Docstoc

BAB 1

Document Sample
BAB 1 Powered By Docstoc
					          Created By : Ivan Ramdan & Tri Ofianto




Ivan Ramdan
Tri ofi Anto



                                         1
                                            Created By : Ivan Ramdan & Tri Ofianto




                             BAB 1
                         PENDAHULUAN
System operasi windows yang merupakan produk perusahaan Microsoft di
dunia masih sangat dominan, khususnya di Indonesia. Semua lapisan
masyarakat Indonesia yang sudah akrab dengan komputer , pasti mengenal
system operasi winsdows, mulai sari belajar, mahasiswa, hingga kalangan
bisnis dan perkantoran. Maka, tidak mengherankan bila windows begitu
terkenal karena system operasi yang identik pula dengan Bill Gates dan
menawarkan berbagai kemudahan bagi penggunanya serta aplikasi-aplikasi
yang mendukung mulai dari grafis, permainan, hingga perkantoran. Anda
yang bekerja di kantor tentu sudah tidak asing dengan aplikasi office seperti
Microsoft Word atau Excel.

Namun, sejak diberilakukannya UU HAKI pada tanggal 29 Juni 2003 lalau,
kita harus membayar kemudahan windows Karena harga sebuah system
operasi windows bias mencapai puluhan US Dollar, terlebih harga aplikasi-
aplikasinya yang mahal pula.kebanyakan orang Indonesia sangat berat
mengeliarkan biaya yang mahal hanya untuk sebuah system operasi atau
aplikasi ditengah krisis multidimensi yang melanda bangsa.

Untuk Anda para pelaku bisnis, lebih bijak kiranya jika melakukan
penghematan dengan manggunakansistem operasi lain yang gratis, legal,
dan bisa diandalkan. Tentu sehabis membaca kalimat tadi, Anda pasti
bertanya-tanya mana ada yang gratis di zaman seperti ini, apalagi untuk
sebuah system operasi. Namun, kami penulis tentu mempunyai
jawabannya, yaitu Linux.

Namun, kami menyadari bahwa tidak mudah bagi Anda untuk langsung
beralih total ke linux Karena beralih ke sesuatu yang baru. Anda
membutuhkan waktu untuk belajar kembali dan kami yakin akan banyak
menguras waktu dan tenaga, sedangkan roda usaha harus tetap berjalan.
Sementara itu, banyak pula pengguna sudah terbiasadengan tapilan grafis
serta berbagai kemudahan Windows. Bagaimana solusinya?

Pada buku ini, kami menawarkan kepada Anda pengguna client sebagai
solusinya. Dengan mengunakan solusi demikian, Anda akan tetap
mendapatkan kemudahan Windows pada client dan keandalan Linux
sebagai server. Waktu yang diperlukan untk belajar pun sedikit karena
setelah Anda membaca buku ini, Anda bias langsung menerapkan \nya
pada jaringan computer di kantor atau di instansi tempat anda bekerja.
Dengan linux sebagai server, Anda bias lebih hemat karena biaya
perawatan murah. Linux masih kebal terhadap virus-virus computer,
sehingga kita tidak perlu untuk server linux secara gratis, tinggal men-
download di internet.




                                                                            2
                                           Created By : Ivan Ramdan & Tri Ofianto


Namun, perbedaan sistem operasi di dalam jaringan computer akan
menimbulkan kesulitan tersenndiri bagi seorang administrator jaringan.
Bagaimana cara kedua system operasi yang berbeda platform
berkomunikasi, berbagai file (file sharing) dan hardware seperti printer
(printer sharing) misalnya, dan pengendalian komputer jarak jauh (remote
accees)? Aktivitas yang telah disebutkan diatas merupakan hal yang biasa
silakukan pada system operasi Linux, tetapi tidak pada Windows. File
sharing merupakan aktivitas untul berbagi data antar komputer dalam
sebuah jaringan computer. Dengan demikian, suatu computer dapat
manggunakan dokumen yang ada pada computer lain tanpa harus masuk
ke dalam system. Sementara itu, remote acces merupakan aktivitas untuk
mengendalikan komputer dari jarak jauh. Oleh karena itu, jika Anda adalah
seorang administrator system, atau memperbaiki dan melakukan update
pada komputer client atau server. Anda tidak perlu ada di depan computer.
Selama menggunakan komputer yang masih ada pada suatu jaringan, maka
Anda bias melakukan semuanya secara jarak jauh. Remote acces dan file
sharing sangat berguna jika Anda bekerja untuk mengelola jaringan pada
gedung bertingkat 10 misalnya, sementara ada kasus simana Anda harus
melakukan update dan mengkopi data pada komputer di lantai 10, padahal
Anda sedang berada di lantai 3. Dengan adanya fasilitas remote acces dan
file sharing, Anda tidak perlu naik kelantai 10 untuk bekerja pada computer
yang bersangkutan, cukup dengan password root maka pekerjaan bias
dilakukan pada computer di lantai tempat Anda berada.

Oleh karena itu, sangat tepat kiranya jika Anda membeli buku ini karena
buku ini akan membahas bagaimana komunikasi Lintas Platform bias
berlangsung dalam sebuah jaringan yang menggunakan system operasi
Linux sebagai server da Windows sebagai client. Versi Windows yang
digunakan pada buku ini adalah windows 9x dan windos xp.

Bab 1 akan mengenalkan Anda pada system operasi Linux, cara menginstal
Linux pada computer server, dan konfigurasi yang harus dilakukan. Pada
Bab 1 pula, Anda akan mendapatkan penjelasan tentang jaringan computer
dan perangkat-perangkat yang bias digunakan dalam jaringan komouter.

Bab 2 akan membahas Samba, sebuah aplikasi yang menghubungkan
antara Linux dan Windows; bagaimana cara menginstalnya: dan konfigurasi
yang harus dilakukan, baik disisi computer server yang menggunakan Linux
maupun pada sisi computer client yang menggunakan Windows. Paket
penginstalan samba sudah tersedia di hampir semua distro Linux, tetapi
kami pun menyediakan paket Samba di dalam CD penyerta.

Aktifitas file sharing dan printer sharing menggunakan Samba akan dibahas
pada Bab 3. sementara itu, Bab 4 akan membahas penggunaan Tool
jaringan yang bias digunakan untuk komunikasi lintas Platform, seperti
penggunaan Winscp untuk berbagi file antara Linux dan Windows. Dengan
menggunakan aplikasi yang demikian, Anda bias melakukan aktivitas copy
file antara Linux dan Windows. Bab 4 akan membahas pula penggunaan
SSH dan VNC untuk melakukan remote acces. Dengan memanfaatkan SSH



                                                                          3
                                          Created By : Ivan Ramdan & Tri Ofianto


dan VNC Anda bias melakukan akses secara remote dari computer
Windows ke computer Linux, maupun sebaliknya.

Hadirnya buku ini diharapkan dapat mengatasi kesulitan yang akan dihadapi
oleh seorang administrator jaringan dalam mengelola jaringan computer
yang berbeda system operasi.

1.1   MENGENAL LINUX

Ada pepatah “Tak kenal maka tak saying”, namun untuk kasus linux
pepatah bias berubah menjadi “Tak Kenal Linux maka sayaang sekali”,
mengapa? Karena Linux merupakan system operasi yang luar biasa, maka
sangat disayangkan jika Anda tidak mengenal Linux.

Untuk mengenal Linux, pertama-tama ada baiknya jika Anda mengetahui
sejarah Linux. Linux merupakan hasil karya seorang mahasiswa Ilmu
Komputer Universitas Helsinki di Finlandia yang bernama Linus Benedict
Torvalds. Pada awalnya, ditahun 1990 Linux mengemari program computer
sangat tertarik dengan system operasi Unix yang terinstal di laboraturium
kampusnya. Dia dan rekannya Lars Wiwirzenius dengan serius mempelajari
system operasi tersebut. Kala itu, Unix merupakan sistem operasi yang
paling stabil dan menjadi acuan untuk industri komputer pada masa itu.
Namun, karena harga Unix yang sangat mahl, Linus dan rekannya hanya
bias mempelajarinya di kampus.

Selain Unix, Linus pun mempelajari Minix yang merupakan kion dari Unix
dan diciptakan oleh Andrew Tannenbaum, seorang Profesor dari Belanda.
Minix memiliki source code yang terbuka, sehingga Linus dengan leluasa
bias bereksperimen dan memperbaiki beberapa bug yang ada. Minix
memenag dating dengan segala keterbatasannya. Namun, factor itulah
yang membuat Linus ingin membuat sistem operasi yang serupa, tetapi
memiliki kemampuan lebih. Jalan untuk menciptakan Linux memang tidak
semudah membalikan telapak tangan. Linus menghadapi banyak kendala.
Namun, dengan kerja kerasnya dan didukung pula dengan kejeniusannya
serta bantuan rekan-rekan sesame Programmer di mailing list
comp.os.minix, yang merupakan milis para pengguna Minix, akhirnya
lahirlah Linux.

Hari Minggu, 25 Agustus 1991, merupakan hari bersejarah bagi Linux
karena pada hari itu Linux melalui comp.os.minix memberitahukan para
rekannya, hacker-hacker di seluruh dunia, bahwa dia sedang merilis semua
sistem operasi yang mirip Minix dan maminta bantuan unutk
mengembangkannya. Efek emailnya begitu dahsyat. Para hacker secara
bergotong-royong mulai mengembangkan Linux. Pada bulan September
1991, Linux versi 0.0.1 pun keluar.

Samapi hari ini pun, para programmer di seluruh dunia terus
mengembangkan Linux. Perkembangan Linux pun bertambah pesat dengan
ilut sertanya beberapa perusahaan software besar seperti Mandrake, Suse,
dan Redhat. Dalam perkembangan-nya, Linux kemudian berkembang


                                                                         4
                                            Created By : Ivan Ramdan & Tri Ofianto


menjadi distro-distro (distribusi) Linux yang cukup popular sampai buku ini
ditulis. Mandrake yang dujuluki Windows-nya Linux karena sangat user
friendly sudah mengeluarkan Mandrake 10. lebih lanjut, Suse yang
bermarkas di Jerman pun sudah mengeluarkan Suse versi 9.3, sementara
RedHat yang terkenal andal untuk server pun tidak ketinggalan.

RedHat 9 adalah free software keluaran terakhir dari distro RedHat.
Kemudian, proyek free software RedHat dilanjutkan dengan mengeluarkan
distro Fedora yang sampai buku ini di tulis sudah keluar Fedora core 3.
Selain 3 distro di atas, masih banyak distro Linux lainnya seperti Debian.
Celdera, Slackware, Trinux, dan Knoppix (yang terkenal dengan Live CD-
nya agar kita bias menjalankan Linux melalui CDROM/DVDrom pada
computer, sehingga kita tidak perlu repot-repot mempartisi harddisk).
Perkembangan Linux pun sudah merambah sampai Indonesia, yang
ditandai hadirnya distro-distro Linux hasil karya anak bangsa. Misalnya,
komura (computer murah) dikeluarkan oleh institusi pemerintah, yaitu BPPT
(Badan Pengkajian dan Penerapan Linux Indonesia). Kemudian, YPLI
(Yayasan Penggerak Linux Indonesia) pun mengeluarkan distro Linux yang
dinamai BlanK0n (baca: Blankon). Anda bias memperoleh informasi lengkap
tentang distro yang berlogo topi khas daerah jawa dengan mangunjungi
situsnya di www.blankonlinux.or.id jika ingin mengatahui perkembangan
distro Linux di dunia, maka Anda bias mengunjungi situs
www.distrowatch.com. Pada situs, Anda bias pula men-download dostro-
distri Linux.

Beraneka macam distro yang terdapat pada Linux, dimana kita sebagai
pengguna Linux bias bebas memilih sesuai dengan selera dan kebutuhan.
Perkembangan Linux memang sangat fantastis karena mendapat dukungan
seluruh dunia. Kemudian, Linux pun mendukung Open Source yang berarti
menyertakan kode0kode programnya agar bias dilihat dan dikembangkan
oleh para pengguna Linux. Kita pun bias mendapatkan sistem operasi
beserta aplikasi-aplikasinya secara gratis, namun legal karena seluruh
software Linux ada dibawah perlindungan sebuah badan bernama GPL
(GNU Public License). Kalaupun Anda mengeluarkan uang untuk
mendapatkan Linux, maka hanya untuk biaya pengiriman jika melalui
pesanan. Namun, buayanya tidak semahal untuk membeli Windows dan
aplikasi-aplikasinya. Linux pun sekarang ini cukup aman dari ancaman virus
dan sangat andal untuk dijadikan server karena jarang crash. Kesimpulan
demikian berdasarkan atas pengalaman penulis dalam menggunaka lab
computer di Fakultas Ilmu Komputer UNIKA Soegijpranata Semarang, yang
server dan client-nya menggunakan distro Linux RedHat 8.

1.2   MENGENAL JARINGAN KOMPUTER DAN
      PERANGKATNYA

Setelah sedikit banyak mengenal Linux, ada baiknya Anda mengenal pula
jaringan computer, Subbab 1.2 akan menguraikan tentang jaringan
computer mulai dari sejarahnya hingga pengenalan perangkat kersa yang
digunakan dalam jaringan da topolgi-topologi jaringan.



                                                                              5
                                            Created By : Ivan Ramdan & Tri Ofianto




1.2.1 SEJARAH KOMPUTER DUNIA

Jaringan computer dunia yang kita kenal selama ini ternyata mempunyai
sejarah cukup panjang dalam perkembangannya. Berikut ini, kami berusaha
meguraikan sejarah jaringan computer mulai dari awal berdirinya,
bagaumana perkembangannya hingga decade 90-an.

Sejarah jaringan computer dunia dimulai pada tahun 1969 ketika
Departemen Pertahanan Amerika, U.S. Defense Advanced Research
Projects Agency (DARPA) memutuskan untuk mengadakan riset tentang
cara menghubungakan sejumlah computer agar membentuk jaringan
organik. Program riset demikian dikenal dengan nama ARPANET.

Tahun 1971, jaringan ARPANET mulai berkambang dari yang pada
mulainya hanya bisa menghubungakn 4 host menjadi 23 host dan
mempunyai 15 node.

Tahun 1972, Roy Tomlinson berhasil menyempurnakan program email yang
ia ciptakan pada tahun 1971 untuk ARPANET. Program emailnya begitu
mudah, sehingga langsung menjadi popular. Pada tahun yang sama, ikon
@ pun diperkenalkan sebagai lambing penting yang menunjukan “at” atau
“pada.

Tahun 1973, jaringan computer ARPANET mulai dikembangkan ke luar
Amerika Serikat. Computer University College di London merupakan
computer pertama di luar Amerika yang menjadi anggota jaringan
ARPANET. Pada tahun yang sama, dua orang ali computer, yakni Vinton
Cerf dan Bob Kahn, mempresentasikan sebuah gagasan besar, yaitu “A
Protocol For Packet Network Intercommunication”. Gagasan merupakan
cikal-bakal lahirnya protocol Transmission Control Program (TCP). Ide ini
dipresentasikan untuk pertama kalinya di Universita Sussex.

Hari bersejarah berikutnya adalah 26 Maret 1976 ketika Ratu Inggris
berhasil mengirimkan email dari Royal Signals and Radar Establishment di
Malvern. Setahun kemudian, sidah lebih dari 100 komputer yang bergabung
di ARPANET membentuk sebuah jaringan atau network.

Pada 1979, Tom Truscott, Jim Ellis, dan Steve Bellovin menciptakan
newsgroup pertama yang diberi nama USENET.

Tahun 1981, France Telcom menciptakan gebrakan dengan meluncurkan
telepon televise pertama, dimana orang bisa saling menelepon sambil
berhubungan dengan video link.

Karena computer yang membentuk jaringan semakin hari semakin banyak,
maka kita membutuhkan sebuah protocol resmi yang diakui oleh semua
jaringan. Pada tahun 1982, terbentuklah Transmission Control Protocol atau


                                                                            6
                                             Created By : Ivan Ramdan & Tri Ofianto


TCP dan IP yang kini kita kenal semua. Sementara itu, di eropa muncul
jaringan computer tandingan yang dikenal dengan Eunet. Eunet
menyediakan jasa jaringan computer di Negara-negara Belanda, Inggris,
Denmark, dan Swedia. Jaringan Eunet menyediakan jasa email dan
newsgroup USENET.

Untuk menyeragamkan alamat di jaringan computer yang ada, pada tahun
1984 sistem nama domain siperkenalkan. Kini, kita mengenalkan sebagai
DNS. Komputer yang tersambung dengan jaringan yang ada sudah 1000
komputer lebih. Pada 1987, jumlah computer yang tersambung ke jaringan
melonjak 10 kali lipat menjadi 10.000 lebih.

