Undang undang NOTULEN KEGIATAN BELAJAR HARI KAMIS

Document Sample
Undang undang NOTULEN KEGIATAN BELAJAR HARI KAMIS Powered By Docstoc
					                             NOTULEN KEGIATAN BELAJAR
                            HARI KAMIS TANGGAL 1 JUNI 2004

RENCANA TINDAK LANJUT PESERTA DIKLAT PKP II
1.      Tim Jawa Timur – TN ALAS PURWO
     Tim Pelaksana: Dodit Ari Guritno Spi; Dwi Ariyanto, SH;Nur Patria Kurniawan
     Shut; dan Nadzrum Jamil S Hut

q    JUDUL : PENGEMBANGAN MASYARAKAT DAERAH PENYANGGA DI TN. ALAS
     PURWO DAN TN. MERU BETIRI DENGAN METODE PERENCANAAN KONSERVASI
     PARTISIPATIF.
q    GAMBARAN UMUM : TN. Alas Purwo dan TN. Meru Betiri adalah kawasan pelestarian alam
     yang memiliki ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi, yang berfungsi untuk penelitian,
     ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata dan rekreasi. Kedua taman
     nasional ini memiliki kesamaan karakteristik kawasan, yaitu berupa hutan hujan tropis dataran
     rendah, dibatasi oleh lautan dan berbatasan dengan pemukiman penduduk. Permasalahan yang
     mendasar di kedua taman nasional ini adalah masyarakat sekitar taman nasional memiliki tingkat
     ketergantungan yang cukup tinggi terhadap kawasan, baik memanfaatkan secara destruktif
     maupun secara kearifan tradisional.
q    TUJUAN : Peningkatan pemberdayaan masyarakat daerah penyangga dengan mengikutsertakan
     masyarakat dalam perencanaan pengelolaan kawasan konservasi.
q    METODE : Metode yang akan digunakan dalam kegiatan ini adalah Perencanaan Konservasi
     Partisipatif (PKP)
q     Pelaksana: Kegiatan ini akan dilaksanakan oleh fasilitator dari Balai TN. Alas Purwo sebanyak
     2 orang dan fasilitator Balai TN. Meru Betiri sebanyak 2 orang.
q    Sasaran : Masyarakat sekitar TN. Alas Purwo sebanyak 10 orang dari Desa Kendalrejo dan 10
     orang dari Desa Sumberasri. Sedangkan untuk TN. Meru Betiri sebanyak 15 orang dari Desa
     Sarongan dan 5 orang Desa Kandangan. Desa – desa tersebut berbatasan langsung dengan
     kawasan taman nasional.
q    Tempat : Kegiatan ini akan dilaksanakan di 2 tempat, yaitu :
      1. Balai Desa Kendalrejo untuk 2 desa yang ada di sekitar kawasan TN. Alas Purwo
      2. Balai Desa Sarongan untuk 2 desa yang ada di sekitar kawasan TN. Meru Betiri
q    Waktu : Pelaksanaan kegiatan ini terbagi dalam tiga tahapan, yaitu :
      1. Sosialisasi dan Pra Kondisi dimasing-masing daerah penyangga taman nasional
      Dilaksanakan pada bulan Juni – Agustus 2004
      2. Pelaksanaan PKP
         - Di TN. Alas Purwo direncanakan pada bulan September 2004
         - Di TN. Meru Betiri direncanakan pada bulan Oktober 2004
      3. Pelaporan
         Pelaporan paling lambat akan diselesaikan pada bulan Nopember 2004
q    Anggaran : Rencana biaya yang akan digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini berasal dari
     dana DIK-S APBN 2004 dari masing-masing taman nasional. Adapun rinciannya adalah sebagai
     berikut :
                                                                                           2



    Analisa Biaya
                                                               BIAYA
                 URAIAN KEGIATAN                                            JUMLAH
                                                   VOLUME     SATUAN
                                                                              (Rp)
                                                                (Rp)
                          1                           2           3             4
     Pengembangan       Masyarakat  Daerah                                  16.070.000
     Penyangga Di Tn. Alas Purwo Dan Tn.
     Meru Betiri Dengan Metode Perencanaan
     Konservasi Partisipatif

     Bahan dan Alat
     Alat
     Spidol besar                                  40 buah         5.000       200.000
     Spidol kecil                                  20 buah         1.000        20.000
     Papan Peraga                                  12 buah        50.000       600.000
     Lakban, double isolatif                       10 buah         6.000        60.000
     Paku tempel                                   2 kotak        15.000        30.000
     Penggaris besi (100 cm)                       2 buah         75.000       150.000
     Gunting                                       2 buah         10.000        20.000
     Cutter                                        2 buah         12.500        25.000
     Isi cutter                                     2 pak          2.500         5.000
                                                                             1.110.000
     Bahan
     Kartu Meta Palan, Kertas Flip chart, Kartu
     Bundar, Gambaran kawasan contoh                2 Paket      500.000     1.000.000
                                                                             1.000.000
     Transport
     Transport fasilitator :
     - Prakondisi (2 lokasi x 4 hari x 4 orang)    32 HOJ        110.000     3.520.000
     - Pelaksanaan (2 lokasi x 3 hari x 4 orang)   24 HOJ        110.000     2.640.000
     -Transport peserta (2 lokasi x 20 orang x 3
     hari)                                         120 HOK        25.000     4.000.000

                                                                            10.160.000
     Konsumsi
     - Makan (2 lokasi x 20 orang x 3 hari)        120 OH         10.000     1.200.000
     - Snack                                       120 OH          5.000       600.000

     Lain – lain                                                             1.800.000
     Dokumentasi, pelaporan, penggandaan dan        2 Paket     1.000.000    2.000.000
     lain-lain

                                                                             2.000.000


q   HASIL YANG DIHARAPKAN :
    √ Teridentifikasinya masalah-masalah dan keinginan masyarakat yang spesifik
    √ Sense of belonging dari masyarakat terhadap keberdaan dan fungsi kawasan taman nasional
      meningkat
    √ Munculnya kebijakan yang mengikutsertakan masyarakat dalam perencaan pengelolaan
      kawasan konservasi.
                                                                                                  3




2.      TAMAN NASIONAL WASUR                           (Kaleb Raubaba dan Musa Jaya)

q    Judul : Perencanaan Konservasi Partisipatif (PKP) pada Taman Nasional Wasur
q    ABSTRAK : PKP merupakan salah satu metode yang berfungsi untuk mengakomodir
     permasalahan – permasalahan di dalam dan sekitar TN. Wasur.
q    Tujuan :
     1. Mengimplementasikan maksud dari pada PKP kepada masyarakat.
     2. Mengakomodir masyarakat dalam berperanserta aktif tentang konservasi.
     3. Mengfasilisasi masyarakat di sekitar kawasan untuk menekan tingkat ancaman.
     4. Mencari solusi untuk meningkatkan kasejahteraan masyarakat tanpa mengganggu ekosistem
        kawasan.
q    Keadaan Umum Taman Nasional Wasur
     § TN. Wasur adalah salah satu kawasan lahan basah di Indonesia yang terletak di bagian ujung
        tenggara Propinsi Papua.
     § Secara administratif terletak di Kabupaten Merauke dengan luasan 413. 810 Ha.
     § Secara astronomis TN. Wassur terletak antara :
         - 08°06’00’’LS sampai dengan 09°12’00”LS
         - 140°18’00”BT sampai dengan 141°00’00”BT.
     § TN Wasur mengalami dua musim yaitu :
         - Musim basah Januari sampai dengan Juni
         - Musim kering Juli sampai dengan Desember
     § Batas Kawasan TN. Wasur
         - Sebelah Barat berbatasan dengan Kota Merauke
         - Sebelah Timur berbatasan dengan Negara PNG
         - Sebelah Utara berbatasan dengan Sungai Maro
         - Sebelah selatan berbatasan dengan Laut Arafura
     § Ekologi : berada dalam lempeng dan Bioregional Sahul serta memiliki ekowilayah trans-fly
        yang sama dengan TN. Tonda di PNG
     § Potensi Sumber Daya Alam Hayati :
        Flora : (a) Vegetasi dominan Melaleuca sp, (b) Vegetasi co dominan Eucalypthus sp, dan (c)
        Vegetasi dominan lainya
        Fauna : (a) Mamalia ± 80 jenis, (b) Burung 419 jenis, (c) Reptil 21 jenis, dan (d) Serangga
        48 jenis
     § Potensi SDM
        Masyarakat yang bermukim dalam kawasan TN. Wasur adalah masyarakat adat, yang
        terdiri dari 12 kampung dan 4 suku besar yaitu:
         1. Masyarakat adat Suku Kanum
         2. Masyarakat adat Suku Marind Mbuti
         3. Masyarakat adat Suku Marori Men-Gey
         4. Masyarakat adat Yei
q    Metode : PKP
q    Pelaksana : (a) BTN. Wasur sebagai pengelo kawasan, (b) WWF, dan (c) Yayasan Wasur
     Lestari.
q    Sasaran :
     - Ketua-ketua Lembaga Masyarakat Adat = 4 orang
     - Tokoh pemuda                           = 4 orang
     - Tokoh Perempuan                        = 4 orang
     - Tokoh agama                            = 4 orang
                                                                                           4


