Lingkungan kerja 3

Categories
Tags
-
Stats
views:
765
posted:
9/16/2011
language:
Indonesian
pages:
74
Document Sample
scope of work template
							LINGKUNGAN KERJA



  Suryatri D., S.Si., M.T.



                             1
             PENGERTIAN
Lingkungan kerja adalah istilah generik yang mencakup
identifikasi dan evaluasi faktor-faktor lingkungan yang
memberikan dampak pada kesehatan tenaga kerja (ILO).
 Faktor bahaya lingkungan kerja
 Higene perusahaan
 Pengendalian bahaya besar
 Pestisida
 Bahan kimia berbahaya
 Sanitasi lingkungan
 Alat pelindung diri
 Limbah industri
                                                          2
          FAKTOR PENYEBAB KECELAKAAN
a)   Faktor fisik: Kebisingan , getaran mekanis, suhu udara
     (iklim kerja) pencahayaan, radiasi gelombang
     elektromagnetik baik yang mengion maupun yang tidak
b)   Faktor kimiawi: gas, uap, debu, fume, partikel, mist, kabut,
     cairan, larutan, padatan, dll.
c)   Faktor biologis: bakteri, virus, jamur, parasit, kuman,
     serangga, dan lain-lain
d)   Faktor fisiologis: sikap dan cara kerja yang salah,
     konstruksi mesin yang tidak sesuai dengan ukuran tubuh
     operatornya, waktu kerja, jam kerja dan lain-lain
e)   Faktor mental psikologis: hubungan kerja antar karyawan
     atau antara karyawan dengan atasannya yang kurang
     atau tidak baik, suasana kerja, pekerjaan yang monoton,
                                                           3
     dan lain sebagainya
             NILAI AMBANG BATAS
   Kadar dimana tenaga kerja sanggup menghadapinya dengan
    tidak menunjukkan penyakit atau kelainan dalam pekerjaan
    mereka sehari-hari untuk waktu 8 jam sehari dan 40 jam
    seminggu.

   Kegunaan:
      Sebagai standar untuk perbandingan.
      Pedoman perencanaan dan disain teknologi pengendalian
      Substitusi bahan yang berbahaya dengan yang kurang
       berbahaya
      Membantu menentukan gangguan kesehatan atau
       timbulnya penyakit akibat kerja
                                                         4
  FAKTOR FISIK : KEBISINGAN
Cara mudah mengetahui kebisingan, adalah jika anda:

• harus berteriak atau berbicara keras dari jarak
  rentangan tangan untuk dapat dimengerti oleh lawan
  bicara
• telinga berdengung jika meninggalkan lokasi kerja
• kesulitan menangkap pembicaraan biasa setelah kerja
• merasa pusing atau mengantuk karena kebisingan
• rekan kerja anda juga memiliki masalah yang sama atau
  telah diperiksa dokter didiagnosa mengalami gangguan
  pendengaran

                                                       5
   Kualitas kebisingan ditentukan oleh 2 (dua) hal yaitu
    intensitas dan frekuensinya.
   Satuan intensitas kebisingan dinyatakan dalam
    desibel A ( dB.A) dan satuan frekuensi dinyatakan
    dalam Hertz (Hz).
   Frekuensi suara yang dapat didengar oleh telinga
    manusia antara 20 Hz - 20.000 Hz.
   Biasanya suatu kebisingan terdiri dari campuran
    sejumlah gelombang dengan beraneka ragam
    frekuensi.
   Telinga manusia paling sensitif terhadap suara antara
    2.000 - 5.000 Hz


