Efek Bahaya Asap Rokok Bagi Kesehatan Tubuh Manusia

Document Sample
Efek Bahaya Asap Rokok Bagi Kesehatan Tubuh Manusia Powered By Docstoc
					Efek Bahaya Asap Rokok Bagi Kesehatan Tubuh Manusia -
Akibat Sebatang Rokok Racun, Ketagihan, Candu, Buang
Uang Dan Dosa
Mon, 07/05/2007 - 10:32pm — godam64

Rokok adalah benda beracun yang memberi efek santai dan sugesti merasa lebih jantan. Di balik
kegunaan atau manfaat rokok yang secuil itu terkandung bahaya yang sangat besar bagi orang
yang merokok maupun orang di sekitar perokok yang bukan perokok.

1. Asap rokok mengandung kurang lebih 4000 bahan kimia yang 200 diantaranya beracun dan 43
jenis lainnya dapat menyebabkan kanker bagi tubuh. Beberapa zat yang sangat berbahaya yaitu
tar, nikotin, karbon monoksida, dsb.

2. Asap rokok yang baru mati di asbak mengandung tiga kali lipat bahan pemicu kanker di udara
dan 50 kali mengandung bahan pengeiritasi mata dan pernapasan. Semakin pendek rokok
semakin tinggi kadar racun yang siap melayang ke udara. Suatu tempat yang dipenuhi polusi
asap rokok adalah tempat yang lebih berbahaya daripada polusi di jalanan raya yang macet.

3. Seseorang yang mencoba merokok biasanya akan ketagihan karena rokok bersifat candu yang
sulit dilepaskan dalam kondisi apapun. Seorang perokok berat akan memilih merokok daripada
makan jika uang yang dimilikinya terbatas.

4. Harga rokok yang mahal akan sangat memberatkan orang yang tergolong miskin, sehingga
dana kesejahteraan dan kesehatan keluarganya sering dialihkan untuk membeli rokok. Rokok
dengan merk terkenal biasanya dimiliki oleh perusahaan rokok asing yang berasal dari luar
negeri, sehingga uang yang dibelanjakan perokok sebagaian akan lari ke luar negeri yang
mengurangi devisa negara. Pabrik rokok yang mempekerjakan banyak buruh tidak akan mampu
meningkatkan taraf hidup pegawainya, sehingga apabila pabrik rokok ditutup para buruh dapat
dipekerjakan di tempat usaha lain yang lebih kreatif dan mendatangkan devisa.

5. Sebagian perokok biasanya akan mengajak orang lain yang belum merokok untuk merokok
agar merasakan penderitaan yang sama dengannya, yaitu terjebak dalam ketagihan asap rokok
yang jahat. Sebagian perokok juga ada yang secara sengaja merokok di tempat umum agar asap
rokok yang dihembuskan dapat terhirup orang lain, sehingga orang lain akan terkena penyakit
kanker.

6. Kegiatan yang merusak tubuh adalah perbuatan dosa, sehingga rokok dapat dikategorikan
sebagai benda atau barang haram yang harus dihindari dan dijauhi sejauh mungkin. Ulama atau
ahli agama yang merokok mungkin akan memiliki persepsi yang berbeda dalam hal ini.

Kesimpulan :

Jadi dapat disimpulkan bahwa merokok merupakan kegiatan bodoh yang dilakukan manusia
yang mengorbankan uang, kesehatan, kehidupan sosial, pahala, persepsi positif, dan lain
sebagainya. Maka bersyukurlah anda jika belum merokok, karena anda adalah orang yang smart
/ pandai.

Ketika seseorang menawarkan rokok maka tolak dengan baik. Merasa kasihanlah pada mereka
yang merokok. Jangan dengarkan mereka yang menganggap anda lebih rendah dari mereka jika
tidak ikutan ngerokok. karena dalam hati dan pikiran mereka yang waras mereka ingin berhenti
merokok.

      kesehatan masyarakat

Gambar untuk gambar penjelasan racun rokok
- Laporkan gambar
Senin, 24 Januari 2011
[ Skripsi ] Bahaya Merokok Bagi Kesehatan part 1
BAB I


PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang Masalah


       Sangat ironis memang, bahwa manusia tidak memperhatikan keseimbangan alam akibat proses
pembakaran rokok ke paru-paru mereka.Kebiasaan merokok telah menjadi budaya di berbagai bangsa di
belahan dunia.



