Docstoc

II ANALISIS SWOT Memperhatikan kondisi internal kekuatan dan kelemahan FF Unair maupun kondisi eksternal yang merupakan peluang dan tantangan dalam k

Document Sample
II ANALISIS SWOT Memperhatikan kondisi internal kekuatan dan kelemahan FF Unair maupun kondisi eksternal yang merupakan peluang dan tantangan dalam k Powered By Docstoc
					                               II.    ANALISIS SWOT

      Memperhatikan kondisi internal  (kekuatan dan kelemahan FF-Unair)
maupun kondisi eksternal (yang merupakan peluang dan tantangan) dalam
komponen A sampai dengan G, melalui analisis SWOT (kekuatan, kelemahan
kesempatan, tantangan) antar komponen, dapat dirancang strategi pemecahan
masalah, perbaikan dan pengembangan sebagai berikut.
                                          MASUKAN
NO   KOMPONEN                                         SWOT
1.   visi,                       Kekuatan                           Kelemahan
     misi,sasaran, 1. Sosialisasi sudah dilakukan       1.Belum jelas pemilahan Visi, Misi,
     tujuan           intensif, audit/penjaminan mutu     sasaran dan target mutu prodi S1
                      sudah mulai dilakukan periodik,     dengan Fakultas Farmasi (
                      SDM mempunyai komitmen baik         termasuk dengan prodi Profesi,
                                                          S2, spesialis).
                                                       2. Evaluasi prodi S1 tidak bisa
                                                          dipisahkan dari program studi
                                                          apoteker karena merupakan satu
                                                          kesatuan program pendidikan
                                  Peluang                           Tantangan
                   1. Undang-undang kesehatan 2009     1. Kemajuan Ilmu pengetahuan
                       maupun Peraturan Pemerintah        yang pesat menuntut prodi
                       RI no.51 tahun 2009 tentang        mampu menghasilkan lulusan
                       pekerjaan kefarmasian              dengan spesifikasi yang unik/jelas
                       memberikan peluang prodi S1        (tidak general)
                       untuk menata ulang misi,        2. Era global mengharuskan prodi
                       sasaran dan tujuan prodi.          Farmasi mampu bersaing dengan
                   2. Keterlibatan Fakultas dalam         program pendidikan sarjana
                       APTFI sebagai majelis, dapat       farmasi Internasional lain dalam
                       memberi arah bagi penjaminan       melakukan pendidikan dan
                       mutu sarjana farmasi Indonesia     penelitian
                       maupun apoteker Indonesia
                   Strategi Konsolidasi
                   1. Melakukan konsolidasi dengan semua pengelola prodi dan departemen
                      yang ada di FF-Unair untuk merumuskan pemilahan (khususnya) misi,
                      sasaran dan target mutu masing-masing prodi dan fakultas sebagai
                      lembaga yang memayungi.
                   2. Melakukan revisi dokumen pedoman prosedur (PP)/instruksi kerja (IK)
                      dalam penjaminan mutu untuk menjamin pencapaian target/asaran mutu
                      setiap owner process
                   Strategi pengembangan program
                   1. Bekerja sama dengan perhimpunan seminat, ISFI, HISFARSI, APTFI
                      meningkatkan kompetensi standar apoteker Indonesia maupun stake
                      holder lain, khususnya pengguna lulusan.
                   2. Menata ulang kurikulum agar sesuai dengan tuntutan stake holder
                                                     Program
                   Jangka menengah :
                       1. Evaluasi RENSTRA 2005-2010 dan Persiapan RENSTRA 2010-2015
                       2. Penataan ulang kurikulum prodi S1, profesi, S2, Spesialis, S3
                       3. Menjalin kerjasama penyelenggaraan pendidikan dengan Universitas
                           manca (double degree.sanwich)
                   Jangka pendek ;
                       1. Penataan ulang kurikulum S1
                       2. Penetapan/pemilahan misi, sasaran dan target mutu masing-masing
                           prodi dan fakultas sebagai lembaga yang memayungi.
                       3. Sosialisasi misi, sasaran dan target mutu yang setelah direvisi
4. Revisi PP dan IK, Audit internal
2.   Mahasiswa                  Kekuatan                                Kelemahan
                 Persaingan calon mahasiswa untuk          1. Calon mahasiswa dominan
                 masuk FF-Unair melalui 3 jalur yang          berasal dari Jawa Timur (80%).
                 ada cukup ketat, yaitu 1: 12,8. Secara    2. Peningkatan/kemampuan
                 khusus yang melalui jalur PMDK-              softskill belum ter-evaluasi
                 prestasi (1:34,4), jalur SNMPTN              dengan baik.
                 (1:8,3) dan jalur PMDK-umum (1:7).        3. Penghargaan terhadap prestasi
                 Pilihan I untuk jalur SNMPTN                 non akademik belum maksimal
                 (>50%), untuk jalur PMDK (100%)              (SKP diberlakukan sepenuhnya
                 Rerata IPK mahasiswa aktif 4 tahun           mulai angkatan 2009)
                 terakhir : IPK > 2,5 = 72%,
                           IPK <2,5 =26,3%
                                 Peluang                              Tantangan
                 Teknologi multimedia diharapkan dapat     1. Menjalin kerjasama untuk
                 lebih maksimal untuk sosialisasi FF-         pertukaran mahasiswa S1
                 Unair untuk menjaring calon                  dengan institusi Farmasi manca
                 mahasiswa dengan kualitas terbaik.(          negara untuk mengantisipasi
                 http://www.ff.unair.ac.id.) Status           era global, masuknya apoteker
                 akreditasi A FFUnair dan sertifikat ISO      manca negara ke RI.
                 9001/2008 merupakan janji sekaligus       2. Menarik minat mahasiswa asing
                 tanggung-jawab untuk menghasilkan            yang belajar di FF-Unair.
                 lulusan yang memenuhi standar pasar
                 Sudah ada mahasiswa asing (dari
                 Malaysia) yang lulus dan ternyata
                 diterima baik dalam konsorsium/
                 komunitas professional farmasis di
                 negerinya.

                 Strategi Konsolidasi
                 1. Intensifikasi dan sosialisasi prodi Farmasi melalui TIK, program promosi
                    Fakultas lain serta kegiatan mahasiswa melalui jejaring maya
                 2. Meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam berbagai kegiatan fakultas
                 3. Meningkatkan pelayanan administrasi pendidikan kepada mahasiswa

