Docstoc

Sejarah Mikrobiologi Kedokteran color

Document Sample
Sejarah Mikrobiologi Kedokteran color Powered By Docstoc
					           MIKROBIOLOGI
Pendahuluan :
  Mikrobiologi kedokteran
  Sejarah mikrobiologi
  kedokteran
  Klasifikasi/taxonomi /
  nomenklatur
  Morfologi bakteri
  Struktur bakteri
  mikroskopi

                            Asih Rahayu,drh.,M.Kes
                                   Lab.mikrobiologi
                                          Fk uwks
        MIKROBIOLOGI KEDOKTERAN
• Merupakan pengetahuan tentang :
 mikroorganisme penyebab penyakit infeksi pada manusia
  termasuk organisme yang dapat ditularkan dari hewan
  kepada manusia (zoonosis)
 reaksi host terhadap infeksi tersebut

•    Meliputi aspek – aspek:
1.   Etiologi
2.   Patogenesis
3.   Diagnosis Laboratorium
4.   Pengobatan
5.   Epidemiologi
6.   Pengendalian infeksi
• Mikrobiologi Kedokteran mempunyai
  hubungan yang erat dengan disiplin ilmu
  kedokteran yang lain (e.g. Patologi
  Anatomi, Patologi Klinik, Epidemiologi,
  Farmakologi, Interna, Bedah etc.)
• Merupakan salah satu cabang BIOLOGI
• Mikrobiologi terdiri dari banyak cabang
  (e.g. Mikrobiologi Kedokteran, Mikrobiologi
  Industri, Mikrobiologi Makanan,
  Mikrobiologi Lingkungan, Mikrobiologi
  tanaman etc.)
• RUANG LINGKUP MIKOBIOLOGI kedokteran:
1. Bakteriologi : tentang Bakteri
2. Virologi         :tentang virus / virion
3. Mikologi         :tentang fungi / jamur
4. Parasitologi     :tdd : helminthologi (tentang
   helminth / cacing) ; Protozologi(tentang Protozoa) &
   Entomologi (tentang arthropoda)
5. Immunologi       : tentang kekebalan & reaksi
   terhadap infeksi
Catatan :
No 4  dipelajari di Lab. Parasitologi
No 3  UWK/UNAIR dipelajari di Lab. Mikrobiologi
          UI dipelajari di Lab. Parasitologi
Bila saudara membaca textbook Medical Microbiology , didalamnya
   dibahas topik – topik seperti tsb di atas
               Sejarah                    ringkas



• Robert Hooke (1635-1703)           Microscope

                                 Micrographia
  Royal Society London

• Anthony Van Leeuwenhoek ( 1632-1723)
                                                    Microscope


                                           Bacteria ,Protozoa
• Francesco Redi (1626-1697)& Lazaro Spalanzani (1729-1799)


         Kontra teori Abiogenesis /Generatio Spontanea
                   (John Needham 1713-1781)
• Louis Pasteur (1822-1895)

          Molekul organik, aerob, anaerob

               Theodor Schwann



                    Fermentasi

                  Fisiologi bakteri
• John Tyndall           spora (endospora) bakteri

      Tyndalisasi

             Generatio spontanea gugur

• Robert Koch (1843-1910)           Anthrax (pd.kambing)

        Postulat Koch :
1. Mikroorganisme (MO) harus dapat diisolasi dari setiap
   kasus infeksi
2. MO tersebut harus dapat dikultur pada biakan murni
3. MO dari kultur tersebut dapat menimbulkan penyakit
   yang sama apabila diinokulasi pada hewan coba
4. Dari hewan coba yang sakit tersebut harus dapat
   diisolasi MO yang sama seperti semula
  Contoh penemuan Mikroba & Penyakit (1877-1900)
  Penyakit               Organisme                       Penemu            Tahun