Tahun 1988, Jarko Oikarien dari Finlandia menemukan dan sekaligus
memperkenalkan IRC (Internet Relay Chat). Setahun kemudian, jumlah
computer yang saling berhubungan kembali malonjak 10 kali lipat dalam
setahun. Tak kurang dari 100.000 komputer kini membentuk sebuah
jaringan.

Tahun 1990 adalah tahun paling bersejarah. Tim Berners Lee menemukan
program ditor dan browser yang bisa menjelajah dari satu computer ke
computer lainnya, yang membentuk jaringan. Program inilah yang disebut
www, atau Word Wide Web.

Tahun 1994, computer yang saling tersambung membentuk jaringan sudah
melampaui serta computer, dan dtahun yang sama muncul istilah sufing
(menjelajah).

Tahun 1994, situs-situs dunia maya telah tumbuh menjadi 3000 alamat
halaman dan untuk pertama kalinya virtual shopping atau e-retail muncul di
situs. Dunia langsing berubah. Ditahun yang sama, Yahoo! (Yet Another
Hierarchial Offceous Oracle), yang merupakan search engine, didirikan oleh
dua orang mehasiswa Stanford University bernama Jerry yang dan David
Filo. Tahun 1994 pun sekaligus tahun kelahiran Netscape Navigator 1.0.

Sampai sekarang, jaringan computer terus berkembang seiring
perkembangan dunia teknologi yang berkembang dengan pesat pula.

1.2.2 PERANGKAT-PERANGKAT KERAS JARINGAN
KOMPUTER

Sub-subbab 1.2.2 akan membahas bermacam-macam media yang
digunakan untuk membngun suatu jaringan computer yang menggunakan
kebel. Kabel yang digunakan khususnya adalah twisted pair atau biasa
disebut UTP.

1. KABEL TWISTED PAIR (UTP)

Kabel twisted pair memiliki beberapa karakteristik, yaitu:

             Kabel UTP terdiri atas delapan buah kabel (empat pasang)

                                                                            7
                                           Created By : Ivan Ramdan & Tri Ofianto


             Kabel UTP biasa mempunyai bandwidth 100Mbps
             Kabel hanya dapat nelewatkan satu channel data, sehingga
              untuk menghubungkan satu node dengan node yang lain
              dibutuhkan suatu konsentrtor. Konsentrtor yang digunakan
              biasa adalah hub.


2. ETHERNET CARD

Ethernet card dikembangkan oleh Xerox Corp. pada tahun 1970-an dan
pada tahun 1980-an karena diteima sebagai standar IEEE 802.3.

             Ethernet bekerja berdasarkan broadcast network, yaitu setiap
              node menerima setiap trnsmisi data yang dikirim oleh sebuah
              node.
             Ethernet menggunakan metode CSMA/CD (Carrier Sense
              Multiple Acces/Collision Detection) baseband, yaitu sebelum
              mengirimkan paket data, setiap node melihat apakah setiap
              network sedang mengirimkan paket data. Jika tidak ada paket
              data yang dikirim oleh node, barulah node mengirimkan paket
              datanya.
             Besar bandwidth maksimum Ethernet adalah 10 dan
              100Mbps. Ethernet dengan bandwidth 10Mbps menggunakan
              kabel UTP biasa atau kabe coaxial RG 58, sedangkan untuk
              bandwidth 100Mbps menggunakan kabel UTP kategori 5.

3. REPEATER

Repeater berfungsi memperkuat sinyal dengan menerima sinyal dari suatu
segmen kabel LAN, lalu melanjutkan kembali dengan kekuatan yang sama
seperti kekuatan aslinya ke segmen kebel LAN lainnya.

   4. HUB

           Bentuk fisik suatu hub seperti sebuah kotak yang memiliki
            banyak konektor “RJ45 female”.
           Seperti sebuah Repeater, hub bekerja menggunakan
            tegangan listrik, yaitu memperkuat sinyal listrik yang masuk,
            lalu mengeluarkannya dengan kuat tegangan listrik seperti
            mula-mula.
           Hub tidak melakukan “traffic control”, sehingga jika semakin
            banyak port yang digunakan, maka kinerja jaringan akan
            turun.
   5. BRIDGE

             Bridge berfungsi mamisahkan jaringan yang luas menjadi
              subjaringan yang lebih kecil.




                                                                            8
                                              Created By : Ivan Ramdan & Tri Ofianto


             Bridge dapat digunakan untuk menghubungkan jaringan yang
              berbeda karakteristiknya, misalnya Ethernet baseband dengan
              Ethernet broadband dan sebagainya.
             Beberapa bridge mempelajari alamat Ethernet setiap device
              yang terhubung dengannya dan mengatur alur frame
              berdasarkan alamt tersebut.

   6. ROUTER

             Router memiliki kemampuan untuk melewatkan paket IP dari
              sebuah jaringan ke jaringan lain yang mempunyai banyak alur
              di antara keduanya.
             Router dapat di golongkan menjadi dua jenis, yaitu router
              dedicated (misalnya, cisco) dan PC router.
             Router umumnya digunakan untuk menghubunkan sejumlah
              LAN dan mengisolasi traffic data antara LAN satu dengan
              yang lainnya.

1.2.3 JENIS-JENIS TOPOLOGI JARINGAN KOMPUTER

Kita akan membahas jenis-jenis topologi yang biasa digunakan pada
jaringan, diantaranya adalah :

   1. TOPOLOGI BUS

Topologi ini memiliki karakteristik sebagai berikut:

             Node-node terhubung secara serial di sepanjang kebel dan
              ujung-ujung kabel ditutup dengan terminator.
             Mudah dalam instalasi dan ekonomis.
             Tidak memerlukan hub pada jaringan seperti ini karena yang
              banyak diperlukan adalah T-Connector di setiap Ethernet card.
             Lalu lintas data pada satu kabel coaxsial, shingga jika node
              yang terhubung sangat banyak, maka kinerja jaringan akan
              turun.
             Masalah yang sering terjadi adalah jika salah satu Ethernet
              card rusak atau tegangan jauh di atas atau di bawah 50 ohm,
              maka seluruh jaringan akan down.

   2. TOPOLOGI RING

Topologi ring mamiliki karakteristik sebagai berikut :
           Sangat sederhana dalam layout.
           Node-node terhubung secara serial di sepanjang kabel
              dengan bentuk seperti lingkaran.
           Masalah yang dihadapi sama seperti topologi bus.

   3. TOPOLOGI STAR



                                                                             9
                                              Created By : Ivan Ramdan & Tri Ofianto


Topologi star memiliki karakteristik sebagai berikut :

             Setiap node berkomunikasi langsun dengan konsentrator lalu
              data-data dibroadcast keseluruh node yang terhubung dengan
              konsentrator.
             Sangat mudah dikembangkan karena setiap node hanya
              terhubung secara langsung ke konsentrator.
             Jika salah satu Ethernet card rusak atau salah satu kabel
              putus, seluruh jaringan masih tetap bisa berkomunikasi dan
              tidak tetap terjadi down.
             Tipe kabel yang digunakan biasanya kabel UTP.

1.3    PENGINSTALAN FEDORA CORE 3 SEBAGAI SERVER

Subbab 1.3 akan membahas langkah-langkah menginstal Linux pada
computer yang akan digunakan sebagai sever. Di dalam buku ini, kita akan
memakai distro Linux Fedora Core 3. mengapa kita memakai Fedora Core
3? Alasannya adalah Fedora Core yang merupakan disrto turunan dari
RedHat dikenal sebagai distro yang vukup andal untuk urusan server dan
kita memilih Fedora Core versi 3 karena merupakan versi terbaru ketika
buku ini ditulis.

1.3.1 SPESIFIKASI HARDWARE YANG DIBUTUHKAN UNTK
      PENGISTALAN LINUX SEBAGAI SERVER

Sebelum melakukan proses menginstal, ada baiknya kita mengetahui
spesifikasi hardware yang dibutuhkan oleh sistem Linux yang akan dipakai
pada computer server. Spesifikasi tentu bergantung pada kebutuhan server
Anda dan distro Linux yang digunakan. Berikut adalah penjabaran berguna
sebagai panduan bagi Anda dalam memilih hardware yang memadai untuk
server Anda.

   1. PROSESOR

Pada buku ini, penulis menggunakan sistro Linux Fedora Core dengan versi
terbaru, yaitu versi ke. Fedora Core 3 tentu memiliki fitur-fitur yang
membutuhkan spesifikasi hardware labih tinggi dibandingkan dengan distro-
distro Linux versi lama, apalagi jika server Anda melayani servis-servis yang
berkinerja tinggi seperti DNS server, Mail dan Pop server, FTP server, dan
Web Server. Masih servis yang bisa dilakukan oleh server yang tentu
membutuhkan hardware berforma tinggi. Oleh sebab itu, kami menyarankan
agar Anda menggunakan prosesor Intel Pentium 4 atau AMD Athalon
dengan kecepatan 1 samapi 3 Ghz. Namun, jika ingin, maka Anda dapat
membuat server dengan computer yang mempunyai spesifikasi rendah
karena dengan Pentium 386 Anda bisa menginstal distro-distro Linux
dengan versi lama seperti RedHat 7.0 dengan server yang ringan.

   2. RAM (RANDOM ACCES MEMORY)



                                                                            10
                                                   Created By : Ivan Ramdan & Tri Ofianto


RAM merupakan hardware yang sangat mendukung kinerja sebuah
computer server. Dengan kata lain, semakin besar RAM yang Anda
gunakan, semakin baik kinerja server. Anda bisa menggunakan SDRAM
(Synchorus Dynamic Random Acces Memory) atau DDRAM (Double
Dynamic Random Acces Memory), yang sekarang banyak beredar di pasar
dengan kapasitas memori bervariasi mulai dari 128 MB, 512 MB, hingga 1
GB.

   3. HARDDISK

Besar ukuran harddisk yang digunakan tergantung pad Janis layanan yang
akan dilakukan oleh server Anda. Jika server melayani keperluan
multimedia seprti server MP3 atau untuk webhosting misalnya, maka
kebutuhan kapasitas harddisk akan semakin besar. Pada umumnya, ada 2
tipe harddisk yang beredar, yaitu harddisk tipe IDE (Intregrated Drive
Electronic) dan tipe SCSI (Small Computer System Interface). Perbedaan
kedua tiep terletak pada kecepatan akses, di mana tipe SCSI mempunyai
kecepatan akses lebih tinggi dibanding dengan tipe IDE. Jika server Anda
melayani servis-servis yang membutuhkan kecepatan akses tinggi, maka
harddisk dengan SCSI lebih tepat untuk digunakan.

   4. NETWORK CARD (KARTU JARINGAN)

Anda dapat menggunakan berbagai tipe dan merek network card untuk
server Linux Anda. Ada beberapa tipe, misalnya 10 Mbps atau 100 Mbps.
Semuanyadisesuaikan dengan tipe jaringan komputer Anda serta 10
Address dan IRQ Numbr dari network card.

   1.3.4 MEMULAI PENGINSTALAN

Sebelum mulai menginstal, ada baiknya kita mempersiapkan dulu CD
penginstalan Fedora Core 3 yang umumnya terdiri dari 5 CD. Jika belum
memilikinya, Anda bisa men-download di www.distrowatch.com. Kenudian,
kita harus mengubah prioritas boot pada computer dengan mengatur
konfigurasi BIOS pada computer yang akan Anda Install Linux. Restar-lah
computer Anda, lalu tekan tombol Delete atau F1 (tergantung pada tipe
motherboard yang digunakan). Sesudah itu, kita akan masuk ke menu
BIOS. Carilah menu untuk pengaturan boot, lalu ubahlah prioritas pertama
boot ke CDROM. Sesudah itu, simpan dan keluarlah.

Catatan :
Jika Anda belum berpengalaman, sebaiknya hati-hati dengan pengaturan menu BIOS
karena jika salah, bisa menyebabkan sistem pada computer Anda terganggu atau error.

Sesudah melakukan langkah-langkah di atas, kita sudah siap melakukan
proses menginstal. Beberapa langkah yang harus Anda lakukan untk
mengistal Fedora Core 3 sebagai berikut :

           1. Masukan Fedora Core 3 yang pertama ke dalam CDROM
              computer, lalu biarkan proses berjalan sampai muncul tulisan:


                                                                                      11
                                 Created By : Ivan Ramdan & Tri Ofianto


   mode pengistalan, yaitu mode teks dan mode grafis. Bagi
   pemula atau telah terbiasa memakai sistem operasi Windows,
   mode grafis yang lebih user friendly tentu lebih mudah
   digunakan. Tekanlah tombol ENTER untuk memilih mode
   grafis.

2. Ketika proses menginstal dimulai, Fedora Core 3 menawarkan
   untuk melakukan pemeriksaan terhadap media pengistalan
   yang digunakan. Kalau Anda menggunakan CD, maka Fedora
   Core 3 bisa melakukan pemeriksaan terhadap CD yang Anda
   gunakan, apakah ada kerusakan atau tidak. Sebaiknya, Anda
   melakukan pemeriksaan media pengistalan guna kelancaran
   proses menginstal. Jika CD pengistalan yang Anda gunakan
   ternyata rusak, maka proses menginstal akan berhenti di
   tengah jalan. Klik pilihan OK untuk melakukan pemeriksaan
   atau klik tombol SKIP jika Anda ingin melewatinya. Jika
   pemeriksaan menemukan kerusakan pada CD pengistalan
   Anda, maka hasilnya akan FAIL dan Anda harus mengganti
   CD penginstalan.

3. Setelah proses pemeriksaan media penginstalan selesai,
   sistem Fedora Core akan menjalankan program anaconda,
   yaitu program yang menjalankan proses mengistal. Kemudian,
   sistem Fedora Core akan melakukan inisalisasi terhadap tipe
   dan merek hardware yang digunakan seperti monitor, kartu
   graifs, dan mouse.

4. Kalau tidak ada masalah pada kartu grafis, maka proses
   menginstal dengan menggunakan mode grfis akan berjalan
   lancar. Namun, jika ada masalh, maka menu pengistalan tidak
   akan tampil. Proses akan berjalan dan pada layer monitor
   akan muncul tampilan sambutan “Welcome to Fedora Core”,
   yang berarti proses mengistal akan dimulai.


5. Selanjutnya, Anda akan diminta memilih bahasa yang akan
   digunakan dalam proses menginstal. Menu memiliki banyak
   bahasa yang bisa Anda pakai. Secara default, pilihan bahasa
   ada pada bahasa Inggris. Jika Anda sudah selesai, kliklah
   tombol Next untk melanjutkan.

6. Langkah berikutnya adalah memilih jenis keyboard yang
   digunakan. Secara default, jenis keyboard akan digunakan
   adalah U.S English. Anda bisa memilih yang lain jika berbeda.
   Namun, berhati-hatilah dalam memilih jenis keyboard Karena
   jika Anda salah pilih, maka mengakibatkan beberapa karakter
   (misalnya, tanda petik dua) tidak dapat ditampilkan. Jika sudah
   selesai, kliklaj tombol Next untuk melanjutkan.




                                                               12
                                   Created By : Ivan Ramdan & Tri Ofianto


7. Menu penginstalan berikutnya adalah Anda akan dihadapkan
   pada pilihan Install Fedora atau Upgrade an exiting
   installation. Anda mengklik pilihan kedua jika computer Anda
   sudah memiliiki Fedora Core versi sebelumnya Anda dapat
   melakukan upgrade. Setelah itu, kliklah Next.

8. Langkah selanjutnya adalah memilih tipe pengistalan yang
   Anda inginkan. Menu memiliki beberapa pilihan tipe
   penginstalan, yaitu:
       Personal Desktop
          Tipe pengistalan untuk computer personal yang tidak
          terhubung ke jaringan. Paket yang diinstal lebih
          mengedepankan kebutuhan pribadi sehari-hari seperti
          untuk aplikasi perkantoran dan bukan untuk
          kepentingan jaringan.
       Workstation
          Tipe penginstalan untuk computer client yang
          terhubung ke jaringan. Jenis paket yang terinstal lebih
          diarahkan untuk kepentingan operasional client jaringan
          seperti paket-paket untuk pemrograman dan
          administrasi sistem.
       Server
          Tipe penginstalan untuk computer server sebagai induk
          Workstation. Paket-paket yang terinstal dan pemisahan
          (partisi) harddisk ditujukan untuk kepentingan server.
       Custom
          Tipe penginstalan yang memungkinkan Anda memilih
          sendiri paket-paket yang diinstal. Pilihan lebih
          disarankan untk yang telah ahli atau terbiasa
          menggunakan Linux,
   Dari keempat pilihan, perbedaan mendasarnya adalah pilihan
   paket yang diinstal dan pembagian partisi sesuai dengan
   kebutuhan. Pilihlah tipe penginstalan Workstation dan klik
   tombol Next untuk melanjutkan.

