Docstoc

permintaan-mobil-disaat-krisis

Document Sample
permintaan-mobil-disaat-krisis Powered By Docstoc
					                                “Permintaan mobil disaat krisis”



        Kita semua tentu sudah tahu bahwa saat ini negara super power amerika sedang dalam masalah krisis
keuangan. Menurut kompas penyebab dari krisis ekonomi AS adalah penumpukan hutang nasional yang
mencapai 8.98 triliun USD, pengurangan pajak korporasi, pembengkakan biaya perang irak dan afghanistan,
dan yang paling krusial adalah Subprime Mortgage: Kerugian surat berharga property sehingga
membangkrutkan Lehman Brothers, Merryl Lynch, Goldman Sachs, Northern Rock,UBS, Mitsubishi UF.
Akibatnya, pabrikan mobil di Amerika Serikat dan Eropa menghentikan produksi untuk sementara, satu dua
bulan, hingga keadaan membaik kembali. Malah ada yang telah merumahkan sebagian pekerjanya. Krisis
keuangan yang menimpa perusahaan automotif Amerika, General Motors (GM) rupanya berbuntut panjang.
Sebanyak 3 persen saham GM di Suzuki, dijual di bursa saham terbuka Tokyo. Kondisi keuangan GM memang
dilaporkan tengah mengalami krisi yang cukup parah. Bahkan diramalkan akan kehabisan cadangan finansial
pada kuarter pertama tahun depan

        Tetapi, setelah terjadi krisis realisasi penjualan mobil di Indonesia berdasarkan SPK hanya 45.000 unit.
Kalau ini benar, berarti penurunan penjualan yang cukup berarti, yaitu sekitar 10.000 unit dari bulan
sebelumnya. Berarti angka tersebut kembali ke awal tahun ini. Hal itu diakui oleh Widyawati, Division Head
Marketing Planning & Customer Relation PT Toyota Astra Motor. Diperkirakan, pada November dan Desember
2008 penjualan akan terus turun karena dampak krisis keuangan global makin parah sampai tahun depan.
Karena itulah, tahun depan ia memperkirakan penjualan mobil tidak akan seperti tahun ini, yaitu 580.000 unit.

        Terjadi penurunan penjualan itu disebabkan berbagai faktor. Selain likuiditas uang yang makin ketat,
bunga kredit yang ditawarkan lembaga leasing juga naik menjadi 20%, Penyebab lain adalah bunga bank
Indonesia juga naik sebesar 9.5%. Di samping itu, dengan turunnya berbagai harga komoditas,
mempengaruhi daya beli masyarakat terhadap mobil baru. Faktor lain adalah perkembangan nilai rupiah
yang makin anjlok terhadap dollar Amerika Serikat. Akibatnya, harga mobil impor semakin mahal. Calon
konsumen menunda membeli mobil di atas Rp 200 juta. Kalau pun membeli, harus specs down. salah satu
produk Toyota yang menjadi best seller di Indonesia dalam tiga tahun terakhir, Avanza juga akan terpengaruh
tetapi tidak telalu parah karena hampir semua proses perakitannya di lakukan di Indonesia. Diperkirakan,
penurunan penjualan yang cukup berarti akan terjadi di sektor kendaraan komersial, seperti truk dan pick up.
kendaraan kategori tersebut mayoritas pembeliannya melalui kredit.

       Sekarang justru lembaga keuangannya yang makin memperketat pemberian kredit plus menaikkan
suku bunga. Akibatnya, sudah susah dibikin susah lagi!
Analisis

Demand naik > supply –quantity naik sehingga quantity naik dan price juga naik




Keterangan:

        Selama ini penjualan mobil didunia selalu berkembang dengan pesat termasuk juga di Indonesia,
apalagi di Indonesia. Karena produsen hampir setiap tahun melakukan inovasi baru sehingga banyak menarik
hati konsumen. Penjualan terbanyak terjadi di bulan September kemarin karena adanya hari raya idul fitri.
Seperti kebanyakan orang Indonesia banyak yang membeli mobil baik baru / bekas untuk keperluan mudik.
Karena saat hari raya banyak orang yang mendapatkan THR jadi pendapatan meningkat sehingga masyarakat
banyak yang berani untuk membeli mobil baik secara kredit atau cash sehingga permintaan akan mobil
meningkat. Produsen memanfaatkan kesempatan ini dengan menaikan harga mobil dan menaikan pula
kuantitas produk mereka. Jadi kalau bisa disimpulkan penjualanmobil di Indonesia sebelum krisis bisa dibilang
terus meningkat terutama avanza dan xenia. Berikut data penjualan merek mobil di Indonesia.