        Latar belakang merokok beraneka ragam,di kalangan remaja dan dewasa pria adalah faktor
gengsi dan agar disebut jagoan.Sedangkan kalangan orang tua adalah stres ,karena ketagihan adalah
faktor penyebab keinginan untuk merokok.



        Berbagai alasan dan faktor penyebab untuk merokok di atas biasanya salah .Merokok juga dapat
berpotensi berbahaya atas apa di timbulkan dari kebiasaan merokok baik bagi dirinya sendiri,orang lain
dan lingkungan.



       Harus diakui banyak orang yang mengatakan bahwa merokok itu tidak enak,tetapi dari sekian
banyak selebran,kampanye,sosialisasi anti rokok,sampai ke bungkus rokoknya di beri peringatan akan
bahaya kesehatan dari rokok,tetapi tak bisa merespon secara masal berkurangnya kebiasaan merokok
dan jumlah perokok.



1.2 Rumusan Masalah
        Orang yang sudah terbiasa merokok merupakan hal pokok untuk dilakukan setiap harinya
.Setiap kegiatan pasti menimbulkan masalah seperti halnya merokok dalam hal ini,semua masalah
tentang merokok dapat di perlihatkan ,diantranya yaitu:



1.apakah sebenarnya rokok itu?

2.apa saja bahaya merokok?

3.apa saja penyakit yang di timbulkan dari kebiasaan merokok?

4.bagaimana cara mengatasi kebiasaan merokok?

5.apa keuntungan dan kerugian dalam kebiasaan merokok?

      6.zat berbahaya apa yang terkandung dalam rokok?




1.3 Tujuan Penelitian


1.Agar dapat hidup sehat tanpa rokok.

2.Mempelajari dampak merokok.

3.Dapat lebih paham dan mampu membedakan sesuatu yang baik dilakukan dan tidak perlu dilakukan.

1.4 Kegunaan Hasil Penelitian


       1.membantu sesama manusia untuk tidak dan berhenti merokok.

       2.menambah wawasan mengenai bahaya merokok.




BAB II


LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS
   teori

   2.1 Landasan Teori


                 Teori merupakan komponen yang penting dalam suatu penelitian. Untuk memahami dan
   menerangkan fenomena sosial yang menjadi pusat perhatian peneliti maka teori dijadikan sebagai
   kerangka berfikir. Disamping itu, teori juga digunakan untuk menentukan jalannya pemecahan masalah.
   Dengan demikian teori yang menjadi dasar teoritik untuk memperkuat kerangka berfikir dalam
   penelitian dan hipotesis yang dibuat. Penelitian ini berusaha mengkaji tentang hubungan anatara sikap
   manusia terhadap merokok dengan kebiasaan merokok.

                 Pada bab II ini terdiri atas landasan teori yang berisikan tentang perilaku merokok , sikap
   seseorang terhadap merokok, dan hubungan antara sikap terhadap merokok dengan perilaku merokok.
   Selain landasan teori bab II ini juga memuat hipotesis.

 Kebiasaan Merokok pada remaja

            Remaja merokok pertama-tama karena coba-coba atau mengikuti teman-teman gaulnya.
   Budaya suka coba-coba ini sebenarnya baik dan tipikal remaja. Tetapi karena lingkungan yang tidak
   beres biasanya budaya mencoba ini menjurus ke “nyobain” yang kadarnya lebih, seperti alkohol atau
   narkoba. Rokok dan budaya “ikut-ikutan” menjadi semacam uji nyali untuk masuk ke jenjang yang lebih
   tinggi. Sayangnya jenjang itu kebanyakan adalah “alkohol” dan “narkoba”. Berikut ini rumus pergaulan
   jaman sekarang :

   Pertama-tama     :      Remaja     yang      tidak    merokok dituduh   kagak    gaul.
   Kedua : Yang sudah merokok tapi tidak “minum alkohol” dituduh kurang gaul.
   Ketiga : Yang sudah merokok dan minum, tapi belum memakai narkoba dituduh kurang nyali.
   Keempat : Saat MATI, teman gaulnya tidak ada yang peduli.

   Apakah itu bisa disebut teman ?

          Tapi meskipun semua orang tahu akan bahaya yang ditimbulkan akibat merokok, perilaku
   merokok tidak pernah surut dan tampaknya merupakan perilaku yang masih dapat ditolerir oleh
   masyarakat. Hal ini dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan rumah kantor, angkutan
   umum maupun di jalan-jalan. Hampir setiap saat dapat disaksikan dan di jumpai orang yang sedang
   merokok .
           Kerangka berfikir
              Merokok adalah membakar tembakau yang kemudian dihisap asapnya, baik menggunakan
   rokok maupun menggunakan pipa. Merokok merupakan suatu aktivitas yang sudah tidak lagi terlihat
   dan terdengar asing lagi bagi kita. Sekarang banyak sekali bisa kita temui orang-orang yang melakukan
   akitivitas merokok yang disebut sebagai perokok.

