Docstoc

SPO_Salak_A5

Document Sample
SPO_Salak_A5 Powered By Docstoc
					               KATA PENGANTAR

Tanaman salak (Salacca edulis) adalah tanaman asli
Indonesia mempunyia nilai ekonomis tinggi, sehingga
sangat potensial untuk dikembangkan secara
komersial dalam skala perkebunan dan peluang
pasarnya cukup tersedia. Buah salak merupakan
salah satu buah daerah tropis yang sekarang banyak
diminati Jepang, Amerika dan Eropa disamping
Indonesia sendiri.
Keayataan di lapang, khususnya di Kabupaten
Tasikmalaya masih ada kendala antara lain :
    Penerapan teknik budidaya belum sesuai
      anjuran khususnya pemupukan berimbang,
      penjarangan buah, penyerbukan buatan dan
      pengairan.
    Ketersediaan buah belum didukung dengan
      mutu yang baik (kualitas belum optimal),
      dikarenakan pengelolaan kebun salak masih
      bersifat tradisional dan sistem produksinya
      masih tergantung pada alam.
    Produktivitas belum optimal.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut diatas, maka
diperlukan adanya pengelolaan kebun salak secara
baik melalui penerapan Standard Operational
Procedure atau Prosedur Operasional Standar
(SOP/POS). SOP ini merupakan acuan pedoman bagi
petugas/petani di daerah khususnya Kabupaten
Tasikmalaya dalam proses menghasilkan buah salak
yang berkualitas baik.
                        i
SOP/POS salak ini merupakan contoh kasus yang
terdapat di Kabupaten Tasikmalaya sebagai
penyempurnaan dari apa yang telah dilakukan oleh
petani dalam sistem produksi buah salak. SOP ini
dapat digunakan sebagai acuan bagi daerah lain untuk
menyusun SOP agar sesuai dengan kondisi
agroekosistem daerahnya.

Tersusunnya SOP salak ini, diharapkan dapat menjadi
acuan penerapan di lapangan, sekaligus merangsang
minat petani untuk dapat mengatasi permasalahan
mutu buah salak yang selama ini terjadi di Kabupaten
Tasikmalaya. Keberadaan SOP ini diharapkan dapat
memacu daerah sentra produksi salak lain untuk
menyusun SOP komoditas salak yang spesifik lokasi.

Semoga SOP salak ini dapat dimanfaatkan oleh
petugas dan petani salak di sentra-sentra produksi ,
sehingga mampu menghasilkan buah salak yang
bermutu.



                     Bandung, November 2007
                     Kepala Sub Dinas Hortikultura
                   Dinas Pertanian Tanaman Pangan
                         Provinsi Jawa Barat


                     Ir. WANDY RUSWANDI, Msi
                            NIP. 480 099 233

                         ii
                              DAFTAR ISI


                                                                   Halaman

Kata Pengantar .................................................         i
Daftar Isi ...........................................................   iii
Daftar Gambar ..................................................         iv
Daftar Lampiran ................................................         v

PENDAHULUAN ...............................................              1
TARGET ...........................................................       3
KEGIATAN ........................................................        3
TIM PENYUSUN ...............................................             4

STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL
I. Persiapan Lahan ..........................................            I–1
II. Penyiapan Bibit ............................................         II – 1
III. Penanaman Benih Jantan dan Betina ..........                        III – 1
IV. Penyulaman ................................................          IV – 1
V. Penjarangan Anakan ...................................                V–1
VI. Pemupukan .................................................          VI – 1
VII. Pengairan ...................................................       VII- 1
VIII.Pemangkasan Pelepah ..............................                  VIII-1
IX. Pengendalian OPT .....................................               IX – 1
X. Penyerbukan ..............................................            X–1
XI. Penjarangan Buah ......................................              XI – 1
XII. Panen .........................................................     XII– 1
XIII.Pasca Panen ..............................................          XIII-1
Lampiran

                                       iii
                    DAFTAR GAMBAR

                                                        Halaman

Gambar 1. Contoh Desain Kebun ..................... I – 3
Gambar 2. Larikan Guludan .............................. I – 5
Gambar 3. Pemasangan Ajir pada Lubang
          Tanam ............................................. I – 5
Gambar 4. Letak Salak Jantan ......................... III – 3
Gambar 5. Pengisian Tanah Bagian Atas (1)
          Diikuti Tanah Bagian Bawah (2)
          Hingga Sedikit Diatas Leher Akar dan
          Posisi Bibit dalam Lubang Tanam .... III – 4




                                iv
                     DAFTAR LAMPIRAN


                                                             Halaman

A. SPO Persiapan Lahan ..................................          1
B. SPO Persiapan Benih ...................................         1
C. SPO Penanaman Benih Jantan dan Betina .                         1
D. SPO Penyulaman .........................................        2
E. SPO Penjarangan Anak ...............................            2
F. SPO Pemupukan ..........................................        2
G. SPO Pengairan ............................................      3
H. SPO Pemangkasan Pelepah ........................                3
I. SPO Pengendalian OPT ..............................             3
J. SPO Penyerbukan .......................................         4
K. SPO Penjarangan Buah ...............................            4
L. SPO Panen ...................................................   4
M. SPO Pasca Panen .......................................         5
N. Catatan Pupuk ............................................      5
O. Catatan Pestisida ........................................      5




                                    v
                  PENDAHULUAN


       Visi Kabupaten Tasikmalaya yaitu “Tasikmalaya
yang Religius/Islami, sebagai kabupaten yang maju,
sejahtera, serta kompetitif dalam bidang Agribisnis di
Jawa Barta tahun 2010”. Dengan jumlah penduduk
pada tahun 2004 sebanyak 1.624.497 jiwa, dan laju
pertumbuhan sekitar 1,23%.        Sedangkan PDRB
perkapita (berlaku) Rp. 3.178.610,- peluang masuk
investasi 2,33% dengan laju investasi 7,87% termasuk
dibidang pertanian (komoditas buah-buahan).
       Tanaman salak merupakan komoditi buah-
buahan yang banyak dibudidayakan oleh para petani
di Kabupaten Tasikmalaya. Sentra produksi utama
salak di Tasikmalaya ada di 6 Kecamatan dengan luas
potensi 13.779 ha, yaitu di Kecamatan Cineam 4.261
ha, Kecamatan Manonjaya 2.318 ha, Kecamatan
Gunungtanjung 1.949 ha, Kecamatan Cibalong 1.711
ha, Kecamatan Karangjaya 2.065 ha, dan Kecamatan
Parungponteng 1.475 ha. Luas potensi yang baru
dimanfaatkan di wilayah sentra sekitar 5.920 ha.
       Produksi yang sudah dicapai pada saat panen
tahun 2004 di wilayah sentra sebanyak 96.859 ton
dengan produktivitas 101,30 kw/ha, dan sisanya
produksi yang dihasilkan di luar wilayah sentra yaitu
97.148 ton.
       Salak Tasikmalaya telah banyak diminta oleh
konsumen dari wilayah luar Tasikmalaya.


                             1
      Varietas salak yang ditanam di Tasikmalaya
termasuk jenis lokal Manonjaya, memiliki kualitas baik
dan mempunyai rasa yang khas. Sebagai gambaran
umum karakteristik salak di Kabupaten Tasikmalaya
dapat dilihat pada Tabel 1.

Tabel 1. Karakteristik Buah Salak Asal Kabupaten
         Tasikmalaya
 No      Uraian             Karakteristik
 1.    Asal Tanaman    Kec. Manonjaya Kab. Tasikmalaya
 2.    Bentuk Buah     Kerucut dan cembung
 3.    Rasa            Segar asam manis
 4.    Warna Kulit     Kuning Kecoklat-coklatan
 5.    Daging Buah     Putih agak kuning
 6.    Bentuk Biji     Gepeng
 7.    Berat Buah      > 85 gram antara 15-20 buah/kg
 8.    Produktivitas   20 – 30 kg/pohon

      Salak di Kabupaten Tasikmalaya pada
umumnya ditanam pada ketinggian tempat 275 – 480
m diatas permukaan laut, curah hujan 1.200 – 2.500
mm/tahun, suhu udara 21 – 27oC, dan kelembaban
udara 50 – 70%. Salak ditanam pada jenis tanah
Podsolik    Merah      Kuning     (PMK)      tofografi
bergelombang     ,berbukit    sampai    pegunungan.
Keunggulan      salak    Manonjaya      Tasikmalaya
mempunyai warna buah kuning kecoklatan dan buah
dapat mencapai 15 – 20 buah/kg. Mempunyai aroma
khas dan kulit buah mengkilat, tipis dan tidak tahan
terhadap penyakit busuk akar.


