Docstoc

Budidaya tanaman sehat Banjir Pengamatan Kekeringan Pelestarian musuh alami Petani ahli KATA PENGANTAR

Document Sample
Budidaya tanaman sehat Banjir Pengamatan Kekeringan Pelestarian musuh alami Petani ahli KATA PENGANTAR Powered By Docstoc
					Budidaya tanaman
      sehat          Banjir




   Pengamatan       Kekeringan




Pelestarian musuh
      alami




    Petani ahli
                               KATA PENGANTAR


     Pemerintah pada Tahun 2010 telah menetapkan sasaran indikatif
produksi padi sebesar 66,680 juta ton gabah kering giling (GKG), guna
memenuhi kebutuhan pangan seiring dengan semakin meningkatnya
jumlah penduduk. Kenaikan angka ini cukup signifikan dibandingkan
dengan sasaran produksi tahun 2009 yaitu 63,525 juta ton GKG.
Sehubungan dengan hal tersebut, tugas dan tanggung jawab
perlindungan tanaman pangan dalam pengamanan produksi guna
tercapainya sasaran produksi yang telah ditetapkan semakin berat. Oleh
karena itu, perlu dilakukan pengawalan pertanaman yang lebih intensif,
untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kerusakan dan kerugian
yang ditimbulkan oleh Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) dan
Dampak Perubahan Iklim (DPI).
    Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan sebagai institusi yang
bertanggungjawab terhadap kegiatan pengamanan produksi, telah
merancang beberapa kegiatan pokok untuk dilaksanakan oleh pusat dan
daerah. Kegiatan pokok tersebut terangkum dalam Program Peningkatan
Ketahanan Pangan.
    Agar kegiatan yang telah dirancang dapat dilaksanakan sesuai
dengan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan, perlu disusun
Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010
sebagai acuan bagi pelaksana kegiatan. Dengan demikian, penanggung
jawab dan pelaksana kegiatan diharapkan dapat melaksanakan kegiatan
sesuai dengan ketentuan dan kaidah-kaidah yang telah ditetapkan dalam
buku pedoman pelaksanaan ini.


                                        Jakarta, Desember 2009
                                   Direktur Jenderal Tanaman Pangan



                                         Ir. Sutarto Alimoeso, MM
                                       NIP. 19490625.197603.1.001


 Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010           i
                                     DAFTAR ISI


  KATA PENGANTAR                                                        i
  DAFTAR ISI                                                           ii
  DAFTAR TABEL                                                         iii
  DAFTAR LAMPIRAN                                                      iv

I.    PENDAHULUAN………………………………………………………...                              1
      A. Latar Belakang ……………………………………………………….                         1
      B. Tujuan dan Sasaran …………………………………………………                        4
II.   PENGAMANAN PRODUKSI TANAMAN PANGAN………………..                       4
      A.
           asaran Produksi Tanaman Pangan Tahun 2010………………..           4
      B.
           perasional Perlindungan Tanaman Pangan …………………….            6
III. KEGIATAN PERLINDUNGAN TANAMAN PANGAN……………...                      8
      A.
           inas Pertanian Propinsi …………………………………………...                 8
           1.
                perasional Penanganan OPT dan DPI ………………………            8
           2.
                perasional Pengamatan OPT, DPI serta Pengawasan
                Penggunaan Pupuk dan Bahan Pengendalian OPT ………… 12
      B.
           nit Pelaksana Teknis Dinas-Balai Proteksi Tanaman Pangan
           dan Hortikultura (UPTD-BPTPH) ………………………………….. 16
           1.
                perasional UPTD-BPTPH ……………………………………..                 16
           2.
                perasional Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan-
                Pengamat Hama dan Penyakit (POPT-PHP)……                23
           3.
                ekolah Lapangan Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT)…     26
           4.                                                          32
  Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010           ii
              ekolah Lapangan Iklim (SLI) …………………………………..
         5.
              encanangan Gerakan Pengendalian OPT di Sentra
              Produksi…………………………………………………………… 38
IV. EVALUASI DAN PELAPORAN ………………………………….......                    42
V.    PENUTUP ……………………………………………………………….                            44



                                 DAFTAR TABEL




     1. Sasaran Produksi Tanaman Pangan Tahun 2010 ……………..         5


     2. Rincian Alokasi Biaya Operasional Pengamatan (BOP) untuk
        Petugas THL POPT-PHP …………………………………………                      15


     3. Rincian Alokasi Biaya Operasional Pengamatan (BOP) untuk
        Petugas POPT-PHP (PNS) ……………………………………...                   25


     4 Rincian Alokasi Biaya Operasional Pengamatan (BOP) untuk
        Petugas POPT-PHP (Honorer)…………………………………..                  25




 Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010        iii
                               DAFTAR LAMPIRAN


1.    Surat Keputusan Direktur Jenderal Tanaman Pangan tentang
      oman Pelaksanaan Kegiatan POPT-PHP dan THL TB POPT-
      PHP Tahun 2010 …………………………………………………..                                 45
2.    Daftar Nama-nama Petugas THL TB POPT-PHP………………                       77
3.    Daftar Nama-Nama Petugas TB POPT-PHP (Honorer) ………                   114
4.    Rencana Sebaran Lokasi Pelaksanaan SLPHT tahun 2010 …                116
5.    Rencana Sebaran Lokasi Pelaksanaan SL Iklim tahun 2010…              129
6.    Topik Khusus Pelaksanaan SLPHT Padi ……………………….                       135
7.    Matrik Kualitas Untuk Kegiatan Latihan SLPHT .....................   137
8.    Laporan Awal : Rencana Pelaksanaan Kegiatan SLPHT/SLI
      Tanaman Pangan …………………………………………………. 138
9.    Laporan Kemajuan : Rencana Pelaksanaan Kegiatan
      SLPHT/SLI Tanaman Pangan …………………………………… 139
10.   Laporan Akhir : Rencana Pelaksanaan Kegiatan SLPHT/SLI
      Tanaman Pangan …………………………………………………. 140
11.   Rencana Pencanangan Gerakan Pengendalian OPT Tahun
      2010 ………………………………………………………………… 141
12.   Inventarisasi Pengembangan dan Penerapan Teknologi
      Pengendalian OPT pada Tanaman Pangan …………………… 142
13.   Keadaan Stok Pestisida ………………………………………….. 143
14.   Data Sumberdaya Manusia Perlindungan Tanaman Tahun
      2010 Berdasarkan Jenjang Karir ………………………………... 144
15.   Keragaan Sumberdaya Manusia Perlindungan Tanaman
      Pangan Tahun 2010 – 2019 ……………………………………... 145
  Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                iv
16.   Data Brigade Proteksi Tanaman (BPT) …………………………            146
17.   Data Laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit/
      Laboratorium Agens Hayati (LPHP/LAH) ………………………. 147
18.   Data Pos Pelayanan Agens Hayati (Pos PAH) ……………….. 148
19.   Data Sarana Kerja R-2 dan Roda-4 (Kendaraan Dinas) ……..   149
20.   Data Dasar Luas Wilayah Kerja (Ha) POPT-PHP (PNS,
      Honorer, dan THL POPT-PHP) Tahun 2010 ………………….. 150

21.   Form 1 Simonev: Perkembangan Pelaksanaan Kegiatan
      SLPHT/SLI Tahun 2010 …………………………………………. 151
22.   Form 2 Simonev: Perkembangan Pelaksanaan Pembayaran
      Honorarium POPT-PHP Honorer dan BOP POPT-PHP
      (Honorer dan PNS) ……………………………………………….. 152
23.   Form 3 Simonev: Perkembangan Pelaksanaan Pembayaran
      Honorarium dan BOP THL POPT-PHP ………………………… 153
24.   Form 4 Simonev: Perkembangan Pelaksanaan Bantuan
      Sarana Pengendalian OPT dan DPI ……………………………. 154




  Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010      v
                                I.   PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
    Dinamika pembangunan tanaman pangan yang berkembang saat ini,
dihadapkan pada berbagai tantangan seperti perubahan lingkungan
strategis baik secara nasional maupun global, revitalisasi bidang
pertanian, dan lain-lain. Sehubungan dengan upaya pemenuhan
kebutuhan pangan nasional, tugas dan tanggung jawab perlindungan
tanaman pangan dalam rangka pengamanan produksi untuk pencapaian
produksi tanaman pangan sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan
semakin berat. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengawalan yang lebih
intensif, tepat, terintegrasi, dan berkesinambungan yang melibatkan
seluruh pihak terkait guna meminimalkan kehilangan hasil akibat
gangguan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) dan Dampak
Perubahan Iklim (DPI).
    Dalam rangka pengamanan produksi tanaman pangan dan
peningkatan daya saing produk tanaman, perlindungan tanaman pangan
merupakan bagian penting yang berperan dalam menjaga kuantitas,
kualitas, dan kontinyuitas hasil yang berkaitan erat dengan penanganan
gangguan OPT dan DPI yang merupakan dua aspek kegiatan utama.
Oleh karena itu, perlindungan tanaman pangan menjadi salah satu kunci
keberhasilan dalam peningkatan produktivitas dan produksi tanaman
pangan baik di tingkat on farm maupun off farm.
    Terhadap gangguan OPT, perlindungan tanaman pangan berperan
dalam mengelola OPT agar tidak menimbulkan kerugian secara
ekonomis, sedangkan terhadap DPI berfungsi mengantisipasi dan mitigasi
penanganan terjadinya dampak perubahan iklim berupa kekeringan,
banjir, dan bencana alam lainnya seperti longsor, badai, dan lainnya.
Sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang nomor 12 Tahun
1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman yang dijabarkan dalam
Peraturan Pemerintah nomor 6 tahun 1995 tentang Perlindungan
Tanaman, dan Keputusan Menteri Pertanian Nomor: 887/Kpts/OT.210/9/
1997 tentang Pedoman Pengendalian OPT, operasional perlindungan
tanaman pangan dilaksanakan sesuai dengan konsep Pengendalian
Hama Terpadu (PHT) dan menjadi tanggung jawab masyarakat bersama
pemerintah.

Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010          1
    Dalam upaya memenuhi kebutuhan pangan nasional sejalan dengan
pertambahan jumlah penduduk, sasaran indikatif produksi tanaman
pangan utama pada tahun 2010 sebagai berikut: padi sebesar 66,680 juta
ton GKG, jagung 19,800 juta ton pipilan kering dan kedelai sebesar 1,300
juta ton biji kering. Sehubungan dengan hal tersebut, tugas dan
tanggungjawab perlindungan tanaman pangan dalam rangka pengaman-
an produksi untuk pencapaian produksi sesuai dengan sasaran yang
telah ditetapkan semakin berat. Oleh karena itu, perlu dilakukan
pengawalan yang lebih intensif, tepat, dan berkesinambungan ke seluruh
areal pertanaman yang ada guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya
kerusakan akibat gangguan OPT maupun DPI berupa banjir dan
kekeringan.

    Secara makro kerugian yang diakibatkan oleh OPT utama maupun
DPI masih memungkinkan untuk diminimalisasi. Berdasarkan data rerata
5 tahun terakhir luas serangan OPT pada tanaman pangan (2004 - 2008),
secara nasional areal tanaman pangan yang terkena serangan OPT
utama tercatat seluas 379.524 ha (puso: 4.109 ha), dengan rincian
sebagai berikut: 1) padi seluas 350.065 ha (puso: 3.532 ha) namun
kejadian dilapangan telah melampaui rata-rata karena pada data tahun
2004 terjadi ektrim sehingga angka reratanya rendah, 2) jagung: 17.737
ha (puso: 516 ha), 3) kedelai: 6.628 ha (puso: 45 ha), dan 4) kacang
tanah: 5.094 ha (puso: 16 ha). Data sementara pada tahun 2009,
menunjukan bahwa luas areal tanaman pangan yang terkena serangan
OPT adalah 436.433 ha (puso: 3.026 ha) dengan rincian pada tanaman
1) padi: 423.540 ha (puso: 3.010 ha), 2) jagung: 9.039 ha (puso: 6 ha),
dan 3) kedelai: 3.854 ha (puso: 10 ha).

    Rerata luas areal tanaman pangan yang terkena Dampak Perubahan
Iklim (DPI) pada tanaman pangan (2004 - 2008) tercatat seluas 717.783
ha (puso: 130.859 ha), rincian terkena banjir seluas 335.766 ha (puso:
99.586 ha) terdiri dari tanaman 1) padi: 309.859 ha (puso: 99.586 ha),
2) jagung: 17.299 ha (puso: 7.028 ha), 3) kedelai: 6.561 ha (puso: 1.785


Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010            2
ha), dan 4) kacang tanah: 2.047 ha (puso: 261 ha), sedangkan kerusakan
akibat kekeringan mencapai 382.017 ha (puso: 22.199 ha), dengan
rincian sebagai berikut: 1) padi: 311.885 ha (puso: 61.344 ha), 2) jagung:
51.463 ha (puso: 3.610 ha), 3) kedelai: 7.062 ha (puso: 310 ha), dan
4) kacang tanah: 11.607 ha (puso: 510 ha). Data sementara pada tahun
2009, menunjukkan bahwa luas areal tanaman pangan yang terkena DPI
tahun 2009, terkena seluas 552.814 ha (puso: 105.306 ha). Banjir
adalah: 232.726 ha (puso: 74.776 ha) dengan rincian pada tanaman
1) padi: 208.184 ha (puso: 65.228 ha), 2) jagung: 11.799 ha (puso: 2.934
ha), dan 3) kedelai: 12.596 ha (puso: 6.568 ha); kekeringan tercatat
adalah: 330.088 ha (puso: 30.530 ha) dengan rincian pada tanaman
1) padi: 222.049 ha (puso: 17.769 ha), 2) jagung: 90.976 ha (puso: 11.128
ha), 3) kedelai: 7.172 ha (puso: 1.499 ha); dan 4) kacang tanah: 9.891 ha
(puso: 134 ha).

    Selain itu, seiring dengan pemekaran wilayah di era otonomi daerah
dan meningkatnya permasalahan penggunaan sarana produksi, jumlah
Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan-Pengamat Hama dan
Penyakit (POPT-PHP) juga belum mencapai kondisi ideal. Kebutuhan
petugas tersebut telah diupayakan melalui perpanjangan kontrak kerja
Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu (THL TB) POPT-PHP sampai
dengan Desember 2010. Diharapkan THL TB POPT-PHP tersebut dapat
membantu dan melaksanakan tugas POPT-PHP dalam mengamati OPT
dan DPI, serta mengawasi penggunaan pupuk dan bahan pengendali
OPT di tingkat lapangan.

    Kebijakan, strategi, program dan kegiatan serta langkah-langkah
operasional yang telah ditetapkan diharapkan dapat mendukung upaya
pengamanan produksi tanaman pangan tahun 2010 sesuai dengan
sasaran yang telah ditetapkan. Untuk mewujudkan keberhasilan upaya
pengamanan produksi, dukungan dari seluruh instansi terkait maupun
stakeholders dibidang perlindungan tanaman pangan sangat diharapkan.



Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010              3
B. Tujuan dan Sasaran

   Berdasarkan latar belakang di atas, maka ditetapkan tujuan dan
sasaran yang ingin dicapai, sebagai berikut:

1. Tujuan
    a. Menyediakan acuan untuk menjabarkan program dan kegiatan
       perlindungan tanaman pangan ke dalam kegiatan operasional.
    b. Meningkatkan koordinasi dan keterpaduan antara pusat dan
       daerah, sehingga efektivitas dan efisiensi pelaksanaan kegiatan
       perlindungan tanaman pangan dapat tercapai.

2. Sasaran
    a. Terlaksananya program dan kegiatan perlindungan tanaman
       pangan secara efektif dan efisien.
    b. Tercapainya keterpaduan pelaksanaan kegiatan perlindungan
       tanaman pangan antara pusat dan daerah serta antar daerah.
    c. Meningkatnya kinerja perlindungan tanaman pangan.



          II. PENGAMANAN PRODUKSI TANAMAN PANGAN

     Dalam rangka pengamanan produksi tanaman pangan sesuai dengan
sasaran yang telah ditetapkan, tugas dan tanggung jawab perlindungan
tanaman pangan dimasa mendatang semakin berat dan kompleks. Oleh
karena itu, perlu dilakukan pengawalan yang lebih intensif, tepat,
terintegrasi, dan berkesinambungan yang melibatkan seluruh pihak terkait
guna meminimalkan kehilangan hasil akibat gangguan OPT dan DPI.

A. Sasaran Produksi Tanaman Pangan Tahun 2010

    Sasaran luas areal tanam, luas panen, produktivitas, produksi, dan
inovasi teknologi tanaman pangan yang perlu mendapatkan pengamanan
secara intensif dan terintegrasi pada tahun 2010, adalah sebagai berikut:


Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010             4
Tabel 1. Sasaran Produksi Tanaman Pangan Tahun 2010

                             L. Tanam        L. Panen        Produktivitas    Produksi
  No         Komoditi
                             (Juta ha)       (Juta ha)         (kw/ha)       (Juta Ton)
   1     Padi                   12.602         12.002             55.56        66.680
   2     Jagung                  4.412           4,200            47.14        19.800
   3     Kedelai                   920            874             14.90         1.300
   4     Kcg. Tanah                712            679             13.00           882
   5     Kcg. Hijau                344            327             11.00           360
   6     Ubikayu                 1.305           1.243           179.00        22.248
   7     Ubijalar                  192            182            109.89         2.000
Sumber : Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Tahun 2009
Keterangan: padi (GKG); jagung (pk); kedelai (bk); kacang tanah (bk); kacang hijau (bk);
             ubikayu (ub); ubijalar (ub)


    Akselerasi peningkatan produktivitas dan produksi tanaman pangan,
khususnya komoditi padi, jagung dan kedelai ditempuh melalui kegiatan
Pengelolaan Tanaman dan Sumberdaya Terpadu (PTT) maupun Non
PTT serta pengembangan padi dan jagung hibrida. Untuk mendukung
program tersebut, pemerintah akan memberikan bantuan berupa benih,
pupuk dan sarana produksi lainnya kepada petani di lokasi Laboratorium
Lapangan (LL) pada setiap lokasi Sekolah Lapangan (SL).

     Agar sasaran produksi tanaman pangan yang telah ditetapkan dapat
tercapai, perlu adanya upaya peningkatan kinerja jajaran perlindungan
tanaman pangan dalam pengamanan produksi melalui pemantapan
sistem perlindungan tanaman pangan, yang mencakup aspek sumber
daya manusia (SDM), kelembagaan serta pengembangan penerapan
teknologi pengendalian OPT ramah lingkungan spesifik lokasi. Secara
rinci upaya pemantapan sistem tersebut, sebagai berikut:

1. Pemantapan Sumberdaya Manusia (SDM) Perlindungan Tanaman:

       a. Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan melalui kegiatan
          pelatihan dan magang.


Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                                5
    b. Mempekerjakan kembali Tenaga Harian Lepas-Tenaga Bantu
         (THL-TB) POPT-PHP yang bertugas melakukan pengamatan
         OPT dan DPI serta melakukan pengawasan penggunaan pupuk
         dan bahan pengendali OPT di tingkat lapangan sampai dengan
         Desember 2010.
    c.   Memberikan penghargaan kepada POPT-PHP,                        LPHP dan
         Kelompok Tani Pengembang Agens Hayati berprestasi.
    d. Melakukan pembinaan dan bimbingan teknis perlindungan
         tanaman pangan.
    e. Memberikan Biaya Operasional Pengamatan (BOP) kepada
         POPT-PHP (PNS, Honorer dan THL TB POPT-PHP).

2. Pemantapan dan Penguatan Kelembagaan Perlindungan Tanaman:
    a. Pemberdayaan kelembagaan Laboratorium Pengamatan Hama
         dan Penyakit/Laboratorium Agens Hayati (LPHP/LAH), dan
         Brigade Proteksi Tanaman (BPT).
    b. Fasilitasi dan pemantapan kelembagaan masyarakat petani,
       antara lain: Regu Pengendali Hama (RPH), Pos Pengembangan
         Agens Hayati (PPAH), Alumni SLPHT, dll.

3. Pengembangan           Penerapan       Teknologi      Perlindungan    Tanaman
    Pangan:
    a. Inovasi dan diseminasi teknologi pengendalian OPT ramah
       lingkungan spesifik lokasi.
    b. Penerapan, pengembangan, dan pemasyarakatan PHT.
    c.   Pencanangan gerakan pengendalian OPT.

B. Operasional Perlindungan Tanaman Pangan


    Program dan kegiatan yang dirancang dalam rangka pengamanan
produksi tanaman pangan dari gangguan OPT dan DPI harus disinergikan
dengan program pembangunan pertanian di daerah. Kegiatan
pengamanan produksi pada dasarnya dilakukan di seluruh wilayah/areal

Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                     6
pertanaman, sedangkan untuk daerah-daerah dengan program khusus
kegiatan perlu dilaksanakan secara spesifik untuk mendukung program
tanaman pangan di tiap Kabupaten yang telah disepakati. Sasaran yang
akan dicapai, yaitu:

1. Padi; sasaran luas tanam seluas 12,247 juta ha dengan total sasaran
       indikatif produksi sebanyak 66,680 juta ton GKG yang diupayakan
       melalui kegiatan PTT, Non PTT, dan padi Hibrida.

2. Jagung; sasaran luas tanam seluas 4,412 juta ha dengan total
       produksi 19,8 juta ton pipilan kering.

3. Kedelai; sasaran luas tanam 920 juta ha dengan total produksi 1,3
       juta ton biji kering.

4. Kacang tanah; sasaran luas tanam 712 juta ha dengan total produksi
       882 juta ton biji kering.

5. Kacang hijau; sasaran luas tanam 344 juta ha dengan total produksi
   360 juta ton biji kering.

6. Ubikayu; sasaran luas tanam 1,305 juta ha dengan total produksi
   22,248 juta ton umbi basah.

7. Ubijalar; sasaran luas tanam 192 juta ha dengan total produksi 2,000
   juta ton umbi basah.



III.       KEGIATAN PERLINDUNGAN TANAMAN PANGAN

       Kegiatan perlindungan tanaman pangan tahun 2010 baik pusat
maupun daerah dilaksanakan melalui Program Peningkatan Ketahanan
Pangan. Di daerah, program tersebut dilaksanakan pada Dinas Pertanian
Provinsi dan UPTD-BPTPH di seluruh provinsi, termasuk operasional
Laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit/Laboratorium Agens
Hayati (LPHP/LAH). Secara rinci kegiatan perlindungan tanaman pangan
dapat dijelaskan sebagai berikut:


Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010           7
A. Dinas Pertanian Provinsi

    1. Operasional Pengelolaan OPT dan DPI

         1.1.   Latar Belakang

               Peranan subsektor tanaman pangan dalam pembangunan
         pertanian sangat penting dan strategis. Dalam rangka pencapaian
         sasaran produksi tanaman pangan, perlindungan tanaman
         pangan merupakan bagian penting dan tidak terpisahkan dalam
         proses produksi mulai dari hulu sampai hilir. Perlindungan
         tanaman berperan dalam mempertahankan kuantitas, kualitas,
         dan kontinyuitas produksi tanaman pangan. Sejalan dengan
         kondisi perubahan iklim global, permasalahan dibidang
         perlindungan tanaman pangan kedepan semakin kompleks, hal
         tersebut merupakan konsekuensi logis dari perubahan lingkungan
         dan teknologi yang diadopsi. Operasional perlindungan tanaman
         pangan di lapangan berkaitan erat dengan gangguan Organisme
         Pengganggu Tumbuhan (OPT) dan Dampak Perubahan Iklim
         (DPI) berupa kekeringan dan banjir. Kedua gangguan tersebut
         seringkali menjadi ancaman yang serius dalam upaya pencapaian
         sasaran produksi, apabila tidak ditangani secara tepat.

                Tingkat keberhasilan pengamanan produksi tanaman
         pangan dari gangguan OPT dan DPI selain ditentukan oleh
         tersedianya teknologi pengendalian OPT, pemberdayaan SDM
         dan penguatan kelembagaan juga perlu adanya koordinasi
         operasional pengamanan di tingkat lapangan. Pada dasarnya
         kegiatan perlindungan tanaman pangan merupakan tanggung
         jawab petani dan masyarakat, sedangkan pemerintah dalam hal
         ini berperan sebagai motivator dan stimulator dalam
         mengembangkan potensi sumberdaya alam dan masyarakat
         petani. Seiring dengan semangat otonomi daerah, operasional
         perlindungan tanaman pangan perlu diselaraskan dengan
         program pembangunan pertanian dan potensi masing-masing

Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010            8
         daerah. Pengamanan produksi yang dilakukan melalui penangan-
         an gangguan OPT dan DPI diharapkan dapat menjamin
         peningkatan produksi dan produktivitas pada taraf maksimal,
         sehingga sasaran produksi yang telah ditetapkan dapat tercapai.

              Dalam rangka mengantisipasi terjadinya gangguan OPT
         berupa hama, penyakit, dan gulma serta penanganan DPI berupa
         banjir dan kekeringan, kebijakan dasar yang diambil oleh
         pemerintah telah dituangkan dalam Inpres No. 3 Tahun 1986, UU
         No. 12 dan PP No. 6/95 yang dilaksanakan dengan menerapkan
         sistem Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Oleh karena itu, PHT
         menjadi dasar kebijakan pemerintah dalam program perlindungan
         tanaman pangan di Indonesia. Dalam rangka mewujudkan sistem
         pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan, PHT merupakan
         salah satu paket teknologi yang dianjurkan dan penerapannya
         ditingkat lapangan merupakan suatu keharusan.

              Agar operasional pengendalian OPT dan penanganan DPI
         dapat terlaksana dengan baik, perlu dilaksanakan pembinaan,
         bimbingan, koordinasi, dan pengawasan dari petugas
         perlindungan tanaman secara berjenjang mulai dari tingkat
         kecamatan, kabupaten, provinsi sampai tingkat pusat.

         1.2.   Tujuan

            Tujuan utama dari kegiatan operasional pengelolaan OPT
         dan DPI adalah meningkatkan koordinasi dan keterpaduan serta
         monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan pengelolaan
         OPT/DPI di daerah.

         1.3.   Sasaran

            Sasaran yang ingin dicapai dari kegiatan operasional
         pengelolaan OPT dan DPI di daerah, antara lain:
         a. Menekan luas serangan OPT maksimal 2 % dan luas terkena
            DPI maksimal 3 % pada areal yang menerapkan budidaya
            tanaman pangan secara tepat dan berkelanjutan.

Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010            9
         b. Meningkatnya koordinasi dan keterpaduan serta monitoring
            dan evaluasi pelaksanaan kegiatan pengelolaan OPT/DPI.
         c.     Meningkatnya pengetahuan dan kemampuan sumberdaya
                manusia perlindungan tanaman (petugas dan masyarakat
                tani).
         d. Tercapainya efektifitas dan efisiensi pelaksanaan operasional
            pengelolaan OPT dan DPI di daerah.

         1.4.     Pelaksanaan Kegiatan

             Untuk merealisasikan tujuan dan sasaran yang telah ditetap-
         kan, maka secara sistematis ditetapkan acuan pelaksanaan
         kegiatan sebagai berikut:

         a. Tempat dan Waktu

                Kegiatan operasional pengelolaan OPT dan DPI di tingkat
                provinsi dilaksanakan di seluruh Dinas Pertanian Provinsi
                selama tahun anggaran 2010.

         b. Metode pelaksanaan

                  Kegiatan dilaksanakan melalui program Peningkatan
                  Ketahanan Pangan yang dijabarkan dalam kegiatan
                  pembinaan/bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi
                  terutama di daerah-daerah sentra produksi tanaman
                  pangan dan daerah endemis serangan OPT serta daerah
                  rawan bencana alam.

                  Pelaksanaan kegiatan mengacu kepada petunjuk
                  pelaksanaan (Juklak) dan petunjuk teknis (Juknis) yang
                  dikeluarkan oleh Dinas Pertanian Provinsi.

         c.     Jenis kegiatan

                Kegiatan yang dilaksanakan dalam operasional pengelolaan
                OPT dan DPI, antara lain :
Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010             10
                  Pembinaan dan bimbingan teknis perlindungan tanaman
                  pangan.
                  Pencanangan gerakan pengendalian OPT.
                  Pengendalian OPT serta antisipasi dan adaptasi DPI.
                  Operasional Brigade Proteksi Tanaman (BPT).
                  Monitoring      dan      evaluasi      pelaksanaan   kegiatan
                  perlindungan tanaman pangan.

         d. Organisasi Pelaksana

                Penanggungjawab kegiatan operasional pengelolaan OPT
                dan DPI di tingkat provinsi adalah Dinas Pertanian Provinsi
                cq. Sub Dinas yang membidangi perlindungan tanaman
                pangan.

         1.5.     Keluaran

            Keluaran yang diharapkan dari pelaksanaan kegiatan
         operasional pengelolaan OPT dan DPI, adalah sebagai berikut:
         a. Terlaksananya operasional pengelolaan OPT dan DPI pada
            tanaman pangan di tingkat lapangan.
         b. Menurunnya luas serangan OPT dan luas terkena DPI pada
            tanaman pangan.

         1.6.     Evaluasi dan Pelaporan

              Penanggungjawab kegiatan melakukan evaluasi dan
         menyusun laporan pelaksanaan kegiatan perlindungan tanaman
         pangan yang disampaikan kepada Direktorat Perlindungan
         Tanaman Pangan secara periodik dalam bentuk Laporan
         Bulanan, Triwulan, dan Tahunan.




Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                  11
    2. Operasional Pengamatan OPT, DPI serta Pengawasan
       Penggunaan Pupuk dan Bahan Pengendali OPT

         2.1.   Latar Belakang

             Program peningkatan produksi tanaman pangan selain
         dilakukan melalui upaya perluasan areal tanam, peningkatan
         produktivitas, dan dukungan ketersediaan sarana produksi, juga
         dilakukan melalui upaya pengamanan produksi dari gangguan
         OPT dan DPI baik berupa banjir, kekeringan, maupun bencana
         lainnya, seperti badai, kebakaran, longsor, gempa bumi, dll.
             Pelaksanaan upaya pengamanan produksi tersebut,
         dilakukan melalui kegiatan pengamatan OPT, DPI serta
         pengawasan penggunaan pupuk dan bahan pengendali OPT
         merupakan hal yang penting. Dalam sistem perlindungan
         tanaman, ujung tombak keberhasilan di lapangan terletak pada
         kinerja Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan-
         Pengamat Hama dan Penyakit (POPT-PHP), yang mempunyai
         tugas utama melakukan pengamatan OPT dan DPI serta faktor-
         faktor yang mempengaruhinya. Selain tugas utama tersebut,
         POPT-PHP juga melakukan pengawasan terhadap penggunaan
         pupuk dan bahan pengendali OPT.
              Optimalnya kinerja POPT-PHP dalam melaksanakan
         tugasnya di lapangan sangat dipengaruhi oleh rasio jumlah
         petugas POPT-PHP dengan luas wilayah kerja pengamatan OPT
         dan DPI, serta adanya pemekaran wilayah (kecamatan) di era
         otonomi daerah. Jumlah POPT-PHP saat ini belum mencapai
         kondisi ideal yang diharapkan, yaitu 1 (satu) orang POPT-PHP
         per kecamatan/wilayah kerja. Untuk mencukupi kekurangan
         jumlah petugas tersebut, pada tahun anggaran 2010 telah
         dilakukan perpanjangan kontrak kerja petugas Tenaga Harian
         Lepas Tenaga Bantu (THL TB) POPT-PHP yang terdiri dari
         lulusan SLTA bidang pertanian (SPP SPMA, STM Pertanian, atau
         sejenisnya), dan lulusan setingkat D-III, D-IV/S-1 bidang
         Pertanian jurusan proteksi tanaman sampai dengan Desember
         2010.
Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010          12
             Optimalisasi kinerja petugas THL TB POPT-PHP, baik
         menyangkut tugas pokok, hak, dan kewajiban telah diatur sesuai
         dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor: 73/Permentan/OT.
         140/12/2007, tentang Pedoman Pembinaan Tenaga Harian Lepas
         (THL) Tenaga Bantu Pengendali Organisme Pengganggu
         Tumbuhan-Pengamat Hama dan Penyakit (POPT-PHP).
         Pedoman THL TB POPT-PHP, yang ditindaklanjuti dengan Surat
         Keputusan Direktur Jenderal Tanaman Pangan sebagaimana
         pada Lampiran 1.

         2.2.    Tujuan

             Tujuan operasional pengamatan OPT, DPI serta pengawasan
         penggunaan pupuk dan bahan pengendalian OPT adalah
         mengoptimalkan kinerja petugas THL TB POPT-PHP di wilayah
         kerja pengamatan.

         2.3.    Sasaran

             Sasaran yang ingin dicapai dari kegiatan tersebut adalah
         optimalnya pelaksanaan operasional pengamatan OPT, DPI serta
         pengawasan penggunaan pupuk dan bahan pengendalian OPT.

         2.4.    Pelaksanaan

              Untuk merealisasikan tujuan dan sasaran yang telah
         ditetapkan, secara sistematis ditetapkan acuan pelaksanaan
         kegiatan sebagai berikut:

         a. Tempat dan Waktu

                Kegiatan operasional pengamatan OPT, DPI serta
                pengawasan penggunaan pupuk dan bahan pengendalian
                OPT di tingkat provinsi dilaksanakan di seluruh Dinas
                Pertanian Provinsi selama tahun anggaran 2010.


Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010          13
         b. Metode pelaksanaan

                   Pembiayaan meliputi honorarium dan Biaya Operasional
              Pengamatan (BOP) bagi THLTB POPT-PHP dalam rangka
              mendukung penyelenggaraan kegiatan pengamatan OPT,
              DPI serta pengawasan penggunaan pupuk dan bahan
              pengendalian OPT. Anggaran kegiatan dibebankan kepada
              APBN melalui Dana Dekonsentrasi pada Unit Satker Dinas
              Pertanian Provinsi. Pembiayaan diberikan untuk 10 bulan
              (Bulan Maret s/d Desember), dengan rincian sebagai berikut:

              1) Besaran        honorarium        yang       diberikan   dibedakan
                   berdasarkan      kualifikasi    pendidikan     adalah   sebagai
                   berikut:

                   a) Pendidikan SLTA sebesar Rp. 1.150.000,-/ orang/
                       bulan,
                   b) Pendidikan D-III sebesar Rp. 1.300.000,-/ orang/
                       bulan,
                   c) Pendidikan D-IV/SI sebesar Rp. 1.450.000,-/ orang/
                       bulan.

              2) Biaya Operasional Pengamatan (BOP) sebesar Rp.
                   500.000,-/orang/bulan diberikan kepada seluruh THL
                   POPT-PHP tanpa membedakan dasar pendidikan.

                   Daftar nama petugas THL POPT-PHP selengkapnya
                   dapat dilihat pada Lampiran 2. Sedangkan rincian biaya
                   pengeluaran BOP seperti pada Tabel 2 berikut:




Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                      14
                   Tabel 2. Rincian Alokasi Biaya Operasional Pengamatan (BOP)
                            untuk Petugas THL POPT-PHP
                                                                   Sat.
                     No           Pengeluaran             Vol.             Jml. (Rp)
                                                                   (Rp)
                     1    Fasilitasi/visualisasi
                          pertemuan kel. Tani (ATK       1 bulan 100.000,- 100.000,-
                          dan bahan)
                     2    Transportasi lokal di
                                                         1 bulan 200.000,- 200.000,-
                          wilayah kerja pengamatan
                     3    Bantuan eksploitasi/
                          makan di wilayah kerja         1 bulan 200.000,- 200.000,-
                          Pengamatan
                                           Jumlah (Rp)                     500.000,-

         c.     Jenis kegiatan
                Kegiatan yang dilaksanakan adalah pemberian honorarium
                dan BOP kepada petugas THL TB POPT-PHP dalam rangka
                melaksanakan tugas pengamatan OPT, DPI, serta
                pengawasan penggunaan pupuk dan bahan pengendali OPT.

         d. Organisasi Pelaksana
                Penanggungjawab kegiatan operasional pengamatan OPT,
                DPI serta pengawasan penggunaan pupuk dan bahan
                pengendalian OPT di tingkat provinsi adalah Dinas Pertanian
                Provinsi cq. Sub Dinas yang membidangi perlindungan
                tanaman pangan. Sedangkan pembinaan teknis merupakan
                tanggungjawab UPTD BPTPH.

         2.5.     Keluaran

             Keluaran yang diharapkan dari kegiatan tersebut adalah
         tersedianya data dan informasi perkembangan OPT, DPI serta
         penggunaan pupuk dan bahan pengendalian OPT secara akurat,
         tepat waktu, dan berkesinambungan.

Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                        15
B. Unit Pelaksana Teknis Dinas - Balai Proteksi Tanaman Pangan
   dan Hortikultura (UPTD-BPTPH)


    1. Operasional UPTD-BPTPH


    1.1.    Latar Belakang


           Peningkatan     produksi    dan    produktivitas   dihadapkan   pada
    berbagai tantangan, diantaranya fluktuasi harga, sarana produksi,
    kelembagaan petani, kelestarian lingkungan, daya dukung lahan, dan
    inovasi teknologi. Upaya pengamanan produksi perlu mempertim-
    bangkan adanya dampak perubahan iklim berupa banjir atau
    kekeringan maupun lainnya, serta resiko serangan OPT mulai dari
    proses budidaya hingga panen.

