Docstoc

PBL iSRA

Document Sample
PBL iSRA Powered By Docstoc
					                                                  BAB I
                                          PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
      Praktek belajar lapangan merupakan salah satu indicator kebersihan mahasiswa dalam menerima ilmu
yang telah diberikan oleh tenaga pendidik. Dengan adanya praktek belajar lapangan ini diharapkan setiap
mahasiswa dapat mengidentifikasi masalah yang ada di masyrakat tempat praktek belajar lapangan di lakukan
dan berusaha untuk memecahkan masalah tersebut.
      Salah satu wujud dari pelaksanaan praktek belajar lapangan ini adalah loka karya mini ( LOKMIN ) yang
di laksanakan setelah mengadakan orientasi dan sosialisasi di wilayah desa tempat praktek belajar lapangan
di lakukan.
      Loka karya mini ( LOKMIN ) ini dilaksanakan dengan menampilkan seluruh profil desa atau wilayah
yang di tempati yaitu dengan mengelompokkan penduduk berdasarkan umur, pekerjaan, pendidikan, akseptor
KB, cakupan imunisasi, tempat pembuangan limbah dan jarak kandang ternak. Setelah itu, masalah yang
terdapat pada masyarakat di wilayah tersebut dapat di temukan           dan digali serta    berusaha     untuk
memecahkannya dengan partisipasi dan peran serta masyarakat setempat.


1.2 Tujuan
      Dapat mengidentifikasikan masalah yang terjadi di wilayah atau tempat dimana praktek belajar lapangan
dilakukan dan berusaha mambangkitkan partisipasi masyarakat setempat untuk memecahkan masalah tersebut
secera bersama dengan kerja sama yang baik.
    1.2.2 Tujuan Khusus
    1) Untuk mengetahui profil dan fasilitas yang ada diwilayah PBL.
    2) Untuk menyajikan         data dari kuisioner       mengenai jumlah penduduk berdasarkan umur,
        pendidikan, pekerjaan, cakupan imunisasi, akseptor KB, tempat pembuangan limbah, dan jarak kandang
        ternak dari rumah.
    3) untuk menemukan masalah yang ada di daerah praktek belajar lapangan
    4) untuk memprioritas masalah yang ada di daerah praktek belajar lapangan berdasarkan jumlah masalah
        yang ada
    5) untuk menyusun rencana terhadap masalah yang telah ditemukan
    6) untuk menentukan metodelogi pelaksanaan rencana yang telah di buat untuk menyelsaikan masalah
    7) untuk mengemukakan hasil intervensi serta evaluasi singat dari pelaksanaan intervensi tersebut.




                                                      1
1.3 Manfaat
1.3.1    Untuk masyarakat
        Membantu masyarakat dalam menemukan masalah yang terdapat pada dirinya serata membantunya
dalam mendapatkan pelayanan kesehatan dasar. Meningkatkan peran serta dan partisipasi masyarakat terhadap
kesehatan individu dan lingkungan, sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Selain itu, juga
membantu masyarakat dalam mengambil keputusan terhadap hal yang menyangkut kesehatan diri, keluarga dan
lingkungan.


1.3.2    Untuk puskesmas
        Menjadi bahan pertimbangan untuk mengenali masalah yang terdapat          di desa dan maenentukan
perencanaan untuk memecahkan permasalahan tersebut. Selain itu, menjadi indicator untuk mengukur
keberhasilan program yang dijalankan sehingga dapat menjadi dasar untuk memperbaiki kualitas pelayanan
terhadap masyarakat di wilayah kerjanya.


1.3.3    Untuk mahasiswa
        Menjadi dasar untuk terju dan berkecimpung dalam pelayanan kesehatan di masyarakat serta
meningkatkan pemahaman bagi mahasiswa untuk mengetahui masalah yang terdapat di masyarakat dan
memecahkan masalah tersebut menurut urutan prioritas nya. Selain itu juga bisa menjadi bahan perbandingan
bagi mahasiswa terhadap teori yang di dapatkan di pendidikan formal dengan lingkungan nyata yang non
normal .


