1 BAB II LANDASAN TEORI A. Pengertian Kredit dan Pengertian

Document Sample
1 BAB II LANDASAN TEORI A. Pengertian Kredit dan Pengertian Powered By Docstoc
					                                      BAB II

                               LANDASAN TEORI



A. Pengertian Kredit dan Pengertian Golongan Berpenghasilan Tetap (golbertap)

       Secara etimologi kredit berasal dari Bahasa Romawi yaitu kata “Credere”

   yang artinya percaya. Di sini artinya pemberi pinjaman (kreditur) percaya bahwa

   si penerima pinjaman (debitur) dapat memenuhi kewajibannya.

       Dalam kehidupan sehari-hari kata kredit bukanlah merupakan perkataan yang

   asing bagi masyarakat kita. Kredit tidak hanya dikenal oleh masyarakat kota-kota

   besar tetapi telah sampai di desa. Kata kredit tersebut sangat populer apalagi

   kredit sudah menjadi salah satu bagian masyarakat dalam dunia usaha untuk

   memenuhi kebutuhannya.

       Pengertian kredit menurut undang-undang No. 10 tahun 1998 tentang

   perbankan yaitu penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan

   itu berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam-meminjam antara Bank

   dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi hutang

   setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga.

       Lalu yang dimaksud dengan golbertap (golongan berpenghasilan tetap) adalah

   seseorang yang memiliki usaha atau pekerjaan yang setiap bulannya mendapatkan

   penghasilan dari usaha tersebut.

       Tujuan dari kredit Golbertap (Kretap) ialah untuk membuat, memperluas serta

   meningkatkan usaha wiraswasta maupun untuk kepentingan konsumsi si debitur.




                                                                                 1
Sehingga bank perlu meneliti apakah debitur layak untuk menerima kredit, maka

bank memerlukan metode analisa kredit untuk debitur.

   Dalam praktek sehari-hari penilaian kredit harus berdasarkan pinsip 5C,

prinsip perkreditan 5 C tersebut adalah :

1. Character (kepribadian atau watak)

           Artinya sifat atau kelakuan calom peminjam biasanya Bank

   melakukan penilaian dari latar belakang pendidikannya, pergaulannya serta

   hubungan dengan pihak baik pada Bank maupun pada relasinya, apakah ia

   selalu menepati janjinya.

2. Capasity (kemampuan)

           Artinya kemampuan calon debitur dalam mengembalikan pinjaman

   ditambah bunga dan pengembangan usahanya serta kesanggupan dalam

   fasilitas kredit yang diberikan.

3. Capital (modal)

           Artinya modal usaha calon debitur yang telah bersedia untuk

   mendapatkan fasilitas kredit.

4. Condition (kondisi)

           Artinya kondisi ekonomi yang perlu diperhatikan sehubungan dengan

   permohonan kredit, tidak hanya kondisi ekonomi dari dunia perbankan atau

   usaha tetapi juga kondisi ekonomi secara umum.

5. Collateral (jaminan atau agunan)

           Artinya jaminan yang diberikan oleh calon debitur, jaminan tersebut

   dapat berbentuk benda bergerak atau benda tidak bergerak, sehingga Bank



                                                                            2
      dapat menggunakan jaminan tersebut apabila debitur ingkar janji atau tidak

      dapat memenuhi kewajibannya yang telah ditentukan.

B. Unsur-unsur Kredit

      Ada beberapa unsur dalam perkreditan, unsur-unsur yang terdapat dalam

   kredit tersebut adalah :

   1. Kepercayaan

          Yaitu keyakinan dari pemberi kredit bahwa prestasi yang diberikan baik

      dalam bentuk uang atau jasa yang akan diberikan benar-benar diterima

      kembali jangka waktu tertentu di masa yang akan datang.

   2. Waktu

          Yaitu suatu masa yang memisahkan antara pemberian prestasi dengan

      kontra prestasi yang akan diterima pada masa yang akan datang.

   3. Resiko (degree of risk)

          Yaitu tingkat resiko yang harus dihadapi sebagai akibat dari adanya

      jangka waktu, semakin lama kredit diberikan semakin tinggi pula tingkat

      resikonya karena sejauh kemampuan manusia untuk meningkatkan taraf

      hidupnya. Inilah yang menyebabkan timbulnya resiko.

   4. Prestasi atau Obyek Kredit

          Yaitu prestasi tidak hanya diberikan dalam bentuk uang, tetapi juga dapat

      berbentuk barang atau jasa namun karena kehidupan ekonomi sekarang ini

      berdasarkan pada uang, maka transaksi-transaksi kredit uanglah yang sering

      kita jumpai dalam praktek perkreditan.




