Lingkungan kerja 3
Document Sample


LINGKUNGAN KERJA
Suryatri D., S.Si., M.T.
1
PENGERTIAN
Lingkungan kerja adalah istilah generik yang mencakup
identifikasi dan evaluasi faktor-faktor lingkungan yang
memberikan dampak pada kesehatan tenaga kerja (ILO).
Faktor bahaya lingkungan kerja
Higene perusahaan
Pengendalian bahaya besar
Pestisida
Bahan kimia berbahaya
Sanitasi lingkungan
Alat pelindung diri
Limbah industri
2
FAKTOR PENYEBAB KECELAKAAN
a) Faktor fisik: Kebisingan , getaran mekanis, suhu udara
(iklim kerja) pencahayaan, radiasi gelombang
elektromagnetik baik yang mengion maupun yang tidak
b) Faktor kimiawi: gas, uap, debu, fume, partikel, mist, kabut,
cairan, larutan, padatan, dll.
c) Faktor biologis: bakteri, virus, jamur, parasit, kuman,
serangga, dan lain-lain
d) Faktor fisiologis: sikap dan cara kerja yang salah,
konstruksi mesin yang tidak sesuai dengan ukuran tubuh
operatornya, waktu kerja, jam kerja dan lain-lain
e) Faktor mental psikologis: hubungan kerja antar karyawan
atau antara karyawan dengan atasannya yang kurang
atau tidak baik, suasana kerja, pekerjaan yang monoton,
3
dan lain sebagainya
NILAI AMBANG BATAS
Kadar dimana tenaga kerja sanggup menghadapinya dengan
tidak menunjukkan penyakit atau kelainan dalam pekerjaan
mereka sehari-hari untuk waktu 8 jam sehari dan 40 jam
seminggu.
Kegunaan:
Sebagai standar untuk perbandingan.
Pedoman perencanaan dan disain teknologi pengendalian
Substitusi bahan yang berbahaya dengan yang kurang
berbahaya
Membantu menentukan gangguan kesehatan atau
timbulnya penyakit akibat kerja
4
FAKTOR FISIK : KEBISINGAN
Cara mudah mengetahui kebisingan, adalah jika anda:
• harus berteriak atau berbicara keras dari jarak
rentangan tangan untuk dapat dimengerti oleh lawan
bicara
• telinga berdengung jika meninggalkan lokasi kerja
• kesulitan menangkap pembicaraan biasa setelah kerja
• merasa pusing atau mengantuk karena kebisingan
• rekan kerja anda juga memiliki masalah yang sama atau
telah diperiksa dokter didiagnosa mengalami gangguan
pendengaran
5
Kualitas kebisingan ditentukan oleh 2 (dua) hal yaitu
intensitas dan frekuensinya.
Satuan intensitas kebisingan dinyatakan dalam
desibel A ( dB.A) dan satuan frekuensi dinyatakan
dalam Hertz (Hz).
Frekuensi suara yang dapat didengar oleh telinga
manusia antara 20 Hz - 20.000 Hz.
Biasanya suatu kebisingan terdiri dari campuran
sejumlah gelombang dengan beraneka ragam
frekuensi.
Telinga manusia paling sensitif terhadap suara antara
2.000 - 5.000 Hz
6
JENIS KEBISINGAN
Kebisingan kontinyu (Steady State Noise) : dimana fluktuasi
dari intensitas suara tidak lebih dari 6 dB. Misalnya suara
kompressor, kipas angin, dapur pijar, mesin gergaji, dll.
Kebisingan Intermitten (Interupted Noise) : dimana suara
timbul dan menghilang secara perlahan-lahan. Misalnya
suara lalu lintas dan suara pesawat udara yang tinggal
landas.