                 Strategi pengembangan program
                 1. Menjalin kerjasama penyelenggaraan pendidikan dengan Universitas
                    manca negara
                 2. Melakukan Reakreditasi dan sertifikasi penjaminan mutu eksternal (ISO
                    9001-2008 IWA 2)
                 3. Konsisten melakukan updating penjaminan mutu (audit internal dan
                    eksternal)
                                                     Program
                 Jangka menengah :
                 Menjalin kerjasama penyelenggaraan pendidikan dengan Universitas manca
                 (double degree.sanwich)
                 Jangka pendek :
                 1. Intensifikasi kinerja USI, kerjasama dengan DSI untuk perbaikan tampilan
                    dan fungsi webbsite
                 2. Promosi Fakultas di luar Jatim dan manca negara
                 3. Intensifikasi kinerja komisi kemahasiswaan dalam program Ko-kurikuler
                    dan ekstra kurikuler untuk lebih meningkatkan sofskill mahasiswa
                 4. Meningkatkan peran alumni dalam penyelenggaraan proses pendidikan
                 5. Pelaksanaan Sistem Kredit Prestasi (SKP) mahasiswa
                 6. Intensifikasi Project grant yang melibatkan mahasiswa dalam penelitian
                    dosen
3.   SDM                   Kekuatan                             kelemahan
            Dari total dosen (109 orang per        1. S3 berusia <50 tahun 7 orang
            Nopember 2009), prosentase :           2. Gurubesar berusia > 50 tahun 12
           - S2 (47,7%), S3 (31,2%),                  orang
              (total 78,9%)                        3. Portofolio dosen belum berjalan
           - Guru besar (12,8%), lektor kepala     4. Sistem dokumentasi kegiatan
             33,0%                                    fakultas belum optimal
           - Dosen bersertifikat (40,4%)           5. Dosen di bawah 40 tahun 26
           tapi perlu ditingkatkan agar total S2      orang
           dan S3 mencapai >90%, utamanya          6. 45 dari 54 tenaga kependidikan
           jumlah doktor (diharapkan segera           berusia di atas 40 tahun
           mencapai >40%)                          7. Jaminan/asuransi kesehatan
                                                      belum optimal
                                                   8. Distribusi beban dosen belum
                                                      merata, meskipun secara rerata
                                                      telah melampaui 12 sks EWMP
                            peluang                             Tantangan
           1. 15 Dosen sedang                      1. Meningkatkan pengembangan
                menyelesaikan S3                      staf dosen secara profesional
           2. 6 dosen sedang menyelesaikan            maupun secara keilmuan
                S2                                    sehingga menambah jumlah
           3. Ada kebijakan resource sharing          dosen yang mendapatkan
                dari Universitas memungkinkan         pangakuan kepakaran di tingkat
                peningkatan kemampuan SDM             nasional maupun internasional
                dengan memanfaatkan fasilitas      2. Meningkatkan pengembangan
                yang ada di Fakultas/lembaga          tenaga kependidikan secara
                lain dilingkungan Unair (a.l. TDC,    profesional dan segera
                RS Pusat Infeksi, RS Pendidikan       melakukan regenerasi
                dll)
           Strategi Konsolidasi
           1. Menyusun kebijakan program pengembangan SDM yang efektif dan
               efisien
           2. Kaderisasi dosen disesuaikan dengan beban kerja departemen
           3. Kaderisasi tenaga kependidikan dengan peningkatan keahlian spesifik
               (analis, operator instrumen, pustakawan dll)
           Strategi pengembangan program
           1. Berkesinambungan mendapatkan program hibah/kerjasama dengan
               institusi manca negara untuk mendapatkan dana bagi pengembangan staf
               dosen maupun tenaga kependidikan
           2. Secara rutin menyelenggarakan pertemuan ilmiah maupun profesional
               dengan skala nasional maupun internasional untuk meluaskan wawasan
               dan meningkatkan komunikasi dengan profesi maupun ilmuwan secara
               personal maupun institusional
                                                Program
           Jangka menengah :
           1. Menjalin kerjasama pendidikan maupun penelitian dengan Universitas
              manca negara
           Jangka Pendek :
           1. Mengirim staf dosen muda untuk mendapatkan pendidikan S2 dan S3,
              khususnya ke luar negeri
           2. Memprogram dosen (senior) dengan pendidikan S2 untuk mendapatkan
              pendidikan S3 di dalam negeri
           3. Mengirim tenaga kependidikan untuk mendapatkan keahlian spesifik
              melalui kursus yang sesuai maupun pendidikan formal
           4. Menyelenggarakan minimal 1 seminar internasional setiap tahun.
           5. Menyelenggarakan seminar nasional minimal 1 setiap tahun
           6. Mengirim minimal 100 dosen setiap tahun pada seminar nasional
                  7. Mengirim minimal 25 dosen setiap tahun ke seminar internasional
                  8. Membuat buku ajar minimal 5 setiap tahun

4.   Kurikulum                  Kekuatan                              kelemahan
                  Kurikulum berbasis kompetensi          Beberapa mata ajaran masih
                  (kurikulum 2000) yang dijalankan       overlaping.
                  dengan beberapa revisi masih dapat     Sequensial/struktur beberapa mata
                  diterima dan memenuhi kebutuhan        kuliah belum sesuai untuk mencapai
                  stake holder.                          kompetensi utama yang ditetapkan.
                  Semua mata ajaran telah memiliki       Mata kuliah pilihan tidak leluasa
                  GBPP dan mayoritas telah memiliki      diprogram karena beban mata
                  SAP.                                   ajaran wajib sudah berat
                  Dosen pengajar memiliki kompetensi     Ada sektor tertentu yang seharusnya
                  yang memenuhi persyaratan yang         dikelola apoteker, tetapi undang-
                  ditentukan peraturan, rasio dosen      undang belum mengaturnya
                  mahasiswa (1:10).                      sehingga belum terakomodasi dalam
                                                         kurikulum (eg. alat kesehatan)
                                                         Kurikulum masih bersifat gereral
                                  Peluang                             Tantangan
                  Adanya PP 51 tentang pekerjaan         Pasar global menuntut lulusan yang
                  kefarmasian merupakan acuan            dapat bersaing dengan lulusan
                  dalam merevisi kurikulum berbasis      manca negara untuk bekerja di
                  kompetensi yang ada untuk              Indonesia, sehingga perlu menyusun
                  menghasilkan lulusan yang              kurikulum dengan bench-marking
                  memenuhi standar nasional.             internasional dalam kompetensi
                  Keanggotaan Fakultas/prodi dalam       maupun best practices dalam PBM
                  APTFI memungkinkan fakultas untuk
                  meningkatkan standar kualitas
                  sarjana farmasi di masa mendatang
                  dengan kurikulum nasional
                  Wacana nasional tentang perlunya
                  multi program studi dalam bidang
                  farmasi memungkinkan disusunnya
                  kurikulum sarjana farmasi dengan
                  spesifikasi khusus.
                  Strategi Konsolidasi
                      1. Meningkatkan peran departemen dalam evaluasi PBL
                      2. Sosialisasi PP 51 dan Undang-undang kesehatan 2009 kepada
                           semua dosen untuk persiapan redesign kurikulum
                      3. Intensifikasi Audit internal pelaksanaan kurikulum 2000
                  Strategi pengembangan program
                      1. Bench-marking dengan Universitas di dalam maupun luar negeri
                      2. Konsolidasi dengan Ikatan Profesi untuk meningkatkan kualitas
                           kurikulum nasional sarjana Farmasi
                      3. Konsolidasi dengan stake holder di luar FF-Unair untuk mendapatkan
                           dukungan dalam peningkatan proses PBL
                                                      Program
                      1. Evaluasi kurikulum 2000 dan proses PBM
                      2. Pembentukan unit kerja pengembangan kurikulum dan proses
                           belajar mengajar
                      3. Menjaring masukan kompetensi spesifik lulusan dari stakeholder
                           (khususnya: pengguna, Ikatan Profesi, pemerintah)
                      4. Studi banding ke manca negara
                      5. Redesign kurikulum

