Docstoc

MODUL 7 PENERAPAN EKONOMI FUNGSI KONSUMSI DANTABUNGAN Disusun Oleh

Document Sample
MODUL 7 PENERAPAN EKONOMI FUNGSI KONSUMSI DANTABUNGAN Disusun Oleh Powered By Docstoc
					             MODUL 7



PENERAPAN EKONOMI FUNGSI KONSUMSI

          DANTABUNGAN




           Disusun Oleh:

           Yanuar, SE.MM




    PRIOGRAM KULIAH KARYAWAN

        FAKULTAS EKONOMI

     UNIVERSITAS MERCUBUANA
6.5.9 Fungsi Konsurnsl, Fungsi Tabungan dan Angka Pengganda

  Dalam ekonomi makro, pendapatan masyarakat suatu negara secara
keseluruhan (pendapatan nasional) dialokasikan ke dua kategori penggunaan, yakni
dikonsumsikan dan ditabung. Jika pendapatan dilambangkan dengan Y, sedangkan konsumsi
dan tabungan masing-masing dilambangkan dengan C dan S, maka kits dapat merumuskan
kesamaan :


                   Y=C+S

Baik konsumsi nasional maupun tabungan nasional pada umumnya dilam bangkan
sebagai fungsi linear dari pendapatan nasional. Keduanya berbanding lures dengan
pendapatan nasional. Semakin besar pendapatan semakin besar pula konsumsi dan
tabungannya. Sebaliknya, apabila pendapatan berkurang, konsumsi dan tabungan pun akan
berkurang pula.




   Fungsi konsumsi. Fungsi konsumsi menjelaskan hubungan antara konsumsi dan
pendapatan nasional, yang secara umum dirumuskan sebagai :




Konstanta Co menunjukkan besarnya konsumsi nasional pada pendapatan nasional
sebesar nol: mencerminkan konsumsi nasional minimum (autonomous consumption ,
konsumsiotonom) yang pasti ada atau harus tersedia, meskipun pendapatan
nasionalnya nihil. Secara grafik, C, merupakan penggal kurva konsumsi pada
sumbu vertikal C. Koefisien c mencerminkan besarnya tambahan konsumsi sebazai
akibat adanya tambahan pendapatan nasional sejumlah tertentu. Dalam bahasa ekonomi, c
adalah Marginal Propensity toConsume. Secara grafik, c merupakan lereng dari kurva
konsumsi.




Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                      YANUAR, SE. MM
                                                         MATEMATIKA EKONOMI
       Fungsi tabungan. Fungsi tabungan menjelaskan hubungan antara tabungan dan
pendapatan nasional, yang secara umum dirumuskan sebagai :




Konstanta So, yaitu tabungan otonom (autonomous saving), merupakan peng. gal kurva
tabungan pada sumbu vertikal S. Koefisien s ( Marginal Propensity to Save, MPS) merupakan
lereng dari kurva tabungan.

   Persamaan fungsi tabungan dapat pula diturunkan dengan memanfaatkan kesamaan Y = C
+ S.

Y= C + S          S = Y—C
                 S = Y— CO c Y           sebab C = Co + c Y
                 S     —C' +(I — c) Y
Jadi,
        So + S Y = S   CO + ( 1-c) Y

Dapat disimpulkan bahwa :




Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                       YANUAR, SE. MM
                                                          MATEMATIKA EKONOMI
Garis bantu (Y = C + S) yang membentuk sudut 45° merupakan penjumlahan grafis kurva C
dan kurva S. Setup titik pada garis bantu ini berjarak sama terhadap sumbu horizontal
maupun sumbu vertikal. Rerarti setup titik pada garis ini mencerminkan jumlah yang sama an-
tara Y dan C + S. Pada tit ik M terlihat bahwa S = 0, berarti seluruh Y pendapatan
dialokasikan untuk keperluan konsumsi. Di sebelah kanan titik M, pendapatan lebih besar
d a r i p a d a k o n s u m s i s e h i n g g a kelebihan pendapatan tersebut bias ditabung; hal ini
tercermin dari positifnya kurva S. Sedangkan di sebelah kid titik M pendapatan lebih kecil
daripada konsumsi, berarti sebagian konsumsi dibiayai bukan dari pendapatan sendiri,
metainkan dari sumber lain misalnya pinjaman atau hutang. Dalam hal ini tabungannya negatif
(dissaving). Pada titik pangkal 0 (0,0) seluruh konsumsi bahkan dibiayai bukan dari
pendapatan, besarnya konsumsi sama dengan tabungan-negatif.


