Docstoc

Kepercayaan

Document Sample
Kepercayaan Powered By Docstoc
					 KEPERCAYAAN ITU MAHAL


Mungkin, salah satu penyakit paling kronis yang sudah menggerogoti
kehidupan

manusia di muka bumi ini adalah KEBOHONGAN.

Kebohongan alias ketidak jujuran bisa meliputi membohongi diri sendiri,
membohongi orang lain, atau 'berusaha' membohongi Tuhan. Dalam berbagai
kesempatan, wawancara oleh media atau obrolan sesama teman, kebanyakan
orang berpendapat bahwa dibohongi adalah salah satu hal yang paling
dibenci.
Termasuk juga saya, hal yang paling saya benci adalah dibohongi.

Kebohongan bisa mengambil berbagai macam wajah, wajah seorang anak,
seorang kekasih, seorang ayah, seorang guru, seorang pimpinan, bahkan
seorang pelayan. "Sakit tahu, kalau dibohongi," kata seorang teman
saya
belum lama ini. "Gue nggak bakal percaya lagi sama dia. Gue udah sering
banget dibohongi", katanya dengan penuh emosi.

Akibat kebohongan, kita bisa menjadi seseorang yang tidak bisa lagi
mempercayai
orang lain. Akibat kebohongan kita bisa menjadi pribadi yang keras dan
kebohongan
telah membuat banyak manusia kehilangan kepercayaannya.

Kenapa harus berbohong?

Ada sebagian orang yang melakukan kebohongan dan berpendapat bahwa ia
melakukan kebohongan tersebut demi sebuah kebaikan, tapi apakah memang
benar seperti itu?
ataukah itu hanya dilakukan demi kepentingan dirinya atau untuk
menyelamatkan
diri sendiri?........ Perbedaannya sangatlah tipis & cenderung untuk
berubah
arah.

Saya mempunyai seorang teman yang mengatakan bahwa memang sakit dibohongi
terlebih oleh orang yang kita percayai tetapi dirinya tidak perduli akan
dibohongi atau
tidak karena buatnya yang terpenting dia berusaha mempercayai orang lain
&
saat
dia percaya maka kebohongan adalah konsekuensi lain yang harus dia
tanggung.


Saat dia percaya dengan seseorang maka dia tidak takut jika suatu saat
dibohongi.
Benarkah sikapnya?
Entahlah, setiap orang memiliki cara masing-masing untuk menyikapi sebuah
kebohongan.
Yang jelas, Kebohongan bisa menjadi kebiasaan bahkan penyakit menahun
yang
perlu
diobati dan bila perlu diberi antibiotik. Ia bisa resisten terhadap
berbagai
macam obat -
semakin diobati maka semakin kebal pula dari pengaruh obat.

Kebohongan yang dipelihara akan mengakar, menular, merusak, hingga
menghancurkan kehidupan pribadi dan kehidupan sekitarnya.

Kejujuran dan kepercayaan adalah mata uang yang berlaku dimana-mana,
sedangkan kebohongan adalah barang yang dijajakan dimana-mana.

Kejujuran adalah modal sebuah kepercayaan & kepercayaan adalah awal
sebuah
hubungan.

Jangan heran bila kebohongan yang dibiasakan, akan merusak semua jenis
hubungan
yang sudah dibangun, apakah itu persahabatan antar rekan sejawat, rekan
sepelayanan,
orang tua dan anak, ataupun pasangan kita maupun sahabat kita.

Jika bisa dianalogikan mungkin kebohongan sama berdosanya dengan
berzinah,
Kebohongan sama berdosanya dengan membunuh. Jangan salah, kebohongan itu
merupakan pengkhianatan terhadap sebuah kepercayaan dan merupakan salah
satu
bentuk dari pembunuhan hati nurani. Kebohongan merupakan pembunuh utama
kepercayaan dan integritas. Kebohongan pula yang menjadi biang keladi
rusaknya
esatuan dalam suatu kelompok.

Kitab suci mengajarkan bahwa cinta akan uang adalah akar dari segala
kejahatan.
Mungkin analogi sebab-akibat tentang kebohongan bisa berbunyi seperti
ini,
"Cinta akan kebohongan adalah akar dari segala kehancuran".

Jangan memupuk kebohongan hingga ia bertumbuh lalu berbunga.
Sebab kebohongan itu sama seperti tanaman parasit yang menghisap induknya
hingga mati lalu ia sendiri akhirnya mati.

Kebohongan menghisap orang-orang di sekitarnya, memporak-porandakan
sebuah hubungan, dan yang parahnya lagi, ia menular dan merembes melukai
banyak orang. Ada orang yang menganggap kebohongan adalah hal yang biasa.

Mereka yang percaya akan hal itu adalah pembohong yang percaya pada
kebohongan.
Jangan main-main dengan kebohongan karena itu sama saja dengan bermain
api.
Kebohongan itu tidak ada harganya, tapi kepercayaan itu mahal harganya.

Sebelum saya terlelap lalu bermimpi dibohongi atau membohongi, saya ingin
berteriak
sekeras-kerasnya sembari berharap hati nurani yang sudah tumpul membuka
sedikit
kelopak matanya, "KEPERCAYAAN ITU MAHALLLLL.... !"

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:9
posted:9/5/2011
language:Indonesian
pages:3