             Seseorang dikatakan sebagai perokok sangat berat, berat atau biasa saja dapat dikateahui
   dari seberapa batang rokok yang di konsumsi setiap harinya.

             Di Indonesia, anak-anak remaja mulai merokok kebanyakan karena kemauan sendiri, melihat
   teman-temannya merokok, dan diajari atau dipaksa merokok oleh teman-temannya. Merokok pada
   remaja karena kemauan sendiri disebabkan oleh keinginan menunjukkan bahwa dirinya telah dewasa.
   Umumnya mereka bermulai dari perokok pasif (menghisap asap rokok orang lain yang merokok) lantas
   jadi perokok aktif. Mungkin juga semula hanya mencoba-coba kemudian menjadi ketagihan akibat
   adanya nikotin di dalam rokok. Hampir di setiap tempat berkumpul remaja atau anak-anak sekolah usia
   sekolah menengah kita menemukan para remaja merokok.

             Setiap individu dan masyarakat tahu bahwa merokok itu merugikan kesehatan karena dapat
   menimbulkan dan mendorong berbagai penyakit. Namun demikian, merokok tetap diminati bahkan
   telah menjadi salah satu bagian dari kehidupan perokok dengan berbagai alasan. Ada yang mengatakan
   merokok itu adalah sarana pergaulan, merokok itu memberi ketenangan, atau rokok itu mendorong
   kreativitas, dan banyak lagi alasan lainnya. Rokok tetap menjadi pilihan bebas dari setiap individu dalam
   menentukan sikap menjadi perokok atau tidak.

            Dari semua unsur yang dihasilkan oleh rokok jika dilihat dari segi kesehatan tidak ada yang
   bermanfaat. Tetapi sampai saat ini pun jumlah perokok tidak semakin berkurang bahkan bertambah.
   Asap adalah hasil yang diperoleh dari membakar rokok, ada dua jenis asap rokok yaitu :

   Asap rokok yang dihisap melalui mulut disebut main stream smoke, sedangkan asap rokok yang
   terbentuk pada ujung rokok yang terbakar serta asap rokok yang dihembuskan keudara oleh perokok
   disebut side stream smoke, side stream smoke mengakibatkan seseorang menjadi perokok pasif .

             Sebenarnya apa yang dihasilkan oleh rokok yaitu asap rokok yang sering dinikmati oleh para
   perokok tidak sama sekali ada manfaatnya malah begitu banyak bahayanya, yaitu :

   “Asap rokok yang dihisap mengandung kuarang lebih 4000 macam bahan kimia. Di antara 4000 macam
   bahan kimia ini sangat banyak yang bersifat racun dan berbahaya bagi kesehatan”. Zat-zat kimia
   beracun tersebut adalah sebagai berikut :

 Nikotin , Tar, fenol, hydrazin, benzopyrene, dan toluene , Gas CO , Partikel naftalene, Gas NO2, gas
   formaldehide, gas amonia, gas metana dan gas HCN.
            Dan terdapat 599 zat tambahan yang digunakan untuk bahan produksi rokok dan daftar zat
   tambahan ini adalah rahasia yang telah lama disimpan oleh para produsen rokok. Zat-zat tambahan ini
   boleh digunakan untuk makanan, tapi TIDAK UNTUK DIBAKAR. Dengan membakarnya, maka komposisi
   yang terkandung di dalamnya dapat berubah dan menjadi racun kimia atau zat penyebab kanker.
   Karbon monoksida, nitrogen, hidrosianiada dan ammonia terdapat di sebatang rokok, begitu juga
   dengan 43 jenis zat penyebab kanker dapat terhirup perokok pasif tentu saja aktif.

