Docstoc

PANDUAN PENGELOLAAN BBTQ

Document Sample
PANDUAN PENGELOLAAN BBTQ Powered By Docstoc
					PANDUAN PENGELOLAAN BIMBINGAN MEMBACA DAN MENULIS AL QUR’AN (BBTQ) DI SMA NEGERI 72 JAKARTA

Disusun Oleh : Agus Salim, MA

SMA NEGERI 72
Jl. Prihatin Komplek TNI AL Kodamar Jakarta 2009

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan nikmat yang tidak terhingga kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan panduan Bimbingan Membaca dan Menulis Al Qur’an (BBTQ) ini. Pada tahun Pelajaran 2005/2006 penulis mendapat tugas sebagai pembina sains dalam kegiatan ektrakurikuler di SMA Negeri 72 Jakarta. Selain itu, penulis juga mendapat tugas tambahan membantu kegiatan

ekstrakurikuler Rohani Islam. Koordinator kegiatan ekstrakurikuler Rohani Islam pada saat itu adalah Bapak Bimo Rahardjo, S.Pd. Hasil koordinasi antara penulis dan koordinator ekstrakurikuler Rohani Islam, menghasilkan ide untuk menata ulang kegiatan Bimbingan Membaca Al Qur’an (BBQ) yang pernah ada di SMA Negeri 72 Jakarta. Pembagian kerja yang disepakati pada saat itu, penulis mempersiapkan konsep dan administrasi penyelenggaraan kegiatan Bimbingan Membaca Al Qur’an (BBQ) sementara koordinator ekstrakurikuler Rohani Islam bertugas sebagai penerjemah konsep-konsep Bimbingan Membaca Al Qur’an (BBQ) di lapangan. Pada awal bulan Agustus 2005 dilaksanakan test penjajagan Iqra’ (placement test). Hasil test tersebut berfungsi sebagai data awal klasifikasi kelas pembinaan Bimbingan Membaca Al Qur’an (BBQ). Pada waktu itulah dimulai periode baru pengelolaan Bimbingan Membaca Al Qur’an (BBQ) di SMA Negeri 72 Jakarta.

Pengelolaan Bimbingan Membaca Al Qur’an (BBQ) berjalan dengan baik dan mengalami perkembangan sehingga menjadi salah satu keunggulan pelaksanaan ekstrakurikuler di SMA Negeri 72 Jakarta. Keberhasilan

pengelolaan Bimbingan Membaca Al Qur’an (BBQ) saat itu sangat ditunjang oleh kemahiran koordinator ekstrakurikuler Rohani Islam dalam

menerjemahkan konsep-konsep yang ada, dan didukung oleh peran serta para guru, tenaga tata usaha, siswa-siswi kelas XII dan alumnus Rohani Islam. Pengelolaan Bimbingan Membaca Al Qur’an (BBQ) dengan model ini kami kelola selama 2 (dua) periode, yaitu mulai tahun pelajaran 2005/2006 hingga akhir tahun pelajaran 2006/2007. Memasuki tahun ke tiga pengelolaan Bimbingan Membaca Al Qur’an (BBQ), MGMP Pendidikan Agama Islam SMA Negeri 72 Jakarta meminta agar penyelenggaraan Bimbingan Membaca Al Qur’an (BBQ) dialihkan ke wilayah pembinaan MGMP Pendidikan Agama Islam SMA Negeri 72 Jakarta. Maka mulai tahun pelajaran 2007/2008 Bimbingan Membaca Al Qur’an (BBQ) berada di bawah koordinasi MGMP Pendidikan Agama Islam SMA Negeri 72 Jakarta dan diubah namanya menjadi Bimbingan Membaca dan Menulis Al Qur’an (BBTQ). Meskipun Bimbingan Membaca Al Qur’an (BBQ) yang kemudian diubah namanya menjadi Bimbingan Membaca dan Menulis Al Qur’an (BBTQ) telah memasuki masa pengelolaan selama 4 (empat) tahun namun konsep pengelolaannya belum tertuang dalam sebuah buku panduan. Hal inilah yang mendorong penulis menyusun panduan pengelolaan Bimbingan Membaca dan Menulis Al Qur’an (BBTQ).

