Docstoc

Tutorial linux

Document Sample
Tutorial linux Powered By Docstoc
					MODUL PEMBELAJARAN (A) “Perangkat Lunak Berbasis Open Source “ (Mat.Pel/kelas/Smt) MULOK/ XI / 1

I. (Identitas) A. Standar Kompetensi B. Kompetensi Dasar C. Indikator Pembelajaran : Perangkat Lunak Berbasis Open Source : 2.1 Istalasi Operaiting System LINUX : Memahami pendeteksian peripheral : Lan card Wifi Printer USB VGA Sound Card II. (Kegiatan Tatap Muka) A. Ringkasan Materi : Apa Itu Linux Sebuah pertanyaan singkat dengan jawaban panjang. Sebenarnya tidak ada yang sulit di Linux jika Anda sudah memahami dasar-dasar pengoperasian sebuah OS komputer. Jika Anda sudah terbiasa bekerja dengan Windows, maka dalam waktu singkat Anda akan segera memahami dan menguasai Linux. (EXPOSITORY)

Kesulitan yang dihadapi para pemula umumnya berkisar seputar pemilihan distro Linux (...ya, ada ratusan 'jenis' Linux di hadapan Anda !...), pemartisian dan teknik instalasi (tetangga pusing, data di harddisknya hilang semua gara-gara coba instal Linux !...), dan pengaksesan file-file data yang sudah ada (...bagaimana nasib data di Windows saya ?...). Permasalahan selanjutnya adalah pemilihan program kerja dan teknis pemakaian utility sistem di Linux. Berikut tip-tip untuk Anda : Tip 1 : Pilih distro populer Ya, cari informasi dan dapatkan CD instalasi sebuah distro yang populer di lingkungan Anda. Jika banyak rekan pakai Linux Ubuntu, kenapa tidak ikut pakai Ubuntu. Jika warnet sebelah pakai Linux SuSE, ya cari CD SuSE, biar bisa chatting di warnet sebelah. Semakin populer distro pilihan Anda, semakin banyak rekan yang memahami dan siap membantu kesulitan Anda. Tip 2 : Pakai Live CD Apa itu Live CD ?... Ini adalah salah satu inovasi penggunaan sistem operasi Linux. Anda tidak perlu menginstalasikan Linux atau mengorbankan isi harddisk Anda untuk mengoperasikan Linux. Dengan Live CD, Anda dapat menjalankan Linux secara aman pada komputer Anda (baca: Windows) melalui sebuah keping CD. Anda tinggal membooting komputer dengan Live CD, tunggu sebentar, nah... operasikan 'komputer Linux' instan Anda.

Meskipun dijalankan dari sebuah keping CD, Anda dapat menggunakan program dan utility Linux secara lengkap dan normal seperti jika Anda mengoperasikan sebuah Linux yang terinstal di harddisk. Selesai sesi ber-Linux dengan Live CD, Anda dapat kembali menggunakan OS lama di harddisk,seperti sediakala. Saat ini ada beberapa pilihan distro Linux Live CD (nah!). Bingung pilih Live CD? ingat Tip no. 1 Jika sudah familiar dengan teknik pengoperasian Linux, baru instalasikan Linux secara permanen pada harddisk Anda.

Tip 3 : Baca dan baca ! Anda kesulitan mendapatkan rekan yang tangguh di Linux ? Jangan putus asa, Linux menyediakan dokumentasi secara lengkap mengenai berbagai hal sesuai topik, teknik, atau program yang ingin Anda ketahui. Sebagian dokumentasi bahkan sudah disajikan dalam bahasa Indonesia.

Dewasa ini juga sudah tersedia buku-buku Linux, pilih (...dan beli) topik buku sesuai kebutuhan Anda. Alternatif lain, di internet tersedia beragam artikel dan panduan teknis mengenai penggunaan Linux yang siap Anda download secara gratis.

Tip 4 : Sedia payung sebelum hujan Backup seluruh data di harddisk Anda sebelum menginstal Linux. Pada banyak kasus, karena salah langkah, seluruh isi harddisk musnah setelah mencoba menginstal Linux. Siapkan keping CD secukupnya atau pindahkan data ke harddisk lain.

Semua menjadi lebih mudah dan cepat jika Anda menginstal Linux pada harddisk kosong / baru, tapi jika tidak ada, maka backup data selalu disarankan. Jika Anda telah menempatkan data pada folder tersendiri, partisi tersendiri, atau bahkan harddisk tersendiri, maka prosedur pembackupan dan pemulihan data (jika diperlukan) akan menjadi mudah dan cepat. Namun, jika data Anda tersebar di berbagai pelosok folder, maka sekarang lah saatnya Anda belajar berdisiplin dalam mengelola data secara baik dan efisien. Lakukanlah sebelum semuanya terlambat.

