Docstoc

Hardware-hardware pada komputer(1)

Document Sample
Hardware-hardware pada komputer(1) Powered By Docstoc
					Pemasaran Pariwisata


 Aktualisasi Perjalanan Wisata
Pengertian Pemasaran
 Ketika pariwisata dilihat sebagai industri,
  maka dalam rangka model pariwisata
  sebagai mobilitas spasial berupa kegiatan
  mengaktualisasikan perjalanan wisata itu
  identik dengan pemasaran.
 Kegiatan pemasaran tidak mungkin
  dipisahkan dari kegiatan penelitian pasar.
 Oleh karena itu sering ‘penelitian pasar’
  dianggap sebagai tahap pertama dari
  kegiatan pemasaran.
Pengertian Pemasaran
 Pemasaran pariwisata itu meliputi sejumlah
  kegiatan maksudnya untuk mempengaruhi,
  mengimbau dan merayu wisatawan
  potensial sebagai konsumen agar
  mengambil keputusan untuk mengadakan
  perjalanan wisata.
 Kegiatan pemasaran juga menyediakan
  kemudahan-kemudahan agar calon
  wisatawan tersebut dapat melaksanakan
  keputusannya, yaitu mengadakan
  perjalanan.
Pengertian Pemasaran
 Tujuan akhir dari pemasaran ialah agar
  orang membeli produk yang ditawarkan.
 Untuk itu produk harus dibuat menarik, agar
  orang tertarik produk itu harus tersedia,
  sehingga orang dapat membelinya.
 Karena suatu produk dinilai dengan uang,
  sehingga dalam pemasaran juga harus
  menetapkan harga produk.
Pengertian Pemasaran
 Maka pengertian pemasaran dalam kegiatan pariwisata, ialah
  sebagai berikut:
  “Proses manajemen yang digunakan oleh Organisasi-organisasi
  Pariwisata Nasional atau perusahaan-perusahaan
  kepariwisataan untuk mengidentifikasikan wisatawan-wisatawan
  yang mereka pilih, baik yang aktual maupun potensial, dan
  berkomunikasi dengan mereka untuk menentukan dan
  mempengaruhi keinginan, kebutuhan, motivasi, kesenangan
  dan ketidaksenangan mereka pada tingkat lokal, regional,
  nasional dan internasional, dan untuk merumuskan dan
  menyesuaikan produk parawisata mereka sesuai dengan situasi
  dengan maksud untuk mencapai kepuasan wisatawan yang
  sebesar-besarnya, dan dengan demikian mencapai sasaran
  mereka”.
Pengertian Pemasaran
 Jelaslah bahwa dalam pemasaran itu
  dilakukan bermacam-macam tindakan.
 Tindakan yang dilakukan bersama-sama
  dalam pemasaran itu merupakan unsur-unsur
  pemasaran yang disebut marketing mix.
 Tindakan-tindakan dalam marketing mix itu
  mengacu kepada faktor-faktor tertentu yang
  menyebabkan calon wisatawan memutuskan
  untuk membeli produk wisata.
Pengertian Pemasaran
 Marketing mix itu berupa:
   Kebijaksanaan produk;
   Kebijaksanaan harga;
   Distribusi;
   Promosi dan publikasi;
   Penjualan dan dalam pemasaran modern; dan
   Jasa purnajual.
Catatan…
 P. Drucker dalam definisi tentang pemasaran
  menekankan: “Pemasaran adalah seluruh
  usaha dilihat dari sudut pandangan hasilnya
  yang terakhir, yaitu sudut pandangan
  pelanggan, Oleh karena itu perhatian dan
  tanggung jawab untuk pemasaran harus
  meresapi seluruh perusahaan”.
Kebijaksanaan Produk
 Komponen produk pariwisata itu terdiri atas
  angkutan wisata, atraksi wisata dan
  akomodasi wisata.
 Maka kesemua produk wisata itu harus
  sesuai dengan permintaan pasar.
 Karena apa yang dicari wisatawan itu
  tergantung dari motif perjalanan, oleh
  karena itu produk pariwisata harus sesuai
  dengan motif perjalanan wisata.
Kebijaksanaan Produk
 Motif perjalanan wisata yang bermacam-
   macam tersebut, dapat diklasifikasikan
   menjadi 3 kelompok, yaitu:
  1.   Liburan;
  2.   Bisnis;
  3.   Lain-lain (kunjungan keluarga, kesehatan,
       olahraga).
Kebijaksanaan Produk
 Dalam kebijaksanaan produk juga harus
  diingat bahwa suatu produk itu mempunyai
  umur tertentu.
 Oleh karena itu harus selalu dijaga mutunya,
  karena produk yang semakin lama, makin
  turun mutunya dan menjadi kurang menarik.
 Cara mengetahui kapan mutu produk harus
  diperbaiki, dapat dilihat dari turunnya jumlah
  wisatawan yang tertarik.
Kebijaksanaan Harga
 Harga Produk.
    Harga produk pariwisata adalah jumlah harga
     komponen komponen produk pariwisata yaitu antara
     lain angkutan, akomodasi dan atraksi wisata.
    Wisatawan akan hanya mengadakan perjalanan ke
     suatu tempat, kalau biaya yang dikeluarkan sesuai
     dengan kemampuannya.
    Oleh karena itu, penghasil produk pariwisata harus
     berusaha membuat produk yang dapat dibayar oleh
     calon wisatawan.
    Inilah yang disebut dengan kebijaksanaan harga.
Kebijaksanaan Harga
  Harga produk wisata itu sangat tinggi
   elastisitasnya, artinya: untuk perjalanan wisata
   ke suatu tujuan yang sama dengan waktu
   perjalanan yang sama lamanya, ada
   bermacam-macam harga.
  Elastisitas harga itu timbul karena harga
   masing-masing komponen produk pariwisata
   itu juga dapat sangat bervariasi.
Kebijaksanaan Harga
 Faktor-faktor yang menimbulkan variasi harga
  pada komponen-komponen pariwisata.
     Biaya angkutan.
       • Perbedaan kualitas untuk jenis angkutan yang sama