5.   Dana,                      Kekuatan                            kelemahan
     sarana dan   - Memiliki program PMDK dengan        - Pelaksanaan program belum tertib
prasarana         peminat yang sesuai target               anggaran
                - Mempunyai RGU yang dapat               - Pedoman prosedur penggunaan
                  memberikan masukan pada                  dana belum berjalan lancar
                  fakultas/prodi                         - Belum semua instrumen di
                - Secara periodik memperoleh PHK           laboratorium mempunyai SOP
                  yang dapat mendukung program             tertulis
                  Fakultas                               - Dana untuk perawatan instrumen
                - Ada kerjasama dengan beberapa            /sparepart belum optimal
                  institusi di luar Unair secara rutin   - Jumlah operator instrumen/analis
                  ada                                      delum sesuai dengan jumlah
                - Sarana kuliah layak (dilengkapi AC,      instrumen yang ada
                  OHP, LCD , audiovisual lain)           - Instruksi kerja untuk penggunaan
                - Sarana Praktikum layak                   bersama instrumen antar
                  (laboratorium dengan kapasitas 60        departemen belum tersosialisasi
                  mahasiswa/prakt, instrumen yang          dengan baik
                  ada terlampir dalam borang)            - Belum ada monitoring limbah
                - Student centre layak (dilengkapi         laboratorium/praktikum yang
                  dengan hot spot di beberapa lokasi)      kontinyu
                  Internet dan parkir gratis untuk
                  dosen dan mahasiswa
            -
                                peluang                                 Tantangan
                - Unair-BHMN mulai sosialisasi tertib    Audit keuangan fakultas oleh akuntan
                  RKAT agar keuangan universitas         publik Wajar Tanpa Perkecualian
                  dapat diaudit oleh akuntan publik      Meningkatkan kinerja ULP yang telah
                  dengan hasil Wajar Tanpa               terakreditasi ISO 17025 agar dapat
                  Perkecualian                           memberikan dukungan bagi fakultas,
                - Kerjasama yang baik dengan stake       utamanya fungsi unit BABE agar
                  holder, khususnya Industri farmasi     dapat bersaing dengan lembaga
                  dalam pengadaan sparepart/bahan        sejenis lain
                  praktikum

                Strategi Konsolidasi
                    1. Meningkatkan peran departemen dalam perencanaan
                        anggaran/keuangan prodi/fakultas
                    2. Meningkatkan peran komisi pengabdian kepada masyarakat dan
                        komisi penelitian dalam rencana dan monitoring PHK
                    3. Optimalisasi peran audit internal
                    4. Koordinasi antar penanggung jawab ruang praktikum/laboratorium
                        untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas serta monitoring
                        penggunaan alat

                Strategi pengembangan program
                    1. Promosi ULP lebih intensif, memelihara loyalitas pelanggan
                    2. Mengembangkan kemampuan ULP untuk melayani kebutuhan
                        pelanggan agar sesuai dengan tuntutan pasar global
                    3. Update situs http//www.ff unai ac id
                    4. Menjalin komunikasi intensif dengan alumni dan stake holder lain
                    5. Memperoleh PHK secara berkelanjutan

                                              Program
                Jangka panjang:
                   1. Memperoleh PHK secara berkelanjutan
                   2. Menjalin kerja sama dengan Institusi yang dapat mendukung
                       program FF-Unair (Depkes, BKKBN, LIPI, BioFarma dan Industri
                       Farmasi lain)
                  Jangka pendek :
                     1. Meningkatkan peran departemen dalam penyusunan RKAT
                     2. Tertib pedoman prosedur RKAT
                     3. Promosi ULP, khususnya unit BABE
                     4. Melaksananan aktifitas Program B.2c sesuai rencana
                     5. Kalibrasi apparatus dan instrumen praktikum danTraining operator
                     6. Pengadaan spare part dan Instrumen laboratorium (yang jumlahnya
                         terbatas dan efisiensi penggunaan bahan praktikum.
                     7. Audit ruang praktikum/labolatorium




                                        PROSES
NO   KOMPONEN                                         SWOT
1.   Tatapamong                  Kekuatan                            kelemahan
                  1.   Adanya struktur organisasi yang 1.    Belum adanya sinkronisasi yang
                       jelas meskipun ada perbedaan          memadai antara struktur
                       dengan     struktur   organisasi      organisasi prodi S1 farmasi
                       Unair-BHMN                            dengan ketentuan Unair BHMN
                  2.   Adanya dokumentasi tentang 2.         Belum adanya iklim strategis
                       Tugas, tanggung jawab dan             dalam menanggapi perubahan
                       wewenang pimpinan dan staf            organisasi dan keilmuan
                       FF-Unair.
                  3.   Adanya program pengembangan
                       jangka pendek, menengah dan
                       panjang
                  4.   Adanya program yang bersifat
                       kesinambungan
                  5.   Adanya     komunikasi    secara
                       online melalui email dan milling
                       list

                                 Peluang                         Tantangan
                  1. Peningkatan           kemampuan 1. Perubahan Status UNAIR BHMN
                     kompetitif untuk program yang 2. Kemajuan perguruan tinggi lain
                     bersifat strategis.                sebagai kompetitor
                  2. Kemajuan        Iptek     dibidang
                     komunikasi.
                  3. Peningkatan pendanaan dalam
                     merancang       organisasi    yang
                     bersifat good governance.
                  4. Sistem monitoring yang efisien
                  Strategi Konsolidasi
                      Mengembangkan struktur organisasi yang sesuai dengan Unair-BHMN,
                      peningkatan efisiensi bentuk organisasi yang mendukung kegiatan
                      secara berkesinambungan

                  Strategi pengembangan program
                      Tindak lanjut pengembangan dan implementasi pengembangan
                      organisasi dengan perguruan tinggi, perusahaan dan stakeholder lainnya

                                                  Program
                  Jangka panjang
                  1. Evaluasi RENSTRA 2005-2010 dan Persiapan RENSTRA 2010-2015
                  2. Penyesuaian struktur organisasi sesuai dengan Unair BHMN

                  Jangka pendek
                      Pembenahan evaluasi kegiatan dan penyusunan organisasi yang
                      mendukung pelaksanaan kegiatan secara berkesinambungan

NO   KOMPONEN                                           SWOT
2.   Kepemimpinan                   Kekuatan                           Kelemahan
     pengelolaan     1.   Adanya struktur,                1.   Belum efisiennya evaluasi
     program              tanggungjawab, wewenang              pelaksanaan program
                          yang jelas meskipun belum
                          sesuai dengan Unair-BHMN
                     2.   Adanya pengembangan
                          program yang berbasis pada
                          evaluasi diri, botton up dan
                          partisipasi semua unsur di FF
                          Unair.
                     3.   Adanya pelaksanaan program
                          secara bersama-sama
                     4.   Adanya evaluasi pelaksanaan
                          program yang terencana
                     5.   Adanya komunikasi dua arah
                          antara pimpinan dan
                          pelaksanan baik dengan media
                          konvensional maupun online
                     6.   Adanya transparansi dalam
                          pengelolaan dana
                                    Peluang                            Tantangan
                     1.   Kemajuan Iptek dibidang         1.   Perubahan status Unair-BHMN
                          komunikasi.                     2.   Kemajuan perguruan tinggi lain
                     2.   Peningkatan pendanaan dalam          sebagai kompetitor
                          merancang organisasi yang
                          bersifat good governance.
                     3.   Sistem monitoring yang efisien

                     Strategi Konsolidasi
                         Mengembangkan struktur organisasi yang sesuai dengan Unair-BHMN,
                         peningkatan efisiensi bentuk organisasi yang mendukung kegiatan
                         secara berkesinambungan

