LAPORAN KELBIN LENI
Document Sample


LAPORAN KELUARGA BINAAN PADA NY. P DENGAN
MASALAH TIDAK PERNAH IMUNISASI
DI DESA PAYA BILI SA
( DUSUN PENDIDIKAN )
TAHUN 2011
DI SUSUN OLEH :
NAMA : MIRNAWATI
NIM : 0903056
STIKes YAYASAN CUT NYAK DHIEN LANGSA
PROGRAM STUDI D-III KEBIDANAN
TAHUN 2011
LEMBARAN PENGESAHAN
LAPORAN MANAJEMEN KEBIDANAN KOMUNITAS KELUARGA BINAAN NY. L
DENGAN MASALAH EFEK SAMPING PEMAKAIAN ALAT KONTRASEPSI DI DESA
PAYA BILI SA DUSUNN PENDIDIKA
MAHASISWI
( MIRNAWATI)
MENGETAHUI MENGETAHUI
DOSEN PEMBIMBING I DOSEN PEMBIMBING II
HENNI WATI, SST M.kes FAUZIAH IBDA,Amd.Keb.SKM
MENGETAHUI
Ka. PRODI KEBIDANAN
HENNIWATI, SST M.Kes
LAPORAN KELUARGA BINAAN PADA NY. N DENGAN
MASALAH ASI EKSLUSIF
DI DESA PAYA PELAWI
( DUSUN PETUA ABAS )
TAHUN 2011
DI SUSUN OLEH :
NAMA : SUKMA YANTI
NIM : 0903071
STIKes YAYASAN CUT NYAK DHIEN LANGSA
PROGRAM STUDI D-III KEBIDANAN
TAHUN 2011
LEMBARAN PENGESAHAN
LAPORAN MANAJEMEN KEBIDANAN KOMUNITAS KELUARGA BINAAN NY. L
DENGAN MASALAH EFEK SAMPING PEMAKAIAN ALAT KONTRASEPSI DI DESA
PAYA BILI SA DUSUNN PENDIDIKA
MAHASISWI
( LENI SAFRITA)
MENGETAHUI MENGETAHUI
DOSEN PEMBIMBING I DOSEN PEMBIMBING II
HENNI WATI, SST M.kes FAUZIAH IBDA,Amd.Keb.SKM
MENGETAHUI
Ka PRODI KEBIDANAN
HENNIWATI, SST M.Kes
KATA PENGANTAR
Puji beserta syukur saya ucapkan kepada Allah SWT karena atas limpahan
rahmat, nikmat dan taufik, dan hidayahnya saya dapat menyelesaikan laporan
kegiatan belajar lapangan ( PBL ) STIKes Cut Nyak Dhien Langsa Akademi
Kebidanan di Desa paya bili sa kecamatan birem bayeun kabupaten aceh timur dari
tanggal 25 april s/d 13 mei 2011 sehingga laporan keluarga binaan yang saya buat
dapat terselesaikan.
Saya juga menyadari dalam penyusunan laporan PBL ini masih sangat
banyak kekurangan. Untuk itu saya mengharapkan kritik dan saran yang dapat
memacu saya untuk jadi lebih baik oleh dosen pembimbing dan teman-teman yang
membacanya.
Saya juga mengucapkan banyak terima kasih kepada :
1. Akramudin,S.Sos selaku Camat Birem Bayeun
2. H. Abul Hayat, SKM, M. Kes selaku Ketua STIKes Cut Nyak Dhien Langsa
3. Drs. H. Abdullah Itam, BSC,MM selaku Puket II Yayasan STIKes Cut Nyak
Dhien Langsa
4. Henniwati, SST, M.Kes selaku Pjs. Prodi D-III Kebidanan STIKes Cut Nyak
Dhien Langsa
5. M.nasir selaku Geuchik desa Paya Bili Sa
6. Nurmansyah selaku Sekdes Desa Paya Bili Sa
7. Nursafaini Amd Keb selaku Bidan DesaPaya Bili Sa
8. Henni wati, SST M.kes selaku Dosen pembimbing I
9. Fauziah Ibda, Amd.Keb SKM selaku Dosen pembimbing II
10.Haris Munandar SKM, Nurasidah SST, dan Listia Muklis SST, MUktarudin
ST, Wardah SE, Ridwan SE, Rahmawati Spd, Retno utari SS, selaku Dosen
Supervisor
11.Orang tua yang selalu memberi doa, semangat dan dukungannya
Semoga laporan ini dapat di gunakan sebagai mestinya.