Berbagai konsep dan pemikiran yang ada di dalam panduan ini merupakan konsep-konsep awal pengelolaan Bimbingan Membaca Al Qur’an (BBQ) yang penulis rancang pada saat itu. Penyebutan nama Bimbingan Membaca dan Menulis Al Qur’an (BBTQ) dalam panduan ini semata-mata untuk menyesuaikan dengan nama program yang sedang berjalan. Panduan Bimbingan Membaca dan Menulis Al Qur’an (BBTQ) ini merupakan refleksi harapan penulis agar penyelenggaraan Bimbingan

Membaca dan Menulis Al Qur’an (BBTQ) terus diperbaharui sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman. Semoga panduan Bimbingan Membaca dan Menulis Al Qur’an (BBTQ) yang penulis susun ini bermanfaat dan usaha yang telah penulis lakukan dicatat oleh Allah SWT sebagai amal shalih. Amiin.

Penulis

DAFTAR ISI

Halaman KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB 1 PENDAHULUAN A. B. C. D. E. A. B. C. D. E. F. G. H. I. J. K. LATAR BELAKANG LANDASAN PENGERTIAN TUJUAN SASARAN TUJUAN SASARAN KURIKULUM QURAN PELAKSANA WAKTU PELAKSANAAN BIAYA PELAKSANAAN EVALUASI PELAPORAN QURAN PROGRAM KERJA LANJUTAN BAB 3 PENUTUP LAMPIRAN-LAMPIRAN i iv 1 1 2 3 4 5 6 6 7 7 8 12 12 12 13 14 15 15 17 19

BAB 2 BIMBINGAN MEMBACA DAN MENULIS AL QURAN (BBTQ)

SISTEM PELAKSANAAN BIMBINGAN MEMBACA DAN MENULIS AL

INDIKATOR KEBERHASILAN BIMBINGAN MEMBACA DAN MENULIS AL

BAB 1 PENDAHULUAN

A.

LATAR BELAKANG. Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan dan membentuk watak

serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Pencapaian salah satu tujuan Pendidikan Nasional yaitu membentuk manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa diupayakan melalui penyelenggaraan Pendidikan Agama di setiap jenjang pendidikan. Pembinaan keimanan dan ketaqwaan tidak cukup hanya dengan diberikannya Pendidikan Agama selama 2 (dua) jam pelajaran dalam satu pekan. Oleh karena itu, diperlukan adanya upaya semua pihak dengan berbagai pendekatan baik melalui proses pembelajaran intrakurikuler maupun kegiatan ekstrakurikuler. Bimbingan Membaca dan Menulis Al Qur’an (BBTQ) merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam rangka pembinaan peningkatan keimanan dan ketaqwaan peserta didik. Dari sisi lain, Bimbingan membaca

dan menulis Al Qur’an (BBTQ) merupakan wadah implementasi kegiata Rohis dengan pengurus Rohis sebagai aktifis di lapangan.

B.

LANDASAN. Penyelenggaraan Bimbingan Membaca dan Menulis Al Qur’an (BBTQ)

dilandasi berbagai perundang-undangan yang berlaku, yaitu : 1. 2. Undang-undang Nomor 22 tahun 1999 tentang Otonomi Daerah. Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 3. Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. 4. Keputusan bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI dan Menteri Agama RI Nomor 198/u/1989 dan Nomor 35 tahun 1985 tentang pelaksanaan Pendidikan Agama di sekolah/kursus di lingkungan Ditjen Dikdasmen Depdikbud. 5. Edaran Kepala Dinas Dikmenti Nomor 3040.073.55 Tanggal 13 Oktober 2003 tentang pelaksanaan tadarrus di sekolah pada awal jam pelajaran.

C. 1.

PENGERTIAN. Iman dan Taqwa. Iman adalah keyakinan dalam hati mengenai ke Esa-an dank ke Maha Kuasa-an Allah SWT yang diikrarkan dengan lisan dan dibuktikan melalui amal perbuatan.

Taqwa adalah sikap batin dan perilaku seseorang untuk tetap konsisten melaksanakan perintah Allah SWT dan menjauhi laranganNYA. 2. Al Qur’an. Al Qur’an adalah Kalam Allah SWT yang merupakan mu’jizat yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW, yang ditulis di dalam mushaf dan diriwayatkan secara mutawatir (populer) serta membacanya merupakan ibadah. 3. Bimbingan Membaca dan Menulis Al Qur’an (BBTQ). Bimbingan Membaca dan Menulis Al Qur’an (BBTQ) adalah kegiatan pembelajaran dalam bentuk bimbingan membaca dan menulis Al Qur’an dengan tujuan peningkatan kemampuan membaca, menulis, mengkaji, memperdalam dan menghayati ayat-ayat Al Qur’an dalam

meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

D.