Kebisingan impulsif (Impulsive/Impact Noise) : kebisingan
dimana waktu yang diperlukan untuk mencapai puncak
intensitasnya tidak lebih dari 35 milidetik dan waktu yang
diperlukan untuk penurunan intensitas sampai dengan 20 dB
dibawah puncak tidak lebih dari 5000 milidetik. Contoh : suara
pukulan palu, mesin plong 7
NAB KEBISINGAN
Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. Kep. 51/MEN/1999
Waktu Intensitas Waktu Intensitas
pemajanan / kebisingan pemajanan / Kebisingan
Hari (dB.A ) hari (dB.A )
8 jam 85 28,12 detik 115
4 jam 88 14,06 detik 118
2 jam 91 7,03 detik 121
1 jam 94 3,52 detik 124
30 menit 97 1,76 detik 127
15 menit 100 0,88 detik 130
7,5 menit 103 0,44 detik 133
3,75 menit 106 0,22 detik 136
1,88 menit 109 0,11 detik 139
0,94 menit 112
Catatan : Tidak boleh terpajan lebih dari 140 dB.A, walaupun sesaat 8
EFEK KEBISINGAN
Pada Indera Pendengaran
• Trauma akustik paparan tunggal dng int. tinggi atau
tiba-tiba
• Ketulian sementara ( temporary threshold shift )
• Ketulian menetap ( permanen threshold shift )
Bukan pada Indera Pendengaran
• Gangguan komunikasi
• Gangguan tidur
• Gangguan pelaksanaan tugas
• Perasaan tidak senang / mudah marah
• Gangguan faal tubuh
9
PERALATAN SOUND LEVEL METER.
10
11
PROGRAM PENGENDALIAN
KEBISINGAN
Enginering control
Pengendalian secara teknis terutama ditujukan pada
sumber suara (prinsipnya mengurangi intensitas kebisingan)
& transmisi suara sebelum mengenai naker.
Sumber suara : desain mesin, mengoperasian alat,
merawat mesin secara teratur
12
PROGRAM PENGENDALIAN
KEBISINGAN
– Pada transmisi suara : machinery enclosure (total
enclosure dan partial enclosure), barrier, peredam
suara
Absorbent Transmision lose
material material Damping material
sealant
Vibration isolator
muffler
13
six building blocks of a well designed enclosure
PROGRAM PENGENDALIAN
KEBISINGAN
Administrative control
Setiap prosedur yang bertujuan untuk membatasi
pemaparan bising melalui pengendalian rencana
kerja.
Dilakukan dengan cara antara lain :
Rotasi pekerjaan,
Ruang kontrol,
Penyelenggaraan pelatihan dan pendidikan,
Pemantauan lingkungan kerja,
Pemeriksaan kesehatan.
Pemantauan lingkungan kerja (pengukuran
intensitas kebisingan
14
PROGRAM PENGENDALIAN
KEBISINGAN
Alat Pelindung Diri
Dibedakan menjadi 2 macam :
Sumbat telinga (ear plug )
Tutup telinga ( ear muff )
Tingkat perlindungan yang diberikan tergantung pada :
Alat pelindung telinga yang dipakai,
Keadaan alat,
Cara pemakaian,
Cara pemeliharaan,
Lamanya alat pelindung tersebut dipakai pada waktu
kerja.
15
16
FAKTOR FISIK : SUHU / IKLIM KERJA
SETEMPAT
17
TEKANAN PANAS
Iklim Kerja
Suhu udara Kelembaban Kecepatan Suhu radiasi
aliran udara
Produksi panas oleh tubuh
Tekanan panas/Heat Stress
18
TEKANAN PANAS
Heat stress adalah beban yang diterima oleh manusia,
sedangkan heat strain adalah efek dari beban tersebut
pada manusia.
Suhu Udara dianggap nikmat bagi orang Indonesia ialah
sekitar 24 °C – 26 °C dengan selisih udara didalam dan
diluar gedung tidak boleh lebih dari 5 °C.
Batas kecepatan angin dalam ruang kerja sekitar 0,25
sampai 0,5 m / dt.