    - Pemerintah Kampung                      = 4 orang

q   Tempat : Dilaksanakan di Balai Kampung Wasur Distrik Merauke Kabupaten Merauke
q   Waktu Pelaksanaan :
        - Survey awal dari tanggal 1s/d 7 Agustus 2004 (7 hari)
        - Pelaksanaan dari tanggal 6 s/d 9 Oktober 2004 (4 hari)
q   Biaya :
                - Operasional survey 2 orang selama 7 hari
                  2 org x 7 hr x Rp. 20.000,-                 = Rp. 280.000,-
                - Pelaksanaan selama 4 hari untuk 20 orang.
                    Transportasi pp Rp. 60.000,-                      =Rp.1.200.000,-
                    Akomodasi selama 4 hari @ Rp.10.000,- = Rp. 800.000,-
                    Konsumsi 4 hr x 20 org x @ Rp. 20.000,- = Rp.1.600.000,-
                    Alat dan Bahan                                    = Rp.2.000.000,-
                    Operasional Fasilitator utk 2 org @ Rp.100.000= Rp. 800.000,-

                      TOTAL                                           = Rp.6.680.000,-
q   Hasil yang diharapkan : Ditinjau dari tujuan dan permasalahan diatas maka hasil yang
    diharapkan adlh :
    1. Mengatasi ketergantungan masyarakat terhadap keberadaan kawasan TN. Wasur.
    2. Meningkatkan pola hidup dari peramu menjadi masyarakat pertanian dan perikanan.
    3. Memberdayakan ekonomi masyarakat yang sudah ada.
                                                                                        5


3.     TAMAN NASIONAL BUKIT TIGA PULUH
     Tim Pelaksana: Hisan SP dan Andri Hansen Siregar SHut
     ♦ JUDUL : PERENCANAAN KONSERVASI PARTISIPATIF DI TAMAN
       NASIONAL BUKIT TIGAPULUH

     ♦ TUJUAN : Terwujudnya persamaan persepsi dan langkah tindakan dalam
       mendukung dan memperkuat pengelolaan Taman Nasional Bukit Tigapuluh sesuai
       dengan kondisi sosial dan budaya masyarakat tempatan.

     ♦ LATAR BELAKANG : Taman Nasional Bukit Tigapuluh mempunyai luas 143.223
       Ha yang meliputi 2 propinsi yaitu Riau dan Jambi. Kawasan ini dikelilingi oleh 15
       desa interaksi aktif yaitu 11 desa ada di wilayah Riau dan 4 desa di wilayah Jambi.
       Salah satu desa yang sangat besar interaksinya dengan kawasan dan merupakan desa
       yang mempunyai tingkat pelanggaran yang paling tinggi adalah Desa Rantau Langsat
       yang berada di Wilayah Riau dan termasuk ke dalam Seksi Konservasi Wilayah II.
       Desa ini mempunyai 12 dusun yang 8 dusun diantaranya berada dalam kawasan dan
       belum enclave.

     ♦ METODA : PKP

     ♦ WAKTU DAN TEMPAT : Kegiatan ini direncanakan tanggal 15 – 17 September
       2004. Tempat pelaksanaan di Desa Rantau Langsat Kecamatan Batang Gansal
       Kabupaten Indragiri Hulu-Riau.

     ♦ SASARAN : Sebanyak 30 orang yang meliputi : tokoh masyarakat, tokoh adat,
       tokoh agama, tokoh perempuan desa, BPD dan guru.

     ♦ PELAKSANA KEGIATAN : Terdiri dari 5 orang petugas meliputi 2 orang petugas
       balai dan 3 orang petugas balai.

     ♦ ANGGARAN BIAYA

          a.   Pembuatan rancangan                              : Rp.    50.000
          b.   Alat dan Bahan                                   : Rp. 1.000.000
          c.   Transport peserta 30 org x Rp. 25.000 x 3 hari   : Rp. 2.250.000
          d.   Transport petugas 1 paket                        : Rp. 500.000
          e.   Lumpsum petugas 5 x 3 x Rp. 110.000.             : Rp. 1.350.000
          f.   Konsumsi 35 org x 3 x 3 x 20.000                 : Rp. 6.300.000
          g.   Dokumentasi dan pelaporan                        : Rp. 250.000

                                  Total                         Rp. 11.700.000

q    HASIL YANG DI HARAPKAN
      - Pengelola kawasan TNBT mendapatkan informasi langsung dari masyarakat.
                                                                                              6


      - Untuk mengakomodir aspirasi masyarakat yang diharapkan dapat dijadikan dasar
         dalam penyusunan RENSTRA.
q    JADWAL KEGIATAN PKP

URAIAN KEGIATAN                           AGUSTUS        SEPTEMBER     KETERANGAN
                                          1 2 3 4        1 2 3 4
1. Pembuatan Rancangan
2. Prakondisi                                                          Lolkasi dan Petugas
3. Persiapan kegiatan                                                  Persiapan kegiatan serta
 - Kantor Balai                                                        Alat dan bahan
- Lokasi                                                               Undangan dan tempat
4. Pelaksanaan Kegiatan
5. Pembuatan Laporan



4.     CALON TAMAN NASIONAL SEBANGAU (Adri Aliayub
       dan Ir Mathius Hosan Msi)
 Judul                : Perencanaan Konservasi Partisipatif Kawasan Perlindungan Sebangau
                        Kalimantan Tengah

 Tujuan               : § Pencapaian manfaat-manfaat normatif metode PKP
                          § Pengimplementasian hasil pelatihan PKP pada kawasan
                            perlindungan Sebangau Kalimantan Tengah
                          § Terindentifikasinya pola pemanfaatan dan ketergantungan
                            ekonomi masyarakat terhadap kawasan Sebangau

 Permasalahan         : 1. Gambaran Umum Kawasan Sebangau:
                            §   Wilayah administrasi
                                Kawasan sebangau terletak antara sungai Sebangau dengan S.
                                Katingan dengan luas kawasan ± 650.000 ha, secara
                                administratif kawa san ini masuk dalam wilayah Kabupaten
                                Katingan (65%), Kabupaten Pulang Pisau (20%) dan Kota
                                Palangka Raya (15%)
                            §    Jumlah desa dan penduduk
                                Dalam dan sekitar kawasan ini terdapat 39 desa yang terdiri
                                dari 16 desa transmigrasi dan 23 desa tradisional (asli) dengan
                                jumlah penduduk keseluruhan ± 42 ribu jiwa
                            §    Ketergantungan ekonomi masyarakat terhadap kawasan
                                Tingkat ketergantungan masyarakat terhadap kawasan ini
                                cukup tinggi, terutama hasil hutan kayu, jelutung, gemor,
                                rotan, ikan dan hewan buruan lainnya.
                            §   Kawasan hutan rawa gambut
                                kawasan sebangau merupakan satu-satunya kawasan hutan
                                                                                       7