9. Langkah berikutnya adalah menentukan cara membagi
   (partisi) harddisk. Pilihan “Automatically Partition” (default)
   lebih disarankan untuk pengguna yang belum mahir. Pilihan
   “Manually Partition With Disk Druid” disaranakan untuk
   pengguna mahir. Jika Anda belum terbiasa dalam urusan
   partisi, pilih “Automatically Partition”, kemudian tekan tombol
   Next.

10. Jika Anda memiilh “Automatically Partition”, maka akan
    dihadapkan pada pilihan berikut :
         Remove all Linux partition on this system: pilihan
          hanya akan menghapus partisi Linux yang ada pada
          harddisk Anda dan menggunakannya untuk Ffedora
          Core 3. partisi jenis lain yang mungkin ada pada sistem
          Anda tidak akan terhapus.


                                                                     13
                                 Created By : Ivan Ramdan & Tri Ofianto


         Remove all partition on this system: pilihan akan
          menghapus seluruh partisi yang ada pada harddisk
          Anda dan akan menggunakan keseluruhan harddisk
          untuk Fedora Core 3.
         Keep all partition and use exiting free space: pilihan
          akan tetap mempertahankan semua partisi yang ada
          dan menggunakan sisa partisi untuk Fedora Core 3.
          namun, kita perlu memperhatikan bahwa penginstalan
          Fedora Core 3 memerlukan ruang pada harddisk
          minimal sebesar 5 GB untk menginstal Fedora Core 3
          sebagai server, tentu dengan servis yang sederhana.

11. Selanjutnya, Anda akan dihadapkan pada konfigurasi Boot
   Loader. Secara default, Boot Loader yang dipilih adalah
   GRUB. Namun, Anda dapat menggantinya dengan LILO jika
   ingin. Klik tombol Next untuk melanjutkan ke lanngkah
   berikutnya.

12. Setiap computer yang terhubung ke jaringan dan
    menggunakan kartu jaringan atau LAN Card akan diminta
    mengisi konfigurasi jaringan. Secara default, penomoran
    jaringan menggunakan DHCP yang secara otomatis akan
    memberikan nomor tertentu. Namun, jika belum tersedia
    server DHCP, gantilah pilihan melalui tombol Edit. Hilangkan
    tanda cek pada “Configure Using DHCP” dan isikan nomor IP
    yang diinginkan beserta Netmask. Misalkan, nomor IP yang
    diinginkan adalah 192.168.3.1 dan Netmask 255.255.255.0.
    Selanjutnya, isilah hostname dengan nama computer yang
    diinginkan, misalkan LINUXSERVER. Klik tombol Next untuk
    melanjutkan.

13. Pada konfigurasi Firewall, Anda dapat menggunakan pilihan
    mulai dari yang paling tinggi (high) samapi yang paling
    terendah (no Forewall).
    Untuk kepentingan eksperimen, Anda dapat memanfaatkan
    piihan paling rendah. Namun, setelah digunakan untuk
    kepentingan yang lebih serius, tingkat keamanan harus diatur
    lebih tinggi.

14. Setelah tombol Next ditekan, Anda akan diminta untuk
    mengisi piilhan bahasa yang dapat didukung. Pilih Indonesia,
    kemudian klik tombol Next untuk melanjutkan.

15. Setelah itu, Anda akan dihadapakan pada pemilihan zona
    waktu (Time Aone Selection) yang dapat Anda pilih dengan
    menyesuaikannya dengan lokasi tempat tinggal Anda.
    Kamudian, kliklah tombol Next untuk melanjutkan langkah
    berikutnya.




                                                               14
                                     Created By : Ivan Ramdan & Tri Ofianto


    16. Kemudian, Anda akan diminta untuk menentukan kata sandi
        (password) untuk root. Pada sistem LINUX/UNIX, root adalah
        superuser yang mempunyai akses tidak terbatas di dalam
        sistem maupun jaringan. Root biasa didatangi oleh seorang
        Administraotor sistem. Sebaiknya, Anda mencari kata sandi
        yang sulit diketahui oleh orang lain, paling tidak sebanyak 6
        karakter. Pada menu, Anda akan diminta memasukkan kata
        sandi untuk root sebanyak dua kali. Tujuannya adalah
        mencegah Anda salah ketik dan memastikan bahwa kata
        sandi yang dimasukan benar-benar sesuai dengan yang Anda
        inginkan. Setelah selesai, klik tombol Next untk melanjutkan.

    17. Setelah pengisian kata sandi untuk root, Anda akan
        dihadapkan pada persetujuan penginstalan paket yang
        diinginkan. Anda diminta untuk memilih du pilihan. Pilihan
        pertama adalah “Install default software packages” (jika Anda
        menyetujui paket yang bersifat default) dan yang kedua adalah
        “Customize software packages to be installed” (jika Anda ingin
        memilih paket yang lainnya).

       Setelah langkah ke-17 dilakukan, jendela pemberitahuan
       untuk memulai penginstalan akan tampil. Anda dapat
       menekan tombol Next untuk menjalankan pengistalan.
       Lamanya penginstalan bergantung pada jumlah paket yang
       diinstal dan performa computer yang digunakan.
       Setelah penginstalan dilakukan, akan muncul pertanyaan
       untuk membuat disket booting. Disket akan bermanfaat untk
       kepentingan darurat atau sekedar menjalankan Linux melalui
       Disket. Anda dapat memilih “Yes, I Would Like to Create a
       boot disk” (jika ingin mempunyai disket untuk booting) atau
       “No, I do not want to create a boot disk” (jika tidak
       menginginkannya).

       Selanjutnya, Anda diminta intuk mengatur konfigurasi kartu
       grafis (graphic card) untuk Xwindow.

       Langkah berikutnya adalah mengatur konfigurasi monitor yang
       sesuai. Pengaturan monitor akan mempengaruhi performa
       tampilan.

       Setelah itu, Anda akan diminta untuk mangatur konfigurasi
       screen Xwindow. Tekan tombol Next untuk mangakhiri proses
       menginstal sistem akan melkukan booting dan CD
       penginstalan akan keluar dari CDROM. Selanjutnya, sistem
       Linux yang baru siap digunakan.

.1.4 CEK KONEKSI ANTAR KOMPUTER




                                                                    15
                                              Created By : Ivan Ramdan & Tri Ofianto


Setelah penginstalan selesai, pertama kali kita akan mengecek apakah
computer kita bisa terhubung dengan jaringn. Untuk Windows, kita bisa
mengeceknya dengan cara sebagai berikut :

Klik Start-Run, lalu kita ketikan ping yang diikuti nomer IP yang ingin kita
cek.

Ping adalah suatu perintah untuk mengecek apakah computer yang kita
ingin cek terkoneksi atau tidak

Di meni Run Anda bisa melnuliskan perintah: “ping 192.168.3.1”. Perintah
berarti kita ingin mengecek koneksi antara server Linux yang sudah
deberikan nomor IP 192.168.3.1 saat penginstalan Fedora Core 3.

Setelah kita ping, maka akan muncul suatu window baru.

Jika muncul tulisan Reply dari nomor IP yang kita tuju, maka computer telah
terkoneksi dengan jaringan.




                                                                               16
                                           Created By : Ivan Ramdan & Tri Ofianto




                     BAB 2
KOMUNIKASI LINTAS PLATFORM MENGGUNAKAN SAMBA
   SEBAGAI PENGHUBUNG LINUX DAN WINDOWS
Pada Bab 1. Anda telah menginstal Linux Fedora Core 3 sebagai server
untuk malayani keprluan client yang berbasis platform Windows. Hubungan
antara server dan client pun sudah terjadi sewaktu Anda mengecek koenksi
dengan menggunakan perintah ping. Namun, persoalan berikutnya adalah
bagaimana cara server dan client berkomunikasi, berbagi data, atau
berbagi hardware seperti printer? Kita bisa menganalogikan prsoalan seperti
dua orang yang berbeda bahasa bertemu dan menggunakan bahasa
masing-masing untuk berkomunikasi satu dengan yang lain. Sementara itu ,
mereka tidak menerti bahasa lawan bicaranya, sehingga perlu seorang
penerjemah yang mengerti bahasa keduanya dan akan menjadi
penghubung di antara keduanya.

Di dalam dunia jaringan computer, kita bisa menggunakan aplikasi Samba
sebagai penghubung di antara dua platform berbeda yang ada dalam satu
jaringan. Apakah Samba itu dan bagaimana cara menggunakannya, serta
fasilitas apa yang bisa diberikannya? Bab 2 akan menjawab pertanyaan-
pertanyaan.

2.1 SEKILAS TENTANG SAMBA

Di dunia sepak bola , nama Samba identik dengan tim sepak bola Negara
Brazil. Di Brazil, Samba merupakan nama sebuah tarian khas rakyat.oleh
sebab itu, tim sepak bola Brazil dijuluki tim Samba karena permainan para
pemainnya dilapangan hijau seperti menari, meliuk kesana-kesini sambil
menggiring bola.

Namun, pada dunia computer Samba bisa di analogikan seperti jembatan
karena samba merupakan sebuah aplikasi yang menghubungakan dua
sistem operasi yang berbeda Platform, yaitu Linux dan Windows.

Seorang mahasiswa phD fakultas Ilmu komputer universitas Nasional di
canbera, australia bernama Andrew Tridgell mempunyai gagasan tentang
Samba. Segalanya dimulai pada tahun 1991. Andrew Tridgell pada waktu
itu mendapatkan sebuah copy program aplikasi yang berbasis MS-DOS
bernama eXcursion. Walaupun pada waktu didapatkan masih versi beta,
eXcursion mempunyai kemampuan mengakses mounting dari sistem
operasi DOS ke mesin server computer berbasis UNIX tentu dengan segala
keterbatasan, kemudian, Andrew Tridgell mendapat ide untuk
mengembangkannya. Universitas Nasional Canbera pun ikut
mensponsorinya. Selanjutnya, sebuah tim dibentuk untuk mengembangkan
sebuah aplikasi yang akhiranya dinamakan Samba. Tempat kerja mereka di
rumah Andrew Tridgell di Canbera sampai hari ini, Samba pun masih terus


                                                                            17
                                              Created By : Ivan Ramdan & Tri Ofianto


dikembangkan dengan bantuan para programmer disluruh dunia seperti
halnya Linux. Alasanya adalah pengembangan Samba merupakan bagian
Open Source (OSS) dan didistribusikan dibawah GPL (General Public
License). Perkembangan Samba bisa dilihat pada situs www.samba.org.
pada situs ini pula, Anda bisa bergabung dengan mailing list tim
pengembangan Samba yang beranggotaan ribuan orang dari seluruh dunia
dan ikut pula mengembangkan Samba.

2.2 MENGINSTAL SAMBA

Dalam CD penginstalan, distro-distro Linux paket Samba umumnya sudah
ikut disertakan, begitu pun pada distro Fedora Core 3 yang digunakan pada
buku ini. Namun, penulis yakin bahwa ada kalanya kita berhadapan dengan
situasi yang mengharuskan kita menginstal paket Samba, sehingga
pembahasan Subbab 2.2 adalah cara menginstal Samba. Anda perlu
memperhatikan bahwa pada bagian menginstal Samba , Anda harus
menggunakan user root CD yang menyertai buku ini sudah menyertakan
paket Samba. Namun, sebelum Anda menginstalnya, ada baiknya kita
perika dahulu apakah paket Samba sudah terinstal pada computer Anda.
Yang menggunakan Fedora Core 3, kita Aplication > System Tools >
Terminal. Pada Terminal Anda bisa mengetikan perintah-perintah yang
berbasis teks sama hal nya dengan MS-DOS pada Windows.

Pada Terminal, kita tuliskan perintah :

[root@LINUXSERVER -]#rpm            –qa   |     grep samba

Perintah berguna untuk mengecek apakah Samba sudah terinstal didalam
computer. Jika output perintah seperti dibawah ini:

Samba-common-3.0.8-0.pre1.3
Samba-3.0.8-0.pre1.3
System-config-samba-1.2.21-1
Samba-client-3.0.8-0.pre1.3

Maka paket Samba sudah terinstal didalam computer Anda. Namun, jika
dengan perintah “rpm –qa | grep samba” tidak menghasilkan apapun,
maka Anda harus menginstal paket Samba yang sudah disediakan CD
penyerta.

Masukan CD kedalam CDROM computer server, lalu lakukan mount CD
dengan melakukan perintah berikut :

[root@LINUXSERVER ~]#            mount /media/cdrom

Setelah itu, salin directory paket_samba yang ada didalam CD penyerta ke
computer server :

[root@LINUXSERVER ~]# cp -r
/media/cdrom/paket_samba ./



                                                                            18
                                            Created By : Ivan Ramdan & Tri Ofianto


Anda bisa melihat isi folder paket_samba adalah peket samba dengan
menggunakan perintah :

[root@LINUXSERVER ~]# ls –a paket_samba

Isi directory paket_samba adalah peket Samba dalam bentuk RPM

.                                   samba-common-3.0.8-
0.pre1.3.i386.rpm
..                                  samba-swat-3.0.8-
0.pre1.3.i386.rpm
Samba-3.0.8-0.pre1.3.i386.rpm       system-config-samba-1.2.21-
1.noarch.rpm
Samba-client-3.0.8-0pre1.3.i386.rpm

Langkah berikutnya adalah meninstal paket-paket Samba kedalam
computer server. Pada terminal, tuliskan perintah seperti dibawah ini :

[root@LINUXSERVER samba]# rpm –ivh samba-3.0.8-
0.pre1.3.i386.rpm
Warning: samba-3.0.8-0.pre1.3.i386.rpm: v3 DSA signature: NOKEY,
key ID 4f2a6fd2
Preparing... ###################################### [100%]
   1:samba   ###################################### [100%]

Perintah berfungsi menginstal paket Samba. Lakukan perintah “rpm –ivh”
pada setiap paket Samba yang ada didalam directory paket_samba.

Jika Anda berada didalam lingkungan X-window (Grafis) Fedroa Core 3,
penginstalan cukup dilakukan dengan mengklik ganda pada file RPM yang
akan diinstal.

Setelah itu, akan ada pemeriksaan apakah paket yang akan diinstal
mempunyai ketergantungan dengan paket lain, setelah selesai memeriksa
ketergantungan dengan paket lain, maka akan muncul jendela informasi
mengenai jumlah file yang dibutuhkan dalam penginstalan.

Jika informasi menyatakan hanya satu paket yang akan diinstal, maka paket
dapat diinstal tanpa tambahan file lain.

2.3 KONFIGURASI SAMBA

Setalah paket Samba sudah terinstal dengan baik pada computer server,
maka langkah yang harus kita lakukan berikutnya adalah melakukan
konfigurasi pada Samba agar bisa melakukan koneksi dan share dengan
client Windows.

Anda bisa melakukan konfigurasi Samba dengan menggunakan file
pengaturan Samba, yaitu smb.conf. Karena tadi kita menginstal paket
Samba menggunakan kode source atau dalam distro Fedora Core 3
dekenal dengan RPM (RedHat Packet Manager), maka file smb.conf secara
default diletakan pada directory /etc.



                                                                          19
                                           Created By : Ivan Ramdan & Tri Ofianto


Konfigurasi file smb.conf bisa dilakaukan jika Anda login sebagai superuser
(root). Dengan menggunakan program text editor seperti vi, pico, joe, dan
lain sebagainya, kita bisa membuka file smb,conf. pada buku ini, kita
menggunakan vi. Pada computer server, Anda buka terminal, lalu ketikkan
perintah berikut :

[root@LINUXSERVER ~]vi /etc/samba/smb.conf

Kemudian, akan muncul file konfigurasi smb.conf. Sebelum kita melangkah
lebih jauh, ada beberapa hal yang harus Anda ketahui mengenai file
smb.conf.

      Pada file konfigurasi smb.conf, Anda menda-pati tanda # (pagar)
       sebelum kalimat. Kalimat yang di awali tanda pagar merupakan
       kalimat berisi komentar. Jadi, jika Anda ingin membuat komentar,
       maka harus mengawali kalimat dengan tanda #.
      Selain tanda pagar (#), ada tanda ; (semicolon). Fungsinya hampir
       sama dengan tanda pagar, tetapi bukan komentar yang dutuliskan,
       melainkan perintah. Jika Anda lihat semicolon pada sebuah perintah,
       maka berarti perintah tidak aktif. Namun, jika tanda semicolon
       dihilangkan, maka perintah menjadi aktif.
      Selain kedua tanda yang telah dibahas, ada tanda sepasang kurung
       siku [ ].
       Contoh :

       [global1]

       Workgroup = MYGROUP
          [homes]
            Comment = Home Directories

       Tanda kurunga siku yang mengapit global menandakan bahwa global
       merupakan subbagian file smb.conf.

Berikut adalah penjelasan tentang file smb.conf. Perhatikan baris kalimat
yang bercetak tebal dan miring sebagai tanda di situlah perubahan
dilakukan.

Kita akan mulai pada subbagian global, yaitu bagian di mana kita akan
mengatur user server, keamanan, serta pengaturan lainnya agar server
Samba bisa berkomunikasi dengan client Windows.