1.3.4    Untuk pendidikan
        Menjadi bahan pertimbangan untuk kegiatan praktek belajar lapangan mahasiswa ke depannya serta
menjadi penentu keberhasilan pendidikan dalam memberikan pembelajaran bagi mahasiswa nya. Selai itu juga
menjadi dasar untuk perbaikan management pendidikan dari segala aspek.




                                                     2
                                              BAB II
                                       HASIL KEGIATAN


2.1 DESKRIPTIF DAERAH PBL
       Desa atau gampong kede birem bayeun merupakan salah satu desa yang terdapat diaerah kerja
wilayah Kec.Birem Bayeun.Desa ini terdiri dari lima dusun yang masing-masingnya dipimpin oleh
kepala lorong.Adapun dusun tersebut antara adalah:
   1. dusun utama
   2. dusun damai
   3. dusun setia
   4. dusun bahagia
   5. dusun pertanian

       luas wilayah desa kede birem adalah 202 hektar .dengan wilayah yang tidak begitu luas
tersebut,jumlah penduduk desa ini cukup besar yaitu 1614 jiwa.adapun batas-batas desa kede birem
adalah:

         Utara       : Aramia
         Selatan     : Timbang Langsa
         Barat       : Birem Rayeuk
         Timur       : Laut




       Desa kede birem ini dipimpin oleh seorang Geucik.Sebagai seorang pemimpin,ia mampu
mengayomi masyarakatnya dengan bijaksana tanpa membedakan suku yang melekat pada diri
individu.Selain itu,partisipasinya terhadap pengembangan peran serta masyarakat juga tinggi sehingga
pada umunya disini sudah peduli terhadap kesehatan diri sendiri dan lingkungan sekitar.Pusat
pemerintah desa sukarejo terletak didusun bahagia.Disana terdapat kantor desa,SD, dan sebuah
puskesmas.

       Nelayan dan petani merupakan mata pencaharian yang mayoritas terdapat didesa Kede
Birem.Mengenai komunikasi,informasi dan transportasi,penduduk kede birem sudah agak maju karena
setiap rumah sudah ditemukan televise,radio,dll.Sedangkan untuk alat transportasi,masyarakat sukarejo

                                                 3
menggunakan sepeda motor dan mobil sewa.Walaupun demikian,masyarakat sudah bisa dikatakan
hidup dengan cukup.Kede birem merupakan desa yang komplit akan budaya,karena tidak hanya
ditempati oleh masyarakat aceh tetapi ada juga masyatakat jawa.Namun demikian,penduduk didesa
kede birem ini hidup dengan damai dan berdampingan tanpa ada rasa perbedaan suku dan kebudayaan.




2.2 PENYAJIAN DATA

Nama gechik : Ambri Prabudi

Jumlah KK             : 340
Jumlah jiwa           : 1614
Laki-laki             : 808
Perempuan             : 806
Wus                   : 310
Pus                   : 253
jumlah Ibu hamil      : 12
Jumlah balita         : 143



      Berdasarkan data di atas dapat di lihat bahwa jumlah penduduk desa keude birem mayoritas laki-
laki yaitu 808 jiwa dan minoritasnya adalah perempuan yaitu 806 jiwa.




                                                  4
Tabel 1 : Distribusi Frekuensi Jumlah Penduduk Desa Kede Birem

Berdasarkan jenis kelamin Pada Tahun 2011

     No            Penduduk                LK            PR              Jumlah                Persentase
    1        Utama                          90           90                   180                  11,15
    2        Damai                          83           83                   166                  10,29
    3        Bahagia                       157           156                  313                  19,39
    4        Setia                         246           245                  495                  30,67
    5        Pertanian                     230           230                  460                  28,50
             Total                         808           806                1614                   100%
  Sumber: hasil pendataan mahasiswa prodi D-III Kebidanan STIKes CND 2011


        Berdasarkan tabel satu di atas dapat di simpulkan bahwa mayoritas penduduk desa keude birem
paling banyak yaitu terdapat di dusun setia yaitu 30,67% sedangkan mayoritasnya terdapat di dusun
damai yaitu 10,29%.