                              2
                         TARGET

       Dalam      pengembangan     agribisnis   salak
Manonjaya di Kabupaten Tasikmalaya ditetapkan
target sebagai berikut :
    1. Produktivitas per rumpun sebesar 15 kg/tahun.
    2. Ukuran Besar Kelas A (8 - 12 Buah/Kg) →60%
       produksi per rumpun.
    3. Ukuran Sedang Kelas B (13 – 17 Buah/Kg) →
       30% produksi per rumpun.
    4. Ukuran Kecil Kelas C (18 – 22 Buah/Kg) →
       10% produksi per rumpun.


                    KEGIATAN


       Untuk mencapai target-target yang sudah
ditetapkan diatas melalui penerapan SPO komoditas
salak di Kabupaten Tasikmalaya, maka diperlukan
beberapa kegiatan yaitu persiapan lahan, penyiapan
penjarangan      anak,    pemupukan,     pengairan,
pemangkasan       pelepah,    pengendalian    OPT,
penyerbukan, penjarangan buah, panen dan pasca
panen.




                         3
                 TIM PENYUSUN


1.    Ir. Wandy Ruswandi, Msi
2.    Ir. Hj. Poppy F. Aryani
3.    Ir. Hj. Poppy Farida Aryani
4.    Ir. Dadang Kuswardhana,MS
5.    Ir. H. Slamet M., MS
6.    Ir. Adang
7.    Ir. Elvira
8.    Dewi Ramdiani, SP, MM
9.    Andi Supandi
10.   Popong Hunaenah
4
     Standar Prosedur        Nomor         Tanggal
        Operasional          SNG I
     Persiapan Lahan        Halaman         Revisi
                              1/5           .........

I.     Persiapan Lahan

A. Definisi:
      Mempersiapkan lahan agar salak yang ditanam
      menghasilkan   buah   salak   bermutu    dan
      menguntungkan.

B. Tujuan :
      Menciptakan lingkungan yang sesuai bagi tanaman
      agar dapat tumbuh optimal dan menghasilkan buah
      salak    bermutu   pada    tingkat  produktivitas
      optimal/tinggi.

C. Validasi
      Dinas Pertanian Kabupaten Tasikmalaya. 2000.
      Pengalaman petani salak Tasikmalaya.




                           I-1
  Standar Prosedur          Nomor           Tanggal
     Operasional               I
  Persiapan Lahan          Halaman           Revisi
                             2/6             .........
D. Bahan dan Alat
   a. Sepatu boot
   b. Topi / pelindung kepala
   c. Cangkul/sekop/Linggis/Begho/ekskavator
   d. Sabit/parang
   e. Roll meter/ Altimeter
   f. Ajir/Palu Besar/Begel/Dandhang/Gancu/Garpu
   g. Pupuk organik/bokashi

E. Fungsi
   a. Sepatu boot untuk perlindungan agar telapak
      dan jari-jari kaki tidak terkena kerikil tajam alat
      pengolah tanah
   b. Topi / pelindung kepala untuk pelindung kepala
      dari sengatan sinar matahari atau percikan
      batu/kerikil akibat pengolahan tanah
   c. Cangkul/sekop/linggis, untuk pengolahan lahan
      pembongkaran                  batu/pemecahan
      batu/meratakan tanah/ terasering.
   d. Roll meter, untuk mengukur jarak bedengan,
      jarak tanam, luas bidang.


                           I-2
 Standar Prosedur           Nomor         Tanggal
    Operasional                I
 Persiapan Lahan           Halaman         Revisi
                             3/6           .........
   e. Sabit/parang, untuk membersihkan semak
   f. Ajir, untuk memberi tanda letak lubang tanam.
   g. Palu     besar/Begel/Dandhang/gancu/garpu,
      untuk membongkar tunggul/tunggak tanaman
      dan memecah batu.
   h. Altimeter, untuk mengetahui ketinggian tempat.
   i.   Pupuk organik/bokashi, untuk pupuk dasar

F. Prosedur Pelaksanaan :
   a. Buat desain kebun (arah larikan, sumber air,
      letak rorak).
           Gambar 1.Contoh Desain Kebun

                    Parit/saluran air




                                  Jalan

                          I-3
Standar Prosedur          Nomor          Tanggal
   Operasional               I
Persiapan Lahan          Halaman          Revisi
                           4/6            .........
 b. Bongkar batu yang terpendam pada lahan yang
    akan ditanami
 c. Pecahkan cadas yang ada pada lahan yang
    akan ditanami
 d. Bongkar tunggak tanaman pada lahan yang
    akan ditanami
 e. Lakukan pembersihan lahan dari bongkahan
    battu, pecahan cadas dan tonggak tanaman
 f. Kumpulkan hasil pembersihan lahan pada
    lokasi tertentu di luar lokasi lahan yang akan
    ditanami
 g. Buat saluran air (solokan) dari sumber air
    sampai lokasi kebun terjauh, dengan
    menggunakan pipa pvc/paralon
 h. Buat teras bangku memotong lereng pada
    lahan yang miring
 i.   Buat larikan-larikan guludan dengan arah Timur
      – Barat. Jarak antar larikan 1,5 m, tinggi
      guludan hingga dasar parit 50 cm.




                        I-4
Standar Prosedur           Nomor             Tanggal
   Operasional                I
Persiapan Lahan           Halaman             Revisi
                            5/6               .........
         Gambar 2.Larikan Guludan

                            1,5 m
                            Betin
                              a
                                             50 cm


                                     1m

 j.   Ukur jarak lubang tanam 2,5 m x 2 m pada
      dasar larikan.
 k. Pasang ajir pada calon lubang tanam.

         Gambar 3.Pemasangan Ajir pada Lubang
                  Tanam


                        1,5 m
                        Betin
                          a
                                          50 cm


                                1m
                2,5 m




                         I-5
Standar Prosedur        Nomor         Tanggal
   Operasional          SNG I
Persiapan Lahan        Halaman         Revisi
                         6/6           .........


 l.   Campurkan secara merata pupuk organik
      (pupuk kandang dan atau pupuk kompos) yang
      telah matang sebagai pupuk dasar 10 kg per
      lubang tanam.
 m. Catat dan dokumentasikan sejarah penggunaan
    lahan serta perlakuan yang diterapkan dalam
    proses penyiapan lahan.




                       I-6
Standar Prosedur           Nomor          Tanggal
   Operasional               II
 Penyiapan Bibit          Halaman          Revisi
                            1/ 3           .........

II.     Penyiapan Benih

A. Definisi :
      Menyiapkan bibit salak betina dan jantan bermutu
      untuk menghasilkan buah bermutu

B. Tujuan :
      a. Menjamin bibit yang ditanam sesuai dengan
         tujuan yang telah ditetapkan
      b. Menjamin bibit memiliki tingkat keseragaman
         yang tinggi
      c. Menjamin bibit berkualitas dan berproduktivitas
         tinggi
      d. Menjamin bibit bebas hama dan penyakit

C. Validasi :
      Dinas Pertanian Kabupaten Tasikmalaya. 2000.
      Pengalaman petani Salak Tasikmalaya.



                           II-1
  Standar Prosedur         Nomor           Tanggal
     Operasional             II
   Penyiapan Bibit        Halaman          Revisi
                            2/3            .........