Paya Bili Sa, 10 mei 2011
Penyusun
LENI SAFRITA
NIM : 0903013
KATA PENGANTAR
Puji beserta syukur saya ucapkan kepada Allah SWT karena atas limpahan
rahmat, nikmat dan taufik, dan hidayahnya saya dapat menyelesaikan laporan
kegiatan belajar lapangan ( PBL ) STIKes Cut Nyak Dhien Langsa Akademi
Kebidanan di Desa paya bili sa kecamatan birem bayeun kabupaten aceh timur
dari tanggal 25 april s/d 13 mei 2011 sehingga laporan keluarga binaan yang saya
buat dapat terselesaikan.
Saya juga menyadari dalam penyusunan laporan PBL ini masih sangat
banyak kekurangan. Untuk itu saya mengharapkan kritik dan saran yang dapat
memacu saya untuk jadi lebih baik oleh dosen pembimbing dan teman-teman yang
membacanya.
Saya juga mengucapkan banyak terima kasih kepada :
1. Akramudin,S.Sos selaku Camat Birem Bayeun
2. H. Abul Hayat, SKM, M. Kes selaku Ketua STIKes Cut Nyak Dhien Langsa
3. Drs. H. Abdullah Itam, BSC,MM selaku Puket II Yayasan STIKes Cut Nyak
Dhien Langsa
4. Henniwati, SST, M.Kes selaku Pjs. Prodi D-III Kebidanan STIKes Cut Nyak
Dhien Langsa
5. M.nasir selaku Geuchik desa Paya Bili Sa
6. Nurmansyah selaku Sekdes Desa Paya Bili Sa
7. Nursafaini Amd Keb selaku Bidan DesaPaya Bili Sa
8. Henni wati, SST M.kes selaku Dosen pembimbing I
9. Fauziah Ibda, Amd.Keb SKM selaku Dosen pembimbing II
10.Haris Munandar SKM, Nurasidah SST, dan Listia Muklis SST, MUktarudin
ST, Wardah SE, Ridwan SE, Rahmawati Spd, Retno utari SS, selaku Dosen
Supervisor
11.Orang tua yang selalu memberi doa, semangat dan dukungannya
Semoga laporan ini dapat di gunakan sebagai mestinya.
Paya Bili Sa, 10 mei 2011
Penyusun
MIRNAWATI
NIM : 0903056
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu pelayanan kesehatan
preventif yang paling dasar dan utama bagi wanita, meskipun tidak selalu diakui
demikian. Peningkatan dan perluasan pelayanan keluarga berencana merupakan
salah satu usaha untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu tinggi akibat
kehamilan yang dialami oleh wanita. Banyak wanita harus menentukan pilihan
kontrasepsi yang sulit, tidak hanya karena terbatasnya jumlah metode yang tersedia
tetapi juga karena metode-metode tertentu mungkin tidak dapat diterima
sehubungan dengan kebijakan nasional KB, kesehatan individual dan seksualitas
wanita atau biaya untuk memperoleh kontrasepsi (Depkes RI, 1998).
1.2 TUJUAN
1.2.1 Tujuan umum
Mempelajari hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dengan pemilihan
alat kontrasepsi beserta efek samping dari pemakaian alat kontrasepsi.
1.2.2 Tujuan khusus :
Mengidentifikasi tingkat pengetahuan dengan pemilihan alat kontrasepsi.
Mengidentifikasi pengetahuan ibu tentang alat kontrasepsi.