TUJUAN. Panduan Bimbingan Membaca dan Menulis Al Qur’an (BBTQ) disusun

dengan tujuan : 1. Menyamakan persepsi dan tindakan bagi pengelola dan penyelenggara Bimbingan Membaca dan Menulis Al Qur’an (BBTQ) di lingkungan SMA Negeri 72 Jakarta dalam upaya peningkatan keimanan dan ketaqwaan peserta didik SMA Negeri 72 Jakarta kepada Allah SWT. 2. Mendorong Manajemen SMA Negeri 72 Jakarta agar lebih mantap menetapkan kebijakan dan pengaturan program-program sekolah dalam penyusunan rencana kegiatan sekolah untuk meningkatkan keimanan

dan ketaqwaan kepada Allah SWT melalui kegiatan Bimbingan Membaca dan Menulis Al Qur’an (BBTQ). 3. Menumbuh-kembangkan peran guru Pendidikan Agama Islam dan guru mata pelajaran lain yang beragama Islam, alumnus serta masyarakat dalam kegiatan Bimbingan Membaca dan Menulis Al Qur’an (BBTQ). 4. Mengupayakan dan mewujudkan adanya sarana dan prasarana yang memadai dan situasi yang kondusif dalam menunjang pelaksanaan Bimbingan Membaca dan Menulis Al Qur’an (BBTQ). 5. Memantau, mengevaluasi dan melaporkan penyelenggaraan Bimbingan Membaca dan Menulis Al Qur’an (BBTQ) secara efektif dan

berkesinambungan.

E.

SASARAN. Sasaran Pengguna panduan Bimbingan Membaca dan Menulis Al Qur’an

(BBTQ) ini adalah : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Kepala SMA Negeri 72 Jakarta. Wakil Kepala SMA Negeri 72 Jakarta bidang Kurikulum. Wakil Kepala SMA Negeri 72 Jakarta bidang Kesiswaan. Guru Pendidikan Agama Islam. Guru-guru Mata Pelajaran yang beragama Islam. Tenaga Administrasi. Peserta didik. Masyarakat.

BAB 2 BIMBINGAN MEMBACA DAN MENULIS AL QURAN (BBTQ)

A. 1.

TUJUAN. Tujuan Umum. Tujuan Umum Bimbingan Membaca dan Menulis Al Qur’an (BBTQ) adalah meningkatkan pemahaman, penghayatan dan pengamalan peserta didik tentang Agama Islam sehingga menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT serta berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi, keluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

2.

Tujuan Khusus. Tujuan khusus diselenggarakannya kegiatan Bimbingan Membaca dan Menulis Al Qur’an (BBTQ) di SMA Negeri 72 Jakarta adalah : 2.1. 2.2. Menanamkan rasa cinta kepada Al Qur’an. Membiasakan diri dalam melaksanakan suatu kegiatan yang diawali dengan membaca Al Qur’an. 2.3. Menumbuh-kembangkan kebiasan dalam diri peserta didik untuk belajar membaca Al Quran. 2.4. Menambah wawasan dan pemahaman terhadap isi kandungan Al Qur’an. 2.5. Membentuk akhlak peserta didik menjadi Akhlakul karimah.

B.

SASARAN. Sasaran Bimbingan Membaca dan Menulis Al Qur’an (BBTQ) adalah

peserta didik SMA Negeri 72 Jakarta yang beragama Islam.

C.

KURIKULUM. Materi Bimbingan Membaca dan Menulis Al Qur’an meliputi :

1. 2. 3.

Membaca Al Qur’an. Menulis Al Qur’an. Tajwid. Bahan utama materi Bimbingan Membaca dan Menulis Al Qur’an (BBTQ)

adalah : 1. IQRA’ - Cara Cepat Belajar Membaca Al Qur’an - susunan Ustadz H.

