Docstoc

Bahaya Ledakan Sinar Gama

Document Sample
Bahaya Ledakan Sinar Gama Powered By Docstoc
					Bahaya Ledakan Sinar Gama
                      Sebelum meluncurkan satelit GLAST, para astronom
                      Eropa menggunakan observatorium sinar-X milik Badan
                      Antariksa Eropa (ESA), XMM-Newton.Mereka berupaya
                      memahami penyebab ledakan luar biasa itu dari sinar-X
                      yang keluar selama 1-2 hari setelah ledakan awal.

                        Mereka menyelidiki bahaya dan pengaruh ledakan sinar
                        gama tersebut terhadap manusia atau antariksa di
                        sekitarnya. Beberapa tahun lalu, sejumlah astronom
berpikir ledakan itu akan menyapu seluruh kehidupan di galaksi itu. Namun, bukti
terakhir menunjukkan bahwa energi ledakan sinar gama terfokus di sepanjang dua
sinar sempit seperti sebuah mercusuar, bukan meledak ke segala arah seperti bom.

Meskipun fokusnya terarah, ledakan sinar gama tetap harus diwaspadai. Beberapa
teori menyebutkan bahwa segala sesuatu yang terkena sorotan sinarnya, sampai
sejauh 200 tahun cahaya, akan musnah.

Galaksi tempat bumi bernaung pun tak luput dari ancaman ledakan itu, walaupun
sampai sejauh ini tak terdeteksi adanya ledakan yang cukup kuat. “Ada banyak
sisa-sisa supernova dalam galaksi kita, jadi saya menduga kemungkinan besar
telah terjadi sejumlah ledakan sinar gama,” kata astronom ESA, Norbert Schartel.

Untung saja, meskipun ledakan sinar gama terdeteksi hampir setiap hari dan
tersebar secara acak di seluruh alam semesta, untuk sementara ini bumi tetap
aman. Tak ada bintang dalam jangkauan 200 tahun cahaya dari tata surya kita
yang masuk dalam tipe bintang yang akan hancur sebagai ledakan sinar gama.

Perbedaan Penggunaan Panjang Gelombang Untuk
Mengamati Benda Langit
Dalam evolusinya teleskop tidak hanya mampu mendeteksi cahaya dalam range
visible light saja , namun juga gelombang-gelombang cahaya tak tampak. Hal ini
tentu menggembirakan karena memang ada beberapa objek yang sangat jauh dan
memiliki magnitude yang sangat besar sehingga sulit terdeteksi dengan mata
telanjang

Di chapter ini saya akan membahas tentang beberapa cara melihat image objek
angkasa dengan Worldwide telescope dan perbedaan-perbedaan penggunaannya
sehingga diharapkan user mampu mengetahui kapan menggunakan apa.
Spektrum Gelombang Cahaya

Mari kita flashback sejenak ke zaman SMA dulu .kembali ke saat-saat dimana
kita masih berseragam putih abu-abu dan masih menulis surat cinta utnuk
mengungkapkan perasaan ke lawan jenis J .coba ingat lagi, pada pelajaran fisika
SMA dulu , dijelaskan bahwa sebuah gelombang diklasifikasikan berdasarkan
panjang gelombang , frekuensi , dan tingkat energinya. Dalam astrofisika, kita
akan menggunakan gelombang cahaya , yang menurut Maxwell memiliki sifat
dualism dimana ia bertindak sebagai partikel dan gelombang. Disini saya akan
membahas cahaya bila dipandang sebagai gelombang.

Mata kita bisa melihat sebuah benda (baik benda yang ada di sekeliling kita
maupun benda-benda langit yang jauh) karena benda tersebut mampu
memancarkan ataupun memantulkan cahaya dalam range panjang gelombang
tampak (visible light) yaitu antara 3800 Armstrong (3800 Ǻ ) hingga 6300
Armstrong (6300 Ǻ ). Dengan cahaya merah sebagai cahaya dengan panjang
gelombang terpanjang namun dengan energy terlemah, dan biru sebagai
gelombang terpendek namun memiliki tingkat energy tertinggi.kalo anda bingung,
coba deh baca lagi tentang hukum pergeseran Wien dalam kasus radiasi benda
hitam J.diluar range panjang gelombang tersebut kita tidak mampu mendeteksinya
dengan mata .