Pada bagian ini, Anda diminta untuk mengisikan nama workgroup yang
akan digunakan di dalam jaringan:

[global]

   Workgroup = serverlinux
Bagian ini berguna untuk memberikan keterangan atau deskripsi dari server
kita :



                                                                         20
                                            Created By : Ivan Ramdan & Tri Ofianto

Server string = Samba Server

Untuk kepentingan keamanan jaringan, Anda bisa membatasi akses sesuai
nomor IP (di bawah ini menggunakan penomoran IP kelas C).

Hosts allow = 192.168.1. 192.168.3. 127.

Dengan memberikan perintah diatas, maka yang bisa mengakses server
computer dengan nomor IP 192.168.1. Sampai dengan 192.168.3. serta
local host 127. Komputer di luar itu tidak akan bisa mengakses server
Samba.

Perintah di bawah ini adalah kepentingan sharing printer:

Printcap name = /etc/printcap

Perintah printcap digunakan untuk mengeset path printcap. Pada bagian ini,
kita tidak perlu melakukan perubahan.

Load printers = yes

Perintah load printers sebenarnya untuk pemberitahuan bahwa server
Samba menyediakan printer local jaringan yang bisa diakses oleh client.

Perintah dibawah ini adalah untuk mengeset nama file dari log file yang
dihasilkan Samba. Namun, dengan memakai perintah default di bawah ini,
log file akan terpisah-terpisah sesuai dengan nama computer client karena
diberikan %m.

Log file = /var/log/samba/%m.log

Namun, jika ingin menempatkan log file pada satu tempat, maka Anda
menuliskan perintah seerti di bawah ini:

Log file = /var/log/samba/smbd.log

Dengan memberikan perintah dii atas, maka log file yang dihasilkan pada
server Samba akan tersimpan pada satu tempat.

Untuk mengatur besar file log, Anda perlu menggunakan perintah di bawah
ini (dalam ukuran kb):

Max log size = 50

Untuk mengatur autentifikasi client, Anda bisa menggunakan perintah
dibawah ini:

Security = user
Dengan menggunakan perintah di atas, setiap kali Anda mengakses server
Samba, maka akan ada permintaan dari server untuk mengisikan nama
user dan password seperti yang tercantum dalam file /etc/shadow. Selain
user, Anda bisa mengeset autentifikasi dengan parameter share dan server.


                                                                          21
                                           Created By : Ivan Ramdan & Tri Ofianto


Jika memilih parameter server, maka Anda harus menggunakan baris
perintah dibawah ini;

Password server = <isi dengan nama server>

Metode yang digunakan hampir sama dengan ketika kita mengeset security
= user, jika Anda mneggunakan parameter server, maka ketika akan
mengakses server Samba, akan ada permintaan untuk mengisikan nama
user dan password, malainkan menanyakan dulu pada server Samba yang
lain. Untuk bagian autentifikasi, lebih baik Anda menggunakan konfigurasi
default, yaitu menggunakan parameter user.

Akhirnya, sampailah kita pada subbagian yang merupakan inti file smb.conf,
yaitu mengenai sharing. Buku ini akan membahas 2 hal yang bersangkutan
dengan komunikasi lintas platform antara Linux dan Windowx dengan
menggunakan Samba, yaitu file dan printer sharing.

Pada subbagian homes, server Samba akan memberikan akses kepada
user berbasis Windows untuk mengakses home yang ada pada server
Linux. Kita lihat di bawah ini merupakan subbagian homes yang masih
merupakan default

[homes]
  Comment = Home Directories
  Browseable = no
  Writable = yes

      Comment adalah suatu pernyataan yang menunjukan identitas home
       yang akan di-share kepada client.
      Browsable digunakan supaya directory home yang dishare bisa trlihat
       pada Network Neighborhood atau Windows Exploler. Anda bisa
       memutuskan dengan yes tau no. Jika yes maka Anda akan melihat
       ikon home pada saat Anda browsing pada Network Neighborhood
       atau Windows Exploler di computer client yang berbasis Windows.
      Writable sama dengan browsable. Anda bisa memberkan keputusan
       yes jika ingin client dapat menulisi, mengubah, atau menghapus dan
       melakukan upload pada file-file yang ada dalam directory home yang
       di-share. Namun, jika Anda memutuskan directory home beserta file-
       file yang ada dialam hanya bisa dibaca oleh client (read only), maka
       harus memberikan keputusan no
   .
       Selain comment, browsable, dan writable, Anda dapat menggunakan
       beberapa parameter seperti :

Path = /home/Angela
Valid user = root
Public = no
Printable = yes

      Path menunjukan tempat dimana home yang akan di-share berada di
       dalam server Linux. Pada contoh di atas, ada pada /home/Angela.



                                                                         22
                                           Created By : Ivan Ramdan & Tri Ofianto


     Valid user menentukan bahwa hanya user root yang boleh
      mengakses directory home. Selain root, tidak akan ada user yang
      bisa mengakses.
    Public jika Anda ingin semua client dalam jaringa computer boleh
      mengakses tanpa harus memberikan nema user dan password,
      maka Nda bisa memberikan nama keputusan yes. Namun, jika tidak,
      Anda harus memberikan keputusan no.
    Printable jika diset yes, maka Anda bisa membuat output printer dari
      file-file yang ada dalam jaringan. Namun, jika di set no, maka output
      tidak akan bisa di-print.
   Untuk sebagian printer, kita bisa melihat konfigurasi default yang ada
   pada file smb.conf.

[printers]
  Comment = All priters
  Path = /var/spool/samba
  Browsable = no

      Comment merupakan pernyataan identitas printer yang di-sjare oleh
       server.
    Path menunjukan tempat di mana konfigurasi printer berada di dalam
       computer server.
    Browsable jika Anda ingin agar printer yang dishare bisa terlihat pada
       Network Neighborhood atau Windows Exploler pada computer client,
       maka set yes dan jika tidak, set no. Jika yes, maka akan muncul ikon
       printer pada saat Anda browsing di Network Neighborhood atau
       Windows Exploler.
Denikianlah penjelasan file smb.conf. Buku inimemang tidak menjelaskan
emuanya karena kami memusatkan pada tercapainya komunikasi lintas plat
form antara Linux den Windows. Untuk konfigurasi lebih lanjut, Anda bisa
bereksplorasi sendiri karena kami yakin dengan dasar-dasar konfigurasi
smb.conf yang sudah diungkapkan di atas, Anda akan bisa membuat
konfigurasi file smb.conf yang lebih kompleks. Sesudah melakukan
konfigurasi pada file smb.conf, Anda harus menyimpannya dulu dengan
menekan tombol Esc pada keyboard > tekan tombol : > setelah itu, ketikan
wq >, lalu tekan tombol Enter. Maka, sistem akan menyimpan perubahaan
yang Anda lakukan pada file smb.conf.

Anda harus ingat bahwa sesudah melakukan perubahan pada file smb.conf,
Anda perlu melakukan tes untuk memastikan bahwa tidak ada kesalahan di
dalam file smb.conf. Oleh kareanaitu, Anda bisa menjalankan program
testparm. Pada terminal, Anda bisa menuliskan perintah seperti berituk :

[root@LINUXSERVER 1]# testparm

Kalau todak ditemukan kesalahan, maka Anda bisa me-restart Samba
dengan perintah :

[root@LINUXSERVER 1]# service smb restart




                                                                         23
                                           Created By : Ivan Ramdan & Tri Ofianto


Anda bisa mneggunakan perintah service smb start untuk mengaktifkan
Samba, service smb stop untuk menghentikan Samba, dan service smb
restart untuk me-restart Samba. Namun, jiks ingin service smb otomatis aktif
Ansa bisa menuliskan perintah di bawah ini :

[root@LINUXSERVER 1]# chkconfig –level 345 smb

Dengan demikian, service smb akan secara otomatis aktif setiap Anda
menghidupkan computer server.

Selain cara di atas, untuk membuat service Samba menjadi permanent,
anda bisa mengetikkan perintah berikut;

[root@LINUXSERVER 1]# serviceconf &

Perintah demikian mengaktifkan Samba pada service Configuration, seperti
pada gambar 2.6

Sesudah itu, restart-lah computer server, lalu Anda bisa melihat status
service smb sesudah computer direstart dengan menggunakan perintah:

[root@LINUXSERVER ~]# service smb status
Smbd (pid 2226 2216) is running...
Nmbd (pid 2221) is running...

2.3.1 MENGGUNAKAN SAMBA SERVER CONFIGURATION TOOL
      UNTUK MELAKUKAN KONFIGURASI FILE SMB.CONF

Ada cara lain untuk melakukan konfigurasi pada file smb.conf, yaitu dengan
menggunakan Samba server Configuration Tool, yang merupakan tool
pengaturan Samba melalui mode grafik. Dengan menggunakan tool ini,
Anda semakin melakukan konfigurasi file smb.conf.

Untuk mengakses, Anda harus login menggunakan root dan menuju
Aplication > System Setting > Server Setting > Samba, maka aakan muncul
jendela seperti Gambar 2.7

Anda bisa mulai menggunakan Samba Server Configuration Tool dengan
memilih tab Preference, kemudian memilih Server Setting, sehingga muncul
jendela seperti gambar 2.8

Gambar 2.8 memperlihatkan bahwa tab Basic berisi Nama Workgroup dan
Description sama dengan workgroup dan server string yang ada
pada file smb.conf.

Tab Security sama dengan pilihan di mana pada file smb.conf Anda
mngeset security pada file smb.conf.

Bagian berikutnya adalah mengatur pemakai Samba. Untuk memasukkan
nama user Samba, kita menuju Preference kembali pada Samba Server




                                                                         24
                                          Created By : Ivan Ramdan & Tri Ofianto


Configuration Yool. Kemudian , pilihan Samba Userrs dari menu, sehingga
akan muncul jendela pada gambar 2.10.

Untuk memasukan nama penakai Samba, kita bisa mangklik tombol Add
User, lalu akan muncul jendela Create New Samba User. Sesudah itu,
Anda bisa memilih dari daftar untuku mengisi Unix Username. Pada bagian
ini, kita perlu ingat bahwa nama user Samba harus ada dalam sistem Linux.
Artinya Anda harus membuat nama user pada sistem Linux. Ada 2 cara
yang bisa Anda lakukan untuk membuat nama user pada sistem Linux, yaitu
melalui mode teks dan mode grafik. Pada mode teks, Anda bisa mengetikan
perintah di bawah ini pada terminal (Anda harus login sebagai root)

[root@LINUXSERVER ~]# adduser feby

Perintah berfungsi memesukan nama user feby di dalam sistem Linux.
Sesudah itu, ketikan perintah di bawah ini untuk memberikan password
terhadap user feby.

[root@LINUXSERVER ~]# passwd feby
Changing password for user feby
New password:

masukan password yang Anda inginkan.

Retype new password :

Ulangi password kofigurasi password.

Passwd: all authentication tokens updated
Successfully

Untuk mode grafik, Anda bisa menuju Aplication > System Setting > Users
and Groups, maka akan muncul jendela seperti gambar 2.11. jika pad daftar
user belum terdapat user yang terdaftar, maka computer hanya mempunyai
login sebagai root untuk melakukan konfigurasi.

Untuk memasukan nama user, kliklah pada pilihan Add User, lalu akan
muncul jendela “Create New User” seperti gambar 2.12. Kemudian, ada
beberapa isian yang harus Anda isi.
User Name                 : Nama ID untuk login ke computer.
Full Name                 : Nama lengkap User.
Password                  : Password untuk login
Cinfirm Password          : Password yang sama dengan isian
sebelumnya.
Login shell               : Lokasi program shell (umumnya bin/bash).
Home Directory            : Direktori kerja untuk user.

Pastikan opsi “Create a private group for the user” tetap aktifkan untuk
membuat group bagi user di atas. Group yang dibuat khusus untuk user
yang bersangkutan. Setelah semuanya terisi, tekan tombol OK untuk
menyimpan data user yang baru saja diisi.



                                                                        25
                                            Created By : Ivan Ramdan & Tri Ofianto


Setelah Anda memasukan nama user ke dalam sistem Linux, maka
namanya akan ada di dalam daftar Unix Username dan Anda bisa
memasukannya ke dalam nama user Samba. Selanjutnya, ANda bisa
menetukan jika user yang Anda masukan mempunyai nama lain di sistem
windows dan akan login ke server Samba malaui computer client
berplatform Windows, maka Anda harus menentukan nama user Windows
pada kolom Windows Username. Namun, untuk pilihan demikian,
Authentication Mode di tab Security pada Server Setting preference harus di
set User. Setelah itu, tentukanlah password untukuser Samba. Bagian
selanjutnya adalah menentukan sharing untuk client. Kliklah tombol Add
pada jendela Samba Server Configuration Tool lalu akan muncul jendela
seperti pada gambar 2.14.

Kemudian, pada tab Basic ada beberapa pilihan configuration yang akan
dijelaskan di bwah ini:

Directory           : pada kolom ini, Anda harus menentukan direktori yang
                      akan dishare melaui Samba.
Share name          : pada kolom ini, Anda bisa mengatur apakah user pada
                      computer client hanya bisa membaca pada direktori
                      yang Anda sharing atau bisa melakukan update data.
                      Setelah Anda selesai, klik OK untuk menerapkannya.

Pada tab Acces, Anda bisa menentukan user yang bisa mengakses share
seperti yang bisa dilihat pada gambar 2.15.

Sesudah selesai, Anda bisa klik tombol OKuntuk menerapkannya, lalu akan
muncul jendela seperti gambar 2.16.

2.3.2 MENGUNAKAN SWAT UNTUK MENGKONFIGURASI
FILE SMB.CONF
   1. MENGKOFIURASIKAN SAMBA MENGGUNAKAN SWAT

SWAT di sisni bukan pasukan khusus kepolisian Amerika Serikat yang
sering kita lihat di film-film atau di game-game yang beredar saat ini. SWAT
disiniadalah kependekan Samba Web AdministrtionTool.               Jika sulit
mengatur konfigurasi Samba melaui editor vi atau Samba Server
Configuration, Anda mungkin bisa mencoba mengaturnya dengan
menggunakan SWAT. SWAT merupakan editor file smb.conf dberbasis
aplikasi web yang mungkin memudahkan Anda yang tamplan grafis menarik
Windows tentu tidak akan banyak menemukan kesulitan dalam
menggunakan SWAT.

   2. PENGINSTALAN SWAT

Subbab 2.2 telah menuturkan langkah-langkah menginstal paket Samba.
Jika Anda melakukannya, maka aplikasi SWAT sudah terinstal pada
computer server. Namun, tidak ada salahnya jika Anda memeriksa apakah



                                                                          26
                                             Created By : Ivan Ramdan & Tri Ofianto


aplikasi SWAT memang sudah benar-benar terinstal pada computer server
dengan mengetikan perintah pada terminal atau console.

[root@LINUXSERVER ~]# rpm –qa |grep swat
Samba-swat-3.0.8-0pre1.3

Jika menghasilkan nama paket seperti di atas, maka aplikasi SWAT sudah
terinstal pada computer server. Namun, jika tidak, maka Anda harus
menginstal aplikasi SWAT. Cara penginstalan paket aplikasi pun sudah
dibahas sebelumnya pada Subbab 2.2.

Namun, untuk menggunakan SWAT , Anda harus mengaktifkan service
httpd dengan perintah:

[root@LINUXSERVER ~]# service httpd start

   3. MENGGUNAKAN SWAT

Setelah proses menginstal selesai, Anda bisa menjalankan SWAT dengan
menggunakan berbagai web browser yan gbisa digunakan di Linux seperti
Mozilla, Opera, atau yang lainnya. Jika ingin mengakses melaui computer
client berbasis windows, Anda bisa menggunakan Internet Exploler.
Ketikkan di Address Bar pada Web Browser alamat http://localhost:901/ jika
SWAT dijalankan pada local di server Samba Anda. Jika menggunakan
remote acces dari computer client windows, Anda bisa pula menjalankan
Samba dengan cara browsing ke server yang nomor IP-nya 192.168.3.1,
maka bisa mengaktifkan alamat http://192.168.3.1:901/. Sehabis
mengetikkan alamat, Anda bisa autentifikasi seperti yang bisa dilihat pada
gambar 2.17:

Silakkan Anda isi dengan User Name root besrta password-nya. Sesudah
itu, klik tombol OK dan akan muncul jendela SWAT seperti gambar 2.18.
Dalam menggunakan SWAT, hanya user root yang bisa mengakses SWAT.

Anda bisa melihat pada jendela SWAT ada menu HOME, GLOBALS,
SHARES, PRINTERS, WIZARD, STATUS, VIEW, dan PASSWORD. Menu
GLOBALS berisi variable globaldari file smb.conf, seperti nama workgroup,
nama Server Samba, Security, dan kain-lain. Tampilam konfigurasi SWAT
global tampak pada gambar 2.19.

