K3 - listrik

					PENGAWASAN
 K3-LISTRIK




         Oleh :
       SUPAAT
Tujuan pembelajaran:
Setelah mengikuti pembelajaran ini
peserta diharapkan dapat menjelaskan:
  1. Pengertian pengawasan K3 listrik
  2. Dasar hukum K3 listrik
  3. Ruang lingkup K3 listrik
  4. Sistem proteksi petir
  5. Sistem pengamanan listrik
  6. Syarat syarat K3 lift
  7. Sistem pengawasan K3 Listrik,
     Instalasi Penyalur Petir dan Lift
I. PENDAHULUAN
  Data kec. listrik (PLN) 95-99.
   Jumlah kasus 1.458 kasus kecelakaan
   N Korban tewas 818 orang
   N Karyawan 183 orang &
   N Masyarakat 635 orang
    Luka serius 476 orang
   $   Kasus kebakaran 741 kasus
   $   Gangguan teknis 2720 kasus
   $   Kerugian Rp. 25.5 milyar
              PENGERTIAN
         PENGAWASAN K3 LISTRIK
         1. Instalasi listrik mulai dari pembangkit
            tenaga listrik sampai titik penggunaan
            akhir atau ke konsumen
         2. Peralatan listrik yaitu setiap alat yang
            memakai tenaga listrik seperti Lift, Motor
            Listrik dsb.
         3. Perlengkapan listrik yaitu komponen-
            komponen yang diperlukan pada jaringan
            instalasi

Tegangan sentuh yang berbahaya:
N > 50 V a.c. di ruang normal,
N > 25 V a.c. di ruangan lembab
                        Ruang lingkup pengawasan K3 Listrik
                        Tersirat dalam Bab II pasal 2 ayat 2 huruf q
PENGAWASAN K3 LISTRIK




                        Pada UU no 1 tahun 70
   RUANG LINGKUP




                        1. Dari Pembangkitan
                        2. Jaringan transmisi Teg. Extra Tinggi (TET)
                        3. Jaringan tegangan tinggi
                        4. Jaringan tegangan menengah
                        5. Jaringan tegangan rendah
                        6. Sampai ketempat kerja
                        Memperhatikan Pasal 3 ayat 1 huruf q UU no 1/70
                        Mencegah terkena aliran listrik
Jaringan tiga fasa
Energi listrik disalurkan ke konsumen melalui
jaringan tiga fasa dengan sistem 4 kawat yang terdiri
dari L1, L2, L3 dan N
Jaringan distribusi dibagi menjadi 3 sistem yaitu:
                                      Dasar hukum :
Undang undang No 1 tahun 1970
     Keselamatan Kerja


                                Pasal 2 ayat (2) huruf q
                                (Ruang lingkup)
                                Setiap tempat dimana listrik
                                dibangkitkan, ditranmisikan,
                                dibagi-bagikan, disalurkan dan
                                digunakan
                                        Dasar hukum :
Undang undang No 1 tahun 1970

                                Pasal 3 ayat (1) huruf q
                                (Objective)
     Keselamatan Kerja




                                Dengan peraturan perundangan
                                ditetapkan syarat-syarat keselamatan
                                kerja untuk:
                                q. mencegah terkena aliran listrik
                                   berbahaya
                                 Dasar hukum :
Undang undang No 1 tahun 1970
     Keselamatan Kerja
                                      Peraturan
                                Menteri Tenaga Kerja &
                                   Transmigrasi RI

                                 No Kep 75/Men/2002

                                    Pemberlakuan
                                      PUIL 2000
                                   Dari ketentuan diatas :
PENGAWASAN K3 LISTRIK MENGIKUTI
 PUIL 2000 SEBAGAI GENERASI KE 5


                                   Bidang garapan PUIL meliputi:
                                   1.   Perencanaan
                                   2.   Pemasangan
                                   3.   Pengoperasian
                                   4.   Pemeliharaan
                                   5.   Pengujian listrik
SEJARAH PUIL 2000 YANG MENJADI BAGIAN DARI
           STANDART K3 LISTRIK




Peraturan
KHUSUS B    Peraturan
            Khusus B
                        Peraturan
                        04/78
                                    Peraturan
                                    04/88
Terdapat dua jenis resiko utama :