                     Strategi pengembangan program
                         Tindak lanjut pengembangan dan implementasi pengembangan
                         organisasi dengan perguruan tinggi, perusahaan dan stakeholder
                         lainnya

                                                    Program
                    Jangka panjang
                        Evaluasi RENSTRA 2005-2010 dan Persiapan RENSTRA 2010-2015
                        Penyesuaian struktur organisasi sesuai dengan Unair BHMN

                    Jangka pendek
                        Pembenahan evaluasi kegiatan dan penyusunan organisasi yang
                        mendukung pelaksanaan kegiatan secara berkesinambungan


NO   KOMPONEN                                            SWOT
3.   Proses                         Kekuatan                             Kelemahan
     pembelajaran   - Hampir semua mata Ajaran telah          - Monitoring pelaksanaan GBPP
                      memiliki GBPP dan SAP                    dan SAP oleh departemen belum
                    - Materi kuliah dikaji ulang setiap awal   optimal
   semester dalam rapat tim teaching        - Pencapaian kompetensi target
- Jadwal pelaksanaan kuliah/praktikum        pembelajaran belum maksimal.
   sesuai BAKA (terbit tiap awal            - Hasil belajar mahasiswa dalam
   semester)                                 beberapa mata ajaran masih
- Telah memiliki program aplikasi untuk      belum efektif (nilai E >10% , dan
   monitoring kehadiran mahasiswa/           jumlah peserta mata kuliah >300
   dosen (program susiakad) dalam            mahasiswa)
   perkuliahan                              - Evaluasi periodik proses belajar
- Diktat kuliah/praktikum diberikan          mahasiswa belum optimal
   gratis                                    (proses DO lama)
- Nilai evaluasi MA dapat dimonitor di      - Laporan hasil belajar (KHS)
   program susiakad (internet/intranet)      belum dapat dikirim tepat waktu.
   oleh mahasiswa, dosen dan orang tua      - Koordinasi dengan MA yang
- Program intensifikasi pembelajaran         diampu dosen diluar FF-Unair
   dan evaluasinya (open semester,           belum maksimal
   semester pendek, kelas paralel, Ujian    - Koordinasi pelaksanaan
   perbaikan, program khusus)                program ko-kurikuler, ekstra –
   terselenggara sesuai target               kurikuler dan intrakurikuler belum
 - Rata-rata AEE 3 tahun terakhir            optimal.
   23,1%

                 Peluang                                Tantangan
- Fasilitas/dana untuk pelaksanaan         - Melakukan sinkronisasi proses
  program ekstra kurikuler dari              pelaksanaan kegiatan Ko-
  DIKTI/Unair semakin meningkat              kurikuler dan ekstra kurikuler
- DIKTI menyediakan dana untuk               dengan program intrakurikuler
  peningkatan kompetensi mengajar          - Meyakinkan mahasiswa bahwa
  dosen dalam berbagai bentuk proyek         proses pembelajaran yang
  melalui LP3 maupun PPM                     dijalankan adalah yang terbaik
- Alumni, dan stake holder mempunyai         saat ini untuk menghasilkan
  komitmen tinggi untuk meningkatkan         lulusan dengan kompetensi
  efektifitas dan efisiensi proses           sesuai undang-undang.
  pembelajaran                             - Mengirim mahasiswa ke luar
- Unair BHMN dalam proses menata             negeri untuk melakukan studi
  ulang sistem penghargaan/insentif          banding atau pertukaran
  dosen/tenaga kependidikan untuk            mahasiswa
  meningkatkan efisiensi dan efektifitas   - Mengundang dosen tamu/pakar
  proses pembelajaran                        untuk memberikan kuliah kepada
                                             mahasiswa dan dosen
Strategi Konsolidasi
1. Koordinasi pelaksanaan Program Ko-kurikuler, ekstra-kurikuler dan intra
   kurikuler dalam fakultas dan universitas
2. Intensifikasi sosialisasi program akademik dan non akademik melalui
   website
3. Menyediakan fasilitas yang layak dan meningkatkan penggunaan
   intranet/internet untuk kegiatan akademik
4. menjalin komunikasi Intensif dengan BEM dan perwakilan mahasiswa tiap
   angkatan
Strategi pengembangan program
1. Meningkatkan kerjasama dengan alumni dan stake holder lain untuk
   mendapatkan fasilitas magang/pelatihan bagi mahasiswa
2. Menjalin kerjasama dengan instansi pendidikan farmasi di dalam dan luar
   negeri untuk meningkatkan kompetensi mengajar dosen maupun efisiensi
   dan efektifitas proses belajar mahasiswa
3. Koordinasi dengan LP3 Unair dan Penjaminan Mutu Unair untuk
   perbaikan kualitas bahan, media pembelajaran maupun metode
   pembelajaran (pembuatan e-book, e-learning, buku ajar dan modul dll)
                                    Program
                Jangka panjang
                1. Intensifikasi monitoring proses pembelajaran dan administrasi akademik
                2. Peningkatan kualitas dan kuantitas fasilitas belajar
                3. Peningkatan kompetensi mengajar dan keilmuan dosen
                4. Peningkatan kualitas program aplikasi administrasi akademik
                5. Sinkronisasi program kemahasiswaan (SKP) dengan program akademik
                   (SKS)
                6. Benchmarking dengan pendidikan tinggi farmasi Nasional maupun
                   Internasional

                Jangka pendek
                1. Efisiensi pelaksanaan kelas paralel, open semester, semester pendek,
                   Ujian Perbaikan, dan program khusus untuk mahasiswa yang terancam
                   DO
                1. Efisiensi proses evaluasi belajar mahasiswa, (2 tahun pertama, judisium
                   sarjana, dan lewat masa studi)
                2. Intensifikasi proses monitoring program skripsi mahasiswa
                3. Intensifikasi evaluasi kinerja dosen, proses pembelajaran, proses
                   administrasi akademik oleh audit internal maupun departemen
                4. Peningkatan kualitas dan kuantitas projek penelitian dosen yang
                   melibatkan mahasiswa, khususnya yang sedang skripsi (project grant,
                   PHB dll)
                5. Mencapai target mutu tiap departemen untuk proses pembelajaran
                   (jumlah buku ajar, revisi diktat, revisi GBPP/SAP),
                6. Persiapan redesign kurikulum

