Pengantar+Agribisnis

Document Sample
Pengantar+Agribisnis Powered By Docstoc
					    PENGANTAR
MANAJEMEN AGRIBISNIS
Oleh :
Dr. Tomy Perdana, SP.,MM
(Staf Pengajar PS. Agribisnis FAPERTA UNPAD dan
Peneliti pada Pusat Penelitian Pengembangan Inovasi
dan Kelembagaan LPPM UNPAD)
Topik Kuliah

     Definisi
      Agribisnis
      Ekonomi Agribisnis (Agribusiness
       Economics)
      Manajemen Agribisnis
       (Agribusiness Management)
     Keunikan Agribisnis
Definisi Agribisnis
1. John Davis and Ray Goldberg (1957)
   “Agribusiness is the sum total of all operations involved in the manufacture
   and distributions of farm supplies; produstion operations on the farm; and the
   storage, processing and distribution of farm commodities and items made
   from them”
2. E. Paul Roy (1979)
   “Agribusiness is the coordinating science of supplying agricultural production
   inputs and subsequently producing, processing and distributing food and
   fiber”
3. Kenneth D. Duft (1979)
   “…Agribusiness includes all business enterprises that buy from or sell to
   farmers. The transactions may involve either a product, a commodity, or a
   service and encomposses items such as :
   Productive resources (feed, seed, fertilizer, equipment, energy, machinery,
   etc)
   Agricultural commodities (all food and fiber) and
   Facilitative services (credit, insurance, marketing, storaging, processing,
   transportation, packging, distribution, etc)
4. Bungaran Saragih (1996)
   “Agribisnis merupakan cara baru melihat dan membangun pertanian dimana
   pembangunan ekonomi berbasis pertanian tidak hanya terbatas pada pada
   pembangunan subsistem usaha tani saja”.
Pertanian Berkebudayaan
Industri
 Suatu sistem terpadu industri biologis yang
 merupakan hasil karya, cipta dan rasa manusia
 dalam memanfaatkan dan mengelola
 sumberdaya biologi beserta ekosistemnya;
 berorientasi pada efisiensi, produktivitas, kualitas
 serta nilai tambah secara berkelanjutan dan
 berwawasan lingkungan; melalui penerapan
 IPTEK dan manajemen agribisnis secara terpadu
 dan dinamis; dikerjakan oleh pelaku pertanian
 profesional yang memiliki etos kerja industri dan
 karakteristik sosial budaya bangsa ber-Pancasila;
 ditujukan bagi seluruh bangsa Indonesia yang
 berprinsip pada keadilan dan kesejahteraan (IPB,
 1997)
Level Operasional Sistem
Agribisnis
              Pelaku Usaha

              Sistem Komoditas Spesifik

              Lingkungan makro dan Kebijakan
Sistem Produksi dan
Pemasaran Pangan


Agricultural                 Processing-
   Input       Production
                 Sector     Manufacturing
  Sector                       Sector
Ekonomi Agribisnis “
Makro “”
 Studi tentang koordinasi diantara pelaku
  dalam sistem agribisnis
 Studi mengenai sistem agribisnis secara
  utuh
 Tujuan : Memuaskan kebutuhan dan
  keinginan konsumen
Manajemen “ Mikro ”

 Studi mengenai pengambilan keputusan

 dalam berbagai kelembagaan yang

 terlibat dalam rantai nilai sistem agribisnis
Susunan Kelembagaan
dalam Agribisnis
  Perusahaan
  Petani
  Koperasi
  Dewan Pemasaran (Marketing Boards)
  Aliansi Strategik (Strategic Alliances)
  Kerjasama modal ( Joint Ventures)
Manajemen Agribisnis
   Manajemen Strategi
   Manajemen Operasi
   Manajemen Pemasaran
   Pembiayaan Agribisnis
   Manajemen Sumberdaya Manusia
   Manajemen Inovasi
   Manajemen Teknologi
   Manajemen Resiko
   Manajemen Rantai Pasokan
   Kewirausahaan
Karakteristik Agribisnis

 Agribisnis sebagai suatu “Sistem”
 Agribisnis sebagai suatu “Bisnis”
   Pasar adalah raja
   Persaingan adalah aturan mainnya
   Perubahan adalah sesuatu yang pasti
 Konsep Agribisnis
                                              Koordinasi Vertikal



Penyedia                                                                   Produksi                    Pasar
                          Produksi                 Produksi
 Sarana        Kemi-                     Kemi-                    Kemi-     Tersier       Kemi-     (Konsumen)
                           Primer                  Sekunder
               traan                     traan                    traan    (Jasa dan      traan     Domestik dan
Produksi                 (On-Farm)               (Pengolahan)
                                                                          Pemasaran)                Luar Negeri