              Bagaimanakah jika bahan-bahan kimia tersebut berkumpul di dalam tubuh? Apa yang akan
   terjadi? Merokok menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Perokok lebih mudah terserang infeksi
   paru-paru seperti pneumonia dan tuberculosis. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa perokok
   cenderung lebih mudah terkena berbagai macam kanker, terutama kanker paru. Perokok juga jauh lebih
   mudah terkena penyakit jantung, stroke, dan banyak penyakit lain. Merokok dapat menyebabkan kanker
   bibir, lidah, dan mulut. Selain itu, merokok juga mengakibatkan penuaan dini pada kulit. Dari segi
   penampilan, kulit perokok akan terlihat kusam, bau badan dan bau mulutnya tidak sedap, serta warna
   giginya                        menjadi                       hitam                      kecoklatan.
   Pada wanita, akibat yang merugikan karena merokok lebih banyak dibanding pria. Selain berbagai
   penyakit yang telah disebutkan, merokok pada wanita dapat mengganggu kesuburan. Pada wanita
   hamil, merokok dapat menimbulkan keguguran dan sangat berbahaya bagi kesehatan ibu dan janin
   yang dikandungnya. Merokok selama kehamilan juga menyebabkan berat bayi yang dilahirkan rendah.

             Sehubungan dengan hal itu, merokok tidaklah membunuh manusia secara cepat, tetapi
   racunnya memasuki tubuh kita sedikit demi sedikit. Mula-mula orang yang menggunakan rokok
   (tembakau) itu biasanya akan merasakan sedikit pusing atau sakit kepala, batuk atau muntah. Akan
   tetapi secara berangsur-angsur badan mengalami penyesuaian (adaptasi), yaitu terbiasa dengan racun
   ini, maka rasa pusing, batuk, mabuk/muntah tidak ada lagi. Sementara itu siracun terus juga melakukan
   kegiatan yaitu sedikit demi sedikit merusak jaringan tubuh kita dengan tidak diketahui (dirasakan). Hal
   ini akan berlanjut terus selama orang itu merokok.

            Dari uraian di atas kita dapat mengetahui pengertian tentang merokok. Tetapi dapat
   disimpulkan bahwa pengertian merokok adalah menghisap rokok, di mana rokok itu sendiri adalah
   gulungan tembakau (kira-kira sebesar kelingking) yang dibungkus (daun/ kertas rokok) yang jika di
   bakar akan menghasilkan asap dan asap itu sendiri yang dinikmati dari aktivitas merokok.



   2.2 Hipotesis penelitian


 Hipotesis alternatif (Ha)     : “Ada hubungan antara gengsi dan kecanduan dengan perilaku merokok”



 Hipotesis nihil (Ho)           : “Tidak ada hubungan antara gengsi dan kecanduan dengan perilaku
  merokok”
BAB III


PROSEDUR PENELITIAN


3.1 Tempat Penelitian


       Penelitian ini dilaksanakan di tempat-tempat para perokok di daerah kediri,dimana jumlah
mayoritas terbanyak adalah pelajar laki-laki dan orang tua .



3.2 Populasi dan Sampel


Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat daerah kediri yang masih banyak merokok.



        Menurut mereka dengan merokok dapat merasa ketenangan diri dari berbagai masalah yang
mereka hadapi sehingga mereka mampu mencari jalan keluar dari masalah mereka tersebut.karena
sering merokok mereka sangat sulit untuk meningalkan kebiasaan tersebut.




3.3 Teknik Pengumpulan Data


        Tehnik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah dengan menggunakan metode skala,
yaitu suatu metode pengambilan data di mana data-data yang diperlukan dalam penelitian diperoleh
melalui pernyataan atau pertanyaan tertulis yang diajukan responden mengenai suatu hal yang disajikan
dalam bentuk suatu daftar pertanyaan. Dan yang kedua menggunakan media internet.
BAB IV



HASIL PENELITIAN




4.1 Tabulasi Data


Penafsiran Zat yang terkandung dalam rokok :



Tabel 1.1 Zat yang terkandung dalam rokok.

No      Zat Beracun Didalam Rokok      Penafsiran

1.  Nikotin                           berupa partikel yang dapat menyebabkan penyempitan
                                       pembuluh darah koroner dan jantung menjadi berdebar-
                                       debar.



2.  Tar                               Merupakan partikel-partikel yang dapat        menyebabkan
                                       penyakit kanker atau bersifat karsinogetik.
      Fenol

      Hydrazine

      Benzopyrene

      Toluene



3.  Gas CO                            merupakan gas yang dapat mengganggu pengakutan oksigen
                                       ke jaringan tubuh dalam sistem peredaran darah.
4.  Partikel Naftalene               merupakan partikel yang bersifat racun.

