Inovasi Desa File2.ppt - itb81 by jizhen1947

VIEWS: 211 PAGES: 20

									Premis 6:
 Terbentuknya suatu kehidupan masyarakat dan
  kegiatan ekonomi pada suatu kawasan diawali oleh
  adanya: (i) kegiatan usaha primer (produksi bahan
  pertanian atau pemanfaatan sumberdaya alam) di
  desa, dan (ii) kegiatan dagang/ barter produk
  pertanian, karena surplus produk.
 Hal inilah yang menyebabkan munculnya pusat
  pelayanan jasa-distribusi (kota) dan adanya
  hubungan ekonomi antara desa-kota (rural-urban
  linkages) yang menjadi basis pertumbuhan ekonomi
  lokal di suatu daerah.
 Semakin besar intensitas hubungan ekonomi desa-
  kota yang saling menguntungkan akan semakin
  maju tahap perkembangan suatu kawasan
  (urbanized), baik perdesaan maupun perkotaan,
  yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan
  masyarakatnya.
                   PROBLEMATIK
Problematik pembangunan perdesaan adalah:
 Adanya regulasi yang menghambat perkembangan
  ekonomi perdesaan,
 Adanya keterbatasan akses masyarakat terhadap
  kapital, lahan usaha, input produksi, dan jaringan
  pemasaran produk pertanian (access to input
  production and market),
 Adanya ketidakpastian jaminan harga produk
  pertanian secara benar (right price),
 Adanya penyediaan pelayanan prasarana dan
  sarana yang terbatas, disertai dengan standar
  pelayanan minimum yang rendah,
 Adanya pola kebijakan dan pelaksanaan kegiatan
  pemerintah yang ‘fragmented/disintegrated’.
                  PELUANG & TANTANGAN
               • Potensi lahan/SDA yang sangat besar, terutama di daerah teringgal.
               • Permintaan pasar domestik dan dunia terhadap komoditi pangan, bahan
                 industri, dan bahan bio-energi sangat besar.
 Peluang       • Pemanfaatan lahan/SDA dalam skala besar dan inovatif (tradeable).



               • Masyarakat menjadi pemilik, pengelola, dan pekerja dalam kegiatan
                 produksi yang menciptakan kesempatan kerja & pendapatan terjamin.
               • Hubungan ekonomi desa dan kota yang saling menguntungkan menjadi
                 basis pengembangan ekonomi lokal.
Tantangan      • Penyediaan input dan proses kegiatan secara sistemik (enablers).




               • Penerapan ‘Rural Urbanization’ untuk menciptakan masyarakat desa yang
                 maju dan produktif, melalui mekanisasi dan industrialisasi pertanian.
               • Penerapan Desa Inovasi sebagai dasar proses pelaksanaan
Ide Inovatif     pembangunan kawasan perdesaan secara terpadu (processes).
    ARAH KEBIJAKAN
PEMBANGUNAN PERDESAAN
     (PUBLIC POLICY)
         PRASYARAT LOMPATAN
    KEMAJUAN MASYARAKAT PERDESAAN

Tergantung dari adanya:
 ketrampilan dan pengetahuan yang dimiliki masyarakat,
 kemampuan masyarakat untuk melakukan interaksi
   sosial, adaptasi budaya baru, pemanfaatan potensi
   sumberdaya, dan proses produksi/bisnis.
 industrialisasi pertanian, melalui pemanfaatan teknologi,
   sehingga kegiatan usahanya lebih efisien dan
   kompetitif.
 DENGAN ITU MASYARAKAT DESA MENJADI
   PRODUKTIF DAN DAPAT MEMPEROLEH
   PENDAPATAN YANG LEBIH BESAR, SEHINGGA DAYA
   BELI MASYARAKAT DESA MENINGKAT (RESULTS).
   PARADIGMA PEMBANGUNAN PERDESAAN

Penerapan model ‘pengkotaan perdesaan’
  (rural urbanization), yang memperlakukan:
 pengembangan perdesaan dan perkotaan sebagai
  kesatuan ekonomi dan kawasan,
 modernisasi perekonomian perdesaan, melalui
  mekanisasi dan industrialisasi pertanian,
 penerapan standar pelayanan minimum (SPM) yang
  tidak dibedakan antara perdesaan dan perkotaan.