         membawa perbedaan harga.
     Biaya akomodasi.
       • Variasi jenis fasilitas yang dipilih dan kualitas

         pelayanan serta keramahtamahan yang diberikan
         menimbulkan elastisitas harga.
     Biaya untuk atraksi wisata.
       • Variasi ‘harga atraksi’ juga berhubungan dengan jenis

         dan kualitas atraksinya.
Kebijaksanaan Harga
 Elastisitas harga.
   Harga produk wisata juga tergantung kepada
    sifat apa yang disebut sifat musiman
    pariwisata.
   Sifat musiman ini ditentukan oleh negara-
    negara yang terletak di belahan bumi bagian
    utara.
   Karena negara-negara inilah yang mempunyai
    tingkat kegiatan pariwisata yang tinggi selain
    itu juga negara-negara tersebut adalah
    negara-negara industri yang maju.
Kebijaksanaan Harga
  Karena sifat pariwisata yang musiman itu,
   maka timbul elastisitas harga yang besar,
   yang berarti produk yang sama dapat dijual
   dengan harga yang berbeda-beda.
  Harga produk wisata misalnya komponen
   akomodasi yang berupa hotel, adalah tertinggi
   pada puncak musim pariwisata, sesudah itu
   terus menurun, kemudian naik lagi menjelang
   puncak wisata berikutnya.
Kebijaksanaan Harga
 Daya beli pasar wisata.
    Kebijaksanaan harga berusaha menentukan harga
     yang tepat untuk produk kepariwisataan, sehingga
     seimbang dengan daya beli pasar dan menarik bagi
     calon wisatawan.
    Daya beli pasar tergantung dari kekayaan yang ada di
     dalam masyarakat pasar.
    Kekayaan penduduk itu tercemin dalam angka
     pendapatan nasional bruto per kapita.
    Semakin besar pendapatan tersebut, kecenderungan
     kemampuan orang untuk mengadakan perjalanan
     wisata semakin besar pula.
Distribusi
 Sesudah menentukan pasar wisata yang
  dijadikan sasaran pemasaran, menyesuaikan
  produk pariwisata dengan permintaan pasar
  dan menentukan harga produk sesuai
  dengan daya beli wisatawan, langkah
  selanjutnya dalam pemasaran ialah
  menghadirkan produk di tengah-tengah
  pasar.
 Dengan adanya produk di tengah pasar, para
  konsumen dengan mudah dapat melihat dan
  membelinya.
Distribusi
A. Distribusi produk wisata.
 Distribusi produk pariwisata tidak semudah
  distribusi produk biasa yang berupa benda
  komoditi.
 Produk pariwisata adalah suatu produk yang
  kompleks, terdiri atas tiga komponen, yaitu:
  1.   Angkutan wisata;
  2.   Akomodasi wisata; dan
  3.   Atraksi wisata.
Distribusi
 Ketiga, komponen tersebut yang diproduksi
  oleh produsennya masing-masing juga
  didistribusikan secara terpisah, artinya
  sendiri-sendiri.
 Dan ketiga komponen tersebut, memiliki ciri-
  ciri yang berbeda yang satu dengan yang
  lain, sehingga masing-masing komponen
  memerlukan cara distribusi yang berlainan
  pula.
Distribusi
1.   Distribusi angkutan wisata.
        Angkutan wisata pada hakikatnya adalah jasa untuk
         memindahkan wisatawan dari tempat yang satu ke
         tempat tujuan.
        Mendistribusikan berarti menghadirkan instrumen
         angkutan yang berupa bus, pesawat udara, kapal
         laut dan sebagainya.
        Di samping itu juga, harus disediakan pula tenaga-
         tenaga yang melayani instrumen tersebut dan
         melayani penumpang dengan jasa-jasanya, seperti
         sopir dan kondektur, pilot, pramugari dan