                     Tabel 2 : distribusi frekuensi jumlah penduduk desa kede birem

                                        Berdasarkan umur pada tahun 2011

            No                  Umur                             Jumlah               Persentase
        1         0-5 bulan                              15                         0,93%
        2         6-11 bulan                             25                         1,55%
        3         12-23 bulan                            25                         1,55%
        4         24-60 bulan                            88                         5,45%
        5         6-12 tahun                             227                        14,06%
        6         13-19 tahun                            174                        10,78%
        7         20-35 tahun                            370                        22,30%
        8         36-45 tahun                            322                        19,95%
        9         >46 tahun                              278                        17,23%
                  TOTAL                                  1614                       100%
   Sumber : hasil pendataan mahasiswi prodi D-III Kebidanan STIKes CND,2011




                                                                 5
         Berdasarkan tabel 2 diatas dapat di lihat bahwa penduduk keude birem mayoritasnya pasangan
usia subur yaitu berumur 20-35 tahun dengan jumlah 22,30%.Sedangkan jumlah penduduk
minoritasnya adalah bayi 0-5 bulan dengan persentasenya 0,93% dari jumlah penduduk desa keude
birem.

      Table 3 : distribusi frekuensi jumlah penduduk desa kede birem berdasarkan tingkat
                                               pendidikan pada tahun 2011

             No                Pendidikan                               Jumlah         persentase
             1      Belum/tidak sekolah                       143                   8,90%
             2      Masih sekolah                             784                   48,59%
             3      Tamat SD                                  279                   17,29%
             4      Tamat SLTP                                121                   7,51%
             5      Tamat SLTA                                127                   7,89%
             6      Diploma                                   60                    3,72%
                    Total                                     1614                  100%
         Sumber : hasil pendataan mahasiswi prodi D-III Kebidanan STIKes CND,2011


         Berdasarkan table 3 di atas dapat di lihat bahwa tingkat pendidikan di desa keude
biremmayoritasnya adalah misih sekolah yaitu sebesar 48,59% sedangkan minoritasnya adalah tamat
diploma yaitu 3,72%.

Table 4 : istribusi frekuensi jumlah KK/Istri desa kede birem berdasarkan jenis pekerjaan pada
                                                           tahun 2011

     No                   Jenis pekerjaan                              Jumlah         Persentase
         1        PNS/POLRI/P.Swasta                                     50             14,71%
         2        Nelayan                                                92             27,06%
         3        Petani/berkebun                                        23                6,76%
         4        Pedagang/wirawasta                                    126             37,06%
         5        Lain-lain                                              49             14,41%
                  TOTAL                                                 340                100%
  Sumber : hasil pendataan mahasiswi prodi D-III Kebidanan STIKes CND,2011




                                                                   6
       Berdasarkan table 4 diatas dapat di lihat bahwa penduduk desa keude birem mayoritasnya adalah
pedagang/wiraswasta dengan persentase 37,06% sedangkan minoritasnya adalah petani/berkebun
dengan persentasenya 6,76% di hitung berdasarkan jumlah KK.