5.  Gas NO2                          merupakan gas yang bersifat racun.

      Gas formaldehyde

      Gas ammonia

      Gas metana

      Gas HCN




4.2 Pembahasan


       Dari uraian di bab sebelumnya kita dapat mengetahui pengertian tentang rokok jadi Rokok
adalah Perusak tubuh manusia yang merusak secara perlahan tanpa dirasakan pemakainya dan
mengandung zat kimia berbahaya yang dapat menimbulkan kematian.Dan berikut tabel bahaya
merokok dan penyakit yang ditimbulkan oleh rokok :




teori
Tabel 1.2 Bahaya Merokok dan Penyakitnya.

No     Bahaya Merokok

1.  Merusak organ tubuh manusia.
    2.      Merokok selama kehamilan dapat
           menyebabkan berat bayi yang dilahirkan
           rendah ( Wanita ).

    3.     Perokok lebih mudah terserang infeksi
           paru-paru seperti pneumonia dan
           tuberculosis.

    4.  Perokok juga jauh lebih mudah terkena
         penyakit jantung dan stroke.

    5.    Merokok juga mengakibatkan penuaan
           dini pada kulit sampai menimbulkan
           kematian.

                                                    No   Penyakit yang Ditimbulkan Oleh Rokok

                                                    1.  Kanker

    1 . Penyebab ketertarikan orang kepada          2.  Serangan Jantung
    rokok:
                                                    3.  Impotensi
    faktor lingkungan yang banyak perokok,
    misalnya tetangga dan orang tua.                4.  Gangguan Kehamilan

   tontonan televisi dan berbagai iklan rokok.     5.  Gangguan Janin

   sesama teman yang merupakan perokok.

   pola fikir yang masih kurang luas.



    2.Dampak-dampak yang ditimbulkan dari merokok:

   kulit menjadi kusam.

   bibir menjadi kering dan menghitam.

   gigi menjadi kuning dan kusam.

   menganggu daya fikir otak.

   menganggu pernapasan.

   serangan jantung.

   impotensi pada laki-laki.
    3.Cara untuk melepaskan/mengatasi diri dari kecanduan rokok:

   kesadaran dari diri sendiri.

   motivasi dari orang-orang terdekat.

   melakukan kegiatan-kegiatan yang disukai ,misalnya berolahraga.

   membaca berbagai buku kesehatan.

   mengurangi jumlah rokok yang di konsumsi dan lebih sering mengunyah permen mint.




    4. Keuntungan dan Kerugian



            Sebenarnya jika di amati kerugian lebih banyak dari pada keuntungan tapi setiap orang
    berpendapat lain “Ada yang mengatakan merokok itu adalah sarana pergaulan, merokok itu memberi
    ketenangan, atau rokok itu mendorong kreativitas”, dan banyak lagi alasan lainnya tapi kalau ditinjau
    kerugianya pasti lebih banyak , meliputi : Terserang penyakit kanker ,lebih mudah terserang infeksi paru-
    paru,lebih mudah terkena stroke dan sampai kematian. Coba bayangkan Jika penyakit itu tumbuh di diri
    kalian… apa yang terjadi ?




    BAB V


    KESIMPULAN DAN SARAN




    5.1 Kesimpulan


    Berdasarkan hasil penelitian kami menyimpulkan bahwa:
1. Sesungguhnya rokok banyak memiliki dampak buruk dibandingkan dengan dampak baiknya yang
sekedar berhubungan dengan penanpilan dan di bilang jagoan.

2. Bila sudah terlanjur menjadi perokok masih bisa berhenti merokok dengan kemauan dan berbagai
cara yang mudah ditempuh.

3. Sesungguhnya dengan merokok hanya akan menambah penyakit di dalam tubuh.

4.Masih ada kesempatan bagi perokok untuk memperoleh masa depan yang cerah.



5.2 Saran


Saran kami terhadap penelitian ini:

1. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk mendorong sesama manusia untuk tidak dan berhenti
merokok.

2. Agar penelitian ini dapat diteliti lebih jauh, agar supaya semakin banyak manusia yang berhenti
merokok.




DAFTAR PUSTAKA



       Rachmad Ilham dan Bambang , 2010.” Bahaya Merokok ”.


“ Rumus Pergaulan Remaja “ Sumber Yahoo! Answer.


http://www.google.com ” Karya Ilmiah tentang Rokok”.


http://www.google.com”Pembuatan Skripsi “.
http://www.scribd.com”Landasan Teori Bahaya merokok “.


http://www.google.com”Cara Merumuskan Hipotesis Penelitian”.


http://www.google.com”Cara Membuat Landasan Teori “.