         sebagainya.
Distribusi
   Distribusi angkutan itu dilakukan oleh
    perusahaan-perusahaan angkutan dari tempat
    perusahaan penerbangan, perusahaan bus,
    dan sebagainya ke kantor-kantor cabang atau
    biro perjalanan yang berkedudukan di pasar.
   Biro perjalanan inilah yang langsung
    berhubungan dengan pemakai jasa angkutan.
Distribusi
2.   Distribusi akomodasi wisata.
        Ada tiga cara pendistribusian bagi mereka yang
         bergerak di usaha akomodasi wisata.
        Pertama, produsen mendistribusikan informasi ke
         pasar tanpa sasaran tertentu secara umum dan
         tanpa badan perwakilan atau saluran lain di pasar.
        Siapa saja yang memerlukan jasa akomodasi dapat
         langsung memesan kepada produsen atau hotel
         yang dipilih, atau melalui agen perjalanan.
        Cara memesan dengan dengan surat, telepon, email
         dan sebagainya.
Distribusi
   Kedua, ialah distribusi informasi melalui
    ‘rantai perhotelan’ (hotel chain).
   Hotel-hotel di seluruh dunia yang dikelola oleh
    satu perusahaan, misalnya Holiday Inn, satu
    sama lain berhubungan dan merupakan satu
    rantai perhotelan.
   Ketiga, pendistribusian dapat dilakukan
    dengan cara dalam bentuk citra (image), baik
    secara lisan maupun tertulis atau berupa
    gambar-gambar atau dalam bentuk kombinasi
    gambar dan tulisan.
Distribusi
3. Distribusi atraksi wisata.
     Atraksi wisata sebagai komponen produk
      wisata juga harus didistribusikan ke pasar.
     Cara pendistribusiannya bermacam-macam
      tergantung dari atraksinya.
     Pendistribusian atraksi wisata menyebabkan
      calon wisatawan hanya menghadapi citra
      wisata dari atraksi tersebut, bukan komoditi
      fisik seperti dalam pemasaran produk biasa.
Distribusi
B. Citra Pariwisata.
 Angkutan, akomodasi dan atraksi wisata itu, kecuali
  kendaraan angkutan wista didistribusikan ke pasar
  hanya sebagai gambaran yang oleh konsumen
  wisatawan diharapkan akan dijumpainya di daerah
  tujuan wisata.
 Gambaran tentang produk pariwisata itu disebut
  citra pariwisata.
 Citra pariwisata ini harus sesuai dengan apa yang
  diharapkan oleh konsumen.
Distribusi
   Tidak mudah untuk membentuk citra pariwisata
    yang baik.
   Untuk membentuk citra pariwisata yang baik, pada
    garis besarnya harus diperhatikan dua hal, yaitu:
    1.   Dalam hubungan daerah wisata, citra pariwisata
         harus sesuai dengan kenyataan di daerah tujuan
         wisata.
         Citra yang tidak sesuai atau yang lebih bagus
         daripada kenyataannya akan menimbulkan
         kekecewaan dan akhirnya tidak dipercaya oleh
         wisatawan.
Distribusi
  2.   Dalam hubungan dengan pasar
       pariwisata, citra pariwisata harus
       memperhitungkan tata kehidupan, adat
       kebiasaan dan kegemaran pasar.
       Ini berarti bahwa sikap dan tata nilai calon
       wisatawan harus dikenal. Jelaslah bahwa
       tidak mudah mengetahui dan memahami hal-
       hal seperti itu dari kelompok-kelompok calon
       wisatawan dari berbagai lapisan masyarakat
       dari berbagai bangsa.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:7
posted:9/10/2011
language:Indonesian
pages:28
pptfiles pptfiles
About