           Tabel 5:Distribusi Frekuensi Jenis Tempat Pembuangan Air Limbah Di Desa

                  Birem Bayeun Berdasarkan Jumlah Rumah pada tahun 2011




   No           Tempat Pembangunan                                   Jumlah                 Persentase
                         Limbah
   1            Kolam                                                    -                      -
   2            Sungai/danau                                            17                    5,35%
   3            Selokan Umum                                           156                   49,06%
   4            SPAL Khusus                                              8                    2,51%
   5            Lain-lain                                              137                   43,08%
                               TOTAL                                   318                    100%

  Sumber : hasil pendataan mahasiswi prodi D-III Kebidanan STIKes CND,2011


           Berdasarkan table 5 di atas dapat di simpulkan bahwa mayoritas tempat pembuangan limbah
masyarakat keude birem adalah selokan umum yaitu sebesar 49,06% dan minoritasnya adalah lain-lain
seperti dibiarkan begitu saja di belakang rumah yaitu sebanyak 43,08%.



           Tabel 6: Distribusi Frekuensi Jumlah Penduduk di Sukarejo Berdasarkan Jumlah
Akseptor KB pada tahun 2011

       No             Jenis KB                    Jumlah                       Persentase
       1        Pil                                  80                         31,62%
       2        Suntik                               29                         11,46%
       3        AKDR                                  _                            _
       4        AKBK                                  6                          2,37%
       5        Lain-lain                            143                        56,55%
                TOTAL                                253                         100%
    Sumber : hasil pendataan mahasiswi prodi D-III Kebidanan STIKes CND,2011
                                                                 7
         Berdasarkan table 6 di atas dapat dilihat bahwa jumlah akseptor KB di desa keude birem
mayoritasnya adalah pengguna lain-lain seperti KB alamiah,mal dan tidak menggunakan kontrasepsi
yaitu sebanyak 56,55% sedangkan minoritasnya adalah pengguna alat kontrasepsi AKBK yaitu sebesar
2,37%.




 Table 7 : distribusi frekwensi balita desa keude birem berdasarkan jumlah cakupan imunisasi
                                                       pada tahun 2011

      No              Cakupan imunisasi                               Jumlah        Persentase
         1      Belum lengkap                                           23            16,08
         2      Lengkap                                                 54            37,78
         3      Tidak lengkap                                           76            53,14
                Total                                                  143            100%
   Sumber : Hasil pendataan mahasiswi prodi D-III Kebidanan STIKes CND;2011


         Berdasarkan table 7 di atas dapat di lihat bahwa cakupan imunisasi di desa keude birem
mayoritasnya tidak lengkap yaitu sebanyak 53,14% dan minoritasnya adalah bayi yang belum lengkap
imunisasi yaitu sebesar 16,08%.

Tabel 8 : distribusi frekuensi jumlah penduduk desa kede birem berdasarkan tempat pelayanan
                                    kesehatan yang dikunjungi pada tahun 2011

      No             Pelayanan kesehatan                              Jumlah        Persentase
         1      Posyandu                                                37            14,62
         2      Pustu                                                    -              -
         3      Puskesmas                                              187            73,92
         4      Rumah sakit                                             23             9,09
         5      Klinik                                                   4             1,58
         6      Lain-lain                                                2             0,79
                Total                                                  253            100%
         mahasiswi prodi D-III Kebidanan Sumber : hasil pendataan STIKes CND,2011




                                                                  8
       Berdasarkan table 8 di atas dapt dilihat bahwa mayoritas penduduk desa keude birem
mengunjungi puskesmas sebagai tempat pelayanan kesehatan yaitu 73,92% sedangkan minoritasnya
adalah lain-lain seperti ke dukun yaitu sebanyak 0,79%.




     Table 9 : distribusi frekuensi jumlah fasilitas umu didesa kede birem pada tahun 2011

                       No                Jenis fasilitas                            Jumlah
                        1      Polindes                                                    -
                        2      Puskesmas                                                   1
                        3      Sekolah                                                     2
                        4      Masjid                                                      1
                        5      Balai desa                                                  1
                        6      Kantor desa                                                 1
                        7      Poskamling                                                  -
                               T0tal                                                       6
                Sumber : hasil pendataan mahasiswi prodi D-III Kebidanan STIKes CND,2011


       Berdasarkan table 9 diatas dapat di lihat bahwa fasilitas umum yang mayoritas terdapat di desa
keude birem adalah sekolah yaitu sekolah sebanyak 2 buah.