                      Sasaran model :
    - Mengubah usaha pertanian tradisional menjadi modern.
 - Mengubah pendapatan yang tidak terjamin menjadi terjamin.
       - Mengubah kawasan perdesaan berkarakter kota.
                     Model ‘Rural Urbanization’

                             Proses Transformasi
                            Masyarakat Perdesaan
                                                        2.000 KK, sebagai
                                                  pemilik, pengelola, dan pekerja
                                                       (pada areal 6.000 ha)
       Modernisasi
                        Proses
                       Mekanisasi
                                                    Proses
                                                  Industrialisasi

                                                                    Urbanisasi
                                                                    Perdesaan
(500 KK, pada areal 1.500 ha)

             Lahan Usaha     Pusat Pelayanan      Perumahan
              Pertanian     Kawasan Perdesaan     Prasarana & Sarana Desa

 Lahan Hutan/
  Konservasi           Sasaran model:
                       - Mengubah usaha pertanian yang tradisional menjadi modern.
                       - Mengubah pendapatan yang tidak terjamin menjadi terjamin.
                       - Mengubah kawasan perdesaan berkarakter kota.
 KONSEP PENGEMBANGAN EKONOMI PERDESAAN (1)

 Pengembangan perekonomian perdesaan berbasis
  ekonomi rakyat, melalui pemanfaatan lahan/sumberdaya
  alam, penguatan kegiatan ‘on-farm’ dan ‘off-farm’, dan
  penerapan mekanisasi dan industrialisasi pertanian;
 Pengembangan investasi pada produk komoditi
  unggulan yang memiliki siklus hidup yang panjang
  (long life product cycle), berbasis sumber daya yang
  terbarukan, permintaan pasar yang besar/terjamin
  (domestik dan ekspor), dan harga komoditi yang
  kompetitif;
 Penerapan teknologi produksi/pertanian yang tepat guna
  dan inovatif untuk menjamin efisiensi produksi, kualitas
  produk, dan daya saing usaha;
    SUMBER DAYA TERBARUKAN
Berbasis Pengetahuan (kreativitas)                              ide      inovasi
 Industri kreatif berasal dari ide manusianya.
 Industri kreatif bermodalkan ide-ide kreatif, talenta
   dan keterampilan, bukan bermodalkan bahan fisik.
                                                               Ins       tindakan
 Ide-ide adalah sumber daya yang selalu                       pirasi

   terbaharukan.



    x                                                 Berbasis ‘Green’
                                                      (hemat bahan baku &
                                                      banyak pekerja)
                                                     Intensifikasi desain untuk

                           x                          mengoptimalkan proses
                                                      pemanfaatan sumber daya alam.
                                                     Menciptakan pekerja kreatif di
                                                      perdesaan dan industri klaster
                                                      skala desa, sehingga ekonomi desa
                                                      berkembang dan meng-urban-kan
                                                      kehidupan masyarakat desa.

                                                                                    11
 KONSEP PENGEMBANGAN EKONOMI PERDESAAN (2)

 Pengembangan kegiatan usaha ekonomi produktif yang
  dimiliki dan dikelola masyarakat setempat (koperasi) yang
  didukungan dengan pola kemitraan usaha swasta dan
  lembaga keuangan (Bank dan LKM);
 Adopsi industri klaster untuk mendukung mata rantai proses
  produksi, pengolahan, dan pemasaran, diversifikasi produk,
  nilai tambah produk, dan penciptaan pekerja kreatif
  (kawasan produksi/agro-industri);
 Penyediaan paket investasi pada produksi skala besar
  untuk mempermudah pengerahan dana investasi &
  pembuatan studi kelayakan, yang terarah pada kelompok
  usaha masyarakat perdesaan.
                                     SEA FOOD CLUSTER INDUSTRY
                                                                 Fresh                                       Export
                                      Cold Storage



                                                                                                           Domestic
                                                                 Processed
                                     Containerized                           Cluster Industry for Seafood Product
                                     Blok Ice Plant

       Floating Port

INDRA 2 - Collector
                                     Water Treatment Plant

                                                                                                     Value Added
                                                                                                    Finish Product
                                                                                                 Healthy & Affordable
                                     Sewage Treatment
                                     Plant
                       Electricity




                                                      Sewage

                                               Biogas



    Coconut shell/
                                       Electricity Power Plant
     Wood chip
             SKENARIO ALOKASI INVESTASI TERARAH
            PADA KELOMPOK MASYARAKAT (60 JUTA KK)


                        RP. 10.000 TRILIUN
                    (TOTAL INVESTASI 5 TAHUN)


                       10 % MASYARAKAT
                     BERPENGHASILAN TINGGI
                           (6 JUTA KK)

