AKPM_26 Pengaruh Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan, dan Kebijakan Dividen terhadap Nilai Perusahaan | EkyDakka.Com by ekydakka

VIEWS: 1,651 PAGES: 21

More Info
									      PENGARUH KEPUTUSAN INVESTASI, KEPUTUSAN
     PENDANAAN, DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP
                 NILAI PERUSAHAAN


                             Lihan Rini Puspo Wijaya
                    Magister Akuntansi Universitas Sebelas Maret
                                       Bandi
                                  Anas Wibawa
                    Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret


                                     ABSTRACT

       This research tests the effect of investment decisions, financing decisions, and
dividend policy on the firm value, using a data set consisting of 130 manufacturing
company listed in Indonesia Stock Exchange.
       Population of this research is listed public company at Indonesia Stock
Exchange with manufacturing company as sample. Sampling method uses purposive
sampling method. Data analysis technique uses classic assumption test:
multicolinierity test, autocorrelation test, heteroscedasticity test, and normality test.
Hypothesis test uses multiple regression analysis.
       The results show that: investment decisions positively affects the firm value with
beta coefficient is of 0.209 and level significance is of 0.014; financing decisions
positively affects the firm value with beta coefficient is of 0.286 and level significance
is of 0.001; dividend policy positively affects the firm value with beta coefficient is of
0.206 and level significance is of 0.015.

Keywords: investment decisions, financing decisions, dividend policy, the firm
           Value




* Terima kasih kepada Drs. Muhammad Agung Prabowo, M.Si., Ph.D., Ak. dan Dr.
Payamta, M.Si., Ak. CPA. yang telah berkenan memberi masukan dan revisi pada
paper ini.
** lihanwijaya@yahoo.com
   085728572070 / 087836550707



                                                                                        1
      PENGARUH KEPUTUSAN INVESTASI, KEPUTUSAN
     PENDANAAN, DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP
                 NILAI PERUSAHAAN


                                     ABSTRACT

       This research tests the effect of investment decisions, financing decisions, and
dividend policy on the firm value, using a data set consisting of 130 manufacturing
company listed in Indonesia Stock Exchange.
       Population of this research is listed public company at Indonesia Stock
Exchange with manufacturing company as sample. Sampling method uses purposive
sampling method. Data analysis technique uses classic assumption test:
multicolinierity test, autocorrelation test, heteroscedasticity test, and normality test.
Hypothesis test uses multiple regression analysis.
       The results show that: investment decisions positively affects the firm value with
beta coefficient is of 0.209 and level significance is of 0.014; financing decisions
positively affects the firm value with beta coefficient is of 0.286 and level significance
is of 0.001; dividend policy positively affects the firm value with beta coefficient is of
0.206 and level significance is of 0.015.

Keywords: investment decisions, financing decisions, dividend policy, the firm
           value


PENDAHULUAN

       Tujuan perusahaan dalam jangka panjang adalah mengoptimalkan nilai

perusahaan (Wahyudi dan Pawestri, 2006). Nilai perusahaan akan tercermin dari

harga sahamnya (Fama, 1978; Wright dan Ferris, 1997). Harga saham di pasar modal

terbentuk berdasarkan kesepakatan antara permintaan dan penawaran investor,

sehingga harga saham merupakan fair price yang dapat dijadikan sebagai proksi nilai

perusahaan (Hasnawati, 2005a dan 2005b).




                                                                                        2
       Optimalisasi nilai perusahaan dapat dicapai melalui pelaksanaan fungsi

manajemen keuangan, dimana satu keputusan keuangan yang diambil akan

mempengaruhi keputusan keuangan lainnya dan berdampak pada nilai perusahaan

(Fama dan French, 1998). Menurut Hasnawati (2005b), manajemen keuangan

menyangkut penyelesaian atas keputusan penting yang diambil perusahaan, antara

lain keputusan investasi, keputusan pendanaan, dan kebijakan dividen. Suatu

kombinasi yang optimal atas ketiganya akan memaksimumkan nilai perusahaan yang

selanjutnya akan meningkatkan kemakmuran kekayaan pemegang saham.

       Investasi modal merupakan salah satu aspek utama dalam keputusan investasi

selain penentuan komposisi aktiva. Keputusan pengalokasian modal ke dalam usulan

investasi harus dievaluasi dan dihubungkan dengan risiko dan hasil yang diharapkan

(Hasnawati, 2005a). Menurut signaling theory, pengeluaran investasi memberikan

sinyal positif mengenai pertumbuhan perusahaan di masa yang akan datang, sehingga

dapat meningkatkan harga saham yang digunakan sebagai indikator nilai perusahaan

(Wahyudi dan Pawestri, 2006).