      R&D                       R&D                     R&D                     R&D
                                                                                                       PERLINDUNGAN
   TEKNOLOGI                 TEKNOLOGI               TEKNOLOGI                TEKNOLOGI                  KONSUMEN

  PENDIDIKAN &              PENDIDIKAN &            PENDIDIKAN &            PENDIDIKAN &
PELATIHAN (P & P)         PELATIHAN (P & P)       PELATIHAN (P & P)       PELATIHAN (P & P)             STAKE HOLDER




                                   (“System Koordinator”)
                           PEMBINA DAN PEMADU SISTEM AGRIBISNIS

                                                                                  1. KELOMPOK BIROKRASI
                    PELAYANAN, PEMBINAAN, PRASARANA, FASILITAS/SARANA             2. KADIN, ASOSIASI, LSM
                                                                                  3. DUNIA PERGURUAN TINGGI, LEMBAGA DIKLAT
                                                                                  4. LEMBAGA KEUANGAN, BANK & NON BANK
            JEJARING        TIGA PILAR : PELAYANAN, PEMBINAAN, PENDAMPINGAN       5. LEMBAGA ASURANSI
     Dimensi Strategis Agribisnis
                                           Pemerintah

                                                                    Lembaga
           Lembaga Pendukung                   Lembaga
                                                                    Swadaya
            dan Perdagangan                    Penelitian
                                                                   Masayarakat


        Berbagi Sumberdaya

               Pemasok                                 Industri     Distributor dan
                                     Petani
            Input Produksi                           Pengolahan       Konsumen

        Berbagi Tujuan


            Kualitas dan         Kemampuan      Respon Konsumen     Keamanan dan
            Produktifitas         Berinovasi       yang Effisien      Reliabilitas

Sumber: Wilk and Fensterseifer
Produksi Buah-buahan
Tropik
                       1994-96       1997                   1998           1999
                         Average

                                            (‘000 tonnes)
Mango                      22, 388          23,138             21,000        22,853
India                      11,497           12,000                 9,000     11,000
         China              1,844            2,140                 2,100      2,150
         Mexico             1,216            1,501                 1,461      1,538
Pineapples                 12,345           12,742             12,484        13,147
Thailand                    2,148            2,083                 1,971      2,331
      Brazil                1,485            1,807                 1,612      1,718
      Philippines           1,440            1,631                 1,700      1,495
Avocados                    2,199            2,146                 2,184      2,259

Mexico                        809              762                  896           907
     USA                      168              166                  156           131
     Dominican Repub          158              155                  155           155
Papaya                      5,005            4,830                 4,825      5,082
Brazil                      1,752            1,763                 1,763      1,763
         Indonesia            446              283                   283        336
         Nigeria              500              500                   500        500
Other Fruits               12,839           14,018             14,021        14,172

Philippines                 3,590            3,695                 3,695      3,700
       India                3,290            3,500                 3,500      3,700
       Indonesia            1,630            2,000                 2,000      2,000
Total Production           54,776           56,874             54,514        57,513
Ekspor Buah-buahan
Tropik
                     1994-96               1997                1998
                       Average
                                       (‘000 tonnes)
Mango                            357                    446            510
Mexico                           141                    187            200
     Philippines                  38                     45             53
     India                        17                     23             39
Pineapples                       790                    917            871

Costa Rica                       173                    250            297
     Cote d’Ivoire               147                    190            160
     Philippines                 156                    145            117
Avocados                         241                    240            322

Mexico                           56                      50             71
     Israel                      37                      40             29
     South Africa                27                      23             47
Papaya                           104                    115            128
Mexico                           36                      48             60
     Malaysia                    35                      33             34
     USA                          9                       7              6
Other Fruits                     120                    110            113

Malaysia                         56                      43             43
     USA                         21                      24             23
     Kenya                        9                      13              8

Total Production            1,612                      1,848          1,944
Perkembangan Perdagangan Dunia
                                Dalam US$ milyar
      No               EKSPOR         1995            1996         1997
                                   (Pangsa %)      (Pangsa %)   (Pangsa %)
  1        Negara Industri         3.458,000       3.548,200    3.628,100
                                    (68,08)         (67,12)      (65,49)
  2        Negara Berkembang       1.621,400       1.738,400    1.917,000
                                    (31,92)         (32,88)      (34,58)
  3        Asia                     933,400         976,310     1.118,930
                                    (18,38)         (18,47)      (20,17)
  4        Indonesia                 45,417         49,814       53,443
                                     (0,89)         (0,94)       (0,96)
  5        Dunia                   5.079,400       5.286,500    5.546,000
                                     (100)           (100)        (100)
           IMPOR


