Strategi Bisnis Bank
W
Description
Strategi Bisnis Bank document sample
Document Sample


Visi Kami
menjadi kebanggaan bangsa
Misi Kami
mewujudkan hubungan baik yang
berkesinambungan dengan nasabah melalui
pelayanan jasa keuangan yang prima dan
kemampuan kinerja organisasi terbaik untuk
meningkatkan nilai bagi pemegang saham
Nilai-Nilai Kami
kewirausahaan, etika, kerja sama, dinamis,
komitmen
Our Vision
pride of the nation
Our Mission
deliver sustainable customer relationships
by means of superior financial service
offerings and excellent organization
capabilities to increase shareholders’ values
Our Values
entrepreneurship, ethics, teamwork,
dynamic, commitment
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 1
Daftar Isi
Contents
Visi, Misi, Strategi 01 Laporan Tata Kelola Perusahaan 105
Vision, Mission, Strategy Good Corporate Governance Report
Pengantar: Inspiring Forces 03 Satuan Kerja Audit Internal 174
Introduction Internal Audit Working Unit
Infinite Spirit 05 Penanganan Risiko 178
Risk Management
Everlasting Inspiration 07
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan 185
Eternal Leap 09 Corporate Social Responsibility
Sekilas Bank Mega 10 Data Perusahaan 189
Bank Mega at a Glance Corporate Data
Ikhtisar Keuangan 14 Struktur Usaha 190
Financial Highlights Business Structure
Kaleidoskop 2007 16 Informasi Pemegang Saham 192
2007 Kaleidoscope Shareholders Information
Laporan Komisaris Utama 20 Dewan Komisaris 194
President Commissioner’s Report Board of Commissioners
Laporan Direktur Utama 28 Dewan Manajemen 196
President Director’s Report Board of Management
Menjadi Kebangsaan Bangsa 40 Komite, Sekretaris Perusahaan 200
Pride of The Nation Committees, Corporate Secretary
Tinjauan Usaha 43 Produk Kami 206
Business Review Our Products
Tinjauan Keuangan 91 Jaringan Cabang 207
Financial Review Branch Networks
Analisis dan Pembahasan oleh 94 Pertanggungjawaban Laporan 214
Manajemen Keuangan
Management Analysis and Management Responsibility of
Discussion Financial Report
Penghargaan Tahun 2007 102 Laporan Keuangan 215
Awards 2007 Financial Statements
2
I n s p i r in g Force s
Perpaduan beberapa kekuatan membentuk satu sinergi yang dapat
menghasilkan pencapaian yang jauh lebih besar jika dibanding hanya
mengandalkan salah satu kekuatan saja. Bank Mega terbentuk dari
kelompok individu yang memiliki talenta serta keselarasan pemikiran
dalam mewujudkan suatu Bank dengan menawarkan produk dan
pelayanan yang lebih baik serta potensi pertumbuhan yang tinggi.
Hasil kinerja yang dicapai dengan target berkelanjutan, menciptakan
kepuasan atas pencapaian pertumbuhan yang pesat. Hal ini akan
memberikan inspirasi bagi seluruh pihak terkait.
Synergy is the combination of inspiring forces that work together in the creation of
an enterprise far greater than any of those forces could achieve individually.
Bank Mega represents a combination of talents and like-minded associations that
have come together to produce a bank that offers more, and delivers more, with the
unlimited power to grow.
Inspiring is the sensation that emerges from the emergence and sustainability of
an enterprise that delivers a deep well of satisfaction in the act of creation and the
nurturing of a growing dream of greatness to achieve a noble cause.
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 3
243,3%
Pertumbuhan Laba Bersih
yang dicapai oleh Bank
Mega
4
In f i n ite S p i r i t
Bank Mega selalu menciptakan satu nilai melalui
penerapan filosofi usaha dan tatanan nilai yang telah
memberikan inspirasi dalam keberhasilan kinerja
Perusahaan. Keberhasilan tersebut merupakan hasil
nyata dari semangat yang dimiliki oleh Perusahaan.
Bank Mega continuously creates value by the application of a
business philosophy and system of values that inspires the whole
company to achieve great things. It becomes successful as a product
of the spirit of the company.
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 5
110,3%
Pertumbuhan Kartu
Kredit Bank Mega
6
Eve r last i n g
In sp irat i on
Bank Mega optimis menatap masa depan,
memproyeksikan kesuksesan dan merealisasikannya
melalui perencanaan dan pelaksanaan strategi bisnis
yang kreatif serta penyediaan produk dan jasa yang
inovatif.
Bank Mega is able to look to the future, visualize success and make
it happen by the design and implementation of creative business
strategies and innovative products and services.
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 7
104,4%
Pertumbuhan Giro
Bank Mega
8
E te r n al Le a p
Kemampuan Bank Mega menjaga kelanjutan
kinerja yang baik di tengah lingkungan yang
penuh tantangan, telah terbukti dan teruji
kehandalannya. Positioning sebagai Perusahaan
yang memiliki visi dan tujuan jelas serta hasil
kinerja yang kuat dan dikelola dengan efektif
akan menjamin tingkat pertumbuhan yang
berkelanjutan.
Bank Mega’s sustained ability to generate significant
performance in the current positive but challenging
environment has been amply demonstrated. Continued growth
will stem from its positioning as a company clear in its vision
and objectives, strong in performance and effective in its
governance.
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 9
Se k ila s B a n k M e g a
Bank Mega at a Glance
Berawal dari sebuah usaha milik keluarga bernama PT. Bank
Karman yang didirikan pada tahun 1969 berkedudukan di
Surabaya, selanjutnya pada tahun 1992 berubah nama menjadi
PT. Mega Bank dan melakukan relokasi Kantor Pusat ke
Jakarta. Seiring dengan perkembangannya PT. Mega Bank
pada tahun 1996 diambil alih oleh PARA GROUP (PT. Para
Global Investindo dan PT. Para Rekan Investama). Untuk lebih
meningkatkan citra PT. Mega Bank, pada bulan Juni 1997
melakukan perubahan logo dengan tujuan bahwa sebagai
lembaga keuangan kepercayaan masyarakat, akan lebih
mudah dikenal melalui logo perusahaan yang baru tersebut.
Beginning with a family business known as PT. Bank Karman formed in 1969
and located in Surabaya, in 1992 its name was changed to PT. Bank Mega and
its headquarters were moved to Jakarta. As PT. Bank Mega grew, in 1996 it was
acquired by the PARA GROUP (PT. Para Global Investindo and PT. Para Rekan
Investama). In order to further improve the image of PT. Bank Mega, in June
1997 the logo of the bank was changed with the aim of establishing the bank in
the public mind as a trusted financial institution.
10
Pada tahun 2000 melakukan perubahan In 2000, the name of the bank was
nama dari PT. Mega Bank menjadi PT. Bank changed from PT. Mega Bank to become
Mega. Dalam rangka memperkuat struktur PT. Bank Mega. In order to improve the
permodalan maka pada tahun yang sama capital structure, in the same year PT.
PT. Bank Mega melaksanakan Initial Public Bank Mega undertook an Initial Public
Offering dengan menawarkan saham kepada Offering by offering its shares to the
masyarakat, dengan demikian sebagian public, then becoming PT. Bank Mega
saham PT. Bank Mega dimiliki oleh publik Tbk. Today, PT. Bank Mega Tbk. has
dan berubah namanya menjadi PT. Bank received a license from Bank Indonesia
Mega Tbk. Saat ini PT. Bank Mega Tbk. as a Foreign Exchange Bank, enabling a
telah mendapatkan izin dari Bank Indonesia widening of its business operations.
sebagai Bank Devisa sehingga memungkinkan
memperluas dan menjangkau bisnis yang lebih PT. Bank Mega Tbk., known to the public
luas lagi. through its slogan “Mega Tujuan Anda”
(Your Grand Design), developed strongly
PT. Bank Mega Tbk. yang bersemboyan “Mega and in a focused manner to become a
Tujuan Anda” tumbuh dengan pesat dan well known financial institution capable
terkendali serta menjadi lembaga keuangan of ranking with major banks in the
ternama yang mampu disejajarkan dengan Asia Pacific and which has received a
bank-bank terkemuka di Asia Pasifik dan variety of awards and prestige both at
telah mendapatkan berbagai penghargaan the national level and in the region and
dan prestasi baik di tingkat nasional, internationally. In its efforts to realize
regional maupun internasional. Dalam upaya a level of performance in line with the
mewujudkan kinerja sesuai dengan nama yang significance of its name, PT. Bank Mega
disandangnya, PT.Bank Mega Tbk. berpegang relies on professionalism, transparency
pada azas profesionalisme, keterbukaan dan and prudential standards in terms of its
kehati-hatian dengan struktur permodalan strong capital structure and up-to-date
yang kuat serta produk dan fasilitas banking products and facilities.
perbankan terkini.
With the vision of “Pride of the Nation”
Dengan visi “Menjadi Kebanggaan Bangsa”, PT. Bank Mega Tbk. has realized a
PT. Bank Mega Tbk. merealisasikan berbagai number of Company strategies aimed
strategi Perusahaan sehingga dapat tumbuh at achieving strong growth and
dan berkembang dengan pesat. development.
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 11
S eki la s Ban k M e g a
B a n k Me g a at a Gl an ce
Dalam perjalanan usaha selanjutnya, In the conduct of its operations, the Company
Perusahaan terus meningkatkan fasilitas has continued to improve the quality of its
produk dan kualitas layanan agar dapat products and services in order to be able to
bersaing dan sejajar dengan bank-bank compete on a level with banks recognized
terkemuka lainnya di Asia Pasifik. Atas across the Asia Pacific. With the results of
penilaian kinerja yang telah dicapai, Bank its performance achieved so far, Bank Mega
Mega berhasil meraih bererapa prestasi dan has been able to win prestige and awards
penghargaan baik di tingkat nasional, regional at national, regional and international level
maupun internasional, antara lain: including the following:
• Bank dengan Pertumbuhan Asset Bank with the Highest Asset Growth in Asia
Tertinggi se Asia Pasifik versi majalah Pacific, according to Asia Week magazine in
Asia Week pada tahun 1999; 1999;
• Bank Terbaik versi majalah • Best Bank according to Swasembada
Swasembada pada tahun 2002 dan magazine in 2002 and 2003;
2003; • Banking Service Excellence based on a
• Bank dengan Pelayanan Terbaik survey by Marketing Research
(Banking Service Excellence) Indonesia
berdasarkan Survey Marketing in cooperation with Infobank magazine;
Research Indonesia kerjasama dengan • Best Listing in the banking sector in
majalah Infobank. 2003 according to Investor magazine;
• Emiten Terbaik untuk sektor perbankan • Best Bank for a five-year period 2001-
versi majalah Investor pada tahun 2003; 2005 according to Infobank magazine;
• Predikat Bank yang Sangat Bagus • Award for Mega Visa in the category
selama 5 tahun berturut-turut versi Outstanding Performer and Volume
majalah Infobank dari tahun 2001- Growth Award from Visa International
2005; for 2006;
• Penghargaan untuk Mega Visa dalam • Kriya Pranala Award in the Linkage
kategori Outstanding Performer Program at “Best Newcomer” from
dan Volume Growth Award dari Visa Bank Indonesia, 2006;
International pada tahun 2006; • Global Transaction Services USD
• Kriya Pranala Award dalam Linkage Straight-Through Processing Award
Program sebagai ”The Best New Comer” from Citibank, Jakarta;
dari Bank Indonesia pada tahun 2006. • Gold Medal Quality Crown Award from
• Global Transaction Services USD Business Initiative Direct
Straight Through Processing Award
dari Citibank
12
• Gold Medal Quality Crown Award • Yungky Setiawan, CEO of Bank Mega,
dari Business Initiative Direction yang as Best CEO according to Warta
berkedudukan di Spanyol Ekonomi magazine;
• Yungky Setiawan – CEO Bank Mega, • Chairul Tanjung, President Commissioner
salah satu CEO Terbaik versi Majalah of Bank Mega, as “Marketer of The Year” of
Warta Ekonomi. Indonesian Marketing Association together
• Chairul Tanjung – Komisaris Utama with MarkPlus.
Bank Mega, “Marketer of The Year” • Chairul Tanjung, President Commissioner of
versi The Indonesian Marketing Bank Mega, as one of the “Bankers of the
Association bekerjasama dengan Year” of Globe Asia magazine.
MarkPlus.
• Chairul Tanjung – Komisaris Utama Based on the Ministerial Decree of the Minister
Bank Mega, salah satu “Bankers of The for Justice and Human Rights No. W7-04909
Year” versi majalah Globe Asia. HT.01.04-TH.2007 dated 2 May 2007, the
holding company of PT Bank Mega Tbk
Berdasarkan SK Menteri Hukum & HAM Nomor: altered its name from PT. Para Inti Holdindo to
W7-04909 HT.01.04-TH.2007 tanggal 02 become PT. CT Corpora. In addition, based on
Mei 2007, perusahaan induk PT Bank Mega Ministerial Decree of the Minister for Justice
Tbk berubah nama dari sebelumnya PT. and Human Rights No. C-03043 HT 01.04-
Para Inti Holdindo menjadi PT. CT Corpora. TH.2007 of 13 November 2007, a change in
Selanjutnya berdasarkan SK Menteri Hukum name was also performed under which the
& HAM Nomor: C-03043 HT.01.04-TH.2007 name of the majority shareholder in PT. Bank
tanggal 13 Nopember 2007, juga telah Mega Tbk. was changed from PT. Para Global
dilakukan perubahan nama perusahaan Investindo to become PT. Mega Corpora.
pemegang saham mayoritas PT. Bank Mega
Tbk. dari PT. Para Global Investindo menjadi
PT. Mega Corpora.
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 13
Ikh ti sa r Ke u an gan
F in a n c ial Hi g hl i g ht s
Angka-angka pada seluruh tabel dan grafik dalam laporan tahunan ini menggunakan notasi Bahasa Inggris
Numerical notations in all tables and graphs in this annual report are in English
Dalam miliar Rupiah kecuali bila disebutkan lain p2007-2006 2007 2006 2005 2004 2003*)
In billion of Rupiah, unless otherwise stated
(%)
Laporan Laba Rugi Statements of Income
Pendapatan Bunga Bersih 86.6 1,391 746 738 878 611
Net Interest Income
Pendapatan Selain Bunga 108.6 245 118 70 47 78
Non Interest Income
Laba sebelum Pajak dan Kepentingan Minoritas 236.0 746 222 264 450 381
Income before Tax and Minority Interest
Laba Bersih 243.3 521 152 179 320 266
Net Income
Data Saham Share Data
Jumlah saham yang beredar (dalam jutaan) 5.0 1,625 1,548 1,394 1,394 940
Shared issued (in million)
Laba Bersih per Saham Dasar (Rupiah penuh) 230.0 320 97 129 230 283
Basic Earnings per Share (Full Amount)
Dividen Tunai per Saham (Rupiah penuh) - - 136.00 113.17 76.66
Dividend per Share (Full Amount)
Dividen Saham per Saham (Rupiah penuh) - - 204.13 - -
Dividen per Share (Full Amount)
Sekilas Neraca Akhir Tahun Balance Sheets at Year End
Total Aktiva 12.7 34,908 30,973 25,109 18,643 13,878
Total Assets
Penempatan Pada Bank Indonesia Dan Bank Lain 19.2 1,263 1,060 1,315 935 1,431
Placements at Bank Indonesia and Other Banks
Efek-Efek Dan Tagihan Lainnya (2.0) 14,832 15,130 9,409 6,425 2,700
Securities and Other Receiveables
Kredit Yang Diberikan 27.6 14,037 10,999 11,263 7,581 6,376
Loans
Simpanan Pihak Ketiga 16.6 30,031 25,756 21,977 15,534 11,464
Third Party Funds
Total Ekuitas 52.0 2,939 1,934 1,277 1,177 1,008
Total Equity
Rasio Kinerja Tertentu (%) Selected Performance Ratios (%)
Marjin Pendapatan Bunga Bersih
Net Interest Margin (NIM)
Imbal Hasil Aktiva (ROA) 2.33% 0.88% 1.25% 2.99% 3.24%
Return on Assets (ROA)
Imbal Hasil Ekuitas (ROE) 25.52% 9.10% 15.11% 31.58% 32.51%
Return on Equity (ROE)
Kredit Diberikan terhadap Total Dana Masyarakat 46.74% 42.70% 51.25% 48.80% 55.61%
Loan to Deposits Ratio (LDR)
Kredit Diklasifikasikan Bruto terhadap Total Kredit 1.53% 1.68% 1.43% 1.98% 1.54%
Non Performing Loans - Gross (NPL)
Rasio Kecukupan Modal Risiko Kredit 14.21% 15.92% 11.13% 13.53% 14.04%
Capital Adequacy Ratio (CAR) Credit Risk
Rasio Kecukupan Modal Risiko Pasar 11.84% 15.73% 11.12% - -
Capital Adequacy Ratio (CAR) Marlet Risk
Rasio Biaya terhadap Pendapatan 79.21% 92.78% 88.78% 73.74% 76.58%
Cost to Income Ratio
Karyawan dan Cabang Employees and Branches
Jumlah Cabang (Angka Penuh) 7.4 160 149 122 102 87
Number of Branches (Full Amount)
Jumlah Karyawan (Angka Penuh) 19.7 4,072 3,403 3,082 2,605 1,944
Number of Employees (Full Amount)
*) Ikhtisar keuangan tahun 2003 adalah data keuangan konsolidasi dengan PT Mega Capital Indonesia, anak perusahaan yang telah dijual pada tanggal 18 Mei 2005
Financial figures for 2003 are consolidated figures with PT Mega Capital Indonesia, a subsidiary which was sold on May 18, 2005
14
2007
2006
2007
2005
2006 2004
34,908
30,973
2005 2003*)
2,939
2004
2003*)
25,109
18,643
1,934
13,878
1,277
1,177
1,008
Total Ekuitas (dalam miliar rupiah) Total Aktiva (dalam miliar rupiah)
Total Equity (in billion rupiah) Total Assets (in billion rupiah)
2007 2007
2006
2005 2006
2005
2004 2004
30,031
14,037
2003*)
2003*)
25,756
10,999
11,263
21,977
15,534
7,581
6,376
11,464
Simpanan Pihak Ketiga (dalam miliar rupiah) Kredit Yang Diberikan (dalam miliar rupiah)
Third Party Funds (in billion rupiah) Loans (in billion rupiah)
*) Ikhtisar keuangan tahun 2003 adalah data keuangan konsolidasi dengan PT Mega Capital Indonesia, anak perusahaan yang telah dijual pada tanggal 18 Mei 2005
Financial figures for 2003 are consolidated figures with PT Mega Capital Indonesia, a subsidiary which was sold on May 18, 2005
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 15
Kal eid o s kop 2 007
2 0 07 Kal e i d o sco p e
Januari January Februari February
29 Januari 8 Februari
Peluncuran Krida Mega Pass di Mataram. Mega Peduli dengan memberikan sumbangan bagi
Launch of Krida Mega Pass in Mataram. korban banjir ke beberapa lokasi di Jakarta.
Mega Peduli (Mega Cares) provided assistance to victims
of flooding in a number of areas of Jakarta.
Mei May Juni June
4 Mei 8 Juni
Peluncuran Mega Link Protected Fund, produk Pembukaan Bank Mega Kantor Cabang Pembantu
gabungan antara simpanan dan asuransi yang Jakarta – Mega Plaza.
memberikan bunga lebih tinggi dengan asuransi Opening of Bank Mega sub branch Jakarta – Mega Plaza.
jiwa.
Launch of the Mega Link Protected Fund, a product 22 Juni
combined savings and insurance that provides higher
Kerjasama Pembiayaan Tol Waru - Surabaya
interest for life insurance.
Joint Financing for Tol Waru Project - Surabaya
9 Mei 25 Juni
Peluncuran Produk Mega Dollar berhadiah langsung Relokasi Bank Mega Kantor Cabang Pembantu
tahap IV Jakarta – Saharjo.
Launch of stage IV of the Mega Dollar product with instant
Relocation of Bank Mega sub branch Jakarta
gifts.
– Saharjo.
14 Mei
Relokasi Bank Mega Kantor Cabang Bekasi – A. Yani.
Relocation of the Bank Mega branch at Bekasi - A. Yani.
25 Mei
Pembukaan Bank Mega Kantor Cabang Pembantu
Bekasi Jababeka.
Opening of Bank Mega sub branch at Bekasi - Jababeka.
16
12 April 22 Juni 9 Juli
17 Maret 28 Maret 30 Maret
Maret March April April
17 Maret 12 April
Penandatanganan Nota Kesepahaman Bank Mega Bank Mega memperoleh Call Center Award dari
dengan Bank Syariah Mega Indonesia tentang Carre CCSL dan Majalah Marketing.
aliansi bisnis layanan perbankan. Bank Mega wins Call Center Award from Carre CCSL and
Signature of a Memorandum of Understanding between Marketing magazine.
Bank Mega and Bank Syariah Mega Indonesia on an alliance
in banking services.
18 April
Peluncuran Mega Rencana Paket Promo V, yaitu
28 Maret suatu produk tabungan dengan hadiah langsung
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar bagi nasabah yang membuka tabungan Mega
Biasa Bank Mega. Rencana.
Annual Shareholders’ General Meeting and Extraordinary Launch of Mega Rencana Paket Promo V, a savings product
General Meeting of Bank Mega. with gifts for customers who open such accounts.
30 Maret
Peresmian Taman Bermain dan Perpustakaan Bank
Mega di samping gedung Menara Bank Mega
Inauguration of Play Park and the Bank Mega Library next
to Bank Mega Tower.
Juli July Agustus August
2 Juli 9 Agustus
Relokasi Bank Mega Kantor Cabang Jakarta – Pluit. Mid Year Rapat Kerja Bank Mega.
Relocation of Bank Mega branch Jakarta – Pluit. Mid Year Business Meeting of Bank Mega.
9 Juli 20 Agustus
Pembukaan Bank Mega Kantor Cabang Jakarta Press Gathering Bank Mega.
Press Gathering Bank Mega.
– Sudirman.
Opening of Bank Mega branch Jakarta – Sudirman.
31 Agustus
Pembukaan Bank Mega Kantor Cabang Pembantu Bank Mega Peduli Pendidikan Bangsa, Rangkaian
Jakarta – Sampurna Square. Hibah 1000 Komputer di Yogyakarta.
Opening of Bank Mega sub branch Jakarta – Sampurna Bank Mega Cares for National Education; providing a gift of
Square. 1,000 computers in Yogyakarta.
12 Juli
Pembukaan Bank Mega Kantor Wilayah Makasar.
Opening of Bank Mega Makasar regional office.
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 17
Kal eid o s kop 2 007
2 0 07 Kal e i d o sco p e
September September Oktober October
4 September 2 Oktober
Edukasi Perbankan di SMA Al Azhar 3 Kebayoran Customer Gathering di Pontianak.
Baru – Jakarta Selatan. Customer Gathering, Pontianak.
Banking Education at the Al Azhar 3 Senior High School,
Kebayoran Baru – South Jakarta. 3 Oktober
Customer Gathering di Jakarta.
11 September Customer Gathering, Jakarta.
Donor Darah karyawan Bank Mega.
Blood donations by employees of Bank Mega. 4 Oktober
Customer Gathering di Jambi.
18 September Customer Gathering, Jambi
Customer Gathering di Jakarta.
Customer Gathering, Jakarta. 5 Oktober
Pembukaan Bank Mega Kantor Cabang Pembantu
20 September Jakarta – Universitas Tarumanegara.
Opening of Bank Mega sub branch Jakarta – University of
Customer Gathering di Pekanbaru. Tarumanegara.
Customer Gathering, Pekanbaru.
9 Oktober
24 September
Mega Berbagi, pemberian bantuan sembako kepada
Customer Gathering di Bandung
Customer Gathering, Bandung.
masyarakat kurang beruntung dan yatim piatu
di lingkungan sekitar Kantor Pusat dan seluruh
26 September Cabang di Indonesia dalam memperingat Hari Raya
Customer Gathering di Surabaya. Idul Fitri.
Mega Berbagi: provision of basic food aid to poor people
Customer Gathering, Surabaya.
and orphans in the area around the bank’s headquarters
and all branches across Indonesia in celebration of Idul
27 September Fitri.
Customer Gathering di Malang.
Customer Gathering, Malang.
23 Oktober
Customer Gathering di Yogyakarta.
28 September Customer Gathering, Yogyakarta.
Customer Gathering di Kediri.
Customer Gathering, Kediri.
25 Oktober
Customer Gathering di Makasar.
Customer Gathering, Makasar.
29 Oktober
Sumbangan bagi pengungsi korban Gunung Kelud.
Donations for evacuees from eruption of Gunung Kelud.
30 Oktober
Customer Gathering di Lampung.
Customer Gathering, Lampung.
31 Oktober
Due Diligence Meeting & Public Expose Penawaran
Umum Obligasi Subordinasi Bank Mega Tahun 2007.
Due Diligence Meeting & Public Expose of Public Offering
of Subordinate Obligations of Bank Mega, 2007.
18
8 November 19 November 13 Desember
11 September 18 September 31 Oktober
November November Desember December
2 November 3 Desember
Customer Gathering di Banjarmasin. Pembukaan Bank Mega Kantor Cabang Purwakarta.
Customer Gathering, Banjarmasin. Opening of Bank Mega branch Purwakarta.
5 November 4 Desember
Edukasi Perbankan SMP Lab School Kebayoran Baru Peluncuran Teknologi EMV (Euro Master Visa) Kartu
di Kantor Pusat Bank Mega. Kredit Mega Visa.
Banking Education for junior high school students Lab Launch of EMV (Euro Master Visa) technology for Mega
School Kebayoran Baru at Bank Mega. Visa credit cards.
5 Desember
6 November
Pembukaan Bank Mega Kantor Cabang Bojonegoro.
Customer Gathering di Samarinda. Opening of Bank Mega branch Bojonegoro.
Customer Gathering, Samarinda.
6 Desember
8 November Pembukaan Bank Mega Kantor Cabang Garut.
Bank Mega Peduli Pendidikan Bangsa, Rangkaian Opening of Bank Mega branch Garut.
Hibah 1000 Komputer di Universitas Islam Bandung.
Bank Mega Cares for National Education, gift of 1,000 7 Desember
computers to Islamic University, Bandung. Pembukaan Bank Mega Kantor Cabang Pembantu
Jakarta – CBD Pluit.
9 November Opening of Bank Mega sub branch Jakarta – CBD Pluit.
Pembukaan Bank Mega Kantor Cabang Pembantu
Pati. 10 Desember
Opening of Bank Mega sub branch Pati. Pembukaan Bank Mega Kantor Cabang Pembantu
Denpasar – Seminyak.
Customer Gathering di Medan. Opening of Bank Mega sub branch Denpasar – Seminyak.
Customer Gathering, Medan.
13 Desember
13 November Komisaris Utama Bank Mega Chairul Tanjung
Customer Gathering di Palembang. Mendapatkan Penghargaan Marketer Of The Year
Customer Gathering, Palembang. dari MarkPlus.
Chairul Tanjung, President Commissioner of Bank Mega
awarded as Marketer of The Year from MarkPlus.
16 November
Pembukaan Bank Mega Kantor Wilayah Medan. 19 Desember
Opening of Bank Mega Medan regional office.
Pembukaan Bank Mega Kantor Cabang Pembantu
Customer Gathering di Denpasar. Jakarta – Pantai Indah Kapuk.
Opening of Bank Mega sub branch Jakarta – Pantai Indah
Customer Gathering, Denpasar.
Kapuk.
19 November 27 Desember
Public Expose Bank Mega. Pembukaan Bank Mega Kantor Cabang Pembantu
Public Expose Bank Mega.
Klaten.
Opening of Bank Mega sub branch Klaten.
28 Desember
Pembukaan Bank Mega Kantor Cabang Pembantu
Medan – Pulo Brayan
Opening of Bank Mega sub branch Medan – Pulo Brayan.
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 19
L apo ra n Ko m i s a ris U t a ma
P re s id e n t Co mmi ssi o n e r ’s Report
Kondisi perekonomian nasional yang kondusif pada tahun 2007,
dengan tingkat inflasi yang relatif rendah dan menguatnya nilai tukar
Rupiah terhadap Dollar Amerika, telah menciptakan suatu momentum
positif bagi kinerja Bank Mega. Di samping itu, peningkatan Indeks
Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia secara signifikan juga telah
membuktikan bertambahnya tingkat kepercayaan investor asing terhadap
iklim pasar di Indonesia. Satu hal yang juga perlu dicatat adalah
indikator-indikator makro ekonomi lainnya juga menunjukkan kondisi
yang baik untuk mendukung pertumbuhan perekonomian.
20
National economic conditions developed
positive momentum during 2007, creating
conditions that produced positive benefits for
Bank Mega. Inflation was relatively low and the
Rp
521,0
Rupiah strengthened against the US Dollar. miliar
The Composite Index at the Indonesia Stock Laba Bank Mega
Exchange rose strongly throughout the year meningkat hampir
in evidence of increasing confidence in the 3x lipat dari
Indonesian market among foreign investors. tahun 2006
Macroeconomic statistics also provided
evidence of sound conditions to support
continuing economic growth
Kondisi tersebut telah meningkatkan These conditions provided optimism for
optimisme Perusahaaan untuk terus dapat positive future development for Bank Mega,
mengembangkan Bank Mega, yang telah which has achieved an improvement in brand
memiliki brand awareness dan product awareness and is now moving to improve
awareness, dan memacu laju pertumbuhan product awareness in order to create a cycle
Bank Mega diatas rata-rata pertumbuhan of growth above the average level for the
sektor perbankan umumnya, sehingga banking sector in order to develop its scale of
pengembangan Bank Mega di bidang operations within a short period of time.
operasional dapat dicapai dalam waktu yang
tidak terlalu lama. The Board of Commissioners is happy to
report that Management successfully steered
Dengan penuh rasa bangga, dapat saya Bank Mega through a major paradigm shift
sampaikan bahwa pada tahun 2007, in 2007. The contract management that was
Manajemen Bank Mega telah berhasil introduced at all branches brought a significant
memperoleh kesuksesan dalam kinerja improvement in performance. A number of
Perusahaan melalui suatu perubahan branches demonstrated profits above set
paradigma. Sistem kontrak manajemen yang target levels. In line with this contractual
diterapkan di seluruh cabang telah membawa system, a proportion of additional profits
peningkatan kinerja secara signifikan. was provided as a bonus for branches that
Beberapa kantor cabang berhasil membukukan overachieved their targets.
pencapaian laba lebih dari target yang
ditetapkan. Sesuai dengan skema kontrak, Inspiring Forces
maka kelebihan dari target yang ditetapkan The successful performance achieved by Bank
dibagikan sebagai bonus untuk cabang yang
Mega represents the result of synergy between
mencapai laba diatas target melalui formula
all organizational units of the Company,
tertentu.
which worked strongly side by side to achieve
or to surpass targets set by the Company.
Inspiring Forces This achievement will support Bank Mega in
Kesuksesan kinerja yang diraih Bank Mega becoming a Bank capable of offering improved
tersebut merupakan hasil suatu sinergi dari products and services and with the potential
seluruh unsur organisasi perusahaan yang telah for rapid growth. It is hoped that this result will
saling bahu membahu dan bekerja keras dalam provide inspiration for steps of the Company in
mencapai bahkan melewati target yang telah the future.
ditetapkan Perusahaan. Keberhasilan ini akan
dapat mendukung Bank Mega menjadi suatu
Bank yang mampu menawarkan produk dan
pelayanan yang lebih baik dan memiliki potensi
pertumbuhan yang tinggi. Hasil pencapaian
ini diharapkan akan memberikan inspirasi bagi
langkah Perusahaan di masa depan.
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 21
Laporan Komisaris Utama
President Commissioner’s Report
Perubahan Strategi Change in Strategy
Kami sangat mendukung langkah manajemen The Board of Commissioners strongly supports
Bank Mega untuk melakukan perubahan the Management of Bank Mega in introducing
strategi dalam mengelola perusahaan yaitu strategic changes in the management of the
menetapkan objektif, baik target keuangan
Company such as establishing objectives
maupun non keuangan yang ingin dicapai
either in the form of financial and non-financial
pada tahun 2007. Dari sisi bisnis pembiayaan,
Bank Mega menetapkan target secara targets for 2007. From the aspect of business
agresif pada seluruh segmen, yaitu korporasi, credits, Bank Mega set aggressive targets in
komersial dan konsumer. Untuk itu, Perusahaan all areas, that is corporate, commercial and
juga mengambil langkah terkait perubahan consumer. The Company also took associated
organisasi serta memperkenalkan produk- organizational steps and introduced new
produk baru, termasuk warehouse financing products, including warehouse financing
dan asset-based financing. Industri yang and asset-based financing. Industries that
termasuk dalam fokus pembiayaan ini adalah
were included in these credit programs were
infrastruktur, perkebunan dan transportasi.
infrastructure, plantations and transportation.
Pada akhir tahun, Bank Mega berhasil mencatat
kenaikan laba sebesar 243,3 % atau hampir At the end of the year, Bank Mega achieved
tiga kali lipat dibanding tahun sebelumnya. an improvement in profit of 243.3%
Kompetisi dengan bank asing berskala or almost three times that of the year
internasional merupakan kendala yang perlu before. Competition with major foreign
diperhitungkan dalam usaha mempertahankan banks represents a challege that requires
tingkat pertumbuhan yang telah dicapai oleh consideration in maintaining the level of growth
Bank Mega.
that has been achieved by Bank Mega.
Perusahaan berhasil memperoleh pencapaian
laba tersebut melalui efisiensi biaya atas The Company achieved the level of profit by
pendanaan dari sebesar 10,4% pada tahun means of credit dispersion efficiency from
2006 menjadi 6,9% pada tahun 2007. 10.4% in 2006 to 6.9% in 2007. This reduction
Penurunan sebesar 3,5% itu lebih baik dari of 3.5% outperformed the reduction in the
penurunan tingkat bunga Sertifikat Bank level of interest for Bank Indonesia Certificates
Indonesia yang tercatat sebesar 2,25%, dari of 2.25%, from 10.25% to 8% during the year.
10,25% menjadi 8% dalam tahun tersebut. Other endeavors also reduced the cost of
Usaha lain yang ditempuh guna menurunkan
funds, with the Company achieving a shift of
biaya pendanaan adalah keberhasilan
43.6% of high-cost funds to low-cost funds
Perusahaan dalam menggeser 43,6% komposisi
dana mahal menjadi dana murah dengan with a lower level of interest.
tingkat suku bunga yang lebih rendah.
Growth in credit card operations also
Pertumbuhan kartu kredit juga meningkat demonstrated extraordinary growth of 110.3%
dengan jumlah peningkatan yang luar biasa, to 315,000 cards issued by the end of 2007.
tumbuh sebesar 110,3% menjadi 315 ribu kartu Outstanding credit card loans grew by 94.7%
pada Desember 2007. Sedangkan untuk from Rp 311.2 billion at December 2006 to
outstanding kartu kredit tumbuh sebesar
Rp 605.9 billion at December 2007. This was
94,7%, dari sebesar Rp 311,2 miliar pada
achieved by the implementation of interesting
Desember 2006, menjadi Rp 605,9 miliar pada
Desember 2007. Hal ini dapat tercapai berkat programs and a high quality of service. Bank
program-program yang menarik serta kualitas Mega credit cards have become a normal
pelayanan yang handal. Kartu kredit Bank Mega part of the daily life of many Indonesians,
sudah menjadi produk yang umum digunakan encouraging the Company to further utilize the
oleh masyarakat sehingga Perusahaan perlu change in lifestyle to more optimal ends. The
memanfaatkan perubahan gaya hidup ini majority ownership by the Para Group of PT
lebih optimal lagi. Kepemilikan mayoritas Mahagaya with its 15 licenses for fashion brands
Para Group di PT Mahagaya yang memegang
and ownership of the travel companies Anta
lisensi atas 15 merek fashion ternama dan
Tour and Vaya Tour have created a synergy to
kepemilikan di perusahaan perjalanan Anta
Tour dan Vaya Tour telah membentuk sinergi assist growth in the credit card business by
22
dalam meningkatkan bisnis kartu kredit terkait way of the launch of new programs. We are
program-program baru yang diluncurkan. Kami optimisticthat Bank Mega’s credit card business
optimis, bisnis kartu kredit Bank Mega akan will continue to grow significantly.
tumbuh dengan sangat signifikan.
By the end of 2007, Bank Mega possessed
Bank Mega yang pada akhir tahun 2007 telah
a network of 160 branches and will open a
memiliki 160 cabang akan membuka 18 cabang
lainnya pada awal tahun 2008 dari total further 18 branches at the beginning of 2008,
penambahan 72 cabang yang direncanakan. as part of a program of adding 72 branches
Selanjutnya, Bank Mega akan fokus pada during the year. Bank Mega will then focus on
konsolidasi sebelum meningkatkan lagi jumlah consolidation before raising the number of its
cabangnya menjadi 250 pada tahun 2009 branches to 250 in 2009 and opening branches
termasuk pembukaan cabang di luar negeri. overseas.
Pada tahun 2008, Bank Mega mentargetkan
In 2008, Bank Mega targets an increase in
peningkatan anggaran SDM sebesar 32% yang
its human resources budget of 32% in order
dialokasikan untuk peningkatan jumlah dan gaji
karyawan. Dewan Komisaris beserta Dewan to improve the number of and the wages of
Direksi percaya bahwa kesejahteraan karyawan employees. The Board of Commissioners and
dapat meningkatkan kinerja Perusahaan. the Board of Directors believe that employee
Kenaikan gaji ini akan berlaku efektif mulai welfare can produce benefits for performance
bulan April 2008 dan penghargaan ini at the Company. Pay rises will become effective
diharapkan akan mendorong para karyawan beginning in April 2008 and this recognition
untuk dapat terus berprestasi dengan lebih is hoped to further encourage employees to
baik lagi.
continue to improve their performance.
Customer service is a vital part of the Bank
Pelayanan nasabah memiliki peran penting bagi
keberhasilan Bank Mega. Penerapan metode Mega recipe for success. Our move to a full-
full-service telah memberikan kontribusi dalam service bank provides additional branch
peningkatan laba yang diperoleh cabang income and during 2008 training will intensify
dan diharapkan akan lebih meningkat lagi to improve capacities in this area. Appropriate
sejalan dengan beberapa pelatihan yang funding will be made available for training
akan diberikan di tahun 2008. Anggaran programs that will not be conducted only in
yang memadai akan dialokasikan terkait Indonesia but also overseas in countries with
pengembangan ini mengingat pelatihan-
advanced technology in Treasury services. The
pelatihan tidak hanya dilakukan di dalam negeri
Company will provide the opportunity for this
akan tetapi juga di luar negeri terutama untuk
pelatihan bidang Treasury dengan teknologi training to employees with more than five years
canggih. Perusahaan memberikan kesempatan of service.
pelatihan ini bagi karyawan dengan masa kerja
minimal lima tahun. Significant progress in Operations and IT will
be further developed to reduce the level of
Keberhasilan peningkatkan kualitas TI dan problems that have the capacity to disturb
Operasional akan terus dikembangkan lagi business operations, both at branch level or at
oleh Bank Mega untuk meminimalkan masalah-
head office. The Company has set targets for a
masalah yang dapat mengganggu jalannya
significant reduction in the level of breakdowns
usaha, baik di tingkat cabang maupun di kantor
pusat. Perusahaan menargetkan penurunan in ATM networks during 2008.
signifikan pada kerusakan jaringan ATM di
tahun 2008. In the long run, business sizing is an important
key to improving the size of our assets, with
Business sizing dalam jangka panjang emphasis on quantity, quality and price. The
memegang peranan penting terkait initial aspect is to achieve 90% third-party
peningkatan jumlah asset yang berfokus pada funds, with achievement of quality of long-
jumlah, kualitas dan nilai. Aspek pertama yaitu
term funding the second aspect in creating
perolehan dana pihak ketiga, ditargetkan
improved performance. The last aspect, value,
mencapai sebesar 90%, kualitas pendanaan
dengan jangka panjang, sebagai aspek
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 23
Laporan Komisaris Utama
President Commissioner’s Report
Nama Saham %
PT. Mega Corpora (d/h PT. Para Global Investindo) 897.562.265 55,22
Masyarakat (kepemilikan <5%) 727.880.923 44,78
Total 1.625.443.188 100,00
Komposisi Pemegang Saham per 31 Desember 2007
Shareholders Composition per 31 December 2007
kedua, diharapkan akan meningkatkan kinerja is targeted as the major key to our funding
Perusahaan sedangkan aspek terakhir yaitu solutions. Net Interest Margins (NIM) have
nilai, ditargetkan akan menjadi kunci utama already been improved and can be further
bagi solusi pendanaan. Peningkatan Net strengthened if the Company is able to reduce
Interest Margin (NIM) yang telah dicapai akan
the cost of loan funds to third parties without
dapat lebih ditingkatkan lagi jika Perusahaan
reducing competitiveness. Many cooperation
dapat menekan biaya pinjaman yang diberikan
kepada pihak ketiga, tanpa harus menurunkan programs with Mega Life and Mega Capital
kemampuan daya saing. Program-progam have resulted in a reduction in the cost of
kerjasama antara Mega Life dengan Mega funds.
Capital telah berhasilkan menurunkan biaya
pendanaan. In summary, 2008 is expected to be another
year of extraordinary growth, with the opening
Kesimpulannya, dengan target pembukaan of the bank’s first overseas branches and the
cabang pertama di luar negeri dan 250 kantor
expansion of the branch to reach 250 by the
cabang pada akhir tahun 2009, Perusahaan
end of 2009. Assets will also be increased
berharap dapat mempertahankan laju
pertumbuhan yang luar biasa pada tahun 2008, during 2008 to reach Rp 40.0 trillion, while
dengan jumlah total Asset sebesar Rp 40,0 credit disbursement will increase as quickly
triliun disertai penyaluran kredit yang efisien as possible while maintaining a high quality of
dan menjaga kualitas pinjaman dengan efektif. loans.
Jumlah kredit yang akan disalurkan tersebut Credit disbursements are planned to reach no
direncanakan berjumlah di atas Rp 19,5 Triliun, less than Rp. 19.5 trillion compared to only Rp
jauh lebih tinggi dibandingkan Rp 14,0 Triliun
14.0 trillion at the end of 2007. Efforts will also
yang disalurkan selama tahun 2007. Beberapa
be taken to achieve more than 50 products
usaha juga akan ditempuh guna menciptakan
lebih dari 50 produk program gabungan for joint programs, with the contribution of
dengan 20% tingkat turnover yang disumbang credit card services rising to 20% of turnover.
oleh kartu kredit. Selanjutnya, Perusahaan akan To increase the level of service to customers,
terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada breakdowns in ATMs will be minimized and an
nasabah, meminimalisir tingkat kerusakan ATM additional 150 machines will be installed.
dan menambah 150 mesin baru.
Changes to Leadership and Holding
Pergantian Pengurus dan Perusahaan Company
Induk We take this opportunity to announce that
Pada kesempatan yang baik ini kami based on the Annual Shareholder’s General
sampaikan bahwa berdasarkan Rapat Umum Meeting and Extraordinary General Meeting of
Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa
28 March 2007, Bank Mega made changes to
pada tanggal 28 Maret 2007, Bank Mega
its leadership by appointing Mr. J.B. Kendarto
melakukan perubahan Susunan Pengurus,
yaitu mengangkat Sdr. J. B. Kendarto sebagai as a Director of the Company, in place of Mr.
Direktur Perseroan menggantikan Sdr. Beny Beny Witjaksono, who was appointed President
Witjaksono. Selanjutnya Sdr. Beny Witjaksono Director of Bank Mega Syariah Indonesia, a
diangkat sebagai Direktur Utama Bank Syariah sister company of Bank Mega.
Mega Indonesia yang merupakan sister
company Bank Mega.
24
Berdasarkan SK Menteri Hukum & HAM Nomor: Based on Decree of the Minister for Justice
W7-04909 HT.01.04-TH.2007 tanggal 02 Mei and Human Rights No. W7-04909 HT.01.04-
2007, tentang Persetujuan Akta Perubahan TH.2007 of 2 May 2007 on Approval of
Anggaran Dasar Perseroan Terbatas telah Changes in the Rules of Incorporation of
dilakukan perubahan nama PT. Para Inti
Limited Liability Companies, the name of the
Holdindo yang merupakan perusahaan
holding company of PT Bank Mega Tbk was
induk PT Bank Mega Tbk menjadi PT. CT
Corpora. Selanjutnya berdasarkan SK Menteri changed from PT. Para Inti Holdindo to become
Hukum & HAM Nomor: C-03043 HT.01.04- PT. CT Corpora. Then, based on Decree of the
TH.2007 tanggal 13 Nopember 2007, tentang Minister for Justice and Human Rights No.
Persetujuan Akta Perubahan Anggaran Dasar C-03043 HT.01.04-TH.2007 of 13 November
Perseroan telah dilakukan perubahan nama 2007 on Approval of Changes in the Rules
PT. Para Global Investindo selaku pemegang of Incorporation of a Company, the name PT.
saham PT. Bank Mega Tbk. sebesar 55,22% Para Global Investindo, the holder of 55.22% of
menjadi PT. Mega Corpora. Adapun komposisi
shares in Bank Mega was changed to PT. Mega
pemegang saham PT. Mega Corpora adalah :
Corpora. The composition of shareholders in
a. PT. CT Corpora 99,99 %
b. PT. Para Rekan Investama 00,01 %. PT. Mega Corpora is as follows:
a. PT. CT Corpora 99,99 %
Komite-Komite b. PT. Para Rekan Investama 00,01 %.
Dalam melakukan pengawasan atas jalannya
perusahaan Komisaris Bank Mega dibantu oleh Committees
Komite Audit, Komite Pemantau Risiko dan In performing oversight of the performance of
Komite Remunerasi & Nominasi. the company, the Commissioners of Bank Mega
are assisted by the Audit Committee, the Risk
Komite Audit Bank Mega telah bertugas Monitoring Committee and the Remuneration
dengan baik diantaranya memastikan
and Nomination Committee.
bahwa laporan keuangan perusahaan yang
dipublikasikan telah memenuhi ketentuan-
ketentuan, risiko usaha telah dikelola The Audit Committee of Bank Maga has
dengan baik dan sistem pengendalian intern performed satisfactorily, including by ensuring
dilaksanakan dengan memadai, aktivitas usaha that published financial reports of the company
telah dilaksanakan dengan memperhatikan fulfill all requirements, that business risk has
etika dan telah sesuai dengan peraturan yang been managed well, the system of internal
berlaku dan melakukan penelaahan tingkat control has been performed in a satisfactory
kepatuhan perusahaan terhadap peraturan manner and that business operations have
perundang-undangan di bidang perbankan
been conducted in an ethical manner and in
dan pasar modal serta peraturan perundang-
conformance to prevailing regulations. It has
undangan lainnya yang berhubungan dengan
kegiatan perusahaan. inspected the level of conformance to laws
and regulations in the banking sector, the
Sementara itu Komite Pemantau Risiko capital markets and other laws and regulations
Bank Mega juga telah melakukan tugas dan governing the operations of the company.
tanggung jawabnya antara lain memberikan
pendapat dan rekomendasi kepada Dewan Meanwhile the Risk Monitoring Committee
Komisaris mengenai Kebijakan Manajemen of Bank Mega performed its duties and
Risiko dan pelaksanaanya, mengidentifikasi
responsibilities through steps include the
hal-hal yang memerlukan perhatian Dewan
provision of advice and recommendations
Komisaris sehubungan dengan pelaksanaan
manajemen risiko, melakukan penelaahan atas to the Board of Commissioners concerning
kualitas informasi Risk Profile Report yang Risk Management Policy and its operation,
telah disampaikan kepada Bank Indonesia dan identified issues that require the attention
melakukaan penelaahan atas berfungsinya of the Board of Commissioners involving the
manajemen risiko pada Bank Mega implementation of risk management, judged
the quality of information in the Risk Profile
Report delivered to Bank Indonesia as well as
the function of risk management at Bank Mega.
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 25
Laporan Komisaris Utama
President Commissioner’s Report
Komite Remunerasi dan Nominasi telah The Remuneration and Nomination Committee
berfungsi dengan baik dalam membantu has performed satisfactorily in assisting the
Dewan Komisaris melakukan pemantauan Board of Commissioners in evaluation of
terhadap Kebijakan Remunerasi dan Nominasi Remuneration and Nomination Policy as well
serta tugas-tugas utama lainnya diantaranya
as other main functions including evaluation of
melakukan evaluasi terhadap kebijakan
remuneration policy.
remunerasi.
Penutup Conclusion
Atas nama Dewan Komisaris, saya ingin On behalf of the Board of Commissioners,
menyampaikan rasa terima kasih serta I wish to express thanks and the highest
penghargaan setinggi-tingginya kepada Direksi appreciation to the Directors and all employees
dan seluruh karyawan atas usaha dan kerja for their efforts and hard work throughout
kerasnya selama tahun 2007 sehingga kinerja 2007, which has produced a significant
usaha Bank Mega mengalami peningkatan improvement in performance. Thanks are also
yang cukup signifikan. Ucapan terima kasih due to our business partners, customers and
tidak lupa kami sampaikan kepada mitra
the banking authority for their continuing
usaha, nasabah dan otoritas perbankan atas
support. We trust that all working units of Bank
dukungannya selama ini. Kami berharap
kepada seluruh unit kerja di Bank Mega untuk Mega will maintain the spirit of cooperation
dapat terus mempertahankan kerjasama dalam in efforts to meet targets in the future. May
upaya mewujudkan target-target di masa Almighty God always provide his blessing to all
datang. Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu of us. It is with confidence that we can see that
melimpahkan rahmat dan karunia-Nya untuk our hard work through 2008 will produce even
kita semua. Dengan keyakinan, optimisme dan better results for the advancement of us all and
kerja keras kita sambut tahun 2008 dengan the nation of Indonesia. Amen.
hasil yang lebih maksimal untuk kemajuan kita
semua dan bangsa Indonesia. Amin.
On behalf of the Board of Commissioners,
Atas nama Dewan Komisaris,
Chairul Tanjung
Komisaris Utama
President Commissioner
26
D ewan Ko m i s ar i s
B o a rd o f Co mmi ssi o n e r s
1 2
3
1. Chairul Tanjung
Komisaris Utama President Commisioner
2. Achjadi Ranuwisastra
Komisaris Independen Independent Commisioner
3. Rachmat Maulana
Komisaris Independen Independent Commisioner
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 27
L apo ra n D i re kt u r U t a ma
P re s id e nt Di re cto r ’s Re port
Dengan bangga saya sampaikan bahwa kinerja usaha Bank Mega selama
tahun 2007 telah menunjukkan peningkatan yang baik dan signifikan
dalam berbagai aspek usahanya. Ini merupakan kinerja terbaik sepanjang
sejarah Bank Mega. Perusahaan tidak hanya menciptakan rekor terbaik
dalam hal kinerja keuangan, tetapi juga keberhasilan atas implementasi
strategi perusahaan yang mulai dilaksanakan pada awal tahun 2007 dan
akan menjadi landasan yang sangat kokoh untuk melangkah pada tahun-
tahun mendatang.
28
I am proud to be able to state that the
performance of Bank Mega through 2007
produced strong and significant improvement
in every aspect of operations. This represents
the best performance in the history of Bank
Mega. The Company not only set a new
Rp
30,0
record in its financial performance, but also triliun
successfully implemented a corporate strategy pencapaian Dana
first introduced at the beginning of 2007 and Pihak Ketiga
which will become a strong foundation for
progress in years to come.
Bank Mega melakukan kebijakan dan langkah- Bank Mega implemented the policies and
langkah transformasi dalam strategi usaha steps toward transformation in its business
sebagai antisipasi atas kinerja Bank Mega yang strategy in view of what was seen as a less than
masih belum maksimal pada tahun 2006. Hal maximum result in 2006. This was caused by a
ini merupakan akibat terjadinya gejolak dalam downturn in the Indonesian economy because
perekonomian Indonesia sebagai dampak dari
of the rise in prices of fuels toward the end of
kenaikan harga bahan bakar minyak pada akhir
2005. Based on this experience, Bank Mega
tahun 2005. Atas dasar tersebut, Bank Mega
mengambil langkah bijaksana untuk menelaah resolved to introduce a policy of repositioning
kembali arah yang paling tepat bagi Bank Mega to the most appropriate stance for the bank in
untuk tahun 2007. 2007.
Kinerja Usaha Business Performance
Usaha dan kerja kerja keras seluruh insan Bank The efforts and hard work of all elements of
Mega selama kurun waktu 2007, membawa Bank Mega throughout 2007 allowed Bank
Bank Mega mencatat keberhasilan atas strategi Mega to record strong achievement as a result
yang telah dijalankan. Laba bersih mencatat of the policies implemented. Net income saw
pertumbuhan yang sangat signifikan, yaitu extremely significant growth, nearly three
mencapai hampir tiga kali lipat atau sebesar times higher or 243.3% up from Rp 152.0
243,3 %, dari sebesar Rp 152,0 miliar pada
billion at December 2006 to Rp 521.0 billion
Desember 2006 menjadi sebesar Rp 521,0
at December 2007. Assets grew by 12.7%,
miliar pada Desember 2007. Pertumbuhan
asset sebesar 12,7 % juga berhasil diraih oleh representing another achievement for Bank
Bank Mega dari sebesar Rp 31,0 Triliun pada Mega, up from Rp 31.0 trillion at December
Desember 2006 menjadi Rp 35,0 Triliun pada 2006 to Rp 35.0 trillion at December 2007.
Desember 2007. Pertumbuhan asset ini juga Asset growth was accompanied by an
diikuti oleh perbaikan dari sisi kualitasnya, improvement in quality, a concrete result of the
hasil nyata dari kebijakan reprofiling kredit introduction of credit and funding reprofiling
dan pendanaan yang berhasil dijalankan. Dana policy. Third-party funds rose by 16.6% from
Pihak Ketiga yang berhasil dihimpun meningkat Rp 25.8 trillion at December 2006 to Rp 30.0
sebesar 16,6 % dari sebesar Rp 25,8 Triliun pada trillion at December 2007. Bank Mega recorded
Desember 2006 menjadi Rp 30,0 Triliun pada
a rise in credit dispersion of 27.6% from Rp 11.0
Desember 2007. Dari sisi kredit, Bank Mega
trillion at December 2006 to Rp 14.0 trillion at
mencatat pertumbuhan sebesar 27,6 % dari
sebesar Rp 11,0 Triliun pada Desember 2006 December 2007.
menjadi Rp 14,0 Triliun pada Desember 2007.
Growth in credit dispersion per segment
Pertumbuhan kredit per segmen juga was also positive. Credit dispersed to SMEs
menggembirakan, Kredit SME tercatat saw the greatest rise of 120.7% from Rp 1.0
mengalami peningkatan yang terbesar, trillion at December 2006 to Rp 2.1 trillion
meningkat sebesar 120,7%, dari sebesar Rp 1,0 at December 2007. Corporate credits grew
triliun pada Desember 2006, menjadi Rp 2,1 by 68.1% from Rp 3.9 trillion at December
triliun pada Desember 2007. Kredit korporasi
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 29
Laporan Direktur Utama
President Director’s Report
meningkat sebesar 68,1%, dari Rp 3,9 triliun 2006 to Rp 6.5 trillion at December 2007.
pada Desember 2006 menjadi Rp 6,5 triliun Direct consumer credit also rose significantly,
pada Desember 2007. Kredit konsumer up 117.1% from Rp 622.9 billion at December
langsung meningkat signifikan sebesar 177,1%, 2006 to Rp 1.7 trillion at December 2007. In
dari Rp 622,9 miliar pada Desember 2006, line with the reprofiling strategy, there was
menjadi Rp 1,7 triliun pada Desember 2007.
a reduction of 34.0% in indirect consumer
Sejalan dengan strategi reprofiling, kredit
credit (MOJF), or motor vehicle ownership
konsumer tidak langsung (MOJF) yaitu Kredit
Pemilikan Kendaraan Bermotor bekerjasama programs in association with multi-finance
dengan perusahaan multi finance telah berhasil companies, from Rp 5.6 trillion at December
kami turunkan sebesar 34,0% dari sebesar 2006 to Rp 3.7 trillion at December 2007.
Rp 5,6 triliun pada Desember 2006 menjadi This was conducted in line with the endeavor
Rp 3,7 triliun pada Desember 2007. Upaya to balance the level of risk and continuity
dilakukan dalam rangka menyeimbangkan of revenue sources that earlier were heavily
tingkat risiko dan kesinambungan sumber concentrated in one area. Implementation of
pendapatan yang sebelumnya terkonsentrasi the reprofiling strategy achieved a significant
pada satu sektor. Strategi reprofiling yang shift in the composition of credit. At December
dijalankan telah berhasil merubah komposisi
2006 the ratio of Non-MOJF credit and MOJF
kredit secara signifikan. Pada bulan Desember
was 49.5% : 50.5%; while at December 2007
2006, komposisi kredit Non MOJF dan MOJF
adalah 49,5% : 50,5%; sedangkan pada the ratio had become 73.7% : 26.3%. Bank
Desember 2007 perbandingannya berubah Mega also achieved reprofiling in overall credit
menjadi 73,7% : 26,3%. Bank Mega juga telah disbursements to create a better balance in
berhasil dalam melakukan reprofiling pada corporate, commercial and consumer credit.
segmentasi kredit yaitu menyeimbangkan The proportion of consumer credit, 56.1% of
antara kredit segmen korporasi, komersial total disbursements at December 2006, was
dan konsumer. Penyaluran kredit yang semula reduced to 38.6% at the end of December
didominasi oleh kredit konsumer, yang 2007, while the proportion of credit disbursed
mencapai 56,1% pada Desember 2006, turun in corporate loans rose from 35.1% at December
menjadi hanya sebesar 38,6%, sementara
2006 to 46.2% at December 2007. The level
komposisi kredit segmen korporasi dari 35,1%
pada Desember 2006 menjadi 46,2% pada of credit for the SME sector rose from 9.0% at
Desember 2007, sedangkan kredit segmen December 2006 to 15.2% at December 2007.
SME meningkat dari 9,0% pada Desember
2006 menjadi 15,2% pada Desember 2007. There was positive growth in credit card
operations through 2007 with a remarkable
Perkembangan kartu kredit selama tahun rise of 110.3% in issued cards from 150.1
2007 menunjukkan hasil yang positif dimana thousand at December 2006 to 315.7 thousand.
mengalami peningkatan yang luar biasa dari Outstanding credit card loans rose by 94.7%
150,1 ribu kartu pada bulan Desember 2006, from Rp 311.2 billion at December 2006 to Rp
tumbuh 110,3% menjadi lebih dari 315,7 ribu
605.9 billion at December 2007.
kartu. Sedangkan untuk outstanding kartu
kredit tumbuh sebesar 94,7% dari sebesar
30
177,1%
Pertumbuhan Kredit
Konsumer Langsung
110,3%
Peningkatan Jumlah Kartu
yang signifikan kredit di tahun 2007
Rp 311,2 miliar pada Desember 2006, menjadi In the area of funding, the company also
Rp 605,9 miliar pada Desember 2007. implemented a policy of reprofiling by means
of improvement in the composition of third-
Dalam bidang pendanaan, perusahaan juga party funds, which earlier were dominated by
menjalankan kebijakan reprofiling melalui high-cost funds (term deposits) to an improved
perbaikan komposisi dana pihak ketiga, yang
balance with low-cost funds (demand deposits
semula didominasi oleh dana mahal (deposito)
and savings accounts). The ratio of demand
berubah menjadi seimbang dengan dana
murah (giro dan tabungan). Komposisi giro deposits and savings accounts to term deposits
dan tabungan dibandingkan deposito pada at December 2006 was 25.8% : 74.2%, while
Desember 2006 adalah 25,8% : 74,2%, dan after reprofiling it became 43.7% : 56.3% at
terus menunjukkan perbaikan pada Desember December 2007. This achievement was mainly
2007 dengan perbandingan yang mencapai the result of Bank Mega’s success in marketing
43,7% : 56,3%. Pencapaian ini terutama demand deposits savings, and structured
didorong oleh keberhasilan Bank Mega dalam products attractive to customers such as Mega
memasarkan produk-produk giro dan tabungan Rencana, Mega Absolut, Mega Optima and
yang menarik bagi nasabah seperti Mega other special products that contributed to the
Rencana, Mega Absolut, Mega Ultima, Mega
increase in profit through the reduction in cost
Optima dan produk unggulan lainnya dan pada
of funds.
akhirnya meningkatkan perolehan laba melalui
penurunan biaya dana.
The success in reprofiling can also be seen
Keberhasilan kebijakan reprofiling ini dapat from the significant rise in demand deposits of
juga dilihat dari pertumbuhan signifikan 104.4% from Rp 3.3 trillion at December 2006
yang dicapai Giro, yaitu sebesar 104,4%, dari to Rp 6.8 trillion at December 2007, well above
sebesar Rp 3,3 triliun pada Desember 2006, the growth in demand deposits in the banking
menjadi Rp 6,8 triliun pada Desember 2007. sector as a whole at December 2007 of 20%.
Pertumbuhan giro ini jauh diatas pertumbuhan Savings account deposits also rose significantly
giro perbankan nasional per Desember 2007 by 90.6% from Rp 3.3 trillion at December
sebesar 20 %. Demikian juga dengan Tabungan
2006 to Rp 6.3 trillion at December 2007. This
yang tumbuh dengan signifikan mencapai
90,6 %, dari Rp 3,3 triliun pada Desember rise was also well above the level of growth of
2006, menjadi Rp 6,3 triliun pada Desember 31.3% in the level of savings bank deposits in
2007. Pertumbuhan tabungan ini juga jauh the banking sector as a whole.
di atas pertumbuhan tabungan perbankan
nasional per Desember 2007 sebesar 31,3 %. Company Strategy
As 2007 begins, there is considerable hope
Strategi Perusahaan for changes that will have a positive impact on
Memasuki tahun 2007 ini, banyak diantara the nation, especially seen from the continuing
kita berharap bahwa tahun ini akan banyak improvement in economic indicators. Bank
membawa perubahan-perubahan yang Mega shares in this optimism for improvement
berdampak positif bagi bangsa, apalagi jika in its performance to achieve its objectives for
memperhatikan indikator-indikator ekonomi the year, both in financial and non-financial
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 31
Laporan Direktur Utama
President Director’s Report
yang terus membaik. Demikian juga dengan targets. In its non-financial targets, Bank Mega
Bank Mega, sikap optimis dan semangat untuk plans to expand its branch network to 188
terus meningkatkan karya dan kinerja telah across 50 cities in Indonesia. In its financial
mendorong Bank Mega untuk menetapkan targets, assets are planned to grow to Rp
objektif, baik target keuangan maupun non 35 trillion, credit dispersion to rise to Rp 17.5
keuangan, yang ingin dicapai pada tahun
trillion, third-party funds to Rp 28.5 trillion
2007. Untuk target non keuangan, Bank Mega
and net income to achieve the level of Rp 750
menargetkan jaringan kantor cabang mencapai
188 kantor yang tersebar di 50 kota di seluruh billion.