D. Bahan dan Alat :
  a. Gerobak dorong / Alat Pikul
  b. Pisau / Golok
  c. Bibit betina asal cangkokan, benih/bibit jantan
     asal cangkokan atau biji

E. Fungsi :
  a. Gerobak dorong/alat pikul, untuk membawa
     benih/bibit
  b. Pisau/golok   digunakan       untuk   memotong
     polybag/keranjang
  c. Bibit berlabel asal cangkokan atau biji untuk
     menjamin kebenaran benih unggul bermutu

F. Prosedur Pelaksanaan :
  a. Beli bibit bersertifikat pada penangkar yang
     terjamin (terdaftar)
  b. Pilih bibit yang berumur 3-6 bulan
                         II-2
Standar Prosedur          Nomor          Tanggal
   Operasional              II
Penyiapan Benih          Halaman          Revisi
                           3/3            .........
c. Pilih bibit yang baik yaitu bibit yang sehat yang
   bebas OPT(Organisme Pengganggu Tanaman),
   pertumbuhan seragam dan lurus dengan
   perakaran yang kuat serta penampilan yang
   kekar. Umur bibit 3 – 6 bulan, tinggi bibit sekitar
   80 cm, dengan jumlah pelepah 2 – 3.
d. Simpan dan catat dokumen riwayat bibit (sumber
   bibit, kondisi dan label bibit)




                       II-3
   Standar Prosedur        Nomor         Tanggal
      Operasional            III         Nov 2004
      Penanaman           Halaman         Revisi
   Benih Jantan dan         1/5           .........
        Betina

III.   Penanaman Bibit Jantan dan Betina

A. Definisi :
   Menanam bibit jantan dan betina bermutu dengan
   baik dan benar

B. Tujuan :
   Agar bibit jantan ditanam dengan benar sebagai
   sumber serbuk sari dan bibit betina untuk
   memproduksi buah salak yang bermutu tinggi.

C. Validasi :
   Dinas Pertanian Kabupaten Tasikmalaya. 2000.
   Pengalaman petani salak Tasikmalaya.

D. Bahan dan Alat :
  a. Sepatu boot.
  b. Topi / pelindung kepala
  c. Bibit jantan bermutu asal biji atau cangkokan dan
     betina asal cangkokan dengan keranjang
  d. Cangkul/sekop


                         III-1
  Standar Prosedur         Nomor           Tanggal
     Operasional             III
     Penanaman            Halaman           Revisi
  Benih Jantan dan          2/5             .........
       Betina

  e. Pupuk dasar yaitu pupuk kandang yang sudah
     matang 10 kg atau kompos/bokashi 5 kg/lubang
     tanam
  f. Pisau/gunting
  g. Air


E. Fungsi :
  a. Sepatu boot untuk perlindungan agar telapak
     dan jari-jari kaki tidak terkena duri batang salak
  b. Topi/pelindung kepala untuk melindungi kepala
     dari sengatan sinar matahari
  c. Bibit jantan untuk menghasilkan serbuk sari,
     bibit betina untuk menghasilkan tanaman
     berproduksi tinggi
  d. Cangkul/sekop, untuk meutup lubang tanam
  e. Pupuk dasar, untuk meningkatkan hara tanah
   f. Pisau/gunting, untuk memotong polybag
  g. Air, untuk membasahi tanah



                         III-2
 Standar Prosedur        Nomor           Tanggal
    Operasional            III
    Penanaman           Halaman          Revisi
 Benih Jantan dan         3/5            .........
      Betina

F. Prosedur Pelaksanaan :
   a. Pindahkan bibit ke kebun di dekat lokasi
      penanaman.
   b. Distribusikan bibit sesuai jumlah lubang pada
      larikan.
   c. Letakkan bibit salak jantan dan betina dekat
      lobang tanam seperti pada Gambar 4.
               Gambar 4. Letak Salak Jantan

                                Jantan
                                Betina




                                Jantan

                                Betina


   d. Campur     pupuk     kandang/kompos/bokashi
      dengan tanah bagian atas
   e. Masukkan campuran tanah bagian atas dengan
      pupuk     kandang/kompos/bokashi   kedalam
      lubang tanam
                       III-3
 Standar Prosedur          Nomor          Tanggal
    Operasional              III
    Penanaman             Halaman          Revisi
 Benih Jantan dan           4/5            .........
      Betina
   f. Buka keranjang/polybag secara             hati-hati,
      jangan sampai melukai akar.
   g. Periksa kondisi bibit dan perakarannya.
   h. Masukkan bibit ke dalam lubang tanam yang
      telah tersedia (Gambar 5)
   i.   Timbun dengan tanah bagian atas diikuti tanah
        bagian bawah hingga sedikit diatas leher akar
        (Gambar 5)


Gambar 5. Pengisian tanah bagian atas (1) diikuti
          tanah bagian bawah (2) hingga sedikit
          diatas leher akar dan posisi bibit dalam
          lubang tanam



                 1               2




                         III-4
Standar Prosedur        Nomor          Tanggal
   Operasional            III
   Penanaman           Halaman         Revisi
Benih Jantan dan         5/5           .........
     Betina


 j.   Padatkan tanah timbunan dengan tangan dan
      kaki
 k. Siram dengan air secukupnya pada tanah
    timbunan tadi
 k. Catak Blok dan tanggal penanaman




                        III-5
  Standar Prosedur           Nomor      Tanggal
     Operasional               IV
    Penyulaman              Halaman      Revisi
                              1/3        .........

IV.    Penyulaman

A. Definisi :
      Mengganti tanaman yang mati atau tumbuh
      abnormal dengan tanaman baru yang sehat dan
      berumur sama.

B. Tujuan :
      Mempertahankan populasi tanaman dalam kebun

C. Validasi :
   Dinas Pertanian Kabupaten Tasikmalay. 2000.
   Pengalaman petani salak Tasikmalaya

D. Bahan dan Alat :
      a. Sepatu boot
      b. Topi/pelindung kepala
      c. Benih salak Betina/jantan
      d. Cangkul/sekop


                           IV-1
  Standar Prosedur             Nomor       Tanggal
     Operasional                 IV
    Penyulaman                Halaman       Revisi
                                2/3         .........
   e. Pupuk dasar yaitu pupuk organik (pupuk
       kandang/pupuk kompos) yang sudah masak
    f. Pisau/gunting
   g. Air (bila diperlukan)

E. Fungsi :
   a. Fungsi sepatu boot, topi/alat pelindung kepala,
      seperti pada SPO Penanaman Bibit Jantan dan
      Betina
   b. Bibit betina, untuk menghasilkan tanaman salak
      berproduksi tinggi.
   c. Bibit jantan untuk penghasil serbuk sari
   d. Cangkul/sekop, seperti pada SPO penanaman
      bibit jantan dan betina
   e. Pupuk dasar (pupuk kandang/kompos) untuk
      meningkatkan hara tanah
    f. Pisau/gunting seperti SPO penanaman bibit
       jantan dan betina
   g. Air, untuk membasahi tanah



                          IV-2
 Standar Prosedur         Nomor           Tanggal
    Operasional             IV
   Penyulaman            Halaman          Revisi
                           3/3            .........

F. Prosedur Pelaksanaan :
   a. Periksa penyebab matinya tanaman.
   b. Catat hasil pengamatan pada lembar pencatatan.
   c. Hitung jumlah tanaman yang akan disulam.
   d. Persiapkan bibit salak pengganti dengan umur
      yang sama atau hampir sama.
   e. Bongkar tanaman yang mati atau tumbuh
      abnormal
   f. Tanam bibit pada lokasi bekas tanaman yang
      mati atau tumbuh abnormal.
   g. Padatkan tanah dengan baik.
   h. Siram tanah dengan air secukupnya, khususnya
      bila tanah dalam keadaan kering dan pada
      musim kemarau.
   i. Catat waktu dan lokasi tanaman yang disulam.




                        IV-3
  Standar Prosedur         Nomor        Tanggal
     Operasional             V
    Penjarangan           Halaman        Revisi
       Anakan               1/4          .........

V.    Penjarangan Anakan

A. Definisi :
     Mengurangi dan mengatur jumlah anakan - anakan
     dalam satu rumpun tanaman salak.

B. Tujuan :
     a. Agar jumlah tanaman dalam satu rumpun
        membentuk rumpun yang ideal dan tidak
        berlebihan agar pemeliharaan tanaman dapat
        dilakukan dengan mudah, mengurangi resiko
        serangan OPT dan mengoptimalkan produksi
     b. Untuk membentuk rumpun.
     c. Untuk memperoleh bahan tanaman dari anakan
        yang dipisahkan dari induknya

C. Validasi :
     Dinas Pertanian Kabupaten Tasikmalaya.    2000.
     Pengalaman petani salak Tasikmalaya.




                        V-1
  Standar Prosedur          Nomor         Tanggal
     Operasional              V
    Penjarangan            Halaman         Revisi
       Anakan                2/4           .........