1. Arus kejut listrik
2. Arus berlebihan (kebakaran, atau efek lain)


Sistem Proteksi :
1. Proteksi dari arus kejut listrik meliputi:
   a. Proteksi sentuh langsung
   b. Proteksi sentuh tidak langsung
2. Proteksi dari arus lebih meliputi:
   a. Pengaman lebur
   b. MCB
3. Proteksi dari efek thremal
4. Proteksi dari arus bocor
           Bahaya kejut listrik
           • Langsung
           • Tidak langsung




t (detik) 1,0 0,8 0,6 0,4 0,3 0,2
E (Volt) 90 100 110 125 140 200
I (mA) 180 200 250 280 330 400
MENGAPA ORANG BISA KESTROM ?
    Supaya tidak kestrom maka
     perlu dipasang pengaman
• Pengaman diperuntukkan untuk melindungi
  manusia, harta benda dan Instalasinya.
• Pengaman dapat dibedakan menjadi 2
  macam yaitu:
  a. Pengaman terhadap sentuhan langsung
  b. Pengaman terhadap sentuhan tidak
     langsung
1. Pengaman terhadap bahaya sentuh langsung.
  Yang dimaksud dengan sentuh langsung adalah:Menyentuh
  langsung pada bagian aktif perlengkapan atau instalasi listrik.
  Bagian aktif adalah bagian pada perlengkapan atau instalasi listrik
  dalam keadaan kerja normal umumnya bertegangan atau dialiri arus
  listrik.
  Contoh:

     Sentuhan langsung pada hantaran   Sentuhan langsung pada perleng
     bertegangan                       kapan listrik
2. Pengaman terhadap bahaya sentuh tidak langsung.
   Yang dimaksud dengan bahaya sentuh tidak langsung adalah:
   Menyentuh pada Bagian Konduktif Terbuka (BKT) perlengkapan
   atau instalasi listrik akibat kegagalan isolasi sehingga menjadi
   bertegangan.
   Contoh:
Memanjat pohon diwaktu hujan dapat
tersengat aliran listrik




                                       Memanjat layangan kondisi basa
                                       dapat tersengat aliran listrik
 Pengaman yang dapat mengamankan
    MANUSIA dari sentuhan langsung
      maupun tidak langsung adalah:


       ELCB
 Sedangkan Pengaman lebur dan
MCB hanya mengamankan Instalasi
                  IP
    ( International Protection)
Artinya:
     Sistem kode untuk menunjukkan
     tingkat proteksi yang diberikan oleh
     selungkup dari sentuh langsung
     kebagian yang berbahaya.
Misalnya: Dari masuknya benda asing
          padat dan masuknya air.
PROTEKSI BAHAYA
“JARAK AMAN”
Jarak aman atau diluar jangkauan
Tegangan kV       Jarak cm
    1                      50
    12                     60
    20                     75
    70                     100
    150                125
    220                160
    500                300
   SISTEM PENGAMANAN
“ISOLASI LANTAI KERJA”
                                          Rd 3000         V

                                                      V2
                                        75 kg         V1


                  Pelat logam            Kayu
                  25 x 25 x 0,2 Cm
                      Kain basah 27 x 27 Cm

        ISOLASI LANTAI KERJA (R1)
               R1 = Rd ( V1/V2 -1) Ohm
TANAH
               R1 min. 50 kilo Ohm
Proteksi bahaya
N Sentuhan tidak langsung
1.   Sistem TT atau
     Pembumian Pengaman (PP)
2.   Sistem IT atau
     Hantaran pengaman (HP)
3.   Sistem TN atau
     Pembumian Netral Pengaman (PNP)
1.        Sistem TT atau Pembumian Pengaman (PP)

     L1
                              Membumikan titik netral di
     L2
                              sumbernya dan membumikan
     L3
     N                        pada BKT instalasi dan BKT
                              perlengkapan listrik.


                              Bila terjadi kegagalan
                              isolasi, teganan suplai akan
                         PE
                              terputus karena alat
                              proteksi bekerja otomatik
     SISTEM PEMBUMIAN PENGAMAN
L1
L2
L3
N




SATU FASE             TIGA FASE
2. Sistem IT atau Hantaran pengaman (HP) Tujuan
pembumian :
    Bila terjadi arus bacor atau hubung singkat, arus akan
tersalur ke bumi melalui penghantar pengaman sehingga
arus meningkat dan pengaman akan terputus secara
otomatik

