Obama Optimistis dengan Realita Ekonomi AS
Rabu, 15 April 2009 10:39
Washington — Presiden AS Barack Obama menyuarakan sikap optimistis terhadap agenda domestik pemulihan secara meluas terhadap kondisi ekonomi yang dinilai telah berada pada jalurnya. Pidato Obama di Georgetown University, Selasa (14/4), itu disampaikan menjelang masa simbolis 100 hari kekuasaannya sebagai presiden AS. "Memang kondisi ekonomi saat ini masih sulit," kata Obama. "Namun, dari pijakan ekonomi saat ini, AS mulai menatap secercah harapan. Dan jauh di luar itu, AS mampu melihat visi masa depan yang jauh berbeda ketimbang saat dililit masalah ekonomi di masa lalu," tambahnya. Pesan yang disampaikan Obama ini bertolak belakang dengan indikator ekonomi yang dikeluarkan Pemerintah AS, Selasa (14/4). Tingkat penjualan ritel turun ke angka yang tidak diduga sebelumnya atau mencapai 1,1 persen bulan lalu. Pada saat yang sama, sejumlah harga barang di AS merosot tajam ketika harga bahan bakar merosot dan hal ini menjadi bukti baru bahwa inflasi berdampak kecil terhadap kondisi ekonomi. Obama menjelaskan, pemulihan ekonomi secara menyeluruh bergantung pada 2 hal, yakni pembentukan pondasi baru bagi ekonomi serta perubahan dalam tatanan politik AS. Namun, Obama mengakui, 2009 akan tetap menjadi tahun penuh kesulitan. Presiden AS tersebut memprediksi tahun ini masih akan terus diwarnai gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) dan guncangan terhadap bidang properti serta pasar saham. AP/KPS
1/1