19
TEKANAN PANAS
Aklimatisasi :
Suatu proses adaptasi fisiologis yang ditandai dengan
pengeluaran keringat yang meningkat, penurunan denyut
jantung dan suhu tubuh. Proses ini biasanya memerlukan
waktu 7 - 10 hari & aklimatisasi ini dapat menghilang
dengan cepat apabila pekerja tidak masuk selama 1
minggu
Cara untuk aklimatisasi:
Hari I : pembebanan fisik & lamanya kerja diusahakan agar
tidak melebihi 50 % dari yang sebenarnya.
Hari II : beban dan lama kerja ditambah 10 %.
Hari III sd VI akan tercapai 100 %.
20
21
PENGENDALIAN LINGKUNGAN
KERJA PANAS
Engineering Controlle
• Isolasi Sumber Panas
• Radiation shielding : Reflective shields, Absorbtive
shielding, Transparant shielding, Flexible shielding
• Local exhaust ventilation.
• Localized cooling at work station.
• Ventilasi umum (general ventilation)
Administrative Controll
Permeriksaan kesehatan sebelum kerja, berkala dan
secara khusus.
Pengadaan air minum harus disediakan dalam jumlah
yang memadai
Menyelenggarakan pelatihan dan pendidikan
Pengaturan lamanya kerja dan istirahat 22
PENGENDALIAN LINGKUNGAN
KERJA PANAS
Alat Pelindung Diri
Kacamata (goggles),
Topi,
Celemek
Pakaian kerja yang dilapisi dengan alumunium,
Sarung tangan dari kulit atau gaunlets
Sepatu kerja.
23
24
25
FAKTOR FISIK : PENERANGAN /
PENCAHAYAAN
Adalah banyaknya cahaya yang jatuh pada suatu
permukaan (illumination/illuminasi ) .
Penerangan merupakan salah satu komponen agar
pekerja dapat bekerja mengamati benda yang sedang
dikerjakan secara jelas, cepat, nyaman dan aman .
Penerangan yang memadai memberikan kesan
pemandangan yang lebih baik dan keadaan
lingkungan yang menyegarkan.
Sebuah benda akan terlihat bila benda tersebut
memantulkan cahaya baik yang berasal dari benda itu
sendiri maupun berupa pantulan yang datang dari
sumber cahaya lain.
26
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
TINGKAT PENERANGAN
Sumber Cahaya
Daya Pantul ( Reflektivitas )
Ketajaman penglihatan dipengaruhi :
- ukuran objek / benda
- cahaya pantul benda ( brightness )
- Kontras – waktu pengamatan.
Dampak penerangan yang buruk:
♠ Kelelahan mata yang berakibat berkurangnya
daya dan efisiensi kerja
♠ Kelelahan mental
♠ Keluhan pegal didaerah sekitar mata
♠ Kerusakan indra penglihatan
27
5 PEDOMAN UNTUK MENGATUR
PENERANGAN DALAM RUANG KERJA
Permukaan dari semua bidang dan objek yang besar
mempempunyai kecerahan yang merata.
Bagian pusat dan tengah bidang yang diamati , kontras
dari kecerahan permukaan tidak boleh melampaui rasio
1:3
Bagian Pusat dan pelatarannya atau didalam bagian luar
dan bidang visual ,kontrasnya tidak boleh melebihi ratio
1 : 10
Permukaan yang cerah harus berada di Pusat bidang
visual dan menggelap kearah pinggiran.
Kontras yang melampaui dibagian bawah atau samping
dari bidang visual akan lebih mengganggu dari pada
bagian atas . 28
HAL-HAL YANG PERLU DIHINDARI
Jendela yang terang sekali.
Papan hitam menempel pada dinding putih
Benda-benda yang memantulkan.
Bekerja menghadap jendela
Menanggulangi kecerahan yang berganti-ganti :
Menutupi bagian mesin yang bergerak
Menetralkan kecerahan(kombinasi warna yang sesuai )
Memakai cahaya kontinyu.