Pada awal penemuannya, teleskop hanya bisa mendeteksi pantulan cahaya yang
berada dalam range visible light,karena memang pengamtan masih murni
menggunakan mata dan belum menggunakan alat bantu seperti sekarang ini.
Teleskop-teleskop tersebut menggunakan lensa cembung untuk meng-collect
cahaya pantul dari objek yang diamati. Cara kerja teleskop ini cukup klasik , yaitu
dengan memfokuskan cahaya yang diperoleh ke suatu pelat sehingga image yang
muncul bisa langsung dianalisis .




Kemudian pada evolusi berikutnya , muncul teleskop radio yang mmpu
mendeteksi gelombang cahaya yang berada dalam range gelombang radio.
kemudian diikuti dengan teleskop sinar gamma dan sinar X, yang panjang
gelombangnya jauh lebih kecil.namun apa perbedaan penggunaan dari satu jenis
teleskop dengan yang lain ?

Untuk menjawabnya perhatikan gambar di bawah ini




Gambar tersebut menggambarkan kemampuan “penetrasi” gelombang
elektromagnetis terhadap lapisan atmosfir bumi. Makin tinggi nilai opacity
atmosfernya , maka gelombang tersebut makin sulit menembus atmosfer sehingga
solusi terbaiknya adalah dengan “menampungnya” dari luar angkasa. Dan bila
opacitynya rendah, berarti pantulan gelombang elektromagnetis tersebut makin
mudah diobserve via stasium pengamatan di bumi.

Dari gambar diatas Nampak bahwa panjang gelombang 0,1 nanometer sampai 100
nanometer sulit menembus atmosfer sehingga untuk mengamati sebuah objek
angkasa yang panjang gelombangnya berada di range itu , hanya bisa dengan
menggunakan stasiun pengamatan yang diletakkan di luar angkasa (seperti
teleskoip Hubble ). Untuk objek angkasa dengan panjang gelombang 10 cm
sampai 10 meter , penetrasinya mampu menembus atmosfer dengan sempurna
sehingga pengamatan objek angkasa tersebut bila dilakukan dari bumi akan baik-
baik saja.

Teleskop visible light merupakan teleskop yang umum digunakan oleh pemakai
personal.namun, Karena cahaya tampak berada dalam range opacity atmosfer
yang tidak 0 persen , maka sebenarnya image yang diterima telah mengalami
distorsi sehingga kualitas yang diperoleh tidak begitu baik.
Maka bisa disimpulkan bahwa penggunaan teleskop jenis yang satu dengan
lainnya bergantung pada panjang gelombang cahaya yang akan dideteksi olehnya.
Sebuah contoh, Bila suatu objek angkasa memiliki panjang gelombang dalam
skala sinar gamma (panjang gelombang pendek) maka mustahil kita bisa memakai
teleskop cahaya tampak untuk mengobservasinya.Itu artinya kita harus
menggunakan teleskop luar angkasa untuk mengidentifikasinya.

Dalam menentukan kapan menggunakan teleskop apa , kita harus memahami
beberapa persamaan matematis dalam konsep ilmu fisika modern. Namun
hubungan yang penting untuk diingat adalah :

- Makin ke kanan , panjang gelombang makin besar dan frekuensi makin kecil

- Makin ke kiri , panjang gelombang makin pendek dan frekuensi makin besar.

- Berdasarkan hukum pergeseran Wien , (T analog dengan E = energy )




maka panjang gelombang berbanding terbalik dengan energy , sehingga :

· Makin ke kanan, energy pancaran makin kecil

· Makin ke kiri , energy pancaran makin besar

Di worldwide telescope (WWT) , kita bisa melihat objek-objek langit dalam
berbagai macam panjang gelombang. Kita bisa mengamati objek-objek yang ada
di range radio wave sampai sinar gamma.Bahkan WWT juga bisa menggunakan
hydrogen-alpha (H-Alpha) yang bisa mendeteksi aktivitas-aktivitas objek langit
dengan kecepatan tinggi.

