; LOMPAT
Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out
Your Federal Quarterly Tax Payments are due April 15th Get Help Now >>

LOMPAT

VIEWS: 203 PAGES: 8

  • pg 1
									LOMPAT
Lompat adalah mendorong tubuh dengan daya tolakan dari kaki menggunakan 1 atau 2 kaki.
Melompat dan berlari hampir sama penjelasannya, walau dalam praktek terlihat jelas perbedaannya,
perbedaan antara melompat dan berlari adalah :
     1. Berlari, daya tolakan sebagian besar mengarah ke depan dan jeda layang di udara tidak
          terlalu lama juga tidak terlalu tinggi
     2.   Melompat, daya tolakan dapat ke depan, atas, belakang. dan jeda layang di udara lebih lama
          juga lebih tinggi. melompat biasanya terdapat proses menekukkan sendi daerah engkel dan
          lutut yang lebih tinggi derajatnya dibandingkan dengan berlari.




MACAM-MACAM LOMPAT:


1.    Lompat Tinggi
Melakukan gerakan lentingan tubuh dengan tumpuan tanah atau bidang datar lain untuk
melampaui penghalang dengan ketinggian tertentu. Contoh : Seni Zawu-zawu di P.Nias


2.    Lompat Jauh
Adalah sejenis acara olahraga di mana seseorang atlet mencoba mendarat sejauh yang boleh dari
tempat yg dituju.Mereka yang bertanding akan berlari di laluan (pada tahap elit, biasanya mempunyai
permukaan yang sama dengan trek larian) dan melompat sejauh yang boleh dengan memijak
sepintas pada papan kayu ke bahagian yang diisi pasir atau tanah. Jarak minimum dari papan ke
tanda yang dibuat oleh atlit pada pasir diukur. Jika seseorang itu memulakan lompatannya dengan
mana-mana bahagian kakinya di depan atau melebihi papan (satu lapisan plastisin diletakkan dengan
segera di depan papan untuk mengesan ketepatan ini), lompatannya diisytiharkan salah atau batal
dan tiada jarak akan direkodkan.
LARI


Melangkah dengan cepat, sampai terdapat gerakan dimana kedua kaki melayang sebentar diudara.
Perbedaan berlari dan berjalan :
1. Saat berjalan kaki kiri melangkah dan menapak tanah, baru kaki kanan melangkah dan menapak
tanah. terus berulang2 tanpa ada kesempatan kedua kaki tidak menapak di tanah (gerakan
melayang).


2. Saat berlari, kaki kiri melangkah, sebelum kaki kiri menapak tanah, kaki kanan mendorong tanah
dan terjadi gerakan melayang sebentar. Lalu kaki kiri menapa dan sebelum kaki kanan menapak, kaki
kiri telah melakukan gerakan mendorong juga. terus continue.


3. Jadi saat berjalan terdapat hanya 2 kondisi, melangkah dan menapak.


4. Berlari terdapat 3 kondisi, melangkah, melayang, menapak.


MACAM-MACAM LARI:
1.         Lari Jarak Pendek
Adalah lari yang menempuh jarak antara 50 m sampai dengan jarak 400 m. oleh karena itu
kebutuhan utama untuk lari jarak pendek adalah kecepatan. Kecepatan dalam lari jarak pendek
adalah hasil kontraksi yang kuat dan cepat dari otot-otot yang dirubah menjadi gerakan halus lancer
dan efisien dan sangat dibutuhkan bagi pelari untuk mendapatkan kecepatan yang tinggi.


2.         Lari Jarak Menengah
Gerak lari jarak menengah (800 m- 1500 m) dan sedikit berbeda dengan gerakan lari jarak pendek
.terletak pada cara kaki menapak. Lari jarak menengah, kaki menapak ball hell-ball, ialah
menapakkan pada ujung kaki tumit dan menolak dengan ujung kaki. Star dikakukan dengan cara
berdiri.