Silau adalah gangguan utama pada penyesuaian dari retina .
Macam Kesilauan :
- Silau Relatif : kontras terlalui kuat didalam bidang visual
- Silau mutlak : penerangan yang begitu tinggi adaptasi
tidak dimungkinkan
29
- Silau adaptif : adaptif pada tingkat terang tertentu.
PENCEGAHAN KESILAUAN
Pemilihan lampu secara tepat.
Penempatan sumber-2 cahaya terhadap meja kerja,
mesin-2, dan penempatan jendela .
Penggunaan alat-2 pelapis yang tidak mengkilat untuk
dinding, lantai dan meja kerja
Penyaringan sinar matahari langsung
30
ALAT UKUR PENERANGAN
Penerangan diukur dengan alat Lux Meter.
Alat ini bekerja berdasar pengubahan energi cahaya menjadi
tenaga listrik oleh foto electric cell.
1 Lux = 1 lumen / m2
PERMEN PERBURUHAN No 7 Thn 1964 ( PASAL 14 )
Tentang : Syarat-syarat Kesehatan, Kebersihan serta
Penerangan ditempat kerja : ( beberapa contoh )
♦ Penerangan untuk halaman dan jalan-jalan dalam lingkungan
perusahaan, paling sedikit 20 lux
♦ Penerangan untuk pekerjaan yang hanya mem beda-bedakan
barang kasar paling sedikit 50 lux
♦ Penerangan untuk pekerjaann yang hanya membeda-
bedakan barang kecil secara sepintas lalu paling sedikit 100
lux 31
FAKTOR FISIK : RADIASI
Radiasi gelombang elektromagnetik :sinar laser,
gelombang mikro, sinar infra merah dan sinar UV.
Efek gelombang mikro :
radiasi gelombang mikro yang pendek ( < 1 cm )
diabsorbsi permukaan kulit kulit seperti terbakar
radiasi yang lebih panjang ( > 1 cm ) dapat
menembus jaringan kulit yang lebih dalam .
Efek radiasi UV :
o Mata: peradangan selaput lendir atau konjugtiva
(konjugtivitis) dan kornea ( keratitis )
o Kulit: luka bakar (skin burn), elastosis (kulit kering
dan keriput), perubahan warna kulit (hipo atau
hiperpigmentasi ) dan kanker kulit .
32
• Efek IR :
• Mata : katarak setelah pemaparan jauh
dibawah dosis yang menyebabkan luka bakar
pada kulit dan biasanya terjadi pada bagian
belakang dari lensa mata.
• pada kulit : menyebabkan pelebaran pembu
luh darah (vasodilatasi) dan pada pema paran
yang berulang dan menahun, radiasi ini akan
menyebabkan perubahan warna kulit (hipo atau
hiperpigmentasi). luka bakar pada kulit akan
terjadi bila suhu kulit mencapai 45 oc.
33
PENGENDALIAN DAN PENCEGAHAN
Sumber radiasi harus tertutup
Berupaya menghindari atau berada pada jarak yang
sejauh mungkin dari sumber-2 radiasi tersebut
Berupaya agar tidak terus menerus kontak dengan
benda-2 yang dapat menghasilkan radiasi
Memakai APD seperti pakaian anti radiasi, kaca mata
pelindung
Secara rutin memantau kebocoran instalasi /.
34
35
36
FAKTOR FISIK : GETARAN MEKANIK
Jenis getaran
Getaran seluruh tubuh,( Whole Body Vibration ) adalah
suatu getaran yang terjadi karena adanya kontak antara
tubuh (seluruh tubuh) dengan permukaan yang bergetar.
Misalnya pengemudi traktor dimana seluruh tubuhnya
akan bergetar karena adanya kontak antara tubuh dan
tempat duduk dari traktor.
Getaran setempat, adalah getaran yang terjadi pada
bagian-bagian tubuh tertentu seperti tangan atau kaki
yang kontak dengan permukaan yang sedang bergetar.
