askeb hamil-serotinus

Document Sample
askeb hamil-serotinus Powered By Docstoc
					KEHAMILAN LEWAT BULAN (SEROTINUS)
By: IGA AJU NITYA D : bidankusahabatku@gmail.com Http :// ayurai.wordpress.com/ BIDANKUSAHABATKU

bidankusahabatku@gmail.com

1

• Kehamilan lewat bulan (serotinus) ialah kehamilan yang berlangsung lebih dari perkiraan hari taksiran persalinan yang dihitung dari hari

pertama haid terakhir (HPHT),
dimana usia kehamilannya telah melebihi 42 minggu (>294 hari).

bidankusahabatku@gmail.com

2

Penyebab pasti kehamilan lewat waktu sampai saat ini belum kita ketahui. Diduga penyebabnya adalah siklus haid yang tidak diketahui pasti, kelainan pada

janin

(anenefal,

kelenjar

adrenal

janin

yang

fungsinya kurang baik, kelainan pertumbuhan tulang janin/osteogenesis imperfecta; atau

kekurangan enzim sulfatase plasenta).
bidankusahabatku@gmail.com 3

Beberapa FAKTOR PENYEBAB kehamilan lewat waktu adalah sebagai berikut:

1. Kesalahan dalam penanggalan, merupakan penyebab
yang paling sering. 2. Tidak diketahui. 3. Primigravida dan riwayat kehamilan lewat bulan. 4. Defisiensi sulfatase plasenta atau anensefalus, merupakan

penyebab yang jarang terjadi.
5. Jenis kelamin janin laki-laki juga merupakan predisposisi.
bidankusahabatku@gmail.com 6.Faktor genetik juga dapat memainkan peran. 4

Jumlah kehamilan atau persalinan sebelumnya dan usia juga ikut mempengaruhi terjadinya kehamilan lewat waktu. Bahkan, ras juga merupakan faktor yang berpengaruh terhadap kehamilan lewat waktu. Data menunjukkan, ras kulit putih lebih sering mengalami kehamilan lewat

waktu

ketimbang

yang

berkulit

hitam.

Di samping itu faktor obstetrik pun ikut berpengaruh. Umpamanya, pemeriksaan kehamilan yang terlambat atau tidak adekuat (cukup), kehamilan sebelumnya yang lewat waktu, perdarahan pada trisemester pertama kehamilan, jenis kelamin janin (janin laki-laki lebih sering menyebabkan kehamilan lewat waktu ketimbang janin perempuan), dan cacat bawaan janin.
bidankusahabatku@gmail.com 5

bidankusahabatku@gmail.com

6

1.

RUMUS NAEGELE : – Diagnosis biasanya kehamilan dari lewat waktu rumus

perhitungan

Naegele

setelah

mempertimbangkan

siklus haid dan keadaan klinis. 2. UKUR TINGGI FUNDUS : – Bila ada keraguan, maka pengukuran tinggi fundus uterus serial dengan

sentimeter akan memberikan informasi mengenai usia gestasi lebih tepat. 3. AIR KETUBAN : – Keadaan klinis yang mungkin ditemukan ialah air ketuban yang berkurang dan gerakan janin yang jarang.
7 bidankusahabatku@gmail.com

• Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi dalam mendiagnosis kehamilan lewat waktu, antara lain:

1. HPHT jelas.
2. Dirasakan gerakan janin pada umur kehamilan 16-18 minggu. 3. Terdengar denyut jantung janin (normal 10-12 minggu dengan

Doppler, dan 19-20 minggu dengan fetoskop).
4. Umur kehamilan yang sudah ditetapkan dengan USG pada umur kehamilan kurang dari atau sama dengan 20 minggu. 5. Tes kehamilan (urin) sudah positif dalam 6 minggu pertama telat haid.
bidankusahabatku@gmail.com 8

• Bila telah dilakukan pemeriksaan USG serial terutama sejak trimester pertama, maka hampir dapat dipastikan usia kehamilan. Sebaliknya pemeriksaan yang sesaat setelah trimester III sukar untuk memastikan

usia kehamilan.
• Diagnosis juga dapat dilakukan dengan penilaian biometrik janin pada trimester I kehamilan dengan USG. Penyimpangan pada tes biometrik ini hanya lebih atau kurang satu minggu. • Pemeriksaan sitologi vagina (indeks kariopiknotik >20%) mempunyai sensitifitas 75% dan tes tanpa tekanan dengan KTG mempunyai spesifisitas 100% dalam menentukan adanya disfungsi janin plasenta atau postterm. Kematangan serviks tidak bisa dipakai untuk menentukan usia kehamilan.
bidankusahabatku@gmail.com 9