D. Bahan dan Alat :
  a. Sepatu boot
  b. Topi/pelindung kepala
  c. Pisau/sabit/parang
  d. Pahat
  e. Karung

E. Fungsi :
  a. Fungsi sepatu boot, topi/pelindung kepala seperti
     pada SPO penanaman bibit jantan dan betina
  b. Pisau/sabit/parang untuk    memotong      anakan
     yang tidak diharapkan.
  c. Pahat untuk memisahkan anakan salak pada
     bagian pangkal yang susah terjangkau
  d. Karung untuk tempat mengumpulkan ranting/
     cabang hasil pemangkasan




                          V-2
 Standar Prosedur         Nomor            Tanggal
    Operasional             V
   Penjarangan           Halaman           Revisi
      Anakan               3/4             .........

F. Prosedur Pelaksanaan :
   a. Periksa lokasi dan luas areal tanaman yang
      perlu dijarangkan anakannya
   b. Hitung perkiraan kebutuhan pekerja
   c. Beri penjelasan kepada petugas tentang
      tindakan yang harus dilakukan, luas dan lokasi
      tanaman yang harus dijarangkan.
   d. Perhatikan anakan dan letaknya dalam rumpun
      tanaman secara keseluruhan.
   e. Pilih pelepah daun dan anakan yang akan
      dipangkas/dipotong.
   f. Pangkas pelepah yang rebah, tua, mati/kering
      dan rusak.
   g. Pangkas anakan yang keluar dari barisan,
      pertumbuhan kurang baik dan terlalu banyak.
   h. Buat dalam satu rumpun cukup dua anakan yang
      baik untuk dipelihara.
   i. Amati anakan yang akan dipotong.
   j. Pangkas/potong pangkal rumpun pada anakan
      yang rusak/sakit yang akan diambil, lalu
      pisahkan dari rumpun induknya.
                        V-3
Standar Prosedur        Nomor         Tanggal
   Operasional             V
  Penjarangan          Halaman         Revisi
     Anakan              4/4           .........


 k. Pisahkan anakan yang baik dari induknya, yang
    akan dicangkok sebagai bibit
 l. Hasil pangkasan anakan yang rusak/sakit
    dimasukkan dalam karung lalu dibakar di suatu
    tempat yang telah ditentukan, atau segera
    diproses lebih lanjut untuk dijadikan kompos.
 m.                                       Periks
   a pelaksanaan prosedur penjarangan anakan
 m. Catat tindakan yang dilakukan.




                      V-4
 Standar Prosedur            Nomor     Tanggal
    Operasional                VI
    Pemupukan               Halaman     Revisi
                              1/4       .........

VI.     Pemupukan

A. Definisi :
      Memberikan pupuk organik atau an-organik
      dengan cara membenamkan dalam tanah.
B. Tujuan :
   a. Mempertahankan unsur hara dalam tanah
   b. Menyediakan unsur hara secara seimbang bagi
      pertumbuhan dan perkembangan tanaman
   c. Meningkatkan mutu buah
   d. Meningkatkan produktivitas tanaman

C. Validasi :
      Dinas Pertanian Kabupaten Tasikmalaya. 2000.
      Pengalaman petani salak Tasikmalaya.


D. Bahan dan Alat :
      a. Sepatu boot
      b. Topi/pelindung kepala
      c. Sarung tangan

                           VI-1
  Standar Prosedur             Nomor     Tanggal
     Operasional                 VI
     Pemupukan                Halaman     Revisi
                                2/4       .........

   d. Pupuk organik (pupuk kandang /kompos/bokashi)
   e. Pupuk an-organik (Urea/ZA)
   f. Cangkul
   g. Beko/sorong
   h. Air (bila diperlukan)
   i.   Timbangan
   j.   Ember

E. Fungsi :
   a. Sepatu boot, topi/alat pelindung kepala seperti
      pada SPO penanaman bibit jantan dan betina.
   b. Sarung tangan untuk melindungi tangan dari
      kotoran pupuk
   c. Pupuk, untuk meningkatkan/mempertahankan
      status  hara    dalam    tanah   dan     untuk
      meningkatkan ketersediaan hara bagi tanaman.




                          VI-2
 Standar Prosedur          Nomor         Tanggal
    Operasional              VI
    Pemupukan             Halaman         Revisi
                            3/4           .........


  d. Cangkul, untuk membuat lubang tempat
     meletakkan/membenamkan pupuk ke dalam
     tanah.
  e. Beko/sorong, untuk mengangkut alat dan bahan
     dari gudang ke lokasi.
  f. Air, untuk membasahi tanah bila diperlukan
  g. Timbangan, untuk menimbang jumlah pupuk
  h. Ember, untuk membawa air           atau    pupuk
     anorganik yang telah ditimbang


F. Prosedur Pelaksanaan
  a. Periksa lokasi dan luas lahan yang perlu dipupuk
  b. Hitung jenis dan jumlah pupuk yang diperlukan
     mengacu pada perhitungan sbb :
        Pupuk organik (kompos/bokashi dengan
         dosis 5 kg/rumpun atau pupuk kandang
         yang sudah matang dengan dosis 10
         kg/rumpun)
        N (Urea, ZA) dosis 100 gr/rumpun
                       VI-3
Standar Prosedur         Nomor          Tanggal
   Operasional             VI
   Pemupukan            Halaman         Revisi
                          4/4           .........


       Pupuk organik maupun pupuk N diberikan
        pada awal musim hujan dan akhir musim
        hujan dengan dosis yang sama
       Konfirmasi ketersediaan pupuk
 c. Beri penjelasana pelaksanaan tentang lokasi dan
    luas tanaman yang akan dipupuk
 d. Buat lubang sedalam ± 15 cm dengan cangkul
    pada arah Utara-Selatan atau Barat-Timur, atau
    melingkar selebar tajuk sesuai rotasi.
 e. Masukkan/taburkan       kompos/bokashi/pupuk
    kandang ke dalam lubang sesuai takaran secara
    merata, tutup dengan sebagian tanah.
 f. Masukkan/taburkan pupuk N (Urea/ZA) ke
    lubang lalu tutup atau timbun dengan sisa tanah
    yang ada.
 g. Beri air dalam jumlah yang mencukupi.
 h. Catat jenis, jumlah, dan cara pemupukan.
 i. Catat waktu, jumlah, jenis dan cara aplikasi
    pupuk


                      VI-4
 Standar Prosedur       Nomor             Tanggal
    Operasional           VII
     Pengairan         Halaman            Revisi
                         1/5              .........

VII. Pengairan

A. Definisi :
   Memberi air sesuai kebutuhan tanaman
B. Tujuan :
   Menyediakan air bagi tanaman pada daerah
   perakaran tanaman dengan air yang memenuhi
   standar pada waktu, cara dan jumlah yang tepat
   sehingga penyerapan hara berjalan optimal dan
   tanaman dapat tumbuh dengan baik.