Misalnya pekerja penggergajian kayu dengan
menggunakan gergaji listrik; operator pengeboran yang
menggunakan pneumatic drill.
37
EFEK GETARAN
1. Efek Fisik
Efek fisik suatu getaran pada manusia adalah bersifat
mekanis, sedangkan efek termis suatu getaran hanya
terlihat pada frekuensi-frekuensi ultrasonik.
2. Efek Fisiologis
Efek fisiologis misalnya resonansi subsistim kepala-
bahu akan menyebabkan gangguan penglihatan.
38
39
NAB GETARAN
Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. Kep. 51/MEN/1999
tentang nilai ambang batas faktor fisika di tempat kerja
Jumlah waktu Nilai percepatan pada
pemajanan frekuensi dominan
per hari kerja m / det 2 Grafitasi (G)
4 jam dan < 8 jam 4 0.40
2 jam dan < 4 jam 6 0.61
1 jam dan < 2 jam 8 0.81
< 1 jam 12 1.22
Catatan : 1 G = 9.81 m / det 2
40
PENCEGAHAN PENGARUH
GETARAN
Isolasi sumber getaran
Isolasi pekerja atau operator
Mengurangi pemaparan terhadap getaran diselingi
dengan waktu istirahat yang cukup.
Melengkapi peralatan mekanis dengan menahan atau
menyerap getaran
Pemeriksaan kesehatan awal dan berkala.
Memakai APD
41
FAKTOR KIMIA
Sifat :
☼ Mudah terbakar : Benzena ,aceton, eter,hexsan
☼ Mudah meledak : Amonium Nitrat,Nitrogliserin
☼ Beracun : HCN
☼ Korosif : HCl.
☼ Oksidator: Perchlorat,peroksida organik , permanganat .
☼ Reaktif terhadap air : Natrium Hibrida,Karbid,Nitrida
☼ Asam kuat
☼ Radio aktif.
42
BENTUK
Bentuk fisik berpengaruh pada kesehatan, keselamatan,
efisiensi dan produktivitas
☼ Gas : O2,CO,N2,CO2,SO2,NH3,NO2,H2S
☼ Uap : uap pelarut cat atau tiner, yang mengandung benzena,
toluen, xylena dan derivat2nya.
☼ Padat : debu ,serat, atau partikel yang dapat berasal dari
debu rokok, debu logam berat debu mineral (asbes dan
silika), aerosol, fume, dan debu yang mempunyai ukuran
mulai mikron sampai ratusan mikron
☼ Cair seperti liquid : misalnya titik cairan semprotan pembasmi
43
serangga.
KELOMPOK BAHAN KIMIA BERUPA PARTIKEL
JENIS PARTIKEL PENGARUH
Kapas,sabun,bubuk,kertas Perangsangan
Pb, As, Mn, Toksik ( beracun )
Debu kwarsa, Asbes Fibrosis paru
Tepungsari,kapas,wool,bul Allergi
u kucing
Fume/ uap logam Zn Menimbulkan demam
Kayu,aluminium,kapur Inert (mengganggu kenya
manan )
44
KELOMPOK BAHAN KIMIA NON PARTIKEL
(BERUPA GAS/UAP)
Jenis gas/uap Pengaruh
NH3,HCL,H2S, Perangsangan
Metan,N2,CO2,Helium, Aspiksian ( sesak napas )
Trichloretilen Anestesi
CCl4 Merusak alat2 dalam
Benzena Merusak susunan darah
Paration Merusak susunan syaraf.
45
NAB BAHAN KIMIA DI TEMPAT KERJA
Ditetapkan Menaker melalui Surat Edaran No.01/SE/MEN/1997.