NO   KOMPONEN                                       SWOT
4.   Suasana                     Kekuatan                           Kelemahan
     akademik   -   Interaksi dosen-mahasiswa dalam - Koordinasi jadwal pelaksanaan
                    proses pendidikan baik              program ko-kurikuler, ekstra-
                -   Banyak mahasiswa yang terlibat      kurikuler dengan intra kurikuler
                    dalam penelitian dosen.             belum optimal
                -   Banyak mahasiswa, dengan          - Penghargaan terhadap prestasi
                    bimbingan dosen, berhasil dalam     mahasiswa, utamanya prestasi non
                    program pengembangan                akademik, belum maksimal
                    kreatifitas mahasiswa DIKTI       - SKP baru diberlakukan pada
                -   Komunikasi melalui website dosen    mahasiswa mulai angkatan 2009
                    ff unair@yahoo. Dan RTM ff unair - Keterlibatan mahasiswa dalam
                    @yahoo.group mulai intensif .       kegiatan ekstra kurikuler dibatasi
                -   Rutin terselenggara joint           oleh jadwal pembelajaran akademik
                    conference/seminar yang             yang ketat, utamanya praktikum
                    melibatkan mahasiswa/dosen dari - Menulis karya ilmiah/populer (dosen)
                    perguruan tinggi farmasi dalam      belum membudaya
                    dan luar negeri                   - Belum dapat menerbitkan jurnal yang
                -   Komunikasi non akademik, misal      terakreditasi nasional
                    olah raga, seni, peningkatan      - Kegiatan non akademik belum tertib
                    motivasi sukses/pembinaan           terdokumentasi.
                    kerohanian, kewirausahaan dll.
                    untuk dosen dan mahasiswa telah
                    sering dilakukan
                -   Sudah ada sinergi yang efektif
                    antara dosen-mahasiswa dan
                    karyawan sehingga FF-Unair
                    dapat memperoleh PHK berturut-
                    turut sejak tahun 2000 (QUE
                    project) sampai 2009 (IM-here
                    B2c)
               Peluang                              Tantangan
- Fasilitas/dana untuk pelaksanaan - Menjalin kerjasama dengan pihak
  program ekstra kurikuler dari       ketiga untuk meningkatkan kuantitas
  DIKTI/UNAIR semakin meningkat       maupun kualitas beasiswa bagi
  jumlahnya.                          mahasiswa dengan kriteria ekonomi
- Beberapa dosen FFUA memiliki        maupun prestasi
  prestasi yang diakui secara       - Menjalin lebih banyak hubungan baik
  nasional/institusi Internasional    dengan industri obat/obat tradisional/
  sehingga dapat digunakan            maupun kosmetik untuk meningkat-
  sebagai trigger untuk meningkat-    kan kegunaan hasil penelitian dosen/
  kan atmosfer akademik               mahasiswa, magang mahasiswa
- Perolehan berbagai PHB dapat      - Meningkatkan jumlah paten dari hasil
  mendukung berbagai program          penelitian/pengabdian kepada
  pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, yang sudah dilakukan
  kepada masyarakat yang              dosen/mahasiswa
  melibatkan mahasiswa , termasuk
  studi lanjut bagi dosen.

Strategi Konsolidasi
1. Koordinasi pelaksanaan program ko-kurikuler, ekstra-kurikuler dengan
   intra kurikuler
2. Meningkatkan penghargaan yang diberikan kepada mahasiswa/dosen
   yang berprestasi/dedikasi tinggi.
3. Mengadakan berbagai kompetisi (akademik maupun non akademik) yang
   melibatkan sivitas akademik
4. Memudahkan evaluasi proses/akomodasi kritik melalui PTPP
   (permintaan Tindakan pencegahan dan perbaikan)
5. Intensifikasi sosialisasi program2 DIKTI untuk meningkatkan jumlah
   dosen/mahasiswa yang ikut berkompetisi
Strategi pengembangan program
1. Meningkatkan kerjasama dengan alumni dan stake holder lain untuk
   meningkatkan kualitas pendidikan dan mendapatkan fasilitas
   magang/pelatihan bagi mahasiswa
2. Menjalin kerjasama dengan instansi pendidikan farmasi di dalam dan luar
   negeri untuk meningkatkan kompetensi mengajar dosen maupun efisiensi
   dan efektifitas proses belajar mahasiswa
3. Meningkatkan kualitas dan kuantitas mahasiswa untuk mengikuti barbagai
   kompetisi akademik maupun non akademik keluar fakultas/universitas
4. Menyelenggarakan konferensi/seminar/pelatihan dll. dengan
   peserta/pembicara nasional/internasional

                                  Program
Jangka panjang :
1. Intensif menjalin kerjasama dengan Universitas manca negara ,
   khususnya dalam hal pendidikan dan penelitian.
2. Rutin berupaya memperoleh PHB untuk mendukung sarana pendidikan
   dan penelitian
3. Menjalin komunikasi yang efisien dan efektif diantara sesama dosen,
   dosen-mahasiswa dan antar mahasiswa
4. Menerbitkan jurnal terakreditasi nasional
5. Memelihara dan menambah fasilitas olah-raga maupun unit kegiatan
   mahasiswa lainnya
6. Intensifikasi peran komisi kemahasiswaan dan komisi pengabdian kepada
   masyarakat
Jangka pendek :
1. Sosialisasi program PKM dan melakukan training pembimbing PKM
2. Menyelenggarakan joint-conference dengan USM,UTM dan beberapa
   seminar nasional
                 3. Membiayai dosen/mahasiswa ke pertemuan ilmiah
                 4. Mengundang dosen tamu/pakar
                 5. Menyelenggarakan berbagai kompetisi (akademik dan non akademik)
                    pada perayaan lustrum fakultas maupun Dies natalis Universitas

NO   KOMPONEN                                         SWOT
5.   Sistem                     Kekuatan                                 Kelemahan
     Informasi   1. Sudah ada jaringan lokal (LAN)      1. Hanya mempunyai 1 programmer,
                    maupun internet (http//www.             SDM lain dalam level operator.
                    FF.unair.ac.id.)                    2. Dosen maupun mahasiswa dalam
                 2. Ada program terintegrasi dengan         tahap sosialisasi transfer informasi
                    Universitas dalam pengelolaan           melalui website.
                    administrasi SDM, akademik.         3. Kapasitas jaringan belum optimal
                 3. Universitas membeli/memiliki            pada saat beban puncak
                    beberapa program yang legal         4. Program susiakad yang tersedia
                    digunakan oleh semua                    masih perlu dikembangkan untuk
                    fakultas/prodi                          mengakomodasi administrasi PBM
                 4. Sudah ada komunitas RTM ff.unair        spesifik FF-Unair
                    @ yahoo group, dosen                5. Koleksi (hard copy) textbook dan
                    ff.unair@yahoo group dan Alumni         jurnal di perpustakaan FF-Unair
                    ff unair@yahoo group untuk              perlu ditingkatkan
                    memudahkan komunikasi.
                 5. Perpustakaan Unair merupakan
                    sentra informasi tentang
                    kesehatan/kedokteran di
                    Indonesia timur, yang mempunyai
                    jaringan dengan banyak
                    perpustakaan dalam dan luar
                    negeri
                                Peluang                                  Tantangan
                 - PHB dari DIKTI (QUE-proyek,            Kemajuan pesat ITC menyebabkan
                    program PHK B2c) dapat                software/instrument/bahan ajar
                    meningkatkan pengadaan                segera out of date bila tidak secara
                    berbagai sarana ITC .                 kontinyu di update. Untuk itu perlu
                    memperlancar proses belajar.          alokasi dana pemeliharaan dan
                 - Adanya internet dan intranet           pengadaan baru yang besar, yang
                    mempermudah dan mempercepat           tidak mungkin hanya berasal dari
                    penyampaian informasi,                PNBP/APBN. Untuk itu FF-Unair
                    melancarkan proses administrasi       harus selalu berupaya mendapatkan
                    akademik, mempermudah                 sumber dana lain untuk menjamin
                    pengolahan dan pembuatan              sustainability
                    laporan evaluasi akademik, serta
                    sarana promosi
                 - Banyak e-book dan e-journal yang
                    dapat di akses gratis
                 -
                 Strategi Konsolidasi
                       1. Menambah kapasitas bandwidh untuk intranet maupun internet
                       2. Menambah jumlah operator dan programer dan training intensif
                       3. Intensifikasi penggunaan jaringan internet (melalui situs ffunair
                           group) untuk penyampaian informasi resmi kepada dosen maupun
                           mahasiswa
                       4. Rutin up dating situs http:www.ff.unair ac.id
                       5. Memperbanyak jumlah hot spot
                       6. Meningkatkan pengadaan textbook dan journal yang tidak dapat di
                           download melalui internet
                 Strategi pengembangan program
                     1. Mengembangkan program aplikasi untuk menjaring masukan dari
                         pengguna lulusan, alumni maupun stake holder yang lain
                     2. Mengembangkan media promosi fakultas/program studi melalui
                         jejaring sosial internet
                     3. Mengembangkan program aplikasi untuk pengabdian masyarakat
                         (konsultasi obat, Informasi Obat dan Makanan)
                                                     Program
                  Jangka panjang:
                  1. Meningkatkan kualitas komunikasi melalui RTM ff.unair @ yahoo group,
                     dosen ff.unair@ya hoo group dan Alumni ff unair@yahoo group.
                  2. Intensif updating performace situs ff.unair.ac.id
                  3. Menyajikan situs ff.unair.ac.id dalam bahasa internasional
                  4. Menambah programer/operator dan melakukan intensif training SDM
                     yang ada