Mengidentifikasi ibu tentang pemakaian alat kontrasepsi.
Mengidentifikasi ibu tentang efek samping pemakaian alat kontrasepsi.
Ibu harus mengetahui manfaat alat kontrasepsi.
1.3 MANFAAT
1.3.1 Bagi Ibu
Dengan adanya keikutsertaan dalam KB maka dapat mencegah kehamilan
Sedikit efek samping
Dengan adanya tingkat pengetahuan ibu tentang KB maka mencegah sedikit
radang panggul
Dengan adanya tingkat pengetahuan ibu tentang KB maka akan sedikit untuk
membantu mencegah kanker endometrium dan kehamilan ektopik.
1.3.2 Bagi Program Kesehatan
Sebagai bahan masukan yang digunakan untuk penerapan KB dapat
meningkatkan mutu pelayanan kesehatan
Menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu dan bayi karena kehamilan,
persalinan dan nifas.
BAB II
HASIL KEGIATAN
A. Gambaran Umum lokasi keluarga binaan
a. Data Geografi
Desa : Paya Bili Sa
Dusun : Pendidikan
Kecamatan : Birem bayeun
Kabupaten : Aceh timur
Batasan Wilayah
Utara : Berbatas dengan Alue Gadeng Gampong
Selatan : Berbatas dengan Paya Bili Dua
Barat : Berbatas sungai / PTPN - 1
Timur : Berbatas dengan Alue Gadeng Dua/ merbau Dua
b. Data Demografi
1. Jumlah KK : 178 KK
2. Jumlah Keluarga Binaan : 1 Keluarga
3. Jumlah Anggota Keluarga : 3 Orang
1.Identitas Keluarga
Nama Kepala Keluarga : Herman
Jenis Kelamin : Laki-laki
Umur : 29 Tahun
Suku Bangsa : Aceh/Indonesia
Pendidikan : SMP
Status Pernikahan : Usia Menikah, Suami : 27 Th, Istri 22Th
Lama Pernikahan : 3Tahun
Dusun Didesa Paya Bili Sa
11.Anggota Keluarga
N Nama Umur L/P Pendidika Pekerjaan Ket
o n
1 Herman 29 L SMP Wiraswasta
2 Yati 25 P SMP IRT
3 Sri widia 7 bln P - -
111. Status Kesehatan Keluarga
N Nam Umu L/ Gangguan kesehatan Kondisi Saat
o a r P yang sedang/pernah Ini
diderita, kapan?
- - - - - -
1V. Kematian Anggota Keluarga ( 1 Tahun terakhir )
N Nama Umur Jenis Penyebab Bln/Tg
o Kelamin l
- - - - - -
I. Status Kesehatan Individu ( anggota Keluarga )
Kesehatan Aseptor KB
a. Apakah Ibu menjadi akseptor KB
TIDAK , jenis alat kontrasepsi yang digunakan Pil.
Alasan : Karna ibu belum pernah menggunakan KB
b. Asuhan yang diperoleh :
- Kontrol Ke Bidan jika ingin menjadi akseptor KB
- Tindakan/pengobatan/nasehat yang diperoleh : Diberikan Penkes dari
Bidan
ASUHAN KEBIDANAN PADA KELUARGA NY. Y DENGAN
PENDEKATAN SOAP
S : NY Y berusia 25 tahun dengan masalah ibu belum pernah menggunakan
alat kontrasepsi dan ingin menjadi akseptor KB.
O : Dalam pemeriksaan
BB : 50 Kg
TB : 148Cm
TD : 120/80 mmHg
Respirasi : 22 X/m
Pols : 80 X/m
T : 36,5 0 C
A : Ny. Y berusia 25 tahun G: 1 P: 0 A: 0 belum pernah menggunakan alat
kontrasepsi.
Masalah : Karena masih menyusui dan Kurangnya informasi dan
pemahaman ibu tentang jenis pemakaian alat kontrasepsi.