           Kegiatan perlindungan tanaman pangan di tingkat lapangan,
    difokuskan pada dua aspek utama yaitu OPT dan DPI. Berkaitan
    dengan OPT, perlindungan tanaman berfungsi untuk mengendalikan
    dan mengelola agar kehadiran OPT tidak menimbulkan kerugian
    secara ekonomis. Terhadap DPI, perlindungan tanaman berfungsi
    meminimalkan terjadinya dampak perubahan iklim berupa kekeringan
    maupun banjir. Pada prinsipnya perlindungan tanaman pangan
    mencakup seluruh areal yang menerapkan budidaya tanaman pangan
    secara tepat dan berkelanjutan.

    1.2.    Tujuan


           Tujuan yang ingin dicapai dari operasional UPTD BPTPH adalah
    meningkatkan kinerja perlindungan tanaman pangan melalui
    optimalisasi sumberdaya manusia dan peran kelembagaan dalam
    menekan luas serangan OPT dan luas terkena DPI.

Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                   16
    1.3.    Sasaran


           Sasaran yang ingin diwujudkan antara lain:1) meningkatnya
    koordinasi dan keterpaduan pelaksanaan perlindungan tanaman
    pangan, 2) meningkatnya kapasitas SDM perlindungan tanaman, 3)
    meningkatnya peran dan fungsi kelembagaan perlindungan tanaman.

    1.4. Pelaksanaan


           Kegiatan perlindungan tanaman pangan di daerah dilaksanakan
    mengacu kepada kebijakan pembangunan pertanian di daerah.
    Program dan kegiatan perlindungan tanaman pangan diimplemen-
    tasikan dalam rangka penerapan, pemasyarakatan dan pelembagaan
    PHT melalui peningkatan kinerja sistem perlindungan tanaman yang
    efektif dan efisien. Untuk mencapai tujuan dan sasaran yang telah
    ditetapkan, perlu adanya dukungan yang terkoordinasi dan terpadu
    sebagai berikut:

    1.4.1. Dukungan program


       Kebijakan program perlindungan tanaman pangan yang dilak-
    sanakan melalui penerapan, pemasyarakatan dan pelembagaan PHT
    merupakan aset yang harus dioptimalkan. Oleh karena itu, sistem
    PHT perlu terus ditumbuhkembangkan untuk terwujudnya suatu
    pengelolaan OPT menggunakan konsep PHT.

    1.4.2. Dukungan kelembagaan dan SDM

       Dalam rangka menekan tingkat kehilangan hasil akibat serangan
    OPT, diperlukan dukungan kelembagaan perlindungan tanaman
    (UPTD BPTPH dan LPHP) yang memiliki kompetensi dan mampu
    menjabarkan tugas pokok dan fungsinya kedalam kegiatan
    operasional. Sedangkan petugas lapangan yaitu POPT-PHP
    merupakan ujung tombak di tingkat lapangan sebagai pengelola OPT

Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010         17
    dan DPI serta sebagai penyedia informasi dan data bagi institusi
    perlindungan tanaman. Untuk meningkatkan kinerja kelembagaan dan
    SDM perlindungan tanaman diperlukan dukungan dari Pemerintah
    Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota/Kecamatan.

    1.4.3. Dukungan teknis/operasional

        Dukungan teknis operasional sangat menentukan keberhasilan
    kegiatan perlindungan tanaman di lapangan dalam mewujudkan
    tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan, khususnya dalam rangka
    penyediaan data dan informasi serangan OPT/DPI, inovasi dan
    diseminasi teknologi pengendalian OPT serta pemantapan
    operasional pengendalian OPT secara terpadu yang melibatkan
    seluruh pihak terkait pemerintah (kabupaten/kota, kecamatan, desa),
    kelembagaan petani dan stakeholders.

    1.4.4. Dukungan Fokus Kegiatan

         Fokus kegiatan perlindungan tanaman pangan tahun 2010 di
    daerah mengacu kepada kegiatan tahun sebelumnya, dimana
    Pengendalian Hama Terpadu (PHT) merupakan dasar kebijakan
    dalam melaksanakan pengamanan produksi dari gangguan OPT dan
    DPI. Peningkatan kinerja sistem perlindungan tanaman pangan yang
    efektif dan efisien ditempuh melalui pengembangan subsistem
    pengamatan/peramalan,        inovasi    dan     diseminasi    teknologi
    pengendalian, fasilitasi sarana perlindungan tanaman, dan bimbingan
    teknis   di   lapangan.      Sistem    tersebut    diharapkan    dapat
    melatarbelakangi terwujudnya suatu konsep dasar usahatani yang
    berorientasi Good Agricultural Practices (GAP). Secara ringkas dapat
    dijelaskan sebagai berikut:

    a. Pengembangan subsistem pengamatan/peramalan OPT

         Pengembangan subsistem ini merupakan kegiatan utama dalam
         rangka penyediaan data dan informasi tentang OPT dan DPI
         secara cepat, tepat, akurat dan berkelanjutan. Data dan informasi

Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010              18
         tersebut berguna untuk menyusun rekomendasi dan prakiraan
         serangan OPT dan DPI serta daerah sebarannya dalam upaya
         peningkatan kewaspadaan dan tindakan antisipasi terhadap
         kemungkinan berkembangnya OPT.

    b. Pengembangan subsistem inovasi dan diseminasi teknologi
       pengendalian OPT

         Pengembangan subsistem teknologi pengendalian OPT
         diarahkan untuk mendapatkan metoda atau cara pengendalian
         yang efektif, efesien, mudah diterapkan petani dan ramah
         lingkungan. Teknologi pengendalian diperoleh melalui rintisan
         atau kaji terap yang dilakukan oleh LPHP/LAH. Dalam penerapan
         pengembangan teknologi pengendalian OPT ramah lingkungan
         perlu memperhatikan aspek-aspek efisiensi faktor produksi, daur
         ulang, proses produksi dan produk yang aman, nilai tambah
         produk, dan meminimalkan dampak terhadap lingkungan.

    c.   Pengembangan subsistem sarana perlindungan tanaman

         Pengembangan subsistem sarana perlindungan tanaman
         ditujukan untuk fasilitasi peralatan dan bahan pengendali OPT
         yang mudah dijangkau dan segera dapat dioperasionalkan di
         lapangan bilamana terjadi ledakan serangan OPT dan petani
         tidak mampu menanggulanginya. Bahan pengendali biologi/agens
         hayati dan agens antagonis OPT yang ramah lingkungan terus
         digali dan dikembangkan di laboratorium-laboratorium dan
         pengembangannya oleh Pusat Pelayanan Agens Hayati (PPAH).

    d. Pengembangan subsistem bimbingan teknis perlindungan

         Pengembangan subsistem bimbingan teknis bertujuan untuk
         meningkatkan pengetahuan dan kemampuan SDM perlindungan
         tanaman (petugas dan petani). Melalui kegiatan bimbingan teknis
         diharapkan memiliki kemampuan dan kemauan untuk
         mengembangkan dan melaksanakan teknologi pengendalian
         OPT spesifik lokasi di lahan usaha taninya sesuai dengan prinsip
         PHT.

Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010            19
    1.5. Kegiatan Perlindungan Tanaman Pangan

         Kegiatan perlindungan tanaman pangan merupakan bagian
    integral dari program Peningkatan Ketahanan Pangan yang telah
    ditetapkan dalam pencapaian tujuan pembangunan pertanian, baik di
    pusat maupun daerah. Kegiatan tersebut bertujuan untuk
    menurunkan luas serangan OPT dan luas terkena gangguan DPI,
    serta sekaligus meningkatkan kuantitas, kualitas, dan kontinyuitas
    hasil yang diharapkan dapat berpengaruh terhadap pendapatan dan
    kesejahteraan petani. Peningkatan produksi dan produktivitas perlu
    didukung dengan upaya pengamanan produksi yang dilaksanakan
    melalui kegiatan perlindungan tanaman pangan. Pada Tahun 2010
    jenis kegiatan perlindungan tanaman pangan yang dilaksanakan
    melalui APBN (dana dekonsentrasi) pada Unit Satker UPTD-BPTPH,
    sebagai berikut:
    a. Pemantapan database dan Sistem Informasi Manajemen (SIM).
    b. Pemantapan kapasitas sumberdaya manusia perlindungan
       tanaman.
    c.   Pengamatan dan peramalan OPT/DPI.
    d. Pemantapan dan harmonisasi kelembagaan perlindungan
       tanaman (UPTD-BPTPH, LPHP/LAH, BPT, dan Pos PAH).
    e. Inovasi teknologi pengendalian OPT ramah lingkungan.
    f.   Penerapan dan pemasyarakatan PHT.
    g. Perencanaan Teknis Perlindungan Tanaman Pangan.
    h. Pemantauan dan Evaluasi Perlindungan Tanaman Pangan.
    i.   Pelaporan Sistem Perlindungan Tanaman Pangan.
    j.   Operasional dan Pemeliharaan LPHP/LAH.
    k.   Operasional dan Pemeliharaan Laboratorium Pestisida (daerah
         yang memiliki Laboratorium Pestisida).
    l.   Pengembangan/Fasilitas Kelompok Tani dalam Penerapan PHT
         Tanaman Pangan.


Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010         20
    m. Pengamatan, Peramalan, Pengendalian OPT dan DPI.
    n. Pengendalian OPT dan penanggulangan DPI.
    o. Pengembangan proteksi tanaman pangan.
    p. Pemetaan sebaran daerah rawan OPT dan DPI.
    q. Pembinaan dan penilaian jabatan fungsional.
    r.   Bimbingan teknis petugas POPT-PHP dalam pengamatan OPT,
         DPI serta pengawasan penggunaan pupuk dan bahan
         pengendalian OPT.
    s.   Pemberdayaan masyarakat petani melalui kegiatan sekolah
         lapangan.
    t.   Pembekalan Petugas Teknis Pengendali OPT Pangan.
    u. Pembekalan Petugas Pemandu SLI.

       Jenis kegiatan tersebut di atas, disesuaikan dengan tujuan dan
    sasaran pembangunan tanaman pangan di masing-masing daerah.

    1.5.1. Rencana Operasional UPTD-BPTPH

    a. Rencana operasional UPTD-BPTPH merupakan bagian sistem
         manajemen suatu organisasi yang diwujudkan dalam bentuk
         perencanaan kerja dan strategi peningkatan kinerja berdasarkan
         analisa kondisi kegiatan pengembangan sistem perlindungan
         tanaman pangan

    b. Skala prioritas kegiatan pengembangan sistem perlindungan
         tanaman pangan diarahkan pada pengamanan produksi untuk
         mendukung upaya peningkatan produksi, produktivitas dan mutu
         produk pertanian melalui:

         1) Penyusunan program dan rencana kerja/teknis/program,
            meliputi kegiatan rapat koordinasi/rencana kerja teknis
              pengendalian OPT tanaman pangan dan perencanaan teknis
              perlindungan tanaman pangan.



Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010          21
         2) Evaluasi dan laporan kegiatan, meliputi kegiatan pemantauan
            dan evaluasi perlindungan tanaman pangan, serta pelaporan
            sistem perlindungan tanaman pangan.
         3) Operasional dan pemeliharaan laboratorium, meliputi
            kegiatan operasional dan pemeliharaan laboratorium
            PHPT/agens hayati dan pestisida.
         4) Pengembangan proteksi tanaman pangan, meliputi kegiatan
            Pengembangan/fasilitas kelompok tani dalam penerapan PHT
            padi    melalui rintisan    budidaya    organik,  dengan
            pengembangan/fasilitas kelompok tani dalam penerapan
            teknologi.
         5) Pengamatan, peramalan OPT dan DPI, meliputi kegiatan
            pengamatan, peramalan dan pengendalian OPT dan DPI,
            Pengembangan model peramalan OPT utama tanaman
            pangan, pemetaan OPT pangan pada daerah rawan
            serangan, dan pengamatan petani terhadap OPT sesuai
            dengan pola Sekolah Lapangan.
         6) Peningkatan   kemampuan     SDM,   meliputi  kegiatan
            pembekalan petugas teknis pengendalian OPT tanaman
            pangan dan pembekalan petugas pemandu SLPHT, SLI, dan
            PPAH.
         7) Pengendalian OPT dan penanggulangan DPI.

    c.   Pengembangan sistem perlindungan tanaman perlu dilakukan
         secara konsisten dan konsekuen serta berkesinambungan,
         sehingga PHT berdampak pada peningkatan kemandirian petani
         dalam usaha mendukung program ketahanan pangan dan
         pengembangan agribisnis.

    1.6. Keluaran

         Keluaran yang diharapkan dari operasional UPTD-BPTPH antara
    lain:
    -    Terlaksananya operasional perlindungan tanaman pangan di
         wilayah kerja pengamatan lingkup UPTD-BPTPH.
Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010          22
    -      Tersedianya data dan informasi perkembangan OPT dan DPI,
           serta hasil pengawasan penggunaan pupuk dan bahan
           pengendalian OPT.


    2. Operasional Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan-
       Pengamat Hama Penyakit (POPT-PHP)

    2.1.    Latar Belakang


        Dalam operasional perlindungan tanaman pangan di tingkat
    lapangan, ujung tombak kegiatan pengamanan produksi terletak pada
    petugas POPT-PHP yang saat ini berjumlah 4.399 orang yang terdiri
    operasional POPT_PHP 3.081 orang (diantaranya honorer 69 orang),
    dan kontrak THL TB POPT-PHP 1.249 orang, yang tersebar di 32
    provinsi, 492 kabupaten/kota. Jumlah POPT-PHP tersebut belum
    memadai dibandingkan dengan jumlah kecamatan yang ada yaitu
    6.093 kecamatan. Kondisi ideal adalah satu orang POPT-PHP
    menangani satu wilayah kerja pengamatan (kecamatan). Kurang
    memadainya jumlah POPT-PHP dapat mengakibatkan kurang
    akuratnya data dan informasi hasil pengamatan, sehingga kegiatan
    perencanaan pengendalian OPT dan antisipasi DPI dalam rangka
    pengamanan produksi tidak optimal.

        Mengingat pentingnya peranan POPT-PHP dalam menunjang
    kegiatan pengamanan produksi di tingkat lapangan, melalui kegiatan
    pengamatan OPT, DPI, serta pengawasan penggunaan pupuk dan
    bahan pengendali OPT, Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan
    Direktorat Jenderal Tanaman Pangan telah memperpanjang kontrak
    kerja petugas THL TB POPT-PHP yang awalnya berjumlah 1.288
    orang kemudian direvisi untuk Tahun 2010 menjadi 1.249 orang, yang
    tersebar di 32 provinsi di Indonesia. Untuk meningkatkan kinerja
    POPT-PHP dalam pengamatan OPT, DPI, serta pengawasan
    penggunaan pupuk dan bahan pengendali OPT, telah dialokasikan
    anggaran untuk insentif dalam bentuk biaya operasional pengamatan
    (BOP).

Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010         23
    2.2.    Tujuan

        Kegiatan operasional POPT-PHP bertujuan untuk meningkatkan
    kinerja POPT-PHP dalam melaksanakan tugasnya dalam penga-
    manan produksi melalui pengamatan OPT, DPI, serta pengawasan
    penggunaan pupuk dan bahan pengendalian OPT.

    2.3.    Sasaran

           Adapun sasaran yang ingin dicapai dari kegiatan operasional
    POPT-PHP antara lain:

    a. Tersedianya data dan informasi perkembangan OPT, DPI serta
           penggunaan pupuk dan bahan pengendali OPT secara lebih
           akurat, lengkap dan tepat waktu.

    b. Meningkatnya kinerja perlindungan tanaman pangan dengan
           pemberdayaan petugas POPT-PHP melalui kegiatan pengamatan
           OPT, DPI, serta pengawasan penggunaan pupuk dan bahan
           pengendali OPT.

    2.4.    Keluaran

           Keluaran yang diharapkan dari kegiatan operasional POPT-PHP
    yaitu tersedianya data dan informasi perkembangan serangan OPT,
    DPI serta penggunaan pupuk dan bahan pengendali OPT.

    2.5.    Pelaksanaan

    a. Operasional Pengamatan

              Biaya Operasional Pengamatan (BOP) diberikan kepada
           POPT-PHP yang mempunyai wilayah kerja pengamatan
           (kecamatan). Anggaran biaya tersebut ditampung dalam DIPA
           dana dekonsentrasi Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Tahun
           Anggaran 2010 melalui seluruh Satuan Kerja (Satker) UPTD-
           BPTPH dan Dinas Pertanian Provinsi. Besarnya BOP adalah
Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010          24
         Rp.500.000,-/bulan yang diberikan untuk petugas POPT-PHP
         (PNS dan Honorer) selama 12 bulan, sedangkan untuk petugas
         THL TB POPT-PHP diberikan selama 10 bulan.

    b. Pertanggungjawaban

                Biaya Operasional Pengamatan (BOP) baik untuk petugas
         POPT-PHP PNS maupun Honorer dialokasikan untuk membiayai
         operasional pelaksanaan pengawasan penggunaan pupuk dan
         bahan pengendali OPT di tingkat lapangan. Rincian alokasi
         pengeluaran BOP seperti nampak pada tabel 3 dan 4 berikut.

         Tabel 3. Rincian Alokasi Biaya Operasional Pengamatan (BOP) untuk Petugas
                  POPT-PHP (PNS)
           No              Pengeluaran                Vol.    Sat. (Rp)   Jml. (Rp)
           1     Fasilitasi/visualisasi pertemuan   1 bulan   200.000,-   200.000,-
                 Kel. Tani (ATK dan bahan)
           2     Bantuan eksploitasi/ pemondo       1 bulan   300.000,-   300.000,-
                 kan / komunikasi di wil. kerja
                 pengamatan
                                    Jumlah (Rp)                           500.000,-


         Tabel 4. Rincian Alokasi Biaya Operasional Pengamatan (BOP) untuk Petugas
                  POPT-PHP (Honorer) dan THL TB POPT-PHP
           No              Pengeluaran                Vol.    Sat. (Rp)   Jml. (Rp)
           1     Fasilitasi/visualisasi pertemuan   1 bulan   100.000,-   100.000,-
                 kel.Tani (ATK dan bahan)
           2     Transportasi lokal & pemondokan    1 bulan   200.000,-   200.000,-
                 di wilayah Kerja pengamatan
           3     Bantuan eksploitasi/makan di       1 bulan   200.000,-   200.000,-
                 wilayah kerja pengamatan
                                    Jumlah (Rp)                           500.000,-


Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                        25
    3. Sekolah Lapangan Pengendalian Hama Terpadu (SL-PHT)

    3.1.   Latar Belakang

         Dalam rangka pencapaian sasaran produksi tanaman pangan,
    perlindungan tanaman pangan mempunyai peran yang sangat
    penting dan merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam proses
    usahatani. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah strategis dan
    operasional di tingkat lapangan terutama dalam pengendalian
    serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT).
        Semakin berkembangnya teknologi di bidang perlindungan
    tanaman dan kompleksnya permasalahan di lapangan maka
    operasional pengendalian OPT di lapangan yang mengacu pada
    konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT) perlu mendapat
    perhatian yang lebih serius. PHT dilakukan dengan menerapkan
    berbagai cara pengendalian yang kompatibel, untuk menurunkan dan
    mempertahankan populasi OPT di bawah batas yang dapat
    menimbulkan kerusakan dan            kerugian   secara ekonomis,
    menstabilkan produksi pada taraf tinggi dan melestarikan lingkungan.
    Penerapan PHT pada hakekatnya merupakan pengelolaan
    agroekosistem secara menyeluruh.
       Namun demikian, penerapan PHT masih mengalami berbagai
    hambatan, antara lain: 1) kepercayaan petani yang berlebihan dalam
    penggunaan pestisida, 2) pengetahuan tentang teknologi PHT dan
    ekobiologi/epidemiologi OPT serta musuh alaminya masih terbatas,
    dan 3) prinsip ambang pengendalian yang belum diyakini dan belum
    semua OPT utama dapat diketahui ambang pengendaliannya.
        Agar strategi pengendalian OPT dapat terlaksana sesuai dengan
    konsep PHT, salah satu faktor yang perlu mendapat perhatian adalah
    sumberdaya manusia (SDM) sebagai subyek pelaku. Oleh karena itu,
    peningkatan pengetahuan SDM baik petugas maupun petani
    merupakan hal yang mutlak karena keberhasilan pengendalian OPT
    berbanding lurus dengan tingkat kemampuan para petugas lapangan
    dan petani. Salah satu metode pemberdayaan masyarakat petani

Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010           26
    yang dinilai cukup berhasil dalam menerapkan PHT adalah melalui
    Sekolah Lapangan PHT (SLPHT). Melalui SLPHT diharapkan dapat
    diwujudkan kemandirian petani dalam pengambilan keputusan di
    lahan usahataninya.
        Terkait dengan implementasi SLPHT di tingkat lapangan, agar
    efektivitas dan efisiensi pencapaian tujuan dan sasaran lebih
    optimal, keterlibatan kelompok perempuan perlu mendapat
    perhatian. Berdasarkan kondisi umum di lapangan, sebagian besar
    peserta yang mengikuti SLPHT adalah kelompok laki-laki (> 65%).
    Meskipun kenyataan memperlihatkan bahwa peserta kelompok
    perempuan memiliki efektivitas yang tinggi, khususnya dalam hal
    transfer informasi teknologi. Selain itu, dari aspek sosial kelompok
    perempuan memiliki jiwa berkelompok dan berkomunikasi yang lebih
    dibanding laki-laki.
        Upaya pemasyarakatan dan pelembagaan PHT di tingkat
    lapangan perlu dilakukan secara lebih intensif. Untuk itu pada tahun
    2010 telah dirancang kegiatan peningkatan kemampuan dan
    keterampilan SDM perlindungan tanaman, khususnya petani melalui
    SLPHT Kelompok yang berprespektif kesetaraan gender (dengan
    perimbangan yang sepadan antara kelompok laki-laki dan kelompok
    perempuan). Jumlah SLPHT pada Tahun 2010 sebanyak 371 unit
    (pelaksanaannya disesuaikan dengan keadaan di lapangan), terdiri
    dari SLPHT Padi non Hibrida (176 unit), Padi Hibrida (60 unit),
    Jagung (100 unit), dan Kedelai (35 unit) yang tersebar di 31 provinsi,
    262 kabupaten. Khusus untuk SLPHT Jagung dan Kedelai, alokasi
    tempat pelaksanaan diprioritaskan pada daerah sentra produksi.
    Sebaran lokasi pelaksanaan SLPHT dapat dilihat pada Lampiran 2.

    3.2.   Tujuan

        Berdasarkan latar belakang di atas, tujuan dilaksanakannya
    kegiatan SLPHT adalah:
    a. Meningkatkan    pengetahuan, kemampuan      dan   keahlian
       petani/kelompok tani dalam menganalisis data dan informasi
       agroekosistem.
Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010             27
    b. Memasyarakatkan dan melembagakan penerapan PHT dalam
       pengelolaan usahatani tanaman pangan.

    3.3.    Sasaran

         Sasaran yang ingin dicapai dalam pelaksanaan SLPHT antara
    lain:
    a. Meningkatnya    pengetahuan,   kemampuan    dan   keahlian
       petani/kelompok tani dalam menganalisis data dan informasi
       agroekosistem, sehingga pemahaman dan penerapan PHT oleh
       masyarakat petani semakin berkembang.
    b. Meningkatnya efisiensi dan efektivitas usahatani melalui
       pengelolaan agroekosistem yang semakin optimal, sehingga
       kuantitas dan kualitas produk pertanian dapat meningkat serta
       terjaganya agroekosistem.
    c.     Semakin memasyarakat dan melembaganya penerapan PHT
           dalam pengelolaan usahatani tanaman pangan.

    3.4.    Pelaksanaan

        SLPHT dilaksanakan mengikuti beberapa ketentuan sebagai
    berikut:
    a. Tempat dan Waktu Pelaksanaan
           1) SLPHT Skala Kelompok sebanyak 371 unit dilaksanakan di
              262 kabupaten (31 provinsi). Data selengkapnya dapat dilihat
              pada Lampiran 2.
           2) Lokasi SLPHT merupakan daerah sentra produksi tanaman
              pangan dan endemis serangan OPT.
           3) SLPHT dilaksanakan selama 1 (satu) musim tanam (MH atau
              MK).

    b. Peserta SLPHT terdiri dari petani (laki-laki dan perempuan) yang
       memiliki kriteria antara lain:
           1) Aktif melakukan kegiatan pertanian di lahan usahataninya.
Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                28
         2) Sanggup mengikuti kegiatan SLPHT selama satu MT.
         3) Responsif terhadap inovasi teknologi.
         4) Berasal dari satu hamparan usahatani.
         5) Jumlah peserta kelompok laki-laki dan perempuan
            diupayakan agar seimbang, diutamakan dari generasi muda
            petani.

    c.   Pemandu/Fasilitator SLPHT
             Pemandu/fasilitator SLPHT adalah pemandu lapangan atau
         petugas POPT-PHP yang mampu menggali dan mengembang-
         kan kemampuan berpikir kritis petani. Oleh karena itu, pemandu
         SLPHT harus memenuhi kriteria sebagai berikut :
         1) Telah mengikuti kepemanduan SLPHT.
         2) Munguasai metode pendidikan orang dewasa (andragogi).
         3) Menguasai konsep dan prinsip PHT.
         4) Menguasai dan memahami pengelolaan OPT secara holistik
            yang dijadikan sarana belajar sekolah lapangan.

    d. Metode Pelaksanaan
             Kegiatan SLPHT dilaksanakan menggunakan metode
         pembelajaran (teori dan praktek) yang bersifat partisipatoris.
         Proses belajar dilaksanakan berdasarkan siklus belajar, mulai
         dari mendapatkan pengalaman, mengungkapkan, diskusi,
         menganalisa, menyimpulkan, dan menerapkan. Kurikulum
         dirancang berdasarkan analisis keterampilan lapangan yang perlu
         dimiliki oleh seorang petani untuk menjadi ahli PHT di lahannya
         sendiri, dan mampu menularkannya kepada para petani lainnya.
             SLPHT terpola dalam siklus berkala, dimana setiap unsur
         agroekosistem dikaji secara sistematis dan mendalam. Hal ini berda-
         sarkan pertimbangan, bahwa perubahan keadaan agroekosistem
         lahan cukup berbeda antar waktu pengamatan. Tiap akhir
         pengamatan keadaan agroekosistem dikaji secara utuh untuk
         merencanakan pengelolaan ekosistem ke depan.


Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010               29
    e. Tahapan Pelaksanaan SLPHT
         1) Persiapan SLPHT
              Untuk mempersiapkan pelaksanaan SLPHT dilaksanakan
              pertemuan tingkat kecamatan/ desa dan pertemuan tingkat
              kelompok tani. Pertemuan tingkat kecamatan dan desa
              dilakukan untuk memperoleh dukungan pejabat setempat
              dalam hal penentuan lokasi dan kelompok tani dimana
              SLPHT akan diselenggarakan.
              Pertemuan tingkat Kelompok Tani diselenggarakan untuk
              menentukan peserta aktif SLPHT (± 25 orang), serta
              membangun kesepakatan tentang waktu pelaksanan, hari
              kegiatan, lokasi lahan belajar, materi pelajaran dan lain-lain.
         2) Proses Belajar
              a) Pengaturan proses belajar
                        Peserta SLPHT dibagi dalam kelompok-kelompok
                   kecil yang terdiri atas lima orang sebagai unit belajar
                   bersama, diketuai oleh seorang ketua kelompok yang
                   dipilih secara bersama.
              b) Tempat belajar dan lahan belajar
                       Lahan belajar terdiri dari dua (petak) pertanaman,
                                                    2
                   masing-masing berukuran 500 m yang dikelola dengan
                   perlakuan PHT dan perlakuan konvensional/lokal. Setiap
                   kelompok peserta akan belajar secara intensif pada lahan
                               2
                   seluas 100 m dari kedua petak perlakuan tersebut.
              c) Bahan dan Alat Belajar
                       Bahan dan alat belajar yang digunakan harus bersifat
                   praktis, sederhana dan mudah didapat (disesuaikan
                   dengan potensi lokal).
              d) Jangka Waktu SLPHT
                       Waktu pelaksanaan mulai tanam sampai panen
                   antara 12 - 16 minggu, tergantung komoditas dan daerah.
                   Pertemuan dilakukan secara berkala seminggu sekali,
                   dengan waktu efektif 6 jam pertemuan setiap harinya.

Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                30
              e) Materi dan Topik Belajar Bersama

                       Kegiatan belajar bersama pada setiap pertemuan
                   disusun secara tertib dan baku agar mutu proses SLPHT
                   dapat terjaga. Matrik kualitas untuk kegiatan latihan
                   SLPHT tercantum pada Lampiran 2.

         3) Evaluasi Proses Belajar

              a) Evaluasi proses belajar dilakukan untuk mengetahui
                 tingkat kehadiran, aktivitas dan pemahaman peserta
                 terhadap materi yang dipelajari. Metoda evaluasi dapat
                 berupa wawancara langsung, pengisian matriks kualitas
                 dan uji ballot box.

              b) Peserta yang berhasil menyelesaikan SLPHT akan
                 menerima sertifikat (ditandatangani oleh Kepala UPTD-
                 BPTPH/LPHP/LAH setempat), dengan persyaratan
                 sebagai berikut :
                   -   Mengikuti pertemuan minimal 75% atau setidaknya
                       10 kali pertemuan
                   -   Kelompok SLPHT mendapatkan nilai akhir uji ballot
                       box minimal 60.

         4) Monitoring, Evaluasi, dan Pelaporan

              a) Monitoring dan evaluasi pelaksanaan SLPHT Skala
                 Kelompok akan dilakukan oleh petugas dari Pusat,
                 Provinsi maupun Kabupaten.

              b) Laporan kegiatan SLPHT dibuat secara berjenjang dari
                 pelaksana terdepan (POPT-PHP, PPL, Petani Pemandu)
                 sampai ke tingkat penanggungjawab (LPHP/BPTPH) dan
                 tembusannya        disampaikan     kepada     Direktorat
                 Perlindungan Tanaman Pangan. Laporan kegiatan
                 berupa laporan awal, laporan mingguan/perkembangan,
                 dan laporan akhir. Format laporan pada Lampiran…..



Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010            31
    3.5.    Keluaran

       Keluaran yang diharapkan dari Kegiatan Sekolah Lapangan
    Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT) antara lain:

    a. Terselenggaranya kegiatan SLPHT pada setiap wilayah sesuai
       dengan pedoman pelaksanaan.

    b. Pengetahuan dan keterampilan serta kemampuan petugas
       lapangan dan petani dalam menganalisis data dan informasi
       agroekosistem meningkat, sehingga dapat mengambil keputusan
       yang tepat dan akurat dalam pengelolaan usahataninya.

    c.     Pemahaman masyarakat petani/kelompok tani dalam penerapan
           PHT meningkat.


    4. Sekolah Lapangan Iklim (SLI) Skala Kelompok

    4.1.    Latar Belakang

           Proses budidaya pertanian tanaman pangan sangat dipengaruhi
    oleh beberapa faktor, antara lain tanah, varietas tanaman, teknik
    budidaya, faktor iklim dan interaksi diantara faktor-faktor tersebut.
    Faktor iklim mempunyai peran yang sangat penting dalam proses
    budidaya tersebut, baik dalam jangka pendek maupun jangka
    panjang. Cuaca dan iklim merupakan faktor alam yang bersifat “given“
    artinya cuaca dan iklim merupakan perubahan alam yang harus
    diterima apa adanya. Namun demikian, kita dapat melakukan upaya
    budidaya pertanian secara bijaksana dengan cara menyesuaikan
    dengan kondisi iklim setempat.

           Unsur   iklim   yang     sangat    penting        pengaruhnya   terhadap
    keberhasilan sistem budidaya di daerah tropis (Indonesia khususnya)
    adalah curah hujan sebagai sumber air utama. Tetapi pada keadaan
    ekstrim, curah hujan yang sangat berlebihan pada musim hujan dapat
    menimbulkan bencana alam banjir, dan sebaliknya jumlah curah

Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                      32
    hujan yang sangat kurang pada musim kemarau dapat menimbulkan
    bencana alam kekeringan. Kedua jenis bencana alam tersebut, dapat
    menimbulkan penurunan produksi dengan intensitas dan luasan yang
    berbeda-beda pada setiap tahunnya.

         Secara umum, petani melakukan budidaya tanaman hanya
    berdasarkan kebiasaan dan asumsi pada kondisi iklim yang normal.
    Petani     tidak   memiliki    kemampuan          dalam     menganalisa    serta
    memanfaatkan data dan informasi iklim dalam proses budidaya
    tanaman. Apabila suatu waktu terjadi perubahan iklim secara ekstrim
    seperti curah hujan kurang atau lebih dari normal, petani tidak mampu
    berbuat     banyak,     karena        tidak   memiliki    kemampuan     ataupun
    kurangnya pengetahuan tentang terjadinya perubahan iklim tersebut.
    Kondisi iklim (cuaca) yang sangat fluktuatif (ekstrim) saat ini
    dipengaruh perubahan iklim global, selain perubahan agroekosistem
    yang mempengaruhi keadaan iklim mikro.

         Sehubungan         dengan         hal    tersebut,    upaya     peningkatan
    pengetahuan dan kemampuan masyarakat petani dalam memahami
    hubungan antara unsur iklim dengan pertanian mutlak dilaksanakan.
    Keberhasilan pemanfaatan unsur-unsur iklim dalam proses budidaya
    tanaman berbanding            lurus     dengan tingkat kemampuan SDM
    perlindungan tanaman. Salah satu metode untuk meningkatkan
    pengetahuan dan kemampuan petani dalam pemahaman unsur-unsur
    iklim adalah Sekolah Lapangan Iklim (SLI). SLI merupakan modifikasi
    dari kegiatan SLPHT yang memfokuskan pembelajaran melalui
    kegiatan     praktek     langsung       di    lapangan    tentang    pengelolaan
    agroekosistem dari aspek iklim.

         Kegiatan SLI diharapkan dapat meningkatkan kemampuan
    petugas dan petani dalam merencanakan kegiatan usahataninya
    melalui      pengembangan             keterampilan        terapan,    pengkajian
    agroekosistem secara sistematis mulai dari persiapan lahan sampai
    pasca panen.        Dari kegiatan tersebut akan tersusun suatu sistem

Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                        33
    pertanaman (waktu dan pola tanam) berdasarkan hasil analisis data
    empiris perkembangan iklim. Dengan demikian luas areal yang
    terkena dampak perubahan iklim (banjir atau kekeringan) dapat
    ditekan.

           Sehubungan dengan hal tersebut, dalam rangka meningkatkan
    pengetahuan         dan     kemampuan         petani     menganalisis   serta
    memanfaatkan data dan informasi iklim dalam proses usahataninya,
    pada tahun 2010 telah dirancang kegiatan Sekolah Lapangan Iklim
    (SLI) sebanyak 200 unit, yang tersebar di 27 provinsi, 186 kabupaten.


    4.2.    Tujuan

           Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan petani dalam
    menganalisa serta memanfaatkan data dan informasi iklim dalam
    penerapan budidaya tanaman secara tepat.


    4.3.    Sasaran

    a. Meningkatnya pengetahuan dan kemampuan petani dalam
           menganalisa serta memanfaatkan data dan informasi iklim dalam
           penerapan budidaya tanaman secara tepat, khususnya dalam
           menentukan waktu dan pola tanam.

    b. Luas areal yang terkena dampak perubahan iklim (banjir atau
           kekeringan) dapat ditekan.


    4.4.    Pelaksanaan


    a. Tempat dan Waktu Pelaksanaan

           1) SLI Skala Kelompok sebanyak 200 unit dilaksanakan di 186
              kabupaten (27 provinsi). Data selengkapnya dapat dilihat
               pada Lampiran .....


Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                    34
         2) Lokasi SLI merupakan daerah sentra produksi tanaman
              pangan dan rawan terkena dampak perubahan iklim.