                            rawa gambut yang relatif masih utuh di Kalimantan Tengah
                            (Potensi penyimpan karbon)
                        §   Pemasok sumber air tawar
                               Kawasan sebangau merupakan sumber air tawar bagi
                               masyarakat yang bermukim sekitar kawasan
                        §   Habitat Orang Utan
                               Tempat hidup orang utan yang dikenal dunia (populasi:
                               2000+ ekor)
                   2.       Latar belakang penerapan Prinsip enam “S” :
                        §   Pentingnya metode yang efektif dalam penguatan kapasitas
                            masyarakat di sekitar kawasan Sebangau.
                        §   Penggalangan partisipasi para pihak terhadap pengembangan
                            kawasan perlindungan Sebangau.
                   3.       Permasalahan :
                        §   Aktifitas illegal logging yang tinggi
                        §   Terancamnya ekosistem rawa gambut (air hitam) Sebangau
                        §   Ancaman terhadap habitat Orang utan

Metode           : § Rapid Rural Appraisal (RRA)
                   § Prinsip ENAM “S” (sistem, tekanan, sumber tekanan, strategi,
                     sukses)

Sasaran            Perwakilan masyarakat desa Mendawai - Kecamatan Mendawai
                   Kabupaten Katingan, yang terdiri dari unsur: pemuka masyarakat,
                   guru, masyarakat perempuan, pemuda, dan pemuka agama. (peserta
                   25 orang)

Hasil yang         § Memperoleh solusi terhadap permasalahan yang ada berdasarkan
diharapkan           partisipasi masyarakat melalui metode enam “S”.
                   § Terbangunnya kesamaan pemahaman dan pembagian peran para
                     pihak
                   § Tersusunnya perencanaan konservasi secara partisipatif yang
                     mewakili aspirasi para pihak

Waktu              § Inisiasi 26-28 Agustus 2004 ( 3 hari)
                   § Pelaksanaan 2 – 4 September 2004 (3 hari )

Tempat             Balai Pertemuan Kantor Kecamatan Mendawai di Mendawai

Pelaksana          Pemerintah Daerah Kabupaten Katingan
                   Yayasan WWF Indonesia – Kalimantan Tengah
                   Staff Kecamatan Mendawai

Anggaran biaya     Rp. 11.010.000,- (sebelas juta sepuluh ribu rupiah)
                                                 Biaya inisiasi
                   Fasilitator 2 org x 4 hr x Rp. 200.000,- = 1.600.000, -
                   Transportasi Rp. 500.000,-
                                                                                                  8


                                                     Biaya Pelaksanaan
                          Transportasi peserta : 25 org x 2 x 75.000, - = Rp. 3.750.000, -
                          Transportasi Fasilitator :Rp. 500.000, -
                          Konsumsi : 29 org x 3 x Rp. 30.000, - = Rp. 2.610.000,-
                          Alat Bantu : Rp. 850.000,-
                          Fasilitator: 2 org x 3 hr x Rp. 200.000, - = 1.200.000, -


5.     Calon TN Batang Gadis -SUMATERA UTARA
Tim Pelaksana: Abdul Hamid Damanik S Sos; Bambang Suykno SP; Rasyid Assaf Dongoran SSi

q    Pendahuluan.
              Kabupaten Mandailing Natal (Madina) baru lahir pada tanggal 23 November 1999
     seiring dengan disahkannya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1998 tentang pembentukan
     pemerintahan Kabupaten Mandailing Natal menjadi daerah otonom. Sebelumnya daerah ini
     masih merupakan bagian dari wilayah administrasi Kabupaten Tapanuli Selatan, Propinsi
     Sumatera Utara. Kabupaten ini terletak pada posisi 00 10’-10 50’ LU dan 980 50’-1000 10’ BT.
              Setelah lepas dari kabupaten induknya, Mandailing Natal yang masih merupakan
     kabupaten baru mulai menata diri dalam pembangunan agar dapat sejajar dengan daerah-daerah
     lain di Propinsi Sumatera Utara. Slogan pembangunan Madina yang Madani diluncurkan untuk
     memicu semangat rakyatnya membangun daerah. Semangat Madina yang Madani tetap pada
     koridor menjunjung tinggi nilai, moral, norma, dan hukum.
              Kabupaten Madina memiliki 17 kecamatan dan 366 desa dengan luas wilayah 6.620,70
     km2 atau 662.070 hektar. Sedangkan jumlah penduduk yang tercatat sampai Tahun 2003 adalah
     377.677 jiwa. Daerah ini memiliki ketinggian 0-2.145 meter dpl yakni puncak Gunung Sorek
     Merapi dengan suhu rata-rata 28.80 C.
              Menyangkut soal visi pembangunan daerah, faktor lingkungan menjadi penekanan
     khusus. Sebab, hal ini jelas tidak bisa lepas dari kondisi dan ketersediaan lahan di daerah ini
     yang memang sebagian besar masih merupakan kawasan berhutan. Jika tidak ditangani hati-hati,
     justru dapat menjadi isu tersendiri yang akan berdampak luas terhadap stabilitas daerah .
              Sebanyak 66 elemen masyarakat Kabupaten Madina yang mewakili seluruh masyarakat
     pada tanggal 31 Desember 2003 berkumpul di stadion sepak bola Panyabungan untuk
     mendeklarasikan pembentukan Taman Nasional Batang Gadis. Pendeklarasian ini merupakan
     wujud dari keinginan masyarakat agar kawasan hutan lindung seluas 108.000 hektar tersebut
     benar-benar dikelola untuk kelestarian lingkungan.
              Pembentukan taman nasional ini juga merupakan peluang masyarakat untuk
     mengembalikan kekuatan adat Mandailing. Ini artinya bahwa pengelolaan Taman Nasional
     Batang Gadis adalah sebuah bentuk partisipasi dimana masyakat dapat mengaktualisasikan
     kembali kearifan baru yang berbasis pendayagunaan moda l sosial. Corak partisipasi kolaboratif
     yang sudah ditunjukkan ini sesuai dengan Undang-Undang Otonomi Daerah Nomor 22 Tahun
     1999.
             Wacana tersebut bukan tidak beralasan. Lihat saja statistik mengenai lahan di
     wilayah Kabupaten Madina, sekitar 63.60 % atau 421.650 hektar merupakan kawasan
     berbukit yang masih berhutan (hutan negara) dengan kemiringan sampai 450. Kawasan
     ini merupakan bagian terluas dari total lahan di daerah itu. Sisanya, yakni hutan rakyat,
     perkebunan, rawa-rawa dan selebihnya merupakan areal persawahan, perladangan,
     tambak, permukiman, dan lain- lain. Kabupaten ini merupakan daerah dengan iklim hujan
     tropis dengan kelembaban udara ± 83 % dan rata-rata curah hujan ± 2.728,5 mm/tahun.
                                                                                         9