Dasar : Kurangnya pengetahuan tentang jenis alat kontrasepsi dan
efek samping dari kontrasepsi.
Kebutuhan : Penyuluhan, konseling dan pendidikan kesehatan
P : 1. Jelaskan pada ibu bahwa program KB sangat penting bagi keluarga
2. Berikan konseling pada ibu tentang pemakaian alat kontrasepsi
3. Anjurkan pada ibu untuk memilih alat kontrasepsi
4. Jelaskan pada ibu jenis alat kontrasepsi
5. Menjelaskan pada ibu tentang efek samping
6. Menjelaskan pada ibu tentang manfaat alat kontrasepsi.
BAB III
SAP
(SATUAN ACARA PENYULUHAN)
1. Tujuan : Pengetahuan tentang perubahan-perubahan pada pemakaian alat
kontrasepsi
Pengertian alat kontrasepsi
Manfaat alat kontrasepsi
Macam-macam alat kontrasepsi
Efek samping alat kontrasepsi
2. Sasaran : Keluarga Ny. Y
3. Waktu : Tanggal 09 Mei 2011
4. Tempat : Rumah keluarga Ny. Y
II. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM
Setelah diberikan penyuluhan, sasaran mampu memahami tentang
pemakaian alat kontrasepsi dan efek samping dari alat kontrasepsi
111.TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS
Setelah mengikuti penyuluhan ibu di harapkan dapat :
Menyebutkan pengertian alat kontrasepsi
Menyebutkan macam-macam alat kontrasepsi
Menyebutkan apa – apa saja efek samping dari alat kontrasepsi
Dapat menyebutkan manfaat dari alat kontrasepsi
III. KEGIATAN PENYULUHAN
a. Pendekatan :Komunikasi
b. Metode :
- Ceramah
- Tanya jawab
Tabel : Kegiatan Penyuluhan tentang pemakaian alat kontrasepsi di rumah
keluarga Ny. Y
Tahap Kegiatan Waktu
Pembukaan - Mengucapkan Salam 10 Menit
- Menjelaskan tujuan
penyuluhan
Penyajian 1. Menjelaskan meteri penyuluhan 30 Menit
a. Informasi tentang pengertian
alat kontrasepsi
b. Informasi tentang manfaat
alat kontrasepsi
c. Informasi tentang macam-
macam
alat kontrasepsi
d. Informasi tentang efek
samping dari alat
kontrasepsi
2. Memberi kesempatan bertanya
3. Menjawab pertanyaan dari
peserta
Penutup - Menyimpulkan materi 20 Menit
penyuluhan
- Mengucapkan salam
IV . ALAT/MEDIA DAN SUMBER PENYULUHAN
Sumber : - Buku panduan KB
- Leavlet
MATERI
KONTRASEPSI
A. Pengertian Kontrasepsi
Kontrasepsi berasal dari kata Kontra berarti mencegah atau melawan,
sedangkan konsepsi adalah pertemuan antara sel telur (sel wanita) yang matang
dan sel sperma (sel pria) yang mengakibatkan kehamilan. Maksud dari kontrasepsi
adalah menghindari/mencegah terjadinya kehamilan sebagai akibat pertemuan
antara sel telur yang matang dengan sel sperma tersebut.
B. Cara kerja Kontrasepsi Pil
mempunyai fungsi sbb :
1. Mencegah implantasi
2. Menghalangi pertemuan sel telur dengan sperma.
3. Menekan ovulasi.
4. Lendir serviks mengental sehingga sulit di lalui oleh sperma
C. Metoda kontrasepsi
Pada umumnya metoda kontrasepsi dapat dibagi menjadi :