C. Validasi :
   Dinas Pertanian Kabupaten Tasikmalaya. 2000.
   Pengalaman petani salak Tasikmalaya.




                      VII-1
 Standar Prosedur          Nomor         Tanggal
    Operasional              VII
     Pengairan            Halaman         Revisi
                            2/ 5          .........
D. Alat dan bahan :
   a. Selang Plastik
   b. Paralon/pipa PVC
   c. Pompa irigasi
   d. Bak penampung air
   e. Parit
   f. Bambu


E. Fungsi
   a. Selang, untuk menyalurkan air dari bak penam-
      pungan air
   b. Paralon/pipa PVC untuk menyalurkan air dari
      bak penampung ke lahan tanaman salak
   c. Pompa irigasi, untuk menyalurkan air dari
      tempat yang rendah ke tempat yang lebih tinggi,
      dan sebagainya.
   d. Bak penampung air, untuk menampung air
      yang akan digunakan untuk mengairi.
   e. Parit berfungsi   untuk       mengalirkan       air
      pembuangan (drainase)
                         VII-2
 Standar Prosedur          Nomor           Tanggal
    Operasional              VII
     Pengairan            Halaman           Revisi
                            3/ 5            .........


  f. Bambu, berfungsi untuk menampung air dan
     meneteskan air sedikit-sedikit mengalirkan air
     ke pohon salak sesuai dengan kebutuhan
F. Prosedur Pelaksanaan
  a. Periksa lokasi dan luas areal yang perlu diairi.
  b. Konfirmasi gejala kekurangan air melalui :
     1. Adanya gejala kekeringan pada tanaman, bila
        helaian daun kering dan berwarna coklat,
        perlu segera dilakukan tindakan pengairan
     2. Periksa kelembaban tanah, dengan cara
        ambil tanah dari sekitar bawah tajuk.
        Kepalkan tanah tersebut dengan tangan lalu
        dijatuhkan dari ketinggian ± 120 – 130 cm,
        bila hancur maka perlu dilakukan pengairan.
  c. Periksa kesiapan/kondisi pipa PVC/pompa
     irigasi, selang, bak penampung air.
  d. Letakkan selang pada tempat-tempat yang
     tepat untuk melakukan pengairan.



                        VII-3
Standar Prosedur         Nomor           Tanggal
   Operasional             VII
    Pengairan           Halaman           Revisi
                          4/ 5            .........
 e. Siapkan bak penampung air, selang, lalu
    operasikan pompa irigasi.
 f. Lakukan pengairan tanaman antara jam 08.00-
    10.00 atau jam 15.00-17.00, sesuai kondisi
    iklim dan ketersediaan air tanah, setidaknya 3
    kali dalam seminggu.
 g. Lakukan pengairan dengan cara penyiraman,
    atau di “leb” atau mengalirkan air melalui parit.
 h. Hentikan pemberian air bila tanah telah cukup
    lembab. Tanah yang lembab dicirikan oleh
    kepalan tanah yang dijatuhkan dari ketinggian
    120 – 130 cm tidak hancur.
 i.   Konfirmasi kelembaban tanah. Bila         tanah
      kurang lembab ulangi langkah nomor f.
 j.   Lakukan pemberian air sebelum ada gejala
      kekeringan tanaman. Kebutuhan tanaman
      sekitar 2 lt/rumpun/hari.
 k. Pola kebutuhan air pada tanaman salak
    berdasar fase pertumbuhan salak adalah
    sebagai berikut :



                      VII-4
Standar Prosedur        Nomor          Tanggal
   Operasional            VII
    Pengairan          Halaman          Revisi
                         5/ 5           .........


 o Diperlukan dalam jumlah banyak, pada fase :
    Setelah pemangkasan pelepah :
          Tumbuh anakan
          Pembesaran buah
 o Diperlukan dalam jumlah sedikit/sangat sedikit,
   pada fase :
          Inisiasi pembungaan
          Menjelang panen




                      VII-5
       Standar               Nomor      Tanggal
       Prosedur               VIII
      Operasional
     Pemangkasan         Halaman         Revisi
       Pelepah             1/3           .........

VIII. PEMANGKASAN PELEPAH
A.    Definisi :
      Memotong pelepah yang tidak produktif, kering,
      mati, terserang OPT.

B.    Tujuan :
      a. Membentuk tajuk ideal tanaman salak
         (berkisar 7-8 pelepah per tanaman) agar
         produktivitas dan mutu buah yang dihasilkan
         dalam kondisi maksimal.
      b. Merangsang pertumbuhan seludang bunga
         betina (congok)
C.    Validasi :
      Dinas Pertanian Kabupaten Tasikmalaya. 2000.
      Pengalaman petani salak Kabupaten Tasikmalaya.



                         VIII-1
 Standar Prosedur         Nomor          Tanggal
    Operasional            VIII
   Pemangkasan           Halaman         Revisi
     Pelepah               2/3           .........
D.   Bahan dan Alat :
     a. Topi / pelindung kepala
     b. Sepatu boot
     c. Sarung tangan
     d. Pisau, sabit, parang
     e. Mesin pencacah (chopper) pelepah salak
     f. Karung


E.   Fungsi
     a. Fungsi sepatu boot dan topi/pelindung kepala
        seperti SPO penanaman bibit jantan dan
        betina
     b. Sarung tangan untuk perlindungan agar jari-
        jari dan telapak tangan tidak terkena duri
        batang salak
     c. Pisau/sabit/parang seperti SPO penjarangan
        anakan
     d. Mesin pencacah (chopper) pelepah salak
        untuk mencacah pelepah salak menjadi
        ukuran yang lebih kecil sehingga mudah
        dimasukkan kedalam rorak
     e. Karung, untuk tempat mengumpulkan pelepah
        hasil pemotongan
                       VIII-2
     Standar Prosedur          Nomor          Tanggal
        Operasional             VIII
       Pemangkasan            Halaman           Revisi
         Pelepah                3/3             .........
F.     Prosedur Pelaksanaan
       a. Periksa lokasi dan luas areal tanaman yang
          perlu dipangkas/dipotong.
       b. Hitung perkiraan kebutuhan pekerja.
       c. Beri penjelasan petugas tentang tindakan
          yang harus dilakukan, luas dan lokasi tanaman
          yang harus dipangkas.
       d. Perhatikan       bentuk     tanaman        secara
          keseluruhan.
       e. Identifikasi pelepah yang kering, dan terserang
          penyakit, rebah, dan jumlah pelepah dalam
          satu rumpun tidak lebih dari 12 pelepah.
       f. Potong pelepah yang telah diidentifikasi
          dengan cara membuang daun terlebih dahulu,
          lalu memotong pelepah.
       g. Hasil pangkasan dimasukkan dalam rorak
          yang telah dibuat di dalam kebun diantara
          tanaman salak untuk menambah aerasi dan
          bahan organik tanah.
       h. Periksa pelaksanaan prosedur pemangkasan
       i.   Catat setiap tindakan yang dilakukan.

                            VIII-3
 Standar Prosedur          Nomor        Tanggal
    Operasional              IX
   Pengendalian           Halaman        Revisi
       OPT                  1/9          .........

IX.    Pengendalian OPT

A. Definisi :
      Tindakan yang dilakukan untuk mencegah
      kerugian pada budidaya yang diakibatkan oleh
      OPT utama yang menyerang tanaman salak di
      Kabupaten Tasikmalaya.

B. Tujuan :
  a. Mengendalikan populasi OPT serta penyebab
     menurunnya produktivitas dan kualitas buah
     untuk menghindari kerugian ekonomi berupa
     kehilangan hasil (kuantitas) dan penurunan mutu
     (kualitas) produk.
  b. Menjaga kesehatan manusia dan kelestarian
     lingkungan.

C. Validasi :
   Dinas Pertanian Kabupaten Tasikmalaya. 2000.
   Pengalaman petani salak Tasikmalaya.




                          IX-1
 Standar Prosedur         Nomor          Tanggal
    Operasional             IX
   Pengendalian          Halaman          Revisi
       OPT                 2/9            .........

D. Bahan dan Alat :
   a. Pestisida alami/biopestisida, berupa campuran
      daun tembakau/mindi 1 kg digerus dan dicampur
      2 sendok makan deterjen sebagai perata
      dilarutkan dalam 10 liter air
   b. Insektisida kimiawi/furadan 3G/Curacron 500 EC
   c. Air
   d. Kapas
   e. Sprayer
   f. Mist blower
   g. Alat dan sarana pelindung : sarung tangan,
      masker, kaca mata, baju lengan panjang
   h. Drum
   i. Ember
   j. Cangkul
   k. Alat pengeduk
   l. Lumpang dan alu/kayu/batu


                        IX-2
 Standar Prosedur        Nomor          Tanggal
    Operasional            IX
   Pengendalian         Halaman         Revisi
       OPT                3/9           .........
E. Fungsi :
  a. Sprayer,    untuk   menyemprotkan        bahan
     pengendali ke tanaman.
  b. Bahan pengendali OPT, untuk mengendalikan
     OPT    (pestisida    alami/kimiawi)     untuk
     mengendalikan     OPT    yang       berpotensi
     mengganggu pencapaian target.
  c. Mist blower, untuk menyemprotkan bahan
     pengendali OPT ke bagian tanaman yang
     tersembunyi.
  d. Alat dan saran pelindung : sarung tangan,
     masker, kaca mata, baju lengan panjang, untuk
     menlindungi bagian tubuh dari bahaya cemaran
     bahan kimiawi (pestisida).
  e. Kapas,    menutup    lubang    gerek   setelah
     dicelupkan kedalam pestisida
  f. Lumpang dan alu/kayu/batu, untuk menumbuk
     dan menghaluskan daun tembakau/mindi.
  g. Drum, untuk mencampur bahan pengendali OPT
     dengan pelarut.
  g. Ember untuk tempat menampung air/bahan
     pengendali.