    Anthrax           Bacillus anthracis                Robert Koch        1877

 Gonorrhoea           Neisseria gonorrhoea             Albert Neisser      1879

Pyogenic infections   Staphylococcus aureus          Alexander Ogston      1881

                      Mycobacterium tuberculosis
Tuberculosis                                            Robert Koch        1882

  Erysipelas          Streptococcus pyogenes         Friedrich Fehleisen   1882

                      Corynebacterium diphthteriae
  Diphtheria                                           Theodor Klebs       1883

    Tetanus           Clostridium tetani              Arthur Nicolaier     1884

    Cholera              Vibrio cholera                 Robert Koch        1884
 Penyakit            Organisme                Penemu             Tahun

Typhoid fever        Salmonella typhi        Georg Gaffky         1884


 Brucellosis      Brucella melitensis         David Bruce         1887


Gastroenteritis   Salmonella enteridis      August Gaertner       1888

Gas gangrene      Clostridium perfringens    William Welch        1892


Bubonic plaque        Yersinia pestis       Alexandre Yersin      1894


   Botulism       Clostridium botulinum     Emile van Ermengem    1897

  Dysentery       Shigella dysenteriae       Kiyoshi Shiga        1898
Penemuan Virus


• Adolf Mayer(1886)  tobacco mosaic
  virus (TMV)  merupakan penyakit
  menular
• D. Ivanowski (1882)  TMV merupakan
  agent filterable
• Loeffler dan Frosch  Foot & Mouth
  Disease Virus (FMD) merupakan agent
  filterable
Tindakan Imunisasi / vaksinasi

     • Edward Jenner (1749-1823)

        Cowpox  small pox / variolla



   • Louis Pasteur  chicken cholera,
              anthrax, rabies
Penemuan obat untuk penyakit infeksi
 • Domagk (1935)  chemoterapeutica
     Sulfanilamide potent terhadap
          Staphylococcus sp

   • Alexander Fleeming (1929) 
   antibiotica Penicillin dari Penicillium
Teori cell
• Robert Hooke  penemu kata “cell”
  (1665) : struktur halus dari gabus (struktur
  seperti sarang lebah yang ternyata adalah
  dinding sel yang sebelumnya hidup) &
  beberapa tumbuhan
• Anthony van Leeuwenhoek  benda –
  benda kecil yang disebut “ animalcules”
• Matthias Schleiden & Theodore
  schwann  1838-1839  sel sebagai
  satuan hidup struktural
• Carolus Linnaeus  dasar klasifikasi
Dunia mikroba

• Akhir abad 19 : Klasifikasi mahkluk hidup tdd :
  2 kingdom : Plant & animal
• Haeckel (1866) : dunia mikroba Kingdom ke 3 yaitu
  Protista (= kehidupan pertama) yang mencakup
  organisme uniseluler
  Dengan adanya mikroskop elektron diketahui bahwa
  Protista ternyata terdiri dari 2 tingkat yaitu :
  1. Lower Protista (procaryota / procaryotic)
  2. Higher protista(eucaryota /eucaryotic)
• Menurut Haeckel, protista merupakan organisme
  sederhana yang mempunyai sel tunggal
PROTISTA:
• LOWER PROTISTA = PROCARYOTIC
- Tidak mempunyai nuclear membrane
- Tidak mempunyai mitotic apparatus
- Mempunyai struktur dinding sel yang lebih kompleks
  daripada dinding sel higher protista
- Eg : BAKTERI ; BLUE GREEN ALGAE

• HIGHER PROTISTA = EUCARYOTIC
- Mempunyai nuclear membrane
- Mempunyai mitotic apparatus
- Mempunyai struktur dinding sel yang lebih sederhana
  daripada dinding sel lower protista
- Eg: RED , BLUE & BROWN ALGAE ; PROTOZOA ;
  FUNGI ; SLIME MOULDS
       KLASIFIKASI / TAXONOMI
          sistim Kingdom
• Kingdom : plant & animal
• Phylum        : Tracheophyta, Bryophyta &
                  Thallophyta
• Subphylum     : Algae (organisme berklorofil
                 / autotrof) &
                Fungi (organisme tanpa klo-
                rofil / heterotrof)
• Class         :Schizomycetes BAKTERI &
                 Eumycetes  FUNGI / JAMUR
  KLASIFIKASI / TAXONOMI
      sistim protista