Kasus 15

   Konsumsi masyarakat suatu negara ditunjukkan oleh persamaan C = 30 + 0,8 Y.
Bagaimana fungsi tabungannya ?

Berapa besarnya konsumsi jika tabungan sebesar 20 ?

S= Y—c
  = Y — (30 + 0,8 Y)
  = Y - 3 0 - 0 , 8 Y = -30 + 0,2 Y
Jika S = 20

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                              YANUAR, SE. MM
                                                                 MATEMATIKA EKONOMI
20 -30 + 0,2 Y
5 0 0 , 2 Y — Y = 2 5 0 Maka C = Y — S = 230




   Angka-pengganda. Angka-pengganda ialah suatu bilangan yang menjelaskan tambahan
pendapatan nasional sebagai akibat adanya perubahan pada variabel-variabel tertentu
dalam perekonomian. Secara umum, dalam model perekonomian yang paling sederhana,
angka-pengganda ( multiplier ) dirumuskan sebagai : *)




   Dalam Kasus 15 di atas MPS = 0,2, berarti angka-penggandanya (k) = 5. Dengan k
= 5 berarti bahwa apabila variabel ekonomi tertentu —misalnya investasi atau pengeluaran
pemerintah — ditambah sejumlah tertentu, maka pendapatan nasional akan bertambah
sebesar 5 kali tambahan variabel tadi.



6 , 5.10 Pendapatan Disposabel
      Pendapatan nasional pada dasarnya merupakan penjumlahan total dari pendapatan
  semua sektor di dalam sate negara, meliputi sektor rumah tangga (orang perseorangan),
  sektor badan usaha dan sektor pemerintah. Pendapatan disposabel (disposable income)
  adalah pendapatan nasional yang secara nyata dapat dibelanjakan oleh masyarakat; tidak
  termasuk di dalamnya pendapatan pemerintah seperti pajak, cukai dan sebagainya. Dengan


Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                      YANUAR, SE. MM
                                                         MATEMATIKA EKONOMI
        dikenakannya pajak, maka pendapatan yang secara nyata dapat dibelanjakan oleh
        masyarakat berkurang sebesar pajak tersebut. Sebagai gambaran : jika pendapatan na-
        sional adalah sebesar Y, tetapi di dalamnya termasuk pendapatan pemerintah atau pajak
        sebesar T, maka pendapatan yang secara nyata dapat dibelanjakan (dikonsumsi dan
        ditabung) oleh masyarakat hanyalah sebesar Y, = Y — T. Jadi, pajak merupakan variabel
        yang memperkecil pendapatan disposabel.
           Selain variabel yang memperkecil, ada pula variabel yang memperbesar pendapatan
        disposabel. Variabel tersebut adalah pembayaran-pembayaran khusus dari pemerintah
        kepada masyarakat yang sifatnya merupakan pembayaran ekstra atau tunjangan; misalnya
        berupa tunjangan pensiun, tunjangan hari rays, gaji bulan ke-13, atau sumbangan bust
        korban bencana alam. Pembayaran-pembayaran khusus yang bersifat ekstra ini (bagi
        masyarakat merupakan penerimaan ekstra) dalam ekonomi makro dikenal dengan sebutan
        pembayaran alihan ( transfer payment ), karena is hanya merupakan pengalihan
        uang dari pemerintah ke masyarakat, bukan merupakan imbalan langsung atas jasa
        masyarakat pada pemerintah dalam tahun yang berjalan. Sebagai gambaran : jika
        pendapatan nasional adalah sebesar Y, tetapi di samping itu pemerintah jugs mengeluarkan
        pembayaran alihan sebesar R, maka pendapatan disposabelnya menjadi Y, = Y + R.
           Berdasarkan terdapat tidaknya pajak ( T) dan pembayaran alihan ( R ) di dalam
        perekonomian suatu negara, besarnya pendapatan disposabel (Y, ) masyarakat negara yang
        bersangkutan dapat dirinci sebagai berikut :

         Dalam hal tidak terdapat pajak maupun pembayaran alihan,




         Dalam hal hanya terdapat. pajak,




   Dalam hal hanya terdapat pembayaran alihan.




Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                             YANUAR, SE. MM
                                                                MATEMATIKA EKONOMI
   Dalam hal hanya terdapat pajak maupun pembayaran alihan.