Ada 3 kategori NAB yang spesifik untuk bahan kimia :
NAB rata-rata selama 8 jam: yaitu kadar bahan kimia rata-rata
dilingkungan kerja selama 8 jam/hari atau 40 jam/minggu
dimana hampir semua naker dapat terpajan berulang-ulang,
sehari-hari dalam melakukan pekerjaan tanpa mengakibatkan
gangguan kesehatan maupun PAK
• NAB batas pemaparan singkat: yaitu kadar tertentu bahan
kimia diudara lingkungan kerja dimana hampir semua naker
yang terpajan terus menerus dalam waktu singkat yaitu tidak
lebih dari 5 menit atau tidak lebih dari 4 kali pemajanan perhari
kerja tanpa menderita gangguan iritasi,kerusakan atau
perubahan jaringan yang kronis serta efek narcosis (PSD :
Pemajanan Singkat yang Diperkenankan
• NAB tertinggi: yaitu kadar tertinggi bahan kimia diudara
lingkungan kerja setiap saat yang tidak boleh dilewati selama
melakukan pekerjaan (KTD : Kadar Tertinggi Diperkenankan)
46
FAKTOR BIOLOGI, FISIOLOGI &
PSIKOLOGI
Faktor biologi: Pekerja di pertanian, perkebunan, kehutanan,
pertambangan dan peternakan yang umumnya terkena penyakit
akibat faktor biologis tersebut.
Faktor fisiologi (ergonomi) : merupakan beban tambahan bagi
naker disebabkan sikap kerja yang salah, antropometri manusia
dihubungkan dengan alat kerja. Mis: beban angkut, kelelahan.
Perlu pengaturan jam kerja dan istirahat, kerja kelompok (regu
kerja)
Faktor psikologi : mempengaruhi kesehatan jiwa , rasa tidak
nyaman terhadap pekerjaan penurunan produktivitas. Misal :
- Hubungan antar manusia ditempat kerja,
- Sistim kerja seperti cara & pengaturan jam kerja
- Kondisi sosial ekonomi (tingkat ketrampilan & upah rendah).
- Lingkungan kerja fisik,kimia, biologi dan fisiologi
47
SANITASI LINGKUNGAN
48
PENGERTIAN
Usaha kesehatan masyarakat lingkungan industri
dengan mengadakan pencegahan penyebaran
penyakit menular atau lain-lain gangguan
terhadap kesehatan naker yang penyebabnya
tidak bisa dipisahkan dari proses produksi
Ruang lingkup:
Penyediaan air: untuk kebutuhan naker, produksi, MR)
Sanitasi makanan
Pemeliharaan fasilitas industri
Pencegahan dan pembasmian vektor dan rodent
Pembuangan limbah
kelengkapan fasilitas kebersihan
Tata rumahtangga perusahaan
49
Pencegahan dan Pembasmi Vektor :
Serangga mampu memindahkan bibit penyakit
kedalam tubuh manusia melalui kulit ataupun
selaput ledir dan menyebarkan penyakit.
Membersihkan gudang atau tempat
penimbunan barang lainnya guna menghindari
berkembang biaknya serangga dan tikus
Perlengkapan fasilitas kebersihan :
tempat cuci tangan dan tempat mandi
WC yang memenuhi persyaratan
ruang makan / kantin.
50
TATA RUMAHTANGGA PERUSAHAAN
Kebersihan, kerapihan, keteraturan
Elemen program housekeeping yang efektif
Menghilangkan debu
Fasilitas terhadap pekerja
Permukaan dinding dan lantai
Pencahayaan
Gang dan marka
Kontrol ceceran cairan
Peralatan
Perawatan
Pembuangan sampah
Penyimpanan
51
PENGENDALIAN
BAHAYA BESAR
52
Pengendalian bahaya besar menyangkut soal
pencegahan, dan pengurangan akibat kecelakaan
besar yaitu kecelakaan yang dapat membahayakan
orang-2 dan harta benda tidak saja diperusahaan itu
sendiri, tetapi juga lingkungan sekeliling perusahaan.
Kecelakaan Besar :
Terjadi karena kekuatan alam adalah : gempa
bumi, letusan gunung, banjir, dan taufan.