1.Metoda effektif jangka panjang
1. AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim)
2. Susuk KB
3. Kontrasepsi Mantap.
2.Metoda Mantap
1. Metoda operasi wanita (MOW/Tubektomi)
2. Metoda Operasi Pria (MOP/Vasektomi)
3. Metoda Efektif
1. Pil KB
2. Suntikan KB
4. Metoda sederhana
a. Dengan alat/obat
1. Kondom
2. Diafragma
3. Kream, Jelli dan cairan berbusa
b. Tanpa alat/obat
.Sanggama terputus
.Pantang berkala
MACAM-MACAM KONTRASEPSI
A. KONTRASEPSI STERILISASI
Yaitu pencegahan kehamilan dengan mengikat sel indung telur pada wanita
(tubektomi) atau testis pada pria (vasektomi). Proses sterilisasi ini harus dilakukan
oleh ginekolog (dokter kandungan). Efektif bila Anda memang ingin melakukan
pencegahan kehamilan secara permanen, misalnya karena faktor usia.
B. KONTRASEPSI TEKNIK
1. Coitus Interruptus (senggama terputus): ejakulasi dilakukan di luar vagina.
Efektivitasnya 75-80%. Faktor kegagalan biasanya terjadi karena ada sperma yang
sudah keluar sebelum ejakulasi, orgasme berulang atau terlambat menarik penis
keluar.
2. Sistem kalender (pantang berkala): tidak melakukan senggama pada masa subur,
perlu kedisiplinan dan pengertian antara suami istri karena sperma maupun sel
telur (ovum) mampu bertahan hidup s/d 48 jam setelah ejakulasi. Efektivitasnya
75-80%. Faktor kegagalan karena salah menghitung masa subur (saat ovulasi) atau
siklus haid tidak teratur sehingga perhitungan tidak akurat.
C. KONTRASEPSI MEKANIK
1. Kondom: Efektif 75-80%. Terbuat dari latex, ada kondom untuk pria maupun
wanita serta berfungsi sebagai pemblokir / barrier sperma. Kegagalan pada
umumnya karena kondom tidak dipasang sejak permulaan senggama atau
terlambat menarik penis setelah ejakulasi sehingga kondom terlepas dan cairan
sperma tumpah di dalam vagina. Kekurangan metode ini:
Mudah robek bila tergores kuku atau benda tajam lain
Membutuhkan waktu untuk pemasangan
Mengurangi sensasi seksual
Dapat menambahkan lendir pada vagina
2. Spermisida: bahan kimia aktif untuk 'membunuh' sperma, berbentuk cairan,
krim yang harus dimasukkan ke dalam vagina 5 menit sebelum senggama.
Efektivitasnya 70%. Sayangnya bisa menyebabkan reaksi alergi. Kegagalan sering
terjadi karena waktu larut yang belum cukup.
3. Vaginal diafragma: lingkaran cincin dilapisi karet fleksibel ini akan menutup
mulut rahim bila dipasang dalam liang vagina 6 jam sebelum senggama.
Efektivitasnya sangat kecil, karena itu harus digunakan bersama spermatisida
untuk mencapai efektivitas 80%. Cara ini bisa gagal bila ukuran diafragma tidak
pas, tergeser saat senggama, atau terlalu cepat dilepas (< 8 jam ) setelah senggama.
1. Pengertian
Kontrasepsi hormonal adalah alat atau obat kontrasepsi yang bertujuan untuk
mencegah terjadinya kehamilan dimana bahan bakunya mengandung preparat
estrogen dan progesterone.
2. Jenis kontrasepsi Berdasarkan jenis dan cara pemakaiannya dikenal tiga macam
kontrasepsi hormonal yaitu : Kontrasepsi Suntikan, Kontrasepsi Oral (Pil)
Kontrasepsi Implant.
a. Kontrasepsi Suntikan
1) Depo provera yang mengandung medroxyprogestin acetate 50 Mg.
2) Cyclofem yang mengandung medroxyprogesteron acetate dan strogen.
Cara kerja alat Kontrasepsi Suntik:
Menekan ovulasi
Membuat lendir serviks menjadi kental sehingga penetrasi sperma
terganggu
Perubahan pada endometrium sehingga implantasi terganggu
Menghambat transfortasi gamet oleh tuba
2. Keuntungan dan Kerugian
a. Keuntungan
Resiko terhadap kesehatan kecil
Tidak berpengaruh pada hubungan suami istri
Tidak di perlukan pemeriksaan dalam
Efek samping sangat kecil
b.Kerugian
Terjadi perubahan pada pola haid seperti tidak teratur,perdarahan bercak
atau spoting.
