Berbagai Macam Teori Pembelajaran by ekacandrafifyanti3

VIEWS: 441 PAGES: 2

									Berbagai Macam Teori Pembelajaran
OPINI | 10 November 2010 | 14:41        278   0   Nihil


Bukan kurangnya pengetahuan yang menghalangi keberhasilan, tetapi tidak cukupnya tindakan.
Dan bukan kurang cerdasnya pemikiran yang melambatkan perubahan hidup ini, tetapi
kurangnya penggunaan dari pikiran dan kecerdasan. (Mario Teguh)

Teori Pembelajaran Pada Masa Lalu, Masa Sekarang dan Masa Depan
       Teori adalah sekumpulan dalil yang berkaitan secara sistematis yang menetapkan kaitan
sebab akibat diantara variable yang saling bergantung. Belajar adalah perubahan tingkah laku
yang relative tetap terjadi sebagai hasil latihan atau pengalaman. Oleh karena itu sangat
dibutuhkan        teori   belajar.   Snelbecker   dalam   Ratna   Wilis   (1991:    1)   dalam
http://alfaned.blogspot.com/2008/10/kontribusi-dan-implikasi-teori-belajar.html     berpendapat
bahwa perumusan teori itu bukan hanya penting melainkan vital bagi psikologi dan pendidikan
untuk dapat maju, berkembang dan memecahkan masalah- masalah yang ditemukan dalam setiap
bidang. Jadi teori belajar bersifat deskriptif, artinya teori belajar mendeskripsikan terjadinya
proses belajar.
       Teori ialah prinsip kasar yang menjadi dasar pembentukan sesuatu ilmu pengetahuan.
Dasar teori ini yang akan di kembangkan pada ilmu pengetahuan agar dapat di ciptakan
pengetahuan baru yang lebih lengkap dan detail sehingga dapat memperkuat pengetahuan
tersebut.Teori juga merupakan satu rumusan daripada pengetahuan sedia ada yang memberi
panduan untuk menjalankan penyelidikan dan mendapatkan maklumat baru.
       Jadi teori belajar adalah suatu dalil yang digunakan dalam mendeskripsikan terjadinya
proses belajar.
Teori Behavioris
       Teori behavioris yang diperkenalkan oleh Ivan Pavlov dan dikembangkan oleh Thorndike
dan Skinner, berpendapat bahwa pembelajaran adalah berkaitan dengan perubahan tingkah laku.
Teori pembelajaran mereka kebanyakannya dihasilkan dengan. Mereka menumpukan ujian
kepada perhubungan antara ‘rangsangan’ dan ‘gerak balas’ yang menghasilkan perubahan
tingkah laku. Ujian ini bisa bersifat sebagai suatu usaha yang dapat merubah tingkah laku orang
agar bisa lebih baik. Maka perubahan inilah yang disebut pembelajaran. Secara umumnya
memang teori behavioris menyatakan bahwa pengajaran dan pembelajaran akan mempengaruhi
segala perbuatan atau tingkah laku pelajar sama ada baik atau sebaliknya. Teori ini juga
menjelaskan bahwa tingkah laku pelajar dapat diperhatikan dan diprediksi apakah mengarah ke
hal positif atau negatif.
Teori Konstruktivisme
        Teori konstruktivisme lahir dari ide Piaget dan Vygotsky. Konstruktivisme adalah satu
faham bahwa siswa membina sendiri pengetahuan atau konsep secara aktif berasaskan
pengetahuan dan pengalaman sedia ada. Dalam proses ini, siswa akan menyesuaikan
pengetahuan yang diterima dengan pengetahuan sedia ada untuk membina pengetahuan baru.
Mengikut Briner (1999), pembelajaran secara konstruktivisme berlaku di mana siswa membina
pengetahuan dengan menguji ide dan pendekatan berasaskan pengetahuan dan pengalaman sedia
ada, mengimplikasikannya pada satu situasi baru dan mengintegerasikan pengetahuan baru yang
diperoleh dengan binaan intelektual yang sedia wujud. Manakala mengikut Mc Brien dan Brandt
(1997), konstruktivisme adalah satu pendekatan pembelajaran berasaskan kepada penelitian
tentang bagaimana manusia belajar. Kebanyakan peneliti berpendapat setiap individu membina
pengetahuan dan bukannya hanya menerima pengetahuan daripada orang lain.
Teori Humanisme
        Psikologi humanistik atau disebut juga dengan nama psikologi kemanusiaan adalah suatu
pendekatan yang multifaset terhadap pengalaman dan tingkah laku manusia, yang memusatkan
perhatian pada keunikan dan aktualisasi diri manusia. Bagi sejumlah ahli psikologi humanistik ia
adalah alternatif, sedangkan bagi sejumlah ahli psikologi humanistik yang lainnya merupakan
pelengkap bagi penekanan tradisional behaviorisme dan psikoanalis. Psikologi humanistik juga
memberikan sumbangannya bagi pendidikan alternatif yang dikenal dengan sebutan pendidikan
humanistik (humanistic education). Pendidikan humanisme berusaha mengembangkan individu
secara keseluruhan melalui pembelajaran nyata. Pengembangan aspek emosional, sosial, mental,
dan keterampilan dalam berkarier menjadi fokus dalam model pendidikan humanistik.
Aliran Psikologi Humanistik selalu mendorong peningkatan kualitas diri manusia melalui
penghargaannya terhadap potensi-potensi positif yang ada pada setiap insan. Seiring dengan
perubahan dan tuntutan zaman, proses pendidikan pun senantiasa berubah.

								
To top