Seven Traditions in the Field of Communication Theory by pptfiles

VIEWS: 58 PAGES: 21

									Seven Traditions in the Field of
Communication Theory
   Sumber:
   EM. Griffin, A First Look a Communication
   Theory,       5th Editions, Singapore :
   McGraw Hill
Pengantar
   Komunikasi dapat diinterpretasikan dengan
    berbagai pendekatan yang berbeda

 Top down : berbagai tipe teori komunikasi
  menunjukkan kekayaan pemahaman yang
  membantu kita dalam menyelesaikan
  permasalahan sehari-hari dalam praktik
  komunikasi.
 Bottom up : teori komunikasi bukanlah bahasa
  pada tanah yang tak membumi, tetapi respon
  yang sistematik dan penuh pemikiran atas
  pertanyaan mengenai interaksi manusia satu
  dengan yang lain.
Socio-Psychological Traditions
Communication as Interpersonal Influence
Mempercayai bahwa kebenaran komunikasi dapat ditemukan
  secara hati-hati dengan observasi sistematik.  kuantitatif

Tradisi ini mencari cause-and-effect relationship yang akan
   diprediksi akan sukses atau akan gagal  menemukan
   hubungan sebab akibat, sehingga baik untuk menjawab
   pertanyaan “apa yang dapat saya lakukan untuk
   membuatnya berubah?”

Contoh:
  Semakin sering menonton tayangan sinetron, akan
  mengakibatkan audiens semakin sensitif.
  Semakin sering menonton tayangan kekerasan, anak
  akan semakin agresif.
  Frekuensi menonton  perubahan sikap atau perilaku.
    The Socio-Psychological (2)
   Riset pada tradisi ini mencari hukum universal komunikasi,
    sehingga akan fokus pada what is tanpa menjadi bias
    dengan personal view peneliti atas what ought to be.

   Carl Hovland, psychologist founding father
    riset eksperimental pada efek komunikasi, melakukan
    penelitian bersama 30 peneliti dengan berdasar “kerangka
    kerja    berupa proposisi empiris relasi antara stimulus
    komunikasi, predisposisi audiens dan perubahan opini”
    untuk menghasilkan “kerangka kerja untuk theory building”.

   Kerangka kerja “who says what to whom and with what
    effect”, menghasilkan 3 bagian persuasi:
         who -- expertise, trustworthiness
         what – for appeals, order of argument
         whom -- personality, susceptibility to influence
    Socio-psychological (3)
   Efek diukur dengan perubahan opini yang ditunjukkan dengan
    skala perilaku yang diberikan sebelum dan sesudah pesan.

   Temuan Hovland:
    pesan dari sumber dengan kredibilitas tinggi lebih berpengaruh
    ketimbang dari sumber berkredibilitas rendah (artikel
    kesehatan yang ditulis dokter vs reporter kesehatan).

   Contoh teori:
    Komunikasi Kelompok : Analisis Proses Interaksi
    Komunikasi Organisasi : Teori Weber tentang Birokrasi
    Komunikasi Massa : Teori Uses and Gratification
THE CYBERNETIC TRADITIONS
Communication as Information Processing
Cybernetic adalah bidang artificial intelligence
  terjemahan dari bahasa Yunani yang berarti
  “steersman” atau “governor” 
  menggambarkan cara feedback membuat proses
  informasi menjadi mungkin di dalam kepala kita
  atau dalam komputer.

Konsep feedback dalam tradisi cybernetic
  merujuk pada komunikasi sebagai jaringan (link
  connecting) yang menghubungkan banyak
  bagian dalam sistem, seperti sistem komputer,
  sistem organisasi, sistem media, dan
  sebagainya.
The Cybernetic (2)
Ide komunikasi sebagai pemroresan pesan
  hadir dari Claude Shanon, seorang peneliti
  pada Bell Telephone Company yang
  mengembangkan teori matematika pada
  transmisi signal.

Tujuannya adalah mendapatkan kapasitas
 line yang maksimal dengan distorsi
 minimal. Teori Shanon bertujuan
 memecahkan masalah teknis komunikasi
 (bukan efek pada komunikan).
 Cybernetic (3)
     Model komunikasi Shannon dan Weaver
Information
                        transmitter                              receiver             destination
   source
              message                 signal                                message
                                                      received
                                                       signal




                                           noise source



 Noise adalah musuh informasi karena
  memotong informasi menunjukkan
  model informasi yang hilang dalam
  komunikasi.
    THE RHETORICAL TRADITION
    Communication as Artful Public Address

   Berawal dari tradisi Retorika Yunani-Romawi Kuno hingga abad
    ke-21. Para sophis disewa oleh orang-orang Yunani kuno untuk
    memenangkan perkara mereka, dan selanjutnya diminta mengajar
    anak-anak Yunani tentang public speaking.