                                                            6
                             JENIS KEBISINGAN
 Kebisingan kontinyu (Steady State Noise) : dimana fluktuasi
  dari intensitas suara tidak lebih dari 6 dB. Misalnya suara
  kompressor, kipas angin, dapur pijar, mesin gergaji, dll.
 Kebisingan Intermitten (Interupted Noise) : dimana suara
  timbul dan menghilang secara perlahan-lahan. Misalnya
  suara lalu lintas dan suara pesawat udara yang tinggal
  landas.
 Kebisingan impulsif (Impulsive/Impact Noise) : kebisingan
  dimana waktu yang diperlukan untuk mencapai puncak
  intensitasnya tidak lebih dari 35 milidetik dan waktu yang
  diperlukan untuk penurunan intensitas sampai dengan 20 dB
  dibawah puncak tidak lebih dari 5000 milidetik. Contoh : suara
  pukulan palu, mesin plong                                  7
                   NAB KEBISINGAN
Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. Kep. 51/MEN/1999
   Waktu             Intensitas       Waktu             Intensitas
 pemajanan /        kebisingan      pemajanan /        Kebisingan
    Hari               (dB.A )         hari               (dB.A )
     8 jam              85           28,12 detik           115
     4 jam              88           14,06 detik           118
     2 jam              91            7,03 detik           121
     1 jam              94            3,52 detik           124
   30 menit             97            1,76 detik           127
   15 menit             100           0,88 detik           130
   7,5 menit            103           0,44 detik           133
  3,75 menit            106           0,22 detik           136
  1,88 menit            109           0,11 detik           139
  0,94 menit            112
Catatan : Tidak boleh terpajan lebih dari 140 dB.A, walaupun sesaat   8
                               EFEK KEBISINGAN
Pada Indera Pendengaran
• Trauma akustik  paparan tunggal dng int. tinggi atau
  tiba-tiba
• Ketulian sementara ( temporary threshold shift )
• Ketulian menetap ( permanen threshold shift )


Bukan pada Indera Pendengaran
• Gangguan komunikasi
• Gangguan tidur
• Gangguan pelaksanaan tugas
• Perasaan tidak senang / mudah marah
• Gangguan faal tubuh

                                                          9
PERALATAN SOUND LEVEL METER.




                           10
11
                PROGRAM PENGENDALIAN
                           KEBISINGAN


 Enginering control
  Pengendalian secara teknis terutama ditujukan pada
  sumber suara (prinsipnya mengurangi intensitas kebisingan)
  & transmisi suara sebelum mengenai naker.
    Sumber suara : desain mesin, mengoperasian alat,
     merawat mesin secara teratur




                                                        12
               PROGRAM PENGENDALIAN
                          KEBISINGAN
– Pada transmisi suara : machinery enclosure (total
  enclosure dan partial enclosure), barrier, peredam
  suara

   Absorbent      Transmision lose
   material       material            Damping material



                                                sealant
             Vibration isolator
                                                muffler

                                                          13
six building blocks of a well designed enclosure
              PROGRAM PENGENDALIAN
                         KEBISINGAN
 Administrative control
    Setiap prosedur yang bertujuan untuk membatasi
    pemaparan bising melalui pengendalian rencana
    kerja.
    Dilakukan dengan cara antara lain :
      Rotasi pekerjaan,
      Ruang kontrol,
      Penyelenggaraan pelatihan dan pendidikan,
      Pemantauan lingkungan kerja,
      Pemeriksaan kesehatan.
      Pemantauan lingkungan kerja (pengukuran
       intensitas kebisingan
                                                     14
                PROGRAM PENGENDALIAN
                           KEBISINGAN
   Alat Pelindung Diri
    Dibedakan menjadi 2 macam :
      Sumbat telinga (ear plug )
      Tutup telinga ( ear muff )

    Tingkat perlindungan yang diberikan tergantung pada :
      Alat pelindung telinga yang dipakai,
      Keadaan alat,
      Cara pemakaian,
      Cara pemeliharaan,
      Lamanya alat pelindung tersebut dipakai pada waktu
       kerja.


                                                            15
16
FAKTOR FISIK : SUHU / IKLIM KERJA
                        SETEMPAT




                                17
                          TEKANAN PANAS

                      Iklim Kerja


Suhu udara   Kelembaban   Kecepatan Suhu radiasi
                          aliran udara




               Produksi panas oleh tubuh


                Tekanan panas/Heat Stress
                                                   18
                           TEKANAN PANAS

 Heat stress adalah beban yang diterima oleh manusia,
  sedangkan heat strain adalah efek dari beban tersebut
  pada manusia.
 Suhu Udara dianggap nikmat bagi orang Indonesia ialah
  sekitar 24 °C – 26 °C dengan selisih udara didalam dan
  diluar gedung tidak boleh lebih dari 5 °C.
 Batas kecepatan angin dalam ruang kerja sekitar 0,25
  sampai 0,5 m / dt.