                  Jangka pendek :
                  1. Menata etik penyebaran informasi yang melalui komunitas RTM ff.unair
                     @ yahoo group, dosen ff.unair@ya hoo group dan Alumni ff unair@yahoo
                     group.
                  2. Meningkatkan efisiensi dan efektitas program susiakad.ff.unair.ac.id
                     untuk monitoring PBL dan evaluasi PBL oleh mahasiswa, orang tua,
                     dosen, pimpinan manajemen lain (termasuk untuk penyusunan EPSBED,
                     Evaluasi diri dan akreditasi program studi)
                  3. Melakukan pemeliharaan dan perbaikan sofware maupun hardware ITC
                     secara periodik
                  4. Sosialisasi intensif beberapa provider yang dilanggan oleh perpustakaan
                     Unair yang dapat diakses di area hot spot FFUnair
                  5. Menambah kapasitas bandwidh untuk intranet maupun internet
                  6. Menambah jumlah hotspot di area FF-Unair


NO   KOMPONEN                                           SWOT
6.   Penjaminan                  Kekuatan                                Kelemahan
     Mutu         1.   FF-Unair tersertifikasi ISO 9001- 1.    Belum semua area teraudit
                       2008 mulai Agustus tahun 2008      2.   Sosialisasi PTPP belum maksimal
                  2.   FF-Unair telah rutin melakukan     3.   Struktur administrasi dan struktur
                       evaluasi diri                           fungsional satuan penjaminan
                  3.   EPSBED S1 farmasi dinyatakan            mutu fakultas belum solid
                       valid                              4.   Pedoman Prosedur ISO 9001-
                  4.   Audit internal/eksternal ISO rutin      2008 belum seluruhnya
                       dilakukan mulai 2008                    diaplikasikan
                  5.   Audit kepatuhan on line oleh
                       PPM Universitas sudah
                       dilakukan ( mulai 2009 )
                  6.   Dosen, tenaga kependidikan dan
                       pimpinan FF-Unair mempunyai
                       komitmen tinggi untuk
                       melakukan peningkatan kualitas
                       prodi farmasi
             a.
                                Peluang                               Tantangan
                  1. Unair memperoleh sertifikasi ISO    1. Sinkronisasi PP yang sudah ada
                     9001-2008 IWA 2 (pada tahun            dengan PP sistem manajemen
                     2009)                                  mutu Airlangga Integrated
                  2. Pimpinan Universitas mempunyai         Manajement system (AIMS)
                     komitmen untuk menjadikan Unair     2. Meningkatkan peringkat
                     Word Class University (tahun 2009      kepatuhan (penjaminan mutu)
                     peringkat 40 di asia tenggara,          dalam kompetisi diantara institusi
                     1643 dunia, versi Webometrics)          yang sudah tersertifikasi ISO
                  3. Beberapa institusi manca negara         9001-2008
                     sudah mengakui kompetensi FF-
                     Unair dalam melakukan
                     kerjasama, utamanya dalam
                     pendidikan dan penelitian

                  Strategi Konsolidasi
                      1. Menjamin pelaksanaan audit internal sesuai jadwal
                      2. Menjamin regenerasi dan peningkatan kemampuan auditor internal
                      3. Intensifikasi sosialisasi PP dan IK kepada owner proses
                      4. Revisi PP dan IK yang tidak valid
                      5. Peningkatan efisiensi dan efektifitas RTM dalam menindaklanjuti
                          PTPP
                      6. Secara periodik meningkatkan target mutu
                  Strategi pengembangan program
                      1. Membuat sistematika penyusunan laporan evaluasi prodi :EPSBED
                          Evaluasi Diri, Akreditasi
                      2. Memenangkan kompetisi pencapaian standar mutu diantara institusi
                          yang memperoleh sertifikat ISO 9001-2008
                                                     Program
                  Jangka panjang :
                      1. Menjamin validitas hasil audit internal dan eksternal secara periodik
                          (terjadwal dan rutin)
                      2. Intensifikasi PTPP (Permintaan Tindakan Pencegahan dan
                          Perbaikan) terhadap proses maupun target mutu
                      3. Meningkatkan target mutu secara periodik
                  Jangka pendek
                      1. melakukan audit internal setiap semester
                      2. Pelatihan/refreshing course untuk auditor internal
                      3. Evaluasi pencapaian target mutu setiap departemen maupun bagian
                          secara periodik
                      4. Revisi PP dan IK yang tidak valid
                      5. Intensifikasi sosialisasi PP dan IK kepada owner proses


NO   KOMPONEN                                         SWOT
7.   Penelitian                   Kekuatan                             Kelemahan
                  1.   Adanya roadmap penelitian yang 1.     Belum adanya dokumentasi
                       bersifat jangka panjang               penelitian yang memadai
                  2.   Sumber daya peneliti besar baik 2.    Belum adanya reward yang
                       yang bergelar s2 maupun s3            memadai bagi peneliti dan
                  3.   Meningkatnya jumlah       proyek      pembimbing mahasiswa yang
                       penelitian yang diberikan oleh        melakukan penelitian
                       pihak lain seperti DIKTI, KNRT, 3.    Program penelitian yang bersifat
                       BKKBN dan lain-lain                   kontinuitas belum terlaksanakan
                  4.   Adanya proyek grant yang              dengan baik
                       diberikan oleh FF Unair          4.   Belum adanya aplikasi hasil
                  5.   Adanya kerjasama penelitian           penelitian yang menjadi jawaban
                       dengan pihak lain baik didalam        kebutuhan masyarakat.
                       maupun diluar negeri

                               Peluang                                Tantangan
                  1. Peningkatan jumlah grant yang       1. Perkembangan teknologi dan
                     ditawarkan oleh pihak lain             informasi dalam pendekatan
                  2. Adanya grant yang ditawarkan           penelitian
                       oleh FF-Unair dalam               2. Kemajuan perguruan tinggi lain
                       pembentukan research group           sebagai Reseach University

                  Strategi Konsolidasi
                  1. Terbentuknya roadmap yang jelas dan terintegrasi dalam pendidikan,
                      penelitian dan pengabdian kepada masyarakat baik yang bersifat jangka
                      pendek, panjang dan menengah
                  2. Pendataan dan penataan dokumen penelitian sehingga menjadi sarana
                      rujukan dalam pengembangan penelitian.
                  3. Pembentukan kelompok-kelompok penelitian.
                  4. Mengembangkan jaringan kerjasama yang lebih luas dalam bidang
                      penelitian dan pengabdian kepada masyarakat