                 • Bakteri
 Lower Prostista / Protista tingkat rendah
  /prokaryota / procaryotic cell (uniseluler)
                  • Fungi
  Higher Protista / Protista tingkat tinggi
/eukaryota / eucaryotic ( uni & multiseluler)
     NOMENKLATUR / PENAMAAN
         Binomial system
• Carolus Linnaeus (1707-1778)  2 kata
                Species  morfologi & reproduksi sama
                Genus (pl. genera)  mempunyai species
• Aturan penulisan : Species ditulis italic (miring) atau bergaris
  bawah dan huruf awal kata pertama ditulis dengan huruf besar
• Contoh penulisan genus : Vibrio, Salmonella etc
• Contoh penulisan species: Vibrio cholerae, Salmonella typhi,
  Staphylococcus aureus, Bacillus anthracis, Clostridium botulinum,
  Mycobacterium tuberculosis etc. atau:
• Vibrio cholerae, Salmonella typhi, Staphylococcus aureus, Bacillus
  anthracis, Clostridium botulinum, Mycobacterium tuberculosis etc.
• Nomenklatur / penamaan dan klasifikasi bakteri telah dibukukan
  secara sistematis dalam Bergeys Manual of Determinative
  Bacteriology sampai saat ini dengan edisi terbaru
       CIRI PENAMAAN BAKTERI
•   CLASS  berakhiran ……….cetes
•   ORDO  berakhiran …………ales
•   FAMILI  berakhiran ………..aceae
•   TRIBE  berakhiran…….eiae
•   Genus dan species tidak mempunyai ciri tertentu
•   Genus dan spesies dapat diberi nama
    berdasarkan kata latin atau kata baru yang
    dilatinkan misalnya dari nama penemunya,
    daerah ditemukannya, sifat bakteri, gejala
    yang ditimbulkan atau ciri fisik koloni bakteri
       Contoh penamaan bakteri

• Staphylococcus aureus atau Staphylococcus aureus
 Bakteri berbentuk coccus (bulat), susunannya
  bergerombol seperti buah anggur (staphylo) koloninya
  berwarna kuning emas (aureus)
• Streptococcus pyogenes atau Streptococcus pyogenes
  Bakteri berbentuk coccus, susunannya berantai
  (strepto) menyebabkan infeksi bernanah (pyogenes)
• Bacillus anthracis atau Bacillus anthracis  bakteri
  berbentuk bacil (batang) menyebabkan penyakit anthrax
• Shigella dysenteriae atau Shigella dysenteriae
  ditemukan oleh Kiyoshi Shiga & menyebabkan disenteri
          UKURAN BAKTERI
• Ukuran bakteri variatif, umumnya antara lebar
  0,2 mikron sampai 2 mikron & panjang 2 mikron
  sampai 8 mikron
• Untuk dapat melihat bakteri mutlak harus
  menggunakan mikroskop dengan tehnik khusus
  (lihat bab mikroskopi)
• Beberapa bakteri mempunyai ukuran yang jauh
  lebih kecil dan hampir seukuran virus terbesar &
  hanya dapat dilihat mengunakan mikroskop
  khusus
• Catatan : 1 mikron (µ) atau mikrometer (µm) =
  seperseribu milimeter
             MORFOLOGI
•  Pada dasarnya terdapat 3 bentuk dasar bakteri
   :
1. Coccus
2. Bacill
3. Spiral