                                                      19
                              TEKANAN PANAS
     Aklimatisasi :
     Suatu proses adaptasi fisiologis yang ditandai dengan
     pengeluaran keringat yang meningkat, penurunan denyut
     jantung dan suhu tubuh. Proses ini biasanya memerlukan
     waktu 7 - 10 hari & aklimatisasi ini dapat menghilang
     dengan cepat apabila pekerja tidak masuk selama 1
     minggu
Cara untuk aklimatisasi:
 Hari I : pembebanan fisik & lamanya kerja diusahakan agar
  tidak melebihi 50 % dari yang sebenarnya.
 Hari II : beban dan lama kerja ditambah 10 %.

   Hari III sd VI akan tercapai 100 %.
                                                        20
21
          PENGENDALIAN LINGKUNGAN
                      KERJA PANAS
     Engineering Controlle
       • Isolasi Sumber Panas
       • Radiation shielding : Reflective shields, Absorbtive
         shielding, Transparant shielding, Flexible shielding
       • Local exhaust ventilation.
       • Localized cooling at work station.
       • Ventilasi umum (general ventilation)
   Administrative Controll
     Permeriksaan kesehatan sebelum kerja, berkala dan
      secara khusus.
     Pengadaan air minum harus disediakan dalam jumlah
      yang memadai
     Menyelenggarakan pelatihan dan pendidikan
     Pengaturan lamanya kerja dan istirahat            22
 PENGENDALIAN LINGKUNGAN
             KERJA PANAS

 Alat Pelindung Diri
   Kacamata (goggles),
   Topi,
   Celemek
   Pakaian kerja yang dilapisi dengan alumunium,
   Sarung tangan dari kulit atau gaunlets
   Sepatu kerja.




                                               23
24
25
    FAKTOR FISIK : PENERANGAN /
                   PENCAHAYAAN

   Adalah banyaknya cahaya yang jatuh pada suatu
    permukaan (illumination/illuminasi ) .
   Penerangan merupakan salah satu komponen agar
    pekerja dapat bekerja mengamati benda yang sedang
    dikerjakan secara jelas, cepat, nyaman dan aman .
   Penerangan yang memadai memberikan kesan
    pemandangan yang lebih baik dan keadaan
    lingkungan yang menyegarkan.
   Sebuah benda akan terlihat bila benda tersebut
    memantulkan cahaya baik yang berasal dari benda itu
    sendiri maupun berupa pantulan yang datang dari
    sumber cahaya lain.
                                                          26
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
      TINGKAT PENERANGAN
    Sumber Cahaya
    Daya Pantul ( Reflektivitas )
    Ketajaman penglihatan dipengaruhi :
        - ukuran objek / benda
        - cahaya pantul benda ( brightness )
        - Kontras – waktu pengamatan.
    Dampak penerangan yang buruk:
      ♠ Kelelahan mata yang berakibat berkurangnya
        daya dan efisiensi kerja
      ♠ Kelelahan mental
      ♠ Keluhan pegal didaerah sekitar mata
      ♠ Kerusakan indra penglihatan

                                                27
      5 PEDOMAN UNTUK MENGATUR
    PENERANGAN DALAM RUANG KERJA

   Permukaan dari semua bidang dan objek yang besar
    mempempunyai kecerahan yang merata.
   Bagian pusat dan tengah bidang yang diamati , kontras
    dari kecerahan permukaan tidak boleh melampaui rasio
    1:3
   Bagian Pusat dan pelatarannya atau didalam bagian luar
    dan bidang visual ,kontrasnya tidak boleh melebihi ratio
    1 : 10
   Permukaan yang cerah harus berada di Pusat bidang
    visual dan menggelap kearah pinggiran.
   Kontras yang melampaui dibagian bawah atau samping
    dari bidang visual akan lebih mengganggu dari pada
    bagian atas .                                            28
      HAL-HAL YANG PERLU DIHINDARI
   Jendela yang terang sekali.
   Papan hitam menempel pada dinding putih
   Benda-benda yang memantulkan.
   Bekerja menghadap jendela
Menanggulangi kecerahan yang berganti-ganti :
 Menutupi bagian mesin yang bergerak
 Menetralkan kecerahan(kombinasi warna yang sesuai )
 Memakai cahaya kontinyu.