                  Strategi pengembangan program
                  1. Bekerjasama dengan perguruan tinggi lain atau institusi lain baik didalam
                      negeri maupun diluar negeri untuk meningkatkan kerjasama
                  2. Menata ulang penelitian dan kelompok penelitian

                                                    Program
                  Jangka panjang :

                  1.   Evaluasi RENSTRA 2005-2010 dan Persiapan RENSTRA 2010-2015
                  2.   Penataan ulang penelitian dan research group
                  3.   Implementasi penelitian yang bersifat kolaboratif dengan pihak lain
                  4.   Evaluasi roadmap penelitian

                  Jangka pendek

                  1. Penataan SDM
                  2. Penataan dan dokumentasi penelitian
                  3. Peningkatan kualitas manajemen penelitian



NO   KOMPONEN     SWOT
8.   Pengabdian   Kekuatan                               Kelemahan
     Kepada       1. Sumber daya manusia untuk           1. Belum        adanya    roadmap
     Masyarakat      pengabdian kepada masyarakat           pengabdian kepada masyarakat
                     baik yang bergelar s2 maupun           baik jangka pendek, menengah
                     s3 sangat memadai                      dan panjang
                  2. Meningkatnya jumlah       proyek    2. Belum adanya implementasi hasil
                     pengabdian yang diberikan oleh         penelitian kedalam wadah nyata
                     pihak lain seperti DIKTI, KNRT,        pengabdian kepada masyarakat
                     BKKBN dan lain-lain                 3. Tidak adanya alokasi dana
                  3. Banyaknya penelitian yang telah        pengabdian kepada masyarakat
                     dilaksanakan dan mendukung             secara terprogram
                     upaya     pengabdian     kepada     4. Belum adanya integrasi dalam
                     masyarakat                             pengabdian kepada masyarakat
                                                            sehingga nampak soliter dan
                                                            tidak berkelanjutan
                                                         5. Belum     adanya    dokumentasi
                                                            pelaksanaan          pengabdian
                                                            masyarakat sehingga nampak.

                  Peluang                          Tantangan
                  1. Adanya    dana     pengabdian 1. Perkembangan teknologi dan
                     kepada    masyarakat     yang    informasi dalam pendekatan
                     meningkat melalui proyek yang 2. Tuntutan      perguruan    tinggi
                    ditawarkan oleh Dikti                sebagai center of excelent dalam
                 2. Adanya      peningkatan  CSR         mendukung              kemajuan
                    perusahaan atau mitra yang           masyarakat penelitian
                    dapat    dikembangkan   untuk
                    pengabdian masyarakat

                 Strategi Konsolidasi
                 1. Terbentuknya roadmap pengabdian kepada masyarakat yang jelas dan
                     terintegrasi dalam pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada
                     masyarakat baik yang bersifat jangka pendek, panjang dan menengah
                     serta bersifat kontinyu
                 2. Pendataan dan penataan dokumen pengabdian kepada masyarakat
                     sehingga menjadi sarana rujukan dalam pengembangan pengabdian
                     kepada masyarakat.
                 3. Mengembangkan jaringan kerjasama yang lebih luas dalam bidang
                     penelitian dan pengabdian kepada masyarakat

                 Strategi pengembangan program
                 1. Menjalin kerjasama penyelenggaraan pengabdian dengan Universitas
                     manca
                 2. Melakukan Reakreditasi dan sertifikasi penjaminan mutu eksternal (ISO
                     9001-2008 IWA 2)

                 Program
                 Jangka panjang :

                 1. Pembentukan roadmap pengabdian kepada masyarakat
                 2. Menjalin kerjasama dengan mitra atau industri dan masyarakat
                    penyelenggaraan pengabdian kepada masyarakat.

                 Jangka pendek

                 1. Pembentukan kelompok-kelompok pengabdian kepada masyarakat
                    sesuai dengan bidang penelitian dan keilmuan
                 2. Integrasi pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat


NO   KOMPONEN    SWOT
8.   Kerjasama   Kekuatan                             Kelemahan
                 1. Sudah        adanya     kerangka 1. Belum keseluruhan kerangka
                    kerjasama dengan universitas,        kerjasama    terimplementasikan
                    perusahaan atau stakeholder          dalam program pengembangan
                    lain baik di dalam negeri maupun     FF-UNAIR                     yang
                    di luar negeri                       berkesinambungan
                 2. Sudah         adanya      pejabat 2. Banyak kerjasama yang belum
                    pengendali kerjasama (Wakil          menghasilkan realisasi program.
                    Dekan III)

                 Peluang                              Tantangan
                 1. Adanya penawaran kerjasama 1. Kemajuan perguruan tinggi lain
                    dari    pihak    lain      untuk     sebagai kompetitor
                    meningkatkan             kualitas 2. Kemajuan     teknologi dalam
                    pendidikan,   penelitian     dan     menunjang kerjasama
                    pengabdia kepada masyarakat
                 2. Peningkatan                dana
                    pengembangan kerjasama
                 3. Pembentukan kelas internasional
                     dan double degree

                 Strategi Konsolidasi
                 1. Mengembangkan kerjasama yang telah ada dan memperluas kerjasama
                     mutualisme dengan perguruan tinggi, perusahaan dan stakeholder lain
                     baik di dalam negeri maupun di luar negeri
                 2. Pendataan dan penataan dokumen kerjasama sehingga menjadi sarana
                     implementasi dan tindak lanjut

                 Strategi pengembangan program
                 1. Tindak lanjut pengembangan dan implementasi kerjasama dengan
                     perguruan tinggi, perusahaan dan stakeholder lainnya
                 2. Perluasan cakupan kerjasama baik pendidikan, penelitian maupun
                     pengadian kepada masyarakat.

                 Program
                 Jangka panjang :

                 1. Evaluasi RENSTRA 2005-2010 dan Persiapan RENSTRA 2010-2015
                 2. Penataan ulang kerjasama dan implementasinya
                 3. Menjalin kerjasama penyelenggaraan pendidikan dengan Universitas
                    manca (double degree.sanwich)

                 Jangka pendek

                 Penataan implementasi kerjasma yang sudah ada




                                         LUARAN
NO   KOMPONEN                                       SWOT
1.   Lulusan                    Kekuatan                              Kelemahan
                - 3 tahun terakhir rata-rata:         - IPK rerata mahasiswa belum merata
                   IPK (2,5-3,0) = 35,8%                (kelompok SPMB secara umum
                   IPK (3,0-3,5) = 39,6%                lebih tinggi dari kelompok PMDK
                   IPK>3,5 = 8,9 % ( cum laude )        umum).
                   Selesai skripsi 2 semester 72%    - Prosentase Lulus tepat waktu
                   Lulus tepat waktu : 68,3%            mahasiswa kelompok PMDK rata-
                    (SPMB=82,7%, PMDK=56,1%)             rata masih 56,1 %, meskipun
                 - Prosentase lulusan (sebagai           cenderung terus meningkat.
                  apoteker) mendapatkan pekerjaan     - Rasa percaya diri lulusan kurang
                  pertama <3 bulan setelah lulus         kurang kuat
                  mencapai lebih dari 50%.            - Jaringan alumni masih belum kuat
                - Mayoritas lulusan bekerja dibidang - Kemampuan bahasa Inggris kurang
                  kefarmasian                            memuaskan
                - Mayoritas lulusan bangga dan puas - Tracer studi lulusan belum maksimal
                  dengan proses pembelajaran,
                  kurikulum dan suasana akademis
                  yang mereka terima selama
                  menempuh pendidikan di FF-Unair.