Menu GLOBALS berisi konfigurasi variable global dari server Samba,
seperti nama workgroup, nama server Samba, tingkat security, dan lain-lain.
Jika ingin melihat konfigurasi lebih detail, maka pilihan Change View To,
sehingga tampilannya akan seperti Gambar 2.20.

Pada menu SHARE, Anda bisa melakukan sharing file dengan
menggunakan SWAT. Pada kolom Create share, Anda bisa menuliskan
nama share, lalu langkah selanjutnya adalah menetukan hak skses
terhadap share serta bagaimana share file dalam tersebut diakses. Apakah
hanya bisa dibaca (read only) atau bisa diubah, ditulisi (write), dan lainnya.



                                                                           27
                                        Created By : Ivan Ramdan & Tri Ofianto


Jika ingin mengatr konfigurasi sharing printer, maka        Anda    bisa
memenfaatkan menu PRINTERS yang ada pada SWAT.

Langkah penggunaannya hampir sama dengan saat menggunakan manu
SHARE. Anda bisa menuliskan nama dari printer yang akan di-share pda
kolom Create Printer, lalu Anda bisa menentukan parameter-parametr yang
ada pada menu PRINTERS. Pembahasan lebih lanjut tentang file dan
sharing parinter ada ada Bab 3.

Pada menu STATUS, Anda bisa melihat informasi tentang versi Samba
yang digunakan oleh computer server, status service Samba, dan lainnya.
Disini Anda bisa pula mengaktifkan dan menonaktifkan serta me-restart
service Samba hanya dengan mengklik tombol Stop smbd, Start smbd, dan
Restart smbd pada menu VIEW, Anda bisa melihat file smb.conf setelah
diedit dengan mengunakan SWAT karena jika Anda melakukan konfigurasi
Samba dengan menggunakan SWAT, maka otomatis file smb.conf pun
akan berubah sesuai dengan konfigurasi yang dilakukan. Namun, jika Anda
menggunakan SWAT, maka akan menghapus semua komentar serta opsi
“include=” dan opsi “copy=”. Oleh sebab itu, Anda sebaiknya melakukan
backup terhadap file smb.conf sebelum menggunakan SWAT. File smb.conf
setelah diedit dengan menggunakan SWAT conthnya seperti di bawah ini

# Samba config file created using SWAT
# from 192.168.3.3 (192.168.3.3)
# Date: 2005/10/09 18:58:04

#Global parameters
[global1]
     Workgroup           =   SERVERLINUX
     Server string       =   Samba Server
     Security            =   user
     Log file            =   /var/log/samba/%m.log
     Max log size        =   50
     Socket optins       =   TCP_NOELAY
                             SO_RCVBUF=8192
                             SO_SNDBUF=8192
     Printcap name       =   /etc/printcap
     Dns proxy           =   No
     Idmap uid           =   16777216-33554431
     Idmap gid           =   16777216-33554431
     Cups options        =   raw
[homes]
     Comment             = Home Directories
     Read only           = No
     Browsable           = No

[printers]
     Comment             =   All Printers
     Path                =   /var/spool/samba
     Printable           =   yes
     Browsable           =   No
[printerlinux]
     Path                = /tmp


                                                                      28
                                         Created By : Ivan Ramdan & Tri Ofianto

      Printable          = yes

Menu terakhir SWAT adalah PASSWORD, di mana Anda dapat melakukan
pergantian password untuk user Samba, menambahkan user baru,
menghapus user, serta mengaktifkan dan meninaktifkan user Samba.

And bisa mengakses SWAT dari IP mana pun yang terkoneksi ke server
Samba. Namun, dengan menggunakan rmote acces, Anda akan membuka
peluang untuk pencurian password root melalui password sniffing karena
proses autentifikasi menggunakan password yang di kirim dalam bentuk
“clear text”. Oleh sebab itu, kami tidak menyarankan Anda menjalankan
SWAT enggunakan remote acces.

2.4 KONFIGURASI CLIENT WINDOWS

Setelah Anda selesai mengkofigurasikan Samba pada computer server, tiba
Anda mengatur konfigurasi pada computer client Windows. Karena pada
buku ini menggunakan dua sistem operasi windows, yaitu windows 9x dan
windows XP, maka kita akan membahas penaturan client pda kedua sistem
operasi. Sebelum melanjutkan pada langkah berikutnya, ada baiknya kita
menyiapkan dulu CD penginstalan Windows 9x karena ada kalanya setiap
kita melakukan konfigurasi pada Windows, sistem Windows pasti meminta
CD penginstalan untuk melakukan perubahan.

2.4.1 KONFIGURASI PADA WINDOWS 98

Pertama-tama yang harus dilakukan adalah Anda harus membuat user
profile pada Windows 98.

   1. KONFIGURASI USER PROFIL

Langkah-langkah sebagai berikut:

      1. masukanlah pada menu Control Panel, lalu klilk 2 kali pada ikon
         password. Pilihlan tab User Profiles, sehingga akan muncul
         tampilan berikut.
      2. kemudian, kita pilih tombol radio pada teks Users can
         Customize…., lalu ada bagian User profile settings kita memilih
         salah satunya.
      3. sesudah kita mengatur user profile, langkah selanjutnya adalah
         menggati password. Pilihlah tab Change Password, lalu
         masukkan user name da password. Dengan catatan, data yang
         Anda mesukan harus sama dan sesuai dengan yang ada pada
         server Samba. Anda harus melakukan supaya bisa mengakses
         file yang di-share oleh Server Samba.

Setelah Anda mengklik pada pilihan “Change Windows Password…”, maka
akan muncul jendela menu “change Windows Password” seperti berikut:




                                                                       29
                                          Created By : Ivan Ramdan & Tri Ofianto


Masukanlah password untuk user yang Anda inginkan. Namun, kami
ingatkan bahwa password yang Anda masukan harus sama dengan user
dan password yang ada di dalam computer server.

   2. KONFIGURASI PROTOKOL TCP/IP

Setelah Anda mengatur user profiles dan menetapkan password untuk
windows, langkah selnjutnya adalah melakukan setting jaringan TCP/IP.

Langkah-langkah yang harus dilakukan adalah:

   1. Masukan ke menu Control Panel, lalu klik ganda pada ikon Network.
      Setelah itu, akan muncul tampilan seperti gambar 2.28. Didalam
      menu, ada daftar keterangan (daftar protocol) tentang beberapa
      komponen jaringan yang sudah terinstal di sistem windows.
   2. Jika di dalam daftar protocol TCP/IP belum ada, maka Anda harus
      menginstalnya terlebih dahulu dengan langkah-langkah seperti di
      bawah ini:
           Pada menu Network seperti pada gambar 2.28, klik ganda
             pada pilihan Add, lalu menu pilihan komponen yang akan
             Anda instalmuncul seperti yang bisa dilihat pada gambar 2.29.
             Untuk menginstal TCP/ip, Anda harus memilih pilihan protocol
             dengan menyorot pilihan protocol dan mengklik pada pilihan
             Add, lalu akan muncul jendela pilihan seperti gambar 2.30.
           Setelah itu, pada kolom “Manufacturies” Anda bisa memilih
             Microsoft, lalu pada kolom ”Network Protocols” memilih
             TCP/IP. Sesdudah itu, kliklah tombol OK untuk menerapkan
             konfigurasi yang sudah diatur, lalu restart computer Anda.

    3. Sesudah computer restart, masukanlah kembali pada menu Control
       Panel. Ah, sekarang protocol TCP/IP sudah resmi terinstal pada
       computer Anda, langkah berikutnya adalah konfigurasi protocol
       TCP/IP. Masuklah ke Control Panel, lalu pilihlah menu Network.
Sesudah itu, arahkan kursor pada pilihan TCP/IP, lalu klik pada pilihan
Properties, sehingga akan muncul jendela seperti gambar 2.32. jika pada
jaringan terdapat DHCP server, maka kita bisa menggunakan pilihan
“Obtain an IP address automatically” karena akan mendapatkan alamat IP
secara otomatis. Namun, jika tidak ada DHCP server, maka kiat harus
secara manual memberikan alamat IP dengan mamilih pilihan “Specify an IP
address” pada jendela TCP/IP Propertis. Kemudian, Anda bisa memasukan
IP address dan subnet mask pada kolom yang tersedia.

Karena pada saat penginstalan Fedora Core 3 sebagai server kita sudah
memberikan nomor IP untuk server adalah, yaitu 192.168.3.1 dengan
subnet mask 255.255.255.0, maka untuk client windows 9x kita bisa
memberikan alamat IP 192.168.3.2 dengan subnet mask 255.255.255.0
seperti pada gambar 2.32.




                                                                        30
                                             Created By : Ivan Ramdan & Tri Ofianto


   3. KONFIGURASI TAB BINDINGS

Setelah selesai, langkah selanjutnya adalah melakukan pengecekan
terhadap tab Bindings. Kita pilih pilihan “Client Microsoft Networks” dan “file
and printer sharing for Microsoft Networks” dengan memberikan tanda
check point pada kedua pilihan seperti pada gambar 2.33

Untuk tab “DNS Configuration”,”Gateway”, dan NetBIOS. Kiat tidak perlu
melakukan konfigurasi. Setelah mengklik tombol OK, kita melanjutkan
langkah berikutnya.

   4. PENGECEKAN TERHADAP TAB IDENTIFICATION

Langkah berikutnya adalah melekukan pengecekan terhadap tab
identification pada jendela Network seperti pada gambar 2.34. Tujuannya
adalah mengecek apakah nama workgroup yang kita masukan pada client
Windows sama dengan yang ada pada computer server. Karena agar bisa
melakukan koneksi antara server dan client, nama workgroup pada
keduanya harus sama. Kemudian, Anda pun bisa memasukan nama
komuter (Computer name). nama yang ada masukan sama dengan nama
user yang ada pada computer server dan user Samba.

   5. MENGATUR REGISTRY PASSWORD

Langkah selanjutnya adalah langkah terakhir dalam pengaturan untuk client
Windows 98, yaitu menetapkan registry password client windows agar dapat
dikenali oleh server Samba. Langkah-langkah mengkonfigurasinya adalah:

   1. Klik pada tombol Start, lalu pilihlah menu Run. Ketiklah regedit pada
      command line, maka kita akan masuk pada menu Registry Editor.
      Lalu kita akan masuk pada Registry Editor
   2. Kemudian, kliklah tanda + di depan folder HKEY_LOCAL_MACHINE,
      klik lagi tanda + pada System, begitu seterusnya dilakukan pada
      tanda + didepan folder System, Current ControlSet, services, dan
      VxD. Pada folder VxD, ada folder VNETSUP, sehingga tampilannya
      seperti pada gambar 2.38.
   3. pada folder VNETSUP, kita menambahkan folder baru dengan
      mengklik kanan mouse, lalu pilih New DWORD Value, maka akan
      terdapat folder baru dengan nama New Value #1. setelah itu, kita
      mengklik kanan pada folder, kemudian tekan Rename dan ubah
      namanya menjadi “EnablePlainTextPassword” (harus ditulis sama).
   4. Setelah      itu,    kita     mengklik     kanan      pada      folder
      EnablePlainTextPassword, maka akan muncul jendela seperti pada
      gambar 2.39. Ubahlah Value data nilainya menjadi 1, kemudian klik
      OK dan reboot computer Anda supaya bisa menerapkan pengaturan.
      Setelah selesai, klik tombol OK. Kemudian, akan ada permintaan
      untuk me-restart computer. Tekanlah tombol yes untuk menyetujui
      permintaan dan tunggu hingga layer computer menampilkan jendela
      Login untuk masuk ke jaringan.



                                                                            31
                                           Created By : Ivan Ramdan & Tri Ofianto


   5. Masukan user name yang sudah terdaftar pada server Samba dan
      ketik password yang sesuai dengan user. Selanjutnya, tekan tombol
      OK agar computer server dapat melakukan validasi user. Jika proses
      validasi sukses, maka akan muncul pertanyaan seperti gambar di
      bawah ini yang menyatakan bahwa Anda belum pernah login
      sebelumnya. Kemudian, Anda akan diminta untk menyetujui atau
      menolak pengaturan user permanent pada computer. Klik tombol yes
      untuk menyetujui permintaan. Setelah itu, akan ada proses
      penyalinan file untuk user. Berikutnya, akan ada jendela konfirmasi
      password. Masukkan password untuk user, lalu klik tombol OK.
      Setelah itu, Anda akan masuk ke dalam sistem.

2.4.2 KONFIGURASI PADA WINDOWS XP

Pengaturan pada windows XP tidak jauh berbeda dengan pengaturan pada
client windows 98, mungkin hanya berbeda tata letak dan sedikit pada
pengaturannya. Namun, jika ingin melakukan konfigurasi Samba client pada
windows XP, maka Anda harus menggunakan user yang mempunyai hak
penuh dalam sistem, yaitu Administrator atau yang derada dalam satu group
dengan user Administrator.

   1. KOMPONEN JARINGAN

Kita menuju menuControl Panel, lalu klik ganda pada ikon Network
Connections. Setelah itu, akan muncul jendela seperti pada gambar 2.44.

Pada gambar 2.44 atau pada layer computer (jika Anda sekarang sedang
memprakrikkan buku ini), Anda bisa melihat bahwa ada ikon Local Area
Connections. Jika ada lebih dari satu ikon, maka berarti pada computer
Anda terdapat lebih dari satu kartu jaringan dan Anda harus
mengidentifikasikan salah satu untuk dihubungkan ke server Samba.
Setelah itu, klik kanan pada ikon Local Area Connections, lalu pilih pilihan
Propertis.

Pada Local Area Connections Properties, seharusnya ada sedikitnya 3
komponen jaringan yang terinstal, yaitu
 :
    Client For Microsoft Networks
    File and Printer Sharing for Microsoft Networks
    Internet Protocol (TCP/IP)

Anda bisa melihat pada daftar komponen yang terdapat pada Local Area
Connectios Properties di computer jia jendela sama dengan yang ditunjukan
oleh gambar 2.46.

Anda bisa melihat bahwa pada jendela hanya terdapat satu komponen
jaringan, yaitu Internet Protocol (TCP/IP). Komponen memang sudah secara
otomatis terinstal karena sudah terdapat kartu jaringan pada computer.
Maka, Anda harus menginstal dua komponen jaringan yang lain dengan



                                                                         32
                                            Created By : Ivan Ramdan & Tri Ofianto


mengklik pada pilihan tab Instal pada jendela Local Area Connections
Properties.

Maka, akan muncul jendela seperti gambar 2.48.

Langkah selanjutnya adalah menarahkan mouse pointer pada pilihan
“Service”, lalu kita klik tombol tab Add dan akan muncul jendela untuk
memilih kompnen service jaringan yang diperlukan.

Untuk keperluan client Samba, maka Anda harus memlih pilihan “File anda
Printer Sharing for Microsoft Networks”. Arahkan mouse pointer pada
pilihan, lalu klik tombol OK. Maka, pada list komponen jaringan di local Area
Connections Properties yang bisa Anda lihat pada gambar 2.50, sudah
tertambah satu komponen.

Artinya, sudah dua komponen yang terinstal, sehingga tinggal satu
komponen jaringan, yaitu “Client For Microsoft Networks”. Cara
menginstalnya sama dengan sewaktu menginstal komponen “File and
Printer Sharing for Microsoft Networks”. Perbedaannya adalah saat dimana
Anda menghadapi pilihan tipe komponen, maka Anda harus memilih
“client”, seperti yang bisa dilihat pada gambar 2.51.

Setelah Anda pilih “client”, maka muncul jendela pilihan seperti gambar
2.52.

Karena sedang melakukan konfigurasi client windows XP untuk server
Samba, maka Anda harus memilih pilihan “Client for Microsoft Networks”.

Akhirnya, ketiga komponen jaringan yang kita perlukan sudah terinstal.
Kemudian, berikan tanda check pada masing-masing komponen serpti yang
bisa dilihat pada gambar 2.53.

   2. KONFIGURASI TCP/IP

Setelah menginstal komponen-komponen jaringan yang diperlukan, langkah
selanjutnya adalah melakukan konfigurasi pada komponen “Internet
Protocol (TCP/IP)”. Kita masih berkutat pada Local Area Connections
Properties, lalu arahkan mouse pointer pada Internet Protocol (TCP/IP).
Sesudah itu, kita pilih pilihan tab Properties, sehingga akan muncul jendela
seperti pada gambar 2.54.
Setelah menginstal komponen-komponen jaringan yang diperlukan, langkah
selanjutnya adalah melakukan konfigurasi pada komponen “Internet
Protocol (TCP/IP)”. Kita masih berkutat pada Local Area Connections
Properties, lalu arahkan mouse pointer pada Internet Protocol (TCP/IP).
Sesudah itu, kita pilih pilihan tab Properties, sehingga akan muncul jendela
seperti pada gambar 2.54.