         3) SLI dilaksanakan selama 1 (satu) musim tanam (MH atau
              MK).

    b. Peserta SLI terdiri dari petani (laki-laki dan perempuan) yang
         memiliki kriteria antara lain:

         1) Aktif melakukan kegiatan pertanian di lahan usahataninya.
         2) Sanggup mengikuti kegiatan SLI selama satu MT.
         3) Responsif terhadap inovasi teknologi.
         4) Berasal dari satu hamparan usahatani.
         5) Jumlah peserta kelompok laki-laki dan perempuan diupaya-
              kan agar seimbang, diutamakan dari generasi muda petani.

    c.   Pemandu/Fasilitator SLI

             Pemandu/fasilitator SLI adalah pemandu lapangan atau
         petugas POPT-PHP yang mampu menggali dan mengembang-
         kan kemampuan berpikir kritis petani. Oleh karena itu, pemandu
         SLI harus memenuhi kriteria sebagai berikut:

         1) Telah mengikuti kepemanduan SLI
         2) Munguasai metode pendidikan orang dewasa (andragogi)
         3) Menguasai dan memahami analisa serta pemanfaatan data
            dan informasi iklim secara holistik.

    d. Metode Pelaksanaan

             Kegiatan     SLI   dilaksanakan  menggunakan      metode
         pembelajaran (teori dan praktek) yang bersifat partisipatoris.
         Proses belajar dilaksanakan berdasarkan siklus belajar, mulai
         dari mendapatkan pengalaman, mengungkapkan, diskusi,
         menganalisa, menyimpulkan, dan menerapkan. Secara rinci
         dapat dijelaskan sebagai berikut:

Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010               35
         1) Kurikulum berdasarkan keterampilan yang dibutuhkan
                  Kurikulum dirancang atas dasar analisis keterampilan
              lapangan yang perlu dimiliki oleh seorang petani untuk menjadi
              ahli analisa unsur iklim di lahannya sendiri serta mampu
              menularkannya kepada para petani lainnya. Selain keterampilan
              dan pengetahuan analisia unsur iklim, peserta juga memperoleh
              kecakapan dalam perencanaan kegiatan, kerjasama, dinamika
              kelompok, pengembangan bahan belajar, serta kemampuan
              komunikasi agar dapat menjadi fasilitator yang mampu
              merangsang dan membantu kelompok-kelompok tani lainnya
              secara efektif.

         2) Proses belajar melalui pengalaman

                  Proses belajar dalam SLI mengikuti alur belajar melalui
              pengalaman, yaitu: melakukan (mengalami), mengungkap-
              kan, menganalisis, menyimpulkan dan menerapkan (kembali
              melakukan). Dengan proses ini tidak ada orang yang
              mengajar orang lain. Setiap peserta adalah sekaligus murid
              dan guru. Pemandu Lapangan hanya membantu agar proses
              tersebut berjalan dengan baik.

         3) Pengkajian agroekosistem

                  SLI terpola dalam siklus berkala, dimana setiap unsur
              agroekosistem dikaji secara sistematis dan mendalam. Hal ini
              berdasarkan pertimbangan, bahwa perubahan keadaan
              agroekosistem lahan cukup berbeda antar waktu pengamatan.
              Tiap akhir pengamatan keadaan agroekosistem dikaji secara utuh
              untuk merencanakan waktu dan pola tanam ke depan.

    e. Tahapan pelaksanaan

              SLI dilaksanakan sebanyak 13 kali pertemuan, dengan
         rincian: 12 kali pertemuan materi dan 1 kali pertemuan evaluasi.
         Secara garis besar kegiatan SLI dilaksanakan dalam 2 (dua)
         tahapan, sebagai berikut:


Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010               36
         1) Tahap pertemuan persiapan dan pelaksanaan SLI, yang
              terdiri dari:
              -    Penentuan calon peserta dan calon lokasi (CPCL) melalui
                   koordinasi persiapan di tingkat kecamatan, desa, dan
                   kelompok tani
              -    Pemetaan hamparan
              -    Pembagian kerja antara perempuan dan laki-laki
              -    Merumuskan kesepakatan pola belajar dan pemecahan
                   masalah
              -    Penjelasan pelatihan dan kesepakatan
              -    Pelaksanaan ballot box : pre test
              -    Pengamatan dan diskusi analisis agroekosistem
              -    Dinamika     kelompok      (perkenalan     dan   pengakraban,
                   kreatifitas, kerjasama, komunikasi, perencanaan, dan
                   evaluasi kelompok)

         2) Tahap pemasyarakatan dan pelembagaan; merupakan tahap
              sosialisasi (persiapan – materi) ke petani yang dilaksanakan
              selama satu musim tanam (12 kali pertemuan), meliputi:
              -    Penentuan calon peserta dan calon lokasi (CPCL) melalui
                   koordinasi persiapan di tingkat kabupaten, kecamatan,
                   desa/lapangan (kelompok tani)
              -    Penyusunan kelengkapan panduan dan kesepakatan
                   pola belajar
              -    Kesepakatan kontrak belajar
              -    Penyusunan kurikulum belajar              berdasarkan   potensi
                   perubahan di lapangan
              -    Pembuatan dan pengendaran undangan
              -    Tahap pelembagaan; merupakan tahap implementasi
                   atau kegiatan tindak lanjut dalam bentuk aksi di lapangan
                   oleh petani peserta SLI.




Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                     37
           3) Monitoring, Evaluasi, dan Pelaporan
              -    Monitoring dan evaluasi pelaksanaan SLI Skala
                   Kelompok akan dilakukan oleh petugas dari Pusat,
                   Provinsi maupun Kabupaten.
              -    Laporan kegiatan SLI dibuat secara berjenjang dari
                   pelaksana terdepan (POPT-PHP, PPL, Petani Pemandu)
                   sampai ke tingkat penanggungjawab (LPHP/BPTPH) dan
                   tembusannya        disampaikan     kepada     Direktorat
                   Perlindungan Tanaman Pangan. Laporan kegiatan
                   berupa laporan awal, laporan mingguan/perkembangan,
                   dan laporan akhir. Format laporan pada Lampiran…..

    4.5.    Keluaran

       Terlaksananya kegiatan SLI bagi petani dalam rangka
    meningkatkan pengetahuan dan kemampuan petani dalam
    menganalisa serta memanfaatkan data dan informasi iklim dalam
    penerapan budidaya tanaman secara tepat.



    5. Pencanangan Gerakan Pengendalian OPT di Provinsi Sentra
       Produksi

    5.1.    Latar Belakang

         Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) masih merupakan
    risiko yang harus dihadapi dan diperhitungkan dalam setiap budidaya
    tanaman untuk meningkatkan produksi yang sesuai dengan sasaran.
    Kehilangan hasil yang disebabkan oleh OPT setiap tahunnya
    cenderung meningkat sejalan dengan terjadinya perubahan
    lingkungan strategis bahkan di beberapa lokasi sering menimbulkan
    kegagalan panen dengan kerugian ekonomi di pihak petani.
    Perubahan iklim yang terjadi belakangan ini menyebabkan
    mundurnya waktu tanam di sentra produksi dan berdampak terhadap


Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010              38
    peningkatan serangan OPT utama tikus, penggerek batang, wereng
    batang coklat, penyakit tungro dan BLB.

        Berbagai teknologi pengendalian OPT yang telah dikembangkan
    dan diterapkan, baik yang dihasilkan oleh peneliti maupun hasil kajian
    dan pengalaman petani belum mampu mengatasi serangan OPT
    utama secara maksimal bahkan pada beberapa OPT utama tingkat
    serangannya relatif masih tinggi walaupun berfluktuatif. Di lain pihak,
    dengan keterbatasan sarana yang ada, upaya-upaya pengendalian
    OPT yang telah dilaksanakan tidak dapat berjalan secara
    berkesinambungan dan tidak dapat menjangkau areal yang luas,
    karena hanya dilakukan pada daerah/wilayah yang sangat terbatas,
    sehingga upaya tersebut belum sepenuhnya dapat mengatasi
    permasalahan serangan OPT di lapangan.
        Pengendalian OPT dapat berhasil dengan baik apabila penera-
    pannya bersifat spesifik lokasi dengan memperhatikan kondisi wilayah
    setempat dan dilaksanakan secara bersama-sama dan terus menerus
    pada areal yang luas. Kepedulian petani terhadap keberadaan OPT di
    areal usaha tani merupakan salah satu kunci keberhasilan
    pengendalian OPT. Upaya pengendalian OPT yang dilakukan selama
    ini masih terbatas pada lahan usahatani masing-masing dengan
    wilayah yang sangat terbatas, namun apabila dilakukan secara
    serentak, bersama-sama dalam suatu wilayah yang luas akan
    memberikan hasil yang lebih baik dan optimal.
        Dalam      rangka    mengantisipasi   kemungkinan terjadinya
    peningkatan serangan OPT utama maka perlu dilakukan
    pencanangan gerakan pengendalian OPT sebagai tanda dimulainya
    gerakan pengendalian OPT secara serentak. Pencanangan gerakan
    pengendalian OPT yang dilakukan dapat berupa pengumpanan,
    gropyokan, perburuan, penyemprotan maupun pelepasan parasitoid
    atau cara lain sesuai dengan kondisi setempat.

    5.2.   Tujuan

        Tujuan pencanangan gerakan pengendalian OPT di provinsi
    sentra produksi adalah:

Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010              39
    a.     Memberdayakan petugas dan meningkatkan kepedulian
           masyarakat tani dalam melakukan pengendalian OPT secara
           lebih efektif, efisien dan berkesinambungan.

    b.     Menggerakkan dan memotivasi masyarakat tani untuk ikut aktif
           dalam pengendalian serangan OPT secara bersama-sama pada
           wilayah yang luas di daerah-daerah endemis serangan OPT di
           sentra produksi terutama padi.

    5.3.    Sasaran

        Sasaran pencanangan gerakan pengendalian OPT di provinsi
    sentra produksi adalah meningkatnya motivasi petugas dan
    kepedulian masyarakat tani untuk melaksanakan pengendalian OPT
    secara bersama-sama dalam areal yang luas.

    5.4.    Pelaksanaan

    a. Tempat dan Waktu Pelaksanaan

           Pencanangan gerakan pengendalian OPT dilakukan secara
           serentak dalam wilayah yang luas di lokasi daerah endemis
           serangan OPT selama 1 (satu) hari.

    b. Metode Pelaksanaan

           Gerakan pengendalian OPT dilaksanakan oleh para petani dan
           dibimbing oleh para petugas lapangan. Petunjuk pelaksanaan di
           tingkat lapangan dan teknis gerakan pengendalian OPT diberikan
           oleh para petugas lapangan sebelum gerakan dimulai.

    c.     Temu Wicara

           Kegiatan temu wicara dengan petani dilakukan dalam rangka
           memperoleh      masukan,       menyebarkan    informasi dan
           memasyarakatkan penerapan teknologi pengendalian OPT yang
           lebih efektif dan efisien. Temu wicara dipandu oleh Dinas
           Pertanian atau pejabat lainnya yang berkompeten.

Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010            40
    d. Peserta

           Peserta pencanangan gerakan pengendalian OPT berjumlah
           sekitar 100-200 orang petani yang berasal dari daerah di sekitar
           lokasi pencanangan. Selain itu kegiatan tersebut diikuti juga oleh
           para petugas lapangan, Dinas Pertanian Provinsi, Dinas
           Pertanian Kabupaten serta instansi terkait lainnya.

    e. Penanggungjawab Kegiatan

           Penanggungjawab pencanangan gerakan pengendalian OPT
           adalah Dinas Pertanian Provinsi Sub Dinas yang membidangi
           perlindungan tanaman pangan/UPTD BPTPH dengan pelaksana
           petugas lapangan sebagai pemandu petani.

    5.5.     Keluaran

        Pencanangan gerakan pengendalian OPT di daerah sentra
    produksi tanaman pangan terlaksana dengan baik. Petugas dan
    masyarakat petani lebih memahami prinsip-prinsip dan teknik-teknik
    pengendalian OPT yang lebih efektif dan efisien.




Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                41
                    IV. EVALUASI DAN PELAPORAN

    Evaluasi dan pelaporan perlindungan tanaman pangan sangat
penting untuk menilai keberhasilan pelaksanaan kegiatan dan sebagai
dasar untuk penyusunan rencana kegiatan di masa mendatang agar lebih
sempurna. Laporan disusun dan disampaikan oleh setiap unit Satuan
Kerja (Satker) sebagai pelaksana dan penanggungjawab kegiatan, baik
pusat maupun daerah (Dinas Pertanian Provinsi dan UPTD-BPTPH).
    Evaluasi dan pelaporan meliputi kegiatan teknis dan administrasi
yang dibuat sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan dan secara
berjenjang, mulai dari tingkat lapangan dan selanjutnya diteruskan
kepada instansi vertikal di atasnya sampai ke tingkat pusat. Berdasarkan
DIPA T.A. 2010 kegiatan perlindungan tanaman pangan yang tercantum
pada masing-masing unit Satker dievaluasi dan dilaporkan dengan rincian
sebagai berikut:

1. Dinas Pertanian Provinsi meliputi kegiatan:
   a. Pencanangan gerakan Pengendalian OPT,
    b. Bimbingan teknis pengendalian OPT dan penanganan DPI,
    c.   Operasional Brigade Proteksi Tanaman (BPT) dan Stok Sarana
         Pengendalian OPT,
    d. Operasional THL TB POPT-PHP, dan
    e. Laporan Sistem Monitoring dan Evaluasi (Simonev) merupakan
       hasil realisasi kegiatan yang dicapai setiap bulan dan
       tembusannya disampaikan kepada Sekretariat Direktorat
       Jenderal Tanaman Pangan dan Direktorat Perlindungan
       Tanaman Pangan. Untuk mengetahui perkembangan kemajuan
       kegiatan di Dinas Pertanian dapat dilihat dalam Lampiran 4.

2. UPTD Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura meliputi
   kegiatan:
    a. Laporan teknis sesuai dengan Pedoman Pengamatan dan
       Pelaporan Perlindungan Tanaman Pangan (laporan tengah
       bulanan, bulanan, musiman, dan tahunan). Laporan tersebut
       disampaikan kepada Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan.
Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010           42
    b. Laporan Hasil Pengawasan Penggunaan Pupuk dan Bahan
       Pengendalian OPT. Laporan disampaikan kepada Direktorat
       Sarana Produksi dan tembusannya kepada Direktorat
       Perlindungan Tanaman Pangan setiap bulan.
    c.   Laporan Realisasi Kegiatan pelaksanaan utama yang meliputi
         operasional LPHP/LAH, serta kegiatan SLPHT dan SLI dengan
         bulanan.
    d. Laporan Sistem Monitoring dan Evaluasi (Simonev) merupakan
       hasil realisasi kegiatan yang dicapai setiap bulan dan
       tembusannya disampaikan kepada Sekretariat Direktorat
       Jenderal Tanaman Pangan dan Direktorat Perlindungan
       Tanaman Pangan. Untuk mengetahui perkembangan kemajuan
       kegiatan di BPTPH dapat dilihat dalam Lampiran 5.

3. UPT Pusat (Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu
   Tumbuhan/ BBPOPT dan Balai Pengujian Mutu Produk Tanaman/
   BPMPT) meliputi kegiatan:
    a. BBPOPT melaporkan kegiatan sesuai dengan tugas pokok dan
       fungsinya dibidang pengamatan, pengendalian, dan peramalan
       OPT (P3OPT).
    b. BPMPT melaporkan kegiatan sesuai dengan tugas pokok dan
       fungsinya dibidang pengujian mutu produk tanaman.
    c.   Laporan Sistem Monitoring dan Evaluasi (Simonev) merupakan
         hasil realisasi kegiatan yang dicapai setiap bulan dan
         tembusannya disampaikan kepada Direktorat Jenderal Tanaman
         Pangan dan Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan.

4. Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan melalui Sub Direktorat
   sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya, bertanggungjawab
   terhadap pelaksanaan evaluasi dan pelaporan perkembangan
   kegiatan perlindungan tanaman pangan di pusat dan daerah. Jenis
   dan periode pelaporan dapat dilihat pada pedoman yang berlaku.




Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010       43
                                  V. PENUTUP


    Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010
disusun sebagai acuan bagi pelaksana dan penanggungjawab kegiatan
perlindungan tanaman pangan, baik di pusat maupun daerah. Diharapkan
dengan pedoman pelaksanaan ini, kegiatan perlindungan tanaman
pangan dapat dilaksanakan lebih terkoordinasi dan sinergis antara pusat
dan daerah, sehingga upaya mewujudkan sasaran kinerja perlindungan
tanaman pangan dapat berjalan secara efektif dan efisien.

    Disamping itu, pedoman pelaksanaan perlindungan tanaman pangan
ini agar digunakan sebagai acuan bagi daerah dalam menyusun petunjuk
pelaksanaan (Juklak) dan petunjuk teknis (Juknis) di tingkat provinsi
secara lebih rinci/spesifik lokasi. Sehingga   operasional kegiatan
perlindungan tanaman pangan di tingkat lapangan dapat dilaksanakan
lebih optimal sesuai dengan tujuan dan sasaran kegiatan yang telah
ditetapkan.




Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010          44
Lampiran 1. Keputusan Direktur Jenderal Tanaman Pangan
            Nomor:

                     DEPARTEMEN PERTANIAN
              DIREKTORAT JENDERAL TANAMAN PANGAN

 Jl. AUP Pasar Minggu                                        Telepon : (021) 7806819
 Kotak Pos 7264 & 7301/Jks PM                                Facimilie : (021) 7806309
 Jakarta Selatan, 12520                                      Telex     : 82558




       KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL TANAMAN PANGAN
                   NOMOR:

                                     TENTANG



  PEDOMAN PELAKSANAAN KEGIATAN PENGENDALI ORGANISME
   PENGGANGGU TUMBUHAN-PENGAMAT HAMA DAN PENYAKIT
    (POPT-PHP) DAN TENAGA HARIAN LEPAS - TENAGA BANTU
  (THL-TB) PENGENDALI ORGANISME PENGGANGGU TUMBUHAN-
           PENGAMAT HAMA DAN PENYAKIT (POPT-PHP)
                   TAHUN ANGGARAN 2010


               DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA


                DIREKTUR JENDERAL TANAMAN PANGAN

Menimbang       :   a. bahwa dalam rangka pembangunan pertanian
                       tangguh, khususnya sub sektor tanaman pangan
                       dan hortikultura perlu adanya dukungan sumberdaya
                       manusia bidang pertanian yang profesional;
                    b. bahwa untuk menumbuhkembangkan kemampu-an,
                       kemandirian serta tanggung jawab petani beserta
                       keluarganya dalam penerapan Pengendalian Hama
                       Terpadu (PHT) dan meningkatkan mutu sumberdaya
Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                          45
                         pertanian di dalam usahataninya, peranan
                         Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan-
                         Pengamat Hama dan Penyakit (POPT-PHP) dan
                         Tenaga Harian Lepas - Tenaga Bantu (THL-TB)
                         Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan-
                         Pengamat Hama dan Penyakit (POPT-PHP) sangat
                         diperlukan;

                    c.   bahwa atas dasar hal-hal tersebut dan untuk
                         memperlancar pelaksanaan program pembangunan
                         pertanian khususnya sub sektor tanaman pangan
                         dan hortikultura, sesuai dengan arah dan kebijakan
                         peningkatan kesejahteraan petani dan keluarganya,
                         dipandang perlu menetapkan Pedoman Pelaksana-
                         an Kegiatan Pengendali Organisme Pengganggu
                         Tumbuhan-Pengamat Hama dan Penyakit (POPT-
                         PHP) dan Tenaga Harian Lepas - Tenaga Bantu
                         (THL-TB) Pengendali Organisme Pengganggu
                         Tumbuhan-Pengamat Hama dan Penyakit (POPT-
                         PHP);


Mengingat       :   1. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1992 tentang
                       Sistem Budidaya Tanaman (Lembaran Negara
                       Tahun 1992 Nomor 46, Tambahan Lembaran
                       Negara Nomor 3478);

                    2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang
                       Keuangan Negara (Lembaran Negara Tahun 2003
                       Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Nomor
                       4286);

                    3. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang
                       Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Tahun
                       2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Nomor
                       4355);


Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010              46
                    4. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang
                        Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggungjawab
                        Keuangan Negara (Lembaran Negara Tahun 2004
                        Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Nomor
                        4400);

                    5. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang
                        Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun
                        2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara
                        Nomor 4437);

                    6. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 1995 tentang
                        Perlindungan Tanaman (Lembaran Negara Tahun
                        1995 Nomor 12; Tambahan Lembaran Indonesia
                        nomor 258.6);

                    7. Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2002 tentang
                        Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan
                        Belanja Negara (Lembaran Negara Tahun 2002
                        Nomor 73, Tambahan Lembaran Negara Nomor
                        4212) juncto Keputusan Presiden Nomor 72 Tahun
                        2004 (Lembaran 2 Negara Tahun 2004 Nomor 92,
                        Tambahan Lembaran Negara Nomor 4418);

                    8. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang
                        Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi
                        dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik
                        Indonesia, juncto Peraturan Presiden Nomor 62
                        Tahun 2005;

                     9. Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2005 tentang
                        Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian
                        Negara Republik Indonesia;


Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010          47
                    10. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 299/Kpts/OT.
                        140/7/2005 tentang Susunan Organisasi dan Tata
                         Kerja Departemen Pertanian juncto Peraturan
                         Menteri Pertanian Nomor 11/Permentan/OT.140/9/
                         2005;

                    11. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 341/Kpts/OT.
                         140/9/2005 tentang Kelengkapan Organisasi dan
                         Tata Kerja Departemen Pertanian juncto Peraturan
                         Menteri Pertanian Nomor 12/Permentan/OT.140/
                         2/2007;

                    12. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 01/Permentan/
                         KU.410/1/2009 tentang Pelimpahan  Kepada
                         Gubernur dalam Pengelolaan Kegiatan dan
                         Tanggung Jawab Dana Dekonsentrasi Provinsi
                         Tahun Anggaran 2009.




                                 MEMUTUSKAN:



Menetapkan :

KESATU        : Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Pengendali Organisme
                Pengganggu Tumbuhan-Pengamat Hama dan Penyakit
                (POPT-PHP) dan Tenaga Harian Lepas - Tenaga Bantu
                (THL-TB) Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan-
                Pengamat Hama dan Penyakit (POPT-PHP) seperti
                tercantum pada Lampiran yang merupakan bagian tidak
                terpisahkan dari Peraturan ini.



Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010            48
KEDUA         : Pedoman Pelaksanaan sebagaimana dimaksud dalam
                diktum KESATU dimaksudkan sebagai acuan dalam
                penyelenggaraan pengamanan produksi dari gangguan
                organisme pengganggu tumbuhan dan dampak perubahan
                iklim, serta pengawasan penggunaan bahan pengendali
                OPT dan pupuk bersubsidi.

KETIGA        : Peraturan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.



                                                      Ditetapkan di Jakarta
                                                      pada tanggal :


                              DIREKTUR JENDERAL TANAMAN PANGAN,

                                                       Ttd

                                            SUTARTO ALIMOESO


SALINAN Peraturan ini disampaikan kepada Yth:
1. Ketua Badan Pemeriksa Keuangan;
2. Menteri Keuangan;
3. Menteri Dalam Negeri;
4. Menteri Pertanian;
5. Pejabat Eselon I di lingkungan Departemen Pertanian;
6. Gubernur Provinsi di seluruh Indonesia.




Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                    49
LAMPIRAN KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL TANAMAN PANGAN
NOMOR         :
TANGGAL :
TENTANG : PEDOMAN PELAKSANAAN KEGIATAN PENGENDALI
                  ORGANISME PENGGANGGU TUMBUHAN-PENGAMAT
                  HAMA DAN PENYAKIT (POPT-PHP) DAN TENAGA
                  HARIAN LEPAS-TENAGA BANTU (THL-TB) PENGENDALI
                  ORGANISME PENGGANGGU TUMBUHAN-PENGAMAT
                  HAMA DAN PENYAKIT (POPT-PHP) TAHUN 2010



I.   PENDAHULUAN

     A.    Latar Belakang

           Pembangunan pertanian sebagai pilar ekonomi di era otonomi
           daerah semakin relevan, mengingat sumberdaya ekonomi yang
           dimiliki di setiap daerah yang siap didayagunakan saat ini untuk
           membangun ekonomi adalah sumberdaya pertanian, seperti
           sumberdaya alam (lahan, air, keragaman hayati, agroklimat),
           sumberdaya manusia di bidang agribisnis, teknologi, dan lain-
           lain. Sampai saat ini sektor pertanian/agribisnis masih
           merupakan penyumbang terbesar dalam struktur ekonomi
           hampir di setiap daerah.

           Dalam rangka mendukung perekonomian nasional peningkatan
           ketahanan pangan merupakan salah satu program utama di
           dalam Revitalisasi Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan
           (RPPK). Untuk         mewujudkan ketahanan        pangan   nasional
           tersebut, operasionalisasi pembangunan pertanian dilaksanakan
           melalui 3 (tiga) program, yaitu: 1) Peningkatan Ketahanan
           Pangan; 2) Pengembangan Agribisnis; dan 3) Peningkatan
           Kesejahteraan Petani. Untuk menjaga stabilitas kebutuhan
           pangan seiring dengan laju pertambahan penduduk per tahun

Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                 50
           yang masih tinggi, diperlukan upaya peningkatan produksi yang
           dilakukan melalui perluasan areal tanam dan peningkatan
           produktivitas. Agar upaya tersebut dapat dicapai maka perlu
           dilakukan upaya pengamanan produksi yang dalam manifestasi-
           nya dilakukan melalui kegiatan perlindungan tanaman dari
           gangguan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) dan
           Dampak Perubahan Iklim (DPI) berupa banjir, kekeringan, dan
           bencana lainnya, seperti kebakaran, tanah longsor, gempa
           bumi, dll.

           Dalam mendukung pencapaian sasaran program tersebut,
           ketersediaan dan distribusi sarana produksi sangat menentu-
           kan keberhasilannya. Kegiatan pengawasan ketersediaan,
           distribusi, mutu sarana produksi memiliki peranan strategis
           dalam mendukung tercapainya tingkat produksi dan mutu hasil
           pertanian yang optimal.

           Jumlah pupuk dan bahan pengendali OPT yang terdaftar dan
           tersebar di Indonesia meningkat dari tahun ke tahun. Demikian
           juga halnya dengan kios resmi penyalur pupuk bersubsidi terus
           meningkat dari tahun ke tahun. Sedangkan keberadaan kios
           penyalur bahan pengendali OPT sementara ini identik dengan
           jumlah kios sarana produksi lainnya. Rentang kendali terhadap
           pengawasan pupuk dan bahan pengendali OPT begitu luas
           sehingga memerlukan instrumen kelembagaan yang mengatur
           mekanisme kerja pengawasan dari pusat sampai provinsi
           bahkan kabupaten/kota.

           Seiring dengan semakin meningkatnya jumlah permintaan
           sarana produksi tersebut, telah dilakukan penyempurnaan
           penyaluran pupuk dengan sistem tertutup melalui Rencana
           Defenitif Kebutuhan Kelompok. Untuk menghindari peluang
           terjadinya penyimpangan dalam berbagai bentuk pelanggaran
           seperti naiknya harga pupuk bersubsidi di atas ketentuan HET,
           melakukan penjualan pupuk, pestisida palsu dan ilegal serta

Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010           51
           berbagai bentuk pelanggaran lainnya yang pada akhirnya
           sangat merugikan petani, sistem penyaluran secara tertutup
           perlu pengawalan yang intensif.

           Untuk menekan terjadinya pelanggaran dalam peredaran dan
           penggunaan pupuk dan bahan pengendali OPT oleh pihak-
           pihak yang tidak bertanggung jawab yang hanya dilandasi untuk
           mendapatkan keuntungan dalam tataniaga komoditi tersebut,
           maka peranan dan kinerja Petugas Pengawas Pupuk dan
           Bahan Pengendali OPT dalam melaksanakan kegiatan
           pengawalan dalam pengawasan peredaran dan penggunaan
           pupuk dan bahan pengendali OPT perlu ditingkatkan secara
           terus menerus.

           Dalam sistem perlindungan tanaman ujung tombak keberhasilan
           kegiatan perlindungan tanaman terletak pada kinerja Petugas
           Pengamat Hama dan Penyakit (PHP) yang saat ini disebut
           dengan Pejabat Fungsional Pengendali OPT (POPT), yang
           dalam tugasnya antara lain mempunyai mandat untuk
           melakukan pengawasan peredaran dan penggunaan bahan
           pengendali OPT.

           Untuk menunjang keberhasilan pengawasan pupuk dan bahan
           pengendali OPT khususnya dalam penggunaan di lapang, peran
           POPT-PHP sesuai dengan tugasnya dapat dioptimalkan dengan
           memberikan tugas tambahan disamping tugas utamanya
           sebagai pengamat OPT dan dampak fenomena iklim di wilayah
           kerjanya. Seiring dengan pemekaran wilayah di era otonomi
           daerah, jumlah POPT-PHP saat ini belum mencapai kondisi
           ideal yang diharapkan, yaitu 1 (satu) orang POPT-PHP di tiap
           kecamatan. Oleh karena itu untuk memenuhinya telah ditetap-
           kan pengadaan Tenaga Harian Lepas-Tenaga Bantu (THL-TB)
           Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan-Pengamat
           Hama Penyakit (POPT-PHP) yang ditempatkan di wilayah
           kecamatan.

Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010           52
           Sehubungan dengan hal tersebut, maka diperlukan Pedoman
           Pelaksanaan Kegiatan POPT-PHP dan THL-TB POPT-PHP
           sebagai acuan dalam pelaksanaan tugas pengamatan OPT dan
           DPI, sekaligus pengawasan penggunaan pupuk bersubsidi dan
           bahan pengendali OPT di tingkat lapangan.

     B.    Dasar Hukum

           Dasar hukum Pedoman Pelaksanaan Kegiatan POPT-PHP dan
           THL-TB POPT-PHP adalah:
           1.   Peraturan Presiden Nomor 77 Tahun 2005 tentang
                Penetapan Pupuk Bersubsidi sebagai Barang Dalam
                Pengawasan;

           2.   Keputusan Menteri Pertanian Nomor: 887/Kpts/OT.210/9/
                1997      tentang      Pedoman        Pengendalian   Organisme
                Penganggu Tumbuhan;

           3.   Keputusan Menteri Pertanian Nomor: 237/Kpts/OT.210/4/
                2003 tentang Pedoman Pengawasan Pengadaan,
                Peredaran dan Penggunaan Pupuk An-Organik;

           4.   Peraturan Menteri Pertanian Nomor: 42/Permentan/SR.
                140/5/2007 tentang Pengawasan Pestisida;

           5.   Keputusan Menteri Pertanian Nomor: 146.1/Kpts/Kp.320/
                3/2007 tanggal 1 Maret 2007 tentang Hasil Seleksi
                Pengadaan Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh
                Pertanian dan Tenaga Harian Lepas - Tenaga Bantu
                Pengendali Organisme Penganggu Tumbuhan – Pengamat
                Hama Penyakit (POPT – PHP) Departemen Pertanian;

           6.   Surat     Menteri     Pertanian     Nomor:   966/Kp.120A/11/06
                tanggal 24 Nopember 2006 tentang Pedoman Rekruitmen
                Tenaga Bantu Pengendali Organisme Pengganggu
                Tumbuhan – Pengamat Hama Penyakit (POPT - PHP);


Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                  53
           7.   Surat Edaran Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur
                Nomor: B/299/M.PAN/2/2007 tanggal 9 Pebruari 2007
                perihal Pengangkatan Tenaga Penyuluh Pertanian;

           8.   Kontrak Kerja tentang Pemanfaatan Tenaga Harian Lepas
                (THL) sebagai Tenaga Bantu Pengendali Organisme
                Penganggu Tumbuhan-Pengamat Hama dan Penyakit
                (POPT – PHP).

     C.    Maksud dan Tujuan

           Pedoman Pelaksanaan Kegiatan POPT-PHP dan THL-TB
           POPT-PHP dimaksudkan sebagai acuan bagi POPT-PHP dan
           THL-TB POPT-PHP dalam penyelenggaraan pengamanan
           produksi dari gangguan OPT dan DPI serta pengawasan
           penggunaan pupuk bersubsidi dan bahan pengendali OPT
           secara efektif dan efisien.

           Tujuan diterbitkannya Pedoman Pelaksanaan ini adalah :
           1.   Memberikan acuan kerja bagi POPT-PHP dan THL-TB
                POPT-PHP dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari.

           2.   Menyediakan tolok ukur kinerja POPT-PHP dan THL-TB
                POPT-PHP.

           3.   Memberikan motivasi bagi POPT-PHP dan THL-TB POPT-
                PHP dalam melaksanakan pendampingan kepada Petani,
                Kelompok Tani, dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan)
                dalam pengamanan produksi.

           4.   Menciptakan mekanisme kerja yang kondusif antara POPT-
                PHP dan THL-TB POPT-PHP dengan unsur terkait di
                tingkat kecamatan (PPL, Mantri Tani) maupun dengan
                sesama POPT-PHP dan THL-TB                   POPT-PHP   yang
                berdampingan wilayah kerjanya.




Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                54
     D.    Ruang Lingkup

           Ruang lingkup Pedoman Pelaksanaan Kegiatan POPT-PHP dan
           THL-TB POPT-PHP meliputi:

           1. Tugas Pokok dan Fungsi;
           2. Organisasi Pelaksana;
           3. Tata Kerja dan Tata Hubungan POPT-PHP dan THL-TB
              POPT-PHP;
           4. Supervisi, Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan;
           5. Pembiayaan;
           6. Sanksi.


     E.    Definisi/Pengertian

           1. Sistem budidaya tanaman adalah sistem pengembangan
               dan pemanfaatan sumberdaya alam nabati melalui upaya
               manusia yang dengan modal, teknologi, dan sumberdaya
               lainnya untuk menghasilkan barang/produk guna memenuhi
               kebutuhan manusia secara lebih baik.
           2. Perlindungan tanaman adalah segala upaya untuk
              mencegah kerugian pada budidaya tanaman yang diakibat-
               kan oleh Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) dan
               Dampak Perubahan Iklim (DPI).
           3. Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT)
               adalah jabatan yang mempunyai ruang lingkup tugas,
               tanggung jawab, dan wewenang untuk pengendalian OPT,
               yang diduduki oleh Pegawai Negeri Sipil dengan hak dan
               kewajiban secara penuh yang diberikan oleh pejabat yang
               berwenang.
           4. Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT)-
              Pengamat Hama dan Penyakit (PHP) adalah jabatan yang
               mempunyai ruang lingkup tugas, tanggung jawab, dan
               wewenang untuk pengendalian OPT pada lingkup wilayah

Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010         55
               pengamatan, yang diduduki oleh Pegawai Negeri Sipil
               dengan hak dan kewajiban secara penuh yang diberikan
               oleh pejabat yang berwenang.

           5. POPT-PHP Honorer adalah tenaga yang diangkat oleh
               pejabat berwenang, yang diberi tugas dan tanggung jawab
               secara penuh pada lingkup wilayah pengamatan untuk
               melakukan kegiatan pengendalian OPT dan penanggulang-
               an DPI, terdaftar pada data base BKN atau BKD, dan
               memperoleh penghasilan dari dana APBN. Berdasarkan
               Peraturan Pemerintah No. 48 Tahun 2005 Tentang
               Pengangkatan Tenaga Honorer Menjadi CPNS, secara
               bertahap POPT-PHP Honorer akan diangkat menjadi Calon
               Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sampai dengan tahun 2009.

           6. Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Pengendali Organisme
               Pengganggu Tumbuhan-Pengamat Hama dan Penyakit
               adalah Tenaga Bantu POPT yang direkrut oleh Departemen
               Pertanian selama kurun waktu tertentu sesuai dengan
               ketersediaan keuangan Negara untuk melaksana-kan tugas
               dan fungsinya sebagai pembantu POPT di wilayah
               pengamatan yang belum memiliki POPT, dengan ketentuan
               tidak mempunyai hak untuk diangkat menjadi Pegawai
               Negeri Sipil.

           7. Wilayah Pengamatan adalah wilayah kerja bagi seorang
               POPT yang luas wilayahnya berhimpitan dengan wilayah
               administrasi kecamatan atau kelipatannya.

           8. Pengamatan           adalah      kegiatan      penghitungan   dan
               pengumpulan informasi tentang keadaan populasi atau
               tingkat serangan OPT dan dampak fenomena iklim, serta
               faktor-faktor yang mempengaruhinya pada kurun waktu dan
               lokasi tertentu.


Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                   56
           9. Pengendalian OPT adalah kegiatan yang meliputi
              perencanaan dan pelaksanaan pengamatan, peramalan,
               pemeriksaan, pengasingan, dan pengendalian OPT/
               tindakan karantina, analisis dan evaluasi hasil pengendali-an
               OPT, bimbingan pengendalian OPT, pengembangan metode
               pengamatan / peramalan / pengendalian / tindakan
               karantina, pemantauan daerah sebar OPT, pembuatan
               koleksi, visualisasi dan informasi.

         10. Pengawasan pupuk bersubsidi oleh POPT-PHP dan THL-TB
               POPT-PHP         adalah      rangkaian        kegiatan   pemantauan
               terhadap penyaluran, penggunaan, dan harga pupuk
               bersubsidi untuk membantu Komisi Pengawasan Pupuk dan
               Pestisida (KPPP) dalam melaksanakan tugasnya.

         11. Pengawasan bahan pengendali OPT/pestisida oleh POPT-
             PHP dan THL-TB POPT-PHP adalah rangkaian kegiatan
               pemeriksaan, khususnya dalam peredaran, penyimpanan,
               dan penggunaan bahan pengendali OPT/pestisida untuk
               membantu Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida
               (KPPP), agar terjamin mutu dan efektivitasnya, tidak
               mengganggu kesehatan dan keselamatan manusia serta
               kelestarian lingkungan hidup dan sesuai dengan peraturan
               perundang-undangan yang berlaku.

         12. Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KPPP) adalah
               wadah koordinasi instansi terkait dalam pengawasan pupuk
               dan pestisida yang dibentuk oleh Gubernur untuk tingkat
               provinsi     dan      oleh     Bupati/Walikota       untuk   tingkat
               kabupaten/kota.