As’ad Humam, Pengasuh Team Tadarrus AMM (Angkatan Muda Masjid Mushalla) Yogyakarta. 2. 3. D. Buku Pelajaran Tajwid Praktis. Al Qur’an. SISTEM PELAKSANAAN BIMBINGAN MEMBACA DAN MENULIS AL QUR’AN (BBTQ). 1. Persiapan Pelaksanaan Bimbingan Membaca dan Menulis Al Qur’an (BBTQ). Untuk melaksanakan Bimbingan Membaca dan Menulis Al Qur’an (BBTQ) SMA Negeri 72 Jakarta, hendaknya pada awal tahun ajaran dipersiapkan beberapa hal, yaitu :

-

Penentuan Koordinator Pelaksana Bimbingan Membaca dan Menulis Al Qur’an (BBTQ) SMA Negeri 72 Jakarta sebagai penangung jawab lapangan dalam kegiatan Bimbingan Membaca dan Menulis Al Qur’an (BBTQ) di SMA Negeri 72 Jakarta. Sebagai kordinator pelaksana dapat diambil dari guru Pendidikan Agama Islam atau dari Pembina.

-

Guru pengajar Bimbingan Membaca dan Menulis Al Qur’an (BBTQ).

-

Sarana dan prasarana penunjang kegiatan Bimbingan Membaca dan Menulis Al Qur’an (BBTQ).

2.

Pembagian Kelas Bimbingan Membaca dan Menulis Al Qur’an (BBTQ). Pembagian kelas Bimbingan Membaca dan Menulis Al Qur’an (BBTQ) di SMA Negeri 72 Jakarta hendaknya diawali dengan mengadakan tes penempatan (placement test) kelas Iqra’ sesuai dengan tingkat kemampuan membaca Al Qur’an. Dalam tes penempatan kelas Iqra’ digunakan instrument tes penjajagan Iqra’. Para guru penguji tes penempatan hendaknya melakukan koordinasi terlebih dahulu untuk menyepakati standar-standar penilaian dalam tes penempatan. Dari hasil dari tes penempatan yang dilakukan, peserta didik akan dikelompokkan ke dalam kelas-kelasnya, yaitu : 1. 2. 3. Kelas untuk Iqra’ jilid 1. Kelas untuk Iqra’ jilid 2. Kelas untuk Iqra’ jilid 3.

4. 5. 6. 7.

Kelas untuk Iqra’ jilid 4. Kelas untuk Iqra’ jilid 5. Kelas untuk Iqra’ jilid 6. Kelas untuk Tadarrus Al Qur’an.

Selain mempertimbangkan tingkat kemampuan peserta didik dalam membaca Al Qur’an, kelas Iqra’ juga dikelompokkan berdasarkan jenis kelamin. Dalam pembagian kelas Bimbingan Membaca dan Menulis Al Qur’an (BBTQ) ini dipertimbangkan satu orang guru memegang satu kelas dengan rasio perbandingan satu orang guru mengajar antara 8 s/d 12 peserta didik. Kelas Bimbingan Membaca dan Menulis Al Qur’an (BBTQ) hendaknya dipertahankan setidaknya selama kurun waktu satu tahun ajaran. 3. Metode Pengajaran Bimbingan Membaca dan Menulis Al Qur’an (BBTQ). Pengajaran Bimbingan Membaca dan Menulis Al Qur’an (BBTQ) dilakukan dalam 2 (dua) tahap, yaitu tahap klasikal dan tahap privat dengan komposisi waktu lebih kurang 30 % untuk klasikal untuk privat. Dalam tahap klasikal, tiap guru memberikan pelajaran sesuai dengan rencana pengajaran yang telah disiapkan yang berisi pengajaran bahan pelajaran baru berkenaan dengan bahan bacaan Iqra’. Metode-metode yang dapat digunakan untuk dalam tahap klasikal antara lain : metode ceramah, tanya jawab, diskusi, latihan (drill) atau demontrasi. Dalam memilih metode pengajaran, seorang guru dan 70 %