Pada bagian ini, Anda harus mengisikan alamat IP secara manual.
Meskipun, Anda bisa secara otomatis memasukan alamat IP jika pada
jaringan computer terdapat protocol DHCP yang memungkinkan client


                                                                          33
                                         Created By : Ivan Ramdan & Tri Ofianto


windows bisa mendapat alamat IP secara otomatis. Anda bisa malihat
gambar 2.55 untuk menjadi acuan Anda dalam mengisikan alamat IP.

   3. MEMBERIKAN NAMA UNTUK KOMPUTER DAN WORKGROUP

Setelah selesai dengan konfigurasi Internet Protocol (TCP/IP), langkah
berikutnya adalah memberikan nama untuk computer dan workgroup. Anda
harus memberikan nama workgroup yang ada pada server Samba. Untuk
mengaturnya, kita menuju ke Control Panel, lalu klik ganda pada ikon
System, sehingga akan muncul jenela seperti pada gambar 2.56.

Pilih pilihan tab Computer Name, lalu akan muncul jendela seperti pada
gambar 2.57.
Seperti yang terlihat pada gambar 2.57, nama workgroup mendapatkan
nama serverlinux seperti pada server Samba, tetapi penulisannya besar
semua karena umumnya windows tidak mengenal case sensitivity. Setelah
selesai, akan ada permintaan untuk me-restart computer. Restart-lah
computer client windows XP, lalu selanjutnya akan sama seperti pada saat
mengatur konfigurasi untuk computer client windows 98.




                                                                       34
                                          Created By : Ivan Ramdan & Tri Ofianto


                             BAB 3
                     MENGGUNAKAN SAMBA
                    UNTUK FILE DAN PRINTER
                           SHARING
Sharing merupakan sebuah keuntungan yang dapat dinikmati jika kita
menggunakan jaringan komputer, dimana anda bisa berbagi file maupun
hadware seperti printer antamputer. Anda bisa menggunakan samba
sebagai aplikasi penghubung didalam jaringan yang menggunakan Linux
sebagai server dan Windows sebagaii client untuk sharing file maupun
printer.

   3.1   MENGGUNAKAN SHAMBA UNTUK FILE SHARING

   3.1.1 MENGAKSES FILE YANG DI-SHARE DI LINUX
         MELALUI WINDOWS

Aktifkan service samba pada computer server Linux. Setelah itu,akseslah
server samba melalui computer client Windows dengan melakukan langkah-
langkah berikut.

Untuk client Windows 98,anda bisa mengklik ganda ikon Network
Neighborhood atau mengklik kanan -> Open, lalu akan muncul jendela
seperti Gambar 3.2

Anda bisa melihat pada Gambar 3.2, jendela Network Neighborhood
memiliki ikon Linuxserver yang berarti server samba sudah bisa dikenali
oleh clien Windows 98. silakan klik ganda pada ikon Linux server atau bisa
menggunakan klik kanan -> open, lalu akan ada jendela password. Agar
bisa mengakses server samba,         Anda harus memasukan password.
Silahkan memasukan password kepunyaan user root, lalu klik ok.

Pada jendela berikutnya, Anda bisa melihat share yang disediakan server
Samba.

Untuk client Windows XP, Anda bisa menuju ke Start -> My Network Place.

Setelah itu, Akan muncul jendela seperti Gambar 3.4, kliklah pada pilihan
“view workgroup computers” yang ada disebelah kiri jendela, lalu akan
muncul jendela seperti pada Gambar 3.5.

Gambar 3.5 menunjukan bahwa server samba sudah bisa diknali oleh
computer client Windows XP. Anda bisa mengklik ganda pada ikon server
samba atau bisa dengan menggunakam klik kanan -> open. Kemudian,
akan muncul jendela Login untuk autetikasi. Anda bisa login sebagai root
dan jangan lupa untuk menuliskan password-nya, lalu kliklah tombol ok.

Pada Gambar 3.8, Anda bisa melihat daftar share yang disediakan oleh
server samba. Jika anda login dengan menggunakan user yang


                                                                        35
                                            Created By : Ivan Ramdan & Tri Ofianto


menggunakan hak terbatas (user selain root), maka share yang disediakan
pun akan terbatas. Anda bisa pula koneksi ke server samba tanpa login
sebagai user apa pun. Caranya dengan mengubah kofigurasi pada
smb.conf, Yaitu pada sebagian security diubah menjadi security = share.
Namun, dengan cara demikian share yang akan disediakan oleh server
samba menjadi terbatas pula (Anda bisa pula menerapkanya pada client
Windows 98).


   3.1.2 MENGAKSES FILE YANG DI-SHARE DI WINDOWS
         MELALUI LINUX
Namun, jika ingin mengambil dokumen dari computer client Windows, maka
anda bisa menggunakan printah smbmount dengan langkag-langkah
sebagai berikut.

Pada computer client Windows 9x, jalankan Windows Explorer. Kemudian,
pada folder atau direktori yang Anda ingin mount, klik kanan -> sharing, lalu
akan muncul jendela seperti yang bisa dilihat pada Gambar 3.9.

Pada Gambar 3.9, pertama-tama ubah pilihan ke Shared As, lalu pada
kolom ahare name dancomment bisa diisi dengan nama share yang anda
inginkan beserta komentarnya. Pada bagian Acces Type, Anda bisa
memilih tipe-tipe akses yang dikehendaki, apakah anda ingin share hanya
bisa dibaca (Read Only) atau ingin supaya Anda bisa mengubah atau
menambahkan sesuatu pada shere. Untuk pilihan kedua, Anda harus
memilih pilihan akses full. Pada bagian password, Anda bisa memberikan
password sesuai dengan pilihan tipe akses yang anda pilih. Setelah selesai,
kliklah tombol Apply -> ok. Nanti sistem akan meminta Anda memasukan
kembali password yang anda berikan untuk konfirmasi. Setelah itu, Anda
bisa melihat pada Exploler bahwa pada folder Dokumen anda gambar
tangan yang menyangga folder Dokumen, Gambar tangan berarti folder
Dokumen sudah siap di share.

Namun, jika Anda menggunakan Windows xp pada computer client, maka
bisa mengklik kanan pada salah satu folder yang ingin Anda share,
contohnya Dokumen, lalu pilih menu sharing and security….

Setelah itu, akan muncul jendela properties dari folder yang akan di-share.
Pada jendela, Anda bisa memilih pilihan “Share this folder the Network” .
Kemudian, Anda bisa memberi nama share. Jika mengaktifkan hak menulis
untuk pengguna lain dalam jaringan komputer, maka Anda bisa
mengaktifkan opsi “Allow network users to changa my files” dengan
mengklik oilihan. Namun, jika Anda ingin supaya pengguna lain hanya
mempunyai hak untuk membaca isi folder yang Anda share, maka
kosongkan pilihan.

Selanjutnya, tekan tombol Apply atau Ok untuk menyimpan setting yang
telah dibuat.



                                                                          36
                                            Created By : Ivan Ramdan & Tri Ofianto


Langkah selnjutnya adalah me-mount direktori atau folder Dokumen yang
tadi sudah di-share pada computer server samba. Anda bisa menggunakan
salah satu perintah dari samba. Yaitu smbmount. Stuktur penulisan perintah
ambmount adalah:

SMBMOUNT //WINDOWS_NAME/PATH/MOUN-TPOINT/ -U SAMBAUSER -P
SAMBA USER PASSWORD

Keterangan dari sintaksis perintah di atas sebagai berikut:

      Windows_Name               : adalah nama computer client windows
                                    atau host yang ingin kita mount.
      Path                       : adalah letak atau nama folder atau.
                                    direktori yang ingin di-mount
      Mount-point                : merupakan direktori computer server
                                    samba, tempat hasil proses mount akan
                                    disampaikan.
      SambaUser                  : adalah nama user samba.
      Samba User Password        : adalah password User samba.

Contohnya pada buku ini,jika kita ingin mengakses folder Dokumen pada
computer client Windows, maka pada computer server kita bisa melakukan
langkah-langkah di bawah ini.

Sebelumnya, kita akan membuat mount-point terlebih dahulu pada
computer server. Untuk membuat direktori pada Linux melalui mode test,
kita bisa menuliskan perintah seperti dibawah ini pada terminal:

[root@LINUXSERVER~]# mkdir/mnt/dari_windows

Dengan perintah di atas, berarti Anda sudah membuat folder baru bernama
dari_windows pada direktori mnt.

Langkah selanjutnya adalah me-mount folder Dokumentyang ada pada
client Windows dengan menggunakan smbmount. Pada terminal, kembali
anda bisa menuliskan perintah seperti dibawah ini:

[root@LINUXSERVER~]#      smbmount      //christo/dokumen
/mnt/dari_windows/ -U christo –p 123456

Setelah itu, Anda bisa melihat melalui Applications -> File Browser.
Kemudian,pada kolom Location yang terletak pada bagian atas jendela File
Browser tuliskan lokasi folder yang isinya ingin anda lihat. Tuliskan /mnt,
lalu buka folder dari_windows, maka Anda bisa melihat seperti pada
Gambar 3.13. coba Anda bandingkan isi /mnt/dari_windows sama peris
dengan yang ada pada computer windows karma memang
/mnt/dari_windows merupakan hasil pemetaan dari direktori dokumen yang
telah di-share pada kompiter windows.




                                                                          37
                                              Created By : Ivan Ramdan & Tri Ofianto


    3.1.3. MMANFAATKAN/ETC/FSTAB
 /etc pada sistem oprasi LINUX merupakan sebuah direktori yang membuat
 file local dan konfigurasi sistem LINUX. Dalam direktori /etc, ada banyak file
 konfigurasi diantaranya adalah:

 /etc/group  = adalah file yang berisi informasai tentang group dan.
                     user-user yang ada.
 /etc/host   = adalah file yang berisi alamat IP dan daftar host yang
                     ada dalam jaringan computer.
 /etc/passwd = adalah file yang memuat daftar password.

 Masih banyak file konfigurasi pada directorori /etc dan Anda pun bisa
 melihat keseluruhan file konfigurasi. Namun, untuk kepentingan file sharing
 dengan menggunakan samba, Anda bisa memanfaatkan /etc/fstab,yang
 merupakan file berisi daftar semua prangkat yang dapat di-mount secara
 otomatis oleh file sistem.Anda bisa melihat isi /etc/fstab di bawah ini:

 Pada terminal atau console, Anda bisa mengetikan perintah sebagai berikut:

 root@serverlinux ~]# vi /etc/fstab

 Kemudian, akan muncul file konfigurasi fstab:

#this file is edited by fstab-sync see „man fstab-sync‟ for details

LABEL=/1             /                     ext3         devaults             1
None                 /dev/pts              devpts       gid-5,mode-620       0
None                 /dev/shm              tmpfs        devaults             0
None                 /proc                 proc         devaults             0
None                 /sys                  syafs        devaults             0
LABEL=SWAP-hda7      swap                  swap         devaults             0
/dev/hdc             /media/cdrom          auto         noauto,user,kudzu    0
/dokumen/shared      /mnt/dari_windows     smbfs        noauto,user,rw       0

 Perhatikan baris yang bercetak tebal, /dokumen/shared merupakan folder
 milik    komputer     client     Windows       yang    di-shared,sedangkan
 /mnt/dari_windows merupakan direktori pada komputer server dimana folder
 dokumen akan di mount. Kemudian, smbfs adalah samba filesystem dan
 baris selanjutnya adalah pengaturan hak akses Read Only (Hanya bisa
 dibaca) atau write (Bisa ditulis). Restat-lah computer server, lalu login-lah
 dengan menggunakan user biasa. Selanjutnya, cobalah mengaktifkan
 /mnt/dari_windows dengan perintah di bawah ini menggunakan console:
 [christo@LINUX SERVER ~]# mount
 /mnt/dari_windows

 Hasilnya sama seperti Gambar 3.11, namun disini user biasa yang
 mempunyai hak akses terbatas didalam sistem bisa pula mengakses folder
 share dari windows.Lebih praktis, bukan?

 Jika sudah selesai, Anda bisa meng-umount folder share dari windows
 dengan perintah:



                                                                            38
                                          Created By : Ivan Ramdan & Tri Ofianto

[christo@LINUX SERVER ~]# mount
/mnt/dari_windows

Dengan pemanfaatan /etc/fstab, direktori yang di share oleh computer
windows sudah didaftarkan ke dalam /etc/fstab. Dengan demikian, user bisa
selain root sewaktu-waktu dapat mengaktifkannya.

   3.2   BERBAGI DOKUMEN                DENGAN        FILE     DENGAN
         LINNEIGHBORHOOD
Agar Anda lebih mudah berbagi dokumen dengan file antar komputer server
yang berplatfrom Linux dengan komputer client yang berbasis windows,
maka Anda anda bisa menggunakan aplikasi LinNeighborhood. Aplikasi
LinNeighborhood hampir sama dengan Network        Neighborhood yang
ada pada sistem oprasi windows.

Sebelum menggunakan aplikasi LinNeighborhood, kita harus menginstalnya
dahulu. Cd penyerta buku ini sudah memiliki paket program
LinNeighborhood, sehingga Anda bisa menginstalnya dengan mengikuti
langkah berikut:

Login-lah pada komputer server sebagai root, lalu mount-lah Cd penyerta
dengan perintah:

[root@LINUXSERVER~]# mount /media/cdroom

Setelah itu, copy paket LinNeighborhood, dengan perintah:

[root@LINUXSERVER ~]# cp
/media/cdromm/program/linneighborhood-0.6.5-
3.1.fc3.rf.i386.rpm./

Kemudian, Langkah selanjutnya adalah menginstal paket LinNeighhberhood
dengan perintah:

[root@LINUXSERVER ~]# rpm –ivh linneighborhood-0.6.5-
3.1.fc3.rf.i386.rpm

Setelah Anda selesai menginstal paket      LinNeighhberhood,maka pada
terminal bisa dituliskan perintah:

[root@LINUXSERVER ~]# linneighborhood

Maka, akan muncul jendela seperti Gambar 3.14:

Ada beberapa konfigurasi yang harus dilakukan supaya LinNeighhberhood
dapat berfungsi dengan baik.

Pertama-tama,Anda harus membuat sebuah direktori yang akan digunakan
me-mount direktori dan file yang ada pada client windows. Pada menu
LinNeighhberhood,Anda pilih Edit -> preferences, sehingga muncul jendela
seperti Gambar 3.15


                                                                        39
                                           Created By : Ivan Ramdan & Tri Ofianto



Gambar 3.15 memperlihatkan bahwa pada kolom workgroup diisi dengan
nama workgroup yang digunakan, yaitu “serverlinux”, lalu kita aktifkan
pilihan “Always scan as user”.

Sementara itu, pada tab Miscellaneous Anda harus menentukan di direktori
mana mount akan diletakan,. Pada Gambar 3.16, di-mount pada direktori
“/mnt/share, tetapi sebelumnya Anda harus membuatnya terlebih dahulu
dengan perintah:

[root@LINUXSERVER ~]# mkdir /mnt/share

Sesudah itu, nonaktifkan pilihan “use’RootMountDir/machine/share’ as
default mount point”.

Setelah anda mengkonfigurasi LinNeighberhood, tiba saatnya anda
menggunakannya. Namun sebelumnya,pada komputer client pastikan pada
drive yang akan di-ahare ke computer server Linux sudah diset supaye di-
share ke computer server. Seperti yang bisa Anda lihat pada Gambar 3.17,
klik kanan pada drive yang Anda pilih untuk di-share, lalu klik pada pilihan
“Sharing and Secutiy…”. Buku ini menggunakan drive D sebagai drive
yang akan di-share.

Untuk mengkonfigurasikan sharing, Anda harus mengaktifkan pilihan “Share
this folder change my life”. Tujuannya adalah drive D bisa di-share di dalam
jaringan dan isinya bisa diubah atau di-update oleh user lain. Selanjutnya,
Anda bisa memberikan nama share,. Seperti yang terlihat pada gambar
3.18, penulis memberikan nama Ricky untuk share-nya. Setelah itu, kliklah
OK supaya konfigurasi sharing yang sudah Anda lakukan tadi bisa
diterapkan.

Kemudian, pada computer server Linux Anda              bisa   menggunakan
LinNeighberhood untuk mengakses drive D.

Gambar 3.20 memperlihatkan bahwa nama share ricky ada di dalam daftar
share computer client yang berplatform windows. Anda bisa mount share
dengan mengklik pada pilihan Mount, lalu secara otomatis share ricky akan
di-mount ke directory /mnt/share. Untuk melihat isi share, ANda bisa
membuka directory seperti yang terlihat pada gambar 3.21.

      3.3.   SHARING PRINTER MENGGUNAKAN SAMBA

Printer untuk jaman sekarang merupakan peralatan penunjang computer
yang cukup penting, apalagi untuk perkantoran. Ada printer menggunakan
Samba bisa berjalan baik.




