Docstoc

STRATEGI MENGINTEGRASIKAN DUA SISTEM

Document Sample
STRATEGI MENGINTEGRASIKAN DUA SISTEM Powered By Docstoc
					                  STRATEGI MENGINTEGRASIKAN
                          DUA SISTEM


   Bagaimana strategi yang baik dalam menggabungkan dua sistem informasi yang berbeda
    (standar, merek, jenis, fitur, fasilitas, dsb.) terutama antara sebuah perusahaan dengan
    mitra bisnisnya ?


   Beberapa hal utama yang harus dipertimbangkan terlebih dulu :
    1. Perusahaan harus tahu lebih dulu anatomi dari sistem dan teknologi informasi yang

       dimilikinya, dan anatomi dari sistem dan teknologi informasi yang dimiliki oleh mitra
       kerjanya. Biasanya semakin baru teknologi sebuah sistem maka proses
       pengintegrasian akan semakin mudah.
    2. Manajemen harus tahu dengan jelas akan hal-hal apa sebenarnya yang diintegrasikan

       antara perusahaannya dengan institusi mitra bisnisnya.
    3. Setelah kedua hal diatas dimengerti dengan jelas, baru dicoba dicarikan kemungkinan-

       kemungkinan skenario pengintegrasian yang tentu saja harus efektif dan seefisien
       mungkin.


   Komponen-komponen yang sangat berpengaruh dalam proses pengintegrasian adalah :
    1. Pada tingkat paling rendah, terdapat komponen transmisi yang harus diperhatikan.

       Infrastruktur ini akan sangat berpengaruh terhadap pengiriman sinyal digital dari tempat
       satu ke tempat lain. Secara fisik, medium transmisi biasanya akan melalui 3 jalur :
       darat, laut, udara. Dari sekian jenis yang ada, fiber optic hingga saat ini memiliki tingkat
       kecepatan transmisi yang paling tinggi, sementara satelit merupakan salah satu contoh
       teknologi komunikasi yang dapat menjangkau wilayah atau ruang lingkup transmisi
       terbesar dan terjauh.
    2. Diatas   komponen     transmisi   terdapat    peralatan-peralatan   (devices)   yang
      menghubungkan komputer yang satu dengan komputer yang lain, atau jaringan yang
      satu dengan jaringan yang lain, melalui medium transmisi tersebut. Contoh
      peralatannya dalam teknologi ini adalah hub atau router.
    3. Setelah masuk ke peralatan yang berfungsi sebagai jembatan antar berbagai komputer

      dan jaringan, barulah melalui kabel transmisi dihubungkan ke perangkat komputer
      personal, notebook, dsb.
    4. Ketiga komponen diatas merupakan anatomi perangkat kerasnya. Sebuah perangkat

      lunak ”minimal” yang harus dimiliki adalah sistem operasi (operating system), karena
      komponen inilah yang berfungsi menjalankan sebuah komputer agar dapat bekerja
      seperti yang diinginkan. Contoh teknologi ini adalah DOS, Windows, Unix, dsb.
    5. Setelah sistem operasinya dimilki, baru dipasang aplikasi dasarnya, yaitu bahasa

      pemrograman dan sistem basis data.
    6. Kedua perangkat lunak tersebut merupakan modal untuk membangun aplikasi, baik

      yang dikembangkan sendiri oleh perusahaan maupun yang dibeli dari vendor perangkat
      lunak. Aplikasi ini biasanya digunakan untuk mendukung kegiatan bisnis sehari-hari
      seperti administrasi keuangan, pemsaran, penjualan, SDM, dsb. Di pasaran dijual
      beberapa perangkat lunak analisis yang telah siap pakai dengan sayarat perusahaan
      telah memiliki komponen-komponen dasarnya.
    7. Komponen yang terakhir biasanya disebut interface atau sistem antar muka, yaitu

      sistem input dan output yang menghubungkan komputer sebagai mesin dengan
      manusia. Peralatan semacam keyboard, mouse, monitor, bahkan fasilitas seperti ATM,
      HP, dan PDA merupakan medium penghubung antara manusia dengankomponen-
      komponen teknologi informasi.


