabungan lembaran, plat dan/atau fabrikasi dapat diidentifikasi. Amati bahwa rakitan diuji /dicek untuk memenuhi kesesuaian tuntutan perintah kerja dengan prosedur operai standar. Pastikan bahwa pengujian yang dilaksanakan pada perakitan teridentifikasi. Identifikasi terhadap penanganan rakitan yang tidak sesuai. Amati bahwa komponen, hasil fabrikasi dan atau rakitan ditangani dan disimpan dengan cara yang aman sesuai dengan prosedur operasi standar. Pastikan bahwa identifikasi penerapan prosedur penanganan dan penyimpanan yang aman pada komponen, proses fabrikasi dan/atau perakitan. Kerusakan yang terjadi pada komponen, proses fabrikasi dan atau perakitan akibat penanganan dan penyimpanan yang tidak sesuai prosedur dapat diidentifikasi.

5.10

5.11 5.12 5.13 5.14

KOMPETENSI KUNCI NO 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisir aktivitas-aktivitas Bekerja dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi TINGKAT 3 2 3 2 2 2 2

Merakit Pelat dan Lembaran

90

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Logam Mesin

KODE UNIT JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT

: LOG.OO03.004.01 : Menyetel Pos Kerja Perakitan : Unit ini menggambarkan kegiatan penyetelan pos kerja/sentra perakitan, meliputi pemahaman instruksi kerja, pemilihan peralatan dan perkakas tangan, pengaturan dan uji coba sentra perakitan serta pemeliharaan perakitan. : : : Perakitan 2 1. LOG.OO 03.001.01 : Produksi perakitan manual 2. LOG.OO 18.001.01 : Menggunakan perkakas tangan

Bidang Bobot Unit Unit Prasyarat

ELEMEN KOMPETENSI 01 Mengidentifikasi persyaratan kerja 02 Memilih dan menggunakan sejumlah perkakas tangan dan peralatan 03 Mengatur sentra perakitan

KRITERIA UNJUK KERJA 1.1 Menginterpretasikan kerja/instruksi. dan memahami perintah

2.1 Perkakas tangan dan peralatan digunakan dalam cara yang aman sesuai dengan instruksi dan tuntutan peraturan 3.1 Sentra perakitan diatur sesuai prosedur yang diidentifikasi. 3.2 Mengamatai implementasi keselamatan kerja praktik. 3.3 Sentra perakitan diatur dan disesuaikan untuk memenuhi spesifikasi dan tuntutan operasional. 3.4 Mengujicoba sentra perakitan sampai operasi yang benar.

04 Memelihara peralatan

4.1 Melaksanakan pemeliharaan rutin sesuai dengan prosedur operasi standar. 4.2 Mengidentifikasi dan mengganti komponen yang terpakai dan rusak.

BATASAN VARIABEL Satuan ini mencakup pengaturan awal sejumlah pekerjaan pada sentra perakitan dan dapat termasuk penjaminan alt bantu penepat, pemegang, matres dan perkakas dll. tersedia untuk memenuhi pesanan produksi atau jadwal . Sentra perkaitan dapat berupa operasi pengelingan, penekanan, pembautanm penegangan dan proses lain seperti pengujian, pengeleman, identifikasi, penomoran, atau pengecapan panas secara sederhana dari komponen/perakitan. Untuk pengaturan awal proses perakitan otomatis Unit LOG.OO03.005.01 ( Menyetel jalur proses bertahap yang berlanjut) merupakan pilihan yang sesuai . Ketrampilan pengaturan mesin diatur oleh Unit LOG.OO 07.004.01( Mengeset mesin komplek) dan Unit LOG.OO07.003.01 (Mengeset mesin (untuk pekerjaan sehari-hari)) . Jika pengukuran ketrampilan diperlukan maka Unit LOG.OO02.005.01 (Mengukur dengan menggunakan alat ukur ) layak untuk dipertimbangkan.