• Tanda kehamilan lewat waktu yang dijumpai pada bayi dibagi atas tiga

stadium:
– Stadium I. Kulit menunjukkan kehilangan verniks kaseosa dan maserasi berupa kulit kering, rapuh, dan mudah mengelupas. – Stadium II. Gejala stadium I disertai pewarnaan mekonium (kehijauan) pada kulit. – Stadium III. Terdapat pewarnaan kekuningan pada kuku, kulit, dan tali pusat.
bidankusahabatku@gmail.com 10

• Yang paling penting dalam menangani kehamilan lewat waktu ialah menentukan keadaan janin, karena setiap keterlambatan akan menimbulkan resiko kegawatan. • Penentuan keadaan janin dapat dilakukan: – Tes tanpa tekanan (Non Stress Test). Bila memperoleh hasil non reaktif maka dilanjutkan dengan tes tekanan oksitosin. Bila

diperoleh hasil reaktif maka nilai spesifisitas 98,8% menunjukkan
kemungkinan besar janin baik. Bila ditemukan hasil tes tekanan yang positif, meskipun sensitifitas relatif rendah tetapi

telah dibuktikan berhubungan dengan keadaan postmatur.

bidankusahabatku@gmail.com

11

2. Gerakan janin.
– Gerakan janin dapat ditentukan secara subjektif (normal rata-rata 7 kali/ 20 menit) atau secara objektif dengan tokografi (normal ratarata 10 kali/ 20 menit), dapat juga ditentukan dengan USG.

3. Penilaian banyaknya air ketuban secara kualitatif dengan USG (normal >1 cm/ bidang) memberikan gambaran banyaknya air ketuban, bila ternyata oligohidramnion maka kemungkinan telah terjadi kehamilan lewat waktu. 4. Amnioskopi.
– Bila ditemukan air ketuban yang banyak dan jernih mungkin keadaan janin masih baik. Sebaliknya air ketuban sedikit dan mengandung mekonium akan mengalami resiko 33% asfiksia.
bidankusahabatku@gmail.com 12

• Prinsip dari tata laksana kehamilan lewat waktu ialah merencanakan pengakhiran kehamilan. • Cara pengakhiran kehamilan tergantung dari hasil pemeriksa an kesejahteraan janin dan penilaian skor pelvik (pelvic score=PS). • Ada beberapa cara untuk pengakhiran kehamilan, antara lain:

1. Induksi partus dengan pemasangan balon kateter Foley.
2. Induksi dengan oksitosin. 3. Bedah seksio sesaria.
bidankusahabatku@gmail.com 13

• Dalam mengakhiri kehamilan dengan induksi oksitosin, pasien harus memenuhi beberapa syarat, antara lain: – kehamilan aterm, – ada kemunduran his, – ukuran panggul normal, – tidak ada disproporsi sefalopelvik, – janin presentasi kepala, – serviks sudah matang (porsio teraba lunak, mulai mendatar, dan mulai membuka). • Selain itu, pengukuran pelvik juga harus dilakukan sebelumnya.
bidankusahabatku@gmail.com 14

• INDUKSI PERSALINAN dilakukan dengan oksitosin 5 IU dalam infus Dextrose 5%. • Sebelum dilakukan induksi, pasien dinilai terlebih dahulu

kesejahteraan janinnya dengan alat KTG, serta diukur skor pelvisnya. • Jika keadaan janin baik dan skor pelvis >5, maka induksi persalinan dapat dilakukan.
– Tetesan infus dimulai dengan 8 tetes/menit, lalu dinaikkan tiap 30 menit sebanyak 4 tetes/menit hingga timbul his yang adekuat. Selama pemberian infus, kesejahteraan janin tetap diperhatikan karena dikhawatirkan dapat timbul gawat janin.

• Setelah timbul his adekuat, tetesan infus dipertahankan hingga persalinan. • Namun, jika infus pertama habis dan his adekuat belum muncul, dapat diberikan infus drip oksitosin 5 IU ulangan. Jika his adekuat yang diharapkan tidak muncul, dapat dipertimbangkan terminasi dengan seksio sesaria.
bidankusahabatku@gmail.com 15

• Pencegahan dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan kehamilan yang teratur, minimal 4 kali selama kehamilan, 1 kali pada trimester pertama (sebelum 12 minggu), 1 kali pada trimester ke dua (antara 13 minggu sampai 28 minggu) dan 2 kali trimester ketiga (di atas 28 minggu). • Bila keadaan memungkinkan, pemeriksaan kehamilan dilakukan 1 bulan sekali sampai usia 7 bulan, 2 minggu sekali pada kehamilan 7 – 8 bulan

dan seminggu sekali pada bulan terakhir.
• Hal ini akan menjamin ibu dan dokter mengetahui dengan benar usia kehamilan, dan mencegah terjadinya kehamilan serotinus yang berbahaya.
bidankusahabatku@gmail.com 16

• Perhitungan dengan satuan minggu seperti yang digunakan para dokter kandungan merupakan perhitungan yang lebih tepat.. Untuk itu perlu diketahui dengan tepat tanggal hari pertama haid terakhir seorang (calon) ibu itu.

