Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out

konduksi jantung

VIEWS: 329 PAGES: 8

  • pg 1
									Lompat ke isi
Alfan's Blog

Blognya Anak Kedokteran yang mencintai bumi dan ingin
menyelamatkan bumi dari Global Warming…Save Our
Earth…Go Green
      Beranda
      Tentang Alfan


Sistem Konduksi Jantung
Oktober 15, 2009
oleh panmedical

Jantung terletak di cavum thoracica, tepatnya di mediastinum media, posterior terhadap korpus
sterni dan cartilago costa II-VI. Didalamnya, jantung dilapisi oleh pericardium yang merupakan
kantung fibroserosa. Fungsinya adalah untuk membatasi pergerakan jantung dan menyediakan
pelumas sehingga bagian-bagian jantung yang berbeda dapat berkontraksi. Morfologi jantung
pada manusia dewasa mepunyai ukuran panjang 12 cm, lebar 8-9 cm, diameter antero-posterior 6
cm. Pada pria, jantung memiliki massa 340-380 gr dan pada wanita 230-280 gr. Jantung
memiliki bagian atas yang lebar (basis jantung) yang mengarah ke bahu kanan dan bagian bawah
mengerucut (apex jantung) yang mengarah ke panggul kiri. Dinding jantung terdiri dari lapisan
tebal yang terdiri dari luar ke dalam yaitu epikardium, miokardium, dan endokardium. Jantung
dibagi oleh septa vertical menjadi empat ruang: atrium dextra, atrium sinistra, ventrikel dextra,
dan ventrikel sinistra. (Lab. Anatomi Unissula, 2009)
Jantung dilengkapi dengan suatu sistem khusus untuk (1) mencetuskan impuls-impuls listrik
ritmis yang menyebabkan kontraksi ritmis otot jantung, dan (2) menghantarkan impuls. Didalam
atrium ada nodus sinus. Nodus Sinus (nodus sinoatrial atau sinus SA) merupakan bagian otot
jantung yang khusus, kecil, tipis dan berbentuk elips, lebar ± 3mm, panjang 15mm, dan tebal
1mm. Nodus ini terletak di dalam dinding postero-lateral superior dari atrium kanan tepat
dibawah dan sedikit lateral dari lubang vena cava superior. Serabut-serabut nodus ini hampir
tidak memiliki filamen otot kontraktil dan hanya berdiameter 3-5 mikrometer. Namun serabut
nodus sinus secara langsung berhubungan serabut otot atrium, sehingga setiap potensial aksi
yang dimulai di nodus SA akan segera menyebar ke dinding otot atrium. Nodus atrioventrikular
(Nodus AV) terletak pada dinding posterior atrium kanan, tepat dibelakang katup trikuspid.
(Guyton, 2008)
Eksitasi jantung normal berasal dari nodus sinus yang berfungsi sebagai pace maker tempat
impuls ritmis yang normal dicetuskan; jalur internodus yang menghantarkan impuls dari nodus
sinus menuju ke nodus AV; Nodus AV, tempat impuls dari atrium mengalami perlambatan
sebelum masuk ke ventrikel; berkas AV, yang menghantarkan impuls dari atrium ke ventrikel,
kedua cabangnya (tawara) atau (cabang-cabang berkas serabut Purkinje kiri dan kanan). eksitasi
yang mencapai serabut purkinje akan diteruskan ke miokardium ventrikel. Di dalam
miokardium, eksitasi menyebar dari endokardium ke epikardium dan dari apeks ke basal.
(Guyton, 2008; Silbernagle, 2007)
Dalam eksitasi nodus SA terdapat penundaan waktu ke nodus AV dan sistem berkas AV sekitar
0,16 detik, sebelum akhirnya sinyal eksitasi menyebabkan kontraksi otot ventrikel. Hal ini
(penundaan) terjadi karena hilangnya sejumlah gap junction diantara se-sel yang saling berderet
dalam jalur konduksi sehingga terdapat resistensi terhadap konduksi ion-ion yang tereksitasi dari
satu serabur ke serabut lainnya. Sistem konduksi ini diatur sedemikian rupa untuk memberi
waktu yang cukup bagi atrium untuk mengosongkan darah kedalam ventrikel sebelum kontraksi
ventrikel dimulai. (Guyton, 2008)

from → Sistem Kardiovaskuler
← Sirkulasi Koroner
Pemeriksaan pada Regurgitasi Trikuspid →
Suka
Be the first to like this post.
6 Komentar leave one →




   1.

        nesa vanessa permalink

        Desember 4, 2009 9:13 pm

        more understand if u make this article in point.
        people will strict to the point

        Balas




   2.

        yg sbk dgn tgs permalink

        Januari 10, 2010 10:58 am

        tlg krm dhonk fungsi2 dr atirum sinistra n fgsi dr vena brakhiosefalika…….q bth nhe…..