  1        Negara Industri         3.414,400       3.538,700    3.621,700
                                    (66,65)         (65,92)      (64,20)
  2        Negara Berkembang       1.708,320       1.829,600    2.098,950
                                    (33.35)         (34,08)      (37,20)
  3        Asia                     988,510        1.040,740    1.139,280
                                    (19,30)         (19,39)      (21,19)
  4        Indonesia                 40,630         42,929       41,694
                                     (0,79)         (0,79)       (0,73)
  5        Dunia                   5.122,800       5.368,300    5.642,100)
                                     (100)           (100)         (100)
Ekspor Pertanian
Berdasarkan Wilayah
                                           Dalam USS$ milyar

     No                 Wilayah           Nilai                    Perkembangan (%)

                                                           1995          1996         1997


 1        Eropa Barat             237,9                        3           0          (4)

 2        Asia                    113,6                        7           3           2

 3        Amerika Utara           110,4                        4           1          (3)

 4        Amerika Latin           68,8                         8           5           12

 5        Eropa Tengah/Timur      21,9                         8           3           0

 6        Afrika                  21,7                         4           4           0

 7        Timur Tengah            5,7                          3           5          (9)
KEUNIKAN AGRIBISNIS

 Manajemen Bisnis
 Versus
 Manajemen Agribisnis
KEUNIKAN AGRIBISNIS (1)

  PANGAN MERUPAKAN KEBUTUHAN
   DASAR MANUSIA
     PIRAMID MASLOW
     PERTUMBUHAN POPULASI DUNIA
     KETAHANAN PANGAN
     KETIDAKSTABILAN POLITIK
     PERHATIAN TERHADAP KESEHATAN
KEUNIKAN AGRIBISNIS (2)

  PROSES PRODUKSI BIOLOGIS
   KUANTITAS DAN KUALITAS YANG
    BERBEDA UNTUK SETIAP KOMODITAS
   SANGAT BERGANTUNG PADA TANAH,
    AGROEKOLOGIS, HPT, INTERVENSI
    MANUSIA
   PRODUKSI MUSIMAN
KEUNIKAN AGRIBISNIS (3)

  PERANAN TERHADAP EKONOMI
   NASIONAL
   SUMBANGAN TERHADAP PDB
   MENYERAP TENAGA KERJA YANG
    BESAR
   SEKTOR PEMBANGUNAN UTAMA DI
    NEGARA BERKEMBANG
Pangsa Pasar Agribisnis dalam
Pembangunan Ekonomi Beberapa Negara

                                     Pangsa Pasar Terhadap PDB(%)                            Pangsa Sektor
                                                                                         Manufakturing dan Jasa
                                        Manufakturing dan Jasa                            dalam Agribisnis (%)
    Negara        Sektor Pertanian                                  Seluruh Agribisnis
                                          dalam Pertanian
   Filipina             21                       50                        71                     70
     India              27                       41                        68                     60
   Thailand             11                       43                        54                     79
   Indonesia            20                       33                        53                     63
   Malaysia             13                       36                        49                     73
 Korea Selatan           8                       36                        44                     82
     Chile               9                       34                        43                     79
  Argentina             11                       29                        40                     73
    Brazil               8                       30                        38                     79
    Mexico               9                       27                        36                     75
Amerika Serikat          1                       13                        14                     91
Tahap Pembangunan Negara
Terkait Pangan (1)
Tahap I     Masyarakat Dasar (The Base Sosiety)                         Pertanian primitif
                                                                        Pangan disiapkan oleh rumah
                                                                         tangga
                                                                        Teknologi primitif
Tahap II    Prakondisi Tinggal Landas (Preconditions for Take Off)      Teknologi pertanian sederhana
                                                                        Kerajinan pengolahan pangan
                                                                        Ilmu pengetahuan modern dan
                                                                         teknologi mulai diterapkan
Tahap III   Tinggal Landas (The Take Off)                               Teknologi pertanian modern
                                                                        Industri pangan skala kecil dan
                                                                         sedang
                                                                        Pendidikan teknologi dan
                                                                         pengetahuan
                                                                        Pengembangan industri, SDM dan
                                                                         sistem keuangan
                                                                        Pemasaran Komoditas Ekspor
Tahap IV    Menuju Kedewasaan (The Drive to Maturity)                   Teknologi modern diterapkan ke
                                                                         semua sektor
                                                                        Perusahaan pertanian dan
                                                                         pengolahan pangan skala besar
                                                                        Pendidikan tinggi
                                                                        Pengembangan kelengkapan
                                                                         infrastruktur dan industri skala
                                                                         besar
                                                                        Pemasaran produk industri
                                                                         pertanian ke pasar ekspor
Tahap Pembangunan Negara
Terkait Pangan (2)
 Tahap V   Masyarakat Makmur (The Affluent Society)      Jumlah tenaga kerja pada
                                                          pertanian dan pengolahan pangan
                                                          menurun
                                                         Pengolahan pangan yang kontinyu
                                                         Penelitian dan pengembangan
                                                          teknologi tingkat tinggi
                                                         Kemakmuran ekonomi
                                                         Perusahaan Pangan Multinasional
KEUNIKAN AGRIBISNIS (4)