Indonesia. Sedangkan untuk target keuangan,
aset tumbuh menjadi Rp 35 triliun, kredit To support the achievement of these targets,
tumbuh menjadi Rp 17,5 triliun, Dana Pihak appropriate strategies will be required. Bank
Ketiga menjadi Rp 28,5 triliun dan laba bersih Mega has designed its strategies based on nine
diharapkan dapat mencapai Rp 750 miliar. main pillars:
1. Stategic Reprofiling of Credit
Untuk mendukung pencapaian target diatas, 2. Strategic reprofiling of third-party funds
tentu dibutuhkan strategi-strategi yang tepat. 3. Strategic development of credit card
Bank Mega menjabarkan stategi-strategi business
tersebut dan membaginya dalam sembilan pilar
4. Strategic increase in fee-based income
utama yaitu:
5. Strategic expansion of working networks/
1. Strategi Reprofiling Kredit
branch offices
2. Strategi Reprofiling Dana Pihak Ketiga
6. Strategic application of International
3. Strategi Pengembangan Bisnis Kartu Kredit
4. Strategi Meningkatkan Fee Based Income Standards for IT & Operations, Treasury
5. Strategi Pengembangan Jaringan Kerja 7. Strategic improvement of HR quality
6. Strategi Menetapkan Standar Internasional 8. Strategic creation of ‘Beautiful Branches’
untuk IT & Operational, Treasury 9. Strategic Extraordinary Service
7. Strategi Meningkatkan Kualitas Sumber Daya
Manusia In its strategy in the area of credit, Bank
8. Strategi Menciptakan Cabang Cantik Mega targets aggressive growth in credit in
9. Strategi Pelayanan Prima all market segments, Corporate, Commercial,
Direct Consumer and Credit Cards. Bank
Untuk strategi di bidang kredit, Bank Mega Mega has taken a number of steps including
menargetkan pertumbuhan kredit yang cukup organizational changes, the launch of new
agresif di seluruh segmen, yaitu Korporasi,
products including warehouse financing,
Komersial, Konsumer Langsung dan Kartu
asset-based financing and other moves. Bank
Kredit. Untuk itu Bank Mega telah melakukan
beberapa hal seperti perubahan organisasi, Mega has also expanded the areas of industries
peluncuran produk-produk baru seperti which it funds to include the infrastructure,
warehouse financing, asset based financing dan plantation and transportation sectors. In its
lain sebagainya. Bank Mega juga memperluas commercial SME credit strategies, Bank Mega is
sektor industri yang dibiayai meliputi sektor focused on developing the role of branches in
infrastruktur, perkebunan dan transportasi. Di order to make this the backbone of Bank Mega
dalam strategi kredit SME (komersial), Bank commercial credit operations. Meanwhile, to
Mega berfokus untuk lebih memberdayakan reduce the concentration of risk on one specific
peranan cabang sehingga diharapkan segmen segment, Bank Mega has issued a policy
ini akan menjadi tulang punggung kredit di
called reprofiling, which involves a shift from
Bank Mega. Sementara itu, untuk mengurangi
the earlier focus on indirect consumer credit
risiko yang terkonsentrasi pada salah satu
segmen tertentu, sejak akhir tahun 2006, through Mega Oto Joint Financing (MOJF) to a
Bank Mega mengeluarkan kebijakan yang more balanced focus on direct credit.
kami sebut strategi reprofiling, yaitu merubah
konsentrasi dari semula yang terfokus pada Meanwhile, in the area of funding, Bank
kredit konsumer tidak langsung Mega Oto Joint Mega is concentrating on efforts to
Financing (MOJF) menjadi lebih seimbang improve the composition of low-cost funds
dengan kredit langsung. (Demand deposits and Savings Accounts). A
32
Sementara itu, dalam strategi di bidang composition with a higher level of low-cost
pendanaan, Bank Mega fokus pada usaha untuk funds will produce higher net interest margin.
meningkatkan komposisi dana murah (Giro In connection with this step, Bank Mega has
dan Tabungan). Komposisi dana murah yang launched a number of varieties of demand
semakin besar telah mendorong turunnya biaya deposits and savings accounts, from simple
dana (cosf of fund) sehingga memberikan
product to hybrid products that encompass all
kontribusi net interest margin yang semakin
groups.
besar. Sehubungan dengan upaya ini, Bank
Mega telah meluncurkan produk-produk giro
dan tabungan yang bervariasi, mulai dari In the area of credit cards, to support the
produk yang sederhana hingga produk hybrid growth of use of its cards, Bank Mega is
(campuran) yang menjangkau semua kalangan. implementing a marketing strategy to increase
card transactions such as Mega Food, Mega
Khusus dalam bidang kartu kredit, sebagai Fashion, Mega Pay, Mega Tronic and Mega
dukungan atas pertumbuhan dan penggunaan Travel.
kartu kredit, Bank Mega menjalankan strategi
pemasaran five stickiness yang terdiri dari In addition, Bank Mega is targeting an
Mega Food, Mega Fashion, Mega Pay, Mega
aggressive increase in fee-based income in
Tronic dan Mega Travel.
line with the increase in demand deposits and
Selanjutnya, Bank Mega juga menargetkan savings account deposits, as well the provision
pertumbuhan fee-based income yang agresif of additional banking services such as treasury,
seiring dengan kenaikan giro dan tabungan custodian, and payment services.
serta pertambahan ragam jasa-jasa perbankan
yang ditawarkan seperti jasa treasury, wali In the area of infrastructure, the company will
amanat, kustodian serta fasilitas pembayaran continue to develop its network operations
(payment services). to provide services in a minimum of 50 cities
in Indonesia. Bank Mega is establishing office
Dalam bidang infrastruktur, Perusahaan buildings of a reasonable size to anticipate
terus mengembangkan jaringan kerja
rapid development in the future, since the
untuk memberikan pelayanan yang dapat
menjangkau minimal 50 kota di Indonesia. directions of operations will develop to
Bank Mega telah menetapkan pembangunan universal banking, in which every branch office
kantor-kantor dengan ukuran yang memadai of Bank Mega will function as a one-stop
untuk mengantisipasi perkembangan usaha financial solution point.
yang pesat di masa yang akan datang, karena
arah usaha kedepan akan berkembang menjadi Bank Mega is also striving to establish
universal banking, sehingga setiap kantor international standards for IT, Treasury,
cabang Bank Mega dapat berfungsi sebagai Operations and Human Resources, in order
one stop financial solution. that in the future the operational systems
and standards of Bank Mega will be able to
Bank Mega juga berupaya menerapkan standar
compete regionally. As one example, Bank
internasional untuk IT, Treasury, Operation dan
Human Resources, sehingga pada saatnya Mega now possesses a Disaster Recovery
nanti, sistem operasi dan standar Bank Mega Center that operates with full-mirroring
dapat bersaing secara regional, bahkan global. features.
Sebagai contoh, Bank Mega telah memiliki
Disaster Recovery Center yang dijalankan Realization of the creation of a culture based
secara full mirroring. on the principles of enterpreneurship, that
is to operate in a maximal manner by way of
Sebagai perwujudan untuk membangun strong spirit and business ability, Bank Mega
budaya dan nilai-nilai enterpreneurship, has changed its paradigm and work culture
yaitu menjalankan usaha secara maksimal
so that each business unit leader genuinely
melalui spirit dan kemampuan wirausaha,
functions as an entrepreneur skilled in running
Bank Mega telah mengubah paradigma dan
budaya kerja dimana setiap pemimpin unit his business unit. This change will continue to
usaha benar-benar dapat berfungsi sebagai be combined with prudential banking practices.
enterpreneur yang piawai dalam mengelola This effort to raise the productivity of
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 33
Laporan Direktur Utama
President Director’s Report
unit kerjanya. Namun, perubahan ini tetap employees and increase the volume of business
menjunjung budaya kehati-hatian (prudential in a healthy way (both funding and credits)
banking practises). Dalam upaya meningkatkan is combined with a special incentive program
produktivitas karyawan dan pertumbuhan launched at the beginning of the year that has
volume bisnis yang sehat (baik dana maupun demonstrated its ability to change behavioral
kredit), program insentif khusus telah
paradigms and increase business volume.
diluncurkan pada awal tahun dan terbukti telah
berhasil mengubah paradigma perilaku dan
peningkatan volume usaha yang ada. Beginning in 2007, Bank Mega built branch
offices and sub-branch offices across Indonesia
Dimulai pada tahun 2007, Bank Mega with an outstanding exterior and interior
membangun gedung Kantor Cabang dan designs. All new branch offices and sub-branch
Kantor Cabang Pembantu di seluruh Indonesia offices are constructed at standards that
dengan interior yang berbeda. Semua have been set that are described as Beautiful
gedung baru Kantor Cabang dan Kantor Branches, with the hope that these will become
Cabang Pembantu yang dibangun mengikuti landmarks or icons in their respective areas
standar yang telah ditetapkan dan disebut and will be a source of pride for the local
sebagai Cabang Cantik yang pada waktunya,
community.
diharapkan akan menjadi landmark/icon dari
daerah tersebut dan dapat dibanggakan oleh
masyarakat setempat. As a realization of the high level of
commitment toward good quality service
Sebagai wujud nyata dari komitmen yang and in line with Bank Mega development
tinggi terhadap pelayanan dan seiring dengan plans so as to achieve Vision 1000, and in
rencana pengembangan bisnis Bank Mega keeping with the development of consistent
guna mencapai Visi 1000 dan dalam rangka quality service, Bank Mega has continued to
peningkatan kualitas layanan yang konsisten, introduce a number of Improvement programs,
Bank Mega juga telah melakukan beberapa especially where these involve frontliner staff.
Improvement Programs secara kontinyu, We emphasis that good quality service must
khususnya pada frontliners. Kami menekankan
become the flesh and blood of all frontliners at
bahwa service harus sudah mendarah daging
dalam diri seluruh frontliners Bank Mega. Bank Mega.
Di bidang permodalan, Bank Mega mempunyai Bank Mega has set itself the target to become
target menjadi bank nasional dengan modal a national bank with minimum capital of Rp
minimal Rp 10,0 triliun sesuai dengan Arsitektur 10.0 trillion under the Indonesian Banking
Perbankan Indonesia yang dicanangkan oleh Architecture designed by Bank Indonesia. To
Bank Indonesia. Untuk mencapai target achieve this target, Bank Mega has taken a
tersebut, Bank Mega telah melakukan strategic number of strategic corporate actions: rights
corporate actions: Right Issue, pada tahun issues in 2002 and 2006 and the issuance of
2002 dan 2006 dan menerbitkan obligasi
Rp 1.0 trillion in subordinate obligations in
subordinasi sebesar Rp 1,0 triliun pada
2007. Bank Mega has also achieved increases
tahun 2007. Bank Mega juga mengandalkan
penambahan modal secara internal melalui in capital by internal means through organic
pertumbuhan organik, yaitu dari laba bersih growth, with plans to raise net income
yang kami targetkan untuk terus meningkat significantly from year to year. Bank Mega’s
signifikan pada tahun-tahun yang akan achievement of the nine strategies has
datang. Pencapaian dari penerapan sembilan produced a positive result as outlined in the
strategi yang dilakukan oleh Bank Mega telah description of performance above.
menunjukan hasil yang baik sebagaimana telah
kami jabarkan pada hasil kinerja di atas. Good Corporate Governance
The establishment of Good Corporate
Tata Kelola Perusahaan yang Baik Governance represents an important step that
Penyelenggaraan tata kelola perusahaan is fundamental to achieving trust from both the
yang baik merupakan faktor penting dan public and shareholders. The implementation of
sangat fundamental untuk mendapatkan
Good Corporate Governance can support the
kepercayaan masyarakat dan pemegang
business goals of the company, the growth of
34
saham. Penerapan tata kelola perusahaan its operations and profitability and will provide
yang baik dapat mendukung tujuan usaha added value for all stakeholders, as well as
perusahaan, pertumbuhan usaha, profitabilitas, improve the capacity to sustain business in
serta memberikan nilai tambah bagi seluruh the long term. The implementation of Good
stakeholders, disamping dapat meningkatkan Corporate Governance includes aspects of
kemampuan agar kelangsungan usaha dalam
planning and monitoring of business strategies,
jangka panjang dapat dicapai. Lingkup
services and network, the development of
penerapan tata kelola perusahaan yang
baik meliputi perencanaan dan pemantauan human resources, risk management processes,
terhadap strategis usaha, pengembangan a high level of internal auditing and the
produk, layanan dan jaringan, pengembangan creation of modern and efficient operational
sumber daya manusia, proses manajemen processes.
risiko, pengendalian intern yang terpadu, dan
terciptanya proses operasional yang handal Bank Mega has implemented Good Corporate
dan effisien. Governance effectively but efforts will not stop
to improve and perfect systems to achieve
Bank Mega telah menerapkan tata kelola higher standards. This can be achieved by
perusahaan yang baik dengan baik, namun
raising the level of adherence to prudential
selanjutnya kami tidak akan berhenti melakukan
principles and good risk management,
penyempurnaan dan perbaikan untuk dapat
menjadi lebih baik lagi. Hal ini dapat dicapai especially involving the provision of credit that
dengan lebih meningkatkan kepatuhan may create large exposures, and to establish
dalam prinsip kehati-hatian dan pengelolaan appropriate business strategies in order that
manajemen risiko yang baik, khususnya corporate plans and business plans can assist
terhadap pemberian kredit kepada debitur the Board of Directors in achieving strategic
besar (large exposures), menetapkan strategi decisions for the management of the company
bisnis yang tepat sehingga rencana korporasi as well as the socialization and establishment
dan rencana bisnis dapat tercapai yang diikuti of a Code of Conduct in every area of the
dengan pelaksanaan etika bisnis, meningkatkan organization.
kepatuhan terhadap kewajiban pelaporan
eksternal, meningkatkan efektivitas kerja
Komite Eksekutif sehingga dapat membantu Corporate Social Responsibility
Dewan Direksi dalam mengambil keputusan In the area of corporate social responsibility,
strategis untuk mengelola perusahaan serta Bank Mega has consistently implemented the
sosialisasi dan penerapan Code of Conduct concept of social marketing sustainability,
pada seluruh jajaran organisasi. supporting the role of the company in the
development of a sustainable environment and
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan community. Every year, Bank Mega through
Dalam bidang tanggung jawab sosial its program Mega Berbagi (Mega Shares)
perusahaan, Bank Mega secara konsisten provides assistance for the unfortunate in
telah menerapkan konsep social marketing the population at the time of the Idul Fitri
sustainability yang mendukung peran celebration. Assistance programs in 2007
perusahaan terhadap keberlanjutan lingkungan included the provision food aid and medicines
dan komunitas. Setiap tahun, Bank Mega
to victims of the floods that hit Jakarta and
melalui Program Mega Berbagi memberikan
surrounding areas. Working together with
santunan kepada masyarakat yang kurang
beruntung pada saat Hari Raya Idul Fitri. other companies in the Para Group, Bank Mega
Bentuk kepedulian lainnya adalah memberikan also provided assistance to the victims of the
bantuan makanan dan obat-obatan kepada earthquakes in Yogyakarta and Bengkulu. We
para korban banjir yang melanda Jakarta dan also assisted in the development of recreational
sekitarnya. Selain itu, bekerjasama dengan areas and playgrounds in the neighborhood
perusahaan lain di bawah Para Group, Bank around Bank Mega Tower. To further improve
Mega memberikan bantuan untuk korban the sense of humanity in all of our employees,
gempa bumi di Yogyakarta dan Bengkulu. blood donation programs are held on a routine
Kami juga turut serta dalam pembangunan basis in cooperation with the Indonesia Red
Taman bacaan dan Taman Bermain yang
Cross, while other assistance programs include
berlokasi di sekitar Menara Bank Mega. Untuk
menumbuhkan rasa kemanusiaan pada setiap donations of computers for education.
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 35
Laporan Direktur Utama
President Director’s Report
karyawan, kami secara rutin melakukan donor Outlook
darah, bekerjasama dengan Palang Merah We remain optimistic and convinced that
Indonesia serta pembagian komputer layak Bank Mega can continue to grow in a sound
pakai untuk pendidikan.
manner. This is influenced by projections for
improved growth in the Indonesian economy
Tinjauan ke Depan during 2008. As a precaution in view of global
Kami tetap optimis dan mempunyai keyakinan
economic problems caused by the sub-prime
bahwa Bank Mega akan terus dapat tumbuh
mortgage crisis and the rise in the price of
dengan baik. Hal ini dipicu oleh perkiraan
bahwa perekonomian Indonesia pada tahun oil, Bank Mega has agreed to adopt a policy
2008 juga akan membaik dan bertumbuh of provision of direction to all levels of the
positif. Namun demikian sebagai langkah workforce to observe risk management and
antisipasi terhadap gejolak perekonomian implement sound monitoring principles.
global yang merupakan dampak dari krisis Distribution of credit to certain sectors will be
suprime mortgage serta peningkatan harga limited, with the establishment of maximum
minyak dunia, Bank Mega mengambil kebijakan loan levels, in order to reduce risk should there
dengan memberikan pengarahan kepada para be a downturn in performance in these sectors.
semua jajaran untuk lebih memperhatikan
pengelolaan risiko dan menerapkan prinsip
As 2008 begins, Bank Mega has set financial
pengawasan yang baik. Penyaluran kredit pada
sektor tertentu dibatasi dengan menetapkan and non-financial targets. In the area of
nilai maksimum pinjaman, yang juga akan finances, assets are targeted to rise to Rp
mengurangi risiko apabila terjadi kemunduran 41.7 trillion, credit disbursement to rise to
kinerja pada sektor tersebut. Rp 19.5 trillion, third-party funds to rise to
Rp 35.1 trillion with the break-up of Rp8.5
Memasuki tahun 2008, Bank Mega telah trillion in Demand deposits, Rp 7.8 trillion in
menetapkan terget baik keuangan dan non Savings Accounts and Rp 18.8 trillion in Term
keuangan. Dari sisi keuangan, Asset ditargetkan Accounts, while net income is targeted at Rp
tumbuh menjadi Rp 41,7 Triliun, Kredit yang 732.0 billion. In non-financial areas, Bank Mega
disalurkan menjadi sebesar Rp 19,5 Triliun, Dana
plans to expand the number of branches to
Pihak Ketiga mencapai Rp 35,1 Triliun dengan
250 across all cities in Indonesia, supported by
perincian Giro 8,5 Triliun, Tabungan
Rp 7,8 Triliun dan Deposito sebesar Rp 18,8 professional banking staff and world-standard
Triliun, sementara itu Laba bersih diharapkan IT & Operations systems.
sebesar Rp 732,0 Miliar. Dari sisi non
keuangan, Bank Mega merencanakan akan Given these targets and in view of the
menambah jumlah jaringan kerja hingga achievement of implementation of strategies in
menjadi 250 kantor yang tersebar di seluruh 2007, Bank Mega will continue to target its nine
kota di Indonesia dengan didukung oleh main pillars of strategies, with concentration
SDM yang profesional di bidang perbankan, on a number of factors. In the area of credit,
IT & Operation system dengan standar the achievement of balanced funds remains the
internasional.
basic goal. The Company will also introduce
initiatives such as establishing improved
Dalam target tersebut serta dengan
mempertimbangkan atas keberhasilan industry analysis with a conservative credit
penerapan startegi pada tahun 2007, Bank scoring system. Oversight of problem loans will
Mega masih akan melanjutkan target sembilan be another focus through the establishment of
pilar utama, tentunya dengan penekanan pada a three-layer system: from branch level, then
beberapa hal. Di bidang kredit pencapaian Credit Division to Special Asset Management at
keseimbangan tetap menjadi acuan sebagai head office.
dasar dalam mencapai pendapatan yang
berkesinambungan. Perusahaan juga As an area of growth, SME credit will become
melakukan inisiatif dengan menerapkan analisa the driver of increases in credit portfolios
industri yang lebih baik dan credit scoring
for Bank Mega. Additionally, third-party fund
yang hati-hati. Pemantauan kredit bermasalah
management will continue to concentrate
menjadi fokus dengan menerapkan 3 lapis
yaitu dari Kantor Cabang, Bagian Kredit serta on efforts to reduce the cost of funds by
Special Asset Management di Kantor Pusat. improvement in composition and prospective
36
Dari sisi pertumbuhan, kredit Small-Medium volumes. In 2008 Bank Mega will launch a
Enterprises (SME) akan menjadi motor number of interesting products that have the
penggerak peningkatan portofolio kredit Bank capacity to produce good return for customers
Mega. Sementara itu, Dana Pihak Ketiga akan but also reduce the cost of funds for the
tetap konsentrasi pada upaya penekanan company. Ultimately, innovative products are
cost of fund dengan melakukan perbaikan
hoped to produce maximum results in the
komposisi. Untuk itu pada tahun 2008 Bank
improvement of the composition of third-party
Mega akan mengeluarkan produk-produk
menarik yang dapat memberikan hasil yang funds.
baik bagi nasabah tetapi menurunkan biaya
dana bagi perusahaan. Produk yang inovatif The expansion of operational networks is
pada akhirnya diharapkan akan membawa hasil needed by business operations in order to
yang maksimal dalam perbaikan komposisi achieve the following for the company.
dana pihak ketiga. - Provide useful banking services to the public
as a whole.
Penambahan jaringan kerja mutlak diperlukan - Improve networks for market penetration and
untuk memperluas jangkauan usaha sehingga market share.
perusahaan dapat :
- Maximize the intermediary function by
- memberikan layanan perbankan yang
participating in developing the national
bermanfaat bagi masyarakat luas.
- memperluas jaringan untuk penetrasi pasar. economy.
- memaksimalkan fungsi intermediasi dengan - In line with the company vision to be
turut berpartisipasi dalam mengembankan “pride of the nation”, expansion of the
roda perekonomian nasional. network will increase the awareness of the
- selaras dengan visi perusahaan yaitu bank across Indonesia.
menjadi kebangga bangsa, dengan semakin
luas jaringan kerja akan semakin dikenal oleh At the moment the number of Bank Mega
masyarakat di seluruh Indonesia branches has reached 160 and the expansion
strategy normally adopted is to purchase a
Saat ini jumlah jaringan kantor Bank Mega
land in strategic areas of around 700-2,000
sudah mencapai 160 cabang dan strategi
ekspansi yang biasanya diterapkan adalah sq m. The new construction is targeted to
dengan melakukan pembelian lahan di reach up to 90 branches; even though to
berbagai lokasi strategis dengan luas antara attain suitable land is not a simple process the
700-2,000 m2. Target pembangunan kantor company will manage to reach the solution in
cabang baru adalah sebanyak 90 cabang, a prudent manner. This development is in line
meskipun untuk mendapatkan lahan yang with the transformation of the company, which
cocok bukan merupakan hal yang mudah includes SME, consumer banking and credit
namun solusi akan dapat dicapai dengan card business. This transformation represents
bijaksana oleh Perusahaan. Pengembangan ini a part of Bank Mega’s strategic business
sejalan dengan arah transformasi Perusahaan
direction toward universal banking.
yang meliputi pembiayaan SME, usaha
consumer banking dan pengelolaan kartu
kredit. Transformasi ini juga merupakan bagian Other major challenges in achieving the
dari strategi usaha keseluruhan Bank Mega maximal result from the growth strategy of the
menuju universal banking. company is in the area of high competency and
commitment of employees. In a competitive
Tantangan utama lainnya dalam pencapaian banking environment, human resources
hasil yang maksimal dari strategi pertumbuhan represent an extremley important factor. To
Perusahaan terletak pada kompetensi dan achieve the required level of growth, as well as
komitmen karyawan yang baik. Dalam introducing in-house training programs, Bank
lingkungan perbankan yang kompetitif, sumber Mega will search for trained personnel from
daya manusia merupakan hal yang sangat
beyond the company.
penting. Untuk mencapai skala pertumbuhan
yang diinginkan, disamping mengadakan
program-program pelatihan secara internal, Playing a greater role in the Indonesian
Bank Mega tetap mencari sumber daya yang banking sector and development into the
terlatih dari kalangan luar Perusahaan. region represents the long-term vision of
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 37
Laporan Direktur Utama
President Director’s Report
Memainkan peranan yang lebih besar Bank Mega to 2018. Bank Mega possesses a
dalam sektor perbankan Indonesia serta vision to become one of the five largest banks
pengembangan di kawasan regional in Indonesia by 2018 with 1,000 branches,
merupakan visi jangka panjang Bank Mega including overseas, and with total assets of Rp
sampai tahun 2018. Bank Mega mempunyai 1,000 trillion.
visi untuk menjadi salah satu dari lima bank
terbesar di Indonesia pada tahun 2018, dengan
Although macroeconomic factors will make
kantor cabang lebih dari 1.000 termasuk di luar
negeri dan total asset sebesar Rp 1.000 triliun. business competition more difficult, we are
convinced that conditions remain conducive.
Meskipun faktor-faktor makro ekonomi The coming year will represent a year of
mengarah pada kompetisi usaha yang lebih shining achievement for Bank Mega in working
berat, kami yakin bahwa kondisi tersebut akan towards its Vision 1000, the creation of an
tetap kondusif. Tahun 2008 mendatang, akan extraordinary company with extraordinary
menjadi tahun gemilang bagi Bank Mega. people and extraordinary growth. We are
Dengan pencetusan visi 1000 yaitu penciptaan certain that we will be able to create a strong
extraordinary company with extraordinary foundation to face the challenges of the future.
people and extraordinary growth, kami yakin
akan mampu membangun pondasi yang kokoh
dalam menghadapi tantangan di masa depan.
Conclusion
To conclude, myself together with the
Board of Directors express our thanks and
Penutup
Mengakhiri sambutan ini, saya beserta segenap appreciation to the shareholders, all employees
Dewan Direksi menyampaikan terima kasih dan who have provided a high level of inspiration
penghargaan kepada para pemegang saham, and dedication to the company and to all
seluruh karyawan yang telah memberikan associates and third parties for their support
insipirasi dan dedikasi yang tinggi kepada to Bank Mega. The achievement of the best
Perusahaan serta kepada seluruh rekanan dan standards of service, which represents the
pihak ketiga atas dukungannya kepada Bank main strategy of the bank, could not be
Mega. Terwujudnya standar pelayanan terbaik achieved without the unending support of our
yang merupakan strategi utama di Perusahaan customers, financial partners and the hard work
tidak mungkin dapat diraih tanpa dukungan
of all our employees. May God Almighty always
tiada henti dari para nasabah, mitra keuangan,
bless every step of the company in the future.
dan kerja keras dari semua karyawan kami.
Semoga Tuhan selalu memberkati setiap
langkah Perusahaan di masa mendatang. On Behalf of the Board of Directors
Atas nama Dewan Direksi
Yungky Setiawan
Direktur Utama
President Director
38
D ewan M an a j e m e n
B o a rd o f M an ag e me nt
Duduk, dari kiri ke kanan
Sitting, from left to rigt
Kostaman Thayib, Yungky Setiawan, Suwartini
Berdiri, dari kiri ke kanan
Standing, from left to rigt
Tjutjut Bramantoro, Dominador D. Jesus, J.B. Kendarto, Daniel Budirahaju
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 39
Visi
Vis ion
Menjadi Kebanggaan Bangsa
Pride Of The Nation
Dengan visi ’Menjadi Kebanggaan Bangsa’, Bank Mega memiliki tujuan untuk dapat
menjadi aset bangsa yang:
• Dapat dibanggakan oleh bangsa Indonesia
• Dapat dijadikan teladan bagi komunitas
• Dapat memberikan nilai tambah atas keberadaannya
• Dapat diunggulkan sebagai acuan dalam berkarya
• Dapat memberikan kepuasan dan kesenangan yang tinggi bagi nasabahnya
• Dapat mensejahterakan karyawannya
• Dapat menimbulkan rasa memiliki atas hasil pengembangan bangsa sendiri
• Dapat mencerminkan citra positif atas perbankan dan bangsa secara keseluruhan
• Dapat memupuk dan menyebarkan nilai-nilai dan budaya bangsa Indonesia
kepada lingkungan sekelilingnya
• Dapat memberikan lingkungan kerja yang memotivasi seluruh karyawan
untuk selalu memberikan yang terbaik bagi nasabah dan kelangsungan yang
terbaik bagi Bank Mega
• Dapat menjadi pelopor ke arah positif sejarah perbankan di Indonesia
• Dapat menarik sumber daya manusia berkwalitas terbaik untuk bergabung
• Dapat menjadi contoh kerja sama yang baik dengan para partner bisnis
• Dapat dijadikan sebagai acuan perbankan Indonesia oleh pihak luar negeri
With the vision to be “Pride of the Nation,” Bank Mega possesses a direction to
become a national asset that:
• All Indonesians can be proud of
• To be a model for the community
• Create added value by its presence
• To be regarded as a role model in its activities
• Provide a high level of satisfaction and pleasure for customers
• Improve the welfare of employees
• Create a sense of ownership in the results of development of the nation
• Reflect a positive image for banking and the nation as a whole
• Embed and extend the values and culture of the people of Indonesia in surrounding
regions
• Provide a workplace environment that motivates all employees to always provide
their best for customers and for the sustainability of Bank Mega
• Become a leading positive presence in the history of Indonesian banking
• Invite human resources of quality to join
• Be an example for positive cooperation with all business partners
• Become a role model of Indonesian banking for foreign interests
M i si
Miss io n
Mewujudkan hubungan baik yang berkesinambungan dengan nasabah melalui
pelayanan jasa keuangan yang prima dan kemampuan kinerja organisasi
terbaik untuk meningkatkan nilai bagi pemegang saham.
Dengan misi tersebut, Bank Mega selalu memberi perhatian serta pelayanan
bagi nasabahnya, baik individu maupun non individu dimana masing-masing
nasabah memiliki nilai yang tinggi serta ciri yang khas. Bank Mega juga
memberikan layanan prima bagi nasabahnya dengan cara memenuhi harapan
dan mengantisipasi kebutuhan nasabah lebih dari yang diharapkan, sehingga
tercipta kepuasan nasabah yang optimal. Untuk itu, Bank Mega terus
mengembangkan kemampuan karyawan serta organisasinya. Kinerja Bank
Mega yang prima diharapkan dapat meningkatkan nilai Perusahaan di mata
masyarakat, baik di dalam maupun di luar negeri.
Deliver sustainable customer relationships by means of superior financial
service offerings and excellent organization capabilities to increase
shareholders’ values.
With this mission, Bank Mega continuously provides attention and service
to customers, both individuals and institutions, by which every customer
is considered to have high value and a special characteristic. Bank Mega
also provides premium service to customers by fulfilling their aspirations
and anticipating the needs of customers above their expectations in
order to create the optimal satisfaction. To this end Bank Mega continues
development to the highest level the capacity of its employees and its
organizational performance with the hope of raising the perception of the
company in the eyes of the public, both at home and overseas.
St rate gi Pe r u sah aan
Corporate Strategy
Tumbuh dengan hasil optimal, To grow with an optimal financial
risiko minimal dan patuh terhadap ratio, minimal risk and in line with
ketentuan yang berlaku prevailing regulations
Kinerja secara kuantitatif maupun kualitatif Both quantitative and qualitative performance
menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun demonstrate increases from year to year at
dengan tingkat pertumbuhan tertentu dan a determined level of growth and guard the
untuk menjaga kesinambungan pencapaian ini quality of results so that every transaction
maka setiap transaksi yang dilakukan dituntut is performed in compliance to prevailing
untuk patuh atas peraturan yang berlaku. regulations.
Memberi kepuasan nasabah dan Providing satisfaction to customers
masyarakat and the public
Evaluasi rutin atas tingkat kepuasan nasabah
Routine evaluation of the level of customer
dilakukan melalui suatu survey. Selain itu,
Bank Mega juga memposisikan dirinya satisfaction is conducted by means of a survey.
sebagai partner dengan nasabah, baik terkait Bank Mega also positions itself as a partner to
perkembangan usaha maupun perilaku its customers, both in developing business and
nasabahnya. in customer behavior.
Penerapan Standar Internasional pada Application of International Standards
TI & Operations, Treasury for IT & Operations, Treasury
Pengembangan infrastruktur TI & Operations, The development of infrastructure of IT &
Treasury dengan standar internasional Operations, Treasury with the international
di seluruh unit usaha Bank Mega yang standards throughout Bank Mega’s business
telah mapan sehingga memberikan units was established bringing sustainable
kontribusi pertumbuhan perusahaan secara growth to the company.
berkesinambungan.
Standardization of human resources
Menyelaraskan sumber daya and organization to the goals of the
manusia dan organisasi untuk tujuan company
perusahaan The human resources of Bank Mega need to
Sumber daya manusia Bank Mega. perlu be standardized in line with organizational
diselaraskan dengan organisasi fungsional
functions in order to direct them to jointly
agar dapat mengarah kepada tujuan
achieve the goals of the company and in order
perusahaan yang sama, sehingga kondisi
to achieve optimum results. Measurement of
dapat mewujudkan hasil optimal. Tolok
this standardization can in part be measured by
ukur penyelarasan ini diantaranya adalah
tingkat kepercayaan (trust level), tingkat the level of trust, leadership performance and
kepemimpinan (leadership), dan efektifitas organizational effectiveness.
berorganisasi (organizational effectiveness).
Based on these strategies of the company,
Berdasarkan strategi-strategi perusahaan Bank Mega identified 9 initiatives and
tersebut diatas, Bank Mega mencanangkan 9 corporate activities in its efforts to achieve its
inisiatif dan aktifitas korporat dalam upayanya targets in 2007:
mencapai target tahun 2007: 1. Stategic Reprofiling of Credit
1. Strategi Reprofiling Kredit 2. Strategic reprofiling of third-party funds
2. Strategi Reprofiling Dana Pihak Ketiga 3. Strategic development of credit card
3. Strategi Pengembangan Bisnis Kartu Kredit business
4. Strategi Meningkatkan Fee Based Income 4. Strategic increase in fee-based income
5. Strategi Pengembangan Jaringan Kerja 5. Strategic expansion of working networks/
6. Strategi Menetapkan Standar Internasional branch offices
untuk IT & Operational, Treasury 6. Strategic application of International
7. Strategi Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Standards for IT & Operations, Treasury
Manusia 7. Strategic improvement of HR quality
8. Strategi Menciptakan Cabang Cantik 8. Strategic creation of ‘Beautiful Branches’
9. Strategi Pelayanan Prima
9. Strategic Extraordinary Service
42
Hasil Kinerja & Implementasi:
Tinjauan Usaha
Implementation & Results: Business Review
Seiring dengan transformasi strategi usaha Perusahaan,
sepanjang tahun 2007, Bank Mega berhasil
mengimplementasikan program-program usaha mapan dan
berkesinambungan yang meliputi bidang-bidang kredit, dana
pihak ketiga, IT & Operation dan Jaringan Kerja. Keberhasilan
tersebut tercapai melalui penerapan reprofiling pendanaan
yang meningkatkan komposisi dana murah dan menurunkan
cost of fund; peningkatan volume kredit langsung di seluruh
bidang usaha serta pertumbuhan fee based income yang
diperoleh dari peningkatan volume transaksi. Disamping
itu juga, Perusahaan meyakini peranan penting dari suatu
perubahan proses kerja dan peningkatan sinergi antar fungsi
unit kerja, khususnya pada key supporting area, dalam
mendorong pencapaian kinerja optimal.
In line with the strategy of transformation of the Company, Bank Mega
successfully achieved implementation of a mature and all-encompassing
business program through 2007. Bank Mega continued to develop
lending products with a concentration on prospective industry sectors. In
funding, the Company remained focused on increasing the level of low-
cost funds by means of innovative new products appropriate to the needs
of the market. The business strategies implemented produced satisfying
performance, including reprofiling of funds which raised the level of low-
cost funds and reduced the cost of funds; a rise in the level of direct
credit in all business areas; achievement of targets for fee-based income
based on increases in transaction volume.
Tin ja u a n Usah a
Business Review
Strategi Reprofiling Kredit
Strategic Reprofiling of Credit
Keputusan untuk melaksanakan strategi reprofilling di
bidang perkreditan pada tahun 2007 didasari kepada
kondisi dan hasil usaha tahun-tahun sebelumnya yang
sangat terfokus kepada pembiayaan secara tidak
langsung melalui produk Mega Oto Joint Financing
(MOJF) yang sebagian besar memberlakukan suku
bunga tetap.
The decision to adopt a strategy of reprofiling in the area
of credit in 2007 was based on the condition and results of
business in earlier years, which was strongly focused on indirect
credits through Mega Oto Joint Financing (MOJF), which in the
main paid fixed rates of interest.
Hal ini disadari akan mengakibatkan It was realized that this would produce a
ketidaksinambungan di dalam sumber lack of balance in the source of revenue and
pendapatan serta risiko yang terlalu an excessively concentrated level of risk.
terkonsentrasi, untuk itu Bank Mega Bank Mega therefore targeted an aggressive
menargetkan pertumbuhan kredit secara increase in credit disbursement through
agresif sepanjang tahun 2007 di seluruh 2007 in all segments: Consumer, Commercial
segmen yaitu Konsumer, Komersial dan and Corporate. To achieve these targets, the
Korporasi. Untuk mencapai target tersebut, Company adopted strategic steps including
Perusahaan mengambil langkah strategis changes in organization, the launch of new
antara lain melakukan perubahan organisasi,
products and programs and the maintenance
meluncurkan produk dan program baru serta
of the best service standards by means of
menjaga kualitas pelayanan terbaik melalui
an acceleration of the credit process while
percepatan proses kredit dengan tetap
retaining prudential standards. In addition,
berpijak pada prinsip kehati-hatian. Selain itu,
memperluas penyaluran kredit pembiayaan credit disbursement was expanded from the
dari sektor industri ke sektor infrastruktur, industrial sector to the sectors of infrastructure,
perkebunan dan transportasi. plantations and transportation.
Kredit Konsumer Consumer Credit
Salah satu bentuk nyata dari implementasi One clear form of the implementation of the
strategi di segmen pinjaman konsumer strategy in the area of direct consumer credit
langsung adalah dengan meluncurkan produk was through the launch of innovative credit
kredit yang inovatif seperti produk Mega Griya products such as Mega Griya and Mega Refund
44
2007
2.134,1
2006
966,8
Kredit Komersial (dalam miliar rupiah)
Commercial Credit (in billion rupiah)
dan Mega Refund yang merupakan kredit which represented a combination of credit with
yang dikombinasikan dengan bancassurance bancassurance and which provided investment
dan memberikan manfaat investasi yaitu benefits, by a return of 100% of the lent
pengembalian pokok pinjaman 100% setelah amount after a defined period. These products
jangka waktu tertentu. Produk ini mendapat received a good reception from the public,
tanggapan positif dari masyarakat, sehingga assisting in achievement of targets for home
dapat mencapai target pencapaian kredit mortgages.
pemilikan rumah.
Other programs that produced a contribution
Program lain yang juga memberikan kontribusi to the achievement of consumer credit targets
pada pencapaian kredit konsumsi Bank Mega
at Bank Mega were the Kredit Mutliguna
adalah Kredit Multiguna yang dikemas dalam
(Multi-purpose Credit) program included in
implant banking program (KMG-IBP). Program
the implant banking program (KMG-IBP).
ini merupakan penyaluran kredit bagi para
pegawai suatu institusi tertentu, yang dilakukan This program involves credit distribution to
secara kolektif melalui pola kerjasama yang employees of certain institutions in a collective
dilakukan bersama institusi yang bersangkutan. manner through a cooperative program
conducted with the institution itself.
Hasil Kinerja Kredit Konsumer
Melalui program pemasaran yang terintegrasi Consumer Credit Performance
baik antara cabang, divisi konsumer kredit, By means of a marketing program integrated
agen properti dan pengembang, kredit between branches, the consumer credit
konsumer telah tumbuh dengan sangat division and property agents and developers,
mengembirakan dan secara langsung credit consumption grew in a very satisfactory
berdampak terhadap komposisi yang semula manner and had a direct influence on
didominasi oleh kredit konsumer tidak composition, which had earlier been dominated
langsung. Pertumbuhan kredit konsumer by indirect consumer credit. The growth of
khususnya produk Kredit Pemilikan Rumah consumer credit, especially Home Ownership
(KPR), mengalami peningkatan yang cukup Credit (KPR), saw a very satisfactory rise
besar yaitu mencapai sekitar 202,5% yang of 202.5%, assisted by the success of the
disumbang oleh keberhasilan pelaksanaan Mega Refund program. The highly promising
program Mega Refund. Mencermati potensi potential in the property sector encouraged
di bidang properti yang masih sangat
Bank Mega to commit to improve its networks
menjanjikan telah mendorong Bank Mega untuk
and to provide a wider variation of products
berkomitmen memperluas jangkauan serta
in line with the requirements of the public. In
menambah variasi produk yang sesuai dengan
addition, the Company also strove to improve
kebutuhan masyarakat. Disamping itu Bank
Mega juga berupaya meningkatkan pelayanan services to customers by means of a fast
kepada nasabah melalui proses kredit yang credit processing system by the use of the
cepat dengan menggunakan sistem Loan Loan Origination System, in order to further
Origination System, sehingga proses kredit accelerate the approval process.
akan menjadi lebih cepat.
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 45
Tin ja u a n Usah a
Business Review
Dalam Jutaan Rupiah
In Million Rupiah
Re al i s as i
Net Production
Segmen 3 1-D e c-07 31-Dec-06
NOA B. Debet % NOA B. Debet % B. Debet %
Korporasi 1.776 6.482.773 46,19% 1.814 3.856.391 35,06% 2.626.382 68,10%
KI 114 4.335.568 30,89% 69 2.060.216 18,73% 2.275.352 110,44%
KMK 1.662 2.147.205 15,30% 1.745 1.796.175 16,33% 351.030 19,54%
Komersil 7.198 2.134.083 15,21% 9.989 966.829 8,79% 1.167.254 120,73%
KI 4.449 737.880 5,26% 9.076 473.636 4,31% 264.244 55,79%
KMK 2.749 1.396.203 9,95% 913 493.193 4,48% 903.010 183,09%
Konsumer 881.214 5.420.407 38,60% 967.446 6.175.463 56,15% -757.959 -12,27%
KMG 26.044 344.322 2,45% 18.437 220.961 2,01% 123.361 55,83%
KPK 614.955 3.647.903 25,99% 827.028 5.371.499 48,84% -1.723.595 -32,09%
KPR 4.385 822.255 5,86% 2.884 271.829 2,47% 550.425 202,49%
Perbandingan Pencapaian Kredit Per Segmen
Comparison of Credit Performance Per Segment
Kredit Komersial Commercial Credit
Pada segmen ini, Perusahaan melakukan In this area, the Company introduced a number
berbagai implementasi strategi usaha dengan of strategies in its business practices by the
meluncurkan beragam program, salah satunya launch of a number of programs, including
adalah program penyaluran kredit kepada a program of credit distribution to Micro,
usaha Mikro, Kecil, dan Menengah dengan Small and Medium Enterprises for working
tujuan penggunaan sebagai modal kerja dan capital and investment. This form of credit
investasi. Penyaluran kredit ini juga sebagai distribution also represents a form of support
bentuk dukungan atas program Bank Indonesia for the program of Bank Indonesia to assist
untuk mengembangkan sektor usaha Mikro,
the development of Micro, Small and Medium
Kecil dan Menengah melalui Linkage Program
Enterprises by way of Linkage Programs with
dengan Bank Perkreditan Rakyat.
People’s Credit Banks.
Selain itu, Perusahaan juga meluncurkan
beberapa program lain yang memberikan The Company also launched a number of other
fasilitas kredit modal kerja, salah satunya programs in the area of provision of working
adalah Mega Inventory Financing (MIF), telah capital, including Mega Inventory Financing
memberikan kontribusi secara positif pada (MIF), which produced positive benefit for the
pertumbuhan kredit Bank Mega di tahun 2007. growth of credit disbursement at Bank Mega
Produk ini memberikan fasilitas pembiayaan in 2007. This program provides working capital
modal kerja yang disalurkan kepada Dealer/ for official Dealer/Distributor units of Business
Distributor resmi dari Business Partner terkait Partners involved in the program based on
pembelian produk inventory. Program lain inventory purchases. Other programs that
yang juga dilaksanakan adalah Mega Supplier were introduced were Mega Supplier Financing
Financing yang menyediakan pembiayaan which offers working capital credits for
modal kerja kepada supplier/subkontraktor suppliers and contractors based on invoices to
atas piutang (A/R) yang ditagihkan kepada business partners.
Bussines Partner.
As a company that constantly strives to
Sebagai perusahaan yang selalu memberikan provide maximal service to customers, in
pelayanan maksimal bagi nasabah, pada tahun 2007 Bank Mega introduced an innovation
2007 Bank Mega melakukan inovasi dengan with the launch of the Mega Warehouse
meluncurkan produk Mega Warehouse Receipt
Receipt Financing product. This represents
Financing. Produk ini merupakan pembiayaan
the provision of credit based on the value of
atas komoditas unggulan Indonesia (stock/
46
commodity) yang aktif diperdagangkan, seperti stock or commodities that are actively traded,
lada, cengkeh, kayu manis, kopi, teh, coklat, such as pepper, cloves, cinnamon, coffee,
biji besi, biji baja, timah, batubara dan lain tea, chocolate, iron ore, tin, coal and other
sebagainya. commodities.
Produk lain yang juga diluncurkan adalah Mega Asset-Based Financing (MAFB) was
Mega Asset Based Financing (MAFB) yang another product launched following the
kebijakannya disusun pada penghujung tahun establishment of required policies at the
2007. Produk ini merupakan pembiayaan end of 2007. This product represents credit
yang didasari oleh kelayakan usaha atas based on business performance by a business
suatu badan hukum atau perorangan dengan
entity or individual with the main guarantee
jaminan utama berupa barang yang dibiayai,
being purchased stock, by way of the active
dengan melibatkan peran aktif penjual barang
involvement of the supplier of the stock as
(supplier) untuk pembinaan dalam rangka
part of development of risk mitigation. In its
memitigasi risiko. Dalam tahap awal, sasaran
pemasaran produk ini adalah jenis pembiayaan initial stage, the target of marketing of this
Peralatan berat dan Truk komersial (CTV). product was credit for heavy equipment and
commercial trucks.
Satu program lainnya yang juga diluncurkan
oleh Bank Mega adalah program untuk Another program launched by Bank Mega was
mendukung pembiayaan terkait industri one to support payments connected to the
telekomunikasi. Pembiayaan ini disalurkan telecommunications industry. These payments
untuk mendukung kontraktor provider dalam are channeled to support contractors involved
membangun stasiun Base Transciever Station in the construction of Base Transceiver
(BTS). Dalam program Mega Pembiayaan BTS Stations (BTS). In this Mega Pembiayaan (Mega
ini, Bank Mega bekerjasama dalam bentuk Payment) program for BTS, Bank Mega worked
pemberian fasilitas kredit kepada debitur in a cooperative manner in the provision
(kontraktor/sub-kontraktor) untuk pembiayaan of credit to debitors (contractors and sub-
dan refinancing tower BTS dengan pola sewa contractors) for the payment and refinancing
sesuai dengan surat kontrak kerja antara of BTS towers utilizing a system of rental in line
debitur dan perusahaan telekomunikasi. with the working contract between the debitor
and the telecommunications company.
Upaya lain yang dilakukan Bank Mega untuk
mempercepat pertumbuhan kredit adalah
Other efforts taken by Bank Mega to improve
dengan melakukan perubahan organisasi baik
the rate of growth of credit disbursement were
di kantor pusat, wilayah maupun cabang.
to make changes in organization both at the
Pembentukan Credit Analyst Division di kantor
pusat dimaksudkan untuk mempercepat head office, in the regions and at branches.
proses kredit serta meminimalisasi risiko The formation of a Credit Analysis Division at
dimana divisi ini bertugas untuk melakukan head office was designed to increase the credit
asesmen terhadap proposal kredit dengan process and to minimalize risk, with the division
jumlah tertentu yang diajukan oleh cabang tasked with conducting assessments of credit
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 47
Tin ja u a n Usah a
Business Review
maupun wilayah. Untuk wilayah Bank Mega proposals of a set amount that are forwarded
membetuk Deputi Pemimpin Wilayah bidang by the branches or regions. In the regions, Bank
komersial yang bertugas membina kemampuan Mega created the position of Deputy Regional
marketing, dan membantu cabang-cabang Leader for commercial development whose
dalam melakukan penetrasi pasar, serta juga function is to develop marketing abilities, assist
ditempatkan Deputi Pemimpin Wilayah bidang branches in penetrating markets, and placed
kredit analis. Bank mega juga membagi wakil the Deputy Regional Leader within the credit
kepala cabang menjadi Wakil Kepala Cabang analysis Division. Bank Mega also divided
bidang Dana dan Wakil Kepala Cabang bidang the position of Deputy Head of each branch
Kredit serta prekrutan tenaga pemasaran kredit to become Deputy Branch Head for funding
di setiap cabang.
and Deputy Branch Head for credit, and also
recruited credit marketing personnel at each
Hasil Kinerja Kredit Komersial
branch.
Melalui upaya yang komprehensif tersebut,
baik dengan meluncurkan produk baru,
pelatihan dan perubahan organisasi, Bank Commercial Credit Performance
Mega menilai tahun 2007 sebagai tahun By means of the above comprehensive efforts,
pertumbuhan kredit komersial, dimana Bank both in launching new products, training
Mega lebih mengoptimalkan perannya sebagai and organizational improvement, Bank Mega
intermediator pembiayaan di dunia usaha. was able to make 2007 a year of growth for
Perusahaan mencatat pertumbuhan kredit commercial credit, in which it achieved a
komersial sebesar 120,7% di akhir tahun 2007 more optimal role as an intermediary in the
yang memberi kontribusi sebesar 15,2% dari business community. The Company achieved
total pinjaman yang disalurkan oleh Bank Mega. growth in commercial credit of 120.7% by
Sementara itu, secara komposisi kontribusi the end of 2007, for a 15.2% contribution to
segmen SME (komersial) meningkat dari 8,8% total credit disbursement by Bank Mega.
pada bulan Desember 2006 menjadi 15,2% Meanwhile the contribution of the SME credit
pada bulan Desember 2007. (commercial) segment rose from 8.8% at the
end of December 2006 to 15.2% at the end of
Melalui Lingkage Program dengan Bank December 2007.
Perkreditan Rakyat di segmen kredit komersial,
telah tercatat 25 BPR baru yang memiliki By way of the Linkage Program with People’s
linkage dengan Bank Mega dalam rangka
Credit Banks (BPR) in the area of commercial
program pengembangan sektor usaha
credit, 25 additional BPR were linked with Bank
Mikro, Kecil dan Menengah. Dengan total 32
Mega in this program to develop the Micro,
BPR, melalui kerjasama ini Perusahaan telah
Small and Medium Enterprise sectors. With
menyalurkan dana kepada seluruh BPR sebesar
Rp 260,0 miliar. a total of 32 cooperating BPR, the Company
was able to distribute total credits of Rp 260.0
billion.
48
202,5%
Pertumbuhan Kredit
Pemilikan Rumah
Kredit Korporasi Corporate Credit
Bank Mega tetap menjadikan segmen korporasi Bank Mega continued to make the corporate
sebagai faktor penunjang portofolio kredit. sector the leading edge of its credit portfolio.
Berbagai usaha dan strategi telah dilakukan A number of efforts and strategies were
untuk terus meningkatkan portofolio kredit conducted to continuously improve the
Korporasi sehingga dapat menunjang Corporate credit portfolio so that it would
portofolio kredit secara keseluruhan yaitu represent a leader in the entire credit program:
dengan: - Improve quality and quantity of human
- menambah kualitas dan kuantitas sumber resources in the Corporate Division in
daya manusia di Divisi Korporasi sehingga
order to improve speed and efficiency of
dapat melakukan penetrasi pasar lebih tepat
market penetration and by the expansion of
dan cepat, hal ini juga di tunjang dengan
the corporate credit division to become two
pemekaran divisi kredit korporasi menjadi
divisions;
dua divisi
- fokus ke industri-industri tertentu dan - Focus on specific industries and the
pengembangan basis debitur di industri development of debitor-based programs in
tersebut; seperti memberikan pembiayaan these industries, such as by providing finance
pada proyek tol di Jawa Timur dan Slawesi for toll road projects in East Java and South
Selatan serta proyek pembangkit tenaga Sulawesi and for power generation projects;
listrik - Increase initiation and participation in club
- meningkatkan inisiasi dan partisipasi dalam deals or syndications.
berbagai club deal atau sindikasi.
The Company also directed its corporate
Perusahaan juga mengarahkan kredit korporasi credit programs to export-oriented sectors
kepada sektor dengan orientasi ekspor impor and offered cash management to improve
serta menawarkan cash management guna the volume of banking transactions from
meningkatkan volume banking transaction dari corporate debtors. The Company was selective
debitur korporasi. Perusahaan juga bertindak in choosing to distribute credit to sectors
selektif dalam menyalurkan kredit kepada with relative stability and that are not easily
segmen ini dengan memilih sektor industri influence by macro-economic shifts.
yang relatif stabil dan tidak rentan terhadap
pergerakan ekonomi makro. Corporate Credit Performance
By means of a variety of programs and efforts
Hasil Kinerja Kredit Korporasi as outlined above, corporate credit in 2007
Melalui berbagi program dan upaya tersebut,
experienced growth of a very satisfying level of
tahun 2007 kredit korporasi mengalami
68.1%, for a contribution of 46.2% to total credit
pertumbuhan yang sangat baik yaitu sebesar
68,1%, dengan kontribusi 46,2% dari total kredit disbursement by Bank Mega.
yang disalurkan Bank Mega.
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 49
Tin ja u a n Usah a
Business Review
Administrasi Kredit Credit Administration
Keberhasilan suatu implementasi strategi Achievement of implementation of business
usaha tidak terlepas dari pelaksanaan strategy cannot be separated from
sistem administrasi yang tepat dan mantap. incorporation of a sophisticated administration
Terkait pelaksanaan sistem ini, Divisi Kredit system. In connection with the implementation
Administrasi Bank Mega berfungsi melakukan of this system, the Credit Administration
pengawasan dan pengadministrasian serta Division of Bank Mega plays the role of
pemrosesan transaksi kredit. Beberapa oversight, administration and processing of
hal yang telah dilakukan oleh Divisi Kredit credit transactions. Steps taken by the Credit
Administrasi ini antara lain:
Administration Division included the following:
1. Memberikan layanan pemerosesan transaksi
1. Provision of accurate transaction processing
yang akurat dengan waktu yang terukur.
services within a measurable timeframe.
2. Membantu unit bisnis dalam melakukan
2. Assist business units in development,
pembinaan, pengawasan dan
pengadministrasian proses transaksi serta oversight and administration of transaction
analisa layanan dan produk perkreditan bank processes together with analysis of services
melalui pengadaan data dan and credit products of the bank by means
informasi yang akurat dan sesuai kebutuhan. of an accurate data and information system
3. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja di tailored to requirements.
bagiannya melalui pengadaan workflow yang 3. Improvement of efficiency and effectiveness
lengkap dan terkini, melakukan otomasi of efforts through the latest and complete
pekerjaan rutin, perencanaan sumber daya workflow processes, automation of routine
manusia sesuai kebutuhan kerja. operations and human resources planning in
4.Menyampaikan laporan-laporan baik internal line with work requirements.
maupun eksternal secara akurat & tepat 4.Delivery of professional reports, both internal
waktu. and external, in an accurate and timely
manner.
Divisi ini memiliki cakupan wilayah kerja secara
nasional baik sebagai pemroses transaksi This Division operates across the nation
maupun sebagi pembina dari administrasi both as the processor of transactions and
kredit di cabang-cabang. Disamping itu as a developer of credit administration at
divisi ini juga bertanggung jawab terhadap the branches. In addition, the division is also
pemantauan kualitas kredit yang telah
responsible for oversight of the quality of
diberikan.
credit that has already been disbursed.
Hasil Kinerja Administrasi Kredit
Sejalan dengan perkembangan bisnis Bank
Credit Administration Performance
Mega yang semakin meningkat terutama In line with the rise in the level of business
pada segmen kredit konsumer, komersial, at Bank Mega, including in the credit sectors
korporasi maupun Indirect Financing (Joint of consumer, commercial, corporate and
Financing), maka diperlukan koordinasi secara Indirect Financing (Joint Financing), effective
efektif dengan team administrasi seluruh coordination is required with an administrative
team at every branch. To achieve this goal,
50
cabang. Untuk mencapai tujuan tersebut, Bank Bank Mega conducted a Workshop on
Mega menyelenggarakan Workshop Credit Credit Administration to provide direction to
Administration untuk memberikan arahan coordination connected with the mechanisms
menyamakan persepsi dan pemahaman terkait and implementation of regulations and human
mekanisme dan pelaksanaan, regulasi maupun resource requirements.
kebutuhan sumber daya.
In this regard, based on commitment to
Untuk itu, dengan berpegang teguh pada possess a high standard of service for
komitmen untuk memiliki suatu standar customers (both internal and external), Bank
pelayanan yang baik terhadap nasabah Mega implemented Service Level Agreement
baik internal maupun eksternal, Bank
(SLA) in its operational systems and services in
Mega mengimplementasikan Service Level
a consistent manner and performed continuing
Agreement (SLA) terhadap sistem operasional
evaluation of the implementation with a view
dan layanan produk secara konsisten, serta
to perfection of the system.
juga mengadakan evaluasi atas implementasi
secara berkala sebagai salah satu langkah
penyempurnaan. To guarantee the provision of accurate reports,
Bank Mega implements a Filing System
Untuk menjamin tersedianya laporan yang Mechanism for Credit Administration, which
akurat, Bank Mega melakukan Sistem represents one mechanism for document
Mekanisme Filing untuk Administrasi Kredit processing in a fast and efficient manner.
yang merupakan salah satu mekanisme Document processing in this manner provides
pengelolaan dokumen secara cepat dan security and document accuracy including
optimum. Pengelolaan dokumen dengan cara careful debtor data collection.
ini akan memberikan keamanan dan keakuratan
dokumen termasuk kecermatan pengelolaan Given that the growth target for Bank Mega in
data debitur. 2007 concentrated on maximum credit growth
in the industry segment, one important factor
Mengingat target pertumbuhan Bank Mega that was required was effective monitoring of
di tahun 2007 memiliki prioritas pada Non-Performing Loans (NPL). This monitoring
pertumbuhan kredit yang maksimal pada aims to guard the ratio of NPL effectively so
segmen industri, maka salah satu hal yang that profit can be maximized through the
penting untuk dilakukan adalah pengawasan
application of the principles of prudential
kredit dengan melakukan monitoring Non
banking.
Performing Loan (NPL). Pengawasan ini akan
dapat menjaga rasio NPL dengan baik sehingga
At December 2007, Bank Mega’s NPL ratio
laba dapat ditingkatkan dan prinsip-prinsip
prudential banking dapat dipertahankan. was 1.53%, a reduction of 0.15% from the
level at December 2006. This represents
Pada bulan Desember 2007, rasio NPL an achievement for the oversight function
Bank Mega adalah 1,53% atau turun 0,15 performed by Bank Mega in protecting the NPL
% dibandingkan Desember 2006. Hal ratio and dealing with problem accounts.
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 51
Tin ja u a n Usah a
Business Review
ini merupakan keberhasilan dari fungsi Achievement of Reprofiling
pengawasan yang dilakukan Bank Mega dalam In general, the application of the credit
menjaga rasio NPL dan menangani rekening- reprofiling strategy performed well, as
rekening bermasalah. evidenced by the growth of credit in all
segments above the average industry level.
Pencapaian Reprofilling Direct Consumer credit grew by 100.7%,
Secara keseluruhan penerapan strategi
Commercial by 120.7% and Corporate by 68.1%,
reprofilling kredit telah berjalan dengan baik,
so that the composition changed to become
ini dibuktikan dengan pertumbuhan kredit di
Consumer 38.6%, Commercial 15.2% and
semua segmen yang mencapai diatas rata-rata
Corporate 46.2%.
pertumbuhan industri. Konsumer langsung
tumbuh 100,7%, Komersial tumbuh 120,7%, dan
Korporasi tumbuh 68,1%. Secara komposisi Outlook
telah terjadi perubahan menjadi Konsumer In anticipation of the realization of a range of
38,6%, Komersial 15,2%, dan Korporasi 46,2%. promising business objectives in the future,
the Company will continue to introduce
Tinjauan Ke Depan business strategies to assist in the achievement
Sebagai antisipasi untuk menangkap peluang of growth through advanced portfolios and
bisnis yang cukup menjanjikan di masa performance.
yang akan datang, Perusahaan akan terus
menerapkan strategi usaha untuk dapat In terms of increasing the distribution
mencapai pertumbuhan dengan portofolio dan of mortgage products (KPR) within the
kinerja yang jauh lebih mapan. consumer credit sector, one strategy that will
be implemented during 2008 is to expand
Dalam rangka meningkatkan penyaluran cooperative networks with property agents in
Kredit Pemilikan Rumah pada segmen kredit creating joint promotions.
konsumer, salah satu strategi yang akan
dijalankan di tahun 2008 adalah dengan In the commercial segment, the Company will
perluasan jaringan kerjasama dengan continue to create optimal networks at its
pengembang dan agen-agen properti dalam
branch network in line with major industries in
membuat promosi bersama.
their areas of operation, so that the distribution
of credit to industry and trade sectors can be
Sedangkan untuk segmen komersial,
continually raised and become a source of
Perusahaan akan terus mengoptimalkan
jaringan cabang-cabang yang dimiliki, sesuai profit for the company.
dengan industri unggulan masing-masing
wilayah, sehingga penyaluran kredit terhadap Oversight of non-performing accounts (NPL)
sektor perindustrian dan perdagangan will continue to be conducted through a
dapat terus meningkat dan menjadi sumber monitoring mechanism that will be improved
penyumbang laba bagi perusahaan. by means of:
52
2007
2006
6.482,8
3.856,4
Kredit Korporasi (dalam miliar rupiah)
Corporation Credit (in billion rupiah)
Pengawasan rekening-rekening bermasalah 1. Acceleration of dealing with non-performing
(NPL) akan terus dilakukan dengan mekanisme credit
monitoring pengawasan yang akan lebih 2. Creation of improved and complete
ditingkatkan melalui: infrastructure
1. Percepatan penanganan kredit non lancar 3. Socialization and coordination
2. Penyedian infrastruktur yang lebih baik dan 4.Special training for AMO
lengkap
3. Sosialisasi dan koordinasi Further, administration of credit at Bank
4.Training khusus untuk AMO Mega will continue to see implementation
of customer quality standard and service
Selanjutnya, dari sisi administrasi kredit
measurements. Desired work targets will
Bank Mega akan terus mengimplementasikan
be achieved by means of the relating of
pengukuran standar kualitas dalam pelayanan
Operations and Service Level Agreement (SLA)
terhadap nasabah. Sasaran kerja yang ingin
dicapai dalam hubungan antara Operational to the provision of service in a consistently
dan Service Level Agreement (SLA) adalah accurate and timely manner. This represents
penyediaan layanan yang akurat serta tepat one strategy to develop SLA and a means
waktu secara konsisten. Hal ini merupakan of measurement of performance by means
salah satu strategi untuk membangun SLA of service indicators that represent a key
dan mengukur kinerja melalui service indicator to success in achieving maximal levels of
yang menjadi salah satu kunci sukses dalam performance. To develop harmonization of
pencapaian hasil kinerja yang maksimal. work coordination between sections and
Dengan membina harmonisasi koordinasi business units in the coming year, SLA will be
kerja antar bagian maupun unit bisnis dan implemented at all Credit Administration units
pada tahun mendatang, SLA ini juga dapat at all branches across Indonesia.
diterapkan oleh seluruh Kredit Administrasi
yang berada di cabang-cabang seluruh Finally, to achieve the Grand Plan 2008 target
Indonesia. of total credit disbursements of Rp 19.5 trillion,
Bank Mega will strengthen its strategies
Pada akhirnya, untuk mencapai target Grand in programs in the following segments of
Plan 2008 dengan total pencapaian nilai consumer credit: credit cards, Mega Refund,
kredit sebesar 19,5 triliun, Bank Mega akan Mega Oto, Mega Guna and others. Additionally,
memperkuat strategi dalam menjalankan
the Company will conduct programs involving
program-program pada segmen kredit
business credit including Investment, Working
konsumer melalui kartu kredit, Mega Refund,
Capital, Accounts and Syndication.
Mega Oto, Mega Guna dan lain-lain. Selain itu,
Perusahaan juga akan melaksanakan program
melalui kredit usaha seperti Investasi, Modal
Kerja, Rekening Koran, dan Sindikasi.
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 53
Tin ja u a n Usah a
Business Review
Strategi Reprofiling Dana
Pihak Ketiga
Strategic Reprofiling of Third-Party Funds
Seiring dengan strategi Perusahaan yang berfokus pada usaha
peningkatan komposisi dana murah, Giro dan Tabungan, Bank
Mega telah melakukan reprofiling pada segmen pendanaan
dengan meluncurkan produk-produk giro dan tabungan yang
bervariasi mulai dari produk yang sederhana sampai dengan
produk hybrid (campuran) yang menjangkau semua kalangan
serta dapat memenuhi kebutuhan nasabah.
As part of the Company’s strategy to focus on efforts to raise
the composition of low-cost funds such as demand deposits
and savings accounts, Bank Mega conducted reprofiling in the
area of funding with the creation of new demand deposits and
savings account variants beginning with simple products up
to hybrid products that are attractive to all groups and which
fulfill the requirements of customers.
Hal ini dimaksudkan untuk menyeimbangkan This process aims to balance and reduce the
dan menekan biaya dana / cost of fund yang cost of funds, earlier concentrated on high-
sebelumnya terkonsentrasi pada dana mahal / cost funds such as term deposits, and achieve
deposito menjadi lebih seimbang dengan dana a better balance with low-cost funds such as
murah / giro dan tabungan. Juga dimaksudkan demand deposits and savings accounts. An
agar perusahaan lebih kompetitif dalam additional aim is to increase competitiveness
menyalurkan kredit dan memperbesar Net of the company in its ability to disburse credit
Interset Margin/NIM sehingga akan berdampak and improve its Net Interest Margin (NIM), so
langsung pada perusahaan. the strategy therefore has a direct impact on
company performance.
Untuk menopang pertumbuhan dana murah
yang seimbang dengan dana mahal, Bank
In order to achieve growth in low-cost funds in
Mega memberikan insentif khusus bagi tenaga
order to balance high-cost funds, Bank Mega
marketing yang berhasil memasarkan produk-
produk dana murah tersebut. provides special incentives to marketing staff
who achieve sales of low-cost products.
Berbagai strategi, promosi dan program
penghimpunan Dana Pihak Ketiga dilakukan A number of strategies, promotions and
oleh Bank Mega selama tahun 2007 yaitu : programs involving third-party fund were
54
2007
2006
30.031,0
25.756,0
Simpanan Pihak Ketiga (dalam miliar rupiah)
Third Party Funds (in billion rupiah)
1. Sebagai agent Penjual ORI 002 dan ORI conducted by Bank Mega during 2007:
003 1. Agent for sales of ORI 002 and ORI 003
2. Program Co-Brand Penerbitan Kartu ATM 2. Co-branding program with provider of Mega
Mega Pass Pass ATM Card
3. Program Tabungan Mega Rencana Paket 3. Promo V of program for Mega Rencana
Promo V Savings
4. Program Promosi Mega Dollar Berhadiah 4. Promotion program for Mega Dollar with
Langsung Tahap IV direct gifts, Stage IV
5. Pemasaran Mega Link Protected Fund 5. Marketing of Mega Link Protected Fund
6. Peluncuran Program Kerjasama Pembayaran
6. Launch of Cooperative Payment Program
Tagihan Air PDAM Tirta Janggi Tanjung
for fresh water from PDAM Janggi
Pinang.