                                                                         40
                                             Created By : Ivan Ramdan & Tri Ofianto


      3.3.1. KONFIGURASI PRINTER PADA KOMPUTER SERVER

Pada computer server Samba, pastikan bahwa Anda sudah melakukan
perbuatan pada file smb.conf di bagian printer, seperti yang sudah dibahas
pada Subbab 2.2. lakukan perubahan pada bagian blobal seperti berikut:
         Printcap name = /etc/printcap
         Load printers = yes

Kemudian, pada bagian printer bisa ditambahkan perintah seperti di bawah
ini :

Comment = All Printers
Path = /var/spool/samba
Browsable = no
Writeable = no

Sesudah itu, langkah berikutnya adalah mengeset printer yang digunakan
pada computer server Linux. Pada desktop, kita menuju ke Aplication >
System Setting > Printing, seperti yang bisa Anda lihat pada gambar 3.22.

Setelah itu, akan muncul jendela seperti berikut :

Klik tombol pilihan New pada jendela konfigurasi printer dan akan muncul
tampilan jendela berikut:

Klik tombol Forward untuk mengisikan nama printer.

Langkah berikutnya adalah mengisikan nama printer seperti yang bisa Anda
lihat pada gambar 3.25.

Dalam mengisikan nama printer, Anda harus mengisikan nama printer
dengan nama yang singkat, tidak usah terlalu panjang, dan tanpa spasi.
Seperti pada gambar 3.25, kita memberikan nama printer printerlinux.
Setelah itu, kliklah Forward untuk melanjutkan.

Langkah selanjutnya adalah memilih tipe printer yang akan digunakan.
Karena printer terhubung langsung pada computer server, pilihlah tipe
Localy Connected. Pilihan secara otomatis akan memunculkan daftar
perangkat sambungan printer yang ditulis dalam bentuk /dev/lp0. kemudian
kliklah Forward untuk melanjutkan langkah berikutnya.

Berikutnya, Anda sampai pada menu untuk menetukan nama dan tipe
printer yang digunakan. Pada buku ini, penulis menggunakan printer merek
Canon dengan tipe BJC-265SP. Setelah selesai dengan konfigurasi, kliklah
tombol Forward untuk melanjutkan.

Langkah pamungkas dalam mengkonfigurasi printer di Linux Fedora Core 3
adalah memastikan bahwa printer bisa di-share dengan komputer client.




                                                                           41
                                           Created By : Ivan Ramdan & Tri Ofianto


Pada jendela konfigurasi printer, kita mengklik kanan pada ikon printerlinux
dan pilih pilihan Sharing seoreti yang bisa Anda lihat pada gambar 3.28.
Setelah itu, akan muncul jendela seperti pada gambar 3.29.

Berikan tanda check point pada “This wueue is available to other
computers”, lalu kliOK, maka selesailah langkah mengeset printer pada
computer server. Supaya computer client windows bisa menggunakan
printer yang sudah di-share oleh computer server, maka kita perlu
mengadakan konfigurasi lebih lanjut membahas dua sistem operasi
windows, yaitu windows 9x dan windows XP, kami akan membahas
konfigurasi lanjutan untuk printer sharing pada kedua sistem operasi. Anda
perlu ingat bahwa driver printer yang digunakan harus terinstal terlebih
dahulu pada computer client windows.

      3.3.2. KONFIGURASI        PRINTER     SHARING      MENGGUNAKAN
             WINDOWS 9X

Untuk memulai konfigurasi, Anda bisa menuju ke Start > Setting > Printers.
Lalu akan muncul jendela seperti gambar 3.30.

Klik ganda pada ikon Add Printer atau klik kanan dan pilih pilihan Open,
maka akan muncul jendela berikutnya seperti yang bisa dilihat pada gambar
3.31.

Kliklah timbol Next untuk melanjutkan proses penginstalan printer.

Langkah selanjutnya adalah memilih koneksi printer, seperti yang bisa
dilihat pada gambar 3.3. Karena pada kasus ini printer yang akan digunakan
adalah yang terhubung pada computer server, maka Anda harus memilih
Network printer. Setelah itu, kliklah Next untuk melanjutkan proses
penginstalan printer.

Pada kolom “Network path or queue name” seperti pada gambar 3.33,
Anda harus menuliskan alamat tempat di mana printerlinux yang terkoneksi
pada computer server, yaitu” \\LINUXSERVER\printerlinux”. Setelah itu, klik
tombol Next untuk melanjutkan/ lebih lanjut, cara lain menghubungkan
printerlinux yang ada pada computer server dengan computer client
windows 98 adalah menggunakan gambar 3.33, lalukliklah tombol Browse.
Setelah itu, akan muncul jendela seperti yang bisa dilihat pada gambar 3.34:

Jendela tersebut adalah jendela Network Neighborhood. Kliklah tanda +
pada ikon Linuxserver, maka akan muncul ikon orinterlinux. Setelah itu, klik
tombol OK, lalu akan muncul jendela seperti Gambar 3.35.

Langkah selanjutnya adalah memilih merek dan tipe printer yang digunakan.
Setelah itu, kliklah tombol Next untuk melanjutkan.

Berikutnya adalah Anda akan menghadapi pilihan untuk tetap menggunakan
driver printer yang sudah Anda install seberlumnya atau menggantinya.
Sebaiknya, Ada tetap menggunakan driver printer yang sudah diinstal


                                                                         42
                                              Created By : Ivan Ramdan & Tri Ofianto


sebelumnya     dengan  memilih    pilihan “Keep    exiting   driver
(recommended)”. Setelah itu, klik tombol Next untuk melanjutkan ke
langkah berikutnya.

Langkah selanjutnya adalah memberikan nama printer. Anda bisa
memberikan nama sesuai dengan keinginan Anda, lalu ketikkan nama pada
kolom “Printer name”, seperti pada gambar 3.37. Dalam buku ini, kami
oenulis memberikan nama “from linux”. Setelah itu, jika ingin printer
menjadi default printer, maka Anda bisa memilh pilihan Yes atau No jika
tidak. Setelah selesai, Anda bisa mencetak Test Page. Jika printer sukses
mencetak Text page, maka konfigurasi yang Anda lakukan sudah benar dan
printer sudah merupakan bagian komunikasi lintas platform.

Untuk penggunaannya, jika Anda ingin mencetak dokumen, maka pilihlah
nama printer yang sudahdi konfigurasi tadi. Contohnya pada buku ini “from
linux” seperti bisa dilihat pada gambar 3.39.

Selesailah sudah konfigurasi printer sharing computer client dengan sistem
operasi wndows 98.

       3.3.3. KONFIGURASI        PRINTER      SHARING       MENGGUNAKAN
              WINDOWS XP

Kita menuju menu Start, lalu pilih pilihan Printer and Faxes. Anda akan
memauki menu printer, lalu klik pilihan Add printer seperti yang bisa Anda
lihat pada gambar 3.40.

Setelah itu, akan muncul jendela Welcome pada menu konfigurasi printer.
Kliklah Next untuk melanjutkan.

Seperti yang bisa Anda lihat pada gambar 3.41, karena Anda akan
menggunkan printer tersebut dalam jaringan, maka pililah pilihan “A network
printer, or a printer attached to another computer”. Setelah itu, klilah Next.

Kemudian, jendela seperti yang bisa Anda lihat pada gambar 3.42 akan
muncul. Jika Anda menggunakan pilihan pertama, yaitu Browse for a
printer, maka klik tombol Next. Kemudian, akan muncul jendela seperti
gambar 3.43.

Sebelumny, Anda harus mengklik ganda pada ikon SERVERLINUX, lalu klik
ganda kembali pada ikon LINUXSERVER. Setelah itu, klik ganda pada ikon
printerlinux, maka akan muncul jendela berikutnya seperti pada gambar
3.44.

Jika Anda ingin printerlinux menjadi default printer, pilih pilihan Yes dan jika
tidak, pilih pilihan No. sesudah itu, kliklah tombol Next untuk melanjutkan ke
langkah berikutnya.

Jika muncul jenela seperti gambar 3.45, maka konfigurasi printer yang Anda
lakukan sudah benar dan printer bisa digunakan.


                                                                             43
                                           Created By : Ivan Ramdan & Tri Ofianto



Namun, jika Anda memilih pilihan kedua, yaitu Connect to this printer,
makaAnda harus mesukan alamat printer Anda \\192.168.3.3\printerlinux
dan mengklik tombol Next. Jika koneksi berhasil, maka muncul pemilihan
driver printer, pilih sesuai dengan jenis dan tipe printer Anda.

Setelah selesai memilih merek dan tipe printer, kliklah tombol OK.
Kemudian, akan ada permintaan apakan Anda akan menjadikan printerlinux
sebagai default rinter, hampir sama seperti pada gambar 3.44. Sesudah itu,
akan muncul jendela konfigurasi bahwa konfigurasi printer yang Anda
lakukan sudah benar dan siap digunakan. Jika ingin mencoba apakan
konfigurasi sudah benar, maka Anda bisa mencoba dengan Print tes page.
Masulah pada Printer and Faxes, lalu klik kanan pada printer. Kemudian,
pilihlah Properties, maka akan muncul gambar 3.48. Untuk mencobanya,
kliklah pada print Test Page, jika sukses, maka printer akan mencetak.

Untuk penggunaanya, jika Anda ingin mencetak dokumen, maka pilihlah
nama printer yang sudah Anda konfigurasi, seperti bisa dilihat pada gambar
3.49.

Dengan demikian, selesailah konfigurasi printer sharing untuk koputer client
windows XP.

   .




                                                                         44
                                       Created By : Ivan Ramdan & Tri Ofianto


                          BAB 4
                 BERBAGAI TOOL FREEWARE
                    UNTUK KOMUNIKASI
                JARINGAN KOMPUTER LINTAS
                       PLATFORM


4.1 MENGCOPI DARI LINUX KE WINDOWS MENGGUNAKAN
    WINSCP

4.1.1 MENGINSTAL WINSCP

Setelah kita memilih aplikasi untuk menginstal WinSCP yang terdapat
dalam CD, maka akan muncul jendela seperti yang terlihat di bawah ini.

Kita bisa memilih bahasa inggris dengn memilih English, lalu menekan
OK. Maka, muncullah jendela baru seperti yang terlihat pada gambar di
bawah ini.

Setelah muncul tampilan di atas, kita pilih Next, maka akan muncul
jendela baru seperti yang terlihat di bawah ini.

Kemudian, kita pilih Next, maka jendela baru akan muncul seperti yang
terlihat di bawah ini.

Tampilan di atas adalah tampilan di mana Anda diminta mengisi
directory tujuan. Setelah memasukkan directory tujuan yang benar, Anda
bisa memilih Next. Maka, akan muncul jendela baru seperti yang terlihat
di bawah ini.

Anda bisa memilih Full installation, lalu pilih Next. Maka, akan muncul
jendela baru lagi seperti yang terlihat di bawah ini.

Kemudian, Anda bisa memilih Next, sehingga akan muncul jendela baru
seperti yang terlihat dibawah ini.

Kemiduan, ANda bisa memlih Next untuuk menampilkan tampilan
berikutnya.

Pilihlah Next untuk melanjutkan penginstalan. Setelah Anda memilh
Next, akan muncul jendela baru seperti di bawah ini.

Jika tampilan jendela di atas sudah muncul, maka Anda siap menginstal
WinSCP. Pilih Install untukmemulai penginstalan. Kemudian, akan
muncul suatu proses menginstal seperti yang terlihat di bawah ini.

Jika proses menginstal telah berhasil, maka Anda siap menggunakan
WinSCP.


                                                                     45
                                        Created By : Ivan Ramdan & Tri Ofianto


4.1.2 MENGGUNAKAN WINNSCP

KIita kadang butuh berbagi dokumen antara computer satu dengan
computer lainnya. Salah satu program untuk salingberbagi dokumen,
yaitu WinSCP. Namun, program digunakn pada platform Windows untuk
berbagi dokumen dengan Linux. Untuk memulainya, kita membuka
aplikasi WinSCP. Setelah itu, kita isi Host name (IP Komputer yang ingin
Anda tuju), user name (user name tujuan), dan password-nya. Untuk
protocol, kitaisi SCP, lalu Login.

Jika Anda berhasil login maka muncul tulisan “Starting the session…”
seperti yang terlihat pada gambar di atas dan diikuti suatu jendela
seperti pada gambar 4.12. Anda pun siap berbagi dokumen.

Penggunaan WinSCP adalah dengan men-drag and drop. Cara untuk
mengkopi file sebagai berikut;

Pilih file yang ingin Anda copy dengan menekan tombol kiri mouse, lalu
tahan dan pindahkan ke lokasi di mana Anda akan menempatkan file.
Setelah itu, lepaskan tombol kiri mouse yang tadi ditahan.

4.2 REMOTE LINUX DI WINDOWS MENGGUNAKAN SECURE
    SHELL (SSH)

Secure shell (SSH) adalah suatu program yang melakukan login
terhada[ computer lain dalam suatu jaringan.

Secure Shell (SSH0 mengeksekusi printah lewat mesin secara remote
dan memindahkan file dari satu mesin ke mesin lainnya.

Algoritma enkripsi yang didukung oleh SSH di antaranya adalah :

-   BlowFish (BRUCE SCHNEIER),
-   Triple DES (Pengembangan dari DES oleh IBM),
-   IDEA (The International Data Encryption Algorithm), dan
-   RSA (The Rivest-Shamir-Adelman).

Dengan berbagi metode enkripsi yang didukung oleh SSH, Anda dapat
menggantinya secara cpat jika salah satu algoritma yang diterapkan
mengalami ganguan. Salah satu program SSh yang akan kita bahas
dalam buku ini adalah SSH Secure Shell adalah sangnat mudah
digunakan.

4.2.1 MENGINSTAL SECURE SHELL

1. Masukan CD penyerta dari buku. Setelah itu, carilah file bernama
   “SSHSecureClient-3.2.9”, lalu klik dua kali file. Setelah muncul
   gambar seperti di bawah ini, klik Next untuk memulai penginstalan.




                                                                      46
                                           Created By : Ivan Ramdan & Tri Ofianto


   2. selanjutnya, aka tampil License Agreement seperti yang terlihat pada
      gambar di bawah ini. Klik yes untuk melanjutkan. Pilihlah folder untuk
      meletakkan program, lalu klik Nex t.
   3. kemudian, Anda akan diminta untuk memasukan nama dari folder.
   4. setelah itu, akan muncul tampilan untuk memilih komponen-
      komponen yang akan Anda install. Setelah Anda memilh komponen
      yang ingin diinstal, kliklah Next untukmelanjutkan. Taampilan yang
      terlihat berikutnya bertujuan mengecek kembali komponen-
      komponen yang Anda pilih untuk diinstal. Jika sudah benar, Anda
      bisa mengklik Next.
   5. setelah Anda mengklik Next, maka proses penginstalan akan
      berjalan seperti yang terlihat di bawah ini. Jika proses pengingstalan
      telah selesai, pilihlan Finish seperti yang terlihat pada gambar di
      bawah ini.

   4.2.2 MENGGUNAKAN SSH SHELL CLIENT

   1. Tampilan desktop Anda akan memperlihatkan ikon SSH Secure Shell
      Client. Klik dua kali untuk menjalankan program.
   2. Setelah Anda masuk ke program, yang pertama Anda lakukan adalah
      mengklik pada bagian Quick Connect.
   3. Setelah itu, Anda akan diminta intuk memasukkan Host Name, User
      Name, dan Port Number. Anda pun diminta untuk memiih
      Authentication Method. Setelah itu, kliklah Connect.
   4. kamudian, akan muncul pertanyaan apakah host key ingin Anda
      simpan pada database. Jika ya, pilih yes. Umumnya, tampilan
      muncul jika Anda memasukan Host Name baru atau belum ada pada
      database.
   5. setelah itu, Anda akan diminta untuk memasukan password host
      yang ingin dituju.
   6. jika telah berhasil memasukan password dengan benar,maka
      Andasiap untuk koneksi ke host yang dituju. Tanda jika Anda berhasil
      masuk atau koneksi adalah tampilan programseperti yang terlihat
      pada gambar 4.27. Perintah-perintah atau sintaksis pada program
      sama dengan yang ada pada Linux.
   7. jika Anda ingin keluar dari program, saranya sangat mudah yaitu
      dengan mengklik tanda silang pada pojok kanan atas.
   8. kwmudian, akan muncul konfirmasi apakah Anda serius ingin keluar
      dari program. Jika ya, Anda bisa mengklik OK.

   4.3 REMOTE DESKTOP             ANTARA       LINUX    DAN     WINDOWS
       MENGGUNAKAN VNC

Vnc Viewer adalah salah satu aplikasi yang digunakan untuk melihat apa
yang sedang dilakukan p;eh user di computer lainnya dari computer kita,
bahkan kita pun bisa menjalankan computer lain di computer kita

Sebagai contoh, bila seorang pimpinan perusahaan ingin melihat apa yang
sedang dilakukan oleh karyawannya yang sedang menjalankan sebuah



                                                                         47
                                           Created By : Ivan Ramdan & Tri Ofianto


computer, ia bisa melihat semua yang dilakukan oleh karyawan di
komputernya.