       Keputusan yang menyangkut investasi akan menentukan sumber dan bentuk

dana untuk pembiayaannya. Masalah yang harus dijawab dalam keputusan pendanaan

yang dihubungkan dengan sumber dana adalah apakah sumber internal atau eksternal,

besarnya hutang dan modal sendiri, dan bagaimana tipe hutang dan modal yang akan

digunakan, mengingat struktur pembiayaan akan menentukan cost of capital yang

akan menjadi dasar penentuan required return yang diinginkan (Hasnawati, 2005a).




                                                                                   3
        Para investor memiliki tujuan utama untuk meningkatkan kesejahteraan

dengan mengharapkan pengembalian dalam bentuk dividen maupun capital gain,

sedangkan perusahaan mengharapkan pertumbuhan secara terus menerus untuk

mempertahankan kelangsungan hidupnya sekaligus memberikan kesejahteraan

kepada para pemegang sahamnya, sehingga kebijakan dividen penting untuk

memenuhi harapan pemegang saham terhadap dividen dengan tidak menghambat

pertumbuhan perusahaan di sisi lain. Dividen yang diterima pada saat ini akan

mempunyai nilai yang lebih tinggi daripada capital gain yang akan diterima di masa

yang akan datang, sehingga investor yang tidak bersedia berspekulasi akan lebih

menyukai dividen daripada capital gain (Prihantoro, 2003).

        Menurut Hasnawati (2005a), fenomena yang terjadi di Bursa Efek Indonesia

menunjukkan bahwa nilai perusahaan yang diproksi melalui nilai pasar saham

mengalami perubahan meskipun tidak ada kebijakan keuangan yang dilakukan

perusahaan. Nilai perusahaan berubah lebih disebabkan oleh informasi lain seperti

situasi sosial dan politik.

        Berdasarkan masalah di atas, maka dapat ditarik pertanyaan penelitian sebagai

berikut:

    1. Apakah keputusan investasi berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan?

    2. Apakah keputusan pendanaan berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan?

    3. Apakah kebijakan dividen berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan?




                                                                                   4
TINJAUAN PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS

Landasan Teori

       Manajer membuat keputusan investasi yang berkaitan dengan jenis produk

dan jasa yang diproduksi, di samping cara-cara barang dan jasa tersebut diproduksi

serta didistribusikan. Manajer juga harus memutuskan bagaimana membiayai

perusahaan – bauran utang dan ekuitas apa yang harus digunakan, dan jenis sekuritas

utang serta ekuitas khusus apa yang harus diterbitkan, selain itu manajer keuangan

harus memutuskan berapa persentase laba saat ini untuk membayar dividen daripada

yang ditahan dan diinvestasikan kembali, hal ini disebut keputusan kebijakan dividen

(dividend policy decision). Setiap keputusan investasi dan pembiayaan tersebut akan

mempengaruhi tingkat, penetapan waktu, dan risiko arus kas perusahaan, dan

akhirnya harga saham perusahaan, sehingga manajer harus membuat keputusan

investasi dan pembiayaan yang dirancang untuk memaksimalkan harga saham

perusahaan (Brigham dan Houston, 2001).

       Dari penjelasan tersebut, maka dapat dibuat kaitan antara keputusan investasi,

keputusan pendanaan, dan kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan dengan

kerangka pemikiran pada gambar 1 sebagai berikut:

                               Kerangka pemikiran:
 Keputusan Investasi


 Keputusan Pendanaan                    Nilai Perusahaan


 Kebijakan Dividen
                                     Gambar 1



                                                                                   5
Hipotesis

1. Keputusan Investasi

           Menurut Wahyudi dan Pawestri (2006), nilai perusahaan yang dibentuk

melalui indikator nilai pasar saham sangat dipengaruhi oleh peluang-peluang

investasi. Nilai perusahaan semata-mata ditentukan oleh keputusan investasi (Fama

1978). Myers (1977) memperkenalkan IOS pada studi yang dilakukan dalam

hubungannya dengan keputusan investasi. IOS memberikan petunjuk yang lebih luas

dengan nilai perusahaan tergantung pada pengeluaran perusahaan di masa yang akan

datang, sehingga prospek perusahaan dapat ditaksir dari Investment Opportunity Set

(IOS). IOS didefinisikan sebagai kombinasi antara aktiva yang dimiliki (assets in

place) dan pilihan investasi di masa yang akan datang dengan net present value

positif.

           Keputusan   investasi   melalui   divestment   berpengaruh   terhadap   nilai

perusahaan di Afrika Selatan (Wright dan Ferris, 1997). Hasnawati (2005b)

menemukan bahwa keputusan investasi berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan

sebesar 12,25%, sedangkan sisanya sebesar 87,75% dipengaruhi oleh faktor lain

seperti keputusan pendanaan, kebijakan dividen, faktor eksternal perusahaan seperti:

tingkat inflasi, kurs mata uang, pertumbuhan ekonomi, politik, dan psychology pasar.