1. Coccus (pl: cocci)
   (berasal dari kata coccos = berris =arbei)
   Umumnya berbentuk spheris ( bulat) tetapi
   dapat oval, memanjang atau datar di salah satu
   sisinya
• Bila cocci membelah diri ( reproduksi), sel-selnya dapat
  tetap melekat satu dengan yang lainnya :
  - Membelah 1 arah & Melekat berdua-dua (sepasang)
  disebut susunan diplo
  - Membelah 1 arah &Melekat satu dengan lainnya
       berjumlah banyak dan seperti rantai
       disebut susunan strepto
  - Membelah 2 arah &Melekat berempat disebut tetrad
  - Membelah banyak arah & Melekat bergerombol seperti
       buah anggur disebut
       susunan Staphylo 
- Membelah 3 arah & Melekat berdelapan
                    disebut sarcinae 
• Coccus setelah membelah diri juga dapat memisah
  antara satu sel dengan sel yang lainnya, susunannya
  disebut micrococcus atau sendiri – sendiri / solitair
2. Bacill

  Berbentuk batang , ada yang gemuk panjang, gemuk
  pendek, kurus panjang, kurus pendek, berspora, tidak
  berspora & susunannya dapat sendiri – sendiri /
  solitair , bergabung ke arah poros memanjangnya atau
  berjajar membentuk palisade (seperti pagar)

  Hanya membelah ke 1 arah ( ke arah poros
  memanjang) :
- Melekat berdua –dua disebut diplobacilli
- Melekat seperti rantai disebut streptobacilli
- variasi bacill lainnya diantaranya berujung oval,
  berujung datar, atau berukuran sangat pendek
  dengan ujung oval sehingga mirip coccus & disebut
  sebagai coccobacill (coccoid)
- Corynebacterium diphteriae berbentuk batang kurus
  pendek, mempunyai ganula metakromatik / Babes-
  Ernts di ujungnya sehingga bagian ujung tampak
  membesar, susunannya seperti huruf cina

   Mycobacterium leprae berbentuk batang kurus
  panjang, susunannya seperti penampang melintang
  cerutu (susunan globi / singl. Globus)

  Bacillus subtilis berbentuk batang gemuk panjang,
  mempunyai spora di central dll
3.Spiral
  Berbentuk melingkar – lingkar dengan satu atau lebih putaran
  - spirilla berbetuk helix /spiral seperti pembuka gabus & kaku ;
  bergerak dengan flagella
  - spirochetes berbentuk helix / spiral & fleksibel ; bergerak dengan
  axial filament

Catatan :
• beberapa buku mengatakan berbeda mengenai bentuk vibrio
  (gerakannya bergetar = vibra) :
  Ada yang mengatakan bentuk bacill yang bengkok , ada yang
  mengatakan spiral yang melingkar satu putaran
• Beberapa buku mengatakan berbeda mengenai kata Bacill &
  bacillus
  Bacill  bentuk batang & Bacillus  nama genus
  Bacillus  nama genus & bacillus (huruf kecil)  bentuk batang
     Morfologi bakteri yang tidak umum
• Selain 3 bentuk dasar : kokus, basil & spiral ; terdapat bentuk
  – bentuk lain dari bakteri yang tidak umum.
• Bentuk – bentuk tidak umum ini hanya cukup kita ketahui saja
  & tidak dipelajari lebih lanjut karena sampai saat ini belum
  dianggap penting sebagai bakteri penyebab penyakit pada
  manusia a.l bentuk Star & rectangular