                      Fasa tunggal 3 kawat
                                            Penghantar Aktif
                                       Penghantar Nol/Netral
                                         Hantaran pengaman
       SISTEM HANTARAN PENGAMAN
L1/R
L2/S
L3/T
 N
 PE
     WAKTU PEMUTUSAN
        SISTEM IT
              WAKTU PEMUTUSAN
TEGANGAN           (detik)
  (volt)      N tdk        N terdistribusi
           terdistribusi
 120-240       0,8               5
 230/400       0,4              0,8
 400/690       0,2              0,4
580’1000        0,1             0,2
3. Sistem TN atau
  Pembumian Netral Pengaman (PNP)
                    Fasa tunggal 3 kawat




          Nol &
         Ground
      dihubungkan
 SISTEM HANTARAN NETRAL PENGAMAN
 L1
 L2
 L3
N/PE
KELENGKAPAN PENGAMAN
SIRKIT MOTOR
PUIL 2000 Ayat 5.5.1.3
                                         PENGAMAN HUBUNG PENDEK



 PENGAMAN HUBUNG PENDEK

        SARANA PEMUTUS




                               KENDALI


    PENGAMAN BEBAN LEBIH


                           M
PENGAMAN HUBUNG SINGKAT
PUIL 2000 Ayat 556
                                                        SETELAN MAK
                                                       218 + 68 = 286 A


                                        SETELAN MAK
       KHA. MIN.
                                     108 + 42 + 68 = 218A      1,5 In
  1.25 (68) + 42 + 54 =
                                                               = 102A
         170,8A


SETELAN MAK           2,5 In 1        2 In2          1,5 In 3   4
                      = 105A         = 108A          = 102A
                                                     MOTOR ROTOR LILIT
 KHA. MIN.
                                                          In.4 = 68 A
  1.25 In
                  1              2               3
  MOTOR SANGKAR                               MOTOR ROTOR LILIT
    In.1 = 42 A MOTOR SEREMPAK                   In.3 = 68 A
                  In.2 = 54 A
            KEMAMPUAN HANTAR ARUS
KHA kabel listrik ditentukan oleh jenis bahan
konduktornya dan ukuran penampangnya
(Periksa tabel PUIL)



        SYARAT K3
   KHA : MIN 1,25 X I
        nominal
                 RESISTAN ISOLASI

PANEL      R-S   R-T   T-S   R-N   R-G   S-N S-G   T-N   T-G   N-G

P1- P1.1


p1-P1.2


P1-P1.3     1000 Ohm /Volt (diruang normal)
             100 Ohm / Volt (diruang lembab)
P1.P1.4


P1.P1.5

P1-P1.6
KELENGKAPAN SIRKIT MOTOR             •   JENIS KABEL FRC
POMPA KEBAKARAN                      •   DARI SISI IN COMING
                                     •   SEBELUM SAKELAR UTAMA




BILA SUPLAI LISTRIK                      KARAKTERISTIK PENGAMAN
TERPUTUS HARUS ADA                       HUBUNG PENDEK, TERBUKA
INDIKASI ALARM                           BILA MERASAKAN 600% In
                                         DALAM WAKTU 20 - 50 DETIK



                           KENDALI

TIDAK PERLU
PENGAMAN BEBAN LEBIH
G
          1   HYDRANT
          2   SPRINGKLER
          3   LIFT
          4   PRESSURIZED FAN
          5   EMERGENCY
          6   MDB
                   Suplai daya listrik untuk
                   sarana keselamatan
    MDB            tidak beleh terganggu
                   pada kondisi apapun
          1
          2
          3
          4
          5
          6. Spare
     AWAN KE AWAN


 Arus : 5.000 ~ 200.000 A
 Panas: 30.000 oC

             AWAN KE BUMI

KERUSAKAN
• THERMIS,
• ELEKTRIS         Sasaran
  ,
• MEKANIS,   OBYEK YANG TERTINGGI
Petir
  BAHAYA SAMBARAN PETIR


• SAMBARAN
  LANGSUNG
                 SAMBARAN TIDAK
                     LANGSUNG
             .
Ref
1. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No Per 02/Men/1989
   tentang instalasi penyalur petir
   Berlaku untuk sistem proteksi eksternal / proteksi
   bahaya sambaran langsung

2. SNI 04- 0225 2000 (PUIL 2000)
   Sebagai rujukan untuk sistem proteksi internal / proteksi
   bahaya sambaran tidak langsunglangsung