Wahyudi dan Pawestri (2006) menemukan bahwa keputusan investasi tidak

berpengaruh terhadap nilai perusahaan.

HA1: Keputusan investasi berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan.




                                                                                      6
2. Keputusan Pendanaan

       Menurut Brigham dan Houston (2001), peningkatan hutang diartikan oleh

pihak luar tentang kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban di masa yang

akan datang atau adanya risiko bisnis yang rendah, hal tersebut akan direspon secara

positif oleh pasar. Terdapat dua pandangan mengenai keputusan pendanaan.

Pandangan pertama dikenal dengan pandangan tradisional yang menyatakan bahwa

struktur modal mempengaruhi nilai perusahaan. Pandangan tradisional diwakili oleh

dua teori yaitu Trade off Theory dan Pecking Order Theory. Pandangan kedua

dikemukakan oleh Modigliani dan Miller (1958) yang menyatakan bahwa struktur

modal tidak mempengaruhi nilai perusahaan. Masulis (1980) melakukan penelitian

dalam kaitannya dengan relevansi keputusan pendanaan, menemukan bahwa terdapat

kenaikan abnormal returns sehari sebelum dan sesudah pengumuman peningkatan

proporsi hutang, sebaliknya terdapat penurunan abnormal returns pada saat

perusahaan mengumumkan penurunan proporsi hutang. Masulis (1980) juga

menemukan bahwa harga saham perusahaan naik apabila diumumkan akan

diterbitkan pinjaman yang digunakan untuk membeli kembali saham perusahaan

tersebut.

       Fama dan French (1998) menemukan bahwa investasi yang dihasilkan dari

leverage memiliki informasi yang positif tentang perusahaan di masa yang akan

datang, selanjutnya berdampak positif terhadap nilai perusahaan. Hasnawati (2005a)

menemukan bahwa keputusan pendanaan mempengaruhi nilai perusahaan secara




                                                                                  7
positif sebesar 16%. Wahyudi dan Pawestri (2006) menemukan bahwa keputusan

pendanaan berpengaruh terhadap nilai perusahaan.

HA2: Keputusan pendanaan berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan.

3. Kebijakan Dividen

       Menurut Hatta (2002), terdapat sejumlah perdebatan mengenai bagaimana

kebijakan deviden mempengaruhi nilai perusahaan. Pendapat pertama menyatakan

bahwa kebijakan dividen tidak mempengaruhi nilai perusahaan, yang disebut dengan

teori irrelevansi dividen. Pendapat kedua menyatakan bahwa dividen yang tinggi akan

meningkatkan nilai perusahaan, yang disebut dengan Bird in The Hand Theory.

Pendapat ketiga menyatakan bahwa semakin tinggi dividend payout ratio suatu

perusahaan, maka nilai perusahaan tersebut akan semakin rendah. Dividend signaling

theory pertama kali dicetuskan oleh Bhattacharya (1979). Teori ini menjelaskan

bahwa informasi tentang cash dividend yang dibayarkan dianggap investor sebagai

sinyal prospek perusahaan di masa mendatang.

       Fama dan French (1998) menemukan bahwa investasi yang dihasilkan dari

kebijakan dividen memiliki informasi yang positif tentang perusahaan di masa yang

akan datang, selanjutnya berdampak positif terhadap nilai perusahaan. Hasnawati

(2005a) menemukan bahwa kebijakan dividen berpengaruh positif terhadap nilai

perusahaan. Wahyudi dan Pawestri (2006) menemukan bahwa kebijakan dividen

tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan.

HA3: Kebijakan dividen berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan.




                                                                                 8
METODE PENELITIAN

Pemilihan Sampel dan Data

         Populasi penelitian ini adalah perusahaan yang go public dan terdaftar di

Bursa Efek Indonesia (BEI). Sampel penelitian ini diperoleh dengan metode

purposive sampling, dengan kriteria perusahaan manufaktur yang membagikan

dividen kas. Periode penelitian ini adalah selama 4 tahun, yaitu tahun 2006 – 2009

dengan menggunakan data laporan keuangan. Alasan mengapa perusahaan

manufaktur dipilih sebagai sampel dalam penelitian ini adalah karena industri-industri

dengan regulasi yang tinggi seperti public utilities atau bank akan mempunyai debt

equity ratio tinggi yang se-ekuivalen dengan tingginya risiko yang melekat pada

industri yang bersangkutan daripada non regulated firms (Jensen dan Meckling,

1976).