Silau adalah gangguan utama pada penyesuaian dari retina .
 Macam Kesilauan :
     - Silau Relatif : kontras terlalui kuat didalam bidang visual
     - Silau mutlak : penerangan yang begitu tinggi  adaptasi
      tidak dimungkinkan
                                                               29
     - Silau adaptif : adaptif pada tingkat terang tertentu.
           PENCEGAHAN KESILAUAN

   Pemilihan lampu secara tepat.
   Penempatan sumber-2 cahaya terhadap meja kerja,
    mesin-2, dan penempatan jendela .
   Penggunaan alat-2 pelapis yang tidak mengkilat untuk
    dinding, lantai dan meja kerja
   Penyaringan sinar matahari langsung




                                                           30
         ALAT UKUR PENERANGAN
   Penerangan diukur dengan alat Lux Meter.
   Alat ini bekerja berdasar pengubahan energi cahaya menjadi
    tenaga listrik oleh foto electric cell.
   1 Lux = 1 lumen / m2
PERMEN PERBURUHAN No 7 Thn 1964 ( PASAL 14 )
Tentang : Syarat-syarat Kesehatan, Kebersihan serta
  Penerangan ditempat kerja : ( beberapa contoh )
♦ Penerangan untuk halaman dan jalan-jalan dalam lingkungan
  perusahaan, paling sedikit 20 lux
♦ Penerangan untuk pekerjaan yang hanya mem beda-bedakan
  barang kasar paling sedikit 50 lux
♦ Penerangan untuk pekerjaann yang hanya membeda-
  bedakan barang kecil secara sepintas lalu paling sedikit 100
  lux                                                          31
         FAKTOR FISIK : RADIASI
   Radiasi gelombang elektromagnetik :sinar laser,
    gelombang mikro, sinar infra merah dan sinar UV.
   Efek gelombang mikro :
      radiasi gelombang mikro yang pendek ( < 1 cm )
       diabsorbsi permukaan kulit  kulit seperti terbakar
      radiasi yang lebih panjang ( > 1 cm ) dapat
       menembus jaringan kulit yang lebih dalam .
   Efek radiasi UV :
     o Mata: peradangan selaput lendir atau konjugtiva
       (konjugtivitis) dan kornea ( keratitis )
     o Kulit: luka bakar (skin burn), elastosis (kulit kering
       dan keriput), perubahan warna kulit (hipo atau
       hiperpigmentasi ) dan kanker kulit .

                                                                32
• Efek IR :
    • Mata : katarak setelah pemaparan jauh
      dibawah dosis yang menyebabkan luka bakar
      pada kulit dan biasanya terjadi pada bagian
      belakang dari lensa mata.
    • pada kulit : menyebabkan pelebaran pembu
      luh darah (vasodilatasi) dan pada pema paran
      yang berulang dan menahun, radiasi ini akan
      menyebabkan perubahan warna kulit (hipo atau
      hiperpigmentasi). luka bakar pada kulit akan
      terjadi bila suhu kulit mencapai 45 oc.


                                                33
    PENGENDALIAN DAN PENCEGAHAN

   Sumber radiasi harus tertutup
   Berupaya menghindari atau berada pada jarak yang
    sejauh mungkin dari sumber-2 radiasi tersebut
   Berupaya agar tidak terus menerus kontak dengan
    benda-2 yang dapat menghasilkan radiasi
   Memakai APD seperti pakaian anti radiasi, kaca mata
    pelindung
   Secara rutin memantau kebocoran instalasi /.




                                                          34
35
36
FAKTOR FISIK : GETARAN MEKANIK
Jenis getaran
 Getaran seluruh tubuh,( Whole Body Vibration ) adalah
  suatu getaran yang terjadi karena adanya kontak antara
  tubuh (seluruh tubuh) dengan permukaan yang bergetar.
  Misalnya pengemudi traktor dimana seluruh tubuhnya
  akan bergetar karena adanya kontak antara tubuh dan
  tempat duduk dari traktor.
 Getaran setempat, adalah getaran yang terjadi pada
  bagian-bagian tubuh tertentu seperti tangan atau kaki
  yang kontak dengan permukaan yang sedang bergetar.
  Misalnya pekerja penggergajian kayu dengan
  menggunakan gergaji listrik; operator pengeboran yang
  menggunakan pneumatic drill.
                                                     37
                  EFEK GETARAN
1. Efek Fisik
   Efek fisik suatu getaran pada manusia adalah bersifat
   mekanis, sedangkan efek termis suatu getaran hanya
   terlihat pada frekuensi-frekuensi ultrasonik.

