Docstoc

Weakness or Strength

Document Sample
Weakness or Strength Powered By Docstoc
					From: Zulfikar <zulfikar_thatum@yahoo.com>
Subject: [nagarimagek] (story) Weakness or Strength
Date: Fri, 16 Jan 2004 00:24:14 -0800 (PST)
To: nagarimagek <nagarimagek@yahoogroups.com>
      Full Headers
Undecoded Letter
"Weakness or Strength"
Terkadang kelemahan terbesar kita bisa menjadi kekuatan terbesar kita.
Cerita ini tentang seorang anak berumur 10 tahun yang memutuskan untuk
mempelajari Judo, walaupun dia telah kehilangan tangan kirinya dalam
sebuah kecelakaan mobil.
Anak itu pun memulai latihannya dengan seorang Guru master Judo, dan
selama berlatih dia menunjukkan kemajuan, akan tetapi setelah tiga bulan,
pelatihnya hanya terus mengajarkannya satu Jurus.
"Guru," anak itu akhirnya berceloteh, "Bukankah aku seharusnya
mempelajari jurus baru?"
"Jurus ini hanya satu-satunya yang kau tahu, tapi jurus ini satu-satunya
jurus yang kau butuhkan," jawab Gurunya.
Tetap tidak mengerti, tetapi yakin kepada perkataan gurunya, anak itu pun
terus berlatih.
Beberapa bulan kemudian, sang Guru membawa anak itu ke Pertandingan Judo
Pertamanya. Kaget akan kemampuannya, anak itu dengan mudah memenangkan
dua pertandingan penyisihan. Pertandingan ketiga ternyata lebih sulit,
tetapi setelah beberapa waktu, lawan anak itu menjadi tidak sabar dan
menyerangnya; sudah pasti anak itu hanya menggunakan satu-satunya jurus
yang diketahuinya dan Menang. Masih terkejut pada keberhasilannya,
kemudian anak itu masuk babak Final.
Kali ini, lawannya lebih besar, lebih kuat dan pengalaman. Sepintas lalu,
anak itu tampaknya kalah jauh. Khawatir akan keselamatan anak itu, wasit
menetapkan waktu rehat. Si wasit hampir saja menghentikan pertandingan
ketika Guru anak itu menghentikannya.
"Tidak," Si Guru bersikeras, "Biarkan dia melanjutkan pertandingan."
Beberapa saat setelah pertandingan dilanjutkan kembali, lawannya
melakukan kesalahan fatal; dia tidak memasang kuda-kuda. Seketika, anak
itu menggunakan 'Jurusnya' untuk mengunci lawannya. Akhirnya, anak itu
memenangkan pertandingan dan turnamen. Dia menjadi Juara.
Dalam perjalanan pulang, Guru dan murid mengulas setiap jurus dalam tiap
pertandingan. Kemudian anak itu memberanikan diri untuk bertanya satu hal
yang sedang dipikirkannya.
"Guru, bagaimana saya bisa memenangkan Turnamen itu dengan hanya satu
jurus?"
"Kau menang dengan dua alasan," sang Guru menjawab. "Pertama, kau hampir
menguasai jurus bantingan yang paling sulit dalam Judo. Dan kedua, satu-
satunya cara untuk melawan Jurus itu adalah Lawanmu harus menangkap
lengan kirimu."
Kelemahan terbesar anak itu telah menjadi Kekuatan terbesarnya.

Translated by David Hamzah Damian from "Bits & Pieces, August 15, 1996,
Economic Press Inc"