Tanjung Pinang
7. Special Promo Program Tabungan Mega
7. Special Promo Program for Mega Rencana
Rencana (Gratis Nokia E90)
8. Program Customer Loyalty 2 Tabungan Savings, with gifts of Nokia E90
Mega Dana. 8. Customer Loyalty Program 2 for Mega Dana
9. Peluncuran Tabungan Mega Absolut IDR Savings
10. Sebagai Agent Penjual Reksa Dana Mega 9. Launch of Mega Absolut Savings IDR
Capital 10. Agent for Reksa Dana Mega Capital
11. Peluncuran Mega Depo Equity 11. Launch of Mega Depo Equity
12. Peluncuran Mega Depo Premuium 12. Launch of Mega Depo Premium
13. Peluncuran Tabungan Mega Absolut USD. 13. Launch of Mega Absolut Savings USD
Keseimbangan komposisi antara deposito The balance of composition between term
berjangka dengan giro dan tabungan terus deposits and demand deposits and savings is
dijaga oleh Perusahaan dengan meningkatkan continuously monitored by the Company, which
jumlah giro dan tabungan melalui continues to strive to increase the number
pengembangan produk dan layanan loyalitas of demand deposits and savings accounts
nasabah, salah satunya dalam bentuk tabungan by means of the development of products
berhadiah. Program lain yang dilaksanakan and loyalty service for customers, one in the
adalah kegiatan promosi baik di media cetak form of deposits with gifts. Other programs
maupun media elektronik. conducted include promotional activities both
in the printed media and the electronic media.
Selain itu, untuk mencapai target pertumbuhan
Dana Pihak Ketiga yang seimbang, Perusahaan
In addition, to achieve balanced growth in
juga mencanangkan corporate actions, salah
third-party funds, the Company also instituted
satunya adalah perluasan jaringan melalui
penambahan jumlah kantor cabang baru yang corporate actions, one of which was the
dilengkapi fasilitas-fasilitas kemudahan bagi expansion of networks by means of the
nasabah. opening of new branch offices complete with
all facilities required for the convenience of
customers.
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 55
Tin ja u a n Usah a
Business Review
Hasil Kinerja Performance
Komposisi giro dan tabungan dibandingkan The composition of demand deposits and
deposito pada dari bulan Desember 2006 savings accounts compared to term deposits
adalah 25,8% : 74,2%, terus menunjukkan at December 2006 was 25.8% : 74.2%, but
perbaikan dari triwulan ke triwulan. Pada with continuing improvement from quarter to
bulan Desember 2007 perbandingannya quarter the composition at December 2007
sudah mencapai 43,7% : 56,3%. Meningkatnya had fallen to 43.7% : 56.3%. The increase in the
komposisi dana murah terutama didorong oleh proportion of low-cost funds was mainly driven
keberhasilan Bank Mega dalam memasarkan by the success of Bank Mega in marketing
produk-produk giro dan tabungan yang
demand deposits and savings instruments of
menarik bagi nasabah seperti Mega Rencana,
greater interest to customers such as Mega
Mega Absolut, Mega Ultima,Mega Optima dll.
Rencana, Mega Absolut, Mega Ultima, Mega
Optima and others.
Dengan membaiknya komposisi dana pihak
ketiga tersebut menjadikan Bank Mega lebih
kompetitif bahkan membaiknya komposisi dana With this improvement in the composition of
murah menyebabkan turunnya cost of fund third-party funds Bank Mega became more
yang pada akhirnya meningkatkan laba yang competitive and the improvement in low-cost
diperoleh. funds achieved a reduction in the cost of funds,
producing a rise in profit.
Kebijakan reprofiling atas dana pihak ketiga
ini juga telah memberikan hasil yang cukup The policy of reprofiling of third-party
signifikan. Giro mencatat pertumbuhan yang funds produced significant results. Demand
signfikan, yaitu sebesar 104,4%, dari sebesar deposits saw significant growth of 104.4%
Rp 3,3 triliun pada bulan Desember 2006, from Rp 3.3 trillion at December 2006 to Rp
menjadi Rp 6,8 triliun pada bulan Desember 6.8 trillion at December 2007. This growth of
2007. Pertumbuhan giro ini jauh diatas demand deposits was well above the level of
pertumbuhan giro perbankan nasional per growth in the national banking industry for
Desember 2007 sebesar 20,0%. Tabungan 2007 of 20.0%. Savings accounts also grew
tumbuh signifikan, mencapai 90,6%, dari significantly, by 90.6%, from Rp 3.3 trillion at
sebesar Rp 3,3 triliun pada bulan Desember December 2006 to Rp 6.3 trillion at December
2006, menjadi Rp 6,3 triliun pada bulan 2007. This growth was also well in excess of
Desember 2007. Pertumbuhan tabungan
the growth of savings accounts in the national
ini juga jauh diatas pertumbuhan tabungan
banking industry at December 2007 of 31.3%.
perbankan nasional per Desember 2007
sebesar 31,3%.
The implementation of the reprofiling strategy
Penerapan strategi di segmen pendanaan ini, in this area of funding produced a contribution
juga telah memberikan kontribusi terhadap to profit that created cause for applause at
perolehan laba yang sangat menggembirakan the end of 2007. The result represented the
hingga akhir tahun 2007. Pencapaian ini success of the strategy of reprofiling in raising
56
90,6% 104,4%
Pertumbuhan
Tabungan yang Pertumbuhan
dicapai sampai Giro yang dicapai
akhir 2007 sampai akhir tahun
2007
merupakan keberhasilan implementasi strategi the composition of low-cost funds to achieve a
reprofiling pendanaan dalam meningkatkan decrease in the cost of funds.
komposisi dana murah sehingga cost of fund
dapat diturunkan. Outlook
To achieve the base target for third-party funds
Tinjauan Ke Depan of Rp 35.1 trillion and in line with the Grand
Untuk mencapai target nilai Dana Pihak Ketiga Plan target for 2008, Bank Mega will continue
sebesar Rp 35,1 triliun dan sesuai dengan to increase the composition of low-cost funds
target Grand Plan 2008, Bank Mega akan by means of marketing of products such as
terus berusaha meningkatkan komposisi
Demand deposits Mega Pro, Mega Optima and
dana murahnya melalui pemasaran produk-
Mega Demand deposits Valas as well as Mega
produk seperti Giro Mega Pro, Mega Optima
Dana Savings, Mega Maxi, Mega Absolut, Mega
dan Mega Giro Valas serta Tabungan Mega
Depo Equity and Mega Rencana. In addition,
Dana, Mega Maxi, Mega Absolute, Mega Depo
Equity dan Mega Rencana. Selain itu, program- loyalty programs will be conducted in order
program loyalitas juga akan terus dijalankan that levels of service and other requirements
agar pelayanan dan kebutuhan nasabah dapat of customers are fully met, in line with the
dipenuhi dengan maksimal, sesuai dengan misi mission of the Company to become a One-Stop
Perusahaan untuk menjadi bank berkonsep Financial Services bank.
One Stop Financial Services.
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 57
Tin ja u a n Usah a
Business Review
Strategi Pengembangan
Bisnis Kartu Kredit
Strategic Development of Credit Card Business
Sebagai salah satu sumber penghasil laba bagi Perusahaan,
bisnis Kartu Kredit Bank Mega telah mencapai tingkat
pertumbuhan yang sangat signifikan pada tahun 2007.
Pencapaian ini diperoleh melalui keberhasilan penerapan
di berbagai strategi serta dukungan fungsi operasional dan
teknologi informasi yang semakin memadai.
As a source of revenue for the Company, the Bank Mega Credit
Card business achieved strong growth during 2007. This result
was achieved through the success of the implementation of
a number of strategies and with the support of operational
functions and increasingly sophisticated IT systems.
Kartu Kredit Bank Mega mempunyai komitmen Bank Mega Credit Card is committed to
untuk memberikan pelayanan yang berkualitas provide quality service to all customers. To
kepada seluruh nasabah. Untuk mencapai achieve this, Bank Mega conducted a number
tujuan tersebut, Bank Mega menjalankan of programs, including:
beberapa program, antara lain:
1. Acquisition Program
1. Program Akuisisi This is designed to net potential customers
Bertujuan untuk menjaring nasabah-
and is achieved through the widening of
nasabah potensial yang dilaksanakan
marketing networks. The customer
dengan perluasan jaringan pemasaran.
penetration program was implemented at
Program penetrasi nasabah yang
tersebar di seluruh cabang Bank Mega di all branches of Bank Mega across Indonesia,
seluruh Tanah Air ini telah meningkatkan achieving new credit card business growth
pertumbuhan kartu baru sebesar 45%. of 45%. The important role of branch offices
Peran penting Kantor cabang dalam in this program prompted the Company to
program ini telah mendorong Perusahaan invest both in the opening of new branches
melakukan investasi baik dalam pembukaan and in the addition of 400 new Credit Card
cabang-cabang baru serta penambahan officers.
hampir 400 tenaga Credit Card Officer
yang baru. The acquisition program also involves
telemarketing (Direct Acquisition through
Program akuisisi ini juga dilakukan Telemarketing); direct sales, in which
melalui telemarketing (Direct Acquisition cooperation programs are mounted with
through Telemarketing); direct sales; third parties; and especially corporate
58
94,7%
Pertumbuhan
outstanding Kartu
Kredit
kerjasama dengan pihak ketiga; serta channels that achieved 65% of new card
khususnya corporate channels yang business. The opening of new locations is the
mencapai pertumbuhan kartu baru sebesar focus of Telemarketing, through the
65%. Pembukaan lokasi baru secara fokus utilization of an accurate data base and by
telah menunjang kegiatan Telemarketing, aggressive activation of corporate channels
pengolahan database yang akurat serta with the target of gaining all employees of a
dalam menjalankan implementasi agresif company as potential customers.
atas corporate channel dengan target
karyawan perusahaan besar sebagai calon
As an incentive for new holders of credit
nasabah potensial.
cards, Bank Mega offered free annual fees for
the first year and also launched a secondary
Sebagai insentif bagi pemegang baru kartu
kredit, Bank Mega memberikan penawaran card program at the end of 2007.
gratis iuran tahunan untuk tahun pertama
dan juga meluncurkan program kartu 2. Transformation of Mega Visa
tambahan pada akhir tahun 2007. In order to provide the best service and value
to customers, the Company is committed to
2. Transformasi Mega Visa continue to raise the level of service including
Untuk memberikan pelayanan terbaik security in credit card use. In the middle
dan nilai lebih kepada nasabah, Perusahaan of the year, Bank Mega introduced the
berkomitmen untuk terus meningkatkan new standard Mega Visa Euro Master Visa/
kualitas pelayanan termasuk keamanan EMV card. Changes incorporate a security
pada fungsi kartu kredit. Pada pertengahan system capable of reducing the level of
tahun, Bank Mega memperkenalkan mistakes and fraudulent transactions. The
kartu Mega Visa Euro Master Visa/EMV card features a dynamic style with
standard yang baru. Perubahan ini dilengkapi a corporate flavor that reflects the
dengan sistem keamanan yang dapat trustworthiness of Mega Visa holders. Bank
mengurangi tingkat kesalahan dan pemalsuan
Mega became the first bank in Indonesia to
transaksi. Kartu ini memiliki tampilan yang
introduce a credit card with the EMV
dinamis dan gaya corporate yang
standard of security.
merefleksikan kepercayaan pemegang kartu
Mega Visa. Bank Mega tercatat sebagai Bank
pertama di Indonesia yang mengeluarkan 3. Marketing Program
kartu kredit dengan keamanan standard EMV. Marketing strategy was conducted with the
support of the five stickiness theme,
3. Program Marketing consisting of:
Strategi pemasaran dilaksanakan dengan a. Mega Food: A discount of as much as
dukungan strategi five stickiness, yang 25%-50% for credit card holders in more
terdiri dari : than 400 restaurants and cafes in 22
a. Mega Food, diskon khusus sebesar 25%- locations in Indonesia.
50% bagi pemegang kartu kredit yang b. Mega Fashion, a special discount for
dapat digunakan di kurang lebih 400 purchase of fashion premium products
restoran/cafe di 22 lokasi di Indonesia. licensed by PT. Mahagaya (a company in
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 59
Tin ja u a n Usah a
Business Review
b. Mega Fashion, diskon khusus untuk the Para Group) including Hugo Boss,
pembelian produk-produk fashion Prada, Aigner, Mango, Jimmy Choo and
premium, terutama produk-produk others.
lisensi di bawah PT. Mahagaya c. Mega Pay, a shopping program with
(perusahan dibawah Para Group) seperti installment payments at low rates of
Hugo Boss,Prada, Aigner, Mango, Jimmy interest. Holders of Bank Mega Credit Card
Choo dan lain sebagainya. can utilize the program at around 500
c. Mega Pay, program belanja dengan outlets.
pembayaran cicilan dan bunga yang
d. Mega Tronic, special discounts for buyers of
ringan. Pemegang kartu kredit Bank
electronics.
Mega dapat memanfaatkan program ini
e. Mega Travel, supported by Anta Tour &
di kurang lebih 500 outlet.
d. Mega Tronic, diskon khusus untuk Travel, a subsidiary of the Para Group/CT
pembelian produk-produk elektronik. Corpora, provides promotional programs
e. Mega Travel, didukung oleh Anta Tour for purchase of tickets and travel packages
& Travel, salah satu anak perusahaan without transaction surcharges.
Para Group/CT Corpora, memberikan
program promosi pembelian tiket maupun The considerations of Bank Mega in performing
paket perjalanan tanpa dikenakan harga these strategies to develop its credit card
tambahan. business are as follows:
- The potential of the credit card business
Pertimbangan Bank Mega berinisiatif in Indonesia is extremely large and full of
melakukan strategi mengembangkan bisnis potential
kartu kredit adalah : - The positive direction of the economy
- Peluang bisnis kartu kredit di Indonesia produces an increasing trend in incomes
sangat besar dan potensial
- Perkembangan ekonomi yang baik Performance
mengakibatkan peningkatan pendapatan
Interesting programs supported by maximum
masyarakat semakin meningkat
service standards have produced significant
growth. There was extraordinary expansion
Hasil Kinerja of 110.3% in the number of card holders from
Program-program menarik yang didukung oleh
150.1 thousand cards at December 2006 to
layanan yang maksimal telah menghasilkan
315.7 thousand at December 2007. Meanwhile
pertumbuhan signifikan. Perkembangan
outstanding credit card loans grew by 94.7%
kartu kredit selama tahun 2007 mengalami
peningkatan yang luar biasa dari 150,1 ribu from Rp 311.2 billion at December 2006 to Rp
kartu pada bulan Desember 2006, tumbuh 605.9 billion at December 2007.
110,3% menjadi lebih dari 315,7 ribu kartu.
Sedangkan untuk outstanding kartu kredit From the aspect of security, the level of fraud
tumbuh sebesar 94,7% dari sebesar Rp 311,2 fell to 9.88% in 2007 while the level of write-
miliar pada Desember 2006, menjadi Rp 605,9 offs also saw an improvement at 1.10% for the
miliar pada Desember 2007. year.
60
Dari sisi keberhasilan pengamanan, tingkat Outlook
pemalsuan data menurun menjadi 9,88% In the coming year the Mega Visa card will
di tahun 2007 sedangkan tingkat write-off continue to provide added value and other
menunjukkan perbaikan menjadi sebesar 1,10% returns to encourage customers to increase
di tahun 2007. their use of credit cards. The creation of an
‘amazing’ card that meets all the requirements
Tinjauan Ke Depan of customers and combines the offer of ease of
Tahun 2008 mendatang, kartu Mega Visa use and other facilities is of great importance in
akan terus meningkatkan nilai tambah attracting the attention of potential customers.
dan keuntungan-keuntungan lainnya guna
In order to maintain a high level of service,
mendorong nasabah untuk terus menggunakan
these requirements must be continually
kartu kredit. Penciptaan kartu ‘hebat’ yang
balanced with operational facilities and
dapat memenuhi kebutuhan setiap nasabah
melalui penawaran kemudahan dan fasilitas- leading-edge information technology, with at
fasilitas lainnya sangat penting dalam menarik all times an extremely high quality of service to
minat nasabah potensial. Untuk menjaga customers.
pelayanan yang tinggi, hal ini harus tetap
diimbangi dengan fasilitas operasional dan
teknologi informasi yang memadai serta
kualitas pelayanan nasabah yang sangat baik.
Dalam Jutaan Rupiah
In Million Rupiah
Re a l i s a s i
Net Production
Segmen 3 1-D e c-07 31 - D e c - 0 6
NOA B. Debet % NOA B. Debet % B. Debet %
Kartu Kredit 315.700 605.927 4,31 150.100 311.174 2.83% 294,753 94,7
Perbandingan Pencapaian Kredit
Comparison of Credit Performance
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 61
Tin ja u a n Usah a
Business Review
Strategi Meningkatkan
Fee Based Income
Strategic Increase in Fee Based Income
Perusahaan berhasil mencatat kinerja yang cukup memuaskan
atas implementasi strategi peningkatan pendapatan fee based
income pada tahun 2007. Peningkatan pendapatan fee based
income ini disumbang oleh pendapatan yang berasal dari
pendapatan jasa administrasi, pendapatan dari segmen kartu
kredit, keuntungan bersih surat berharga yang dijual, transaksi
mata uang asing, perubahan nilai wajar surat berharga yang
diperdagangkan dan lainnya.
The Company achieved a satisfying result in the implementation
of its strategy of raising the level of fee-based income in
2007. The rise in the level of fee-based income was the result
of receipts from administrative services, revenue from the
credit card segment, net profit from commercial paper sold,
foreign exchange transactions, changes in the traded value of
commercial paper and other sources.
Perkreditan Credit Disbursement
Seiring dengan perkembangan kredit Bank In line with the increasing growth of credit
Mega yang semakin besar, perusahaan disbursed by Bank Mega, the company
dapat meningkatkan Fee Based Income achieved a rise in fee-based income from
diantaranya adalah : biaya provisi, setiap provisional payments; the requirement of all
debitur wajib memanfaatkan jasa perbankan debtors to use the services of Bank Mega
Bank Mega sebagai bank operasional yaitu as their operational bank and to process all
seluruh transaksi perbankan harus dilakukan banking transactions through Bank Mega;
melalui Bank Mega serta menawarkan cash together with the offer of cash management
management guna meningkatkan volume
in order to raise the volume of banking
banking transaction debitur korporasi.
transactions of corporate debtors.
Perbankan Internasional
Layanan remittance yang didukung oleh
International Banking
seluruh kantor cabang menunjukkan Through 2007, Bank Mega recorded fee-based
pertumbuhan yang sangat signifikan. Faktor- income from trade finance and remittances at
faktor yang mendukung pertumbuhan ini its International Banking services section. The
remittance service was supported by all branch
62
antara lain biaya yang kompetitif, rate nilai offices and showed significant growth. Factors
tukar yang sangat bersaing, layanan yang supporting this growth included competitive
memuaskan dan juga adanya penambahan costs, a competitive exchange rate, satisfying
jenis mata uang yang diterima Bank Mega service and an increase in the currencies
dalam transaksi remittance. accepted by Bank Mega for remittance
transactions.
Peningkatan kinerja trade finance dan
remittance ini tidak lepas dari dukungan yang The rise in the level of trade finance and
telah diberikan oleh bank-bank koresponden remittances cannot be divorced from the
yang telah berkerjasama dengan Bank Mega.
support provided by correspondent banks to
Sejalan dengan meningkatnya kepercayaan
Bank Mega. Together with an improvement in
bank koresponden terhadap Bank Mega,
trust of correspondent banks for Bank Mega,
fasilitas kredit yang disediakan juga mengalami
credit facilities provided also saw improvement,
peningkatan yang signifikan dan didukung
dengan pricing yang semakin kompetitif. supported by competitive pricing. The result
Sehingga pada akhirnya, nasabah dapat was a rise in the level of customer satisfaction
menikmati pelayanan serta jasa Bank Mega with Bank Mega’s products and services.
secara lebih maksimal.
In order to expand the range of currency
Untuk memperluas ragam transfer valas serta transfers and to develop the express
mengembangkan jasa pelayanan express money transfer service, in 2007 Bank Mega
money transfer, pada tahun 2007 Bank Mega cooperated with MoneyGram International Ltd.
menjalin kerjasama dengan MoneyGram This service, known as MoneyGram Payment
International Ltd. Pelayanan yang dikenal Service, is a service of despatch and receipt of
dengan MoneyGram Payment Service ini adalah personal funds in which transfers of funds are
jasa pengiriman dan penerimaan uang secara achieved in around 10 minutes. The express
perorangan, dimana kiriman uang sudah dapat money transfer service has been implemented
diterima dalam waktu lebih kurang 10 menit. in around 50 Bank Mega banches since the
Jasa express money transfer ini telah berhasil beginning of 2007.
dijalankan sejak awal tahun 2007 di sekitar 50
cabang Bank Mega. Capital Market
Over a period of a number of years, Bank
Pasar Modal Mega services in the capital market sector
Selama beberapa tahun terakhir, pelayanan
have achieved trust and acceptance from the
Bank Mega di bidang pasar modal telah
wider public. In 2007, receipts from fee-based
mendapatkan kepercayaan dan dukungan
services related to capital market portfolios
dari masyarakat luas. Pada tahun 2007, total
pendapatan fee based income atas portofolio operated by Bank Mega achieved a significant
jasa-jasa pasar modal yang dimiliki oleh Bank improvement.
Mega berhasil mencapai peningkatan secara
signifikan.
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 63
Tin ja u a n Usah a
Business Review
Untuk memenuhi kebutuhan pasar modal, In order to meet the requirements of the
jasa-jasa layanan yang dimiliki oleh Bank Mega capital markets, services offered by Bank Mega
adalah: area as follows:
1. Wali Amanat 1. Trustee
Wali Amanat Bank Mega memberikan Bank Mega Trustee provides services
pelayanan antara lain; membantu penerbitan including the issuance of obligations,
obligasi, sebagai pihak yang mewakili representation of holders of obligations in
pemegang obligasi untuk menentukan hak defending their rights and in monitoring the
pemegang obligasi (PO) serta memantau implementation of responsibilities that have
pelaksanaan kewajiban-kewajiban yang telah
been jointly entered into.
disepakati bersama.
2. Custodian
2. Kustodian
Bank Mega Custodian provides the services
Kustodian Bank Mega memberikan pelayanan
of safe keeping (deposit), delivery and
sebagai safe keeping (deposit), delivery and
receive,corporate action, proxy, reporting and receipt, corporate action, proxy, reporting
information. and information.
3.Agen Jaminan 3. Guarantee Agent
Agen Jaminan Bank Mega memberikan Bank Mega Guarantee Agent provides
pelayanan dalam melakukan pemantauan services involved with the oversight of the
terhadap penyerahan jaminan sesuai provision of guarantees in accordance with
perjanjian, melakukan pengikatan jaminan agreements, raises the level of guarantees
dan mengurusi administrasi yang berkaitan and performs administrative functions
dengan jaminan yang bersangkutan. connected to guarantees and related issues.
4.Agen Fasilitas 4.Facilitating Agent
Agen Fasilitas Bank Mega memberikan Bank Mega Facilitating Agent provides
pelayanan yang berhubungan dengan services connected with the provision of
pemberian pinjaman sindikasi. Adapun tugas syndicated loans. Its basic duty is to oversee
pokoknya adalah memantau pelaksanaan the protection of the rights of creditors and
hak-hak para kreditur dan debitur sesuai debtors in accordance with loan agreements
dengan perjanjian pinjaman sindikasi yang made between the parties.
telah disepakati sebelumnya.
Treasury
Treasuri In its efforts to achieve significant development
Dalam upaya mencapai perkembangan sumber
of sources of revenue from the Treasury unit,
pendapatan yang signifikan dari unit usaha
the Company implemented a number of
Treasuri, Perusahaan menjalankan beberapa
strategies including investment in the money
implementasi strategi yang salah satunya
dilakukan melalui investasi di pasar uang serta market and foreign exchange trading with a
transaksi valuta asing dengan penawaran harga competitive pricing structure.
yang kompetitif.
64
117,0%
Pertumbuhan
Fee Based Income
Jasa Pasar Modal
Terkait dengan strategi diatas, Perusahaan In line with this strategy, the Company
meluncurkan produk-produk yang lebih inovatif launched a number of more innovative and
dan advanced, sehingga dapat memberikan advanced products and achieved a satisfactory
kontribusi pada pendapatan fee based income increase in the level of fee-based income.
yang cukup tinggi bagi Perusahaan. Salah One of these products was the provision of
satunya adalah dengan menyediakan transaksi forex online transactions that provided a more
forex online yang dapat memberikan nilai kurs competitive exchange rate in a short period of
yang lebih kompetitif dalam waktu singkat time for customers.
kepada nasabah.
Services oriented to fee-based income offered
Adapun jasa-jasa layanan dengan orientasi
by the Company were as follows:
fee based income yang ditawarkan oleh
a) Bank Guarantee with Contra Guarantee
Perusahaan adalah sebagai berikut:
from a third party or other issuer
a) Bank Garansi dengan Jaminan Kontra
(such as insurance company: ASEI and
Garansi dari pihak ketiga/penjamin lainnya
(seperti perusahaan asuransi: ASEI dan others), that was also issued by Bank Mega
lainnya), yang juga diterbitkan oleh Bank and used for performance guarantee,
Mega dan digunakan untuk jaminan deposit guarantee, maintenance deposit and
pelaksanaan, jaminan uang muka, jaminan other guarantee functions.
pemeliharaan dan jaminan keperluan lainnya. b) Letters of Credit and SKBDN with guarantee
b) Penjaminan L/C dan SKBDN dengan skema protection from a third party or other party
penjaminan dari pihak ketiga/ penjamin (such as insurance company: ASEI and
lainnya (seperti perusahaan asuransi: ASEI others).
dan lainnya). c) MoneyGram, cash express transfer service,
c) MoneyGram, yaitu jasa transfer kilat both despatch and receipt, with easy
(pengiriman maupun penerimaan) tunai cashing by customers including walk-in
dengan kemudahan pencairan bagi nasabah customers.
maupun walk-in customer. d) Mutual Fund Custodian, a service for
d) Kustodian Reksa Dana, yaitu jasa yang investment managers in the mutual fund
diberikan kepada manajer investasi penerbit industry in the form of facilities for deposit
reksadana dalam bentuk fasilitas penitipan of funds, administration of mutual funds,
kekayaan reksadana, administrator kekayaan book-keeping and payment procedures.
reksadana, administrator pencatatan dan
e) Sub-registry, providing administration
pembayaran unit penyertaan.
services for Bank Indonesia Certificates
e) Sub-registry, yaitu memberikan jasa
(SBI) and Government Bond (SUN) including
penatausahaan Sertifikat Bank Indonesia
settlement transactions and ownership
(SBI) dan Surat Utang Negara (SUN) yang
meliputi: settlement transaksi dan registration.
pencatatan kepemilikan. f) Trustee Securitization, as a trustee services
f) Wali Amanat Sekuritisasi, yaitu memberikan in securitizing of assets in line with the
jasa perwaliamanatan dalam sekuritisasi regulations of the capital markets with the
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 65
Tin ja u a n Usah a
Business Review
Dalam Jutaan Rupiah
In Million Rupiah
No Pos Jumlah
1 Pendapatan transaksi valuta asing 20.128,0
2 Pendapatan kenaikan nilai surat berharga 2.239,0
3 Pendapatan lainnya 222.700,0
Total 245.067,0
Pendapatan Fee Based tahun 2007
2007 Fee Based Income
asset sesuai ketentuan pasar modal dengan main duty of representing the interests of
tugas pokok mewakili kepentingan the holder of securities.
pemegang efek sekuritisasi. g) Trustee Sukuk, as a trustee services in the
g) Wali Amanat Sukuk, yaitu memberikan jasa issuance of sukuk in line with the regulations
perwaliamanatan dalam penerbitan sukuk of the capital markets with the main duty of
sesuai ketentuan pasar modal dengan tugas representing the interests of the holder of
pokok mewakili kepentingan pemegang the sukuk.
sukuk. h) To increase the level of service to customers
h) Untuk meningkatkan pelayanan kepada and increase the range of products/foreign
nasabah dan menambah jenis produk/
exchange transations that can be provided
transaksi valuta asing yang dapat diberikan
to customers, through the development of
kepada nasabah, telah dikembangkan
forward transactions, currency swap,
transaksi forward, currency swap, currency
currency vanilla option, structured product
vanilla option, structured product yang
merupakan enhancement dari berbagai which represent an enhancement of the
instrumen serta perdagangan mata uang number of instruments as well as foreign
asing dengan metode leverage (margin exchange trading with the margin trading
trading). method.
i) Mega Pass Co-Branding, yaitu strategi i) Mega Pass Co-Branding, a strategy of co-
Co-Branding untuk kartu Mega Pass bekerja branding for the Mega Pass card in
sama dengan pihak ketiga yang memiliki cooperation with third parties that have high
exposure bisnis yang tinggi. business exposure.
j) Penerbitan prepaid card dengan strategi j) The introduction of a prepaid card with
untuk menambah customer based melalui the strategy aiming to increase he customer
penyediaan jenis kartu alat bayar prepaid base by way of provision of a prepaid card
card yang memiliki feature transaksi yang as a payments card with transaction features
hampir sama dengan Kartu ATM/Debit dan virtually the same as ATM/Debit Cards and
menambah Dana Pihak Ketiga tanpa by an increase of third party funds without
kewajiban membayar bunga. the requirement of interest payments.
k) Agen Penjual Reksa Dana, dimana produk k) Agent for sale of Mutual Funds, in which
reksa dana yang di jual saat ini adalah reksa mutual fund products currently sold are
dana dari manajer investasi PT. Mega Capital from investment manager PT. Mega Capital
Indonesia dan Standard Chartered Bank
Indonesia and Standard Chartered Bank as
sebagai bank kustodian. Jasa yang
the custodian bank. The services offered and
disediakan serta kerjasama dengan pihak-
the cooperation programs with external
pihak eksternal tersebut nantinya dapat
parties will be developed with other external
dikembangkan dengan pihak-pihak eksternal
lainnya yang dapat memberikan keuntungan parties to provide profit for Bank Mega.
untuk Bank Mega l) Mega Link Protected Fund, a product
l) Mega Link Protected Fund, yaitu conducted together with Bancassurance
produk kerjasama Bancassurance yang that provides a variety of insurance products
memberikan asuransi manfaat hidup dan including insurance for death in the case of
66
asuransi manfaat meninggal dunia akibat sickness or personal accident with benefits
sakit atau personal accident sebesar 150% of 150% or a maximum of Rp 1.0 billion
atau maksimal Rp 1,0 miliar per polis per policy and Rp 5.0 billion for
dan Rp 5,0 miliar untuk coordination coordination benefit. Bank Mega acts
benefit. Dalam produk ini, Bank Mega as a sales agent for this product, targeting
bertindak sebagai agen penjual dan marketing efforts at affluent customers.
segmentasi nasabah yang ditargetkan m)Development of online payment at all
adalah affluent. electronic banking facilities (ATM, internet,
m)Pengembangan Layanan payment online di mobile banking, phone banking and
seluruh electronic banking (ATM, internet,
autopay) for payment of water fees, airline
mobile banking, phone banking dan autopay)
ticketing, credit card payments and transfers
yang dapat digunakan untuk pembayaran
to other banks.
PAM, airline ticketing, tagihan kartu kredit/
n) Development of online payment services
kredit bank lain.
n) Pengembangan Layanan payment online at payment points in cooperation with third
di payment point, bekerjasama dengan pihak parties as technical acquirer.
ketiga sebagai technical acquirer. o) Refinancing of Letters of Credit (LC) and
o) Produk L/C dan SKBDN refinancing bagi domestic guarantees (SKBDN) for payment
bank pembiayaan yang diberikan oleh Bank banks by Bank Mega in rupiah currency or
Mega dalam mata uang rupiah atau valas foreign currency at the request of other
atas permintaan bank lain yang didasarkan banks based on the issue of LC/SKBDN by
atas penerbitan L/C/SKBDN yang dilakukan these banks.
oleh Bank tersebut. p) Money transfer services overseas by non-
p) Layanan pengiriman uang ke luar negeri Bank Mega customers, in line with
oleh nasabah non-Bank Mega, sesuai dengan availability of foreign currency at Bank Mega
mata uang asing yang tersedia di Bank Mega and by means of special cooperation
melalui kerjasama khusus Bank Mega dengan programs between Bank Mega and other
bank lain dan financial institutions lainnya. banks and financial institutions.
Hasil Kinerja Performance
Sepanjang tahun 2007, Bank Mega telah In 2007 Bank Mega achieved an increase in fee-
berhasil mencatat pertumbuhan fee based based income (FBI) based on trade finance and
income (FBI) melalui trade finance dan
remittances of Rp 31.6 billion, a very significant
remittance sebesar Rp 31,6 miliar, suatu
improvement of nearly three times the level of
peningkatan yang sangat signifikan yaitu
achievement in 2006.
hampir tiga kali lipat jika dibandingkan dengan
pencapaian di tahun 2006.
Services for the capital markets also produced
Demikian juga pelayanan jasa pasar modal a much stronger contribution to the increase
telah menyumbang terhadap peningkatan in fee based income achieved by the Company.
fee based income yang diperoleh oleh During the past two years, the trustee service
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 67
Tin ja u a n Usah a
Business Review
Perusahaan secara signifikan. Selama dua of Bank Mega has demonstrated excellent
tahun terakhir ini, jasa wali amanat Bank performance compared to results at other
Mega telah menunjukkan kinerja yang baik banks in terms of all obligations listed at the
dibanding dengan Bank lain dari seluruh emisi Indonesian Stock Exchange (BEI). In 2006
obligasi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia and 2007, Bank Mega was in first position,
(BEI). Pada tahun 2006 dan 2007, Bank holding 32 listings with total listing value of
Mega menduduki posisi pertama dan telah Rp 18.5 trillion at the end of 2007. Elsewhere,
menangani 32 emiten dengan total nilai emisi Bank Mega custodial services also provided
obligasi sebesar Rp 18,5 triliun pada akhir tahun an improved contribution, growing by 360
2007.Di sisi lain, jasa kustodian Bank Mega
serviced customers, with 87 customers during
juga memberikan kontribusi yang meningkat
2006 rising to become 447 customers at the
dengan bertambahnya 360 nasabah layanan,
end of 2007, with a volume of deposits of Rp
dari 87 nasabah pada tahun 2006 menjadi 447
1,787 trillion. In services as a guaranteeing
nasabah pada akhir tahun 2007 dengan jumlah
volume penyimpanan mencapai sebesar agent, Bank Mega assisted 10 customers
Rp 1.787 triliun. Sedangkan untuk jasa agen with volume of Rp 1.8 trillion. In addition, the
jaminan, Bank Mega telah menangani 10 custodian service of Bank Mega supported the
nasabah dengan volume sebesar Rp 1,8 triliun. issue of Government Retail Bonds (ORI) in an
Di samping itu, jasa kustodian Bank Mega juga active manner.
mendukung penerbitan Obligasi Negara Ritel
(ORI) secara aktif. This combination of factors produced total
fee-based income from Bank Mega capital
Dengan demikian, total fee based income yang market services for 2007 of Rp 5.6 billion, an
berhasil dibukukan oleh jasa pasar modal Bank improvement of 117% on the target figure.
Mega pada tahun 2007 mencapai sebesar
Rp 5,6 miliar dimana pencapaian tersebut Bank Mega also recorded a significant increase
adalah 117% lebih tinggi dari target yang telah in fee-based income from the Treasury division.
ditetapkan sebelumnya.
Outlook
Bank Mega juga membukukan peningkatan fee Entering 2008, the Company will implement
based income secara signifikan yang diperoleh a more integrated strategy to achieve
melalui divisi Treasury. improvement in public confidence and will
offer innovative products with a consistent
Tinjauan Ke Depan level of service, in order to achieve an increase
Memasuki tahun 2008, Perusahaan akan
in the number of customers, especially in the
melaksanakan strategi yang lebih terintegrasi
area of credit disbursement, which will result in
untuk dapat meningkatkan kepercayaan
masyarakat dan menyediakan penawaran an increase in the level of fee-based income.
produk-produk inovatif dan jasa pelayanan
yang konsisten, sehingga jumlah nasabah At the same time in the area of International
dapat terus bertambah terutama dalam Banking, Bank Mega will increase and expand
segmen perkreditan yang pada akhirnya akan the MoneyGram network to all branch offices.
meningkatkan pertumbuhan fee based income.
68
Sedangkan dalam bidang Perbankan In the capital market area, Bank Mega will
Internasional, Bank Mega akan menambah serta continue to stress the need for service
memperluas jaringan MoneyGram pada seluruh excellence as a foundation for service to every
kantor cabang. Terkait bidang jasa pasar customer and, as an effort to increase selling
modal, Bank Mega akan selalu meletakkan points in the capital markets, will continue to
service excellence sebagai landasan pelayanan increase the range and variation of services.
kepada setiap nasabah dan sebagai upaya
untuk meningkatkan selling point di bidang Treasury operations are also hoped to continue
jasa pasar modal, Bank Mega akan terus to improve quality of service and the facilities
meningkatkan jenis jasa lainnya dengan lebih
of products offered.
bervariasi.
Bidang usaha Treasury juga diharapkan akan
terus meningkatkan kualitas pelayanan dan
fasilitas produk yang disediakannya.
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 69
Tin ja u a n Usah a
Business Review
Strategi Pengembangan
Jaringan Kerja
Strategic Expansion of Working
Networks/Branch Offices
Strategi perluasan jaringan distribusi melalui pembukaan
kantor-kantor cabang yang tersebar di pelosok Indonesia
merupakan langkah tepat bagi Bank Mega. Pelaksanaan
strategi ini telah meningkatkan pertumbuhan tabungan
dan giro yang pada akhirnya memberikan kontribusi pada
peningkatan dana murah. Hal ini sejalan dengan target
Perusahaan untuk menciptakan portofolio yang seimbang
antara dana murah dan dana mahal.
The strategy to widen the network through the opening of
branches dispersed throughout Indonesia represents the correct
step for Bank Mega. The execution of this stratey has increased
growth of savings accounts and demand deposits which in the
end have contributed to a surge in low-cost funds in line with
the Company’s target to create a balanced portfolio between
high- and low-cost funds.
Pesatnya perkembangan bisnis telah The acceleration of business development
mendorong Perusahaan untuk mengambil has encouraged the Company to establish a
kebijakan dalam menambah jaringan, dengan policy to further expand its network, with the
tujuan untuk menjaga Service Level Quality aim of maintaining Service Level Quality and
dan mengimbangi tingkat pertumbuhan balancing the pace of growth with appropriate
dengan penyediaan layanan yang memadai dan quality service.
berkualitas.
In addition to the network of new offices, ATMs
Disamping jaringan kantor-kantor baru, are also an important factor in expanding
ATM juga merupakan faktor penting dalam products and services. The wide ATM network
pengembangan produk dan layanan. Jaringan
has become a basic necessity for customers in
ATM yang luas sudah menjadi kebutuhan
pokok bagi nasabah dalam melakukan proses carrying out transactions. To meet the needs
transaksi. Untuk memenuhi kebutuhan nasabah of customers for an ATM network facility, Bank
akan fasilitas jaringan ATM, Bank Mega telah Mega formed a collaboration program with
menjalin kerja sama dengan jaringan ATM ATM Bersama and ATM BCA (ATM Prima)
Bersama dan ATM BCA (ATM Prima) disamping networks, in addition to its own ATM network.
memiliki jaringan ATM sendiri.
One of Bank Mega’s business missions in
Salah satu misi usaha Bank Mega pada tahun 2008 is to attain performance growth of more
2008 adalah mencapai pertumbuhan kinerja than 20-25% in the banking industry. This
lebih dari 20-25% di industri perbankan. Hal is a consideration in executing Bank Mega’s
70
ini menjadi pertimbangan dalam pelaksanaan strategy of disbursing funds to potential
salah satu strategi Bank Mega dengan business sectors. Another important initiative
menyalurkan dana untuk sektor-sektor usaha of Bank Mega in supporting the transformation
yang potensial. Inisiatif Bank Mega yang juga of business strategy was the increase in branch
sangat penting dalam mendukung transformasi offices throughout 2007. At present, the total
strategi usaha adalah peningkatan jumlah of Bank Mega branch offices has reached 160
kantor cabang sepanjang tahun 2007. Saat branches and the expansion strategy which is
ini jumlah kantor cabang Bank Mega sudah typically utilized involves the purchase of land
mencapai 160 cabang, dan strategi ekspansi in various strategic locations of a size between
yang biasanya diterapkan adalah dengan 700-2,000 m2. The target for new branch
melakukan pembelian lahan di berbagai
offices for 2008 is 90, although obtaining
lokasi strategis dengan luas antara 700-2.000
m2. Target pembangunan kantor cabang the correct land is not an easy task, with
baru adalah sebanyak 90 cabang, meskipun the Company to seek solutions in a sensible
untuk mendapatkan lahan yang cocok bukan manner.
merupakan hal yang mudah namun solusi
akan dapat dicapai dengan bijaksana oleh Performance
Perusahaan. Up to the end of December 2007, Bank Mega
succeeded in opening 12 new offices to take
Hasil Kinerja the total to 160 branch offices dispersed in
Sampai dengan akhir Desember 2007, Bank big cities across Indonesia. Growth of savings
Mega telah berhasil membuka jaringan made a positive contribution to efforts to
kantor baru sebanyak 12 kantor sehingga increase the growth of low-cost funds.
total keseluruhan menjadi 160 kantor cabang
yang tersebar di kota-kota besar di seluruh
Indonesia.
Outlook
To provide maximum service and to support
Tinjauan Ke Depan the growth of company performance, Bank
Untuk memberikan pelayanan yang maksimal Mega aims to create a network of 250 branch
serta mendukung pertumbuhan kinerja offices by the end of 2008. This is in line
perusahaan, Bank Mega menargetkan jumlah with future business directions to become a
kantor cabang sebanyak 250 cabang pada Universal Banking provider with One-Stop
tahun 2008. Hal ini sejalan dengan arah usaha Financial Solutions, which:
ke depan untuk menjadi Universal Banking • aids customer accessibility as a means to
dengan One Stop Financial Solution sehingga: grow savings and demand deposits products
• mempermudah aksesibilitas nasabah yang and improve the composition of public funds,
merupakan salah satu kunci berkembangnya • become a potential source of fee-based
produk tabungan dan giro, sehingga income in line with the development of
komposisi dana masyarakat menjadi lebih savings and demand deposits products
baik. • guarantee stability in business growth, and
• menjadikan sumber potensi fee based income • maintain Service Level Quality since business
sejalan dengan berkembangnya produk growth that is not balanced with
tabungan dan giro. infrastructure and network improvements
• lebih menjamin stabilitas pertumbuhan usaha. would decrease service quality.
• menjaga Service Level Quality karena
pertumbuhan bisnis yang tidak diimbangi
dengan pertambahan jaringan dan
infrastruktur dapat menurunkan kualitas
layanan.
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 71
Tin ja u a n Usah a
Business Review
Strategi Menetapkan
Standard International untuk IT &
Operasional, Treasury
Strategic Application of International Standards
for IT & Operations, Treasury
Kinerja Teknologi Informasi (TI) yang didukung dengan
implementasi pengembangan infrastruktur sesuai
standar internasional telah berhasil memberikan
kontribusi besar bagi perkembangan pesat Bank Mega
selama tahun 2007.
The performance of the Information Technology department,
supported by implementation of infrastructure development in
accordance with international standards, succeeded in making
a major contribution to the rapid development of Bank Mega
throughout 2007.
Teknologi Informasi (TI) Information Technology (IT)
Tantangan yang dihadapi TI dalam upaya Challenges faced by the IT department in
memenuhi standar internasional ditempuh attaining international standards were resolved
melalui langkah-langkah berikut: by taking the following steps:
1) Melanjutkan pengembangan Straight 1. Continue the development of Straight
Through Processing atas beberapa proses Through Processing in several business
bisnis seperti proses Incoming Debit SKN, processes such as Incoming Debit SKN,
Incoming Remittance, pembuatan interface Incoming Remittance, creation of interface
antar aplikasi untuk menghilangkan re-input,
between applications to remove re-input in
sehingga proses menjadi lebih cepat, dan
order to accelerate processing and guarantee
akurasi data terjamin.
data accuracy.
2) Pengembangan sistem same day effective
2. Develop effective same day clearance
untuk transaksi setoran kliring di wilayah
transactions in BI clearance areas which
wilayah kliring BI yang menerapkan
employ settlement H+1.
settlement H+1.
3) Mengembangkan sistem Credit Monitoring 3. Develop a reliable system of Credit
yang handal sehingga Non Performing Loan Monitoring to reduce Non-Performing Loans
(NPL) dapat ditekan dibawah rata-rata (NPL) to less than the average industry NPL.
industri NPL.
72
Global Transaction Services
USD Straight Processing
Award dari Citibank
4) Peningkatan kualitas Disaster Recovery 4.Boost the quality of Disaster Recovery Center
Centre (DRC) yang berhasil melakukan live- (DRC) to successfully employ a live-test for
test untuk DR Core Banking dan sistem ATM DR Core Banking and ATM systems to
yangberoperasi selama 1 minggu penuh operate for a whole week without significant
tanpa kendala yang berarti, dengan proses problems, using a switch-over process taking
switch-over yang hanya memerlukan waktu only 20 minutes.
20 menit saja. 5. Improve the capacity of credit card systems
5) Implementasi peningkatan kapasitas sistem by means of an upgrade of cardpro software
kartu kredit dengan melakukan upgrade versions and replacement of hardware with
versi software cardpro serta penggantian
higher capacity to anticipate a significant
hardware dengan kapasitas yang jauh lebih
growth of credit card business in 2007 and
tinggi, untuk mengantisipasi pertumbuhan
beyond.
bisnis kartu kredit yang sangat signifikan
6. Implement a system of synthetic saving,
di tahun 2007 dan pada tahun-tahun
Mega Absolut, which succeeded in increasing
selanjutnya.
third-party funds and influenced asset
6) Implementasi sistem tabungan sintetik Mega
Absolut yang berhasil meningkatkan dana growth at Bank Mega.
pihak ketiga dan memberikan dampak pada 7. Implement and increase compliance, for
pertumbuhan asset Bank Mega. instance by issuing chip-based credit cards
7) Implementasi dan peningkatan kepatuhan (EMV compliance), development of a Loss
(compliance) seperti penerbitan kartu kredit Database system and improvement of the
berbasis chip (EMV compliance), KYC system.
pengembangan sistem Loss Database serta 8. Maintain Service Level Agreement (SLA) in IT
improvement pada sistem KYC. systems in accordance with the standard
8) Mempertahankan Service Level Agreement jointly agreed by IT users.
(SLA) pada sistem TI sesuai dengan standar
yang disepakati bersama pengguna TI. These steps were realized by continuous
development of human resources such as
Langkah-langkah tersebut di atas dapat through recruitment of reliable new employees,
direalisasikan melalui pengembangan sumber improving the organization’s efficiency
daya manusia yang berkesinambungan antara and by supporting the initiative of product
lain melalui recruitment tenaga kerja baru yang development from the Company’s business
handal, pembenahan efisiensi organisasi serta units.
mendukung inisiatif pengembangan produk
dari unit-unit bisnis Perusahaan.
Operational
At the beginning of 2007, Bank Mega became
Operasional
one of several banks in Indonesia implementing
Pada awal tahun 2007, Bank Mega mulai
the State Income Module (MPN) system for tax
menjadi salah satu bank persepsi di Indonesia
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 73
Tin ja u a n Usah a
Business Review
yang mengimplementasikan penggunaan revenues and state receipts. The application of
Sistem Modul Penerimaan Negara (MPN) untuk the MPN system assisted the process of faster
layanan penerimaan pajak dan setoran negara. and more accurate tax transactions and state
Aplikasi sistem MPN ini menjadikan proses payment receipts handling at Bank Mega.
penanganan transaksi pajak dan setoran negara
di Bank Mega dapat dilakukan dengan lebih To meet international standards, Bank Mega
cepat dan akurat. applied the concept of Straight Through
Processing (STP) in several systems and
Untuk memenuhi standar internasional, Bank operational processes. The application of
Mega telah menerapkan konsep Straight
this concept is designed to increase service
Through Processing (STP) pada berbagai
levels and accuracy of the whole operational
sistem dan proses operasional. Penerapan
process by minimizing human intervention
konsep ini bertujuan untuk meningkatkan
and by observing required aspects of control,
service level dan akurasi seluruh proses
compliance and security.
operasional dengan meminimalkan intervensi
manual serta tetap memperhatikan aspek
kontrol, compliance dan security yang The Company is also committed to continue
diperlukan. providing more reliable, secure and rapid
services to create an efficient and effective
Perusahaan juga memiliki komitmen untuk operational process.
terus dapat memberikan layanan yang lebih
andal, aman dan cepat sehingga tercipta suatu Improvements in Service Level Agreement
proses operasi yang efisien dan efektif. (SLA) became an indicator in measuring the
standard of service quality for customers in line
Peningkatan Service Level Agreement (SLA) with the increasing competition in the banking
yang menjadi indikator dalam pengukuran industry.
standar kualitas pelayanan, pada nasabah terus
difokuskan sejalan dengan semakin tingginya Process organization and operational
tingkat persaingan dalam bisnis perbankan. innovation were carried out continuously, such
as in the production of forms and transaction
Pembenahan proses serta inovasi operasional applications in order to increase process
terus dilakukan seperti pembuatan formulir- efficiency. Several processes which do not
formulir dan aplikasi-aplikasi transaksi yang have a value-added aspect were removed,
dapat meningkatkan efisiensi proses. Beberapa but control function and operational security
proses yang dianggap tidak memberi value
remained well maintained.
added ditiadakan, namun fungsi kontrol dan
keamanan operasional tetap dijaga.
The strategy to develop human resources
quality was improved in a consistent manner.
Strategi pengembangan kualitas sumber daya
The increase of new products launched also
manusia secara konsisten terus ditingkatkan.
encouraged execution of publicity programs
Peningkatan jumlah produk-produk baru yang
diluncurkan juga telah mendorong pelaksanaan based on policies and operational procedures
program sosialisasi atas kebijakan dan prosedur with the right level of quality and quantity.
operasional dengan kualitas dan kuantitas yang
baik. Treasury
Bank Mega consistently provided the best
Treasuri service and pricing for customers. In addition
Bank Mega selalu memberikan layanan dan to product development and increase in
pricing terbaik bagi para nasabah. Selain service, Bank Mega systematically developed
pengembangan produk dan peningkatan infrastructure, including online forex
pelayanan, secara sistematis Bank Mega transactions, so that branch offices could offer
74
mengembangkan infrastruktur, diantaranya a faster and more competitive exchange rate to
transaksi forex online, sehingga cabang dapat customers.
memberikan kurs yang lebih kompetitif dan
lebih cepat kepada nasabah. Activities which have been under taken by
the Treasury department of Bank Mega are as
Hal-hal yang telah dilaksanakan oleh Treasuri follows:
Bank Mega, antara lain: 1. Pricing Model
1. Pricing Model Bank Mega provides the best competitive
Bank Mega memberikan harga price compared to other banks, where the
terbaik dan kompetitif dibandingkan dengan Treasury division acts as risk taker and
bank lain, dimana divisi Treasuri bertindak
branch offices act as sales agent or
sebagai risk taker dan cabang bertindak
distributor of Treasury products. Branch
sebagai agen penjual atau distributor
offices can also determine prices based on
produk-produk Treasuri. Namun, kantor
prevailing local prices.
cabang juga dapat menentukan harga
berdasarkan harga lokal yang berlaku.
2. Transaction Facility
2. Transaction Facility Bank Mega provides non-cash credit facilities
Bank Mega memberikan fasilitas kredit for customers who require exchange rate
non-cash kepada nasabah yang memiliki protection with a simpler and more efficient
kebutuhan akan perlindungan nilai tukar procedure.
dengan prosedur yang lebih sederhana dan
efisien. 3. Reward Program
Bank Mega provides monthly incentives for
3. Reward Program every forex sales agent at branch offices.
Bank Mega memberikan insentif bulanan
untuk setiap agen penjualan forex di cabang. 4.Enhanced Online System
Additional features that allow on-line
4. Enhanced Online System confirmation of transactions.
Penambahan beberapa features yang
memungkinkan konfirmasi transaksi secara To meet customers’ needs, Bank Mega also
online. offers another foreign currency, GBP.
Untuk memenuhi kebutuhan nasabah, Bank Performance
Mega juga telah melengkapi jenis valuta asing
IT development in 2007 contributed strongly
lain yaitu GBP.
to growth and company portfolio balance.
Bank Mega owns a Disaster Recovery Center
Hasil Kinerja
(DRC) with facilities such as a mirroring system
Pengembangan TI pada tahun 2007 telah
(Mimix) of data backup network, and an
memberikan kontribusi yang besar terhadap
additional network accelerator system. Results
pertumbuhan serta keseimbangan portofolio
perusahaan. Bank Mega telah memiliki Disaster of a trial test proved that the Company can
Recovery Center (DRC) dengan fasilitas run the main core banking system and ATMs
mirroring system (Mimix) sarana jaringan data entirely from the DRC. Systems run alternately
backup serta tambahan network accelerator (flip flop) between both data centers. This is
system. Hasil uji coba telah membuktikan a sophisticated form of system and personnel
bahwa Perusahaan dapat menjalankan sistem preparedness to cope with malfunction or
utama core banking dan ATM secara penuh trouble in the data center. The backup system
melalui data center. Sistem dilakukan secara for other applications will soon be applied to
bergantian (flip flop) antara kedua data center. complete the Bank Mega Disaster Recovery
Center.
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 75
Tin ja u a n Usah a
Business Review
Hal ini merupakan suatu kesiapan sistem dan In addition to the success of DRC function,
personil yang tinggi dalam menghadapi mal- IT development also supported improvement
function atau gangguan di data center. Sistem in service for customers, such as by payment
backup untuk aplikasi lainnya akan segera facilities using MoneyGram through the
diaplikasikan untuk melengkapi Data Center internet, SKN incoming/outgoing transactions,
Bank Mega. RTGS and remittance products, and a system
that supports accounting centralization and the
Selain keberhasilan fungsi DRC, pengembangan back office.
TI juga telah mendorong peningkatan layanan
bagi nasabah, seperti fasilitas pembayaran
In the area of credit, in order to increase
MoneyGram melalui internet, incoming/
efficiency in the credit card approval process,
outgoing SKN, RTGS dan remittance serta
Bank Mega introduced automation through the
sistem pendukung sentralisasi accounting dan
implementation of a loan origination system
back office.
(LOS). With this system, the credit process
is accelerated provides higher accuracy. In
Di bidang perkreditan, untuk meningkatkan
efisiensi proses persetujuan kartu kredit, Bank addition, the IT division supported the Bank
Mega telah mengotomatisasi proses tersebut Indonesia program to boost the performance
dengan implementasi Loan Origination System of Rural Bank (BPR) by use of the Generic
(LOS). Dengan sistem ini, proses kredit akan Model Linkage Program.
menjadi lebih cepat dan akurat. Di samping itu,
divisi TI juga turut mendukung pelaksanaan The application of Straight Through Processing
program dari Bank Indonesia untuk (STP) succeeded in implementation of the
meningkatkan kinerja Bank Perkreditan Rakyat following systems:
(BPR) melalui Generic Model Linkage Program. 1. National Clearance System – Bank Indonesia
(SKNBI) as well as Bank Indonesia – Real
Penerapan konsep Straight Through Processing Time Gross Settlement System (BI-RTGS)
(STP) telah berhasil mengimplementasikan - for transfer and clearance processes,
sistem-sistem berikut: 2. Incoming Remittance System, to process
1) Proses kliring dan transfer yang transactions of receipt of transfers in foreign
menggunakan Sistem Kliring Nasional – Bank currency,
Indonesia (SKNBI) maupun Bank Indonesia 3. Spectrum Interface, to process treasury
– Real Time Gross Settlement System transactions,
(BI-RTGS), 4.Automatization of a reporting system to
2) Incoming Remittance System, untuk
Bank Indonesia.
memproses transaksi penerimaan transfer
dalam valuta asing,
The accomplishment of the STP concept
3) Spectrum Interface, untuk memproses
allowed Bank Mega to achieve the Straight
transaksi treasuri,
Through Processing Award from Citibank
4) Otomasi sistem pelaporan ke Bank
Jakarta for the lowest level of transaction
Indonesia.
mistakes.
Keberhasilan konsep STP ini telah menghantar
Bank Mega meraih penghargaan Straight In addition, based on benchmarking, a rise
Through Processing Award dari Citibank in SLA applications in various operational
Jakarta dengan tingkat kesalahan transaksi processes was achieved, such as time for
terendah.
76
Selain itu, berdasarkan benchmarking yang transaction handling at counters, Trade Finance
dilakukan, terdapat peningkatan penerapan transaction handling, as well as performance of
SLA dalam berbagai proses operasional, ATM transactions.
baik dari segi waktu penanganan transaksi di
counter, penanganan transaksi Trade Finance Development efforts by Treasury, such as a
maupun performance transaksi ATM. better pricing model, a shorter process for
providing transaction facilities, improvement
Upaya pengembangan yang telah dilakukan in communication quality, and improved and
oleh Treasuri, seperti pricing model yang lebih wider marketing, all helped expand the level of
baik, proses pemberian fasilitas transaksi yang foreign exchange transactions with customers.
lebih singkat, peningkatan mutu komunikasi,
The significant increase during 2007 increased
serta marketing yang lebih luas dan berkualitas
volume to a total of USD 4,323 million with a
telah berhasil meningkatkan transaksi valuta
total of 66,787 transactions.
asing dengan nasabah. Peningkatan signifikan
pada tahun 2007 ini telah meningkatkan
volume dengan nilai total sebesar USD 4.323
Outlook
juta dan jumlah item transaksi sebanyak 66.787. The IT divisions are expected to continue
to develop infrastructure in 2008 and to
Tinjauan Ke Depan continue to implement a suitably established
Divisi TI diharapkan dapat terus melakukan international standard in order to continue
pengembangan infrastrukturnya pada tahun significant contributions to the Company’s
2008 dan tetap dapat menerapkan standar growth.
internasional yang telah cukup mapan agar
kontribusi terhadap pertumbuhan Perusahaan Bank Mega will face challenges in the future
dapat berkesinambungan. and must continue to heighten its standard
of service quality, expand standardization in
Menghadapi tantangan dimasa yang akan its entire office network and apply BASEL
datang, Bank Mega harus terus meningkatkan II principles in implementing operational
standar kualitas layanan, mengembangkan activities.
standarisasi di seluruh kantor jaringan
serta menerapkan prinsip BASEL II dalam The same factors apply to the Treasury
pelaksanaan aktifitas operasionalnya. division. In the future this division must always
maintain and develop the quality of facilities
Begitu pula dengan divisi Treasuri, pada and services, particularly in foreign currency
masa yang akan datang divisi ini harus tetap
transactions.
menjaga serta meningkatkan mutu fasilitas
serta layanan, khususnya dalam transaksi valuta
asing.
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 77
Tin ja u a n Usah a
Business Review
Strategi Meningkatkan Kualitas
Sumber Daya Manusia
Strategic Improvement of Human
Resources Quality
Sumber daya manusia merupakan salah satu aset terpenting
bagi Bank Mega. Sejalan dengan kebijakan strategi usaha,
Perusahaan secara sistematis telah mencanangkan program-
program peningkatan sumber daya manusia, baik dari sisi
kuantitas maupun kualitas. Peningkatan jumlah sumber daya
manusia seharusnya disertai dengan program peningkatan
kualitas agar tercipta efisiensi dalam organisasi serta
produktifitas kerja yang efektif.
Human Resources is one the most important assets of
Bank Mega. In line with business strategy, the Company
has systematically planned human resources advancement
programs in terms of both quantity and quality. Increase of
human resources quantity must be accompanied by quality
advancement programs to create efficiency in organization and
effective productivity.
Pengembangan aspek sumber daya manusia Development of aspects of human resources
(SDM) dilaksanakan Bank Mega secara is executed by Bank Mega in a comprehensive
komprehensif dan berkesinambungan and continuous manner to build competent
agar tercipta SDM yang berkualitas dan and reliable human resources in all respects,
handal dalam segala aspek, terutama particularly in the banking business so as to
dalam bisnis perbankan sehingga mereka create the capability to face challenges in
mampu menghadapi tantangan dalam developing and advancing the Company’s
mengembangkan serta memajukan usaha business.
Perusahaan.
In addition, the Company employs the culture
Selain itu, Perusahaan juga menerapkan budaya and values of entrepreneurship which assists in
serta nilai-nilai enterpreunership, sehingga maximal management of every unit yet which
setiap unit dapat benar-benar dikelola secara is still based on prudential banking standards.
maksimal namun tetap didasari oleh kegiatan
perbankan yang hati-hati. Development and knowledge of employees
are synchronized with strategies and plans
Pengembangan pengetahuan karyawan of the Company in advancing business in the
disesuaikan dengan rencana dan strategi retail field, with training programs focused on
Perusahan dalam peningkatan usaha di bidang
78
Jumlah Pegawai 6.692
Pendidikan Jumlah Pegawai %
Sekolah Dasar 44 0.7%
Sekolah Menengah Pertama 28 0.4%
Sekolah Menengah Atas 1.568 23.4%
Diploma (D1-D3) 857 12.8%
Sarjana (S1) 4.026 60.2%
Master (S2) 169 2.5%
Komposisi Pegawai
Employees Composition
retail, sehingga pelatihan-pelatihan difokuskan enhancement of service quality in the areas of
kepada peningkatan service quality dalam credit, marketing and operations.
bidang credit, marketing dan operation.
Implementation of program development is
Implementasi pengembangan program carried out periodically and consistently. The
pelatihan tersebut dilakukan secara berkala dan Company is convinced that training programs
konsisten. Perusahaan yakin bahwa pelatihan have the capacity to improve the competency
ini dapat meningkatkan keterampilan serta and expertise of every employee in their
keahlian setiap karyawan dalam bidang profesi respective professions and to strengthen the
masing-masing dan dapat memperkuat fondasi organization’s foundation.
organisasi.
Human Resources development programs
Program-program pengembangan SDM yang executed by Bank Mega include the following:
dilakukan oleh Bank Mega, antara lain:
Specific Development Program (PPK)
Program Pengembangan Khusus This program is designed to develop
(PPK) employees’ career, promotions, and to groom
Program ini bertujuan untuk pengembangan future leaders as a preparation for the opening
karir karyawan, suksesi serta mempersiapkan of new branches and as leaders of other work
the future leader sebagai persiapan units in the regions as well as at headquarters.
pembukaan cabang baru dan pemimpin unit Some of PPK training programs are:
kerja lainnya baik di wilayah maupun di kantor a. Operational Officer Development Program
pusat. Beberapa program pelatihan PPK, (OODP)
diantaranya adalah: A program to fill the position of Operational
a) Operational Officer Development Program Coordinator and Operational Supervisor in
(OODP) Branch Offices and Sub-branch Offices.
Program untuk memenuhi posisi b. Officer Development Program (ODP)
Koordinator Operasional dan Supervisor A program to prepare manager senior
Operasional di Kantor Cabang maupun supervisor candidates.
Kantor Cabang Pembantu. c. Executive Master of Business (EMBA)
b) Officer Development Program (ODP) A program of preparation for executive
Program untuk mempersiapkan kader positions.
manajer dan posisi senior supervisor
c) Executive Master of Business (EMBA)
Programs related to areas of duty
Program untuk mempersiapkan posisi
jabatan eksekutif. (Regular)
This program aims to increase employees’
Program yang berhubungan dengan knowledge and skills related to main areas
of duty. The program is conducted in two
bidang tugas (Reguler) activities, as a scheduled program from the
Program ini bertujuan untuk meningkatkan
Training Work Unit (in-house) and as a product
pengetahuan maupun ketrampilan karyawan
conducted outside the Company (off-house).
yang berhubungan dengan bidang tugas
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 79
Tin ja u a n Usah a
Business Review
Status Jumlah Pegawai %
Permanen 4.072 60,85%
Kontrak 2.620 39,15%
Jenis Kelamin Jenis Kelamin Jumlah Pegawai %
Pria 3.964 59,2%
Wanita 2.728 40,8%
Komposisi Pegawai
Employees Composition
pokok. Program ini dilaksanakan dalam dua The Company also possesses other training
kegiatan yaitu program yang terjadwal dari programs, particularly in the area of service,
Unit kerja Pelatihan (In-house) dan program as part of the Company’s commitment
yang dilaksanakan diluar perusahaan (Off- to consistently improve service quality to
house). customers.
Perusahaan juga memiliki beberapa program The Company is also commited to the granting
pelatihan lainnya, terutama dalam bidang of awards to achieving employees. These
pelayanan sebagai bentuk komitmen awards are in the form of improved welfare
Perusahaan dalam meningkatkan kualitas conditions that are expected to raise the level
pelayanan kepada nasabah secara konsisten. of enthusiasm and enhance work motivation,
thereby increasing performance of human
Selain itu, Perusahaan juga memiliki komitmen resources. The forms of awards are not only
untuk memberikan penghargaan bagi karyawan in the form of improvements in base salary
yang berprestasi. Penghargaan ini diberikan and recognition of work status but also by
dalam bentuk peningkatan kesejahteraan means of welfare condiitons such as Jamsostek
yang diharapkan akan menjadi kunci pemicu (social insurance), health insurance, meals and
semangat serta meningkatkan motivasi kerja, transport benefits, national holiday bonus,
sehingga kinerja SDM dapat terus meningkat. leave entitlements, living allowance for certain
Bentuk penghargaan yang diberikan tidak regions with higher living costs, risk benefits
hanya gaji pokok dalam bentuk netto dan jasa for employees in certain positions, promotion
prestasi kerja, namun juga melalui tunjangan benefits, benefits for transferred executives,
kesejahteraan lainnya seperti tunjangan vehicle support/COP for executive officers,
jamsostek, tunjangan kesehatan, tunjangan
work vehicle support and overtime.
makan, tunjangan transportasi, tunjangan hari
raya, tunjangan cuti, tunjangan kemahalan
In addition to welfare improvements, the
pada daerah tertentu, tunjangan risiko bagi
Company also expresses its appreciation in the
karyawan dengan posisi tertentu, tunjangan
form of individual career development, either
jabatan, tunjangan mutasi pejabat, tunjangan
at headquarters or in the regions and branch
kendaraan/COP bagi pejabat eksekutif,
offices. Development of individual talents is
tunjangan kendaraan dinas serta lembur.
performed by provision of advanced training
followed by continuous employee performance
Selain peningkatan kesejahteraan, Perusahaan
juga memberikan penghargaan berupa monitoring in the form of guidance and
pengembangan karir individu baik di kantor tutoring, assisted by the policy of promotion of
pusat maupun wilayah dan cabang-cabang. deserving employees.