3.         Lari Estafet
Lari Estafet atau dengan kata lain disebut "Lari sambung menyambung sambil membawa tongkat"
adalah salah satu jenis olahraga yang berinduk pada bidang atletik. Pelarinya berjumlah lebih dari 1
orang & kurang dari 5 orang yang tergabung dalam 1 tim, dimana masing-masing pelari sudah diatur
dalam jarak tertentu untuk kemudian bersiap-siap menunggu ato memerima tongkat Estafet dari
teman dan kemudian berlari untuk menyerahkan tongkat tersebut kepada teman 1 tim dan seterusnya
saling mengoforkan tongkat hingga memasuki garis finis. Nomor lari estafet yang sering
diperlombakan adalah nomor 4 x 100 meter dan nomor 4 x 400 meter.
4.    Lari Jarak Jauh
Lari jarak jauh dilakukan dalam lintasan stadion jarak 3000m, ke atas, 5000m, 10.000m, sedangkan
marathon dan juga cross-country, harus dilakukan diluar stadion kecuali star dan finis, secara fisik
dan mental merupakan keharusan bagi pelari jarak jauh. Ayunan lengan dan gerakan kaki dilakuakan
seringan-ringannya. Makin jauh jarak lari yang ditempuh makin rendah lutut diangkat dan langkah
juga makin kecil.
LEMPAR
Lempar cakram adalah salah satu cabang olahraga atletik. Cakram yang dilempar berukuran garis
tengah 220 mm dan berat 2 kg untuk laki-laki, 1 kg untuk perempuan.Lempar cakram diperlombakan
sejak olimpiade I tahun 1896 di Athena, Yunani.
Cara melempar cakram dengan awalan dua kali putaran badan caranya yaitu: memegang cakram
ada 3 cara, berdiri membelakangi arah lemparan, lengan memegang cakram diayunkan ke belakang
kanan diikuti gerakan badan, kaki kanan agak ditekuk, berat badan sebagian besar ada dikanan,
cakram diayunkan ke kiri, kaki kanan kendor dan tumit diangkat, lemparan cakram 30 derajat lepas
dari pegangan, ayunan cakram jangan mendahului putaran badan, lepasnya cakram diikuti badan
condong kedepan. Latihan dasar menggunakan ring karet atu rotan
1. Diawali dgn sikap tegap
2. langkahkan slah satu kaki sambil mengayunkan ring ke depan
3. lanjutkan ayunan hingga mengelilingi tubuh, jaga agar lengan memegang ring tetap lurus dan
berada dibawah ketinggian bahu
4. langkahkan kaki lurus ke depan ( berlawanan dgn arah tangan.ikuti gerakan pinggul dan dada ke
depan.kemudian lepaskan ring,ayunkan tangan ke atas dan langkahkan kaki belakang ke depan
Cara memegang cakram
Pegang dgn buku ujung jari2 tangan, ibu jari memegang samping cakram, kemudian pergelangan
tangan ditekuk sedikit ke dalam Mengayunkan cakram
Ayunkan cakram dgn ring ke depan dank e belakang di samping tubuh.pada saat mengayunkan
cakram,tangan yg memegang cakram direntangkan sampai lurus.jangan sampai lepas


Gerakan lempar cakram
Ada 3 tahap dalam melempar cakram
1. persiapan - berdiri dgn kedua kaki dibuka lebar - pegang cakram dgn tangan kanan.ayunkan
sampai di atas bahu sambil memutar badan ke kiri,kemudian ke kanan secara berulang2.saat cakram
diayun ke kiri, Bantu tangan kiri dgn cara menyangganya
2. pelaksanaan - ayunkan cakram ke depan lalu ke belakang - pada saat cakram di belakang, putar
badan dan ayunkan cakram ke samping-depan-atas (membentuk sudut 40o ) - lepaskan cakram
pada saat berada di depan muka
3. penutup - Bantu lemparan dgn kaki kanan agar tercipta suatu tolakan kuat pada tanah sehingga b
adan melonjak ke depan-atas - langkahkan kaki kanan ke depan untuk menumpu, sedangkan kaki kiri
diangkat rileks untuk menjaga keseimbangan badan
LEMPAR LEMBING
Lempar lembing Lembing adalah sebuah alat dalam salah satu nomor olahraga atletik. Lembing
berbentuk seperti tombak dengan sudut tajam disalah satu ujungnya. Melempar adalah melakukan
gerakan menolak / mendorong seperti membuang sesuatu dari tangan kita. Dalam proses melempar
terjadi pengaliran tenaga dari tangan terhadap media yang dipegang tangan. Berat media, stabilitas
media, dinamika gerakan tubuh, kuat tenaga, statistika ritme, akan mempengaruhi seberapa jauh
lemparan anda. Lemparan terdapat proses, penyaluran tenaga, tolakan, pelepasan tenaga dan
media, daya layang dan jatuh media di tanah (grafitasi). Lempar Lembing dapat diartikan, melakukan
gerakan untuk mendorong lepas lembing dari tangan dengan tenaga ke arah yang diinginkan.
Lembing terbuat dari bambu dengan mata lembing terbuat dari logam - Untuk putra panjang 260 cm,
berat 800 gr - Untuk putri panjang 200 cm, berat 600 gr