Ketergantungan klien terhadap pelayanan kesehatan
Tidak menjamin perlindungan terhadap penularan infeksi menular
seksual,HIV/AIDS.
Kemungkinan terlambatnya pemulihan kesuburan setelah penghentian
pemakaian alat kontrasepsi.
BAB IV
1. KESIMPULAN
Pelayanan Keluarga Berencana yang merupakan salah satu didalam paket
Pelayanan Kesehatan Reproduksi Esensial perlu mendapatkan perhatian yang
serius, karena dengan mutu pelayanan Keluarga Berencana berkualitas diharapkan
akan dapat meningkatkan tingkat kesehatan dan kesejahteraan. Tujuannya ialah
mempelajari hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dengan pemilihan alat
kontrasepsi. Konsepsi adalah pertemuan antara sel telur (sel wanita) yang matang
dan sel sperma (sel pria) yang mengakibatkan kehamilan. Maksud dari kontrasepsi
adalah menghindari/mencegah terjadinya kehamilan sebagai akibat pertemuan
antara sel telur yang matang dengan sel sperma tersebut. Bermacam-macam tetapi
pada umumnya mempunyai fungsi sbb :
5. Mengusahakan agar tidak terjadi ovulasi
6. Melumpuhkan sperma.
7. Menghalangi pertemuan sel telur dengan sperma.
Metode Kontrasepsi yaitu :
Metode Efektif jangka panjang
Metode Mantap
Metode Efektif
Metode sederhana
2. SARAN
2.1. Bagi Ibu
Sebaiknya Ibu dapat menerapkan program KB dikeluarga anda karena
program KB berfungsi menunda kelahiran, menjarangkan anak atau membatasi
jumlah anak yang diinginkan. Dan dengan prgram KB diharapkan akan dapat
meningkatkan tingkat kesehatan dan kesejahteraan Keluarga.
2.1. Bagi Keluarga
Selaku mendukung ibu dalam pemilihan alat kontrasepsi. Dan selalu
mengingatkan ibu agar kontrol ulang sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.
DAFTAR PUSTAKA
Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi,Prof.dr.Abdul Bari
Saifudin,SpOG(K),MPH
Prof,Dr.dr.Biran Affandi, SpOG(K),dr Moh Baharuddin SpOG, Bd.Soekaemi Soekir,
Spd.
Edisi 2, Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawi Rohardjo, Jakarta,2oo6
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
LAPORAN PENGESAHAN
KATA PENGANTAR…………………………………………… i
DAFTAR ISI…………………………………………………… .. iii
BAB I
PENDAHULUAN…………………………………………………. 1
1.1. LATAR BELAKANG……………………………………….. 1
1.2. TUJUAN
1.2.1 Tujuan Umum……………………………………………... 2
1.2.2 Tujuan Khusus……………………………………………… 2
1.3. MANFAAT……………………………………………………. 2
1.3.1 Bagi Ibu…………………………………………………… . 2
1.3.2 Bagi Program Kesehatan………………………………….. 3
BAB II
HASIL KEGIATAN……………………………………………….. 3
A. GAMBARAN UMUM LOKASI KELUARGA BINAAN
- Data Geografi……………………………………………….. 4
- Data Demografi…………………………………………….. 4
- Identitas Keluarga Binaan………………………………….. 5
B. SOAP……………………………………………………………… 8
BAB III
- SAP …………………………………………………………… 10
- MATERI ……………………………………………………. 13
BAB IV
PENUTUP
A. KESIMPULAN……………………………………………… 20
B. SARAN………………………………………………………. 21
2.1. Bagi Ibu ……………………………………………… 21
2.2. Bagi Keluarga…………………………………………….. 21
DAFTAR PUSTAKA