Perhitungannya, jumlah hari sejak hari pertama haid terakhir hingga
saat itu dibagi 7 (jumlah hari dalam seminggu). Misalnya, hari pertama haid terakhir Bu A jatuh pada 2 Januari 1999. Saat ini tanggal 4 Maret 1999. Jumlah hari sejak hari pertama haid terakhir adalah 61. Setelah angka itu dibagi 7 diperoleh angka 8,7. Jadi, usia kehamilannya saat ini 9 minggu.

bidankusahabatku@gmail.com

17

• Pemeriksaan ini dilakukan untuk menilai hubungan gambaran DJJ dan aktivitas janin. • Cara pemeriksaan ini dikenal juga dengan nama aktokardiografi, atau fetal activity acceleration determination (FAD; FAAD). Penilaian dilakukan terhadap frekuensi dasar DJJ, variabilitas, dan timbulnya akselerasi yang menyertai gerakan janin.

bidankusahabatku@gmail.com

18

1.

Pasien berbaring dalam posisi semi-Fowler, atau sedikit miring ke kiri. – Hal ini berguna untuk memperbaiki sirkulasi darah ke janin dan mencegah terjadinya hipotensi.

2.

Sebelum pemeriksaan dimulai, dilakukan pengukuran tensi, suhu, nadi, dan frekuensi pernafasan ibu. Kemudian selama pemeriksaan dilakukan, tensi diukur setiap 10-15 menit (hasilnya dicatat pada kertas KTG).

3.

Aktivitas gerakan janin diperhatikan dengan cara: 1. 2. 3. Menanyakan kepada pasien. Melakukan palpasi abdomen.
bidankusahabatku@gmail.com 19

Melihat gerakan tajam pada rekaman tokogram (kertas KTG).

• Bila dalam beberapa menit pemeriksaan tidak terdapat gerakan janin, dilakukan perangsangan janin, misalnya dengan menggoyang kepala atau bagian janin lainnya, atau dengan memberi rangsang vibro-akustik (dengan membunyikan bel, atau dengan menggunakan alat khusus untuk keperluan tersebut). • Perhatikan frekuensi dasar DJJ (normal antara 120 – 160 dpm). • Setiap terjadi gerakan janin diberikan tanda pada kertas KTG. Perhatikan apakah terjadi akselerasi DJJ (sediktinya 15 dpm). • Perhatikan variabilitas DJJ (normal antara 5 - 25 dpm). • Lama pemeriksaan sedikitnya 20 menit.

bidankusahabatku@gmail.com

20

• 1. Reaktif :
– Terdapat gerakan janin sedikitnya 2 kali dalam 20 menit, disertai dengan akselerasi sedikitnya 15 dpm. – Frekuensi dasar djj di luar gerakan janin antara 120 – 160 dpm. – Variabilitas djj antara 5 – 25 dpm.

bidankusahabatku@gmail.com

21

• 2.Non-reaktif:
– Tidak terdapat gerakan janin dalam 20 menit,

atau tidak terdapat akselerasi pada gerakan
janin. – Frekuensi dasar djj abnormal (kurang dari 120 dpm, atau lebih dari 160 dpm). – Variabilitas djj kurang dari 2 dpm.
bidankusahabatku@gmail.com 22

• 3.Meragukan:
– Gerakan janin kurang dari 2 kali dalam 20 menit, atau terdapat akselerasi yang kurang dari 15 dpm. – Frekuensi dasar djj abnormal. – Variabilitas djj antara 2 – 5 dpm.

bidankusahabatku@gmail.com

23

• Hasil NST yang reaktif biasanya diikuti dengan keadaan janin yang baik sampai 1 minggu kemudian (spesifisitas 95% - 99%). • Hasil NST yang non-reaktif disertai dengan keadaan janin yang jelek (kematian perinatal, nilai Apgar rendah, adanya deselerasi lambatintrapartum), dengan sensitivitas sebesar 20%. Hasil NST yang meragukan harus diulang dalam waktu 24 jam. • Oleh karena rendahnya nilai sensitivitas NST, maka setiap hasil NST yang non-reaktif sebaiknya dievaluasi lebih lanjut dengan

contraction stress test (CST), selama tidak ada kontraindikasi.
bidankusahabatku@gmail.com 24

http://ayurai.wordpress.com/bidankusahabatku http://ayurai.blogspot.com/duniaayu http://ayurai.blog.friendster.com/sekretaris,komunikasi, humas

bidankusahabatku@gmail.com

25


				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Tags: askeb
Stats:
views:16033
posted:8/8/2009
language:Indonesian
pages:25