    Bentuk lain yang penting diketahui adalah:
•    pleimorphic bentuk berubah – ubah karena bakteri
    tersebut tidak mempunyai dinding sel yang rigid ( eg.
    Mycoplasma)
•   L- form : (berasal dari kata Lister, sebuah institut di
    London yang melakukan penelitian bentuk bakteri ini
    pertamakalinya) .Tdd : protoplast & spheroplast :
•   WDMF = Wall Defective Microbial Form  L form
•    Actynomycetes  mirip fungi / jamur
•   Rickettsia : sangat kecil dengan ukuran mirip virus
•   Chlamydia : mempunyai 2 fase bentuk mirip protozoa
                 Struktur Bakteri
• Struktur external dari dinding sel :
Glycocalyx (sugar coat), flagella, axial filament,
  fimbriae, pili
  Glycocalyx secara umum didefinisikan sebagai bahan
  yang menyelimuti sel ; bersifat lengket, tdd
  polysacharida dan atau polypeptida. Dihasilkan dari
  dalam sel bakteri dan disekresikan ke permukaan sel.
  Bila melekat pada dinding sel disebut sebagai capsule
  (simpai). Adanya capsule pada permukaan dinding sel
  bakteri dapat dideteksi dengan metode pewarnaan
  negative atau dengan pewranaan khusus yang
  menggunakan garam tembaga sebagai mordant.Adanya
  capsule juga dapat dideteksi dengan Quellung test (
  memberikan antiserum anti capsule  capsule tampak
  membengkak).
  Bila tidak melekat erat pada dinding sel disebut sebagai
  slime layer (lapisan lendir)
• Pada spesies tertentu , capsule berarti sangat penting karena dapat
  berperan sebagai faktor virulensi (virulensi = derajad patogenitas
  suatu organisme = kemampuan organisme untuk menimbulkan
  penyakit)
• Capsule pada bebarapa bakteri pathogen ( bakteri pathogen =
  bakteri ganas = bakteri yang dapat menimbulkan infeksi) berfungsi
  sebagai proteksi terhadap proses litik dan fagositosis yang
  dilakukan oleh sel host. (eg. Hanya Bacillus anthracis yang
  bercapsul yang dapat menimbulkan anthrax; hanya Streptococcus
  pneumoniae yang bercapsul yang dapat menimbulkan pneumonia .
   yang tidak berkapsul akan dieliminasi oleh sistim immun host
  .Etc)
• Glycocalyx terbuat dari gula yang disebut extraseluler
  polysacharida (EPS)  membantu survival bakteri dengan cara
  melekat pada bermacam – macam permukaan (eg :Streptococcus
  mutans dapat melekat pada permukaan gigi kaena mempunyai
  EPS)
 Flagella :
• Beberapa bakteri mempunyai flagella (single : flagellum = whip)
• Berupa filament panjang, berfungsi untuk motilitas (pergerakan)
• Bersifat antigenik, tdd bahan protein (= flagelin)

• Menurut ada/tidaknya & letak flagella :
o Antrichous             tidak mempunyai flagel
o Monotrichous           mempunyai1 flagel pada salah satu
  ujungnya
o Amphitrichous          mempunyai 1 flagel pada tiap ujungnya
o Lopotrichous           mempunyai sekumpulan flagella pada salah
  satu atau kedua ujungnya
o Peritrichous           mempunyai banyak flagella yang tersebar
  rata pada seluruh permukaannya
• Untuk melihat flagel dapat dilakukan dengan Darkfield microscope,
  electron microscope atau dengan pewarnaan khusus
 Axial filament ( = endoflagella)
• Dimiliki oleh golongan Spirochetes( Borrelia,
  Leptospira & Treponema)
• Merupakan sekumpulan filament yang terletak
  diantara membran sitoplasma dan dinding sel
• Berbentuk spiral, mempunyai sheath
• Berfungsi untuk motilitas ( gerakan terjadi
  karena dapat fleksi & ekstensi / berkerut dan
  memanjang ; berputar ; meluncur)
   Fimbriae ( single = fimbria) = pili
•  Dimiliki oleh beberapa bakteri Gram negatif
•  Berupa organel berbentuk seperti rambut , lurus , tipis,
   pendek
• Berfungsi sebagai alat perlekatan & transfer DNA
• Mengandung protein = pilin
Catatan : ada 2 pendapat berbeda mengenai fimbria & pili
1. Fimbria sama dengan pili ; berfungsi untuk perlekatan
   dengan permukaan sel host & untuk transfer DNA
2. Fimbria berbeda dengan pili ; mempunyai fungsi yang
   berbeda  fimbria untuk perlekatan & pili untuk
   transfer DNA
• Untuk melihat fimbria atau pili dengan menggunakan
   EM ; reaksi haemaglutinasi atau pembentukan pelicle
   pada perbenihan cair
 Cell wall ( = dinding sel)
•   Merupakan lapisan penyokong terluar yang dapat melindungi
    struktur dalam  sehingga bakteri mempunyai bentuk
•   Semua bakteri mempunyai dinding sel kecuali : Mycoplasma (
    sebenarnya mempunyai dinding sel tetapi strukturnya berbeda
    dengan bakteri pada umumnya & tidak rigid  sehingga
    bentuknya pleimorfik) & bakteri L form.