        Balas




           o
             panmedical permalink*

             Januari 14, 2010 4:14 pm

             Fungsi atrium sinistra:
             memompa darah kaya oksigen dari vena pulmonalis ke ventrikel sinistra,
             dindingnya lebih tebal dari pada atrium dekstra karena mempunyai tekanan lebih
             besar untuk memompa darah ke ventrikel sinistra

             fungsi vena brachiochepalica:
             sebagai tempat muara v. jugularis interna (dareah leher) dan v. subclavia
             (dibawah os clavicula) mengalirkan darah kaya karbondioksida untuk dialirkan ke
             vena cava superior

             Balas




3.

     mokod permalink

     Januari 15, 2010 11:39 am

     ao kaban bango nendio neh………………………. ha………….he….wek……..

     Balas




4.

     defi permalink

     Februari 16, 2010 10:40 am

     bagus

     Balas




        o

             panmedical permalink*
                    Maret 25, 2010 2:53 pm

                    terimakasih banyak ya….

                    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

Nama *

Email *

Situs web




Komentar

Anda dapat menambahkan HTML serta atribut-atribut berikut: <a href="" title=""> <abbr
title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre>
<del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>


 Komentar tulisan    36            0


 1305244188



    Beritahu saya mengenai komentar-komentar selanjutnya melalui surel.

    Beritahu saya tulisan-tulisan baru melalui surel.

       Welcome to Alfan’s Blog and Thanks for Your Visit
   I Love Islam 私はイスラム教を愛して




   Tulisan Alfan
      o   Anamnesis dan Pemeriksaan (2)
      o   Farmakologi (2)
      o   Fisiologi (5)
      o   Green World (1)
      o   Modul Enterohepatik (9)
      o   Modul Hematopoietin PBL (1)
      o   Modul Kardiovaskuler PBL (4)
      o   Modul Pencernaan PBL (3)
        o       Modul Respirasi PBL (3)
        o       Modul Saraf PBL (1)
        o       Modul Tropik Infeksi PBL (1)
        o       Muskuloskeletal (1)
        o       Penyakit Terkait Kehamilan (1)
        o       Sistem Enterohepatik (9)
        o       Sistem Kardiovaskuler (8)
        o       Sistem Pencernaan (5)
        o       Sistem Pernapasan (11)
        o       Sistem Saraf (2)
        o       Tropik Infeksi (15)
   Arsip-arsip





       Oktober 2009
    M S S R K J S
    « Sep       Nov »
                1 2 3
    4 5 6 7 8 9 10
    11 12 13 14 15 16 17
    18 19 20 21 22 23 24
    25 26 27 28 29 30 31

   Translate to:



   yang sedang online

    ---------               ---------

   Facebook Aq
    Moch Choirudin Alfan




    Buat Lencana Anda

   My Visitor




   teman blogger
    Ners Anez’s Blog

   alfan’s Tag
    anak   anemia antibiotik asiklovir BAB bilirubin cair dehidrasi demam dermatom dewasa
    Diagnosis Diagnosis Banding             epitel   fisiologi fungsi hepar gejala klinis hati
    hepatomegali histologi ikterik infeksi kandung empedu kehamilan kolesterol
    Komplikasi lemah limpa macam macam nyeri malaria mekanisme mekanisme nyeri menggigil
    MMR nyeri abddomen pankreas Patogenesis penatalaksanaan pencernaan sifat nyeri Spesimen
    splenomegali Terapi hipertensi tunika

   Tulisan Terakhir
           o   Jaras Nyeri dan Suhu
           o   Nyeri
           o   Nyeri Pinggang Menjalar ke Tungkai
           o   Reaksi Kusta
           o   Kusta (Lepra, Morbus Hansen)
   


      Recent Comments

             panmedical on Obat Anti Diare


             Ellaosacchara on Obat Anti Diare


             jeanny ivones on Reaksi Kusta


             panmedical on Tentang Alfan


             dewi on Herpes Zoster



   

Blog pada WordPress.com.

Theme: Vigilance by The Theme Foundry.

								
To top