Docstoc

Efek Negatif Dari Penumpukan Sampah

Document Sample
Efek Negatif Dari Penumpukan Sampah Powered By Docstoc
					Definisi dari sampah
Sampah adalah sisa buangan dari barang yang dianggap tidak bisa digunakan lagi atau
dengan kata lain tidak ada nilai gunanya lagi.


•Sampah    padat adalah segala bahan buangan selain kotoran manusia, urine dan sampah cair.
Dapat berupa sampah rumah tangga: sampah dapur, sampah kebun, plastik, metal, gelas dan
lain-lain. Menurut bahannya sampah ini dikelompokkan menjadi sampah organik dan
sampah anorganik. Sampah organik Merupakan sampah yang berasal dari barang yang
mengandung bahan-bahan organik, seperti sisa-sisa sayuran, hewan, kertas, potongan-
potongan kayu dari peralatan rumah tangga, potongan-potongan ranting, rumput pada
waktu pembersihan kebun dan sebagainya (Wikipwdia).


•Sampah  cair adalah bahan cairan yang telah digunakan dan tidak diperlukan kembali dan
dibuang ke tempat pembuangan sampah.
Limbah hitam: sampah cair yang dihasilkan dari toilet. Sampah ini mengandung patogen
yang berbahaya.
Limbah rumah tangga: sampah cair yang dihasilkan dari dapur, kamar mandi dan
tempat cucian. Sampah ini mungkin mengandung patogen.
Akibat dari penguburan dan penumpukan sampah
Banyak hal yang dilakukan masyarakat Indonesia pada umumnya dalam membuang atau
memusnahkan sampah. Diantaranya adalah dengan mengubur sampah ke dalam tanah
atau membiarkan sampah tersebut menumpuk di atas permukaan tanah kosong (TPA).
Mengubur sampah adalah memang merupakan trik memusnahkan/membuang sampah
yang cepat. Padahal, dari tindakan tersebut akan menimbulkan dampak yang sangat
negatif terhadap lingkungan. Salah satunya adalah merusak kualitas air tanah.
Air tanah dapat terbentuk atau mengalir (terutama secara horisontal), dari titik /daerah
imbuh (recharge), seketika itu juga pada saat hujan turun, hingga membutuhkan waktu
harian, mingguan, bulanan, tahunan, puluhan tahun, ratusan tahun, bahkan ribuan tahun.

                                                 Bayangkan air tanah yang didapat jika
                                                 kondisinya seperti gambar disamping.


                                                 Akan lebih baik jika semua sampah
                                                 yang ditimbun merupakan sampah
                                                 anorganik, yaitu sampah yang bisa
                                                 diuraikan. Tapi kalau tidak sama sekali
                                                 ???????????????????
Air tanah adalah semua air yang terdapat di bawah permukaan tanah pada lajur/zona
jenuh air (zone of saturation). Air tanah terbentuk berasal dari air hujan dan air
permukan , yang meresap (infiltrate) mula-mula ke zona tak jenuh (zone of aeration)
dan kemudian meresap makin dalam (percolate) hingga mencapai zona jenuh air dan
menjadi air tanah. Air tanah adalah salah satu faset dalam daur hidrologi , yakni suatu
peristiwa yang selalu berulang dari urutan tahap yang dilalui air dari atmosfer ke
bumi dan kembali ke atmosfer; penguapan dari darat atau laut atau air pedalaman,
pengembunan membentuk awan, pencurahan, pelonggokan dalam tanih atau badan
air dan penguapan kembali (Kamus Hidrologi, 1987). Dari daur hidrologi tersebut
dapat dipahami bahwa air tanah berinteraksi dengan air permukaan serta
komponen-komponen lain yang terlibat dalam daur hidrologi termasuk bentuk
topografi, jenis batuan penutup, penggunaan lahan, tetumbuhan penutup, serta
manusia yang berada di permiukaan. Air tanah dan air permukaan saling berkaitan
dan berinteraksi. Setiap aksi (pemompaan, pencemaran dll) terhadap air tanah akan
memberikan reaksi terhadap air permukaan, demikian sebaliknya.
Air tanah dapat terbentuk atau mengalir (terutama secara horisontal), dari titik
/daerah imbuh (recharge), seketika itu juga pada saat hujan turun, hingga
membutuhkan waktu harian, mingguan, bulanan, tahunan, puluhan tahun, ratusan
tahun, bahkan ribuan tahun,, tinggal di dalam akuifer sebelum muncul kembali secara
alami di titik/daerah luah (discahrge), tergantung dari kedudukan zona jenuh air,
topografi, kondisi iklim dan sifat-sifat hidrolika akuifer. Oleh sebab itu, kalau
dibandingkan dalam kerangka waktu umur rata-rata manusia, air tanah sesungguhnya
adalah salah satu sumber daya alam yang tak terbarukan.
…Pada tanggal 5 mei 2010 ratusan warga di sekitar Tempat Pembuangan Akhir Sampah
(TPA) Pasir Bajing membuang sampah di halaman Kantor DPRD Garut, Jawa Barat. Aksi
warga sebagai ungkapan kejengkelan karena bau busuk yang keluar dari TPA Pasir Bajing.
Tak hanya itu, TPA Pasir Bajing juga membuat air sumur tercemar. Warga menuntut
pemerintah daerah memindahkan TPA Pasir Bajing ke lokasi lain yang jauh dari
permukiman penduduk…