              Berangkat dari hal diatas maka dirancang sebuah program yang akan menggali
      informasi tentang semua skala prioritas utama dalam pikiran masyarakat untuk
      selanjutnya menjadi program kerja bersama antar masyarakat sekitar TNBG dan pihak-
      pihak terkait.
q    Tujuan.
             Adapun yang menjadi tujuan kegiatan ini adalah :
     1. Menggali data informasi dari masyarakat tentang segala bentuk aktifitas utama yang
         akan menjadi faktor utama menurunnya kualitas ekologis TNBG
     2. Menguatkan penggalangan kerjasama masyarakat sekitar TNBG dalam upaya
         konservasi alam
     3. Mengidentifikasi para pihak yang akan menjadi mitra bersama masyarakat versi
         masyarakat sekitar TNBG
     4. Menghasilkan rencana bersama partisipatif masyarakat dalam pelestarian TNBG
     5. Menguatkan pemahaman masyarakat tentang nilai ekonomis TNBG
     6. Memberikan bahan data informasi kepada pihak-pihak te rkait.
q    Hasil Yang Diharapkan
      Kegiatan ini diharapkan akan menghasilkan :
      1. Adanya data dan Informasi yang sebenarnya tentang seluruh aktifitas sekitar TNBG
         yang berpotensi menyebabkan turunnya kualitas ekologis TNBG
      2. Adanya kesamaan pandangan antar masyaraka t dalam upaya konservasi dan
         perlindungan TNBG
      3. Adanya kesimpulan pihak-pihak yang dinilai oleh masyarakat dapat bekerjasama
         dengan mereka dan memiliki keterkaitan erat dalam pelestarian TNBG dan adanya
         pihak-pihak yang dinilai masyarakat dapat menurunkan kualitas ekologis TNBG
      4. Adanya rencana strategis yang menjadi prioritas utama diterapkan dan disukseskan
         bersama dalam rangka pelestarian TNBG
      5. Adanya peningkatan wawasan pengetahuan masyarakat sekitar TNBG tentang nilai
         penting keutuhan kualitas ekologis TNBG.
q    Metodologi
      Kegiatan ini menggunakan metode Perencanaan Konservasi Partisipatif (PKP) dengan
      menentukan 6 S, yakni :
     1. Sistem, yakni menghasilkan 6 sistem yang dinilai masyarakat sangat penting untuk
         terus ada dan lestari di TNBG
     2. Strees, yakni menghasilkan pendapat dan penilaian masyarakat yang merupakan
         kondisi nyata dari masing- masing item yang harus terus dilestarikan di TNBG
     3. Source, yakni menghasilkan kesimpulan masyarakat tentang segala aktifitas utama
         yang menyebabkan terjadinya kondisi (Stress).
     4. Strategi, yakni menghasilkan beberapa strategi yang dinilai masyarakat sangat tepat
         untuk segera, efisien dan efektif untuk dilaksanakan dalam mengatasi segala
         persoalan yang menyebabkan perihal pokok penting (penilaian masyarakat)
         dilestarikan dari TNBG
     5. Stakeholder, menganalisis pihak-pihak yang mendorong terjadinya kondisi yang
         terjadi pada hal yang dinilai masyarakat penting di TNBG
     6. Sukses, yakni menghasilkan pendapat masyarakat untuk menilai keberhasilan sebuah
         strategi program kerja yang telah dirancang sehingga seluruh program pelestarian
         TNBG bersama masyarakat dapat diukur secara mudah.
    Selanjutnya dilakukan pembuatan analisis kesimpulan dan pelaporan
                                                                                               10


q    Lokasi dan Waktu Kegiatan
    Kegiatan ini dilakukan di 10 Desa sekitar TNBG yang mewakili setiap kecamatan pada
    bulan Juli-November 2004. Adapun nama lokasi PKP , yakni :
     No     Kecamatan                                Desa                     Keterangan
     1      Siabu                                    Huta Godang Muda         Berbatasan
     2      Bukit Malintang                          Sayur Matua              Berbatasan
     3      Panyabungan Utara                        Soposorik                Berbatasan
     4.     Panyabungan Barat                        Batang Gadis             Berbatasan
     5      Panyabungan Selatan                      Hutarimbaru              Berbatasan
     6      Lembah Sorik Merapi                      Siantona                 Berbatasan
     7      Tambangan                                Sibanggor Jae            Berbatasan
     8      Kotanopan                                Batahan                  Enclave
     10     Batang Natal                             Sopotinjak               Berbatasan
    Pihak Yang Di Libatkan.
    Adapun pihak yang dilibatkan pada kegiatan ini (PKP) pada setiap desa sejumlah 18 orang
    dengan kriteria :
     1. Pemuda Desa                  2 personil
     2. Pemudi Desa                  2 personil
     3. Adat Marga Desa              3 personil
     4. Tokoh Ibu                    2 personil
     5. Petani/Pekebun               5 personil
     6. Guru                         2 personil
     7. Anggota BPD                  2 personil
q    Anggaran.
      Adapun kegiatan ini memerlukan anggaran sebesar Rp. 78.380.000 ( Tujuh Puluh
      Delapan Juta Tiga Ratus Dealapan Puluh Ribu Rupiah ).

                                                                          Harga
      No.                  Jenis Pengeluaran           Kebutuhan          Satuan       Jumlah


            1Konsultasi Pra Kondisi                       1Paket        10,000,000   10,000,000

            2Alat dan Bahan

             Papan Panel                                 10Unit              150,000 1,500,000

             Kertas Karton (metaplen)                   100lembar              2,500 250,000

             Cat Poster 4 Warna                           1Paket             250,000 250,000

             Gunting                                      2Buah               10,000 20,000

             Penggaris Besi 100 cm                        2Buah               30,000 60,000

             Pisau Cutter + Isi                           2Buah               15,000 30,000

             Plipcart                                   150lembar              1,000 150,000

             Kertas HVS                                   2Rim                35,000 70,000

             Spidol Warna                                20Box                30,000 600,000
                                                                                         11



          White Board                                    1Buah         150,000 150,000

          Paku Payung                                   10Box           10,000 100,000

          Selotip                                       10Buah          15,000 150,000

          Film + cuci cetak                             10Buah         150,000 1,500,000


         3Konsumsi 23 orang, 3 hari, 10 lokasi          690OH           20,000 13,800,000

           Pengganti Uang Kerja, 3 hari, 18 orang, 10
         4 Lokasi                                       90OH            25,000 2,250,000


         5Honor Fasilitator 5 orang, 3 hari 10 Lokasi   150OH          150,000 22,500,000


         6Transportasi Tim Fasilitator                  10Paket   2,000,000   20,000,000


         7Laporan                                       10Paket        500,000 5,000,000


                                                                              78,380,000


6.     Taman Nasional LORE LINDU (Kamaludin Ssi dan Daniel M)
q    Judul : PERENCANAAN KONSERVASI PARTISIFATIF DESA ROGA KEC.NDONA
     TIMUR KAB.ENDE TAMAN NASIONAL KELIMUTU
q    PENDAHULUAN
     Taman Nasional Kelimutu (TNK) ditetapkan seluas 5.356 ha, secara administrasi
     dikelilingi oleh 21 desa, meliputi 5 kecamatan yakni kecamatan Kelimutu,
     Ndona Timur, Detusoko, Ndona dan Wolojita kabupaten Ende.

     Desa Roga merupakan salah satu desa yang terletak di Kec. Ndona Timur
     dengan luas 2.055 ha. Kehidupan masyarakat yang tinggal disekitar desa Roga
     secara umum bergantung pada sektor pertanian. Seiring pertambahan
     penduduk secara alami mengakibatkan terjadinya peningkatan kebutuhan
     lahan untuk keperluan pertanian. Kondisi lain yang mendorong terjadinya
     pembukaan lahan dimasyarakat adalah adanya kebiasaan dari masyarakat
     lokal dalam hal berladang. Kondisi ini yang pada akhirnya membuat mereka
     (masy. lokal) mengadakan perambahan dalam kawasan TN. Kelimutu yang
     berbatasan dengan Desa Roga.

     Fenomena ini jelas akan berimplikasi pada penurunan kwalitas lingkungan dan
     tekanan terhadap kawasan TN.Kelimutu. Berangkat dari hal tersebut maka
     perlu upaya sistematis untuk mengkaji dan membuat perencanaan yang
                                                           b
     bersifat akomodatif dan partisipatif dari masyarakat ( ottom up planning)
                                                                               12


    terhadap permasalahan dalam kawasan TNK yang akan dikemas dalam
    kegiatan Perencanaan Konservasi Partisipatif (PKP).

q   TUJUAN

    Kegiatan perencanaan konservasi partisipatif bertujuan untuk:
    1. Mengumpulkan hal-hal penting bagi masyarakat Desa Roga dari kawasan
       TNK.
    2. Mengeksplorasi permasalahan yang ada di dalam dan sekitar Desa Roga.
    3. Menggali persepsi dan pandangan masyarakat Desa Roga terhadap
       kawasan TNK.
    4. Menginventarisir pihak-pihak (stake holders) yang berkepentingan terhadap
       TNK baik yang berkontribusi positif atau negatif di Desa Roga.
    5. Menyusun rencana strategis pengelolaan kawasan konservasi yang bersifat
       partisipatif di Desa Roga.


q   HASIL YANG DIHARAPKAN     :  Pelaksanaan kegiatan ini diharapkan
    menghasilkan beberapa hal sebagai berikut:
    1. Terbangunnya persepsi yang sama dalam masyarakat Desa Roga tentang
       pengelolaan Taman Nasional Kelimutu.
    2. Data dan informasi kondisi kawasan TNK di Desa Roga.
    3. Adanya rencana strategis yang menjadi prioritas utama diterapkan dan
       disukseskan bersama dalam rangka pelestarian TNK.
    4. Adanya peningkatan wawasan pengetahuan masyarakat sekitar TNK
       tentang nilai penting keutuhan kualitas ekologis TNK.
q   SASARAN PELAKSANAAN

    Kegiatan ini akan dilaksanakan di Desa Roga Kec. Ndona Timur pada bulan
    Agustus-September 2004.

q   PELAKSANA KEGIATAN

    Kegiatan ini akan dilaksanakan oleh Balai TNK (2 orang fasilitator bersama 3
    ornag anggota Resort Ndona Timur.
q   METODE

    Proses
    Perencanaan Konservasi Partisipatif (PKP) sesuai namanya maka kegiatan ini
    dilaksanakan secara partisipatif bersama masyarakat dengan melibatkan
    seluruh unsur masyarakat (pendes, tokoh masyarakat, adat, agama, pemuda
    dan perempuan) sekitar 20 orang, melalui diskusi dan penggalian informasi dan
    membuat kemungkinan rencana strategis bersama masyarakat.