                                                                                 3
C. Tujuan dan Fungsi Kredit

      Dalam prakteknya sehari-hari tentu Bank mempunyai tujuan dan fungsi dari

   pemberian kredit itu sendiri, maka tujuan dan fungsi kredit tersebut adalah :

   1. Tujuan Kredit

      Tujuan kredit adalah :

      a) Mencari keuntungan

              Tujuan utama pemberian kredit adalah untuk memperoleh keuntungan,

          hasil keuntungan ini diperoleh dalam bentuk bunga yang diterima oleh

          Bank sebagai balas jasa dan biaya administrasi kredit yang dibebankan

          kepada nasabah, keuntungan ini penting untuk kelangsungan hidup Bank.

      b) Membantu usaha nasabah

              Untuk membantu usaha nasabah yang memerlukan dana baik dana

          untuk investasi maupun dana untuk modal kerja. Dengan dana tersebut

          maka debitur akan dapat mengembangkan dan memperluas usahanya

          dalam hal ini baik Bank maupun nasabah sama-sama diuntungkan.

      c) Membantu Pemerintah

              Dalam membantu Pemerintah dalam berbagai bidang, bagi Pemerintah

          semakin banyak kredit yang disalurkan oleh pihak perbankan maka

          semakin baik berarti adanya kucuran dana dalam rangka peningkatan

          pembangunan di berbagai sector terutama sektor riil.

              Secara garis besar keuntungan bagi Pemerintah dengan menyebarkan

          pemberian kredit oleh dunia perbanakan adalah sebagai berikut :

          1) Penerimaan pajak, dari keuntungan yang diperoleh nasabah dan Bank.



                                                                                   4
           2) Membuka kesempatan kerja dalam hal ini untuk kredit pembangunan.

           3) Meningkatkan jumlah barang dan jasa.

           4) Meningkatkan devisa negara.

   2. Fungsi kredit

       Fungsi kredit adalah :

       a) Untuk meningkatkan daya guna uang

              Dengan adanya kredit dapat meningkatkan daya guna uang dan dengan

           diberikannya kredit, uang tersebut menjadi berguna untuk menghasilkan

           barang atau jasa oleh debitur kredit, kemudian juga dapat memberikan

           penghasilan tambahan kepada pemilik dana.

       b) Meningkatkan peredaran dan lalu lintas uang

              Dalam hal ini uang yang diberikan atau disalurkan akan beredar dari

           satu wilayah ke wilayah lainnya sehingga suatu daerah yang kekurangan

           uang dengan memperoleh kredit maka daerah tersebut akan memperoleh

           tambahan uang dari daerah lainnya.

       c) Meningkatkan kegairahan usaha

              Bagi debitur kredit tentu akan dapat meningkatkan kegairahan

           berusaha, apalagi bagi debitur yang memang modalnya pas-pasan. Dengan

           memperoleh kredit nasabah bergairah untuk dapat memperluas atau

           memperbesar usahanya.

D. Jenis-jenis Kredit

       Beragam jenis usaha, menyebabkan beragam pula kebutuhan akan dana.

   Kebutuhan yang beragam menyebabkan jenis kredit juga menjadi beragam, hal ini



                                                                               5
disesuaikan dengan kebutuhan dana yang diinginkan nasabah. Dalam prakteknya

kredit yang diberikan Bank umum dan Bank Perkreditan Rakyat untuk

masyarakat terdiri dari berbagai jenis, secara umum jenis-jenis kredit dapat dilihat

dari berbagai segi antara lain :

1. Dilihat dari Segi Kegunaan

   a) Kredit Investasi

           Kredit investasi merupakan kredit jangka panjang yang biasanya

       digunakan untuk keperluan perluasan usaha atau bisa juga digunakan

       untuk keperluan rehabilitasi. Contoh dari kredit investasi adalah

       membangun atau membeli mesin-mesin, masa pemakaiannya untuk suatu

       produk yang relatif lebih lama dan dibutuhkan modal yang relatif cukup

       besar.