Karena ulah manusia : kecelakaan kapal laut,
tabrakan kereta api, jebolnya bendungan air,
jatuhnya pesawat terbang,
Kecelakaan industri : meledaknya ketel uap,
kebocoran bahan kimia, kebakaran besar dan
peledakan.
53
PENGENALAN TANGGAP DARURAT
( EMERGENCY RESPON )
Untuk mengatasi resiko yang masih ada setelah semua
tindakan pencegahan/ pengendalian yang sesuai dilakukan .
Rencana tanggap darurat dibagi 2 :
- rencana darurat didalam perusahaan, bertujuan:
akibat dari keadaan darurat dapat ditekan sekecil
mungkin. Oki usaha dipusatkan ke arah penampungan
kebocoran dan pemadam kebakaran.
- rencana darurat diluar lingkungan perusahaan, bertujuan:
memberi informasi kepada orang2 yang akan dimintai
bantuan
untuk memberitahu mereka yang mungkin akan
menjadi korban dari suatu kecelakaan besar.
jika pemadam kebakaran atau regu penolong dari luar
54
perusahaan akan diminta bantuan .
KECELAKAAN BESAR DAPAT DICEGAH
Design pengolahan
Tata letak perusahaan
Design Instalasi
Konstruksi
Operasi
Perawatan
Manajemen yang baik.
55
B3
56
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
TINGKAT BAHAYA
1. Daya Racun : dinyatakan dalam satuan LD 50 ( dosis
(mg/kg berat zat tsb yang dapat menyebabkan
kematian pada 50 % binatang percobaan ) atau LC 50
2. Cara masuk kedalam tubuh : melalui kulit, tertelan atau
terhirup
3. Konsentrasi dan lama pemaparan
4. Efek kombinasi bahan kimia
5. Kerentanan Individu ( usia, status kese
hatan,kebiasaan merokok,status gizi ).
57
KLASIFIKASI B3
mudah meledak (explosive);
pengoksidasi (oxidizing);
sangat mudah sekali menyala (extremely flammable);
sangat mudah menyala (highly flammable);
mudah menyala (flammable);
amat sangat beracun (extremely toxic);
sangat beracun (highly toxic);
beracun (moderately toxic);
berbahaya (harmful);
korosif (corrosive);
bersifat iritasi (irritant);
berbahaya bagi lingkungan (dangerous to the Env.);
karsinogenik (carcinogenic);
teratogenik (teratogenic);
mutagenik (mutagenic). 58
MSDS dan Label
MSDS (Material Safety Data Sheet) adalah lembar data
keselamatan bahan yang secara garis besar memuat :
Identifikasi dari bahan : suplier, nama produk atau
code, penggunaan dan klasifikasi bahan
Komposisi dan ciri2 khusus:bentuk,warna, bau titik
didih
Tata cara penggunaan yang aman, penyim panan.
Label : diperlukan sebagai informasi yang cepat dapat
dikenal oleh pekerja sehingga dapat cepat lebih
berhati-hati . Cara pembelian label berbeda tiap negara
59
PRINSIP PENGENDALIAN B3
1. Identifikasi semua bahan kimia dan instalasi
2. Evaluasi untuk menentukan langkah2 /tindakan yang
diperlukan
3. Melakukan Pengendalian :
Pengendalian operasional(eliminasi, substitusi,
ventilasi, APD)
Pengendalian administrasi (pemasangan label,MSDS )
Inspeksi dan pemeliharaan sarana,prosedur dan
proses kerja yang aman
Pembatasan bahan kimia yang berbahaya sesuai
dengan NAB.