Di bawah ini adalah beberapa langkah menginstal VNC Viewer pada
platform windows 9x dan fedora core 3. namun, jika Anda menggunakan
platform windows XP, langkah-langkah di bawah ini tidak jauh berbeda
untuk menginstal VNC Viewer pada plat form windows 9x.

   4.4 LANGKAH-LANGKAH           MENGINSTAL       VNC    VIEWER      PADA
       WINDOWS 98

   1. Masukan CD penyerta dan carilah “vnc-4.0-x86_win32.exe”.
      Kemudian, klik dua kali file untuk memulai penginstalan. Maka, akan
      muncul tampilan seperti yang terlihat pada gambar 4.30.
   2. Setelah muncul tampilan di atas, klik Next. Kemudian, akan muncul
      tampilan seperti yang
   3. Anda bisa memilih “I accept the agreement”, lalu mengklik Next.
      Kemudian, akan muncul tampilan seperti gambar 4.32. tampilan
      diatas meinta Anda memilih lokasi di mana program VNC Viewer
      akan diletakkan. Setelah Anda memilih lokasi, maka tampilan di
      bawah ini akan muncul.
   4. Gambar 4.33 meminta Anda memilih apakah computer Anda akan
      dijadikan VNC server atau VNC Client atau bahkan keduanya. Untuk
      memudahkan Ada, kami menyarankan Anda memilih kaduanya.
      Setelah Anda memilih keduanya, tampilan Gambar 4.34 akan
      muncul.
   5. tapilan gambar 4.34 meminta Anda apakah ingin membuat shortcut
      VNC Viewer pada menu Start atau tidak. Jika ingin membuat shortcut
      VNC Viewer pada lokasi pengisian nama. Umumnya, nama shortcut
      VNC Viewer sudah terisi. Namun,jika tidak ingin membuatnya, maka
      Anda bisa memilih “Don’t create a Start Menu folder”. Setelah itu,
      kliklah Next untuk melanjutkan proses menginstal. Kemudian, akan
      muncul tampilan seperti yang terlihat pada gambar 4.35
   6. sam aseperti pada point keenam, tampilan yang terlihat pada gambar
      di atas meminta Anda membuat shortcut, namun pada desktop
      windows 9x Anda. Shortcut sangat berguna jika Anda ingin mesuk ke
      sebuah aplikasi dengan labih cepat. Jika ingin membuat shortcut
      VNC Viewer pada desktop windows 98 ANda , Anda bisa mengklik
      pada kotak disebelah kiri tulisan “Create s VNC Viewer desktop icon”.
      Kemudian, kliklah Next, maka akan muncul tampilan seperti gambar
      4.36.
   7. jika tampian diatas sudah muncul, ANda bisa mengklik install.
      Namun, untuk memastikan apakah setting yang diterapkan sudah
      benar, Anda bisa membacanya terlebih dahulu, lalu mengklik Next.
      Maka, proses menginstal pun akan dimulai.
   8. setelah proses menginstal selesai, tampilan baru akan muncul seperti
      yang terlihat pada gambar 4.38.
   9. jika ingin memberikan password pada VNC server Anda, ANda bisa
      mengklik “Set Password”, maka, Anda akandiminta memasukan



                                                                         48
                                          Created By : Ivan Ramdan & Tri Ofianto


       password untukVNC server di tempat yang sudah disediakan seperti
       yang terlihat pada gambar 4.39.
   10. setelah Anda memasukan password, Anda bisa klik ok. Kemudian
       akan muncul sebuah tampilan seperti yang terlihat pada gambar
       4.40 di bawah ini.
   11. tampilan di atas adalah konfirmasi apakah Anda menyetuji password
       yang telah dimasukan. Jika setuju, Anda bisa mengklik yes. Setelah
       itu, tampilan dibawah ini yang berisi informasi akan muncul.
   12. untuk melanjutkan, Anda bisa memilih Next. Kemidian akan muncul
       tampilan seperti pada gambar 4.41A

4.3.2 MENGINSTAL VNC VIEWER DI FEDORA CORE 3

   1. Klik Applications pada taskbar dan pilih System Settings, kemudian
      klik Add/Remove Applications seperti yang terlihat pada gambar 4.42.
   2. setelah itu, pada kotak kosong di samping tulisan System Tools jika
      kotak belum dicentang. Kemudian, kliklah Details pada sisi sebelah
      kanan.
   3. Kemudian, Anda akan memasuki System Tools Package Details. Klik
      pada kotak di sebelah kiri tulisan vnc – A remote display system.
      Kemudian, klik close.
   4. Akan muncul sebuah tampilan untuk memulai proses menginstal
      seperti yang terlihat pada gambar 4.45.
   5. kemudian, klik Continue untuk memulai proses menginstal. Namun,
      sebelumnya Anda akan diminta untuk memasukan CD ketiga Fedora
      Core.
   6. Setelah ANda mengklik OK, proses menginstal akan dimulai.
      Kemudian, kliklah OK jika proses menginstal telah selesai.

4.3.3 MENJALANKAN VNC VIEWER

Untuk menjalankan aplikasi VNC Viewer pada Linux, ada beberapa langkah
yang perlu dilakukan.

Jika ingin melihat apa yang sedang dilakukan dan ingin mengoperasikan
computer lain di computer Anda dengan menggunakan VNC Viewer, maka
Anda perlu meperhatikan apkah computer lain sudah terinstal VNC server
atau belum. Untuk melihat tampilan di computer lain, computer tersebut
harus sudah terinstal VNC Server agar Anda bisa melihat bahkan
mengoperasikannya.

Perintah untuk menjalankan VNC Viewer adalah vncviewer seperti yang
terlihat pada gambar 4.48

Setelah mengetikan perintah, Anda akan diminta untuk memasukan nomor
IP VNC server dari computer yang ingin Anda tuju seperti pada gambar
4.49.




                                                                        49
                                            Created By : Ivan Ramdan & Tri Ofianto


Kemudian, Anda bisa kli OK. Maka, akan muncul permintaan untuk
memasukan password dari VNC Server seperti yang terlihat pada gambar
4.50 dan aplikasi VNC siap ANda gunakan.

Jika ANda hanya ingin melihat-lihat apa yang sedang dikerjakan oleh
computer lain tanpa ikut menjlankan atau mengoperasikannya, peintah yang
dijalankan adalah vncviewer – viewonly.

Setealah mengetikan perintah vncviewer – viewonly, maka Anda akan
diminta untuk memasukan nomor IP VNC serer dari computer yang ingin
Anda tuju seperti yang terlihat pada gambar 4.52.

Kemudian, Anda bisa mengklik OK. Maka, akan muncul permintaan untuk
memasukan password dari VNC server seperti yang telihat pada gambar
4.53 dan aplikasi VNC siap Anda gunakan.

Anda masih bisa melakukan banyak hal lain dengan VNC Viewer. Untuk
mengetahui fasiliatas aplikasi VNC Viewer, Anda bisa melihat manualnya
dengan mengetikan man vncviewer pada terminal.

   4.5 SQUID PROXY SERVER UNTUK INTERNET

Squid adalah aplikasi pada Linux untuk mengatur banyak hal, antara lain :

   1. Membatasi akses masuk dan keluar pada client.
   2. Memblok situs-situ agar tidak bisa di akses client.
   3. Membatasi client yang bisa akses dan tidak boleh mengakses suatu
      situs internet.
   4. Membatasi waktu suatu IP client atau banyak client untuk dapat
      mengakses.

Dengan aplikasi Squid, server dapa mengontrol dan mengatur semua client
sesuai dengan fungsinya masing-masing.

   4.4.1 MENGINSTAL SQUID

Sebelum menginstal Squid, pastikan Anda logon dengan root. Jika login
dengan user lain, maka Anda tetap bisa menginstal Squid, namun akan
diminta untuk memasukan root password yang tentu menambah waktu
kinerja Anda.

Langkah-langkah menginstal Squid sebagai berikut :

   1. Kik Aplications pada taskbar, lalu pilih System Settings, kemudian klik
      Add/Remove Aplicationsseperti yang telihat pada gambar 4.55.
   2. Setelah Anda mengklik Add/Remove Aplications, kliklah pada kotak
      kosong di samping tulisan Web Server jika kotak belum dicentang.
      Kemudian, kli Details pada sisi sebelah kanan.
   3. Kemusian, klik pada kotak sisi sebelah kiri tulisan squid – The Squid
      proxy caching server. Setelah itu, kliklah close.


                                                                            50
                                          Created By : Ivan Ramdan & Tri Ofianto


   4. Kemudian, akan muncul sebuah tampilan seperti yang terlihat pada
      gambar 4.58.
   5. Anda bisa mengklik Continue untuk memulai proses menginstal
      Squid dan Anda akan diminta memasukan CD pertama Fedora Core
      3 pada CDROM Komputer Anda.
   6. setelah Anda memasukan CD pertama Fedora Core 3 pada CDROM,
      kliklah OK.
   7. jika proses update telah selesai, Anda bisa mengklik OK, maka
      aplikasi Squid siap Anda jalankan.

   4.4.2 MENGOPERASIKAN SQUID

Langakah-langkah menoperasikan Squid sebagai beikut ;

   1. bubkalah teminal. Cara untuk membuka terminal adalah mengklik
      kanan pada bagian kosong desktop Linux Anda
   2. ketiklah vi /etc/squid/squid.conf (jika tidak dapat mengaksesnya,
      Anda harus sebagai root dengan mengetikan SU dan memasukan
      password root pada terminal).
   3. jika ANda ingin mengubah atau menambah setting untuk squid,
      setelah masuk squid.conf Anda tekan tombol Insert pada keyboard
      Anda.
   4. jika Anda telah selesai settting pada squid.conf, tekanlah Esc, lalu
      :wq untuk menyimpan dan keluar dari squid.conf.
   5. jika Anda ingin keluar tanpa meyimpan setting yang telah Anda buat,
      tekan Esc lalu :q atau q!:.

Bagian pertama:
#Recommended minimum configuration:
acl all src 0.0.0.0/0.0.0.0
acl manager proto cache_object
acl localhost src 127.0.0.1/255.255.255.255
acl office src 192.168.3.2-192.168.3.30
acl class src 192.168.3.31-192.168.3.60
acl blocksites dstdomain “/etc/squid/block.sites”
acl pengguna proxy_auth REQUIRED
acl SSL_ports port 443 563
acl SSL_ports port 80         #http
acl SSL_ports port 21         #ftp
acl SSL_ports port 443 563    #https,snews
acl SSL_ports port 70         #gopher
acl SSL_ports port 210        #wais
acl SSL_ports port 1025-65535 #unregistered ports
acl SSL_ports port 280        #http-mgmt
acl SSL_ports port 488        #gss-http
acl SSL_ports port 591        #filemaker
acl SSL_ports port 777        #multiling http
acl SSL_ports port 110          #pop3
acl CONNECT method CONNECT

Bagian kedua:

#INSERT YOUR OWN RULE(S) HERE TO ALLOW ACCES FROM YOUR CLIENT
#And finally deny all other access ti this proxy
#http_access allow localhost office
#http_access deny all
http_access allow office


                                                                        51
                                            Created By : Ivan Ramdan & Tri Ofianto

http_access deny class
http_access deny blocksites
#http_access allow all
#http_access deny all
#http_access deny !office
#http_access allow office

Beberapa contoh konfigurasi pada squid :

   1. menambah http_port 8080 dan mengaktifkannya, tanda pagar
      didepan berarti tidak aktif
                          #Default
                          #htpp_port 3128
                          http_port 8080
                          #http_port 8181
      Port 808 adalah port http selain port 3128. selain kedua port, Anda
      bisa pula menggunakan port 8181 sebagai port http.
   2. Mengubah visible hostname. Visible hostname bereguna untuk
      menampilkan eror pesan jika website
      Yang dikunjungi tidak ada.
      Perintah yang digunakan adalah:
      Visible_hostname [nama host server / IPserver]

       Contoh:

          Visible_hostname server
       Atau
          Visible_hostname 192.168.3.1
   3. mengisi DNS.
      Jika memakai DNS, Anda bisa mengetikan:

       Dns_server [IP]

       Contoh:
          Dns_nameserver 203.99.144.19
       Namun, jika ANda memiliki lebih dari satu DNS, sisilah daftar DNS
       yang Anda pakai di dalam resolv.conf dengan langkah-langkah
       sebagai berikut:
   -   nonakrtidkan perintah dns_namesever pada /etc/squid/squid.conf
       dengn memberi tanda pagar di depan perintah

       Contoh:

          #dns_nameserver 203.99.144.19
   -   Bukalah terminal dengan mengklik kanan pada desktop dan pilih
       terminal.
   -   Ketiklah vi /etc/resolves.conf.
   -   Tekan tombol Insert pada keyboard Anda untuk mengisi dan
       mengedit
   -   Isilah daftar DNS yang Anda gunakan, sebagai contoh:
              Dns_nameserver 203.99.144.19
              Dns_nameserver 80.247.150.114
              Dns_nameserver 80.247.150.115
   -   jika Anda sudah mengisi daftar DNS yang ANda gunakan, tekan Esc,
       lalu ketik “wq untuk menyimpan.


                                                                          52
                                       Created By : Ivan Ramdan & Tri Ofianto


4. Memberi hak akses pada client agar bisa mengakses internet sesuai
   dengan nomor IP client

                                           Acl |acl name| src |IP|
   Keterangan:

   [acl name]    = nama dari acl, ANda bisa mengisinya sesuai hati
   Anda.

   Contoh:

      acl office src 192.168.3.2-192.168.3.30       (lihat pada bagian
   pertama)

   Setelah Anda membuat perintah, Anda harus pula mengetikan :
   http_access allow office (lihat pada bagian kedua)

   keterangan:
   allow = acl dengan nama “office” diijinkan untuk melakukan akses
   internet.

   Perintah di atas server memberi hak akses pada client dengan nomor
   ip 192.168.3.2 sampai client nomor IP 192.168.3.30 agar dapat
   mengakses internet.
   Anda pun bisa membuat banyak acl untuk membagi hak akses pada
   client-client. Anda sesuai dengan nomor IP-nya.
5. Melarang client untuk mengakses internet sesuai dengan nomor IP
   client.
                 acl |acl name| src |IP|
   Keterangn:
   [acl name] = nama dari acl, ANda bisa mengisinya sesuka hati Anda.

   Contoh :
      acl class src 192.168.3.31-192.168.3.60       (lihat pada bagian
   pertama)

   Setelah Anda membuat perintah, ANda harus pula mengetikan:
      http_accesss deny class (lihat pada bagian kedua)

   keterangan :
   deny=acl dengan nama “class” tidak diijinkan untuk melakukan akses
   internet.

   Perintah di atas berarti server tidak memberi hak akses pada client
   dengan nomor IP 192.168.3.31 sampai nomor IP 192.168.3.60 agar
   fapat mengakses internet.
6. Memblok situs-situs agar tidak dapat di akses oleh client.

   acl |acl name| src |IP|
   Keterangan:



                                                                     53
                                       Created By : Ivan Ramdan & Tri Ofianto


[acl name] = nama dari acl, Anda bisa mengisinya sesuka hati Anda.

Contoh :
   acl blocksites dstdomain “/etc/squid/block.sites” (lihat
pada bagian pertama)
Setelah membuat perintahnya, Anda harus mengetikan :
   http_access deny blocksites (lihat pada bagian kedua)
keterangan:
deny=acl dengan nama office tidak diizinkan untuk mengakses situs
sesuai daftar.

“/etc/squid/block.sites” = Nama file yang berisi daftar situs-situs.

Anda bisa mengisi daftar-daftar websites yang dilarang dengan
menggunakan text editor dan jangn lupa menyimpan dengan nama
block.sites dan lokasi /etc/squid.

Misalnya:
   .sex.com
   .playboy.com

Kedua situs di atas merupakan contoh isi file “block.sites”.
Perintah di atas berarti server tidak memberi hak akses pada client
dengan nomor IP 192.168.3.31 sampai client dengan nomor IP
192.168.3.60 agar dapatmegnakses situs-situs yang terdapat pada
daftar situs dalam file block.sites.
Jika hanya satu situs tidak boleh diakses, misalnya situs
http://www.playboy.com perintah yang diketik adalah:
    acl blocksites dstdomain http://www.playboy.com (lihat pada
bagian pertama)
Setelah Anda membuat perintah, Anda harus mengetikan:
    http_access deny blocksites (lihat pada bagian kedua)

setelah Anda selesai mengedit squid.conf, jangan lupa me-restart
Squid Anda dengan perintah

service squid restart pada terminal.




                                                                       54

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:29
posted:9/7/2011
language:English
pages:54