Pengembangan talent-talent individu dilakukan
melalui pemberian pelatihan yang signifikan Performance
yang kemudian diikuti dengan monitor kinerja The implementation of various programs of HR
karyawan secara berkesinambungan dalam development and the application of the culture
bentuk bimbingan dan penyuluhan serta and values of entrepreneurship succeeded
ditunjang dengan kebijakan pemberian promosi in enhancing the Company’s performance
kepada karyawan yang bersangkutan. in 2007. The Company possesses human
80
Education Special
In House Off House Risk Management Total Pelatihan
Program
569 158 5 13 745
Jenis & Jumlah Training Tahun 2007
Types & Total Number of Trainings in 2007
Education Special
In House Off House Risk Management Total Pelatihan
Program
14840 158 117 332 15447
Jumlah Peserta Training Tahun 2007
Total Number of Training Participants in 2007
Hasil Kinerja resources that proved to be well trained to
Hasil implementasi berbagai program face challenges throughout 2007, in a manner
pengembangan SDM serta penerapan budaya that allowed every planned strategy to be fully
dan nilai-nilai enterpreunership telah berhasil implemented with results that exceeded the
meningkatkan Kinerja Perusahaan pada tahun predesigned outcome target.
2007. Perusahaan memiliki SDM yang telah
terbukti terlatih dalam menghadapi tantangan Outlook
selama tahun 2007, sehingga seluruh strategi To maintain satisfactory performance, the
yang direncanakan dapat diimplementasikan Company will continue to apply human
secara maksimal dan hasilnya melampaui resources development strategies in a more
target perolehan yang sudah ditetapkan. comprehensive manner to reach every
position, beginning with the first stage of new
Tinjauan Ke Depan employee selection, assessment processes and
Untuk mempertahankan kinerja yang mapan, employee relations through to career system
Perusahaan akan terus menerapkan strategi management.
pengembangan sumber daya manusia secara
lebih komprehensif dan menyentuh seluruh
jajaran, mulai dari proses seleksi karyawan
baru, proses assessment, employee relation
sampai dengan sistem karir pegawai.
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 81
Tin ja u a n Usah a
Business Review
Strategi Menciptakan
Cabang Cantik
Strategic Creation of Beautiful
Branches
Pembukaan Cabang Cantik adalah salah satu strategi lain
yang diimplementasikan oleh Bank Mega dalam meningkatkan
kepercayaan dan loyalitas nasabah serta memberikan nilai lebih
bagi para pemegang saham
The opening of Beautiful Branches is another strategy
implemented by Bank Mega to increase the trust and loyalty of
customers and to provide additional value to shareholders.
Cabang cantik ini merupakan kantor cabang Beautiful branches are branch offices that give
yang memberikan penekanan pelayanan lebih more importance to service above the normal
dari sekedar pelayanan standar yang biasa level of service provided at other branches.
dilakukan di cabang-cabang lain. Pelayanan The service is supported by an atmosphere of
ini didukung oleh suasana kantor cabang yang a clean, comfortable branch office, complete
bersih, nyaman dengan tata letak ruang tunggu with an interestingly designed banking hall and
yang menarik. Selain itu, penampilan front charming frontliners with a positive attitude.
liners kantor cabang yang menarik dan attitude With the presence of such branch offices
positif yang dimiliki. Dengan keberadaan kantor that can become landmarks or icons in cities
cabang yang dapat dijadikan landmark/icon di where Bank Mega is present, it is expected that
kota Bank Mega berada, diharapkan nasabah customers will be proud to be clients of Bank
akan merasa bangga menjadi nasabah Bank Mega and to transact business at Bank Mega.
Mega dan melakukan transaksi di Bank Mega.
Performance
Hasil Kinerja In 2007 Bank Mega developed its network
Selama tahun 2007, Bank Mega telah with 12 new offices. Each new office is built
menambah jaringan kerja sebanyak 12 kantor. according to Beautiful Branch standards with
Keseluruhan kantor baru tersebut dibangun customized design and interior. Beautiful
sesuai dengan standar Cabang Cantik Branches are intended to be a landmark or icon
dengan disain dan interior yang sudah baku. of Bank Mega’s presence in a city.
Cabang Cantik diharapkan jadi landmark/icon
keberadaan Bank Mega di kota tersebut.
82
Tinjauan Ke Depan Outlook
Strategi Beauty Branch ini akan dikembangkan The Beautiful Branch strategy will be
lebih lanjut oleh Perusahaan guna menghadapi developed further by Bank Mega to meet
tantangan persaingan yang tinggi di bisnis the high level of competition in the banking
perbankan seiring dengan komitmen untuk industry in line with its commitment to always
selalu menjawab kebutuhan para nasabahnya. answer the needs of customers.
Langkah ini diharapkan dapat memebrikan This step is expected to contribute to
sumbangan dalam peningkatan hasil usaha improvement in business performance of the
Perusahaan di masa yang akan datang. Company in years ahead.
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 83
Tin ja u a n Usah a
Business Review
Strategi Pelayanan Prima
Strategic Extraordinary Service
Pencapaian kinerja yang signifikan juga didukung
dengan kualitas pelayanan yang extraordinary.
Significant performance achievement is also supported by
extraordinary quality of service.
Untuk mencapai strategi ini, Perusahaan To attain this strategy, the Company has
telah melakukan Program Pengembangan implemented a Continuous Improvement
Berkelanjutan meliputi Program Layanan, Program including Service Program, Service
Pengembangan Standarisasi Layanan, Standardization Development, Human
Pengembangan Sumber Daya Manusia, Resources Development, Service Competition
Kompetisi Layanan – Service Grand Prix, serta – Service Grand Prix and Business Process
Business Process Improvement. Improvement.
1. Program We Love Our Customer 1. We Love Our Customer Program
Program monitoring yang merupakan This program of monitoring, which represents
implementasi Service Tag Line – ‘We Love
implementation of Service Tag Line – ‘We
Our Customer’ bertujuan untuk meningkatkan
Love Our Customer,’ is designed to increase
awareness front liners terhadap komitmen
frontliners’ awareness of Bank Mega service
pelayanan Bank Mega pada masyarakat.
commitment to the public. Acitivities
Aktifitas yang termasuk dalam program We
love Our Customer adalah standar greetings included in this program are standard
dan groomings, perilaku yang ramah dan greetings and grooming, polite and warm
sopan, serta melakukan cross selling sesuai manner and cross selling according to
strategi pertumbuhan kinerja. performance growth strategy.
2. Program Service Day 2. Service Day Program
Program ini merupakan program Lead This is a Lead by Example program,
by Example, yang dilaksanakan serentak di implemented at the same time in every
seluruh cabang Bank Mega. Dalam program branch of Bank Mega. In this program,
ini manajemen turun langsung ke cabang the management directly visits branches to
untuk turut melayani nasabah, suatu bukti serve customers, as a proof of the Company’s
komitmen perusahaan terhadap pelayanan. commitment to service. This program
Program ini merupakan bentuk partisipasi represents a form of participation by Bank
Bank Mega pada Hari Pelanggan Nasional Mega in the National Customer Day
yang dicanangkan oleh Pemerintah. established by the Government.
Pelayanan extraordinary dan kesempatan This extraordinary service and the
untuk berkomunikasi langsung dengan
opportunity to directly communicate with
84
manajemen Perusahaan telah mendapat the Company’s management has received
respon yang sangat positif dari para nasabah. extremely positive responses from
Hal ini tentunya sangat menguntungkan bagi customers. This is clearly beneficial to Bank
Bank Mega karena kebutuhan serta Mega since the requirements and aspirations
harapan nasabah akan terkomunikasikan of customers will be directly communicated
secara langsung sehingga strategi bisnis dan to help improve the targeting of business
layanan ke depan akan lebih tepat sasaran. strategies and service in the future.
3. Program Morning Briefing 3. Morning Briefing Program
Program yang ditargetkan bagi Pemimpin The is a program targeted to Branch Office/
Cabang/Service Leader untuk menyusun
Service Leaders to arrange and organize
serta mengatur strategi bisnis demi
business strategies to attain established
tercapainya target yang telah ditentukan
targets and to manage productive and non-
serta dapat mengelola aktiva produktif dan
productive assets such as buildings, office
non produktif seperti gedung, kelengkapan
kantor, dan ketersediaan aspek penunjang equipment and the availability of aspects
operasional. Program morning briefing yang of operational support. The morning briefing
dilaksanakan mulai di tahun 2007 bertujuan program which began in 2007 is intended to:
untuk: a) create optimal leadership of branch
a) mengoptimalkan leadership dari para ` managers in order to provide motivation
pemimpin cabang sehingga dapat and positive influence to the whole staff.
memberikan motivasi dan pengaruh yang b) identify problems in branch offices
positif terhadap seluruh staf. immediately and accurately.
b) mengidentifikasi permasalahan di cabang c) function as a facility for communication
dengan lebih cepat dan tepat. of every new policy or procedure issued by
c) sarana penyampaian setiap kebijakan headquarters.
ataupun prosedur baru yang dikeluarkan d) function as a facility for sharing of
oleh kantor pusat. knowledge and information from the
d) sarana berbagi pengetahuan dan branch manager to the staff and vice
informasi baik dari pemimpin cabang versa.
kepada seluruh staf maupun sebaliknya. e) accelerate the process of problem solving
e) mempercepat proses penyelesaian in branch offices.
permasalahan di cabang.
f) function as a facility to create
f) sarana untuk mewujudkan kebersamaan
togetherness and better teamwork.
serta teamwork yang lebih baik.
Other programs include programs for
Program lain yang juga dilakukan adalah
program pengembangan dalam standarisasi development of service standardization,
layanan yang meliputi: covering:
• Standarisasi kelengkapan cabang • Complete branch standardization project
Untuk menunjang peningkatan kualitas To support an increase in the quality
pelayanan Bank Mega kepada nasabah, of service of Bank Mega to customers,
standardization of supporting aspects
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 85
Tin ja u a n Usah a
Business Review
diperlukan standarisasi unsur-unsur such as waiting room and reception area,
pendukung seperti ruang tunggu dan tempat and especially the Banking Hall, is required.
menerima nasabah, khususnya di Banking Bank Mega has set standards for Banking
Hall. Bank Mega membuat standar Hall provisions as an important means of
kelengkapan Banking Hall sebagai aspek presenting a professional and comfortable
yang harus diperhatikan agar tercermin kesan image in line with the service strategy of
profesional dan nyaman sesuai dengan Bank Mega to provide a positive experience
strategi pelayanan Bank Mega dalam for every customer.
memberikan pengalaman yang positif pada
setiap nasabah yang berkunjung.
• Standardization of Appearance and Service
A standard of appearance and service has
• Standarisasi Penampilan dan Layanan
been developed in multimedia form, to aid
Standar Penampilan dan Layanan telah
all branches or new employees to adapt with
dikembangkan dalam bentuk multi media,
sehingga seluruh cabang baru ataupun the Bank Mega standard of Appearance and
pegawai baru dapat langsung menyesuaikan Service.
dengan standar Penampilan dan Layanan
Bank Mega. A number of programs to develop quality of
human resources to advance the standard of
Beberapa program pengembangan kualitas premium service are:
sumber daya manusia untuk meningkatkan
standar pelayanan prima adalah : • Strategic Service Intent (SSI)
In 2007, SSI training was conducted in 5
• Strategic Service Intent (SSI) batches with a total of 150 employees, with
Pada tahun 2007, pelatihan SSI sudah the aim to standardize perceptions and to
dilakukan sebanyak 5 batch dengan total create a positive attitude in comformance
peserta 150 karyawan, dengan tujuan untuk with the service culture of Bank Mega.
menyamakan persepsi dan membentuk
Attitude yang positif dengan mengacu pada • Service Impact for Frontliners (SIF)
budaya pelayanan Bank Mega. SIF training employs a combination
of material on internalization of service
• Service Impact for Front Liners (SIF) paradigms: an understanding of Bank Mega
Pelatihan SIF menggunakan materi
service strategy and special skills in serving
penggabungan antara internalisasi service
customers with focus on 2 (two) aspects:
paradigm – pemahaman terhadap strategi
a. Intelligence (IQ), a person’s intellectual
pelayanan Bank Mega dan ketrampilan
potential to develop themselves further in
khusus dalam melayani nasabah dengan
memfokuskan pada 2 (dua) aspek: terms of knowledge and technical skills.
a. Intelegensi (IQ) merupakan potensi b. Emotional Intelligence (EQ), representing a
intelegensi seseorang untuk dapat positive attitude and high motivation in
berkembang lebih jauh secara self-development and to produce
pengetahuan dan technical skills. achievement.
b. Emotional Intelligence (EQ), merupakan
sikap positif dan motivasi yang tinggi
dalam mengembangkan diri dan mencapai
keberhasilan.
86
Materi-materi yang diterapkan adalah peran Materials include the role of frontliners,
front liners, etiket komunikasi, melayani communication ettiquete, serving the world
dunia nasabah, memenuhi kebutuhan of customers, meeting the unexpressed
nasabah yang tidak diungkapkan, standar requirements of customers, service standards
pelayanan Bank Mega (greetings dan of Bank Mega (greeting and grooming),
grooming), etika bertelepon, complaint telephone ethics, complaint handling and
handling, dan role play (simulasi). Pelatihan role play (simulation). These training
ini telah terselenggara sebanyak 39 batch di programs were implemented in 39 batches
seluruh Indonesia dengan peserta mencapai throughout Indonesia with the participation
lebih kurang 1.970 front liners dan staf of 1,970 frontliners and marketing staff.
marketing.
• Beauty Plus Training
• Beauty Plus Training
This training program is designed specifically
Pelatihan ini diadakan khusus untuk
for Customer Service, Teller and Marketing
Customer Service, Teller dan Marketing
Officer agar berpenampilan profesional Officers to assist them to appear professional
sehingga dapat menciptakan pribadi–pribadi and to create interesting and positive
yang menarik dan positif baik dari sisi inner personalities both inwardly and in terms of
maupun sisi appearance. Pelatihan ini telah appearance. These training programs were
diselenggarakan sebanyak 39 batch dengan arranged in 39 batches with participation of
total peserta mencapai kurang lebih 1.190 1,190 staff from all over Indonesia.
staf di seluruh Indonesia.
• Service Coaching/briefing
• Service Coaching/briefing Socialization of service standards is
Sosialisasi standar pelayanan dilakukan oleh performed by Bank Mega to strengthen
Bank Mega guna memperkuat pemahaman understanding of implemented training by
atas pelatihan-pelatihan yang telah means of additional service knowledge for
dilaksanakan melalui additional service frontliners. This is performed in accordance
knowledge bagi frontliners. Hal ini with development of aspects of service and
dilaksanakan seiring dengan perkembangan the increasing desire of customers for quality
aspek–aspek layanan dan meningkatnya service.
harapan nasabah akan kebutuhan layanan
yang berkualitas.
• Front Liners Quiz (On-Line Test System)
This training program develops the quality
• Front Liners Quiz (Test by On Line System)
of frontliners through a test mainly related
Meningkatkan kualitas front liners melalui
to product knowledge, operational policy
test terutama yang berhubungan dengan
product knowledge, kebijakan operasional and service standards of Bank Mega. The test
dan standar layanan Bank Mega. Test is implemented periodically three times a
dilaksanakan secara periodik tiga kali dalam year.
satu tahun.
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 87
Tin ja u a n Usah a
Business Review
Dalam usaha meningkatkan motivasi kerja In an attempt to improve work motivation,
Bank Mega juga mengadakan kompetisi Bank Mega also conducts service competitions
layanan front liners di seluruh cabang yang for frontliners in every branch, entitled Service
juga disebut Service Grand Prix, yang terdiri Grand Prix, which comprises two activites:
dari dua kegiatan: • Branch Service Competition
• Branch Service Competition Inter-branch competition program covering
Program kompetisi antar cabang meliputi cleanliness, tidiness and comfort of a
kebersihan, kerapihan serta kenyamanan branch as an indicator of value. This targets
cabang sebagai indikator penilaian. improved service awareness. The competition
Kompetisi ini bertujuan untuk
was conducted in every branch in the Greater
meningkatkan service awareness. Kompetisi
Jakarta area in the period August –
ini telah diselenggarakan di seluruh cabang
December 2007.
se-Jabodetabek pada Bulan Agustus
• Front Liners CHAMP Competition
– Desember 2007
• Front Liners CHAMP Competition The ‘quick and smart’ method for Bank Mega
Metode cerdas cermat bagi frontliners frontliners is aimed to measure capability
Bank Mega yang bertujuan untuk mengukur and competence to support performance as
kemampuan dan kompetensi demi bearers of Bank Mega’s professional image.
mendukung kinerja sebagai pembawa citra Aspects graded are Product Knowledge,
profesional Bank Mega. Aspek yang dinilai Banking Operations, Service Knowledge, Risk
adalah Product Knowledge, Banking Management and Know Your Customer
Operational, Service Knowledge, Risk (KYC).
Management, dan Know Your Customer
(KYC). Other development programs are performed
through Business Process Improvement which
Pengembangan lain juga dilakukan melalui covers:
Bussiness Process Improvement yang lingkup a) ATM Monitoring
kegiatannya mencakup: Periodical monitoring of Bank Mega
a) ATM Monitoring ATM from both Tangible and System
Program pemantauan secara berkala atas factors, two factors which are highly
ATM Bank Mega dari faktor Tangible dan instrumental in determining the service
System, kedua faktor ini sangat dominan quality of Bank Mega toward customers.
dalam menentukan kualitas pelayanan Bank
Mega terhadap nasabah.
b.) Q Management System (Q-Matic)
Service innovation in branches with high
b) Q Management System (Q-Matic)
transaction levels, with a queuing system
Inovasi dalam pelayanan di cabang-
cabang yang memiliki transaksi yang cukup that uses position numbers and LCDs.
tinggi, dengan mengadakan sistim antrian
menggunakan nomor dan LCD di cabang. c) Business Process Transaction
Monitoring of development and efficiency
c) Business Process Transaction in transaction processes in branch offices
Melakukan pemantauan, pengembangan in order to provide comfort for customers
dan efisiensi dalan proses transaksi di engaged in transactions.
cabang demi tercapainya kenyamanan
nasabah dalam bertransaksi.
88
Hasil Kinerja Performance
Melalui berbagai program, Bank Mega dapat Through a variety of programs, Bank Mega
memberikan mutu pelayanan dengan kualitas provides services with the highest quality
terbaik, sehingga nasabah akan merasa in order to create a sense of comfort while
nyaman untuk melakukan transaksi. Disamping making transactions. Moreover, with good
itu dengan kualitas pelayanan yang baik, service quality, the trust of customers in the
kepercayaan nasabah terhadap Perusahaan Company will be increased, with a subsequent
akan meningkat yang selanjutnya akan increase in the loyalty of customers to products
menambah tingkat loyaltas nasabah tersebut offered by Bank Mega.
terhadap produk-produk yang disediakan Bank
Mega.
The maximum efforts expended by Bank Mega
on service quality have received encouraging
Upaya maksimal yang dilakukan oleh
recognition. Bank Mega continues to be
Bank Mega pada sisi pelayanan mendapat
pengakuan yang menggembirakan. Bank Mega successful in being included in the ‘big ten’
selalu mendapatkan penghargaan masuk dalam award for Banks with the best service from
sepuluh besar Bank dengan pelayanan terbaik Infobank Magazine in collaboration with
dari Majalah Infobank bekerjasama dengan Marketing Research Indonesia.
Marketing Research Indonesia.
Outlook
Tinjauan Ke Depan The Company possesses a mission to become
Perusahaan memiliki misi untuk menjadi a One-Stop Financial Service, with this
One Stop Financial Service, sehingga determining the importance of service quality
pengembangan kualitas layanan baik dari development in terms of facilities as well as
sisi fasilitas maupun sumber daya manusia human resources. To achieve this target, the
menjadi sangat penting. Untuk itu, Perusahaan Company will continue to implement a variety
akan terus melaksanakan berbagai program of more integrated training programs for all
pelatihan yang lebih terintegrasi agar seluruh employees and particularly those directly
karyawan, khususnya yang bersentuhan involved in service delivery, to continue to
langsung dengan pelayanan, dapat terus develop and to be competent in providing
berkembang dan mampu memberikan quality service to customers.
pelayanan yang berkualitas pada nasabah.
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 89
Rp
3.343,9
miliar
Pendapatan Bunga Bank
Mega tahun 2007
Rp
1.390,9
miliar
Pendapatan
Bunga Bersih
Rp 34.907,7
miliar
Jumlah Aktiva
Bank Mega
Tinjauan Keuangan
Financial Review
Perekonomian nasional di awal tahun 2007 menunjukan trend
membaik dengan beberapa indikator seperti menguatnya
nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat; stabilnya
tingkat suku bunga SBI; dan pergerakan inflasi yang cukup
baik. Selain itu, kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan
(IHSG) secara signifikan mengindikasikan peningkatan
kepercayaan investor terhadap pasar modal di Indonesia.
Indikator-indikator makro seperti disebutkan di atas
diharapkan akan membawa dampak positif pada kondisi
perekonomian nasional sehingga dapat mendukung
pertumbuhan dan perkembangan Perusahaan, baik dalam
kinerja keuangan maupun non-keuangan di masa depan.
The national economy at the beginning of 2007 showed an improved
trend with several indicators such as the strengthening of the exchange
rate of the Rupiah to the US Dollar, stability in the SBI interest level, and
reasonable inflation levels. Additionally, the significant increase in the
composite index indicated growing investor trust in the stock market in
Indonesia.
Macro indicators such as those mentioned above are expected to create
a positive influence on the national economy that will allow future
growth and development of the Company in terms of both financial and
non-financial performance.
Tin ja u a n Ke uan g an
Financial Review
Kinerja Keuangan
Financial Performance
Memasuki tahun 2007, kondisi perekonomian As 2007 begins, the condition of the
dan pasar Indonesia kedepan masih akan Indonesian economy and market continued to
terus ditopang oleh industri-industri berbasis be supported by resources-based economy
resources-based economy seperti agribisnis industries such as agribusiness and mining. In
dan pertambangan. Disamping sektor addition to the corporate sector, in terms of
korporasi, secara skala industri, sektor Usaha industry scale, the sectors of Micro-scale and
Mikro dan Usaha Kecil Menengah tetap akan Small and Medium Enterprises remained the
menjadi perhatian utama pemerintah dan
main focus of the government and business
pelaku usaha. Menyikapi kondisi tersebut,
players. In confronting these conditions, the
Perusahaan memiliki keyakinan dan juga
semangat untuk terus meningkatkan karya dan Company is assured and enthusiastic of the
kinerja. Untuk itu, Perusahaan telah menetapkan continued development of its efforts and
serta mengimplementasikan strategi-strategi performance. With this goal, the Company
maupun target-target yang ingin dicapai di established and implemented strategies and
tahun 2007. targets for achievem ent in 2007.
Bank Mega sepanjang tahun 2007 terus Throughout 2007 Bank Mega continued to
mengembangkan produk-produk lending develop lending products by concentrating
dengan konsentrasi pada sektor-sektor on prospective industry sectors while, on
industri andalan tersebut di atas, sementara
the funding side, the Company focused on
dari sisi funding Perusahaan tetap fokus pada
strategies to increase low-cost funds through
strategi untuk meningkatkan dana murah
new and innovative products appropriate to the
melalui produk-produk baru yang inovatif
sesuai dengan kebutuhan pasar. Strategi usaha requirement of the market. Business strategy
tersebut mencakup reprofiling pendanaan, including funds reprofiling, i.e. increasing
yaitu meningkatkan komposisi dana murah the composition of low-cost funds to attain
untuk mencapai penurunan cost of fund; a reduction in the cost of funds; increasing
meningkatkan volume kredit langsung di volume of direct credit in all business areas;
seluruh bidang usaha; serta target pencapaian and the establishment of targets for fee-based
fee based income yang diperoleh dari income achieved by an increase of transaction
peningkatan volume transaksi. volume.
Bank Mega telah mengambil beberapa
Bank Mega has decided on a number
kebijakan dan secara berhati-hati telah
of policies and, in a cautious manner,
melaksanakan strategi usaha yang
berkelanjutan disertai pengelolaan manajemen implemented a sustainable business strategy
yang baik sehingga pada tahun 2007, combined with sound management to produce
Perusahaan berhasil meraih peningkatan a satisfactory increase in income in 2007. The
pendapatan dengan menggembirakan. Bank Company generated net profits recorded at Rp
Mega mencatat pendapatan laba bersih yang 520.72 billion, a 243.26% increase from the year
siginifikan sebesar Rp 520,72 miliar atau before. Asset growth was 12.70% with third-
243.26% meningkat hampir tiga kali lipat party fund accumulation growing by 16.60%.
dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Low-cost funds (demand deposits and savings)
Pertumbuhan Asset tercatat sebesar 12,70% saw extremely positive growth with demand
dengan Penghimpunan dana pihak ketiga deposits growing by 104.44% and Savings
(DPK) yang tumbuh mencapai 16,60%. Khusus by 90.60%. On the credit side, the Company
untuk dana murah (giro dan tabungan), tercatat recorded an increase in credit of 27.63% while
peningkatan yang sangat menggembirakan fee based income from Credit Cards grew by
dengan tingkat pertumbuhan Giro sebesar
as much as 94.73%. Additionally, the Company
104,44% dan Tabungan sebesar 90,60%. Dari
also performed credit portfolio reprofiling
sisi kredit, Perusahaan mencatat kenaikan kredit
from the previous emphasis on indirect credits
sebesar 27,63% dan pemasukan dana dari Kartu
Kredit meningkat sebesar 94,73%. Selain itu, or MOJF (Mega Otto Joint Financing) to a
Perusahaan juga telah melakukan reprofiling position dominated by non-MOJF (direct loan)
portofolio kreditnya yang yang semula credit.
didominasi oleh kredit tidak langsung atau
MOJF (Mega Otto Joint Financing) menjadi
didominasi oleh kredit non MOJF (direct loan).
92
Kinerja Non Keuangan
Non Financial Performance
Sepanjang tahun 2007, Perusahaan berhasil Throughout 2007, the Company succeeded in
menambah jaringan kantor menjadi 57 Kantor developing its network to become 57 Branch
Cabang, 102 Kantor Cabang Pembantu dan 1 Offices, 102 Sub-Branches and 1 Treasurer
Kantor Kas. Penambahan kantor ini dilakukan Office. These additional offices are located
di beberapa wilayah yang dinilai potensial. in several regions with potential. Considered
Menilik perbandingan pertumbuhan laba bersih in terms of net profit growth compared to
terhadap pertumbuhan jaringan kantor cabang, the growth of the branch office network,
Perusahaan melihat suatu perubahan yang the Company sees a very positive change in
sangat positif pada peningkatan produktifitas increases in productivity and the quality of
dan kualitas kerja dari seluruh jaringan kantor work across the whole branch network.
cabang.
The public’s brand awareness improved
Selain itu, brand awareness di mata significantly, encouraging the Company to
masyarakat meningkat secara signifikan, continue to increase product awareness in the
sehingga mendorong Perusahaan untuk marketplace in a relatively short time in order
terus meningkatkan pertumbuhan product to assist sustainable business growth for the
awareness dalam kurun waktu yang relatif Company above the average level of banking
singkat guna mendukung pertumbuhan usaha growth.
berkelanjutan Perusahaan di atas rata-rata
tingkat pertumbuhan perbankan secara umum. Considering the very strong growth in net
profit which multiplied almost three times from
Mencermati pertumbuhan laba bersih yang the year-earlier performance, and supported
sangat signifikan yang hampir mencapai tiga by a sound business strategy and growth
kali lipat dari kinerja tahun sebelumnya serta
in non-financial performance, Bank Mega’s
didukung oleh strategi usaha dan pertumbuhan
improved net profit was far higher than the
kinerja non keuangan yang menggembirakan,
average net profit growth of the 15 biggest
Bank Mega membukukan pertumbuhan
banks in Indonesia. The Company is proud and
laba bersih yang jauh lebih tinggi dibanding
extremely grateful for the success achieved in
dengan rata-rata pertumbuhan laba bersih 15
2007.
bank terbesar di Indonesia. Atas pencapaian
ini, Perusahaan merasa bangga dan sangat
mensyukuri prestasi yang diraih pada tahun
2007 ini.
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 93
Tin ja u a n Ke uan g an
Financial Review
Analisis dan Pembahasan
oleh Manajemen
Management Analysis and Discussion
Manajemen berpendapat bahwa keberhasilan Management believes that the success attained
yang diraih Bank Mega tahun 2007 adalah by Bank Mega in 2007 was the result of the
hasil atas implementasi strategi perusahaan implementation of business strategy that
sebagai antisipasi perubahan yang terjadi anticipated changes in technology, economic
antara lain perubahan teknologi, kondisi conditions, market condition, consumer
ekonomi, kondisi pasar, perilaku konsumen behavior, as well as changes in the competitive
maupun perubahan yang terjadi pada environment.
kompetitor.
In anticipation of these changes, the Company
Untuk mengantisipasi perubahan di atas conducted communication with every level of
perusahaan melakukan komunikasi dengan marketing, monitored customer transaction
seluruh jajaran marketing; pemantauan activities, the activities of competitors
terhadap aktivitas transaksi nasabah; aktivitas and by periodical mapping of product
kompetitor; serta melakukan product competitiveness.
competitiveness mapping secara berkala.
Some of the strong products of Bank
Produk andalan Bank Mega antara lain Mega Mega such as Mega Rencana, Mega Ultima,
Rencana, Mega Ultima, Mega Absolut dan Mega Absolut and Mega Depo Equity are
Mega Depo Equity saat ini cukup bersaing sufficiently competitive with similar products
dengan produk-produk sejenis dari kompetitor. of competitors at the present time. On the
Sedangkan di sisi lending perusahaan credit side, the Company now possesses
memiliki Mega Warehouse Receipt Financing, Mega Warehouse Receipt Financing, Asset-
Asset Based Financing dan Mega Refund. Based Financing and Mega Refund. To adapt
Menghadapi perubahan teknologi, perusahaan to changes in technology, the company
senantiasa melakukan pengembangan kualitas continuously conducted development of
layanan dan kebutuhan akses nasabah melalui service quality and met the requirements of
pengembangan fitur elektronik banking, customer access through the introduction
baik melalui ATM, mobile banking maupun of electronic banking features, both by ATM,
internet banking. Sedangkan untuk memenuhi mobile banking and internet banking. In order
kebutuhan segmen affluent, perusahaan to meet the needs of the affluent segment of
mengembangkan satu produk dan layanan the market, the company developed specific
khusus, yakni layanan Mega First. services and products such as the Mega First
service.
Selanjutnya, manajemen memiliki sikap sangat
optimis bahwa kondisi likuiditas perusahaan Furthermore, management holds a highly
akan tetap kuat di tahun mendatang, dengan optimistic view that the condition of company
beberapa pertimbangan sebagai berikut: liquidity will remain strong in the coming years,
94
• Stabilnya pertumbuhan “core deposits”; with a number of considerations as follows:
• Terus berkembangnya aktivitas giro oleh • Stability of “core deposits” growth;
debitur; • Continued development of giro activities by
• Kesuksesan produk-produk liabilities debtors;
Perusahaan bersamaan dengan terus • Success of the Company’s liabilities products
meningkatnya pangsa pasar dana pihak accompanied with a rise in the Company’s
ketiga Perusahaan; third-party fund market;
• Pertambahan jumlah counterparty • Increase in quantity of interbank
interbank; counterparts;
• Rencana pengembangan aktivitas bisnis • Plan of business activity development of
Perusahaan yang secara langsung ataupun the Company which directly or indirectly
tidak langsung memiliki dampak positif has a positive influence toward the matters
kepada hal-hal di atas; mentioned above;
• Terjaganya porsi dari surat-surat berharga; • Maintenance on the level of commercial
paper.
Perubahan perilaku konsumen
terhadap teknologi baru dan kondisi Changes in consumer habits toward
demografis new technology and demographic
Manajemen menilai bahwa perilaku konsumen condition
perbankan terhadap teknologi baru sangat Management believes that the behavior of bank
bergantung dari latar belakang sosial dan consumers toward new technology is heavily
demografis kelompok konsumen tersebut, dependent on the social and demographic
dimana tingkat pendidikan formal, usia serta background of the consumer groups, where
keadaan ekonomi menjadi variabel-variabel formal education level, age, and economic
utama. condition become main variables.
Variabel-variabel tersebut menjadi bahan These variables became main considerations in
pertimbangan utama dalam pemilihan target target market selection as well as appropriate
pasar maupun pengembangan produk yang product development and, in anticipation,
sesuai dan sebagai antisipasinya, Perusahaan the Company focused on consumer groups
memfokuskan diri kepada kelompok-kelompok and banking services/products which do not
konsumen dan produk/jasa perbankan yang possess major technology pioneering in order
tidak mengandung technology pioneering yang to minimize the risk from technology and
besar sehingga risiko teknologi maupun risiko consumer education.
edukasi konsumen dapat diminimalisir.
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 95
Tin ja u a n Ke uan g an
Financial Review
Perubahan metode pemasaran dan Changes in marketing methods and
kompetitor competitors
Beberapa metode pemasaran dan Some of the marketing methods and business
pengembangan bisnis, baik tradisional maupun developments, both traditional and non-
non-tradisional yang menjadi fokus Perusahaan, traditional, which have been the focus of the
antara lain: Company are as follows:
• Penetrasi pasar melalui perluasan jaringan • Market penetration through expansion of
kantor office network
• Penggunaan Direct Sales Representatives • Employment of Direct Sales Representatives
• Penggunaan SMS untuk mempromosikan • Employment of SMS to promote banking
produk dan jasa perbankan products and services
• Kerjasama eksklusif dengan berbagai retail • Exclusive collaboration with various retail
consumer products seperti restoran consumer products such as restaurants and
maupun gerai butik fashion fashion boutiques
• Kerjasama dengan pengembang- • Collaboration with property developers
pengembang property • Collaboration with insurance companies
• Kerjasama dengan perusahaan asuransi and investment companies for product
maupun investasi untuk pengembangan development and marketing
dan pemasaran produk • Bancassurance products
• Produk bancassurance • Well-targeted promotion and advertising
• Promosi dan pengiklanan yang tepat
On the whole, the Company utilized an
Secara keseluruhan, Perusahaan melakukan integrated marketing method to cover
metode pemasaran yang terintegrasi untuk all cycles starting from fund placement,
mencakup seluruh siklus mulai dari kebutuhan retail consumer spending, investment,
konsumen dalam penempatan dana, retail credit requirements of both individuals and
consumer spending, investasi, kebutuhan companies and simplicity in payment systems.
dana perorangan maupun perusahaan dan
kemudahan sistem pembayaran. The choice of this method was closely related
to the emergence of new competition from
Pemilihan metode ini erat hubungannya non-bank industries such as insurance,
dengan munculnya kompetisi baru dari investment, multifinance and consumer goods
industri-industri non perbankan yaitu: asuransi, companies that offer products similar to
investasi, multifinance, perusahaan consumer banking products (e.g. shopping cards – credit
goods yang menawarkan produk-produk yang cards issued by many supermarkets).
mirip dengan produk perbankan (seperti kartu
belanja – kartu kredit yang dikeluarkan oleh
berbagai pasar swalayan).
96
2007
2006
2005
3.343,9
2004
2003
3.037,8
2.292,7
1.701,8
1.589,0
Pendapatan Bunga (dalam miliar rupiah)
Interest Income (in billion rupiah)
Perubahan pada tingkat suku bunga Changes in rates of interest and in
dan persoalan nasabah customer drawbacks
Perubahan tingkat suku bunga merupakan Change in interest rates is always an influencing
faktor yang selalu menjadi penentu kebijakan factor in banking policy, both operationally
institusi perbankan baik secara operasional and strategically. In terms of operations, the
maupun secara strategis. Dari sisi operasional, Company focuses on product development
Perusahaan memfokuskan diri kepada which has aspects of investment and
pengembangan produk yang memiliki fitur-fitur bancassurance features through collaboration
investasi dan bancassurance melalui kerjasama with investment and insurance companies that
dengan perusahaan investasi maupun asuransi can generate a competitive product interest
yang dapat menghasilkan tingkat suku bunga rate for customers without burdening cost of
produk yang cukup kompetitif untuk nasabah funds of the Company. Meanwhile from the
tanpa memberatkan cost of fund Perusahaan. strategic point of view, management of interest
Sedangkan dari sisi strategis, pengelolaan rate changes is performed by the Asset &
perubahan suku bunga dilakukan oleh Liabilities Committee (ALCO) which is tasked
Asset & Liabilities Committee (ALCO) yang with studying the possibility of and impact of
memiliki tugas untuk mengkaji kemungkinan interest rate changes and with determining the
dan dampak perubahan suku bunga serta right business strategy.
menentukan strategi bisnis yang tepat.
As customers are among the most important
Nasabah merupakan salah satu stakeholder stakeholders of Bank Mega, the handling of
terpenting bagi Bank Mega sehingga their complaints and problems receives a large
penanganan persoalan dan keluhan nasabah part of the Company’s attention. Treatment of
mendapat porsi perhatian yang sangat besar problems and complaints from customers is
dari Perusahaan. Penanganan atas persoalan managed through the Call Center, at branch
dan keluhan nasabah yang terjadi dikelola offices and also the internet. In another form of
melalui Call Center, pelayanan dari kantor support, the divisions of Corporate Secretary
cabang maupun internet. Sebagai dukungan and Service actively monitor the process of
lainnya, Divisi Corporate Secretary dan resolution of customer problems in accordance
Service secara aktif terus memantau proses with regulations, such as banking mediation,
penyelesaian persoalan-persoalan nasabah product transparency and wise handling of
dalam koridor yang sesuai dengan regulasi, customers’ complaints.
antara lain: mediasi perbankan, transparansi
produk, serta penanganan keluhan nasabah
yang bijaksana.
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 97
Tin ja u a n Ke uan g an
Financial Review
2007
2006
2007
2004
2005 2006
2005
2003
1.390,9
2003
2.292,3
1.953,1
2004
878,0
745,5
737,7
1.551.1
611,5
977,5
823,8
Beban Bunga (dalam miliar rupiah) Pendapatan Bunga Bersih (dalam miliar rupiah)
Interest Expenses (in billion rupiah) Net Interest Income (in billion rupiah)
Pendapatan Bunga Interest Income
Bank Mega berhasil mencatat pendapatan Bank Mega recorded interest income for 2007
bunga pada tahun 2007 sebesar Rp of Rp 3,343.9 billion, a rise of 10.1% compared
3.343,9 miliar, suatu kenaikan sebesar 10,1% with the previous year. The rise in income from
dibandingkan dengan hasil kinerja pada tahun interest was mainly generated by an increase
sebelumnya. Kenaikan pendapatan bunga ini in the amount of productive assets and by an
terutama dihasilkan oleh peningkatan jumlah increase in average interest rates of productive
aktiva produktif. assets.
Peningkatan jumlah aktiva produktif dalam An increase in productive assets in both 2006
tahun 2006 dan 2007 tersebut terwujud berkat and 2007 reflected the result of the Company’s
strategi Perusahaan dalam meningkatkan total strategy to increase the total assets, with most
asset, yang sebagian besar peningkatannya of the increase in the form of productive assets,
berupa aktiva yang produktif, sehingga dapat resulting in increased income for the Company.
meningkatkan pendapatan Perusahaan.
Interest Expenses
Beban Bunga The expenses of interest carried by the
Beban bunga yang ditanggung oleh Company in 2007 was Rp 1,953.1 billion, a fall
Perusahaan pada tahun 2007 adalah sebesar of 14.8% compared to 2006. The increase in
Rp 1.953,1 miliar atau turun sebesar 14,8% savings accounts and a higher average interest
dibandingkan dengan tahun 2006. Penurunan rate on savings were the major contributors
beban bunga tersebut selain disebabkan to a rise in interest expenses. The increase in
penurunan suku bunga dana pihak ketiga juga savings volume was a result of the Company’s
terkait dengan keberhasilan strategi Bank Mega strategy to increase the composition of low-
dalam meningkatkan komposisi dana murah. cost funds, reducing the interest expenses on
the Company.
Pendapatan Bunga Bersih
Pada tahun 2007, Perusahaan berhasil meraih Net Interest Income
pendapatan bunga bersih sebesar Rp 1.390,9 In 2007, the Company achieved net interest
miliar, yang merupakan peningkatan sebesar income of Rp 1,390.9 billion, a rise of 86.6%
86,6% dibandingkan dengan kinerja tahun compared to the previous year’s performance.
sebelumnya.
Other Operational Income
Pendapatan Operasional Lainnya Other operational income was derived from
Pendapatan operasional lainnya merupakan administrative services, net income from bond
pendapatan yang diperoleh dari pendapatan sales, foreign exchange transactions, changes
jasa administrasi, keuntungan bersih penjualan in face value of traded bonds and other
98
2007
2007
2006
2004 2006
2005
2003
2005
93,0
245,1
2004
117,5
48,3
47,6
2003
40,4
77,9
70,5
47,5
6,5
Pendapatan Operasional Lainnya Beban Penyisihan Kerugian Aktiva Produktif
(dalam miliar rupiah) & Non Produktif (dalam miliar rupiah)
Other Operational Income (in billion rupiah) Provision Possible Losses on Earning and Non-earning Assets
(in billion rupiah)
surat berharga, transaksi mata uang asing, sources. In 2007, other operational income
perubahan nilai wajar surat berharga yang increased to Rp 127.6 billion, an increase of
diperdagangkan dan lainnya. Pada tahun 108.6% compared to performance in 2006. An
2007, pendapatan operasional lainnya increase in income from administrative services
meningkat sebesar Rp 127,6 miliar atau tumbuh was the major contributer to the increase in
sebesar 108,6% dibandingkan dengan kinerja other operational income in 2007.
tahun 2006. Peningkatan pendapatan jasa
administrasi dan keuntungan penjualan surat In addition to earnings from growth of
berharga memberikan sumbangan terbesar customer accounts and transactions, higher
atas kenaikan pendapatan operasional lainnya administrative service income was also
selama tahun 2007. derived from higher credit card income,
which grew significantly in terms of both
Selain diperoleh melalui pertumbuhan jumlah the number of card holders and transaction
rekening nasabah dan transaksi yang dilakukan values. This increase was also a result of the
nasabah, peningkatan jasa administrasi juga implementation of the Company’s strategy of
diperoleh dari peningkatan pendapatan kartu meeting customers’ requirements and service
kredit yang tumbuh secara signifikan, baik enhancement, by means of additions to the
dari jumlah pemegang kartu maupun jumlah branch office network, ATMs, other electronic
transaksi. Peningkatan ini juga merupakan facilities and other new products.
hasil implementasi strategi Perusahaan dalam
memenuhi kebutuhan dan meningkatkan Provision Possible Losses on Earning
pelayanan kepada nasabah, baik melalui and Non-earning Assets
penambahan jaringan kantor cabang, ATM In 2007, Bank Mega recorded a provision
maupun fasilitas elektronik serta produk- possible losses on earning and non-earning
produk baru lainnya. assets of Rp 92.7 billion, a rise of 93.0%
compared to the previous year. The rise is a
Beban Penyisihan Kerugian Aktiva consequence of an increase in earning assets
Produktif dan Non Produktif volume in 2007, which mainly attained from the
Pada tahun 2007, Bank Mega mencatat jumlah provisions of credit.
beban penyisihan kerugian aktiva produktif
sebesar Rp 93,0 miliar, atau mengalami
kenaikan sebesar 92,7% dibandingkan dengan
tahun sebelumnya. Kenaikan ini merupakan
akibat dari adanya peningkatan volume aktiva
produktif pada tahun 2007 yang terutama
merupakan kredit yang diberikan.
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 99
Tin ja u a n Ke uan g an
Financial Review
2007
2006
2007
2005
2004
34.907,7
2004
30.972,9
2003
520,7
2003
25.109,4
2005
18.642,8
2006
320,0
13.877,8
266,1
179,4
151,7
Laba Bersih (dalam miliar rupiah) Aktiva (dalam miliar rupiah)
Net Income (in billion rupiah) Assets (in billion rupiah)
Beban Operasional Lainnya Other Operational Expenses
Sedangkan jumlah beban operasional lainnya Meanwhile other operational expenses
mencapai Rp 789,5 miliar atau meningkat reached Rp 789.5 billion, an increase of 35.0%
sebesar 35,0 % dibandingkan dengan compared to the figure for 2006. Increases
tahun 2006. Peningkatan biaya umum dan in administrative and general costs as well as
administrasi serta biaya gaji dan kesejahteraan employee salaries and welfare benefits were
karyawan merupakan pos-pos biaya yang other expenditure posts which produced the
menyebabkan kenaikan beban operasional di rise in operational expenses in 2007.
tahun 2007 ini.
Net Income
Laba Bersih The Company recorded growth in net income
Perusahaan mencatat pertumbuhan Laba of Rp 520.7 billion or an increase of 243.3% in
bersih sebesar Rp 520,7 miliar atau 243,3% 2007, representing exceptionally significant
pada tahun 2007, suatu pertumbuhan yang growth, almost three times the result in 2006.
sangat signifikan, hampir tiga kali lipat The increase in net income came largely from
dibandingkan dengan hasil kinerja pada Bank Mega’s achievement in conducting
tahun 2006. Peningkatan laba bersih ini reprofiling of aspects of funding, by raising the
terutama diperoleh melalui keberhasilan Bank composition of low-cost funds to reduce the
Mega dalam menjalankan reprofiling di sisi cost of funds; a rise in the level of direct credit
pendanaan, yaitu peningkatan komposisi dana volumes in every field of business - corporate,
murah sehingga terjadi penurunan cost of fund; commercial and consumer - and by increasing
peningkatan volume kredit langsung di segmen fee-based income achieved as a result of an
korporasi, komersial dan konsumer; serta increase in transaction volumes.
peningkatan fee based income yang diperoleh
dari peningkatan volume transaksi. Assets
Total Company assets recorded at December
Aktiva 31, 2007 were Rp 34,907.7 billion, an increase
Jumlah aktiva Perseroan yang tercatat pada of 12.7% compared to December 31, 2006.
tanggal 31 Desember 2007 adalah sebesar The increase was derived mainly from a rise in
Rp 34.907,7 miliar atau meningkat sebesar credit disbursal of Rp 3,038.6 billion, from Rp
12,7 % dibandingkan per 31 Desember 2006. 10,998.7 billion in 2006 to Rp 14,037.3 billion in
Peningkatan tersebut terutama diperoleh 2007.
melalui peningkatan kredit yang diberikan
sebesar Rp 3.038,6 miliar, dari Rp 10.998,7
miliar pada tahun 2006 menjadi Rp 14.037,3
miliar pada tahun 2007.
100
2007
2007
2006
2005 2006
2004
2.939,1
2005
31.968,6
2004
2003
29.038,6
2003
23.832,8
1.934,3
17.466,2
1.276,6
12.869,4
1.176,7
1.008,1
Kewajiban (dalam miliar rupiah) Total Ekuitas (dalam miliar rupiah)
Liabilities (in billion rupiah) Total Equity (in billion rupiah)
Kewajiban Liabilities
Kewajiban Bank Mega yang tercatat pada 31 Liabilities of Bank Mega at December 31, 2007
Desember 2007 adalah sebesar Rp 31.968,6 stood at Rp 31,968.6 billion, an increase of
miliar atau mengalami peningkatan sebesar 10.1% compared to the previous year. This was
10,1 % dibandingkan tahun sebelumnya. Hasil the result of an increase in the level of public
kinerja tersebut diperoleh dari peningkatan savings, mostly an increase in giro and savings.
simpanan dana masyarakat, terutama On the other hand, term deposits decreased.
peningkatan giro dan tabungan.
Equity
Ekuitas The Company’s equity grew by 52.0%
Jumlah ekuitas Perusahaan meningkat sebesar compared to the previous year to Rp 2,939.1
52,0 % dibanding tahun sebelumnya, menjadi billion at December 31, 2007. This performance
Rp 2.939,1 miliar per 31 Desember 2007. was achieved by means of earnings from net
Kinerja ini tercapai berkat penghasilan laba income and deferred profit from the rise in the
bersih serta keuntungan yang belum direalisasi value of bonds offered for sale.
atas kenaikan harga surat berharga yang
tersedia untuk dijual.
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 101
102
Penghargaan Tahun 2007
Awards 2007
BPR Linkage Program – Kriya Pranala Award dari Bank Indonesia
BPR Linkage Program – Kriya Pranala Award from Bank Indonesia
Service Excellence Award dari MRI dan Infobank
Service Excellence Award from MRI and Infobank
Infobank Award dengan predikat Sangat Bagus
Infobank Award with Excellent category
Global Transaction Services USD Straight Through Processing Award
dari Citibank - Jakarta
Global Transaction Services USD Straight Through Processing Award
from Citibank - Jakarta
Visa Internasional untuk kategori Outstanding Performer
- Volume Growth Award
Visa Internasional for Outstanding Performer category
- Volume Growth Award
Call Center Award dari Carre CCSL dan Majalah Marketing
Call Center Award from Carre CCSL and Marketing Magazine
Gold Medal Quality Crown Award dari Business Initiative Direction
yang berkedudukan di Spanyol
Gold Medal Quality Crown Award from Business Initiative Direction
located in Spanyol
Yungky Setiawan – CEO Bank Mega, terpilih sebagai salah satu
CEO Terbaik versi Majalah Warta Ekonomi
Yungky Setiawan – CEO Bank Mega, was chosen as one of the Best CEO by Warta
Ekonomi magazine
Chairul Tanjung – Komisaris Utama Bank Mega dinobatkan sebagai “Marketer of The
Year” yang diselenggarakan oleh The Indonesian Marketing Association bekerjasama
dengan MarkPlus
Chairul Tanjung – President Commissioner of Bank Mega was awarded “Marketer of The
Year” conducted by The Indonesian Marketing Association in cooperation with MarkPlus
Chairul Tanjung – Komisaris Utama Bank Mega terpilih sebagai
salah satu “Bankers of The Year” oleh majalah Globe Asia
Chairul Tanjung – President Commissioner of Bank Mega was chosen as one of “Bankers
of The Year” by Globe Asia Magazine
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 103
104
Laporan Tata Kelola Perusahaan:
Ko m itme n Yan g Tin ggi
D a la m Pen e rapan
Tat a Kelola Pe ru sah aan
Corporate Governance Report :
Our Commitment On Corporate Governance Implementation
Bank Mega mempunyai keyakinan bahwa
penerapan tata kelola perusahaan yang baik
akan menjadi landasan dan faktor utama dalam
mendukung kinerja Perusahaan, mengingat
integritas dan rasa aman adalah sangat penting
bagi terciptanya kepercayaan para nasabah dan
masyarakat kepada Perusahaan.
Bank Mega believes that the application of good corporate
governance will become a foundation and primary factor in
supporting performance of the Company, given that improving
integrity and security are of great importance in the creation of
trust among customers and the public toward the Company.
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 105
L a p o ra n Tat a Ke l o l a Pe r usaha a n
Corporate Governance Report
Prinsip Tata Kelola Perusahaan
Good Corporate Governance Principle
Saat ini, Bank Mega telah memiliki kerangka
kebijakan dan panduan tata kelola Perusahaan yang
komprehensif dan telah diterapkan sejalan dengan
langkah-langkah baru dan tranformasi strategi
usaha yang telah dicanangkan di awal tahun 2007.
Keberhasilan kinerja yang cukup menggembirakan dari
strategi usaha tersebut tidak terlepas dari komitmen
Perusahaan dalam menjalankan tata kelola perusahaan
dengan baik dan bertanggung jawab.
Bank Mega now possesses a comprehensive framework
of policies and practices for the management of the bank
that have been established in line with new measures and a
transformation of business strategies imposed at the beginning
of 2007. Sufficiently rewarding performance was achieved as
a result of these strategies combined with the unwavering
commitment of the Company in managing business activities in
a responsible and effective manner.
Penyelenggaraan tata kelola perusahaan yang The application of Good Corporate Governance
baik merupakan faktor penting dan sangat represents an important and fundamental
fundamental dalam mendapatkan kepercayaan factor in the achievement of trust both from
baik dari masyarakat maupun para pemegang the public and the shareholders. Bank Mega
saham. Oleh karenanya Bank Mega senantiasa therefore consistently strives to implement
berusaha menerapkan tata kelola perusahaan Good Corporate Governance in line with all
sebagaimana ketentuan yang berlaku agar prevailing conditions in order to support
dapat mendukung tujuan bisnis, pertumbuhan business targets, growth, profitability and
usaha, profitabilitas, dan memberikan nilai to provide added value to all stakeholders,
tambah bagi seluruh stakeholders, disamping as well as to improve capacities in order to
dapat meningkatkan kemampuan agar
successfully sustain business for the long term.
kelangsungan usaha dalam jangka panjang
The scope of application of Good Corporate
dapat dicapai. Lingkup penerapan tata
Governance includes planning and oversight of
kelola perusahaan meliputi perencanaan
dan pemantauan terhadap strategis usaha, all business strategies, product development,
106
pengembangan produk, layanan dan jaringan, service and networks, the development of
pengembangan sumber daya manusia, proses human resources, risk management processes,
manajemen risiko, pengendalian intern yang appropriate internal controls and the creation
terpadu, dan terciptanya proses operasional of up-to-date and efficient operational
yang handal dan effisien. processes.
Seiring dengan tumbuh kembangnya usaha Together with the rapid growth of Bank
Bank Mega secara pesat dan terjadinya Mega’s business and the changes and growth
perubahan-perubahan serta persaingan yang of competition in the banking industry, Bank
cukup signifikan pada industri perbankan, Mega must continuously improve its capacities
maka Bank Mega harus senantiasa dapat
by means of organizational adaptation and
memperbaiki diri dengan melakukan adaptasi
by continuing to introduce improvements in
organisasi dan melakukan perbaikan secara
order to produce competent human resources
terus menerus sehingga menciptakan
sumber daya manusia handal yang mampu capable of balancing the speed of business
mengimbangi kecepatan pertumbuhan usaha growth with the growth of leadership values,
dengan peningkatan nilai-nilai kepemimpinan, integrity and professionalism. These goals
integritas dan profesionalisme. Hal tersebut can be achieved through the application of
dapat dicapai dengan adanya komitmen a high level of commitment from the Board
yang tinggi dari Dewan Komisaris, Direksi dan of Commissioners, the Directors and all
seluruh karyawan Bank Mega. employees of Bank Mega.
Prinsip-prinsip GCG serta nilai-nilai The principles of GCG and the values of
Transparansi, Akuntabilitas, Tanggung jawab, Transparency, Accountability, Responsibility,
Independensi dan Kesetaraan, minimal harus Independence and Fairness must be realized, at
dapat diwujudkan dalam : a minimum, as follows:
• Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab • Performance of duties and responsibilities of
Dewan Komisaris dan Direksi the Board of Commissioners and Directors.
• Kelengkapan dan pelaksanaan tugas • Thoroughness of performance of duties of
Komite Committees.
• Penanganan benturan kepentingan • Management of conflicts of interest.
• Penerapan fungsi kepatuhaan, Audit • Implementation of compliance function,
Internal dan Audit Eksternal
internal audit and external audit.
• Penerapan manajemen risiko termasuk
• Implementation of risk management,
sistem pengendalian intern
including internal control system.
• Penyediaan dana kepada pihak terkait
(related party) dan penyediaan dana • Provision of funds to related parties and large
besar (large exposures) fund exposures.
• Transparansi kondisi keuangan dan non • Transparancy of the Bank’s financial and
keuangan Bank, laporan pelaksanaan non-financial condition, report of GCG
tata kelola perusahaan dan pelaporan implementation, and internal reporting.
internal. • The Bank’s strategic planning.
• Rencana strategis Bank.
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 107
L a p o ra n Tat a Ke l o l a Pe r usaha a n
Corporate Governance Report
Pelaksanaan Tata Kelola
Perusahaan
Corporate Governance Implementation
Rapat Umum Pemegang Saham Annual Shareholders General Meeting
(RUPS) The Annual Shareholders General Meeting
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) is an organizational element which has the
merupakan organ organisasi yang memiliki highest authority in Bank Mega’s organizational
kewenangan tertinggi dalam struktur organisasi structure. The AGM has the authority to
Bank Mega. RUPS berwenang mengangkat dan appoint and release the members of the
memberhentikan anggota Dewan Komisaris Boards of Commissioners and Directors, agree
dan Direksi, menyetujui perubahan Anggaran to changes in the Articles of Association,
Dasar, menyetujui Laporan Tahunan dan approval of the Annual Report and to set
menetapkan remunerasi dan fasilitas lain bagi remuneration and other facilities for the Boards
Dewan Komisaris dan Direksi. of Commissioners and Directors.
Pada tahun 2007, Bank Mega telah In 2007, Bank Mega held an Extraordinary
menyelenggarakan satu kali RUPSLB tahunan General Meeting (EAGM) on March 28,
pada tanggal 28 Maret 2007 terkait dengan 2007, related to a conflict of interests and
adanya transaksi benturan kepentingan dan replacement of the Treasury & International
penggantian Direktur Treasury & International Banking Director.
Banking.
Implementation of Duties and
Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Responsibilities of the Boards of
Jawab Dewan Komisaris dan Direksi Commissioners and Directors
Tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris Duties and responsibilities of the Boards of
dan Direksi dalam melakukan pengelolaan Commissioners and Directors in managing the
perusahaan diatur dalam Undang-undang company are set down in the Law on Limited
Perseroan Terbatas, Anggaran Dasar, Liability Companies, the Articles of Association,
Peraturan Bank Indonesia mengenai Tata Bank Indonesia’s regulations on GCG, and
Kelola Perusahaan dan aturan Internal Bank Bank Mega internal regulations. These
Mega, dimana secara keseluruhan merupakan regulations represent guidance for the Boards
panduan Dewan Komisaris dan Direksi dalam of Commissioners and Directors in performing
melaksanakan pengelolaan perusahaan. good corporate management.
Dalam rangka evaluasi hasil temuan audit, In the evaluation of audit results, the
efektivitas penerapan risk-management effectiveness of risk-management
dan pemantauan system remunerasi serta implementation and remuneration system
jenjang karir kepegawaian berikut pemenuhan monitoring as well as employees career
organisasi di-tingkat Komisaris dan Direksi, development and the expansion of organisation
Dewan Komisaris dibantu oleh Komite in the level of Commissioners and Directors,
Audit, Komite Pemantau Risiko dan Komite the Board of Commissioners are supported by
Remunerasi & Nominasi. Audit Committee, Risk Monitoring Committee
and Remuneration & Nomination Committee.
108
Sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan In Decree of Directors No. KEP.048/DIRBM/06
Direksi No. KEP.048/DIRBM/06 tanggal 11 of December 11, 2006, Bank Mega has arranged
Desember 2006, Bank Mega telah menyusun Policies and Implementation Procedures for
Kebijakan dan Prosedur Pelaksanaan Tata GCG in an official document which regulates
Kelola Perusahaan dalam bentuk dokumen in detail the duties and responsibilities of the
resmi yang mengatur secara rinci tugas dan Board of Commissioners, as follows:
tanggung jawab Dewan Komisaris, yaitu 1. The Board of Commissioners is obliged to
sebagai berikut: ensure GCG implementation in every
1. Dewan Komisaris wajib memastikan business operation of the Bank at every level
terselenggaranya pelaksanaan Good or section of the organization.
Corporate Governance dalam setiap
kegiatan usaha Bank pada seluruh tingkatan 2. The Board of Commissioners is obliged to
atau jenjang organisasi. monitor the implementation of duties and
responsibilities of the Directors and provide
2. Dewan Komisaris wajib melakukan advice to the Directors, including giving
pengawasan terhadap pelaksanaan direction, observation and evaluation of the
tugas dan tanggung jawab Direksi serta Bank’s strategic operation.
memberikan nasehat kepada Direksi,
termasuk mengarahkan, memantau dan 3. In conducting supervision, the Board
mengevaluasi pelaksanaan strategis Bank. of Commissioners may not be involved in
decision making on the Bank’s operational
3. Dalam melakukan pengawasan, Dewan activities, except in the provision of funds
Komisaris dilarang terlibat dalam for related parties in accordance with the
pengambilan keputusan kegiatan regulations regarding Maximum Limit of
operasional Bank, kecuali penyediaan dana Credit Provision (BMPK) and other issues
kepada pihak terkait sesuai ketentuan regulated in the Bank’s Articles of
mengenai Batas Maksimum Pemberian Kredit Association or other prevailing regulations.
(BMPK) dan hal-hal lain yang ditetapkan
dalam Anggaran Dasar Bank atau peraturan 4. Decision making by the Board of
perundangan yang berlaku. Commissioners does not eliminate the
responsibility of the Directors in
4. Pengambilan keputusan oleh Dewan implementing the governance of Bank Mega
Komisaris tidak meniadakan tanggung jawab as a corporate entity.
Direksi atas pelaksanaan kepengurusan Bank
Mega sebagai Perseroan. 5. The Board of Commissioners is obliged to
ensure that the Directors have followed
5. Dewan Komisaris wajib memastikan bahwa up on audit findings and recommendations
Direksi telah menindaklanjuti temuan audit made by the Bank’s internal audit unit,
dan rekomendasi dari satuan kerja external auditors, Bank Indonesia inspections
audit intern Bank, auditor eksternal, hasil and/or inspections by other authorities.
pengawasan Bank Indonesia dan/atau hasil
pengawasan otoritas lain.
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 109
L a p o ra n Tat a Ke l o l a Pe r usaha a n
Corporate Governance Report
6 Dewan Komisaris wajib memberitahukan 6. The Board of Commissioners is obliged
kepada Bank Indonesia paling lambat 7 to advise Bank Indonesia at least 7
(tujuh) hari kerja sejak ditemukannya (seven) working days after any finding
pelanggaran peraturan perundang- of an infringement of regulations or laws
undangan di bidang keuangan dan in the financial or banking sector, and of any
perbankan, dan keadaan atau perkiraan condition or presumption of condition which
keadaan yang dapat membahayakan would damage the continuity of the Bank’s
kelangsungan usaha Bank. operations.
7. Untuk mendukung efektivitas pelaksanaan 7. To support the effectiveness of the conduct
tugas dan tanggung jawabnya, Dewan of its duties and responsibilities, the Board of
Komisaris wajib membentuk : Commissioners is obliged to form:
• Komite Audit • Audit Committee
• Komite Pemantau Risiko • Risk Management Committee
• Komite Remunerasi dan Nominasi • Nomination and Remuneration Committee
Pengangkatan anggota Komite dilakukan The appointment of Committee members
oleh Direksi berdasarkan keputusan rapat is conducted by the Directors according
Dewan Komisaris. to decisions made by the Board of
Commissioners.
8. Dewan Komisaris wajib memastikan bahwa
komite yang dibentuk telah menjalankan 8. The Board of Commissioners is obliged
tugasnya secara efektif serta telah to ensure that these committees perform
menyusun pedoman dan tata tertib kerja their duties effectively and that they have
komite. established guidelines and code of conduct
of the committees.
9. Dewan Komisaris wajib memiliki pedoman
dan tata tertib kerja yang bersifat mengikat 9. The Board of Commissioners is obliged to
bagi setiap anggota Dewan Komisaris yang possess guidelines and a code of conduct
minimal mencantumkan pengaturan etika which are binding upon every member of the
kerja, waktu kerja dan pengaturan rapat. Board of Commissioners and, as a minimum,
regulate work ethics, work periods and
10. Dewan Komisaris harus menyediakan waktu regulations of meetings.
yang cukup untuk melaksanakan tugas dan
tanggung jawab secara optimal. 10.The Board of Commissioners must reserve
sufficient time to perform their duties and
11. Dewan Komisaris wajib melakukan tindak responsibilities in an optimal manner.
lanjut dari hasil pengawasan dan
rekomendasi yang diberikan, terutama 11. The Board of Commissioners is obliged
dalam hal terjadi penyimpangan terhadap to follow up on the results of oversight
ketentuan perundang – undangan, anggaran and recommendations, especially in cases
dasar, prudential banking practices dan of infringement of requirements of the law,
strategi Bank Mega. the Articles of Association, prudential
banking practices and the strategy of Bank
Komisaris Independen Mega.
Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia
No. 8/14/PBI/2006 tentang pelaksanaan Good Independent Commissioners
Corporate Governance Bagi Bank Umum, According to Bank Indonesia Regulation No.
Komisaris Independen adalah anggota Dewan 8/14/PBI/2006 on implementation of Good
Komisaris yang tidak memiliki hubungan Corporate Governance by Public Banks,
110
Nama Efektif Penunjukan Tahun Berakhir
Persetujuan BI RUPS
Chairul Tanjung 16 April 1997 24 Maret 2006 2009
Achjadi Ranuwisastra 18 Mei 2004 24 Maret 2006 2009
Rachmat Maulana 21 Juni 2005 24 Maret 2006 2009
Anggota Dewan Komisaris
Board of Commissioners
keuangan, kepengurusan, kepemilikan saham Independent Commissioners are members
dan atau hubungan keluarga dengan anggota of the Board of Commissioners who have no
Dewan Komisaris lainnya, Direksi dan/atau connection in terms of financial, management,
pemegang saham pengendali atau hubungan shareholding, and/or family relation with
dengan Bank yang dapat mempengaruhi other members, Directors and/or controlling
kemampuannya untuk bertindak independen. shareholders or any relation with the Bank
which would influence the capacity to act
Menurut ketentuan Bapepam & LK No.KEP.29/ independently.