Variabel Penelitian dan Pengukuran

1. Keputusan Investasi

         Keputusan investasi didefinisikan sebagai kombinasi antara aktiva yang

dimiliki (assets in place) dan pilihan investasi di masa yang akan datang dengan net

present value positif (Myers, 1977). IOS tidak dapat diobservasi secara langsung

(laten), sehingga dalam perhitungannya menggunakan proksi (Kallapur dan

Trombley, 1999). Proksi IOS yang digunakan dalam penelitian ini adalah Price

Earning Ratio (PER). Menurut Brigham dan Houston (2001), PER menunjukkan

perbandingan antara closing price dengan laba per lembar saham (earning per share).




                                                                                    9
      Harga Saham
PER = ----------------
           EPS

2. Keputusan Pendanaan

       Keputusan pendanaan didefinisikan sebagai keputusan yang menyangkut

komposisi pendanaan yang dipilih oleh perusahaan (Hasnawati, 2005a). Keputusan

pendanaan dalam penelitian ini dikonfirmasikan melalui Debt to Equity Ratio (DER).

Rasio ini menunjukkan perbandingan antara pembiayaan dan pendanaan melalui

hutang dengan pendanaan melalui ekuitas (Brigham dan Houston, 2001).

      Total Hutang
DER = ----------------
      Total Ekuitas

3. Kebijakan Dividen

       Keputusan kebijakan dividen adalah keputusan tentang seberapa banyak laba

saat ini yang akan dibayarkan sebagai dividen daripada ditahan untuk diinvestasikan

kembali dalam perusahaan (Brigham dan Houston, 2001). Kebijakan dividen dalam

penelitian ini dikonfirmasikan melalui Dividend Payout Ratio (DPR). Menurut

Brigham dan Gapenski (1996), rasio pembayaran dividen adalah persentase laba yang

dibayarkan kepada para pemegang saham dalam bentuk kas.

      DPS
DPR = ------
      EPS

4. Nilai Perusahaan

       Nilai perusahaan dalam penelitian ini didefinisikan sebagai nilai pasar karena

nilai perusahaan dapat memberikan kemakmuran pemegang saham secara maksimum



                                                                                  10
apabila harga saham perusahaan meningkat (Hasnawati, 2005a dan 2005b). Nilai

perusahaan dalam penelitian ini dikonfirmasikan melalui Price Book Value (PBV).

PBV mengukur nilai yang diberikan pasar keuangan kepada manajemen dan

organisasi perusahaan sebagai sebuah perusahaan yang terus tumbuh (Brigham dan

Houston, 2001).

          Harga Saham
PBV = ----------------------
                  BV



ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Hasil Pengumpulan Data

        Berdasarkan kriteria yang telah ditentukan sebelumnya pada objek penelitian,

diperoleh sampel penelitian sebanyak 547 perusahaan, tetapi yang membagikan

dividen kas hanya sebanyak 184 perusahaan dengan 54 perusahaan yang memiliki

data outlier, sehingga jumlah anggota sampel penelitian menjadi sebanyak 130

perusahaan.

Analisis dan Pembahasan

1. Uji Data

              Model regresi yang digunakan dalam penelitian ini telah lolos uji asumsi

    klasik, yaitu uji multikolinieritas, uji autokorelasi, uji heterokesdastisitas, dan uji

    normalitas.




                                                                                        11
2. Uji Hipotesis

a. Koefisien Determinasi

                                           Tabel 1
                             Hasil Analisis Regresi Berganda
Model           R        R Square      Adjusted R Square       Std. Error of the Estimate

1               0,444 0,197                     0,178                 0,68401

Sumber : Hasil Pengolahan Data

             Hasil analisis regresi berganda menunjukkan nilai adjusted R2 sebesar

    0,178 atau 17,8%. Hasil ini menunjukkan bahwa 17,8% perubahan nilai

    perusahaan dipengaruhi oleh keputusan investasi, keputusan pendanaan, dan

    kebijakan dividen, sedangkan sisanya, yaitu 82,2% dipengaruhi oleh faktor lain di

    luar model penelitian.

b. Nilai F

                                           Tabel 2
                             Hasil Analisis Regresi Berganda
Model           Sum of Squares         df       Mean Square      F            Sig.
Regression      14,452                 3        4,817            10,297       0,000
Residual        58,951                 126      0,468
Total           73,404                 129
Sumber : Hasil Pengolahan Data

             Nilai F regresi digunakan untuk mengetahui pengaruh secara simultan

    variabel independen terhadap variabel dependen. Nilai F menunjukan nilai

    sebesar 10,297 dengan signifikansi sebesar 0.000. Nilai F memberikan hasil yang

    signifikan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa keputusan investasi, keputusan



                                                                                       12
   pendanaan, dan kebijakan dividen berpengaruh secara simultan terhadap nilai

   perusahaan.