2.3 MASALAH DIDESA KEUDE BIREM

     Setelah melakukan sosialisasi,pendataan,dan tabulasi data selama 21 hari,maka masalah yang
dapat penulis temukan didesa Kede Birem ini adalah masih banyak bayi yang tidak di imunisasi
dikarenakan suami yang tidak setuju anaknya untuk di imunisasi,dan masih besarnya persentase ibu
yang tidak menggunakan alat kontrasepsi sedangkan pasangan usia subur didaerah ini cukup besar.dan
yang paling disayangkan adalah masih adanya balita yang berat badannya dibawah garis merah (BGM)
yang dapat berpotensi terjadinya gizi buruk beserta lingkungan dan sanitasi dasar yang tidak memadai.

     Semua permasalahan ini juga merupakan tanggung jawab bagi pemerintah desa Keude birem dan
kami sebagai mahasiswi yang melakukan praktek lapangan didaerah ini.Dengan demikian,perlu
dilakukan prioritas masalah gunz mencari pemecahan masalah yang tepat dan bermanfaat bagi
perkembangan desa Keude birem ini.
                                                              9
2.4 PRIORITAS PEMECAHAN MASALAH
                         2.4.1.masih ada bayi yang tidak di Imunisasi
  No   kriteria                 Perhitungan        Skor             Pembenaran
  1    Sifat masalah            2/2 x 1            1                Dapat
                                                                    menimbulkan
                                                                    masalah      bagi
                                                                    kesehatan
  2    Kemungkinan dirubah      1/1 x 2            2                Hanya sebagian
                                                                    dapat dirubah
  3    Potensi dicegah          ½x2                ½                Dapat     dicegah
                                                                    melalui penkes
  4    Penonjolan masalah       0/0 x 1            0                Ibu menganggap
                                                                    hal yang biasa
  5    Jumlah                                      3½


                          2.4.2.masih banyak pasangan usia subur

                          yang tidak menggunakan alat kontrasepsi

  No   Kriteria                 Perhitungan        skor             Pembenaran
  1    Sifat masalah            2/2 x 1            1                Mempengaruhi
                                                                    kesehatan diri
  2    Kemungkina dirubah       1/1 x 2            2                Hanya sebagian
                                                                    dapat     dirubah
                                                                    karena berbagai
                                                                    faktor
  3    Potensi dicegah          2/3 x 1            2/3              Dapat     dicegah
                                                                    melalui penkes
  4    Penonjolan masalah       2/2 x 1            1                Hal yang tidak
                                                                    perlu
                                                                    dikhawatirkan
  5    Jumlah                                      4 2/3


                                              10
                 2.4.4 masalah ibu hamil yang belum mendapatkan imunisasi TT

   No         kriteria             Perhitungan           Skor    Pembenaran
   1          Sifat masalah        ½x1                   1       Sangat berpengaruh
                                                                 terhadap kesehatan
   2          Kemungkinan          1/1 x 2               2       Hanya        sebagian
              dirubah                                            yang dapat dirubah
   3          Potensi masalah      1/1 x 1               1       Dapat        dicegah
                                                                 dengan penkes
   4          Penonjolan masalah   0/0 x 1               0       Dianggap        dapat
                                                                 mengancam
                                                                 kesehatan keluarga
   5          Jumlah                                     3½



2.5 RENCANA INTERVENSI

       Berdasarkan prioritas masalah yang sudah dikemukakan diatas,maka intervensi yang akan
dilakukan berhubungan dengan masalah tersebut adalah :