hendaknya memperhatikan tujuan yang hendak dicapai, karakteristik materi pelajaran, kondisi peserta, sarana dan prasarana, waktu yang tersedia serta kondisi-kondisi lainnya. Dalam tahap privat, peserta didik diarahkan untuk aktif membaca buku pegangan Iqra’. Sistem yang dikembangkan dalam tahap privat ini adalah CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif) sedangkan guru hanya mengawasi dan menyimak satu persatu peserta didik secara bergantian dan melakukan pencatatan pada Kartu Prestasi Iqra’ (KPI). Untuk mengisi kekosongan waktu bagi peserta didik yang belum maupun yang sudah mengikuti tahap privat, hendaknya disediakan kegiatan tambahan, antara lain : menulis Al Qur’an, mengulang pelajaran, melanjutkan pelajaran atau tutor sebaya. Dengan penerapan sistem campuran antara klasikal dan privat maka kenaikan jilid Iqra’ dapat terjadi setiap saat, tergantung pada cepat atau lambatnya masing-masing peserta didik dalam menerima

pelajaran. Penentuan kenaikan jilid Iqra’ dilakukan melalui kegiatan EBTA bagi peserta didik yang sudah menyelesaikan bahan pelajarannya. Untuk menghindari subyektifitas hendaknya ditentukan tim penguji EBTA tetap, setidaknya terdiri dari satu orang guru penguji. Peserta didik yang memiliki perkembangan bacaan iqra’ yang cepat dan sudah lulus EBTA, kelas pembinaannya tidak perlu dipindahkan ke kelas yang lebih tinggi. Hal itu dimaksudkan untuk memudahkan manajemen pengelolaan kelas.

E.

PELAKSANA. Pelaksana kegiatan Bimbingan Membaca dan Menulis Al Qur’an (BBTQ)

di SMA Negeri 72 Jakarta adalah : 1. 2. 3. 4. Penanggung Jawab : Pengarah Koord. Pelaksana Pelaksana : : : Kepala SMA Negeri 72 Jakarta. Wakil Kepala SMA 72 Bidang Kesiswaan. Guru Pendidikan Agama Islam. Guru Pendidikan Agama Islam dan Guru-guru Mata Pelajaran yang Beragama Islam. 5. Pembantu : Aktifis dan anggota Rohis.

F.

WAKTU PELAKSANAAN. Kegiatan Bimbingan Membaca dan Menulis Al Qur’an (BBTQ)

dilaksanakan 1 (satu) kali dalam sepekan, yaitu pada hari Jum’at dengan durasi 2 x jam mata pelajaran (90 menit).

G.

BIAYA PELAKSANAAN. Biaya pelaksanaan BBTQ di SMA Negeri 72 Jakarta dibebankan pada

Anggaran Pembiayaan dan Belanja Sekolah (APBS) dan sumber dana lainnya yang tidak mengikat dan digunakan untuk penunjang kegiatan Bimbingan Membaca dan Menulis Al Qur’an (BBTQ) baik berupa kegiatan administratif, buku-buku maupun kesejahteraan guru pengajar Bimbingan Membaca dan Menulis Al Qur’an (BBTQ).

H.

EVALUASI. Evaluasi kegiatan Bimbingan Membaca dan Menulis Al Qur’an (BBTQ)

dilaksanakan dengan beberapa tahap, yaitu :

1.

Evaluasi Pekanan. Evaluaisi pekanan dilakukan oleh guru pengajar Bimbingan Membaca dan Menulis Al Qur’an (BBTQ) dibantu oleh para mentor yaitu dengan mengevaluasi kehadiran peserta didik dan tingkat bacaan peserta didik di setiap penyelenggaraan Bimbingan Membaca dan Menulis Al Qur’an (BBTQ) dan mencatatnya di lembaran/blangko yang sudah disediakan.

2.

Evaluasi Bulanan. Evaluasi bulanan dilakukan oleh guru Pendidikan Agama Islam yaitu dengan memperhatikan : Tingkat kehadiran peserta didik dalam kegiatan Bimbingan Membaca dan Menulis Al Qur’an (BBTQ). Tingkat kemajuan keberhasilan peserta didik dalam setipa kelas Bimbingan Membaca dan Menulis Al Qur’an (BBTQ).

3.

Evaluasi Semester dan Tahunan. Evaluasi Semester dan Tahunan dilakukan oleh Wakil Kepala SMA Negeri 72 Jakarta.

Hasil evaluasi prestasi peserta didik dalam kegiatan Bimbingan Membaca dan Menulis Al Qur’an (BBTQ) dalam satu semester dapat dipertimbangkan dan atau digunakan sebagai nilai psikomotor Pendidikan Agama Islam peserta didik yang bersangkutan. Hasil evaluasi tingkat kehadiran peserta didik dalam kegiatan Bimbingan Membaca dan Menulis Al Qur’an (BBTQ) dalam satu semester dapat dipertimbangkan dan atau digunakan sebagai nilai afektif Pendidikan Agama Islam peserta didik yang bersangkutan.

