Docstoc

Reuni

Document Sample
Reuni Powered By Docstoc
					From: "Badroni" <badroni@manetvision.com>
Subject: [nagarimagek] Reuni
Date: Wed, 12 Nov 2003 10:24:41 +0700
To: "NagariMagek" <nagarimagek@yahoogroups.com>
      Full Headers
Undecoded Letter



> Hanya sekedar cerita... Insya Allah ada makna yang terkandung di
dalamnya.
>
> R e u n i
>
> Reuni dengan teman-teman lama selalu bisa memberikan kejutan-kejutan,
yang
> menyenangkan ataupun tidak. Apalagi setelah berpisah dua puluh tahun.
Dalam
> sebuah reuni 'tanpa direncanakan' dengan teman-teman kuliah dua puluh
tahun
> yang lalu berbagai cerita disampaikan oleh masing-masing. Setelah puas
> mengomentari penampilan fisik masing-masing, "Kok berubah drastis? Kok
> 'panggah' saja? Dandy amat kamu sekarang, punya istri baru ya ?
Rambutmu
> kamu taruh dimana? Badan melar gitu kok ya nekat pakai baju ketat" dan
> lain-lain.
>
> Dilanjutkan dengan bertanya bagaimana kabar masing-masing, berapa anak,
> bagaimana pekerjaan, dan lain-lain.
> Percakapan dengan tidak terasa mengalir begitu saja.
>
> "Piye kabarnya si Ita, ada yang tahu nggak?"
> Tiba-tiba ada yang bertanya tentang seorang teman yang jadi 'bunga'
kelas
> karena kecantikannya dan menjadi rebutan banyak 'kumbang' termasuk
> kami-kami ini.
> "Lho, dia kan udah meninggal setahun yang lalu karena penyakit ginjal.
> Cukup lama lho dia menderita karena harus cuci darah seminggu dua
kali."
> Seseorang menyahut Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Diam-diam saya
> bersyukur nggak 'jadian' sama dia. Soalnya dia juga nggak mau sama saya
sih!
>
> "Eh, tahu nggak. Si Ani sekarang tinggal di Australia lho!"
> "Lho kok bisa? Apa suaminya disekolahkan lagi?"
> "Hi...hi..! Nggak tahu ya! Dia kan udah cerai dengan suaminya yang lalu
dan
> lantas kawin sama bule Strali."
> "Haa..?! Saya tidak bisa menahan rasa terkejut saya. Bagaimana mungkin
> teman yang dianggap pasangan paling ideal waktu itu bisa cerai dan
kemudian
> kawin dengan bule dan tinggal di Australi. (Lantas bagaimana dengan
anak
> dan suaminya ya? Padahal suaminya baik sekali lho!)
>
> "Eh, tahu si Anu nggak.. dia sekarang udah jadi pejabat penting di
> Departemen Perhubungan. Kalau mau ketemu Menteri Perhubungan mesti
lewat
> dia katanya."
>
> "Ha..?! Anak 'lolak-lolok' gitu bisa jadi pejabat penting?!"
>
> Surprise. Padahal dulu saya 'meramal' teman yang satu ini bakal
kesulitan
> dalam kariernya. Lha wong emampuannya pas-pasan dan penampilannya
'ndeso'
> gitu. Tapi..nasib orang siapa tahu?
>
> "Masih ingat si Ina? Dia sekarang udah hampir menyelesaikan program
> Doktornya lho!
> "Ha.?! Bagaimana bisa ? Dulu diakan hampir drop-out karena nilainya
> ancur-ancuran?!
> "Ya, setelah lulus ia lalu melamar jadi dosen di luar Jawa. Disana
> kariernya melaju dengan mulus. Ia sekarang jadi Ketua Jurusan"
>
> Another surprise. hampir tidak pernah terbayangkan oleh saya bahwa
teman
> yang satu ini akan berkarir jadi dosen. Bagaimana mungkin, sedangkan
jadi
> mahasiswa saja dulunya dia kami anggap 'tidak layak' saking rendahnya
> prestasi akademisnya. Tapi sekarang... hampir menyelesaikan program
> doktornya. What a surprise!