PM/2004, Kamisaris Independen adalah
anggota Dewan Komisaris yang berasal dari While according to regulation No. KEP 29/
luar emiten atau perusahaan publik, tidak PM/2004 of the Indonesian Capital Market
mempunyai saham, baik langsung maupun Supervisory Agency - Financial Institutions
tidak langsung pada etimen atau perusahaan (Bapepam & LK), Independent Commissioners
publik, tidak mempunyai hubungan afiliasi are members of the Board of Commissioners
dengan emiten atau perusahaan publik, Dewan who come from outside the issuer or public
Komisaris, Direksi atau pemegang saham company, have no shares, either directly or
utama etimen atau perusahaan publik, serta indirectly in the issuer or public company, have
tidak memiliki hubungan usaha, baik langsung no affiliation with the issuer or public company,
maupun tidak langsung yang berkaitan dengan Board of Commissioners, Directors, or main
kegiatan usaha emiten atau perusahaan publik. shareholders of the issuer or public company,
and have no business relation, directly or
Untuk memenuhi ketentuan Bank Indonesia indirectly, related with the issuer’s or public
(SE No.9/12/DPNP/07), dua orang Komisaris company’s business.
yaitu Achjadi Ranuwisastra dan Rachmat
Maulana telah ditetapkan sebagai Komisaris To comply with Bank Indonesia regulation SE
Independen dengan persetujuan Bank No. 9/12/DPN/07, two Commissioners, Achjadi
Indonesia pada tanggal 15 Agustus 2007. Ranuwisastra and Rachmat Maulana, were
appointed as Independent Commissioners of
Komisaris Utama Bank Mega, juga Bank Mega with the approval of Bank Indonesia
menjalankan tugas fungsional lainnya dari on August 15, 2007.
ultimate shareholder, yaitu PT. CT Corpora
(dahulu bernama PT. Para Inti Holdindo) President Commissioner of Bank Mega, apart
sebagai Komisaris Utama pada Perusahaan from his role as ultimate shareholder, also
bukan lembaga Keuangan yaitu : PT. Televisi assigns in other functional duty which is PT.
Transformasi Indonesia, PT. Para Inti Energy, CT Corpora (formerly PT Para Inti Holdindo) to
PT. Duta Visual Nusantra Tivi Tujuh, dan act as President Commissioner to non-financial
PT. Mahagaya Perdana. organizations, such as: PT Televisi Transformasi
Indonesia, PT Para Inti Energy, PT Duta
Tugas dan Tanggung Jawab Direksi Visual Nusantara Tivi Tujuh and PT Mahagaya
Tugas dan tanggung jawab Direksi secara Perdana.
umum dicantumkan pada Anggaran Dasar
Bank Mega, yaitu melakukan pengelolaan Bank Duties and Responsibilities of the
Mega untuk kepentingan perusahaan dalam Directors
mencapai maksud dan tujuannya. Untuk itu The duties and responsibilities of the Directors
Direksi berhak mewakili Bank Mega didalam in general are defined in Bank Mega’s
dan diluar pengadilan, mengikat Bank Mega Articles of Association, which are to manage
dengan pihak lain serta menjalankan tindakan Bank Mega according to the interests of
dengan batasan tertentu. Dalam menjalankan the company and to attain its mission and
tugasnya Direksi tidak diperkenankan untuk objectives. To accomplish this, the Directors
memberikan kuasa secara penuh kepada pihak have the right to represent Bank Mega inside
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 111
L a p o ra n Tat a Ke l o l a Pe r usaha a n
Corporate Governance Report
lain sehingga seluruh tugas dan tanggung and outside court, to form an affiliation for
jawab Direksi beralih kepada pihak lain and on behalf of Bank Mega with other parties,
tersebut. and to take action within certain limits. In
performing their duties, the Directors may not
Kebijakan dan Prosedur Pelaksanaan Good entirely pass their authority to other parties in
Corporate Governance mengatur secara rinci a manner which could cause their duties and
mengenai tugas dan tanggung jawab Direksi responsibilities to be conveyed to other parties.
sehubungan dengan pelaksanaan tata kelola
perusahaan, yaitu sebagai berikut : The Policy and Procedures of GCG regulate
1. Direksi bertanggung jawab penuh atas in detail the duties and responsibilities of the
pelaksanaan kepengurusan Bank dan Directors relating to performance of good
pengelolaan Bank sesuai dengan corporate management, as follows:
kewenangan dan tanggung jawabnya 1. Directors are fully responsible for the
sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar administration and management of the
dan peraturan perundang-undangan yang Bank according to their authorities and
berlaku. responsibilities as defined in the Articles
of Association and other applicable law and
2. Direksi menetapkan tujuan dan strategi regulations.
Perseroan jangka panjang, menengah
maupun tahunan dan wajib 2. Directors set objectives and strategies of the
melaksanakannya. Company for the long-term, mid-term, as
well as annually, and are obliged to carry
3. Direksi menetapkan organisasi, merekrut them out.
pegawai, menciptakan proses kerja operasi,
mengembangkan sistem pemantauan dan 3. Directors approve the organization, recruit
pengendalian. employees, create operating processes,
develop systems of inspection and control.
4. Direksi wajib melaksanakan prinsip-prinsip
GCG dalam setiap kegiatan usaha Bank pada 4. Directors are obliged to implement
seluruh tingkatan atau jenjang organisasi. principles in each of the Bank’s business
activities, in every stage or level of the
5. Direksi wajib menindaklanjuti temuan organization.
audit dan rekomendasi dari satuan kerja
auditor intern Bank, auditor eksternal, hasil 5. Directors are obliged to follow up on audit
pengawasan Bank Indonesia dan/atau hasil findings and recommendations from the
pengawasan otoritas lain. Bank’s internal auditors, external auditors,
Bank Indonesia’s inspection results and/or
6. Dalam rangka melaksanakan prinsip-prinsip the inspections of other authorities.
Good Corporate Governance, Direksi wajib
membentuk : 6. In order to implement GCG principles,
• Satuan Kerja Audit Intern Directors are obliged to form:
• Satuan Kerja Manajemen Risiko dan • Internal Audit Working Unit
Komite Manajemen Risiko serta • Risk Management Unit and Committee on
• Satuan Kerja Kepatuhan Risk Management
• Compliance Unit
7. Direksi harus mempertanggungjawabkan
pelaksanaan tugasnya kepada pemegang 7. Directors have to account to the
saham melalui Rapat Umum Pemegang shareholders for their performance of their
Saham. duty at the Annual Shareholders General
Meeting.
112
8. Direksi wajib mengungkapkan pada pegawai 8. Directors are obliged to advise employees of
kebijakan Bank yang bersifat strategis di Bank policy of a strategic nature in the area
bidang kepegawaian. of human resources.
9. Direksi dilarang menggunakan penasihat 9. Directors are not allowed to employ
perorangan dan/atau jasa profesional individual advisors and/or professional
sebagai konsultan kecuali untuk proyek services as consultants except for special
bersifat khusus yang didasari oleh kontrak projects which are based on clear contract
yang jelas yang sekurang-kurangnya and describe at least the scope of work,
mencakup lingkup kerja, tanggung jawab responsibilities, time period of the work and
dan jangka waktu pekerjaan serta biaya. the fee. Consultants employed should be
Konsultan yang digunakan adalah pihak
independen yang memiliki kualifikasi untuk 10.Directors are obliged to make available data
mengerjakan proyek yang bersifat khusus. and information which are accurate, relevant
and timely to the Board of Commissioners.
10. Direksi wajib menyediakan data dan
informasi yang akurat, relevan dan tepat 11. Directors are obliged to possess guidelines
waktu kepada Dewan Komisaris. and a code of conduct which are mandatory
for every Director. The guidelines and
11. Direksi wajib memiliki pedoman dan tata code of conduct at the least should include
tertib kerja yang bersifat mengikat regulation of work ethics, work period,
bagi setiap anggota Direksi. Pedoman and meeting guidelines. Every decision made
dan tata tertib kerja sekurang-kurangnya by the Directors has to follow the guidelines
mencantumkan pengaturan etika kerja, and code of conduct, binding them in order
waktu kerja dan pengaturan rapat. Segala that they become the responsibility of every
keputusan Direksi yang diambil harus director.
sesuai dengan pedoman dan tata tertib
kerja, mengikat serta menjadi tanggung
jawab seluruh anggota Direksi.
Nama Efektif Penunjukan Tahun Berakhir
Persetujuan BI RUPS
Yungky Setiawan 18 Mei 2004 24 Maret 2006 2008
Suwartini 11 April 2000 24 Maret 2006 2008
Kostaman Thayib 18 Mei 2004 24 Maret 2006 2008
Daniel Budirahaju 21 Juni 2005 24 Maret 2006 2008
J. B. Kendarto 5 Juli 2007 28 Maret 2007 2008
Tjutjut Bramantoro 12 Mei 2006 24 Maret 2006 2008
Anggota Dewan Direksi
Board of Directors
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 113
L a p o ra n Tat a Ke l o l a Pe r usaha a n
Corporate Governance Report
Kepemilikan saham, hubungan Share ownership, management
kepengurusan, hubungan keuangan, relationships, financial relationships,
hubungan keluarga dan hubungan family relationships, and Bank
Bank dengan Dewan Komisaris dan relationships with the Board of
Direksi Commissioners and the Directors
Diantara anggota Dewan Komisaris, Direksi With the exception of the President
dan Pemegang Saham Pengendali tidak saling Commissioner, no one among the Board
memiliki hubungan kepemilikan, hubungan of Commissioners, Directors or Ultimate
kepengurusan, hubungan keluarga, dan Shareholders should have a relationship of
hubungan keuangan, kecuali Komisaris Utama. ownership, management, family or financial.
Komisaris Utama merupakan pemegang saham This exception relates to share ownership by
pada perusahaan yang merupakan perusahaan the President Commissioner of a company
pengendali pada Bank Mega. which is the controlling company of Bank
Mega.
No. Nama Perusahaan Jenis Saham Jumlah Saham
1 PT. CT Corpora Biasa 247.810.125
2 PT. Para Rekan Investama Biasa 38.000
3 PT. Para Multi Finance Biasa 2.000.000
Kepemilikan Saham Komisaris Utama
Shares Ownership of President Commissioner
Pemilik saham PT. Bank Mega Tbk. per posisi The owner of PT Bank Mega Tbk. shares as
31 Desember 2007 adalah PT. Mega Corpora from December 31, 2007 is PT. Mega Corpora
(dahulu bernama PT. Para Global Investindo) (formerly PT. Para Global Investindo) - 55.22%
sebesar 55,22% dan masyarakat sebesar and public - 44.78%.
44,78%.
With 99.99% share ownership PT Mega
Pemegang Saham Pegendali PT Mega Corpora Corpora (formerly PT Para Inti Holdindo) is
adalah PT. CT Corpora (dahulu bernama the Controlling Shareholder of PT Para Global
PT. Para Inti Holdindo) dengan kepemilikan Investindo where the President Commissioner
saham sebesar 99,99%, dimana Komisaris (Chairul Tanjung) is the Controlling Shareholder
Utama (Chairul Tanjung) merupakan Pemegang of PT CT Corpora with 97.60% share ownership.
Saham Pengendali pada PT. CT Corpora
dengan kepemilikan saham sebesar 97,60%. Evaluation of Performance of the
Boards of Commissioners and
Evaluasi Kinerja Dewan Komisaris dan Directors
Direksi At the Extraordinary Annual General
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Meeting (EAGM) held on March 28, 2007,
Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan pada the shareholders carried out an evaluation
tanggal 28 Maret 2007, para pemegang of the performance of the Boards of
saham telah melakukan evaluasi terhadap Commissioners and Directors. A change in the
kinerja Dewan Komisaris dan Direksi composition of Bank Mega’s board occurred
beserta anggotanya. Bersamaan dengan at the meeting, with J B Kendarto replacing
114
diselenggarakannya RUPSLB tersebut, telah Benny Witjaksono as Director of Treasury
dilakukan perubahan susunan pengurus Bank and International Banking. The proposition
Mega, yaitu ditetapkannya J B Kendarto to appoint the Director did not yet abide by
sebagai Direktur Treasury dan International the recommendation of the Committee of
Banking menggantikan Benny Witjaksono. Remuneration and Nomination, given that
Terhadap usulan pengangkatan Direksi tersebut the Committee was only formed on May
belum memperhatikan rekomendasi dari 24, 2007, while the performance evaluation
Komite Remunerasi dan Nominasi, mengingat of the Directors, individually as well as
Komite tersebut baru dibentuk pada tanggal comprehensively, was performed by the Board
24 Mei 2007. Kinerja Direksi sendiri, baik of Commissioners in their weekly meetings
masing-masing maupun secara keseluruhan with the Directors. Beside performance
telah dievaluasi oleh Dewan Komisaris dalam evaluation, the Board of Commissioners also
rapat bersama Direksi dan Dewan Komisaris measured the effectiveness of supervision
yang diselenggarakan setiap minggu. performed by the Board of Directors.
Dewan Komisaris juga mengukur efektivitas
pengawasan yang telah dilakukan. Meetings of the Board of
Commissioners and Directors
Rapat Dewan Komisaris dan Direksi The Board of Commissioners holds four
Dewan Komisaris mengadakan rapat empat meetings each month, every Wednesday, while
kali dalam sebulan (hari Rabu), demikian the Directors assemble four times each month,
pula halnya dengan Direksi juga mengadakan every Monday, with an agenda consisting of
rapat empat kali dalam sebulan (hari Senin) business development of Bank Mega in general
guna membahas perkembangan usaha and any problems faced, together with the best
Bank Mega secara umum dan permasalahan solutions. During 2007, there were 27 Board
yang dihadapi berikut solusi terbaik dalam of Commissioners meetings and 38 Directors
penyelesaiannya. Selama periode tahun 2007 meetings.
telah diselenggarakan rapat Dewan Komisaris
sebanyak 27 kali dan rapat Direksi sebanyak 38
kali. Remuneration Policy
The Articles of Association of Bank Mega
Kebijakan Remunerasi state that the Annual General Meeting
Dalam Anggaran Dasar Bank Mega dinyatakan decides on remuneration of the Board
bahwa Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) of Commissioners and subsequently the
akan menentukan remunerasi bagi Dewan remuneration of Directors is decided by the
Komisaris, dan selanjutnya remunerasi bagi Board of Commissioners. The amount of these
Direksi akan ditentukan oleh Dewan Komisaris. remunerations and other facilities received by
Besaran remunerasi dan fasilitas lainnya yang the Boards of Commissioners and Directors
diterima oleh Dewan Komisaris dan Direksi and the comparative ratio can be seen from the
berserta rasio perbandingannya dapat dilihat table on page 119.
pada tabel di halaman 119.
In the table, salary is the right of
Pada tabel, yang dimaksud dengan gaji adalah Commissioners and Directors which is received
hak pegawai yang diterima dan dinyatakan and declared in the form of cash as a wage
dalam bentuk uang tunai sebagai imbalan from a company to its Commissioners and
dari perusahaan atau pemberi kerja kepada Directors that have been approved and paid
pegawai yang ditetapkan dan dibayarkan according to a work contract, agreement, or
menurut suatu perjanjian kerja, kesepakatan, regulations, including provision for employees
atau peraturan perundang-undangan, termasuk and their families for their work / services.
tunjangan bagi pegawai dan keluarganya
atas suatu pekerjaan dan/atau jasa yang telah
dilakukannya.
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 115
L a p o ra n Tat a Ke l o l a Pe r usaha a n
Corporate Governance Report
Gaji yang diperbandingkan dalam rasio gaji Salary comparison is provided of the ratio
adalah imbalan yang diterima oleh anggota between wages received by the Board of
Dewan Komisaris, Direksi dan pegawai dalam Commissioners, Directors and employees in
satu bulan. one month.
Kehadiran dalam Rapat Kehadiran dalam Rapat Komisaris &
Nama Peserta Rapat
Direksi Direksi
Chairul Tanjung - 27
Achjadi Ranuwisastra - 27
Rachmat Maulana - 27
Yungky Setiawan 38 25
Suwartini 38 26
Kostaman Thayib 38 26
Daniel Budirahaju 38 26
J.B. Kendarto 29 20
Tjutjut Bramantoro 38 26
Benny Witjaksono * 9 5
Total Rapat 38 27
* Per 28 Maret 2007 pindah tugas menjadi Dirut di Bank Syariah Mega Indonesia.
Data Kehadiran Rapat Dewan Komisaris dan Rapat Direksi
Record of Attendance of Board of Commissioners Meeting and Board of Directors Meeting
116
Jumlah Diterima dalam 1 Tahun
Jenis Remunerasi dan
Dewan Komisaris Dewan Direksi
Fasilitas Lain
Orang Jutaan Rupiah Orang Jutaan Rupiah
Remunerasi (gaji, bonus,
tunjangan rutin, tantiem, 3 6.524 6 14.445
dan fasilitas lainnya dalam
bentuk non-natura)
Fasilitas lain dalam bentuk
natura (perumahan, trans-
portasi, asuransi kesehatan, 3 2.060 6 4.339
dan sebagainya) yang *) :
a. Dapat dimilki
b. Tidak dapat dimiliki
Total 8.584 18.784
*) Dinilai dalam ekuivalen Rupiah
Data Remunerasi dan Fasilitas Lain Dewan Komisaris dan Direksi
Remunerations and Other Facilities of Board of Commissioners and Directors
Jumlah Remunerasi per orang dalam 1 Tahun *) Jumlah Direksi Jumlah Komisaris
diatas Rp. 2 miliar 4 2
diatas Rp. 1 miliar s.d Rp. 2 miliar 2 1
diatas Rp. 500 juta s.d Rp. 1 miliar - -
Rp. 500 juta ke bawah - -
*) diterima secara tunai
Data Tingkat Penghasilan Dewan Komisaris dan Direksi
Remunerations of Board of Commissioners and Directors
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 117
L a p o ra n Tat a Ke l o l a Pe r usaha a n
Corporate Governance Report
Gaji Tertinggi Gaji Terendah Skala Perbadingan
Keterangan
(jutaan rupiah) (jutaan rupiah) (Rasio)
Komisaris
225,63 106,35 68 : 32
Direksi
241,01 133,32 64 : 36
Pegawai
62,8 1,20 99 : 1
Rasio Gaji Direksi tertinggi dan 80 : 20
Pegawai Tertinggi
Data Rasio Gaji Tertinggi dan Terendah
Ratio of Highest and Lowest Salary
Bank Mega memiliki ukuran kinerja terhadap Bank Mega has a scale of measurement for all
semua jajaran berdasarkan ukuran-ukuran levels based on clearly measurable guidelines,
yang jelas, konsisten dengan nilai perusahaan, consistent with the company’s values, business
sasaran usaha dan strategi Bank Mega serta objectives and strategy, as well as a reward and
memiliki sistim reward dan punishment. punishment system.
Bank Mega tidak memiliki shares option, karena Bank Mega does not hold an option scheme
tidak terdapat program kepemilikan saham since it has neither a system of share ownership
oleh anggota Dewan Komisaris, anggota for members of the Board of Commissioners,
Direksi dan Pejabat Eksekutif yang dilakukan Directors, or Executive Officers by way of share
melalui penawaran saham atau penawaran opsi offers or share option offers as compensation
saham dalam rangka pemberian kompensasi for Board of Commissioners, Directors, or
kepada Dewan Komisaris, anggota Direksi Bank’s Executive Officers. Neither the Annual
dan Pejabat Eksekutif Bank maupun yang Shareholders General Meeting nor the Bank’s
ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Articles of Association provide for such a
Saham (RUPS) atau Anggaran Dasar Bank. scheme.
Bank tidak melakukan pembelian kembali Bank Mega does not perform buy-back of its
saham dan atau obligasi sebagai upaya shares and/or bonds as an effort to reduce the
pengurangan jumlah saham atau obligasi amount of shares or bonds issued by the Bank
yang diterbitkan oleh Bank (buy back shares where payment is performed using the profit
dan buy back obligasi) yang pembayarannya achieved by the Bank.
dilakukan dengan menggunakan keuntungan
Bank.
118
Laporan Komite Audit
Audit Committee’s Report
Sebagaimana tertuang dalam ketentuan As defined in Banking regulations as well as
Perbankan maupun ketentuan Bapepam, those of Bapepam, the Audit Committee is
Komite Audit bertugas untuk membantu assigned to assist the Board of Commissioners
Dewan Komisaris dalam melaksanakan fungsi by carrying out a supervisory function which
pengawasan, yang meliputi: includes:
• Memastikan bahwa laporan keuangan • To ensure the company’s published financial
perusahaan yang dipublikasikan telah report meets prevailing standards including
memenuhi ketentuan-ketentuan yang berlaku implementation of appropriate accounting
termasuk diterapkannya stándar akuntansi standards.
yang sesuai. • To ensure that business risks have been
• Memastikan bahwa risiko usaha telah dikelola correctly managed and the system of internal
dengan baik dan sistem pengendalian intern control has functioned well.
dilaksanakan dengan memadai. • Business activities are performed with
• Aktivitas usaha telah dilaksanakan dengan attention to ethics and according to
memperhatikan etika dan telah sesuai applicable regulations.
dengan peraturan yang berlaku. • To recommend on the appointment of a
• Memberikan rekomendasi mengenai Public Accountant and the Office of Public
penunjukan Akuntan Publik dan Kantor Accountant to the Board of Commissioners
Akuntan Publik kepada Dewan Komisaris to be proposed at the Annual Shareholders
untuk disampaikan kepada Rapat Umum General Meeting.
Pemegang Saham. • To identify matters which need attention
• Melakukan identifikasi mengenai hal-hal yang from the Board of Commissioners.
perlu mendapat perhatian Dewan Komisaris. • To examine the company’s financial report
• Melakukan penelaahan atas informasi before publication.
keuangan Perusahaan yang akan • To examine the independence and objectivity
dipublikasikan of the public accountant.
• Menelaah independensi dan objektifitas • To examine the adequacy of the public
akuntan publik. accountant’s report to ensure that all
• Melakukan penelaahan atas kecukupan significant risks have been considered.
pemeriksaan yang dilakukan oleh akuntan • To examine the effectiveness of internal
publik untuk memastikan semua risiko control systems.
penting telah dipertimbangkan. • To examine the Company’s compliance as a
• Melakukan penelaahan atas efektifitas listed company with banking and stock
pengendalian intern. market regulations and other laws and
• Melakukan penelaahan tingkat kepatuhan regulations related to the activities of a
Perusahaan Tercatat terhadap peraturan company.
perundang-undangan di bidang perbankan • To perform inspection of any suspicion of
dan pasar modal serta peraturan perundang- error in decisions of a meeting of Directors
undangan lainnya yang berhubungan dengan or any deviation from the implementation
kegiatan perusahaan. of a decision of a meeting of Directors and
• Melakukan pemeriksaan terhadap dugaan bring them to the Board of Commissioners
adanya kesalahan dalam keputusan rapat for consideration.
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 119
L a p o ra n Tat a Ke l o l a Pe r usaha a n
Corporate Governance Report
Direksi atau penyimpangan dalam pelaksanaan During the implementation of these duties,
hasil keputusan rapat Direksi untuk mendapat members of the Audit Committee interact
perhatian Dewan Komisaris. directly with the management, the Compliance
Work Unit and the Internal Audit Working Unit.
Dalam pelaksanaan tugas tersebut, anggota Information-gathering is also achieved through
Komite Audit melakukan interaksi langsung reports of internal audit and compliance
dengan manajemen, Satuan Kerja Kepatuhan analysis carried out by the Compliance
dan Satuan Kerja Audit Intern. Informasi Division.
juga diperoleh dari laporan yang diberikan
sehubungan dengan pelaksanaan audit internal The Audit Committee also observes the
dan analisa kepatuhan yang dilakukan oleh composition of capital investment in
Divisi Compliance. productive assets, credit provision growth,
non-performing loans (NPL), completion of
Komite Audit melakukan pemantauan terhadap Legal Lending Limit (BMPK) requirements,
komposisi penanaman dana dalam aktiva capital investment ratio and self-assessment
produktif, pertumbuhan pemberian kredit, non of Bank Mega’s level of health. In addition, the
performing loan, pemenuhan ketentuan Batas Audit Committee also analyzes the results of
Maksimum Pemberian Kredit (BMPK), rasio inspections by the Internal Audit Working Unit,
permodalan dan self assessment atas tingkat Bank Indonesia, external auditors and of other
kesehatan Bank Mega. Selain itu, Komite authorities and also monitors steps taken as a
Audit juga melakukan pemantauan terdapat result of these inspections.
Hasil Pemeriksaan Satuan Kerja Audit Intern,
Bank Indonesia, auditor eksternal dan otoritas
lainnya serta melakukan pemantauan tindak
lanjut yang telah dilakukan terhadap hasil
pemeriksaan tersebut.
Nama Pengangkatan Direksi Bidang keahlian Rangkap Jabatan
Achjadi Ranuwisastra 12 Maret 2007 Perbankan Ketua Komite Remunerasi
Ketua dan Nominasi
Rachman Mawardi
12 Maret 2007 Keuangan & Akuntansi -
Anggota
Gunaryo Gunawan
12 Maret 2007 Hukum dan Perbankan -
Anggota
Susunan Anggota Komite Audit
Audit Committees Composition
Nama Jumlah Kehadiran Rapat
Achjadi Ranuwisastra 14
Rachman Mawardi 14
Gunaryo Gunawan 14
Jumlah Rapat dalam 1 tahun 14
Data Kehadiran Rapat Komite Audit
Attendance Record of Audit Committee Meetings
120
Bulan Kegiatan
Maret Pembahasan Laporan Hasil Pemeriksaan SKAI pada 11 (sebelas) Cabang untuk periode
pemeriksaan Januari & Februari 2007
April
Penelaahan Kegiatan Usaha Tahun 2006
Pembahasan Laporan Hasil Pemeriksaan SKAI pada 18 (delapan belas) Cabang untuk periode
Mei pemeriksaan Maret 2007
Penelaahan Kegiatan Usaha Triwulan I tahun 2007
Persetujuan Audit Committee Charter
Juni
Pembahasan Laporan Hasil Pemeriksaan SKAI pada 13 (tiga belas) Cabang untuk periode
pemeriksaan April 2007
Juli Pembahasan Laporan Hasil Pemeriksaan SKAI pada 15 (lima belas) cabang untuk periode
pemeriksaan Mei 2007
Penelaahan Kegiatan Usaha Triwulan II tahun 2007
Agustus
Pembahasan Hasil Pemeriksaan SKAI pada 10 (sepuluh) Cabang untuk periode pemeriksaan
Juni 2007
September
Pembahasan Hasil Pemeriksaan SKAI pada 13 Cabang untuk periode pemeriksaan Juli 2007
Pembahasan Laporan Hasil Pemeriksaan SKAI pada 10 (sepuluh) Cabang untuk periode
pemeriksaan Agustus 2007.
November
Penelaahan Kegiatan Usaha Triwulan III tahun 2007.
Pembahasan Laporan Hasil Pemeriksaan SKAI pada 12 (dua belas) Cabang/ unit kerja untuk
periode pemeriksaan September 2007.
Pembahasan Laporan Hasil Pemeriksaan SKAI pada 7 (tujuh) Cabang untuk periode
pemeriksaan Oktober 2007
Desember
Pembahasan Laporan Hasil Pemeriksaan SKAI pada 6 (enam) Cabang untuk periode
pemeriksaan November 2007
Aktivitas Komite Audit tahun 2007
Audit Committee Activity in 2007
Achjadi Ranuwisastra Rachman Mawardi Gunaryo Gunawan
Ketua Anggota Anggota
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 121
L a p o ra n Tat a Ke l o l a Pe r usaha a n
Corporate Governance Report
Laporan
Komite Pemantau Risiko
Risk Monitoring Committee’s Report
Komite Pemantau Risiko dibentuk untuk The Risk Monitoring Committee is formed to
membantu Dewan Komisaris dalam melakukan assist the Board of Commissioners to evaluate
evaluasi kesesuaian antara Kebijakan the suitability of Risk Management Policy and
Manajemen Risiko dengan pelaksanaannya its implementation, and monitors and evaluates
serta melakukan pemantauan dan melakukan the performance of the Risk Management
evaluasi pelaksaaan tugas Komite Manajemen Committee and Risk Management Work Unit.
Risiko dan satuan Kerja Manajemen Risiko. In line with these function, the Risk Monitoring
Sesuai dengan fungsi tersebut, Komite Committee has duties and responsibilities as
Pemantau Risiko memiliki tugas dan tanggung follows:
jawab sebagai berikut:
1. Offer opinion and recommendations to the
1. Memberikan pendapat dan rekomendasi Board of Commissioners regarding the Risk
kepada Dewan Komisaris mengenai Management Policy of Bank Mega and its
Kebijakan Manajemen Risiko Bank Mega dan implementation.
pelaksanaanya.
2. Identify matters which need the attention
2. Mengidentifikasi hal-hal yang memerlukan of the Board of Commissioners related to risk
perhatian Dewan Komisaris sehubungan management implementation.
dengan pelaksanaan manajemen risiko.
3. Examine the quality of information contained
3. Melakukan penelaahan atas kualitas in the Risk Profile Report which has been
informasi Risk Profile Report yang telah submitted to Bank Indonesia.
disampaikan kepada Bank Indonesia.
4.Review the functioning of risk management
4. Melakukaan penelaahan atas berfungsinya
at Bank Mega.
manajemen risiko pada Bank Mega.
5. Produce working guidelines for the Risk
5. Membuat Pedoman Kerja Komite Pemantau
Management Committee.
Risiko.
Nama Pengangkatan Direksi Bidang keahlian Rangkap Jabatan
Rachmat Maulana 12 Maret 2007 Anggota Komite
Perbankan
Ketua Remunerasi & Nominasi
Purwo Yunianto
12 Maret 2007 Keuangan -
Anggota
Mustamir Bakri
12 Maret 2007 Manajemen Risiko -
Anggota
Susunan Anggota Komite Pemantau Risiko
Member Compotision of Risk Monitoring Committee
122
Nama Jumlah Kehadiran Rapat
Rachmat Maulana 3
Purwo Yunianto 3
Mustamir Bakri 3
Jumlah Rapat dalam 1 tahun 3
Data Kehadiran Rapat Komite Pemantau Risiko
Attendance Record of Risk Monitoring Committee Meetings
Bulan Kegiatan
Persetujuan Risk Monitoring Committee Charter
Juni
Pemantauan Manajemen Risiko dalam hal ketersediaan Kebijakan untuk tiap risiko
Pemantauan four eyes principle dalam proses pemberian kredit
Pemantauan penerapan manajemen risiko pada transaksi valas dicabang
September
Pemantauan terhadap turn over pegawai
Pembahasan mengenai risiko pasar
Pembahasan mengenai laporan Risk Profile Juni 2007
Pembahasan tentang hasil audit sehubungan dengan risiko operasional
Pemantauan terhadap turn over pegawai
Desember
Pembahasan mengenai risiko pasar
Pembahasan mengenai risiko kredit sehubungan dengan analisa kredit
Aktivitas Komite Pemantau Risiko tahun 2007
Risk Monitoring Committee Activity in 2007
Rachmat Maulana Purwo Yunianto Mustamir Bakri
Ketua Anggota Anggota
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 123
L a p o ra n Tat a Ke l o l a Pe r usaha a n
Corporate Governance Report
Laporan Komite
Remunerasi dan Nominasi
Remuneration and Nomination Committee’s
Report
Komite Remunerasi dan Nominasi dibentuk The Remuneration and Nomination
untuk membantu Dewan Komisaris dalam Committee was formed to assist the Board of
melakukan pemantauan terhadap Kebijakan Commissioners to monitor Remuneration and
Remunerasi dan Nominasi serta tugas-tugas Nomination Policies. In this role, the Committee
utama lainnya, yaitu sebagai berikut: of Remuneration and Nomination performs
1. Melakukan evaluasi terhadap kebijakan these main duties:
remunerasi.
1. Evaluate remuneration policy.
2. Memberikan rekomendasi Kepada Dewan
Komisaris mengenai kebijakan remunerasi 2. Provide recommendations to the Board of
bagi Dewan Komisaris dan Direksi untuk Commissioners regarding remuneration
disampaikan kepada Rapat Umum Pemegang policy for the Boards of Commissioners and
Saham. Directors to be proposed to the Annual
Shareholders General Meeting.
3. Memberikan rekomendasi Kepada Dewan
Komisaris mengenai kebijakan remunerasi 3. Provide recommendations to the Board of
bagi Pejabat Eksekutif dan pegawai secara Commissioners regarding remuneration for
keseluruhan untuk disampaikan kepada the Executive Officers and for all employees,
Direksi. to be proposed to the Directors.
4.Menyusun dan memberikan rekomendasi 4.Compose and make recommendations
mengenai sistem serta prosedur pemilihan to the Board of Commissioners on systems
dan/atau penggantian anggota Dewan and procedures of appointment and/or
Komisaris dan Direksi kepada Dewan replacement of members of the Boards of
Komisaris untuk disampaikan kepada Rapat Commissioners and Directors to be proposed
Umum Pemegang Saham. to the Annual Shareholders General Meeting.
5. Memberikan rekomendasi mengenai calon 5. Provide recommendations regarding
anggota Dewan Komisaris dan/atau Direksi candidates for members of the Board of
kepada Dewan Komisaris untuk disampaikan Commissioners and/or Directors to the
kepada Rapat Umum Pemegang Saham. Board of Commissioners to be proposed to
the Annual Shareholders General Meeting.
6. Memberikan rekomendasi kepada Dewan
Komisaris untuk calon anggota Komite 6. Provide recommendations to the Board
Independen. of Commissioners regarding candidates for
Independent Committee members.
124
Nama Pengangkatan Direksi Bidang keahlian Rangkap Jabatan
Achjadi Ranuwisastra
24 Mei 2007 Perbankan Ketua Komite Audit
Ketua
Rachmat Maulana Ketua Komite
24 Mei 2007 Perbankan
Anggota Pemantau Risiko
Ariza Sufian
24 Mei 2007 Kepegawaian/HR -
Anggota
Susunan Anggota Komite Remunerasi dan Nominasi
Composition of Remuneration and Nomination Committee
Nama Jumlah Kehadiran Rapat
Achjadi Ranuwisastra 3
Rachmat Maulana 3
Ariza Sufian 3
Jumlah Rapat dalam 1 tahun 3
Data Kehadiran Rapat Komite Remunerasi dan Nominasi
Attendance Record of Remuneration and Nomination Committee
Bulan Kegiatan
Juni Membuat Pedoman dan Tata Tertib Kerja Komite Remunerasi & Nominasi
Melakukan evaluasi terhadap kebijakan remunerasi, khususnya untuk pegawai frontliner
Juli
Memberikan rekomendasi kebijakan remunerasi untuk pegawai khususnya frontliner
Membahas mengenai sistem serta prosedur pemilihan dan/atau penggantian anggota
Oktober
Dewan Komisaris dan Direksi
Aktivitas Komite Remunerasi dan Nominasi
Activity of Remuneration and Nomination Committee
Achjadi Ranuwisastra Rachmat Maulana Ariza Sufian
Ketua Anggota Anggota
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 125
L a p o ra n Tat a Ke l o l a Pe r usaha a n
Corporate Governance Report
Komite Eksekutif
Executive Committee
Dalam pelaksanaan fungsi pengendalian intern, In implementing their function of internal
Direksi membentuk 7 (tujuh) Komite Eksekutif control, the Directors form 7 (seven) Executive
yaitu : Committees, as follows:
1. Komite Manajemen Risiko 1. Risk Management Committee
Tugas Komite Manajemen Risiko : Duties of the Risk Management Committee:
• Mengevaluasi dan merekomendasi Kebijakan • Evaluate and make recommendations on Risk
Manajemen Risiko beserta perubahannya, Management Policy and changes, including
termasuk strategi manajemen risiko serta risk management strategy, risk exposure and
eksposure risiko dan contingency plan dari
the contingency plan from every division.
setiap direktorat.
• Evaluate synchronization between Bank
• Mengevaluasi agar strategi bisnis Bank Mega
Mega’s business and risk strategies.
sejalan dengan strategi risiko.
• Menetapkan Risk Appetite Bank Mega • Establish the Risk Appetite of Bank Mega.
• Memberikan persetujuan Kebijakan dan • Approve Policies and Procedures to identify,
Prosedur untuk identifikasi, pengukuran, assess, monitor, control, and supervise all
pemantauan, pengendalian dan pengawasan risks.
atas seluruh risiko yang ada.
• Conduct improvement and refinement of
• Melakukan perbaikan dan penyempurnaan the imposition of risk management both
terhadap penerapan manajemen risiko yang periodically and incidentally and evaluate
dilakukan secara berkala maupun bersifat the effectiveness of risk management
insidentil, dan melakukan evaluasi terhadap implementation.
efektivitas penerapan manajemen risiko.
• Deliver justification on matters associated
• Memberikan penetapan (justification) with irregular business decisions.
atas hal-hal yang terkait dengan keputusan-
keputusan bisnis yang menyimpang dari • Evaluate and approve the defining of the
prosedur normal (irregularities). level of risk proposed by each risk-taking
unit.
• Mengevaluasi dan menyetujui penetapan
limit risiko yang diajukan setiap bidang risiko
• Evaluate the Risk Profile Report from Risk
(risk taking unit).
Management Division based on information
• Mengevaluasi Laporan Profile Risiko dari and data from business units before they are
Divisi Manajemen Risiko berdasarkan forwarded to Bank Indonesia as routine
informasi dan data dari unit bisnis, sebelum reports.
disampaikan ke Bank Indonesia sebagai
laporan rutin.
126
• Menetapkan capital allocation untuk masing- • Determine capital allocation for each risk
masing jenis risiko. category.
• Merekomendasikan produk baru yang • Recommend new products proposed by
diajukan oleh bisnis dan komitenya masing- business units and their respective
masing. committees.
Susunan Anggota Komite Structure of Committee Members
Anggota Tetap Permanent Members
• Direktur Utama, sebagai Ketua Komite
• President Director, as Head of Committee
• Direktur Risk Management & Compliance
• Director of Risk Management & Compliance
• Direktur Kredit
• Director of Loans
• Direktur Treasury & International Banking
• Director of Treasury & International Banking
• Pemimpin Divisi Manajemen Risiko, selaku
Sekretaris Komite • Division Head of Risk Management, as
Secretary of Committee
Anggota Tidak Tetap
• Direktur terkait sesuai dengan bidang yang Non-Permanent Members
akan dibahas. • Directors related to specific area
• Pemimpin Divisi terkait • Related Division Head
• Pemimpin SKAI • Head of SKAI
• Pemimpin Divisi Kepatuhan • Head of Compliance Division
Agenda Pembahasan Komite Tahun 2007
Memberikan persetujuan Kebijakan Risiko Kepatuhan dan Kebijakan Perkreditan
Mengevaluasi Laporan Profil Risiko
Penilaian Tingkat Kesehatan Bank (rapat dilakukan secara rutin setiap triwulan)
Pengendalian Internal
Monitoring Transaksi Operasional oleh Operation Control (pemindahan user administrator, pemaparan
hasil pemeriksaan dokumen kredit
Pemaparan Hasil Temuan SKAI (Pembahasan konsep Ketentuan mengenai reward & punishment)
Branch Scorring ( MCRR & jaringan sibuk)
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 127
L a p o ra n Tat a Ke l o l a Pe r usaha a n
Corporate Governance Report
2. Komite Sumber Daya Manusia 2. Human Resources Committee
Tugas Komite Sumber Daya Manusia : Duties of Human Resources Committee
Komite Sumber Daya Manusia membantu The Human Resources Committee assists the
Direksi menjalankan strategi bisnis di bidang Directors in implementing business strategy in
kepegawaian seperti menyediakan dan human resources by means such as providing
menempatkan sumber daya manusia yang and appointing professional human resources
profesional sesuai dengan kebutuhan pada suitable to the needs of the organizational
struktur organisasi Bank Mega, merumuskan structure of Bank Mega. The committee is
bentuk-bentuk penghargaan bagi karyawan also required to formulate forms of reward
berprestasi dan sanksi bagi karyawan yang
for high-achieving employees and sanctions
melanggar serta memberikan masukan
for employees who breach regulations. The
terhadap masalah kepegawaian yang dihadapi.
Committee also gives advice on employment
problems that may arise.
Susunan Anggota Komite
Direktur Utama
Direktur Risk Management & Compliance Committee Members
Direktur Treasury & International Banking President Director
Direktur Retail Banking Director of Risk Management & Compliance
Direktur Kredit Director of Treasury & International Banking
Direktur Human Capital & Corporate Services Director of Retail Banking
Chief of IT & Operation Director of Credit
Pimpinan Divisi HRAD Director of Human Capital & Corporate Services
Chief of IT & Operations
Head of HRAD Division
Agenda Pembahasan Komite Tahun 2007
Standarisasi posisi CMO, AMO dan CRA
Usulan kenaikan gaji berkala, bonus dan insentif
Usulan remunerasi frontliners
Usulan perbaikan Komite SDM
3. Asset Liability Committee (ALCO) 3. Asset Liability Committee (ALCO)
Tugas ALCO : Duties of ALCO:
ALCO membantu Direksi dalam melakukan ALCO assists the Directors in executing
pembahasan dan pengambilan keputusan discussion of and formation of decisions on
atas pengelolaan dan pengendalian Rencana the management and control of the Bank’s
Anggaran Belanja (RAB) Bank yang mencakup Expenditure Budget Plan (RAB) which includes
likuiditas, kualitas aset, rentabilitas, penetapan liquidity, asset quality, rentability, pricing of
pricing baik terhadap dana pihak ketiga both third-party funds and treasury asset &
maupun asset & liability treasury dan rasio- liability and parameter ratios on the bank’s
rasio parameter penilaian kesehatan bank. health assessment.
128
Susunan Anggota Komite Committee Members
• Direktur Utama (Ketua) • Head: President Director
• Direktur Bidang Treasury (Wakil Ketua) • Deputy Head: Director of Treasury
• Financial Management Division Head • Secretary: Financial Management Division
(Sekretaris) Head
• Anggota: • Members:
- Direksi lainnya - Other Directors
- Treasury Division Head - Treasury Division Head
- Pemimpin Divisi Perkreditan - Credit Division Head
- Pemimpin Divisi Funding
- Funding Division Head
- Pemimpin Network Management Division
- Network Management Division Head
Head
Laporan Kerja Performance Report
Throughout 2007, ALCO routinely reviewed
Selama tahun 2007, ALCO melakukan
pembahasan secara rutin tentang Economic the Economic Indicator (MT), financial
Indicator (MT), kinerja keuangan, Dana Pihak performance, Third-Party Funds, and the
Ketiga dan Laba Rugi perusahaan sebagai Loss & Profit of the company as matters to
bahan pertimbangan dalam memberikan be considered in making decisions on the
keputusan tentang kinerja keuangan company’s financial performance for the next
perusahaan pada periode berikutnya. period.
4. Komite Kebijakan Perkreditan 4. Credit Policy Committee
Tugas Komite Kebijakan Perkreditan: Duties of Credit Policy Committee
Komite Kebijakan Perkreditan membantu The Credit Policy Committee assists the
Direksi dalam merumuskan Kebijakan Directors in formulating Bank Mega’s Credit
Perkreditan Bank Mega, menetapkan target Policy, sets credit market targets and business
market kredit berikut sektor-sektor usaha yang sectors to avoid, monitors and evaluates the
perlu dihindari , serta melakukan pemantauan progress and quality of credit portfolio in a
dan evaluasi terhadap perkembangan dan comprehensive manner.
kualitas portfolio kredit secara keseluruhan.
Credit Committee members
Susunan Anggota Komite Structure of Credit Committee in Head Office:
Susunan Anggota Komite Kredit Kantor Pusat
Head: President Director
Bank Mega adalah sebagai berikut:
Deputy: Credit Director
Ketua: Direktur Utama
Member:
Wakil Ketua: Direktur Kredit
Anggota: - Retail Banking Director
- Direktur Retail Banking - Treasury & International Banking Director
- Direktur Treasury & International Banking - Head of Credit Business Division
- Pemimpin Divisi Bisnis Perkreditan - Head of Credit Risk Acquisition Division
- Pemimpin Divisi Credit Risk Acquisition - Head of Department in Credit Business
- Pemimpin Bagian/jabatan setingkat Division
Pemimpin Bagian pada Divisi Bisnis
Perkreditan Structure of Credit Committee in Regional
Offices:
Susunan Komite Kredit Regional Office adalah Head: Regional Manager
sebagai berikut : Member:
Ketua : Regional Manager - Credit Risk Acquisition Head
Anggota :
- Credit Risk Acquisition Head
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 129
L a p o ra n Tat a Ke l o l a Pe r usaha a n
Corporate Governance Report
- Deputy Regional Manager Commercial - Deputy Regional Manager Commercial
Loan Loans
- Deputy Regional Manager Consumer Loan - Deputy Regional Manager Consumer
Loans
Susunan Komite Kredit Cabang
Ketua: Pemimpin Cabang Structure of Credit Committee in Branch
Anggota: Offices:
- Deputy Manager Kredit Head: Branch Manager
- Credit Risk Acquisition Officer Member:
- Deputy Credit Manager
- Credit Risk Acquisition Officer
Bulan Kegiatan
Januari BWMK Bank Garansi Askrindo
Februari Perubahan Kedua Kebijakan dan Prosedur MOJF Mirroring
Ketentuan Pembuatan Proposal Kredit
Maret
Ketentuan Pencairan Fasilitas Kredit
Kebijakan Monitoring & Supervisi Kredit
Ketentuan Jumlah Minimal Pemberian Fasilitas Kredit
April
Implementasi Mega Credit Risk Rating (MCRR) System
Surat Pemberitahuan Persetujuan Kredit (SPPK)
Adjustment Penilaian Agunan
Mei
Kebijakan Fasilitas Warehouse Receipt Financing (Mega Warehouse Financing)
Perubahan Pertama SK Direksi tentang Komite Kredit
Agunan Kredit di lokasi tanah Meruya
Jangka Waktu SPPK
Juni
Ketentuan Mengenai ORI Sebagai Agunan Kredit
Ketentuan Mengenai Polis asuransi Mega Idaman Sebagai Agunan Kredit
Laporan Kerja Komite Kebijakan Perkreditan Selama Tahun 2007
Performance Report of Credit Policy Committee in 2007
130
Bulan Kegiatan
Perubahan pertama Kebijakan Fasilitas Warehouse Receipt Financing
Juli
Laporan Keuangan Debitur
Provisi dan Biaya Administrasi Bank Garansi
Agustus
Perubahan Pertama atas Kebijakan Monitoring & Supervisi Kredit
Kebijakan Asset Based Financing
Pembiayaan KPR Mega Griya dalam Mata Uang USD
September
Batas Wewenang Memutus Kredit Pejabat Bank Mega
Perubahan Pertama SK No. 050/DIRBM-RIMD/07 tentang BWMK Pejabat Bank Mega
Oktober Pembiayaan Tower BTS
Perubahan I atas Kebijakan BPR Linkage & Ket Mengenai Proses Kredit
Perubahan I atas Ketentuan Mengenai ORI Sebagai Agunan Kredit
November
Kebijakan Foreign Exchange (Forex) Line untuk Nasabah
Memorandum Analisa Kredit (MAK) untuk obligor ≤ Rp. 2 miliar
Pembiayaan Rumah Toko (Ruko)
Penetapan Safety Margin untuk Tanah Kosong
Ketentuan Pinalty Pelunasan Dipercepat untuk Kredit Komersial & Korporasi
Perubahan Kedua atas Ketentuan Tentang ORI sebagai Agunan Kredit
Desember
Perubahan I atas SE. 076/DIRBM/05 tentang Fasilitas Kredit dengan Agunan Tunai
Pemberian Fasilitas Kredit Kepada Pihak Terkait, Karyawan dan Keluarga Karyawan
Buku Pedoman Kredit Komersial
Laporan Kerja Komite Kebijakan Perkreditan Selama Tahun 2007
Performance Report of Credit Policy Committee in 2007
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 131
L a p o ra n Tat a Ke l o l a Pe r usaha a n
Corporate Governance Report
5. Komite Teknologi Informasi 5. Information Technology Committee
Tugas Komite Teknologi Informasi (KTI) Duties of Information Technology Committee
• Merumuskan dan memutuskan Kebijakan (KTI)
jangka panjang dan jangka pendek dalam hal • Formulate and decide on long-term and
perencanaan dan penerapan system short-term policy regarding planning and
informasi tehnologi yang akan diterapkan di implementation of information technology
Bank Mega. systems to be applied at Bank Mega.
• Melakukan evaluasi & menetapkan kebijakan, • Evaluate and authorize the policy, application
penyesuaian maupun penyempurnaan
of or improvement of applied information
terhadap system informasi yang diterapkan.
systems.
• Melakukan analisa terhadap perkembangan
• Analyze developments and changes in
dan perubahan system informasi tehnologi
terutama dibidang perbankan. information technology systems in the
banking industry.
• Memutuskan prioritas proyek tehnologi
system informsi yang sedang atau akan • Prioritize which information technology
dilaksanakan berdasarkan tingkat system used or to be used with referernce to
kepentingan bisnis. levels of business interest.
Susunan Anggota Komite Committee Members
• Direktur Human Capital Management & • Director of Human Capital Management &
Corporate Services Corporate Services
• Direktur Retail Banking • Director of Retail Banking
• Direktur Kredit • Director of Credit
• Chief of IT & Operation Services • Chief of IT & Operation Services
• RIMD (Risk Management Division)
• RIMD (Risk Management Division)
• SKAI (Saatuan Kerja Audit Intern)
• SKAI (Internal Audit Working Unit)
• OPSD (Operation & Services Division)
• OPSD (Operation & Services Division)
• ITDD (Information & Technology
• ITDD (Information & Technology
Development Division) sebagai Ketua KTI
• ITSD ( Information & Technology Servicves Development Division) as Head of ITC
Division) sebagai Sekretaris KTI • ITSD ( Information & Technology Services
• CGCD (Compliance & Good Corporate Division) as Secretary of ITC
Division) • CGCD (Compliance & Good Corporate
• CACD (Card Center Division) Governance Division)
• CRB 1 (Corporate Banking I) • CACD (Card Center Division)
• LFBD (Liabilities & Fee Based Division) • CRB 1 (Corporate Banking I)
• LFBD (Liability & Fee Based Division)
132
Agenda Pembahasan Komite Tahun 2007
System Development Life Cycle (Project Charter, Change Control Form)
Priority Project Business tahun 2007
Project Operation & IT
Pembahasan Project Credit Card, Project Liability & Fee Based Division, dan Project Electronic Banking Division
Laporan Kerja Komite Teknologi Informasi Selama Tahun 2007
Performance Report of Information Technology Committee in 2007
6. Komite Pengadaan Barang 6. Procurement Committee
Tugas Komite Pengadaan Barang Duties of Procurement Committee
Komite Pengadaan Barang membantu Direksi The Procurement Committee assists the
dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi Directors in enhancing effectiveness and
sehubungan dengan pengadaan barang-barang efficiency involving the procurement of
keperluan operasional Bank Mega. operational requirements of Bank Mega.
Susunan Anggota Komite Committee members
Direktur Penanggung Jawab : Responsible Director
Direktur Human Capital Management & Director of Human Capital Management &
Corporate Services Corporate Services
Unit Kerja Pelaksana/Pendukung Facilitator Work Unit
- Pengadaan - Procurement
- Property & Facility - Property & Facility
- Corporate Legal - Corporate Legal
- Operation - Operation
- IT - IT
- Promosi - Promotion
- Card Center - Card Center
Agenda Pembahasan Komite Tahun 2007
Pengadaan barang cetakan
Pengadaan SOP
Pengadaan seragam frontliners
Pengadaan kartu Lebaran, Natal dan Imlek
System pemesanan Alat Tulis Kantor
Personal Computer yang akan dihibahkan
Action plan pembukaan kantor
Network Service Point
Laporan Kerja Komite Pengadaan Barang Selama Tahun 2007
Performance Report of Procurement Committee in 2007
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 133
L a p o ra n Tat a Ke l o l a Pe r usaha a n
Corporate Governance Report
7. Komite Produk 7. Product Committee
Tugas Komite Produk: Duties of Product Committee:
Steering Committee Steering Committee
• Memberikan input/saran maupun usulan atas • Provides input and suggestions on product
rencana pengembangan produk dan development plans and various supporting
berbagai program pendukungnya. programs.
• Memberikan persetujuan atas inisiatif produk • Approve product initiatives (including
(mencakup persetujuan atas features, sales/ approval of features, programs, and sales/
marketing program dan budget, serta target marketing budget and sales targets).
penjualan)
Operational Committee
Operational Committee • Bring into existence product initiatives
• Merealisasikan inisiatif produk yang telah approved by the Steering Committee for
disetujui oleh Steering Committee agar finalization according to target.
dapat diselesaikan sesuai rencana/target.
• Coordinate product development
• Mengkoordinasikan proses pengembangan
processes from idea generation stage up
produk mulai dari tahap penentuan idea
to implementation stage (acting as Project
generation sampai dengan tahap
Manager).
implementasi (bertindak sebagai Project
Manager).
• Monitor the result of implementation
• Memonitor hasil proses implementasi , baik process, in terms of product specification
dari segi pemenuhan spesifikasi produk pada acceptability, operational processes
sistem, proses operasional sesuai prosedur, according to procedures, sales level and
tingkat penjualan, dan marketing program. marketing programs.
• Merealisasikan rencana pengembangan • Create product development plans according
produk sesuai tugas yang telah ditetapkan to tasks set since “Project Kick Off”, to
pada saat awal “Project Kick Off” untuk ensure target achievement is in accordance
meyakinkan bahwa pencapaian target telah with plans, in terms of both product
sesuai rencana, baik dari segi spesifikasi specification and target launch dates.
produk maupun target waktu peluncuran
produk • Review implementation in each area of tasks.
• Melakukan review atas hasil implementasi • Form a Resources Panel that consists of
sesuai ruang lingkup tugasnya. related divisions, with the aim of ensuring
that a product initiative has been supported
• Resources panel yang terdiri dari Divisi- by proper processes and correct procedures,
divisi terkait, dengan tujuan untuk with good risk management, compliance
meyakinkan bahwa suatu inisiatif produk with legal rules, and with provision of staff
telah ditunjang oleh adanya proses dan or other parties directly involved with the
prosedur yang tepat, manajemen risiko yang operational process of the product.
baik, memenuhi ketentuan legal, dan
kesiapan dari staf/pihak-pihak yang terkait
langsung dalam proses operasional produk
tersebut.
134
Susunan Anggota Komite Committee members
• Ketua 1: Direktur Kredit • Head 1: Director of Credit (for asset /lending
(untuk produk-produk aset /lending) products)
Ketua 2: Direktur Retail Banking Head 2: Director of Retail Banking (for
(untuk produk-produk liabilities dan fee liabilities and fee-based income products)
based income) Head 3: Director of Treasury & International
Ketua 3: Direktur Treasury & International Banking (for products related to Treasury &
Banking (untuk produk- produk terkait International Banking)
Treasury & International Banking) • Secretary of the Committee: Risk
• Sekretaris Komite: Risk Management Head Management Head
• Anggota Tetap: • Permanent Members:
- Chief of IT & Operation Services - Chief of IT & Operation Services
- Financial Management Division Head - Financial Management Division Head
- Corporate Secretary & Legal Division Head - Corporate Secretary & Legal Division Head
- Compliance & GCG Division Head - Compliance & GCG Division Head
- Internal Audit (SKAI) Head
- Internal Audit (SKAI) Head
- IT & Operation Development Division Head
- IT & Operation Development Division Head
- Risk Management Head
- Risk Management Head
• Anggota Tidak Tetap:
• Temporary Members:
- Inisiator (Product Owner)
- Initiator (Product Owner)
- Direktur terkait
- Related Directors
- Division Head terkait
- Related Division Heads
Agenda Pembahasan Komite Tahun 2007
Evaluasi produk Implant Banking, Mega Refund
Pembahasan produk baru:
• Tabungan Mega Absolut USD
• Mega Depo Equity 2
• Mega Absolut Type AD
• Sintetik Idaman
• Mega Dinamis
• Mega Depo Premiun
• Mega Ultima
• Mega payroll
Pembahasan produk ORI 2007
Pembahasan Visa Prepaid Card
Pembahasan Reksadana
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 135
L a p o ra n Tat a Ke l o l a Pe r usaha a n
Corporate Governance Report
Daftar Kehadiran Direksi dan Chief of IT & Operation pada Rapat Komite
Eksekutif Tahun 2007
Peserta Meeting KMR SDM ALCO KKP KTI KPB KP
Yungky Setiawan 10 10 8 - - - 12
Suwartini 13 7 7 - - - 12
Kostamam Thayib 5 8 10 - 2 - 11
Daniel Budirahaju 5 10 9 - 1 - 5
Tjutjut Bramantoro - 10 4 - 3 - -
J.B. Kendarto 4 7 7 - - - 1
Benny Witjaksono* - 2 3 - - - -
Dominador M.De Jesus Jr. - 7 9 - 4 - 12
*) : Per 28 Maret 2007 pindah tugas menjadi Dirut Bank Syariah Mega Indonesia
*) : As per 28 March 2007 as President Director of Bank Syariah Mega Indonesia
Keterangan:
KMR : Komite Manajemen Risiko KKP : Komite Kebijakan Perkreditan KP : Komite Produk
SDM : Komite SDM KTI : Komite Teknologi Informasi
ALCO : Asset Liabilities Committee KPB : Komite Pengadaan Barang
Daftar Kehadiran Divisi pada Rapat Komite Eksekutif Tahun 2007
Peserta Meeting KMR SDM ALCO KKP KTI KPB KP
Human Resources
- 10 - - 3 - -
Administration Division
Risk Management
13 - 11 2 4 - 18
Division
Financial Management
4 - 10 - - - 15
Division
Legal Division 7 - - - - - 5
Compliance & GCG Division 7 - - 2 4 - 15
Satuan Kerja Audit Intern 11 - - 1 4 - 15
IT Service Division - - - - 4 - 15
136
Peserta Meeting KMR SDM ALCO KKP KTI KPB KP
IT Development Division - - - - 4 - 15
Liabilities & Fee Based
4 - 9 - 4 2 13
Division
Network Management Division 3 3 8 - - - 2
Treasury Division 4 - 9 - 2 - 3
Credit Administration Division 4 - 11 - - - 2
Consumer Bussiness Division - - 4 - - - 2
Card Center Division 3 - - - - - 1
Operation Services Division - - - - 4 1 18
Corporate Secretary &
3 - 2 - - - 3
Services Division
Credit Risk Acquisition Mng
- - - 1 - - 1
Division
Commercial Bussiness Division - - 8 - - - -
Corporate Bussiness Division - - 12 1 4 - -
Banking Procurement Division - - - - - 8 -
Special Asset Management &
4 - - - - - -
Restrukturing Division
Unit Khusus Pengenalan Nasabah 4 - - - 1 - -
Property & Facility Management
- - - - - 1 -
Division
Capital Market Service Division - - - - 1 - 6
Indirect Retail Financial Division - - 7 - - - -
Total Frekuensi Meeting 13 10 12 2 4 8 18
Keterangan:
KMR : Komite Manajemen Risiko KKP : Komite Kebijakan Perkreditan KP : Komite Produk
SDM : Komite SDM KTI : Komite Teknologi Informasi
ALCO : Asset Liabilities Committee KPB : Komite Pengadaan Barang
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 137
L ap o ra n Tat a Ke l o l a Pe rusa ha a n
Corporate Governance Report
Penanganan Benturan Kepentingan
Conflict of Interest Management
Bank Mega memiliki ketentuan mengenai Rules on conflict of interest at Bank Mega are
benturan kepentingan yang tercantum dalam defined in the Guidelines on Commitment
Panduan Komitmen Integritas. Selain itu to Integrity, while rules on decision-making
ketentuan mengenai pengambilan keputusan on transactions that involve conflicting
terhadap transaksi yang mengandung benturan interests are defined in the Operational Policy,
kepentingan terdapat juga dalam Kebijakan particularly aimed at persons with the authority
Operasional, khususnya yang mengatur tentang to provide credits and select vendors for
kewenangan memutus kredit dan ketentuan procurement.
penunjukan vendor pengadaan barang.
Through 2007 there was one transaction which
Selama periode tahun 2007 terdapat transaksi involved conflict of interest, the rental of part
yang mengandung benturan kepentingan, of an office building by a Group company, in
yaitu penyewaan sebagian gedung kantor which the decision to rent the premises was
kepada perusahaan Group, namun demikian made not by Chairul Tanjung as the Ultimate
keputusan mengenai penyewaan tidak diambil Shareholder but by Achjadi Ranuwisastra as
oleh Chairul Tanjung sebagai Pemegang saham the Independent Commissioner, based on
Pengendali, tetapi oleh Achjadi Ranuwisastra authority given by the Annual Shareholders
(selaku Komisaris Independen) berdasarkan General Meeting.
Kuasa yang diberikan dari hasil keputusan
RUPSLB.
138
Data Transaksi yang mengandung Benturan Kepentingan Periode Tahun 2007
Nama dan Jabatan yang Nama dan Jabatan Nilai Transaksi
Jenis Transaksi Keterangan
No memiliki benturan Pengambil Keputusan (jutaan Rupiah)
kepentingan
Bank Mega :
Yungky Setiawan, Dirut &
Achjadi Ranuwisastra, Sewa Menyewa
Benny Witjaksono Direksi
1 Komisaris Independen Gedung 1.115
Asuransi Umum:
Robby Loho, Dirut &
Rachman A. Kustomi, Direksi
Bank Mega :
Yungky Setiawan, Dirut &
Achjadi Ranuwisastra, Sewa Menyewa
Benny Witjaksono Direksi
2 Komisaris Independen Gedung 1.263
Asuransi Mega Life:
Antonius Stan, Dirut &
Claudi Ingkiriwang, Direksi
Bank Mega :
Yungky Setiawan, Dirut &
Achjadi Ranuwisastra, Sewa Menyewa
Benny Witjaksono Direksi
3 Komisaris Independen Gedung 1.045
Mega Capital Ind:
Rindiatmoko, Dirut &
Nani Susilowati, Direksi
Bank Mega :
Yungky Setiawan, Dirut &
Achjadi Ranuwisastra, Sewa Menyewa
Benny Witjaksono Direksi
4 Komisaris Independen Gedung 323
Para Bandung Prop:
Wibowo Iman, Dirut &
Hilman Salim, Direksi
Bank Mega :
Yungky Setiawan, Dirut &
Achjadi Ranuwisastra, Sewa Menyewa
Benny Witjaksono Direksi
5 Komisaris Independen Gedung 2.891
BSMI:
Budi Wisakseno, Dirut &
Ani Murdiati, Direksi
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 139
L ap o ra n Tat a Ke l o l a Pe rusa ha a n
Corporate Governance Report
Penerapan Fungsi Kepatuhan,
Auditor Intern dan Auditor Ekstern
Compliance, Internal and Eksternal
Auditor Application
Kepatuhan Compliance
Bank Mega menerapkan budaya kepatuhan Bank Mega implements a culture of compliance
pada setiap jenjang organisasi dengan cara at every level of the organization through
penegakan disiplin, memelihara etika bisnis, disciplinary enforcement, maintenance of
dan bertanggung jawab untuk memenuhi business ethics and by acting responsibly in
ketentuan perundang-undangan yang berlaku. complying with applicable laws.
Untuk melaksanakan pengawasan dan In executing supervision and monitoring of
pemantauan penerapan kepatuhan, Bank Mega the implementation of compliance, Bank Mega
telah melaksanakan langkah – langkah sebagai adopts the following measures:
berikut :
1. Appoints the Director of Compliance, as set
1. Menunjuk Direktur Kepatuhan sebagaimana out in Bank Indonesia regulations.
diatur dalam Ketentuan Bank Indonesia.
2. Forms the compliance work units of
2. Membentuk unit kerja kepatuhan yaitu Compliance & Good Corporate Governance
Compliance & Good Corporate Governance Division, Risk Management Division and
Division, Risk Management Division dan Internal Audit Working Unit.
Satuan Kerja Audit Intern.
3. Composes Compliance Policy.
3. Membuat Kebijakan Kepatuhan.
4.Provides information regarding prevailing
4.Menyediakan informasi mengenai ketentuan regulations and monitors their
yang berlaku dan melakukan monitoring implementation.
terhadap pelaksanaannya.
5. Monitors the application of work guidelines in
5. Melakukan monitoring terhadap ketersediaan every work unit and monitors updates to
pedoman kerja pada setiap unit kerja these guidelines.
dan melakukan pemantauan updating yang
dilakukan. 6. Actively participates in a compliance study
in relation to drafts of regulation, policy, and
6. Secara aktif ikut serta dalam pelaksanaan Standard Operating Procedure (SOP) to be
uji kepatuhan dalam hal rancangan applied.
ketentuan, kebijakan dan Standar Operating
Procedure (SOP) yang akan diterapkan. 7. Ensures that there is a reward and
punishment system in implementing
7. Memastikan adanya reward dan punishment compliance.
system dalam pelaksanaan kepatuhan.
8. Ensures that the implementation of Code of
8. Memastikan bahwa pelaksanaan code of Conduct is effective.
conduct berjalan dengan efektif.
140
9. Menyelenggarakan pelatihan agar karyawan 9. Arranges employee training to ensure
memahami standar kepatuhan dan dapat understanding of compliance standards
menjalankan transaksi sesuai dengan hukum and ensures that transactions are executed
dan peraturan yang berlaku. according to the prevailing laws and
regulations.