•   Berdasarkan jenis dinding selnya, bakteri tdd :
Bakteri Gram positif :
 Mempunyai lapisan peptidoglycan (=murein) yang tebal
 Mengandung teichoic acid( gliserol , sorbitol, fosfat)
Bakteri Gram negatif:
 Mempunyai lapisan peptidoglycan yang tipis
 Mempunyai outer membrane (lipopoliskarida /LPS, lipoprotein ,
    fosfolipid)
        Karakteristik                     Gram positif            Gram negatif


Reaksi terhadap zat warna      Mempertahankan warna      Tidak dapat mempertahankan
Gram                           crystal violet            warna crystal violet


Lapisan peptidoglycan          Tebal (multi layer)       Tipis (single layer)
Teichoic acid                  Ada                       Tidak ada
Outer membrane                 Tidak ada                 Ada
Produksi toxin                 Exotoxin                  Endotoxin
Ketahanan terhadap pengaruh    Tinggi                    Rendah
fisik
Kepekaan terhadap lisozym      Tinggi                    Rendah / perlu pretreatment


Kepekaan thd penicilin &       Tinggi                    Rendah
sulfonamide


Kepekaan thd streptomycin ,    Rendah                    Tinggi
teracyclin & chloramphenicol


Kepekaan thd anionic           Tinggi                    Rendah
detegents

Ketahanan terhadap             Tinggi                    Rendah
pengeringan
• Atypical cell walls :
 Beberapa prokayota tidak mempunyai dinding sel atau
  mempunyai dinding sel yang sangat tipis atau struktur
  yang berbeda dengan bakteri pada umumnya
 Mycoplasma         bakteri terkecil yang dapat tumbuh
  dan bereproduksi diluar sel hidup ; organisme ini
  mempunyai plasma membran yang unik yang
  mengandung sterol  melindungi terhadap ruptur
 Acid fast cell wall genus Mycobacteria & Nocardia 
  mengandung 60% hydrophobic waxy lipid (= mycolic
  acid) pada dinding selnya  tidak dapat menyerap zat
  warna Gram. Perlu pewarnaan khusus  acid fast
 Kerusakan dinding sel (WDMF = Wall Defective
  Microbial Forms) : L form (L=Lister Institut, london)
• L form merupakan bakteri yang kehilangan
  dinding selnya karena : pengaruh inhibitor
  sintesa dinding sel eg. Penicilin, bacitracin atau
  kekurangan nutrisi eg. Lisin atau akibat antibodi,
  komplemen & lisozym.
• Di dalam tubuh host L form dapat menyebabkan
  infeksi kronis
• Perubahan bentuk bakteri dari L form ke bentuk
  semula menyebabkan kekambuhan penyakit
• L fom tidak patogen terhadap hewan coba
• Terdapat 2 macam L form : protoplast &
  spheroplast
Karakteristik     Protoplast     Spheroplast