2.5.1 Masalah adanya balita yang BGM (Bawah Garis Merah)

       Masa balita merupakan masa yang sangat menentukan bagi pertumbuhan dan perkembangan
anak.Dimana saat ini anak membutuhkan makanan yang nergizi guna membantu pertumbuhannya
secara optimal.Namun,pengetahuan orang tua akan makanan yang bergizi bagi anank masih sangat
kurang.Oleh sebab itu,disini kami akan mengadakan penyuluhan tentang makanan yang bergizi serta
bagaimana menyiapkan makanan tersebut agar membangkitkan nafsu makan anak.Kami disini juga
akan member bantuan berupa susu dan vitamin




                                                 11
2.5.2 Masalah penggunaan alat kontrasepsi

     Penggunaan karena masalah penggunaan alat kontrasepsi dapat menimbulkan dampak buruk bagi
kesehatan reproduksi ibu,maka kami akan memberikan penyuluhan tentang pentingnya penggunaan
alat kontrasepsi.Sehingga dari penyuluhan yang kami berikan ibu dapat mengerti tentang jenis-jenis
alat kontrasepsi,bagaimana kelebihan dan efek sampingnya.Dengan begitu,mutu pelayanan Keluarga
Berencana berkualitas diharapkan dapat meningkatkan tingkat kesehatan dan kesejahteraan keluarga




2.5.3 masalah kesehatan lingkungan

     Lingkungan merupakan tempat dimana seluruh kegiatan dilakukan,jadi kebersihan lingkungan
menjadi tolak ukur untuk keberhasilan kegiatan yang dilakukan tersebut.Jadi,lingkungan yang
bermasalah dapat menjadi pemicu timbulnya barbagai penyakit yang berhubungan dengan kebersihan
lingkungan yang bebas dari masalah adalah hal positif untuk dikembangkan.




2.5.4 Masalah imunisasi

     Imunisasi merupakan tolak ukur untuk kelangsungan kesehatan anak kedepannya.Oleh sebab itu
pentingnya imunisasi telah kami berikan dalam berbagai kesempatan melalui penyuluhan.Dengan
demikian,besar harapan kami agar orang tua dapat bekerjasama dalam memenuhi kebutuhan imunisasi
bayinya.




2.6.METODELOGI INTERVENSI

     Dalam pelaksanaann intervensi terhadap rencana yang telah dikemukakan,penulis menggunakan
metode pendekatan dan komunikasi terhadap masyarakat serta sosialisasi yang tepat.denagn
begitu,semua rencana yang telah ada dapat berjalan dengan semestinya dan mendapatkan hasil yang
diinginkan.Selain itu,membangkitkan partisipasi dan peran serta masyarakat terhadap intervensi yang
dilakukan melalui pendekatan dengan tokoh masyarakat dan orang-orang yang berpengaruh dalam
lingkungan masyarakat Keude Birem.Seperti bapak geuchik,sekretaris desa,bidan desa,ibu-ibu
PKK,kader desa dan lain sebagainya.Selain itu,pendekatan dengan tokoh pemuda setempat juga kami

                                                12
lakukan agar adanya generasi muda yang mau peduli dan tanggap terhadap masalah
kesehatan.Namun,metode yang paling banyak mengundang partisipasi masyarakat adalah memberikan
penyuluhan kesehatan saat dilakukannya pengajian,arisan oleh ibi-ibu




2.7.HASIL INTERVENSI ERTA EVALUASI SINGKAT

     Setelah melakukan sosialisali dan intervensi selama lebih kurang 14 hari,maka hasil yang dapat
diperoleh dari kegiatan tersebut adalah sudah bisa dikatakan cukup karena sebagian ibu-ibu sudah
mengerti dengan kesehatan diri,keluarga dan lingkungan walaupun belum sepenuhnya.Selain
itu,selama kami mengikuti kegiatan didesa Keude Birem misalnya seminar dan pengajian kami selalu
memberikan penyuluhan yang bertemakan kesehatan.Partisipasi ibu-ibu dapat dilihat dengan
banyaknya yang bertanya mengenai kesehatan,mengikuti posyandu dan kegiatan positif lainnya.