10.Mendukung dan mengembangkan
lingkungan kerja yang menghargai prinsip- 10.Supports and develops a work environment
prinsip kepatuhan. that respects the principles of compliance.
11. Menghindari rekomendasi dan keputusan/ 11. Avoids making recommendations and taking
tindakan yang bertentangan dengan hukum decisions or actions not in accordance with
dan peraturan yang berlaku. prevailing laws and regulations.
Pengelolaan kepatuhan dilakukan oleh seluruh While the Director of Compliance and the
karyawan tanpa kecuali. Direktur Kepatuhan Compliance Work Unit are responsible for
dan Unit Kerja Kepatuhan bertanggung jawab implementing compliance consequently,
terhadap pelaksanaan kepatuhan secara compliance management is the responsibility
konsisten. of every employee without exception.
Pengelolaan kepatuhan secara menyeluruh The Internal Audit Working Unit, Internal
dibantu oleh Satuan Kerja Audit Intern, Internal Control, and External Auditor support
Control dan Auditor Eksternal melalui jasa comprehensive compliance management
audit dan assessmentnya. through their audit and assessment services.
Peran Direktur Kepatuhan The Role of Compliance Director
Direktur Kepatuhan merupakan pejabat level The Director of Compliance is a Director-
Direksi yang mempunyai kewenangan untuk level executive who has authority to study
menguji rencana kebijakan atau keputusan draft policies or decisions to be taken by the
yang akan diambil oleh pengurus bank (Direksi
Boards (Directors and Commissioners) to
dan Dewan Komisaris) guna memastikan
ensure that the policies or decisions do not
bahwa kebijakan atau keputusan tersebut
tidak menyimpang dan atau melanggar breach prudential regulations. The Director
ketentuan kehati-hatian. Direktur Kepatuhan of Compliance will propose cancellation or
akan meminta untuk membatalkan atau prevention of a policy and/or decision if
mencegah ditetapkannya kebijakan dan atau factors are found that are not compliance
keputusan apabila dari hasil kajian ternyata with prudential principles. If the management
rencana kebijakan dan atau rancangan continues to apply the decision / policy then
keputusan tersebut mengandung unsur-unsur the Director of Compliance is obliged to report
ketidakpatuhan terhadap ketentuan kehati- to Bank Indonesia at least 7 (seven) workdays
hatian. Jika manajemen tetap menjalankan after the implementation of the decision or
keputusan tersebut, maka Direktur Kepatuhan
policy.
mempunyai kewajiban untuk melaporkan
kepada Bank Indonesia selambat-lambatnya
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 141
L a p o ra n Tat a Ke l o l a Pe r usaha a n
Corporate Governance Report
dalam waktu 7 (tujuh) hari kerja setelah The main function of the Director of
dilaksanakannya keputusan atau kebijakan Compliance is to prevent decisions in
tersebut. important transactions which contain non-
compliant factors and where implementation
Fungsi utama Direktur Kepatuhan adalah of the decisions could cause a risk for the
mencegah diambilnya keputusan-keputusan
bank. Important transactions in this context
dalam transaksi-transaksi penting yang
include credits, investments and/or other fund
didalamnya mengandung unsur ketidakpatuhan
dan apabila keputusan tersebut tetap diambil allocations, treasury, trading, and derivative
dapat menimbulkan risiko bagi bank. Transaksi- transactions.
transaksi penting tersebut meliputi perkreditan,
penanaman dan atau penempatan dana To avoid such conflicts of interest, Bank Mega’s
lainnya, treasury, trading dan transaksi derivatif. Director of Compliance does not supervise
the divisions of credit, investment and/or
Untuk menghindari terjadinya konflik other fund allocations, treasury, bookkeeping
kepentingan tersebut, Direktur Kepatuhan Bank (accounting and budgeting), and audit (SKAI).
Mega tidak membawahi bidang perkreditan,
bidang penanaman dan atau penempatan dana
Moreover, the Director of Compliance may
lainnya, bidang Treasury, bidang Pembukuan
not be involved directly or indirectly in any
(Akunting dan Anggaran) dan bidang Audit
(SKAI). decision-making process related to bank
operational activities to prevent conflicts of
Agar Direktur Kepatuhan dapat terhindar interest in implementing his/her duties.
dari konflik kepentingan dalam melaksanakan
fungsinya, maka Direktur Kepatuhan tidak The Director of Compliance also may not
terlibat secara langsung maupun tidak occupy a position that could give the authority
langsung dalam setiap rangkaian proses to influence transactions or the result of his/her
pembuatan keputusan yang menyangkut supervisions, directly or indirectly.
kegiatan-kegiatan operasional bank.
In this context, the Director of Compliance may
Direktur Kepatuhan juga tidak merangkap
not be a member of the Credit Committee,
sebagai pejabat yang langsung maupun tidak
langsung mempunyai kewenangan untuk but in line with his/her duties is obliged to
mempengaruhi transaksi-transaksi tersebut participate in every Credit Committee activity
serta hasil pengawasannya. to prevent any decision containing non-
compliant factors being made.
Dalam kaitan tersebut, Direktur Kepatuhan
tidak menjadi anggota Komite Kredit, namun The Director of Compliance also may
wajib mengikuti setiap kegiatan Komite Kredit not be a member of other Committees
dalam menjalankan fungsinya untuk mencegah related to treasury, trading, as well as other
diambilnya keputusan yang mengandung supplementary aspects (productive assets).
unsur ketidakpatuhan. Demikian halnya dengan
Komite-komite lainnya yang berkaitan dengan
Treasury, Trading maupun aspek penyertaan
(aktiva produktif) lainnya.
142
Bulan Kegiatan
Mengikuti Dialog Perbankan dengan topik Prospek Bisnis Perbankan 2007 yang
diselenggarakan oleh LPPI
Mengikuti Seminar Enterprise Risk Management ; an IT Implementation Perspective yang
Januari
diselenggarakan oleh IRPA
Mengikuti Seminar Perekonomian 2007 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Emiten Indonesia
Melakukan meeting koordinasi dengan Wilayah Timur di Surabaya
Menghadiri Lokakarya Forum Budaya Kerja Perbankan Nasional di Kantor Bank
Indonesia Surabaya
Mengikuti Seminar mengenai Nota Kesepahaman antara BI dengan KPK serta
penjelasan Kriteria Tindak Pidana di Perbankan bertempat di Bank Indonesia
Mengikuti Seminar looking a head to the implementation of the standardized
approach to credit risk, yang diselenggarakan oleh IRPA
Mengikuti Forum Diskusi Peran Lembaga Keuangan Komersial dalam Pendanaan
Februari
Pembangunan Nasional paska CGI yang diselenggarakan oleh IBI dan Bank Mandiri
Forum Diskusi Strategi Kebijakan Pengembangan dan Pembiayaan Sektor Ekspor
Indonesia, yang diselenggarakan oleh IBI dan Bank Mandiri
Sosialisasi Peraturan Bapepam dan Lembaga Keuangan No.X.K.6 dan Annual Report
Award, yang diselenggarakan oleh Bapepam
Sosialisasi mengenai SE Eksternal No.9/1/DPNP tanggal 15 Februari 2007 perihal
Pinjaman Luar Negeri Bank, yang diselenggarakan oleh BI
Diskusi terbatas anggota IBI mengenai “Peredaran Uang Tunai” , yang
Maret
diselenggarakan oleh IBI
Aktivitas Direktur Kepatuhan tahun 2007
Activity of Director of Compliance in 2007
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 143
L a p o ra n Tat a Ke l o l a Pe r usaha a n
Corporate Governance Report
Bulan Kegiatan
Mengikuti Rapat Pleno Komite Kebijakan Nasional Governance yang diselenggarakan
Maret
pada tanggal 8 Maret 2007 oleh Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG)
Tindak Lanjut Sosialisasi Pedoman GCG
Forum GCG Perbankan
Pedoman Publik Governance
APCONEX, Senior Executive Sharing Session tentang Issues & Solution on Banking
Excelent, yang diselenggarakan oleh Perbanas
Mengikuti Asian Bankers Summit yang diselenggarakan oleh Asian Bankers Summit
bersama Perbanas
Mengikuti pertemuan Komite Masyarakat Perbankan Peduli yang diselenggarakan
April
oleh Perbanas
Bertindak sebagai nara sumber dalam acara obrolan hukum dengan topik “Haramkah
memberikan Kredit baru kepada Debitur bermasalah” , diselenggarakan oleh Asosiasi
Advokat Indonesia
Mengikuti acara launching Kajian Stabilitas Keuangan Semester II tahun 2006 dengan
topik Memelihara Stabilitas Keuangan dalam Rangka Mendukung Pertumbuhan
Ekonomi
Mewakili Perbanas dalam acara penyerahan dana Gerakan menabung Nasional dari BI
ke Perbanas , yang bertempat di BI
Mengikuti studi banding mengenai Risk Management yang diselenggarakan oleh
Juni
Deutsche Bank di London dan Jerman
Menghadiri Rapat Koordinasi Pincab dan Pincapem Bank Mega se-wilayah Timur
Juli
bertempat di Surabaya
Aktivitas Direktur Kepatuhan tahun 2007
Activity of Director of Compliance in 2007
144
Bulan Kegiatan
Juli Menghadiri peringatan HUT Bank Indonesia ke 54 dan peresmian beberapa produk BI,
diselenggarakan oleh BI
Menghadiri meeting Panitya Konser Perbanas
Menghadiri Exit Meeting Hasil Pemeriksaan BI bertempat di Bank Indonesia
Agustus
Menghadiri Management meeting khusus membahas tentang obligasi
Menghadiri meeting mengenai Strategic Direction of Para Group
Menghadiri Breakfast Meeting yang diselenggarakan oleh IRPA (Indonesian Risk
Profesional Association)
Menghadiri Seminar Prof. Muhammad Yunus dan penghargaan Nobel Lauret yang
diselenggarakan oleh Bank Indonesia
Menghadiri Rapat Pleno I, IBI
Menghadiri undangan Annual Report Award yang diselenggarakan oleh BAPEPAM
Menghadiri Nasional Seminar dengan topik “Sustaining Company Value through GCG
based Business Practices di Nusadua - Denpasar oleh RSM AAJ Associate dengan
Komite Kebijakan Nasional Governance
September Menghadiri dan memberikan pengarahan pada Workshop Legal 2007 yang
diselenggarakan oleh Bank Mega
Melakukan perjalanan dinas ke KC Palembang untuk sosialisasi KYC, GCG dan Risk
Management
Memberikan materi dan pengarahan pada Workshop Pemantapan Administrasi Kredit
yang diselenggarakan oleh Bank Mega
Aktivitas Direktur Kepatuhan tahun 2007
Activity of Director of Compliance in 2007
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 145
L a p o ra n Tat a Ke l o l a Pe r usaha a n
Corporate Governance Report
Bulan Kegiatan
Menghadiri presentasi mengenai Fitch Rating (tanggal 24 Agustus 2007) dan menghadiri
Oktober
pembahasan hasil Fitch Rating (tanggal 17 September 2007) dalam rangka penerbitan
obligasi sub ordinasi.
Melakukan perjalanan dinas ke KC Pontianak untuk sosialisasi KYC, GCG dan Risk Management
Melakukan perjalanan dinas ke KC Balikpapan dan Samarinda untuk sosialisasi KYC,
GCG dan Risk Management
November Melakukan perjalanan dinas ke KC Makasar untuk sosialisasi KYC, GCG dan Risk
Management
Menghadiri meeting mengenai rencana pembentukan Ethics Committee Bank Mega
Aktivitas Direktur Kepatuhan tahun 2007
Activity of Director of Compliance in 2007
Pelaksanaan Pengelolaan Kepatuhan Implementation of Compliance
Pelaksanaan pengelolaan kepatuhan pada Management
bidang perkreditan dilakukan dengan
The implementation of compliance
memberikan opini terhadap: permohonan
management in the field of credit is conducted
kredit baru; permohonan perpanjangan dengan
disertai adanya perubahan jaminan, plafond by provision of opinions on new credit
dan perubahan persyaratan; penambahan requests, extension requests, alterations in
plafond, serta usulan perubahan kondisi / guarantee, maximum limit and requirements,
persyaratan kredit dengan jumlah fasilitas di additional maximum limit and proposals for
atas Rp 5 miliar. changes in credit requirements/conditions for
amounts above Rp 5 billion.
Selain itu, Compliance Division juga
memberikan opini terhadap usulan The Compliance Division also provides opinions
permohonan kredit program seperti (BPR on proposals on requests for credit such
Linkage, Implant Banking Program, Mega Oto
as BPR Linkage, Implant Banking Program,
Joint Financing, Mega Inventory Finance, dan
Mega Oto Joint Financing, Mega Inventory
Developer Line), serta melakukan monitoring
kepatuhan di bidang penempatan dana dalam Finance and Developer Line, and also monitors
pasar uang dengan memberikan opini terhadap compliance in fund allocations in the money
permohonan kerjasama Money Market Line dan market and provides opinions on Money Market
perubahan fasilitas / line dengan bank-bank Line collaboration requests and changes in
counterpart. facilities/line with counterpart banks.
Pemantauan penerapan kepatuhan dalam The Compliance Division monitors compliance
pelaksanaan prinsip kehati-hatian, dilakukan with implementation of prudential principles
dengan cara memantau hasil penilaian (self through a process of self assessment of Bank
146
assessment) Tingkat Kesehatan Bank Mega Mega’s health level – CAMELS - every quarter.
– CAMELS secara berkala (triwulanan).
To prevent the possibility of fraud in
Pencegahan penyimpangan terhadap contradiction of prevailing regulations the
ketentuan yang berlaku dilakukan dengan Division of Compliance studies draft decisions
melakukan pengkajian rancangan keputusan
and policies regarding the creation of policy
dan rancangan kebijakan yang berkaitan
and SOPs in credit, operations, product
dengan penyusunan kebijakan dan SOP
perkreditan, operasional, usulan produk, dan proposal and GCG implementation.
implementasi GCG.
Further, monitoring of adequacy of Work
Monitoring terhadap kecukupan Pedoman Guidelines in every work unit is performed to
Kerja pada setiap unit kerja juga dilakukan ensure activities of work units are conducted
untuk memastikan bahwa aktivitas unit kerja in accordance with clear Work Guidelines that
dilakukan berdasarkan Pedoman Kerja yang have been approved by respective Directors. At
jelas dan telah disetujui oleh Direktur terkait. the end of 2007, all work units had up-to-date
Posisi akhir tahun 2007, seluruh unit kerja telah Work Guidelines.
memiliki Pedoman Kerja terkini.
Nama Jabatan Pinjaman
Dewan Komisaris
Komisaris Utama Tidak Ada
Chairul Tanjung
Komisaris Tidak Ada
Achjadi Ranuwisastra
Komisaris Tidak Ada
Rachmat Maulana
Direksi
Direktur Utama Ada
Yungky Setiawan
Direktur Tidak Ada
Suwartini
Direktur Tidak Ada
Kostaman Thayib
Direktur Ada
Daniel Budirahaju
Direktur Tidak Ada
J.B Kendarto
Direktur Tidak Ada
Tjutjut Bramantoro
Data Pihak Terkait
Related Parties Record
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 147
L a p o ra n Tat a Ke l o l a Pe r usaha a n
Corporate Governance Report
Jumlah
No Penyediaan Dana Debitur Nominal (Jutaan Rupiah)
1 Kepada Pihak Terkait
282 202.874
2 Kepada Debitur Inti
a. Individu 25 4.666.141
b. Group 10 3.105.560
Penyediaan Dana kepada Pihak Terkait dan Penyediaan dana besar posisi Desember 2007
Provision of Fund to Related Parties and large exposures as per December 2007
Kepatuhan Terhadap Peraturan posisi Compliance to Regulations at
31 Desember 2007 December 31, 2007
1. Rasio Kecukupan Modal (CAR) 1. Capital Adequacy Ratio (CAR)
Tingkat CAR Bank Mega adalah 11,84%, telah The CAR of Bank Mega was 11.87%, above
melebihi persyaratan minimum yang the minimum requirement regulated by Bank
ditetapkan oleh Bank Indonesia, yaitu 8%
Indonesia of 8%
2. Giro Wajib Minimum (GWM)
GWM Bank Mega adalah 11,17 % 2. Minimum Reserve Requirement (GWM)
GWM of Bank Mega was 11.17%
3. Posisi Devisa Netto (PDN)
PDN adalah 6,61%, sementara berdasarkan 3. Net Currency Position (PDN)
peraturan Bank Indonesia maksimum adalah PDN of Bank Mega was 6.20%, well below
sebesar 20% Bank Indonesia’s regulation maximum of 20%
4.Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK) 4. Legal Lending Limit (BMPK)
Tidak terdapat pelanggaran BMPK, namun There was no violation of BMPK but there
terdapat pelampauan BMPK yang disebabkan
was an excess of BMPK caused by MOJF
karena adanya pembiayaan MOJF. Terhadap
financing. This excess was resolved on
pelampauan BMPK tersebut telah
diselesaikan pada tanggal 13 Desember 2007 December 13, 2007 (with Letter 367/DIRBM-
(dengan nomor surat 367/DIRBM-IRFD/07 IRFD/07 Desember 17, 2007).
tanggal 17 Desember 2007). Sehingga
untuk posisi 31 Desember 2007 tidak 5. Non-Performance Loan Ratio (NPL)
terdapat pelanggaran dan pelampauan The NPL Ration of Bank Mega was 1.53%.
BMPK.
Internal Fraud and Problem-Solving
5. Rasio Kredit Bermasalah (NPL) Efforts by the Bank
Rasio NPL adalah 1,53% . Cases suspected of having fraudulent aspects
were followed up immediately by related
Penyimpangan (Internal Fraud) Yang Divisions. To anticipate and prevent other
Terjadi dan Upaya Penyelesaian Oleh fraud cases that could cause a loss to the
Bank Bank as well as to customers/employees,
Kasus-kasus yang diduga fraud telah di follow-
Bank Mega formed a special work unit to take
up dengan segera oleh Divisi terkait. Guna
148
mengantisipasi dan menghindari terjadinya care of banking cases called Fraud Banking
kasus/fraud yang dapat berdampak pada Investigation (FBI), which operates as part of
kerugian Bank maupun nasabah/karyawan, the Compliance & Good Corporate Governance
Bank Mega telah membentuk unit kerja khusus Division.
untuk menangani kasus-kasus perbankan,
yaitu Fraud Banking Investigation (FBI) yang
As an expression of the values of a company
berada dibawah organisasi Compliance & Good
responsible for its duties, the FBI work unit
Corporate Governance Division.
continually observes the presumption of
Dalam menjalankan tugas kerjanya unit kerja innocence principle in any investigation of a
FBI senantiasa mengedepankan praduga tak case of fraud. FBI provided information on
bersalah dalam setiap melakukan investigasi banking crimes and on the modes of current
kasus/fraud, sebagai bentuk tata nilai banking crimes and their solutions periodically
perusahaan yang bertanggung jawab. Dari segi via the Mega-web network.
services, FBI juga telah mengadakan sharing
knowledge seputar kejahatan perbankan dan Throughout 2007 no case of fraud which
secara berkala menginformasikan modus- caused a loss of Rp. 100 million or more was
modus tindak kejahatan bank terkini dan cara
committed by internal parties in Bank Mega.
penanggulangannya melalui jaringan Mega-
web.
Selama tahun 2007 tidak terdapat kasus/fraud
yang menimbulkan kerugian sebesar RP 100
juta atau lebih yang dilakukan oleh pihak
internal Bank Mega.
Jumlah Kasus yang Dilakukan Oleh
Internal Fraud dalam Pengurus Pegawai Tetap Pegawai Tidak Tetap
1 tahun
Tahun Sebelumnya Tahun Berjalan Tahun Sebelumnya Tahun Berjalan Tahun Sebelumnya Tahun Berjalan
Total Fraud - - - - - -
Telah diselesaikan - - -
Dalam proses
penyelesaian di - - - - - -
internal Bank
Belum diupayakan
penyelesaiannya - - - - - -
Telah ditindaklanjuti
melalui proses hukum - - -
Daftar Fraud tahun 2007 dengan Kerugian lebih dari 100 juta Rupiah yang dilakukan oleh Pihak Internal
Record of Fraud in 2007 with the loss of more than 100 million Rupiah implemented by Internal unit
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 149
L a p o ra n Tat a Ke l o l a Pe r usaha a n
Corporate Governance Report
Permasalahan Hukum dan Upaya Legal Problems and Efforts at
Penyelesaian oleh Bank Problem-Solving by the Bank
Permasalahan hukum yang terjadi pada tahun Legal problems in 2007 together with their
2007 beserta status penyelesaiannya dapat status are seen in the table below.
dilihat pada tabel dibawah ini.
Permasalahan Hukum Jumlah
Perdata Pidana
Telah selesai (telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap) 2 1
Dalam Proses Penyelesaian 5 2
Total 7 3
Permasalahan Hukum PT Bank Mega Tbk Periode Tahun 2007
Legal Problems of PT Bank Mega Tbk Period of 2007
Kegiatan Compliance
Kegiatan Compliance Tahun 2007
Mengikuti Workshop mengenai Operation Risk Management Proof of Concept
Mengikuti Seminar Nasional dengan tema mewaspadai “Cybercrime sebagai penyalahgunaan
kemajuan teknologi informasi dan komunikasi
Mengikuti Seminar tentang Implementasi GCG yang diselenggarakan oleh IRPA
Menghadiri study banding Risk Management dengan Deutche Bank di Frankfurt dan London,
tanggal 2 – 6 Juni 2007
Aktif sebagai Wakil Ketua FPKP (Forum Pencegahan Kejahatan Perbankan) seluruh Indonesia
Mengeluarkan kebijakan sebagaimana tertuang dalam SE No.062/DIRBM-CGCD/07 tanggal 04
Juli 2007 mengenai Compliance Checklist System untuk melakukan pemantauan kepatuhan pada
proses pemberian kredit (khusus kredit komersial) dengan plafond sampai dengan Rp 5 miliar
Fasilitator Training Fraud Prevention dan verifikasi dokumen untuk Officer Development Program,
Frontliner Transformation Programme, Pelatihan Credit Crash Course Program, Pelatihan
Manajemen Risiko level 1 batch 7
150
Kegiatan Compliance Tahun 2007
Penyempurnaan web site dengan melakukan penambahan fitur penayangan pelaku dan up-dating
modus kejahatan
Melakukan monitoring pelaksanaan transparansi produk dan pengadaan SOP
Membuat mapping ketentuan internal yang berlaku pada Bank Mega
Membuat summary Paket Ketentuan Perbankan untuk diinformasikan kepada Direktur Kepatuhan
dan seluruh unit kerja
Membuat materi TOR (Term of References) dengan Topik “Haramkah Pemberian Kredit Baru untuk
Debitur yang (pernah) bermasalah
Monitoring Pembentukan Komite Audit, Komite Pemantau Risiko dan Komite Remunerasi & Nominasi
Monitoring Pembuatan Tata tertib dan Pedoman Kerja Komite
Mengikuti seminar “Good Corporate Governace”, “Sustaining Company”, “Value through GCG-
Based Bussiness Practices”
Mengikuti seminar sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi
Partisipan dalam studi implementasi Good Corporate Governance di sektor Swasta dan BUMN/
BUMD tahun 2007, diadakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bekerja sama dengan MUC
research and marketing Consultans (November 2007)
Membuat Resume Laporan Hasil Audit (LHA) untuk memantau kepatuhan terhadap ketentuan
yang berlaku
Menyusun data base kerugian risiko operasional
Membuat daftar kewajiban pelaporan kepada BI
Publikasi mapping ketentuan (SE, ND & SK internal) dan ketentuan BI yang berlaku dalam website
CGCD – FBI
Menjadi Fasilitator mengenai Fraud untuk materi Risk and Control
Membuat mapping ketentuan internal dan Ketentuan BI
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 151
L a p o ra n Tat a Ke l o l a Pe r usaha a n
Corporate Governance Report
Kegiatan Compliance Tahun 2007
Sebagai pengajar pada Level 1, Level 2 dan Level 3 Sertifikasi BSMR
Mempersiapkan pembuatan buku saku Panduan Komitmen Integritas
Melakukan pemeriksaan finalisasi Kebijakan Resiko Kepatuhan
Melakukan Pemeriksaan finalisasi Kebijakan resiko Reputasi
Penandatanganan Komitmen Integritas oleh Dewan Komisaris dan Direksi
Auditor Internal Internal Auditor
Audit Internal dilakukan oleh Satuan Kerja Internal Audit is performed by the Internal
Audit Internal (SKAI), yang merupakan Divisi Audit Working Unit (SKAI) which acts as
independen dan bertanggung jawab langsung an independent Division and is directly
kepada Direktur Utama. Tugas utama Audit responsible to the President Director. The
Internal adalah melakukan pemeriksaan secara main task of the Internal Audit is to inspect
on the spot ke cabang-cabang dan unit kerja/ branches and work units/divisions on the spot,
Divisi, serta memberikan rekomendasi bila and provide recommendations when fraud or
terjadi penyimpangan dan atau kelemahan a weakness of a system is found. In addition
dalam hasil pemeriksaan. Disamping melakukan to routine inspections, SKAI also performs
pemeriksaan rutin, SKAI juga melakukan spesial a special audit if there is an indication of a
audit bilamana terdapat indikasi atau terjadi possibility of fraud which can lead to financial
kasus penyimpangan yang dapat mengarah loss.
pada kerugian financial atau bersifat fraud.
Results of inspections by SKAI are contained
Hasil pemeriksaan yang dilakukan SKAI in the form of an Audit Result Report (LHA)
dituangkan dalam bentuk Laporan Hasil which is submitted to the President Director,
Audit (LHA) untuk kemudian disampaikan the Audit Committee, Compliance Director, and
kepada Direktur Utama, Komite Audit, related work units. In line with regulations of
Direktur Kepatuhan dan unit kerja terkait. Bank Indonesia regarding Periodical Reports,
Sebagaimana ketentuan Bank Indonesia perihal SKAI is obliged to submit a Report on Audit
Laporan Berkala, SKAI berkewajiban untuk Result Main Findings to Bank Indonesia each
menyusun Laporan Pokok-pokok Hasil Audit semester.
untuk disampaikan ke Bank Indonesia setiap
semester. In terms of human resources support, SKAI
includes professionals with the backgrounds of
SKAI memiliki tenaga-tenaga professional and experience as Auditor, Public Accountant,
yang berlatar belakang pengalaman Auditor, Technology, Law, Credit, Human Resources,
Akuntan Publik, Teknologi, Hukum, Kredit, Treasury, as well as International Transactions.
Sumber Daya Manusia, Treasury, dan juga The scale and quality of human resources in the
Transaksi Internasional. Jumlah dan kualitas SKAI unit will always be aligned in relationship
sumber daya yang ada di unit SKAI akan to the number of network offices and the
senantiasa disesuaikan dengan jumlah jaringan development of products with their associated
kantor dan perkembangan produk serta jenis- risks.
jenis risiko yang ada.
152
Dalam menjalankan tugas, SKAI mengacu pada In implementing its duties, SKAI consistently
program/rencana kerja tahunan dan jadwal applies conditions of annual work program/
audit sehingga pelaksanaan kegiatan audit plan and audit schedule so that the execution
terarah sesuai dengan Standar Pelaksanaan of audit activities is well targeted and in
Fungsi Audit Intern Bank (SPFAIB). Dalam accordance with the Standard Implementation
pelaksanaannya SKAI telah menggunakan of Bank Internal Audit Function (SPFAIB), in
metode pemeriksaan berdasarkan Risk Based which SKAI uses an inspection method based
Audit. on Risk-Based Audit procedures.
Auditor Eksternal External Auditor
Auditor eksternal ditunjuk berdasarkan The selection of an external auditor is
keputusan Rapat Umum Pemegang Saham dependent on the decision of the Annual
(RUPS) dengan mempertimbangkan Shareholders General Meeting (RUPS) and
rekomendasi dari Komite Audit, dan pihak considers recommendations from the Audit
Auditor Eksternal yang ditunjuk telah terdaftar Committee. The External Auditor appointed
pada Bank Indonesia. must be registered with Bank Indonesia.
Untuk menjaga independensi, Kantor Akuntan To maintain independence, a Public Accountant
Publik hanya dapat melakukan jasa audit Office may only perform a general audit
umum atas laporan keuangan Bank Mega service on Bank Mega’s financial report for
paling lama 5 (lima) tahun buku berturut-turut. a maximum of 5 (five) consecutive years.
Akuntan dari Kantor Akuntan Publik yang Meanwhile an accountant on duty in the same
sama hanya dapat melakukan jasa audit umum Public Accountant Office may only perform a
atas laporan keuangan Bank Mega paling general audit service on Bank Mega’s financial
lama 3 (tiga) tahun berturut-turut. Kantor report for a maximum of 3 (three) consecutive
Akuntan Publik dan Akuntan dapat menerima years. The Public Accountant Office and the
penugasan audit kembali untuk perusahaan Accountant can accept a new request to audit
setelah 3 tahun buku berturut – turut tidak the company after 3 (three) consecutive years
mengaudit Bank. of no Bank audit service.
Auditor Eksternal melakukan pemeriksaan hasil In addition, the External Auditor also examines
kinerja SKAI minimal 1 kali dalam 3 tahun, dan the result of SKAI performance at least 1 (one)
hasil laporannya disampaikan kepada Bank time every 3 (three) years and submits its
Indonesia. report on the result to Bank Indonesia.
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 153
L a p o ra n Tat a Ke l o l a Pe r usaha a n
Corporate Governance Report
Penerapan Manajemen Risiko dan
Sistem Pengendalian Intern
Risk Management and Internal Control System
Implementation
Sebagai bentuk implementasi manajemen As a form of risk management implementation
risiko sebagaimana diatur dalam PBI regulated by Bank Indonesia Regulation (PBI)
5/8/2003 dan SE BI 5/21/DPNP/2003 tentang Number 5/8/2003 and Recommendation Letter
Penerapan Manajemen Risiko Bank Umum, Risk Number 5/2/DNNP/2003 on Implementation
Management Division yang berada di bawah of Public Bank Risk Management, the Risk
Direktorat Risk Management & Compliance Management Division which operates under the
berfungsi sebagai: Compliance and Risk Management Directorate
• Oversight function untuk manajemen performs the following functions:
risiko bank secara keseluruhan • Oversight function for overall banking risk
management
• Sentral kebijakan manajemen risiko
untuk delapan jenis risiko • Is the center for risk management policy for
eight risk categories
• Mengusulkan penetapan limit risiko per
individual maupun per segmentasi • Presents risk limits for individuals and by
segment
• Mengembangkan berbagai alat
pengukuran risiko, serta • Develops various risk assessment tools
• Mempunyai peran sebagai sekretaris • Conducts its role as secretary of the Risk
dari Komite Manajemen Risiko Management Committee (KMR), Credit Policy
(KMR), Komite Kebijakan Perkreditan Committee (KKP) and Product Committee
(KKP) dan Komite Produk (KP) yang (KP), which represent a strategic role due to
merupakan peran strategis karena its involvement in new policy development at
selalu actual terhadap kebijakan baru the Bank. Additionally, the Risk Management
yang akan dikembangkan oleh Bank. Division (RIMD) also plays an active part in
Risk Management Division (RIMD) juga Asset Liability Management at ALCO
berperan aktif dalam Asset Liability Meeting.
Management dalam ALCO Meeting.
The results of evaluation for 2007 demonstrate
Dari hasil evaluasi tahun 2007, proses that the process of risk management, divided
manajemen risiko yang terbagi dalam into risk identification, risk measurement,
identifikasi risiko, pengukuran risiko, risk monitoring, and risk control, has been
pemantauan risiko dan pengendalian risiko implemented satisfactorily.
telah dapat dijalankan sebagaimana yang
diharapkan. Basically, risk identification has become
nature and habit for every Bank Mega staff
Identifikasi risiko pada dasarnya telah menjadi member since, besides being well-equipped
nature dan habit dari setiap personil Bank by the Company with standard operational
Mega dimana selain dari telah dilengkapinya procedures, every functional unit always
dengan pedoman operasional standar, proses performs a check and balance process.
check and balance juga selalu dilaksanakan di
setiap area fungsional.
154
Pengelolaan risiko dan aktifitas baru Furthermore, the formation of a working
menjadi lebih efektif dengan dibentuknya group under the Product Committee has
working group di bawah Komite Produk. encouraged risk management, and new
Penyempurnaan ini memastikan bahwa setiap activities have become more effective. This
produk dan aktifitas baru telah dikaitkan refinement ensures that every new product
dengan aspek manajemen risiko, aspek and activity has been tested for aspects of risk
hukum dan aspek pembukuan/akuntansi management, legal aspects and accounting
sebelum produk tersebut diluncurkan. Selain aspects before the product is launched. As
itu, cakupan pengelolaan risiko produk well, the scope of product risk management
dan aktifitas Bank diperluas tidak hanya and the Bank’s activities are widened not only
untuk produk dan aktifitas baru tetapi juga for new products and activities but also for
penyempurnaan pada existing produk. existing products.
Sepanjang tahun 2007, Divisi Risk Management Throughout 2007, the Risk Management
juga aktif dalam berbagai working group yang Division was actively involved in several
diadakan oleh Bank Indonesia, diantaranya working groups arranged by Bank Indonesia,
yaitu pembahasan tentang market risk, kredit for instance a discussion of market risk, credit
risk, operasional risk dan Program “Ayo ke risk, operational risk, and the “Let’s go to the
Bank”. Bank” program.
Untuk Risiko Kredit, Identifikasi awal dilakukan For Credit Risk, early identification is executed
berdasarkan produk. Dalam prosesnya, analis by reference to the product, whereby in
kredit membuat analisa yang menyeluruh, its processes Credit Analysis performs a
diantaranya mengenai profil dan kemampuan comprehensive assessment that includes the
debitur. profile and capabilities of the debtor.
Untuk Risiko Pasar, identifikasi dilakukan On the other hand, the identification of Market
berdasarkan kelompok produk seperti nilai Risk is performed by product categories,
tukar, suku bunga dan berbagai derivatifnya. such as exchange value and interest and their
Identifikasi juga berdasarkan jenis transaksi dan other derivatives, besides referring to types of
rincian produk, sedangkan dari sisi treasury transaction and product. The Spectrum and
penggunaan sistem Spectrum dan Bloomberg Bloomberg systems are used by Treasury in this
digunakan untuk proses identifikasi ini. identification process.
Pelaksanaan penilaian risiko secara mandiri Self-assessment of risk is carried out with
menggunakan program bantu Mega Risk the help of a support program called Mega
Control Assessment (MeRCA), yaitu dengan Risk Control Assessment (MeRCA), by means
memberi kesempatan kepada setiap unit di of providing the opportunity to every unit
kantor operasional untuk mengidentifikasi in operational offices to identify their own
risiko yang melekat dan menilai pelaksanaan risks and assess control implementation
pengawasan secara mandiri. independently.
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 155
L a p o ra n Tat a Ke l o l a Pe r usaha a n
Corporate Governance Report
Hal ini sangat efektif dalam meningkatkan This is very effective in advancing the
awareness unit-unit di Kantor Cabang. awareness of units at Branch Offices.
Pengukuran risiko dibuat dalam laporan Risk assessment is published in monthly
profil risiko setiap bulan. Proses penggukuran risk profile reports using several specific
menggunakan beberapa alat ukur tersendiri measurement tools, such as “Mega Credit Risk
dari berbagai risiko yang ada, diantaranya Rating (MCRR)” which is used to measure the
adalah “Mega Credit Risk Rating (MCRR)” risk levels of Bank Mega debtors based on
yang digunakan untuk mengukur tingkat risiko their gradings and the use of a “Compliance
dari debitur-debitur Bank Mega berdasarkan
Check List”. The Credit Committee uses
gradingnya dan penggunaan “Compliance
these assessment results as considerations in
Check List”. Tujuan pengukuran sebagaimana
deciding on credit approvals.
tersebut diatas digunakan sebagai salah satu
bahan pertimbangan bagi Komite Kredit dalam
memutuskan persetujuan kredit. In relation to market risk, one method
of measurement is with a VaR (Value at
Risiko pasar diukur antara lain dengan Risk) calculation, where foreign exchange
menghitung VaR (value at risk) dimana untuk risk assessment is conducted periodically.
mengukur risiko valuta asing telah dilakukan Meanwhile, interest risk is still calculated by
secara periodik, sedangkan risiko suku referring to standard calculation of KPMM
bunga masih mengacu kepada perhitungan (Minimum Capital Adequacy), in line with BI
standar KPMM (Kecukupan Pemenuhan Modal requirements.
Minimum) sesuai ketentuan BI.
Meanwhile, the effectiveness of Key Risk
Efektifitas penggunaan Key Risk Indicator (KRI) Indicator (KRI) usage as one of several
sebagai salah satu alat ukur risiko operasional, operational risk measurement tools has made
membawa proses manajemen risiko the operational risk management process an
operasional menjadi semacam alat peringatan early warning tool. This allows any trend in
dini (early warning signal), sehingga trend changes to the level of operational risk to be
perubahan tingkat risiko operasional dapat immediately identified.
dipantau dengan segera.
The Credit Policy Committee and Product
Komite Kebijakan Perkreditan dan Komite
Committee also possesses monitoring
Produk berfungsi melakukan monitoring
functions for risk management processes
terhadap proses manajemen risiko di berbagai
in various functional areas, where policies
area fungsional, dimana kebijakan yang
proposed by business units will be evaluated
diajukan oleh unit bisnis akan terlebih dahulu
dievaluasi dari berbagai sudut risiko sebelum first from many aspects of risk before being
dapat dimplementasikan. implemented.
Beberapa alat ukur lainnya sedang At present, several other measurement tools
dikembangkan untuk dapat memberikan are being developed to provide a picture
gambaran tingkat risiko secara lebih akurat dan of risk levels in a more accurate and timely
tepat waktu. Hal ini dapat terlaksana setelah manner. This will be achieved by refining the
Management Information System dan data Management Information System and data
warehouse telah disempurnakan. warehouse.
Pemantauan risiko telah dilakukan secara Although close monitoring of risk has been
melekat pada setiap unit yang dilakukan oleh performed with every unit by their respective
masing-masing supervisor. Namun demikian supervisors, nevertheless SKAI and the
SKAI, Compliance dan RIMD (Risk Management Divisions of Compliance and RIMD (Risk
156
Division) ditugaskan untuk memonitor setiap Management Division) are still assigned to
perkembangan yang terjadi yang dapat monitor every change that could trigger a risk.
menimbulkan terjadinya risiko. Monitoring the credit risk in branches/
regions is performed by the AMO (Account
Monitoring terhadap risiko kredit di cabang/ Management Officer) who is assigned to
wilayah dilakukan oleh AMO (Account
monitor credits granted to debtors and by
Manajemen Officer) yang bertugas memantau
kredit (setelah dicairkan ke debitur) dan Credit Supervision (a unit under the Credit
Supervisi Kredit (Unit dibawah Divisi Credit Administration Division).
Administration)
The Treasury MM Dealer monitors the
Monitoring risiko likuiditas dilakukan Treasury liquidity risk through cash-flow monitoring,
MM Dealer dengan memantau cashflow. while market risk for trading is monitored by
Sedangkan risiko pasar untuk trading dimonitor Treasury FX, MM and Fixed Income, supported
oleh Treasury FX, MM, dan Fixed Income by measurement results from the RIMD.
dengan bantuan hasil-hasil pengukuran dari
RIMD.
As well as being implemented as a built-in
factor, risk control is also conducted by SARD
Pengendalian risiko selain dilakukan secara
built in, juga dilakukan oleh SARD (Special (Special Asset Management Restructuring
Asset Management Restructuring Division) Division), which is assigned to restructure
yang bertugas melakukan restrukturisasi atas credits which have started to be non-
kredit-kredit yang mulai bermasalah namun performing but which can still be improved.
masih dapat diperbaiki. SARD berperan dalam Another role of SARD is to manage and
mengelola serta melikuidasi asset-aset yang liquidate assets submitted by troubled debtors
diserahkan oleh debitur bermasalah yang which cannot be restructured any further.
sudah tidak memungkinkan untuk dilakukan
restrukturisasi. The Company conducted risk management and
internal control systems well and periodically
Manajemen Risiko dan sistem pengendalian
intern telah dilaksanakan dengan baik, monitored the health levels of the Bank. Results
dan secara berkala telah dilakukan pula of CAMELS self-assessment throughout 2007
pemantauan terhadap tingkat kesehatan Bank. are contained in the table below:
Hasil dari self assessment CAMELS selama
tahun 2007 adalah sebagai berikut: Bank Strategic Plans
In 2007, the Bank followed a business strategy
Rencana Strategis Bank to maintain the competitive excellence that
Strategi bisnis Bank tahun 2007 adalah it has possessed up until now and continually
mempertahankan keunggulan bersaing strove to maintain exceptional and maximal
yang selama ini telah dimiliki Bank, dan
business growth in a consistent manner as
secara berkesinambungan mengupayakan
follows:
pertumbuhan bisnis yang maksimal dan
berkualitas melalui: • Significant credit growth by maintaining
• Pertumbuhan kredit yang signifikan quality to achieve maximum results.
dengan tetap memperhatikan
kualitasnya sehingga akan memberikan • Significant improvement in third-party fund
imbal hasil yang maksimal. composition to achieve improved pricing,
competitiveness and improvement in fee-
• Perbaikan komposisi dana pihak ketiga based income.
secara signifkan untuk memperbaiki
pricing, meningkatkan daya saing dan
meningkatkan fee-based income.
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 157
L a p o ra n Tat a Ke l o l a Pe r usaha a n
Corporate Governance Report
No Triwulan CAMELS Hasil Penilaian
Capital ( C ) 1 (Sehat) 1 (Sehat)
Asset Quality ( A ) 2 (Sehat) 2 (Sehat)
I (Maret 2007) Management ( M ) 2 (Sehat) 2 (Sehat)
1
Earning ( E ) 2 (Sehat) 2 (Sehat)
Liquidity ( L ) 2 (Sehat) 2 (Sehat)
Sensitivity to Market ( S ) 2 (Sehat) 2 (Sehat)
2 (Sehat)
Kesimpulan Peringkat
Capital ( C ) 1 (Sehat) 1 (Sehat)
Asset Quality ( A ) 2 (Sehat) 2 (Sehat)
II (Juni 2007) Management ( M ) 2 (Sehat) 2 (Sehat)
2
Earning ( E ) 1 (Sehat) 1 (Sehat)
Liquidity ( L ) 2 (Sehat) 2 (Sehat)
Sensitivity to Market ( S ) 2 (Sehat) 2 (Sehat)
Kesimpulan Peringkat 2 (Sehat)
Capital ( C ) 1 (Sehat) 1 (Sehat)
Asset Quality ( A ) 2 (Sehat) 2 (Sehat)
III (September 2007) Management ( M ) 2 (Sehat) 2 (Sehat)
3
Earning ( E ) 1 (Sehat) 1 (Sehat)
Liquidity ( L ) 2 (Sehat) 2 (Sehat)
Sensitivity to Market ( S ) 2 (Sehat) 2 (Sehat)
Kesimpulan Peringkat 2 (Sehat)
Capital ( C ) 1 (Sehat) 1 (Sehat)
Asset Quality ( A ) 2 (Sehat) 2 (Sehat)
IV (Desember 2007) Management ( M ) 2 (Sehat) 2 (Sehat)
4
Earning ( E ) 1 (Sehat) 1 (Sehat)
Liquidity ( L ) 2 (Sehat) 2 (Sehat)
Sensitivity to Market ( S ) 2 (Sehat) 2 (Sehat)
Kesimpulan Peringkat 2 (Sehat)
Dalam tahun 2007, profil risiko Bank Mega berada di kategori : Low - Moderate
In 2007, Bank Mega’s risk profile was categorised: Low - Moderate
158
No Jenis Risiko Maret Juni September Desember
1 Kredit Moderate to Low Moderate to Low Moderate to Low Moderate to Low
2 Likuiditas Moderate Moderate Moderate Moderate
3 Pasar Low Low Moderate Low
4 Operasional Moderate Moderate Moderate Moderate
5 Kepatuhan Moderate Moderate Moderate Moderate
6 Strategik Low Moderate to Low Moderate to Low Moderate to Low
7 Hukum Low Low Low Low
8 Reputasi Low Low Low Low
Predikat Risiko Bank
Low Low Moderate Low
Secara Keseluruhan
Perkembangan profil risiko tahun 2007
Risk Profile Development in 2007
• Perbaikan dalam efisiensi dan • Improvement of efficiency and productivity.
produktivitas.
• Improvement of operational quality to
• Peningkatan kualitas operasional guna advance the quality of service for customers.
meningkatkan kualitas pelayanan
kepada nasabah. • Stimulate enthusiasm, leadership spirit and
entrepreneurship.
• Membangun semangat dan jiwa
kepemimpinan serta enterpreneurship. • Maximize existing human resources to give
maximum contribution by implementing
• Memaksimalkan sumber daya manusia revitalization programs and at the same time
yang ada sehingga dapat memberikan improvement of training and recruitment of
kontribusi yang maksimal dengan cara
qualified and reliable human resources.
melakukan program revitalisasi dan
sekaligus meningkatkan pelatihan serta
perekrutan tenaga-tenaga yang lebih handal
dan berkualitas.
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 159
L a p o ra n Tat a Ke l o l a Pe r usaha a n
Corporate Governance Report
Tahun 2007 merupakan tahun yang The year represented a period of challenge
penuh tantangan bagi industri perbankan for the banking industry due to economic
akibat kondisi perekonomian yang belum conditions which remained less than conducive
menguntungkan dan banyaknya bencana and with many natural disasters occurring in
alam yang terjadi di Indonesia, sehingga Indonesia. Given these conditions, the Board of
Dewan Komisaris dan seluruh jajaran Direksi Commissioners together with all Directors of
Bank Mega harus mengupayakan dan atau Bank Mega had to strive hard and/or formulate
merumuskan strategi bisnis untuk menunjang business strategy to support the success of
keberhasilan Bank Mega. Bank Mega.
Untuk mencapai hasil usaha yang lebih baik
In striving to achieve a better business result
dan pertumbuhan yang berkualitas serta
and quality of growth as well as create
komitmen dan kerjasama optimal yang
optimum commitment and cooperation
bersinergi dari seluruh unit kerja, maka
manajemen telah menetapkan tahun 2007 from every work unit to produce synergy,
dengan tema “No Limit” yaitu komitmen the management established the theme “No
bersama untuk mencapai hasil yang luar biasa Limit” for 2007. The theme represented a
dengan cara menciptakan terobosan dan joint commitment to attain an extraordinary
peluang baru, yang mencakup pemberian result by creating breakthroughs and new
keleluasaan dalam hal pertumbuhan kredit opportunities which included credit growth
dan penghimpunan dana dengan tetap and fund gathering, while still adhering to
memperhatikan prinsip kehati – hatian. prudential principles.
160
Transparansi Kondisi Keuangan
dan Non Keuangan Bank
Financial Condition and Non Financial Bank
Transparancy
Sekretaris Perusahaan Corporate Secretary
Struktur Tata Kelola Perusahaan dan The structure of Good Corporate Governance
pelaksanaan prinsip-prinsipnya telah and implementation of its principles are
dicantumkan dalam Laporan Tahunan dengan contained in the Annual Report and refer to
mengacu pada standard yang dikeluarkan the standard published by the Monetary &
oleh Otoritas Moneter dan Pasar Modal serta Stock Market Authority and best practices
praktek GCG yang baik. Sejak Desember 2007, of GCG. Since December 2007, Bank Mega
Bank Mega telah memiliki buku panduan has possessed a book of guidelines on Good
Tata Kelola Perusahaan (GCG Policy) yang Corporate Governance (GCG Policy) that
mencakup pembahasan mengenai Struktur represents a discussion on the Structure
Tata Kelola Perusahaan dan penerapannya. of Good Corporate Governance and its
implementation.
Informasi mengenai kegiatan operasional,
produk dan kinerja Bank Mega disampaikan The publication of information regarding
kepada pihak-pihak yang berkepentingan operational activities, products and the
secara berkala melalui saluran media yang
performance of Bank Mega to related
mudah diakses, seperti: Laporan Keuangan,
parties is executed periodically through
Laporan Komite Audit, penerbitan Stakeholders
accessible media, such as: Financial Report,
News, penerbitan Mega News setiap triwulan,
Audit Committee Report, publication of
penerbitan Annual Report, Public Expose
Stakeholder News, quarterly publication of
setiap tahun dan laporan atas setiap Aksi
Mega News, publication of the Annual Report,
Perusahaan kepada otoritas bursa (BEJ & BES).
annual Public Expose, and reporting of every
Sebagai perusahaan terbuka, prinsip Corporate Action to the stock market authority
utama yang dipegang oleh Bank Mega (Indonesian Stock Exchange).
adalah keterbukaan dan kesetaraan. Hal itu
ditunjukkan dengan membuat mekanisme As an open company, the main principles
yang lengkap untuk memproses setiap upheld by Bank Mega are transparency and
masukan dan pengaduan dari pihak-pihak equality. This is proven by the creation of
yang berkepentingan dengan Bank Mega. a complete mechanism to process every
Selain datang langsung ke kantor Cabang Bank input and complaint from stakeholders to
Mega atau melalui media surat, masukan dan Bank Mega. As well as by delivery directly
pengaduan juga dapat disampaikan melalui to a branch of Bank Mega or through letters,
sarana elektronik yang disediakan oleh Bank inputs and complaints can also be conveyed
Mega seperti Mega Call yang dapat diakses 24 through the electronic facilities available such
jam, situs internet Bank Mega dengan alamat as 24-hour Mega Call and the website at www.
www.bankmega.com. bankmega.com .
Di dalam Laporan Tahunan dijelaskan secara Furthermore, the Annual Report contains a
umum risiko yang menjadi pantauan Direksi general explanation of risks monitored by
dan Dewan Komisaris termasuk semua faktor the Boards of Commissioners and Directors
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 161
L a p o ra n Tat a Ke l o l a Pe r usaha a n
Corporate Governance Report
dan variabel luar yang mempengaruhinya, including all factors and outside variables with
seperti: kondisi ekonomi, suku bunga dan kurs. the potential to influence performance, such
as: economic conditions, interest rates, and
Laporan tahunan Bank Mega disertai dengan exchange rates.
tanda tangan dan pernyataan tanggung jawab
dari Direktur Keuangan dan Presiden Direktur, The composition and presentation of the
dan terhadap penyusunan serta penyajiannya Annual Report has been modified according
telah disesuaikan dengan ketentuan dari to the regulations of Bapepam that state that
Bapepam. Sebelum dipublikasikan, semua the Bank Mega Annual Report should include
laporan keuangan telah dibahas dan disetujui the signatures and statements of responsibility
oleh Komite Audit, Dewan Komisaris dan from the Financial Director and the President
Direksi. Director. Before being published, all financial
reports are studied and approved by the Audit
Produk Bank Mega dibuat secara transparan Committee, Board of Commissioners and the
dengan mempertimbangkan aspek bisnis Directors.
dan risiko yang melekat. Produk yang telah
dikaji secara cermat akan diluncurkan dengan
With respect to Bank Mega products,
memberikan keterangan yang jelas yang
transparency is achieved by considering
mencakup kepentingan semua pihak yaitu
associated business aspects and risks. Products
nasabah, Bank dan pihak lain yang terkait
that have been studied closely will be launched
dengan produk tersebut, untuk kemudian
with clear information to cover the interests
dipublikasikan melalui media masa, media
of all, whether customers, the Bank and
elektronik, internet dan brosur-brosur, maupun
penjelasan secara langsung di kantor Bank other parties related to the product. Every
Mega. description is then published through the mass
media, electronic media, internet, brochures,
Seluruh Produk yang telah diluncurkan, and direct briefings in Bank Mega offices.
dilaporkan ke Bank Indonesia dan dilakukan
performance analysis secara berkala untuk Every product that is launched is reported to
mengetahui keberhasilan dan permasalahan Bank Indonesia, and Bank Mega implements a
atau risiko yang timbul guna mencari solusi step-by-step performance analysis to measure
yang terbaik. the level of achievement and problems or risks
triggered in order to find the best solution.
Program Hubungan Investor
Sebagai Perusahaan Terbuka yang tercatat di Investor Relations Program
Bursa Efek Indonesia, telah dibentuk Investor As a Public Company listed on the Indonesian
Relations Department yang bertugas untuk Stock Exchange, the Company has formed
menyediakan informasi keuangan dan non- a Department of Investor Relations with the
keuangan terkini yang dibutuhkan oleh otoritas duty of providing financial and non-financial
pasar modal, para pemegang saham serta information required by the stock market
stakeholder lainnya. authority, shareholders and other stakeholder.
Penyediaan informasi tersebut antara Provision of information is by means of a
lain dalam bentuk Laporan Keuangan variety of media, including Financial Reports,
Publikasi, Newsletter Stakeholder News dan the Stakeholder News newsletter, and by
penyelenggaraan Public Expose sebagaimana holding Public Expose, in line with prevailing
ketentuan yang berlaku. regulations.
162
Media Komunikasi lain dengan Other Means of Communication with
Stakeholders Stakeholders
Untuk memberikan informasi yang transparan To provide transparent information to
kepada stakeholder, Bank Mega secara stakeholders, Bank Mega routinely publishes
rutin telah menerbitkan Annual Report, the Annual Report, Stakeholder News and
Stakeholder News dan Bulletin Pride. Annual Bulletin Pride. The Annual Report gives a
Report memberikan gambaran secara utuh comprehensive picture of the company’s path
tentang perjalanan perusahaan selama satu for the period of a year, from both financial and
tahun baik dari sisi keuangan maupun non- non-financial aspects.
keuangan. Stakeholder News diterbitkan secara
rutin setiap triwulan berisi laporan kinerja Stakeholder News is publish routinely every
perusahaan dan agenda/kegiatan penting pada quarter, containing company performance
triwulan tersebut. reports and agenda/important activities for
that quarter. Stakeholder News is disbursed
Stakeholder News dibagikan keseluruh cabang, to every branch, stock market analysts and
analis pasar modal serta pihak-pihak lain
other parties requiring the information. Bulletin
yang membutuhkan, sedangkan Bulletin Pride
Pride is a internal magazine that is published
merupakan majalah intern perusahaan yang
routinely each month. It contains up-to-date
terbit secara rutin setiap bulan dimana edisi
themes and articles from the editors as well as
penerbitannya akan menampilkan tema-tema
contributions from Bank Mega employees.
yang up-to-date yang merupakan hasil tulisan
dari redaksi dan sumbangan artikel dari seluruh
karyawan Bank Mega.
Customer Relations Program
As an active form of endeavor to advance
Program Hubungan Nasabah the relationship with customers, Bank Mega
Untuk meningkatkan hubungan dengan periodically holds a Service Day event, where
nasabah, Bank Mega secara rutin mengadakan the management of Bank Mega directly
Service Day, yaitu manajemen Bank Mega provides service to customers.
secara langsung memberikan pelayanan Throughout 2007, as well as these routine
terhadap nasabah. Selain program programs, Bank Mega held five Customer
rutin tersebut, selama tahun 2007 telah Gathering events at several of its Branches
diselenggarakan pula kegiatan Customer and at the Head Office. These were Customer
Gathering di beberapa Kantor Cabang dan Gathering Krida Mega Pass in Mataram
kantor Pusat sebanyak lima kali (yaitu : on January 29, 2007, Customer Gathering
Customer Gathering Krida Mega Pass di Tabungan Mega Absolut in Denpasar on
Mataram pada tanggal 29 Januari 2007, August 14, 2007, Customer Gathering Mega
Customer Gathering Tabungan Mega Absolut Depo Equity in Jakarta on September 18,
di Denpasar pada tanggal 14 Agustus 2007, 2007, Customer Gathering Mega Depo Equity
Customer Gathering Mega Depo Equity di in Pekanbaru on September 20, 2007 and
Jakarta pada tanggal 18 September 2007, Customer Gathering Mega Depo Equity in
Customer Gathering Mega Depo Equity di Medan on November 9, 2007.
Pakanbaru pada tanggal 20 September 2007,
dan Customer Gathering Mega Depo Equity di The Customer Gathering & Service Day is a
Medan pada tanggal 9 November 2007). routine agenda of Bank Mega which is planned
as a means of maintaining good relationships
Customer Gathering & Service Day merupakan with customers and as an appreciation from
agenda rutin Bank Mega yang bertujuan Bank Mega to each of its customers. Through
sebagai sarana silahturahmi dengan para such events, it is expected that Bank Mega
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 163
L a p o ra n Tat a Ke l o l a Pe r usaha a n
Corporate Governance Report
nasabah, sekaligus sebagai wujud apresiasi as well as the customers will appreciate the
Bank Mega kepada seluruh Customer Bank latest developments, exchange information and
Mega. Dalam acara ini diharapkan baik provide inputs for both parties’ development.
Bank Mega maupun nasabah dapat saling
mengetahui perkembangan, saling memberikan
informasi dan memberikan masukan bagi
perkembangan kedua belah pihak.
Press Release Tahun 2007
No Kegiatan
1 Launching & Gathering Krida Mega Pass di Mataram
Penandatanganan Dukungan Dana Pembangunan Jalan Tol Seksi IV – Makassar oleh PT Bank Mega
2
Tbk Menara Bank Mega – Jakarta, 25 April 2007
3 Peresmian Relokasi / Pemindahan alamat Kantor Cabang Bekasi 14 Mei 2007
Peresmian Kantor PT. Bank Mega, Tbk. Kantor Cabang Pembantu Bekasi – Jababeka cikarang,
4
25 Mei 2007
Peresmian Kantor PT. Bank Mega, Tbk. Kantor Cabang Pembantu Jakarta – Mega Plaza Jakarta,
5
8 Juni 2007
Penandatanganan Dukungan Dana Pembangunan Jalan Tol Waru - Juanda Surabaya oleh
6
PT Bank Mega Jbk Mega Executive Club – Jakarta, 21 Juni 2007
7 Peresmian relokasi / pemindahan alamat Kantor Cabang Pembantu Jakarta – Saharjo 25 Juni 2007
8 Peresmian relokasi / pemindahan alamat Kantor Cabang Jakarta – Pluit, 2 Juli 2007
Peresmian relokasi Bank Mega Kantor Cabang Jakarta – Sudirman Plaza dan Bank Mega Kantor
9
Cabang Pembantu Jakarta – Sampurna Square Jakarta, 09 Juli 2007
10 Peresmian PT. Bank Mega, Tbk. Kantor Wilayah Makasar. Makasar, 12 Juli 2007
11 Tabungan Mega Absolute & Tabungan Mega Dana PT. Bank Mega, Tbk. Jakarta, 24 Juli 2007
12 Customer Gathering PT. Bank Mega, Tbk Denpasar, 14 agustus 2007
164
Press Release Tahun 2007
No Kegiatan
13 Press Gathering PT. Bank Mega Tbk Jakarta, 20 Agustus 2007
14 Bagi Mu Negeri “Hibah 800 Komputer” PT. Bank Mega Tbk Yogyakarta, 31 Agustus 2007
Corporate Social Responsibilities (CRS) Edukasi Perbankan Kepada Masyarakat “Ayo ke Bank”
15 Kepada Siswa Pelajar SMA 3 Al-Azhar dan Pelaksanaan Service Day oleh PT. Bank Mega, Tbk,
Jakarta, 04 September 2007
Kegiatan Donor Darah Mega Peduli Dalam Rangka Corporate Social Responsibility PT. Bank Mega
16
Tbk Jakarta, 11 September 2007
17 Customer Gathering PT. Bank Mega, Tbk Jakarta, 18 September 2007
Customer Gathering dan Penawaran Produk Mega Depo Equity Hotel Aryaduta, Pekanbaru-Riau,
18
20 September 2007
19 Peresmian relokasi sementara Bank Mega kantor Cabang Malang, 27 September 2007
Due Diligence Meeting & Public Expose Penawaran Umum Obligasi Subordinasi Bank Mega Tahun
20
2007 PT. Bank Mega, Tbk Jakarta, 31 Oktober 2007
Peresmian Kantor PT. Bank Mega, Tbk. kantor Cabang Pembantu Pati – Panglima Sudirman,
21
9 November 2007
Corporate Social Responsibilities (CSR) Bank Mega Peduli Pendidikan Bangsa - Hibah 1000 Komputer
22
Bandung, 8 November 2007
23 Peresmian PT. Bank Mega, Tbk. Kantor Wilayah Medan, 16 November 2007
24 Customer Gathering dan Penawaran Produk Mega Depo Equity di Medan, 9 November 2007
25 “Pertumbuhan Laba Bank Mega Tertinggi Di antara Perbankan Nasional” Jakarta, 19 November 2007
Penandatanganan Penambahan Plafon 200 miliar Kerjasama Join Financing PT Bank Mega Tbk
26
– Nusa Surya Ciptadana Finance Semarang, 20 November 2007
Peresmian Kantor PT. Bank Mega, Tbk. Kantor Cabang Bojonegoro – Untung Surapati,
27
5 Desember 2007
28 Teknologi Emv (Euro Master Visa) Kartu Kredit Mega Visa, 04 Desember 2007
Peresmian Kantor PT. Bank Mega, Tbk. Kantor Cabang Pembantu Jakarta – Pantai Indah Kapuk,
29
19 Desember 2007
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 165
L a p o ra n Tat a Ke l o l a Pe r usaha a n
Corporate Governance Report
Pelaksanaan Self Assessment
Tata Kelola Perusahaan
Self Assessment of
Corporate Governance Implementation
Penilaian Tata Kelola Perusahaan Self Assessment of
Secara Mandiri Good Corporate Governance
Untuk menilai pelaksanaan tata kelola Bank To asses the implementation of Good
Mega dan kepatuhan terhadap ketentuan Bank Corporate Governance at Bank Mega and its
Indonesia perihal pelaksanaan GCG oleh Bank compliance with Bank Indonesia regulations
Umum, pada tahun 2008 Bank Mega telah in relation to GCG implementation by a Public
melakukan self assessment tentang praktek Bank, in 2008 Bank Mega performed self-
Tata Kelola Perusahaan untuk periode tahun assessment on GCG practices for 2007.
2007.
Under the supervision of the Risk Management
Penilaian dikoordinasikan oleh Compliance Director & Compliance Assessment, the self-
& Good Corporate Governance Division assessment was coordinated by the Division
dibawah supervisi Direktur Risk Management of Compliance & Good Corporate Governance
& Compliance. Self assessment melakukan through an assessment of 11 (eleven) aspects,
penilaian terhadap 11 (sebelas) aspek, yaitu as follows:
sebagai berikut : 1. Implementation of Duties and
1. Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Responsibilities of the Board of
Jawab Dewan Komisaris Commissioners
2. Pelaksanaan Tugas dan Tanggung 2. Implementation of Duties and
Jawab Direksi Responsibilities of the Directors
3. Kelengkapan dan Pelaksanaan Tugas 3. Completeness and Implementation of
Komite Committee Duties
4. Penanganan Benturan Kepentingan 4. Handling of Conflicts of Interest
5. Penerapan Fungsi Kepatuhan Bank 5. Implementation of Bank Compliance
Function
6. Penerapan Fungsi Audit Intern
6. Implementation of Internal Audit Function
7. Penerapan Fungsi Audit Ekstern
7. Implementation of External Audit Function
8. Penerapan Fungsi Manajemen Risiko
dan Pengendalian Intern 8. Implementation of Risk Management
Function and Internal Control
9. Penyediaan Dana Kepada Pihak Terkait
(related Party) dan Debitur Besar 9. Provision of Funds to Related Parties and
(Large Exposure) Large Exposures
10.Transparansi Kondisi Keuangan dan 10.Transparency of Financial and Non-financial
Non Keuangan, Laporan Pelaksanaan Conditions, GCG Implementation Report and
GCG dan Laporan Internal Internal Reports
166
11. Rencana Strategis Bank 11. Strategic Plan of the Bank
Pemeringkatan dari seluruh aspek diatas The setting of ratings for every aspect above
dilakukan dengan membandingkan antara was performed by comparing the performance
kinerja pelaksanaan GCG dan kriteria minimum of GCG implementation and minimum criterion
yang telah ditetapkan oleh Bank Indonesia. set by Bank Indonesia. The result of the self-
Hasil self assessment tersebut menyimpulkan assessment showed that GCG implementation
bahwa pelaksanaan GCG di lingkungan Bank at Bank Mega was “Good,” with total grades of
Mega mendapatkan peringkat “Baik” dengan 1.80 (highest grade scale is 1 and lowest 5)
total nilai 1,80 (skala nilai tertinggi adalah 1 dan
terendah adalah diatas 5). In establishing rankings, the assessment
method used in this self-assessment covered 4
Metode penilaian meliputi 4 tahap, yaitu: stages:
• Questioner penilaian yang dilakukan • Questionnaire of assessment completed by
oleh para responden. respondents.
• Observasi di dalam perusahaan • Observation of the company based on
berdasarkan data pendukung. supporting data
• Diskusi panel. • Panel discussion
• Tahap validasi. • Validation stage
Lima dimensi GCG yang diukur adalah : Meanwhile, the five GCG dimensions measured
1. Komitmen terhadap GCG. were :
2. Peran stakeholder dalam pelaksanaan GCG. 1. Commitment to GCG.
3. Keterbukaan dan transparansi. 2. Role of stakeholders in GCG implementation.
4. Tanggung jawab Dewan Komisaris dan 3. Openness and transparency.
Direksi. 4. Responsibility of Board of Commissioners
5. Kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku. and Directors.
5. Compliance to prevailing regulations.
Penerapan Tata Kelola Perusahaan
Dalam Pengembangan Budaya Implementation of Good Corporate
Perusahaan Dan SDM Governance in Development of
Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang Company Culture and Human
perbankan, Bank Mega bertekad serta memiliki Resources
komitmen untuk menjalankan kegiatan Since the company operates in the area
usahanya dengan senantiasa menjunjung tinggi of banking, Bank Mega is determined and
etika bisnis, nilai-nilai serta penegakan prinsip- committed to operate its business activities
prinsip Good Corporate Governance dimana by always upholding a high level of business
hal ini tercermin dalam visi, misi, nilai-nilai dan ethics, GCG values and enforcement of GCG
strategi Bank Mega. principles, as reflected in the vision, mission,
values and strategy of Bank Mega.