2. Efek Fisiologis
  Efek fisiologis misalnya resonansi subsistim kepala-
  bahu akan menyebabkan gangguan penglihatan.




                                                         38
39
                   NAB GETARAN
Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. Kep. 51/MEN/1999
 tentang nilai ambang batas faktor fisika di tempat kerja


       Jumlah waktu             Nilai percepatan pada
         pemajanan                 frekuensi dominan
       per hari kerja       m / det 2      Grafitasi (G)

 4 jam dan < 8 jam              4              0.40

 2 jam dan < 4 jam              6              0.61
 1 jam dan < 2 jam              8              0.81
 < 1 jam                        12             1.22
     Catatan : 1 G = 9.81 m / det 2
                                                            40
       PENCEGAHAN PENGARUH
                   GETARAN
   Isolasi sumber getaran
   Isolasi pekerja atau operator
   Mengurangi pemaparan terhadap getaran diselingi
    dengan waktu istirahat yang cukup.
   Melengkapi peralatan mekanis dengan menahan atau
    menyerap getaran
   Pemeriksaan kesehatan awal dan berkala.
   Memakai APD




                                                       41
             FAKTOR KIMIA
Sifat :
☼ Mudah terbakar : Benzena ,aceton, eter,hexsan
☼ Mudah meledak : Amonium Nitrat,Nitrogliserin
☼ Beracun : HCN
☼ Korosif : HCl.
☼ Oksidator: Perchlorat,peroksida organik , permanganat .
☼ Reaktif terhadap air : Natrium Hibrida,Karbid,Nitrida
☼ Asam kuat
☼ Radio aktif.




                                                        42
                          BENTUK
Bentuk fisik berpengaruh pada kesehatan, keselamatan,
  efisiensi dan produktivitas




☼   Gas : O2,CO,N2,CO2,SO2,NH3,NO2,H2S
☼   Uap : uap pelarut cat atau tiner, yang mengandung benzena,
    toluen, xylena dan derivat2nya.
☼   Padat : debu ,serat, atau partikel yang dapat berasal dari
    debu rokok, debu logam berat debu mineral (asbes dan
    silika), aerosol, fume, dan debu yang mempunyai ukuran
    mulai mikron sampai ratusan mikron
☼   Cair seperti liquid : misalnya titik cairan semprotan pembasmi
                                                                 43
    serangga.
   KELOMPOK BAHAN KIMIA BERUPA PARTIKEL

    JENIS PARTIKEL                  PENGARUH

Kapas,sabun,bubuk,kertas Perangsangan

Pb, As, Mn,                Toksik ( beracun )

Debu kwarsa, Asbes         Fibrosis paru

Tepungsari,kapas,wool,bul Allergi
u kucing
Fume/ uap logam Zn         Menimbulkan demam

Kayu,aluminium,kapur       Inert (mengganggu kenya
                           manan )
                                                     44
       KELOMPOK BAHAN KIMIA NON PARTIKEL
              (BERUPA GAS/UAP)


       Jenis gas/uap              Pengaruh

NH3,HCL,H2S,           Perangsangan

Metan,N2,CO2,Helium,   Aspiksian ( sesak napas )

Trichloretilen         Anestesi

CCl4                   Merusak alat2 dalam

Benzena                Merusak susunan darah

Paration               Merusak susunan syaraf.
                                                   45
  NAB BAHAN KIMIA DI TEMPAT KERJA
Ditetapkan Menaker melalui Surat Edaran No.01/SE/MEN/1997.