      Sesungguhnya pendapatan disposabei ( Y d )-lah, dan bukannya pendapatan
nasional ( Y ), yang merupakan variabel bebas dalam persamaan fungsi konsumsi
dan fungsi tabungan. Dengan demikian, rumusan fungsi konsumsi dan f ungsi
tabungan yang sebenarnya bukanlah C = f ( Y) dan S = g (Y ), melainkan :




      Dalam uraian sebelum ini, kits mendapati rumusan fungsi konsumsi C = f ( Y) =
C a + c Y. Dalam kasus tersebut memang tidak disebutkan ten-tang adanya pajak dan
pembayaran alihan, sehingga p raktis Y, Y, dan C = C a + c Y, sama artinya dengan C
= C,, + c Y. Untuk selanjutnya, anda harus berpedoman pada rumusan yang baku yakni C =
f (Yd ), begitu pula
S
    = 9( Y d )'


Kasus 16
     Fungsi konsumsi masyarakas suatu Negara ditunjukkan oleh C = 30 + 0.8 y d .
Jika pemerintah menerima dari masyarakat pembayaran pajak sebesar 16 dan
pada tahun yang sama memberikan pada warganya pembayaran alihan sebesar
6, berapa konsumsi nasional seandainya pendapatan nasional pada tahun
tersebut sebesar 200 ? Berapa pula tabun gan nasional ?




6.5.11 Fungsi Pajak


Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                        YANUAR, SE. MM
                                                           MATEMATIKA EKONOMI
   Pajak yang dikenakan oleh pemerintah pada warganya bersifat dua macam.
Pertama ialah pajak yang jumlahnya tertentu, tidak dikaitkan dengan t ingkat
pendapatan. Secara matematik, T = T o ; kurva pajaknya ber upa sebuah garis
lurus sejajar sumbu pendapatan. Kedua ialah pajak yang penetapannya dikaitkan
dengan tingkat pendapatan, besarnya merupakan proporsi atau persentase tertentu
dari pendapatan. Secara matematik, T = I Y; kurva pajaknya berupa sebuah garis
lurus berlereng positif dan bermula dari titik pangkal.

   Secara keseluruhan, besarnya pajak yang diterima oleh pemerintah adalah T = T o + I
Y; kurva pajaknya berupa sebuah garis lurus berlereng positif dan bermula dari penggal
T,,.




 6.5.12 Fungsi Investasi

           Permintaan akan investasi merupakan fungsi dari tingkat bunga. Jika in vestasi
        dilambangkan dengan huruf I dan tingkat bunga               (interest rate) dilam-
        bangkan dengan huruf i, maka Secara umum fungsi (permintaan akan) in vestasi
        dapat dituliskan sebagai :




       Permint aan akan investasi berbanding, terbalik dengan tingkat bunga.


Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                       YANUAR, SE. MM
                                                          MATEMATIKA EKONOMI
Dengan logika ekonorni hal ini sangat mudah dipahami. Apabila tingkat bungs
t i n g g i , o r ang a k a n l e b i h s e n a n g m e n yi m p a n u a n g n ya d i b a n k d a r i p a d a
menginvestasikannva,            sebab hasil        harapan ( expected return )               yang akar,
diperoleh dar i bunga bank lebih besar dar ipada hasil harapan yang akan
diterima dari penanaman modal, akibatnya permintaan akan investasi berkurang.
Tingginya bunga mencerminkan pula mahalnva kredit, sehingga mengurangi gairah
berinvestasi di kalangan (calon) pengusaha. Hal sebaliknya terjadi jika tingkat bunga
rendah.

    Dalam menggambarkan kurva permintaan akan investasi terdapat "kebia. saan aneh"
di kalangan ekonom, yakni variabel bebasnya ( i) diletakkan pada sumbu vertikal dan
variabel terikatnya (I) justru ditempatkan pada sumbu horizontal. Perhatikan contoh
berikut.


Kasus 17
    Jika permintaan akan investasi ditunjukkan oleh i = 250 — 500 i, berapa besarnya
investasi pada saat tingkat bungs bank yang berlaku setinggi 12%? Berapa pula investasi
bila tingkat bunga tersebut 30% ?




6.5-13 Fungsi Impor

           Impor suatu negara merupakan fungsi dari pendapatan nasionalnya, dan
     cenderung berkorelasi positif. semakin besar pendapatan nasional suatu

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                                    YANUAR, SE. MM
                                                                       MATEMATIKA EKONOMI
    negara, semakin besar pula kebutuhan ,tau hasratnya akan barang-barang dari luar
    negeri (terutama barang modal, bagi negara yang sedang berkembang), sehingga
    nilai impornya pun semakin besar.




Kasus 18
   Bentuklah persamaan impor suatu negara bila diketahui impor otonomnya 25 dan marginal
propensity to import-nya 0,05. Berapa nilai impornya jika pendapatan nasional sebesar 600 ?