   Di Indonesia masih banyak perusahaan yang memiliki sistem yang sifatnya berdiri sendiri
    (stand-alone PC), belum dihubungkan melalui jaringan. Tetapi secara perlahan namun
    pasti, banyak perusahaan di masa kini telah meng integrasikan beberapa peraltan
    komputernya    menjadi   satu,    bahkan   sudah    banyak   perusahaan    yang    telah
    mengintegrasikan aplikasinya kedalam kerangka manajemen internet.
   Kerangka arsitektur sistem informasi yang biasa dan direkomendasikan untuk
    diintegrasikan menurut John Zachman terdiri dari 3 komponen dasar, yaitu :
    1. Data

       Pada level data, yang diintegrasikan oleh perusahaan adalah sistem basis data yang
       dimiliki. Jika dua perusahaan memiliki perangkat lunak basis data yang sama, biasanya
       akan sangat mudah dilakukan proses pengintegrasiannya.
    2. Proses

       Pada level proses, sebenarnya yang dintegrasikan adalah aplikasi antar perusahaan.
       Tentu saja tidak semua aplikasi yang ada harus dilibatkan dalam proses ini, tetapi
       hanya kumpulan aplikasi yang berada pada batas-batas kerjasama antara kedua
       perusahaan terkait.
    3. Teknologi

       Yang dimaksud adalah berbagai hal yang berkaitan dengan perangkat keras komputer
       dan komponen-komponennya. Hal utama yang harus diperhatikan adalah spesifikasi
       dari masing-masing peralatan fisik tersebut sehingga dapat dipelajari tingkat
       kompleksitas pengintegrasian kedua buah komponen teknologi yang yang ada.


   Selain ketiga komponen dasar diatas, John Zachman mengemukakan bahwa untuk
    melakukan penggabungan terhadap dua sistem informasi, tidak hanya data, proses, dan
    teknologi saja yang harus diperhatikan, namun lebih luas lagi, yaitu mengarah pada
    sumber daya manusia, waktu, dan motivasi.


   Dilihat dari segi teknis, ada 3 pilihan skenario dalam pengintegrasian dua buah sistem
    teknologi informasi antar dua perusahaan atau lebih, yaitu :
    1. Membeli sebuah sistem yang sama sekali baru dan semua perusahaan akan

       mengimplementasikan sistem baru tersebut. Pendekatan ini adalah pilihan yang ideal
       dan biasanya cocok bagi perusahaan-perusahaan yang mendukung adanya
       perombakan total pada cara kerjanya dengan tetap mengutamakan profesionalisme
       dan peningkatan mutu pelayanan. Permasalahan dalam pendekatan ini diperlukan
  investasi yang sangat besar, mengingat semua perusahaan harus membeli dan
  menggunakan sistem baru tersebut.

                      FULL MIGRATION

           System
             A                                 System
                                                 B
                              New
                             System



                System
                  C



2. Memilih sistem dari salah satu perusahaan yang terlibat pengintegrasian dua buah

  sistem, kemudian perusahaan yang lain sepakat untuk migrasi ke sistem yang baru
  tersebut. Biasanya dalam memilih sistem yang yang akan digunakan adalah dengan
  memilih sistem yang terbaik, antara lain :
  - Yang paling cocok dengan strategi perusahaan hasil pengintegrasian dua buah

     sistem.
  - Yang paling canggih.

  - Yang paling banyak penggunanya.

  - Yang paling mudah untuk melakukan migrasi karena paling kecil resikonya.

  Untuk menghindari perselisihan antar perusahaan yang ingin mempertahankan
  sistemnya masing-masing, maka sebelumnya dilakukan IT audit terlebih dahulu oleh
  pihak yang independen yang akan secara obyektif dan profesional dapat membantu
  perusahaan-perusahaan peserta pengintegrasian dalam menentukan sistem mana
  yang harus dipertahankan.

                    System
                      A
                                         System
                                           C



                             System
                               B
3. Dengan menggunakan metode interfacing yaitu membangun sistem yang dapat

  menjembatani beragam sistem yang berbeda. Pilihan ini paling favorit dikalangan
  praktisi TI dalam rangka pengintegrasian dua buah sistem. Dari segi manajemen, cara
  ini cukup aman karena tidak akan ada perubahan operasional yang terjadi. Dari segi
  teknis, ada beberapa kendala yang mungkin akan muncul, antara lain :
  - Masalah SDM, dalam arti harus dimiliki pegawai yang ahli dibidang S/W dan H/W

    untuk menjamin kualitas ”jembatan” yang akan dibangun, terutama dari segi
    keamanan data.
  - Untuk membangun sistem ini, akan dibutuhkan waktu, dimana pada akhirnya akan

    memakan waktu dan biaya yang cukup besar.
  - Kompleksitas implementasi akan semakin tinggi, sejalan dengan semakin

    banyaknya perusahaan peserta pengintegrasian.
  - Harus dipikirkan juga, siapa yang akan memelihara dan mengelola sistem antar

    muka ini untuk jangka panjang.

                    System
                      A
                                     Interface

                                                       System
                                                         B
                Interface



                            System         Interface
                              C




                        ----------)))ooo000ooo(((----------

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:11
posted:8/18/2011
language:Indonesian
pages:5