   b) Kredit Modal Kerja

           Kredit modal kerja merupakan kredit yang digunakan untuk keperluan

       meningkatkan produksi dalam operasionalnya. Sebagai contoh kredit

       modal kerja diberikan untuk membeli bahan baku, membayar gaji pegawai

       atau biaya-biaya lainnya yang berkaitan dengan proses produksi

       perusahaan

2. Dilihat dari Segi Tujuan Kredit

   a) Kredit Produktifitas

           Kredit yang digunakan untuk peningkatan usaha atau investasi. Kredit

       ini diberikan untuk menghasilkan barang dan jasa. Sebagai contoh kredit




                                                                                  6
       untuk membangun yang nantinya akan menghasilkan barang dan kredit

       pertanian akan menghasilkan produk pertaniaan.

   b) Kredit Konsumtif

          Kredit yang digunakan untuk konsumsi secara pribadi dalam kredit ini

       tidak ada pertambahan barang dan jasa yang dihasilkan, karena memang

       untuk digunakan atau dipakai oleh seseorang atau badan usaha. Sebagai

       contoh kredit untuk perumahan, kredit inyuk mobil pribadi dan berbagai

       macam kredit konsumtif lainnya.

   c) Kredit Perdagangan

          Merupakan kredit yang digunakan yang diberikan kepada pedangang

       dan digunakan untuk membiayai aktifitas perdagangan seperti untuk

       membeli barang dagangan, yang pembayarannya diharapkan dari hasil

       penjualan barang dagangan tersebut contoh dari kredit perdagangan ini

       adalah kredit ekspor impor

3. Dilihat dari Segi Jangka Waktu

   a) Kredit jangka pendek.

          Merupakan kredit yang memiliki jangka waktu kurang dari 1 tahun

       atau paling lama 1 tahun dan biasanya digunakan untuk keperluan modal

       kerja. Contoh untuk pertenakan, misalnya kredit peternakan ayam atau

       jika untuk pertanian misalnya tanaman padi atau palawija.




                                                                            7
   b) Kredit Jangka Menengah.

          Jangka waktu kredit berkisar antara 1 tahun sampai dengan 3 tahun

       dan biasanya kredit ini bisa digunakan untuk melakukan investasi.sebagai

       contoh kredit untuk pertanian seperti jeruk, atau pertenakan kambing.

   c) Kredit jangka panjang.

          Merupakan kredit yang jangka pengembaliannya paling panjang,

       Kredit jangka panjang waktu pengembaliannya diatas 3 tahun atau 5

       tahun. Biasanya kredit ini untuk investasi jangka panjang seperti

       perkebunan karet, kelapa sawit, atau manufaktur dan kredit konsumtif

       seperti kredit perumahan.

          Dalam praktek Bank dapat pula hanya mengklasifikasi kredit menjadi

       hanya panjang dan jangka pendek, untuk jangka waktu maksimal 1 tahun

       dianggap jangka panjang

4. Dilihat dari Segi Jaminan

   a) Kredit dengan Jaminan.

          Merupakan kredit yang diberikan dengan suatu jaminan. Jaminan

       tersebut dapat berbentuk barang barang berwujud atau tidak berwujud atau

       jaminan orang, artinya setiap kredit yang dikeluarkan akan dilindungi

       minimal senilai jaminan atau untuk kredit tertentu jaminan harus melebihi

       jumlah kredit yang diajukan si calon debitur.

   b) Kredit Tanpa jaminan.

          Merupakan Kredit yang diberikan tanpa jaminan barang atau orang

       tertentu. Kredit ini diberikan dengan melihat prospek usaha, karakter serta



                                                                                8
       loyalitas atau nama baik si calon debitur selama berhubungan baik dengan

       Bank atau pihak lain.

5. Dilihat dari Segi Sektor Usaha

   a) Kredit pertanian, merupakan kredit yang dibiayai untuk sektor perkebunan

       atau pertanian. Sektor usaha pertanian dapat berupa jangka pendek atau

       jangka panjang.

   b) Kredit pertenakan, merupakan kredit yang diberikan untuk sektor

       pertenakan baik jangka pendek maupun jangka panjang, untuk jangka

       pendek misalnya petenakan ayam dan jangka panjang ternak kambing atau

       sapi.

   c) Kredit industri, merupakan kredit yang diberikan untuk membiayi industri

       baik industri kecil, industri menengah maupun industri besar.

   d) Kredit pertambangan, merupakan kredit yang diberikan kepada usaha

       tambang.jenis usaha tambang yang dibayarkan biasanya dalam jangka

       panjang seperti tambang emas, minyak atau timah.

   e) Kredit pendidikan, merupakan kredit yang diberikan untuk membangun

       usaha sarana dan prasarana pendidikan atau dapat pula berupa kredit untuk

       para mahasiswa.




                                                                              9

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:183
posted:9/18/2011
language:Indonesian
pages:9