    Pelaksanaan kegiatan ini mencakup 4 (empat) tahapan sebagai berikut:
    1. Mengeksplorasi sistem (unsur) yang merupakan hal penting bagi masyarakat
       yang ada di TNLL, yang selanjutnya dipilih 6 (enam) diantranya yang menjadi
                                                                                 13


       skala perioritas dan paling penting bagi masyarakat dan membuat deskripsi
       terhadap sistem.
    2. Keenam sistem tersebut dibuatkan analisa perbandingan kondisi dari 10
       tahun sebelumnya, saat ini dan perkiraan kondisi 10 tahun mendatang
       melalui time line analysis.
    3. Selanjutnya mendiskusikan kondisi rill atau stress (tekanan) terhadap ke-6
       (enam) sistem yang ada berdasarkan persepsi masyarakat.
    4. Mengidentifikasi sumber yang menyebabkan terjadinya tekanan.
    5. Menganalisis pihak -pihak (stake holder) yang berpengaruh terhadap
       terjadinya tekanan dan mengidentifikasi motivasinya.
    6. Sukses, yakni menghasilkan pendapat masyarakat                untuk menilai
       keberhasilan sebuah strategi program kerja yang telah dirancang sehingga
       seluruh program pelestarian TNK bersama masyarakat dapat diukur secara
       mudah.
    7. Akhirnya berdasarkan analisa sebelumnya maka disusun beberapa strategi
       yang diharapkan dapat mengatasi tekanan dan sumber tekanan dengan
       mengakomodir semua pihak yang terkait. Dan selanjutnya membuat kriteria
       keberhasilan starategi yang dilaksanakan.
    Selanjutnya dilakukan pembuatan analisis kesimpulan dan pelaporan
q   Alat dan Bahan yang digunakan
    Kegiatan Perencanaan Konservasi Partisipatif (PKP) menggunakan alat dan
    bahan diantaranya ; spidol, metaplan, white board, plipcart, selotip.

q   ANGGARAN BIAYA

    Pelaksanaan kegiatan PKP akan membutuhkan dana sebanyak Rp. 7.500.000,-
    (tujuh juta rupiah) rincian terlampir yang diharap dari anggaran DIK-S/APBN
    2004 Taman Nasional Kelimutu

q   Peserta
    Kegiatan PKP diikuti oleh 20 orang dari unsur masyarakat dan 5 orang dari BTNK.


      No.                Partisipan                         Jumlah
     1.       BTNK (pasilitator)                            5 orang
     2.       Tokoh Agama                                   1 orang
     4.       Tokoh Adat (Mosalaki)                         2 orang
     5.       Pemuda                                        5 orang
     6.       Perempuan                                     5 orang
     7.       Anggota BPD                                   1 orang
     8.       Anggota Masyarakat                            6 orang
                                                                                           14


q   RINCIAN BIAYA PERENCANAAN KONSERVASI PARTISIFATIF TNLL DESA
    PILIMAKUJAWA

     No.                Jenis Pengeluaran              Kebutuhan Harga Satuan     Jumlah
      1                         2                      3     4        5             6


           1Pembuatan Rancangan                       1       Paket   1,00,000
                                                                                     1,00,000
           2Alat dan Bahan                                            1.000.000     1000000



           3Konsumsi 25 orang, 3 hari                     75 OH         20,000     1.500.,000



           4Pengganti Uang Kerja, 3 hari, 30 orang        60 OH         25,000     1,500,000



           5Honor Fasilitator 5 orang, 3 hari + Transport 15 OH        180,000     2,700,000




           7 Dokumentasi Pelaporan                        1   Paket    500,000       500,000

                         Total Biaya                                               7.500.000
                                                                                            15


7.     Taman Wisata GUNUNG MEJA BKSDA Papua II
       Tim Pelaksana: Eko B Supriyadi, S Hut, Freddy Pattisrlanno, Msi; dan M Wahyudi SP)

q    Judul : PERENCANAAN KONSERVASI PARTISIPATIF DI TWA GUNUNG
     MEJA

q    Tujuan         § Aplikasi metode PKP di tempat tugas masing-masing peserta
                    § Mengidentifikasi permasalahan yang ada di dalam dan sekitar kawasan
                        TWA Gunung Meja
                    § Mengeksplorasi kepentingan dan para pihak yang terlibat di dalam dan
                        sekitar kawasan
q    Latar Belakang § Fungsi kawasan dengan luasan dengan luasan 460.25 ha sebagai
                        penyedia air bagi warga kota Manokwari, dan tempat hidup flora dan
                        fauna sekaligus sebagai pusat pendidikan dan penelitian
                     § Ketergantungan masyarakat sekitar kawasan (4 desa) baik secara
                        langsung maupun tidak langsung
q    Metoda          § Direncanakan berlangsung pada Minggu kedua bulan Juni 2004
                     § Tempat pelaksanaan yaitu di Desa Ayambori
                     § Sasaran kegiatan yaitu 30 (tiga puluh) orang masyarakat yang berasal
                        dari empat desa di sekitar kawasan
                     § Metode PKP
q    Pelaksana      § Tiga orang alumni PKP II dan dua orang staf BKSDA II Papua
     Kegiatan       § LSM setempat yang terlibat dalam rencana pengelolaan kawasan TWA
q    Sumber Dana    DIK-S APBN 2004 BKSDA Papua II Pemda dan LSM
q    Pelaporan      Pelaporan Kegiatan bulan November 2004
     Kegiatan
q    Rincian
     Pembiayaan
     1. Persiapan/Pembuatan Rancangan                                         Rp. .1,000,000
     2. Alat dan Bahan                                                         Rp. 3,000,000
     3. Transportasi peserta (30 org X 3 h X Rp. 25,000)                       Rp. 2,250 ,000
     4. Konsumsi (40 org X 3 h X Rp. 30,000)                                   Rp. 3,600,000
     5. Transportasi & HonorPetugas (5 org X 3 h X Rp. 150,000)                Rp. 2,250,000
     6. Dokumentasi & Pelaporan                                                Rp. 1,000,000
        Total Biaya                                                           Rp.13,100,000
q    Hasil Yang        § Mengakomodasi kepentingan para pihak melalui pengelolaan kawasan
     Diharapkan           yang lestari
                       § Kesamaan persepsi dan kontribusi yang saling menguntungkan para
                         pihak dalam pengelolaan kawasan
                       § Keterlibatan masyarakat di sekitar kawasan dalam perencanaan dan
                         pelaksanaan strategi yang relevan dalam pengelolaan kawasan
                                                                                  16


8.     Taman Nasional RAWA OPA (Dr. Bambang S              dan Ir Anis Suratin)

q    Judul : RENCANA PENGEMBANGAN OBYEK WISATA AIR TERJUN
     PINANGGOOSI DI KECAMATAN LAMBANDIA (KOLAKA) SEBAGAI
     BAGIAN PENGELOLAAN TNRAW

q    Latar Belakang
     Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai (TNRAW) ditetapkan sebagai
     kawasan Taman Nasional berdasarkan SK. Menteri Kehutanan
     No.756/Kpts-II/1990 tanggal 17 Desember 1990 dengan luas areal
     105.194 hektar, yang secara administrasi pemerintahan wilayahnya
     berada di Propinsi Sulawesi Tenggara yang mencakup 4 (empat)
     Kabupaten (Tabel 1):