LAMPIRAN


Lampiran 1



        Tabel 1.1 Menjelaskan Tentang Zat-Zat Berbahaya yang terkandung Dalam Rokok.

Tabel 1.2 Menjelaskan Tentang Penyakit-Penyakit yang ditimbulkan Rokok.



Lampiran 2



Jumlah-Jumlah Zat Berbahaya yang Terkandung Dalam Rokok.

Rumus Pergaulan Remaja Jman Sekarang.



Related Article:

Artikel dan Skripsi

       Makalah Sosiologi Antropologi
       [ Skripsi ] Bahaya Merokok Bagi Kesehatan part 2
       [ Skripsi ] Penelitian Sekolah Gratis
       Fenomena 2012 Siklus 11 Tahunan
       Point Blank ( PB )
       Virus Menyamar Sebagai File Mp3
       D.B COOPER
   KARATE JU-JITSU
   [ Skripsi ] Hubungan Antara Kecerdasan Emosional Dan Prestasi Belajar
   2. REMAJA DAN ROKOK
   Di masa modern ini, merokok merupakan suatu pemandangan yang sangat
   tidak asing. Kebiasaan merokok dianggap dapat memberikan kenikmatan bagi si
   perokok, namun dilain pihak dapat menimbulkan dampak buruk bagi si perokok
   sendiri maupun orang – orang disekitarnya. Berbagai kandungan zat yang terdapat
   di dalam rokok memberikan dampak negatif bagi tubuh penghisapnya.
   Beberapa motivasi yang melatarbelakangi seseorang merokok adalah untuk
   mendapat pengakuan (anticipatory beliefs), untuk menghilangkan kekecewaan (
   reliefing beliefs), dan menganggap perbuatannya tersebut tidak melanggar norma
   ( permissive beliefs/ fasilitative) (Joewana, 2004). Hal ini sejalan dengan kegiatan
   merokok yang dilakukan oleh remaja yang biasanya dilakukan didepan orang lain,
   terutama dilakukan di depan kelompoknya karena mereka sangat tertarik kepada
   kelompok sebayanyaatau dengan kata lain terikat dengan kelompoknya.
   Penyebab Remaja Merokok
   1. Pengaruh 0rangtua
   Salah satu temuan tentang remaja perokok adalah bahwa anak-anak muda yang
   berasal dari rumah tangga yang tidak bahagia, dimana orang tua tidak begitu
   memperhatikan anak-anaknya dan memberikan hukuman fisik yang keras lebih
   mudah untuk menjadi perokok dibanding anak-anak muda yang berasal dari
   lingkungan rumah tangga yang bahagia (Baer & Corado dalam Atkinson,
   Pengantar psikologi, 1999:294).
   2. Pengaruh teman.
   Berbagai fakta mengungkapkan bahwa semakin banyak remaja merokok maka
   semakin besar kemungkinan teman-temannya adalah perokok juga dan
   demikian sebaliknya. Dari fakta tersebut ada dua kemungkinan yang terjadi,
   pertama remaja tadi terpengaruh oleh teman-temannya atau bahkan temanteman
   remaja tersebut dipengaruhi oleh diri remaja tersebut yang akhirnya
   mereka semua menjadi perokok. Diantara remaja perokok terdapat 87%
   mempunyai sekurang-kurangnya satu atau lebih sahabat yang perokok begitu
   pula dengan remaja non perokok (Al Bachri, 1991)
   3. Faktor Kepribadian.
   Orang mencoba untuk merokok karena alasan ingin tahu atau ingin melepaskan
   diri dari rasa sakit fisik atau jiwa, membebaskan diri dari kebosanan. Namun
   satu sifat kepribadian yang bersifat prediktif pada pengguna obat-obatan
   (termasuk rokok) ialah konformitas sosial. Orang yang memiliki skor tinggi
   pada berbagai tes konformitas sosial lebih mudah menjadi pengguna
   dibandingkan dengan mereka yang memiliki skor yang rendah (Atkinson,
   1999).
   4. Pengaruh Iklan.
   Melihat iklan di media massa dan elektronik yang menampilkan gambaran
   bahwa perokok adalah lambang kejantanan atau glamour, membuat remaja
   seringkali terpicu untuk mengikuti perilaku seperti yang ada dalam iklan
   tersebut. (Mari Juniarti, Buletin RSKO, tahun IX,1991).

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:1756
posted:9/8/2011
language:Indonesian
pages:18
Description: Efek Bahaya Asap Rokok Bagi Kesehatan Tubuh manusia