6.5.14 Pendapatan Nasional

              Pendapatan nasional adalah junilah nilai seluruh keluaran (barang dan
       jasa) yang ditiasilkan oleh suatu negara dalam jangka waktu terientu.
       Penghitungan pendapatan nasional dapat dilakukan dengan tiga macam
       pendekat an yait u pendekat an pr oduksi, pendekat an pendapat an dan
       pendekatan pengeluaran. Ditinjau dari segi pendekatan pengeluaran, pen -
       dapatan nasional adalah jumlah pengeluaran Yang dilakukan oleh seluruh
       sektor di dalam suatu negara. Sektor-sektor perekonomian yang dimaksud


Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                          YANUAR, SE. MM
                                                             MATEMATIKA EKONOMI
       adalah sektor rumah tangga, sektor badan usaha, sektor pemerintah dan sektor
       perdagangan dengan luar negeri. Pengeluaran sektor rumah tangga dicer -
       minkan oleh konsumsi masyarakat (C), pengeluaran sektor badan usaha dicer-
       minkan oleh investasi yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan pengeluaran
       sektor pemerintah dicerminkan oleh pengeluaran pemerintah (G), sedangkan
       pengeluaran perdagangan dengan luar negeri tercermin dari selisih antara ekspor
       dan impor negara yang bersangkutan ( X — M ).

              Analisis pendapatan nasional selalu bertolak dari anggapan mengenai
       model perekonomian yang sedang dibahas. Dalam hal ini dikenal tiga macam
       model perekonomian. Pertama ialah model perekonomian sederhana; di sini
       dianggap bahwa perekonomian hanya terdiri atas 2 sektor, yaitu sektor rumah
       tangga dan sektor badan usaha; tidak terdapat sektor pemerintah dan sektor
       perdagangan dengan luar negeri. Kedua ialah model perekonomian tertutup;
       perekonomian terdiri atas 3 sektor, yaitu dua sektor yang telah disebut
       sebelumnya dan sektor pemerintah; tidak terdapat sektor perdagangan dengan
       luar negeri. Ketiga ialah model perekonomian terbuka; perekonomian terdiri atas
       4 sektor termasuk sektor perdagangan dengan luar negeri; ini merupakan model
       yang paling lengkap dan nyata.

              Dengan demikian, kesamaan pendapatan nasional menurut pendekatan
       pengeluaran adalah :




                                        untuk perekonomian 2 sektor (model perekonomian sederhana)


                                        untuk perekonomian 3 sektor (model perekonomian tertutup)


                                        untuk perekonomian 4 sektor (model perekonomian terbuka)



Beberapa variabel dalam kesamaan pendapatan nasional diatas dapat berupa
konstanta (disebut variabel eksogen) atau berupa fungsi (disebut variabel endogen),
tergantung pada data yang tersedia atau diketahui.
  Hitunglah pendapatan nasional suatu negara jika diketahui konsumsi otonom
masyarakatnya sebesar 500, MPS = 0,2, investasi yang dilakukan oleh sektor badan
usaha sebesar 300 dan pengeluaran pemerintahnya sebesar 250. Sedangkan nilai ekspor

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                                 YANUAR, SE. MM
                                                                    MATEMATIKA EKONOMI
dan impor masing-masing 225 dan 175.


C' , = 5 0 0 C = C , + c Y , = 5 0 0 + 0 , 8 y " = 5 0 0 + 0 , 8 Y   C   = MPC = 0,81
sebab Y, = Y — T + R = Y — 0 + 0 =Y


Y C + I + G + (X — M)
                                                                         —
Y 500 + 0,8 Y + 300 + 250 + (225 — 175) Y — 0,8 Y = 1100
0,2 Y = 1100 -•Y = 5500.

  Dalam model perekonomian terbuka yang kompleks, perhitungan angka pengganda
(multiplier)-nya cukup rumit. Untuk contoh di alas tadi angkapenggandanya dapat
dihitung dengan menggunakan rumus yang diperkenalkan di dalam Seksi 6.5.9 (libat
halaman 112), yakni k = 1 / MPS = 1/0,2 = 5. Cukup mudah menghitungnya, sebab
variabel-variabel selain C bersifat eksogen (berupa konstanta, bukan berupa fungsi),
pula tidak terdapat unsur pajak (T) dan pembayaran alihan (R). Persoalannya akan
menjadi lain jika terdapat pajak dan pembayaran alihan, serta keduanya bersama-sama
dengan impor (Af) merupakan fungsi dari pendapatan nasional (Y).