     Tabel 1. Perbandingan Luas TN RAW dan Luas Admnistrasi Kabupeten

      Propinsi/Kabupat      Luas Daratan      Luas Kawasan          Prosentase
             en              Kabupaten         TNRAW (ha)
                                (ha)                                     (%)

      Konawe       dan        1.648.000           46.764                2,84
      Konawe Selatan

      Kolaka                  1.031.000           12.825                1.24

      Buton                    646.300            45.605                7,06

      Sulawesi                3.814.000          105.194                2,76
      Tenggara

     Kawasan TNRAW di Kabupaten Kolaka berada pada wilayah Kec. Lambandia
     dan
     termasuk dalam bagian pengelolaan Seksi Konservasi Wilayah II Resort
     Mendoke. Secara administrasi pemerintahan desa-desa yang berbatasan
     dengan wilayah Taman Nasional di Kecamatan Lambandia adalah sebagai
     berikut : Desa Pinanggoosi, Desa Mokupa, dan Desa Bou

     Secara umum kondisi ekosistem di Kawasan TNRAW di Kec. Lambandia
     merupakan ekosistem hutan hujan pegunungan dataran rendah, kondisi
     ekosistem tersebut sangat berperan dalam menyangga kehidupan masyarakat
     yang ada disekitar kawasan TNRAW terutama sebagai daerah resapan air.
     Selain itu di wilayah Resort Me ndoke TNRAW banyak menyimpan potensi flora
     dan fauna yang sifatnya endemik dan atau bernilai ekonomis tinggi seperti :
     Kayu Biti, Kayu Ponto, Kayu Bayam, serta hasil hutan non kayu lainnya
     seperti rotan. Sedangkan untuk jenis-jenis fauna diantaranya Jonga, Anoa,
     Babi Rusa, Tarsius, Podi, Musang Sulawesi, Julang Sulawesi, Monyet, dan
     lain-lain. Selain tingginya nilai hasil hutan kayu dan non kayu yang terdapat
                                                                          17


di wilayah Resort Mendoke areal tersebut memiliki tingkat kesuburan yang
cukup tinggi untuk kegiatan pertanian dan perkebunan.

Kondisi sebagaimana yang diuraikan diatas menimbulkan tingginya tingkat
gangguan kawasan TNRAW di Resort Mendoke Wilayah Administrasi Kec.
Lambandia dengan bentuk-bentuk gangguan sebagai berikut : Pencurian hasil
hutan kayu dan non kayu, konversi lahan untuk kepentingan pertanian dan
perkebunan. Timbulnya gangguan tersebut dipicu oleh adanya klaim lahan
kawasan TNRAW yang berlanjut dengan transaksi jual beli kawasan TNRAW.

Data tingkat gangguan yang terjadi di wilayah Resort Me ndoke TNRAW Kec.
Lambandia adalah sebagai berikut :

        Tabel 2. Data Jenis Gangguan di Wilayah Kec. Lambandia

 No      Jenis       Luas        Lokasi                Keterangan
  .    Gangguan       (Ha)
 1.   Perambaha        500     Pinanggootu    Kasus      telah     diputus
      n              1.000     Susua, Bou     perambahan terus berjalan
                       296     Pinanggootu    Kasus      telah     diputus
                       240     Pinanggoosi    perambahan terus berjalan
                       25          Bou        Kasus      telah     diputus
                       200         Bou        perambahan terus berjalan
                       400         Bou        Kasus masih diproses
                       200       Mokupa       Kasus masih diproses
                       600      Bou, Lere     Kasus masih diproses
                                              Kasus masih diproses
                                              Kasus baru
                                              Kasus baru
 2.   Kebakaran        2           Bou
      Hutan

Fungsi dan peranan TNRAW sebagai sistim penyangga kehidupan telah
mengalami degradasi dengan adanya konversi lahan untuk kegiatan
pemukiman dan pertanian yang dampaknya dirasakan oleh masyarakat
dengan menurunnya kwalitas sumber daya alam yang selama ini sangat vital
dan dimanfaatkan oleh masyarakat yaitu sarana air bersih, dan adanya
bencana banjir. Kondisi tersebut perlu segera ditangani mengingat pentingnya
kawasan hutan TNRAW sebagai area resapan air penunjang kebutuhan hidup
masyarakat disekitarnya.

Kawasan TNRAW memiliki arti yang sangat strategis untuk memenuhi
kebutuhan     hidup    masyarakat     dan    potensi    pengembangan
pembangunan wilayah mengingat keberadaan kawasan TNRAW sangat
mendukung usaha pertanian dan pe rkebunan masyarakat di Kec.
Lambandia sebagai pengatur tata air, serta potensi keindahan alamnya
sebagai yang dapat dikembangkan sebagai obyek wisata alam.
                                                                   18


Pengelolaan TNRAW dilakukan berdasarkan konsep pelestarian dan
pemanfaatan secara serasi dan seimbang baik dari sisi ekologi dan
ekonomi, yang dapat dilakukan melalui :
a. Perlindungan sistim penyangga kehidupan
b. Pemanfaatan secara lestari
c. Pengawetan sumber daya alam.

Bentuk kegiatan pemanfaatan kawasan TNRAW yang dapat dilakukan
adalah:
a. Wisata alam
b. Pendidikan
c. Penelitian
d. Sumber plasma nutfah.

Khusus bagi Kecamatan Lambandia memiliki potensi wisata alam dalam
kawasan TNRAW berupa air terjun yang berlokasi di desa Pinanggoosi
dusun Pinanggootu, potensi air terjun tersebut memiliki kekhasan,
keindahan dan keunikan yang cukup tinggi dan sangat berpotensi
untuk dikelola dan dikembangkan oleh masyarakat. Kepedulian
masyarakat terhadap pengembangan wisata air terjun ini cukup tinggi
terbukti dengan upaya pelestarian wilayah disekitar lokasi air terjun
yaitu 100 (seratus) meter kanan kiri sungai pinanggootu dari gangguan
pembukaan lahan.

Pembangunan TNRAW perlu diarahkan untuk meningkatkan
kesejahteraan dan pemberdayaan masyarakat yang berpihak kepada
masyarakat lokal disekitar kawasan hutan. Masyarakat harus
mendapatkan akses dan peran dalam pengelolaan dan pemanfaatannya.

Pengelolaan TNRAW harus dapat mengintegrasikan program-
programnya kepada pemerintah daerah sehingga timbul pemahaman
yang sama terhadap program yang akan dilaksanakan hal tersebut
mengingat pembangunan TNRAW memiliki kepentingan langsung
terhadap aspek lingkungan yang berskala lokal, daerah, Nasional dan
bahkan Internasional. Untuk itu pembangunan TNRAW perlu diarahkan
dalam mencapai tujuan sebagai berikut:
a. Terwujudnya pengelolaan hutan secara lestari melalui pengelolaan
   kawasan konservasi
b. Terjaganya fungsi kawasan yang optimal untuk kesejahteraan
   masyarakat sekitar kawasan
c. Terkendalinya populasi satwa liar yang dan tumbuhan alam di dalam
   kawasan TNRAW
d. Meningkatnya pemanfaatan wisata alam (eko turisme) yang terkendali
   untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal dan
   kepentingan pembangunan yang melibatkan masyarakat sekitar
   hutan.
                                                                        19



    Rencana pengelolaan pada tingkat lokal dilakukan dalam bentuk
    rencana jangka panjang, jangka menengah dan jangka pendek yang
    melibatkan stake holder, tokoh masyarakat, LSM lokal, serta aparat
    pemerintah daerah setempat dalam kontek kelestarian lingkungan.
q   M aksud dan Tujuan
    Penggalangan partisipasi para stake holder di tingkat Kecamatan
    diharapakan dapat merangsang suatu mobilisasi swakarsa dalam
    menggalang program pengelolaan TNRAW sebagai suatu bentuk yang
    ideal model pengelolaan alternatif. Dalam hal ini kegiatan pengelolaan
    TNRAW sebagai properti masyarakat dalam arti luas yaitu gerakan
    terpadu antara program pemerintah dan masyarakat. Peranan
    Pemerintah ditekankan pada kegiatan teknikal untuk mencapai situasi
    yang adaptif terhadap kelembagaan lokal, sedangkan masyarakat
    sebagai mitra yang siap mengadopsi anjuran yang diintroduksikan oleh
    Pemerintah sekaligus sebagai subjek yang memiliki harapan dan
    aspirasi tentang bagaimana pengelolaan TNRAW.