Menyetel Pos Kerja Perakitan

91

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Logam Mesin

PANDUAN PENILAIAN 1. Konteks penilaian Penilaian satuan ini sebaiknya dilakukan ditempat kerja. Kompetensi yang tercakup pada satuan ini dapat didemonstrasikan oleh kerja individu maupun bagian dari tim. Kondisi lingkungan pada saat penilaian ini tidak boleh merugikan pihak yang dinilai. 2. Kondisi penilaian Pihak yang dinilai dapat mengunakan semua perkakas, peralatan, dan dokumen yang diperlukan. Pihak yang dinilai diijinkan merujuk pada dokumen yang sesuai seperti : 2.1 semua prosedur di tempat kerja, semua spesifikasi produk dan pabrik, semua simbolisasi, buku petunjuk dan referensi material. 2.2 Pihak yang dinilai dapat menjawab pertanyaan baik lisan maupun tulisan atau alat komunikasi lain. 2.3 Identitas rekan sejawat diperlukan untuk dapat meyakinkan bukti kompetensi yang diperlukan. 2.4 Sertifikat dan sejenisnya dari kursus dapat digunakan untuk penilaian pada satuan kompetensi ini, penilai harus dapat diyakinkan bahwa pihak yang dinilai secara kompeten dan konsisten dapat memenuhi semua kriteria penilaian termasuk pengetahuan yang diperlukan. 3. Aspek kritis Penilaian satuan kompetensi ini dapat dilakukan dengan unit lain yang berkaitan dengan keamanan, kualitas, komunikasi, penanganan material, pendataan dan pelaporan yang berhubungan dengan pengoperasian peralatan angkat beban atau satuan lain yang membutuhkan pelatihan ketrampilan dan pengetahuan yang tercakup dalam satuan ini. Kompetensi dalam unit ini tidak dapat diklaim sampai semua persyaratan dapat terpenuhi 4. Catatan khusus Selama penilaian individu : 4.1 pihak yang dinilai akan memperagakan keselamatan kerja, 4.2 menjelaskan informasi proses, 4.3 menjelaskan tugas dan kapan tugas tersebut dilaksanakan untuk meyakinkan keselamatan dan efesiensi kerja, 4.4 menyatakan tanggung jawab akan mutu kerjanya, 4.5 merencanakan tugas dalam segala situasi dan mengkaji ulang tugas yang diberikan, 4.6 menyatakan semua tugas sesuai dengan prosedur operasi standar, 4.7 menggunakan teknik enjiniring, prosedur kerja dan pelaksanaan di lapangan yang diterima, semua tugas tersebut diselesaikan dalam termin waktu yang pantas sesuai dengan jenis aktivitas kerja.

5.

Pedoman Penilaian 5.1. Amati bahwa sentra perakitan diatur sesuai prosedur yang diidentifikasi. 5.2. Pastikan bahwa tugas yang dilaksanakan dapat diidentifikasi. 5.3. Amati bahwa perkakas tangan dan peralatan digunakan secara cara yang aman sesuai dengan instruksi ,tuntutan peraturan dan prosedur operasi standar. 5.4. Pastikan bahwa prosedur pengaturan sentra perakitan dapat diidentifikasi. 5.5. Amati bahwa sentra perakitan diatur sesuai prosedur yang diidentifikasi. 5.6. Pastikan bahwa prosedur pengaturan sentra perakitan dapat diidentifikasi.

Menyetel Pos Kerja Perakitan

92

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Logam Mesin

5.7. Amati bahwa perkakas tangan dan peralatan digunakan secara cara yang aman sesuai dengan instruksi ,tuntutan peraturan dan prosedur operasi standar. 5.8 Pastikan bahwa identifikasi tindakan pengamanan pada penggunaan dengan perkakas tangan dan peralatan. 5.9 Amati bahwa sentra perakitan diatur sesuai prosedur yang diidentifikasi. 5.10 Pastikan bahwa identifikasi semua resiko bahaya yang berhubungan dengan sentra perakitan dan/atau pengaturan awal. 5.11 Amati bahwa jika diperlukan, sentra perakitan diatur/disesuaikan untuk memenuhi spesifikasi dan tuntutan operasional sesuai prosedur operasi standar. 5.12 Pastikan bahwa spesifikasi sentra perakitan teridentifikasi. Tuntutan operasional sentra perakitan teridentifikasi. Pengaruh perubahan berbagai pengaturan/perubahan spesifikasi dan tuntutan operasional dapat dilihat langsung pada sentra perakitan. 5.13 Amati bahwa pengujian yang sesuai dilakukan pada sentra perakitan untuk menjamin operasi yang benar sesuai dengan prosedur operasi standar. 5.14 Pastikan bahwa pengujian yang sesuai dengan operasi sentra perakitan dapat diidentifikasi. 5.15 Amati bahwa prosedur perawatan dilaksanakan sesuai prosedur operasi standar. 5.16 Pastikan bahwa identifikasi rutin tugas perawatan yang dilaksanakan. Frekuensi rutin tugas perawatan yang dilaksanakan dapat diidentifikasi. 5.17 Amati bahwa komponen yang rusak terpakai atau aus diganti sesuai prosedur operasi standar. 5.18 Pastikan bahwa komponen rusak dan aus dapat diidentifikasi secara benar. Pengaruh komponen rusak dan aus terhadap spesifikasi dan operasi pada senta perakitan dapat diidentifikasi. KOMPETENSI KUNCI