                       IX-3
 Standar Prosedur       Nomor          Tanggal
    Operasional           IX
   Pengendalian        Halaman          Revisi
       OPT               4/9            .........

  h. Air untuk melarutkan bahan pengendali OPT
     sebelum diaplikasikan.
  i. Alat pengaduk untuk meratakan campuran bahan
     pengendali OPT dengan pelarut dan atau bahan
     perekat.
  j. Sabit, untuk mengambil OPT dan
     membenamkan kedalam tanah.


F. Prosedur Pelaksanaan :
   1. Hama Ulam Salak

    a. Lakukan pengamatan terhadap ulam secara
       berkala (seminggu sekali).
    b. Amati gejala serangan hama gendon pada
       bagain pangkal pelepah/pangkal batang yang
       menyebabkan ujung tunas muda mulai tampak
       menguning, dan daun malai mengecil dengan
       pertumbuhan tidak sempurna




                      IX-4
Standar Prosedur        Nomor           Tanggal
   Operasional            IX
  Pengendalian         Halaman           Revisi
      OPT                5/9             .........

  c. Lakukan tindakan pengendalian dengan
     secara fisik dan mekanik dengan cara
     mengambil gendon tersebut dengan tangan
     atau sabit dan memusnahkannya.
  d. Lakukan tindakan pengendalian dengan
     penyemprotan pestisida alami/biopestisida
     pada bagian pangkal batang/pangkal pelepah
     dengan dosis 0,5 – 1 liter larutan/rumpun
     tanaman atau lakukan tindakan pengendalian
     dengan menyumbat liang gerek dengan kapas
     yang telh dicelupkan dalam Curacron 500 EC,
     dengan dosis 2 cc/lt air.
  e. Melakukan sanitasi dengan membersihkan
     rumput-rumput/seresah sekitar tanaman.
  f. Catat blok dan tindakan pengendalian yang
     dilakukan.
  g. Catat jenis, cara dan dosis pesticida yang
     digunakan.




                      IX-5
 Standar Prosedur       Nomor          Tanggal
    Operasional           IX
   Pengendalian        Halaman          Revisi
       OPT               6/9            .........

2. Hama Kumbang
 a. Lakukan pengamatan terhadap kumbang secara
    berkala (seminggu sekali).
 b. Amati gejala serangan hama kumbang pada
    bagian pangkal pelepah/pangkal batang/bagian
    titik tumbuh.   Titik tumbuh pertumbuhannya
    terganggu dan aka mengalami kematian.
 c. Lakukan tindakan pengendalian secara fisik dan
    mekanik dengan cara mengambil kumbang
    tersebut dengan tangan atau sabit dan
    memusnahkannya.
 d. Lakukan      tindakan       pengendalian dengan
    penyemprotan pesticida alami/biopestisida pada
    bagian pangkal batang/pangkal pelepah dengan
    dosis 0,5 – 1 liter larutan/rumpun.
 e. Lakukan       tindakan   pengendalian   dengan
    menetaskan insecticida Curacron 500 EC, dengan
    dosis 2 cc/lt air, menggunakan kapas yang telah
    dicelupkan dalam insektisida tersebut pada
    bagian titik tumbuh tanaman.




                      IX-6
 Standar Prosedur          Nomor      Tanggal
    Operasional              IX
   Pengendalian           Halaman      Revisi
       OPT                  7/9        .........

  f. Catat blok dan tindakan pengendalian yang
     dilakukan.
  g. Catat jenis, cara dan dosis pestisida yang
     digunakan.


3. Hama Uret
Penyebab : Lepidiota sp
Gejala :
   o Hama ini menyerang bagian perakaran
   o Gejala seranngan awal tidak tampak pada
     tanaman, tetapi gejala lanjut nampak adanya
     gejala kerusakan yang jelas yaitu tanaman
     merana dan layu, kemudian daun dan pelepah
     daun menguning, kering dan akhirnya tanaman
     mati karena perakaran seluruhnya sudah habis
     dimakan uret.




                          IX-7
 Standar Prosedur        Nomor          Tanggal
    Operasional            IX
   Pengendalian         Halaman          Revisi
       OPT                8/9            .........
Pengendalian :
   o Sanitasi lingkugan pertanaman
   o Pengembilan/pengumpulan uret dari pupuk
     kandang, parit dan dari sekitar pangkal batang
   o Pemasangan     lampu  perangkap  untuk
     penangkapan imago, terutama pada awal
     musim penghujan.
4. Bercak Daun
Penyebab : Pestalotiopsis palmarum (Cke) Stey.
Gejala :
   o Pada daun timbul bintik kecil berwarna coklat
     muda
   o Bercak dapat bersatu, sehingga terjadi bercak
     yang besar
   o Apabila terjadi serangan besar, daun menjadi
     kering seperti terbakar
   o Pada bercak terdapat bintik-bintik hitam yang
     merupakan badan buah (aservulus).
Pengendalian :
   o Sanitasi kebun untuk mengurangi kelembaban
   o Perbaikan drainase kebun

                        IX-8
 Standar Prosedur       Nomor          Tanggal
    Operasional           IX
   Pengendalian        Halaman          Revisi
       OPT               9/9            .........

5. Jamur (Penyakit pada Buah Salak)
 a. Lakukan pengamatan terhadap jamur secara
    berkala (seminggu sekali).
 b. Amati gejala serangan jamur pada buah yang
    menunjukkan gejala adanya jamur berwarna
    putih menutupi buah, yang menyebabkan buah
    terhambat perkembangannya dan busuk.
 c. Lakukan tindakan pengendalian dengan secara
    fisik dan mekanik dengan cara mengambil buah
    yang menunjukkan gejala dengan tangan atau
    sabit dan memusnahkannya.
 d. Lakukan    tindakan       pengendalian  dengan
    penyemprotan pestisida alami/biopestisida pada
    bagian buah/pangkal batang/pangkal pelepah
    dengan dosis 0,5 – 1 lt larutan/rumpun.
 e. Catat blok dan tindakan pengendalian yang
    dilakukan.
 f. Catat jenis, cara dan dosis pestisida yang
    digunakan.




                      IX-9
  Standar Prosedur           Nomor          Tanggal
     Operasional               X
    Penyerbukan             Halaman          Revisi
                              1/4            .........

X.    Penyerbukan

A. Definisi:
     Menyerbuki bunga betina dengan benangsari dari
     bunga jantan.

B. Tujuan:
     Melakukan penyerbukan buatan          agar   tingkat
     produktivitas tanaman lebih optimal

C. Validasi :
     Dinas Pertanian Kabupaten Tasikmalaya. 2000.
     Pengalaman petani salak kabupaten Tasikmalaya.

D. Alat dan bahan:
   a. Sepatu boot
   b. Sarung tangan dari kulit
   c. Topi / pelindung kepala
   d. Bunga jantan
   e. Bunga betina
   f. Arit/ gunting
   g. Tutup bunga betina


                            X-1
  Standar Prosedur          Nomor        Tanggal
     Operasional              X
    Penyerbukan            Halaman        Revisi
                             2/4          .........
E. Fungsi :
   a. Sepatu boot seperti pada SPO penanaman bibit
      jantan dan betina.
   b. Fungsi sarung tangan, seperti      pada SPO
      pemangkasan pelapah.
   c. Fungsi topi seperti pada SPO pemangkasan
      pelepah.
   d. Bunga jantan sebagai sumber serbuksari
   e. Bunga betina untuk lokasi penyerbukan
   f. Arit/ gunting untuk memotong bunga jantan
   g. Tutup bunga betina untuk menutup hasil
      penyerbukan
F. Prosedur Pelaksanaan:
   a. Periksa bunga betina yang siap dibuahi,
      dengan ciri selubung bunga sudah berwarna
      coklat tua dan bila dibuka putik bunga berwarna
      merah..
   b. Konfirmasi luas areal dan lokasi yang akan
      diserbuki.