Kasus di atas merupakan salah satu contoh dari dampak penumpukkan sampah. Sampah
yang menumpuk merusak kualitas air sumur (air tanah) yang berada di dekat tumpukan
sampah tersebut.
Seperti diketahui, sebagian besar masyarakat masih menggunakan air tanah untuk
memenuhi berbagai kebutuhan seperti mandi, cuci, atau minum. Rendahnya
pengetahuan dan kemauan masyarakat untuk menjaga air tanah, menyebabkan
kualitasnya semakin buruk. Air tanah banyak tercemar limbah rumah tangga dan
bakteri E-Coli (Eschercia Coli).

Patut diketahui, kandungan bakteri      Eschercia Coli (E-Coli) di Jakarta, rata-rata
mencapai 41 persen. Data Dinas          Kesehatan DKI Jakarta menyebutkan tingkat
pencemaran tertinggi di Jakarta Barat   mencapai 93,3 persen, Jakarta Pusat 43,5, Jakarta
Timur 26,2 persen, dan Jakarta          Selatan 25 persen (www.beritajakarta.com).

Bakteri E-Coli sering dijadikan indikator dari tercemarnya air tanah dalam satu wilayah.
Bakteri ini biasanya keluar bersama tinja. Jika masuk saluran pencernaan melalui
makanan atau minuman, bisa menimbulkan gangguan kesehatan (tifus, kolera, hepatitis,
diare).
SLEMAN: Warga yang bermukim di wilayah Kecamatan Minggir harus semakin
berhati-hati menggunakanair sumur miliknya. Pasalnya berdasarkan hasil penelitian dari
Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, dari 32 titik sampel yang diteliti kandungan
bakterilogi diketahui sebagian besar (90,62%) air sumur warga di sekitar sungai
tersebut telah terkontaminasi bakteri Escherichia coli (e-coli).

Itu disebabkan jarak antara jamban (septick tank) dengan sumur kurang dari 10 meter.
Otomatis, kotoran yang berasal dari jamban akan mudah terjadi penyerapan ke dalam
air sumur (Harian Jogja, Kamis 29 April).

Selain itu menurut dia, penyebab lainnya karena kondisi rumah warga yang jaraknya
berdekatan dengan kandang ternak. Idealnya jarak antara kandang ternak dengan sumur
minimal 2 meter.
Tanda-tanda bahwa air tanah sudah tercemar dapat dikenali melalui pengamatan fisik.
Beberapa di antaranya adalah (Sumber : Indiastudychannel ):

1. Warna kekuningan akan muncul jika air tercemar chromium dan materi organik. Jika
air berwarna merah kekuningan, itu menandakan adanya cemaran besi. Sementara
pengotor berupa lumpur akan memberi warna merah kecoklatan.

2. Kekeruhan juga merupakan tanda bahwa air tanah telah tercemar oleh koloid (bio zat
yang lekat seperti getah atau lem). Lumpur, tanah liat dan berbagai mikroorganisme
seperti plankton maupun partikel lainnya bisa menyebabkan air berubah menjadi keruh.

3. Polutan berupa mineral akan membuat air tanah memiliki rasa tertentu. Jika terasa
pahit, pemicunya bisa berupa besi, alumunium, mangaan, sulfat maupun kapur dalam
jumlah besar.

4. Air tanah yang rasanya seperti air sabun menunjukkan adanya cemaran alkali.
Sumbernya bisa berupa natrium bikarbonat, maupun bahan pencuci yang lain misalnya
detergen.

5. Sedangkan rasa payau menunjukkan kandungan garam yang tinggi, sering terjadi di
daerah sekitar muara sungai.

6. Bau yang tercium dalam air tanah juga menunjukkan adanya pencemaran. Apapun
baunya, itu sudah menunjukkan bahwa air tanah tidak layak untuk dikonsumsi.
Solusi
Kalau dulu kita sering mendengar istilah 3M, menguras, menutup, mengubur, maka sekarang ada
beberapa hal kreatif dan efektif yang bisa mengganti istilah lama, yaitu menerapkan prinsip 4R :
Replace (mengganti), reduce (mengurangi), re-use (memakai), dan recycle (daur ulang).
Untuk membakar sampah, sebaiknya menggunakan insinerator. Insinerator adalah perangkat
pembakaran sampah yang efisien dan bisa mengurangi polusi udara. Insinerator yang baik memiliki
sistem penangkal pencemar udara di cerobongnya (walaupun tetap menyebabkan pencemaran
udara), dan sanggup mengurangi volume sampah sampai 80%nya seusai dibakar.
Disusun Oleh :
Michael Ronald Aprian Sibarani

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:1882
posted:8/15/2011
language:Indonesian
pages:10