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 167
L a p o ra n Tat a Ke l o l a Pe r usaha a n
Corporate Governance Report
Pelaksanaan strategi maupun nilai-nilai Bank The consistent and continuous implementation
Mega secara konsisten dan berkesinambungan of the values of Bank Mega are hoped to
diharapkan akan menghasilkan budaya produce a company culture that can support
perusahaan yang mendukung pencapaian visi the attainment of the vision ‘Pride of the
’Menjadi Kebanggaan Bangsa’ dan misi Bank Nation’ and Bank Mega’s mission of ‘Deliver
Mega untuk ’Mewujudkan hubungan baik yang sustainable customer relationships by means
berkesinambungan dengan nasabah melalui of superior financial service offerings and
pelayanan jasa keuangan dan kemampuan excellent organization capabilities to increase
kinerja organisasi terbaik untuk meningkatkan shareholders’ values.’
nilai bagi para pemegang saham’.
As a form of this commitment, on November
Sebagai wujud dari komitmen tersebut, pada 15, 2007 the Board of Commissioners and the
tanggal 15 November 2007 Dewan Komisaris Directors signed a Commitment of Integrity
dan Direksi telah menandatangani Komitmen which represents a package on how to do
Integritas yang merupakan kemasan untuk business ethically as defined under GCG.
melakukan bisnis secara etika yang dituangkan
dalam Good Corporate Governance. The Commitment of Integrity regulates the
Code of Conducts to which the Board of
Dalam Komitmen Integritas diatur mengenai Commissioners, Directors and Employees must
code of conduct yang harus dipatuhi oleh comply. The Code of Conducts is a formulation
seluruh Dewan Komisaris, Direksi dan of attitudes and behavior agreed upon by every
Karyawan. Code of Conduct merupakan level of employees at Bank Mega. The Code
rumusan sikap dan perilaku yang disepakati of Conducts represent explanations of the
bersama seluruh jajaran Bank Mega yang company values of “Entrepreneurship, Ethics,
merupakan penjabaran nilai-nilai perusahaan Cooperation, Dynamic and Commitment” in
yaitu “Kewirausahaan, Etika, Kerjasama, efforts to realize the company’s vision and
Dinamis, dan Komitmen” untuk mencapai visi mission.
dan misi perusahaan.
Responsibilities of all parties in implementing
Tanggung jawab masing-masing pihak dalam Code of Conducts, include:
penerapan Code of Conduct meliputi:
1. It is compulsory to know, to understand, and
1. Kewajiban untuk mengetahui, memahami to implement the Code of Conducts of Bank
dan menerapkan code of conduct Bank Mega.
Mega.
2. Refraining from activities which could
2. Tidak melakukan usaha-usaha untuk disturb the implementation of the Code of
mengganggu penerapan code of conduct Conducts.
Bank Mega.
3. Willingness to accept sanctions according
3. Bersedia menerima punishment sesuai to regulations if the Code of Conducts is
dengan peraturan dalam code of conduct breached.
jika melakukan pelanggaran.
4. Responsibility for maintenance of a
4. Bertanggung jawab untuk mempertahankan work environment conducive to open
suatu lingkungan kerja yang dapat communication regarding ethical matters.
menciptakan komunikasi yang terbuka
tentang masalah - masalah etika.
168
5. Supervisor level dan Manajerial level 5. Employees of the level of Supervisor and
diwajibkan untuk memberikan kebebasan Manager are obliged to provide responsible
yang bertanggung jawab, memfasilitasi freedoms, facilitate inputs and to answer
masukan-masukan, menjawab keraguan doubts over the ethics of a conduct. They
terhadap etis atau tidaknya suatu tindakan are also obliged to take preventive measures
serta mengambil langkah pencegahan, and investigate reports regarding Code of
dan menyelidiki kebenaran laporan yang Conducts breaches by their employees.
disampaikan mengenai pelanggaran code of
conduct oleh sub ordinate. 6. Operational Control/Compliance are
required to monitor the implementation of
6. Operational Control/Compliance Area the Code of Conducts.
Representatif diwajibkan untuk melakukan
monitoring/pemantauan terhadap The values of the Code of Conducts encompass
Pelaksanan Code of Conduct. the following:
Nilai-nilai dalam code of conduct meliputi : 1. A work climate conducive to performance,
creativity and high work motivation
1. Iklim kerja yang mendukung kinerja, according to applicable regulations at Bank
kreatifitas dan motivasi kerja tinggi Mega.
sesuai dengan ketentuan yang berlaku
di Bank Mega. 2. Relationships with customers and other third
parties.
2. Hubungan dengan nasabah dan pihak
ketiga lainnya. 3. Ethics and morality as work foundations.
3. Etika dan moral sebagai landasan kerja. 4. Commitment in social responsibility.
4. Komitmen dalam tanggung jawab sosial. 5. Internal and external communication.
5. Komunikasi intern dan ekstern. From the aspect of Human Resources
management, description of the values of the
Penjabaran nilai-nilai dari code of conduct Code of Conducts includes the following:
ditinjau dari pengelolaan SDM adalah meliputi
hal-hal penting sebagai berikut: 1. To create a conducive work environment in
order to encourage creativity and
1. Terciptanya lingkungan kerja yang productivity in every employee.
kondusif agar setiap karyawan dapat
bekerja secara kreatif dan produktif. 2. Availability of transparent information that
employees should be aware of through a
2. Tersedianya informasi yang transparan smooth and timely system of
dan perlu diketahui oleh karyawan communication.
melalui sistem komunikasi yang
berjalan baik dan tepat waktu. 3. Employees may not use Bank Mega, its
facilities or the good relationship of Bank
3. Karyawan dilarang memanfaatkan Mega with external parties for personal
Bank Mega, fasilitas atau hubungan benefit.
baik Bank Mega dengan pihak ekstern
untuk kepentingan pribadi.
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 169
L a p o ra n Tat a Ke l o l a Pe r usaha a n
Corporate Governance Report
4. Tidak terdapat diskriminasi berdasarkan 4. No discrimination on grounds of ethnicity,
suku, agama, ras, aliran dan jender religion, race, belief and gender, and without
serta bebas tekanan. pressure.
5. Terdapat mekanisme yang 5. Existence of a mechanism that allows
memungkinkan karyawan untuk employees to apply company values by
menerapkan nilai-nilai perusahaan upholding highly ethical standards and to
dengan menjunjung tinggi standar etika follow the policies, regulations, and internal
serta mematuhi kebijakan, peraturan procedures set at Bank Mega.
dan prosedur intern yang berlaku di
Bank Mega. 6. Availability of Human Resources system and
instruments that include a recruitment
6. Tersedianya sistem dan perangkat SDM system, performance assessment,
yang meliputi sitem rekruitmen, compensation and education and training.
penilaian kinerja, kompensasi serta
pendidikan dan latihan. In relation to GCG implementation, Bank Mega
requires its employees to:
Dalam pelaksanaan GCG, Bank Mega 1. Understand the duties and responsibilities
mengharuskan karyawan : according to respective job descriptions that
1. Memahami tugas dan tanggung jawab have been mutually agreed.
sesuai dengan job description yang
telah disepakati bersama. 2. Understand the regulations of the company.
2. Memahami peraturan perusahaan 3. Understand the prevailing laws that operate
both internally and externally in relation to
3. Memahami peraturan perundang- fields of work.
undangan yang berlaku baik intern
maupun ekstern yang terkait dengan 4. Not to conduct violations of regulations and
bidang pekerjaan. laws, including ethical standards, honesty
and integrity.
4. Tidak melakukan pelanggaran terhadap
peraturan dan perundangan termasuk 5. Be willing to be responsible for work results
standar etika, kejujuran dan integritas. and decisions made.
5. Bersedia mempertangjawabkan hasil 6. Develop and learn in order to reach the
kerja maupun keputusan yang telah standard of competence required in the
dibuat. positions in which they are responsible.
6. Mengembangkan diri dan belajar 7. Maintain self-discipline and implement the
untuk mencapai standar kompetensi authorized Policies and Procedures.
yang disyaratkan jabatan yang menjadi
tanggungjawabnya.
7. Memelihara disiplin diri dan
melaksanakan Kebijakan dan Prosedur
yang telah ditetapkan.
170
Kesimpulan Umum Hasil Self General Summary of Assessment
Assessment Pelaksanaan Good Result of Bank Mega Good Corporate
Corporate Governance Bank Mega Governance Implementation
Dari hasil self assessment pelaksanaan Good From the result of self-assessment of GCG
Corporate Governance Bank Mega tahun 2007 implementation of Bank Mega in 2007, it was
yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa demonstrated that Bank Mega has attained
Bank Mega berada pada peringkat “Tata Kelola “Good Governance” with the composite grade
Baik” dengan nilai komposit “1,80”. Adapun of “1.80”. Result of this assessment is contained
peringkat masing-masing faktor adalah sebagai in the table below:
berikut:
Aspek Penilaian Bobot (%) Peringkat Nilai
Pelaksanaan Tugas Dan Tanggung Jawab Dewan Komisaris 10,00 1 0,1
Pelaksanaan Tugas Dan Tanggung Jawab Direksi 20,00 2 0,4
Kelengkapan dan Pelaksanaan Tugas Komite 10,00 2 0,2
Penanganan Benturan Kepentingan 10,00 2 0,2
Penerapan Fungsi Kepatuhan Bank 5.00 2 0,1
Fungsi Audit Intern 5.00 1 0,05
Fungsi Audit Ekstern 5.00 1 0,05
Fungsi Manajemen Risiko termasuk Pengendalian Intern 7.50 2 0,15
Penyediaan Dana Kepada Pihat Terkait (Related Party) dan
7.50 2 0,15
Debitur Besar (Large Exposures)
Transparansi Kondisi Keuangan dan Non Keuangan, Laporan
15.00 2 0,3
Pelaksanaan GCG dan Pelaporan Internal
Rencana Strategis Bank 5.00 2 0,1
Nilai 100 % 1,80
Hasil Self Assessment Penerapan Good Corporate Governance Bank Mega Tahun 2007
Self Assessment Result of Good Corporate Governance Application of Bank Mega in 2007
Keterangan:
Nilai Komposit Predikat Komposit
Nilai Komposit < 1.5 Sangat Baik
1.5 ≤ Nilai komposit < 2.5 Baik
2.5 ≤ Nilai Komposit < 3.5 Cukup Baik
3.5 ≤ Nilai Komposit < 4.5 Kurang Baik
4.5 ≤ Nilai Komposit < 5 Tidak Baik
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 171
L a p o ra n Tat a Ke l o l a Pe r usaha a n
Corporate Governance Report
Dalam hal pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan Improvements are still required in the
masih perlu dilakukan penyempurnaan application of Good Corporate Governance as
terhadap hal-hal sebagai berikut: follows:
1. Kepatuhan terhadap kewajiban 1. Compliance of external reporting
pelaporan eksternal. responsibilities
Terdapat kelemahan dalam hal Weakness exists in the area of external
kepatuhan kewajiban pelaporan reporting responsibilities. This was caused
eksternal. Hal ini disebabkan karena by a lack of responsibility and discipline
kurangnya tanggung jawab dan disiplin of relevant members of staff and because
petugas terkait serta monitoring dari monitoring and supervision remains less than
supervisor yang belum berjalan secara maximal.
maksimal.
The following action plan has been
Terhadap hal tersebut akan dilakukan developed to deal with this problem:
rencana tindak (action plan) sebagai a. Increase level of monitoring and
berikut: supervision of the leadership of work units
a. Meningkatkan monitoring dan responsible for external reporting.
supervisi dari pemimpin unit kerja b. Create a warning system of external
yang bertanggung jawab terhadap reporting responsibilities without
pelaporan tersebut. reducing the responsibility of work units
b. Membuat warning system kewajiban to systematically perform updating in line
pelaporan eksternal, tanpa mengurangi with regulations that apply in this area
tanggung jawab unit kerja terkait untuk
(target for implementation July 2008).
selalu melakukan updating terhadap
ketentuan yang mengatur perihal
2. Compliance with prudential principles in the
tersebut (target waktu pelaksanaan
provision of credit to related parties and
Juli 2008).
large exposures.
In 2007 these principles were exceeded in
2. Kepatuhan dalam prinsip kehati-hatian
the provision of credit to MOJF, although this
dalam penyediaan dana kepada pihak
was settled in terms of CAMEL Rating during
terkait (related party) dan debitur besar
the third quarter of the year.
(large Exposures).
Pada tahun 2007 terjadi pelampauan
BMPK yang disebabkan karena pemberian 3. Development of business strategy
kredit MOJF, namun demikian telah Weakness existed in the development
diselesaikan pada masa triwulan IV pada of business strategies of the bank, with
penilaian CAMEL Rating. inadequate attention to the composition of
business risk through the Risk Control
3. Penyusunan strategi bisnis System (RCR) strategy of the bank because
Terdapat kelemahan dalam hal penyusunan the Risk Control System had yet to be
rencana bisnis Bank karena belum applied in an optimal manner.
sepenuhnya memperhatikan tingkat risiko
komposit Risk Control System (RCR) - This is to be dealt with by use of the
strategis Bank karena Risk Control System following action plan:
belum dijalankan secara maksimal. a. Increase the use of the Risk Control
System in the development of business
Terhadap hal tersebut akan dilakukan plans and the evaluation of the
rencana tindak (action plan) sebagai achievement of business plans in earlier
berikut: years.
172
a. Meningkatkan penggunaan Risk b. The Bank business plan for 2008 has been
Control System dalam penyusunan completed based on past performance and
rencana Bisnis dan mengevaluasi market potential.
pencapaian rencana bisnis tahun
sebelumnya. 4. Improvement of effectiveness of the
b. Penyusunan rencana bisnis Bank tahun Remuneration & Nomination Committee
2008 telah disusun berdasarkan past The effectiveness of the Remuneration &
performance dan potensial Market. Nomination Committee needs to be
improved since, during 2007, the frequency
4. Peningkatan efektivitas kerja Komite of meetings was minimal and the Committee
Remunerasi & Nominasi failed to provide recommendations to the
Efektivitas Kerja Komite Remunerasi Board of Commissioners on remuneration
& Nominasi perlu ditingkatkan karena policy as implemented by the Directors and
selama tahun 2007, frekwensi meeting other recommendations in line with the
yang diadakan sangat minim dan belum duties and responsibilities of the Committee
memberikan rekomendasi kepada Dewan (target date December 2008)
Komisaris perihal Kebijakan remunerasi
yang dilaksanakan oleh Direksi dan 5. Application of the Code of Conduct
rekomendasi lainnya sesuai dengan tugas Weakness was identified in the application
dan tanggung jawab Komite (target of the Code of Conduct. This was because
waktu Desember 2008). the Code of Conduct was only developed in
2007, and ethical standards up until now
5. Penerapan Code of Conduct have been based on Company standards.
Terdapat kelemahan dalam hal penerapan
Code of Conduct. Hal ini disebabkan
An action plan to deal with this situation has
karena Code of Conduct baru dirumuskan
been formed as follows:
pada tahun 2007, ketentuan etika selama
a. Creation of a Guide Book on Commitment
ini melekat pada ketentuan Perusahaan.
to Integrity based on GCG aspects and the
Code of Conduct (March 2008)
Terhadap hal tersebut akan dilakukan
b. Perform effective internal socialization
rencana tindak (action plan) sebagai
in a direct manner and via e-learning
berikut:
(April – December 2008)
a. Pembuatan Buku Panduan Komitmen
Integritas yang berisikan aspek-aspek
GCG dan Code of Conduct (Maret 2008).
b. Melakukan sosialisasi Internal baik
secara langsung dan melalui e-learning
(April – Desember 2008).
Menyetujui
Chairul Tanjung Yungky Setiawan
Komisaris Utama Direktur Utama
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 173
Satuan Kerja Audit Internal
Internal Audit Working Unit
Sepanjang tahun 2007, Satuan Kerja Audit Throughout 2007, the Internal Audit Working
Internal (SKAI) Bank Mega telah melaksanakan Unit (SKAI) of Bank Mega performed its duties
tugas dan kewajibannya sesuai dengan mandat and responsibilities in line with the mandate
yang diamanatkan oleh Bank Indonesia dan set by Bank Indonesia and the management.
manajemen. Beberapa pencapaian penting A number of important achievements were
oleh SKAI Bank Mega telah berhasil menunjang recorded by Bank Mega’s SKAI toward the
terciptanya iklim kerja yang prudent dan creation of a prudent work climate in line with
sejalan dengan semangat penerapan Tata the spirit of the application of strong Good
Kelola Perusahaan dan Manajemen Risiko yang Corporate Governance and Risk Management
kuat dalam struktur organisasi bisnis yang terus in the continuously developing business
berkembang.
organization.
Sesuai peraturan yang telah ditetapkan oleh
In accordance with the regulations established
Bank Indonesia, SKAI memiliki fungsi tugas dan
by Bank Indonesia, SKAI possesses duties and
tanggung jawab untuk:
• Membantu tugas Direktur Utama dan Dewan responsibilities as follows:
Komisaris dalam melakukan pengawasan • Assist the duties of the President Director
dengan penjabaran operasional terkait and the Board of Commissioners in
perencanaan, pelaksanaan dan pemantauan performing oversight of operational activities
atas hasil audit yang dilakukan. connected to planning, implementation and
• Membuat analisa dan penilaian di bidang the results of audits.
keuangan, akuntansi, operasional serta • Perform analysis and judgment in the areas
kegiatan lainnya melalui pemeriksaan of finance, accounting and operational as
langsung dan pengawasan secara tidak well as other functions by means of direct
langsung. inspection and indirect monitoring.
• Mengidentifikasi segala kemungkinan untuk • Identify all possibilities to improve and
memperbaiki dan meningkatkan efisiensi expand efficiencies in the use of human
penggunaan sumber daya manusia (SDM) resources and budgeted finances.
dan keuangan yang telah dianggarkan • Provide advice on improvements and
sebelumnya. information in an objective manner on
• Memberikan saran perbaikan dan informasi activities inspected by SKAI at all levels of
yang obyektif tentang kegiatan yang management.
diperiksa oleh SKAI pada semua tingkatan
manajemen.
In performing these duties, SKAI is directly
responsible to the President Director of Bank
Dalam melaksanakan tugas tersebut, SKAI
Mega, and presents its reports, both verbal
bertanggung jawab langsung kepada Direktur
Utama Bank Mega, dan menyampaikan laporan and written, to the President Director and the
secara lisan dan tertulis kepada Direktur Utama Board of Commissioners with copies to the
dan Dewan Komisaris dengan tembusan Director of Compliance of Bank Mega.
kepada Direktur Kepatuhan Bank Mega.
174
Berikut adalah pencapaian penting yang telah A number of important achievements of SKAI
berhasil dilaksanakan oleh SKAI sepanjang during 2007 were as follows:
tahun 2007: • Perform audit of 123 branches and 12
• Melakukan Audit terhadap 123 Kantor Divisions
Cabang dan 12 Divisi • Perform Internal Standard Audit (ISO 9001)
• Melakukan Audit Mutu Internal (ISO 9001) on two occasions
sebanyak 2 kali. • Perform an audit of Mega Oto Joint
• Melakukan Audit Mega Oto Joint Financing Financing (MOJF) at 26 branch offices
(MOJF) di 26 Kantor Cabang • In the Audit Information Technology System
• Pada bagian Audit Teknologi Sistem (TSI) the following steps were taken:
Informasi (TSI) telah dilakukan hal-hal
- Audit of 2 branch offices and 5 divisions
sebagai berikut:
- Development of the incentive audit
- Audit di 12 Kantor Cabang dan 5 Divisi
program
- Pengembangan program audit Insentif
- Development of software audit
- Pengembangan audit software
- Pembuatan dan implementasi audit rating - Creation and implementation of IT audit
IT. rating.
Kegiatan audit yang telah dilakukan terhadap Audit activities performed at a number of
beberapa Kantor Cabang dilaksanakan branch offices utilized Risk-Based Audit – RBA
menggunakan Risk Based Audit – RBA, yang - which represents a form of inspection with
merupakan pemeriksaan dengan prioritas priority on regions of high risk. Before the
pada wilayah-wilayah berisiko tinggi. Sebelum audit, SKAI is used to measure the level of risk
melakukan audit, SKAI akan menghitung at each branch, so that branches with high
besarnya tingkat risiko pada setiap Cabang, levels of risk can be prioritized for audit.
sehingga Cabang dengan tingkat risiko yang
lebih tinggi akan menjadi prioritas untuk In the area of human resources, Bank Mega
diaudit. takes especial attention of the qualities of its
auditors, who are supported with a variety of
Terkait kualitas SDM, Bank Mega sangat development and training programs conducted
memperhatikan kualitas auditor yang dimiliki on a comprehensive basis dependent
oleh karena itu para auditor selalu dibekali on analysis of the requirements of each
dengan berbagai program pengembangan dan
individual. These development and training
pelatihan yang dilakukan secara komprehensif
programs include education, development, risk
berdasar analisis kebutuhan setiap personil.
management certification and the granting
Pengembangan dan pelatihan dilaksanakan
of awards to employees of quality. As well as
melalui program-program di bidang
pendidikan, pembinaan, sertifikasi manajemen provided training programs outside the office,
risiko dan pemberian penghargaan kepada the Company also provides in-house training in
pegawai berprestasi. Selain menyediakan
pelatihan training di luar kantor, Perusahaan
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 175
S at u a n Ke r j a Aud i t In te rna l
Internal Audit Working Unit
juga memberikan pelatihan ini melalui inhouse which all audit staff are provided with insights
training yang diikuti oleh seluruh tenaga into professional practices in the areas of risk-
auditor dengan tenaga pengajar professional based audits and corporate credit audits by
dalam bidang risk based audit dan audit kredit professional tutors.
korporasi.
Goals of Implementation of Risk-
Tujuan Implementasi Risk Based Audit Based Audit
Pada tahun 2007, Bank Mega telah During 2007, Bank Mega’s implementation of
mengimplementasikan Risk Based Audit (RBA) Risk-Based Audit (RBA) proved to be of great
yang sangat bermanfaat dalam pelaksanaan
value in the conduct of audits and created
audit sehingga menjadi lebih efektif dan efisien.
improved effectiveness and efficiency. This
Hal ini tercapai berkat pemberian prioritas
provided priority to audits focused on areas of
untuk audit dengan fokus pada area-area
activity with a high level of risk.
aktifitas utama yang berisiko tinggi.
Penerapan risk based audit memberi dampak The application of risk-based audit provided
besar dalam merubah pola pikir auditee a major impact in changing the mind-set of
sehingga mereka dapat lebih mengerti auditors by making them better understand
dan memperhatikan risiko-risiko yang ada and attend to risks that exist in every banking
pada setiap aktifitas perbankan yang dapat activity and which can cause losses for
merugikan Cabang. Adapun manfaat-manfaat branches. Benefits achieved by branches
yang diperoleh Cabang dalam pelaksanaan through the application of RBA are as follows:
RBA ini adalah: 1. Branch offices improve understanding of
1. Kantor Cabang akan lebih mengerti risks existent in all operational and credit
terhadap risiko-risiko yang terdapat pada activities, including Credit Risk, Operational
setiap aktivitas Operasional dan Perkreditan Risk, Liquidity Risk, Market Risk, Legal Risk,
yang dijalankan, antara lain; Risiko Kredit, Reputation Risk, Compliance Risk and
Risiko Operasional, Risiko Likuiditas, Risiko Strategic Risk.
Pasar, Risiko Hukum, Risiko Reputasi, Risiko
Kepatuhan serta Risiko Strategis. 2. Branch offices will be more attentive and
will implement internal risk control systems
2. Kantor Cabang akan lebih memperhatikan in order to mitigate these risks. The minimum
dan melaksanakan pengendalian internal /
Risk Control System that must be followed
risk control system, sehingga dapat
includes:
memitigasi risiko-risiko tersebut. Risk Control
a. Active oversight of the Branch Leader or
System yang wajib dijalankan antara lain
Senior Official.
adalah:
a. Pengawasan aktif Pemimpin Cabang atau b. Implementation of policy, procedures and
Pejabat Senior authority
b. Pelaksanaan Kebijakan, Prosedur dan Limit c. Satisfactory Information System
Kewenangan Management
c. Kecukupan Sistem Informasi Manajemen
d. Sistem Pengendalian Internal 3. Branch offices must understand risk mapping
in every area of credit provision and
3. Kantor Cabang dapat mengetahui risk operations, and eventually all audit rating
mapping pada setiap aktifitas perkreditan units at branch level must be familiar with it.
dan operasional, serta pada akhirnya
diketahui secara keseluruhan penilaian audit
rating cabang.
176
4. Kantor Cabang akan lebih mengerti best 4. Branch offices will better understand best
practise yang sedang diterapkan di practices that are now being introduced in
perbankan Indonesia terkait dengan bidang the banking industry in connection with risk-
audit yaitu risk based audit. based audits.
5. Rekomendasi yang disampaikan oleh SKAI 5. Recommendations that are forwarded by
lebih terfokus pada area-area yang berisiko the SKAI will be more focused on areas of
sehingga lebih bermanfaat bagi Kantor risk to the advantage of branches that have
Cabang yang telah diaudit. been audited.
Berdasarkan hal-hal tersebut diatas,
Based on the issues above, the Company
Perusahaan menilai bahwa SKAI Bank Mega
believes that SKAI at Bank Mega has achieved
telah berhasil mengimplementasi RBA sesuai
implementation of RBA in line with best
dengan best practise yang sedang berkembang
saat ini. practices at this time.
Audit Rating System Audit Rating System
Tahun 2007 merupakan tahun pertama SKAI The year 2007 represented the first time in
melakukan audit rating system dengan tujuan which SKAI has conducted the audit rating
untuk mempermudah pemeriksaan dan system with the goal of making the process of
pengawasan agar dapat berjalan lebih efektif. inspection and monitoring easier, in order to
Predikat penilaian yang diberikan atas hasil make it more effective. Values that are given
audit rating system adalah Strong, Satisfactory, in the audit result rating system are Strong,
Moderate dan Weak. Melalui implementasi Satisfactory, Moderate and Weak. By means of
sistem tersebut, SKAI berharap dapat implementation of this system, SKAI is hoped
memetakan tingkat risiko yang ada di Kantor- to be able to map the level of risk that exists at
kantor Cabang. all branch offices.
Tinjauan ke Depan Outlook
Implementasi Risk Based Audit yang The implementation of Risk-Based Audit in
dilaksanakan pada tahun 2007 telah mendorong 2007 encouraged Bank Mega to continue to
Bank Mega untuk terus menyempurnakan RBA perfect RBA in 2008 by means of increases
pada tahun 2008 melalui penambahan risk
in risk control systems in every risk-laden
control system dalam setiap penilaian risiko
operational and credit activity at branch
aktifitas operasional dan perkreditan di Kantor
offices.
Cabang.
Dari sisi kesiapan SDM, perkembangan bisnis From the point of view of preparedness of
Bank Mega yang sangat pesat menuntut human resources, the development of business
tersedianya auditor yang handal dan memiliki at Bank Mega requires the availability of
standar yang tinggi. Untuk itu, Bank Mega competent auditors of a high standard. For
senantiasa melakukan pengembangan dan this reason, Bank Mega continues to intensively
memberikan pelatihan intensif kepada auditor- develop and train the auditors of Bank Mega in
auditor Bank Mega sehingga SKAI dapat order that SKAI can achieve the performance
mencapai sasaran kerja dalam waktu yang telah targets that have been set.
ditentukan.
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 177
Manajemen Risiko
Risk Management
Bank Mega telah memformulasikan strategi untuk
mengidentifikasi, memonitor dan mencegah risiko yang
berhubungan dengan kegiatan yang dapat menimbulkan
pengaruh negatif terhadap usaha Perusahaan melalui
pengelolaan risiko yang terarah dan didukung oleh tata kelola
perusahaan yang baik serta kebijakan Perusahaan yang mapan.
Bank Mega has formulated a strategy to identify, monitor and
limit risk related to activities that can produce a negative
impact on the business of the Company, by means of directed
risk management and supported by good management
standards and mature Company policies.
Bank Mega menyadari bahwa sebagai Bank Mega is aware that as an institution
penghimpunan dana masyarakat dan trusted with public funds and a provider of
pemberian pinjaman, kegiatan bisnis credit, the Company’s business activities
Perusahaan tidak akan terlepas dari berbagai cannot be separated from a number of
faktor risiko usaha serta permasalahan yang business risk factors and problems with the
dapat mengakibatkan timbulnya dampak potential to create negative impacts on the
negatif bagi kelangsungan kegiatan usaha sustainability of the Company’s business.
Perusahaan. Untuk menghindari risiko- To avoid such risks, Bank Mega consistently
risiko tersebut, Bank Mega senantiasa utilizes competent resources in managing
mengerahkan sumber daya yang memadai its business activities, increases its alertness
dalam pengelolaan kegiatan usaha sambil and minimizes risk by means of efficient
terus meningkatkan kesiagaan serta business strategies and increasingly effective
menimimalisasikan risiko melalui strategi usaha communications. The following report
yang efisien dan komunikasi yang lebih efektif. discusses a number of risk management
Laporan berikutnya akan mengulas beberapa techniques conducted by the Company in
pengelolaan risiko yang dijalankan Perusahaan response to and in anticipation of risks that will
sebagai jawaban dan antisipasi atas risiko yang
vary from time to time.
selalu berubah dari waktu ke waktu.
Pengelolaan Risiko Kredit Credit Risk Management
The year 2007 represented an important year
Tahun 2007 merupakan tahun yang penting
for credit operations at Bank Mega, including
dalam kinerja perkreditan Bank Mega, termasuk
dalam pengelolaan risiko kreditnya. Bank in the management of credit risk. Bank Mega
Mega melakukan rencana revitalisasi berbagai introduced revitalization plans for a number
of aspects of credit at the beginning of the
178
100%
35,4
35,5
38,6
39,9
37,9
41,8
43,4
44,6
44,9
45,5
46,2
47,0
8,7
11,2
12,2
13,6
15,6
13,7
14,8
13,4
Kredit Korporasi
14,0
14,6
15,2
14,5
Kredit Komersil
55,8
53,4
49,2
46,5
46,5
44,6
40,6
43,2
39,9
41,1
38,6
38,5
Kredit Konsumer
0%
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sept Oct Nov Dec
Komposisi Portofolio Kredit
Credit Portfolios Composition
aspek perkreditan pada awal tahun dan hasil year and their achievement through the year
pelaksanaan sepanjang tahun tersebut telah indicated satisfactory results. The Company
menunjukkan pencapaian yang cukup baik. achieved significant growth and performed
Perusahaan berhasil tumbuh dengan signifikan reprofiling of commercial credit, while the
dan melakukan reprofiling ke kredit komersial, level of risk remained below average. This
sementara tingkat risiko tetap dijaga di bawah is evidenced by a number of indicators, as
rata rata; hal ini dapat terlihat antara lain di follows:
beberapa indikator sebagai berikut:
1. Composition of credit portfolio
1. Komposisi portofolio kredit The credit portfolio graphic above
Grafik komposisi portfolio di atas demonstrates that the Company’s strategy
menunjukan bahwa strategi reprofiling of credit reprofiling achieved results in line
portofolio kredit Perusahaan berjalan ke arah with plans. The proportions of commercial,
yang sesuai dengan perencanaan. Dengan corporate and consumer credit became
porsi kredit konsumer, komersial dan more balanced and the Company hopes that
korporasi yang makin berimbang, Perusahaan exposure concentration of the credit
berharap bahwa exposure concentration
portfolio toward risk factors has been
portofolio kredit terhadap suatu faktor risiko
reduced. Further, the proportion of
tertentu dapat ditekan. Selanjutnya, porsi
commercial credit will continue to be the
dari kredit komersial akan terus menjadi
main focus of development strategy of the
fokus strategi pengembangan utama
Company in the future.
Perusahaan di masa depan.
2. Non Performing Loan 2. Non-Performing Loans
Sepanjang tahun 2007, Perusahaan dapat Through 2007, the Company achieved a
menekan tingkat Non Performing Loan reduction in the level of Non-Performing
(NPL), baik secara persentase maupun secara Loans (NPL) both in terms of percentage
nominal. Sehubungan dengan keberhasilan and in nominal terms. In line with this
ini, Bank Mega akan terus melakukan achievement, Bank Mega will continue to
pengelolaan kualitas portofolio kredit sesuai manage the quality of its credit portfolio in
dengan risk appetite yang prudent. line with prudent risk appetite.
Selain faktor NPL, Perusahaan harus tetap As well as the NPL factor, the Company must
mengelola beberapa parameter risiko kredit continue to manage a number of other credit
lainnya, yaitu: risk parameters, such as:
• Rasio LDR Valuta Asing (khususnya USD), • The loan-to-deposit ratio (LDR) of foreign
yang dijaga dengan batas maksimal 90%; exchange (especially USD) should be kept to
• Komposisi Kredit Valuta Asing dibanding a maximum of 90%;
Total Kredit, yang dijaga dengan batas • The composition of foreign currency credit
maksimal 25%; compared to total credit should be kept to a
• Penyelesaian pelampauan BMPK sesuai maximum of 25%;
kesepakatan dengan Bank Indonesia; • Completion of exceeded BMPK in line with
• Peningkatan modal Perusahaan melalui Bank Indonesia regulations;
penerbitan obligasi subordinasi sebesar • Increase in Company capital by means of a
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 179
M a n a jeme n R i si ko
Risk Management
2,5%
1,07
0,98
0,97
1,06
0,99
0,55
Kolektibilitas 5
0,59
0,98
0,99
0,16
0,87
0,89
0,37
0,91
0,33
0,41
0,16
0,32
0,21
Kolektibilitas 4
0,81
0,64
0,63
0,21 0,21
0,23 0,18
0,61
0,58
0,19 0,22
0,58
0,20 0,17
0,52
0,18 0,18
Kolektibilitas 3
0%
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sept Oct Nov Dec
Data Kolektibilitas Tahun 2007
Collectibility Record in 2007
Rp 1 Triliun yang telah efektif pernyataan Rp 1 Trillion subordinate bond issue,
pendaftarannya di BAPEPAM per tanggal registered with BAPEPAM on 28 December
28 Desember 2007 dan telah memperoleh 2007 with a license from Bank Indonesia for
ijin Bank Indonesia untuk diakui sebagai inclusion as a component in capital at the
komponen modal pada akhir bulan Januari end of January 2008. This effectively
2008. Dengan efektifnya hal tersebut maka brought a significant rise in the Company’s
BMPK Perusahaan meningkat cukup BMPK.
signifikan; • Formation of an Internal Control Team
• Dibentuknya tim Internal Control – Kredit, – Credit, with an initial focus on the area
dengan fokus kerja awal meliputi of inspection of credit administration in the
pemeriksaan aspek administratif perkreditan Greater Jakarta area.
untuk wilayah Jabodetabek.
Operational Risk Management
Pengelolaan Risiko Operasional The following are a number of issues that
Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat should be noted in relation to aspects of
dicatat dalam aspek risiko operasional operational risk during 2007:
sepanjang tahun 2007, antara lain:
• MeRCA (Mega Risk & Control Assessment)
• MeRCA (Mega Risk & Control Assessment)
As in earlier years, MeRCA was a main
Seperti tahun sebelumnya, MeRCA adalah
tool used by the Risk Management Division
salah satu alat utama yang digunakan divisi
for assessment and which at the same time
Risk Management untuk melakukan
increased the awareness of employees at
assessment dan sekaligus meningkatkan
awareness personil di kantor cabang dan branch and sub-branch offices of a number
cabang pembantu terhadap beberapa pokok of important points in branch risk operations,
penting dalam risiko operasional cabang, including:
yang meliputi: i. Limits, transaction authority and office
i. Limit dan kewenangan transaksi dan activities;
aktivitas kantor; ii. Understanding of operational procedures
ii. Pengetahuan prosedur operasional with concentration on high-risk and high-
dengan titik berat pada area-area high risk volume areas such as: suspended
dan high volume seperti: suspend account, accounts, dormant accounts,
dormant account, penatausahaan User ID, User ID administration, and PIN
dan pengelolaan PIN; management;
iii. Pengetahuan fitur dan risiko produk- iii. Understanding of features and risks of
produk yang ada; existing products;
iv. Pemahaman terhadap aspek KYC. iv. Understanding of aspects of KYC.
Implementasi MeRCA yang dilakukan dua kali Implementation of MeRCA, performed
sepanjang tahun 2007 menunjukkan bahwa twice during 2007, indicated that the level
tingkat risiko operasional tersebut di atas of operational risk remained low. This was
tergolong rendah. Hal ini dapat disimpulkan confirmed by the results of measurement
dari hasil penilaian kemampuan 77% responden which found satisfactory ability of 77% of
yang dinilai memadai sedangkan responden respondents while the level of respondents
yang dinilai memiliki sistem kontrol risiko yang considered to have weak risk control systems
lemah hanya berjumlah 2,7%. was only 2.7%.
180
250.000
In Million Rupiah
Jutaan Rupiah
241.282
227.508
210.818
213.190
194.930
212.207
189.946
163.676
163.376
167.300
159.402
156.278
0
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sept Oct Nov Dec
Non Performing Loan Tahun 2007
Non Performing Loan in 2007
• Internal Control – Operasional • Internal Control – Operational
Hasil pemeriksaan Internal Control Results of Internal Control inspection
– Operasional menunjukkan penurunan - Operational demonstrated a significant
jumlah temuan penyimpangan secara reduction in the number of abuses, with
signifikan, dimana temuan penyimpangan findings of abuse at less than 1% of 5.7
tercatat kurang dari 1% dari 5.7 juta total million total transactions inspected during
transaksi yang diperiksa sepanjang tahun 2007. The number of abuses in 2007 was a
2007. Temuan penyimpangan tahun 2007 great improvement on the level of 2.5%
ini jauh lebih baik dibandingkan hasil temuan found in 2006.
penyimpangan di tahun 2006 yang mencapai
2,5%. Management of Market Risk and
Liquidity
Pengelolaan Risiko Pasar dan In 2007, Bank Mega formed the Internal Control
Likuiditas unit – Treasury, which is tasked with early
Pada tahun 2007, Bank Mega telah membentuk identification of mistakes that occurred in the
unit Internal Control – Treasury yang bertugas operational activities of Treasury. The duties of
melakukan identifikasi dini atas kesalahan-
Internal Control include monitoring on a daily
kesalahan yang terjadi dalam pengendalian
basis of transaction administration by Treasury
aktivitas operasional Treasury. Tugas Internal
and monitoring of tools used in the Treasury
Control tersebut antara lain adalah memantau
system.
secara harian pengadministrasian transaksi
Treasury serta memonitor alat-alat yang
digunakan dalam sistem Treasury. Meanwhile in the management of liquidity
risk, the Company developed and automated
Sedangkan dalam pengelolaan risiko likuiditas, a number of ratio measurement and report
Perusahaan telah melakukan pengembangan development methods to be used for Asset &
dan otomatisasi berbagai perhitungan rasio Liability meeting materials. Additionally, the
serta penyusunan laporan yang digunakan Company also developed and expanded the
sebagai materi rapat Asset & Liability application of an Internal Model in the form
Committee. Selain itu, Perusahaan juga telah of Value at Risk (VaR), simulation scenarios
mengembangkan dan memperluas cakupan and stress tests. As well, to measure foreign
penggunaan Internal Model yaitu Value at exchange risk, Value at Risk measurement
Risk (VaR), simulasi skenario dan stress test. was applied in order to measure a number
Disamping untuk mengukur risiko valuta of obligation risks and money market risks.
asing, perhitungan Value at Risk juga telah In support of this step, the Company also
diterapkan agar dapat mengukur berbagai purchased and is currently testing a VaR
risiko obligasi dan risiko money market. Untuk application, VARWORKS, which is capable of
mendukung langkah ini, Perusahaan juga telah automating Treasury instrument measurement
membeli dan sedang melakukan uji coba atas and is hoped to fulfill requirements in the
aplikasi VaR, yaitu VARWORKS. Aplikasi ini application of capital calculation in line with
mampu melakukan otomatisasi perhitungan Basel II.
instrumen-instrumen Treasury dan diharapkan
dapat memenuhi persyaratan dalam penerapan
perhitungan permodalan sesuai dengan Basel
II.
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 181
M a n a jeme n R i si ko
Risk Management
Pada tahun 2007, Perusahaan telah In 2007, the Company prepared itself to
mempersiapkan diri untuk memiliki develop ability to manage a number of
kemampuan dalam mengelola berbagai produk complex derivative products such as structured
derivatif yang kompleks seperti structured investment products for retail marketing to
investment products yang dipasarkan customers. This preparation was performed by
secara retail kepada nasabah. Persiapan ini a number of methods of calculation, systems
dilakukan dengan melakukan berbagai metode and infrastructure so that the Company
perhitungan, sistem, dan infrastruktur sehingga will be able to launch these innovative and
Perusahaan akan mampu meluncurkan produk- competitive products to the market in the
produk yang inovatif dan kompetitif di pasar future.
pada masa mendatang.
Risk Profile
Profil Risiko Every third quarter, the Company performs
Pada setiap kuartal ketiga, Perusahaan periodical risk profile measurement of 8 main
melakukan penilaian risk profile secara risks to the Company. This is performed in
periodik atas 8 risiko utama Perusahaan. Hal ini line with regulations 5/8/PBI/2003 and SE BI
dilakukan sesuai dengan regulasi 5/8/PBI/2003
5/21/DPNP regarding the Application of Risk
dan SE BI 5/21/DPNP mengenai Penerapan
Management for Public Banks. The risk profile
Manajemen Risiko bagi Bank Umum. Penilaian
measurement in the fourth quarter of 2007 was
risk profile terhadap ke empat triwulan 2007
performed with the following results:
telah dilaksanakan dengan hasil sebagai
Composite Risk Profile trend during 2006-
berikut:
Tren Profil Risiko Komposit tahun 2006 – 2007 2007 demonstrated a low level of risk, with the
menunjukkan tingkat risiko yang rendah, exception of the third quarter of 2007 where
dengan pengecualian pada kuartal ketiga tahun the following aspects occurred:
2007 dimana terjadi hal-hal berikut:
High Risk 2006 2007
Moderate Risk
Low Risk
1Q06 2Q06 3Q06 4Q06 1Q07 2Q07 3Q07 4Q07
• reklasifikasi portofolio obligasi dari “Hold to • reclassification of obligation portfolio from
Maturity” (HTM) ke “Available for Sale” (AFS) “Hold to Maturity” (HTM) to “Available for
dan sebagian kecil ke “Trading”; dan Sale” (AFS) and a small portion to “Trading”;
• fluktuasi beberapa market risk factor yang and
disebabkan oleh sub-prime mortgage di • fluctuation of a number of market risk factors
pasar Amerika Serikat yang membawa caused by the sub-prime mortgage market
dampak terhadap pasar-pasar di seluruh in the United States, which produced an
dunia. impact on markets globally.
Faktor-faktor tersebut diatas khususnya telah The above factors had especially affected the
menyebabkan tingkat risiko sempat menyentuh risk movement to moderate level, however by
level moderate, akan tetapi dapat kembali lagi the last quarter of 2007 the risk was returned
ke tingkat risiko rendah pada kuartal terakhir to low level.
2007.
182
Basel II Basel II
Sejak tahun 2004, Perusahaan telah berupaya Since 2004, the Company has striven to
memenuhi persyaratan untuk pelaksanaan fulfill the regulations of Basel II, has begun to
Basel II, sehingga Perusahaan mulai construct a number of tools to assist in risk
membangun beberapa alat bantu pengelolaan management and continues to improve its
risiko serta terus dilakukan penyempurnaannya. position in this area.
Dalam mempersiapkan pelaksanaan metode In preparation for implementation of the
Internal Rating Based (IRB) untuk risiko kredit, Internal Rating Based (IRB) method of credit
pada tahun 2007 Perusahaan secara intensif risk, in 2007 the Company conducted intensive
telah melakukan sosialisasi penggunaan sistem socialization of the use of the credit rating
credit rating – Mega Credit Risk Rating (MCRR), system – Mega Credit Risk Rating (MCRR)
yang dibangun dan mulai diimplementasikan - which was formulated and began to be
pada tahun 2006. Saat ini seluruh cabang implemented in 2006. At this time all branches
telah menggunakan MCRR dengan baik. Selain are using MCRR adequately. In addition,
itu secara rutin Perusahaan juga melakukan the Company routinely performed tests of
uji coba perhitungan kecukupan modal risiko
measurement of capital adequacy of credit
kredit dengan menggunakan Standardized
risk by use of the Standardized Approach, with
Approach melalui simulasi Quantitative Impact
simulations using Quantitative Impact Study
Study (QIS).
(QIS).
Sedangkan untuk penerapan Basic Indicator
Approach (BIA) untuk risiko operasional telah Meanwhile to apply the Basic Indicator
dilakukan simulasi secara rutin setiap bulan. Approach (BIA) of operational risk, simulations
Selanjutnya, sebagai persiapan pelaksanaan were performed routinely each month. Then,
metode Standardized Approach, telah in preparation for the application of the
dilakukan pemisahan aktivitas Perusahaan ke Standardized Approach method, activities
dalam lini bisnis-lini bisnis yang sesuai dengan of the Company in different business lines
sifat dan karakteristik Perusahaan. Seperti have been separated in line with the nature
pada metode BIA, Perusahaan juga telah and characteristics of the Company. With the
melakukan uji coba perhitungan capital charge BIA method, the Company has performed
dengan metode Standardized Approach. Di capital charge measurement tests using the
sisi lain, guna menyempurnakan MIS dan Standardized Approach method. From a
untuk mendukung pendekatan BIA dan different perspective, to perfect MIS and to
Standardized Approach, infrastruktur data support the BIA and Standardized Approach
warehouse sedang dikembangkan sehingga systems, data warehouse infrastructure is being
memungkinkan memberikan informasi gross developed so that the potential to provide
income per-masing-masing lini bisnis secara information on gross income for each business
lebih efisien. line can be presented more efficiently.
Sejak tahun 2006, pengelolaan market risk Since 2006, management of market risk has
dilaksanakan dengan menerapkan Internal been performed by establishment of the
Model melalui penggunaan Value at Risk (VaR). Internal Model by use of Value at Risk (VaR). In
Tahun berikutnya, Perusahaan melakukan the following year, the Company improved the
pengembangan atas Internal Model tersebut, Internal Model in order that within a relatively
sehingga dalam waktu yang tidak terlalu lama short time the establishment of limits based on
lagi, penentuan limit berdasarkan metode the VaR method will be possible. Additionally,
VaR dapat dimungkinkan. Selanjutnya, the VaR method together with the stress test
metode VaR bersama dengan stress test akan will be further developed to measure capital
dikembangkan lebih jauh lagi untuk dapat adequacy.
mengukur kecukupan modal.
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 183
Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan
Corpo rate So c i al Re s p ons ib ilit y
Untuk mewujudkan visi “Menjadi Kebanggaan
Bangsa”, Bank Mega terus berupaya
mengimplementasikan Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan (CSR) sebagai bagian
dari penerapan Tata Kelola Perusahaan yang
baik. Implementasi CSR merupakan bentuk
kepedulian Perusahaan untuk memberikan
kontribusi atas perkembangan dan kemajuan
bangsa.
To realize the vision “Pride of the Nation,” Bank Mega continues
to strive to implement Corporate Social Responsibility (CSR)
as a part of its application of Good Corporate Governance. The
implementation of CSR represents the Company’s concern to
make a contribution to the development of the nation.
Co r p orate So c i a l Re spo nsibility
Ta n g g ung Jawab So si al Perusaha a n
Dalam menjalankan roda perusahaan, In conducting its business operations,
Bank Mega juga berperan sebagai Good Bank Mega also plays the role of a Good
Corporate Citizen dengan menempatkan Corporate Citizen by taking on issues of social
isu-isu tanggung jawab sosial sebagai bagian responsibility as a part of normal business
dari aktivitas usahanya. Pelaksanaan CSR activities. The implementation of CSR is
dilakukan dengan memberi penekanan lebih conducted by way of assistance to improve
terhadap peningkatan kualitas kehidupan quality of life, with the commitment to make
serta komitmen untuk memberikan kontribusi a contribution to sustainable economic
terhadap peningkatan ekonomi secara development.
berkelanjutan.
In 2007, Bank Mega was consistent in applying
Selama tahun 2007, Bank Mega secara its CSR programs by way of Mega Sharing
konsisten melaksanakan program CSR melalui (Mega Berbagi), including with the donation
Mega Berbagi, diantaranya penyaluran of funds to victims of flooding in a number of
sumbangan bagi korban banjir di beberapa titik areas of Jakarta in February. In March, Bank
di Jakarta pada bulan Februari. Selanjutnya Mega inaugurated playgrounds and libraries
pada bulan Maret tahun yang sama, Bank for children living near the Bank Mega Tower.
Mega meresmikan Taman Bermain dan In August, Bank Mega conducted the Concern
Perpustakaan bagi anak-anak yang berlokasi for National Education program by donating
di samping gedung Menara Bank Mega. computers to primary schools affected by the
Selanjutnya pada bulan Agustus, Bank Mega earthquake at Yogyakarta, while in September
mengadakan kegiatan Peduli Pendidikan a banking education program was mounted
Bangsa dengan melakukan hibah komputer at SMA Al-Azhar 3 in Kebayoran Baru, South
untuk SD korban gempa di Yogyakarta yang Jakarta. Together with the Indonesian Red
kemudian disusul pada bulan September Cross, Bank Mega held blood donation
dengan penyelenggaraan edukasi perbankan programs for employees of the bank. With
di SMA Al-Azhar 3 Kebayoran Baru, Jakarta the arrival of the Muslim festival of Idul Fitri
Selatan. Bekerjasama dengan PMI Jakarta, in October, Bank Mega distributed gifts of
Bank Mega melakukan donor darah yang basic foods to low-income people, orphans
diikuti karyawan-karyawati Bank Mega. and the poor in all areas of the country. In the
Bersamaan dengan datangnya hari Raya Idul same month, Bank Mega Berbagi also made a
Fitri, pada bulan Oktober Bank Mega di seluruh donation to persons who evacuated from the
Indonesia melakukan pembagian sembako area of volcano Gunung Kelud.
186
kepada masyarakat yang kurang beruntung/ As its year-end CSR activity for 2007, in
panti asuhan/kaum dhuafa. Di bulan yang November Bank Mega held an activity called
sama, Bank Mega Berbagi juga memberikan Care for Education by means of Donation
sumbangan bagi para pengungsi di Gunung Program 1,000 Computers, making gifts of
Kelud. usable computers to the Islamic University,
Bandung (Unisba).
Sebagai kegiatan CSR akhir tahun 2007, pada
bulan November Bank Mega mengadakan
kegiatan Peduli Pendidikan melalui Program
Hibah 1.000 Komputer dengan memberikan
hibah komputer layak pakai yang diberikan
kepada Universitas Islam Bandung (Unisba).
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 187
Data Perusahaan
Cor p o rate D at a
Board of Commissioners
Risk Monitoring Committee, Audit Committee,
Remuneration & Nomination Committee
Office of the President
Director
Pres. Dir.
CFO
Treasury & International
Retail Banking Directorate Credit Directorate
Banking Directorate
Director Retail Director Credit
Director TIB
IT & Operation
Services Directorate
Chief of IT & Opt
Card Business
General
Manager
Liabilities
Corporate
& Fee Base IT Service
Business 1 Treasury Division
Management Division
Division Division Head
Division Division Head
Card Center Division Head
Division Head
Division
Division Head
Corporate
Electronic IT Development Capital Market
Business 2
Banking Division Division Services Division
Division
Division Head Division Head Division Head
Division Head
International
Commercial Operation Banking &
Business Division Service Division Financial
Division Head Division Head Institution
Division
Division Head
Credit
Consumer
Administration
Business Division
Division
Division Head
Division Head
Indirect Retail Financial
Financing Management
Division Division
Division Head Division Head
190
Struktur Organisasi
Organization Structure
Steering Committees : Credit, ALCO, Human Capital, IT,
Service, Risk Management, Product, Credit Policy
Human Capital
Risk Management &
Management & Corp.
Compliance Directorate
Services Directorate
Director RMC
Director HCMS
Network
Management
General
Corporate Manager
Human Capital
Secretary
Management &
& Service SKAI
Development
Development Division Head
Division Division
Division Head Division Head Network
Regional Offices
Management
Human Special Asset Regional
Division
Resources Management & Manager
Legal Division Division Head
Administration Restructuring
Division Head
Division Division Division
Head Division Head
Branch
Offices
Banking Credit Risk Branch
Compliance & Manager
Procurement Acquisition
GCG Division
Division Division
Division Head
Division Head Division Head
Sub Branch
Offices
Sub Branch
Property & Risk Manager
Facility Management
Management Division
Division Division Head
Division
Head
Special Unit
“KYC”
Special Dept.
Head
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 191
Tertinggi Terendah Penutupan Volume (Saham)
2007 2006 2007 2006 2007 2006 2007 2006
Kuartal Pertama Rp 2.175 Rp 2.300 Rp 2.000 Rp 2.000 Rp 2.000 Rp 2.100 478.000 1.025.500
Kuartal Kedua Rp 3.300 Rp 2.475 Rp 2.000 Rp 2.025 Rp 3.200 Rp 2.300 609.500 2.645.000
Kuartal Ketiga Rp 4.200 Rp 2.450 Rp 3.100 Rp 2.000 Rp 3.600 Rp 2.325 139.500 397.000
Kuartal Keempat Rp 3.400 Rp 2.350 Rp 3.075 Rp 2.000 Rp 3.150 Rp 2.100 398.000 252.500
Informasi Pemegang Saham
Shareholders Information
Tahun Keterangan Jumlah Saham Pencatatan
2000 Penawaran Umum Perdana 562.500.000
2001 Dividen Saham dan Saham Bonus 752.250.000
Bursa Efek Jakarta &
Bursa Efek Surabaya
2002 Penawaran Umum Terbatas I 940.230.000
2005 Dividen Saham dan Saham Bonus 1.425.388.642
Penawaran Umum Terbatas II
2006 1.625.443.188
Kronologis Pencatatan Saham
Chronology of Shareholders Listing
Nama Saham
%
PT. Mega Corpora (d/h PT. Para Global Investindo) 897.562.265 55,22
Masyarakat (kepemilikan <5%) 727.880.923 44,78
Total 1.625.443.188 100,00
Komposisi Pemegang Saham per 31 Desember 2007
Shareholders Composition as per 31 December 2007
192
Tahun Dividen per Saham (Rp) Jenis Dividen Jumlah Pembayaran (Rp) % Dividen terhadap
Laba Bersih
2002 11,27 Tunai 8.544.900.000 30%
2003 76,66 Tunai 72.080.000.000 40%
2004 113,17 Tunai 106.405.101.412 40%
2005 136,00 Tunai 127.871.280.000 40%
2005 204,13 Saham 191.929.738.359 60%
2006 - - - 0%
Kronologis Pencatatan Saham
Chronology of Shareholders Listing
Kepemilikan Saham PT Bank Mega Share ownership of PT Bank Mega Tbk
Tbk Based on Decree of the Minister for Justice
Berdasarkan SK Menteri Hukum & HAM and Human Rights No. W7-04909 HT.01.04-
Nomor: W7-04909 HT.01.04-TH.2007 tanggal TH.2007 of 2 May 2007 on Approval of
02 Mei 2007, tentang persetujuan Akta Changes in the Rules of Incorporation of
Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas Limited Liability Companies, the name of the
(terlampir) telah dilakukan perubahan nama holding company of Bank Mega was changed
PT. Para Inti Holdindo menjadi PT. CT Corpora. from PT. Para Inti Holdindo to become PT. CT
Adapun pemegang saham PT. CT Corpora Corpora. The shareholders of this company is
adalah Keluarga Chairul Tanjung Chairul Tanjung Family.
Berdasarkan SK Menteri Hukum & HAM Based on Decree of the Minister for Justice and
Nomor: C-03043 HT.01.04-TH.2007 tanggal Human Rights No. C-03043 HT.01.04-TH.2007
13 Nopember 2007, tentang persetujuan Akta of 13 November 2007 on Approval of Changes
Perubahan Anggaran Dasar Perseroan telah in the Rules of Incorporation of a Company, the
dilakukan perubahan nama PT. Para Global name PT. Para Global Investindo, the holder of
Investindo selaku pemegang saham PT. Bank 55.22% of shares in Bank Mega was changed
Mega Tbk. sebesar 55,22% menjadi PT. Mega to PT. Mega Corpora. The composition of
Corpora. Adapun komposisi pemegang saham shareholders in PT. Mega Corpora is as follows:
PT. Mega Corpora adalah: a. PT. CT Corpora 99,99 %
• PT. CT Corpora 99,99 % b. PT. Para Rekan Investama 00,01 %.
• PT. Para Rekan Investama 00,01 %.
PT. CT Corpora
(d/h PT. Para Inti Holdindo)
- Keluarga Chairul Tanjung
100%
PT. Mega Corpora
PT. Bank Mega Tbk.
(d/h PT. Para Global Investindo)
- PT. Mega Corpora 55,22%
- PT. CT Corpora 99,99%
- Publik (<5%) 44,78%
- PT. Para Rekan Investama 0,01%
PT. Para Rekan Investama
- Keluarga Chairul Tanjung
100%
Skema Kepemilikan Saham PT Bank Mega Tbk
Shares Ownership Scheme of PT Bank Mega Tbk
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 193
Dewan Ko mi s a ri s
B o a rd O f Co mmi ssi o n e r s
Chairul Tanjung Achjadi Ranuwisastra
Komisaris Utama Komisaris Independen
President Commissioner Independent Commissioner
Warga Negara Indonesia, dilahirkan di Jakarta pada Warga Negara Indonesia, dilahirkan di Kebumen
tahun 1962. Menyelesaikan pendidikan Kedokteran pada tahun 1944. Menyelesaikan pendidikan Sarjana
Gigi pada tahun 1987 di Universitas Indonesia dan Ekonomi jurusan Perusahaan, Universitas Padjadjaran,
memperoleh gelar Master of Business Administration Bandung pada tahun 1968 dan mengikuti berbagai
Executive dari IPPM pada tahun 1993. kursus di bidang perbankan di dalam maupun di luar
negeri.
Mengawali karir pada tahun 1983 sebagai Managing
Director pada CV Abadi Medical and Dental Mengawali karir dengan bergabung di Bank Ekspor
Supply. Tahun 1986 - 1987 sebagai Kepala Proyek Impor Indonesia / Bank Exim pada tahun 1969
Pembangunan Unit Perawatan Thalasemia RSCM- sebagai pegawai pimpinan dan menjabat kepala
Jakarta. Sejak tahun 1996 sampai saat ini, beliau cabang di beberapa daerah di Indonesia dan terakhir
menjabat sebagai Komisaris Utama Bank Mega. menjabat sebagai Direktur sejak tahun 1992 sampai
Pada tahun 2001 sampai sekarang beliau menjabat tahun 1997. Tahun 1998 - 1999 beliau menjabat
sebagai Komisaris Utama PT. Televisi Transformasi sebagai Wakil Komisaris Utama – Bank Danamon
Indonesia / Trans TV. Beliau juga menjabat sebagai Indonesia. Tahun 1997 - 1998 menjabat sebagai
Komisaris Utama PT. Duta Visual Nusantara Teve Komisaris Bank Mega dan pada tahun 1998 - 2004
Tujuh / Trans 7 sejak tahun 2006. Pada tahun menjabat sebagai Direktur Utama Bank Mega. Beliau
2007 beliau menjabat sebagai Komisaris Utama menjabat kembali sebagai Komisaris Bank Mega
PT. Mahagaya Perdana yang merupakan pemegang sejak tahun 2004 sampai sekarang.
lisensi branded internasional seperti Etienne Aigner,
Hugo Boss, Miu-Miu, Tods dan produk fashion
terkenal lainnya. An Indonesian Citizen, born in Kebumen in 1944. He
completed his studies with a degree in Economics
specializing in corporate business at Padjadjaran
An Indonesian Citizen, born in Jakarta in 1962. He University in Bandung in 1968, and since then has
graduated from faculty of Dentistry, University of attended a number of courses in banking both in
Indonesia in 1987 and obtained a Master degree of Indonesia and overseas.
Business Administration Executive from IPPM in 1993.
He began his career at Bank Ekspor Impor Indonesia
Beginning his career in 1983 as Managing Director / Bank Exim in 1969 as an executive officer and
of CV Abadi Medical and Dental Supply. In 1986 headed branches in a number of regions in Indonesia,
and the following year he was the Project Leader finally serving as a Director from 1992 to 1997. From
for the Thalasemia Unit Development Program at 1998 until 1999 he served as Deputy President
Jakarta’s RSCM Hospital. Since 1996 until the present Commissioner for Bank Danamon Indonesia. From
time, he has served as President Commissioner of 1997 - 1998 he was appointed a Commissioner
Bank Mega. From 2001 until now, he has served as of Bank Mega and from 1998 - 2004 he served
President Commissioner of PT. Televisi Transformasi as President Director of Bank Mega. He was re-
Indonesia / Trans TV. He has also served as President appointed as a Commissioner of Bank Mega from
Commissioner at PT. Duta Visual Nusantara Teve 2004 until now.
Tujuh / Trans 7 since 2006. In 2007 he was appointed
as President Commissioner for PT. Mahagaya
Perdana, the holder of licenses for international
brands including Etienne Aigner, Hugo Boss, Miu-Miu,
Tods and other well-known fashion products.
194
Rachmat Maulana
Komisaris Independen
Independent Commissioner
Warga Negara Indonesia, dilahirkan di Jakarta pada
tahun 1950. Menyelesaikan pendidikan terakhir
Magister Management dalam bidang Keuangan dan
Perbankan pada tahun 1996 di Universitas Airlangga
Surabaya.
Tahun 1973 memulai karir sebagai bankir di Citibank
sampai dengan tahun 1980. Tahun 1980 - 1985
bergabung dengan PT. Finconesia sebagai Sub
Manager Corporate Finance. Tahun 1985 beliau
bergabung dengan Bank Pacific sebagai Pemimpin
Cabang, sampai dengan tahun 1989. Dari tahun
1989 - 1996 bergabung dengan Bank International
Indonesia dengan jabatan terakhir sebagai Pemimpin
Wilayah Jawa Timur dan Indonesia Timur. Tahun 1996
- 1997 beliau menjabat sebagai Direktur Fuji Bank
International Indonesia dan tahun 1997 menjabat
sebagai Direktur Ritel dan Komersial Bank Nasional.
Pada tahun 1997 - 2005 beliau menjabat sebagai
Direktur Kredit Bank Mega dan sejak tahun 2005
sampai saat ini menjabat sebagai Komisaris Bank
Mega.
An Indonesian Citizen, born in Jakarta in 1950. He
finished his education with a Master of Management
degree specializing in Finance and Banking in 1996 at
Airlangga University, Surabaya.
He began his career in 1973 as a banker at Citibank,
where he worked until 1980. From 1980 until 1985
he served with PT. Finconesia as Sub-Manager
Corporate Finance. In 1985 he joined Bank Pacific as
a Branch Head, serving in that position until 1989.
From 1989 to 1996 he worked with Bank International
Indonesia, in his last position with the bank serving
as East Java and Eastern Indonesia District Head.
From 1996 to 1997 he served as a Director of Fuji
Bank International Indonesia and in 1997 became
Director of Retail and Commercial for Bank Nasional.
From 1997 until 2005 he served as Credit Director
for Bank Mega and from 2005 until the present as a
Commissioner of Bank Mega.
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 195
Dewan M a n a j e me n
B o a rd O f M an ag e me nt
Yungky Setiawan
Direktur Utama
President Director
Warga Negara Indonesia, dilahirkan di Jakarta He began his career in 1986 as Assistant Manager
pada tahun 1962. Memperoleh gelar Bachelor of in the Sales & Distribution Department of PT. Sudhi
Science Business Administration dari City University Mitra, holder of the license for Kimberly Clark
Canada pada tahun 1986. Beliau mengikuti Harvard Corporation, remaining in that position until 1987.
Executive Program di Harvard Business School, He entered the banking profession in 1988 as Card
Massachusetts tahun 1997 dan pada tahun 2003 Marketing Manager, Card Center Bank Danamon
mempelajari Strategic Marketing Planning pada Indonesia and later became Vice President Product
University of Michigan - Business School. Beliau juga and Service Development in 1997. From March until
mengikuti berbagai pendidikan dan pelatihan di September 1997 he served as President Director of
bidang perbankan di dalam maupun di luar negeri. PT. Danamon Kreasi Pariwara and from September
until December 1997 as Marketing Director of PT.
Mulai bekerja pada tahun 1986 sebagai Assistant Danamon Asuransi.
Manager Sales & Distribution Dept. di PT. Sudhi
Mitra pemegang lisensi dari Kimberly Clark In 1998 he joined Bank Mega as Director of Retail
Corporation sampai dengan tahun 1987. Mengawali Banking. From 2004 until now he has served as
karir dalam bidang perbankan pada tahun 1988 President Director of Bank Mega.
sebagai Manager Card Marketing, Card Center Bank
Danamon Indonesia dan terakhir menjabat sebagai
Vice President Product and Service Development
pada tahun 1997. Dari bulan Maret - September 1997
menjabat sebagai President Director PT. Danamon
Kreasi Pariwara dan pada bulan September -
Desember 1997, beliau menjabat sebagai Marketing
Director PT. Danamon Asuransi.