     Namun,dalam setiap pelaksanaan kegiatan pasti menemui kendala dan rintangan.Disini,penulis
menemukan kendala yang berhubungan dengan partisipasi masyarakat terhadap kegiatan yang kami
lakukan karena kesibukan terhadap pekerjaan masing-masing.




                                                 13
                                               BAB III

                                             PENUTUP

3.1.Kesimpulan

       Desa keude birem merupakan desa nelayan pertambakan diwilayah kecamatan birem
bayeun.dimana luas daerah ini sekitar 202 hektare dan terdiri dari lima (5) dusun.pada umumnya,mata
pencaharian masyarakat disini adalahnelayan pertambakan sedangkan istrinya adalah ibu rumah
tangga.dengan dasar pendidikan yang mayoritasnya sekolah dasar,mereka mampu berpartisipasi
terhadap pelayanan kesehatan dasar walaupun belum keseluruhan.maka masalah yang dapat penulis
temukan didesa keude birem ini adalah masih banyak anak yang tidak mendapatkan imunisasi
dikarenakan larangan dari suami,masalah yang tak kalah besarnya yaitu masih banyak ibu yang tidak
menggunakan alat kontrasepsi sedangkan pasangan usia subur            didesa keude birem ini cukup
besar.masalah anak yang masih ada dibawah garis merah juga masih sangat memprihatinkan.

       Berdasarkan masalah diatas maka penulis merencanakan beberapa kegiatan yang dapat
membawa perubahan terhadap kesehatan masyarakat didesa keude birem.adapun metodelogi yang
kami gunakan adalah pendekatan dengan orang-orang yang berpengaruh dalam masyarakat tersebut.

       Namun kami menyadari bahwa dalam pelaksanaan kegiatan selama berada didesa keude birem
banyak menemukan kendala baik yang dating dari pribadi kami sendiri maupun dari lingkungan tempat
kami mengadakan kegiatan tersebut.




3.2. Saran-saran

3.2.1.Bagi masyarakat

   1. Agar lebih meningkatkan partisipasi terhadap kegiatan yang berlangsung dimasyarakat
   2. Agar lebih perduli terhadap kesehatan diri,keluarga dan lingkungan sekitar
   3. Kepada tokoh masyarakat diharapkan agar selalu memberikan informasi yang dapat memacu
       partisipsi masyarakat seperti geuchik,sekretaris desa,bidan desa,kader dan organisasi lainnya.

3.2.2. Bagi mahasiswa

   1. Agar lebih meningkatkan sosialisasi dalam lingkungan bermasyarakat
                                                  14
   2. Meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan sehingga tidak aka nada kecanggungan saat
       terjun kelapangan.

3.2.3. Bagi pendidikan

   1. Lebih mengenali tempat yang akan diadakannya praktek belajar lapangan
   2. Saat memberikan pembelajaran sebelum terjun kelapangan,diharapkan lebih terfokus dan
       mengevaluasi mahasiswinya.

3.3. Kepustakaan dan lampiran yang relevan

       Mahasiswa program studi D III Kebidanan Yayasan Stikes Cut Nyak Dhien langsa 2011.
Laporan hasil praktek belajar lapangan (PBL) didesa keude birem kecamatan Birem bayeun tahun
2011.keude birem:keude birem,birem bayeun.




Imunisasi

Pengertian imunisasi

Imunisasi adalah tindakan untuk memberikan perlindungan (kekebalan) dalam tubuh bayi dan anak.