Dinding sel     Semua hilang    Sebagian hilang
                                / menipis
Jenis bakteri   Gram positif    Gram negatif


Pengalihan      Tidak dapat     Dapat kembali
bentuk          kembali ke      ke bentuk
                bentuk semula   semula
Membran sitoplasma :

• Berupa lapisan tipis yang terletak
  disebelah dalam dinding sel
• Tdd 60% protein & 40% lipid  fosfolipid
• Berfungsi sebagai barrier yang mengatur
  keluar masuknya bahan dari dalam atau
  dari luar sel sehingga hanya bahan –
  bahan tertentu yang dapat melewati 
  semipermiabel
Sitoplasma :Merupakan suspensi zat organik &
  anorganik di dalam larutan yang kental
• Mengandung ribosom yang merupakan butir – butir
  ribonukleoprotein berdiameter 10-20 nm & koefisien
  sedimentasinya / 70 Unit Svedberg ( s ) yang berfungsi
  sebagai tempat sintesis protein tersusun dari 2 unit yi
  50s & 30s ).
• Polisom = sekelompok ribosom yang bergabung
  bersama membentuk rantai yang diikat oleh m-RNA
• Mengandung mesosom yang Merupakan lekukan /
  lipatan / folding dari membran sitoplasma yang berperan
  aktif pada proses pembelahan sel & metabolisme. Pada
  Gram positif lebih besar daripada pada Gram
  negatif.Merupakan tempat awal terbentuknya septa pada
  binary fission. Fungsinya : sebagai tempat enzim
  pernafasan ; mengkoordinasi inti dan sitoplasma selama
  pembelahan biner & berperan penting dalam pembagian
  DNA pada proses sporulasi.
• Mengandung inclusion bodies :

 Butir – butir volutin = granula metachromatic = Babes-Ernst
  pada bakteri Corynebacterium diphteriae  bersifat sangat refraktif,
  basofilik, tdd polimetafosfat ; berfungsi sebagai penyimpan energi
  dan fosfat cadangan utnuk metabolisme ; Cara deteksi : pewarnaan
  khusus  Albert , Neisser.

 Butiran polisakharida  cadangan carbon untuk metabolisme .
  Dapat dilihat dengan menggunakan pewarnaan iodium
 Butiran sulfur  berasal dari oksidasi belerang akibat kelebihan H2S
  dari lingkungan
 Butiran lipid  cadangan . Dapat dilihat dengan pewarnaanSudan
  Black
 Mengandung vacuola : berupa rongga berisi cairan yang terpisah
  dari sitoplasma oleh suatu selaput

• Sitoplasma bakteri Tidak mengandung mitokondria,ER
Inti sel    :
• Sel bakteri tidak mempunyai pembungkus inti yang
  sebenarnya
• Didalamnya terdapat chromosome haploid sebagai
  pusat informasi genetik yang mengatur semua kegiatan
  bakteri
• Merupakan benang panjang DNA
• Satu genom tdd 1 molekul DNA DS melingkar
• Beberapa bakteri juga mempunyai materi genetik
  extrachromosome berupa small cyclic DNA yang
  berada di luar inti = plasmid /episom secara otonom
  dapat mengadakan replikasi & berpindah tempat /
  dipindahkan dari satu bakteri ke bakteri yang lainnya
  selama proses pembelahan , konjugasi atau dengan
  perantaraan bakteriofag eg. R-plasmid membawa sifat
  resisten terhadap suatu antibiotika
   spora (=endospora) = Merupakan keadaan
  istirahat & merupakan alat pertahanan diri
• Hanya dimiliki oleh sebagian bakteri saja misalnya
  genus Bacillus , Clostridium , Sporosarcina dan spesies
  Coxiela burnetii.
• Sangat kebal terhadap pengaruh luar yang ekstrem (
  kekeringan, panas, pendidihan, pembekuan, sinar
  matahari, bahan kimiawi dlls) sebab kulit &
  selubungnya tidak permiabel, kandungan airnya rendah ,
  aktivitas metabolisme rendah, aktivitas enzimatis
  rendah, kandungan calcium & asam dipikolinat tinggi.
  Hanya dapat dihancurkan dengan cara sterilisasi (eg.
  Dengan autoclave)
• Bersifat antigenik , sulit diwarnai  perlu pewanaan
  khusus untuk melihat spora  Ziehl Neelsen, Gram,
  Moller
• Bila keadaan menguntungkan bagi bakteri,
  maka spora dapat berubah & kembali
  berkembang menjadi bakteri vegetative
• Diameter &Letak pembentukan spora :
 Di tengah / central