         13. Kepala Cabang Dinas (KCD) adalah Kepala Cabang Dinas
               Pertanian yang berada di tingkat kecamatan.


Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                      57
          14. Penyuluh Pertanian adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi
                tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak secara penuh
                oleh pejabat yang berwenang pada satuan organisasi
                lingkup pertanian untuk melakukan kegiatan penyuluhan
                pertanian.
          15. Kelompok tani adalah kumpulan petani/peternak/pekebun
                yang dibentuk atas dasar kesamaan kepentingan, kesamaan
                kondisi lingkungan (sosial, ekonomi, sumber daya) dan
                keakraban untuk meningkatkan dan mengembangkan usaha
                anggota.
          16. Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) adalah kumpulan
              beberapa kelompok tani yang bergabung dan bekerjasama
                untuk meningkatkan skala ekonomi dan efisensi usaha.
          17. Rencana Definitif Kelompok (RDK) adalah rencana kerja
              usaha tani dari kelompok tani untuk satu musim tanam, yang
                disusun melalui musyawarah dan berisi rincian kegiatan dan
                kesepakatan bersama dalam pengelolaan usaha tani.
          18. Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) adalah
              rencana kebutuhan kelompok tani untuk satu musim tanam
                yang disusun berdasarkan musyawarah anggota kelompok
                tani, meliputi kebutuhan benih, pupuk, pestisida, alat dan
                mesin Pertanian serta modal kerja untuk mendukung
                pelaksanaan RDK yang dibutuhkan oleh petani yang
                merupakan pesanan kelompok tani kepada gabungan
                kelompok tani atau lembaga lain (distributor sarana produksi
                dan perbankan).

     F.    Pemangku (Obyek Sasaran)

           1.    Petugas lapangan POPT-PHP, baik yang berstatus PNS
                 maupun honorer dan THL-TB POPT-PHP baik yang
                 berpendidikan SLTA, D-III, dan D-IV/S-1 bidang pertanian
                 yang tersebar di seluruh Indonesia;

Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010               58
           2.   Kelembagaan yang melaksanakan kegiatan pengendalian
                OPT dan penanggulangan DPI di seluruh tingkatan.

     G.    Keluaran

           1.   Tersedianya acuan kerja bagi POPT-PHP dan THL-TB
                POPT-PHP dalam melaksanakan tugas pengendalian OPT
                dan penanggulangan DPI serta dalam membantu
                pengawasan pupuk bersubsidi dan bahan pengendali OPT.
           2.   Tersedianya tolok ukur kinerja POPT-PHP dan THL-TB
                POPT-PHP.

     H.    Hasil yang Diharapkan

           1.   POPT-PHP dan THL-TB POPT-PHP dapat melaksanakan
                tugasnya sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya secara
                efektif dan efisien.
           2.   Terukurnya kinerja POPT-PHP dan THL-TB POPT-PHP
                sebagai pembantu POPT sesuai tugas dan fungsinya.
           3.   Adanya motivasi bagi POPT-PHP dan THL-TB POPT-PHP
                dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari.
           4.   Terciptanya mekanisme kerja yang kondusif antara POPT-
                PHP dan THL-TB POPT-PHP dengan pejabat dan
                kelembagaan pertanian di tingkat kecamatan.

     I.    Manfaat

           1.   Terpantaunya serangan OPT dan DPI, serta peredaran dan
                penggunaan pupuk bersubsidi dan bahan pengendali OPT
                secara cepat dan tepat;
           2.   Terkendalinya serangan OPT, serta antisipasi DPI dan
                kemungkinan timbulnya permasalahan dalam peredaran
                dan penggunaan pupuk bersubsidi dan bahan pengendali
                OPT dapat dilakukan secara dini.

Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010          59
           3.    Terselenggaranya         kegiatan      pengamanan       produksi,
                 sehingga seluruh faktor produksi dapat berfungsi secara
                 optimal.

      J.   Dampak

           Terwujudnya kemandirian petani dalam pengendalian OPT dan
           penanggulangan DPI sesuai prinsip Pengendalian Hama
           Terpadu (PHT) untuk mewujudkan pembangunan pertanian
           yang berkelanjutan.



II.   TUGAS POKOK DAN FUNGSI

      A.   Tugas Pokok

           Tugas Pokok POPT-PHP dan THL-TB POPT-PHP adalah
           merencanakan, menyiapkan, melaksanakan, mengembangkan,
           mengevaluasi, membimbing, dan melaporkan pengamatan,
           analisis, peramalan, dan pengendalian OPT serta melakukan
           pengawasan peredaran dan penggunaan pupuk bersubsidi
           serta bahan pengendali OPT.

      B.   Fungsi POPT-PHP dan THL-TB POPT-PHP

           Dalam melaksanakan tugas di atas, POPT-PHP dan THL-TB
           POPT-PHP menyelenggarakan fungsi:
           a. Perencanaan, penyiapan, dan pelaksanaan pengamatan
                serangan OPT dan DPI;
           b. Perencanaan, penyiapan, dan pelaksanaan pengendalian/
                penanggulangan OPT dan DPI;
           c. Analisis dan evaluasi perkembangan serangan OPT dan
                DPI;
           d. Bimbingan        dan     pendampingan          dalam   pengendalian/
                penanggulangan OPT dan DPI;

Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                     60
            e. Pendampingan penyusunan RDK/RDKK di tingkat kelompok
                 tani;
            f.   Monitoring terhadap harga dan peredaran pupuk bersubsidi,
                 serta penyimpangan-penyimpangan yang terjadi;
            g. Identifikasi rekomendasi penggunaan pupuk;
            h. Pengawasan        dalam      penggunaan       pupuk   dan   bahan
                 pengendali OPT di tingkat petani;
            i.   Pelaporan hasil pengamatan serangan OPT, DPI, dan hasil
                 monitoring peredaran pupuk bersubsidi serta penggunaan
                 pupuk dan bahan pengendali OPT.



III.   ORGANISASI PELAKSANA

       A.   Penempatan dan Penetapan POPT-PHP dan THL-TB POPT-
            PHP

            1. POPT-PHP ditempatkan di satu atau lebih kecamatan;
            2. THL-TB POPT-PHP ditempatkan di kecamatan yang belum
                 ada POPT-PHPnya;
            3. Penempatan POPT-PHP dan THL-TB POPT-PHP diatur
               oleh Pemerintah Provinsi dalam hal ini oleh Kepala Dinas
                 Pertanian atau Kepala Dinas yang membidangi Tanaman
                 Pangan atas usulan kelembagaan yang menangani
                 perlindungan tanaman pangan di provinsi.

       B.   Tugas Pembinaan

            1. Pusat

                 Pusat, dalam hal ini Direktorat Perlindungan Tanaman
                 Pangan dan Direktorat Sarana Produksi, Ditjen. Tanaman
                 Pangan,   serta   Direktorat  Perlindungan     Tanaman
                 Hortikultura, Ditjen. Hortikultura, melakukan pembinaan
                 fungsional    dan    melaksanakan     fungsinya sebagai
Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                    61
               koordinator, fasilitator, dinamisator, dan regulator agar tugas
               yang dilimpahkan dapat berjalan dengan lancar dan sasaran
               pembangunan dapat dicapai secara optimal sesuai yang
               diharapkan. Dalam melaksanakan fungsinya,                Pusat
               menyelenggarakan kegiatan sebagai berikut:
               a. Menyusun pedoman pelaksanaan perlindungan tanaman.
               b. Menyusun kebijakan penyelenggaraan THL-TB POPT-
                  PHP.
               c. Melakukan koordinasi dan sinkronisasi penyelenggara-an
                  POPT-PHP dan THL-TB POPT-PHP dalam hal
                   pembiayaan, pengawasan dan pelaporan.
               d. Melaksanakan pelatihan bagi POPT-PHP dan THL-TB
                   POPT-PHP,
               e. Memberikan pelayanan informasi berupa pedoman-
                  pedoman, media cetak dan elektronik bagi POPT-PHP
                   dan THL-TB POPT-PHP.
               f. Mengevaluasi          dan       membuat    laporan     hasil
                   penyelenggaraan pengendalian OPT dan penanggulang-
                   an DPI serta pengawasan penggunaan pupuk bersubsidi
                   dan bahan pengendali OPT kepada Menteri Pertanian.


           2. Provinsi

               Dinas Pertanian Provinsi melakukan pembinaan administratif
               dan teknis bagi POPT-PHP dan THL-TB POPT-PHP di
               tingkat Provinsi melalui UPTD Balai Proteksi/Balai
               Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH)
               selaku pembina administrasi dan teknis operasional. Upaya
               pembinaan dilaksanakan sebagai berikut:
               a. Melakukan kegiatan fasilitasi administrasi, pembiayaan
                   melalui dana dekonsentrasi, dan pelaporan dalam
                   penyelenggaraan pengendalian OPT dan penanggulang-
                   an DPI serta pengawasan penggunaan pupuk bersubsidi
Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                 62
                   dan bahan pengendali OPT, yang dilaksanakan oleh
                   POPT-PHP dan THL-TB POPT-PHP.
               b. Melakukan bimbingan dan monitoring pelaksanaan tugas
                   POPT-PHP dan THL-TB POPT-PHP.
               c. Melaksanakan         supervisi,    monitoring   dan   evaluasi
                   penyelenggaraan pengendalian OPT dan penanggulang-
                   an DPI serta pengawasan penggunaan pupuk bersubsidi
                   dan bahan pengendali OPT yang dilaksanakan oleh
                   POPT-PHP dan THL-TB POPT-PHP.
               d. Mengumpulkan, merumuskan, dan mengevaluasi laporan
                   POPT-PHP      dan   THL-TB    POPT-PHP      melalui
                   Laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit (LPHP) di
                   masing-masing wilayah atau Koordinator POPT-PHP di
                   Kabupaten (bagi provinsi yang belum memiliki LPHP) dan
                   melaporkan hasilnya secara berjenjang dan berkala.

           3. Kabupaten/Kota

               Dinas Pertanian Kabupaten/Kota melakukan pembinaan
               teknis kepada POPT-PHP dan THL-TB POPT-PHP di tingkat
               Kabupaten/Kota melalui Koordinator POPT-PHP di masing-
               masing kabupaten/kota wilayah kerja THL-TB POPT-PHP.
               Upaya pembinaan dilaksanakan sebagai berikut:
               a. Melakukan pembinaan teknis kegiatan POPT-PHP dan
                  THL-TB POPT-PHP.
               b. Mengkoordinasi POPT-PHP dan THL-TB POPT-PHP
                  dalam setiap kegiatan pengamanan produksi dari
                   gangguan OPT dan DFI untuk mendukung keberhasilan
                   program peningkatan produksi tanaman pangan dan
                   hortikultura.
               c. Menyampaikan informasi pelaksanaan kegiatan POPT-
                  PHP dan THL-TB POPT-PHP.


Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                   63
               d. Melakukan         bimbingan        dan     supervisi   kegiatan
                   pengendalian OPT dan penanggulangan DFI serta
                   pengawasan penggunaan pupuk bersubsidi dan bahan
                   pengendali OPT yang dilaksanakan oleh POPT-PHP dan
                   THL-TB POPT-PHP.
               e. Mengumpulkan,          menganalisis,       dan    mengevaluasi
                   laporan-laporan POPT-PHP dan THL-TB POPT-PHP dan
                   melaporkan secara berjenjang dan berkala.


           4. Kecamatan

               Pembinaan teknis bagi THL-TB POPT-PHP di tingkat
               Kecamatan dilakukan oleh POPT-PHP senior dan KCD/
               Mantri Tani yang wilayah kerjanya berhimpit dan atau
               berdampingan dengan wilayah kerja THL-TB POPT-PHP.
               Upaya pembinaan dilaksanakan sebagai berikut :
               a. Membantu penyusunan rencana kerja pengamatan dan
                  pengendalian/penanganan OPT     dan DPI, serta
                   pengawasan pupuk bersubsidi dan bahan pengendali
                   OPT.
               b. Mendampingi         pelaksanaan       kegiatan    pengendalian/
                   penanganan OPT dan DPI, serta pengawasan pupuk
                   bersubsidi dan bahan pengendali OPT.
               c. Mendampingi    dalam    penyusunan               laporan   dan
                  rekomendasi hasil pengamatan.

           Bagan alur pembinaan kepada POPT-PHP dan THL-TB POPT-
           PHP dapat dilihat pada Gambar 1. di bawah ini.




Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                    64
 Gambar 1. Bagan Alur Pembinaan POPT-PHP dan THL POPT-PHP


 Pusat               Direktorat Jenderal Tanaman Pangan


                   Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan


 Provinsi           Dinas Pertanian/ UPTD Balai Proteksi/
                        Balai Perlindungan Tanaman


 Wilayah             Laboratorium Pengamatan Hama dan
                               Penyakit (LPHP)


 Kabupaten/
 Kota                                                          Dinas
                                                              Pertanian
                                    Koordinator
                                    POPT-PHP


                THL                                             KCD/
               POPT                                           Mantri Tani
               -PHP
 Kecamatan                         POPT-PHP                       PPL


                                    Gapoktan
            Klpk             Klpk               Klpk               Klpk
 Desa
            Tani             Tani               Tani               Tani

Keterangan :
               : Garis Pembinaan,            : Garis Koordinasi
KCD            : Kantor Cabang Dinas
POPT-PHP       : Pengendali Organisme Penganggu Tumbuhan – Pengamat
                 Hama dan Penyakit
THL            : Tenaga Harian Lepas;   PPL : Penyuluh Pertanian Lapangan
Gapoktan       : Gabungan Kelompok Tani



 Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                 65
IV. TATA KERJA DAN TATA HUBUNGAN POPT-PHP dan THL-TB
     POPT PHP


     A.    Tata Kerja

           1.   POPT-PHP dan THL-TB POPT-PHP merupakan petugas
                terdepan dalam kegiatan pengamanan produksi yang
                mendapatkan bimbingan teknis dan supervisi secara
                berjenjang       dari   UPTD       Balai     Proteksi/Perlindungan
                Tanaman Pangan dan Hortikultura atau SubDinas yang
                membidangi perlindungan tanaman;

           2.   POPT-PHP         dan    THL-TB       POPT-PHP       melaksanakan
                kegiatannya di wilayah kecamatan yang menjadi wilayah
                kerjanya.       Sebelum        melaksanakan         tugas-tugasnya
                berkewajiban melakukan inventarisasi              data dasar    di
                kecamatan, kegiatan-kegiatan yang sudah, sedang dan
                akan dilaksanakan;

           3.   THL-TB POPT-PHP dalam melaksanakan tugasnya akan
                didampingi dan dibimbing langsung oleh POPT-PHP yang
                wilayah kerjanya berdekatan.

           4.   POPT-PHP dan THL-TB POPT-PHP sebelum melakukan
                pekerjaannya diwajibkan menyusun Rencana Kerja yang
                akan dilaksanakan di wilayah kerjanya sesuai dengan
                kegiatan-kegiatan yang telah dituangkan dalam Buku
                Pedoman         Pengamatan       dan    Pelaporan    Perlindungan
                Tanaman Pangan dan Metode Pengamatan OPT Tanaman
                Hortikultura;


Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                     66
             5.   POPT-PHP dan THL-TB POPT-PHP melakukan pengamat-
                  an, mencatat, menghimpun data dan informasi penting dan
                  aktual terkait dengan perkembangan OPT/DPI dan segera
                  melaporkannya secara berjenjang dan berkala.

             6.   Selain tugas utamanya POPT-PHP dan THL-TB POPT-
                  PHP diberikan mandat untuk melakukan pengawasan
                  ketersediaan, kecukupan, dan penyaluran pupuk di tingkat
                  kelompok tani, harga pupuk bersubsidi di tingkat pengecer,
                  penggunaannya di tingkat petani, dan penyimpangan-
                  penyimpangan yang terjadi. Di samping pengawasan
                  pupuk,    POPT-PHP        dan     THL-TB    POPT-PHP    juga
                  melakukan         pengawasan           terhadap   peredaran,
                  penyimpanan, dan penggunaan bahan pengendali OPT
                  oleh petani di wilayah kerjanya, seperti terlihat pada bagan
                  berikut. Hasil pengawasan di atas dilaporkan secara
                  berjenjang dan berkala.

         .




Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                 67
    Gambar 2. Bagan Alur Distribusi, Pengawasan, dan Pelaporan
                    Pupuk Bersubsidi dan Bahan Pengendali OPT

                                                     Direktorat Jenderal Tanaman Pangan




                                                         Direktorat Sarana Produksi

                                                   Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan




         KPPP                                             Dinas Pertanian Provinsi




                                                         Dinas Pertanian Kabupaten
          BPP



                                                           Koordinator Kabupaten
          PPL

                                     Produsen

Rekomendasi penggunaan                                         POPT-PHP

                                     Distributor




                                     Pengecer




                                       Petani



Keterangan :
               : Garis Pelaporan          KPPP : Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida
               : Garis Pengawasan         BPP : Balai Penyuluhan Pertanian
                : Garis Distribusi        PPL : Penyuluh Pertanian Lapangan



    Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                              68
     B.    Tata Hubungan Kerja

           Dalam melaksanakan tugas di wilayah kerjanya, POPT-PHP
           dan THL-TB POPT-PHP mempunyai hubungan kerja sebagai
           berikut:

           1.   Hubungan kerja konsultatif fungsional:

                -     Antara POPT-PHP dan THL-TB POPT-PHP dengan
                      Koordinator POPT;

                      Hubungan kerja konsultatif fungsional POPT-PHP dan
                      THL-TB POPT-PHP dengan Koordinator POPT dan
                      POPT     dilaksanakan    untuk      membina
                      kemampuan/ketrampilan THL-TB POPT-PHP dalam
                      melakukan  kegiatan   pengendalian OPT  dan
                      penanggulangan DPI, pengawasan penggunaan
                      pupuk bersubsidi dan bahan pengendali OPT di
                      wilayah kerjanya sesuai dengan tugas pokok dan
                      fungsinya.

                -     Antara THL-TB POPT-PHP dengan POPT-PHP;

                      Hubungan kerja konsultatif fungsional THL-TB POPT-
                      PHP dengan POPT-PHP dilaksanakan melalui
                      pendampingan secara langsung di lapangan dalam
                      pelaksanaan kegiatan pengendalian OPT dan
                      penanggulangan         DPI,    pengawasan      penggunaan
                      pupuk bersubsidi dan bahan pengendali OPT di
                      wilayah kerja THL-TB POPT-PHP sesuai dengan
                      tugas pokok dan fungsinya.

           2.   Hubungan kerjasama teknis fungsional dengan Dinas
                lingkup pertanian;

                Hubungan kerjasama teknis fungsional dengan Dinas
                lingkup     pertanian     dilaksanakan       dalam   pelaksanaan

Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                    69
                program       pengendalian/        penanggulangan          OPT/DPI,
                pengawasan peredaran, penyimpanan, dan penggunaan
                pupuk bersubsidi dan bahan pengendali OPT yang
                dilaksanakan di Wilayah Kerjanya, khususnya dalam
                penerapan teknologi dan operasional lapangan melalui
                pembinaan           sumberdaya               manusia       pertanian,
                pengembangan program peningkatan produksi tanaman
                pangan/hortikultura, serta dalam pembinaan administrasi
                dan mekanisme pelaporan.

           3.   Hubungan         kerja     konsultatif        fungsional     dengan
                Organisasi Petani;

                Hubungan kerja antara POPT-PHP dan THL-TB POPT-
                PHP dengan petani dilaksanakan dalam rangka pembinaan
                dan pendampingan kepada petani, dalam penerapan
                teknologi pengamatan,  pengendalian  OPT    dan
                penanggulangan DPI, sehingga kehilangan hasil karena
                gangguan OPT dan DPI dapat ditekan serendah-
                rendahnya;

           4.   Hubungan kerja koordinatif dengan Koordinator POPT-
                PHP;

                Hubungan kerja ini dilaksanakan timbal balik antara POPT-
                PHP dan THL-TB POPT-PHP dengan Koordinator POPT-
                PHP untuk memperoleh hasil yang maksimal dalam hal:
                a.    Pelaksanaan tugas dan pelaporan hasil pelaksanaan
                      pengendalian OPT dan penanggulangan DPI serta
                      pengawasan pupuk bersubsidi dan bahan pengendali
                      OPT di kecamatan yang menjadi Wilayah Kerjanya;
                b.    Pembinaan kerjasama untuk meningkatkan keserasian
                      kerja dengan pihak-pihak terkait yang berada di
                      wilayah kerjanya maupun di wilayah kerja yang
                      berdampingan.


Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                        70
V.   SUPERVISI, MONITORING, EVALUASI DAN PELAPORAN

     A.    Supervisi dan Monitoring Evaluasi
           1.   Supervisi dan monitoring dilakukan oleh petugas-petugas
                dari tingkat Pusat (Direktorat Perlindungan Tanaman
                Pangan dan Direktorat Sarana Produksi, Ditjen. Tanaman
                Pangan, Direktorat Perlindungan Tanaman Hortikultura,
                Ditjen. Hortikultura, dan Balai Besar Peramalan OPT),
                Provinsi (Dinas Pertanian Provinsi dan UPTD Balai
                Proteksi/Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura),
                Wilayah (Laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit),
                dan Kabupaten (Koordinator POPT-PHP);
           2.   Evaluasi dilakukan berdasarkan kinerja POPT-PHP dan
                THL-TB POPT-PHP dalam melaksanakan tugas pokok dan
                fungsinya.

     B.    Pelaporan

           Jenis laporan dan mekanisme pelaporan hasil pelaksanaan
           tugas POPT-PHP dan THL-TB POPT-PHP mengacu pada
           Pedoman Pengamatan dan Pelaporan Perlindungan Tanaman
           (Pangan dan Hortikultura). Jenis-jenis laporan yang harus
           dilaporkan POPT-PHP dan THL-TB POPT-PHP mencakup
           laporan rutin dan laporan insidentil atau darurat, terdiri dari :

           1.   Laporan peringatan dini, rekomendasi, dan tindak lanjut;
           2.   Laporan setengah bulanan/bulanan;
           3.   Laporan taksasi kehilangan hasil;
           4.   Laporan musiman;
           5.   Laporan insidentil, mencakup eksplosi serangan OPT,
                pemalsuan pupuk/pestisida, dll.

           Laporan rutin disampaikan 2 (dua) minggu atau 1 (satu) bulan
           sekali dan laporan insidentil disampaikan 1 (satu) minggu sekali.
           Mekanisme pelaporan POPT-PHP dan THL-TB POPT-PHP
           dapat dilihat pada Gambar 3 berikut.
Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                     71
 Gambar 3. Bagan Alur Pelaporan Perlindungan Tanaman Pangan


                   Direktorat Jenderal                 Direktorat
Pusat               Tanaman Pangan                    Perlindungan
                                                    Tanaman Pangan


                                    Dinas Pertanian/ UPTD Balai Proteksi/
Tingkat provinsi                        Balai Perlindungan Tanaman
Tgl : 8 & 23 setiap bulan


                                    Laboratorium Pengamatan Hama
Tingkat wilayah                          dan Penyakit (LPHP)
Tgl : 4 & 21 setiap bln.

                  Dinas Pertanian



Kabupaten/Kota
                                           Koordinator POPT -
Tgl : 4 & 19 setiap bulan                         PHP


                             THL
                                                                  KCD/Mantr
                            POPT-
                                                                    i Tani
                             PHP



Tingkat kecamatan                           POPT-PHP                  PPL
Tgl : 2 & 17 setiap bulan



           Klp                Klp                 Klp              Klp
           Tani               Tani                Tani             Tani

                                       Gapoktan

 Keterangan :
         : Garis pelaporan    THL      : Tenaga Harian Lepas
         : Garis koordinasi   Gapoktan : Gabungan Kelompok Tani
 KCD     : Kantor Cabag Dinas PPL      : Penyuluh Pertanian Lap.


Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                    72
VI. PEMBIAYAAN


     A.    Komponen dan Besaran Biaya
           1.   Kepada tenaga PNS POPT-PHP, Honorer POPT-PHP, dan
                THL-TB POPT-PHP diberikan biaya meliputi honor dan
                biaya operasional;
           2.   Besaran biaya yang diberikan kepada masing-masing
                petugas dimaksud sebagai berikut:

                a.    PNS POPT-PHP

                      -     Biaya Operasional Pengamatan (BOP) sebesar
                            Rp. 500.000,-/bulan sesuai dengan alokasi biaya
                            yang tersedia;
                      -     Biaya dialokasikan untuk 12 (dua belas) bulan.

                b.    Honorer POPT-PHP

                      -     Biaya honorarium sebesar Rp. 1.000.000,-/bulan,
                            diberikan kepada tenaga honorer POPT-PHP di
                            12 provinsi yaitu Jambi, Bengkulu, Sumsel,
                            Lampung, Banten, Kalbar, Kalsel, Sulut, Sulsel,
                            Gorontalo, Sulbar dan Maluku;
                      -     Biaya    Operasional      Pengamatan   (BOP)     Rp.
                            500.000/bulan, diberikan kepada tenaga honorer
                            POPT-PHP di 16 provinsi Jambi, Bengkulu,
                            Sumsel, Lampung, Banten, Jabar, Jatim, NTB,
                            Kalbar, Kalsel, Sulut, Sulsel, Gorontalo, Sulbar
                            Maluku, dan Papua;
                      -     Biaya tersebut dialokasikan selama 12 (dua
                            belas) bulan.



Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                    73
                c.     THL-TB POPT-PHP

                       -     Biaya honor Rp. 1.150.000,-/bulan bagi SLTA,
                             Rp. 1.300.000,-/bulan bagi D           III,    dan Rp.
                             1.450.000,-/bulan bagi D IV/S1;
                       -     Biaya Operasional Pengamatan Rp. 500.000,-
                             /bulan;
                       -     Biaya tersebut dialokasikan selama 10 (sepuluh)
                             bulan, dimulai pada bulan Maret.

     B.    Sumber Dana dan Pembayaran

           1.   Sumber dana untuk pembayaran Biaya Operasional
                Pengamatan PNS POPT-PHP di seluruh provinsi berasal
                dari       DIPA   Dana     Dekonsentrasi     Direktorat      Jenderal
                Tanaman Pangan, Satuan Kerja Dinas Pertanian atau
                BPTPH Provinsi kecuali provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah
                dan Jawa Timur;

           2.   Sumber dana untuk pembayaran Biaya Operasional
                Pengamatan PNS POPT-PHP di provinsi Jawa Barat untuk
                100 orang, Jawa Tengah: 100 orang dan Jawa Timur: 107
                orang       ditampung      pada     DIPA     Direktorat      Jenderal
                Hortikultura Dana Dekonsentrasi, melalui Unit Satuan Kerja
                BPTPH Provinsi;

           3.   Sumber       dana      untuk   pembayaran     honor        dan   Biaya
                Operasional Pengamatan Honorer POPT-PHP berasal dari
                DIPA Dana Dekonsentrasi Direktorat Jenderal Tanaman
                Pangan, Satuan Kerja Dinas Pertanian atau BPTPH
                Provinsi;



Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                          74
           4.   Sumber      dana     untuk    pembayaran       honor   dan   Biaya
                Operasional Pengamatan THL-TB POPT-PHP berasal dari
                DIPA Dana Dekonsentrasi Direktorat Jenderal Tanaman
                Pangan, Satuan Kerja Dinas Pertanian atau BPTPH
                Provinsi;

           5.   Proses pembayaran dilakukan secara langsung oleh
                Bendahara Dana Satuan Kerja Dana Dekonsentrasi Dinas
                Pertanian atau BPTPH masing-masing provinsi.

           6.   Dalam Pembiayaan, Biaya Operasional didukung dengan
                bukti-bukti pengeluaran;

           7.   Proses Pembiayaan sesuai dengan Peraturan Perundang-
                undangan yang berlaku.


VII. SANKSI


     A.    POPT-PHP

           POPT-PHP yang tidak memenuhi kewajiban atau melanggar
           aturan dalam pelaksanaan tugas akan mendapat sanksi sesuai
           dengan peraturan kepegawaian yang berlaku.

     B.    THL-TB POPT-PHP

           THL-TB POPT-PHP yang tidak dapat memenuhi ketentuan atau
           melanggar aturan yang telah ditetapkan dalam Kontrak Kerja,
           maka yang bersangkutan akan mendapat sanksi sesuai dengan
           tingkat kesalahannya, seperti tersebut di bawah ini :

           1.   Sanksi lisan dan tertulis dibuat atas dasar laporan pembina
                lapangan di      tingkat     kabupaten.      Sanksi ini   diberikan
                oleh Pejabat Pembuat Komitmen (P2K) Dinas Pertanian
                Provinsi atau BPTPH kepada THL-TB POPT-PHP yang
Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                      75
                tidak disiplin dalam melaksanakan tugas di wilayah
                kerjanya sesuai dengan pedoman dan kontrak kerja yang
                telah ditetapkan;
           2.   Sanksi pemberhentian Kontrak Kerja diberikan oleh Pejabat
                Pembuat Komitmen (P2K) Dinas Pertanian Provinsi atau
                BPTPH       atas    usulan     pembina        lapangan    di      tingkat
                kabupaten,      kepada      THL-TB      POPT-PHP          yang     tidak
                melaksanakan tugas di wilayah kerjanya selama 1 (satu)
                bulan berturut-turut dan melakukan tindakan amoral,
                asusila atau penipuan;
           3.   Apabila terjadi perselisihan antara Pihak Kesatu dan Pihak
                Kedua      dalam     pelaksanaan       kontrak    kerja     ini    akan
                diselesaikan secara musyawarah dan mufakat.
           4.   Sanksi pengembalian honor diberikan kepada THL-TB
                POPT-PHP yang sudah menerima honor tetapi tidak
                menyelesaikan         kontraknya      sesuai      perjanjian       yang
                ditandatangani oleh kedua belah pihak.




                               DIREKTUR JENDERAL TANAMAN PANGAN,


                                                        Ttd


                                             SUTARTO ALIMOESO




Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                            76
Lampiran 2. Daftar Nama-Nama Petugas THL TB POPT-PHP

  No.   No. Prov                  Nama                  Kabupaten   Pend.
           1       PEMERINTAH ACEH
  1            1   Darwati                     Aceh Barat Daya      SLTA
  2            2   Maswadi                     Aceh Barat Daya      SLTA
  3            3   Husaini                     Aceh Selatan         SLTA
  4            4   Husniah                     Aceh Selatan         SLTA
  5            5   Khairumi                    Aceh Selatan         SLTA
  6            6   Lisa Fadillah, SP           Bireun                S1
  7            7   Samsidar                    Aceh Timur           SLTA
  8            8   Mundaris                    Simeuleu             SLTA
  9            9   Asri Mutasir                Nagan Raya           SLTA
  10        10     Mawardi                     Aceh Jaya            SLTA
  11        11     Risma Hayu                  Aceh Singkil         SLTA
  12        12     Elvi Zusfianti              Gayo Lues            SLTA
  13        13     Fitrialisda Cut             Bireuen              SLTA
  14        14     Cut Rosniar                 Aceh Barat Daya       D3
  15        15     Mawardinur                  Aceh Utara            D3
  16        16     Catur Satriyo D, SP         Aceh Jaya             S1
  17        17     Loly Indri Yani, SP         Aceh Besar            S1
  18        18     Viviana Zamzami, SP         Aceh Besar            S1
  19        19     Ir. Dariansyah              Aceh Tamiang          S1
  20        20     Abdul Wahid, SP             Aceh Tamiang          S1
  21        21     Jatu Purnawaty, SP          Aceh Tamiang          S1
  22        22     Hasanah, SP                 Aceh Utara            S1
  23        23     Mulyanti, SP                Pidie                 S1
  24        24     Wahidun                     Pidie                 S1
  25        25     Eva Yusmanty, SP            Aceh Tenggara         S1
  26        26     Sabri, SP                   Benar Meriah          S1
  27        27     Nuraini                     Gayo Lues             S1
  28        28     Miswaruddin                 Bireuen               S1
  29        29     Amrizal                     Aceh Utara           SLTA
  30        30     Rini Sari                   Aceh Besar           SLTA
  31        31     Nidawati                    Aceh Besar           SLTA
  32        32     Sastrawati                  Aceh Selatan         SLTA
  33        33     Asnidar                     Aceh Selatan         SLTA
Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                  77
  No   No.Prov.                   Nama               Kabupaten   Pend.
  34       34     Mardiana                     Aceh Jaya         SLTA
  35       35     Cut Nurhubbi                 Aceh Selatan      SLTA
  36       36     Muzaiyan                     Sieuleu           SLTA
  37       37     Ratna Mardiana               Bireun            SLTA
  38       38     Wan Anjani                   Nagan Raya        SLTA
  39       39     Cut Elarianti                Nagan Raya        SLTA
  40       40     Rusmani                      Nagan Raya        SLTA
  41       41     Idawati                      Nagan Raya        SLTA
  42       42     Harmidi                      Aceh Barat        SLTA
  43       43     Zuhari                       Aceh Barat        SLTA
  44       44     Nurman                       Aceh Selatan      SLTA
  45       45     Kurniawan                    Aceh Barat        SLTA
  46       46     Junnaidi                     Aceh Jaya         SLTA
  47       47     Mashendri                    Aceh Besar        SLTA
  48       48     Laima Dianur                 Aceh Besar        SLTA
  49       49     Kaidir                       Aceh Barat Daya   SLTA
  50       50     Handi Putra Jarvanda         Pidie Jaya        SLTA
  51       51     Samsir                       Aceh Selatan      SLTA
  52       52     Irwamto                      Aceh Singkil      SLTA
  53       53     Ridwan                       Aceh Utara        SLTA
  54       54     Sudirman                     Aceh Utara        SLTA
  55       55     Eva Nufida                   Aceh Singkil      SLTA
  56       56     Wahyiaman                    Aceh Tenggara     SLTA
  57       57     Adwari                       Aceh Timur        SLTA
  58       58     Syarman                      Aceh Barat        SLTA
  59       59     Juniar                       Aceh Selatan      SLTA
  60       60     Juhardi                      Aceh Utara        SLTA
  61       61     Hasanuddin                   Subussalam        SLTA
  62       62     Suhaimi                      Subussalam        SLTA
  63       63     Herman                       Aceh Barat        SLTA
  64       64     Asnaini                      Aceh Tengah       SLTA
  65       65     Ridwan                       Aceh Timur        SLTA
  66       66     Baharuddin Mali              Aceh Timur        SLTA
  67       67     Nurhadi                      Aceh Utara        SLTA
  68       68     Ais Fitrian Yusri            Bireun            SLTA

Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010               78
  No   No.Prov.                   Nama                Kabupaten    Pend.
  69       69     Yusra                        Benar Meriah        SLTA
  70       70     Mustofa Walinono             Aceh Tenggara       SLTA
  71       71     Zulkifli                     Aceh Utara          SLTA
  72       72     Salwani                      Gayo Lues           SLTA
  73       73     Ernawati                     Nagan Raya          SLTA
          2       SUMATERA UTARA
  74          1   Herlina BR Sitepu            Karo                SLTA
  75          2   Edward Kriston Munthe        Karo                SLTA
  76          3   Wagiman                      Toba Samosir        SLTA
  77          4   Marintah Harawaty Br Purba   Toba Samosir         S1
  78          5   Nurmala Rolenta Hutahaean    Toba Samosir        SLTA
  79          6   Fredi Susanto Sinuraya       Toba Samosir        SLTA
  80          7   Resmawati Kudadiri           Toba Samosir        SLTA
  81          8   Warmen Munte                 Toba Samosir        SLTA
  82          9   Sudarmanto                   Samosir             SLTA
  83       10     Erwan                        Tap. Tengah         SLTA
  84       11     Arif Kurniawan Sitepu        Tap. Tengah         SLTA
  85       12     Astiko                       Tap. Tengah         SLTA
  86       13     Ardiansyah                   Tap. Tengah         SLTA
  87       14     Abdul Latip                  Mandailing Natal    SLTA
  88       15     Alfi Syahrin, SP             Mandailing Natal    SLTA
  89       16     Ali Sakban                   Mandailing Natal    SLTA
  90       17     Hamidah Harahap              Mandailing Natal    SLTA
  91       18     Irsan Rangkuti               Mandailing Natal    SLTA
  92       19     Yusri                        Mandailing Natal    SLTA
  93       20     Kasman Lubis                 Mandailing Natal    SLTA
  94       21     Ponimin Sagala               Mandailing Natal    SLTA
  95       22     Miripianto                   Mandailing Natal    SLTA
  96       23     Sri Indrayani                Kota P. Sidempuan   SLTA
  97       24     Rahmad Budianto              Kota P. Sidempuan   SLTA
  98       25     Agus                         Kota Binjai         SLTA
  99       26     Sudiono                      Kota Binjai         SLTA
 100       27     Abdul Malik                  Serdang Bedagai     SLTA
 101       28     Meta Amalia                  Simalungun           D3
 102       29     Kartini                      Kota Medan           S1

Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                 79
  No   No.Prov.                  Nama                 Kabupaten     Pend.
 103       30     Ledylurini Manik             Serdang Bedagai       S1
 104       31     Ester Sembiring, SP          Serdang Bedagai       S1
 105       32     Ir. Tensi Sembiring          Karo                  S1
 106       33     Eli Paska Siahaan            Simalungun            S1
 107       34     Euis Dwi Yutikna Lubis       Simalungun            S1
 108       35     Sarina M. Simanjuntak, SP    Pematang Siantar      S1
 109       36     Masnita BR Sitepu, SP        Labuhan Batu          S1
 110       37     Rekky Nelson Purba           Toba Samosir          S1
 111       38     Yuandi                       Langkat              SLTA
 112       39     Nurmalasari Manurung         Mandailing Natal      S1
 113       40     Novita Ningrum, SP           Mandailing Natal      S1
 114       41     Arnidah Hasibuan             Padang Lawas          S1
 115       42     Mulia Pardamean Damanik      Kota Tebing Tinggi    S1
 116       43     Obatta Sembiring, SP         Karo                  S1
 117       44     Jakup Gusti Sembiring        Karo                  S1
 118       45     Margianto, SP                Langkat               S1
 119       46     Frendina Sari Anti           Kota Medan           SLTA
 120       47     Imam P Ginting               Kota Medan           SLTA
 121       48     Rahmad Hidayat               Langkat              SLTA
 122       49     Supriharni Sitanggang        Langkat              SLTA
 123       50     Nur Hamidah                  Langkat              SLTA
 124       51     Junaidi                      Langkat              SLTA
 125       52     Sumar                        Langkat              SLTA
 126       53     Rasiman Karo-Karo            Deli Serdang         SLTA
 127       54     Jumansyah Putra              Deli Serdang         SLTA
 128       55     Iman Solihin                 Serdang Bedagai      SLTA
 129       56     Horasman H Naibaho           Serdang Bedagai      SLTA
 130       57     Asminuddin                   Serdang Bedagai      SLTA
 131       58     Muhammad Yunus               Serdang Bedagai      SLTA
 132       59     Armin S Manurung             Simalungun           SLTA
 133       60     Sonter Sagala                Simalungun           SLTA
 134       61     Kosmedi Saragih              Simalungun           SLTA
 135       62     Junas Tari Hora              Simalungun           SLTA
 136       63     Belisius Purba               Simalungun           SLTA
 137       64     Sahat Budi A Purba           Simalungun           SLTA

Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                  80
  No   No.Prov.                  Nama                  Kabupaten     Pend.
 138       65     Sutriadi                     Simalungun            SLTA
 139       66     Lasmauli Sipakkar            Simalungun            SLTA
 140       67     Tijo                         Batubara              SLTA
 141       68     Nurhabibi                    Asahan                SLTA
 142       69     Pardamean Sinaga             Asahan                SLTA
 143       70     Umi Khalsum Lubis            Labuhan Batu          SLTA
 144       71     Heryawan Siregar             Labuhan Batu          SLTA
 145       72     Johanson Siagian             Labuhan Batu          SLTA
 146       73     Martua Rasa Harahap          Labuhan Batu          SLTA
 147       74     Hapifuddin                   Labuhan Batu          SLTA
 148       75     Baharuddin                   Labuhan Batu          SLTA
 149       76     Hermansyah                   Labuhan Batu          SLTA
 150       77     Sumarno                      Labuhan Batu          SLTA
 151       78     Huntal Ambarita              Dairi                 SLTA
 152       79     Emmelia Sirait               Dairi                 SLTA
 153       80     Nurmedi Situmorang           Dairi                 SLTA
 154       81     Natal P.N Siahaan            Dairi                 SLTA
 155       82     Mahadi Lembeng               Pakpak Barat          SLTA
 156       83     Abd. Rahim Tinendung         Pakpak Barat          SLTA
 157       84     Berta Hutabarat              Tap. Utara            SLTA
 158       85     Wilmar Simanungkalit         Tap. Utara            SLTA
 159       86     Romlin Gultom                Tap. Utara            SLTA
 160       87     Tiopan Pakpahan              Tap. Utara            SLTA
 161       88     Faber H. Siregar             Tapanuli Utara        SLTA
 162       89     Parlinggoman Sianturi        Tap. Utara            SLTA
 163       90     Brigjen Sinaga               Humbahas              SLTA
 164       91     Hasiholan Simatupang         Humbahas              SLTA
 165       92     Binhot Hutabarat             Humbahas              SLTA
 166       93     Rosdiana Saragih             Toba Samosir          SLTA
 167       94     Rismawaty Tarigan            Toba Samosir          SLTA
          3       SUMATERA BARAT
 168          1   Arlis Efendi                 Sawahlunto/Sijujung   SLTA
 169          2   Zulma Andrianto              Solok                 SLTA
 170          3   Syafrijal                    Solok Selatan         SLTA
 171          4   Syafrizal                    Solok Selatan         SLTA

Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                   81
  No   No.Prov.                  Nama                  Kabupaten     Pend.
 172          5   Rosita                       Solok Selatan         SLTA
 173          6   Miftah Hidayat               Tanah Datar           SLTA
 174          7   Mefita, SP                   Agam                   S1
 175          8   Adri, SP                     Agam                   S1
 176          9   Amrizon, SP                  Limapuluh Kota         S1
 177       10     Ridhatul Husna               Padang Pariaman        S1
 178       11     Meta Silvia Roza, SP         Sawahlunto/Sijujung    S1
 179       12     Apriati, SP                  Solok                  S1
 180       13     Nora Silvia Sari             Agam                  SLTA
 181       14     Novaldi                      Dharmasraya           SLTA
 182       15     Edi Candra                   Dharmasraya           SLTA
 183       16     Devi Martita                 Lima Puluh Kota       SLTA
 184       17     Adi Saputra                  Solok                 SLTA
 185       18     Jamaris                      Kota Padang           SLTA
 186       19     Maifriadi                    Kota Padang           SLTA
 187       20     Mariyanti                    Pasaman Barat         SLTA
 188       21     Afwendi                      Pasaman Barat         SLTA
 189       22     Lisnawati                    Pasaman Barat         SLTA
 190       23     Mulyadi                      Pasaman Barat         SLTA
 191       24     Alwi Darwis                  Pesisir Selatan       SLTA
 192       25     Supardi                      Pesisir Selatan       SLTA
 193       26     Khairul Gusrisal             Kota Sawahlunto       SLTA
 194       27     Aprisal                      Sawahlunto/Sijujung   SLTA
          4       RIAU
 195          1   Lammariani                   Rokan Hulu            SLTA
 196          2   Rinaldy                      Rokan Hulu            SLTA
 197          3   Mufrizal                     Rokan Hulu            SLTA
 198          4   Yasrizal Rahman              Rokan Hulu            SLTA
 199          5   Desi Komalasari              Siak                  SLTA
 200          6   Risqiah                      Kuantan Singingi      SLTA
 201          7   Amliadi                      Kampar                SLTA
 202          8   Bisroni, A.Md                Indragiri Hulu         D3
 203          9   Safrijon, A.Md               Rokan Hilir            D3
 204       10     Amelia Suyetty, SP           Kampar                 S1
 205       11     Wilson Fajra Muda, SP        Indragiri Hulu         S1

Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                   82
  No   No.Prov.                 Nama                  Kabupaten   Pend.
 206       12     Amalia                       Rokan Hilir         S1
 207       13     Heru Tris Nugraha, SP        Rokan Hilir         S1
 208       14     Friska Namorawati            Kuantan Singingi    S1
 209       15     Rohayati Sitanggang          Kuantan Singingi    S1
 210       16     Cika Dwi Rahmawati           Kampar             SLTA
 211       17     Zaki Amani                   Rokan Hulu         SLTA
 212       18     Adi Wahyudi, SP              Kampar              S1
 213       19     Masdah                       Indragiri Hilir    SLTA
 214       20     Yendri                       Indragiri Hilir    SLTA
 215       21     Yusuf Madian                 Indragiri Hilir    SLTA
 216       22     Maskury                      Rokan Hulu         SLTA
 217       23     Zaleha                       Pelalawan          SLTA
 218       24     Muhammad Amri                Pelalawan          SLTA
 219       25     Herman Piton                 Pelalawan          SLTA
 220       26     Agus Suryanto                Pelalawan          SLTA
 221       27     Abdullah                     Pelalawan          SLTA
 222       28     Erma Yani Nasution           Rokan Hulu         SLTA
 223       29     Masridawati                  Rokan Hulu         SLTA
 224       30     Nurulhuda                    Siak               SLTA
 225       31     Yesi Seswita, SP             Kuantan Singingi   SLTA
          5       JAMBI
 226          1   Bang Suryadi                 Bungo              SLTA
 227          2   Arnizal                      Kerinci            SLTA
 228          3   Mulyadi                      Kerinci            SLTA
 229          4   Mansyurdin                   Kerinci            SLTA
 230          5   Yulizar                      Kerinci            SLTA
 231          6   Muhammad Nazif               Batang Hari         S1
 232          7   Harianto Widodo              Merangin            S1
 233          8   Nizomi Setiawan, SP          Sarolangun          S1
 234          9   Endang Maryati, SP           Tebo                S1
 235       10     Dian Mayasari                Tebo                S1
 236       11     Esti Wulandari SP            Bungo               S1
 237       12     Effi Yudiawati, SP           Bungo               S1
 238       13     Lisa Primadona, SP           Kerinci             S1
 239       14     Yilinda                      Muara Jambi        SLTA

Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                83
  No   No.Prov.                  Nama                  Kabupaten   Pend.
 240       15     Defe                         Batang Hari         SLTA
 241       16     Ofral Nafiz                  Tanjab Timur        SLTA
 242       17     Sofyan                       Tanjab Timur        SLTA
 243       18     Mulyadi                      Tanjab Timur        SLTA
 244       19     Bajang                       Tanjab Barat        SLTA
 245       20     Syahrul Haris                Tanjab Barat        SLTA
 246       21     Ammad Fatoni                 Merangin            SLTA
 247       22     Ardiles Admi                 Merangin            SLTA
 248       23     Damrul                       Merangin            SLTA
 249       24     Sarpan Elyadi                Sarolangun          SLTA
 250       25     Widodo                       Tebo                SLTA
 251       26     Nurhayati                    Tebo                SLTA
 252       27     Adha                         Tebo                SLTA
 253       28     Heri Firdaus                 Bungo               SLTA
          6       SUMATERA SELATAN
 254          1   Tugimin                      Empat Lawang        SLTA
 255          2   Suyitno                      Empat Lawang        SLTA
 256          3   Anwar                        Empat Lawang        SLTA
 257          4   Santoso                      Empat Lawang        SLTA
 258          5   M. Nurhadi                   Empat Lawang        SLTA
 259          6   Kristian                     Musi Rawas          SLTA
 260          7   Kusmayadi                    Musi Rawas          SLTA
 261          8   Tasilah, SP                  Banyuasin            S1
 262          9   Desinta, SP                  Banyuasin            S1
 263       10     Denny Sepriyanto, SP         Ogan Ilir            S1
 264       11     Saringah, SP                 OKU Selatan          S1
 265       12     Rita Jaya, SP                Prabumulih           S1
 266       13     Yusni Novayanti, SP          Lahat                S1
 267       14     Reni Purwanty, SP            Pagar Alam           S1
 268       15     Sonny Dante, SP              Pagar Alam           S1
 269       16     Emi Noviyanti, SP            Lubuk Linggau        S1
 270       17     Sudiono                      Musi Banyuasin      SLTA
 271       18     Suwanto                      Musi Banyuasin      SLTA
 272       19     Agus Riyanto                 Banyuasin           SLTA
 273       20     Purwanto                     Banyuasin           SLTA

Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                 84
  No   No.Prov.                   Nama                 Kabupaten    Pend.
 274       21     Irpani                       Ogan Ilir            SLTA
 275       22     Iswanto                      Ogan Ilir            SLTA
 276       23     Isnarimo                     Ogan Ilir            SLTA
 277       24     Ahmad Maksum                 Ogan Komering Ilir   SLTA
 278       25     Alexander                    Ogan Komering Ilir   SLTA
 279       26     Kusmiati                     OKU Timur            SLTA
 280       27     Japran                       OKU Selatan          SLTA
 281       28     Ira Indrayani                OKU Selatan          SLTA
 282       29     Hanapsul Mudmainah           OKU Selatan          SLTA
 283       30     Sukidi                       OKU Induk            SLTA
 284       31     Denny                        Muara Enim           SLTA
 285       32     Feri Permana                 Muara Enim           SLTA
 286       33     Juni Widaryanto              Muara Enim           SLTA
 287       34     Samino                       Lahat                SLTA
 288       35     Lasmiranto                   Lahat                SLTA
 289       36     Tri Laksono                  Lahat                SLTA
 290       37     M. Teja Sukmana              OKU Selatan          SLTA
          7       BENGKULU
 291          1   Yenni Rosmaida P             Rejang Lebong        SLTA
 292          2   Sutina                       Rejang Lebong        SLTA
 293          3   Asep Alfiandi                Lebong               SLTA
 294          4   Engwangsah                   Lebong               SLTA
 295          5   Runiarni                     Lebong               SLTA
 296          6   Iskandar                     Kaur                 SLTA
 297          7   Junaidi                      Kaur                 SLTA
 298          8   Ahmad Sutiyoso               Muko-Muko            SLTA
 299          9   Kusmea Dinata, SP            Bengkulu Utara        S1
 300       10     Lisa Mariana, SP             Lebong                S1
 301       11     Ogie Hendra Yoga, SP         Muko-Muko             S1
 302       12     Sri Widodo, SP               Muko-Muko             S1
          8       LAMPUNG
 303          1   Agus Sulistyono              Tulang Bawang        SLTA
 304          2   Sumarwan                     Tulang Bawang        SLTA
 305          3   Rohmat Ijaya                 Way Kanan            SLTA
 306          4   Sukaji                       Way Kanan            SLTA

Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                  85
  No   No.Prov.                  Nama                Kabupaten   Pend.
 307           5   Purwanto                    Way Kanan         SLTA
 308           6   Heri Purwantoro             Lampung Timur     SLTA
 309           7   Mastur                      Tulang Bawang     SLTA
 310           8   Prasetio                    Tulang Bawang     SLTA
 311           9   Eko Basuki                  Way Kanan         SLTA
 312       10      Suyono, SP                  Lampung Barat      S1
 313       11      Fenti Septianti, SP         Lampung Barat      S1
 314       12      Aan Saputri, SP             Lampung Selatan    S1
 315       13      Wiwik Prihartati, SP        Lampung Selatan    S1
 316       14      Ira Puspasari, SP           Lampung Selatan    S1
 317       15      Asnawati, SP                Lampung Tengah     S1
 318       16      Eko Priyo Santoso, SP       Way Kanan          S1
 319       17      Edyansyah                   Lampung Barat     SLTA
 320       18      Rakhmat                     Lampung Barat     SLTA
 321       19      Syafruddin                  Lampung Selatan   SLTA
 322       20      Fatkhan                     Lampung Selatan   SLTA
 323       21      Lukas Suprihatin            Lampung Tengah    SLTA
 324       22      Yudi Susanto                Lampung Tengah    SLTA
 325       23      Saridi                      Lampung Tengah    SLTA
 326       24      Suryanto                    Lampung Tengah    SLTA
 327       25      Heri Susilo                 Lampung Tengah    SLTA
 328       26      Ali Rahman                  Lampung Utara     SLTA
 329       27      Susanto                     Lampung Utara     SLTA
 330       28      Hendri Purnomo              Lampung Timur     SLTA
 331       29      Hari Kurniawan              Lampung Timur     SLTA
 332       30      Prayetno                    Tulang Bawang     SLTA
 333       31      Nurchanafi Umar             Tulang Bawang     SLTA
          9        KEPULAUAN RIAU
 334           1   Mardanus                    Karimun            S1
          10       BANGKA BELITUNG
 335           1   Aryanti                     Belitung          SLTA
 336           2   Sina                        Belitung Timur    SLTA
 337           3   Muhammad Munajit            Bangka            SLTA
 338           4   Ditia Anggreni              Bangka Selatan     S1



Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010               86
  No   No.Prov.                   Nama                 Kabupaten   Pend.
          11       BANTEN
 339           1   Siti Munawaroh              Pandeglang          SLTA
 340           2   Tb. Didi Rahmat             Lebak               SLTA
 341           3   Iin Setiawan                Lebak               SLTA
 342           4   Tisna                       Lebak               SLTA
 343           5   Joni                        Lebak               SLTA
 344           6   Muhyadin                    Lebak               SLTA
 345           7   Uyung Nurhaeni              Lebak               SLTA
 346           8   Muhamad Hudri               Lebak               SLTA
 347           9   Ending J. Abidin            Lebak               SLTA
 348       10      Toyib                       Tangerang           SLTA
 349       11      Oni Suryana                 Tangerang           SLTA
 350       12      Ridwan                      Tangerang           SLTA
 351       13      Pipin Rohbini               Tangerang           SLTA
 352       14      Tb. Nurman                  Tangerang           SLTA
 353       15      Rohaedi                     Kota Cilegon        SLTA
 354       16      Yuda Adi Putra              Pandeglang          SLTA
 355       17      Asmara D. Wijaya            Pandeglang          SLTA
 356       18      Yayan Prianto               Pandeglang          SLTA
 357       19      Heri Kusmara, SP            Serang               S1
 358       20      M. Akhid Distanto, SP       Tangerang            S1
 359       21      Eka Sadewa Rangkuti, SP     Tangerang            S1
 360       22      Zaenal Mutaqin              Kota Serang         SPMA
 361       23      Yayat Ruhiyat               Kota Serang         SPMA
 362       24      Salim                       Serang              SPMA
 363       25      Aminuddin                   Serang              SPMA
 364       26      Saefullah                   Serang              SPMA
 365       27      Encep Harist H              Pandeglang          SPMA
 366       28      Tuti Puspitasari            Kota Serang         SPMA
 367       29      Antaya                      Pandeglang          SPMA
 368       30      Ahmad Payumi                Pandeglang          SPMA
 369       31      Suhaedi                     Pandeglang          SPMA
 370       32      Ahmadi                      Pandeglang          SPMA
 371       33      Enur Syamsi                 Pandeglang          SPMA
 372       34      Bayi Sumarta                Pandeglang          SPMA

Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                 87
  No   No.Prov.                   Nama                  Kabupaten   Pend.
 373       35      Saen                         Pandeglang          SPMA
          12       DKI JAKARTA
 374           1   Muhamad Gerhan               Jakarta Timur       SLTA
 375           2   Hasan                        Jakarta Timur       SLTA
 376           3   Riandi                       Jakarta Utara       SLTA
 377           4   Regena Yuli B                Jakarta Barat        S1
          13       JAWA BARAT
 378           1   Mokh. Nurokhim               Cirebon             SLTA
 379           2   Cecep Kurnia                 Cirebon             SLTA
 380           3   Soleh Hidayat                Tasikmalaya         SLTA
 381           4   Idin                         Tasikmalaya         SLTA
 382           5   Somad                        Tasikmalaya         SLTA
 383           6   Asep Nurjaman                Tasikmalaya         SLTA
 384           7   Uum Sumantri P               Tasikmalaya         SLTA
 385           8   Otong                        Tasikmalaya         SLTA
 386           9   Ine Widi Komalasari          Tasikmalaya         SLTA
 387       10      Yenyen Yeni Agustini         Kota Cimahi         SLTA
 388       11      Junaedi                      Garut               SLTA
 389       12      Rohendi                      Garut               SLTA
 390       13      Ace Pramiadi                 Majalengka          SLTA
 391       14      Yusup Hidayat                Tasikmalaya         SLTA
 392       15      Omsah Neelam Khyar           Subang               S1
 393       16      Riska Mirayanti              Subang               S1
 394       17      Asep Munawar Hadi            Purwakarta           S1
 395       18      Mia Sri Lestari Syaf, SP     Kuningan             S1
 396       19      Dwi Indratih, SP             Indramayu            S1
 397       20      Shinta Andayani Hidyat, SP   Bandung              S1
 398       21      Novi Kusumaning Astuti, SP   Bandung              S1
 399       22      Palah Nurdiansyah, SP        Bandung              S1
 400       23      Hendri Hardiansyah, SP       Bandung              S1
 401       24      Dini Yuliani, SP             Garut                S1
 402       25      Novi Aldi, SP                Garut                S1
 403       26      Dadan Abdurahman, SP         Garut                S1
 404       27      Anton Yustiano, SP           Tasikmalaya          S1
 405       28      Wandi Ismail                 Bogor               SLTA

Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                  88
  No   No.Prov.                  Nama                  Kabupaten   Pend.
 406       29     Dadang Junaedi               Bogor               SLTA
 407       30     Rasidin                      Bogor               SLTA
 408       31     Dedi Mulyadi                 Bogor               SLTA
 409       32     Iis Suryani                  Sukabumi            SLTA
 410       33     Asep Nasbulloh               Sukabumi            SLTA
 411       34     Ujang Suherman               Sukabumi            SLTA
 412       35     Ganda Subagja                Cianjur             SLTA
 413       36     Ridwan Aswan Eka S           Cianjur             SLTA
 414       37     Adam Danil                   Cianjur             SLTA
 415       38     Marfudin                     Cianjur             SLTA
 416       39     Samsudin                     Kota Depok          SLTA
 417       40     Oman Sutarman                Subang              SLTA
 418       41     Iwa Kartiwa                  Purwakarta          SLTA
 419       42     Agus Solaeman                Purwakarta          SLTA
 420       43     Endang Sudrajat              Purwakarta          SLTA
 421       44     Didi                         Karawang            SLTA
 422       45     Dede Rustani                 Karawang            SLTA
 423       46     Sutisna                      Bekasi              SLTA
 424       47     Kusman                       Kuningan            SLTA
 425       48     Toto Rusmanto                Kuningan            SLTA
 426       49     Yosi Teguh Prayogi           Kuningan            SLTA
 427       50     Maman Herdiaman              Kuningan            SLTA
 428       51     Jejen Ahmad Jaelani          Kuningan            SLTA
 429       52     Anang Supriatna              Kuningan            SLTA
 430       53     Juju Junaedi                 Kuningan            SLTA
 431       54     Sanen                        Kuningan            SLTA
 432       55     Iman Rahadian                Kuningan            SLTA
 433       56     Deni Somardani A             Kuningan            SLTA
 434       57     Uud Sahudi                   Kuningan            SLTA
 435       58     Suandi                       Kuningan            SLTA
 436       59     Indra Irawan                 Kuningan            SLTA
 437       60     Achmadi                      Kuningan            SLTA
 438       61     Sukanta                      Kuningan            SLTA
 439       62     Yudistira Sigit              Cirebon             SLTA
 440       63     N. Ecin                      Cirebon             SLTA

Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                 89
  No   No.Prov.                   Nama                 Kabupaten   Pend.
 441       64      Sunarto                     Cirebon             SLTA
 442       65      Ahmad Hasan                 Cirebon             SLTA
 443       66      Tarsa                       Cirebon             SLTA
 444       67      Uci Juhara                  Cirebon             SLTA
 445       68      Darsono                     Cirebon             SLTA
 446       69      Sukarna                     Cirebon             SLTA
 447       70      Saripudin                   Indramayu           SLTA
 448       71      Radisah                     Indramayu           SLTA
 449       72      Wawan Hermawan              Indramayu           SLTA
 450       73      Toto Suharto                Indramayu           SLTA
 451       74      Nur Esah                    Indramayu           SLTA
 452       75      Surnoto                     Indramayu           SLTA
 453       76      Tati Mulyati                Bandung             SLTA
 454       77      Ridwan Jaelani              Bandung             SLTA
 455       78      Aa Rusyana                  Bandung             SLTA
 456       79      Sulaiman                    Sumedang            SLTA
 457       80      Nedi Junaedi                Sumedang            SLTA
 458       81      Yeyet Ratnayunita           Sumedang            SLTA
 459       82      Mamat                       Sumedang            SLTA
 460       83      Rustandi (1)                Garut               SLTA
 461       84      Agus Salim Syahroni (2)     Garut               SLTA
 462       85      Agus Wahyudin (3)           Garut               SLTA
 463       86      Wiwin Yulianti              Garut               SLTA
 464       87      Hamid Saepudin              Garut               SLTA
 465       88      Yusup Hapiludin             Garut               SLTA
          14       JAWA TENGAH
 466           1   Krus Harahap                Tegal               SLTA
 467           2   Nur Cahyo                   Pemalang            SLTA
 468           3   Saeri                       Pemalang            SLTA
 469           4   Muhamad Faiq                Pekalongan          SLTA
 470           5   Akhmad Khaerudin            Pekalongan          SLTA
 471           6   Rohadi                      Pekalongan          SLTA
 472           7   Supriyanto                  Pekalongan          SLTA
 473           8   Sutrisno                    Pekalongan          SLTA
 474           9   Nastaein                    Batang              SLTA

Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                 90
  No   No.Prov.                 Nama                   Kabupaten   Pend.
 475       10     Tugiyo                       Kendal              SLTA
 476       11     Slamet Riyadi                Kendal              SLTA
 477       12     Sri Sunarwati Triyogi        Kendal              SLTA
 478       13     Nur Kholis                   Semarang            SLTA
 479       14     Sutiyo Amin                  Semarang            SLTA
 480       15     Yulianto                     Semarang            SLTA
 481       16     A.E Sri Wahyu Dwi Purwati    Semarang            SLTA
 482       17     Dadang Nutri Yudi            Semarang            SLTA
 483       18     Ngatimin                     Demak               SLTA
 484       19     Triyono                      Grobogan            SLTA
 485       20     Wahid Tohari                 Grobogan            SLTA
 486       21     Gunari                       Grobogan            SLTA
 487       22     Sidarta                      Grobogan            SLTA
 488       23     Chrisna T.D. Nur Ahmad       Banyumas             D3
 489       24     Fifi Avanti Sulistyo         Kebumen              S1
 490       25     Puput Wirastaningjati        Kebumen              S1
 491       26     Ika Yuni Irawati, SP         Temanggung           S1
 492       27     Kurnia Paramita Sari         Temanggung           S1
 493       28     Wakhidatun Jamaliyah         Purworejo            S1
 494       29     Endang Sri Rahayu            Banyumas             S1
 495       30     Tetes Prasetyo N             Purbalingga          S1
 496       31     Fajar Hajariyah, SP          Purbalingga          S1
 497       32     Sri Wartini                  Pati                 S1
 498       33     Supriyadi                    Rembang              S1
 499       34     Hasthi Triyani               Boyolali             S1
 500       35     Djoko Pujiarto               Sukoharjo            S1
 501       36     Tri Kartika Dewi             Wonogiri             S1
 502       37     Akhmad Buseri, SP            Tegal                S1
 503       38     Endah Wahyuni                Tegal                S1
 504       39     Ani Fatchudin                Pemalang             S1
 505       40     Samsul Arifin                Pekalongan           S1
 506       41     Serapina Yuni Hariastuti     Batang               S1
 507       42     Dwi Ana Mariani              Kudus                S1
 508       43     Loso                         Boyolali             S1
 509       44     Batin Suyitno                Kebumen             SLTA

Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                 91
  No   No.Prov.                  Nama                 Kabupaten   Pend.
 510       45     Sudiro Usodo                 Kebumen            SLTA
 511       46     Budi Kristanto               Kebumen            SLTA
 512       47     Galih Joko Prakoso           Kebumen            SLTA
 513       48     Ali Suheti                   Kebumen            SLTA
 514       49     Murdiansyah Efendi           Temanggung         SLTA
 515       50     Dwi Joko Purnomo             Temanggung         SLTA
 516       51     Faizin                       Temanggung         SLTA
 517       52     Ratna Dewi Daniyanti         Temanggung         SLTA
 518       53     Budiyono                     Temanggung         SLTA
 519       54     Dian Novianti                Temanggung         SLTA
 520       55     Ismiyati                     Purworejo          SLTA
 521       56     Musringah                    Purworejo          SLTA
 522       57     Sutomo                       Purworejo          SLTA
 523       58     Edi Nuryanto                 Magelang           SLTA
 524       59     Muhtarom                     Magelang           SLTA
 525       60     Darmanto                     Magelang           SLTA
 526       61     Bagio                        Magelang           SLTA
 527       62     Tatak Sariawan               Magelang           SLTA
 528       63     Nur Ikhsan Hidayat           Magelang           SLTA
 529       64     Ardi Maghfuri                Kota Magelang      SLTA
 530       65     Amin Pujiyanto               Wonosobo           SLTA
 531       66     Arif Fianto                  Wonosobo           SLTA
 532       67     Yuni Ratno Pambudi           Wonosobo           SLTA
 533       68     Tugino                       Cilacap            SLTA
 534       69     Ahmad Aljam                  Cilacap            SLTA
 535       70     Somedi                       Cilacap            SLTA
 536       71     Gino                         Banyumas           SLTA
 537       72     Kusriyadi                    Banyumas           SLTA
 538       73     Pudji Suryanto               Purbalingga        SLTA
 539       74     Miskandar                    Purbalingga        SLTA
 540       75     Riyanto                      Banjarnegara       SLTA
 541       76     Karsono                      Pati               SLTA
 542       77     Sucipto                      Rembang            SLTA
 543       78     Siswanto                     Rembang            SLTA
 544       79     Agus Priyadi                 Rembang            SLTA

Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                92
  No   No.Prov.                   Nama                  Kabupaten   Pend.
 545       80      Agus Supriyo                Jepara               SLTA
 546       81      Amin Dwi Atmono Hadi        Boyolali             SLTA
 547       82      Sulastri                    Sukoharjo            SLTA
 548       83      Sutarno                     Sukoharjo            SLTA
 549       84      Joko Nurdiansah             Klaten               SLTA
 550       85      Moh. Abdul Azis             Klaten               SLTA
 551       86      Sasongko                    Klaten               SLTA
 552       87      Agil Meka Ku Bentar         Klaten               SLTA
 553       88      Romdhoni                    Klaten               SLTA
 554       89      Adi Kurniawan               Klaten               SLTA
 555       90      Kisbianto                   Klaten               SLTA
 556       91      Achmad Sujimin              Klaten               SLTA
 557       92      Parja                       Klaten               SLTA
 558       93      Joko Sarwiji                Wonogiri             SLTA
 559       94      Sutarjo                     Karanganyar          SLTA
 560       95      Nur Naeni                   Karanganyar          SLTA
 561       96      Supardi                     Karanganyar          SLTA
 562       97      Sugiman                     Karanganyar          SLTA
 563       98      Sugeng                      Karanganyar          SLTA
 564       99      Dodi Suyanto                Sragen               SLTA
 565      100      Suparmi Handayani           Sragen               SLTA
 566      101      Setyo Apri Surlitaningsih   Sragen               SLTA
 567      102      Sunarso                     Sragen               SLTA
 568      103      Sri Mulyati                 Brebes               SLTA
 569      104      Yanto                       Brebes               SLTA
 570      105      Saptono Teguh Widodo        Tegal                SLTA
 571      106      Nuridin                     Tegal                SLTA
          15       D.I. YOGYAKARTA
 572           1   Tho'ad Sribiastuti SP       Bantul               SLTA
 573           2   Asrowi                      Bantul               SLTA
 574           3   Mukhlis Wibowo              Bantul               SLTA
 575           4   Dwiwo Santoso               Sleman               SLTA
 576           5   Dian Suhartaji              Gunung Kidul         SLTA
 577           6   Kismadi                     Gunung Kidul         SLTA
 578           7   Suronto                     Gunung Kidul         SLTA

Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                  93
  No   No.Prov.                   Nama                    Kabupaten   Pend.
 579           8   Ikhsan Amarudin               Rongkop              SLTA
 580           9   Sarno                         Gunung Kidul         SLTA
 581       10      Suharman                      Sleman               SLTA
 582       11      Gani Arwanto                  Bantul               SLTA
 583       12      Rumiyati, S.Si                Bantul                S1
 584       13      R. AY. Yoeke Kusumayanti      Sleman                S1
 585       14      Alfa Fitri Amalia Hilal, SP   Kota Yogyakarta       S1
 586       15      Titik Handayani, SP           Sleman                S1
          16       JAWA TIMUR
 587           1   Imam Malik                    Banyuwangi           SLTA
 588           2   Abdullalim                    Jember               SLTA
 589           3   M. Husni                      Bondowoso            SLTA
 590           4   Suryanto                      Bondowoso            SLTA
 591           5   Sukartatik                    Bondowoso            SLTA
 592           6   Suharyadi                     Bondowoso            SLTA
 593           7   Murdi                         Bangkalan            SLTA
 594           8   Mindar                        Bangkalan            SLTA
 595           9   Mohammad Ridwan               Pamekasan            SLTA
 596       10      Sasmito Hadi                  Pamekasan            SLTA
 597       11      R. Taufik Rahman              Sampang              SLTA
 598       12      Doni Nurhidayat Amrullah      Sumenep              SLTA
 599       13      Abdur Rahman                  Sumenep              SLTA
 600       14      Agus Prayitno                 Sumenep              SLTA
 601       15      Amir Setyo Wahyudi            Lumajang             SLTA
 602       16      Enni Susanti                  Tulungagung           D3
 603       17      Nunik Nurhayati, SP           Ponorogo              S1
 604       18      Yunik Puspo Rini, SP          Ponorogo              S1
 605       19      Kukuh Nugroho, SP             Ngawi                 S1
 606       20      Mochammad Mu'zi, SP           Bojonegoro            S1
 607       21      Dian Kurniawan, SP            Kota Blitar           S1
 608       22      Martina Kurniawati, SP        Kota Blitar           S1
 609       23      Christine Siswiana, SP        Kediri                S1
 610       24      Abdullah Umar                 Pasuruan              S1
 611       25      Sri Wahyuni                   Malang                S1
 612       26      Sunarko, SP                   Pasuruan              S1

Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                    94
  No   No.Prov.                   Nama                   Kabupaten   Pend.
 613       27     Ika Ratmawati, SP              Lumajang             S1
 614       28     Radix Prima, SP                Surabaya             S1
 615       29     Ambar Mustikowati, SP          Surabaya             S1
 616       30     Indah Sugiastuti, SP           Gresik               S1
 617       31     Arief Gunawan, SP              Banyuwangi           S1
 618       32     Sasrur Romadhoni, SP           Jember               S1
 619       33     Tri Kurniawati Pamungkas, SP   Jember               S1
 620       34     Anik Kristanti, SP             Jember               S1
 621       35     Dwi Martiningsih, SP           Bondowoso            S1
 622       36     Maria Goretti Heriaty, SP      Situbondo            S1
 623       37     Hendra Ferdiyanto, SP          Bangkalan            S1
 624       38     Siti Yuliani, SP               Bangkalan            S1
 625       39     Moh. Husni, SP                 Sampang              S1
 626       40     Rahayu Jamaratih, SP           Ngawi                S1
 627       41     Santoso                        Madiun              SLTA
 628       42     Saiful Muniri                  Madiun              SLTA
 629       43     Andik Suprapto                 Magetan             SLTA
 630       44     Sulistyowati                   Magetan             SLTA
 631       45     Heni Sunarsih                  Magetan             SLTA
 632       46     Puji Astutik                   Pacitan             SLTA
 633       47     Titik Sudarti                  Ngawi               SLTA
 634       48     Darwati                        Ngawi               SLTA
 635       49     Sukirman                       Lamongan            SLTA
 636       50     Munadi                         Lamongan            SLTA
 637       51     Muji Slamet                    Lamongan            SLTA
 638       52     Suhadi                         Lamongan            SLTA
 639       53     Warkhan                        Lamongan            SLTA
 640       54     Heru Purnomo                   Lamongan            SLTA
 641       55     Guno Hawi Bowo                 Lamongan            SLTA
 642       56     Nur Anto                       Bojonegoro          SLTA
 643       57     Supradi                        Bojonegoro          SLTA
 644       58     Pujiono                        Bojonegoro          SLTA
 645       59     Tatik Erminayu                 Bojonegoro          SLTA
 646       60     Wariman                        Bojonegoro          SLTA
 647       61     Mursyidi                       Tuban               SLTA

Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                   95
  No   No.Prov.                   Nama                  Kabupaten   Pend.
 648       62     Suryadi                      Tuban                SLTA
 649       63     Yuliana                      Tuban                SLTA
 650       64     Nizarul Asror                Tuban                SLTA
 651       65     Narwito                      Blitar               SLTA
 652       66     Gugus Sugiarto               Kota Blitar          SLTA
 653       67     Sumariyanto                  Blitar               SLTA
 654       68     Suyanto                      Blitar               SLTA
 655       69     Hona Prasetyo                Blitar               SLTA
 656       70     Muh. Najib Burijal           Tulungagung          SLTA
 657       71     Prayitno                     Kediri               SLTA
 658       72     Kholifah                     Kediri               SLTA
 659       73     Ahmad Nurbagio               Kediri               SLTA
 660       74     Edy Bejo Utomo               Kediri               SLTA
 661       75     Wiwit Hermini                Trenggalek           SLTA
 662       76     Hari Susanto                 Trenggalek           SLTA
 663       77     Orbani                       Trenggalek           SLTA
 664       78     Joko Supriyadi               Nganjuk              SLTA
 665       79     Suwaji                       Nganjuk              SLTA
 666       80     Didik Hermanto               Probolinggo          SLTA
 667       81     Syamsul Arifin               Probolinggo          SLTA
 668       82     Nanang Erfintana             Pasuruan             SLTA
 669       83     Saeran                       Pasuruan             SLTA
 670       84     Subakir                      Pasuruan             SLTA
 671       85     Suwanto                      Pasuruan             SLTA
 672       86     Juwedi                       Pasuruan             SLTA
 673       87     Imam Sofingi                 Pasuruan             SLTA
 674       88     M. Imam Mustofa              Pasuruan             SLTA
 675       89     M. Jaeni                     Lumajang             SLTA
 676       90     Bambang Sijono               Lumajang             SLTA
 677       91     Suwardi                      Lumajang             SLTA
 678       92     Mochamad Winarno             Lumajang             SLTA
 679       93     Agus Mariyanto               Lumajang             SLTA
 680       94     Dwita Prastyo Dewi           Lumajang             SLTA
 681       95     Suratun                      Lumajang             SLTA
 682       96     Totok Herusulistiyo          Lumajang             SLTA

Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                  96
  No   No.Prov.                  Nama                Kabupaten   Pend.
 683       97      Supriadi                    Sidoarjo          SLTA
 684       98      Jainuri                     Gresik            SLTA
 685       99      Achmad Soche                Gresik            SLTA
 686      100      Hariyanto                   Gresik            SLTA
 687      101      Suparti                     Kota Mojokerto    SLTA
 688      102      Wartono                     Mojokerto         SLTA
 689      103      Buari                       Jombang           SLTA
 690      104      Patmiasih                   Jombang           SLTA
 691      105      Sukarmo                     Banyuwangi        SLTA
          17       NUSA TENGGARA BARAT
 692           1   Baiq Ratih Dian Novita      Mataram           SLTA
 693           2   Hurriyah                    Mataram           SLTA
 694           3   Baharian                    Lombok Barat      SLTA
 695           4   Lalu Halidi                 Lombok Timur      SLTA
 696           5   Suprayanti                  Lombok Tengah     SLTA
 697           6   Toni Sudariyatno            Sumbawa Barat     SLTA
 698           7   Hery Setiawan               Sumbawa Barat     SLTA
 699           8   Lalu Hadiarta Wiguna        Sumbawa Barat     SLTA
 700           9   Ishak Sunandi               Sumbawa           SLTA
 701       10      Hirkan                      Sumbawa           SLTA
 702       11      Salam Wijaya                Dompu             SLTA
 703       12      Muhamad Amin, SP            Lombok Timur       S1
 704       13      Siti Maemunah, SP           Lombok Timur       S1
 705       14      Sulfitriana Baiq            Lombok Timur       S1
 706       15      Dinia Ulvina Baiq           Lombok Timur       S1
 707       16      Masoan Kodri                Dompu              S1
          18       NUSA TENGGARA TIMUR
 708           1   Eduardus Abraham            Manggarai         SLTA
 709           2   Hubertus Mingga             Manggarai         SLTA
 710           3   Bernadus Watu               Manggarai         SLTA
 711           4   Arkadius Yakob              Manggarai Barat   SLTA
 712           5   Ladis Laus Silher           Manggarai Barat   SLTA
 713           6   Kamilus Delelis A. Ngantu   Manggarai Barat   SLTA
 714           7   Marianus Konja Pait         Manggarai Barat   SLTA
 715           8   Agustinus Tambus            Manggarai Barat   SLTA

Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010               97
  No   No.Prov.                   Nama                 Kabupaten   Pend.
 716           9   Sprianus Sunargun            Manggarai Barat    SLTA
 717       10      Ahmad Jabur                  Manggarai Timur    SLTA
 718       11      Kasmir Jalu                  Manggarai Timur    SLTA
 719       12      Kristoforus Rana             Sumba Barat        SLTA
 720       13      Marselus Gabut               Sumba Barat        SLTA
 721       14      Maria Taratab, SP            Kupang              S1
 722       15      Darni Rambu D Siala, SP      Kupang              S1
 723       16      Yeni S. Kana Kadja, SP       Belu                S1
 724       17      Andreas Dewa, SP             Nagekeo             S1
 725       18      Stefani Mediciani, SP        Manggarai           S1
 726       19      Frans Ishak Genggor, SP      Manggarai           S1
 727       20      Wem Tauk Tayadi, SP          Manggarai           S1
 728       21      Fabianus Waur, SP            Manggarai           S1
 729       22      Filomena Ikun                Kupang             SLTA
 730       23      Thomas Yohanis Weu           Kupang             SLTA
 731       24      Oktavianus Waja              Kupang             SLTA
 732       25      Hermina Uskono               TTU                SLTA
 733       26      Oktavianus Naikofi           TTU                SLTA
 734       27      Krisantus D Timan            TTU                SLTA
 735       28      Marselinus Fua               TTU                SLTA
 736       29      Maxsimus Bere Tae            Belu               SLTA
 737       30      Antonius Taek Leu            Belu               SLTA
 738       31      Maria Gabriela Lelo Hurint   Flores Timur       SLTA
 739       32      Ibrahim Syarif               Ngada              SLTA
 740       33      Maria Goreti Fono Meo        Manggarai          SLTA
 741       34      Conradus Tujang              Manggarai          SLTA
                   Gaspar Nimus                 Manggarai          SLTA
          19       KALIMANTAN BARAT
 742           1   Muhammad Iskandar            Ketapang           SLTA
 743           2   Desi Natalia                 Sanggau            SLTA
 744           3   Darmadi                      Sanggau            SLTA
 745           4   Zulkarnaini                  Sekadau            SLTA
 746           5   Robertus                     Sekadau            SLTA
 747           6   Rosmawardi                   Sintang            SLTA
 748           7   Abbaku                       Sintang            SLTA

Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                 98
  No   No.Prov.                    Nama              Kabupaten   Pend.
 749           8   Nurdiansyah                 Sintang           SLTA
 750           9   Iman                        Melawi            SLTA
 751       10      Yuniadi                     Melawi            SLTA
 752       11      Juang                       Kapuas Hulu       SLTA
 753       12      Beni Ramayanto Eko          Kapuas Hulu       SLTA
 754       13      Muhammad Satriadi, SP       Pontianak          S1
 755       14      Novita R Hutasoit, SP       Landak             S1
 756       15      Rio Pontiano, SP            Bengkayang         S1
 757       16      Faisal Luthfi, SP           Sintang            S1
 758       17      Uci Priana                  Sambas             S1
 759       18      Fathurizan, SP              Sambas             S1
 760       19      Juniarni                    Kota Singkawang    S1
 761       20      Muhammad Hidayat, SP        Kayong Utara       S1
 762       21      Ngatinah                    Pontianak         SLTA
 763       22      Dedi                        Pontianak         SLTA
 764       23      Marselina                   Pontianak         SLTA
 765       24      Adrianus Titi               Landak            SLTA
 766       25      Ferengki                    Landak            SLTA
 767       26      Anita                       Sambas            SLTA
 768       27      Eleven Generi               Sambas            SLTA
 769       28      Zero Sepanto                Sambas            SLTA
 770       29      Alpian                      Sambas            SLTA
 771       30      Alyoviandi                  Sambas            SLTA
 772       31      Rusli                       Sambas            SLTA
 773       32      Sri Ratnawati               Sambas            SLTA
 774       33      Adang                       Bengkayang        SLTA
 775       34      Leo Haryono                 Bengkayang        SLTA
 776       35      Zakaria                     Ketapang          SLTA
          20       KALIMANTAN TENGAH
 777           1   Setiani                     Barito Timur      SLTA
 778           2   Meirina Ivanalie            Barito Timur      SLTA
 779           3   Sapniati                    Barito Timur      SLTA
 780           4   Gaberto                     Barito Timur      SLTA
 781           5   Eti Hanriani                Barito Timur      SLTA
 782           6   Joni Herwan                 Barito Timur      SLTA

Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010               99
  No   No.Prov.                   Nama               Kabupaten      Pend.
 783        7     Ayun Yanto K                 Barito Timur         SLTA
 784        8     Rekna Wati                   Barito Utara         SLTA
 785        9     Supardi S                    Katingan             SLTA
 786       10     Portunafa Merang             Katingan             SLTA
 787       11     Toni Julianto                Lamandau             SLTA
 788       12     Ernawaty Yuliani             Lamandau             SLTA
 789       13     Semiati                      Barito Selatan       SLTA
 790       14     Elda                         Barito Selatan       SLTA
 791       15     Aminarni                     Seruyan              SLTA
 792       16     Indra Maulana                Barito Selatan       SLTA
 793       17     Norcahaya                    Barito Selatan       SLTA
 794       18     Rahmadani                    Barito Selatan       SLTA
 795       19     Hewilincek. K                Barito Selatan       SLTA
 796       20     Ranti                        Barito Selatan       SLTA
 797       21     Heti Triani, SP              Barito Timur          S1
 798       22     Isyana Wahyuni, SP           Barito Timur          S1
 799       23     Meldy, SP                    Kapuas                S1
 800       24     Yulendang, SP                Pulang Pisau          S1
 801       25     Eko Purwanto, SP             Pulang Pisau          S1
 802       26     Lista Kiwena, SP             Katingan              S1
 803       27     Safrida Mariani, SP          Kotawaringin Barat    S1
 804       28     Mijianur                     Barito Utara         SLTA
 805       29     Irawati                      Kapuas               SLTA
 806       30     Setiadi Dodi                 Pulang Pisau         SLTA
 807       31     Kurniawan                    Gunung Mas           SLTA
 808       32     Remi                         Gunung Mas           SLTA
 809       33     Mega Marlina                 Gunung Mas           SLTA
 810       34     Ida                          Gunung Mas           SLTA
 811       35     Philipus Hanjung             Gunung Mas           SLTA
 812       36     Dedy Liswan                  Kapuas               SLTA
 813       37     Hartadi                      Kotawaringin Timur   SLTA
 814       38     Upik                         Kotawaringin Timur   SLTA
 815       39     Herman Sogiato               Kotawaringin Timur   SLTA
 816       40     M. Taufik                    Kotawaringin Timur   SLTA
 817       41     Hernimel                     Kotawaringin Timur   SLTA

Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                  100
  No   No.Prov.                   Nama                 Kabupaten     Pend.
 818       42      Noryanti, SP                Pulang Pisau           S1
 819       43      Andi Irawan, SP             Kapuas                 S1
          21       KALIMANTAN SELATAN
 820           1   Slamet Riady                Kotabaru              SLTA
 821           2   Rubianto                    Kotabaru              SLTA
 822           3   Ahmad Gapuri                Kotabaru              SLTA
 823           4   Sabar Narima                Tanah Laut            SLTA
 824           5   Januar Fahruraji            Tanah Laut            SLTA
 825           6   Surianto                    Barito Kuala          SLTA
 826           7   Fauzan Muslim               Barito Kuala          SLTA
 827           8   Romadaniati                 Barito Kuala          SLTA
 828           9   Reni Sulistiawati           Barito Kuala          SLTA
 829       10      Muzianor Halidi             Barito Kuala          SLTA
 830       11      Marlena                     Barito Kuala          SLTA
 831       12      M. Syarwani                 Barito Kuala          SLTA
 832       13      Surya Rahman                Barito Kuala          SLTA
 833       14      Eka Wijayanti               Barito Kuala          SLTA
 834       15      Alamsyah                    Kotabaru              SLTA
 835       16      Dewi, SP                    Tapin                  S1
 836       17      Nurhurriyati, SP            Banjar                 S1
 837       18      Saibani, SP                 Banjarmasin            S1
 838       19      Susiyati Hapipi, SP         Tanah Laut             S1
 839       20      Rahmadillah, SP             Barito Kuala           S1
 840       21      Eny Hastuti, SP             Barito Kuala           S1
 841       22      Noor Innayah, SP            Kotabaru               S1
 842       23      Kamarnur Khairun Rozikun    Kotabaru               S1
 843       24      Jauhar                      Tabalong              SLTA
 844       25      Sri Wardana                 Tabalong              SLTA
 845       26      Isnaniah                    Tabalong              SLTA
 846       27      Mahyanti                    Hulu Sungai Utara     SLTA
 847       28      Butet Hadijah               Balangan              SLTA
 848       29      Gunawan                     Balangan              SLTA
 849       30      M. Sampurna                 Balangan              SLTA
 850       31      Aspiani                     Hulu Sungai Selatan   SLTA
 851       32      Raudah                      Tapin                 SLTA

Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                   101
  No   No.Prov.                    Nama                 Kabupaten     Pend.
 852       33      Salimi                       Tapin                 SLTA
 853       34      Juhrapi                      Tapin                 SLTA
 854       35      Riduan                       Banjar                SLTA
 855       36      Rahman Alfaris               Banjar                SLTA
 856       37      M. Ripani                    Banjar                SLTA
 857       38      Akhmad Royani                Banjar                SLTA
          22       KALIMANTAN TIMUR
 858           1   Tulus Arif W                 Kutai Nunukan         SLTA
 859           2   Michael Loyak D              Bulungan              SLTA
 860           3   Sugiono                      Kutai Barat           SLTA
 861           4   Filipus Hivung               Kutai Barat           SLTA
 862           5   Siti Juraini                 Kutai Barat           SLTA
 863           6   Tatan Agus                   Penajam Paser Utara   SLTA
 864           7   Budianto                     Penajam Paser Utara   SLTA
 865           8   Hadian Hidayat               Penajam Paser Utara   SLTA
 866           9   Fatmawati                    Penajam Paser Utara   SLTA
 867       10      Ramli Ajjulah                Penajam Paser Utara   SLTA
 868       11      Romeida                      Pasir                 SLTA
 869       12      Muamar Kadafi                Pasir                 SLTA
 870       13      Sugiyanta                    Pasir                 SLTA
 871       14      Didi Rianto                  Pasir                 SLTA
 872       15      Nor Halifah                  Kutai Kertanegara      S1
 873       16      Endah Susilowati,SP          Kota Bontang           S1
 874       17      Rudi Firyanto                Nunukan                S1
 875       18      Ervina Hayati Dewi           Pasir                  S1
 876       19      Susilawati                   Malinau                S1
 877       20      Agus Nadi                    Malinau                S1
 878       21      Aswita BR Peranginangin,SP   Kota Samarinda         S1
 879       22      Giyono                       Berau                 SLTA
 880       23      Dewi Sri Ulan                Kutai Kertanegara     SLTA
 881       24      Eko Agus Prayogi             Kutai Kertanegara     SLTA
 882       25      Rika Periany                 Kutai Kertanegara     SLTA
 883       26      Tity Murianti                Kutai Kertanegara     SLTA
 884       27      Slamet Riyadi                Kutai Kertanegara     SLTA
 885       28      Syahrani                     Kutai Kertanegara     SLTA

Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                    102
  No   No.Prov.                  Nama                   Kabupaten   Pend.
 886       29      Misiyana                    Kutai Kertanegara    SLTA
 887       30      Rudiansyah                  Kutai Kertanegara    SLTA
 888       31      Joko Santoso                Kutai Kertanegara    SLTA
 889       32      Agus Suprapto               Kutai Kertanegara    SLTA
 890       33      Muhamad Ridwan              Kutai Kertanegara    SLTA
 891       34      Fahrul Rozi                 Kutai Kertanegara    SLTA
 892       35      Marsudi                     Bulungan             SLTA
          23       SULAWESI UTARA
 893           1   Feyke Raranta               Sitaro               SLTA
 894           2   Dwight E. Suatan            Sitaro               SLTA
 895           3   Hesty M. Ering              Minahasa             SLTA
 896           4   Yennie Senge                Minahasa             SLTA
 897           5   Wilhelmina Moningka         Kota Tomohon         SLTA
 898           6   Max Berth Pangalila         Minahasa Selatan     SLTA
 899           7   Oktafianus Pangkerego       Minahasa Selatan     SLTA
 900           8   Meldy Adrie Naray           Minahasa Selatan     SLTA
 901           9   George Untu                 Minahasa Selatan     SLTA
 902       10      Serfie R. Lontoh            Minahasa Selatan     SLTA
 903       11      Henrik F. Surentu           Minahasa Selatan     SLTA
 904       12      Nuryadin Korompot, SP       Bolaang Mongondow     S1
 905       13      Elfiany Meyke Wawo          Minahasa Utara        S1
 906       14      Ellen Dauhan, SP            Minahasa Utara        S1
 907       15      Ara Arung Padang            Kepulauan Sangihe     S1
 908       16      Chrisye F. Salam, SP        Minahasa Tenggara     S1
 909       17      Greity Silvana              Minahasa Selatan      S1
 910       18      Frollin F.M. Tumurang       Kota Bitung           S1
 911       19      Himawan Susanto Gobel       Bolaang Mongondow    SLTA
 912       20      Ane Pau Pusungunaung        Kepulauan Talaud     SLTA
 913       21      Yos Winowoda                Kepulauan Talaud     SLTA
 914       22      Sugirman Tataming           Kepulauan Talaud     SLTA
 915       23      Maxi Alexander Kapele       Minahasa Utara       SLTA
 916       24      Royke Kainde                Kepulauan Sangihe    SLTA
 917       25      Meike M. Arikalang          Minahasa Tenggara    SLTA
 918       26      Yerry B. Wawointana         Minahasa Tenggara    SLTA
 919       27      Max A. Kondoy               Minahasa Tenggara    SLTA

Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                  103
  No   No.Prov.                   Nama                Kabupaten    Pend.
 920       28      Ferny Rudy Tubo             Minahasa Tenggara   SLTA
 921       29      Stefi Yunita Rorong         Minahasa            SLTA
 922       30      Joanda Eko Takasily         Minahasa            SLTA
 923       31      Siska O. Moniung            Minahasa            SLTA
 924       32      Teli Y. Sumampow            Minahasa            SLTA
 925       33      Berten K. Lengkey           Minahasa            SLTA
          24       GORONTALO
 926           1   Wahyudin Kona               Bone Bolango        SLTA
 927           2   Masni Tawaba                Bone Bolango        SLTA
 928           3   Rahman Ahyar Harun          Gorontalo Utara     SLTA
 929           4   Jamanto                     Pohuwato            SLTA
 930           5   Yusni Ohihiya               Pohuwato            SLTA
 931           6   Elvin Sukri Tangiyo         Pohuwato            SLTA
 932           7   Harten Gubali               Pohuwato            SLTA
 933           8   Usman Kadulah               Bone Bolango        SLTA
 934           9   Marlina Abdul Razak         Bone Bolango        SLTA
 935       10      Mirota Ishak, SP            Boalemo              S1
 936       11      Nikma Niode                 Bone Bolango         S1
 937       12      Milawati Lalla, SP          Bone Bolango         S1
 938       13      Nancy Kiay, SP              Gorontalo Utara      S1
 939       14      Asrin Yusuf                 Kota Gorontalo      SLTA
 940       15      Rahmat Fahrudin Daud        Gorontalo           SLTA
 941       16      Sukirman Ishak              Gorontalo           SLTA
 942       17      Salmin Arsyad Haifi         Gorontalo           SLTA
 943       18      Voni Amran Adjuba           Gorontalo           SLTA
 944       19      Rulmila Hasan               Gorontalo           SLTA
 945       20      Siti Ohihiya                Gorontalo           SLTA
 946       21      Agus Rumanto                Gorontalo           SLTA
 947       22      Ahmad Thamrin               Boalemo             SLTA
 948       23      Husain Kilo                 Pohuwato            SLTA
          25       SULAWESI TENGAH
 949           1   Syafrin Daud                Buol                SLTA
 950           2   Kismanto                    Buol                SLTA
 951           3   Yuliana                     Parigi Moutong      SLTA
 952           4   Rusdia L Jauna              Banggai Kepulauan   SLTA

Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                 104
  No   No.Prov.                    Nama                Kabupaten    Pend.
 953           5   Harisman                     Tolitoli            SLTA
 954           6   Moh. Rasmi                   Tolitoli            SLTA
 955           7   I Ketut Suriadnyana          Tolitoli            SLTA
 956           8   Fadlin                       Tolitoli            SLTA
 957           9   Samsudin Lakaseng            Tolitoli            SLTA
 958       10      Suharyono                    Tolitoli            SLTA
 959       11      Nahar                        Buol                SLTA
 960       12      Susanti, SP                  Buol                 S1
 961       13      Nuraida, SP                  Donggala             S1
 962       14      Irwansyah, SP                Parigi Moutong       S1
 963       15      Rustam, SP                   Morowali             S1
 964       16      Eko Pudjianto, SP            Banggai              S1
 965       17      Nur Masita Ismail, SP        Banggai Kepulauan    S1
 966       18      Iswahyudhi, SP               Buol                 S1
 967       19      Kalbus, SP                   Tolitoli             S1
 968       20      Alamsyah                     Donggala            SLTA
 969       21      Irmayanti                    Donggala            SLTA
 970       22      Niswati, S.Pi                Donggala             S1
 971       23      Iyus Rustandi                Parigi Moutong      SLTA
 972       24      Zaenab                       Parigi Moutong      SLTA
 973       25      Mardiyono                    Poso                SLTA
 974       26      Alamsah                      Poso                SLTA
 975       27      Osmar                        Poso                SLTA
 976       28      Alfaisal                     Morowali            SLTA
 977       29      Adverman U Poto              Morowali            SLTA
 978       30      Sadiran                      Tojo Unauna         SLTA
 979       31      Suyuti Harun                 Tojo Unauna         SLTA
 980       32      Hasman Amuat                 Banggai             SLTA
 981       33      Ansar                        Banggai Kepulauan   SLTA
 982       34      Dija B Pudjomo               Banggai Kepulauan   SLTA
          26       SULAWESI TENGGARA
 983           1   Hermawan                     Konawe Selatan      SLTA
 984           2   Jasmidin                     Konawe Selatan      SLTA
 985           3   Rison Pattimuryanto Djamin   Konawe Selatan      SLTA
 986           4   Dirman                       Kolaka              SLTA

Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                  105
  No    No.Prov.                 Nama                  Kabupaten   Pend.
 987         5     Mashuddin Mas               Kolaka Utara        SLTA
 988         6     Mohamad Risal               Kolaka Utara        SLTA
 989         7     Nyoman Wiranata             Kolaka Utara        SLTA
 990         8     Alamzah                     Bombana             SLTA
 991         9     Amiruddin                   Bombana             SLTA
 992        10     Ridwan                      Bombana             SLTA
 993        11     Sukidi                      Bombana             SLTA
 994        12     Astamil                     Buton               SLTA
 995        13     Suyanto                     Buton               SLTA
 996        14     La Ode Asiabu               Muna                SLTA
 997        15     Wawan S. Anshary, SP        Konawe               S1
 998        16     Sabariangkari               Muna                SLTA
 999        17     Wa Ode Sitti Amina          Muna                SLTA
 1000       18     Wayan Subagia               Konawe              SLTA
 1001       19     Anas Triyanto               Konawe               S1
 1002       20     Muliatin B.                 Konawe               S1
 1003       21     Suci Ayu Prima Ningsih      Konawe               S1
 1004       22     Ilham Modding               Konawe Selatan      SLTA
 1005       23     Senopra Pondobu             Konawe Selatan       S1
 1006       24     Barnabas, SP                Kolaka               S1
 1007       25     Sanri, SP                   Kolaka               S1
 1008       26     La Ode Hanasir, SP          Buton                S1
 1009       27     Hartato P                   Kota Kendari        SLTA
 1010       28     Asripin Liambo              Konawe              SLTA
 1011       29     Asnaningsi                  Konawe              SLTA
 1012       30     Dwi Kristyantono            Konawe              SLTA
 1013       31     Fatriyono                   Konawe              SLTA
 1014       32     I Ketut Tamayasa            Konawe              SLTA
 1015       33     Jufri                       Konawe              SLTA
 1016       34     Ketut Marayasa              Konawe              SLTA
 1017       35     Rerep Dian Dwi S            Konawe              SLTA
 1018       36     Sudirman                    Konawe              SLTA
 1019       37     Sotyawaningsih              Konawe              SLTA
 1020       38     Sulfigar                    Konawe              SLTA
 1021       39     Tin                         Konawe              SLTA

Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                 106
  No    No.Prov.                  Nama                  Kabupaten   Pend.
 1022       40     Dwi Suyatno                 Konawe Selatan       SLTA
 1023       41     Hasrun Dayan                Konawe Selatan       SLTA
 1024       42     Milla Hasma Jelli N, SP     Konawe                S1
          27       SULAWESI SELATAN
 1025          1   Sitti Hartati Said          Wajo                 SLTA
 1026          2   Andi Iskandaria             Wajo                 SLTA
 1027          3   Ramlah                      Maros                SLTA
 1028          4   Sukriadi                    Maros                SLTA
 1029          5   Maswah                      Maros                SLTA
 1030          6   Irmawati BT Pide            Pangkep              SLTA
 1031          7   Sitti Saenab Binti Mustar   Pangkep              SLTA
 1032          8   Asriana S.                  Gowa                 SLTA
 1033          9   Herman                      Gowa                 SLTA
 1034       10     Marwan                      Gowa                 SLTA
 1035       11     Abdul Rahman                Gowa                 SLTA
 1036       12     Tajuddin                    Takalar              SLTA
 1037       13     Fausia Alamsyah             Takalar              SLTA
 1038       14     Deya Raja                   Bantaeng             SLTA
 1039       15     Nurwati                     Bantaeng             SLTA
 1040       16     Murniati                    Bone                 SLTA
 1041       17     Ahmad Bin Kaseng            Bone                 SLTA
 1042       18     Bahrum A. Rasyide           Bone                 SLTA
 1043       19     Ahmady                      Bone                 SLTA
 1044       20     Idhan Halide                Soppeng              SLTA
 1045       21     Supardi                     Soppeng              SLTA
 1046       22     Misbahuddin                 Wajo                 SLTA
 1047       23     Andi Pikat Zulfikar         Wajo                 SLTA
 1048       24     Muh Aidil Haiyah            Luwu                 SLTA
 1049       25     Mattan Langden Sura         Tator                SLTA
 1050       26     Evi Sahrani, SP             Bulukumba             S1
 1051       27     Nur Estiati, SP             Sinjai                S1
 1052       28     Awaluddin, SP               Bone                  S1
 1053       29     Ashar Rappe, SP             Bone                  S1
 1054       30     Suhermin, SP                Wajo                  S1
 1055       31     Asri, SP                    Luwu                  S1

Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                  107
  No    No.Prov.                  Nama                     Kabupaten   Pend.
 1056       32     Nurbaeti, SP                   Luwu                  S1
 1057       33     Faridah Faisal, SP             Maros                 S1
 1058       34     Sitti Nursiah, SP              Maros                 S1
 1059       35     Rahmawati Mansyur, SP          Maros                 S1
 1060       36     Rusmin Djamir, SP              Palopo                S1
 1061       37     Suriati, SP                    Luwu Utara            S1
 1062       38     Amriani Ahmad, SP              Luwu Utara            S1
 1063       39     Salmiah, SP                    Luwu Timur            S1
 1064       40     Paradillah Ilyas Mattola, SP   Luwu Timur            S1
 1065       41     Astiningsih, SP                Pinrang               S1
 1066       42     Amaliah, SP                    Sidrap                S1
 1067       43     Eli Surya Ibrahim, SP          Sidrap                S1
 1068       44     Nurasiah Djaenuddin, SP        Pare-Pare             S1
 1069       45     Rasdianah, SP                  Barru                 S1
 1070       46     Nasrullah                      Maros                SLTA
 1071       47     Imbar Jaya                     Gowa                 SLTA
 1072       48     Munir                          Gowa                 SLTA
 1073       49     Muh. Anas                      Jeneponto            SLTA
 1074       50     Abdul Rizal                    Jeneponto            SLTA
 1075       51     Ilyas                          Jeneponto            SLTA
 1076       52     Hamzah                         Jeneponto            SLTA
 1077       53     Salamuddin                     Selayar              SLTA
 1078       54     Baucaya                        Bulukumba            SLTA
 1079       55     Khaerunnizah                   Sinjai               SLTA
 1080       56     Suardi Hasanuddin              Sinjai               SLTA
 1081       57     Guntur Barding                 Luwu Utara           SLTA
 1082       58     Martinus Tangke Alla           Luwu Utara           SLTA
 1083       59     Aminuddin Ambo Tang            Luwu Utara           SLTA
 1084       60     Muh. Ridwan                    Luwu Timur           SLTA
 1085       61     Firman                         Luwu Timur           SLTA
 1086       62     Zet Andi Lopang                Tator                SLTA
 1087       63     Yohanes Parangan               Tator                SLTA
 1088       64     Yulianti Tangguling            Tator                SLTA
 1089       65     Andarias Palalangan            Tator                SLTA
 1090       66     Azer Rupa Patulak              Tator                SLTA

Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                     108
  No    No.Prov.                Nama                    Kabupaten   Pend.
 1091       67     Sabina Tandiayarang          Tator               SLTA
 1092       68     Hamka                        Enkareng            SLTA
 1093       69     M. Rais                      Enkareng            SLTA
 1094       70     Suarti                       Enkareng            SLTA
          28       SULAWESI BARAT
 1095          1   Yohanis                      Mamasa              SLTA
 1096          2   Basyaruddin, SE              Mamasa              SLTA
 1097          3   Serlina                      Mamasa              SLTA
 1098          4   Rasman                       Polewali Mandar     SLTA
 1099          5   Irsyadi                      Polewali Mandar     SLTA
 1100          6   Hasan                        Polewali Mandar     SLTA
 1101          7   Ramsi                        Polewali Mandar     SLTA
 1102          8   Muslimin                     Polewali Mandar     SLTA
 1103          9   Sudirman, SP                 Majene               S1
 1104       10     Anwar, Ir.                   Mamuju               S1
 1105       11     Yonatan Tunggal Dinata, SP   Polewali Mandar      S1
 1106       12     Alfian Kayatu, SP            Polewali Mandar      S1
 1107       13     Agustinus, SP                Mamasa               S1
 1108       14     Muh. Ali Akbar               Majene              SLTA
 1109       15     Sarminah                     Majene              SLTA
 1110       16     Yusrah                       Majene              SLTA
 1111       17     Mursalim                     Mamuju              SLTA
 1112       18     Thomas T                     Mamuju              SLTA
 1113       19     Harlina                      Mamuju              SLTA
 1114       20     Monica Sanda                 Mamuju              SLTA
 1115       21     Jumuriah                     Polewali Mandar     SLTA
 1116       22     Masdin                       Polewali Mandar     SLTA
 1117       23     Muhammad Daud                Polewali Mandar     SLTA
 1118       24     Irwan                        Polewali Mandar     SLTA
          29       MALUKU
 1119          1   Mohamad Soleh                Buru                SLTA
 1120          2   Katerina Sadubun             Maluku Tenggara     SLTA
 1121          3   Imelda Yesayas               Maluku Tenggara     SLTA
 1122          4   Pransina Sitania             Maluku Tenggara     SLTA
 1123          5   Eddy Harry Resley            Maluku Tenggara     SLTA

Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                  109
  No    No.Prov.                   Nama               Kabupaten        Pend.
 1124          6   Jhoni Salenussa             Kepulauan Aru           SLTA
 1125          7   Ouldfy Maatita              Kepulauan Aru           SLTA
 1126          8   Achmad Alim Tomu            Seram Bagian Timur      SLTA
 1127          9   Syamad Talaohu              Seram Bagian Timur      SLTA
 1128       10     Herisye Purimahua, SP       Maluku Tengah            S1
 1129       11     La Usman, SP                Buru                     S1
 1130       12     Arther Kainama, SP          MTB                      S1
 1131       13     Yolanda Y. Takarbessy, SP   Maluku Tenggara          S1
 1132       14     Mahwa Tuasikal, SP          Seram Bagian Timur       S1
 1133       15     Erfina Mikael               Kota Ambon              SLTA
 1134       16     Gritha A. Pelaury           Kota Ambon              SLTA
 1135       17     Mesak Lompira               Maluku Tengah           SLTA
 1136       18     Nelma Junita Cie            Maluku Tengah           SLTA
 1137       19     Pieter Andaris Waas         Maluku Tengah           SLTA
 1138       20     Halijah Buton               Buru                    SLTA
 1139       21     Vivian Rosida Abidin        Buru                    SLTA
 1140       22     Wa Windi                    Buru                    SLTA
 1141       23     Agustina Y. Sipahelut       Buru                    SLTA
 1142       24     Jehuzua Manusama            MTB                     SLTA
 1143       25     Yustinus Kolelsy            MTB                     SLTA
 1144       26     Janeman F. Leitmenu         MTB                     SLTA
 1145       27     Telma Rumahpasal            MTB                     SLTA
 1146       28     Stephani Wattimena          MTB                     SLTA
          30       MALUKU UTARA
 1147          1   Humah Sumiati               Halmahera Utara         SLTA
 1148          2   Tukimin                     Halmahera Timur         SLTA
 1149          3   Yahya Ahmad Kahar           Halmahera Tengah        SLTA
 1150          4   Harun Umsohi                Halmahera Tengah        SLTA
 1151          5   Umra Muhamad Nur            Halmahera Selatan       SLTA
 1152          6   Arsad Hasim                 Halmahera Selatan       SLTA
 1153          7   Halima Caba                 Halmahera Selatan       SLTA
 1154          8   Yunardi Maujud              Halmahera Selatan       SLTA
 1155          9   Faisal Gaus                 Kepulauan Sula          SLTA
 1156       10     Sukardi Yamin               Kota Tidore Kepulauan   SLTA
 1157       11     Maryam Hadad                Kota Tidore Kepulauan   SLTA

Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                     110
  No    No.Prov.                   Nama                Kabupaten   Pend.
 1158       12     Sudarni Mochtar             Kota Ternate        SLTA
 1159       13     Jeisli Forcen               Halmahera Utara     SLTA
 1160       14     Ilham Ashar Junaidi         Halmahera Tengah    SLTA
 1161       15     Totong Siswanto, SP         Halmahera Timur      S1
 1162       16     Kurniati Muhammad, SP       Kepulauan Sula       S1
 1163       17     Muhammad Sirwan Nuzul, SP   Kepulauan Sula       S1
 1164       18     Ruhaen Ishak, SP            Kota Ternate         S1
 1165       19     Musliadin                   Halmahera Utara      D4
 1166       20     Nurul Huda Sialana, SP      Kepulauan Sula       S1
 1167       21     Mukti Bakar                 Halmahera Utara     SLTA
 1168       22     Ratmi Jumlan                Halmahera Utara     SLTA
 1169       23     Jaelani Darwis              Halmahera Utara     SLTA
 1170       24     Suraya Kamis                Halmahera Utara     SLTA
 1171       25     Lispa Muhammad Ali          Halmahera Utara     SLTA
 1172       26     Saena Kaimudin              Halmahera Barat     SLTA
 1173       27     Yefta Boky                  Halmahera Barat     SLTA
 1174       28     Mirna Marajabessy           Halmahera Barat     SLTA
 1175       29     Suryani Usman               Halmahera Barat     SLTA
 1176       30     Matkolik                    Halmahera Timur     SLTA
          31       PAPUA
 1177          1   Rusnadi                     Merauke             SLTA
 1178          2   Bambang Trisno              Merauke             SLTA
 1179          3   Adrianus M. Rahalus         Merauke             SLTA
 1180          4   Riyanto                     Merauke             SLTA
 1181          5   Suhartono                   Merauke             SLTA
 1182          6   Assa Samuel Yafoas          Merauke             SLTA
 1183          7   Agus Budiyono               Mimika              SLTA
 1184          8   Urbanus Wopari              Waropen             SLTA
 1185          9   Welhemus Waramori           Waropen             SLTA
 1186       10     Nursia                      Yapen               SLTA
 1187       11     Rita Piter Sapang           Yapen               SLTA
 1188       12     S. Genggambutop             Yapen               SLTA
 1189       13     Marice Sintia Anoga         Yapen               SLTA
 1190       14     Tonchi I. Numberi           Nabire              SLTA
 1191       15     Kristian M Wanma            Sarmi                D3

Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                 111
  No    No.Prov.                  Nama                      Kabupaten        Pend.
 1192       16     Aprillia Uruwaya                 Mimika                    D3
 1193       17     Florida Imelda Walli             Merauke                   D3
 1194       18     Franky Yilianto Lumoindong, SP   Jayapura                  S1
 1195       19     Melkias Joumilena, SP            Jayapura                  S1
 1196       20     Victor Bernhard Lauterboom SP    Jayapura                  S1
 1197       21     Fredrik Hendrik Kwasuna, SP      Sarmi                     S1
 1198       22     La Ode Muh Fatahudin, SP         Nabire                    S1
 1199       23     Ottow Benhur Torobi              Merauke                   S1
 1200       24     Bambang Rubianto                 Jayapura                 SLTA
 1201       25     Karolina N Worembay              Jayapura                 SLTA
 1202       26     Yohannes Bosco Wefma             Jayapura                 SLTA
 1203       27     Kaleb Karububa                   Jayapura                 SLTA
 1204       28     Thomas Kaleb Demotek             Jayapura                 SLTA
 1205       29     Yeimia Bonan                     Jayapura                 SLTA
 1206       30     Karel Kakkung                    Jayapura                 SLTA
 1207       31     Yatin Bato Rinding               Jayapura                 SLTA
 1208       32     Yustriani Elvkidmunu             Jayapura                 SLTA
 1209       33     Salmon Pepuho                    Jayapura                 SLTA
 1210       34     Marthen Worembay                 Jayapura                 SLTA
 1211       35     Ruth Tresya Yoku                 Jayapura                 SLTA
 1212       36     Loth Kreithof Wally              Jayapura                 SLTA
 1213       37     Frengki J Suruan                 Jayawijaya               SLTA
          32       PAPUA BARAT
 1214          1   Ujiwanti Rahayu                  Manokwari                SLTA
 1215          2   Fransina S Tamaella              Sorong                   SLTA
 1216          3   Yustinus Kalagilit               Sorong                   SLTA
 1217          4   Konstantina Angganita Kaiwai     Sorong                   SLTA
 1218          5   Masrurah                         Sorong                   SLTA
 1219          6   Sutrisno                         Sorong                   SLTA
 1220          7   Anik Wijiati                     Sorong                   SLTA
 1221          8   Supiyati                         Sorong                   SLTA
 1222          9   Munawi                           Sorong                   SLTA
 1223       10     Winarto                          Sorong                   SLTA
 1224       11     Wasini Arianingsih               Sorong                   SLTA
 1225       12     Yustinus Letsoin                 Fak Fak Boberai SP.3,4   SLTA

Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                           112
  No    No.Prov.                   Nama                  Kabupaten   Pend.
                   PAPUA BARAT
 1226       13     Petrus Duma                     Sorong            SLTA
 1227       14     Susance Klagison                Manokwari          S1
 1228       15     Supriyanto, SP                  Teluk Bintuni      S1
 1229       16     Wenand Kofarit                  Sorong            SLTA
 1230       17     Muji Haryati                    Sorong             S1
 1231       18     Thamsir                         Sorong Selatan     S1
 1232       19     Nuraida Sanusi, SP              Sorong             S1
 1233       20     Imelda Ivone Susan Rustan. SP   Manokwari          S1
 1234       21     Juliana Elvira Ruth T           Manokwari         SLTA
 1235       22     Bastian Sidik                   Manokwari         SLTA
 1236       23     Riadi                           Manokwari         SLTA
 1237       24     Agus Muid                       Manokwari         SLTA
 1238       25     Simon Mozes Ralahalu            Manokwari         SLTA
 1239       26     Yustian Duwiri                  Manokwari         SLTA
 1240       27     Vonny Mariana Keda              Manokwari         SLTA
 1241       28     Yohanes Ngaza                   Manokwari         SLTA
 1242       29     Sujarman                        Manokwari         SLTA
 1243       30     Dessi                           Manokwari         SLTA
 1244       31     Minarno                         Teluk Bintuni     SLTA
 1245       32     Agustinus Randa                 Teluk Bintuni     SLTA
 1246       33     Waginah                         Sorong            SLTA
 1247       34     Wasini Arianingsih              Sorong            SLTA
 1248       35     Albertina Bleskadit             Sorong            SLTA
 1249       36     Kristina Baru                   Sorong            SLTA
Keterangan : Honor dan BOP mulai bulan Maret s/d Desember 2010.




Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                   113
Lampiran 3. Daftar Nama-Nama Petugas POPT-PHP Honorer

   No.             Nama                   Pendidikan             Kabupaten
    1    Wahyu Riadi                        SLTA               Batang Hari
    2    Anca Saputra                       SLTA               Sarolangon
    3    Aftalion Syarif                    SLTA               Muara Jambi
    4    Hendri Susanto                     SPMA                   Lahat
    5    Sulis Sujianto                     SPMA             Ogan Komering Ilir
    6    Sunarto                            SLTA               Musi Rawas
    7    Ismi Oktaveni                      SLTA                Kepahiang
    8    Erliyendiah                        SLTA              Rejang Lebong
    9    Hamzah                             SLTA                  Lebong
   10    Nusarman                           SLTA                  Seluma
   11    Pinhardi                           SLTA                    Kaur
   12    Phidiar Supawan                    SLTA                    Kaur
   13    Nopsi Mirianto                     SLTA                  Seluma
   14    Yepranadi                          SLTA                  Seluma
   15    Yanilkajaya, SP                    SLTA             Lampung Tengah
   16    Nurdiana                           SLTA               Tanggamus
   17     Hardi Oktarino, SP                SLTA               Tanggamus
   18    Hudaiwi                            SLTA             Lampung Selatan
   19    Khairul                            SLTA                Tangerang
   20    Sagaland Tri                       SLTA                Tangerang
   21    Kardiansyah                        SLTA                  Cilegon
   22    Didi Arifudin                      SLTA                   Lebak
   23    Eman L Hakim                       SLTA               Pandeglang
   24    Kosid                              SLTA                  Serang
   25    Lili Sunarto                       SLTA                  Serang
   26    Wildan Hakim, SP.                  SLTA                  Cilegon
   27    Tina Herlina, Amd                  SLTA                  Serang
   28    Ahim                               SLTA               Pandeglang
   29    Iin Kusniawati                     SLTA                  Cilegon
   30    Abubakar Arsyad, SP                SLTA                  Cilegon
   31    Joni Nardi*)                       SLTA                 Sampang
   32    Muh. Priyo Handoko*)               SLTA                  Malang
   33    Sulistiawati Fauzi, SP             SLTA                 Mataram
   34    Firman Hadi                        SLTA                 Mataram
   35    Indriani Farida                    SLTA                Kubu Raya

Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                        114
   No.              Nama                  Pendidikan              Kabupaten
   36    Yupita, S. Hut                     SLTA                 Kubu Raya
   37    Theodora Yanti                     SLTA                  Sambas
   38    Dwi Aryati                         SLTA                  Sambas
   39    Hafidz Anshari                     SLTA                 Tanah Laut
   40    Lanni Ielda Kessek SP              SLTA                Kota Manado
   41    Peggy A. Lontoh, SP                SLTA                 Kota Bitung
   42    Connie Pojoh, SP                   SLTA               Kota Tomohon
   43    Fritiyani Makmur .SP               SLTA                  Gorontalo
   44    Sri Endang Badu, SP                SLTA                  Gorontalo
   45    Idham Halid                        SLTA                  Soppeng
   46    Bahrun A. Rasyid                   SLTA                   Sindrap
   47    Anto Susanto                       SLTA                   Mamuju
   48    Nisa Hapsari                       SLTA                   Mamuju
   49    Adriani R. Paembonan               SLTA                   Mamuju
   50    Firman                             SLTA                   Mamuju
   51    Alwi                               SLTA                   Mamuju
   52    Irwan                              SLTA                   Mamuju
   53    Tahira                             SLTA                   Mamuju
   54    Juniarti                           SLTA                   Mamuju
   55    Muksin                             SLTA                   Mamuju
   56    Anwar                              SLTA                   Mamuju
   57    Yonas                              SLTA                   Mamuju
   58    Sumanto                            SPMA             Seram Bagian Timur
  Keterangan :
    *) Honor dan BOP mulai bulan Januari s/d Desember 2010.




Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                        115
  Lampiran 4. RENCANA SEBARAN LOKASI PELAKSANAAN SLPHT TAHUN 2010
    No    Provinsi          Kabupaten/Kota      Padi Jagung Kedelai P.Hibrd Jumlah
     1   Pemerintah     1    Aceh Singkil           0     0       0       0       0
         Aceh           2    Aceh Tengah            1     0       0       0       1
                        3    Aceh Jaya              1     0       0       0       1
                        4    Aceh Utara             0     0       1       1       2
                        5    Pidie                  0     0       0       0       0
                        6    Pidie Jaya             0     0       1       0       1
                        7    Bireun                 0     0       1       0       1
                        8    Aceh Selatan           0     0       0       0       0
                        9   Aceh Barat Daya         0        0    0      1         1
                       10   Nagan Raya              0        0    0      0         0
                       11   Simeuleu                0        0    0      0         0
                       12   Gayo Lues               0        0    0      0         0
                       13   Aceh Tenggara           0        1    0      0         1
                       14   Aceh Timur              1        0    0      0         1
                       15   Aceh Barat              1        0    0      0         1
                       16   Aceh Besar              0        0    1      0         1
                       17   Aceh Tamiang            0        1    0      0         1
                       18   Bener Meriah            0        0    0      0         0
                       19   Kota Banda Aceh         0        0    0      0         0
                       20   Kota Sabang             0        0    0      0         0
                       21 KotaLhokseumawe           0        0    0      0          0
                       22 Kota Langsa               0        0    0      0          0
                       23 Samadua                   0        0    0      0          0
                              Jumlah                4        2    4      2         12
     2   Sumatera       1 Asahan                    1        0    1      1          3
         Utara          2 Dairi                     0        1    0      0          1
                        3 Deli Serdang              1        1    1      0          3
                        4 Tanah Karo                0        2    0      0          2
                        5 Labuhan Batu              1        0    0      0          1
                        6 Langkat                   0        1    0      1          2
                        7 Tapanuli Utara            1        0    0      0          1
                        8 Tapanuli Selatan          1        0    0      1          2
                        9 Simalungun                0        2    1      0         3
                       10 Tapanuli Tengah           1        0    0      0         1
                       11 Mandailing Natal          0        0    0      0         0

Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                   116
    No     Provinsi       Kabupaten/Kota         Padi Jagung Kedelai P.Hibrd Jumlah
     2   Sumatera      12 Nias                       0     0       0       0       0
         Utara         13 Toba Samosir               0     0       0       0       0
                       14   Nias Selatan            0        0     0      0         0
                       15   Pakpak Barat            0        0     0      0         0
                       16   Humbahas                0        0     0      0         0
                       17   Samosir                 0        0     0      0         0
                       18   Serdang Berdagai        0        0     0      0         0
                       19   Kota Medan              0        0     0      0         0
                       20   Kota P. Siantar         0        0     0      0         0
                       21   Kota Sibolga            0        0     0      0         0
                       22   Kota Tanjung Balai      0        0     0      0         0
                       23   Kota Binjai             0        0     0      0         0
                       24   Kota Tebing Tinggi      0        0     0      0         0
                       25   Kt. P. Sidempuan        0        0     0      0         0
                                Jumlah              6        7     3      3         19
     3   Sumatera       1   Pasaman Barat           1        2     0      0          3
         Barat          2   Pasaman                 1        0     0      0          1
                        3   Solok Selatan           1        0     0      0          1
                        4   Sawahlunto              1        0     0      0          1
                        5   Sijunjung               0        0     0      0          0
                        6   Pesisir Selatan         0        2     0      0          2
                        7   Padang Pariaman         1        0     0      0          1
                        8   Solok                   1        0     0      1          2
                        9   Tanah Datar             1        0     0      0          1
                       10   Agam                    0        0     0      1          1
                       11   Lima Puluh Kota         0        0     0      0          0
                       12   Kep. Mentawai           0        0     0      0          0
                       13   Dharmasraya             0        0     0      0          0
                       14   Kota Padang             0        0     0      0          0
                       15   Kota Solok              0        0     0      0          0
                       16   Kota Sawahlunto         0        0     0      0          0
                       17   Kota P. Panjang         0        0     0      0          0
                       18   Kota Bukittinggi        0        0     0      0          0
                       19   Kota Payakumbuh         0        0     0      0          0
                       20   Kota Pariaman           0        0     0      0          0
                               Jumlah               7        4     0      2         13

Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                    117
    No     Provinsi         Kabupaten/Kota        Padi Jagung Kedelai P.Hibrd Jumlah
     4   Riau           1    Indragiri Hulu           1     0       0       1       2
                        2    Pelalawan                1     0       0       0       1
                        3    Kampar                   1     0       0       0       1
                        4    Rokan Hulu               0     0       0       0       0
                        5    Bengkalis                1     0       0       0       1
                        6    Rokan Hilir              1     0       0       0       1
                        7    Indragiri Hilir          0     0       0       0       0
                        8    Siak                     0     0       0       0       0
                        9    Kuantan Singingi         0     0       0       0       0
                       10    Kota Pekanbaru           0     0       0       0       0
                       11    Kota Dumai               0     0       0       0       0
                                 Jumlah               5     0       0       1       6
     5   Jambi          1    Merangin                 0     0       0       0       0
                        2    Sarolangun               0     0       0       0       0
                        3    Batang Hari              0     0       1       0       1
                        4    Tanjab. Barat            1     0       0       0       1
                        5    Tanjab Timur             1     0       0       0       1
                        6    Tebo                     1     0       0       1       2
                        7    Bungo                    1     0       1       1       3
                        8    Muaro Jambi              1     0       0       0       1
                        9    Kerinci                  0     0       0       0       0
                       10    Kota Jambi               0     0       0       0       0
                                 Jumlah               5     0       2       2       9
     6   Sumatera       1    Ogan Komering Ilir       1     0       0       0       1
         Selatan        2    Muara Enim               1     0       0       0       1
                        3    Musi Rawas               0     0       1       0       1
                        4    Musi Banyuasin           0     1       0       0       1
                        5    Banyuasin                0     1       0       1       2
                        6    Lahat                    0     0       1       0       1
                        7    OKU                      1     0       0       0       1
                        8    Oku Timur                1     0       0       0       1
                        9    Oku Selatan              1     0       0       0       1
                       10    Ogan Ilir                0     0       0       1       1
                       11    Kota Palembang           0     0       0       0       0
                       12    Kota Pagar alam          0     0       0       0       0
                       13    Kota Lbk. Linggau        0     0       0       0       0
                       14    Kota Pramubulih          0     0       0       0       0
                                 Jumlah               5     2       2       2      11

Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                     118
    No    Provinsi        Kabupaten/Kota        Padi Jagung Kedelai P.Hibrd Jumlah
     7   Bengkulu       1 Bengkulu Utara            1     0       0       0       1
                        2 Muko - Muko               1     0       0       0       1
                        3   Rejang Lebong           1        0    0      0         1
                        4   Bengkulu Selatan        1        0    0      0         1
                        5   Seluma                  0        0    0      0         0
                        6   Kaur                    0        0    0      0         0
                        7   Lebong                  1        0    0      0         1
                        8   Kepahiang               0        0    0      0         0
                        9   Kota Bengkulu           0        0    0      0         0
                               Jumlah               5        0    0      0         5
     8   Lampung        1   Lampung Tengah          0        1    0      1         2
                        2   Lampung Selatan         0        1    0      1         2
                        3   Lampung Timur           0        2    0      0         2
                        4   Tulang Bawang           0        1    0      0         1
                        5   Tanggamus               1        0    0      0          1
                        6   Pesawaran               1        0    0      0          1
                        7   Lampung Utara           1        0    0      0          1
                        8   Lampung Barat           1        0    0      1          2
                        9   Way Kanan               0        1    0      0          1
                       10   Kota B. Lampung         0        0    0      0          0
                       11   Kota Metro              0        0    0      0          0
                                Jumlah              4        6    0      3         13
     9   Bangka         1   Bangka                  1        0    0      0          1
         Belitung       2   Belitung                1        0    0      0          1
                        3   Bangka Selatan          1        0    0      0          1
                        4   Belitong Tengah         0        0    0      0          0
                        5   Belitong Barat          0        0    0      0          0
                        6 Belitong Timur            1        0    0      0         1
                        7 Kota Pgkl. Pinang         0        0    0      0         0
                              Jumlah                4        0    0      0         4
    10   Jawa Barat     1 Bogor                     1        0    0      0         1
                        2 Sukabumi                  1        1    0      0         2
                        3 Cianjur                   2        1    1      0         4
                        4 Garut                     1        2    1      0         4
                        5 Tasikmalaya               1        1    0      1         3
                        6 Ciamis                    0        1    1      0         2

Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                   119
    No     Provinsi       Kabupaten/Kota        Padi Jagung Kedelai P.Hibrd Jumlah
    10   Jawa Barat     7 Purwakarta                0     1       0       0       1
                        8 Sumedang                  0     2       0       0       2
                        9   Bandung                 0        1    0      0         1
                       10   Majalengka              0        2    0      1         3
                       11   Subang                  2        1    0      1         4
                       12   Indramayu               0        0    0      0         0
                       13   Cirebon                 1        0    0      1         2
                       14   Karawang                2        0    0      0         2
                       15   Kuningan                1        1    0      0         2
                       16   Bekasi                  0        0    0      1         1
                       17   Bandung Barat           0        0    0      0         0
                       18   Kota Bogor              0        0    0      0         0
                       19   Kota Sukabumi           0        0    0      0         0
                       20   Kota Bandung            0        0    0      1         1
                       21   Kota Cirebon            0         0   0      0          0
                       22   Kota Bekasi             0         0   0      0          0
                       23   Kota Depok              0         0   0      0          0
                       24   Kota Cimahi             0         0   0      0          0
                       25   Kota Tasikmalaya        0         0   0      0          0
                       26   Kota Banjar             0         0   0      0          0
                                Jumlah             12        14   3      6         35
    11   Jawa           1   Cilacap                 1         0   0      0          1
         Tengah         2   Banyumas                1         0   0      1          2
                        3   Kebumen                 1         0   0      0          1
                        4   Purworejo               1         0   0      0          1
                        5   Magelang                1         0   0      0          1
                        6   Klaten                  0         0   0      0          0
                        7   Wonogiri                0        2    1      0         3
                        8   Karanganyar             0        0    0      1         1
                        9   Sragen                  0        1    0      0         1
                       10   Purbalingga             0        1    0      0         1
                       11   Banjarnegara            0        2    0      0         2
                       12   Temanggung              0        1    0      0         1
                       13   Boyolali                0        1    0      0         1
                       14   Grobogan                0        2    1      0         3
                       15   Kendal                  1        0    0      0         1

Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                   120
    No     Provinsi       Kabupaten/Kota        Padi Jagung Kedelai P.Hibrd Jumlah
    11   Jawa          16 Pati                      1     0       1       1       3
         Tengah        17 Wonosobo                  0     2       0       0       2
                       18   Sukoharjo               0        0    0      1         1
                       19   Blora                   0        2    0      0         2
                       20   Rembang                 0        1    0      0         1
                       21   Kudus                   0        0    0      0         0
                       22   Jepara                  0        0    0      0         0
                       23   Demak                   0        0    0      0         0
                       24   Semarang                0        0    0      1         1
                       25   Batang                  1        0    0      0         1
                       26   Pekalongan              1        0    0      0         1
                       27   Pemalang                1        0    0      1         2
                       28   Tegal                   0        1    0      0         1
                       29   Brebes                  0        0    0      0         0
                       30   Kota Magelang           0         0   0      0          0
                       31   Kota Surakarta          0         0   0      0          0
                       32   Kota Salatiga           0         0   0      0          0
                       33   Kota Semarang           0         0   0      0          0
                       34   Kota Pekalongan         0         0   0      0          0
                       35   Kota Tegal              0         0   0      0          0
                               Jumlah              10        16   3      6         35
    12   D.I .          1   Bantul                  2         0   1      1          4
         Yogyakarta     2   Gunung Kidul            2         0   1      1          4
                        3   Kulon Progo             2         0   0      0          2
                        4   Sleman                  2         2   0      0          4
                        5   Kota Yogyakarta         0         0   0      0          0
                               Jumlah               8         2   2      2         14
    13   Jawa Timur     1   Ponorogo                1        0    0      0         1
                        2   Pacitan                 1        0    0      0         1
                        3   Tulungagung             1        0    0      0         1
                        4   Blitar                  0        1    0      0         1
                        5   Malang                  0        1    0      0         1
                        6   Lumajang                0        0    0      0         0
                        7   Jember                  0        0    1      0         1
                        8   Banyuwangi              0        0    1      0         1
                        9   Bojonegoro              0        1    0      1         2

Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                   121
    No     Provinsi       Kabupaten/Kota        Padi Jagung Kedelai P.Hibrd Jumlah
    13    Jawa Timur   10 Bondowoso                 0     1       0       0       1
                       11 Situbondo                 0     1       0       0       1
                       12   Probolinggo             0        1    0      1         2
                       13   Nganjuk                 0        0    0      0         0
                       14   Tuban                   0        1    0      0         1
                       15   Lamongan                0        1    1      2         4
                       16   Treggalek               1        0    0      0         1
                       17   Kediri                  0        0    0      0         0
                       18   Pasuruan                1        0    0      0         1
                       19   Sidoarjo                1        0    0      0         1
                       20   Mojokerto               1        0    0      1         2
                       21   Jombang                 1        0    1      0         2
                       22   Madiun                  1        0    0      2         3
                       23   Magetan                 1        0    0      0         1
                       24   Ngawi                   0         0   0      0          0
                       25   Gresik                  0         0   0      0          0
                       26   Bangkalan               0         1   0      0          1
                       27   Sampang                 0         2   1      1          4
                       28   Pamekasan               0         1   0      0          1
                       29   Sumenep                 0         2   0      0          2
                       30   Kota Kediri             0         0   0      0          0
                       31   Kota Blitar             0         0   0      0          0
                       32   Kota Malang             0         0   0      0          0
                       33   Kota Probolinggo        0         0   0      0          0
                       34   Kota Pasuruan           0         0   0      0          0
                       35   Kota Mojokerto          0         0   0      0          0
                       36   Kota Madiun             0         0   0      0          0
                       37   Kota Surabaya           0         0   0      0          0
                       38   Kota Batu               0         0   0      0          0
                               Jumlah              10        14   5      8         37
    14   Banten         1   Lebak                   1         0   1      1          3
                        2   Pandeglang              0         1   1      1          3
                        3   Serang                  1         1   0      0          2
                        4   Tangerang               1         0   0      0          1
                        5   Kota Tangerang          0         0   0      0          0
                        6   Kota Cilegon            1         0   0      0          1
                               Jumlah               4         2   2      2         10

Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                   122
    No    Provinsi          Kabupaten/Kota      Padi Jagung Kedelai P.Hibrd Jumlah
    15   Bali           1     Jembrana              0     0       0       1       1
                        2     Klungkung             1     1       0       0       2
                        3     Tabanan               1     0       0       0       1
                        4     Badung                1     0       0       0       1
                        5     Bangli                1     0       0       0       1
                        6     Gianyar               1     0       0       1       2
                        7     Karangasem            1     1       0       0       2
                        8     Buleleng              1     0       0       0       1
                        9     Kota Denpasar         0     0       0       0       0
                       10     Kubu Tambahan         0     0       0       0       0
                                 Jumlah             7     2       0       2      11
    16   Nusa           1    Lombok Barat           1     0       0       0       1
         Tenggara       2    Lombok Tengah          1     0       0       1       2
         Barat          3    Lombok Timur           0     2       0       0       2
                        4    Sumbawa                0     1       0       0       1
                        5    Bima                   0     0       1       1       2
                        6    Dompu                  0     0       0       0       0
                        7    Sumbawa Barat          1     0       0       0       1
                        8    Kota mataram           0     0       0       0       0
                        9    Kota Bima              0     0       0       0       0
                                 Jumlah             3     3       1       2       9
    17   Nusa           1    Sumba Barat            2     0       0       0       2
         Tenggara       2    Sumba Timur            1     1       0       0       2
         Timur          3    Kupang                 0     0       0       1       1
                        4    Ngada                  0     0       0       1       1
                        5    Manggarai              1     0       0       0       1
                        6    Rote Ndao              1     0       0       0       1
                        7    Manggarai Barat        1     0       0       0       1
                        8    Timor T.Selatan        0     1       0       0       1
                        9    Timor T.Utara          0     0       0       0       0
                       10    Belu                   0     0       0       0       0
                       11    Alor                   0     0       0       0       0
                       12    Flores Timur           0     0       0       0       0
                       13    Sikka                  0     0       0       0       0
                       14    Ende                   0     0       0       0       0
                       15    Lembata                0     0       0       0       0
                       16    Kota Kupang            0     0       0       0       0
                       17    Nagekeo                0     0       0       0       0

Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                   123
    No     Provinsi       Kabupaten/Kota        Padi Jagung Kedelai P.Hibrd Jumlah
    17   Nusa          18 Manggarai Timur           0     0       0       0       0
         Tenggara      19 Sumba Tengah              0     0       0       0       0
         Timur         20 Sumba Barat D.            0     0       0       0       0
                              Jumlah                6     2       0       2      10
    18   Kalimantan     1 Sambas                    1     0       0       0       1
         Barat          2 Bengkayang                0     2       0       0       2
                        3 Landak                    0     0       0       1       1
                        4 Pontianak                 0     2       0       1       3
                        5 Sanggau                   1     0       0       0       1
                        6 Ketapang                  1     0       0       0       1
                        7 Sintang                   0     1       0       0       1
                        8 Melawi                    1     0       0       0       1
                        9 Kapuas Hulu               1     0       0       0       1
                       10 Sekadau                   0     0       0       0       0
                       11 Kota Pontianak            0     0       0       0       0
                       12 Kota Singkawang           0     0       0       0       0
                       13 Kayong Utara              0     0       0       0       0
                       14 Kubu Raya                 0     0       0       0       0
                              Jumlah                5     5       0       2      12
    19   Kalimantan     1 Kotawa. Barat             0     0       1       0       1
         Tengah         2 Lamandau                  0     0       0       0       0
                        3 Kotawrngn Timur           0     0       0       0       0
                        4 Katingan                  0     0       1       0       1
                        5 Kapuas                    0     0       0       0       0
                        6 Pulang Pisau              1     0       0       0       1
                        7 Barito Utara              1     0       0       0       1
                        8 Murung Raya               0     0       0       0       0
                        9 Barito Selatan            1     0       0       0       1
                       10 Seruyan                   0     0       0       0       0
                       11 Sukamara                  0     0       0       0       0
                       12 Gunung Mas                0     0       1       0       1
                       13 Barito Timur              0     0       0       0       0
                       14 Kota P.Raya               0     0       0       0       0
                              Jumlah                3     0       3       0       6
    20   Kalimantan     1 Tanah Laut                0     1       0       0       1
         Selatan        2 Kota Baru                 0     1       1       0       2
                        3 Banjar                    0     0       0       1       1
                        4 Barito Kuala              0     0       0       1       1

Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                   124
    No    Provinsi          Kabupaten/Kota       Padi Jagung Kedelai P.Hibrd Jumlah
    20   Kalimantan     5    Tapin                   1     0       0       0       1
         Selatan        6    H.Sungai Tengah         0     0       0       0       0
                        7    H.Sungai Utara          1     0       1       0       2
                        8    Tabalong                1     0       0       0       1
                        9    Tanah Bumbu             1     0       0       0       1
                       10    Balangan                0     0       0       0       0
                       11    H.Sungai Selatan        0     1       0       0       1
                       12    K. Banjarmasin          0     0       0       0       0
                       13    Kota Banjarbaru         0     0       0       0       0
                                 Jumlah              4     3       2       2      11
    21   Kalimantan     1    Pasir                   1     0       0       0       1
         Timur          2    Kutai Barat             1     0       0       0       1
                        3    KutaiKertanegara        0     0       0       1       1
                        4    Kutai Timur             0     0       0       0       0
                        5    Berau                   1     0       0       0       1
                        6    Malinau                 1     0       0       0       1
                        7    Bulungan                1     0       0       0       1
                        8    Nunukan                 1     0       0       0       1
                        9    Penaj Pasir Utara       0     1       0       0       1
                       10    Kota Balikpapan         0     0       0       0       0
                       11    Kota Samarinda          0     0       0       0       0
                       12    Kota Tarakan            0     0       0       0       0
                       13    Kota Bontang            0     0       0       0       0
                                 Jumlah              6     1       0       1       8
    22   Sulawesi       1    Bol. Mangondow          1     1       0       1       3
         Utara          2    Minahasa                1     1       0       0       2
                        3    MinahasaSelatan         1     1       0       0       2
                        4    Minahasa Utara          0     1       0       0       1
                        5    Sangihe Talaud          0     0       0       0       0
                        6    Kep. Talaud             0     0       0       0       0
                        7    Kota Menado             0     0       0       0       0
                        8    Kota Bitung             0     0       0       1       1
                        9    Kota Tomohon            0     0       0       0       0
                       10    Kota Mobagu             0     0       0       0       0
                       11    MinahasaTenggara        0     0       0       0       0
                       12    Bolmong Utara           0     0       0       0       0
                       13    Bintauna Utara          0     0       0       0       0
                                 Jumlah              3     4       0       2       9

Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                    125
    No    Provinsi          Kabupaten/Kota       Padi Jagung Kedelai P.Hibrd Jumlah
    23   Sulawesi       1    Banggai                 1     0       0       0       1
         Tengah         2    Morowali                1     0       0       0       1
                        3    Donggala                0     1       0       1       2
                        4    Parigi Moutong          0     0       0       0       0
                        5    Buol                    1     0       0       0       1
                        6    Poso                    1     0       0       0       1
                        7    Toli-Toli               1     0       0       1       2
                        8    Banggai Kepulauan       0     0       0       0       0
                        9    Tojo Una-Una            0     1       0       0       1
                       10    Kota Palu               0     0       0       0       0
                       11    Sigi                    0     0       0       0       0
                                 Jumlah              5     2       0       2       9
    24   Sulawesi       1    Jeneponto               0     1       1       0       2
         Selatan        2    Takalar                 0     0       0       0       0
                        3    Gowa                    0     0       0       0       0
                        4    Pangkajene Kep.         1     0       0       0       1
                        5    Bone                    0     1       0       0       1
                        6    Wajo                    0     0       1       0       1
                        7    Bulukumba               0     1       0       0       1
                        8    Bantaeng                0     1       0       0       1
                        9    Enrekang                0     0       0       0       0
                       10    Tana Toraja             0     0       0       0       0
                       11    Luwu                    0     0       0       1       1
                       12    Luwu Timur              0     0       0       1       1
                       13    Luwu Utara              0     0       0       1       1
                       14    Selayar                 0     0       0       0       0
                       15    Sinjai                  0     0       0       0       0
                       16    Maros                   1     0       0       0       1
                       17    Barru                   1     0       0       0       1
                       18    Soppeng                 1     0       1       0       2
                       19    Siden.Rappang           1     0       0       0       1
                       20    Pinrang                 1     0       0       0       1
                       21    Kodya Makassar          0     0       0       0       0
                                 Jumlah              6     4       3       3      16
    25   Sulawesi       1    Buton                   0     0       0       0       0
         Tenggara       2    Muna                    0     2       0       0       2
                        3    Konawe                  1     0       0       0       1
                        4    Kolaka                  1     0       0       0       1

Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                    126
    No    Provinsi          Kabupaten/Kota      Padi Jagung Kedelai P.Hibrd Jumlah
    25   Sulawesi       5    Konawe Selatan         2     0       0       0       2
         Tenggara       6    Bombana                1     0       0       0       1
                        7    Wakatobe               1     0       0       0       1
                        8    Kolaka Utara           1     0       0       0       1
                        9    Kota Kendari           0     0       0       0       0
                       10    Kota Bau-Bau           0     0       0       0       0
                                Jumlah              7     2       0       0       9
    26   Gorontalo      1    Boalemo                0     1       0       0       1
                        2    Gorontalo              0     1       0       1       2
                        3    Pohuwato               0     1       0       1       2
                        4    Gorontalo Utara        1     0       0       0       1
                        5    Bone Bolango           1     0       0       0       1
                        6    Kota Gorontalo         0     0       0       0       0
                                Jumlah              2     3       0       2       7
    27   Sulawesi       1    Polewali Mandar        1     0       0       0       1
         Barat          2    Mamasa                 1     0       0       1       2
                        3    Majene                 1     0       0       0       1
                        4    Mamuju                 1     0       0       0       1
                        5    Mamuju Utara           1     0       0       0       1
                                Jumlah              5     0       0       1       6
    28   Maluku         1    Maluku Tengah          1     0       0       0       1
                        2    Maluku T. Barat        1     0       0       0       1
                        3    Buru                   1     0       0       0       1
                        4    Seram Bag Barat        1     0       0       0       1
                        5    Seram Bag Timur        1     0       0       0       1
                        6    Maluku Tenggara        1     0       0       0       1
                        7    Kep. Aru               0     0       0       0       0
                        8    Kota Ambon             0     0       0       0       0
                                Jumlah              6     0       0       0       6
    29   Maluku         1    Halmah.Tengah          1     0       0       0       1
         Utara          2    Halmah. Selatan        1     0       0       0       1
                        3    Halmahera Utara        1     0       0       0       1
                        4    Kepulauan Sula         1     0       0       0       1
                        5    Halmahera Barat        1     0       0       0       1
                        6    Kota Tidore            1     0       0       0       1
                        7    Halmahera Timur        0     0       0       0       0
                        8    Kota Ternate           0     0       0       0       0
                                Jumlah              6     0       0       0       6

Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                   127
    No    Provinsi        Kabupaten/Kota          Padi Jagung Kedelai P.Hibrd Jumlah
    30   Papua Barat    1 Sorong                      1     0       0       0       1
                        2 Manokwari                   1     0       0       0       1
                        3   Fak-Fak                   1        0         0        0             1
                        4   Sorong Selatan            1        0         0        0             1
                        5   Raja Ampat                1        0         0        0             1
                        6   Teluk Bentuni             1        0         0        0             1
                        7   Teluk Wondama             0        0         0        0             0
                        8   Kaimana                   0        0         0        0             0
                        9   Kota Sorong               0        0         0        0             0
                               Jumlah                 6        0         0        0             6
    31   Papua          1   Merauke                   1        0         0        0             1
                        2   Jayapura                  1        0         0        0             1
                        3   Nabire                    1        0         0        0             1
                        4   Yapen Waropen             1        0         0        0             1
                        5   Jayawijaya                0        0         0        0             0
                        6   Biak                      0        0         0        0             0
                        7   Puncak Jaya               0        0         0        0             0
                        8   Paniai                    0        0         0        0             0
                        9   Mimika                    1        0         0        0             1
                       10   Sarmi                     1        0         0        0             1
                       11   Keerom                    1        0         0        0             1
                       12   Peg. Bintang              0        0         0        0             0
                       13   Yahukimo                  0        0         0        0             0
                       14   Tolikara                  0        0         0        0             0
                       15   Boven Digoel              0        0         0        0             0
                       16   Mappi                     0        0         0        0             0
                       17   Asmat                     0        0         0        0             0
                       18 Supiori                     0        0         0        0           0
                       19 Kota Jayapura               0        0         0        0           0
                       20 Waropen                     0        0         0        0           0
                             Jumlah                   7        0         0        0           7
                               Total                176      100        35       60         371
    Keterangan : Realisasi lokasi pelaksanaan SLPHT disesuaikan dengan keadaan lapangan




Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                                128
LAMPIRAN 5. RENCANA ALOKASI PELAKSANAAN SEKOLAH LAPANG IKLIM
            TAHUN 2010

No.       Provinsi                     Kabupaten/Kota        Jumlah
 1 Pemerintah Aceh              1 Kab. Aceh Besar              1
                                2 Kab. Pidie                   1
                                3 Kab. Aceh Utara              1
                                4 Kab. Aceh Timur              1
                                5 Kab. Bireuen                 1
                                6 Kab. Aceh Tamiang            1
                                7 Kab. Aceh Barat              1
                                8 Kab. Aceh Selatan            1
                                9 Kab. Nagan Raya              1
                               10 Kab. Aceh Singkil            1
                                            Jumlah             10
 2   Sumatera Utara             1 Kab. Langkat                 1
                                2 Kab. Deli Serdang            1
                                3 Kab. Asahan                  1
                                4   Kab. Labuan Batu           1
                                5   Kab. Serdang Bedagai       1
                                6   Kab. Tapanuli Selatan      1
                                7   Kab. Toba Samosir          1
                                8   Kab. Dairi                 1
                                9   Kab.Mandailing Natal       1
                               10   Kab. Padang Sidempuan      1
                                               Jumlah          10
 3   Sumatera Barat             1   Kab. Pesisir Selatan       1
                                2   Kab. 50 Kota               1
                                3   Kab. Agam                  1
                                4   Kab. Solok                 1
                                5 Kab. Tanah Datar             1
                                            Jumlah             5
 4   Riau                       1 Kab. Indragiri Hulu          1
                                2 Kab. Indragiri Hilir         1
                                3 Kab. Rokan Hulu              1
                                4 Kab. Rokan Hilir             1
                                            Jumlah             4

Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010            129
No       Provinsi                      Kabupaten/Kota        Jumlah
 5 Jambi                        1 Kab. Tajung Jabung Timur     1
                                2 Kab. Kerinci                 1
                                3 Kab. Muaro Jambi             1
                                4 Kab. Batang Hari             1
                                            Jumlah             4
 6   Sumatera Selatan           1 Kab. Ogan Komiring Ilir      1
                                2 Kab OKU Timur                1
                                3 Kab. Musi Rawas              1
                                4 Kab. Musi Banyuasin          1
                                5 Kab. Muara Enim              1
                                6 Kab. Ogan Ilir               1
                                            Jumlah             6
 7   Bengkulu                   1 Kab.Bengkulu Selatan         1
                                2 Kota Bengkulu                1
                                3 Kab.Rejang Lebong            1
                                            Jumlah             3
 8   Lampung                    1 Kab. Lampung Selatan         1
                                2 Kab. Lampung Tengah          1
                                3 Kab. Tulang Bawang           1
                                4 Kab. Lampung Timur           1
                                5 Kab. Tanggamus               1
                                6 Kab. Lampung Barat           1
                                7 Kab. Lampung Utara           1
                                            Jumlah             7
 9   Jawa Barat                 1 Kab. Bogor                   1
                                2 Kab. Sukabumi                1
                                3 Kab. Cianjur                 1
                                4   Kab. Cirebon               2
                                5   Kab. Kuningan              1
                                6   Kab. Majalengka            2
                                7   Kab. Indramayu             2
                                8   Kab. Bekasi                2
                                9   Kab. Karawang              2
                               10   Kab. Purwakarta            1
                               11   Kab. Subang                2
                               12   Kab. Bandung               2

Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010            130
No        Provinsi                     Kabupaten/Kota        Jumlah
 9 Jawa Barat                  13 Kab. Sumedang                1
                               14 Kab. Garut                   2
                               15 Kab. Tasikmalaya             2
                               16 Kab. Ciamis                  2
                                            Jumlah             26
 10 Jawa Tengah                 1 Kab. Tegal                   1
                                2 Kab. Pemalang                2
                                3 Kab. Demak                   1
                                4 Kab. Grobogan                1
                                5 Kab. Pati                    2
                                6 Kab. Rembang                 1
                                7 Kab. Blora                   1
                                8 Kab. Banyumas                1
                                9 Kab. Cilacap                 1
                               10   Kab. Purbalingga           1
                               11   Kab. Purworejo             1
                               12   Kab. Kebumen               1
                               13   Kab. Sukoharjo             1
                               14   Kab. Karang Anyar          1
                               15   Kab. Wonogiri              1
                               16   Kab. Sragen                1
                               17   Kab. Klaten                1
                               18   Kab. Boyolali              1
                               19   Kab. Pekalongan            1
                               20   Kab. Kendal                1
                               21   Kab. Kudus                 1
                               22   Kab. Jepara                1
                               23 Kab. Batang                  1
                               24 Kab. Brebes                  1
                               25 Kab. Banjarnegara            1
                                           Jumlah              27
 11 DI Yogyakarta               1 Kab. Kulonprogo              1
                                2 Kab. Gunung Kidul            2
                                3 Kab. Bantul                  1
                                4 Kab. Sleman                  2
                                           Jumlah               6

Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010            131
No        Provinsi                     Kabupaten/Kota        Jumlah
12 Jawa Timur                   1 Kab. Gresik                  1
                                2 Kab. Sidoarjo                1
                                3   Kab. Mojokerto             1
                                4   Kab. Bojonegoro            1
                                5   Kab. Tuban                 1
                                6   Kab. Lamongan              1
                                7   Kab. Madiun                1
                                8   Kab. Ngawi                 1
                                9   Kab. Ponorogo              1
                               10   Kab. Tulungagung           1
                               11   Kab. Trenggalek            1
                               12   Kab. Pasuruan              1
                               13   Kab. Magetan               1
                               14   Kab. Pacitan               1
                               15   Kab. Sampang               1
                               16   Kab. Situbondo             1
                               17   Kab. Jember                1
                               18   Kab.Probolinggo            1
                               19   Kab. Jombang               1
                               20   Kab. Nganjuk               1
                                              Jumlah           20
 13 Bali                        1   Kab.Buleleng               1
                                2   Kab.Jembrana               1
                                              Jumlah            2
 14 Nusa Tenggara Barat         1   Kab. Lombok Tengah         1
                                2   Kab. Dompu                 1
                                3   Kab. Bima                  1
                                4 Kab. Sumbawa                 1
                                5 Kab.Lombok Barat             1
                                6 Kab. Lombok Timur            1
                                           Jumlah              6
 15 Nusa Tenggara Timur         1 Kab. TTS                     1
                                2 Kab. Sumba Barat             1
                                3 Kab.Sumba Timur              1
                                4 Kab.Kupang                   1
                                5 Kab.Alor                     1

Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010            132
No        Provinsi                     Kabupaten/Kota          Jumlah
15 Nusa Tenggara Timur          6 Kab.Belu                       1
                                7 Kab.Ende                       1
                                8 Kab.Flores Timur               1
                                9 Kab.Sikka                      1
                                            Jumlah               9
 16 Kalimantan Barat            1 Kab. Sambas                    1
                                2 Kab. Pontianak                 1
                                3 Kab. Bengkayang                1
                                4 Kab. Landak                    1
                                5 Kota Pontianak                 1
                                6 Kab. Ketapang                  1
                                7 Kab.Sintang                    1
                                8 Kab.Melawi                     1
                                            Jumlah               8
 17 Kalimantan Tengah           1   Kab. Kapuas                  1
                                2   Kab. Barito Selatan          1
                                3   Kab.Pulang Pisau             1
                                4   Kab.Katingan                 1
                                5   Kab.Palangkaraya             1
                                6   Kab.Barito Timur             1
                                              Jumlah             6
 18 Kalimantan Selatan          1   Kab. Tabalong                1
                                2   Kab. Hulu Sungai Utara       1
                                3   Kab. Hulu Sungai Tengah      1
                                4   Kab. Hulu Sungai Selatan     1
                                5   Kab. Banjar                  1
                                6   Kab. Tanah Laut              1
                                7 Kab. Tanah Bumbu               1
                                8 Kab. Tapin                     1
                                9 Kab.Barito Kuala               1
                               10 Kab. Kotabaru                  1
                                            Jumlah               10
 19 Kalimantan Timur            1 Kab. Pasir                     1
                                2 Kab. K Kertanegara             1
                                3 Kota Samarinda                 1
                                            Jumlah                3

Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010              133
 No        Provinsi                         Kabupaten/Kota                     Jumlah
 20 Sulawesi Utara                 1   Kab. Minahasa                              1
                                   2   Kab. Bolong Manggondow                     1
                                                  Jumlah                           2
 21 Sulawesi Tengah                1   Kab.Toli-toli                              1
                                   2   Kab.Morowali                               1
                                                  Jumlah                           2
 22 Sulawesi Selatan               1   Kab. Maros                                 1
                                   2   Kab. Pangkep                               1
                                   3   Kab. Gowa                                  1
                                   4   Kab. Takalar                               1
                                   5   Kab. Sinjai                                1
                                   6   Kab. Bone                                  1
                                   7   Kab. Wajo                                  1
                                   8   Kab. Soppeng                               1
                                   9   Kab. Sidrap                                1
                                  10   Kab. Pinrang                               1
                                  11   Kab. Janeponto                             1
                                  12   Kab. Bulukumba                             1
                                  13   Kab.Bantaeng                               1
                                                  Jumlah                          13
 23 Sulawesi Tenggara              1   Kab. Konawe Selatan                        1
                                                  Jumlah                           1
 24 Banten                         1   Kab. Tanggerang                            1
                                   2   Kab. Padeglang                             1
                                   3   Kab. Serang                                1
                                   4   Kab. Lebak                                 1
                                                  Jumlah                           4
 25 Gorontalo                      1   Kab.Boalemo                                1
                                   2   Kab.Gorontalo                              1
                                   3   Kota Gorontalo                             1
                                   4   Kab.Pahuwato                                1
                                                  Jumlah                           4
 26 Maluku Utara                   1   Kota Ternate                               1
                                                  Jumlah                           1
 27 Papua                          1   Kota Merauke                               1
                                                  Jumlah                           1
                                                   Total                         200
Keterangan : Realisasi lokasi pelaksanaan SLI disesuaikan dengan keadaan lapangan

Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                              134
Lampiran 6. Topik Khusus Pelaksanaan SLPHT Padi

      Pertemuan       Umur
No.                                 Kegiatan Dan Topik Khusus      Buku Sumber
          Ke        Tanaman

 1.      M -1       + 7 hari    •   Pertemuan persiapan          - Juklap PHT Padi
                    sebelum     •   Peranan wanita               - Juklap PHT Padi
                    tanam       •   Pemetaan                     - Juklap PHT Padi
                                •   Kesepakatan belajar          - Juklap PHT Padi
 2.        1        + 0 hari    • Tanam                          - Juklap PHT Padi
                    (tanam)     • Studi Pentingnya Predator      - Ekologi Lap
                                  untuk persemaian dan           - Petlap PHT Padi
                                  pentingnya persemaian          - Petlap PHT Padi
                                  untuk predator
                                • Ballot box
                                • Anatomi bibit tanamanpadi
 3.        2        + 7 hst     • Karbofuran & Azodrin di        - Petlap PHT Padi
                                  ekosistem sawah                - Petlap PHT Padi
                                • Akar & jaringan tanaman        - Petlap PHT Padi
                                • Mengenal hama tanaman          - Petlap PHT Padi
                                  padi
                                • Mengenal musuh alami
 4.        3        + 14 hst    • Akar dan jaringan              - Petlap PHT Padi
                                  pengangkut tanaman             - Petlap PHT Padi
                                • Apa itu predator               - Petlap PHT Padi
                                • Apa itu parasitoid             - Ekologi Lap
                                • Studi serangga air (akuatik)   - Petlap PHT Padi
                                • Kemampuan beranak pada
                                  fase vegetatif
 5.        4        + 21 hst    • Studi serangga air (akuatik)   - Ekologi Lap
                                • Kemampuan beranak pada         - Petlap PHT Padi
                                  fase vegetatif                 - Petlap PHT Padi
                                • Kebun serangga (fase           - Petlap PHT Padi
                                  vegetatif)                     - Petlap PHT Padi
                                • Koleksi serangga & penyakit    - Petlap PHT Padi
                                • Siklus hidup & jaringan
                                  makanan
                                • Perhitungan pemupukan
 6.        5        + 28 hst    • Kebun serangga (fase           - Petlap PHT Padi
                                  vegetatif)                     - Petlap PHT Padi
                                • Koleksi serangga & penyakit    - Petlap PHT Padi
                                • Siklus hidup & jaring-jaring   - Petlap PHT Padi
                                  makanan
                                • Perhitungan pemupukan
 7.        6        + 35 hst    • Pencegahan serangga            - Petlap PHT Padi
                                • Pencegahan penyakit            - Petlap PHT Padi
                                • Pertumbuhan populasi tikus     - Petlap PHT Padi



Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                           135
      Pertemuan       Umur
No.                                 Kegiatan Dan Topik Khusus      Buku Sumber
          Ke        Tanaman
 8.        7        + 42 hst    •   Pencegahan serangga          - Petlap PHT Padi
                                •   Pencegahan penyakit          - Petlap PHT Padi
                                •   Pertumbuhan populasi tikus   - Petlap PHT Padi
                                •   Anatomi primordia            - Petlap PHT Padi
                                •   Apakah ambang ekonomi itu    - Petlap PHT Padi
                                    (analisa ekonomi,
                                    lingkungan, kesehatan)
 9.        8        + 49 hst    •   Penyemprotan                 - Petlap PHT Padi
                                •   Mencari nilai rerata         - Petlap PHT Padi
                                •   Anatomi primordia            - Petlap PHT Padi
                                •   Pencegahan tikus             - Petlap PHT Padi

10.        9        + 56 hst    • Pendugaan yang teliti          - Petlap PHT Padi
                                • Perkembangan malai dan         - Petlap PHT Padi
                                  bunga                          - Petlap PHT Padi
                                • Racun dalam pertanian          - Petlap PHT Padi
                                  aspek kesehatan
                                • Kebun serangga (fase
                                  generatif)
11.       10        + 63 hst    • Perkembangan malai dan         - Petlap PHT Padi
                                  bunga                          - Petlap PHT Padi
                                • Siklus hidup dan jaring-       - Petlap PHT Padi
                                  jaring makanan bagian II
                                • Daun sebelum & sesudah
                                  fase primordial
12.       11        + 70 hst    • Fase masak susu                - Petlap PHT Padi
                                • Siklus hidup dan jaring-       - Petlap PHT Padi
                                  jaring makanan bagian II       - Petlap PHT Padi
                                • Demonstrasi keracunan
                                  pestisida
13.       12        + 77 hst    • Sarana penggerak               - Petlap PHT Padi
                                  masyarkat                      - Petlap PHT Padi
                                • Antara ambang ekonomi          - Petlap PHT Padi
                                  dan tindak lanjut
                                • Demonstrasi keracunan
                                  pestisida
14.       13        + 85 hst    • Fase masak penuh               - Petlap PHT Padi
                                • Pestisida yang dilarang        - Petlap PHT Padi
                                  untuk padi
15.       14        Panen       • Fase masak penuh               - Petlap PHT Padi
                                • Hitung hasil                   - Petlap PHT Padi
                                • Hari lapangan                  - Petlap PHT Padi




Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                           136
Lampiran 7.       Matrik Kualitas Untuk Kegiatan Latihan SLPHT

   Kegiatan            Tahap               Catatan               Petunjuk kualitas
 APA INI            Proses          Pertanyaan dijawab         • Pertanyaan-pertanyaan
                    pertanyaan      dengan pertanyaan,           yang diajukan tidak
 Dialog yang                        jangan dijawab langsung,     dijawab, akan tetapi
 memperhatikan                      jawaban menolong             dibalas dengan
 fungsi                             peserta menemukan            pertanyaan yang
                                    fungsi; mendorong            menyelidik lebih jauh
                                    munculnya analisa kritis
                                                               • Pertanyaan-pertanyaan
                                                                 yang ditanya oleh
                                                                 pemandu mengarah
                                                                 pada hubungan
                                                                 fungsional (mis. Antara
                                                                 hama dan musuh alami
                                                                 atau antara hama dan
                                                                 tanaman)
                    Hasil           Petani menemukan
                                    sendiri jawaban atas       • yang ada dalam agro
                                    pertanyaannya                ekosistem.
                                                               • Para peserta mampu
                                                                 menyebutkan hubungan
                                                                 fungsional dalam
                                                                 agroekosistem

 AGRO               Pengamatan      Peserta harus dijelaskan   • Sebelum kegiatan
 EKOSISTEM          dan penyajian   tentang proses               dimulai, para peserta
                    agroekosistem   pengamatan dan               diberitahu tentang tujuan
 Merupakan          dalam gambar    tujuannya.                   kegiatan dan proses
 kegiatan utama                                                  yang harus diikuti dalam
 guna                               Peserta dan pemandu
                                    terjun ke sawah              kegiatan tersebut.
 mengembang
 kan tindakan                       Peserta mengamati          • Selama pengamatan
 PHT yang baik                      keadaan lapangan,            para peserta dan
 dan benar                          mencatat dan mengambil       pemandu terjun ke
 seperti                            specimen.                    sawah
 masilnya:                          Maksud penggambaran        • Selama pengamatan
 • Pengamatan                       adalah untuk meringkas       para peserta melihat
   mingguan                         pengamatan keadaan di        atau mengamati semua
                                    lapangan untuk analisa       bagian tanaman dari
 • Analisa                                                       bawah hingga atas.
                                    lapangan.
   keadaan
   sawah                                                       • Para peserta mencatat
                                                                 apa yang mereka amati
 • Pengambilan
   keputusan                                                   • Para peserta
                                                                 mengumpulkan contoh
 • Petani                                                        hama, musuh alami,
   menjadi ahli                                                  penyakit, kerusakan,
   PHT                                                           dsb.
                                                               • Pengamatan yang telah
                                                                 dilakukan diringkas atau
                                                                 disajikan dalam gambar
                                                                 agroekosistem

Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                          137
   Kegiatan           Tahap                Catatan             Petunjuk kualitas
 AGRO              Analisa         Pertanyaan,               • Pemandu mengajukan
 EKOSISTEM         Gamabaran       permasalahan, dan           masalah atau
 (lanjutan)        Agro            skenario-skenario           pertanyaan yang
                   ekosistem       diajukan oleh pemandu       berhubungan dengan
                                   kepada para peserta.        gambar peserta yang
                                   Maksudnya adalah untuk      disajikan sesuai dengan
                                   mendukung adanya            Petlap untuk
                                   diskusi dan analisa         mendukung analisa
                                   secara mendalam
                                   tentang keadaan           • Diskusi membahas dan
                                   lapangan dan                memperhatikan keadaan
                                   memecahkan masalah.         lapangan dan hubungan
                                                               agroekosistem
                                   Tujuannya adalah untuk
                                   mengembangkan             • Skenario
                                   keterampilan                'misalnya/andaikata"
                                   pengambilan keputusan       diajukan oleh pemandu
                                   dan keterampilan            dan didiskusikan oleh
                                   pengamatan dan analisa      para peserta
                                   Pemandu membantu
                                                             • Gambar agroekosistem
                                   peserta mencapai tujuan
                                                               minggu-minggu
                                   tersebut menganalisa,
                                                               sebelumnya digunakan
                                   mendiskusikan
                                                               sebagai pembanding
                                   agroekosistem, masalah
                                                               terhadap keadaan lahan
                                   yang muncul, dan
                                                               sekarang
                                   pengambilan keputusan
                                   dengan mengajukan         • Menentukan dan
                                   pertanyaan.                 menguji keputusan
                                   Untuk mencapai tujuan       pengelolaan lahan
                                   pemandu menggunakan         sebelum disetujui
                                   pertanyaan-pertanyaan
                                   analisa yang berada di    • Faktor-faktor lain juga
                                   "Petlap"                    dipertimbangkan
                                                               sebagai tambahan
                                                               "ambang ekonomi"
                                                               dalam pengambilan
                                                               keputusan oleh petani/
                                                               peserta berdasarkan
                                                               'ambang rasa" mereka
                                                               sendiri
                                                             • Seluruh peserta aktif
                                                               berpartisipasi dan
                                                               bekerjasama dalam
                                                               kelompok kecil
                                                             • Pemandu, dengan
                                                               pertanyaan-pertanyaan
                                                               yang diajukan
                                                               membantu para peserta
                                                               dalam menganalisa
                                                               kegiatan dan apa yang
                                                               mereka dapatkan.


Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                         138
   Kegiatan           Tahap                Catatan              Petunjuk kualitas
 AGRO              Hasil           Peserta memperbaiki        • Peserta dapat
 EKOSISTEM                         keterampilannya dalam        menyatakan perbedaan
 (lanjutan)                        observasi, analisa, dan      antara hama dan musuh
                                   pengambilan keputusan.       alami dan perannya
                                   Peserta meningkatkan         dalam agroekosistem
                                   pengetahuannya
                                   mengenai agroekosistem     • Keputusan-keputusan
                                   di sawah                     yang diambil
                                                                berdasarkan tingkat
                                                                populasi serangga dan
                                                                analisa hubungan
                                                                fungsional yang ada di
                                                                lahan

 TOPIK             Tujuannya       Para peserta jelas         • Sebelum kegiatan
 KHUSUS                            mengenai maksud dan          berlangsung pemandu
                                   tujuan kegiatan ini          menerangkan tujuan
 Untuk                                                          dan proses kegiatan
 beberapa                                                       topik khusus
 aspek PHT
 (biologi,         Proses          Para peserta jelas         • Selama kegiatan
 ekologi, dan                      mengenai apa yang            berlangsung para
 ekonomi)                          harus dilakukan; semua       peserta terlibat dan
                                   peserta aktif                berpartisipasi secara
                                                                aktif. Kegiatan kelompok
                                                                tidak didominasi oleh
                                                                satu orang peserta
                                                                maupun pemandu
                   Hasil           Para peserta mencapai      • Para peserta dapat
                                   tujuan kegiatan. Peserta     menyajikan hasil
                                   menganalisa kegiatan         kegiatan dan meringkas
                                   yang dilakukan dengan        apa yang sudah
                                   dibantu pertanyaan-          dilakukan dalam
                                   pertanyaan pemandu           kegiatannya
                                   sehingga peserta tahu
                                   apa yang telah dilakukan   • Peserta dapat
                                                                menerangkan apa yang
                                                                telah mereka pelajari
                                                                dari kegiatan yang
                                                                sudah dilakukan
                                                              • Pemandu mengajukan
                                                                pertanyaan-pertanyaan
                                                                untuk membantu
                                                                peserta memahami
                                                                kegiatan yang sudah
                                                                dillakukan; menerapkan
                                                                apa yang sudah mereka
                                                                pelajari kedalam
                                                                "kehidupan nyata"



Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                         139
   Kegiatan           Tahap                Catatan               Petunjuk kualitas
 DINAMIKA          Proses          Pemandu menjelaskan         • Sebelum kegiatan
 KELOMPOK                          maksud dan tujuan             berlangsung pemandu
 Untuk                             kegiatan sebelum              memberitahu peserta
 memperbaiki                       kegiatan mulai. Sarana        tentang tujuan dan
 keterampilan                      belajar tersedia sebelum      proses kegiatan yang
 bekerjasama                       kegiatan mulai. Waktu         akan dilakukan
 dan                               kegiatan cukup
                                                               • Semua peserta terlibat
 pemecahan                                                       aktif dalam kegiatan
 masalah
                   Analisa         Pemandu mengajukan          • Pemandu mengajukan
                                   pertanyaan untuk              pertanyaan-pertanyaan
                                   membantu para peserta         untuk membantu
                                   dalam menganalisa             peserta memahami
                                   kegiatan. Diskusi             kegiatan yang dilakukan
                                   mengenai apa yang             menerapkan apa yang
                                   dilakukan dalam               sudah mereka pelajari
                                   kegiatan, poin-poin yang      ke dalam "kehidupan
                                   penting dan apa yang          nyata"
                                   dipelajari
                   Hasil           Para peserta benar-         • Para peserta dapat
                                   benar memahami                menerangkan apa yang
                                   kerjasama maupun              telah mereka pelajari
                                   pengambilan keputusan         dari kegiatan yang
                                                                 sudah dilakukan

 BALLOT BOX        Persiapan       Pertanyaan berdasarkan      • Soal "Ballot Box" benar-
                                   keadaan lapangan              benar berdasarkan
 Proses evaluasi                   setempat memperhatikan        pengetahuan dan
 yang dapat                        fungsi-fungsi yang ada di     keterampilan lapangan.
 digunakan                         dalam ekologi sawah,
 sebagai "pre                      bukan nama-nama             • Nama-nama latin tidak
 test" dan post                    serangga. Apabila             digunakan dalam uji
 tes" untuk                        digunakan secara "pre         coba "Ballot Box"
 menilai                           test" dan "post test",
 keterampilan di                   maka dua-duanya harus
 lapangan                          menilai tingkat
                                   keterampilan atau
                                   pengetahuan yang sama.

                   Hasil           Hasil "Ballot box" dapat    • Pemandu menggunakan
                                   digunakan sebagai             soal-soal "Ballot Box"
                                   sarana pendorong belajar      sebagai sarana
                                   dan evaluasi kegiatan         pendorong belajar dan
                                                                 memperhatikan serta
                                                                 mempertimbangkan
                                                                 isinya.




Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Tanaman Pangan Tahun 2010                          140
Lampiran 8.
                                   LAPORAN AWAL
                RENCANA PELAKSANAAN KEGIATAN SLPHT / SLI TANAMAN PANGAN
                                     TAHUN 2010
PROVINSI : …………………………….

                       Lokasi                                                           Waktu
No.      Komoditi                    Kelompok Tani   Jumlah Peserta   Nama Pemandu
                    Kab./Kec./Desa                                                   Pelaksanaan

 1 Padi
   a. Hibrida
   b. Non Hibrida




 2 Jagung




 3 Kedelai
Lampiran 9.
                                 LAPORAN KEMAJUAN
                   PELAKSANAAN KEGIATAN SLPHT / SLI TANAMAN PANGAN
                                     TAHUN 2010
PROVINSI : …………………………….
                                                                              Bulan : ……………………..
                       Lokasi Kab/   Kelompok   Jumlah     Nama     Pertemuan Kehadiran   Partisipasi
No.      Komoditi
                        Kec./Desa      Tani     Peserta   Pemandu    Ke ……      Peserta    Peserta

 1    Padi
      a. Hibrida
      b. Non Hibrida




 2    Jagung




 3    Kedelai




Catatan : dilaporkan setiap bulan
Lampiran 10.
                                                       LAPORAN AKHIR
                                       PELAKSANAAN KEGIATAN SLPHT / SLI TANAMAN PANGAN
                                                         TAHUN 2010
PROVINSI : …………………………….

                                                                                           Rata-Rata                 Peningkatan
                       Lokasi Kab./   Kelompok      Jumlah        Nama          Waktu                  Partisipasi                 Produktivitas
No.       Komoditi                                                                         Kehadiran                 Kemampuan
                        Kec./Desa       Tani        Peserta      Pemandu     Pelaksanaan                Peserta                      (GKG/Ha)
                                                                                            Peserta                      (%)


 1    Padi
      a. Hibrida
      b. Non Hibrida



 2    Jagung




 3    Kedelai




Catatan : *) Persentase peningkatan Nilai Post test terhadap Pre test Ballot Box
Lampiran 11.
                                                   DATA DASAR LUAS WILAYAH KERJA (HA)
                                      POPT-PHP (PEGAWAI NEGERI SIPIL/HONORER/THL POPT-PHP) TAHUN 2010
Provinsi: …………..                                                                                                                 Tahun : …………...…
                           Wilayah Kerja POPT                      Penggunaan Luas Lahan (Ha) berdasakan Jenis Tanaman
                                                                                                                                                %
                                  Kabupaten/                          Luas Areal Tanam (Ha) Setahun = MH + MK                                           Keterangan
 No.       Nama/NIP                                                                                                                           Pangan/
                           No.       Kota/                Klasifikasi Pertanamaan Padi                     Lahan Kering               Total              DPL M **
                                                                                                                                               Horti
                                  Kecamatan           Sawah Tadah Hjn Ladang          Jumlah     Palawija*    Horti     Jumlah




       Jumlah                                                    0       0        0          0          0          0             0        0
       Keterangan : Laporkan sesuai dengan SK POPT-PHP Lapangan/Kecamatan
       *=Palawija =   Diisi Luas (Ha) Tanaman Jagung, Kedelai,                                                         ………………., ……. 2010
                          Kc. Tanah, Kc. Hijau, Ubi Kayu dan Ubi Jalar
       **DPL    =         Diatas Permukaan Laut                                                                                      Kepala




                                                                                                                        (………………………)
Lampiran 12.
                               DATA SARANA KERJA R-2 DAN R-4 (KENDARAAN DINAS)

Provinsi : …………………                                                                                Tahun : …………….
                           Unit/Lokasi     Jenis/Type/Merk                   Tahun      Kondisi       Pengadaan
 No   Nama Pemegang                                           No. Polisi
                             Tugas        Roda-2     Roda-4                Kendaraan   B RR RB     Tahun    Asal*)




Keterangan:
B      : Baik                                                                          Kepala
RR : Rusak Ringan
RB     : Rusak Berat
*) Asal Pengadaan :
       Ditjen Tanaman Pangan, Setjen, Badan SDM                                (………..…..……………..)
       Pengadaan melalui Dana APBN
Lampiran 13.
                 DATA SARANA KERJA PENGOLAHAN DATA PERLINDUNGAN TANAMAN PANGAN (KOMPUTER)
                                                TAHUN 2010
Provinsi :
                            Pengalokasian     Jumlah      Tahun       Pengadaan        Kondisi
 No   Nama/Merk/Tipe                                                                                  Jumlah
                       (Dinas/BPTPH/LPHP/…)    (Unit)   Pengadaan   APBN    APBD   B    RR       RB




Keterangan :
B     : Baik                                                                           Kepala,
RR    : Rusak Ringan
RB    : Rusak Berat

                                                                                   (……………………………)
Lampiran 14.
                               KERAGAAN SUMBERDAYA MANUSIA PERLINDUNGAN TANAMAN PANGAN
                                                   TAHUN 2010 - 2019
      Provinsi :…………..                                                                          Tahun :…………..
                                                                         Tahun
No.            Tepat Tugas
                                      2010   2011   2012   2013   2014   2015    2016    2017    2018   2019    Jumlah
 1    BPTPH
      - Struktural/Fungs umum
      - POPT-PHP
 2    LPHP/LAH
      - Struktural/Fungs umum
      - POPT-PHP
 3    BPT
      - Struktural/Fungs umum
      - POPT-PHP
 4    KECAMATAN/LAPANGAN
      - Struktural/Fungs umum
      - POPT
                 Jumlah
Catatan : dilaporkan 2 Kali Setahun
                                                                                        ………………., ……. 2010
                                                                                             Kepala



                                                                                          (……………………)
Lampiran 15.
                 DATA SUMBERDAYA MANUSIA PERLINDUNGAN TANAMAN BERDASARKAN JENJANG KARIR
                                                TAHUN 2010
                                                                                 Tahun
                                                                             Funsional POPT Berdasarkan Jenjang Jabatan
                                                         Calon POPT *)                  POPT Trampil                      POPT Ahli
                                     Struktural/
No.        TEMPAT TUGAS
                                  Fungsional Umum                                                                                             Total
                                                                                      Pelaks Pelaks Penyel         Ahli Per Ahli Ahli
                                                      Trampil   Ahli   Jml   Pemula                          Jml                        Jml
                                                                                       ana ana Ljt    ia            tama Muda Madya




 1    BPTPH


 2    LPHP/LAH


 3    Brigade Proteksi Tanaan


 4    Kecamatan/POPT-PHP


                 Jumlah
Catatan : dilaporkan setiap triwulan
*) PNS teknis (sesuai persyaratan) yang belum pernah mengikuti Diklat Dasar POPT                                     ………………., ……. 2010
                                                                                                                         Kepala



                                                                                                                       (………………….……)
Lampiran 16.

                DATA LABORATORIUM PENGAMATAN HAMA PENYAKIT/LABORATORIUM AGENS HAYATI (LPHP/LAH)

Provinsi :
                                                                   LPHP/LAH
NO.                                                                                Jenis Agens Hayati                 Komoditi/ OPT
             Nama          Tempat/Kedudukan          No. Telp/HP   Wilayah Kerja                        Binaan PPAH
                                                                                   yang dikembangkan                     Sas.*)




Catatan : dilaporkan setiap Musim Tanam
                                *) Komoditi OPT Sasaran                                        ………………., ……. 2010

                                                                                                        Kepala




                                                                                               (…………….………………)
Lampiran 17.
                                               DATA POS PELAYANAN AGENS HAYATI (PPAH)
                                                       KEADAAN S/D TAHUN 2010
PROVINSI :                                                                                            Musim Tanam :   …………
                                                                 PPAH
                                                                                                  Luas Penerapan
No.                                                                         Agens Hayati yang
            Nama           Lokasi (Kec/Desa)       Ketua       No.Telp/HP
                                                                             Dikembangkan        Ha    Desa/WKPP      Status**)




Catatan : dilaporkan setiap Musim Tanam
           *) Luas Hamparan Desa/WKPP                                                           ………………., ……. 2010
           **) Status aktif / tidak aktif
                                                                                                      Kepala




                                                                                                (………………………)
Lampiran 18.
                                    DATA BRIGADE PROTEKSI TANAMAN (BPT)
                                          KEADAAN S/D TAHUN 2010

Provinsi :                                                                    Musim Tanam : ………………….
                                             Brigade Proteksi Tanaman (BPT)
No.   Tempat (Kedudukan)      Lokasi / No.
                                              Wilayah Kerja      Binaan RPH   Binaan PPAH        Status*)
             BPT                telp/HP




Catatan : dilaporkan setiap Musim Tanam
          *) Status aktif / tidak aktif                                         ………………., ……. 2010

                                                                                        Kepala




                                                                                (…………….………………)
Lampiran 19.
                                        KEADAAN STOK PESTISIDA

PROVINSI : ……………………………                                                            Bulan : …………………..
                                          Pengadaan
                                                        Penggunaan     Sisa Stok Akhir
No     Nama/Lokasi     Merk Pestisida    (Kg/Lt/Boks)                                    Keterangan
                                                        (Kg/Lt/Boks)    (Kg/Lt/Boks)
                                        APBN     APBD
 I.                  1.
                     2.
                     3.
                     4. dst

 II.                 1.
                     2.
                     3.
                     4. dst

III.                 1.
                     2.
                     3.
                     4. dst


                                                                            Kepala,



                                                                 (………………………………….)
Lampiran 20.
               INVENTARISASI PENGEMBANGAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI PENGENDALIAN OPT
                                       PADA TANAMAN PANGAN

Provinsi :……………….                                                                             Tahun : …………..
          Lokasi/Kab./                                                Teknologi Pengendalian OPT
 No.                                LPHP/LAH
       Kota/Kecamatan                                          Yang Sudah Ada          Yang Dikembangkan

 1   ………….                   1   ………….
                             2   ………….
                             3   ………….
                             4   dst

 2   ………….                   1   ………….
                             2   ………….
                             3   ………….
                             4   dst

 3   ………….                   1   ………….
                             2   ………….
                             3   ………….
                             4   dst

Keterangan : Inventarisasi Teknologi Spesifik Lokasi untuk Pengendalian OPT                 Kepala



                                                                                       (………………………)
Lampiran 21.

                    RENCANA PENCANANGAN GERAKAN PENGENDALIAN OPT TAHUN 2010

Provinsi : ………..                                                                                  Tahun : …………..
                                                            Jenis pestisida/ agens
       Lokasi/Kab./                   OPT                                             Waktu         Sumber Dana
No.                     Luas (ha)               Komoditas        hayati yang
      Kota/Kecamatan                 Sasaran                                       Pelaksanaan
                                                                  digunakan                        APBN   APBD




Keterangan : Inventarisasi Teknologo Spesfik Lokasi untuk Pengendalian OPT Sasaran
                                                                                        Kepala,


                                                                                     (………………………)
Lampiran 22.
                          FORM 1 SIMONEV: PERKEMBANGAN PELAKSANAAN KEGIATAN SLPHT/SLI TAHUN 2010

Provinsi : ………….                                                                                                                        Bulan : ……
          Sumber          Lokasi Kegiatan        Renc Reals                             Waktu Pelaksanaan (bulan)                                     Pertemuan
 No.
      Dana/Komoditi Kab./Kota.Kec/Desa Kel. Tani Unit Unit    Jan.   Peb.   Mar   Apr   Mei    Jun    Jul    Ags    Sep    Okt    Nov   Des   Renc.     Realis    %
     APBN/APBD
A. PADI
     1. Hibrida     1.………………
                    2.………………
                    dst
     2. Non hibrida 1.………………
                    2.………………
                    dst
B. JAGUNG           1.………………
                    2.………………
                    dst
C    KEDELAI        1.………………
                    2.………………
                    dst
     Dll
     APBD
A. PADI
     1. Hibrida     1.………………
                    2.………………
                    dst
     2. Non hibrida 1.………………
                    2.………………
                    dst
                    1.………………
         Jumlah
Keterangan : SLPHT/SLI (coret salah satu)
                                                                                                                                 Kepala,




                                                                                                                          (……………………..)
Lampiran 23.
                                                      FORM. 2 SIMONEV
  PERKEMBANGAN PELAKSANAAN PEMBAYARAN HONORARIUM POPT-PHP HONORER DAN BOP POPT-PHP (HONORER DAN PNS)
    (OPERASIONAL PENGAMATAN OPT DAN DPI, SERTA PENGAWASAN PENGGUNAAN PUPUK DAN BAHAN PENGENDALI OPT)
                                      s/d BULAN ……………………….. 2009

WILAYAH/PROVINSI    :                                                                     SATUAN KERJA               :
                                                                  Rencana Kumulatif s/d    Realisasi Kumulatif s/d
                        Target Satu Tahun   Realisasi Bulan ini
                                                                       Bulan ini                  Bulan ini
     Kegiatan/Sub
Kode                                                                                                                     Keterangan
       Kegiatan         Volume   Anggaran   Volume      Dana       Volume       Dana        Volume           Dana

                         (OB)       (Rp.)    (OB)       (Rp.)       (OB)        (Rp.)        (OB)            (Rp.)




                                                                                                    Kepala




                                                                                              (………………)
Lampiran 24.
        FORM 3. SIMONEV : PERKEMBANGAN PELAKSANAAN PEMBAYARAN HONORARIUM DAN BOP THL TB POPT-PHP
    (OPERASIONAL PENGAMATAN OPT DAN DFI, SERTA PENGAWASAN PENGGUNAAN PUPUK DAN BAHAN PENGENDALI OPT)
                                           s/d BULAN …………….. 2010

WILAYAH/PROVINSI       :
SATUAN KERJA           :

                                                                       Rencana Kumulatif s/d Realisasi Kumulatif s/d
                            Target Satu Tahun    Realisasi Bulan ini
                                                                            Bulan ini               Bulan ini
        Kegiatan/Sub
 Kode                                                                                                                  Keterangan
          Kegiatan         Volume    Anggaran   Volume     Anggaran    Volume     Anggaran     Volume     Anggaran

                            (OB)       (Rp.)     (OB)        (Rp.)       (OB)       (Rp.)       (OB)        (Rp.)




                                                                                                       Kepala




                                                                                                (……….…………)
Lampiran 25.
       FORM 4. SIMONEV : PERKEMBANGAN PELAKSANAAN BANTUAN SARANA PENGENDALIAN OPT DAN DPI
             (PENGADAAN SARANA PENGENDALIAN OPT UNTUK KABUPATEN/DAERAH TERSERANG)
                                     s/d BULAN ……………….. 2009

WILAYAH/PROV.      :
SATUAN KERJA       :
                                                                 Rencana Kumulatif   Realisasi Kumulatif
                       Target Satu Tahun   Realisasi Bulan ini
       Kegiatan/                                                   s/d Bulan ini        s/d Bulan ini
Kode     Sub                                                                                                Keterangan
                   Volume      Anggaran    Volume   Anggaran     Volume   Anggaran   Volume      Anggaran
       Kegiatan
                       Paket     (Rp.)     Paket       (Rp.)     Paket      (Rp.)     Paket        (Rp.)




                                                                                              Kepala




                                                                                     (………………………...)

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:472
posted:8/22/2011
language:Indonesian
pages:164
Description: Strategi Pht Iklim Global document sample