                                       Tabel 3

                           Hasil Analisis Regresi Berganda

Model          B              Std. Error     Beta            t             Sig.

(Constant)     0,736          0,115                          6,375         0,000

PER            1,120E-02      0,005          0,209           2,487         0,014

DER            0,379          0,107          0,286           3,540         0,001

DPR            0,284          0,115          0,206           2,461         0,015

   Sumber : Hasil Pengolahan Data

Hipotesis 1

        Hasil analisis regresi menunjukkan tingkat signifikansi keputusan investasi

berada pada angka 0,014. Nilai tersebut lebih kecil dari nilai yang ditetapkan, yaitu α

= 0,05, maka HA1 diterima. Keputusan investasi memiliki beta koefisien positif

sebesar 0,209 terhadap nilai perusahaan, sehingga apabila keputusan investasi naik

sebesar satu satuan, maka nilai perusahaan juga akan naik sebesar 0,209 satuan.

        Implikasi kesimpulan tersebut adalah bahwa nilai perusahaan yang dibentuk

melalui indikator nilai pasar saham sangat dipengaruhi oleh peluang investasi dan

pengeluaran discretionary di masa yang akan datang (Myers, 1977; Myeong dan

Hyeon, 1998). Efek langsung keputusan investasi terhadap nilai perusahaan

merupakan hasil yang diperoleh dari kegiatan investasi itu sendiri melalui pemilihan

proyek atau kebijakan lainnya seperti menciptakan produk baru, penggantian mesin



                                                                                    13
yang lebih efisien, pengembangan research dan development (Myers, 1977; Wright

dan Ferris, 1997). Pengeluaran modal perusahaan (capital expenditure) sangat

penting untuk meningkatkan nilai perusahaan karena jenis investasi tersebut

memberikan sinyal tentang pertumbuhan pendapatan perusahaan yang diharapkan di

masa yang akan datang dan mampu meningkatkan nilai pasar perusahaan yang

diproksikan melalui return saham (Fama dan French, 1998).

Hipotesis 2

       Hasil analisis regresi menunjukkan tingkat signifikansi keputusan pendanaan

berada pada angka 0,001. Nilai tersebut lebih kecil dari nilai yang ditetapkan, yaitu α

= 0,05, maka HA2 diterima. Keputusan pendanaan memiliki beta koefisien positif

sebesar 0,286 terhadap nilai perusahaan, sehingga apabila keputusan pendanaan naik

sebesar satu satuan, maka nilai perusahaan juga akan naik sebesar 0,286 satuan.

       Apabila pendanaan didanai melalui hutang, maka peningkatan nilai peusahaan

terjadi akibat efek tax deductible, yaitu perusahaan yang memiliki hutang akan

membayar bunga pinjaman yang dapat mengurangi penghasilan kena pajak, yang

dapat memberikan manfaat bagi pemegang saham. Apabila peningkatan pendanaan

perusahaan melalui laba ditahan atau penerbitan saham baru, maka risiko keuangan

perusahaan semakin kecil (De Angelo dan Masulis, 1980; Masulis, 1980). Fakta yang

terjadi di Bursa Efek Indonesia selama periode penelitian tahun 2001 adalah bahwa

pendanaan perusahaan meningkat dengan penambahan hutang (Hasnawati, 2005a).

Sesuai dengan signaling theory, nilai perusahaan meningkat pada hari pengumuman

dan sehari setelah pengumuman perusahaan-perusahaan yang meningkatkan proporsi



                                                                                    14
penggunaan hutangnya (Masulis, 1980). Peningkatan hutang juga dapat diartikan

pihak luar tentang kemampuan perusahaan untuk membayar kewajibannya di masa

yang akan datang atau risiko bisnis yang rendah, sehingga penambahan hutang telah

memberikan sinyal positif (Brigham dan Houston, 2001).

Hipotesis 3

       Hasil analisis regresi menunjukkan tingkat signifikansi kebijakan dividen

berada pada angka 0,015. Nilai tersebut lebih kecil dari nilai yang ditetapkan, yaitu α

= 0,05, maka HA3 diterima. Kebijakan dividen memiliki beta koefisien positif sebesar

0,206 terhadap nilai perusahaan, sehingga apabila kebijakan dividen naik sebesar satu

satuan, maka nilai perusahaan juga akan naik sebesar 0,206 satuan.