Instalasi penyalur petir yang tidak
memenuhi syarat dapat mengundang bahaya
Ref
1. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No Per 02/Men/1989
   tentang instalasi penyalur petir
   Berlaku untuk sistem proteksi eksternal / proteksi
   bahaya sambaran langsung

2. SNI 04- 0225 2000 (PUIL 2000)
   Sebagai rujukan untuk sistem proteksi internal / proteksi
   bahaya sambaran tidak langsunglangsung



Instalasi penyalur petir yang tidak
memenuhi syarat dapat mengundang bahaya
              KONSEP PROTEKSI BAHAYA
                      SAMBARAN PETIR
PERLINDUNGAN SAMBARAN LANGSUNG
  Dengan memasang instalasi penyalur petir pada
  bangunan
  Jenis instalasi :
  - Sistem Franklin
  - Sistem Sangkar Faraday
  - Sistem Elektro statik


PERLINDUNGAN SAMBARAN TIDAK LANGSUNG
  Dengan melengkapi peralatan penyama tegangan
  pada jaringan instalasi listrik (Arrester)
                       INSTALASI PENYALUR PETIR
                     PERMENAKER PER-02 MEN/1989
                              SISTEM FRANKLIN
                           BAGIAN BAGIAN PENTING

                        PENERIMA
Sudut perlindungan        (AIR TERMINAL)
       112 o

                             HANTARAN PENURUNAN
                              (DOWN CONDUCTOR)

                                HANTARAN PEMBUMIAN
                                   (GROUNDING)

                                     Resistan pembumian
                                          mak 5 ohm
Instalasi penyalur petir
yang tidak
memenuhi syarat dapat
mengundang bahaya




                           Grounding tidak sempurna

                                  Berbahaya
Pengawasan K3                 +++++++
                             +++++++++
Instalasi Penyalur Petir      +++++++
                           - - - - - - -
                            - - - - - -
PERMENAKER
                              - - - - -
No. PER 02/MEN/1989
Tentang
Instalasi Penyalur Petir

Ruang lingkup :
Sistem eksternal

Jenis :
 konvensi onal &
elektrostatik
           PERTIMBANGAN PEMASANGAN
            INSTALASI PENYALUR PETIR

INDEK RESIKO BAHAYA SAMBARAN PETIR
A : Peruntukan bangunan   (-10   0   1    2    3   5   15)
B : Struktur konstruksi   (0     1   2    3)
C : Tinggi bangunan       (0     2   3    4    5   -   10)
D : Lokasi bangunan       (0     1   2)
E : Hari guruh            (0     1   2    3    4   -   7)

R    =A+B+C+D+E
     <   11       ABAIKAN
     =   11       KECIL
     =   12       SEDANG
     =   13       AGAK BESAR
     =   14       BESAR
     >   14       SANGAT BESAR
INDEK RESIKO BAHAYA SAMBARAN PETIR
A:   Peruntukan bangunan
     Rumah tinggal                       :    1
     Bangunan umum                       :    2
     Banyak orang                        :    3
     Instalasi gas,minyak, rumah sakit   :    5
     Gudang handak                       :    15

B:   Struktur konstruksi
     Steel structure                          :    0
     Beton bertulang, kerangka baja atap logam:    1
     Beton bertulang, atap bukan logam        :    2
     Kerangka kayu atap bukan logam           :    3

C:   Tinggi bangunan
     INDEK RESIKO BAHAYA SAMBARAN PETIR

C:   Tinggi bangunan
     s/d          6m      :   0
                  12 m    :   2
                  17 m    :   3
                  25 m    :   4
                  35 m    :   5
                  50 m    :   6
                  70 m    :   7
                  100 m   :   8
                  140 m   :   9
                  200 m   :   10
INDEK RESIKO BAHAYA SAMBARAN PETIR
D : Lokasi bangunan
    Tanah datar : 0
    Lereng bukit : 1
    Puncak bukit : 2

E : Hari guruh per tahun
       2 : 0
       4 : 1
       8 : 2
       16 : 3
       32 : 4
       64 : 5
       128    : 6
       156    : 7
  Harus dipasang instalasi     SNI 225 - 1987
  PROTEKSI PETIR               PUIL-1987
(Sistem internal protection)   (820 - B.16 dan - C.4)




  Ruangan berpotensi
   bahaya ledakan
  gas/uap/debu/serat

				
DOCUMENT INFO
Categories:
Tags:
Stats:
views:1603
posted:9/16/2011
language:Indonesian
pages:58