        Sampai akhir September 2008, Toyota Avanza masih tetap mempertahankan reputasinya sebagai mobil
yang paling laris sejak diluncurkan pertama kali pada 11 Desember 2003, dengan penjualan sebanyak 60.104
unit. Saudara kembarnya, Daihatsu Xenia, berada di urutan kedua dengan penjualan sebanyak 22.908 unit.



        Toyota Rush pun mengungguli saudara kembarnya, Daihatsu Terios, dengan penjualan sebesar 11.336
unit. Namun, tidak seperti pada Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia yang penjualannya terpaut jauh, penjualan
Daihatsu Terios hanya kalah tipis. Daihatsu Terios terjual sebanyak 11.123 unit atau hanya terpaut 213 unit.



       Suzuki APV terjual sebanyak 15.694 unit, sedangkan saudaranya, yang serupa tetapi tak sama,
Mitsubishi Maven, hanya terjual sebanyak 462 unit. Pendatang baru di segmen minibus, Daihatsu Gran Max
yang diluncurkan pertengahan November 2007, terjual sebanyak 11.168 unit dari Januari sampai September
2008.



        Mobil terlaris kedua adalah Toyota Kijang Innova, yang rentang produknya sangat lebar, dengan
penjualan sebanyak 40.087 unit. Adapun pendatang baru, Nissan Grand Livina, terjual sebanyak 12.863 unit.
Terbatasnya kapasitas produksi membuat Nissan Grand Livina tidak dapat menjual produknya lebih banyak.



        Di segmen hatchback subkompak, penjualan Honda Jazz terdongkrak oleh kehadiran Honda Jazz
Generasi II menjadi 18.556 unit. Di belakangnya, antara lain, adalah Toyota Yaris (9.213 unit), Nissan Livina
(6.712 unit), dan Hyundai New Getz (125 unit).



        Di segmen sedan subkompak, Toyota Vios dengan penjualan sebanyak 4.221 unit, mengalahkan Honda
City dengan penjualan sebanyak 3.879 unit, yang generasi III-nya akan masuk bulan November mendatang.
Sedangkan di segmen sedan kompak, Honda Civic (2.802 unit) mengalahkan Toyota Altis (2.516 unit). Di
bawahnya, Mitsubishi Lancer (162 unit) dan Ford Focus (90 unit).



         Segmen sport utility vehicle (SUV) midsize adalah segmen lain yang cukup banyak penjualannya. Honda
CR-V menempati urutan teratas dengan penjualan sebanyak 14.597 unit, diikuti Suzuki Grand Vitara (5.193
unit), Nissan XTrail (2.777 unit), Chevrolet Captiva (1.357 unit), Ford Escape (346 unit), Chery Tiggo (244 unit),
KIA Sportage II (90 unit), Mazda Tribute (69 unit), dan Hyundai Tucson (30 unit).



        Mobil penumpang (passenger car) Korea Selatan yang penjualannya terbanyak di negeri ini adalah
Hyundai Avega, yang berkategori liftback, dengan penjualan sebanyak 2.244 unit. Jadi bisa disimpulkan
penjualan mobil di Indonesia selalu meningkat tiap tahunnya tidak hanya pada saat lebaran. Tetapi memang
biasanya kenaikan paling besar saat hari raya dan akhir tahun.
Analisis:    Demand       turun>      supply     turun-      quantity     turun      tetapi    price     naik




        Analisis:

                Pada tanggal 8 oktober terjadi krisis keuangan di A.S yang berdampak secara tidak langsung ke
penjulan mobil di dunia. Termasuk di Indonesia. Pada pihak produsen biaya produksi naik karena biaya bahan
baku( baja ringan,fiber,alumunium,dll) yang diimport dari luar negri harganya naik. Sehingga biaya produksi
naik dan mengakibatkan harga jual mobil naik. Karena harga mobil naik permintaan konsumen akan mobil
pun menurun sehingga produsen mengurangi produksinya. Selain harga mobil naik ada beberapa factor juga
yang terkait yaitu : likuiditas uang yang makin ketat, bunga kredit yang ditawarkan lembaga leasing juga naik
menjadi 20%, Penyebab lain adalah bunga bank Indonesia juga naik sebesar 9.5%. Di samping itu, dengan
turunnya berbagai harga komoditas, mempengaruhi daya beli masyarakat terhadap mobil baru. Faktor lain
adalah perkembangan nilai rupiah yang makin anjlok terhadap dollar Amerika Serikat. Padahal hampir 80%
penjualan mobil di Indonesia melalui cara kredit. Tentu saja hal ini sangat berdampak buruk terhadap
penjualan mobil di Indonesia. Karena konsumen takut untuk mengambil kredit selain harga mobil bisa naik
turun karena dollar yang belum pasti selain itu juga bunga kredit yang tinggi.

        Penjualan Mobil Oktober 2008(dalam ribuan unit)

        Daihatsu       9.497 Honda             4.550 Isuzu              2.241 Mazda            221

        Mitsubishi     7.389 Nissan            2.916 Suzuki             6.089 Toyota           18.245

        Lainnya        3.670 Total             54.818

        Sumber Data: ADM.

         Dapat dilihat hampir semua merek mobil mengalami penurunan penjualan karena factor-faktor diatas.
Hal ini sangat berkebalikan dengan penjualan mobil bekas (second) disini tidak ada krisis yang ada adalah para
pedagang kesulitan mencari barang untuk dijual. Krisis keuangan yang terjadi, membawa dampak negatif di
seluruh sektor, namun sebaliknya berdampak positif bagi bisnis mobil bekas. Bisnis mobil second justru tumbuh
karena kenaikan harga mobil baru. pertumbuhan penjualan mobil bekas mencapai 50 persen. Jika tahun
sebelumnya penjualan rata-rata mencapai 300 hingga 400 unit setiap minggunya, pada tahun 2008 ini, rata-
rata penjualan mencapai 500 hingga 600 unit per minggu. “Penjualan mobil baru jelas terkena imbas karena
dibeli lewat perusahaan pembiayaan, sedangkan transaksi mobil bekas 80 persen dilakukan secara tunai.
Menurut Herjanto (penjual mobil bekas di WTC mangga dua), mobil yang banyak dicari konsumen kebanyakan
dari jenis minibus atau di bawah Rp 150 jutaan, seperti Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, Hyundai Atoz, dan
Suzuki Karimun. Mobil-mobil tersebut menyumbang 60 persen dari total penjualan. Lebih jauh dia
menjelaskan, pertumbuhan yang signifikan terjadi mulai Juli 2008, di mana penjualan mencapai 1.500 unit. Dia
berkeyakinan bahwa bisnis mobil bekas itu tak ada matinya, apalagi di tengah krisis yang belum diketahui
kapan berakhir. “Mengapa bisnis mobil bekas bisa tumbuh, karena konsumen kalau membeli mobil baru harus
inden (menunggu) selama 3-4 bulan, sementara kalau di sini, mobil bisa langsung di bawa pulang," ungkapnya.

       Tetapi belakangan ini penjualan mobil bekas melalui cara kredit mulai mengalami penurunan karena
Pasalnya, pedagang mulai kesulitan mencari pembeli karena lembaga pembiayaan kini lebih selektif dalam
menyetujui permintaan kredit pembelian kendaraan.

       Terlebih lagi, tambahnya, perusahaan pembiayaan telah menetapkan uang muka yang cukup besar,
yakni antara 20-30 persen dari harga jual. Di sisi lain, tingkat suku bunga pinjaman juga semakin
memberatkan. “Untuk tenor tiga tahun, BCA Finance, misalnya, menetapkan suku bunga 11 persen;
Otofinance 12,95 persen; dan Verena 14,25 persen.




       Saran saya:

       1. Pilihlah jenis kendaraan sesuai dengan kebutuhan anda
       2. Usahakan hindari membeli mobil dengan kredit
       3. Perhitungkan dengan matang segala resiko yang akan ditanggung apabila mau membeli secara
          kredit
       4. Kalau memang belum terlalu perlu tundalah keinginan untuk mebeli mobil

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:50
posted:8/31/2011
language:Indonesian
pages:5