       Sesuai dengan hipotesis kebijakan dividen relevan, perusahaan akan

membayar dividen yang besar kepada pemegang saham karena dapat meningkatkan

nilai perusahaan. Teori ini didukung dengan penelitian pada perusahaan yang dinilai

berdasarkan aliran kas yang akan diterima oleh pemegang saham. Menurut teori bird

in the hand, pemegang saham lebih menyukai dividen tinggi dibandingkan dengan

dividen yang akan dibagikan di masa yang akan datang dan capital gains (Lintner,

1956; Bhattacharya, 1979). Sesuai dengan signaling theory, pembayaran dividen

berisi informasi/isyarat tentang prospek perusahaan di masa yang akan datang

(Rozeff, 1982). Pengumuman meningkatnya dividen telah meningkatkan return

saham dan dapat digunakan untuk menangkal isu yang tidak diharapkan perusahaan

di masa yang akan datang (Aharony dan Swary, 1980).




                                                                                    15
KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

       Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah keputusan investasi, keputusan

pendanaan, dan kebijakan dividen berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 17,8% perubahan nilai perusahaan

dipengaruhi oleh keputusan investasi, keputusan pendanaan, dan kebijakan dividen,

sedangkan sisanya, yaitu 82,2% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian.

Implikasi Penelitian

   1. Hasil penelitian ini memberikan konfirmasi empiris bahwa keputusan

       investasi berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Keputusan investasi

       tersebut adalah keputusan yang mencerminkan kesempatan investasi di masa

       yang akan datang (investment opportunity), yaitu melalui pengenalan produk

       baru atau perluasan produk lama, penggantian peralatan atau gedung,

       penelitian dan pengembangan, serta eksplorasi. Implikasi bagi perusahaan

       adalah perusahaan harus merencanakan untuk mengambil keputusan investasi

       melalui pengenalan produk baru atau perluasan produk lama, penggantian

       peralatan atau gedung, penelitian dan pengembangan, serta eksplorasi.

       Apabila perusahaan mampu memaksimumkan kemampuannya melalui

       investasi-investasi tersebut dalam menghasilkan laba sesuai dengan jumlah

       dana yang terikat, maka dapat meningkatkan nilai perusahaan. Implikasi bagi

       investor adalah investor akan menginvestasikan dananya pada perusahaan

       yang mampu menghasilkan laba optimal melalui pengenalan produk baru atau



                                                                                   16
   perluasan produk lama, penggantian peralatan atau gedung, penelitian dan

   pengembangan, serta eksplorasi, karena investasi yang dilakukan perusahaan

   tersebut dapat memberikan sinyal positif tentang pertumbuhan pendapatan

   perusahaan di masa yang akan datang.

2. Hasil penelitian ini memberikan konfirmasi empiris bahwa keputusan

   pendanaan berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Keputusan

   pendanaan tersebut adalah menggunakan pendanaan melalui ekuitas yang

   lebih banyak daripada menggunakan pendanaan melalui hutang. Implikasi

   bagi perusahaan adalah perusahaan harus merencanakan untuk mengambil

   keputusan pendanaan yang menggunakan pendanaan melalui ekuitas lebih

   banyak daripada pendanaan melalui hutang karena dengan menggunakan

   pendanaan melalui ekuitas lebih banyak dapat meningkatkan nilai perusahaan.

   Implikasi bagi investor adalah investor akan menginvestasikan dananya pada

   perusahaan yang memiliki proporsi hutang yang kecil dalam struktur

   modalnya karena semakin kecil proporsi hutang perusahaan, maka risiko atas

   tidak terlunasinya hutang perusahaan juga semakin kecil. Selain itu, investor

   akan menerima pendapatan setelah pajak yang semakin besar apabila proporsi

   hutang perusahaan semakin kecil.

3. Hasil penelitian ini memberikan konfirmasi empiris bahwa kebijakan dividen

   berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Kebijakan dividen tersebut

   adalah membagikan laba yang diperoleh perusahaan kepada pemegang saham

   dalam bentuk dividen. Implikasi bagi perusahaan adalah perusahaan harus



                                                                             17
      merencanakan untuk mengambil kebijakan dividen yang membagikan labanya

      kepada pemegang saham dalam bentuk dividen daripada menahan labanya

      dalam bentuk capital gain karena dengan membagikan labanya kepada

      pemegang saham dalam bentuk dividen dapat meningkatkan nilai perusahaan.

      Konsekuensi apabila perusahaan membagikan laba kepada pemegang saham

      dalam bentuk dividen, maka laba ditahan akan berkurang, sehingga

      perusahaan harus mengeluarkan saham baru untuk mendanai kegiatannya.

      Implikasi bagi investor adalah investor akan menginvestasikan dananya pada

      perusahaan yang membagikan labanya dalam bentuk dividen secara konsisten.

      Investor juga akan menginvestasikan dananya pada perusahaan yang

      membagikan dividen dalam jumlah yang besar dengan konsekuensi investor

      harus membayar pajak yang tinggi atas dividen yang diperoleh tersebut.