Andaikan kita memiliki data sebagai berikut




Angka penggandanya, secara umum, ialah :




Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                          YANUAR, SE. MM
                                                             MATEMATIKA EKONOMI
Angka-pengganda khusus untuk masing-masing variabel adalah :




Angka-pengganda hanya berlaku untuk menghitung secara langsung perubahan
pendapatan nasional ( Y) sehubungan dengan perubahan pada variabel-variabel yang
bersifat otonom (perubahan pada C. , T o , R ", 1, G, X. dan M. ). Angka-pengganda
untuk pajak dan impor bertanda negatif,sebab perubahan paj ak dan perubahan
impor membuahkan perubahan yang berlawanan arch pada pendapatan nasional

Kasus 20

Konsumsi menyatakan suatu Negara ditunjukkan oleh persamaan                C = 1500 +
0,75 Y, Invesiasi dan pengeluaran pemerintah masing -masing sebebsar 2000 dan
1000. Pajak yang diterima dan pembayaran alihan yang dilakukan oleh pemerintah masing-
masing dicerminkan oleh T= 500 + 0,25 Y dan R = 100 + 0,05 Y. Jika nilai ekspornya 1250
dan impornya dicerminkan oleh M = 700 + 0,10 Y. hitunglah pendapatan nasional negara
tersebut. Hitung pula konsunisi, tabungan, pajak, pembayaran alihan dan nilai impor nya.
Berapa pendapatan nasional yang baru seandainya pemerintah menaikkan pengeluarannya
menjadi cama seperti nilai eskpor ?




Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                      YANUAR, SE. MM
                                                         MATEMATIKA EKONOMI
Pendapatan nasionalnya adalah 9500.
Pendapatan disposabel : Y, = 0,80 Y - 400 0,80 (9500) - 400 = 7200.
C = 1500 + 0,75 Y, = 1500 + 0,75(7200)6900
S = Y d - C = 72 00 - 6 9 00 = 3 00.
T = 500 + 0,25 Y = 500 + 0,25 (9500) = 2875
R = 100 + 0,05 Y = 100 + 0.05 (9500) = 575.
M = 700 + 0,10 Y = 700 + 0,10 (9500) = 1650.




6.5.15 Analisis IS-1.M
    Dalam ekonomi makro, pasar dibeda-bedakan berdasarkan "obyek-nva menjadi 3 macam
    : pasar barang (termasuk jasa), pasar uang (termasuk modal) dan pasar tenaga. kerja.
    Analisis yang membahas keseimbangan serempak di pasar barang dan pasar uang
    dikenal dengan sebutan analisis IS-LM. Alat analisis yang digunakan adalah kurva IS
    dan kurva LM.

        Kurva IS. Kurva IS ialah kurva yang menunjukkan keseimbangan antara
    pendapatan nasional dan tingkat bunga di pasar barang. Untuk model
    perekonomian sederhana (dua sektor), persamaan kurva IS dapat dibentuk
    dengan menyamakan persamaan investasi (I, investment ) terhadap Perw maan
    tabungan ( S, saving ).


Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                      YANUAR, SE. MM
                                                         MATEMATIKA EKONOMI
   Dengan menyederhanakan ( Af. — L„) / k Y. dan h / k = u, bentuk umum
   persamaan kurva LM dapat ditulis sebagai




      Kasus 21
      Bentuklah pesamaan dan gambarkan kurav IS untuk C= 500 + 0.80 Y dan I =
   2000 – 5000 i




      Kurva LM. Kurva LM ialah kurva yang menunjukkan keseimbangan antara
   pendapatan nasional dan tingkat bunga di pasar uang. Persamaan kurva LM
   dapat   dibentuk   dengan    menyamakan    persamaan   permintaan   akan   uang
   (Liquidity preference) terhadap persamaan penawaran uang (M, money supply)




Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                  YANUAR, SE. MM
                                                     MATEMATIKA EKONOMI
   Dengan menyederhanakan ( 1~ — S „ ) / s = Y. dan p / s = b, bentuk umum Persamaan
   kurva IS dapat ditulis sebagai :



    Kasus 22

       Bentuklah persamaan dan gambarkan kurva LM jika permintaan akan uang
    ditunjukkan oleh L = 10.000 + 0,4 Y— 20.000 i dan jumlah uang yang ditawarkan
    (beredar) sebesar 9.000.




Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                   YANUAR, SE. MM
                                                      MATEMATIKA EKONOMI

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:237
posted:8/23/2011
language:Indonesian
pages:16