I.

PELAPORAN. Laporan kegiatan Bimbingan Membaca dan Menulis Al Qur’an (BBTQ)

disusun secara periodik sebagai berikut : 1. Laporan pekanan dilakukan oleh guru pengajar BBTQ disampaikan kepada koordinator pelaksana Bimbingan Membaca dan Menulis Al Qur’an (BBTQ). 2. Laporan bulanan dilakukan oleh koordinator pelaksana Bimbingan Membaca dan Menulis Al Qur’an (BBTQ) disampaikan kepada Wakil Kepala SMA Negeri 72 Jakarta. 3. Laporan Semester dan Tahunan dilakukan oleh Wakil Kepala Sekolah kepada kepala SMA Negeri 72 Jakarta.

J.

INDIKATOR KEBERHASILAN BIMBINGAN MEMBACA DAN MENULIS AL QUR’AN (BBTQ).

Indikator keberhasilan dalam pelaksanaan Bimbingan Membaca dan Menulis Al Qur’an (BBTQ) di SMA Negeri 72 Jakarta adalah : 1. Terdapat gambaran pemetaan kemampuan peserta didik SMA Negeri 72 Jakarta dalam membaca Al Qur’an. 2. 3. Peserta didik dapat membaca Al Qur’an dengan baik dan benar. Peserta didik terbiasa tadarrus Al Qur’an baik di rumah maupun di sekolah. 4. Peserta didik dapat mengamalkan tuntunan yang terdapat dalam Al Qur’an sehingga terbentuk peserta didik yang berakhlak mulia.

K.

PROGRAM KERJA LANJUTAN. Setelah kegiatan Bimbingan Membaca dan Menulis Al Qur’an (BBTQ)

berlangsung secara kontinu dalam beberapa tahun, maka perlu dirumuskan program kerja lanjutan, meliputi : 1. Pembinaan tajwid kepada peserta didik yang telah lancar membaca Al Qur’an. 2. Pembinaan kader qori dan qori’ah bagi peserta didik yang telah mahir membaca Al Qur’an dengan hukum-hukum tajwidnya. 3. 4. 5. Pengkajian dan pemahaman isi kandungan Al Qur’an. Pembinaan mengaplikasikan kandungan Al Qur’an dalam bentuk nyata. Kegiatan lomba Musabaqah Tilawatil Qur’an tingkat sekolah, tingkat kodya, tingkat propinsi dan tingkat nasional.

BAB 3 PENUTUP

Sebagai sebuah proses yang berkesinambungan, proses pendidikan harus dilaksanakan sepanjang hayat melalui berbagai upaya dan strategi. Target pencapaian keimanan dan ketaqwaan peserta didik sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional diupayakan dengan berbagai kegiatan terencana, terarah dan terpadu. Salah satu kegiatan yang diharapkan dapat menunjang tercapainya target pendidikan nasional itu adalah kegiatan Bimbingan Membaca dan Menulis Al Qur’an (BBTQ). Sebagai sebuah program kegiatan, Bimbingan Membaca dan Menulis Al Qur’an (BBTQ) hendaknya ditunjang oleh sebuah panduan. Karena itu disusunlah panduan kegiatan Bimbingan Membaca dan Menulis Al Qur’an (BBTQ) ini. Melalui buku panduan ini diharapkan adanya kesamaan pandangan dan pemahaman dalam upaya peningkatan keimanan dan ketaqwaan bagi peserta didik. Buku panduan ini hendaknya dipahami dan dilaksanakan oleh semua elemen SMA Negeri 72 Jakarta sehingga target tercapainya peningkatan keimanan dan ketaqwaan peserta didik dapat terpenuhi.

Panduan Bimbingan Membaca dan Menulis Al Qur’an (BBTQ) ini di disusun dalam waktu yang sangat singkat, maka dapat dipastikan di dalamnya terdapat berbagai kekurangan. Kritik, saran serta masukan yang membangun sangat diharapkan untuk penyempurnaan panduan ini.


				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:1610
posted:8/12/2009
language:Indonesian
pages:20