 Subterminal

 Terminal / di ujung

 Diameter lebih kecil daripada vegetativenya
 Diameter lebih besar daripada vegetativenya
 Bentuk spora dapat bulat atau oval
                mikroskop
• Jenis :                    • Mikroskop yang dipakai
1. Bright Field Microscope     mahasiswa untuk
   (Mikroskop Sinar)           mempelajari bakteri di
2. Dark Field Microscope       Lab Mikrobiologi UWKS
   (Mikroskop Lapang           adalah jenis Mikroskop
   Gelap)                      sinar / mikroskop cahaya
3. Phase Contrast            • Penjelasan lebih lanjut
   Microscope (Mikroskop       mengenai Mikroskop
   Fase Kontras)               sinar dapat saudara lihat
                               pada Buku Petunjuk
4. Fluorescent Microscope      Praktikum Mikrobiologi
   (Mikroskop Fluoresensi)     bagian I
5. Electron Microscope /EM
   (Mikroskop Elektron)
        Dark Field Microscope
• Biasa dipakai untuk melihat bakteri jenis tertentu
  yang bersifat sulit diwarnai atau untuk melihat
  motilitas bakteri
• Dengan mempergunakan mikroskop ini , bakteri
  akan terlihat terang dengan latar belakang
  gelap
• Mikroskop ini mempergunakan : condensor
  khusus, numerical aperture objective lens nya <
  1, penerangan dengan intensitas tinggi, funnel
  stop (corong kecil berbahan metal atau vulkanit
  yang terletak dibelakang objective lens ;
  berfungsi untuk mengatur agar numerical
  aperture <1), object glass tebal 1-1,2 mm
   Phase Contrast Microscope
• Biasa dipakai untuk melihat bakteri di
  dalam jaringan, inclusion bodies
• Prinsip dasar dari mikroskop ini adalah
  perbedaan index bias dari obyek
  pemeriksaan  menyebabkan
  perbedaan intensitas sinar yang
  melewatinya
• Mikroskop ini mempergunakan condensor
  khusus dengan cincin diafragma, lensa
  obyektif dengan deffraction plate
     Fluorescent Microscope
• Obyek pengamatan harus diwarnai
  dengan bahan warna yang dapat
  berfluoresensi : primolin, acridine orange-
  R, auramine-O, thioflavine-S, thiaso
  yellow-G  dapat menyerap sinar UV
• Dengan mikroskop ini, obyek akan tampak
  berfluoresensi sesuai dengan wana
  bahan yang dipakai
       Electron Microscope
• Mikroskop ini dapat memperbesar obyek
  hingga 200.000 kali  dapat untuk
  melihat ultrastruktur sel
• Mikroskop ini memerlukan fluorescent
  screen & photographic plate
• Sumber cahayanya adalah elektron dan
  sebagai lensa adalah magnit
 Kepustakaan & bacaan lanjut:
• Joklik, Willett, Amos, Wilfert : Zinsser
  Microbiology
• Jawetz,Melnick & Adelberg : Medical
  Microbiology
• Boyd RF : General Microbiology
• Pelczar M: Elements of Microbiology
• Tortora : Microbiology

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:826
posted:9/12/2011
language:Indonesian
pages:49