Tip 5 : Buat apa repot ?

" ...Kenapa saya harus pusing memikirkan hal-hal teknis, pilih distro, partisi, instal, backup, apalagi ? Saya pakai Windows juga tidak pernah dipusingkan cara instal, pilih OS, aplikasi, bla bla. Semua sudah siap di PC baru ! Saya hanya ingin pakai Linux biar aman dari sweeping, saya hanya membutuhkan PC untuk membuat surat dan laporan-laporan rutin saja !...".

Begitu kira-kira ungkapan sang relasi. Ya, ada benarnya juga pemikiran ini. Anda tidak harus repot memikirkan hal-hal teknis untuk bekerja dengan komputer Linux. Di luar sana sudah banyak penyedia layanan teknis yang akan membantu proses peralihan sistem di kantor Anda. Sisihkan sedikit anggaran bagi

persiapan sistem Linux di PC, dan Anda tinggal menggunakannya. Mudah seperti yang telah Anda lakukan saat memakai Windows.

Tip 6 : Banyak jalan menuju data Sama seperti di Windows, Anda dapat bekerja dan memilih aplikasi tertentu untuk melakukan tugas tertentu. Anda hanya perlu mengetahui padan aplikasi dan alternatif-alternatif program yang bisa Anda gunakan. Linux memiliki beragam software untuk berbagai keperluan. Cara pengoperasiannya secara umum juga sama. Open, Close, Save, Copy, Paste, adalah istilah-istilah baku yang dapat Anda kenali di setiap program aplikasi, termasuk di Linux.

Sebagian besar aplikasi Linux mampu membaca dan mengolah jenis-jenis data yang telah Anda buat atau Anda miliki ketika memakai Windows. Misalnya file data olah dokumen, data olah angka, file presentasi, gambar, hingga koleksi film dan lagu. Lihat Tip 2 untuk membiasakan diri dengan aplikasi-aplikasi Linux.

Tip 7 : Siapkan kopi dan cemilan Ini yang paling Anda perlukan jika memutuskan menginstal Linux sendiri dan mulai mencoba program / utility di Linux. Bisa jadi Anda akan berlama-lama di depan monitor hanya untuk menunggu progress bar di layar segera selesai, sementara Anda belum bisa memutar MP3 kesayangan.

Linux yang digunakan dalam pelajaran kali ini adalah distro Ubuntu versi Feisty Fawn (7.04). Hanya sekadar informasi saja, distro ini adalah distro Linux yang mengalami perkembangan paling pesat.

Baiklah, sekarang mari kita mulai proses instalasi Linux pada komputer kita. 1. Sebelum proses instalasi dilakukan, ada 2 kemungkinan yang mungkin terjadi. • • Anda sudah meng-install operating system Microsoft Windows pada harddisk yang mau anda install dengan Linux Anda mempunyai Hardisk yang benar-benar kosong, dan siap untuk diisi dengan Linux.

2. Anggaplah anda sudah memiliki operating system Windows, saat ini anda harus mempartisi hardisk anda terlebih dahulu menggunakan software partisi untuk windows, apabila anda tidak ingin kehilangan windows anda. Software yang biasa digunakan biasanya adalah PowerQuest Partition Magic. *untuk tutorial partisi mungkin akan kita pelajari di lain waktu* 3. Partisilah hardisk anda, sesuaikan dengan kebutuhan berapa Byte yang anda butuhkan untuk instalasi Linux anda, sangat disarankan terdapat lebih dari 10 GB partisi buat Linux. 4. Partisi untuk Linux itu memerlukan 2 partisi, salah satunya adalah partisi utama dan satunya lagi partisi swap. • Partisi utama itu terdapat banyak tipe format hardisk, diantaranya adalah ReiserFS, EXT2, dan EXT3. Sangat dianjurkan untuk menggunakan EXT3 karena merupakan teknologi terbaru dari Linux