Ada 3 kategori NAB yang spesifik untuk bahan kimia :
   NAB rata-rata selama 8 jam: yaitu kadar bahan kimia rata-rata
    dilingkungan kerja selama 8 jam/hari atau 40 jam/minggu
    dimana hampir semua naker dapat terpajan berulang-ulang,
    sehari-hari dalam melakukan pekerjaan tanpa mengakibatkan
    gangguan kesehatan maupun PAK
•   NAB batas pemaparan singkat: yaitu kadar tertentu bahan
    kimia diudara lingkungan kerja dimana hampir semua naker
    yang terpajan terus menerus dalam waktu singkat yaitu tidak
    lebih dari 5 menit atau tidak lebih dari 4 kali pemajanan perhari
    kerja tanpa menderita gangguan iritasi,kerusakan atau
    perubahan jaringan yang kronis serta efek narcosis (PSD :
    Pemajanan Singkat yang Diperkenankan
•   NAB tertinggi: yaitu kadar tertinggi bahan kimia diudara
    lingkungan kerja setiap saat yang tidak boleh dilewati selama
    melakukan pekerjaan (KTD : Kadar Tertinggi Diperkenankan)
                                                                 46
       FAKTOR BIOLOGI, FISIOLOGI &
                        PSIKOLOGI
   Faktor biologi: Pekerja di pertanian, perkebunan, kehutanan,
    pertambangan dan peternakan yang umumnya terkena penyakit
    akibat faktor biologis tersebut.
   Faktor fisiologi (ergonomi) : merupakan beban tambahan bagi
    naker disebabkan sikap kerja yang salah, antropometri manusia
    dihubungkan dengan alat kerja. Mis: beban angkut, kelelahan.
    Perlu pengaturan jam kerja dan istirahat, kerja kelompok (regu
    kerja)
   Faktor psikologi : mempengaruhi kesehatan jiwa , rasa tidak
    nyaman terhadap pekerjaan  penurunan produktivitas. Misal :
     - Hubungan antar manusia ditempat kerja,
     - Sistim kerja seperti cara & pengaturan jam kerja
     - Kondisi sosial ekonomi (tingkat ketrampilan & upah rendah).
     - Lingkungan kerja fisik,kimia, biologi dan fisiologi
                                                               47
SANITASI LINGKUNGAN




                      48
PENGERTIAN
Usaha kesehatan masyarakat lingkungan industri
dengan mengadakan pencegahan penyebaran
penyakit menular atau lain-lain gangguan
terhadap kesehatan naker yang penyebabnya
tidak bisa dipisahkan dari proses produksi
Ruang lingkup:
  Penyediaan air: untuk kebutuhan naker, produksi, MR)
  Sanitasi makanan
  Pemeliharaan fasilitas industri
  Pencegahan dan pembasmian vektor dan rodent
  Pembuangan limbah
  kelengkapan fasilitas kebersihan
  Tata rumahtangga perusahaan
                                                         49
 Pencegahan dan Pembasmi Vektor :
    Serangga mampu memindahkan bibit penyakit
     kedalam tubuh manusia melalui kulit ataupun
     selaput ledir dan menyebarkan penyakit.
    Membersihkan gudang atau tempat
     penimbunan barang lainnya guna menghindari
     berkembang biaknya serangga dan tikus
 Perlengkapan fasilitas kebersihan :
    tempat cuci tangan dan tempat mandi
    WC yang memenuhi persyaratan
    ruang makan / kantin.



                                                   50
TATA RUMAHTANGGA PERUSAHAAN
 Kebersihan, kerapihan, keteraturan
 Elemen program housekeeping yang efektif
    Menghilangkan debu
    Fasilitas terhadap pekerja
    Permukaan dinding dan lantai
    Pencahayaan
    Gang dan marka
    Kontrol ceceran cairan
    Peralatan
    Perawatan
    Pembuangan sampah
    Penyimpanan
                                            51
PENGENDALIAN
BAHAYA BESAR



               52
   Pengendalian bahaya besar menyangkut soal
    pencegahan, dan pengurangan akibat kecelakaan
    besar yaitu kecelakaan yang dapat membahayakan
    orang-2 dan harta benda tidak saja diperusahaan itu
    sendiri, tetapi juga lingkungan sekeliling perusahaan.
   Kecelakaan Besar :
      Terjadi karena kekuatan alam adalah : gempa
       bumi, letusan gunung, banjir, dan taufan.
      Karena ulah manusia : kecelakaan kapal laut,
       tabrakan kereta api, jebolnya bendungan air,
       jatuhnya pesawat terbang,
      Kecelakaan industri : meledaknya ketel uap,
       kebocoran bahan kimia, kebakaran besar dan
       peledakan.
                                                         53
      PENGENALAN TANGGAP DARURAT
             ( EMERGENCY RESPON )
 Untuk mengatasi resiko yang masih ada setelah semua
  tindakan pencegahan/ pengendalian yang sesuai dilakukan .
 Rencana tanggap darurat dibagi 2 :
 - rencana darurat didalam perusahaan, bertujuan:
        akibat dari keadaan darurat dapat ditekan sekecil
         mungkin. Oki usaha dipusatkan ke arah penampungan
         kebocoran dan pemadam kebakaran.
 - rencana darurat diluar lingkungan perusahaan, bertujuan:
        memberi informasi kepada orang2 yang akan dimintai
         bantuan
        untuk memberitahu mereka yang mungkin akan
         menjadi korban dari suatu kecelakaan besar.
        jika pemadam kebakaran atau regu penolong dari luar
                                                             54
         perusahaan akan diminta bantuan .
      KECELAKAAN BESAR DAPAT DICEGAH