Keterbatasan dan Saran

   1. Penelitian ini menggunakan PER (Price Earning Ratio) untuk memproksikan

      keputusan investasi. PER memiliki kelemahan, yaitu rasio ini memerlukan

      penaksiran masa depan yang tidak pasti, sehingga penelitian selanjutnya

      disarankan untuk menggunakan proksi lain dalam keputusan investasi, seperti

      Total Assets Growth, Market to Book Assets Ratio, Ratio Capital Expenditure

      to BVA, dan Current Assets to Total Assets.

   2. Penelitian ini menggunakan faktor internal perusahaan sebagai variabel

      independen yang mempengaruhi nilai perusahaan, yaitu keputusan investasi,

      keputusan pendanaan, dan kebijakan dividen. Nilai perusahaan tidak hanya



                                                                               18
       dipengaruhi oleh faktor internal perusahaan, tetapi juga dipengaruhi oleh

       faktor eksternal perusahaan, seperti tingkat suku bunga, tingkat inflasi, kurs

       mata uang, dan situasi sosial politik. Penelitian selanjutnya disarankan untuk

       menggunakan faktor eksternal perusahaan sebagai variabel independen yang

       mempengaruhi nilai perusahaan dengan model penelitian yang memadai.

   3. Penelitian ini menggunakan periode penelitian selama 4 tahun, yaitu tahun

       2006 – 2009 dengan situasi ekonomi yang mengalami krisis global, sehingga

       penelitian selanjutnya disarankan untuk menggunakan periode penelitian lain

       dengan situasi ekonomi yang berbeda.



                               DAFTAR PUSTAKA

Aharony, J., dan I. Swary. 1980. Quarterly Dividend and Earnings Announcements
         and Stockholders’ Returns: An Empirical Analysis. Journal of Finance 35 (1):
         1-12.
Bhattacharya, S. 1979. Imperfect Information, Dividend Policy and the Bird in the
         Hand Fallacy Bell. Journal of Economics 10: 259-270.
Brigham, E. F., dan J. F. Houston. 2001. Manajemen Keuangan. Edisi Bahasa
         Indonesia. Jakarta: Erlangga.
-------------------, dan L. C. Gapenski. 1996. Intermediate Financial Management.
         Florida: The Dryden Press.
Bukit, R. Br. 2000. Reaksi Pasar terhadap Dividend Initiations dan Dividen
         Omissions: Studi Empiris di Bursa Efek Jakarta. Thesis. Program
         Pascasarjana Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada. Tidak
         dipublikasikan.
Bursa Efek Indonesia. 2008. Panduan Pemodal. Jakarta: Bursa Efek Indonesia.
De Angelo, H., dan R. W. Masulis. 1980. Leverage and Dividend Policy Irrelevancy
         Under Corporate and Personal Taxation. Journal of Finance 35 (May 2): 453-
         464.
Faisal, M. 2008. Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Nilai Price Earning
         Ratio pada Saham–saham di Bursa Efek Jakarta Periode 2003-2005. Thesis.
         Program Pascasarjana Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada. Tidak
         dipublikasikan.



                                                                                  19
Fama, E. F. 1978. The Effect of a Firm’s Investment and Financing Decision on the
         Welfare of its Security Holders. American Economic Review 68: 272-28.
--------------, dan K. R. French. 1998. Taxes, Financing Decision, and Firm Value,
         The Journal of Finance LIII (June 3): 819-843.
Ghozali, Imam. 2005. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Edisi 3.
       Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Gonedes, N. J. 1978. Corporate Signaling, External Accounting, and Capital Market
         Equilibrium : Evidence on Dividends, Income, and Extraordinary Items.
         Journal of Accounting Research 16 (1): 26-79.
Hasnawati, S. 2005a. Implikasi Keputusan Investasi, Pendanaan, dan Dividen
         Terhadap Nilai Perusahaan Publik di Bursa Efek Jakarta. Usahawan: No.
         09/Th XXXIX. September 2005: 33-41.
-----------------. 2005b. Dampak Set Peluang Investasi Terhadap Nilai Perusahaan
         Publik di Bursa Efek Jakarta. JAAI 9 (2): 117-126.
Hatta, A. J. 2002. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kebijakan Dividen: Investigasi
         Pengaruh Teori Stakeholder. JAAI 6 (Desember 2): 1-22.
Jensen, M., dan W. Meckling. 1976. Theory of The Firm: Managerial Behavior,
         Agency Cost, and Ownership Structure. Journal of Financial Economics 3:
         305-360.
Kallapur, S., dan M. A. Trombley. 1999. The Association between Investment
         Opportunity Set Proxies and Realized Growth. Journal of Business Finance
         and Accounting 26: 505-519.
Laitupa, M. F. 2008. Pengaruh Kebijakan Dividen terhadap Harga Saham pada Ex-
         Dividend Day di Bursa Efek Jakarta. Thesis. Program Pascasarjana Fakultas
         Ekonomi Universitas Gadjah Mada. Tidak dipublikasikan.
Lintner, J. 1956. Distribution of Incomes of Corporations Among Devidens, Retained
         Earnings, and Taxes. American Economics Review 46: 97-113.
Masulis, R. W. 1980. The Effect of Capital Structure Change on Security Prices: A
         Study of Exchange Offers. Journal of Financial Economics 8 (June 2): 139-
         178.
Modigliani, F., dan M. H. Miller. 1958. The Cost of Capital, Corporation Finance,
         and The Theory of Investment. American Economics Review 13 (3): 261-297.
Mulyati, S. 2002. Reaksi Harga Saham terhadap Perubahan Dividen Tunai Dividend
         Yield di Bursa Efek Jakarta. Thesis. Program Pascasarjana Fakultas Ekonomi
         Universitas Gadjah Mada. Tidak dipublikasikan.
Myeong-Hyeon Cho. 1998. Ownership Structure, Investment, and The Corporate
         Value: An Empirical Analysis. Journal of Financial Economics 47: 103-121.
Myers, S. C. 1977. Determinant of Corporate Borrowing. Journal of Financial
         Economics 9 (3): 237-264.
Myers, S. C., dan N. S. Majluf. 1984. Corporate Financing and Investment Decision
         When Firm Have Information That Investor Do Not Have. Journal of
         Financial Economics 13: 187-221.