60
ALAT PELINDUNG DIRI
61
APD harus memenuhi ketentuan yaitu :
– Memberikan perlindungan yang cukup terhadap
bahaya yang spesifik
– Beratnya seringan mungkin dan nyaman
– Dapat dipakai secara fleksibel
– Bentuknya menarik
– Tidak mudah rusak
– Tidak menimbulkan bahaya-bahaya tambahan
– Memenuhi standar
– Tidak membatasi gerakan dan persepsi sensoris
pemakainya
– Suku cadang mudah didapatkan
62
ALAT PELINDUNG KEPALA
• Safety helmet (hard hat), untuk melindungi kepala
dari bahaya kejatuhan, terbentur dan terpukul oleh
benda-benda keras atau tajam.
• Hood, untuk melindungi kepala dari bahaya bahan-
bahan kimia, api dan panas radiasi.
• Hair cap (hair guard), untuk melindungi kepala dari
kotoran dan bahaya terjerat oleh mesin-mesin yang
berputar.
63
ALAT PELINDUNG MATA
Berfungsi untuk melindungi mata dari percikan bahan-bahan
korosif, kemasukan debu-debu atau partikel-partikel kecil
yang melayang, pemajanan gas-gas atau uap-uap yang
menyebabkan iritasi pada mata, radiasi dan benturan atau
pukulan benda-benda keras/tajam
Menurut bentuknya dapat digolongkan menjadi :
– Kacamata (spectacles) dengan atau tanpa pelindung
samping
– Goggles (cup type/box type)
– Tameng muka (face shield/face screen)
Lensa dari kacamata pengaman/goggles terbuat dari plastik
(polycarbonate, cellulose acetate, polycarbonate vinyl)
yang transparan atau kaca. 64
Untuk melindungi mata dari sinar infra merah & ultra
violet, lensa kacamata pengaman/goggles dilapisi
dengan cobalt (Co) dan diberi warna biru atau hijau
untuk mengurangi kesilauan.
Untuk melindungi mata dari bahaya radiasi sinar x,
lensa kacamata dilapisi dengan timah hitam (Pb).
65
66
ALAT PELINDUNG PERNAPASAN
Dalam pemilihan perlu mengetahui :
– Bentuk, kontaminan, kontaminan, tingkat bahaya
dalam pemaparan singkat kontaminan, dan
apakah terjadi defisiensi oksigen
Menurut fungsinya dibedakan:
– Air purifying respirator & Air supplying respirator
1. Air purifying respirator
– Melindungi dr debu,gas, mist, uap, fume, asap, fog
– Toksisitas dan kadar zat kimia rendah
– Cara kerja filtrasi, adsorbsi, absorbsi
2. Air supplying respirator
– Tidak dilengkapi filter / adsorbent
– Untuk kontaminan toksik (kekurangan oksigen)
– Dengan mensuplay O2 pada pemakai melalui silinder,
tangki atau kompresor dengan alat pengatur tekanan 67
68
69
ALAT PELINDUNG TANGAN
Menurut bentuknya
• Sarung tangan biasa (Gloves)
• Gaunlets (sarung tangan dilapisi plat logam)
• Mitts (sarung tangan yang keempat jarinya
dibungkus menjadi satu kecuali ibu jari)
70
ALAT PELINDUNG KAKI
Menurut jenis pekerjaan safety shoes dibedakan :
• Sepatu pengaman yang digunakan pada pengecoran baja
(foundry leggings) terbuat dari bahan kulit yang dilapisi
dengan krom atau asbes dan tinggi sepatu + 35 cm.
• Sepatu yang digunakan di tempat-tempat yang
mengandung bahaya peledakan tidak boleh memakai
paku-paku yang dapat menimbulkan percikan bunga api.
• Sepatu karet anti elektrostatik, digunakan untuk
melindungi dari bahaya listrik hubungan pendek. Sepatu
ini harus tahan terhadap tegangan listrik sebesar 10.000
volt selama 3 menit.
• Sepatu pengaman untuk pekerja bangunan, digunakan
untuk melindungi kaki dari bahaya tertusuk benda tajam,
kejatuhan benda berat atau terbentur oleh benda keras.
Sepatu ini terbuat dari kulit yang ujungnya dilengkapi
71
dengan baja.
72
73
74
Get documents about "