   Design pengolahan
   Tata letak perusahaan
   Design Instalasi
   Konstruksi
   Operasi
   Perawatan
   Manajemen yang baik.




                                  55
B3




     56
    FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
              TINGKAT BAHAYA

1. Daya Racun : dinyatakan dalam satuan LD 50 ( dosis
   (mg/kg berat zat tsb yang dapat menyebabkan
   kematian pada 50 % binatang percobaan ) atau LC 50
2. Cara masuk kedalam tubuh : melalui kulit, tertelan atau
   terhirup
3. Konsentrasi dan lama pemaparan
4. Efek kombinasi bahan kimia
5. Kerentanan Individu ( usia, status kese
   hatan,kebiasaan merokok,status gizi ).


                                                        57
                           KLASIFIKASI B3
   mudah meledak (explosive);
   pengoksidasi (oxidizing);
   sangat mudah sekali menyala (extremely flammable);
   sangat mudah menyala (highly flammable);
   mudah menyala (flammable);
   amat sangat beracun (extremely toxic);
   sangat beracun (highly toxic);
   beracun (moderately toxic);
   berbahaya (harmful);
   korosif (corrosive);
   bersifat iritasi (irritant);
   berbahaya bagi lingkungan (dangerous to the Env.);
   karsinogenik (carcinogenic);
   teratogenik (teratogenic);
   mutagenik (mutagenic).                               58
                              MSDS dan Label

   MSDS (Material Safety Data Sheet) adalah lembar data
    keselamatan bahan yang secara garis besar memuat :
      Identifikasi dari bahan : suplier, nama produk atau
       code, penggunaan dan klasifikasi bahan
      Komposisi dan ciri2 khusus:bentuk,warna, bau titik
       didih
      Tata cara penggunaan yang aman, penyim panan.

 Label : diperlukan sebagai informasi yang cepat dapat
  dikenal oleh pekerja sehingga dapat cepat lebih
  berhati-hati . Cara pembelian label berbeda tiap negara


                                                            59
PRINSIP PENGENDALIAN B3
1. Identifikasi semua bahan kimia dan instalasi
2. Evaluasi untuk menentukan langkah2 /tindakan yang
   diperlukan
3. Melakukan Pengendalian :
     Pengendalian operasional(eliminasi, substitusi,
      ventilasi, APD)
     Pengendalian administrasi (pemasangan label,MSDS )
     Inspeksi dan pemeliharaan sarana,prosedur dan
      proses kerja yang aman
     Pembatasan bahan kimia yang berbahaya sesuai
      dengan NAB.




                                                      60
ALAT PELINDUNG DIRI




                      61
APD harus memenuhi ketentuan yaitu :
  – Memberikan perlindungan yang cukup terhadap
    bahaya yang spesifik
  – Beratnya seringan mungkin dan nyaman
  – Dapat dipakai secara fleksibel
  – Bentuknya menarik
  – Tidak mudah rusak
  – Tidak menimbulkan bahaya-bahaya tambahan
  – Memenuhi standar
  – Tidak membatasi gerakan dan persepsi sensoris
    pemakainya
  – Suku cadang mudah didapatkan
                                                62
       ALAT PELINDUNG KEPALA

• Safety helmet (hard hat), untuk melindungi kepala
  dari bahaya kejatuhan, terbentur dan terpukul oleh
  benda-benda keras atau tajam.
• Hood, untuk melindungi kepala dari bahaya bahan-
  bahan kimia, api dan panas radiasi.
• Hair cap (hair guard), untuk melindungi kepala dari
  kotoran dan bahaya terjerat oleh mesin-mesin yang
  berputar.