                        30 % MASYARAKAT
                     BERPENGHASILAN SEDANG
                           (18 JUTA KK)

                        60 % MASYARAKAT
     KEGIATAN        BERPENGHASILAN RENDAH
                           (36 JUTA KK)             KEGIATAN
    PERTANIAN                                     NON PERTANIAN
    24 JUTA KK                                     12 JUTA KK
                             INVESTASI
                          RP. 100 JUTA/KK
RP. 2.400 TRILIUN                               RP. 1.200 TRILIUN
                         Alokasi Investasi
                              36 %
Pengembangan Lahan Pertanian
     di Daerah Tertinggal
          STRATEGI PEMBANGUNAN PERDESAAN



                TRANSFORMASI        TRANSFORMASI
                   SOSIAL              EKONOMI



PENGEMBANGAN                                        PEMBERDAYAN
 KUALITAS SDM                                      EKONOMI RAKYAT


                           KELUARGA

                           MASYARAKAT


                          TRANSFORMASI
                        LINGKUNGAN FISIK




                        PENGEMBANGAN
                      KAWASAN PERMUKIMAN
      STRATEGI PEMBANGUNAN PERDESAAN

   PENGEMBANGAN            KUALITAS        SUMBERDAYA MANUSIA,
    dilakukan melalui kebijakan peningkatan akses keluarga untuk
    memperoleh pelayanan sosial dasar, khususnya pelayanan
    pendidikan dan kesehatan, dengan sasaran: meningkatnya
    produktifitas tenaga dan kualitas hidup keluarga.

   PEMBERDAYAAN EKONOMI RAKYAT, dilakukan melalui kebijakan
    penyediaan akses kelompok usaha masyarakat terhadap
    investasi/kapital, pemilikan aset tanah, masukan sumberdaya
    produksi, teknologi produksi/pertanian, dan lembaga ekonomi,
    dengan sasaran: terciptanya peluang usaha, kesempatan kerja, dan
    pendapatan masyarakat secara terjamin.

   PENGEMBANGAN KAWASAN PERMUKIMAN, dilakukan melalui
    kebijakan penataan ruang kawasan, pengembangan lahan,
    penyediaan perumahan berikut prasarana dan sarana lingkungan,
    dengan sasaran: meningkatnya kualitas kehidupan masyarakat dan
    lingkungan permukiman yang fungsional dan teratur (urbanized).
                 Model Pengembangan ‘Desa Inovasi’
  Input Kegiatan:                 Proses Kegiatan                  Output Kegiatan
  - Regulasi/Insentif              Pelaksanaan                       & Dampak
  - Investasi                 Pembangunan Perdesaan
  - Pelayanan Umum
                                                 2.000 keluarga sebagai
                                            pemilik, pengelola, dan pekerja
                                                (pada areal 6.000 ha)
             Input
            Produksi       Proses
                           Produksi
                                                       Output
500 keluarga                                           Produksi
1.500 ha
                                                                       Pemasaran
                                                                         Produk

                     Tanaman Pangan/         Perumahan
                   Tanaman Bahan Industri    Prasarana & sarana desa
                Tanaman Bio-Energi
               Budi Daya Peternakan                                    Pendapatan
                                         Pusat Pelayanan Desa           Terjamin
Budi Daya Perikanan              Tanaman
                                 Hutan Industri
PENYEDIAAN ‘INPUT’ KEGIATAN PELAKSANAAN
PEMBANGUNAN PERDESAAN (DESA INOVASI)
1. INPUT REGULASI/INSENTIF:
 Pemberdayaan masyarakat desa,
 Pemanfaatan potensi lahan/SDA,
 Penyediaan akses kapital/kredit usaha,
 Pengaturan jaminan harga produk yang benar,
 Pengaturan akses distribusi dan pemasaran produk,
 Pengembangan kelembagaan ekonomi desa,
 Penetapan standar pelayanan minimum,
 Pemanfaatan ruang dan pengelolaan pertanahan.
2. INPUT KEGIATAN INVESTASI :
   Pengerahan dana investasi,
   Penyiapan paket investasi,
   Pembuatan studi kelayakan investasi,
   Penyediaan tenaga pendamping masyarakat atau
    pelayanan pengembangan usaha (BDS),
   Penyediaan penjaminan kredit usaha,
   Penyediaan skema kredit usaha,
   Pengelolaan proses produksi/usaha,
   Pengelolaan pengembalian kredit usaha.

								
To top