                        X-2
Standar Prosedur          Nomor        Tanggal
   Operasional              X
  Penyerbukan            Halaman        Revisi
                           3/4          .........
 c. Hitung jumlah tongkol bunga jantan yang
    dibutuhkan untuk menyerbuki bunga betina
    dengan acuan 1 tongkol bunga jantan dapat
    untuk menyerbuki 10 – 30 bunga betina.
 d. Beri penjelasan pekerja mengenai lokasi dan
    luasan yang perlu diserbuki.
 e. Lakukan penyerbukan pada bunga betina yang
    seludangnya sudah terbuka, berwarna merah
    dan beraroma wangi.
 f. Potong bunga jantan yang           telah    siap
    diserbukan dari tandannya
 g. Lakukan proses penyerbukan pada pagi atau
    sore hari
 h. Buka seludang bunga betina, oles atau ketuk-
    ketukkan serbuk bunga jantan di atas bunga
    betina.
 i.   Tutup bunga yang telah dibuahi dengan tutup
      (daun muda atau plastik bekas air mineral).
 j.   Buka tutup      tandan   3-5   hari     setelah
      penyerbukan.
 k. Inspeksi tindakan penyerbukan tersebut.
 l.   Catat dalam lembar kegiatan.
                       X-3
Standar Prosedur        Nomor          Tanggal
   Operasional            X
  Penyerbukan          Halaman          Revisi
                         4/4            .........


 m. Lakukan pencatatan lokasi dan blok sesuai
    tanggal.
 n. Buka penutup tandan setelah 3-5 hari setelah
    penyerbukan
 o.   Catat keberhasilan proses penyerbukan




                      X-4
 Standar Prosedur             Nomor         Tanggal
    Operasional                 XI
   Penjarangan               Halaman         Revisi
      Buah                     1/3           .........

XI.     Penjarangan Buah
A. Definisi:
      Mengurangi jumlah buah yang terdapat dalam
      setiap tandan
B. Tujuan:
      Untuk menghasilkan buah dengan mutu dan
      jumlah yang optimal sesuai target yang ditetapkan.
C. Validasi:
      Dinas Pertanian Kabupaten Tasikmalaya. 2000.
      Pengalaman petani salak kabupaten Tasikmalaya.
D. Alat dan bahan:
      a. Sepatu boot
      b. Sarung tangan dari kulit
      c. Topi / pelindung kepala
      d. Kawat tajam/tusuk sate
      e. Obeng
      f. Tang/catut/pinset
      g. Karung


                             XI-1
 Standar Prosedur        Nomor           Tanggal
    Operasional            XI
   Penjarangan          Halaman              Revisi
      Buah                2/3                .........
E. Fungsi:
   a. Fungsi sepatu boot, seperti pada               SPO
      penanaman bibit jantan dan betina.
   b. Fungsi sarung tangan, seperti pada SPO
      pemangkasan pelepah.
   c. Fungsi topi, seperti pada SPO pemangkasan
      pelepah.
   d. Kawat tajam/tusuk sate untuk menusuk buah
      yang akan dijarangkan.
   e. Obeng untuk mencongkel dan menggoyahkan
      buah yang akan dijarangkan.
   f. Tang/Catut/pinset untuk mengambil buah yang
      sudah goyah dari tangkainya
   g. Karung, untuk mengumpulkan buah-buah kecil
      hasil penjarangan
F. Prosedur Pelaksanaan:
   a. Periksa buah yang perlu dijarangkan.
   b. Konfirmasi luas areal dan lokasi yang akan
      dijarangkan.
   c. Briefing pekerja mengenai lokasi dan luasan
      yang perlu dijarangkan.
                           XI-2
Standar Prosedur          Nomor          Tanggal
   Operasional              XI
  Penjarangan            Halaman          Revisi
     Buah                  3/3            .........
 d. Lakukan penjarangan pertama saat 2 bulan
    setelah penyerbukan (ukuran buah sebesar
    kelereng) dengan cara memilih bauh yang
    abnormal, terserang hama dan penyakit atau
    buah yang normal tapi posisinya terjepit.
 e. Tusuk buah yang dipilih untuk dijarangkan,
    kemudian ditarik dengan menggunakan kawat
    tajam/tusuk sate.
 f. Kumpulkan buah hasil penjarangan ke dalam
    wadah atau karung untuk dibuang.
 g. Kumpulkan karung-karung yang sudah penuh di
    sisi kiri jalan kolektor.
 h. Lakukan penjarangan kedua, sesudah sebulan
    penjarangan pertama dengan cara yang sama
    seperti penjarangan pertama atau dengan
    menggunakan obeng.
 i.    Lakukan pembungkusan tandan            dengan
      anyaman atau keranjang bambu
 j.   Periksa tindakan penjarangan, bila tidak sesuai
      standar ulangi mulai langkah d sampai i
 k. Catat dalam lembar kegiatan.


                        XI-3
  Standar Prosedur            Nomor     Tanggal
     Operasional                XII
       Panen                 Halaman    Revisi
                               1/3      .........

XII. Panen
A. Definisi:
   Memetik buah yang telah siap panen atau mencapai
   kematangan optimal

B. Tujuan:
   Untuk memperoleh buah pada standar mutu yang
   telah ditetapkan.

C. Validasi :
   Dinas Pertanian Kabupaten Tasikmalaya. 2000.
   Pengalaman petani salak Kabupaten Tasikmalaya.

D. Bahan dan Alat :
   a. Sepatu boot
   b. Sarung tangan kulit
   c. Topi / pelindung kepala
   d. Linggis atau bilah bambu
   e. Gergaji kecil/congkrang
   f. Keranjang pengumpul buah



                            XII-1
  Standar Prosedur        Nomor           Tanggal
     Operasional            XII
       Panen             Halaman          Revisi
                           2/3            .........


E. Fungsi :
   a. Sepatu boot seperti pada SPO penanaman bibit
      jantan dan betina.
   b. Fungsi sarung tangan,     seperti   pada        SPO
      pemangkasan pelepah.
   c. Fungsi topi, seperti pada SPO pemangkasan
      pelepah.
   d. Linggis atau bilah bambu untuk membuka tandan
      agar dapat dimasuki dorit atau gergaji kecil .
   e. Dorit atau gergaji kecil untuk memotong tandan
      buah salak
   f. Keranjang pengumpul buah, untuk mengumpulkan
      buah hasil panen agar tidak terkena kotoran dan
      untuk mengangkut ke lokasi pengumpulan.


F. Prosedur Pelaksanaan :
   a. Periksa lokasi dan luas pertanaman yang sudah
      siap panen dan perkirakan jumlah pekerja yang
      diperlukan.



                        XII-2
Standar Prosedur         Nomor          Tanggal
   Operasional             XII
     Panen              Halaman          Revisi
                          3/3            .........


b. Periksa buah yang sudah memenuhi syarat untuk
   dipetik (dari catatan umur buah, penampakan fisik,
   tekstur buah, warna kulit), dengan ciri-ciri sisik
   yang telah jarang, bulu-bulu yang telah hilang dan
   warna kulit buah berwarna merah kehitaman atau
   kuning tua dan berkilat.
c. Beri penjelasan pekerja mengenai lokasi dan
   luasan yang siap panen.
d. Potong tandan buah dengan pahat atau pisau
   pada bagian pangkal.
e. Masukkan hasil panen ke dalam keranjang
   pengumpul buah secara hati-hati.
f. Letakkan keranjang yang sudah penuh di tepi
   kebun pada bagian yang teduh.
g. Angkut keranjang ke bangunan pengumpul.
h. Catat asal lokasi panen




                      XII-3
  Standar Prosedur       Nomor          Tanggal
     Operasional          XIII
    Pasca Panen         Halaman          Revisi
                          1/3            .........