NO 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisir aktivitas-aktivitas Bekerja dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi

TINGKAT 3 2 3 2 1 2 2

Menyetel Pos Kerja Perakitan

93

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Logam Mesin

KODE UNIT JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT

: LOG.OO03.005.01 : Menyetel Jalur Proses Bertahap Yang Berlanjut : Unit ini menggambarkan kegiatan penyetelan jalur proses bertahap berkelanjutan yang meliputi penentuan proses kerja, pemilihan dan penggunaan perkakas tangan dan peralatan serta melaksanakan pengaturan jalur proses. : : : Perakitan 6 1. LOG.OO07.023.01 : Mengoperasikan dan mengamati mesin/proses 2. LOG.OO 18.001.01 : Menggunakan perkakas tangan

Bidang Bobot Unit Unit Prasyarat

ELEMEN KOMPETENSI 01 Menentukan proses 02 Memilih dan menggunakan sejumlah perkakas tangan dan peralatan 03 Mengatur jalur proses 1.1

KRITERIA UNJUK KERJA Menginterpretasikan dan memahami perintah kerja/instruksi. 2.1 Menggunakan perkakas tangan dan peralatan dengan cara aman yang sesuai dengan prosedur operasi standar.

3.1

Mengatur jalur proses sesuai spesifikasi dengan prosedur operasi standar. Semua sensor, hubungan proses, papan penunjuk, monitor, umpan balik, diatur menggunakan prosedur operasi standar. Semua perlengkapan disimpan ditempat yang aman dan diperiksa sesuai dengan prosedur yang tepat.

3.2

3.3

3.4 Jalur proses berjalan untuk memenuhi produksi dan tuntutan kualitas yang diharapkan. 3.5 Jalur proses diatur untuk memenuhi spesifikasi tuntutan opersional Menginstruksikan operator seperti diperlukan. dan

3.6

BATASAN VARIABEL Satuan ini diaplikasikan pada pengaturan aliran proses kontinyu dimana operasi dilakukan oleh mesin dan peralatan yang secara sekuensial terhubung. Hal ini dapat termasuk operasi perakitan mekanik, elektrik, dan proses seperti pengelasan, pengecekan, penyisipan, pengisian, pencetakan, pengecapan dll. Pekerjaan dilakukan secara mandiri atau dalam kelompok. Semua pekerjaan dilakukan untuk penentuan awal standar kualitas, keamanan dan spesifikasi. Jika penggunaan kontrol NC/CNC atau PLC diperlukan, maka sebaiknya memilih satuan yang sesuai.
Menyetel Jalur Proses Bertahap Yang Berlanjut