    Sebagai suatu gerakan terpadu yang terpenting dan harus diperhatikan
    adalah sebagai berikut :
    a. Menerapkan pendekatan partisipatif.
    b. Melakukan transfer pengetahuan dan teknologi sebagai suatu proses
       pembelajaran.
    c. Saling memberikan umpan balik dalam setiap tahapan pengelolan
       TNRAW.

    Dengan melihat hal tersebut, maka tujuan PKP adalah sebagai berikut:
      - Mendapatkan informasi tentang komitmen Masyarakat dalam
         pengelolaan Sumber Daya Alam di TN RAW
      - Menggali input kegiatan yang mendapat dukungan masyarakat
      - Mendapatkan persamaan persepsi tentang pelestarian kawasan.
q   Metodologi
    a. Metode
       Metode yang dipergunakan adalah Perencanaan Konservasi
       Partisipatif (PKP) dengan pendekatan 6 S yaitu, system, stress
       (tekanan), source of stress (sumber tekanan), Stakeholder (para
       pihak), Strategy, dan Success.

    b. Pelaksana
       Fasilitator : Balai KSDA Sulawesi Utara dan BTN Rawa Aopa
       Stake holder yang diundang (20 peserta) :
       - Camat Lambandia
       - Kepala Seksi Pemerintahan Desa
       - Kepala Desa Bou
       - Kepala Desa Mokupa
                                                                                  20


       -     Kepala Desa Pinanggosii
       -     Perwakilan Forum Pecinta Alam Air Terjun Pinanggosii (PALAPA)
       -     Tokoh adat
       -     Tokoh agama
       -     Guru
       -     Karang Taruna
       -     Masyarakat di sekitar hutan (pria dan wanita)

     c. Waktu
        2 (dua) hari pada bulan akhir Juni 2004 atau Nopember 2004
        (tergantung ketersediaan dana).

     d. Tempat
        Ruang Pertemuan Forum PALAPA, Desa Pinaggoosii, Kecamatan
        Lambandia, Kabupaten Kolaka.

     e. Anggaran
        Dana yang direncanakan untuk penyeleng garaan kegiatan ini adalah
        sebesar Rp. 9.510.000,- dengan perincian sebagai berikut :

        No.     Kegiatan                 Satuan       Biaya (Rp.)   Total (Rp.)
        1.      Administrasi             3 OB            150.000      450.000
        2.      ATK dan dokumentasi      1 paket       2.000.000    2.000.000
        3.      Perjalanan fasilitator   10 OT           220.000    2.200.000
                Dan staf pendukung
        4.      Konsumsi                 30 orang,       40.0000    2.400.000
                                         2 hari
                                          (60 OH)
        5.      Transport peserta        60 OH            40.000    2.400.000
        6.      Sertifikat               30 unit           2.000       60.000
                TOTAL                                               9.510.000



     Kontribusi BKSDA dan TN Rawa Aopa adalah diharapkan masing-masing 40 %
     sedangkan sisanya 20 % berasal dari CARE Internasional di Kendari.

q    Hasil yang diharapkan
     Rencana kegiatan pengembangan objek wisata air terjun yang berbasis
     keinginan masyarakat dan ekologi.


9.     Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (Dadi Haryadi dan Ika
       Rosmalasari)

q    Judul : PERENCANAAN KONSERVASI PARTISIFATIP TAMAN NASIONAL
     GUNUNG GEDE PANGRANGO SEKSI KONSERVASI WILAYAH I SUKABUMI
q    LATAR BELAKANG
     v Luas Wilayah Seksi Konservasi Wilayah I Sukabumi > Seksi Wil II & III
                                                                                                  21


    v Jumlah Petugas lapangan < Seksi Wil II & III
    v Tingkat kerawanan lebih tinggi
    v Pengembangan potensi belum optimal
q   TUJUAN
    Tercapainnya pengelolaan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (khususnya Sie
    Wil I) secara optimal lestari dengan mengedepankan aspirasi masyarakat sekitar
    kawasan.
q   M ETODE
    1. Waktu dan Tempat
        v Bulan Juli s/d September tahun 2004
        v Kantor Balai Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (Prakondisi Petugas
             dan Pimpinan) dan Kantor Seksi Konservasi Wilayah I Sukabumi
             (Pelaksanaan)
    2. Sasaran
        Masyarakat sekitar Seksi Konservasi Wilayah I Sukabumi, yang meliputi :
        v Tokoh Agama
        v Tokoh Pemuda
        v Tokoh Pendidikan
        v Tokoh Perempuan
        v Petani
        v Pedagang
        Teknis perekrutan peserta berdasarkan 5 (lima) Resort Pemangkuan Taman Nasional
        (RPTN) Seksi Konservasi Wilayah I Sukabumi, dimana masyarakat yang direkrut
        per RPTN masing-masing 6 orang.
    3. Tata Waktu Pelaksanaan
             Jenis Kegiatan                     Juli               Agustus             September

                                      I    II     III   IV   I    II   III   IV    I   II   III    IV

        Prakondisi pada                    X
        petugas/pimpinan
        Prakondisi pada                            X    X
        masyarakat
        Persiapan alat dan bahan                             X    X
        Pelaksanaan
        v Persiapan (undangan)                                    X
        v Pelaksanaan                                                        X
        v Evaluasi dan Pelaporan
                                                                             X
        Perumusan Tingkat Balai                                                    X

    4. Rencana Biaya
       No                          Jenis                         Jumlah Biaya
                                                                    (Rp)
        1     Transport peserta (30 org x 3 hr x 20.000)              1.800.000
        2     Konsumsi
              a. Snack (40 org x 2 kl x 3 hr x 5000)                   1.200.000
              b. Makan (40 org x 3 kl x 3 hr x 10.000)
                                                                                 22


                                                             3.600.000
       3    Alat dan bahan ( 1 Paket)                        1.000.000
       4    Perjalanan panitia
            a. Prakondisi (5 org x 2 kl x 50.000)              500.000
            b. Pelaksanaan Kegiatan (10 org x 3 hr x
                50.000)                                      1.500.000
       5    Dokumentasi dan pelaporan                          120.000
       6    Perumusan
            a. Snack (10 org x 2 kl x 5000)                    100.000
            b. Perjalanan (10 org x 1 kl x 25.000)
                                                               250.000
                          Total                              9.030.000

q   HASIL YANG DIHARAPKAN
    v Keterlibatan Masyarakat dalam Perencanaan Pengelolaan TNGP
    v Masukan / sebagai bahan pendukung untuk penyusunan REPETA periode 2005 –
       2006




                             •    Pengelolaan Optimal dan Lestari
                                   • Masyarakat Sejahtera



10. TAMAN NASIONAL KELIMUTU ( Heri Kurniawan SH
    dan Thomas MA Dethan)
q   PENDAHULUAN

    Taman Nasional Kelimutu (TNK) ditetapkan seluas 5.356 ha, secara administrasi
    dikelilingi oleh 21 desa, meliputi 5 kecamatan yakni kecamatan Kelimutu,
    Ndona Timur, Detusoko, Ndona dan Wolojita kabupaten Ende.

    Desa Roga merupakan salah satu desa yang terletak di Kec. Ndona Timur
    dengan luas 2.055 ha. Kehidupan masyarakat yang tinggal disekitar desa Roga
    secara umum bergantung pada sektor pertanian. Seiring pertambahan
    penduduk secara alami mengakibatkan terjadinya peningkatan kebutuhan
    lahan untuk keperluan pertanian. Kondisi lain yang mendorong terjadinya
    pembukaan lahan dimasyarakat adalah adanya kebiasaan dari masyarakat
    lokal dalam hal berladang. Kondisi ini yang pada akhirnya membuat mereka
    (masy. lokal) mengadakan perambahan dalam kawasan TN. Kelimutu yang
    berbatasan dengan Desa Roga.