> Ternyata bukan hanya dia yang berkarir jadi dosen. Ada empat teman
lainnya
> yang berkarir sama di berbagai PTN bergengsi di berbagai kota. Dan
hampir
> semua dari mereka justru teman-teman yang tidak memiliki prestasi
akademis!
>
> Salah seorang diantaranya bahkan begitu pendiamnya sampai kami beri
nama
> sebutan 'Gong', kalau tidak dipukul tidak berbunyi. Kok bisa-bisanya ia
> jadi dosen dan ngajar di depan kelas! Dunia memang penuh kejutan.
Sejenak
> kami kemudian saling olok karena ternyata karier kami yang dulunya
punya
> prestasi akademik lebih baik ternyata tidak secemerlang teman yang dulu
> kami anggap 'di bawah anjing' alias 'underdog' itu.
>
> "Si Fulan gimana kabarnya? Ada yang tahu, nggak" Si Fulan ini 'the
> brightest student' di angkatan kami dan merupakan kebanggaan kelas kami
> "Kasihan lho dia. Setelah keluar dari bank karena rasionalisasi dan
> bertahun-tahun nggak punya pekerjaan tetap sekarang dia terpaksa
menerima
> pekerjaan ngajar mulai Subuh hingga Isya'"
>
> "Ha.!" Kami sejenak terpana membayangkan betapa nasib 'menelikung'
teman
> yang 'bright' ini. Dulu rasanya kami semua yakin bahwa ia pasti akan
> memiliki masa depan yang cerah karena kepintarannya. Ia dengan mudah
diterima
> bekerja di bank terkenal dan kariernya meroket. Terakhir ia menjabat
> sebagai kepala cabang dan kariernya amblas setelah bank tersebut kena
> likuidasi. Ia mencoba melamar ke bank-bank lain tapi prospek perbankan
> ternyata tidak bersahabat lagi dengannya. Dengan sisa-sisa tabungannya
ia
> mencoba bertahan sampai akhirnya ia harus menyadari bahwa ia harus
bekerja
> apa saja. Mengajar bahasa Inggris privat dan di sekolah-sekolah swasta
> mungkin adalah satu-satunya pilihan yang tersisa.
>
> Seorang teman lain yang juga memiliki prestasi akademik tinggi ternyata
> nasibnya juga tidak bisa dikatakan cerah. Kariernya datar saja,
termasuk
> kemampuan finansialnya. Ada juga seorang teman yang termasuk 'Top Gun'
yang
> bekerja di BUMN dan memiliki karir cerah tapi mendapat masalah dalam
> kehidupan keluarganya.
>
> Want to hear another surprise? Seorang teman yang kami panggil 'Pak
Kyai'
> saking alimnya ternyata kecantol dengan 'santri'nya dan membuat
keluarganya
> berantakan. Padahal dulu dia selalu menasihati saya agar jangan
> mempermainkan hati wanita kalau dia lihat saya sudah mulai pedekate
pada
> gadis lain. Dalam hati saya istighfar berkali-kali. Kok bisa ya.?!
>
> Dua puluh tahun waktu berlalu dan begitu banyak peristiwa terjadi.
Hidup
> memang penuh dengan kejutan yang tidak terduga. Saya masih juga sulit
untuk
> mengerti bagaimana nasib bisa mempermainkan hidup kita.
> Padahal dulu saya iri banget pada teman-teman yang 'sempurna'. Otak
encer,
> tongkrongan yahud, duit berlimpah, pergaulan luas. Everything was so
easy
> for them. Eh., kok ya sekarang di 'sliding tackle' sama nasib.
>
> Alhamdulilah nasib tidak turut 'menjegal' saya. Dalam banyak hal justru
> nasib saya lebih baik daripada teman-teman yang dulunya rodanya ada di
atas.
>
> Ya, Allah! Jadikan hamba termasuk golongan orang-orang yang bersyukur.
Amin!
>
>
>
>

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:3
posted:9/5/2011
language:English
pages:3