   Imunisasi                  Penyakit yang bisa dicegah
   Hepatitis B                Mencegah hepatitis B (kerusakan hati)
   BCG                        Mencegah TB/ tuberculosis (sakit paru-paru)
   POLIO                      Mencegah polio (lumpu layu)pada tungkai kaki dan lengan
                              tangan
   DPT                        Mencegah : difteri/pertusis (penyumbatan jalan nafas),
                              batuk rejan (batuk 100 hari), dan tetanus
   CAMPAK                     Mencegah campak (radang paru, radang otak dan
                              kebutaan)




                                                15
       Umur                           Jenis imunisasi
       0-7 hari                       HB O
       1 bulan                        BCG, POLIO 1
       2 bulan                        DPT / HB 1, POLIO 2
       3 bulan                        DPT /HB 2, POLIO 3
       4 bulan                        DPT / HB 3, POLIO 4
       9 bulan                        CAMPAK



Keluarga berencana

Adalah suatu cara untuk menunda atau menjarangkan kehamilan.

Jenis dan manfaat alat kontrasepsi.

      PIL
       Keuntungannya
           1. Sangat efektif bila digunakan benar
           2. Tidak menggangu hubungan seksual
           3. Tidak mempengaruhi asi
           4. Nyaman, dan mudah digunakan
           5. Sedikit efek samping
           6. Dapat dihentikan setiap saat keterbatasan
           7. Peningkatan / penurunan berat badan
           8. Bila lupa satu pil saja, kegagalan menjadi lebih besar.
      SUNTIK
       Keuntungan
           1. Resiko terhadap kesehatan kecil
           2. Tidak berpengaruh pada hubungan suami istri
           3. Tidak diperlukan pemeriksaan dalam
           4. Efek samping sangat kecil.

KETERBATASAN

   1. Terjadi perubahan pada pola haid tidak teratur

                                                        16
  2. Keterngantungan terhadap pelayanan kesehatan klien harus kembali setiap 30 hari untuk
      mendapatkan suntikan
     AKDR (alat kontrasepsi dalam rahim)
      Keuntungannya
         1. Efek sampingnya sangat kecil
         2. Tidak menggangu hubungan sreksual
         3. Kesuburan kembali sesudah AKDR di angkat

KETERBATASAN

  1. Diperlukan pemeriksaan dalam dan penyaring infeksi genatalia
  2. Diperlukan tenaga terlatih untuk pemasangan dan pencabutan AKDR
     KBA (keluarga berencana alamiah)
      Keuntungan
         1. Dapat digunakan untuk menghindari mencapai kehamilan
         2. Tidak ada resiko kesehatan
         3. Murah atau tanpa biaya

KETERBATASAN

  1. Keefektifan tergantung dari kemauan dan disiplin pasngan
  2. Perlu pencatatan setiap hari
  3. Perlu pantangan selama masa subur.

PETUNJUK BAGI IBU HAMIL AGAR TETAP SEHAT

  1. Tiap hari makanlah 1-2 piring lebih banyak
  2. Cukup istirahat dan hindari kerja berat
  3. Periksalah kehamilan segera setelah tidak haid dan lakukan setiap bulan
  4. Dapatkan imunisasi TT 2 kali sebelum kehamilan 8 bulan
  5. jagalah kebersihan badan dan gigi setiap hari
  6. tariklah putting susu
  7. timbang berat badan ibu setiap bulan
  8. minum 1 tablet tambah darah setiap hari.



                                                17
TENTANG BAHAYA PADA IBU HAMIL

     Pucat
     Demam
     Muntah terus dan tidak bisa makan
     Sakit kepala atau kaki bengkak
     Keluar darah dari jalan lahir
     Keluar air ketuban sebelum waktunya
     Kejang
     Nyeri hebat di perut.




                                            18
                                     DAFTAR PUSTAKA

Buku kader posyandu : dalam usaha perbaikan gizi keluarga.jakarta : departemen kesehatan,2006.

Buku kesehatan ibu dan anak : Jakarta : departemen kesehatan dan JICA,1997.

Noviawati setya arum,Dyah.panduan lengkap pelyanan KB terkini,mitra cendikia,jokjakarta : 2009.




                                                19

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:66
posted:8/10/2011
language:Indonesian
pages:19
faisal syam faisal syam http://
About