94

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Logam Mesin

PANDUAN PENILAIAN 1. Konteks penilaian Penilaian satuan ini sebaiknya dilakukan ditempat kerja. Kompetensi yang tercakup pada satuan ini dapat didemonstrasikan oleh kerja individu maupun bagian dari tim. Kondisi lingkungan pada saat penilaian ini tidak boleh merugikan pihak yang dinilai. 2. Kondisi penilaian Pihak yang dinilai dapat mengunakan semua perkakas, peralatan, dan dokumen yang diperlukan. Pihak yang dinilai diijinkan merujuk pada dokumen yang sesuai seperti : 2.1 semua prosedur di tempat kerja, semua spesifikasi produk dan pabrik, semua simbolisasi, buku petunjuk dan referensi material. 2.2 Pihak yang dinilai dapat menjawab pertanyaan baik lisan maupun tulisan atau alat komunikasi lain. 2.3 Identitas rekan sejawat diperlukan untuk dapat meyakinkan bukti kompetensi yang diperlukan. 2.4 Sertifikat dan sejenisnya dari kursus dapat digunakan untuk penilaian pada satuan kompetensi ini, penilai harus dapat diyakinkan bahwa pihak yang dinilai secara kompeten dan konsisten dapat memenuhi semua kriteria penilaian termasuk pengetahuan yang diperlukan. 3. Aspek kritis Penilaian satuan kompetensi ini dapat dilakukan dengan unit lain yang berkaitan dengan keamanan, kualitas, komunikasi, penanganan material, pendataan dan pelaporan yang berhubungan dengan pengoperasian peralatan angkat beban atau satuan lain yang membutuhkan pelatihan ketrampilan dan pengetahuan yang tercakup dalam satuan ini. Kompetensi dalam unit ini tidak dapat diklaim sampai semua persyaratan dapat terpenuhi. 4. Catatan khusus Selama penilaian individu : 4.1 pihak yang dinilai akan memperagakan keselamatan kerja. 4.2 menjelaskan informasi proses. 4.3 menjelaskan tugas dan kapan tugas tersebut dilaksanakan untuk meyakinkan keselamatan dan efesiensi kerja. 4.4 menyatakan tanggung jawab akan mutu kerjanya. 4.5 merencanakan tugas dalam segala situasi dan mengkaji ulang tugas yang diberikan. 4.6 menyatakan semua tugas sesuai dengan prosedur operasi standar. 4.7 menggunakan teknik enjiniring, prosedur kerja dan pelaksanaan di lapangan yang diterima, semua tugas tersebut diselesaikan dalam termin waktu yang pantas sesuai dengan jenis aktivitas kerja. 5. Pedoman Penilai 5.1 5.2 5.3 5.4 5.5 5.6 Amati bahwa perintah kerja/instruksi tersedia sesuai dengan prosedur kerja. Pastikan bahwa tugas yang dilaksanakan dapat diidentifikasi. Amati bahwa perkakas tangan dan peralatan digunakan dengan cara aman yang sesuai dengan prosedur operasi standar. Pastikan bahwa tindakan pencegahan dilakukan dan teridentifikasi pada saat penggunaan perkakas tangan dan peralatan sesuai dengan aliran proses. Amati bahwa kumpulan proses diatur sesuai spesifikasi dengan prosedur operasi standar Pastikan bahwa identifikasi tehadap aplikasi aliran proses.

Menyetel Jalur Proses Bertahap Yang Berlanjut

95

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor Logam Mesin

5.7 5.8

5.9 5.10 5.11

5.12 5.13 5.14 5.15 5.16

Amati bahwa semua sensor, hubungan proses, papan penunjuk, monitor, umpan balik, diatur sesuai dengan prosedur operasi standar. Pastikan bahwa semua sensor, hubungan proses, papan penunjuk, monitor, umpan balik dan spesifikasinya yang berhubungan dengan aliran proses dapat diidentifikasikan. Amati bahwa kumpulan proses diatur sesuai spesifikasi dengan prosedur operasi standar. Pastikan bahwa identifikasi terhadap aplikasi aliran proses. Amati bahwa kumpulan proses dijalankan sesuai spesifikasi dengan prosedur operasi standar. Produk diperiksa terhadap kesesuaian tuntutan mutu dn spesifikasi. Kinerja aliran proses diperiksa terhadap kesesuaian tuntutan produksi Pastikan bahwa identifikasi tehadap spesifikasi produk dan tuntutan mutu. Identifikasi terhadap tuntutan produksi. Amati bahwa jika perlu kumpulan proses diatur untuk memenuhi spesifikasi dan tuntutan operasional sesuai dengan prosedur operasi standar. Pastikan bahwa pengaruh terhadap pengaturan proses pada produk dan spesifikasi operasional dapat diberikan. Amati bahwa jika perlu operator diinstruksikan sesuai dengan tuntutan operasional pada aliran proses. Pastikan bahwa identifikasi tehadap keberadaan operator selama operasi dan pemantauan terus menerus dalam aliran proses.

KOMPETENSI KUNCI

NO 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisir aktivitas-aktivitas Bekerja dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi

TINGKAT 3 2 3 2 1 2 2

Menyetel Jalur Proses Bertahap Yang Berlanjut

96


				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:140
posted:8/12/2009
language:Indonesian
pages:16