                                Peluang                                Tantangan
                - Jawaban kuesioner yang dikirim         - Lulusan apoteker di Indonesia +
                  kepada pengguna menyatakan               4000/per tahun, mengharuskan
                  lulusan unair dinilai baik dalam hal     lulusan memiliki spesifikasi khusus
                  kemampuan profesional,                   untuk memenangkan kompetisi
                   penguasaan teknologi, kerja sama            pasar kerja
                   dll.,                                     - Meningkatkan standar kompetensi
              -    PP 51 tentang pekerjaan kefarma-            lulusan agar diterima pasar kerja
                   sian menjamin pasar kerja sarjana           dalam dan luar negeri
                   farmasi maupun apoteker.
              -    Status akreditasi FF-unair memfa-
                   silitasi lulusan dalam kompetisi
                   pasar kerja
              -   Sudah ada lulusan FF-Unair yang
                   diterima baik/diakui kompetensinya
                   oleh pasar kerja di luar negeri
              -   Lulusan (sebagai Apoteker) berwe-
                   nang dan berpeluang melakukan
                   wirausaha apotek maupun industri
                   jamu/fitofarmaka
                  Strategi Konsolidasi
                        1. Meningkatkan IPK lulusan, memperkecil variasi IPK antar mahasiswa
                        2. Meningkatkan prosentase mahasiswa lulus tepat waktu
                        3. Meningkatkan prosentase lulusan dengan masa tunggu
                             mendapatkan pekerjaan pertama < 3 bulan
                        4. Intensifikasi pelatihan wira-usaha
                  Strategi pengembangan program
                        1. Menjaga status akreditasi dan status sertifikasi (internasional) prodi
                        2. Menjalin kerja sama yang lebih baik dengan pengguna lulusan untuk
                             meningkatkan peluang kerja lulusan dan menjaga link and match
                             lulusan dengan kebutuhan pasar kerja
                        3. Meningkatkan kinerja bursa kerja Unair maupun FF-Unair
                        4. Intensifikasi tracer studi
                        5. memperkuat jaringan alumni
                                                        Program
                  Jangka panjang
                        1. Memberikan jaminan keberlangsungan status akreditasi program
                             studi maupun sertifikasi sistem manajemen
                        2. Terus menerus secara periodik melakukan baku mutu dan revisi
                             kurikulum untuk memenuhi link and match dengan kebutuhan pasar
                        3. Membentuk jaringan alumni yang kuat
                  Jangka pendek :
                        1. Melakukan PTPP terhadap mahasiswa yang terlambat
                             menyelesaikan studi
                        2. Memberikan pelatihan/traning untuk mencapai kompetensi non
                             akademik lain , khususnya kepada mahasiswa yang akan lulus.
                             Misalnya untuk mencapai batas nilai ELPT (skore > 450) yang harus
                             dipenuhi sebelum menerima ijazah
                        3. Melakukan tracer studi
                        4. Memfasilitasi pengguna lulusan untuk melakukan rekrutmen calon
                             pegawai di FF-Unair
                        5. Membantu alumni memecahkan permasalahan dalam bekerja
                             melalui jejaring internet

LUARAN
NO KOMPONEN         SWOT
2.  SKRIPSI,        Kekuatan                               Kelemahan
    MODEL-          1. Adanya     integrasi     antara     1. Belum     adanya   media    di
    MODEL, HASIL       penelitian     dosen        dan        lingkungan FF Unair yang
    PENELITIAN,        mahasiswa mahasiswa ke                 memadai untuk publikasi hasil
    HASIL              dalam      group     research          skripsi mahasiswa, penelitian
    PENGABDIAN         sehingga kualitas hasil skripsi,       dan     pengabdian    kepada
KEPADA          penelitian dan pengabdian             masyarakat
MASYARAKAT      kepada masyarakat menjadi          2. Belum      adanya    citasi   dan
                lebih berkualitas                     ensiklopedia     di   FF     Unair
             2. Adanya dokumentasi yang               berkaitan dengan hasil skripsi,
                baik terhadap skripsi dan hasil       penelitian    dan     pengabdian
                penelitian maupun pengabdian          kepada masyarakat
                kepada masyarakat                  3. Belum banyak penelitian yang
             3. Adanya hasil hasil skripsi,           bersifat    kontinuous     sampai
                penelitian dan pengabdian             menghasilkan produk, model
                kepada masyarakat yang telah          dan jasa yang dapat diterpkan
                diterbitkan ke dalam journal          kepada masyarakat
                nasional terakreditasi maupun      4. Pemanfaatan hasil pentlitian
                journal internasional                 masih dalam lingkungan kampus

             Peluang                               Tantangan
             1. Pengembangan             Majalah   1. Perkembangan teknologi dan
                Farmasi Ailrangga menjadi 2           informasi dalam publikasi hasil
                journal     ilmiah      dibidang      skripsi,      penelitian    dan
                pharmaceutical          sciences      pengabdian kepada masyarakat
                (Journal of Pharmaceutical         2. Kemajuan perguruan tinggi lain
                Sciences)       dan      applied      sebagai Reseach University
                sciences (Journal of Clinical      3. Adanya      perhitungan  indeks
                and Social Pharmacy)                  saintifik bagi peneliti untuk
             2. Adanya        publikasi     yang      peningkatan building capacity
                terakreditasi dari lembaga lain       dan quality

             Strategi Konsolidasi
             1. Pembentukan integrasi terarah dan terencana antara skripsi,
                 penelitian dan pengabdian kepada masyarakat termasuk publikasinya.
             2. Aplikasi roadmap yang jelas dan terintegrasi dalam pendidikan,
                 penelitian dan pengabdian kepada masyarakat baik yang bersifat
                 jangka pendek, panjang dan menengah sehingga penelitian bisa
                 bersifat kontinu
             3. Pendataan dan penataan dokumen penelitian sehingga menjadi
                 sarana rujukan dalam pengembangan penelitian.
             4. Pembentukan media yang memadai untuk sarana publikasi penelitian
                 dan pengabdian kepada masyarakat

             Strategi pengembangan program
             1. Pembenahan road map penelitian yang jelas, terarah dan kontinu
             2. Bekerjasama dengan perguruan tinggi lain atau institusi lain baik
                 didalam negeri maupun diluar negeri untuk publikasi karya ilmiah
             3. Bekerjasama dengan perguruan tinggi lain atau institusi lain baik
                 didalam negeri maupun diluar negeri untuk pemanfaat hasil penelitian

             Program
             Jangka menengah :
             1. Evaluasi RENSTRA 2005-2010 dan Persiapan RENSTRA 2010-2015
             2. Penataan ulang penelitian dan research group
             3. Implementasi penelitian yang bersifat kolaboratif dengan pihak lain
             4. Evaluasi roadmap penelitian

             Jangka pendek ;
             1. Penataan SDM
             2. Penataan dan dokumentasi penelitian
             3. Peningkatan kualitas manajemen penelitian

				
DOCUMENT INFO
Description: Strategi Penyusunan Kurikulum Swot document sample