                                                                                20
Pettit, R. 1972. Dividend Announcement, Security Performance, and Capital Market
        Efficiency. Journal of Finance: 993-1007.
Pramastuti, S. 2007. Analisis Kebijakan Dividen: Pengujian Dividend Signaling
        Theory dan Rent Extraction Hypothesis. Thesis. Program Pascasarjana
        Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada. Tidak dipublikasikan.
Prihantoro. 2003. Estimasi Pengaruh Dividend Payout Ratio pada Perusahaan Publik
        di Indonesia. Jurnal Ekonomi & Bisnis 8 (1): 7-14.
Pujiono. 2002. Dampak Kebijakan Dividen terhadap Harga Saham pada Waktu Ex-
        Dividend Day. Jurnal Riset Akuntansi Indonesia 5 (Mei 2): 148-161.
Raharjo, S. 2000. Reaksi Pasar terhadap Pengumuman Dividen: Studi Empiris di
        Bursa Efek Jakarta tahun 1994. Thesis. Program Pascasarjana Fakultas
        Ekonomi Universitas Gadjah Mada. Tidak dipublikasikan.
Rozeff, M. S. 1982. Growth, Beta, and Agency Cost as Determinants of Dividend
        Pay Out Ratios. Journal of Financial Research 5: 249-259.
Sartono, R. A. 2001. Manajemen Keuangan: Teori dan Aplikasi. Edisi 4. Yogyakarta:
        BPFE.
Setiawan, D., dan J. Hartono. 2003. Pengujian Efisiensi Pasar Bentuk Setengah Kuat
        Secara Keputusan: Analisis Pengumuman Dividen Meningkat. Jurnal Riset
        Akuntansi Indonesia 6 (Mei 2): 131-144.
Setiawan, D., dan S. Subekti. 2005. Pengujian Efisiensi Pasar Bentuk Setengah Kuat
        Secara Keputusan: Analisis Pengumuman Dividen Meningkat (Studi Empiris
        pada Bursa Efek Jakarta Selama Krisis Moneter). Jurnal Riset Akuntansi
        Indonesia 8 (Mei 2): 121-137.
Subekti, I., dan I. W. Kusuma. 2001. Asosiasi antara Set Kesempatan Investasi
        dengan Kebijakan Pendanaan dan Dividen Perusahaan, serta Implikasinya
        pada Perubahan Harga Saham. Jurnal Riset Akuntansi Indonesia 4 (Januari 1):
        44-63.
Sujoko. 1999. Analisis Kandungan Informasi Dividen dan Ketepatan Reaksi Pasar:
        Studi Empiris di Bursa Efek Jakarta. Thesis. Program Pascasarjana Fakultas
        Ekonomi Universitas Gadjah Mada. Tidak dipublikasikan.
Wahyudi, U., dan H. P. Pawestri. 2006. Implikasi Struktur Kepemilikan Terhadap
        Nilai Perusahaan: dengan Keputusan Keuangan sebagai Variabel Intervening.
        Simposium Nasional Akuntansi 9 Padang: 1-25.
Wright, P., dan S. P. Ferris. 1997. Agency Conflict dan Corporate Strategy: The
        Effect of Divestment on Corporate Value. Strategic Management Journal 18:
        77- 83.




                                                                                21

								
To top