Di atas adalah snapshot beberapa jenis cara melihat sebuah objek langit dengan
WWT. Komplit sekali,bukan ? WWT benar-benar memberikan fungsionalitas
lengkap sebuah teleskop kelas dunia ke dalam PC anda. Jika kita klasifikasikan ,
tipe-tipe pencitraan di WWT bisa dikelompokkan ke dalam beberapa kategori :
· Optical View : dengan jenis view ini , WWT akan menangkap pantulan maupun
pancaran benda-benda angkasa yang berada dalam range cahaya tampak (yaitu
dari 3800 armstrong hingga 6300 armstong ) untuk gelombang yang diterima
diluar range gelombang tersebut tidak akan terdeteksi / terlihat di Field of View
(tempat kita mengeksplor ruang angkasa di WWT , keterangan selengkapnya baca
chapter 05).




Venus dilihat dari pandangan optical (optical View)

· Radio View : dengan jenis view ini , WWT akan menangkap pantulan maupun
pancaran benda-benda angkasa yang berada dalam range gelombang radio untuk
gelombang yang diterima diluar range gelombang tersebut tidak akan terdeteksi /
terlihat di Field of View (tempat kita mengeksplor ruang angkasa di WWT ,
keterangan selengkapnya tentang “Field of View” bisa dibaca di chapter
05).bintang-bintang di angkasa mengemisikan cahaya dalam semua range
spectrum gelombang elektromagnetis termasuk radio. Untuk mempelajari bahan
penyusun suatu objek angkasa, radio view adalah pilihan yang tepat.




Bintang NGC-281 dilihat dengan menggunakan View Radio
· X-Ray View : x-ray memiliki panjang gelombang terpendek, sehingga berdasar
prinsip pergeseran wien, ia memeiliki tingkt energy tertinggi . walaupun bintang
mengemisikan cahaya dalam segala range gelombang, namun makin jauh ia
menempuh perjalanan , maka akan terjadi atenuasi terhadap gelombang tersebut
sehingga hanya gelombang-gelombang yang beneregi tinggi saja yang bisa
bertahan, maka tipe pandangan sinar X cocok untuk mengamati objek langit yang
sangat jauh dari bumi.selain itu x-ray sangat ccok untuk mendeteksi distribusi
suhu di angkasa.




Bintang NGC 2153 dilihat dengan pandangan sinar X

· Infrared View : gelombang merah adalah gelombang dengan tingkat energy
terlemah, dengan infrared kita bisa memetakan keberadaan debu-debu halus di
ruang angkasa.




Bintang NGC 1198 dilihat dengan pandangan inframerah.

· Microwave : kita sebaiknya menggunakan gelombang mikro (Microwave) untuk
mempelajari struktur galaksi-galaksi terdekat ataupun galaksi kita (bimasakti =
milky way )
Bintang NGC 6881 dilihat dengan pandangan Gelombang Microwave,

· Hidrogen Alpha : Hydrogen alfa (H-Alpha) merupakan suatu gelombang yang
diemisikan oleh atom hydrogen yang punya panjang gelombang 6562,8
Angstroms.Dengan menggunakan pandangan Hidrogen alpha, kita akan bisa
memfilter sebagian besar gelombang di luar sebuah range yang sempit di cahaya
merah (bandwith kecil).H-Alpha akan diemisikan jika atom-atom hydrogen
berpindah dari tingkat energy tinggi ke rendah (ke kulit atom yang lebih dalam) ,
karena hydrogenmudah terionisasi dan merupakan penyusun nebula yang
dominan , maka hydrogen-alpha view cocok untuk mendeteksi bentuk dari suatu
awan di ruang angkasa.




NGC 2645 dilihat dengan Hidrogen Alpha View

· Sinar Gamma: sinar gamma tidak bisa dipantulkan oleh cermin dan gamma ray
merupakan yang paling banyak digenerate oleh peristiwa supernova (ledakan
bintang), bintang neutron dan lubang hitam. Jika kita ingin mengetahui bahan-
bahan penyusun materi , maka gamma ray view adalah pilihan yang tepat.melihat
angkasa dengan sinar gamma akan membuka kesempatan meneliti objek-objek
yang tidak bisa dilakukan di lab.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:208
posted:9/22/2011
language:Indonesian
pages:7