itu sendiri, dan tipe format itu lebih stabil daripada pendahulu-pendahulunya. *untuk penjelasan lebih lanjut daripada tipe hardisk, dapat kita pelajari saat mempraktekkan nanti* • Partisi swap adalah suatu partisi yang digunakan seperti Virtual Memory pada Microsoft Windows. Besar partisi yang dianjurkan segitar 100 MB ~ 200 MB. 5. Setelah proses partisi dilakukan, siapkan CD Linux Ubuntu anda. CD ini dapat diperoleh langsung dari situs repositori online kita yaitu kambing.vlsm.org, atau kalian dapat pesan langsung ke situs Ubuntu nya. Restart komputer anda, dan usahakan boot langsung dari CD Linux yang kita masukkan tadi. 6. Setelah itu muncul pilihan install Ubuntu, pilihlah itu. 7. Setelah masuk ke proses Instalasi, ikuti step by step yang perlu kita lakukan. Semua proses instalasi dan step-step yang kita lakukan itu hampir sama dengan Microsoft Windows yang kita gunakan. 8. Step terakhir adalah menentukan partisi Linux yang akan kita gunakan, pilihlah space hardisk utama dalam bentuk format EXT 3, dan sisanya dalam bentuk swap. 9. Setelah itu, proses instalasi akan dijalankan. 10. Dan anda siap menggunakan Linux Ubuntu sebagai operating system kedua anda. Dan Microsoft Windows anda tidak hilang sama sekali. 11. Komputer anda sekarang akan automatis menjadi dual boot, dimana anda dapat menggunakan sistem operasi Windows dan Linux Ubuntu, tinggal pilih salah satu aja 12. Selamat Mencoba !!!

Membaca partisi NTFS dari linux Linux merupakan salah satu System Operasi alternative selain itu juga geratis.kita dapat berbuat sesuka hati sesuai dengan keinginan kita baik menggunakan mengembangkan dan menyebarkan karena tidak ada nya batasan dan tak ada lisensi.sudah banyak juga orang yang sudah mulai beralih,walau bagi sebagian orang masih belum bisa meninggal kan OS komersil ini dikarenakan ada nya kelebihan dan kekurangan pada masing masih OS baik dari segi ke stabilan maupun dari segi kemudahan.Dalam artian banyak orang yang menggunakan dual OS. Saat pertama kali menginstal linux biasanya orang membuat satu partisi untuk linux yang biasa nya bertipe EXT,dan beberapa lagi partisi OS komersil misalnya NTFS.pada saat menggunakan linux kadang orang merasa kesulitan dikarenakan orang memberi size yang tidak begitu besar pada partisi linux nya untuk menyimpan data,sedangkan linux tidak dapat melakukan write pada partisi NTFS,karena secara default linux hanya bisa melakukan write pada FAT. Anda jangan takut kalau anda memiliki size partisi linux yang kecil karena ada solusi untuk melakukan write pada NTFS yaitu dengan meng install paket “fuse” dan “ntfs”. jika anda belum mempunyai kedua paket diatas anda dapat men download nya untuk fuse: fuse-2.5.3.tar.gz http://sourceforge.net/project/showfiles.php?group_id=121684&package_id=132802 untuk NTFS : ntfs-3g-0.20070116-BETA.tgz http://www.linuxpackages.net/download.php?id=9668

Setelah anda selesai mendownload maka kita lakukan instalasi , yang pertama kita lakukan adalah menlakukan instalasi pada “fuse” terlebih dahulu setelah itu “NTFS” Instalasi pada fuse #tar[space][option][nama_file] #tar –xzvf fuse-2.5.3.tar.gz #cd fuse-2.5.3 #./configure #make #make install Instalasi pada NTFS #tar –xzvf ntfs-3g-0.20070116-BETA.tgz #cd ntfs-3g-0.20070116-BETA #./configure #make #make install Jika instalsi selesai dan tidak terdapat error maka instalasi sudah berjalan dengan benar.sekarang tinggal ketikan “ntfs-3g” pada console,jika belum terdapat perintah itu maka tinggal dicopi file “ntfs-3g” ke /bin , dimana file “ntfs-3g” berada pada folder “ ntfs-3g-0.20070116-BETA/src “ yaitu folder installer NTFS #cp src/ntfs-3g /bin Penggunaan nya Untuk melihat partisi maka ketikan “fdisk –l” # fdisk –l Untuk memounting partisi #ntfs-3g[space][partisi][directory_mounting] #ntfs-3g /dev/hda7 /mnt/D Untuk user biasa dapat dilakukan dengan #ntfs-3g /dev/hda7 /mnt/D –o silent, umask=0, locale=hu_HU.utf8 Untuk otomatis mounting saat boot tambahkan perintah berikut pada “/etc/fstab “ ntfs-3g /dev/hda1 /mnt/windows –o silent, umask=0, locale=hu_HU.utf8 0 0 Copyright go-aliya.com Nah sekarang sudah dapat melakukan write pada NTFS.sekarang anda harus berhati hati karena NTFS sudah dapat di write ,jangan sampai anda lupa dan menghapus data penting anda.untuk lebih jelas mengenai perintah ntfs-3g anda dapat melihat manual nya atau dengan mengetikan. $man ntfs-3g


				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:1218
posted:8/1/2009
language:Indonesian
pages:5