                                                        63
       ALAT PELINDUNG MATA
  Berfungsi untuk melindungi mata dari percikan bahan-bahan
  korosif, kemasukan debu-debu atau partikel-partikel kecil
  yang melayang, pemajanan gas-gas atau uap-uap yang
  menyebabkan iritasi pada mata, radiasi dan benturan atau
  pukulan benda-benda keras/tajam
Menurut bentuknya dapat digolongkan menjadi :
  – Kacamata (spectacles) dengan atau tanpa pelindung
    samping
  – Goggles (cup type/box type)
  – Tameng muka (face shield/face screen)
   Lensa dari kacamata pengaman/goggles terbuat dari plastik
     (polycarbonate, cellulose acetate, polycarbonate vinyl)
     yang transparan atau kaca.                           64
Untuk melindungi mata dari sinar infra merah & ultra
violet, lensa kacamata pengaman/goggles dilapisi
dengan cobalt (Co) dan diberi warna biru atau hijau
untuk mengurangi kesilauan.
Untuk melindungi mata dari bahaya radiasi sinar x,
lensa kacamata dilapisi dengan timah hitam (Pb).




                                                     65
66
    ALAT PELINDUNG PERNAPASAN
  Dalam pemilihan perlu mengetahui :
     – Bentuk, kontaminan, kontaminan, tingkat bahaya
       dalam pemaparan singkat kontaminan, dan
       apakah terjadi defisiensi oksigen
  Menurut fungsinya dibedakan:
     – Air purifying respirator & Air supplying respirator
1. Air purifying respirator
    – Melindungi dr debu,gas, mist, uap, fume, asap, fog
    – Toksisitas dan kadar zat kimia rendah
    – Cara kerja filtrasi, adsorbsi, absorbsi
2. Air supplying respirator
    – Tidak dilengkapi filter / adsorbent
    – Untuk kontaminan toksik (kekurangan oksigen)
    – Dengan mensuplay O2 pada pemakai melalui silinder,
       tangki atau kompresor dengan alat pengatur tekanan   67
68
69
     ALAT PELINDUNG TANGAN
Menurut bentuknya
• Sarung tangan biasa (Gloves)
• Gaunlets (sarung tangan dilapisi plat logam)
• Mitts (sarung tangan yang keempat jarinya
  dibungkus menjadi satu kecuali ibu jari)




                                                 70
          ALAT PELINDUNG KAKI
Menurut jenis pekerjaan safety shoes dibedakan :
• Sepatu pengaman yang digunakan pada pengecoran baja
  (foundry leggings) terbuat dari bahan kulit yang dilapisi
  dengan krom atau asbes dan tinggi sepatu + 35 cm.
• Sepatu yang digunakan di tempat-tempat yang
  mengandung bahaya peledakan tidak boleh memakai
  paku-paku yang dapat menimbulkan percikan bunga api.
• Sepatu karet anti elektrostatik, digunakan untuk
  melindungi dari bahaya listrik hubungan pendek. Sepatu
  ini harus tahan terhadap tegangan listrik sebesar 10.000
  volt selama 3 menit.
• Sepatu pengaman untuk pekerja bangunan, digunakan
  untuk melindungi kaki dari bahaya tertusuk benda tajam,
  kejatuhan benda berat atau terbentur oleh benda keras.
  Sepatu ini terbuat dari kulit yang ujungnya dilengkapi
                                                            71
  dengan baja.
72
73
74

						
K3 - listrik
Views: 2092  |  Downloads: 296
K3 KESEHATAN LINGKUNGAN
Views: 563  |  Downloads: 8
DjokoW _K3 KONSTRUKSI_
Views: 227  |  Downloads: 8
Diklat K3 SMK - Syarif 2003
Views: 403  |  Downloads: 1
PERMEN 04 MEN 1985 pesawat tenaga _ produksi
Views: 787  |  Downloads: 3
PERMEN 05 MEN 1985 pswt angkat _ angkut
Views: 613  |  Downloads: 5
BUDAYAKERJA
Views: 79  |  Downloads: 1
k3 Perlengkapan Uap
Views: 100  |  Downloads: 0
k3 BEJANA TEKANAN
Views: 2409  |  Downloads: 48
Lingkungan kerja 3
Views: 734  |  Downloads: 11