XIII. Pasca Panen
A. Definisi:
   Pekerjaan yang dilakukan pada hasil produk yang
   baru saja dipanen
B. Tujuan :
   Melakukan pekerjaan meliputi pembersihan, sortasi
   buah, pelabelan dan pengemasan berdasarkan
   ukuran dan standar mutu yang telah ditentukan
C. Validasi:
   Dinas Pertanian Kabupaten Tasikmalaya. 2000.
   Pengalaman petani salak Kabupaten Tasikmalaya.
D. Bahan dan Alat:
   a. Sarung tangan dari kulit
   b. Sikat sepatu
   c. Kuas Ijuk Besar
   d. Lap
   e. Keranjang buah
   f. Stiker
   g. Keranjang pengumpul buah
   h. Keranjang pengemas/besek/peti/kardus buah
   i. Spidol


                       XIII-1
  Standar Prosedur           Nomor            Tanggal
     Operasional              XIII
    Pasca Panen             Halaman           Revisi
                              2/3             .........
E. Fungsi:
   a. Sarung tangan dari kulit untuk perlindungan agar
      jari-jari dan telapak tangan tidak terkena duri halus
      kulit buah salak.
   b. Sikat sepatu, untuk membersihkan kotoran pada
      buah lepas tandan.
   c. Kuas ijuk besar, untuk membersihkan kotoran
      pada buah tandanan.
   d. Lap, untuk membersihkan buah.
   e. Keranjang untuk menampung buah yang sudah
      dipilah
   f. Keranjang pengemas/besek/peti/kardus buah,
      untuk tempat buah yang akan dikirim dan
      dipasarkan sesuai dengan kelas/grade-nya
   g. Stiker, untuk tanda pengenal pada buah
   h. Spidol, untuk memberi tanda pada kemasan
      kranjang

F. Prosedur Pelaksanaan:
   a. Konfirmasi volume buah yang akan dipanen.
   b. Perkirakan    kebutuhan      pekerja,   stiker,     dan
      keranjang.
                          XIII-2
Standar Prosedur         Nomor          Tanggal
   Operasional            XIII
  Pasca Panen           Halaman            Revisi
                          3/3              .........
 c. Konfirmasi ketersediaan stiker dan keranjang
    pengumpul buah.
 d. Beri penjelasan operator dan pekerja mengenai
    volume dan standar/kelas yang akan dibuat. Kelas
    A 98-12 buah/kg), kelas B (13-17 buah/kg), kelas
    C (18-22 buah/kg).
 e. Periksa kebersihan dan      kesiapan      alat     dan
    keranjang pengumpul.
 f. Letakkan keranjang pengumpul pada tempatnya.
 g. Sortir buah berdasar penampakan dan ukuran
    kelas.
 h. Masukkan kedalam keranjang pengemas dengan
    ukuran untuk 20 kg buah kemudian ditimbang.
 i.   Beri tanda, serta stiker kode pada keranjang
      pengemas sesuai ukuran buah.
 j.   Periksa hasil dalam kemasan. Bila tidak sesuai
      standar kembali ke langkah no. g.
 k. Masukkan ke gudang          penyimpanan            atau
    kendaraan pengangkut.




                       XIII-3
                     LAMPIRAN

    CONTOH FORM ISIAN CATATAN KEGIATAN

Untuk memudahkan pelacakan dan konfirmasi kegiatan,
maka dalam pembuatan form isian sebaiknya dilakukan
berdasarkan blok. Berikut merupakan contoh dari check
list yang dapat dimanfaatkan dan sangat dimungkinkan
untuk     dimodifikasi  untuk   lebih   memudahkan
pelaksanaannya di lapang.




                          1
A.   SPO Persiapan Lahan

Nama Pemilik         :   ..............................................
Alamat Kebun         :   ..............................................

                     Luas         Kondisi            Riwayat                Cara
 Tanggal    Blok                                                                      Operator
                     (ha)         Lahan            Penggunaan             Penyiapan




B.   SPO Penyiapan Benih

Nama Pemilik         :   ..............................................
Alamat Kebun         :   ..............................................


           Kondisi   Jumlah         Sumber
 Tanggal                                               Kondisi Benih           Cara     Operator
            Benih     Benih          Benih




C.   SPO Penanaman Benih Jantan dan Betina

Nama Pemilik         :   ..............................................
Alamat Kebun         :   ..............................................


                      Fase
                                      Luas
 Tanggal    Blok     pertum                                  Alat              Cara     Operator
                                      (ha)
                     buhan




                                                   2
D.   SPO Penyulaman

Nama Pemilik           :   ..............................................
Alamat Kebun           :   ..............................................


                            Fase
                                               Luas
 Tanggal       Blok        pertum                                 Alat           Cara      Operator
                                               (ha)
                           buhan




E.   SPO Penjarangan Anak

Nama Pemilik           :   ..............................................
Alamat Kebun           :   ..............................................


                            Fase
                                               Luas
 Tanggal       Blok        pertum                                 Alat           Cara      Operator
                                               (ha)
                           buhan




F.   SPO Pemupukan

Nama Pemilik           :   ..............................................
Alamat Kebun           :   ..............................................


                       Fase
                                    Luas              Nama
 Tanggal   Blok       pertum                                             Dosis     Cuaca    Operator
                                    (ha)              Pupuk
                      buhan




                                                     3
G.         SPO Pengairan

Nama Pemilik                    :      ..............................................
Alamat Kebun                    :      ..............................................



                                    Fase pertum            Luas
     Tanggal      Blok                                                  Cara Pengairan          Lama Diairi      Operator
                                      buhan                (ha)




H.         SPO Pemangkasan Pelepah

Nama Pemilik                    :      ..............................................
Alamat Kebun                    :      ..............................................



                                     Fase pertum                 Luas
     Tanggal          Blok                                                        Cara Penjarangan             Operator
                                       buhan                     (ha)




I.         SPO Pengendalian OPT

Nama Pemilik                    :      ..............................................
Alamat Kebun                    :      ..............................................


                                          Fase                       Nama Bahan
     Tgl                     Luas                        Jenis                                       Cara
               Blok                      pertum                       Pengendali        Dosis                      Cuaca
                             (ha)                        OPT                                        Aplikasi
                                         buhan                          OPT




                                                                 4
J.     SPO Penyerbukan

Nama Pemilik             :   ..............................................
Alamat Kebun             :   ..............................................



                              Fase pertum               Luas
     Tanggal     Blok                                                  Cara Penjarangan     Operator
                                buhan                   (ha)




K.     SPO Penjarangan Buah

Nama Pemilik             :   ..............................................
Alamat Kebun             :   ..............................................


                              Fase pertum               Luas
     Tanggal      Blok                                                 Cara Penjarangan     Operator
                                buhan                   (ha)




L.     SPO Panen

Nama Pemilik             :   ..............................................
Alamat Kebun             :   ..............................................

                                                                              Jumlah
                                                           Luas               Produksi
 Tanggal       Waktu Panen            Blok                                                Operator
                                                           (ha)                 (kg)




                                                       5
M.      SPO Pasca Panen

Nama Pemilik                     :       ..............................................
Alamat Kebun                     :       ..............................................

                                     Kebersihan             Kebersihan          % dalam Kelas            %
 Tanggal         Jumlah (kg)                                                                                         Operator
                                       tempat                  alat                                    Rusak
                                                                                A         B   C




N.      Catatan Pupuk


 Tgl           Nama        Jumlah                Rasio             Tanggal          Nama      Jumlah                       Sisa
                                                                                                               Operator
 Beli          Pupuk        (kg/l)             Kandungan           Dipakai          Pupuk      (kg/l)                      Stok




O.      Catatan Pestisida


     Tanggal    Nama           Jumlah           Rasio            Tanggal           Nama           Jumlah                   Sisa
                                                                                                               Operator
       Beli    Pestisida        (kg/l)        Kandungan          Dipakai          Pestisida        (kg/l)                  Stok




                                                                   6

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:17
posted:9/27/2011
language:Indonesian
pages:76