    Fenomena ini jelas akan berimplikasi pada penurunan kwalitas lingkungan dan
    tekanan terhadap kawasan TN.Kelimutu. Berangkat dari hal tersebut maka
                                                                               23


    perlu upaya sistematis untuk mengkaji dan membuat perencanaan yang
                                                         b
    bersifat akomodatif dan partisipatif dari masyarakat ( ottom up planni ng)
    terhadap permasalahan dalam kawasan TNK yang akan dikemas dalam
    kegiatan Perencanaan Konservasi Partisipatif (PKP).

q   TUJUAN

    Kegiatan perencanaan konservasi partisipatif bertujuan untuk:
    1. Mengumpulkan hal-hal penting bagi masyarakat Desa Roga dari kawasan
       TNK.
    2. Mengeksplorasi permasalahan yang ada di dalam dan sekitar Desa Roga.
    3. Menggali persepsi dan pandangan masyarakat Desa Roga terhadap
       kawasan TNK.
    4. Menginventarisir pihak-pihak (stake holders) yang berkepentingan terhadap
       TNK baik yang berkontribusi positif atau negatif di Desa Roga.
    5. Menyusun rencana strategis pengelolaan kawasan konservasi yang bersifat
       partisipatif di Desa Roga.

q   HASIL YANG DIHARAPKAN
    Pelaksanaan kegiatan ini diharapkan menghasilkan beberapa hal
    sebagai berikut:
    1. Terbangunnya persepsi y   ang sama dalam masyarakat Desa Roga tentang
       pengelolaan Taman Nasional Kelimutu.
    2. Data dan informasi kondisi kawasan TNK di Desa Roga.
    3. Adanya rencana strategis yang menjadi prioritas utama diterapkan dan
       disukseskan bersama dalam rangka pelestarian TNK.
    4. Adanya peningkatan wawasan pengetahuan masyarakat sekitar TNK
       tentang nilai penting keutuhan kualitas ekologis TNK.
q   PELAKSANAAN

    Kegiatan ini akan dilaksanakan di Desa Roga Kec. Ndona Timur pada bulan
    Agustus-September 2004.

q   PELAKSANA KEGIATAN

    Kegiatan ini akan dilaksanakan oleh Balai TNK (2 orang fasilitator bersama 3
    ornag anggota Resort Ndona Timur.

q   METODE

    Proses
    Perencanaan Konservasi Partisipatif (PKP) sesuai namanya maka kegiatan ini
    dilaksanakan secara partisipatif bersama masyarakat dengan melibatkan
    seluruh unsur masyarakat (pendes, tokoh masyarakat, adat, agama, pemuda
    dan perempuan) sekitar 20 orang, melalui diskusi dan penggalian informasi dan
    membuat kemungkinan rencana strategis bersama masyarakat.

    Pelaksanaan kegiatan ini mencakup 4 (empat) tahapan sebagai berikut:
                                                                                 24


    1.    Mengeksplorasi sistem (unsur) yang merupakan hal penting bagi
          masyarakat yang ada di TNLL, yang selanjutnya dipilih 6 (enam) diantranya
          yang menjadi skala perioritas dan paling penting bagi masyarakat dan
          membuat deskripsi terhadap si stem.
    2.    Keenam sistem tersebut dibuatkan analisa perbandingan kondisi dari 10
          tahun sebelumnya, saat ini dan perkiraan kondisi 10 tahun mendatang
          melalui time line analysis.
    3.    Selanjutnya mendiskusikan kondisi rill atau stress (tekanan) terhadap ke-6
          (enam) sistem yang ada berdasarkan persepsi masyarakat.
    4.    Mengidentifikasi sumber yang menyebabkan terjadinya tekanan.
    5.    Menganalisis pihak -pihak (stake holder) yang berpengaruh terhadap
          terjadinya tekanan dan mengidentifikasi motivasinya.
    6.    Sukses, yakni menghasilkan pendapat masyarakat               untuk menilai
          keberhasilan sebuah strategi program kerja yang telah dirancang sehingga
          seluruh program pelestarian TNK bersama masyarakat dapat diukur secara
          mudah.
    7.    Akhirnya berdasarkan analisa sebelumnya maka disusun beberapa strategi
          yang diharapkan dapat mengatasi tekanan dan sumber tekanan dengan
          mengakomodir semua pihak yang terkait. Dan selanjutnya membuat kriteria
          keberhasilan starategi yang dilaksanakan.

    Selanjutnya dilakukan pembuatan analisis kesimpulan dan pelaporan
q   Alat dan Bahan yang digunakan
    Kegiatan Perencanaan Konservasi Partisipatif (PKP) menggunakan alat dan
    bahan diantaranya ; spidol, metaplan, white board, plipcart, selotip.

q   ANGGARAN BIAYA

    Pelaksanaan kegiatan PKP akan membutuhkan dana sebanyak Rp. 7.500.000,-
    (tujuh juta rupiah) rincian terlampir yang diharap dari anggaran DIK-S/APBN
    2004 Taman Nasional Kelimutu

q   Peserta
    Kegiatan PKP diikuti oleh 20 orang dari unsur masyarakat dan 5 orang dari BTNK.


         No.                    Partisipan                         Jumlah
     1.        BTNK (pasilitator)                                  5 orang
     2.        Tokoh Agama                                         1 orang
     4.        Tokoh Adat (Mosalaki)                               2 orang
     5.        Pemuda                                              5 orang
     6.        Perempuan                                           5 orang
     7.        Anggota BPD                                         1 orang
     8.        Anggota Masyarakat                                  6 orang
                                                                                                            25




q   RINCIAN BIAYA PERENCANAAN KONSERVASI PARTISIFATIF TNLL DESA
    PILIMAKUJAWA

                                                                                   Harga
          No.                 Jenis Pengeluaran                  Kebutuhan         Satuan        Jumlah
           1                          2                          3     4             5             6


        1        Pembuatan Rancangan                             1      Paket      1,00,000         1,00,000
        2        Alat dan Bahan                                                    1.000.000       1000000



                3Konsumsi 25 orang, 3 hari                       75 OH               20,000      1.500.,000



                4Pengganti Uang Kerja, 3 hari, 30 orang          60 OH               25,000       1,500,000



                5Honor Fasilitator 5 orang, 3 hari + Transport   15 OH              180,000       2,700,000




                7 Dokum entasi Pelaporan                             1 Paket        500,000         500,000


                               Total Biaya                                                        7.500.000




q   REKAPITULASI RENCANA WAKTU DAN ANGGARAN
    PELAKSANAAN RTL PESERTA DIKLAT PKP II.

    N            Kelompok       Rencana Pelaksanaan                  Sumber Dana               Keterangan
    o

     1.     TN AP-MB           September 2004 TNAP      DIK.S APBN                      Lap Nopember 2004
                               dan Oktober 2004
                               TNMB
     2.     TN Wasur           Oktober 2004             ---                             Lap Nopember 2004
     3.     TN Bukit 30        15 – 17 September        ---                             Lap Nopember 2004
                               2004
     4.     TN Batang Gadis    Juli, Agustus,           Pemda dan CI                    Lap Nopember 2004
                               September
     5.     TN TNGP            Juli-September (minggu   ---                             Lap Agustus 2004
                               ke 4 Agustus)
                                                                                              26


6.    Sebangau        Agustus-September       WWF dan Pemda                     Lap Nopember 2004
      (Kalteng)       2-4 September
7.    TN Lore Lindu   Agustus – September     APBN dan Mitra Lore Lindu (TNC)   Lap Nopember 2004
8.    TWA Gunung      Minggu Ke 2 Juni        DIK-S APBN BKSDA Papua II,        Lap Nopember 2004
      Meja                                    Pemda dan LSM
 9.   TN Kelimutu     Agustus - September     DIK-S APBN                        Lap Nopember 2004
10    TN Rawa Aopa    Akhir bulan Juni atau   BKSDA (40 %), TNRA (40 %) dan     Lap Nopember 2004
  .                   Nopember                CARE Int’l (60 %)

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Tags: Peraturan
Stats:
views:157
posted:8/27/2011
language:Indonesian
pages:26
Description: Peraturan perundang-undangan
Anggoro Prasetya Anggoro Prasetya Media online Centre http://
About