  MUDAH RUSAK
   KUALITAS DAN KEAMANAN PANGAN
    MENURUN DALAM PERUBAHAN WAKTU
   PERSEDIAAN DAN PENGANGKUTAN
   PERHATIAN TERHADAP KUALITAS
KEUNIKAN AGRIBISNIS (5)

  PENGELOLAAN SUMBERDAYA ALAM
   KONSERVASI TANAH DAN AIR
   DAMPAK LINGKUNGAN TERGANTUNG
    PADA INTENSITAS TEKNOLOGI DAN
    PRODUKSI
   BIOTEKNOLOGI
KEUNIKAN AGRIBISNIS (6)

  STRUKTUR PASAR
   SISTEM PRODUKSI DAN PEMASARAN
   STRUKTUR PASAR YANG BERVARIASI
   PROSES KONSENTRASI
   INTEGRASI VERTIKAL DAN KOORDINASI
    VERTIKAL
   AGROINDUSTRIALISASI
KEUNIKAN AGRIBISNIS (7)

  KEBERADAAN KELEMBAGAAN YANG
   BERVARIASI
     MULTINATIONAL CORPORATIONS
     FAMILY FARMS
     FARMER'S COOPERATIVES
     TRADE ASSOCIATIONS
     STATE COMMISIONS
     MARKETING ORDERS
KEUNIKAN AGRIBISNIS (8)

  PERIMBANGAN PERKOTAAN DAN
   PEDESAAN
   STABILITAS KOMUNITAS PEDESAAN
    TERGANTUNG DARI PENDAPATAN
    USAHATANINYA
   PERANAN TEKNOLOGI INFORMASI
KEUNIKAN AGRIBISNIS (9)

  INTERVENSI PEMERINTAH
   CAKUPANNYA LUAS
   SETIAP NEGARA/BLOK PERDAGANGAN
    MEMILIKI PENDEKATAN KEBIJAKAN
   SUBSIDI DAN TARIF
   EXCESS SUPPLY DAN DEPRESSED
    PRICES
   PERDAGANGAN BEBAS PRODUK
    PERTANIAN ?
AGRIBISNIS BERKELANJUTAN
REFERENCES
   BOOMGARD, JJ. 1993. STRATEGIES FOR PROMOTING BROAD BASED
    AGRIBUSINESS GROWTH IN DEVELOPING COUNTRIES. DAI. JAKARTA
   CORREY, G. 2001. AGRIBUSINESS 2010 : THE PATH TO PROFIT.
    AGRIBUSINESS ASSOCIATION OF AUSTRALIA – PRICEWATERHOUSE
    COOPERS. AUSTRALIA
   DAY AND REIBSTEIN. 1997. WHARTON ON DYNAMIC COMPETITIVE
    STRATEGY. JOHN WILEY AND SONS. CANADA
   KARTAJAYA, ET ALL.2000. INDONESIA’S BUSINESS LANDSCAPE 2000.
    MARK-PLUS.JAKARTA.
   KARTAJAYA AND KOTLER.2000. REPOSITIONING ASIA FROM BUBBLE
    TO SUSTAINABLE ECONOMY.JOHN WILEY AND SONS (ASIA).
    SINGAPORE.
   MCGREGOR, M. 2001. CURRENT AGRIBUSINESS ISSUES AND THEIR
    IMPACT ON TROPICAL FRUIT PRODUCTION. MURESK INSTITUTE OF
    AGRICULTURE, CURTIN UNIVERSITY OF TECHNOLOGY. NORTHAM,
    W.A. AUSTRALIA
   PERDANA, T. 2001. PELUANG AGRIBISNIS DALAM PASAR BEBAS.
    MAKALAH PADA SEMINAR PELUANG PERTANIAN DALAM PASAR
    BEBAS DALAM PERSPEKTIF ISLAM FAPERTA UNPAD.BANDUNG
   PURNAMA, S.P. 2001. STRATEGI DAN TREND GLOBAL INDUSTRI
    PANGAN. MMA IPB-PT. ISM BOGASARI. JAKARTA
   DAN LAIN-LAIN

				
DOCUMENT INFO