   Retorika menjadi keahlian yang harus dimiliki seorang penguasa.

   Dalam buku “retorika” , dikatakan bahwa retorika mempelajari
    psikologi audiens. Aristoteles mengembangkan retorika menjadi
    sebuah ilmu yang secara sistematis mengeksplorasi speaker,
    speech dan audiens.
   Menurut Aristoteles:
       Dialectic                Rhetoric
       One-on-one discussion    One person addressing
                                many
       Search for truth         Demonstrate truth that‟s
                                already been found
       Answer general           Addresses specific,
       philosophical question   practical
       Deals with certainty     Deals with probability
                                Art for discovering ways
                                to make truth seem more
                                probable to audience


   Proof : Logos (logikal) , etos (etikal) dan pathos
    (emosional)
 Logical Proof:
  enthymeme (mirip silogisme)
 Ethical Proof
   kualitas yang meningkatkan kredibilitas:
     intelligence (practical wisdom & shared
  values)
     character (speaker image as a good and
  honest person)
     goodwill ( positive judgment of the
  speaker’s      intention toward the audience).
 Emotional Proof : Striking a responsive
  chord
     Anger vs Mildness, Love or friendship vs
THE SEMIOTIC TRADITION
Communication as the Process of Sharing Meaning Through Signs

   Semiotik adalah studi signs (tanda).
    Anak panah adalah tanda arah. Tubuh
    yang panas (demam) adalah tanda sakit.
    (menunjukkan yang diwakilkan)

    Simbol, seperti tanda tetapi lebih spesifik;
    akan tetapi kebanyakan simbol tidak
    berhubungan langsung dengan benda
    atau hal yang dideskripsikan.
    Huruf A-N-J-I-N-G tidak merujuk langsung
    pada bendanya, yaitu suatu spesies
    hewan.
Toilettoilet

               toilet
Words are also signs, but in
symbols.
“Most symbols have no natural
connection with the things they
describe.”
A Richard (Cambridge University) adalah orang pertama yang
    menunjukkan secara sistematis bagaimana tradisi
    semiotik bekerja.
Menurut Richards, kata-kata (words) adalah simbol arbitrary
    (sewenang-wenang) yang memiliki makna tidak inheren,
    sehingga seperti bunglon yang sangat tergantung pada
    lingkungannya.

   Makna kata-kata tergantung pada konteksnya (mis:
    anjing...memiliki makna yang beragam).
             Thought
           (Reference)
                   Warm,
                  cuddle,
                   friend




  DOG                         Thing
  Word                      (Referent)
(Symbol)
semiotik
 Richard dan Ferdinand Saussure:
  tradisi semiotik yang fokus pada
  emblem non verbal dan image
  gambar
 Pierce
 Roland Barthes
  menganalisa makna emosional dan
  ideologikal yang diciptakan oleh
  media cetak dan media penyiaran.
The socio-cultural tradition
 This tradition is based on the premise that
  as people talk, they produce and
  reproduce culture.
 Our reality is shape by our language
 Our language is constructed by our
  experience…convention
 You…in US can be applied for everyone
  (can you imagine if we use „YOU‟ in
  Indonesian?..i.e: Kamu for Bapak, Ibu,
  Guru, dsb..)
The Critical Tradition
   Comes from german Scholars..Frankfurt School
    (Habermas, etc.)

   They against „inequality‟  the haves exploit the
    have nots.

   Isu: penindasan, represi, ketidakadilan.
   Komunikasi untuk memperoleh equality.
    Melahirkan diskusi untuk semua orang punya hak
    akses informasi.
The Phenomenological Tradition
 It refers to analysis of everyday life
  of person(s).
 It emphasizes on people‟s perception
  & interpretation of their own
  subjective experience.
 Each person has his/her perception
  caused by different experience.
KUIS
 Tulis nama, nomor mahasiswa dan
  tanggal.
 Apa fungsi atau peran kaum sophis
  dalam tradisi retorika.

								
To top