Cara memegang lembing - Dipegang di atas bahu, ujung lembing ke atas - Dipegang di depan dada ,
ujung lembing ke bawah - Dipegang di belakang, menempel pada tangan yang memegang lembing
diluruskan


Teknik dalam lempar lembing. 1. Cara Memegang Lembing dipegang pada bagian pegangannya
yang diikat dengan tali sepanjang 20cm, dengan jari kelingking terdekat pada ujung lembing,
sedangkan ibu jari dan telunjuk atau telunjuk dan jari tengah memegang erat ikatan tali pegangan
yang berbentuk tonjolan. Pegangan itu harus kuat dan jari-jari lainya menahan lembing di atas
telapak tangan. Telapak tangan harus tetap menghadap ke atas selama gerakan melempar.


2. Lemparan dari sikap berdiri Perhatikan siku harus sedekat mungkin pada lembing selama lembing
belum dilemparkan. Lembing dipegang dengan dengan lurus di belakang kepala. Tangan harus lebih
tinggi dari pundak. Lembing dalam keadaan sejajar dengan lengan. Jarak kedua kaki kira-kira dua
feet (60 cm) dengan ujung kaki kalau bisa menghadap ke arah lemparan. Punggung sedikit ke
belakang. Gerakan lemparan dimulai dengan putaran ke depan dari panggul sebelah kanan (untuk
lemparan menggunakan tangan kanan). gerakan berlanjut pada pundak mengikuti ke depan. Begitu
pundak bergerak, maka lengan harus melempar secepat mungkin dengan sikunya tetap tinggi dan
sedekat mungkin dengan lembing.


3. Lemparan dengan lari tiga atau lima langkah Cara lari dimulai dengan kedua kaki rapat,
menghadap ke arah lemparan, sedang lembing dipegang dengan tangan kanan dan lengan lurus ke
belakang. Lari dimulai dengan kaki kiri Dengan kaki mendarat pada tumit ujung telapak kaki. Yang
perlu diperhatikan gerakan terakhir pada langkah kaki kanan saat akan melempar. Kaki kanan
bergerak ke depan, lutut diangkat lebih tinggi dan badan agak condong ke belakang. Kaki mendarat
tidak pada ujungnya. Jauh dekatnya lemparan tergantung pada kecepatan lengan waktu melepas
lembing.
    Hak melempar - Mempunyai hak melempar 3 kali - Melempar harus dengan 1 tangan


    Diskualifikasi - Lembing tidak dipegang pada pembalutnya - Dipanggil 2 menit belum melemapr -
    Menyentuh besi batas lemparan sebelah atas - Setelah melempar keluar lewat garis sektor lempar -
    Lembing jatuh di luar garis sektor lempar - Ujung lembing tidak membekas pada tanah




    TOLAK PELURU
    Tolak peluru adalah salah satu cabang olahraga atletik. Atlet tolak peluru melemparkan bola besi
    yang berat sejauh mungkin. Berat peluru:

   Untuk senior putra = 7.257 kg
   Untuk senior putri = 4 kg
   Untuk yunior putra = 5 kg
   Untuk yunior putri = 3 kg


    A. Teknik Dasar Tolak Peluru
    Terdapat beberapa teknik dasar dalam tolak peluru, diantaranya : Teknik Memegang Peluru Ada 3
    teknik memegang peluru : Jari-jari direnggangkan sementara jari kelingking agak ditekuk dan berada
    di samping peluru, sedang ibu jari dalam sikap sewajarnya. Untuk orang yang berjari kuat dan
    panjang. Jari-jari agaka rapat, ibu jari di samping, jari kelingking berada di samping belakang peluru.
    Biasa dipakai oleh para juara. Seperti cara diatas, hanya saja sikap jari-jari lebih direnggangkan lagi,
    sedangkan letak jari kelingking berada di belakang peluru. Cocok untuk orang yang tangannya
    pendek dan jari-jarinya kecil.
    Teknik Meletakkan Peluru Pada Bahu Peluru dipegang dengan salah satu cara diatas, letakkan
    peluru pada bahu dan menempel pada leher bagian samping. Siku yang memegang peluru agak
    dibuka ke samping dan tangan satunya rileks di samping kiri badan.
    Teknik Menolak Peluru Pengenalan peluru Peluru dipegang dengan satu tangan dipindahkan ke
    tangan yang lain Peluru dipegang dengan tangan kanan dan diletakkan di bahu dengan cara yang
    benar Peluru dipegang dengan dua tangan dengan sikap berdiri akak membungkuk, kemudian kedua
    tangan yang memegang peluru diayunkan ke arah belakang dan peluru digelindingkan ke depan
    Sikap awal akan menolak peluru Mengatur posisi kaki, kaki kanan ditempatkan di muka batas
    belakang lingkaran, kaki kiri diletakkan di samping kiri selebar badan segaris dengan arah lemparan.
    Bersamaan dengan ayunan kaki kiri, kaki kanan menolak ke arah lemparan dan mendarat di tengah
    lingkaran. Sewaktu kaki kaki kanan mendarat, badan dalam keadaan makin condong ke samping
    kanan. Bahu kanan lebih rendah dari bahu kiri. Lengan kiri masih pada sikap semula.
Cara menolakkan peluru Dari sikap penolakan peluru, tanpa berhenti harus segera diikuti dengan
gerakan menolak peluru. Jalannya dorongan atau tolakan peda peluru harus lurus satu garis. Sudut
lemparan kurang dari 40o.
Sikap akhir setelah menolak peluru Sesudah menolak peluru, membuat gerak lompatan untuk
menukar kaki kanan ke depan. Bersamaan dengan mendaratnya kaki kanan, kaki kiri di tarik ke
belakang demikian pula dengan lengan kiri untuk memelihara keseimbangan.


B. Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Teknik Tolak Peluru
Cara memegang Awalan Gerakan Tolakan Sikap badan saat menolak
Ketentuan diskualifikasi/kegagalan peserta tolak peluru : - Menyentuh balok batas sebelah atas -
Menyentuh tanah di luar lingkaran - Keluar masuk lingkaran dari muka garis tengah - Dipangil selama
3 menit belum menolak - Peluru di taruh di belakang kepala - Peluru jatuh di luar sektor lingkaran -
Menginjak garis lingkar lapangan - Keluar lewat depan garis lingkar - Keluar lingkaran tidak dengan
berjalan tenang - Peserta gagal melempar sudah 3 kali lemparan
Beberapa hal yang disarankan : Bawalah tungkai kiri merendah Dapatkan keseimbangan gerak dari
kedia tungkai, dengan tungkai kiri memimpin di belekang Menjaga agar bagian atas badan tetap
rileks ketika bagian bawah bergerak Hasilkan rangkaian gerak yang cepat dan jauh peda tungkai
kanan Putar kaki kanan ke arah dalam sewaktu melakukan luncuran Pertahankan pinggul kiri dan
bahu menghadap ke belakang selama mungkin Bawalah tangan kiri dalam sebuah posisi mendekati
badan Tahanlah sekuat-kuatnya dengan tungkai kiri
Beberapa hal yang harus dihindari : Tidak memiliki keseimbanagn dalam sikap permulaan Melakukan
lompatan ketika meluncur dengan kaki kanan Mengangkat badan tinggi ketika melakukan luncuran
Tidak cukup jauh menarik kaki kanan di bawah badan Mendarat dengan kaki kanan menghadap ke
belakang Menggerakkan tungkai kiri terlalu banyak ke samping Terlalu awal membuka badan
Mendarat dengan badan menghadap ke samping atau ke depan


C. Peralatan
Alat yang di gunakan : - Rol Meter - Bendera Kecil - Kapur / Tali Rafia - Peluru a. Untuk senior putra =
7.257 kg b. Untuk senior putri = 4 kg c. Untuk yunior putra = 5 kg d. Untuk yunior putri = 3 kg -
Obrient : gaya membelakangi arah tolakan - Ortodox : gaya menyamping
D. Lapangan Tolak Peluru
Konstruksi : o Lingkaran tolak peluru harus dibuat dari besi, baja ata bahan lain yang cocok yang
dilengkungkan, bagian atasnya harus rata dengan permukaan tanah luarnya. Bagian dalam lingkaran
tolak dibuat dari emen , aspal atau bahan lain yang padat tetapi tidak licin. Permukaan dalam
lingkaran tolak harus datar anatara 20 mm sampai 6 mm lebih rendah dari bibir atas lingkaran besi. o
Garis lebar 5 cm harus dibuat di atas lingkaran besi menjulur sepanjang 0.75 m pada kanan kiri
lingkaran garis ini dibuat dari cat atau kayu. o Diameter bagian dalam lingkaran tolak adalah 2,135 m.
Tebal besi lingkaran tolak minimum 6 mm dan harus di cat putih. o Balok penahan dibuat dari kayu
atau bahan lain yang sesuai dalam sebuah busur/lengkungan sehingga tepi dalam berhimpit dengan
tepi dalam lingkaran tolak, sehingga lebih kokoh. o Lebar balok 11,2-30 cm, panjangnya 1,21-1,23 m
di dalam, tebal 9,8-10,2 cm.

								
To top