Pada tahun 1998 beliau bergabung dengan Bank
Mega sebagai Direktur Ritel Banking sampai dengan
tahun 2004. Mulai tahun 2004 sampai dengan
sekarang beliau menjabat sebagai Direktur Utama
Bank Mega.
An Indonesian Citizen, born in Jakarta in 1962. He
obtained a degree of Bachelor of Science Business
Administration from City University of Canada in
1986. He attended the Harvard Executive Program
at Harvard Business School, Massachusetts in 1997
and in 2003 studied Strategic Marketing Planning at
the University of Michigan Business School. He has
also attended a number of education and training
programs in banking both in Indonesia and overseas.
196
Suwartini Kostaman Thayib
Direktur Direktur
Director Director
Warga Negara Indonesia, dilahirkan di Prabumulih Warga Negara Indonesia, dilahirkan di Palembang
pada tahun 1953. Menyelesaikan Master of Bussiness pada tahun 1962. Menyelesaikan pendidikan
Administration di Century University, New Mexico. terakhir dalam bidang Management & Business
Memulai karir pada tahun 1978 sebagai Senior Administration di Portland State University, Oregon,
Personel Administration and Finance Officer pada Amerika Serikat, pada tahun 1991, beliau memperoleh
United Nation High Commmissioner Refugees / gelar Master of Science di Universitas yang sama
UNHCR sampai dengan tahun 1992. pada tahun 1991.
Memulai karir dalam bidang perbankan di Bank Memulai karir pada tahun 1987 sebagai Manager
Bepede Indonesia pada tahun 1992 sampai dengan Operasional di PT Program Pendidikan Teknologi
tahun 1995 menjabat sebagai Assisten Direksi. Komputer selanjutnya bekerja sebagai engineer di
Pada tahun 1995 - 1998 beliau menjabat Senior Vice berbagai perusahaan software di Indonesia. Karir
President - Pemimpin Divisi SDM dan Umum di PT beliau dalam bidang perbankan diawali di Bank
Hastin Internasional Bank. Pada tahun 1998 mulai Central Asia pada tahun 1992 dengan jabatan terakhir
bergabung dengan Bank Mega dan menjabat sebagai sebagai Deputy Division Head Consumer Banking
Senior Vice President - Pemimpin Divisi SDM, Umum pada tahun 2002. Pada tahun 2002 menjabat
dan Corporate Secretary sampai dengan tahun 2000. sebagai SVP dan Group Head Consumer Liabilities
Tahun 2000 - 2006 beliau menjabat sebagai Direktur and Electronic Banking di Bank Mandiri sampai
Kepatuhan & Umum. Dan sejak tahun 2006 sampai dengan tahun 2003. Pada tahun 2003, beliau juga
dengan sekarang beliau menjabat sebagai Direktur menjabat sebagai President Commisioner PT. AXA
Risk Management & Compliance. Mandiri Financial Services – Indonesia. Bergabung di
Bank Mega sejak tahun 2004 sebagai Direktur Retail
Banking.
An Indonesian Citizen, born in Prabumulih in 1953.
She completed her Master of Business Administration
at Century University, New Mexico. She began her An Indonesian Citizen, born in Palembang in
career in 1978 as Senior Personnel Administration 1962. He completed his education with a degree
and Finance Officer at the United Nations High in Management & Business Administration from
Commissioner for Refugees / UNHCR, retaining that Portland State University, Oregon, USA, in 1991, and
position until 1992. gained a Master of Science degree from the same
university, also in 1991.
She joined the banking industry at Bank Bepede
Indonesia in 1992 until 1995 as Assistant to the His career began in 1987 as Manager Operational
Directors. From 1995 until 1998 she worked as Senior at PT Program Pendidikan Teknologi Komputer and
Vice President – Human Resources and General then worked as an engineer at a number of software
Division Head at PT Hastin Internasional Bank. In companies in Indonesia. His career in banking began
1998 she joined Bank Mega as Senior Vice President at Bank Central Asia in 1992, with his last position
- Human Resources, General Affairs and Corporate at that bank as Deputy Division Head Consumer
Secretary Division Head, remaining in that position Banking in 2002. From 2002 until 2003 he was SVP
until 2000. From 2000 until 2006 she served as and Group Head Consumer Liabilities and Electronic
Director of Compliance and General Affairs, while Banking at Bank Mandiri. In 2003, he also served as
from 2006 until now she has served as Director for President Commisioner of PT. AXA Mandiri Financial
Risk Management & Compliance. Services – Indonesia. He joined Bank Mega in 2004
as Director of Retail Banking.
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 197
Dewan M a n a j e me n
B o a rd O f Man ag e me nt
Daniel Budirahaju J.B. Kendarto
Direktur Direktur
Director Director
Warga Negara Indonesia, dilahirkan di Jakarta pada Warga Negara Indonesia, dilahirkan di Yogyakarta
tahun 1952 memperoleh gelar Bachelor of Business pada tahun 1955, memperoleh gelar Sarjana Ekonomi
Administration di Technical College of Cologne, dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta pada tahun
Germany, pada tahun 1982. 1979. Beliau aktif mengikuti berbagai pelatihan di
bidang perbankan di luar negeri.
Memulai karirnya pada tahun 1982 sebagai
Management Trainee di European Asian Bank, Memulai karir perbankan di Bank Ekspor Impor
Hamburg, sampai dengan tahun 1984. Pada tahun Indonesia / Bank Exim pada tahun 1979 sebagai
1984 beliau bekerja di Deutsche Bank, Jakarta trainee calon pegawai pimpinan, beliau telah
dengan jabatan terakhir sebagai Head of Credit memegang berbagai jabatan di Kantor Pusat dan
Administration sampai dengan tahun 1989. Tahun sebagai pemimpin cabang dalam dan luar negeri.
1989 beliau bekerja di Bank Central Asia dengan Menjabat sebagai Direktur Treasury & International
jabatan terakhir sebagai Head of Corporate Banking Banking Bank Exim dari tahun 1998 - 1999. Dari
sampai dengan tahun 2003. Dari tahun 2003 - 2005 tahun 1999 - 2003 menjabat sebagai Executive Vice
beliau sebagai Konsultan Independen di Toronto, President Group Institution and Overseas Network
Kanada dan mulai tahun 2005 sampai dengan dan Executive Vice President Direktorat Treasury &
sekarang bergabung dengan Bank Mega menduduki Global Market Bank Mandiri. Dari tahun 2003 - 2006
jabatan Direktur Kredit. menjabat sebagai Direktur dan Senior Vice President
Treasury & International Bank Mandiri. Bergabung
dengan Bank Mega pada tahun 2007 sebagai
An Indonesian Citizen, born in Jakarta in 1952, he Direktur Treasury & International Banking.
obtained a Bachelor of Business Administration at
the Technical College of Cologne, Germany, in 1982.
An Indonesian Citizen, born in Yogyakarta in 1955,
His career began in 1982 as Management Trainee he obtained a Bachelor of Economics degree from
at European Asian Bank, Hamburg, working there Gadjah Mada University in Yogyakarta in 1979. He has
until 1984. In 1984 - 1989 he joined Deutsche Bank also attended a number of training courses in aspects
in Jakarta where he rose to become Head of Credit of banking both in Indonesia and overseas.
Administration. In 1989 he joined Bank Central Asia,
with his last position there as Head of Corporate His career began at Bank Ekspor Impor Indonesia
Banking until 2003. From 2003 until 2005 he / Bank Exim in 1979 as a management trainee, and
worked as an Independent Consultant in Toronto, was later appointed to a variety of positions at
Canada. He joined Bank Mega in 2005 until now, head office and as branch office head at domestic
where he serves as Director of Credit. and overseas branches. He was Director Treasury
& International Banking for Bank Exim from 1998
until 1999. From 1999 until 2003 he served at Bank
Mandiri as Executive Vice President Group Institution
and Overseas Network and Executive Vice President
Directorate Treasury & Global Markets. From 2003
until 2006 he was Director and Senior Vice President
Treasury & International at Bank Mandiri. He joined
Bank Mega in 2007 as Director of Treasury &
International Banking.
198
Tjutjut Bramantoro Dominador M. De Jesus Jr
Direktur Chief of IT & Operation
Director Chief of IT & Operation
Warga Negara Indonesia, dilahirkan di Probolinggo Warga Negara Philippines, lahir di Manila tahun 1947.
pada tahun 1956, memperoleh gelar Insinyur dari Pendidikan Master in Business Management, Asian
Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya pada Institute of Management, Citibank Scholar.
tahun 1980.
Mengawali karir di perbankan pada tahun 1974
Memulai bekerja pada tahun 1980 sebagai System sebagai eksecutive trainee di Citibank,NA,
Engineer, IBM Indonesia sampai dengan tahun 1985. Philippines dan jabatan terakhir adalah Senior Branch
Operations-Cebu Branch, Citibank,NA, Philippines
Karir di bidang perbankan diawali pada tahun 1985
tahun 1989. Pada tahun 1989 sebagai Vice President
sebagai Information Technology Head, Citibank N.A.
for Operations, Urban Development Bank – Manila
di Jakarta sampai dengan tahun 1995. Tahun 1995 Philippines. Tahun 1990 beliau pindah ke Bank
bergabung dengan Bank Universal sebagai Internal Danamon Indonesia, dengan jabatan terakhir pada
Audit Head sampai dengan tahun 1998. Jabatan tahun 1995 sebagai Executive Vice President for
terakhir di Bank Universal sebagai Direktur pada Technology Projects Division. Dari tahun 1996 - 1999
tahun 1999 - 2002. Pada tahun 2003 bergabung sebagai Chief Executive Officer, PT. Danamon Usaha
dengan Bank Mega sebagai Group Head dan Lestari / PT. Danamon Sanatel. Tahun 2000 – 2002
Strategic Project Leader sampai dengan tahun 2006. sebagai Direktur Financial Services Industry, Business
Pada tahun 2006 beliau diangkat sebagai Direktur Consulting, Arthur Andersen – Indonesia. Dari tahun
Human Capital Management & Corporate Services. 2002 – 2003 beliau menjabat sebagai Senior Advisor
& Internal Consultant, PT. Bank Mandiri Tbk. Dan
pada tahun 2004 - 2006 beliau menjabat sebagai
Senior Advisor, PT Bank BNI Tbk. Bergabung dengan
An Indonesian Citizen, born in Probolinggo in 1956,
Bank Mega pada tahun 2006 sebagai Chief of IT &
he obtained a degree of engineer from Technology
Operations Services.
Institute Sepuluh November, Surabaya in 1980.
He began work in 1980 as System Engineer at IBM A citizen of the Philippines, he was born in Manila
Indonesia until 1985. His career in banking began in 1947. He has a Master in Business Management
in 1985 when he was appointed as Information degree from the Asian Institute of Management as a
Technology Head, Citibank N.A. in Jakarta until 1995. Citibank Scholar.
In 1995 he joined Bank Universal as Internal Audit
Head until 1998. He was appointed as a Director of He began his career in banking in 1974 as an
Bank Universal in 1999, remaining in that position executive trainee at Citibank, NA in the Philippines
until 2002. In 2003 he joined Bank Mega as Group and rose to become Senior Branch Operations - Cebu
Head and Strategic Project Leader, retaining that Branch, Citibank, NA, the Philippines in 1989. In 1989
position until 2006. In 2006 he was appointed he became Vice President for Operations, Urban
Director of Human Capital Management & Corporate Development Bank – Manila, the Philippines. In 1990
he moved to Bank Danamon Indonesia, where he
Services.
stayed until 1995 when his position was Executive
Vice President for Technology Projects Division. From
1996 until 1999 he was Chief Executive Officer, PT.
Danamon Usaha Lestari / PT. Danamon Sanatel. From
2000 until 2002 he was Director Financial Services
Industry, Business Consulting, Arthur Andersen –
Indonesia. From 2002 until 2003 he was Senior
Advisor & Internal Consultant, PT. Bank Mandiri Tbk.
From 2004 until 2006 he was Senior Advisor, PT
Bank BNI Tbk. He joined Bank Mega in 2006 as Chief
of IT & Operations Services.
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 199
Ko mite Au d i t
Au dit Co mmi t te e
Achjadi Ranuwisastra Rachman Mawardi
Ketua Anggota Komite
Chief Committee Member
Warga Negara Indonesia Lahir di Kebumen Warga Negara Indonesia Beliau lahir di Garut, pada
tanggal 1 Maret 1944, menjabat sebagai Ketua tanggal 10 Nopember 1941. Lulus dari Fakultas
Komite Audit Bank Mega sejak tahun 2004. Beliau Ekonomi Jurusan Akuntansi, Universitas Padjadjaran
bertanggung jawab atas pemantauan dan evaluasi pada tahun 1968. Sejak tahun 1970 – 1996 bekerja di
atas perencanaan dan pelaksanaan audit serta Bank Exim Mulai dari Staf sampai menduduki Kepala
pemantauan atas tindak lanjut hasil audit dalam Biro dengan pangkat terakhir Direktur Muda dengan
rangka menilai kecukupan proses pelaporan berbagai tugas dan jabatan di bidang Pengawasan,
keuangan. Kredit Dan Operasional Perbankan. Tahun 1997 -
2004 menjabat sebagai Komisaris Bank Mega.
An Indonesian citizen, he was born in Kebumen Menjabat sebagai Anggota Komite Audit Bank
on 1 March 1944 and has been Chief of the Audit Mega sejak tahun 2004. Sebagai Anggota Komite
Committee of Bank Mega since 2004. He is Audit, beliau bertanggung jawab memantau dan
responsible for monitoring and evaluation of audit mengevaluasi pelaksanaan tugas SKAI, kesesuaian
planning and implementation and oversight of antara pelaksanaan audit dan laporan keuangan
steps taken as a result of audits as part of financial dengan standar audit dan akuntansi yang berlaku,
reporting processes. serta tindak lanjut oleh Direksi atas temuan SKAI,
akuntan publik, dan hasil pengawasan Bank
Indonesia.
An Indonesian citizen, he was born in Garut on 10
November 1941. Graduated in Accountancy from the
Faculty of Economics at Padjadjaran University in
1968, from 1970 until 1996 he worked at Bank Exim,
beginning as a Staff Officer and becoming Chief
Bureau, with his final position as Junior Director with
a variety of responsibilities and positions in the area
of Monitoring, Credit and Banking Operations. From
1997 until 2004 he has served as a Commissioner of
Bank Mega.
He has served as a Member of the Audit Committee
of Bank Mega since 2004. As a Member of the Audit
Committee, he is responsible for oversight and
evaluation of the operations of SKAI, compliance
between audit implementation and financial
reporting according to prevailing audit and
accounting standards, as well as of related steps of
the Directors on SKAI findings, the public accounting,
and oversight by Bank Indonesia.
200
Gunaryo Gunawan
Anggota Komite
Committee Member
Warga Negara Indonesia Lahir di Surabaya, pada
tanggal 5 September 1933 dan sejak tahun 1997
menjabat sebagai Anggota Komite Audit Bank Mega.
Dengan tugas mendukung Ketua dalam segala hal
yang berkaitan dengan tugas Komite.
An Indonesian citizen, he was born in Surabaya on
5 September 1933 and since 1997 has served as a
Member of the Audit Committee of Bank Mega. He is
responsible for supporting the Committee Chief in all
aspects related to the duties of the Committee.
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 201
Ko mite Pe ma n t a u R i siko
R is k M o ni to r i ng Co mmi ttee
Rachmat Maulana Mustamir Bakri
Ketua Anggota Komite
Chief Committee Member
Warga Negara Indonesia, dilahirkan di Jakarta pada Warga Negara Indonesia Lahir di Bukittinggi pada
tahun 1950. Menyelesaikan Magister Management tahun 1944. Pada tahun 1969 beliau menamatkan
dalam bidang Keuangan dan Perbankan tahun Sarjana Ekonomi dari Universitas Andalas.
1996 di Universitas Airlangga Surabaya. Sebagai Bergabung dengan Bank Indonesia pada tahun
Ketua Komite Pemantau Risiko Bank Mega sejak 12 1974 dan mengikuti pendidikan calon pengawas
Maret 2007. Beliau juga merangkap jabatan sebagai Bank Indonesia sampai dengan tahun 1976. Beliau
anggota Komite Remunerasi & Nominasi Bank Mega. mengikuti pendidikan mengenai Loan Analysis di
FDIC Washington pada tahun 1996 dan pada tahun
1996 mengikuti SESPI Bank Indonesia di Jakarta.
An Indonesian citizen, he was born in Jakarta in Sebagai anggota Komite Pemantau Risiko di Bank
1950. He received a Master of Management degree Mega terhitung mulai tanggal 12 Maret 2007.
in Finance and Banking in 1996 from Airlangga
University, Surabaya. He has served as Chief of
the Risk Monitoring Committee of Bank Mega An Indonesian citizen, he was born in Bukittinggi in
since 12 March 2007. He is also a member of the 1944 and received a Bachelor of Economics degree
Remuneration and Nomination Committee of Bank from Andalas University in 1969. He joined Bank
Mega. Indonesia in 1974, where he was trained in monitoring
with Bank Indonesia up until 1976. He also took part
in an education program on Loan Analysis at FDIC in
Washington in 1996 and in the same year took part
in SESPI Bank Indonesia in Jakarta. He became a
member of the Risk Monitoring Committee at Bank
Mega on 12 March 2007.
202
Purwo Yunianto
Anggota Komite
Committee Member
Warga Negara Indonesia Lahir di Jakarta pada tahun
1955. Mendapatkan gelar MBA pada tahun 1993 dari
University of Illinois – USA. Mengawali karir di bidang
perbankan pada tahun 1979 sebagai management
trainee di Bank Ekspor Impor Indonesia / Bank
Exim. Jabatan terakhir di Bank Exim adalah Kepala
Biro Kredit pada tahun 1999. Beliau pindah ke Bank
Mandiri sebagai Kepala Divisi Risk Management
– Financial Institution tahun 1999 - 2002. Beliau
juga mengajar MM UGM – Jakarta sejak tahun
2002 - 2006 dan dari tahun 2004 hingga saat ini
beliau menjadi Direktur Keuangan PT Tirto Bumi
Prakarsatama (jalan tol). Bergabung sebagai anggota
Komite Pemantau Risiko di Bank Mega terhitung
mulai tanggal 12 Maret 2007.
An Indonesian citizen, he was born in Jakarta in 1955
and obtained an MBA in 1993 from the University
of Illinois, USA. His career in the banking industry
began in 1979 as a management trainee at Bank
Ekspor Impor Indonesia / Bank Exim, where his
final position in 1999 was Head of Credit Bureau.
He moved to Bank Mandiri as Chief of the Risk
Management Division – Financial Institutions, holding
the position from 1999 to 2002. He also taught at the
UGM Master of Management Course in Jakarta from
2002 until 2006 and served from 2004 until now as
Finance Director for PT Tirto Bumi Prakarsatama (toll
roads). He became a member of the Risk Monitoring
Committee of Bank Mega on 12 March 2007.
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 203
Ko mite Re mu n e ra s i & No minasi
Re m u ne ration & N o mi nation Com m ittee
Achjadi Ranuwisastra Rachmat Maulana
Ketua Anggota Komite
Chief Committee Member
Warga Negara Indonesia Lahir di Kebumen tanggal Warga Negara Indonesia, dilahirkan di Jakarta pada
1 Maret 1944 menjabat sebagai Ketua Komite tahun 1950. Menyelesaikan pendidikan terakhir
Remunerasi dan Nomisasi Bank Mega sejak 24 Mei Magister Management dalam bidang Keuangan dan
2007. Beliau merangkap jabatan sebagai Ketua Perbankan pada tahun 1996 di Universitas Airlangga
Komite Audit Bank Mega. Surabaya. sebagai anggota Komite Remunerasi
dan Nominasi Bank Mega sejak 24 Mei 2007. Beliau
merangkap jabatan sebagai Ketua Komite Pemantau
An Indonesian Citizen, born in Kebumen on 1 March Risiko Bank Mega.
1944, he has served as Chief of Remuneration and
Nomination Committee of Bank Mega since 24 May
2007. He is also served as Chief of Audit Committee An Indonesian Citizen, born in Jakarta in 1950.
of Bank Mega. Completed his study in Magister Management
in Finance and Banking in 1996 in University of
Airlangga, Surabaya. He became a member of
Remuneration and Nomination Committee of Bank
Mega since 24 May 2007. He is also served as Chief
of Risk Monitoring Committee of Bank Mega.
204
S ekretaris Per usahaan
Corporate Sec retary
Ariza Sufian Dony Oskaria
Anggota Komite Sekretaris Perusahaan
Committee Member Corporate Secretary
Warga Negara Indonesia Lahir di Jakarta pada tahun Warga Negara Indonesia. Lahir di Tanah Datar tahun
1961. Menamatkan Sarjana Hukum dari Universitas 1969. Menyelesaikan pendidikan Sarjana Hubungan
Krisnadwipayana – Jakarta pada tahun 1987. Internasional – Universitas Padjadjaran, Bandung
Bergabung dengan Bank Mega tahun 2003 menjabat pada tahun 1994. Saat ini sedang mengambil
sebagai Human Resource Management Division Head program MBA pada Asian Institute of Management
dan menjabat sebagai anggota Komite Remunerasi Philippine.
dan Nominasi Bank Mega sejak 24 Mei 2007.
Mengawali karir di bidang perbankan pada tahun
1995 di Bank Universal dengan jabatan terakhir
An Indonesian citizen, he was born in Jakarta in 1961. pada tahun 2003 sebagai Branch & Card Operations
He gained a Bachelor of Laws degree from Jakarta’s Division Head. Pada tahun 2003 - 2004 bekerja di
Krisnadwipayana University in 1987. He joined Bank Bank Permata, terakhir menjabat sebagai Jakarta
Mega in 2003 as Human Resource Management Operation, E-Operation Head & Retail Banking Biz
Division Head and has served as a member of the Partner. Bergabung dengan Bank Mega pada tahun
Remuneration and Nomination Committee of Bank 2004 sebagai Operation Development Division Head
Mega since 24 May 2007. dan pada tahun 2006 menjabat sebagai Service
Quality Division Head. Beliau menjabat sebagai
Corporate Secretary & Service Development Division
Head pada tahun 2007 sampai dengan sekarang.
An Indonesian Citizen, born in Tanah Datar in 1969.
He graduated as a Bachelor of International Relations
at Padjadjaran University in Bandung in 1994. He is
currently studying for an MBA at the Asian Institute
of Management, the Philippines.
He entered banking in 1995 with Bank Universal,
with his last position at the bank in 2003 as Branch
& Card Operations Division Head. In 2003 - 2004 he
worked at Bank Permata, with his last position there
as Head of Jakarta Operation, E-Operation & Retail
Banking Biz Partner. He joined Bank Mega in 2004
as Operation Development Division Head and in
2006 was appointed Service Quality Division Head.
He has served as Corporate Secretary & Service
Development Division Head since 2007.
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 205
Produk Kami
Our Products
Bank Mega memiliki beberapa jenis produk Bank Mega possesses several products which was
yang tergolong dalam kategori sebagai berikut: grouped in the following category:
Simpanan Trade Finance
Saving Deposit and Current Accounts • Mega SKBDN
• Mega Dana Saving Account • Mega Stanby LC
• Mega Maxi Saving Account and Competitive Rate • Mega Letter of Credit
• Mega Ultima Saving Account at very competitive rate • Mega Bank Garansi
• Mega Dollar US and SIN Dollar Saving Account
• Mega Pro Individual Saving Account Treasuri
• Mega Bisnis Business Entity Current Account Treasury
• Mega Optima Current Account at Competitve Rate • Foreign Exchange Transactions (Spot, Forward &
• Mega Giro Valas US & SIN Dollar Current Account Swap)
• Mega Depo Time Deposit • Money Market
• Mega Depo Equity • Marketable Securities/Bonds
• Mega DOC On Call Deposit • SBI
• Mega Rencana Real/Installment Saving Account
• Mega Absolute Layanan
Services
• Mega ATM
Pinjaman • Mega Pass
Loans • Mega Call
• Mega Guna Multi Purpose Loan • Mega Mobile Banking
• Mega OTO Car Loan • Mega Auto Pay
• Mega Griya House Loan • Mega Internet Banking
• Mega Reno Renovation Housing Loan • Mega Tax
• Mega Medika Medical Professional Loan • Mega SDB (Safe Deposit Box)
• Mega Refund • Mega Wali Amanat
• Mega Modal Kerja Inventory Financing Cosumer Goods • Mega Concentration Account
• Mega Investasi Investment Loan • Mega PC Banking
• Mega Sindikasi Corporate and Syndication Loan • Mega Automatic PIB
• Mega PRK (Pinjaman Rekening Koran) • Mega Custody Service
Overdraft Facility • Mega Security Agent
• Mega Oto Asset Purchase • Mega Transfer
• Mega Oto Joint Financing • Mega Kliring
Consumer Mega Otto Joint Financing • Mega Inkaso
• Mega Inventory Financing • Mega Intercity Clearing
• Mega Supplier Financing • Settlement Bank
• Kredit Modal Kerja Working Capital Loan • Mega Payroll
• Kredit Modal Kerja Permanen • Mega Internet Banking
Permanent Working Capital Loan • Pembayaran Tagihan Listrik Electricity Billing Payment
• Kredit Pengusaha Kecil dan Mikro • Pembayaran Telepon dan Telepon Seluler
Micro and Small Enterprise Loan
Telephone and Cellular Billing Payment
• Kredit kepada Korporasi Primer dan Anggotanya • Mega First Priority Banking
Primary Cooperative Loan
• MoneyGram
• Pembiayaan Fasilitas Ekspor Impor
Trade Finance Facility
• Mega Implant Implant Banking Program Pembayaran dengan Kartu
Payment Card
• Jaminan dan Garansi Bank Bank Guarantee
• Credit Card Mega Visa
• Debit dan ATM Card Mega Pass
Transaksi Internasional
International Transactions
• Remittance
• Collection
206
Jaringan Cabang
Branch Networks
Kantor Pusat Kantor Cabang Kantor Cabang Pembantu
Menara Bank Mega Jakarta-Sudirman Plaza Jakarta-Gedung Jaya
Jl. Kapten Tendean Kav. 12-14A Sudirman Plaza Banking Hall 1st Floor Gedung Jaya Ground Floor
Jakarta 12790 Jl. Jend. Sudirman Kav. 76-78 Jl. MH. Thamrin No. 12
Tel.(021) 79175000 (Hunting) Jakarta 12920 Jakarta 10340
Fax.(021) 79187100 Tel.(021) 5793 5988 (Hunting) Tel. (021) 327937, 327928, 327545
Fax.(021) 5793 5959 (Hunting)
KANTOR WILAYAH JAKARTA Fax.(021) 328036
Menara Bank Mega membawahi :
Jl. Kapten Tendean Kav. 12-14A Kantor Cabang Pembantu
Jakarta 12790 Kantor Cabang Pembantu Jakarta-Tanjung Karang
Tel.(021) 79175000 (Hunting) Jakarta-Benhil Gedung Bank Exim Lantai Dasar
Fax.(021) 79187100 Jl. Benhil Raya No. 88 Jl. Tanjung Karang No.3-4A,
Jakarta 10210 Jakarta 10230
Kantor Cabang Tel.(021)) 57951661 Tel. (021) 2305364 (Hunting)
Jakarta Tendean Fax.(021) 57951663 Fax.(021) 2305360
Menara Bank Mega Lantai Dasar,
Jl. Kapten Tendean Kav. 12-14A Kantor Cabang Pembantu Kantor Cabang Pembantu
Jakarta 12790 Jakarta-BEJ Jakarta-Tanah Abang
Tel.(021) 79175000 Gedung Bursa Efek Jakarta Jl. Fachrudin Tanah Abang Bukit
Fax.(021) 79187100 Tower II Mezzanine Floor Block C No. 49, Jakarta 10200
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52 - 53 Tel. (021) 3926751 (Hunting)
membawahi : Jakarta 12190 Fax.(021) 324088, 3852324
Tel.(021) 5152008, 5152009, 5152602
Kantor Cabang Pembantu Fax.(021) 5152603 Kantor Cabang Pembantu
Jakarta-Warung Buncit Jakarta-Kramat Raya
Jl. Warung Buncit Raya 21 B/2 Kantor Cabang Pembantu Jl. Kramat Raya No 178B
Jakarta 12510 Jakarta-Chase Plaza Jakarta Pusat
Tel.(021) 7902530 Gedung Plaza Chase Lantai Dasar Tel. (021) 3144389
Fax.(021) 7902532 Jl. Jend. Sudirman Kav. 21 Fax.(021) 3144585
Jakarta 12910
Kantor Cabang Pembantu Tel.(021) 5207110 (Hunting) Kantor Cabang Jakarta-Kota
Jakarta-Gatot Subroto Fax.(021) 5207119 Jl. Pintu Besar Utara No. 31-33,
Gedung Patra Jasa Lantai Dasar Jakarta 10310
Jl. Gatot Subroto No. 32-34 Kantor Cabang Pembantu Tel. (021) 6902667 - 6913083
Jakarta 12950 Jakarta-Sampurna Square Fax.(021) 6916465
Tel.(021)52900222/224/226/227/228 Sampoerna Strategic Tower A,
Fax.(021) 52900225 Lantai Dasar membawahi:
Jl. Jendral Sudirman Kav. 45-46
Kantor Cabang Pembantu Jakarta 12930 Kantor Cabang Pembantu
Jakarta-Kemang Tel.(021) 5771123 (Hunting) Jakarta-Glodok
Wisma Bakrie CSU Lantai I Fax.(021) 5772364 Kompleks Ruko Glodok Plaza
Jl. Kemang Raya No.4, Blok G No. 5, Jakarta 11150
Jakarta Selatan Kantor Cabang Tel.(021) 6598088 (Hunting)
Tel.(021) 7180771 Jakarta-Gani Djemat Fax.(021) 6000113
Fax.(021) 7180773 Plaza Gani Djemat
Jl. Imam Bonjol No. 76-78 Kantor Cabang Pembantu
Jakarta 10310 Jakarta-Pangeran Jayakarta
Tel.(021) 3902858-59 (Hunting) Jl. Pangeran Jayakarta No.109D,
Fax.(021) 31901864 Jakarta 11110
Tel.(021) 6266735 (Hunting)
membawahi : Fax.(021) 6266683
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 207
J a r in g a n C a b a n g
B ran c h N e t wo r ks
Kantor Cabang Pembantu Kantor Cabang Pembantu Kantor Cabang Pembantu
Jakarta-Mangga Dua Jakarta-Rawamangun Jakarta-Bintaro
Komplek Ruko Harco Mangga Dua Jl. Paus No. 89 B, Rawamangun, Ruko Bintaro Sektor I, Blok E - 20
Blok E 32, Jakarta 13220 Pasanggrahan, Bintaro
Jl. Mangga Dua Raya,Jakarta Pusat Tel. (021) 4753070, 4752945 Tel.(021) 7351008 (Hunting)
Tel.(021) 6000188 (Hunting) Fax.(021) 4756277 Fax.(021) 7351012
Fax.(021) 6123162
Kantor Cabang Pembantu Kantor Cabang Pembantu
Kantor Cabang Pembantu Jakarta-Cempaka Mas Tangerang-Ciputat
Jakarta-ITC Mangga Dua Rukan Graha Cempaka Mas Blok B No. 1 Komplek Pertokoan Megamal Ciputat
ITC Mangga Dua Lantai 4 Blok A No. 14 – 15 Jl. Let. Jend. Suprapto, Jakarta 10640 Jl. Ciputat Raya Blok A/3 Ciputat 15
Jl. Mangga Dua Raya, Jakarta 14430 Tel.(021) 4222929 Tangerang 15412
Tel.(021) 62300855 Fax.(021) 4222980 Tel.(021) 7444221
Fax.(021) 62300880 Fax.(021) 7443661
Kantor Cabang Pembantu
Kantor Cabang Kelapa Gading Boulevard Raya Kantor Cabang Pembantu
Jakarta-Rasuna Said Jl. Boulevard Raya Blok CN 3 No. 3 Jakarta-Fatmawati
Menara Kadin Indonesia Lantai Dasar Kelapa Gading Jakarta 14240 Jl. R.S. Fatmawati No. 80 E - F
Jl. H.R. Rasuna Said Blok X-3 Kav. 5, Tel.(021) 45840533 Jakarta 12430
Jakarta 12950 Fax.(021) 45840660 Tel.(021) 75915141
Tel.(021) 57903637 Fax.(021) 75914868
Fax.(021) 57903638 Kantor Cabang
Jakarta-Sunter Wisma Justus Kantor Cabang
membawahi: Wisma Justus Lantai Dasar Jakarta-Hasanudin
Jl. Danau Sunter Utara Gedung Dani Prisma Lantai 1
Kantor Cabang Pembantu Blok 03 No. 27 – 28, Jakarta 14350 Jl. Sultan Hasanudin No. 47-48
Jakarta-Saharjo Tel.(021) 65830032 Jakarta 12160
Jl. Dr. Saharjo No. 107 C, Jakarta 12180 Fax.(021) 65830783 Tel.(021) 2702772, 7232772, 7232727
Tel.(021) 8305781- 2, 8312268 Fax.(021) 2702773
Fax.(021) ) 8295198 membawahi:
membawahi:
Kantor Cabang Pembantu Kantor Cabang Pembantu
Jakarta-Pasar Minggu Jakarta-Sunter Kantor Cabang Pembantu
Jl. Raya Pasar Minggu Km 17 No. 5A Ruko Sunter Mall, Sunter Agung Jakarta-Mayestik
Jakarta Selatan Jl. Danau Sunter Utara, Jl. Kyai Maja No. 53 C, Jakarta 12130
Tel.(021) 7974337 Blok G7 – 3 No. 4, Jakarta 14350 Tel.(021) 72798545
Fax.(021) 79195646 Tel. (021) 65306423-23 Fax.(021) 72798556
Fax.(021) 65306426
Kantor Cabang Pembantu Kantor Cabang Pembantu
Jakarta-Jatinegara Kantor Cabang Pembantu Jakarta-ITC Permata Hijau
Komplek Bona Gabe Blok A No. 5 Jakarta-Cempaka Putih Grand ITC Permata Hijau
Jl. Jatinegara Timur Raya 101 Jl. Letjend, Suprapto No. 60 Ruko Emerald No. 9
Jakarta 13310 Cempaka Putih, Jakarta 10520 Jl. Arteri Permata Hijau , Jakarta 12210
Tel.(021) 8515408 Tel.(021) 4225877 Tel.(021) 53663522 (Hunting)
Fax.(021) 8515438 Fax.(021) 4225887 Fax.(021) 52663516
Kantor Cabang Pembantu Kantor Cabang Kantor Cabang Pembantu
Jakarta-MT. Haryono Jakarta-Pondok Indah Jakarta-Duta Mas
Wisma Indomobil I Pondok Indah Plaza 1 Komp. Pertokoan Duta Mas Fatmawati
Jl. MT. Haryono Kav. 8, Jakarta Jl Taman Duta I Blok UA 14 Blok B1 No. 6
Tel.(021) 8520778 Jakarta 12310 Jl. RS. Fatmawati 39, Jakarta 12150
Fax.(021) 8520180 Tel.(021) 75911608 Tel.(021) 7233830 (Hunting)
Fax.(021) 75911607 Fax.(021) 7233783
Kantor Cabang Pembantu
Jakarta-Mega Plaza membawahi: Kantor Cabang
Gedung Mega Plaza, Lantai Dasar Jakarta-Roxy Mas
Jl. HR. Rasuna Said Kav. C-3 Kantor Cabang Pembantu Pertokoan Roxy Niaga Mas Blok B II No 1
Jakarta 12920 Depok-ITC Jl. KH. Hasyim Ashari, Jakarta 10150
Tel. (021) 5212929 ITC Depok Tel.(021) 6334956, 6334958
Fax.(021) 5212959 Jl. Margonda Raya No. 56, Depok Fax.(021) 6334957
Tel.(021) 77214436
Kantor Cabang Fax.(021) 77214435 membawahi:
Jakarta-Kelapa Gading
Jl. Boulevard Barat , Blok LA 1 No. 5 – 6 Kantor Cabang Pembantu Kantor Cabang Pembantu
Jakarta 14240 Cinere Jakarta-Hasyim Ashari
Tel.(021) 45854822 Jl Cinere Raya Blok A No 1 B Jl. K.H. Hasyim Ashari 9E
Fax.(021) 45854819 Cinere – Depok Jakarta 10130
Tel.(021) 7535438 Tel.(021) 6329327 (Hunting)
membawahi: Fax.(021) 7536148 Fax.(021) 6326585
208
Kantor Cabang Pembantu Kantor Kas Kantor Cabang Pembantu
Jakarta-Jembatan Lima Bekasi-Elizabeth Tangerang-BSD
Kompleks Ruko Jembatan Lima Indah Rumah Sakit Elizabeth Lantai Dasar Ruko BSD Sektor VII Blok RL No. 27
No.15E Jl. Raya Narogong 202 Tangerang 15310
Jl. K.H. Mansyur Jakarta Kemang Pratama,Bekasi 17116 Tel.(021) 5388208
Tel.(021) 6331341 (Hunting) Tel.(021) 8206399 Fax.(021) 5388211
Fax.(021) 6330785 Fax.(021) 8206590
Kantor Cabang Pembantu
Kantor Cabang Pembantu Kantor Cabang Pembantu Green Garden
Jakarta-Tanjung Duren Bekasi-Jababeka Komplek Ruko Green Garden
Jl. Tanjung Duren Raya No. 98 Ruko Jababeka 1 Shop House, Blok I – 9 No 12A
Blok L-IV Kav. 290, Jakarta 11470 Blok B 14 – 15 Jl. Panjang, Jakarta Barat 11520
Tel.(021) 5645966 Cikarang 17550 Tel.(021) 5800123
Fax.(021) ) 5645967 Tel.(021) 893 4646 Fax.(021) 5811506
Fax.(021) 893 4346
Kantor Cabang Pembantu Kantor Cabang Pembantu
Jakarta-Universitas Tarumanegara Kantor Cabang Jakarta-Kebon Jeruk Intercon
Jl. Letjend. S. Parman No. 1, Jakarta-Gunung Sahari Komplek Ruko Intercon Plaza
Lantai 1 Gedung Blok I, Grogol, Gedung Konica Lt. 1 Blok F No. 9
Jakarta 11440 Jl. Gunung Sahari No. 78 Jl. Taman Kebun Jeruk, Jakarta 11630
Tel.(021) 56963004 Jakarta 10610 Tel.(021) 58903686
Fax.(021) 56962415 Tel.(021) 4227671 (Hunting) Fax.(021) 5853789
Fax.(021) 4227617
Kantor Cabang Kantor Cabang Pembantu
Bekasi-A.Yani membawahi: Jakarta-Puri Indah
Ruko Bekasi Mas Rukan Sentra Niaga Puri Indah
Jl. Jend. Ahmad Yani Kav. A3 - 5 Kantor Cabang Pembantu Blok T - 6 No. 22 Kembangan
Bekasi 17141 Jakarta-Senen Jakarta 11610
Tel.(021) 88960133 Kompleks Segitiga Senen Blok C8 Tel.(021) 58356388
Fax.(021) 88960134 Jl. Senen Raya No. 135, Jakarta 10410 Fax.(021) 58356387
Tel.(021) 3855124 (Hunting)
membawahi: Fax.(021) 6123162 Kantor Cabang
Jakarta-Pluit
Kantor Cabang Pembantu Kantor Cabang Pembantu Jl. Pluit Kencana Raya No. 67
Cibubur-Legenda Wisata Jakarta-Pasar Baru Jakarta 14450
Ruko Little China JA-01 Jl. Sukarjo Wiryopranoto No. 7A Tel.(021) 6628873
Jl. Alternatif Trans Yogi Km. 6 Jakarta 11160 Fax.(021) 6628874
Cibubur 16967 Tel.(021) 6011885-8 (Hunting)
Tel.(021) 8235009 Fax.(021) 6011883 membawahi:
Fax.(021) 8234837
Kantor Cabang Pembantu Kantor Cabang Pembantu
Kantor Cabang Pembantu Jakarta-Lokasari Jakarta-Muara Karang
Bekasi-Juanda Komplek Pertokoan THR Lokasari Jl. Muara Karang Raya No. 50 E
Jl. Ir. H. Juanda 137 Blok A No. 5 Blok B 25 – 27 Jakarta Utara
Bekasi 17112 Jl. Mangga Besar, Jakarta 11170 Tel.(021) 6621018
Tel.(021) 8806229 Tel.(021) 6259886 Fax.(021) 6621155
Fax.(021) 8807215 Fax.(021) 6591325
Kantor Cabang Pembantu
Kantor Cabang Pembantu Kantor Cabang Jakarta-Tubagus Angke
Lippo Cikarang Jakarta-Kebon Jeruk Komp. Duta Mas Blok D9/A Kav. No. 7
Ruko Plaza Menteng Blok A6 Gedung Graha Kencana Ground Floor Jl. Tubagus Angke, Jakarta Barat
Jl. MH. Thamrin Lippo Cikarang Jl. Perjuangan No. 88 Kebon Jeruk Tel.(021) 56944575
Cikarang 17550 Jakarta 11530 Fax.(021) 56944576
Tel.(021) 89907877 (Hunting) Tel.(021) 53673982 (Hunting)
Fax.(021) 89907879 Fax.(021) 53673979 Kantor Cabang Pembantu
Jakarta-Citra Garden 2
Kantor Cabang Pembantu membawahi: Komplek Ruko Citra Niaga No. A2
Jakarta-Kalimalang Jl. Kebahagiaan, Jakarta 11830
Komplek Ruko XML (Kalimalang) No. 43 Kantor Cabang Pembantu Tel.(021) 54370788
Jl. KH. Noer Ali, Kalimalang, Bekasi 17136 Tangerang-Daan Mogot Fax.(021) 54370790
Tel.(021) 8640525 (Hunting) Jl. Daan Mogot No. 27B
Fax.(021) 8640779 Tangerang 15111 Kantor Cabang Pembantu
Tel.(021) 55772060 Jakarta-CBD Pluit
Kantor Cabang Pembantu Fax.(021) 55772063 Gedung Perwata Pluit Lantai 1
Cibubur-Citra Grand Komplek CBD PLuit
Komplek Ruko Citra Grand Blok R1 No 16 Jl. Pluit Selatan Raya, Jakarta 14450
Jl. Raya Alternatif Cibubur 17435 Tel.(021) 30027578
Tel.(021) 84592345 Fax.(021) 30027579
Fax.(021) 8452345
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 209
J a r in g a n C a b a n g
B ran c h N e t wo r ks
Kantor Cabang Pembantu Kantor Cabang Kantor Cabang Garut
Jakarta-Pantai Indah Kapuk Bandung-Supermal Jl. Ciledug No. 146
Rukan Cordoba Blok G No. 17 Bandung Supermall Kota Kulon, Garut 44112
Bukit Golf Mediterania Ground Floor Blok A 60-62 Tel.(0262) 242191
Pantai Indah Kapuk, Jakarta 14440 Jl. Gatot Subroto No. 289 Fax.(0262) 24190
Tel.(021) 55966039 Bandung 40273
Fax.(021) 55966040 Tel. (022) 9101072 (Hunting) Kantor Cabang Purwakarta
Fax.(022) 9101078 Jl. RE Martadinata No. 12
Kantor Cabang Nagri Tengah
Lampung-Laksmana Malahayati membawahi: Purwakarta 41114
Jl. Laksamana Malahayati 24 Tel.(0264) 200018
Teluk Betung, Kantor Cabang Pembantu Fax.(0264) 200019
Bandar Lampung 35224 Bandung-Buah Batu
Tel.(0721) 474668 (Hunting) Jl. Buah Batu No. 141, Bandung 40286 KANTOR WILAYAH SURABAYA
Fax.(0721) 474670 Tel.(022) 7322855 (Hunting) Jl. Raya Darmo No. 95 A
Fax.(022) 7322856 Surabaya 60265
membawahi: Tel. (031) 5688297
Kantor Cabang Pembantu Fax.(031) 5688304-5
Kantor Cabang Pembantu Bandung-Pasir Kaliki
Lampung-Kartini Jl. Pasir Kaliki No. 167, Bandung 40173 Kantor Cabang
Jl. Kartini Blok B1 No. 25 Tel.(022) 6002708 (Hunting) Surabaya-Darmo
Bandar Lampung Fax.(022) 6002707 Jl. Raya Darmo No. 95 A
Tel.(0721) 242468 Surabaya 60265
Fax.(0721) 242471 Kantor Cabang Pembantu Tel. (031) 5688297
Bandung-Kopo Fax.(031) 5688304-5
Kantor Cabang Bogor Kompleks Kopo Plaza Blok B Nomor 8
Jl. Ir. H. Juanda No. 38 – 40 Jalan Peta/Lingkar Selatan Kantor Cabang
Bogor 16122 Bandung 40264 Surabaya-Yos Sudarso
Tel.(0251) 356545 (Hunting) Tel.(022) 6002955 (Hunting) Jl. Yos Sudarso No. 17
Fax.(0251) 356546 Fax.(022) 6002957 Surabaya 60271
Tel. (031) 5310241, 5310932, 5352133
membawahi: Kantor Cabang Pembantu Fax.(031) 5480929
Bandung-Setrasari
Kantor Cabang Pembantu Setrasari Mal Ruko A7 membawahi:
Bogor-Padjajaran Jl. Ir. Sutami, Bandung
Ruko Sentra V Point Tel.(022) 2009860 (Hunting) Kantor Cabang Pembantu
Jl. Padjajaran No. 1 Blok ZC Sukasari Fax.(022) 2009854 Surabaya-Kertajaya
Bogor 16143 Jl. Kertajaya No. 65,Surabaya
Tel.(0251) 387030 Kantor Cabang Pembantu Tel.(031) 5014655-7
Fax.(0251) 387031 Bandung-Juanda Fax.(031) 5014653
Jl. Ir. H. Juanda No. 126 B, Bandung
Kantor Cabang Cilegon Tel.(022) 2532129 Kantor Cabang Pembantu
Jl. Raya SA Tirtayasa No. 17 G Fax.(022) 2532017 Surabaya-Gresik
Jombang Wetan – Cilegon 42411 Kompleks Pertokoan Multi Sarana
Tel.(0254) 388882 Kantor Cabang Pembantu Karsa Blok A No. 08
Fax.(0254) 388622 Bandung-Sudirman Jl. Gubernur Suryo, Gresik 61116
Komplek Ruko Sudirman Plaza Blok 91F Tel.(031) 3979936 (Hunting)
Kantor Cabang Pontianak Jl. Jend. Sudirman No. 66-68, Bandung Fax.(031) 3982015
Jl. H. Agus Salim No. 10 – 12 Tel.(022) 4260117
Pontianak Fax.(022) 4260116 Kantor Cabang Pembantu
Tel.(0561) 738363, 739822 (Hunting) Surabaya-Kedung Doro
Fax.(0561) 749078 Kantor Cabang Jl. Kedung Doro Nomor 105
Cirebon-Pangeran Suryanegara Surabaya 60261
KANTOR WILAYAH BANDUNG Pertokoan Cirebon Grand Center Tel.(031) 5354494 (Hunting)
Bandung Supermall Jl. Pangeran Suryanegara Fax.(031) 5354530
Ground Floor Blok A 60-62 Blok D 10-11, Cirebon
Jl. Gatot Subroto No. 289 Tel.(0231) 211110 (Hunting) Kantor Cabang Pembantu
Bandung 40273 Fax.(0231) 238800 Surabaya-Ngagel
Tel. (022) 9101072 (Hunting) Komplek RMI
Fax.(022) 9101078 Kantor Cabang Tasikmalaya Jl. Ngagel Jaya Selatan Blok D – 12
Jl. Gunung Sabeulah No. 2D Surabaya 60284
Kelurahan Yudanagara Tel.(031) 5017115
Tasikmalaya 46121 Fax.(031) 5052956
Tel.(0265) 338509
Fax.(0265) 337735
210
Kantor Cabang Pembantu Kantor Cabang Pembantu Kantor Cabang Jember
Surabaya-Mulyosari Malang-Kawi Jl. A. Yani No. 19
Jl. Mulyosari No. 360 E, Surabaya 60112 Jl. Terusan Kawi No. 2 Kav. 7 Jember 68137
Tel.(031) 5910343 Malang 65146 Tel.(0331) 481010
Fax.(031) 5912740 Tel.(0341) 576234 Fax.(0331) 481616
Fax.(0341) 576232
Kantor Cabang Kantor Cabang Blitar
Surabaya-Sungkono Kantor Cabang Jl. Cempaka No. 14
Kompleks Wonokitri Indah Kav. S 3-5 Denpasar-Teuku Umar Blitar, Jawa Timur
Jl. Mayjend Sungkono,Surabaya 60225 Jl. Teuku Umar No. 263, Tel. (0342) 816398
Tel. (031) 5619731 (Hunting) Denpasar 80113 Fax.(0342) 816397
Fax.(031) 5674654 Tel.(0361) 233236, 237137
Fax.(0361) 237136 Kantor Cabang Tulungagung
membawahi: Jl. Diponegoro No. 130
membawahi: Tulungagung, Jawa Timur
Kantor Cabang Pembantu Tel.(0355) 337066
Surabaya-Kembang Jepun Kantor Cabang Pembantu Fax.(0355) 337069
Jl. Kembang Jepun No. 180-184 Denpasar-Ubud
Surabaya 60162 Jl. Raya Ubud, Desa Kutur No. 115 Kantor Cabang Bojonegoro
Tel.(031) 3525343-46 Gianyar, Bali Jl. Untung Suropati No. 18
Fax.(031) 3552206 Tel.(0361) 977638 Bojonegoro, Jawa Timur
Fax.(0361) 977636 Tel. (0353) 893500
Kantor Cabang Pembantu Fax.(0353) 893505
Surabaya-Kapas Krampung Kantor Cabang Pembantu
Jl. Kapas Krampung No. 162 Denpasar-Gatot Subroto KANTOR WILAYAH MEDAN
Surabaya 60133 Jl. Gatot Subroto Tengah No. 296 C Kantor Cabang Bank Mega Medan
Tel.(031) 5026033 (Hunting) Denpasar Lantai 4
Fax.(031) 5025977 Tel.(0361) 424600 Jl. Kapten Maulana Lubis No. 11
Fax.(0361) 430588 Medan 20111
Kantor Cabang Pembantu Tel. (061) 4567090
Surabaya-Jemur Andayani Kantor Cabang Pembantu Fax.(061) 4567022
Jl. Jemur Andayani No. 11C Denpasar-Seminyak
Surabaya 60292 Jl. Raya Basangkasa No. 10 Kantor Cabang
Tel.(031) 8434951 (Hunting) Denpasar 80361 Medan-Maulana Lubis
Fax.(031) 8434957 Tel.(0361) 737725 Jl. Kapt. Maulana Lubis No. 11
Fax.(0361) 737728 Medan
Kantor Cabang Pembantu Tel. (061) 4511618
Surabaya-Sidoarjo Kantor Cabang Mataram Fax.(061) 4555525
Jl. A. Yani No. 41 – 43 Blok C Jl. Pejanggik No. 129
Sidoarjo Cakranegara, Mataram 83231 membawahi:
Tel.(031) 8959787 (Hunting) Tel.(0370) 648988 (hunting),
Fax.(031) 8959786 649002 (direct) Kantor Cabang Pembantu
Fax.(0370) 648990 Medan-MT. Haryono
Kantor Cabang Pembantu Jl. MT. Haryono 144-146, Medan 20212
Surabaya-HR Muhammad membawahi: Tel.(061) 4157165 (Hunting)
Komplek Ruko HR. Muhammad Fax.(061) 4157056
Square Kav. A1 Kantor Cabang
Jl. HR Muhammad 140 B-1 Jombang-Wachid Hasyim Kantor Cabang Pembantu
Surabaya 60189 Jl. K.H.Wachid Hasyim 181 Medan-Cirebon
Tel.(031) 7382805(Hunting) Jombang 61415 Jl. Cirebon No. 45 , Medan 20212
Fax.(031) 7382859 Tel. (0321) 861473, 861602, 862133 Tel.(061) 4555525 (Hunting)
Fax.(0321) 861282 Fax.(061) 4555508
Kantor Cabang
Malang-Suprapto Kantor Cabang Kantor Cabang Pembantu
Jl. Jaksa Agung Suprapto No. 27 Kediri-Erlangga Medan-Pulo Brayan
Malang 65111 Jl. Erlangga No. 19, Kediri 64122 Jl. Yos Sudarso Komodor Laut No. 16
Tel. (0341) 361653 (Hunting) Tel. (0354) 694009 (Hunting) E/F, Medan 20116
Fax.(0341) 361658 Fax.(0354) 694010 Tel.(061) 6636110
Fax.(061) 6636106
membawahi:
Kantor Cabang Madiun Kantor Cabang
Kantor Cabang Pembantu Jl. Panglima Sudirman No. 23 Batam-Imam Bonjol
Malang-Gatot Subroto Madiun Gedung Dana Graha
Jl. Gatot Subroto No. 21, Malang Tel. (0351) 483678 Jl. Imam Bonjol, Nagoya
Tel.(0341) 343877 (Hunting) Fax.(0351) 483676 Batam
Fax.(0341) 343873 Tel. (0778) 459075(Hunting)
Fax.(0778) 450362
membawahi:
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 211
J a r in g a n C a b a n g
B ran c h N e t wo r ks
Kantor Cabang Pembantu Kantor Cabang membawahi:
Batam Mukakuning Padang-Moch. Yamin
Wisma Batamindo Lt. 1 No. 6 Jl. Jend. Sudirman No. 42 B - C Kantor Cabang Pembantu
Jl. Rasamala 1, Mukakuning Padang 25128 Banjarmasin–Banjarbaru
Batam 29433 Tel. (0751) 20999 Jl. Jend. A. Yani Km. 36.5
Tel.(0770) 612999 Fax.(0751) 23099 Banjarbaru, Banjarmasin
Fax.(0770) 612755 Tel.(0511) 4787575
Kantor Cabang Tanjung Pinang Fax.(0511) 4787585
Kantor Cabang Jl. Merdeka No.1
Palembang-Kapten A. Rivai Tanjung Pinang, Riau Kantor Cabang Pembantu
Jl. Kapten A. Rivai No. 31F Tel. (0771) 313911 Banjarmasin–A. Yani
Palembang 30129 Fax.(0771) 314419 Jl. Jend. A. Yani Km. 3.5 No. 66 A
Tel.(0711) 373160 (Hunting) Karang Mekar – Banjarmasin
Fax.(0711) 354140 KANTOR WILAYAH MAKASSAR Tel.(0511) 3263399
Ruko Metro Square Blok C No. 42 Fax.(0511) 3266681
membawahi: Jl. Veteran Utara
Makassar 90141 Kantor Cabang
Kantor Cabang Pembantu Manado–Tendean
Palembang-Sayangan Kantor Cabang Kompleks Mega Mas Blok I B1No. 1
Jl. Sayangan No. 72, Kelurahan 16 Ilir Makasar-Achmad Yani Boulevard Raya, Manado - 95111
Palembang Jl. Ahmad Yani No. 7, Makasar Tel.(0431) 840011 (Hunting)
Tel.(0711) 375838 Tel.(0411) 323232 (Hunting) Fax.(0431) 840017
Fax.(0711) 375607 Fax.(0411) 336122
membawahi:
Kantor Cabang Pembantu membawahi:
Palembang-PTC Kantor Cabang Pembantu
Mal Palembang Trade Center (PTC) Kantor Cabang Pembantu Manado-UNSRAT
Blok 18 Makassar–Achmad Yani Jl. Raya Kampus UNSRAT
Jl. R. Sukamto No. 8A Jl. Achmad Yani No. 43, Makassar Manado
Palembang 30114 Tel.(0411) 318356 Tel.(0431) 821790
Tel.(0711) 382382 Fax.(0411) 318107 Fax.(0431) 821590
Fax.(0711) 382234
Kantor Cabang Pembantu Kantor Cabang
Kantor Cabang Makassar–Panakukang Samarinda–Agus Salim
Pekanbaru-Sudirman Jl. Raya Boulevard Jasper II No. 45 C Jl. H. Agus Salim 3B-C
Jl. Jenderal Sudirman No. 450 Panakukang, Makassar Samarinda 75117
Pekanbaru Tel.(0411) 425036 (Hunting) Tel.(0541) 748899 (Hunting)
Tel.(0761) 885888 (Hunting) Fax.(0411) 425037 Fax.(0541) 736919
Fax.(0761) 885757
Kantor Cabang Pembantu membawahi:
membawahi: Makassar–Metro Square
Jl. Veteran Utara Kompleks Ruko Kantor Cabang Pembantu
Kantor Cabang Pembantu Makassar Square, Blok B No. 7 Samarinda–S. Parman
Pekanbaru-Riau Makassar 90141 Komplek Ruko Simpang Dr. Sutomo
Jl. Riau No. 58 B, Kampung Baru Tel.(0411) 326565 Petak 12
Pekanbaru Fax.(0411) 325212 Jl. S. Parman No. 1, Samarinda 75123
Tel.(0761) 33299 Tel.(0541) 201222 (Hunting)
Fax.(0761) 38600 Kantor Cabang Balikpapan Fax.(0541) 202048
Jl. Ahmad Yani No. 33 - 34
Kantor Cabang Balikpapan 76123 Kantor Cabang Kendari
Jambi-Gatot Subroto Tel.(0542) 441357 (Hunting) Jl. A. Yani No. 30 AB Blok A3-A4
Jl. Jenderal Gatot Subroto No. 102-104 Fax.(0542) 441586 Kendari 93117
Jambi Tel.(0401) 333232
Tel.(0741) 50769 (Hunting) membawahi: Fax.(0401) 328733
Fax.(0741) 24008
Kantor Cabang Pembantu Kantor Cabang Palu
membawahi: Balikpapan-Sudirman Jl. Jend. Sudirman No. 15
Komplek Balikpapan Permai No. 9 Besusu Tengah, Palu 94111
Kantor Cabang Pembantu Jl. Jenderal Sudirman, Balikpapan 76114 Tel.(0451) 465408
Jambi-Wiltop Tel.(0542) 443448 (Hunting) Fax.(0451) 465407
Komplek Wiltop Fax.(0542) 443449
Jl. Sultan Thata No. 29 – 30, Jambi
Tel.(0741) 7837169 Kantor Cabang KANTOR WILAYAH SEMARANG
Fax.(0741) 7837168 Banjarmasin–Lambung Mangkurat Gedung Griya Bina Artha Lantai 2
Jl. Lambung Mangkurat No. 45, 46 & 48 Jl. Pemuda 142
Banjarmasin Semarang 50132
Tel.(0511) 3366460 (Hunting)
Fax.(0511) 3366462
212
Kantor Cabang membawahi: Kantor Cabang Sampit
Semarang-Pemuda Jl. Ahmad Yani No. 51
Jl. Pemuda No. 108 Kantor Cabang Pembantu Sampit 74322
Semarang 50133 Yogyakarta-Sriwedani Tel. (0531) 32523
Tel.(024) 3587050 (Hunting) Jl. Sriwedani No. 6 ABC Fax. (0531) 32051
Fax.(024) 3549371 Yogyakarta 55122
Tel. (0274) 554949 (Hunting) / 555609 Kantor Cabang Gorontalo
membawahi: Fax.(0274) 557420 Jl. Ahmad Yani No. 139
Gorontalo 96114
Kantor Cabang Pembantu Kantor Cabang Kudus Tel. (0435) 824999
Semarang-Peterongan Komplek Pertokoan Ahmad Yani No. 15 Fax. (0435) 830462
Komplek Ruko Plaza Peterongan Jl. Ahmad Yani, Kudus
Jl MT Haryono No 719 Blok A 12 Tel.(0291) 446458 Kantor Cabang Mamuju
Semarang 50242 Fax.(0291) 446369 Jl. Andi Pangerang Pettarani No. 45
Tel.(024) 8413255 Mamuju 91511
Fax.(024) 8413236 membawahi: Tel. (0426) 22433
Fax. (0426) 22290
Kantor Cabang Pembantu Kantor Cabang Pembantu Pati
Semarang-Suari Jl. Panglima Sudirman No. 87 Kantor Cabang Palopo
Ruko Suari Blok D Pati 59111 Jl. Kelapa No. 60
Jl. Suari No. 7, Semarang Tengah Tel. (0295) 385663 Palopo 91921
Semarang 50137 Fax.(0295) 386223 Tel. (0471) 23000
Tel.(024) 3522992 Fax. (0471) 21002
Fax.(024) 3522995 Kantor Cabang Pekalongan
Jl. KH. Mansyur No. 30 Blok 5 & 6 Kantor Cabang Probolinggo
Kantor Cabang Purwokerto Pekalongan Jl, Sukarno Hatta No. 35
Komplek Ruko Kranji Megah Tel.(0285) 431238 Probolinggo 67211
Jl. Jend. Sudirman No. 393 Fax.(0285) 431239 Tel. (0355) 437929
Purwokerto Fax. (0355) 437922
Tel.(0281) 642726 Kantor Cabang Tegal
Fax.(0281) 642741 Jl. Gajah Mada No. 103 Kantor Cabang Tarakan
Pekauman – Tegal Barat, Jawa Tengah Jl. Jend. Sudirman No. 2
membawahi: Tel.(0283) 324545 Tarakan – 77111
Fax.(0283) 324600 Tel. (0551) 21108 (Hunting)
Kantor Cabang Pembantu Cilacap Fax. (0551) 22558
Ruko A. Yani Square No. 2 – 3 Kantor Cabang Pembantu
Jl. A. Yani No. 391 Sumbawa Kantor Cabang Banyuwangi
Cilacap 53213 Jl. Diponegoro No. 55, Sumbawa Jl. Ahmad Yani No. 46
Tel.(0282) 520366 Tel.(0371) 626669 Lingkungan Mulyosari
Fax.(0282) 520122 Fax.(0371) 626660 Banyuwangi 68414
Tel. (0333) 419288(hunting)
Kantor Cabang Kantor Cabang Sorong Fax. (0333) 419282
Solo–Slamet Riyadi Jl. Sudirman No. 60, Sorong 98415
Jl. Slamet Riyadi No. 323 Tel.(0951) 331731 Kantor Cabang Ketapang
Solo 57142 Fax.(0951) 331922 Jl. Let. Jend R. Suprapto No. 159
Tel.(0271) 733660 Ketapang
Fax.(0271) 733662 Kantor Cabang Timika Tel. (0534) 3037099 (Hunting)
Jl. Cendrawasih No. 99, Timika 99910 Fax. (0534) 3037098
membawahi: Tel.(0901) 324234
Fax.(0901) 324233 Kantor Cabang Sukabumi
Kantor Cabang Pembantu Jl. Sudirman No.49
Solo–Urip Sumoharjo Kantor Cabang Merauke Sukabumi 43121
Jl. Urip Sumoharjo No. 47, Solo Jl. Raya Mandala No. 330, Merauke 99611 Tel. (0266) 215500 (Hunting)
Tel.(0271) 662668 Tel.(0971) 324500 Fax. (0266) 233222
Fax.(0271) 662601 Fax.(0971) 324566
Kantor Cabang Pembantu
Kantor Cabang Pembantu Klaten Kantor Cabang Pembantu Medan Petisah
Jl. Pemuda Selatan No. 119 Serang Jl. Sultan Iskandar Muda No. 137
Klaten 57412 Jl. Ahmad Yani No. 15 Medan 20119
Tel.(0272) 329242 Serang 42151 Tel. (061) 4664676 (Hunting)
Fax.(0272) 329241 Tel. (0254) 216070 Fax. (061) 4564611
Fax. (0254) 216027
Kantor Cabang
Yogyakarta-Sudirman Kantor Cabang Bengkulu
Jl. Jendral Sudirman No. 44 Jl. Jend Sudirman No. 237
Yogyakarta 55224 Bengkulu 36115
Tel.(0274) 548622 (Hunting) Tel. (0736) 347088
Fax.(0274) 548623 Fax. (0736) 25543 open in the first quarter of 2008
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 213
Per t a n ggu n gj awa b a n Lapo ran Keuangan
M an a g emen t Re sp o nsi b ility On Fina nc ial Report
Laporan Tahunan ini, berikut laporan keuangan This Annual Report, including the financial reports
dan informasi lain yang terkait merupakan and other related informations is the responsibility
tanggung jawab manajemen PT. Bank Mega Tbk. of the management of PT. Bank Mega Tbk. and as
dan ditandatangani oleh seluruh anggota Dewan such has been signed by all members of the Board of
Komisaris dan Direksi di bawah ini. Commissioners and Board of Directors, whose names
are shown below.
Board of Commissioners Board of Directors
Dewan Komisaris Dewan Direksi
Chairul Tanjung Yungky Setiawan Daniel Budirahaju
Komisaris Utama Direktur Utama Direktur
President Commissioner President Director Director
Achjadi Ranuwisastra Suwartini J.B. Kendarto
Komisaris Independen Direktur Direktur
Independent Commissioner Director Director
Rachmat Maulana Kostaman Thayib Tjutjut Bramantoro
Komisaris Independen Direktur Direktur
Independent Commissioner Director Director
214
Laporan Keuangan
Financial Statements
P T B a n k Mega Tbk
3 1 D es emb e r 2 0 07 d an 2 006
31 Decem ber 2007 and 2006
B A N K M E G A L A P O R A N TA H U N A N 2 0 0 7 A N N U A L R E P O R T 215
Laporan Keuangan Financial Statements
Beserta Laporan Auditor Independen With Independent Auditor’s Report
Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Year Ended
31 Desember 2007 December 31, 2007
Dengan Angka Perbandingan With Comparative Figures
Untuk Tahun 2006 For 2006
PT. Bank Mega Tbk. PT. Bank Mega Tbk.
216
Related docs
Other docs by kte19424
Get documents about "